Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:47 [Musik] 0:50 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:51 rabbil alamin. Allahumma sholli ala 0:53 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 0:55 Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi 0:57 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar 0:59 Radio Silaturahim dan juga pemirsa Radio 1:01 Visual yang dirahmati Allah. Semoga 1:03 kabar Anda di siang hari ini tetap dalam 1:05 keadaan sehat walafiat. Jangan lupa 1:07 untuk tetap menjaga protokol kesehatan 1:09 untuk Anda yang memang lagi aktivitas 1:11 mungkin hari ini karena memang sudah 1:14 PSBB transisi ya sudah mulai bekerja 1:15 lagi. Jangan lupa untuk menerapkan 1:17 protokol kesehatan 3M Iwan Ahwat memakai 1:19 masker, mencuci tangan, dan menjaga 1:21 jarak kalau Anda sedang ada di luar 1:24 rumah hari ini ya. Dan hari ini kita 1:26 berjumpa kembali di acara perlindungan 1:28 anak bersama Bapak Hamid Pati 5 yang 1:30 alhamdulillah telah hadir di studio. 1:31 Kita sapa saja Iwan Nahwat. 1:33 Asalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh, Pak Hamid. Waalaikumsalam. 1:37 Apa kabar Bung Fahri? Alhamdulillah 1:39 sehat. Gimana Pak Hamid? Sehat ya? 1:40 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Di pandemi 1:43 ini kegiatannya di rumah aja dong P 1:46 rumah. Kegiatan di rumah tapi pernah 1:49 melakukan ee kegiatan di luar ya. Daring 1:52 gitu mungkin ya. Luar pulau. Hm. He. 1:54 Saya 1:55 ke Pangkal Pinang itu masih boleh tuh ke 1:58 luar. Masih boleh ternyata ee prosesnya 2:02 memang kita harus tes dulu. Hm. Ketat 2:05 ya. Tes. Dari rapid tes. Kemudian kita 2:08 pada saat masuk ke bandara dicek apakah 2:11 surat kita itu lolos atau tidak. Tulis 2:13 dic. 2:15 Lalu oleh petugas bandara kita diminta 2:18 untuk ee mengaktifkan handphone kita 2:21 lalu install dari Kementerian Kesehatan 2:25 ehk. Nah, di situ nanti kita 2:27 informasikan 2:29 ee kita berasal dari mana, lalu tujuan 2:32 kita ke mana, menggunakan moda 2:34 transportasi apa, sampai nomor kursi di 2:38 pesawat itu kita harus informasikan. Ah, 2:41 pada saat kita kembali itu lagi kita 2:44 akan dicek kembali lagi surat kita. 2:46 Jadi, ada validasi diempel. He. Oh, 2:50 Bapak suratnya masih berlaku. Lalu ee 2:54 kembali mengisi ee eh lagi. Nah, pada 2:58 saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, 3:01 kita akan melewati satu jalur, di situ 3:05 ada petugas yang akan men-scan e 3:08 handphone kita terkait dengan informasi 3:10 yang ada di EH. Begitu, Bu Fari. Diseru 3:14 ketat ya. ee tapi lebih banyak kita 3:16 pengawasan ee kegiatan lewat Zoom. Hm. 3:21 Permudah juga ya dengan teknologi. I dan 3:23 hari ini ee Pak Hamid akan membahas tema 3:26 mengenai pengabaian terhadap anak atas 3:29 hak pengasuhan keluarga. Nah, ini 3:32 seperti apa nanti akan dijelaskan oleh 3:33 Pakamid ya. Dan yang nanti ingin juga 3:35 bergabung silakan Anda bisa berkomentar 3:37 juga di 3:40 0811999720 ataupun di 3:44 0218451512. Silakan pamit dengan 3:46 pemaparannya. Terima kasih, Bung Fahri. 3:49 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 3:51 warahmatullahi wabarakatuh, 3:54 pemirsa Radio Rasil, media Rasil di mana 3:58 saja berada, terutama yang ada di Pulau 4:02 Batam. Kota Palembang, Kota Pontianak, 4:07 Kota Sukabumi dan sekitarnya. Lalu di 4:11 Jabotabek, kemudian yang ada di 4:14 Semarang, Jogja, Banyuwangi, dan 4:18 Bondowoso. Insyaallah hari ini kita akan 4:20 berbagi informasi terkait dengan 4:25 pengabaian ee terhadap anak atas hak 4:29 pengasuhan ee lingkungan keluarga dan 4:31 pengasuhan alternatif. 4:33 Ini menjadi salah satu hal yang perlu 4:37 mendapat perhatian kita bersama. Sejak 4:41 Indonesia meratifikasi konvensi hak anak 4:44 pada tanggal 25 Agustus tahun 4:49 1990 yang dikuatkan melalui keputusan 4:52 Presiden nomor 4:54 30 6 tahun 1990. 4:58 seharusnya setiap kebijakan kebijakan 5:03 dan program yang berhubungan dengan anak 5:06 itu pemerintah, masyarakat dan para 5:10 pihak lain itu harus memastikan ee 5:13 instrumen ini diadaptasi dan 5:16 diharmonisasi. Nah, salah satu yang kita 5:19 akan bahas terkait dengan pengasuhan 5:22 ini, ini banyak diabaikan Bung Fahri. 5:25 Apa saja itu? 5:28 anak itu berhak mendapatkan orang tua 5:31 yang memiliki pengetahuan yang banyak. 5:35 Kalau bisa ee orang tua itu melebihi 5:39 Wikipedia atau Google. Jadi setiap apa 5:44 yang mau ditanyakan oleh anak itu 5:47 langsung direspon positif oleh kedua 5:51 orang tuanya. Karena ee Bung Fahri anak 5:55 itu dari usia 0 sampai 8 tahun ee 5:59 pendidik pertama dan utamanya itu adalah 6:02 ayah dan ee bundanya. Jadi bagaimana 6:06 rinciannya? Rinciannya itu dari 0 sampai 6:10 4 tahun itu kecerdasan anak berkembang 6:13 50%. Hm. Lalu 5 sampai 8 itu 30%. Jadi 6:19 totalnya 0 sampai ee 8 itu 80%. Jadi 6:24 kalau kita ingin melihat Bung Fahri, 6:28 saya seperti sekarang atau orang-orang 6:30 dewasa yang di sekitar anak-anak itu, 6:32 itu yang membentuk adalah kedua orang 6:34 tuanya. Ah jangan jadi ee persoalan ini 6:38 banyak ee pengabaian-pengabaian yang 6:40 dilakukan oleh ee orang tua untuk 6:44 memastikan apa yang diperoleh oleh 6:47 setiap anak. Apa saja? Ada enam aspek 6:50 perkembangan anak yang harus dimiliki 6:54 oleh setiap anak yang sumber 6:56 informasinya itu dari ayah dan bundanya. 6:59 Pertama itu Bung Fah terkait dengan 7:02 nilai-nilai agama. 7:05 yang 7:07 dikehendaki oleh seluruh ee pengajar 7:11 agama itu memastikan bahwa apa yang 7:15 dilakukan oleh anak itu hanya karena 7:18 Allah. Bagaimana kita me mentransformasi 7:22 pengetahuan ini kepada anak kita 7:24 sehingga dia memiliki sikap segala 7:27 sesuatu yang akan dilakukan oleh si anak 7:31 itu hanya karena Allah. bukan ee oleh 7:36 siapa. Bagaimana nih Bung Fah? Bung Fari 7:39 mungkin yang sudah memiliki anak punya 7:42 pengalaman bagaimana nih harus 7:43 memastikan bahwa dia itu tahu kalau dia 7:48 mau berdoa itu hanya karena Allah. 7:52 Allah. Dia mau disuruh oleh bundanya 7:56 atau oleh ayahnya mau salat itu dia 7:58 sudah tahu aku salat ini bukan karena 8:00 Bunda. 8:02 Aku mau nyapu, aku mau bantu Bunda, aku 8:06 mau buat PR, aku mau apa nih ee 8:10 melakukan segala sesuatu itu hanya 8:13 karena Allah. Hah. Bagaimana kita 8:16 memastikan ini ayahanda dan bunda kita 8:19 ee melalui 8:22 Rasulullah memberikan ee 8:26 pembelajaran-pembelajaran kalau kita 8:28 baca di Quran itu komprehensif. ee Bung 8:31 Fahri ee bagaimana Nabi Ibrahim mengenal 8:36 Allah itu sebetulnya materi-materi 8:39 pembelajaran yang harus ditransformasi 8:41 oleh si ayah atau oleh bunda kepada 8:45 anaknya. H misalnya ini kok ada 8:50 angin, ini ada beras, ini ada padi. Kok 8:54 aku bisa hidup ya? Ini karena apa ya, 8:56 Bun? Ah, ini yang menjadi 8:59 ee hal yang selalu ditanyakan oleh anak 9:03 kita dan otomatis gurunya Bung Pari, 9:07 ayahnya atau bundanya harus punya 9:10 referensi yang komprehensif. Ah, di 9:12 Radio Rasil ini adalah sumber 9:16 pengetahuan yang Bung 9:18 Fari tentang Quran, ada guru-gurunya, 9:22 lalu tentang ee Rasulullah terkait 9:26 dengan hadis setiap hari Sabtu ada yang 9:29 disampaikan oleh Ustaz Sanusi Sanusi itu 9:33 banyak sekali informasi. Lalu kemudian 9:36 ee tentang perilaku atau sejarah para 9:40 rasul ada sirah ee nabawiah dari Nabi 9:45 Adam sampai 9:47 Rasulullah. Lalu ada ee perilaku dari 9:51 setiap sahabat. Nah, ini yang baru 9:53 selesai kita dengarkan kan sirah sirah 9:57 sahabat. Lalu kemudian ada fikih. Wah, 10:00 fikih lagi ada hari Jumat dari ustazah. 10:04 Lalu ada juga hari Senin habis acara ini 10:07 juga ada tentang ee keluarga ini semua 10:11 ee menjadi sumber informasi yang 10:15 kemudian oleh ayah dan bunda 10:19 kan sudah punya pengetahuan banyak nih. 10:21 Tinggal bagaimana nih dia harus memiliki 10:23 keterampilan untuk mentransformasi yang 10:26 dia ketahui kepada anaknya. Tetapi 10:29 kuncinya Bung Fari, ayah dan bundanya 10:32 harus memiliki sikap. Bagaimana sikapnya 10:35 menjadi seorang ee bunda, menjadi 10:39 seorang ayah itu yang harus bersikap 10:43 tidak diskriminasi. Ini yang menjadi 10:45 penting. Heeh. Lalu yang paling penting 10:50 selalu kepentingan hanya untuk anaknya. 10:54 Jadi kepentingan itu menjadi ee utama 10:56 untuk anaknya. Tapi yang sangat ee 11:00 mendasar itu, Bung Fahri, segala sesuatu 11:02 yang akan kita sampaikan kepada anak 11:05 kita, kita harus menanyai dulu apa yang 11:07 dia ketahui tentang apa yang ingin kita 11:10 ee sampaikan. Ya. Jadi kita gali dulu ee 11:13 apa yang dia mungkin pernah pelajari 11:17 dari hasil tontonan atau yang dia dengar 11:20 lalu kemudian apa yang dia rasakan dan 11:24 apa yang dia ee alami sendiri. Itu yang 11:28 kemudian akhirnya antara si bunda dan si 11:31 anak itu ada komunikasi. Ah, topik-topik 11:36 apa yang harus kita diskusikan? Yang 11:38 pertama adalah terkait dengan 11:39 nilai-nilai agama. He. Bahwa segala 11:42 sesuatu nanti pada kesimpulan akhir itu 11:45 segala sesuatu yang dilakukan oleh anak 11:47 itu hanya karena Allah. Dan ini yang 11:52 kedua, Bung Fari, ini yang nanti akan 11:55 berpengaruh kepada ee moral si anak itu 11:57 sendiri. Bahwa segala sesuatu yang akan 12:01 dia lakukan itu langsung diawasi oleh 12:04 Allah. Ah, coba bayangkan Bung Fari 12:07 kalau ini sudah ditancapkan oleh ayah 12:10 dan bundanya kepada anaknya, insyaallah 12:14 anak kita itu tidak akan 12:16 terganggu oleh ee segala sesuatu yang 12:20 dari luar dia. Karena dia hanya 12:23 berpatokan apa kata bundanya, apa kata 12:26 ayahnya. Karena 80% kecerdasan anak itu 12:29 terbentuk karena dari orang tuanya. 12:32 Orang tuanya. Nah, ini yang menjadi 12:34 penting. Yang masih yang kedua, 12:37 nilai-nilai agama dan moral. Nah, moral 12:40 ini, Bung Fahri misalnya 12:42 nih ee terkait dengan baik dan salah, 12:48 benar dan salah atau 12:53 ee Bun, ini punya siapa? Kata bundanya, 12:58 "Ini punya bapak, ini punya kakak, ini 13:01 punya ee kamu." Bunda sudah buat ini ee 13:06 secara adil dan sesuai dengan kebutuhan. 13:10 Wah, nanti si anak ee merasa uh kayaknya 13:14 ee ini punya kakak kakak kan tidak ada. 13:17 Pada saat dia mau ambil, dia langsung 13:19 ingat, "Aku kan diawasi oleh Allah." 13:22 Nah, ini siapa yang akan mengajarkan itu 13:25 sendiri kalau bukan si bundanya atau 13:29 ayahnya terlebih dahulu. Lalu kemudian 13:32 pada satu momen hanya dia sendiri ada di 13:36 suatu ruangan. Misalnya ada makanan ini. 13:38 He kayaknya ayah kan enggak ada nih. 13:41 Ayah kan enggak pernah tahu bahwa ini 13:43 punya ayah. He, aku bisa ambil nih. Tapi 13:46 dia tidak berani karena apa yang dia 13:49 lakukan harus atas nama Allah dan dia 13:54 merasa sedang diawasi oleh Allah. Ah, 13:56 ilmu ini Bung 13:58 Fahri kenapa saya bilang terjadi 14:01 pengabaian? Karena tidak terus-menerus 14:04 disampaikan oleh kedua orang tuanya yang 14:07 ada. dia hanya disuruh salat terus 14:09 sururus hafal terus suruh apa yang 14:12 kemudian dia tidak tahu ini harus untuk 14:15 ke siapa dia mempertanggungjawabkan ini. 14:18 Ini menjadi penting. Lalu pengabaian 14:21 kedua nih Bung Fahri terkait dengan 14:22 kognitif. 14:24 kognitif itu ee kalau di usia PAUD itu 14:29 sekolahnya enggak usah 14:31 jauh-jauh dari tempat tidur. Nah, kita 14:34 mau belajar matematika di tempat tidur. 14:37 Coba matematika itu pasti ada benda yang 14:41 harus kita hitung. Ada berapa bantal di 14:44 kamar tidur? Terus ini kita bisa 14:48 menggunakan senti kita ukur, "Bun, 14:50 kayaknya ee bantal ini kok agak sedikit 14:54 pendek ya." E kata Bunda, "Coba kalau 14:57 ingin kamu tahu berapa panjangnya, apa 14:59 ya? Pakai alat apa, Bun?" Ah, bundanya 15:01 kasih informasi bisa pakai senti, bisa 15:04 pakai apa, Mister atau apa. Ini dari 15:07 tempat tidur saja, Bung Fari. Si anak 15:10 sudah berkembang tentang kognitif warna. 15:15 Iya. Warna. Oh, ini bantalnya kok beda, 15:18 Bun. Kemarin kayaknya masih segar, 15:20 sekarang ee kok berubah. Kenapa, Bun? 15:23 Ah, si Bunda akan bercerita ini mungkin 15:26 e selalu dipakai pudar. Jadi, pudar yang 15:30 dulunya awalnya hijau jadi sekarang 15:33 sudah enggak jelas jadi warna putih. Ah, 15:35 ini sudah berapa mata pelajaran yang 15:38 dapat Bung Fahri? 15:40 warna, bentuk, ukuran, apalagi 15:44 siapa yang buat, Bun, ini? Ah, tahu lagi 15:47 lebih dalam lagi pelajar lebih dalam 15:48 lagi dapat e profesi baru kan. Oh, ini 15:51 dibuat oleh 15:53 ee pengrajin bantal, 15:57 Bun. Kok kenapa di bantal itu ada 16:00 semacam ee benda putih? Oh, itu kapuk. 16:05 Kapuk itu apa, Bun? Wah, coba kita cari 16:08 di Google. Wah, ini kan lebih tahu dia. 16:11 Seru. Lalu, ee kok kapuk itu kok dia 16:16 agak beda dengan yang ini, Bun. Oh, ini 16:18 apa, Bun? Ini ternyata ee kapas banyak 16:22 lagi. Ini kok pakai 16:25 ee busa. Heeh. Ini busa terbuat dari 16:28 apa, Bun? Oh, ini kalau ini sudah bukan 16:31 asli. Ini hasil rekayasa. Bunda sudah 16:35 bisa menjelaskan kalau si anak itu 16:37 bertanya. Kebayang Bung Fari hanya 16:41 terkait dengan kognitif banyak 16:43 pengabaian yang dilakukan oleh kedua 16:45 orang tua. Kita pindah ke tempat apa, 16:47 Bung? Bung Fari. Ee dapur. Dapur dapur. 16:52 Dapur. Banyak sekali di dapur itu, Bung 16:54 Fari, itu bisa jadi menghasilkan ee alat 16:58 musik. Kita mau belajar ee musik seni 17:02 dengan benda apa saja yang ada di dapur. 17:06 Coba piring terus apaagi? Sendok piring 17:09 kita ketok-ketok. Ah anak sudah belajar 17:12 tentang ee bunyi-bunyi. Tapi bukan itu 17:15 yang kita mau dorong. Kita mau belajar 17:17 dulu tentang kognitif ini. Mengenal dia 17:20 kok, Bun, ee ini kok cabainya warna 17:24 merah terus ini ada hijau. Ah, bundanya 17:27 jelasin. Lalu terjadi diskusi yang 17:31 sangat ee seru antara si anak dan si ee 17:36 bunda. Pertanyaan Bung Fari. He. Apakah 17:39 itu terjadi di dapur ee rumah Bung Fah 17:42 sekarang sama anak kecilnya sekarang? 17:44 kayaknya belum terjadi itu termasuk 17:48 pengabaian. Jadi akhirnya si anak tidak 17:51 mengenal warna, tidak mengenal siapa 17:55 yang menanam, lalu bagaimana cabai itu 17:59 bisa sampai di rumah. Itu kan prosesnya 18:01 panjang. Usia berapa anak bisa 18:04 dikenalkan seperti itu? dari usia sejak 18:07 dia masih dalam perut juga sudah bisa 18:09 kita ee ajak diskusi. Kan kalau masih 18:12 setahun 2 tahun kan belum bisa 18:13 berkomunikasi gitu ya. Kalau 2 tahun 18:15 sudah bisa berbicara. 18:18 Jangan tunggu dia sampai masih ee mau 18:22 berbicara langsung. Tetapi sebelum dia 18:24 berbicara itu kita sudah mulai 18:26 perkenalkan karena setiap apa yang kita 18:29 kenalkan itu direkam oleh dia dan 18:32 rekaman dia itu adalah yang ee rekaman 18:35 asli dan itu sulit akan terhapus. Jadi 18:39 kenapa penekanannya ee di usia 0 sampai 18:44 8 tahun ini 80%? Karena apa yang akan 18:48 dia ekspresikan pada saat dia di usia 9 18:51 tahun itu adalah output dari h usia-usia 18:55 usia-usia dari 0 sampai 8 tahun. Jadi 18:58 itulah kesempatan kita untuk ee 19:00 menancapkan segala hal terkait dengan 19:02 kognitif. Lalu motorik halus, motorik 19:05 kasar keterampilan Bung Fari. He. Ah, di 19:08 rumah anak itu kalau sekarang kan waktu 19:10 masa pandemi banyak orang tua-orang tua 19:13 yang kreatif kan i dia buat alat 19:17 permainan. Ee itu tujuan supaya ada 19:21 gerakan, ada proses bentuk tubuh yang 19:24 kalau anak laki benar-benar dia akan 19:26 menjadi individu yang kekar. Terus anak 19:30 perempuan dia akan membentuk dengan 19:32 kelembutan sampai dia ee terbantu, dia 19:36 bisa sanggup menari. Ini siapa yang akan 19:38 membentuknya? Kalau bukan ayah dan 19:41 bundanya, tapi banyak yang ee nyeleneh 19:46 atau banyak yang mengeluh. Karena orang 19:49 yang suka mengeluh itu biasanya orang 19:51 yang tidak mau bertanggung jawab. Nah, 19:54 ini anak kita akan dimintai 19:57 pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat 19:59 nanti. Tapi sebelum di akhirat saja 20:02 kalau kita tidak membantu memfasilitasi 20:06 anak sejak di usia 0 sampai 8 tahun ini, 20:09 kita akan lihat hasilnya. Ada anak-anak 20:13 kok kenapa pada usia kelas 3 SD, 4 SD 20:17 dia tidak semangat ya karena tidak 20:19 terbiasa waktu di usia 0 sampai 8 tahun. 20:23 Selanjutnya apalagi Bung Fari? Bahasa 20:26 bahasa berbicara 20:29 apa yang akan ee diungkapkan oleh anak 20:33 itu dia akan mengikuti apa yang 20:35 disampaikan oleh bundanya. Ini kenapa 20:37 kita selalu tekankan ee Bunda Bung Fari? 20:40 Karena bundalah ini yang paling ee dekat 20:43 dengan anaknya dari di dalam perut. 20:47 Heeh. Lalu pada saat mengasihi, lalu 20:51 pada saat dia membimbing, mendampingi 20:54 orang tua ini yang perempuan, ibu, ibu 20:56 yang paling banyak. Kenapa tidak ada 20:59 diperkenalkan bahasa ayah? Yang ada 21:02 adalah bahasa ibu. Bahasa ibu. Kalau di 21:04 Singapura itu ada ee ujian bahasa ibu. 21:09 Hm. Yang suka menang itu atau yang dapat 21:11 nilai bagus kalau rumah-rumah yang 21:15 mempekerjakan PRT dari Indonesia. Oh, 21:18 gitu. Karena di 21:20 keseharian ee si mbaknya itu berbahasa 21:25 ee Indonesia atau bahasa Melayu dan 21:28 berbeda dengan kalau PRT-nya dari India 21:32 ee dan atau dari ee Filipina atau Cina 21:36 karena ada 21:38 ee apa proses yang tidak cepat. Karena 21:41 di Singapura bahasa Melayu masih jadi 21:44 salah satu bahasa. Heeh. Ah, bahasa ibu 21:47 itu bahasa ibu di mana? Pernah dengar 21:50 ada ibu yang suka teriak-teriak? Enggak 21:52 ada. Oh, berbicara kan dia lembut. Jadi 21:56 kalau kita mau lihat ada seorang anak 22:00 yang berbicara di publik dengan 22:03 kelembutan, itu adalah cerminan dari si 22:06 ee ibunya, ibunya, bundanya. Ah, ini 22:09 yang harus mulai diperkenalkan. Tetapi 22:13 yang selalu terabaikan itu bahwa si anak 22:16 itu harus dibentuk dari huruf kemudian 22:20 berkumpul menjadi kata. Heeh. Kata akan 22:23 berkumpul menjadi kalimat. Kalimat yang 22:26 kemudian menjadi tulisan. Ah, kecerdasan 22:29 yang paling tinggi yang diharapkan itu 22:30 adalah kemampuan anak kalau mampu 22:34 mengekspresikan apa yang dia ketahui, 22:37 apa yang dia rasakan itu nanti dalam 22:39 bentuk tulisan. Nah, itu mulai 22:41 dibimbing, didampingi, diasuh oleh ayah 22:45 bundanya pada saat usia 0 sampai 8 22:49 tahun. Tapi pada saat dia usia 9 tahun 22:52 itu dia bisa menulis puisi atau kelas 6 22:57 dia sudah bisa berekspresi. Itu adalah 22:59 keluaran dari ee usia 0 sampai 8 tahun. 23:04 Kemudian Bung Fah terkait dengan emosi. 23:08 Emosional kok anak ini dimarahi oleh 23:12 temannya. Dia ee tidak 23:16 merespon dengan marah juga, tetapi malah 23:18 justru dia senyum. Karena tadi kembali 23:22 ke faktor A. Apa yang akan dia lakukan 23:26 hanya karena Allah dan dia merasa 23:28 diawasi oleh Allah dan moral anak ini 23:31 akan kuat. Jadi emosi dia itu juga 23:34 terpengaruh dari situ. Jadi kalau Bung 23:37 Fari melihat ada anak yang suka 23:40 marah-marah terus dia suka agresif 23:44 lalu suka membentak, suka menentang, itu 23:47 bertanda anak itu perlu kita selamatkan 23:51 karena dia adalah korban kekerasan dari 23:53 orang dewasa di sekitarnya. 23:55 Ah kalau dia bersikap seperti itu, itu 23:58 sebetulnya dia sedang mencari perhatian. 24:02 Ah, ayah dan bunda yang cerdas ini kan 24:05 perlu membentuk anak ini. Hm. bagaimana 24:09 dia bersikap ramah kepada orang lain. 24:13 Insyaallah semakin ramah dia kepada 24:16 temannya, insyaallah temannya akan 24:19 semakin menyenangi dia dan akan mengajak 24:22 dia untuk berteman yang kemudian akan 24:26 terpengaruh pada perkembangan sosial 24:29 dia. Karena dia sudah emosinya 24:32 terkontrol, dia tidak mudah cengeng, dia 24:35 tidak mudah apa menyalahkan orang lain, 24:39 otomatis dia akan diajak oleh 24:42 teman-temannya untuk bermain. Dan ini 24:44 menjadi satu kekuatan Bung Fari, dia 24:47 akan dilibatkan untuk bermain. Dia akan 24:49 dilibatkan untuk menjadi pemimpin 24:52 di tempat bermain. Dan yang paling 24:55 menarik pada saat dia bermain itu ada 24:59 temannya yang ee bermasalah atau 25:02 mengalami kecelakaan. Si anak ini akan 25:05 segera mendampingi si yang nangis, 25:09 menenangkan. Tetapi kalau dia tidak 25:12 diajarkan oleh orang tuanya untuk 25:14 bertanggung jawab, pada saat ada 25:16 temannya nangis dia kabur. Bung Fari 25:19 bisa bayangkan kalau ada anak nangis 25:22 terus temannya kabur 25:24 itu pada saat dia dewasa akan menjadi 25:26 orang seperti apa orang 25:28 itu. H 25:31 dari kecil dia sudah lepas tanggung 25:34 jawab kabur. Ah pada saat dia dewasa. 25:37 Itu yang kemudian kita bisa ketemukan 25:39 kok orang ini diberi tanggung jawab 25:41 tetapi tidak bertanggung jawab. Ah, itu 25:43 dia salah satunya. Jadi, Bung Fari ini 25:47 jangan sampai terjadi pengabaian. Ah, 25:50 apa yang saya sampaikan ini banyak yang 25:54 diabaikan oleh orang tua dan ini yang 25:57 tidak diingatkan oleh orang tua. Dan 26:00 yang terakhir, Bung Fari bahwa dalam 26:03 perkembangan anak itu ee memperkenalkan 26:07 seni. Bagaimana ya seni untuk berbicara 26:10 dengan orang lain, seni berkomunikasi 26:13 dengan Allah. Rasulullah sudah 26:14 mengajarkan kita kalau 26:16 berhubungan dengan Allah komunikasinya 26:19 lewat apa? Lewat salat. Itu kan seni. 26:22 He. Terus ee Rasulullah juga 26:26 menyampaikan kalau kita mau berdoa itu 26:28 juga jangan yang keras-keras atau apa. 26:32 Itu juga butuh seni. Iya. Itu baru 26:36 berkomunikasi dengan Allah. Bagaimana 26:38 berkomunikasi dengan makhluk lain untuk 26:40 menjaga moral. 26:42 Berbicara dengan Bunda seperti apa? Itu 26:46 kan butuh seni, Bung Fari. Iya, Bung 26:48 Fari kalau dulu masih ingat enggak mau 26:52 beli sesuatu terus melihat kemampuan 26:55 Bunda hanya belum cukup uangnya. 26:57 Bagaimana cara menggoda Bunda supaya mau 27:01 mengikuti apa yang diinginkan ee Bung 27:03 Pari? Biasanya merengek-rengek gitu ya. 27:06 Butuh seni enggak tuh? Sen akan meluncur 27:09 itu uang. H. Ah, bagaimana seni itu? 27:13 Seninya membantu dulu ya, membantu dulu 27:15 atau bagaimana kita ee seni 27:19 untuk mempelajari segala sesuatu untuk 27:23 mendapatkan satu informasi itu kuncinya 27:27 seni dan seni itu yang menurunkan adalah 27:31 ayah dan bundanya. Bagaimana cara itu? 27:34 Untuk 27:35 itu pengabaian yang banyak terjadi 27:38 karena ayah dan bunda tidak melengkapi 27:42 proses perkembangan anak itu dengan 27:44 berbagai tips, trik, seni yang kemudian 27:49 itu akan e memudahkan anak kita hidup 27:52 setelah 8 tahun 27:54 selanjutnya. Perkembangan dari 8 tahun 27:58 sampai usia 18 tahun itu, Bung Fahi, 28:01 sisanya kan tinggal 20%. H 20% ini akan 28:06 optimal kalau 28:08 80% ee utuh. Ah, untuk itu ayah dan 28:12 bunda jangan sampai melakukan pegabaian 28:15 kepada anak-anak kita terkait 28:17 dengan pendampingan yang memiliki 28:21 pengetahuan yang banyak lalu memiliki 28:24 keterampilan dan yang otomatis tadi yang 28:27 saya sebutkan sikap yang selalu yang 28:30 paling utama itu tidak membeda-bedakan. 28:33 lalu selalu ee mementingkan kepentingan 28:37 terbaik bagi anak. Dan terakhir adalah 28:40 selalu mendengarkan suara atau pandangan 28:43 anak. Jadi jangan kita banyak ceramah. 28:46 Jadi kita tanya aja dulu apa maunya dia. 28:49 Nah, ini diskusi yang paling utama. 28:52 Lalu yang selalu diabaikan dalam aspek 28:56 ee pengasuhan keluarga dan ee lingkungan 29:00 keluarga dan pengasuhan alternatif 29:01 adalah ini. Yang kedua, pada saat ayah 29:05 dan bundanya kan ayah dan bunda itu 29:09 umurnya tidak ada yang ee panjang dan 29:12 tidak ada yang tahu kepastiannya itu 29:15 tetap hidup mendampingi anak-anaknya. 29:17 Iya. adalah mempersiapkan anaknya itu 29:22 pada saat ayah dan bundanya tidak ada 29:25 lagi. 29:27 Kalau kita mengikuti pengalaman 29:30 Rasulullah, ayah dan bundanya dijemput 29:32 oleh Allah waktu masih kecil. Masih 29:35 kecil usia 6 tahun. Lalu kemudian 29:38 dilanjutkan oleh kakek lalu oleh paman. 29:42 Ah, sekarang kita belajar dengan 29:45 pengetahuan atau pengalaman yang dialami 29:47 oleh Rasulullah, pasti setiap anak itu 29:50 akan mengalami hal itu. Untuk itu yang 29:53 harus kita lakukan adalah Bung Fahri 29:56 melatih anak kita menghadapi situasi di 29:59 mana ayah dan bundanya tidak ada. Apa 30:02 itu, Bung Fari? 30:04 pada saat ayah dan bundanya mungkin 30:06 berpisah, prinsipnya sudah tidak ee 30:09 sepaham antara ayah dan bundanya. 30:12 Akhirnya lewat pengadilan, perceraian, 30:15 bercerai. Ah, untuk mempersiapkan anak 30:19 itu kita harus bertanya, 30:21 "Nak, terbayang enggak oleh kamu kalau 30:25 ayah dan bunda sudah tidak lagi serumah? 30:29 apa yang harus kamu ee apa lakukan? Oh, 30:34 kalau anak yang sudah 30:36 dipersiapkan tidak jadi soal ayah karena 30:39 aku sudah dilatih oleh Bunda untuk ee 30:43 menjadi mandiri dan ayah juga sudah ee 30:48 menyiapkan tabungan buat aku. He. E 30:51 sekarang ada enggak tabungan buat 30:53 anak-anak kita? Nah, itu 30:54 pengabaian-pengabaian seperti itu. Lalu 30:57 latihan untuk kemandirian 31:00 dari belajar untuk mengetel. Hm. 31:05 Menyapu, mengelap kaca, 31:09 membersihkan toilet. He. Lalu merapikan 31:13 ruang. Ini ini kan kecerdasan yang harus 31:17 dia miliki. Lalu yang paling penting 31:19 pada saat ayah dan bunda kemungkinan 31:23 tidak berumur 31:24 panjang, apa yang sudah kamu persiapkan, 31:27 Nak? yang kita sedang ceritakan ini anak 31:30 usia di bawah 18 tahun atau di bawah 31:34 usia 8 tahun juga kita harus sudah mulai 31:36 dia dilatih untuk menghadapi suasana 31:40 situasi itu, Bung Fahri. Itu yang 31:42 kemudian kalau 31:44 di ee salah satu kementerian ada 31:47 pelatihan kesiapan keluarga menghadapi 31:50 bencana. H ah salah satu yang kita 31:53 siapkan ini adalah anak itu 31:55 sendiri, Bun. Kalau Bunda tidak ada 31:59 lagi, aku kan sudah diajarkan oleh Bunda 32:03 untuk melakukan ini. He. Aku sudah 32:06 dilatih untuk saling membantu dengan 32:10 kakakku. Aku sudah dipersiapkan untuk ee 32:14 menghadap ini. Aku tidak akan apa ee 32:18 mudah cengeng, tidak mudah nangis. 32:21 Karena aku tahu Bunda diundang atau 32:25 dipanggil oleh Allah. itu sudah menjadi 32:28 takdir. Ah, pembelajaran-pembelajaran 32:30 mengenai ini, Bung Fahri menjadi 32:32 penting. Pengabaian yang terjadi saat 32:34 sekarang materi-materi seperti itu tidak 32:37 ada. Yang ada sekarang masih latihan 32:42 untuk mengurus jenazah, 32:45 tapi tidak melatih bagaimana orang yang 32:47 di sekitar jenazah itu siap untuk 32:50 menerima orang yang di depan dia ini 32:52 sudah hilang dari ee dia. Ini butuh 32:55 pelatihan. He butuh kesiapan. Siapa 32:58 gurunya? 33:01 Ayah. Ayah dan ibu dan bundanya. Ini 33:03 menjadi penting. Kemudian ini yang ee 33:06 pengabaian selanjutnya terutama 33:09 bagi ayah dan bundanya bekerja di luar 33:12 kota yang tidak selalu ee serumah dengan 33:17 anaknya. Nah, ini bisa saja dialami oleh 33:20 Bung Par ini ya. Iya. Anaknya di di 33:24 Sukabumi atau di sini? di Sukabumi. Ah, 33:25 di Sukabumi baru muncul semu sekali. Ah, 33:29 itu ada hal yang hilang dari si anak 33:31 itu. Pengabaian juga ya. Pengabaian itu 33:33 pengabaian yang jadi ee pengabaian 33:36 pertama 33:37 itu ayah dan bunda yang menjadi pegawai 33:40 negeri maupun pegawai swasta. He. 33:42 Anaknya terabaikan 8 jam. 33:46 H. Oleh negara kan diganti dengan ada 33:49 day care untuk usia 0 sampai 5 tahun. He 33:52 untuk 6 sampai 8 tahun belum ada. Lalu 33:57 anak eh ayah ibunya salah satunya 34:01 bekerja di luar kota. Iya. Baru ketemu 34:04 seminggu sekali atau sebulan sekali atau 34:07 setahun sekali. Iya. Atau yang ketiga, 34:10 ayah dan bundanya bekerja sebagai 34:12 pekerja ee migran di luar negeri. Wah, 34:15 itu lebih parah lagi. Lama lagi. Lebih 34:17 lama ada kontrakannya. ee kontraknya 34:20 bisa kontrak tahun, 5 tahun tidak ada 1 34:22 tahun kan tidak ada lebih dari itu. Lalu 34:25 yang terakhir adalah terjadi 34:28 pengabaian pada saat ayah dan bundanya 34:31 berpisah. Nah, apa yang harus dilakukan 34:36 agar anak ini tidak 34:38 terabaikan? Pertama, kita harus beri 34:40 argumen kepada anak itu. Kita harus 34:43 jelaskan melalui bundanya. Nanti 34:45 bundanya yang menjelaskan. 34:47 Jadi dijelaskan, "Nak, ayah ini tidak 34:50 ada." Tapi setiap saat nanti ayah akan 34:55 telepon atau pulang. Ah, jadi yang di 34:58 didorong awal itu adalah komunikasi 35:00 dulu. Jadi fasilitas untuk membuat 35:04 jaringan bagaimana si ayah dan bunda ini 35:08 selalu terkonnect dengan anaknya. Hm. 35:11 Nah, pasti saat sekarang sudah tidak 35:14 jadi menjadi hal ee mahal kan. Tetapi 35:17 yang tidak ada itu adalah 35:20 penjelasan, argumen untuk memastikan 35:24 bahwa ayahmu itu atau bundamu itu sedang 35:28 melakukan pekerjaan di satu tempat. Dia 35:31 dalam rangka ibadah kepada Allah. Tapi 35:35 sumber penghasilan itu juga untuk ee 35:38 kemaslahatan keluarga, keluarga. Ini 35:41 argumen-argumen, penjelasan-penjelasan 35:43 ini, ini yang menjadi penting supaya 35:46 terbangun pada diri anak. Pertama, dia 35:49 akan bangga terkait dengan apa yang 35:52 dilakukan oleh ayahnya atau oleh 35:54 bundanya dan dia akan merasa nikmat 35:57 kalau ada pemberian yang diberikan oleh 36:00 ayah dan bundanya. Begitu susahnya 36:03 seorang ayah untuk mendatangkan satu 36:06 sen, 2 sen atau sekian rupiah yang itu 36:10 yang kemudian bisa membeli bajunya atau 36:13 bisa membeli mainannya dan mainannya itu 36:16 tidak mudah dia rusakin karena dia tahu 36:19 cara mendapatkannya susah. Tahu untuk 36:21 mendapatkannya susah. Bukan kita sogo 36:24 dia. Yang ada pas ayahnya pulang bawa 36:28 oleh-oleh terus main kasih aja. He. Ah, 36:30 di situ terjadi pengabaian selanjutnya 36:33 lagi. Harusnya ada 36:36 proses pembelajaran atau ada proses 36:39 permintaan. Nah, kayaknya ayah mau 36:41 pulang besok ini mau apa yang harus ee 36:46 ayah bawakan. Nah, ini menjadi 36:48 penting. Ini ibu bapak yang ada di 36:51 rumah. hal-hal yang terkait dengan 36:54 proses pengabaian ini akan terhindar 36:56 kalau sejak dari awal kita akan 36:59 mengetahui. Itu pengabaian yang ee 37:02 ketiga. Lalu yang selanjutnya, Bung 37:05 Fahri, kita harus memastikan anak 37:09 itu aman. Iya. Dia mau bermain di mana 37:14 saja aman, terhindar dari penculikan. 37:18 Bagaimana kita memastikan bahwa setiap 37:21 orang dewasa yang ada di sekitar 37:24 ee rumah kita itu mengetahui bahwa itu 37:28 adalah anak kita dan anak itu adalah 37:32 warga RT ini. Hm. Kalau tidak sej dari 37:36 awal kita mensosialisasikan keberadaan 37:39 anak kita sehingga pada suatu waktu ada 37:42 orang dewasa yang di tempat kita berada 37:45 itu mengetahui ini kan warga kita kok 37:48 kenapa ada di sini kenapa ngamen di sini 37:51 ya wah itu agak lebih ee perih banget 37:55 tuh 37:57 ayo nak segera pulang kamu ditunggu oleh 38:01 ayah dan bundamu kalau warga orang dewa 38:04 dewasa sudah sangat peduli terkait 38:06 dengan anak. Tetapi kepedulian orang 38:09 dewasa itu tidak muncul serta-merta 38:12 kalau tidak ada proaktif dari ayah dan 38:15 bunda yang memiliki anak itu untuk 38:17 memperkenalkan kepada tetangganya bahwa 38:20 untuk memintai tanggungjawaban juga 38:23 kepada mereka. Pak, kalau lihat anak 38:25 saya ini dia namanya ini tolong 38:28 diingatkan terus tolong 38:31 disampaikan untuk segera kembali dan ini 38:34 dianggaplah menjadi anak bunda juga, 38:37 anak ee bapak juga. Bagaimana anak kita 38:40 merasa aman ya? Aman diterima sekarang. 38:44 Adakah itu Bung Pari proses-proses 38:47 seperti itu? Jarang kayaknya karena 38:50 pagarnya juga semakin tinggi ya. 38:52 itu menjadi penting juga menjadi 38:54 pengingat di acara hari ini. Kita 38:57 hidupkan kembali apa-apa yang sudah 39:00 diingatkan oleh Rasulullah, lalu 39:02 diingatkan oleh negara, lalu sekarang 39:05 hari ini kita saling ee 39:06 menginformasikan. 39:08 Selanjutnya ini juga akan terjadi selalu 39:12 pengabaian adalah bagaimana 39:16 memastikan bahwa anak itu kalau misalnya 39:21 ayah dan bundanya tidak ada lagi Bung 39:23 Fahri, dia akan tinggal bersama keluarga 39:28 besarnya bukan tinggal 39:31 di lembaga kesejahteraan sosial anak. 39:35 Karena sejak tanggal 20 November tahun 39:41 1989, ada satu hukum Islam yang diterima 39:44 oleh dunia internasional adalah hukum 39:48 kafalah. E sistem kafalah itu bagaimana? 39:53 Memastikan anak yang sudah tidak ada 39:56 kedua orang tuanya itu dibesarkan oleh 40:00 keluarga besarnya. baik oleh kakek, 40:03 nenek atau oleh paman, bibi. Kenapa itu 40:06 menjadi penting? Agar anak-anak jangan 40:11 sampai tercabut dari akarnya, asal 40:15 usulnya. Asal-usulnya. Untuk itu negara 40:19 sejak tahun 2011 punya kebijakan Bung 40:22 Fari, lembaga kesejahteraan sosial anak 40:26 itu menerapkan program non panti. Jadi 40:30 yang utama itu adalah anak-anak itu ada 40:34 di rumah keluarga besar. Sedangkan orang 40:38 tua ibu bapak itu ya. Iya. Sedangkan 40:40 panti asuhan hanyalah alternatif 40:43 terakhir. Kalau sudah tidak ada 40:46 kakeknya, sudah tidak ada paman bibinya, 40:50 atau sudah tidak ada lagi orang yang 40:51 peduli kepada anak ini. Akhirnya ada 40:54 teman-teman yang aktif di lembaga 40:56 kesalahan sosial anak 40:58 itu menjemput anak ini untuk tinggal 41:01 dibina di ee asu oleh mereka. tapi juga 41:06 oleh negara penyelenggara lembaga 41:09 kesedaran sosial ini itu diatur oleh 41:12 standar 41:14 ee prosedur. Mereka harus memastikan 41:17 anak yang dibina ini benar-benar 41:19 terlindungi. Untuk itu mereka harus 41:21 dilatih. Ah, 41:23 sekarang justru Bung Fahri banyak 41:27 anak-anak yang ada di panti asuhan itu 41:30 yang masih punya kedua orang tuanya. 41:33 Karena alasan apa, Bung Fari? 41:35 alasan yang terbesar agar anak-anak ini 41:38 terakses ke sekolah atau kependidikan. 41:41 Ah, kenapa dulu waktu sebelum 41:45 memproses kehadiran anak ini si ayah dan 41:49 bundanya tidak bekerja keras? Hm. Tidak 41:53 bersekolah, tidak berpendidikan. 41:56 Akhirnya kalau itu semua tidak 41:59 bersekolah, otomatis kualitas pekerjaan 42:02 atau sumber penghasilan rendah. I dan 42:05 akhirnya beberapa anak mereka itu ada 42:09 yang terabaikan. Dan akhirnya salah satu 42:12 cara supaya anak ini terselamatkan, 42:15 mereka dengan tanpa sadar menyerahkan 42:19 kepada orang lain untuk membesarkan. 42:21 Akhirnya terjadi pengabaian yang 42:24 berulang. Bung Fari dia di rumah sudah 42:27 diabaikan. Sekarang justru dia 42:29 diserahkan kepada orang lain. He. Apa 42:32 yang hilang adalah akar dari anak itu 42:36 sendiri tercabut dan dia kemungkinan 42:39 besar kalau tidak dapat hidayah dia 42:41 tidak lagi akan mengenal siapa 42:43 keluarganya yang sesungguhnya. Tapi ini 42:47 yang juga menjadi tantangan besar bagi 42:49 kita. 42:50 Selanjutnya pengabaian yang lain Bung 42:52 Fari pada saat ada anak yang diangkat 42:56 oleh orang tua angkat. Orang tua angkat. 42:58 Apa pengabaiannya Fari? Antara lain 43:02 adalah 43:05 menghapuskan nama atau bin dari ee ayah. 43:10 Hm. Biologisi anak itu sendiri itu 43:13 enggak boleh ya? Ah itu yang 43:15 bertentangan dengan yang diajarkan oleh 43:18 Rasulullah. Rasulullah pun langsung 43:20 diingatkan oleh Allah di surah Al-Ahzab 43:24 bahwa Zaid bin Muhammad itu harus 43:28 kembali ke Zaid bin Haritsah. Ahah. Itu 43:31 menjadi ee menjadi kunci utama. Lalu 43:37 anak angkat itu harus disegerakan diberi 43:42 informasi bahwa ayah yang sekarang, 43:45 bunda yang sekarang itu adalah ayah 43:47 bunda angkat. Hm. 43:49 Banyak yang mengabaikan Bung 43:50 Fahri itu disembunyikan karena khawatir 43:55 nanti kalau si anak ini ketahui bakal 44:00 anak ini kabur mencari orang tua 44:01 aslinya. Orang tua aslinya. Padahal ada 44:04 yang sudah dipraktikkan oleh Rasulullah. 44:07 Ayo silakan Zaid pilih ini ayahmu dan 44:11 aku ee ayahmu angkatmu mana yang kamu 44:15 pilih? 44:16 Zaid bin Haritsah sudah merasakan 44:18 kelembutan dari Rasulullah. Beliau ee 44:22 bertahan memilih ee Rasulullah. Ah, ayah 44:26 angkat dan bunda angkat. Jangan 44:27 khawatir, kita punya e role model 44:31 Rasulullah yang juga sudah punya 44:33 pengalaman serupa yang segera 44:37 menyampaikan bahwa dia adalah anak 44:40 angkat dan ini yang kemudian tidak akan 44:43 menjadi beban dari ayah dan bunda 44:46 angkat. itu Bung Fari. Kalau setelah e 44:49 seminar atau pertemuan di mana saya 44:51 membahas tentang hal ini, itu ada 44:54 beberapa ayah angkat, Bunda angkat itu 44:56 datang untuk ee bertanya ini bagaimana 44:59 nih? Ah, idealnya Bung 45:02 Pari selepas anak itu diangkat, selepas 45:06 itu juga segera disampaikan bahwa dia 45:08 adalah anak angkat supaya jangan sampai 45:13 informasi itu dia akan peroleh dari 45:15 tetangganya. Hm. Kan banyak juga 45:19 tetangga yang memanfaatkan untuk ee 45:22 merusak ee 45:25 keharmonisan keluarga itu. Akhirnya anak 45:27 itu diolok-olok. He. Lalu anak itu 45:30 akhirnya ee apa? Jadi 45:35 bullyan bully dan dia terbangun 45:39 ketidakpercayaan kepada ee orang tua 45:42 angkatnya. Dan akhirnya awalnya ini dulu 45:46 anak kok nilainya tinggi tapi kok 45:48 sekarang ee apa? Jadi rendah rendah 45:52 terus uring-uringan 45:54 di oleh ayahnya untuk melakukan ini. Kok 45:59 reaksinya tidak seperti kemarin ya. Lalu 46:01 oleh bundanya disuruh untuk makan juga 46:04 banyak alasan ini. Eh 46:07 ternyata 46:10 ditelusuri dia mendapatkan informasi 46:13 bahwa dia adalah bukan anak dari ayah 46:16 dan bundanya. Ah itu yang kemudian yang 46:18 rugi siapa? Bung Fari. anak itu sendiri, 46:21 tetapi yang sakit hati adalah kedua 46:25 orang tuanya. Untuk itu, Ayah dan Bunda 46:28 yang memiliki anak angkat segera untuk 46:31 mencari waktu, momen yang sangat ee 46:35 pas lalu sangat apa? rileks untuk 46:39 menyampaikan secara ee terbuka dan 46:43 sampaikan bahwa dengan Bunda 46:46 menyampaikan ayah menyampaikan hal ini 46:48 bukan berarti Bunda tidak sayang kepada 46:51 kamu tetapi jangan sampai terjadi 46:54 hal-hal yang lain. Nah, itu Bung Fari. 46:56 pengabaian itu juga banyak terjadi di 47:00 masyarakat dan melalui pertemuan ini 47:03 saya juga memiliki informasi seperti ini 47:05 tidak punya beban saya akan sampaikan 47:09 seperti ini apa adanya. Lalu yang 47:12 terakhir apa yang ee 47:14 pengabaian-pengabaian yang selalu 47:17 terjadi dan itu dilakukan oleh kedua 47:19 orang tua pada saat anak itu berpisah 47:23 jauh dari ayah ibunya yang kemudian 47:26 tidak ditinjau. 47:29 Misalnya anak itu di pesantren. He. 47:32 Ahah. Itu kan anak ee setiap jam 10. 47:35 Pagi itu dia kangen. Iya. Tetapi karena 47:38 dia di pesantren nelepon ke anak itu kan 47:41 tidak mudah. Dibolehkan kadang-kadang 47:43 aturannya gitu ya. Aturannya seperti 47:44 itu. Ketat. Bagaimana supaya kita tidak 47:47 terjadi pengabaian kepada anak kita? 47:51 Kita harus memiliki jadwal untuk 47:54 meninjau dia atau mengunjungi dia. 47:57 Seminggu sekali kita seminggu sekali 47:58 atau bagaimana? tergantung energi yang 48:01 ada kita miliki. Tetapi sekarang mungkin 48:04 ee kita bisa komunikasikan dengan ee 48:06 pengelola ee pesantren atau sekolah 48:10 boarding school ee yang sekolah asrama 48:14 iya atau anak yang ada di panti asuhan. 48:17 He. Nah, itu kan mereka perlu juga harus 48:21 ee mengetahui perkembangan ayahnya di 48:23 mana sekarang, ibunya di mana sekarang, 48:26 terus kakaknya, lalu neneknya. Ini kan 48:29 si anak harus selalu di-update dan dia 48:33 juga pengin, "Oh, boleh enggak aku punya 48:38 kesempatan untuk berkunjung ke 48:40 keluarga?" Ah, itu sebetulnya sudah 48:42 standar di pesantren atau di boarding 48:44 school atau di panti asuhan. Ada 48:48 jadwal-jadwal terkait dengan itu. Tapi 48:50 yang jadi selalu 48:52 alasan yang rata-rata kalau anak-anak 48:55 yang ditempatkan di pantu panti asuhan 48:57 itu orang tuanya tidak memiliki 48:59 kemampuan untuk berkunjung kepada 49:01 anaknya karena keterbatasan keuangan. 49:03 Iya. Ah, bagaimana caranya untuk 49:07 meemastikan anak-anak seperti ini? ini 49:10 juga butuh perjuangan. Demikian Bung 49:12 Fari apa yang kita bahas terkait dengan 49:16 pengabaian terhadap anak atas hak 49:20 pengasuhan ee di lingkungan keluarga dan 49:23 pengasuhan alternatif. Baik Iwan Nawat. 49:26 Demikian pencerahan yang disampaikan 49:27 oleh Bapak Hamil Peti 5 atas ee tema 49:31 pengabai pengabaian terhadap anak atas 49:33 hak pengasuhan keluarga. Yang ingin 49:35 bergabung bertanya silakan ditunggu di 49:39 0811999720 ataupun di 49:41 0218451512. Kami segera 49:47 [Musik] 49:51 kembali berhasil 50:00 [Musik] 50:14 [Musik] 50:16 attack 50:31 [Musik] 50:52 [Musik] 51:09 [Musik] 51:19 at 51:21 [Musik] 51:31 [Musik] 51:37 at 51:47 [Musik] 51:57 [Musik] 52:01 Brail TV 52:08 Radio Rasil untuk Islam yang satu masih 52:10 bersama kami Ikwan Hawat di acara 52:11 perlindungan anak bersama Bapak Hamid 52:12 Pati 5. Pengabaian terhadap anak atas 52:15 hak pengasuhan keluarga. kasus di negara 52:18 kita ini tentang pengabaian anak ini 52:21 termasuk banyak juga ya Pak ya banyak 52:23 bukan banyak lagi apa emang ee sudah 52:26 cenderung terbiasa seperti itu ya ee itu 52:30 kita bisa lihat di kehidupan ee kita 52:33 sehari-hari ee 52:36 pertama nih terjadi pengabaian itu pada 52:39 saat proses 52:41 pengembangan ee enam as perkembangan 52:43 itu. He. Sekarang orang tua ee sudah me 52:48 beri kesempatan kepada anak untuk 52:52 ikut ee pendidikan anak usia dini. Iya. 52:56 Dia lebih menyerahkan ke lembaga 52:57 pendidikan gitu ya. Iya. 53:00 Harusnya idealnya nih Bung Far ya. 53:01 Idealnya gimana Pak? 53:04 Kata Bunda, "Buang sampah itu di tong 53:07 sampah." Sekarang kan kebalik kata guru 53:10 PAUD, buang sampah itu ayah ditong 53:14 sampah. Seharusnya yang menjadi 53:19 referensi kuat dari si anak itu adalah 53:23 ayah dan bundanya. Jadi dia mau ngapain 53:26 apapun itu dia selalu harus bertanya 53:30 dulu kepada Bunda. Jadi mau bertanya 53:33 atau mau memutuskan segala sesuatu itu 53:35 juga harus dia terbiasa untuk ee 53:38 berkomunikasi dulu dengan bundanya atau 53:40 dengan ayahnya untuk melihat respon 53:43 mereka. Jadi kalau anak sudah terbiasa 53:46 diajarkan untuk seperti anak saya untuk 53:50 meminta segala sesuatu sampai dia 53:52 sekarang ee sudah semester 3 di 53:58 universitas untuk meminta sesuatu itu 54:01 harus buat proposal. 54:03 Proposalnya buat proposal. Ah rahasianya 54:06 apa, Bung Fari? Kenapa si anak itu harus 54:10 membuat usulan? 54:11 Karena di usulan itu dia akan 54:15 menjelaskan tentang latar belakang dia 54:17 ingin memiliki sesuatu. Jadi dia 54:22 menjelaskan bahwa situasi seperti ini 54:25 dia sudah punya ini tetapi ee yang ada 54:29 sudah tidak memadai dan untuk itu dia 54:33 membutuhkan hal yang baru. Nah, itu 54:36 pertama latar belakang. Kedua, 54:39 tujuannya. Tujuannya apa? Harus dia 54:42 jelaskan tujuannya. Lalu yang 54:45 ketiga, di sinilah kontraknya bahwa 54:49 kalau aku memiliki alat ini atau 54:52 memiliki benda ini, yang paling aku 54:55 utamakan harus 54:58 selalu mengingat bahwa apa yang aku 55:01 lakukan itu hanya karena Allah. Itu ada, 55:04 Bung Fari. H. Jadi, segala 55:07 sesuatu hanya karena Allah. 55:10 Saya sekarang, Bung Fari, banyak orang 55:11 tua yang mengeluh kok anakku sekarang 55:15 ee sangat keranjingan gadget. 55:20 Itu harus ditelusuri awal kontraknya. 55:23 Ada enggak kontrak awal 55:25 itu? Bunda setiap saat akan mengecek 55:30 handphone-nya. 55:33 Untuk itu tugas Bunda, tugas ayah setiap 55:38 hari itu mengingatkan minimal 5 kali. 55:41 Kakak, adik, kita sudah sepakat ya dulu 55:45 waktu beli Bunda minta bahwa setiap saat 55:50 Bunda akan mengecek handphone-nya. Untuk 55:52 itu jangan sampai Bunda akan melihat ada 55:57 informasi tentang kekerasan di 55:59 handphone-nya. Ahah. Informasi 56:01 pornografi, 56:03 informasi 56:05 intoleransi. Kalau itu selalu diingatkan 56:07 oleh Bunda dan 56:09 ayahnya, anak akan berpikir dua kali. 56:14 Sekali diketemukan oleh Bunda, kan ada 56:18 di kontraknya itu Bunda akan tidak 56:20 memberikan jajan. Aduh, hukum 50%. Ah, 56:24 jajannya dipotong 50%. He. Misalnya 56:27 sehari 2.000 dipotong. 56:30 50% 1.000 itu agak berat, Bung Fari. 56:34 Iya. Biasanya dia bisa dapat kue dan 56:38 mengajak temannya untuk makan. Ini tidak 56:40 bisa lagi karena sudah 56:42 dipotong. Terus kalau masih melanggar 56:47 dendanya 100%. Ah, ini yang menjadi ee 56:52 suatu tantangan buat anak. Ah, itu semua 56:54 Bung Fari harus ada ee membangun 56:59 kesepakatan, tetapi yang menjadi penting 57:02 itu selalu mengingatkan dia. Nah, itu 57:05 yang menjadi hal yang mendasar. Dan yang 57:11 terjadi di kita saat sekarang ada enggak 57:14 hal-hal seperti itu? 57:16 Jadi ada 57:18 kesepakatan melakukan ini lalu tidak 57:21 boleh melakukan ini dan 57:24 kemudian si anak kita penuhi apa yang 57:27 dia mintakan. Tetapi tidak sampai di 57:29 situ. Benda itu kan atau sesuatu yang 57:32 dia minta kan harus dirawat. Iya. Ah 57:35 bagaimana cara merawatnya? 57:38 dan dia harus juga tahu 57:41 bagaimana untuk memiliki itu. Sedangkan 57:44 keuangan orang tua apalagi sekarang iya 57:48 ee agak sedikit ee perlu pengetatan. Si 57:52 anak juga diajarkan untuk bagaimana dia 57:55 mau memiliki satu benda tetapi dengan 57:59 cara menyicil atau cara menabung dulu 58:02 dan kemudian pada saat dia akan memiliki 58:05 dia akan semakin menghargai benda yang 58:08 dia miliki dan dia akan selalu berterima 58:12 kasih kepada yang memberikan tapi yang 58:15 paling utama dia akan berdoa kepada 58:18 Allah Allah subhanahu wa taala. Nah ini 58:19 menjadi poin Bung Pari. Iya. Jadi 58:21 kemampuan orang tua untuk berkomunikasi, 58:23 diskusi dengan anak-anaknya ya untuk 58:25 segala sesuatu ee biar nanti bisa 58:28 terjalin satu komunikasi yang baik 58:29 antara anak dan orang tua juga ya, Pak 58:31 Hamid ya. Ini juga ada ee yang bertanya 58:33 dari hamba Allah, Pak Hamid, bagaimana 58:37 menumbuhkan kesadaran orang tua bahwa 58:39 ilmu pengetahuan itu penting untuk 58:41 mendidik anak-anak? Karena kebanyakan 58:43 orang tua sekarang ini lebih 58:45 mempercayakan pendidikan anak-anak 58:46 kepada orang lain. Ah, ini ee salah satu 58:50 pengabaian itu ya. Jadi yang utama itu 58:54 yang nanti akan dimintai 58:56 pertanggungjawaban bukan gurunya, tapi 58:59 orang tuanya karena ee pendidik pertama 59:02 dan pertama. E jadi menarik pertanyaan 59:04 dari ee penanya adalah bagaimana kita 59:08 memperbanyak pengetahuan kita ee kalau 59:12 Ibu Bapak memiliki gadget segera ke Play 59:17 Store update gitu ya. 59:20 Iya kita cari Quran Kemenak. Ah kita 59:24 install di sana kita dapat banyak. 59:28 Pertama kita dapat Quran dan 59:30 terjemahannya. dan terjemahannya dan 59:33 tafsirnya. Dan terakhir ada morotalnya. 59:37 Morotalnya kita mau pilih suara apa. H 59:40 yang ee ada banyak ee Hafiz di qori di 59:45 sana itu kita bisa install. Itu yang 59:47 pertama. Lalu yang kedua, kalau kita 59:50 punya handphone juga kita cari 59:56 ee aplikasi yang menyediakan 59:59 hadis-hadis. Hm. kita cari tuh ee supaya 1:00:04 ada pertanyaan yang sangat berat kita 1:00:07 bisa baca di hadis. Tapi sebetulnya 1:00:09 kalau kita di Quran Kemenak itu membaca 1:00:12 tafsir di situ juga sudah ada hadis juga 1:00:15 yang diubungkan dengan hubungkan itu 1:00:18 dengan ayat itu. Itu yang kedua. Yang 1:00:21 ketiga, kita perlu juga cari tentang 1:00:25 sirah ee nabawiyah. Hm. Sejarah-sejarah 1:00:29 para nabi itu yang kita ambil itu Nabi 1:00:32 Adam itu apa kelebihannya? Ee apa yang 1:00:36 beliau berikan? Lalu kemudian Nabi 1:00:40 Idris, Nabi Nuh, terus sampai ke Nabi 1:00:44 Muhammad. Kita ambil tuh materi-materi 1:00:47 itu. Itu yang kemudian kita bisa jadikan 1:00:50 materi dongeng h atau materi bercerita 1:00:54 atau materi hikayat. kita bisa berbagi 1:00:58 cerita dengan anak kita untuk itu. Tapi 1:01:01 jangan ee kosong, kita ambil referensi 1:01:05 itu. Atau yang keempat ini informasi 1:01:10 terkait dengan sirah sahabat. Di radio 1:01:13 Rasil sudah ada. He. Tapi di beberapa 1:01:17 aplikasi juga sudah ada yang menyediakan 1:01:21 ee ada yang sampai ada 60 sahabat. 60 1:01:24 sahabat banyak rat. yang 200, ada yang 1:01:27 sampai 1000 tergantung kemampuan 1:01:30 handphone kita. Kalau bisa, Bu, cara 1:01:33 membaca atau Bapak, kita cari ee 1:01:37 poin-poinnya. Iya. 1:01:39 Kayak ee sahabat Umar itu apa 1:01:42 kelebihannya? He. Itu yang kemudian jadi 1:01:45 materi ee diskusi dengan anak 1:01:48 kita. Kalau kenapa ya Nabi itu paling 1:01:52 suka dengan ee Abu Bakar? 1:01:55 Dan waktu beliau jadi ee khalifah itu 1:02:00 agak sedikit menolak pada saat mau 1:02:02 dilantik. Itu kan 1:02:04 ada diskusi yang sangat menarik untuk 1:02:07 diceritakan kepada anak kita. Lalu kok 1:02:11 kenapa 1:02:12 ee Utsman, Ali, terus yang paling cerdas 1:02:17 itu yang jadi juru tulis Rasulullah? ee 1:02:21 kita juga bisa 1:02:23 ceritakan atau yang paling penting itu 1:02:27 yang jadi khalifah khalifah. He. Atau 1:02:31 ada lagi khusus untuk cerita keluarga 1:02:33 Rasulullah tentang istri-istri 1:02:35 Rasulullah. Apa ini kelebihan-kelebihan 1:02:37 ee istri-istri Rasulullah? Ini yang 1:02:40 menjadi poin penting sembari ya kalau 1:02:44 sudah mulai menganjak ee usia anak sudah 1:02:47 mulai dewasa itu sudah mulai ada 1:02:49 aturan-aturan. Ah kita sudah mulai ambil 1:02:51 fikih. I ah fikih itu kita pilih 1:02:54 fikih-fikih yang lembut-lembut aja dulu. 1:02:57 Jangan yang yang keras. yang keras, yang 1:03:00 fikih, yang lembut, yang sesuai dengan 1:03:03 apa yang kita dengar dan kita kalau bisa 1:03:07 kita punya guru juga e cari guru yang 1:03:09 lembut-lembutlah, yang moderat. Jangan 1:03:11 yang yang menyala-nyalakan orang lain. 1:03:15 Tidak boleh itu menyalahkan orang lain. 1:03:17 Kalau sudah ada orang yang seperti itu 1:03:19 ada korban kekerasan dan itu 1:03:21 ujung-ujungnya dia mau cari masa. Nah, 1:03:23 untuk itu kita ah yang lain lagi juga 1:03:26 Bung 1:03:27 Fahi. Sumber pembelajaran itu dari 1:03:30 YouTube ya. Ah, di YouTube juga kita 1:03:32 harus filter, Bung Fari. Iya. Enggak 1:03:35 semuanya yang baik-baik soalnya kan 1:03:36 gitu. Karena ada yang kita bisa ikuti 1:03:39 nih 1:03:41 ee di YouTube itu ada yang terkait 1:03:44 dengan mengenal 1:03:46 Allah, ada yang terkait dengan moral, 1:03:49 ada yang terkait dengan kognitif, ada 1:03:52 semua tuh. pelajaran mau tinggal cari 1:03:54 tutorial apa itu ada di cara menanam, 1:03:59 cara mengenal tumbuhan. Kalau anak kita 1:04:02 butuh informasi itu jangan kita 1:04:04 tunjukkan kepada anak kita, tetapi kita 1:04:07 pelajari dulu ya. Kita pelajari, kita 1:04:08 yang lihat, kita yang menyampaikan. Iya. 1:04:11 Kalau YouTube sendiri sudah menyediakan 1:04:13 ee YouTube Kids buat anak-anak, buat 1:04:15 anak-anak itu sudah difilter oleh mereka 1:04:18 dan saya sudah mencoba ee mempelajari 1:04:22 itu aman ya. Aman. Tetapi kembali lagi 1:04:26 kalau bisa jangan dari YouTube. Ee dari 1:04:29 YouTube itu langsung anak lihat tapi 1:04:31 kita dulu yang dari bundanya cernak gitu 1:04:34 ya. Ee berikan itu itu semua. supaya 1:04:37 jangan sampai kata YouTube begini, 1:04:40 Bunda. Ah, itu yang jadi masalah. Yang 1:04:42 kita inginkan adalah kata ayah begini, 1:04:46 Bun. Kata ee pada saat kita mau mengetes 1:04:51 i ilmu atau pengetahuan yang kita 1:04:54 sampaikan kepada anak kita itu sampai 1:04:56 atau tidak? Pada saat anak itu 1:04:58 berdiskusi dengan kakek neneknya. 1:05:02 Kakek, kata Bunda, aku itu tidak boleh 1:05:05 makan makanan ini. Wah. Ah, kalau kalau 1:05:09 kakek yang cerdas, dia langsung segera 1:05:11 respon. Apa kata bundanya? Akhirnya 1:05:14 terjadi obrolan. Kata Bunda, "Tidak 1:05:16 boleh yang manis-manis." 1:05:19 Kata Bunda juga ee enggak boleh yang ada 1:05:22 pewarna, pengawet. Oh, Bundamu dapat 1:05:26 dari mana? Ah, aku enggak tahu itu Bunda 1:05:29 selalu baca di buku di YouTube. Di 1:05:32 situlah proses pembelajaran bahwa 1:05:35 ternyata apa yang kita sampaikan kepada 1:05:38 anak kita itu menjadi bahan diskusi 1:05:41 dengan kakeknya. Kita coba lihat ee 1:05:45 dengan ee neneknya. He. Anak kita itu 1:05:49 referensinya dari papanya. Kata Papa, 1:05:52 Nek, kita harus ee merawat mainan ini 1:05:56 begini. Uh, ini menjadi ee objek yang 1:05:59 sangat penting dan harapannya kembalilah 1:06:03 ee sebagai ayah dan bunda itu yang 1:06:07 merebut anaknya yang memiliki 1:06:09 pengetahuan yang banyak, keterampilan 1:06:12 yang banyak, dan segala sesuatu yang 1:06:15 kita investasikan untuk anak kita itu 1:06:18 yang kemudian akan dibayar oleh anak 1:06:20 kita. 1:06:21 Misalnya gini, kita dapat informasi dari 1:06:24 ee tetangga, uh, kok kenapa ya anak-anak 1:06:29 itu sangat senang dengan anak bunda ya? 1:06:31 Ah, gitu tuh. 1:06:33 Ada ada sedikit ee rasa bersyukur kepada 1:06:38 Allah telah 1:06:39 menginvestasikan sesuatu yang baik 1:06:41 kepada anak kita dan itu menjadi satu ee 1:06:45 yang diinginkan. Hm. Dan itu menjadi ee 1:06:50 ya kita tidak akan merasa rugi telah 1:06:55 menginvestasikan itu semua untuk demi 1:06:58 anak kita melakukan segala sesuatu hanya 1:07:00 karena Allah dan dia ee mengikuti apa 1:07:04 yang kita sampaikan dan kita juga 1:07:06 menyampaikan itu kepada anak kita hanya 1:07:09 karena Allah juga dan itu yang akan 1:07:10 diminta pertanggungjawaban. gitu Bu itu 1:07:14 trik-triknya ya. Kalau kita ingin ee 1:07:16 tambah wawasan ya bisa dilihat di 1:07:18 sekarang mudah kok ya di media sosial, 1:07:20 di YouTube, di mana pun gitu ya dengan 1:07:23 syarat mungkin nanti menyampaikannya 1:07:25 dengan tidak langsung tapi kita dulu 1:07:26 yang memfilternya seperti itu. Dan 1:07:29 filter yang paling tinggi itu adalah di 1:07:33 hati kita. Eha kalau misalnya kita dapat 1:07:35 ilmu ini kayaknya ini tidak sesuai 1:07:38 dengan yang ada di Quran ya. He he. Dan 1:07:41 tidak sesuai dengan yang ada di hadis. 1:07:44 Kok Ustaz ini ngomongnya seperti itu. 1:07:46 Ahah. Itu berarti ada sesuatu yang perlu 1:07:49 kita tanyakan lagi juga kepada guru yang 1:07:52 lebih ee menguasai lagi. Menjadi 1:07:55 menarik. Jadi belajar ke banyak guru 1:07:57 harusnya ya. Iya. Banyak pilihan. 1:07:59 Jangan. Jangan hanya satu guru terus itu 1:08:02 yang kemudian penatik banget katanya. 1:08:04 Jangan. Iya. 1:08:05 menyalah-nyalahkan orang lain juga 1:08:07 menjadi parah ini. Baik, Pak kita 1:08:09 dibersih waktu mungkin sebelum pamit ada 1:08:11 yang disampaikan kembali kepada Pak Iwan 1:08:13 Ahwat di siang hari ini. Terima kasih 1:08:15 Bung Fah, ayahanda dan bunda di rumah. 1:08:18 Semoga materi yang kita sampaikan ini 1:08:21 sampai. Kuncinya 1:08:23 adalah bahwa sebelum kita 1:08:26 mendampingi ee mengasuh, membimbing anak 1:08:30 kita, ayah dan bunda, waktu proses untuk 1:08:34 menjadi calon ayah dan calon bunda itu 1:08:37 berarti remaja ya, itu harus memperkaya 1:08:40 ilmu, memperkaya keterampilan dan 1:08:43 otomatis memiliki sikap dengan janji 1:08:46 insyaallah yang kalau anak laki-laki 1:08:48 yang akan keluar dari sulbi aku adalah 1:08:51 anak-anak yang berkualitas. Dan begitu 1:08:54 juga si calon bundanya akan 1:08:57 berkata, "Setiap anak yang akan keluar 1:09:00 dari rahimku, dari telurku ini menjadi 1:09:04 anak-anak yang selalu diridai oleh 1:09:06 Allah." Ahah. Ini berarti dia akan 1:09:08 memperkaya ee pengetahuan yang banyak. 1:09:10 Kemudian pada saat dia menjadi seorang 1:09:13 bunda dan dia menjadi seorang ayah, dia 1:09:16 akan berfungsi sebagai pendidik pertama 1:09:19 dan utama. itu harus dibekali dengan 1:09:22 pengetahuan yang komprehensif dan juga 1:09:26 harus ee mensimulasikan bahwa tidak 1:09:30 selamanya ayah dan bunda itu 1:09:32 ada. Dia harus meninggalkan anak itu 1:09:36 menjadi individu yang akan mandiri, yang 1:09:39 berpengetahuan, lalu berketerampilan dan 1:09:41 memiliki sikap. Kalau bisa sesuai dengan 1:09:44 yang 1:09:46 diajarkan atau yang diperintahkan oleh 1:09:49 Allah melalui Rasul kita. Lalu ini yang 1:09:52 menjadi penting adalah 1:09:55 referensi. Referensi yang banyak 1:09:59 pengakuan-pengakuan dari orang yang 1:10:01 berpindah agama. Bung Fari saya 1:10:02 mengikuti itu. Mereka banyak mencari 1:10:06 tentang pengetahuan. Ternyata sumbernya 1:10:09 ada di dekat kita. Quran. Al-Qur'an. 1:10:13 Al-Qur'an membaca saja kita dapat pahala 1:10:17 pahala. Apalagi kalau kita langsung ee 1:10:20 memperdalamnya dengan tadi ambil gadget 1:10:24 kita lalu kita install ee Quran Kemenak. 1:10:29 Kalau ah kayaknya Kemenak agak berbeda 1:10:32 dengan apa yang dikata guru saya. Ah ya 1:10:35 pilihlah yang yang sesuai. Tetapi yang 1:10:39 dipercaya oleh yang dipercayakan oleh 1:10:43 negara ini adalah Kemenak yang harus 1:10:45 memfilter bacaan-bacaan yang ada di 1:10:48 Indonesia kan. Ah, Kemenak itu dia punya 1:10:51 tim khusus untuk mentahsis Quran itu dia 1:10:55 ada punya lembaga dan orang-orang itu 1:10:58 juga sudah sekolah dan dia sudah 1:11:00 investasikan untuk itu. Ah, kita 1:11:02 manfaatkan yang sudah ada. Lalu kemudian 1:11:05 jangan lupa 1:11:07 cari praktik-praktik Rasulullah yang 1:11:10 sudah berbentuk hadis. Hadis juga kita 1:11:13 cari yang kata yang sahih-sahih, jangan 1:11:16 yang yang salah-salah lagi karena 1:11:19 dimintai pertanggungjawaban. Betul. 1:11:21 Membawa atas nama Rasulullah. Ah, bisa 1:11:24 juga kita jadi bahaya nih ya, Bung Fari. 1:11:27 Lalu sirah nabawiyah. Sirah nabawiyah, 1:11:31 sirah sahabat. Lalu kemudian, wah kalau 1:11:34 kayaknya kita perlu tambah ilmu lagi e 1:11:37 baca-baca buku-buku umum, Undang-Undang 1:11:40 Perlindungan Anak juga harus kita baca, 1:11:43 Undang-Undang Dasar juga penting juga 1:11:45 harus kita baca, Undang-Undang Hak Asasi 1:11:48 Manusia juga kita perlu baca. Jangan 1:11:50 hanya orang dari Fakultas Hukum yang 1:11:52 tahu. Ah, kita sebagai ayah dan bunda 1:11:55 yang cerdas, jangan sampai kita 1:11:57 digalakkan oleh Google. Iya, Bun. Ini 1:12:00 kata Google begini kok kata Bunda 1:12:02 begini. Ah, itu berarti ada yang salah 1:12:05 dengan bundanya. Tapi sebetulnya tidak 1:12:08 ada yang salah. Tapi yang banyak itu 1:12:10 yang melakukan pengabaian. Jangan sampai 1:12:12 kita melakukan pengabaian seperti yang 1:12:16 dilakukan oleh umat-umat sebelum umatnya 1:12:19 Rasulullah. 1:12:21 Dan umat-umat seperti itu meskipun 1:12:24 Rasulullah ee sudah hadir dan sudah 1:12:29 kembali juga, masih ada juga ee 1:12:31 orang-orang yang selalu melakukan 1:12:33 pengabaian. Jangan sampai kita masuk ke 1:12:36 golongan orang-orang yang melakukan 1:12:38 pengabaian. Untuk itu, marilah kita 1:12:42 mempersiapkan anak kita di rumah 1:12:45 masing-masing 0 sampai 8 tahun itu 80% 1:12:49 kecerdasannya. Gurunya adalah ayah dan 1:12:52 bunda. Dan itulah yang akan kita 1:12:55 pertanggungjawabkan di kemudian hari. 1:12:57 Demikian semoga Allah memberikan cahaya 1:13:00 kepada kita. Amin. Yang sudah lembut 1:13:03 selama ini mendampingi anak-anak kita 1:13:05 semakin lembut lagi. Demikian. 1:13:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:13:09 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:13:10 warahmatullahi wabarakatuh. Demikian 1:13:11 ikhwan akhwat perlindungan anak bersama 1:13:13 Bapak Hamid PT 5 mengenai pengabaian 1:13:15 terhadap anak atas hak pengasuhan 1:13:18 keluarga. Semoga setelah mendengarkan 1:13:20 acara ini tidak ada lagi 1:13:21 pengambaan-kambaian pengambaian terhadap 1:13:22 anak-anak dan kita harusnya mendidik dan 1:13:25 mengajarkan anak kita untuk menjadi 1:13:26 pribadi-pribadi yang berkualitas dan 1:13:28 juga unggulan ya. Amin ya Allah ya 1:13:30 rabbal alamin. Demikian Iwan Na semoga 1:13:32 bermanfaat. Saya Fahri temani Neza dan 1:13:34 juga Anisur pamit. Subhanakallahumma 1:13:36 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:13:38 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:13:40 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:13:41 wabarakatuh. Waalaikumsalam.