Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [Musik] 0:07 [Tepuk tangan] 0:08 [Musik] 0:17 [Tepuk tangan] 0:20 [Musik] 0:28 [Tepuk tangan] 0:30 [Musik] 0:54 Bismillahirrahmanirrahim. 0:55 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:57 shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:59 sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan 1:01 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 1:03 Kalimanggis Cibur, Bekasi, radio 1:06 silaturahim dan juga rasil visual untuk 1:08 Islam yang satu. Asalamualaikum 1:09 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 1:11 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 1:12 sekali di pagi hari ini kami bisa 1:15 kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam 1:17 program acara tausiah pagi untuk edisi 1:21 ee Rabu ya. kita sudah masuki hari yang 1:23 ke-11 di bulan Rabiul Akhir 1440 Hijriah 1:28 bertepatan juga dengan 19 Desember 2018. 1:33 Semoga di kesempatan ini Ikhwan Awat 1:35 masih senantiasa diberikan kesehatan dan 1:38 juga lindungan Allah Subhanahu wa taala. 1:40 Amin. Amin ya rabbal alamin. Dan seperti 1:43 biasa juga di Rabu pagi kita akan 1:45 bertemu dengan guru kita Ustaz Abul SJI 1:49 yang insyaallah akan memberikan 1:50 tausiahnya. Asalamualaikum 1:52 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:53 Waalaikumsalam warahmatullahi sehat, 1:54 Ustaz? Ya, alhamdulillah. 1:56 Alhamdulillah. Karena Ustaz Bu Dayat di 1:58 kesempatan ini batiknya baru nih, Ustaz, 2:01 ya lebih 2:03 cakep. Insyaallah, Ikhwan Awat di bulan 2:06 Desember ini kita akan mendengarkan 2:09 tausiah dengan tema menghitung diri, 2:11 Ustaz. Ya, menghitung diri di akhir 2:14 tahun. Seperti biasa mungkin kita 2:16 menghitung diri apa yang sudah kita 2:17 lakukan di tahun ini dan rencana 2:19 biasanya resolusi resolusi tahun depan 2:21 seperti apa, seperti apa juga 2:23 pemaparannya. Kami persilakan Ustaz. 2:27 Asalamualaikum warahmatullahi 2:31 wabarakatuh. Bismillahi alhamdulillah. 2:38 Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil 2:40 huda winil haq liyudhirahu aladdini 2:45 kullihi wa kafa billahi 2:48 syahida. Ashadu alla ilahaillallahu 2:51 wahdahu la syarikalah wa ashadu anna 2:54 muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya 2:57 ba'dah. Amma 2:59 ba'd. Faya ayyuhal ikhwan 3:03 rahimakumullah. Para ikhwan dan akhwat. 3:05 di ruang dengar, di mana pun 3:08 berada. Teriring doa untuk antum 3:12 semuanya. 3:14 Semoga pagi ini adalah pagi yang 3:17 diberkati oleh Allah subhanahu wa taala 3:19 untuk kita 3:20 semuanya. Diberi kemudahan segala 3:22 urusan, diberikan 3:24 solusi dari problem yang sedang 3:28 dihadapi dan disembuhkan bagi yang 3:31 sedang sakit. 3:33 Tapi yang utama adalah 3:35 bagaimana dinamika hidup kita menjadi 3:38 bermakna di sisi Allah Subhanahu wa 3:43 taala. Ayuhal ikhwah 3:46 rahimakumullah, kini kita berada di 3:48 bulan Desember yang menurut hitungan 3:51 tahun Masehi. Berarti ini adalah tahun 3:55 bulan terakhir di 3:58 tahun 2018. 4:01 Waktu berlalu begitu 4:03 cepat. Seolah-olah kita sendiri sedang 4:06 berpacu dengan 4:08 waktu. Yang jadi masalah 4:11 adalah banyak orang 4:15 yang konon sangat menyenangkan 4:19 menghitung-hitung 4:21 harta, menghitung uang. 4:25 Walaupun gak banyak, tiap hari kita 4:27 ngitung uang. Cuma 4:29 bedanya kalau orang kaya uangnya 4:32 banyak, kalau kita ngitungnya eta-eta 4:35 keneh, orang kayaknya ngitungnya enggak 4:36 habis-habis. Enggak 4:38 habis-habis. Kita tiap hari ngitung, 4:40 tapi duitnya enggak 4:42 nambah-nambah. Jadi menghitung kekayaan, 4:44 menghitung uang, satu pekerjaan yang 4:47 sangat 4:48 menyenangkan. Hampir setiap orang 4:50 senang. Walaupun payah kalau ngitung 4:52 uang sendiri itu mesti senang. 4:56 Tapi menghitung diri ini yang jarang 5:00 dilakukan oleh banyak 5:03 orang. Padahal ini sangat 5:07 penting. Apalagi pada perubahan 5:11 waktu. Kenyataan membuktikan bahwa 5:13 setiap bulan Desember berarti akhir 5:17 tahun. Menurut hitungan matematis usia 5:20 kita bertambah. 5:23 Tapi sebenarnya hakikatnya jatah hidup 5:25 kita menjadi 5:27 berkurang. Nah, ini yang kurang mendapat 5:31 perhatian dari kita. Kadang-kadang 5:33 karena sibuknya 5:35 kita sehingga lupa kita menghitung diri 5:38 sudah sampai di mana. Kalau mau kita 5:41 lihat buat sebuah 5:43 grafik sudah sampai di mana kita? Berapa 5:47 lama perjalanan hidup kita? 5:53 Dan berakhir sampai di mana kita awal 5:56 dan akhir itu dihitung 60 atau 70 tahun 5:58 sampai di mana kita posisinya? Terus 6:00 derajat martabat kita, posisi kita ada 6:01 di mana? Nah, ini kan perlu menghitung 6:03 diri. Hal seperti ini yang jarang 6:06 dilakukan oleh banyak orang. 6:11 Padahal pergantian waktu di sana banyak 6:15 sekali ee pelajaran-pelajaran dan 6:18 sesuatu yang perlu kita 6:21 dapatkan. Dan 6:23 kenyataan dari perubahan waktu 6:26 itu, apakah kemudian kualitas diri kita 6:29 ini meningkat atau justru 6:31 menurun? Lah ini akan diketahui kalau 6:34 kita evaluasi diri, menghitung-hitung 6:37 diri. 6:38 Kalau tidak mungkin kita 6:40 merasa nyaman pada zona aman, kita 6:44 merasa pada posisi yang terbaik. Padahal 6:48 justru kalau kita telaah lebih lanjut 6:50 mungkin posisi kita 6:52 jatuh ke tempat yang rendah. Terutama 6:57 dimensi spiritual dalam arti 7:02 penilaian di penilaian oleh Allah 7:05 Subhanahu wa taala. 7:08 Oleh karenanya perlu kita timbang dengan 7:10 Al-Qur'an dan sunah, dengan agama kita. 7:13 Karena ini perhitungan-perhitungan yang 7:15 kekal nanti di hadapan Allah. 7:19 Bukan ngitung soal materi bertambah 7:22 berapa gedungnya, bertambah berapa ee 7:25 perusahaannya, bertambah berapa tabungan 7:27 depositonya dan 7:29 seterusnya. Itu juga perlu dihitung 7:31 dalam arti untuk evaluasi. Tetapi 7:34 menghitung diri amat sangat lebih 7:36 penting dari 7:38 semuanya. Dalam kenyataan, dalam 7:40 perjalanan Allah sendiri mengatakan, 7:42 "Wal 7:43 asri innal insana lafi khusrin." 7:47 Sesungguhnya banyak manusia yang rugi 7:50 demi masa. Sesungguhnya manusia dalam 7:53 keadaan 7:54 merugi. Kalau rugi itu kan istilah 7:58 dagang. Artinya modal bisa habis. 8:02 Boro-boro dapat 8:04 keuntungan, kita hanya dapatkan apa? 8:07 Modalnya bisa habis, 8:09 bangkrut. Kok bisa? Kenapa istilah ini 8:12 digunakan untuk kehidupan kita? 8:15 Karena hakikat kehidupan ini sebenarnya 8:18 Allah telah memberikan modal kepada 8:19 kita. Pertama, diberikan kesempatan 8:23 waktu dari lahir berakhir dengan 8:27 kematian. Usia umatku sekitar 6070 8:30 tahun. itu 8:31 modal yang kedua, kita sudah diberikan 8:35 modal sebagai manusia yang diberikan 8:38 kecerdasan, yang diberikan akal budi, 8:41 yang difasilitasi, yang diberikan ilmu. 8:44 Ini modal 8:46 semua. Udah itu diberikan juga 8:49 kiat-kiatnya, dibeberkan juga petak 8:52 kehidupan kita oleh Al-Qur'an, firman 8:55 Allah, wahyu Allah. Ini loh hidup. 8:58 Jadi semua sudah dijelaskan ini 9:01 rambu-rambunya. Ini jalan keutamaan, ini 9:04 jalan kebinasaan, jalan yang harus 9:06 ditempuh 9:07 ini. Allah sudah 9:10 fasilitasi 9:12 kekayaan, rupa yang tampan, fisik yang 9:15 indah, diberikan kecerdasan, sumber daya 9:19 alam silah diguna, silakan 9:21 dipergunakan. Ini modal semua. Dan ini 9:24 akan 9:25 ditanya usia akan ditanya harta akan 9:28 ditanya kecerdasan akan ditanya ilmu 9:30 akan 9:31 ditanya lah. Kalau ini modalnya besar 9:34 tapi 9:36 produknya yang lahir dari dirinya itu 9:39 kebaikan-kebaikannya minim maka itulah 9:42 disebut orang yang tekor. Wal asri innal 9:45 insana lafi khusrin illalladzina amanu 9:49 waamilus shihat. 9:51 Wat tawu bilhaq wat tawu bisabr kecuali 9:55 yang beriman dan beramal 9:57 saleh. Jadi esensi daripada kehidupan 10:00 sebenarnya terletak pada iman dan amal 10:01 saleh bukan pada materi. Materi itu 10:05 sarana. Pangkat itu juga sarana. Jabatan 10:08 itu 10:10 sarana. Kelebihan yang Allah berikan 10:12 pada kita itu juga sarana 10:14 semuanya menjadi instrumen untuk bisa 10:19 melahirkan. manusia-manusia yang 10:23 produktif melahirkan 10:26 kebajikan-kebajikan yang menjadi 10:29 parameter adalah jangan lupa untuk 10:32 kualitas manusia kapanpun di manaun itu 10:36 dua 10:37 dimensi. Dimensi pertama adalah dimensi 10:41 vertikal. Bagaimana sepanjang waktu yang 10:44 Allah berikan dengan modal yang begitu 10:46 banyak dan beraneka macam karunia Allah, 10:49 sejauh di mana dia gunakan untuk 10:51 mendekatkan diri pada Allah, untuk 10:53 menyembah Allah, untuk berbakti kepada 10:57 Allah. Itu penilaian yang 11:00 pertama. Sejauh di mana ketulusan dia 11:03 kepada Allah, sejauh di mana dia 11:04 melaksanakan titah dan perintahnya. 11:07 Sejauh di mana dia meninggalkan 11:08 perintah, meninggalkan larangannya. dan 11:10 sejauh di mana dia berjuang menegakkan 11:13 agama 11:14 Allah. Dan yang kedua, dimensi yang 11:17 kedua yang menjadi penilaian adalah 11:19 sejauh di mana kebaikan yang sudah 11:21 diberikan kepada sesama. ini selalu dua 11:25 hal 11:26 ini, itu yang tidak akan 11:29 merugi. Jadi, modal yang digunakan kalau 11:32 kita jadikan 11:34 instrumen, jadikan sarana untuk menopang 11:37 terhadap meningkatnya dua hal ini, 11:41 barangkali kita bisa 11:43 terhindar dari kerugian dan masuk dalam 11:47 kategori orang yang beriman dan amal 11:49 saleh. Karena dia 11:51 selalu keterkaitannya dengan dua dimensi 11:54 tadi secara vertikal dan horizontal 11:55 bagus. Iman kepada Allah, bertauhid 11:58 kepada Allah. Lailahaillallah yang 12:00 mendasari seluruh motivasi hidup di 12:03 dalam dadanya bersemayahyam kalimah 12:05 lailahaillallah. Bahwa hidup adalah 12:07 mengabdi. Bahwa hidup adalah pengabdian 12:09 kepada Allah. Kemudian buahnya secara 12:12 horizontal melahirkan akhlakul karimah. 12:16 Karena memang akhlak ini gak bisa lepas 12:19 dengan akidah. Akidah yang benar, 12:22 keimanan yang benar pasti melahirkan 12:24 akhlakul karimah. Akhlakul karimah harus 12:27 didasarkan pada akidah berangkat dari 12:30 lailahaillallah. Gak bisa 12:32 dipisahkan. Ngaku orang baik imannya 12:35 tapi akhlaknya buruk itu juga cacat. 12:38 Orang yang kelihatan akhlaknya baik, 12:40 unggah-ungguhnya, sopan satunya, tapi 12:42 tidak berangkat dari akidah itu juga 12:44 semu. Jadi, dua hal gak bisa 12:47 dipisahkan. Jadi, dalam perjalanan 12:50 melintasi waktu ini seolah-olah sebuah 12:55 kompetisi, sebuah tes kualitas. Dalam 12:58 perjalanan ternyata banyak manusia yang 13:01 menyia-nyiakan modal itu. Produknya 13:04 tidak sesuai dengan anugerah yang Allah 13:06 berikan pada kita. maka dia masuk dalam 13:09 kategori orang yang 13:13 rugi. Nah, Allah sendiri mengingatkan 13:16 pada 13:17 kita dalam surat al dalam surah Al-Hadid 13:20 ayat 16 Allah berfirman, 13:23 "Azubillahiminasyaitanirrajim." 13:26 Alam yni lilladzina amanu anaksya 13:29 qulubuhum 13:31 lidikrillah w nazala minal 13:34 haq wala yakunuadina utul kitaba 13:38 minqoblu fathola alaihimul amadu faqosat 13:42 qulubuhum wairum minhum 13:46 fasiquun. Tidakkah kau perhati? Belumkah 13:49 saat atau datang 13:53 waktunya lilladzina amanu bagi 13:55 orang-orang yang beriman antaklubuhum 13:59 lidikrillah untuk lebih 14:02 khusyuk, lebih tunduk hati 14:04 mereka lidikrillah untuk mengingat 14:09 Allah. Wama nazala minal haq. 14:12 dan lebih khusyuk, lebih tunduk, lebih 14:14 patuh, lebih beriman kepada apa yang 14:17 telah diturunkan oleh Allah dari 14:18 kebenaran ini. Yaitu wahyu Allah 14:22 Al-Qur'an. Ini pertanyaan dari 14:25 Allah yang sebenarnya kita sendiri yang 14:28 mestinya menjawab. Apa belum ada? Belum 14:31 waktunya orang-orang beriman lebih 14:34 khusyuk, lebih 14:35 tunduk untuk mengingat Allah, untuk 14:38 menyembah Allah, untuk melaksanakan 14:40 perintahnya, untuk berjuang menegakkan 14:42 agamanya, menghindari yang dilarang, 14:43 amar makruf nahi 14:46 mungkar. Iraha mau 14:49 kapan, mau kapan lagi? 14:52 Padahal waktu kita berpacu dengan waktu 14:55 makin hari makin bukan makin 14:57 muda. Anak-anak menjadi bapak-bapak, 14:59 bapak-bapak menjadi nenek-nenek, 15:03 kakek-kakek. 60 tahun berapa lama 15:06 sih? 60 tahun dibagi 3. Masa anak-anak 15:09 sampai 20 tahun. 20 tahun. Masa masa 15:12 dewasa sampai 40 tahun. Tua bukan 60 15:15 tahun. Dimulai 15:17 40 sampai 60. 15:20 Tiga fase saja yang kita 15:22 lewati. Ada fase lagi satu lagi. Tapi 15:25 itu tidak 15:26 semua. UB usia bonus 15:30 6080. Kalau sudah 80 ke sana sudah tidak 15:32 enak lagi mau ngapain. Mau main 15:35 bola, Mbak 15:38 jogging. Sudah nafsu besar mungkin 15:40 tenaga 15:41 kurang. Terus mau ke mana hidup 15:44 ini? Kalaupun kekayaannya tujuh turun 15:47 gak habis, mau diapain? 15:49 Kalau usia sudah 80 15:52 tahun, istri cantik bisa dia berisi 15:55 empat, bisa memilih karena dia kaya, 15:57 banyak 15:58 uangnya. Biasanya kalau banyak uang tuh 16:01 katanya wanita-wanita cantik kayak 16:03 perangkunya nempel 16:05 aja. Nempel sama duitnya sebenarnya. 16:08 Terus mau diapain istri cantik empat 16:10 istrinya cantik-cantik semua kalau sudah 16:12 80 tahun mau 16:14 diapain? Ke dokter juga konsultasi ke 16:16 dokter. Pak, jangan banyak ini makan 16:18 ini. Jangan banyak makan ini. Makan nasi 16:21 banyak enggak boleh, makan daging enggak 16:22 boleh, makan telur enggak boleh. 16:24 Pantangan pantangannya terlalu banyak. 16:27 Salah makan blu truck kambuh. Kalau 16:30 enggak kena 16:31 diabet, kalau enggak jantung paru-paru. 16:33 Kalau enggak paru-paru ginjal. Terus mau 16:35 ngapain? Ini yang jarang sekali 16:37 diperhitungkan. Maka menghitung-hitung 16:39 diri menjadi 16:40 penting. Allah yang bertanya, "Apakah 16:43 belum di 16:44 waktunya sepanjang hidup ini dengan 16:47 fasilitas yang Allah berikan pada kita?" 16:49 Belum tunduk-tunduk juga, belum 16:52 khusyuk. Mengapa tidak lebih khusyuk 16:54 lagi? Lebih tunduk lagi, lebih banyak 16:56 ingat Allah. Padahal kita akan kembali 16:58 kepada Allah. Dunia akan kita 17:01 tinggalkan. Kenapa kita tidak lebih 17:03 dekat? Kenapa kita tidak lebih khusyuk? 17:07 Kenapa kita tidak tunduk kepada 17:09 kebenaran yang Allah turunkan kepada 17:11 kita? Ini pertanyaan telak kepada kita 17:14 pada setiap perubahan 17:17 waktu. Dan Allah juga mengingatkan wala 17:20 yakunu kalladina utul kitaba min qoblu 17:22 fathola alaihimul 17:24 amadu faqosatlubuhum. Jangan kamu 17:27 menjadi seperti orang-orang ahli kitab 17:29 terdahulu. Berlalu waktu yang panjang 17:32 dipimpin oleh para nabi mukjizat di 17:34 depan matanya. 17:36 Tapi makin hari makin keras semua 17:39 batu. Ayat-ayat dirubah dengan tangan 17:41 para 17:43 pendetanya. Infiltrasi pemikiran masuk 17:46 ke dalam dicampur aduk gak 17:48 jelas. Sehingga jauh sekali daripada 17:51 kitab yang Allah turunkan 17:52 kepadanya. Jauh 17:55 penyimpangan-penyimpangan. Dipilihlah 17:57 ayat-ayat yang cocok dengan 18:00 selera. Hati mereka makin keras 18:03 membatu. Susah. 18:05 Kalau sudah keras hatinya seperti itu, 18:08 tidak lembut, tidak makin ingat pada 18:10 Allah. Jadi makin jauh makin jauh 18:15 tersesatnya. Itulah mereka orang-orang 18:17 fasik. Nauzubillah minzalik. Nah, 18:20 belajar dari sini. 18:21 Mari coba kita menghitung 18:25 diri. Saya yang ngomong di sini juga 18:28 belajar mencoba melihat diri. 18:32 Karena 18:33 dalam segala hal sukses 18:37 seseorang itu kalau dia 18:40 ada mengadakan 18:42 evaluasi. Sebuah perusahaan juga ada 18:46 evaluasi, sebuah gerakan juga harus ada 18:48 evaluasi. Even-event yang dilakukan oleh 18:51 kelompok-kelompok itu juga mesti ada 18:52 evaluasi. Kenapa? Kalau ada gagal, 18:54 kegagalan itu karena apa? Mestinya 18:57 sukses bagaimana kok ini tidak sesuai 18:59 dengan target dan sebagainya. itu 19:01 terletak pada evaluasi 19:03 diri. Nah, dalam perjalanan hidup yang 19:05 kemudian mestinya kita bisa mencapai 19:08 prestasi di sisi Allah tentunya yang 19:10 dimaksud bukan di depan manusia 19:13 semata. Ini harus evaluasi 19:15 diri. Kira-kira kita siap enggak 19:17 menghadap 19:19 Allah? Kira-kira bisa enggak kita 19:21 menjawab dan mempertanggungjawabkan 19:23 semua amal yang pernah kita lakukan di 19:25 dunia ini ketika kita menghadap Allah? 19:28 Padahal berlalunya waktu kita seperti 19:30 kereta cepat sedang menuju kampung 19:32 halaman. Makin lama makin dekat. Makin 19:34 lama makin dekat. Kita juga begitu dalam 19:38 perjalanan hidup ini. Makin lama makin 19:39 dekat pada 19:40 ajal. Mau ke mana kita 19:42 lari dan apa harus kita 19:45 lakukan ini? Jadi pergantian waktu dari 19:50 hari, pekan, bulan, tahun ternyata 19:54 mengandung makna yang mesti kita 19:59 terjemahkan. Dan kepada kita ayat yang 20:02 sudah tidak asing lagi sering saya 20:04 sampaikan di 20:06 sini dalam surat Al-Hasr Allah berfirman 20:09 azubillahiminasyaitanirrajim. 20:11 Ya ayyuhalladzina 20:13 amanutaqulah wal tur nafsum ma qoddamat 20:17 biqad wattaqulah innallah khabirun bima 20:22 tamalun. Wahai orang-orang yang beriman, 20:24 bertakwalah kamu kepada Allah. Banyak 20:27 sekali ayat-ayat mengingat kepada orang 20:30 beriman. Orang beriman diperintahkan 20:32 takwa pada Allah. Apakah orang beriman 20:34 tidak 20:36 bertakwa? Itu artinya apa? Wanti-wanti 20:39 daripada Allah. yang tidak bisa 20:41 dilepaskan dia beriman mesti bertakwa 20:44 dan bertakwa itu terus-menerus harus 20:47 dilakukan dan takwa ini menjadi 20:50 substansi daripada manusia. Nilai 20:52 manusia itu terletak pada takwa. 20:56 Allah ciptakan manusia beraneka macam, 20:58 bersuku-suku, 20:59 berbangsa-bangsa warna kulit yang 21:02 berbeda-beda. Kemudian dibagi rahmatnya 21:05 juga berbeda-beda. Ada yang kaya, ada 21:07 yang miskin. Ada yang hartanya 21:09 berlimpah, ada yang kekurangan, ada yang 21:11 tampan, ada yang cantik, ada yang cakep, 21:13 ada yang 21:15 jelek. Ini 21:19 variasi. Tetapi itu bukan sebuah 21:22 parameter penilaian manusia. 21:25 Karena manusia tidak dinilai oleh Allah 21:28 dari tampannya, dari 21:31 rupanya. Manusia juga tidak dinilai 21:34 dengan parameter 21:35 hartanya. Manusia juga tidak dinilai 21:38 dari 21:39 parameter kedudukan dan 21:41 jabatannya, tapi akan dinilai Allah 21:44 takwanya. 21:47 Dan penilaian Allah manusia, parameter 21:51 penilaian manusia itu mulia atau 21:54 tidaknya dilihat dari takwa 21:57 itu. Dan takwa itulah semulia-mulia 22:00 manusia tergantung daripada sejauh di 22:03 mana ketakwaannya. 22:06 Dan parameter yang diberikan oleh Allah 22:09 kepada manusia tentang 22:11 takwa itu bisa diraih dan didapatkan 22:15 oleh siapapun dia dari seluruh kalangan. 22:18 Nah, ini bedanya kalau parameter yang 22:20 dibuat oleh manusia itu terbatas pada 22:23 orang-orang 22:24 tertentu. Kalau umpamanya dianggap 22:27 jabatan di satu daerah bupati itu yang 22:30 paling tinggi itu gak bisa direh semua 22:33 orang. 22:34 Harus orang yang cerdas, jelas. Yang 22:37 kedua, harus dipilih oleh orang 22:40 banyak. Yang ketiga harus banyak 22:42 duitnya. Apalagi zaman sekarang enggak 22:44 punya duit gak bisa 22:46 nyalon. Harus bisa pandai memimpin. 22:49 Kalau enggak bisa memimpin ya 22:51 hancur. Gak bisa dilakukan oleh orang 22:53 yang enggak punya uang, yang bodoh. Gak 22:55 bisa, yang 22:57 miskin gak 22:59 bisa. Untuk menjadi seorang apa namanya? 23:03 sarjana ya harus dia ada 23:06 persyaratan-persyaratan tertentu untuk 23:09 menjadi seorang tentara ada persyaratan 23:11 apalagi menjadi bintang empat jenderal 23:13 itu harus persyaratannya begitu ketat 23:16 gak bisa tapi takwa ini adalah semua 23:20 orang diberikan 23:22 peluang bagaimana 23:24 maksudnya orang kaya jelas dengan 23:28 kekayaannya itu maksud Allah berikan 23:30 pada kita supaya Kekayaan itu menjadi 23:33 jembatan anak tangga menuju 23:37 takwa. Bagaimana dengan yang gak punya 23:40 uang? Dengan kemiskinannya itu jadi anak 23:43 tangga untuk bisa mempercepat diri 23:45 menjadi orang takwa. Loh kan luar biasa 23:48 nih kasih sayang Allah. Yang pintar 23:50 dengan kepintarannya, yang sederhana 23:52 dengan kesederhanaannya. 23:55 Jadi semua orang boleh berhak 23:58 mendapatkan takwa asal dia tahu 24:00 memfungsikan apa yang Allah berikan pada 24:03 kita. Jadi harta alat kalau begitu 24:07 pangkat juga alat 24:09 sarana. Nah, bagaimana kita memainkan 24:12 hidup ini dengan yang Allah sudah 24:14 berikan pada kita? Ternyata semuanya 24:16 peluangnya sama untuk bisa menjadi 24:18 manusia yang mulia di sisi Allah 24:20 Subhanahu wa taala. 24:23 Ya ayyuhalladzina 24:24 amanutaqulah walur nafsum ma qodamat. 24:28 Oleh karenanya lihat dirimu, evaluasi 24:33 diri. Kalau orang Jawa di Pulau Jawa 24:37 maksudnya. Jadi kalau sebut orang Jawa 24:39 itu sebenarnya orang Sunda itu sudah 24:40 include di dalamnya. Orang Jakarta juga. 24:42 Tapi kadang-kadang berlagu enggak mau 24:44 ngaku orang Jawa. Padahal di Pulau Jawa. 24:47 Kalau orang Jawa itu orang yang tinggal 24:48 di Pulau Jawa. 24:50 Tapi beda-beda misalnya terutama orang 24:53 Jawa Tengah, Jawa Timur itu biasanya 24:55 kalau ada 24:57 acara-acara itu yang disebut dengan 24:59 adanya ingkung. Mau kenduri itu mesti 25:02 ada ingkung. Apa tu ustaz? bekak suunama 25:05 ayam diwotong utuh dibelah ya kan kon 25:09 dipanggang atau 25:11 di gulai apa namanya itu kan ada itu 25:15 dibuka kemudian kepalanya utuh 25:17 dimasukkan ke 25:19 dalam 25:21 tutup itu ternyata ada filsafatnya 25:26 buka buka 25:28 hatinya kemudian kepala dimasukkan ke 25:32 dalam lagi tutup Maksudnya evaluasi diri 25:34 ke 25:35 dalam lihat dirimu. Ini kan biasanya 25:38 orang selamatan, kalau orang Jawa 25:40 selametan itu mesti ada ingkung. 25:42 Ingkungnya dibuat sedemikian rupa. 25:44 Menjadi pepenget ingat kita semua bahwa 25:47 manusia itu memang harus terbuka 25:48 hatinya, harus bersih. Kemudian dia 25:51 melihat ke dalam. Kalau melihat keluar 25:54 sudah biasa 25:56 kita. Biasanya kita seperti senter. 25:59 Lihat ke depan sorotannya terang tapi 26:01 gelap di belakang. 26:04 Apalagi orang modern sekarang melihat 26:06 berbagai persoalan dalam di luar 26:07 dirinya, dia paling hebat. Analisa ini 26:10 jagat makro, ada galaksi ini, ini, ini, 26:12 ini, ada gunung, ada gempa, ada 26:14 macam-macam. Bisa dilihat cari ilmu, 26:17 menguasai ilmu ini, menguasai ilmu tapi 26:19 melihat 26:21 diri ini dianggap tidak penting. Banyak 26:24 orang pintar tapi enggak ngerti siapa 26:27 dirinya. Bahkan banyak manusia tapi 26:30 tidak merasa bahwa dirinya itu manusia. 26:32 Dalam arti yang 26:34 sesungguhnya, dari mana dia kehilangan 26:36 sifat kamus? Karena perilakunya 26:38 kehilangan 26:40 manusiawi. Hilang kamanungsan, sifat 26:43 kamanungsan. Jadi dia tidak sadar bahwa 26:45 dirinya 26:46 manusia. Kalau dia insaf bahwa dirinya 26:48 itu manusia, dia merasa diciptakan oleh 26:51 Allah. Dia mestinya sadar bahwa dia 26:54 menjadi manusia yang hebat padahal 26:56 diciptakan dari barang yang hina. 26:59 jadi jenderal umpamanya jadi profesor, 27:02 doktor, ahli ini, ahli itu, jadi seorang 27:04 pengusaha yang sukses, hartanya di 27:06 mana-mana. Ingat siapa yang 27:10 menciptakan, dari apa dia diciptakan 27:13 sehingga menjadi manusia 27:15 hebat? Kan dari bukan dari emas apa 27:18 orang kaya yang jutaan, yang miliarder, 27:20 triliunan hartanya diciptakan dari 27:23 berlian. Gak juga. 27:26 Para jenderal apa? diciptakan dari emas 27:28 juga tidak sama dari barang yang hina 27:32 engkau diciptakan kata 27:35 Omahirma ya kan dari barang hina 27:39 diciptakan manusia mau coba ingat itu. 27:43 Kalau mau melihat diri ini saja 27:45 insyaallah gak ada kesombongan, gak ada 27:48 ketakaburan. Kemudian diciptakan dari 27:50 barang hina menjadi manusia yang 27:52 sempurna. Dari segi fisik anatominya 27:54 saja sudah luar biasa. Seindah apa yang 27:57 lebih indah daripada 27:59 manusia? Berdiri tegak dengan dua kaki. 28:03 Anggota yang lengkap, mata letak mata, 28:07 telinga simetris, wajah yang indah bisa 28:10 tersenyum. Tumbuh rambut indah begitu 28:13 rupa. 28:14 Masyaallah segalanya luas. Pantas 28:17 dipakaiin baju pantas enggak pakai baju 28:18 ya pantas. 28:20 Kalau enggak 28:22 dosa, masyaallah luar 28:24 biasa. Kemudian dari apa? Kemudian 28:27 sukses yang diberikan coba dari 28:29 merangka. Misalnya ada orang modal 28:30 dengan modal dengkul merangka merantau 28:32 kemudian jadi sukses. Semua adalah 28:35 fasilitas yang Allah berikan. Dunia 28:37 diserahkan kepada manusia. Dari sini 28:40 kalau kita tahu sadar bahwa ini melihat 28:43 pada diri, insyaallah yang akan rasa 28:46 syukur kepada Allah. Rasanya maunya 28:49 sujud lama-lama kita pada ya Allah 28:52 Engkau telah memberikan segalanya kepada 28:54 kami manusia 28:56 ini. 28:57 Coba. Nah ini di sini kalau sudah 29:01 manusia tidak bisa melihat diri ya repot 29:05 ini. Maka perintah lihat dirimu bekal 29:09 apa yang sudah kau siapkan untuk hari 29:11 esok. Itu dengan kasih sayang Allah 29:13 meneguh. Hei manusia, kau sudah 29:16 diciptakan begitu rupa dari barang yang 29:18 hina, difasilitasi begitu rupa, menjadi 29:21 manusia yang hebat, tapi waktunya 29:25 sebentar. Nanti kamu akan kembali kepada 29:27 Allah dalam perjalanan yang panjang. 29:29 Nah, bekal apa yang sudah kau 29:30 siapkan? Jadi seperti orang tua pada 29:33 anak-anak, kamu mau pergi jauh, Nak. 29:36 Sudah persiap kau persiapkan bekal apa? 29:39 Kemarin uang bapak, uang nenek yang 29:41 sudah kau aku berikan pada kamu itu 29:44 untuk apa? Untuk beli apa? Perjalananmu 29:46 itu jauh loh, Nak. Masyaallah. Itu kasih 29:49 sayang Allah. Walur nafsum ma qodamat 29:54 liq. Sekali lagi diingatkan, 29:57 wattaqulah. Takut kamu pada Allah. 29:59 Bertakwalah kamu kepada 30:03 Allah. Innallah khabirun bima tamalun. 30:07 Sesungguhnya Allah itu maha 30:10 melihat, maha mendengar, maha mengetahui 30:12 terhadap apa yang kamu lakukan. Coba 30:14 kurang apa Allah mengingatkan kepada 30:18 manusia tuh? Maka hitung diri, lihat 30:24 diri. Maka dilarang oleh Allah pada ayat 30:27 berikutnya, ayat 19. 30:29 Wala takunu kalladzina nasullah 30:33 faansahum 30:35 anfusahum ulaika humul fasikun. Jangan 30:38 kamu menjadi orang yang lupa kepada 30:40 Allah. Jangan kamu menjadi orang yang 30:43 lupa kepada 30:44 Allah. Karena Allah akan menjadikan kamu 30:47 lupa pada dirimu 30:49 sendiri. Itu orang sudah lupa pada Allah 30:52 mesti lupa pada dirinya. Bahwa dirinya 30:53 itu manusia. 30:55 tidak sadar, tidak insaf. Dia dilahirkan 30:57 dari rahim ibunya, diciptakan dari 31:00 barang 31:01 hina. Bahwa kita lahir ke dunia itu 31:04 kere. Tahu kere bahasa Indonesianya apa? 31:07 Enggak punya apa-apa. Enggak punya 31:09 apa-apa. 31:10 Miskin. Ya ayyuhannas antumul fuqaru 31:14 ilallah. Wahai manusia kamu tuh fakir, 31:17 sangat butuh kepada Allah. Wallahul 31:21 ghani. Allah yang maha kaya. Enggak 31:25 sadar, enggak 31:28 tahu. Kalau orang sudah lupa kepada 31:30 Allah yang telah memberikan 31:32 segalanya, maka dia akan Allah 31:34 menjadikan dirinya sendiri, menjadikan 31:37 manusia lupa pada dirinya sendiri, lupa 31:40 pada dirinya bahwa dia manusia, dicipang 31:43 hina, bawa kecerdasan itu dari Allah, 31:45 bawa kepintaran dari Allah, kekayaan 31:47 dari Allah, kok dia 31:49 lupa sehingga kelakuannya kelakuan bukan 31:52 kelakuan manusia. Ya, jangan lupa diri. 31:56 Sombong, 31:57 takabur, serakah, 32:01 zalim, ingkar kepada Allah, berani 32:05 menentang, sombong. 32:07 Masyaallah. Padahal berapalah besarnya 32:10 manusia. Kalau ingin tahu diri ini, coba 32:12 kita ketika naik pesawat terbang, lihat 32:14 ke bawah kecil. 32:16 Masih terlihat oleh kita jalan raya 32:18 seperti garis. Kemudian ada motor yang 32:20 lewat, mobil yang lewat, segedai semut. 32:22 Lalu berapa besarnya manusia itu? Baru 32:25 berapa kaki dilihat dari 32:28 udara? Apalagi dilihat dari secara jagat 32:32 makro dari galaksih. Berapa besarnya 32:34 kita kok sombong gitu 32:36 loh. Maka Allah mengingatkan, "Jangan 32:39 kamu menjadi orang yang lupa pada 32:42 Allah." Sebab kalau menjadi orang yang 32:44 lupa pada Allah, Allah menjadikan 32:46 dirinya lupa pada dirinya sendiri. 32:48 Banyak manusia yang lupa bahwa dirinya 32:50 itu manusia. 32:52 kelakuannya bukan kelakuan 32:55 manusia, kelakuan 32:57 hewan. Di mana bedanya antara manusia 33:00 dan hewan? Kalau manusia ada aturan 33:02 karena dia punya 33:04 agama, punya akal, punya budi pekerti, 33:08 punya unggah-ungguh, punya etika, itu 33:10 manusia punya aturan tata tertib yang 33:13 ditempuh. Kalau binatang semaunya lah 33:16 sekarang malah 33:19 dibalik. Manusia yang inginnya bebas 33:21 seperti gak punya aturan-aturan norma 33:25 agama. Laki-laki mau senang pada wanita 33:28 tapi enggak mau ada 33:30 aturan-aturannya. 33:32 Binatang kalau kambing ya senang sama 33:35 jantan sama perempuan ya semau dia. Mau 33:37 kawin kek mau apa dia tidak peduli siapa 33:40 yang dikawini. Enggak ada aturan. Tapi 33:42 kalau manusia beda, karena dia manusia 33:44 makhluk yang mulia. Ada aturan, ada tata 33:48 krama, ada khitbah, ada pernikahan, ada 33:51 saksi, ada tanggung jawab, ada 33:54 kewajiban. Itu 33:57 manusia. Nah, sekarang banyak orang 33:59 manusia seperti ingin 34:01 bebas. Liberalisme, tuntutan manusia 34:03 bebas, laki-laki, perempuan. 34:08 Kemarin waktu saya di 34:09 Lombok, saya baca juga ada gili-gili, 34:12 Gili Terawangan, Gili Menu, Gili air. 34:16 Tiga pulau itu digunakan untuk tempat 34:18 melampiaskan nafsu syahwatnya. 34:21 Jadi di sana itu pulau bebas mau 34:23 telanjang tempat wisata. Tempat wisata 34:26 alasannya di pantai sudah jadi orang 34:29 kepengin seperti ikan lumba-lumba pada 34:31 ngagoler dina pantai itu pakai baju. 34:36 Sudah jadi orang kepengin jadi 34:38 lumba-lumba. Laki-laki perempuan. Ya 34:41 Allah 34:42 wedus-wedusan tahu. Wedus-wedusan. Model 34:45 kambing itu laki-laki perempuan. Apalagi 34:48 terang bulan. Konon katanya kalau bulan 34:51 purnama laki-laki perempuan dulah di 34:52 pantai itu bebas tanpa busana. 34:55 Nauzubillah minzalik. Lah sudah jadi 34:57 orang kok kepengin jadi 35:00 kambing. Ya Allah. Cuma dikasih 35:03 peringatan. Inilah makanya kasih 35:05 peringatan. Ada lagi konon katanya yang 35:08 di daerah gempa tidak saya sebut 35:09 namanya. Katanya ingin bebas laki-laki, 35:12 enggak puas dengan 35:14 perempuan, dengan laki-laki. Anehnya 35:17 LGBT. LGBT. Kambing aja ngerti mana yang 35:21 betina, mana yang jantan. Kok ini orang 35:24 enggak ngerti juga nih otaknya di mana 35:27 itu. Mau 35:30 bebas yang perempuan mau bebas dia jual 35:33 dirinya dan pokoknya hidup ini kapan 35:35 lagi kalau bukan sekarang. Kita 35:37 lampiaskan sepuas-puasnya. Lah binatang 35:40 apa? K manusia itu aturannya diatur oleh 35:43 sang pencipta yang telah menciptakan 35:45 kita. Inilah orang yang lupa pada Allah 35:48 sehingga dia sendiri lupa dirinya. Bahwa 35:50 dirinya itu manusia yang mestinya punya 35:53 martabat. Jadi kelakuannya kayak hewan, 35:56 kayak kebok, kayak monyet kelakuannya. 36:00 Padahal fisiknya manusia. Kelakuannya 36:03 hatinya hasa dengki, serakah seperti 36:06 singa buas. 36:08 Jadi banyak manusia, maka di akhirat 36:11 nanti banyak manusia yang dibangkitkan 36:14 tapi kepalanya kepala binatang. Kenapa? 36:17 Karena kelakuannya seperti binatang. 36:19 Nauzubillah 36:21 minzalik. Itulah mereka orang-orang 36:23 fasik. Ulaika humul 36:26 fasikun. Nauzubillah minzalik. Oleh 36:28 karenanya berlalunya 36:32 waktu maka mari kita mencoba 36:35 menghitung-hitung diri kita. 36:39 mencoba lebih dalam kenal pada siapa 36:43 kita. Lalu dengan demikian kita melihat 36:45 ke depan mencoba mengenang betapa 36:49 agungnya, betapa besarnya kasih sayang 36:52 Allah dan akhirnya toh nanti kita akan 36:55 kembali kepada Allah. Mari kita 36:57 persiapkan segala sesuatu untuk 36:59 menghadap 37:01 Allah. Lunyu-lunyu 37:04 penekno ya. 37:07 Lunyu-lunyu 37:09 penekno kanggo masud 37:12 tiro cahangoncahangon penekno blembing 37:17 kuwi lunyu-lunyu penekno ini nanti 37:20 diterjemahkan yang enggak ngerti bahasa 37:23 Jawa ngerti 37:26 jadi cahangon-cahangon itu kita 37:28 maksudnya orang anak gembala gembala itu 37:30 memang ya dia menggembalakan punya 37:33 tanggung jawab 37:35 hanya Ya, ambilkan belimbing itu. 37:39 Belimbing itu segilima maksudnya rukun 37:42 Islam. Ambil itu kanggo masud tiro untuk 37:46 membersihkan jiwa. Karena Islam itu 37:48 adalah untuk membersihkan 37:52 jiwa. Dengan Islam kita menjadi ter 37:56 menjadi suci, jiwanya menjadi bersih, 37:59 ditempatkan pada makamnya sehingga 38:01 dimuliakan oleh Allah. Itu Islam. Karena 38:04 Islam itu artinya 38:06 selamat. Islam itu selamat. Agama adalah 38:09 aturan. Sehingga manusia itu tetap pada 38:11 makam manusia makhluk yang mulia dan 38:14 dimuliakan oleh Allah sehingga 38:16 terhormat. Mumpung jembar kalangane gede 38:19 rembulane mumpung kesempatan masih ada. 38:23 Nah, ini kan waktunya makin lama makin 38:25 habis kita kesempatannya. Nah, kalau 38:27 kesempatan masih ada mumpung jembar 38:29 kalangan luas lahannya untuk bermain. 38:32 Gede rembulani, padang rembulani, sinar 38:35 matahari bulan purnama kita bermain itu 38:38 masih lega, masih ada kesempatan yang 38:41 banyak. Anggo sebo menggosore untuk 38:43 menghadap sang 38:44 pencipta. Mau enggak mau kita tetap akan 38:47 menghadap sang 38:48 pencipta. Yang sombong, yang kafir, yang 38:51 ingkar tetap akan menghadap Allah, akan 38:54 kembali pada Allah. Mau ke mana 38:55 kembalinya? 38:56 Mau hidup selamanya coba kalau bisa 39:00 tetap kita akan 39:01 kembali. Yang tidak percaya kepada 39:04 akhirat yang mengatakan, "Kok heran 39:07 orang kok bisa bicara fasih tentang hari 39:10 yang belum jelas dia sendiri belum 39:12 pernah ke 39:13 sana." Ada orang mengatakan begitu 39:15 karena sebenarnya tidak beriman pada 39:16 hari 39:17 akhirat. Ya itu sudah lain lagi. Tapi 39:20 pasti dia akan juga akan kembali. Akan 39:22 dikuyo-kuyo nanti di akhirat. Ini orang 39:24 yang tidak iman pada hari 39:27 akhirat. Kita orang beriman percaya. 39:29 Nah, kalau kita percaya persiapkan untuk 39:31 menghadap sang pencipta nanti. Bekal apa 39:34 yang sudah kita persiapkan? Inilah makna 39:37 daripada waktu yang melintas. Kita send 39:39 berpacu dengan waktu itu sendiri. Mari 39:41 kita persiapkan diri kita sebaik 39:43 mungkin. Karena bagaimanapun kita toh 39:45 akan kembali menghadap Allah Subhanahu 39:49 wa taala. Sul khatimah atau husnul 39:52 khatimah. Itu semua tergantung pilihan 39:56 yang sudah digelar oleh kita 39:58 masing-masing. Memilih jalan sesat 40:00 berarti suul khatimah. Memilih jalan 40:03 kebenaran yang sudah dibentang oleh 40:05 Allah pasti kita akan mendapatkan husnul 40:07 khatimah. 40:08 Wallahuam bissawab. 40:12 Baik. Tentunya kita semua ingin 40:13 mendapatkan akhir yang baik ustaz ya. 40:15 Husnul khatimah insyaallah. Amin. Amin 40:17 ya rabbal alamin. Dan ikhwan akhwat, 40:19 telah kita simak bersama ya pemaparan 40:21 yang disampaikan oleh Ustazah Abulidji, 40:24 bagaimana kita menghitung diri ya, 40:27 menghitung kesalahan-kesalahan kita agar 40:29 menjadi lebih baik ya, introspeksi pada 40:32 diri kita. Tadi diistilahkan kalau 40:34 bahasa Sunda itu apa ustaz? Bekakak. 40:36 Bahasa jawanya apa tadi? Ingkung. 40:38 Ingkung. Jadi, inkung itu kan dibuka 40:41 ayam dibuka ya, dibelek ee dadanya, 40:44 perutnya terus kepalanya dimasukkan 40:47 kepala utuhnya itu dimasukkan ke dalam 40:48 perutnya. Itu ternyata filsafatnya, 40:50 filosofinya itu untuk menghitung ke 40:53 dalam diri, Ustaz, ya. Karena sudah 40:54 terbiasa melihat dunia luar, lupa kepada 40:57 diri. Jadi, dengan ingkung tadi, dengan 40:59 berkalak tadi diistilahkan bahwa kita 41:01 harus selalu melihat kepada diri kita 41:03 sendiri. Baik, semoga kita dapat memetik 41:06 pelajaran dari tadi tausiah yang 41:08 disampaikan, pemaparan yang disampaikan 41:10 dan untuk itu ikhwan akhwat kami 41:12 persilakan bagi yang ingin menanggapi, 41:14 menyampaikan pertanyaannya juga silakan 41:17 seperti biasa di 41:21 0811999720 untuk pertanyaan pesan 41:23 singkat, SMS atau WhatsApp ya ataupun 41:26 barangkali ada yang ingin berinteraktif 41:28 langsung di 41:30 0218451512. Kami masih akan kembali 41:32 setelah jeda berikut. 41:35 [Musik] 42:00 [Tepuk tangan] 42:03 He. 42:04 [Musik] 42:10 [Tepuk tangan] 42:12 [Musik] 42:20 [Tepuk tangan] 42:22 [Musik] 42:38 [Tepuk tangan] 42:39 [Musik] 42:48 [Tepuk tangan] 42:50 [Musik] 42:58 [Tepuk tangan] 43:00 [Musik] 43:16 [Tepuk tangan] 43:17 [Musik] 43:26 [Tepuk tangan] 43:28 [Musik] 43:36 [Tepuk tangan] 43:38 [Musik] 43:54 [Tepuk tangan] 43:55 [Musik] 44:04 [Tepuk tangan] 44:06 [Musik] 44:14 [Tepuk tangan] 44:16 [Musik] 44:32 [Tepuk tangan] 44:33 [Musik] 44:42 [Tepuk tangan] 44:44 [Musik] 44:52 [Tepuk tangan] 44:54 [Musik] 45:10 [Tepuk tangan] 45:11 [Musik] 45:20 [Tepuk tangan] 45:22 [Musik] 45:30 [Tepuk tangan] 45:32 [Musik] 45:56 Wawat yang dirahmati Allah, masih 45:57 menyimak siaran Radio Silaturahim. di 46:00 kesempatan ini juga menyimak melalui 46:04 YouTube Brasil TV ataupun melalui 46:06 Facebook Radio Silaturahim ya. 46:08 Alhamdulillah di kesempatan ini bisa 46:09 live juga di tadi sebelum jedak kita 46:11 menyimak paparan yang disampaikan oleh 46:13 guru kita Ustaz Abji. Bagaimana kita 46:15 menghitung diri di akhir tahun ini. 46:18 Selanjutnya masih ada waktu untuk ee 46:21 saya bacakan beberapa pesan singkat yang 46:23 masuk melalui WhatsApp dan juga SMS. 46:27 Yang pertama tidak menyebutkan namanya, 46:29 Ustaz. Mungkin tadi yang dipaparkan oleh 46:32 Ustaz mengenai manusia seperti binatang. 46:33 Kata Ustaz, manusia seperti binatang 46:36 memang ee ada yang jauh dari agama, ada 46:39 juga yang tahu agama tapi seperti 46:41 binatang. Bagaimana dengan ini, Ustaz? 46:43 Iya, mungkin yang dicontohkan tadi, 46:45 Ustaz, ya di tempat wisata memang 46:47 mungkin bule-bule yang jauh dari agama 46:50 gitu. Enggak ada bule, orang hitam juga, 46:52 Pak. Sawo matang juga, Pak. Iya. Jadi 46:55 memang kalau nafsu yang dikedepankan 46:59 Heeh. Itu maksudnya seperti binatang. 47:01 Karena binatang itu hanya punya nafsu 47:03 dan punya 47:04 akal. Maka motivasi 47:08 dominasi dorongan hidupnya, nafsu 47:10 biologisnya itu adalah nafsah kuat tanpa 47:14 pertimbangan akal 47:15 budi. Kalau dia mau makan, makan aja. 47:18 Dia ada peduli punya siapa. Halal haram 47:20 gak pernah menjadi pertimbangan. 47:22 Lah kalau ada orang hidup tanpa 47:24 memikirkan halal haram, punya siapa jadi 47:27 embat. Nah, itu kan berarti sama 47:29 fisiknya masih orang tapi kelakuannya 47:32 sudah pindah. Kenapa? Karena dominasi 47:35 nafsu yang bersemahyam berarti sama 47:38 dengan yang dominasi di dalam tubuh 47:40 binatang. 47:42 Nah, sekarang masalahnya bagaimana orang 47:43 ngerti agama kalau 47:45 kelakuannya sama loh itu lebih buruk 47:49 lagi. Itu berarti agamanya 47:52 hanya simbol KTP saja, Ustaz. Kalau 47:56 agama yang benar pasti meresap dong 47:58 dalam hati iman. Jadi di zaman Nabi pun 48:01 ada orang qolatil a'bu amanna qulam 48:05 tumminu walakin qulu 48:08 aslamna. Orang mengatakan saya beriman. 48:11 Kata Nabi, "Belum kamu belum beriman. 48:14 Kamu baru taslim, baru 48:17 ngaku, ya. Sampai betul-betul kalau 48:20 beriman itu meresap ke dalam hatinya." 48:24 I. Jadi, agama itu mencelup 48:27 jiwa. Jiwa yang kalimah tauhidnya 48:30 lailahaillallah, akidah keimanannya, 48:32 rukun iman itu masuk ke resap dalam 48:35 hati. Terus dari hati itu keluar dalam 48:38 lisan sebagai ungkapan pernyataannya 48:41 kemudian dipraktikkan dalam kehidupan. 48:44 Jadi kalau orang beragama ngaku beragama 48:46 atau kelakuannya gak ada bedanya dengan 48:48 mereka yang tidak beragama ya agamanya 48:52 dusta. Hanya ngaku saja belum meresap ke 48:56 dalam hati. Jadi yang dikehendaki oleh 48:58 agama adalah meresap dalam hati, 49:00 kemudian mewarnai pikiran, mewarnai 49:04 pandangan dan ter menjadi buah positif 49:08 dalam sikap dan perilaku itu agama. 49:11 Wallahualam. Baik, selanjutnya Ustaz 49:14 dari Pak siapa nih? Pak Zailani di 49:17 Tangerang. Ustaz, di saat kita 49:18 menghitung diri katanya menghitung 49:20 kesalahan-kesalahan kita sendiri, 49:22 menjauhi maksiat dan belajar mendekati 49:23 Allah, tapi orang di sekitar kita tetap 49:26 bermaksiat, tetap jauh dari agama. Nah, 49:29 apakah ketika kita ee ketika peringatan 49:33 berupa azab bencana alam, kita juga akan 49:36 terkena berat untuk mengajak dan 49:39 berdakwah sama mereka, Ustaz? I itu 49:42 pertanyaannya. Memang kita dilahirkan di 49:44 tengah umat. Kuntum khair umat ukhrijat 49:47 linas. 49:48 Sahabat dilahirkan di tengah umat. Kita 49:51 juga pengikutnya dilahirkan di tengah 49:53 umat. Tugasnya apa? Amar makruf nahi 49:56 mungkar. Jadi bukan hanya menyelamatkan 49:59 diri, tapi kita juga punya kewajiban 50:00 untuk menyampaikan amar makruf nahi 50:03 mungkar itu mencegah kemungkaran. 50:06 Menyuruh yang makruf mencegah 50:08 kemungkaran. Itu kewajiban kita. Adapun 50:11 soal iman tidak iman bukan urusan kita. 50:13 Karena itu hati Allah yang tahu, Allah 50:14 yang berikan hidayat. Nah, kewajiban 50:17 kita itu. Kemudian ketika kita di 50:20 tengah-tengah mereka, selain kewajiban 50:23 tadi, kalau kita bisa bertahan itu 50:25 bagus, pahalanya berlipat-lipat. H orang 50:30 yang berada di satu zona aman, situasi 50:33 kondusi 50:34 beragama itu bukan berarti dia itu apa? 50:39 Lebih baik daripada orang yang di 50:40 tengah-tengah masyarakat. Akan lebih 50:42 baik orang yang beriman yang tidak 50:45 terpengaruh di tengah masyarakat yang 50:46 rusak itu pahalanya lebih banyak 50:49 daripada orang berada pada zona aman. 50:50 Tantangannya lebih besar, Ustaz. Ya, 50:52 tantangannya lebih besar kalau dia kuat. 50:55 Hm. Kalau dia tidak kuat, dia harus 50:57 segera 50:59 hijrah. Kalau dia sampai terpengaruh 51:01 tidak hijrah, akan ditanya, "Apakah bumi 51:03 Allah itu 51:04 sempit? Kenapa kamu tidak hijrah ke 51:07 tempat yang lebih aman? Karena kamu gak 51:08 kuat." Apalagi punya anak-anak, maya 51:10 takut. Nah, itu ya semua dalam arti 51:11 keluarga, agamanya terganggu. Kalau dia 51:13 tidak kuat, lebih baik hijrah kepada 51:16 tempat yang lebih aman. Nah, kalau 51:19 kemudian akibat kemaksiatan mereka 51:22 kemudian seperti beberapa ceramah saya 51:25 beberapa bulan minggu yang lalu, saya 51:29 sampaikan setiap dosa mengundang 51:31 bencana itu sudah ketentuan Allah. 51:34 Walakin kadzabu faaknahum bim yaksibun. 51:38 minimal bencana pada diri sendiri gitu. 51:40 Bencana kan? Iya, minimal ada bencana 51:43 dirinya sendiri. Karena setiap perbuatan 51:45 dosa dia itu akibat dia menjerumuskan 51:47 dirinya dalam kebinasaan. 51:49 Nah, kalau sifatnya sudah masal 51:52 kemudian mengundang azab dari Allah 51:55 semua 51:56 kena. Yang beriman, yang saleh, yang 51:59 jujur, yang baik kena semua. 52:02 Cuma sini akan terlihat nanti nilainya 52:05 akan berbeda. Pada orang saleh, ahli 52:08 ibadah yang tauhid, yang iman, yang 52:10 dekat pada Allah. Ini sebenarnya 52:12 percepatan masuk 52:15 surga ya. Ini percepatan masuk surga. 52:18 Karena ketika dia tsunami misalnya 52:20 menimpa diri, dia masuk kategori syahid, 52:24 mati tenggelam. 52:26 Ya. Kemudian dosanya 52:28 diampuni, kemudian hisabnya akan 52:30 diringankan dan dia akan masuk 52:32 surga. Kan lebih enak daripada hidup di 52:35 dunia lama-lama banyak 52:37 dosa. Kepada yang banyak dosa kemudian 52:40 dia masih beriman kena juga. ini akan 52:43 menjadi menghapus, menjadi kafarat bagi 52:45 dosa-dosa dia. Jadi untuk orang beriman 52:48 dan orang-orang muslim, orang beragama 52:51 ini sebenarnya bukan bukan azab, tapi 52:54 justru menjadi apa namanya penghapus 52:57 dari segala dosa. Kalau dia masih hidup 53:00 insyaallah harta yang hilang Allah akan 53:02 ganti. 53:05 Ana yang meninggal dunia, keluarganya 53:06 nanti akan ketemu di surga. Ini kan cuma 53:08 waktu aja dia duluan. 53:11 itu orang beriman. Tapi bagi orang yang 53:14 maksiat, durhaka, ingkar, kafir, itu 53:17 persekot azab. 53:20 Bagi orang yang tidak terkena masih 53:21 hidup, ini pelajaran supaya dia sadar 53:23 kembali. Dikasih kesempatan. Jadi, semua 53:25 itu tergantung dari kualitas kita 53:28 ya. Wallahualam. 53:30 Baik dan selanjutnya di 53:33 0812 8520 sekian-sekian hamba Allah di 53:37 Jakarta Selatan. katanya ustaz ingin 53:39 bertanya ee kebiasaan-kebiasaan baik apa 53:41 agar kita terus memperbaiki diri ke arah 53:44 yang lebih baik dan dosa-dosa bisa 53:47 terampuni? Terima kasih, Ustaz. Dan 53:49 memang harus begitu hidup ini berjuang 53:52 maka motivasi hidup itu harus di 53:55 tanamkan bahwa hidup itu 53:57 perjuangan. Dunia ini medan perjuangan, 53:59 bukan medan 54:01 pelampiasan. Karena motivasi ini 54:03 menjadikan oh kalau gitu saya harus 54:05 fight, saya harus berjuang. 54:07 As'yu ila mardillah. Dia berjuang untuk 54:09 mendapatkan rida Allah. Nah, bagaimana 54:12 caranya? Nah, karena dia sudah niatnya 54:14 berjuang, dia menyusun hati tekad yang 54:17 kuat. Tekad yang kuat bahwa hidup itu 54:20 harus terus-menerus meningkat berjuang. 54:22 Nah, caranya gimana? Ya, kita ikut aja 54:24 Allah dan Rasul-Nya. Kita akan selamat. 54:27 Cara-caranya ya kita lakukan apa? Subuh 54:29 kita salat. 54:31 Bahkan sebelum subuh kita sudah dahului 54:33 dengan salat 54:35 malam, istigfar, mohon ampun pada Allah, 54:38 mohon petunjuk, mohon bimbingan, mohon 54:40 kekuatan, mohon pertolongan, mohon kasih 54:43 sayang Allah. Ya, itu waktu-waktu malam 54:46 mendekat kita pada Allah. Waktu subuh 54:49 kita datang ke masjid, kita berjamaah, 54:50 kumpul dengan saudara kita, itu juga 54:53 akan menambah keimanan seperti pupuk 54:55 bagi tanaman. 54:56 Nanti motivasi bekerja kita niatkan 54:58 ibadah bekerja dengan tulus dan 55:01 lurus ya. Kemudian waktu-waktu salat 55:04 kita lakukan. Kita bisa bersedekah, kita 55:07 bisa berzakat supaya memperkokoh akidah 55:10 keimanan kita. Kita berkumpul bersahabat 55:12 dengan orang-orang saleh. Dari mereka 55:14 kita bisa bisa belajar. Duduknya orang 55:16 saleh mungkin kita bisa mengambil 55:19 pelajaran dari dia. Ketika orang saleh 55:21 itu ibadah, ketekunannya, tutur katanya, 55:24 sikap unggah-ungguhnya, kita bisa 55:26 belajar dari dia dan kita bisa bertanya 55:29 pada orang alim berbagai hal. Ketika ada 55:31 sesuatu jangan putuskan sendiri. Kita 55:33 tanyakan pada ahlinya menurut hukum. 55:36 Begitu selanjutnya. Jadi orientasi hidup 55:38 diwarnai oleh putaran-putaran yang 55:40 positif di tengah gelap apapun. Kalau 55:43 itu yang kita lakukan, insyaallah akan 55:45 bertambah. Tapi kalau kita jauh dari 55:47 orang saleh, jauh dari masjid, jauh dari 55:49 kelompok, ya dimakan serigala kita 55:52 dimakan setan. Apalagi tidak selektif, 55:55 bergaul dengan orang macam-macam ya 55:56 nular. Penyakit itu akan lebih cepat 55:59 menular. 56:00 Jadi lebih baik kita bergaul, selektif. 56:03 Kita boleh hidup di masyarakat, tapi 56:05 untuk khusus teman-teman sahabat, karib 56:07 kerabat kita, tempat kita teman sejati, 56:10 cari orang-orang saleh dekat dengan para 56:13 alim, para ulama. Masjid tempatnya, 56:15 rumah kedua sudah rumahnya. H pelajari 56:18 Al-Qur'an jadii bacaan yang 56:20 terus-menerus kita baca dekat kepada 56:22 Allah, mohon pertolongannya. Insyaallah 56:24 Allah akan selalu menolong, melindungi, 56:26 mengamankan, menyelamatkan kita. Ketika 56:28 kita melenceng pun ada yang mengingatkan 56:30 saja. Insyaallah. Karena orang saleh itu 56:32 bukan orang yang tanpa dosa. Hm. Tapi 56:35 dosa itu biasanya karena keterbatasan 56:37 kita. Tapi kemudian Allah hatinya ada 56:40 kepekaan. Kok enggak enak ini. Heeh. Oh, 56:43 ternyata saya telah berbuat salah. Dia 56:45 kembali kepada Allah dan mohon ampun. 56:47 Itu ciri-ciri ahli surga juga seperti 56:49 itu. Allahuam. 56:51 Baik. Dan masih pertanyaan melalui 56:54 WhatsApp Ustaz dari Pak CP di Cawang. 56:57 Asalamualaikum warahmatullahi 56:58 wabarakatuh. Waalaikumsalam 56:59 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz 57:01 menjelang tahun politik ini kita juga 57:03 harus banyak menghitung diri sendiri 57:05 katanya di dunia maya ataupun di dunia 57:07 nyata gibah dan fitnah terhadap capres 57:11 cawapres juga tim suksesnya katanya 57:13 banyak tersebar terutama di dunia maya 57:16 katanya Ustaz. 57:18 Iya ya. Kalau tahu itu fitnah ya kita 57:20 jangan 57:21 ikut-ikutan. Kalau banyak tersebar 57:23 katanya tersebar di mana-mana kita 57:25 jangan ikut ya. Maka dalam situasi 57:28 fitnah seperti itu kata Nabi, orang yang 57:31 berjalan lebih baik daripada orang yang 57:34 berlari, orang yang di berdiri duduk apa 57:37 berdiri ee duduk itu lebih baik daripada 57:40 orang 57:41 berjalan. Itu artinya apa? Enggak usah 57:45 ikut-ikutan. Ikut-ikutan fitnah gitu 57:47 loh. N gampang di-share sana, share 57:49 sini. Sudah kita lihat, kita pilih, kita 57:52 seleksi. 57:54 Dan orang-orang begitu kan lagi pada 57:56 rebutan lahan. Kita sendiri 57:58 kadang-kadang orang besar sama orang 58:00 besar bertarung, gajah sama gajah 58:02 bertarung, pelanduk mati di tengah. Kan 58:04 kadang-kadang kita jadi korban rakyat, 58:06 rakyat rakyat katanya yang dijual 58:08 rakyat. Ya, oleh karenanya kita memang 58:11 harus selektif di sini, harus bijak, 58:14 enggak usah ikut-ikutan yang 58:15 fitnah-fitnah itu. Bahkan kita 58:17 berlindung pada Allah dari segala macam 58:19 bentuk fitnah. 58:21 Dan ini sudah diramalkan nanti akan 58:23 datang fitnah seperti segelapnya malam 58:25 sehingga orang muda menggadaikan diri. 58:27 Pagi iman sorenya kafir. Sorenya iman 58:30 paginya kafir. Kenapa? Yabiuun dinahu bi 58:34 minad dunya. Yaitu satu kaum yang dia 58:36 jual agamanya untuk mendapatkan dunia. 58:40 Nauzubillah minzalik. Kita tetap 58:42 berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunah 58:44 Nabi dalam perjalanan hidup kita tidak 58:47 ikut-ikutan. Kalau ada fitnah 58:50 macam-macam kita tetap lurus. Jangan 58:51 ikut-ikutan menebarkan 58:54 fitnah. Wallahualam. Baik. Saya pernah 58:57 baca kalau itu pun betul itu gibah, 59:00 Ustaz. Ya. Iya. Menyebarluaskan ke aib 59:03 orang kan. Heeh. Apalagi kalau salah itu 59:05 fitnah gitu, Ustaz. Heeh. Masyaallah. 59:06 Fitnah. Baik. Mungkin selanjutnya ini 59:08 terakhir Ustaz ya dari siapa nih? Bogor. 59:11 Ibu Ati. Ustaz. Ustaz kebanyakan orang 59:14 Islam dari sisi materi kekurangan 59:16 katanya. Tapi orang non 59:19 Islam harta ateis pun terlihat begitu 59:22 sejahtera. Tapi ada juga muslimin yang 59:25 ibadahnya bagus, materinya juga bagus. 59:28 Sebetulnya letak kesalahan kita di mana, 59:30 Ustaz? Apakah cara berpikir kita? 59:35 Kalau dunia 59:37 sih itu kan variasi saja. 59:41 Kaya miskin itu kan variasi. Rezeki itu 59:43 bukan bukan yang diatasnakan 59:46 dia. Yang rezeki itu yang dimakan, 59:49 rezeki itu yang digunakan, rezeki itu 59:50 yang diedekahkan, itu 59:53 rezeki. Misalnya seorang punya kekayaan 59:55 berlimpah, punya punya mall, berapa 59:59 mall, punya hotel, itu atas nama saja. 1:00:02 He. Rezeki mah yang dimakan. Malah orang 1:00:04 yang banyak uang, banyak usahanya begitu 1:00:07 kadang-kadang malah enggak enak 1:00:08 makan, uangnya banyak. itu belum belum 1:00:11 tentu rezeki bisa jadi kita lebih 1:00:13 bahagia sih. Iya pusing mikirin konon 1:00:17 katanya jadi orang yang itu katanya 1:00:18 pusing ini macam-macam lah. Kita kan 1:00:21 malah enak enggak pusing enggak mikir 1:00:22 apa rezekinya ya tetap aja datang pada 1:00:26 kita. Jadi jangan terperangah oleh 1:00:29 karena 1:00:30 apa gaya hidup orang-orang kafir. La 1:00:32 yagurronaka taqubadina kafaru fil bilad 1:00:37 mataun qilil mawahum jahanam. Wabal 1:00:41 mihad. Jangan kamu terperdaya oleh gaya 1:00:44 hidup orang-orang kafir dengan kemegahan 1:00:47 harta, dengan kehebatan anak, dengan 1:00:49 macam-macam. Karena itu kenikmatan yang 1:00:53 sedikit. Akhirnya dia akan kembali 1:00:55 kepada neraka jahanam. Jadi oleh Allah 1:00:58 orang-orang kafir, orang-orang dikasih 1:01:00 karena Allah itu bersifat rahman dan 1:01:02 rahim di dunia. Karena memang dia 1:01:04 sungguh-sungguh ya dikasih itu tidak 1:01:07 seberapa. 1:01:09 kecil saja dibanding 1:01:11 akhirat. Nah, orang beriman kenapa ada 1:01:14 yang kok jadi susah? Mungkin dia sendiri 1:01:18 salah penerapan dalam hidup 1:01:20 ini. Pola hidupnya, pola pikirnya ya. 1:01:24 Kalau dia tempuh dengan baik insyaallah 1:01:26 ya berhasil seperti orang-orang muslim 1:01:28 yang berhasil. He. Tapi itu semua 1:01:30 sebenarnya cuma ujian belaka. Memang ada 1:01:33 orang yang sungguh-sungguh tapi tetap 1:01:34 aja. Dan itu bukan jadi tujuan. 1:01:37 Karena di akhirat nanti jauh lebih baik 1:01:40 dibanding dunia itu dari Allah yang 1:01:42 menciptakan kita. Jadi saya kira bukan 1:01:46 ukuran dan Allah dengan kasih sayanya 1:01:47 walaupun orang-orang kafir juga 1:01:49 hambanya, makhluknya ya dikasih karena 1:01:52 dia sungguh-sungguh kasih. Tapi jangan 1:01:54 lupa yang miskin, yang sengsara, orang 1:01:56 kafir juga ja banyak. Bukan hanya yang 1:01:59 kaya-kaya aja. yang miskin banyak tuh 1:02:01 yang keleleran sudah enggak punya rumah 1:02:03 tuna, wisma, enggak punya kerjaan, 1:02:06 latang lantung, kemudian enggak pernah 1:02:07 salat, banyak kan ya. Jadi tidak hanya 1:02:10 itu memang variasi tergantung bagaimana 1:02:12 kita dunia memang begitu mesti ada yang 1:02:14 kaya, ada yang miskin, ada yang tampan, 1:02:16 ada yang jelek. Itu variasi sebagai 1:02:18 ujian belaka bukan sebagai hal yang yang 1:02:21 esensi yang sesungguhnya. Jangan 1:02:23 terkecoh dunia ya. Jangan kecoh ya pada 1:02:26 dunia walaupun semiskin-miskin kita 1:02:28 masih dikasih makan. 1:02:30 kasih oksigen. Kasih oksigen. Ya Allah. 1:02:33 Orang kaya kalau enggak syukur ya kersa. 1:02:36 H. Ya. Ada orang sederhana hidupnya tapi 1:02:38 dia qanaah, dia syukur, dia bahagia, dia 1:02:41 bisa bersedekah. Itu sebenarnya esensi 1:02:44 kehidupan. Bahagia sama 1:02:46 relatif. Bahagia itu relatif. Itu para 1:02:48 bintang, para yang glamor, hidup di atas 1:02:51 tumpukan kekayaan, berlimpah itu tidur 1:02:54 nyenyak aja enggak 1:02:55 bisa. Karena penyakit apa? Insomania 1:02:59 apa-apanya enggak bisa tid enggak bisa 1:03:01 tidur enggak bisa tidur 1:03:04 ya akhirnya kalau mau tidur harusnya 1:03:06 enggak pil penenang p tidur baru bisa 1:03:08 tidur lah sampean enggak punya apa-apa 1:03:10 mah ngorok aja kerjaannya di lantai aja 1:03:13 nyar jadi sebenarnya itu relatif aja ya 1:03:16 wallahuam masyaallah baik ustaz 1:03:19 nampaknya waktu juga yang membatasi 1:03:20 Ustaz baik penutupnya Ustaz silakan baik 1:03:23 para ikhwan 1:03:24 rahimakumullah inilah mudah-mudahan 1:03:26 menjadi bahan renungan kita semua 1:03:29 sehingga hidup menjadi bermakna. Jangan 1:03:31 berlalunya waktu tapi juga kita gak 1:03:33 punya poin-poin yang bisa kita ambil 1:03:35 dari sebuah pelajaran. Karena hidup ini 1:03:38 ada tanggung jawab di hadapan Allah 1:03:39 Subhanahu wa taala. Bagaimanapun kita 1:03:42 seperti kereta cepat yang kita menuju 1:03:45 kampung halaman, makin lama makin dekat, 1:03:47 makin lama makin dekat dan akhirnya kita 1:03:49 akan kembali kepada Allah. Semua akan 1:03:51 ditanya bekal apa, amal apa, perbuatan 1:03:54 apa, semua tergantung apa yang kita 1:03:57 tanam. Siapa menanam dia mengetam. 1:04:00 Menebar angin menuai badai. Jadi berbuat 1:04:04 baik insyaallah kebaikan itu akan 1:04:06 kembali pada diri kita. Berbuat buruk 1:04:08 itu juga akan kembali kepada kita. 1:04:10 Wallahuam. Mohon maaf segala kekurangan. 1:04:13 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:04:14 Wasalamualaikum warahmatullah 1:04:16 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:04:18 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:04:20 Ustaz Abulji atas tausiahnya di 1:04:23 kesempatan pagi hari ini. Dan hormat 1:04:25 semoga kita dapat memutik pelajaran dari 1:04:27 tausiah yang disampaikan. Insyaallah 1:04:29 kita bertemu kembali di Rabu depan, 1:04:31 Ustaz, ya. Kita doakan beliau dan 1:04:33 keluarga senantiasa diberikan kesehatan 1:04:35 oleh Allah Subhanahu wa taala. Terima 1:04:36 kasih Iwan Nawat atas kebersamaannya. 1:04:38 Satu buah informasi ee Ikwan Nawat kami 1:04:40 mengundang kehadirannya dalam acara 1:04:42 tablig akbar dengan tajuk dengan tema 1:04:46 perkuat dakwah perkokoh ukhuwah yang 1:04:48 akan dilaksanakan di Masjid At-Tin 1:04:51 insyaallah Sabtu yang akan datang ya 1:04:52 tanggal 22 Desember 2018 kita mulai dari 1:04:57 pagi sampai menjelang zuhur insyaallah 1:04:58 jam 0800 sudah kita mulai. Kami 1:05:00 persilakan Iwan WAT untuk hadir di 1:05:02 Masjid At-Tin Sabtu ini. Insyaallah 1:05:04 pengisinya Ustaz Husein Alatas, 1:05:06 narasumber kita juga Ustaz Z eh M. 1:05:09 Mbahmid. Kemudian insyaallah hadir juga 1:05:12 Ustaz Haikal Hasan. Di kesempatan itu. 1:05:14 Kami persilakan Ikhwana Nawat bisa 1:05:15 mengajak anggota keluarganya, 1:05:17 teman-temannya, saksa kita bertemu di 1:05:19 sana. Insyaallah akhirnya kami undur 1:05:21 diri. Subhanakallahumma wabihamdika 1:05:23 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:05:25 waubu ilaik. Billahi taufik walhidayah. 1:05:26 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:05:28 wabarakatuh. 1:05:29 [Musik] 1:06:00 [Musik] 1:06:05 [Musik] 1:06:22 [Musik]