Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:18 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:20 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:23 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:26 akhwat, pendengar radio silaturahim dan 0:27 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:29 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:31 berjumpa Iman Ahmad di sore hari ini 0:33 tanggal 25 Rabiul Akhir 1448 Hijriah 0:37 atau bertepatan dengan tanggal 6 Oktober 0:40 2026. Kita kembali bersama-sama di acara 0:44 tausiah sore yang akan disampaikan oleh 0:47 Ustaz Wahyu KS yang alhamdulillah telah 0:48 ada di studio. Kita sapa Ustaz Iwan 0:51 Ahwad. Asalamualaikum warahmatullahi 0:53 wabarakatuh, Ustaz. 0:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. 0:57 Kabar sehat, Ustaz? Ya, 0:58 alhamdulillah. 0:59 Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan 1:01 Ustaz sampaikan Iwan Aw adalah mengenai 1:04 jangan membuka aib diri gitu ya. Ee aib 1:09 kan harusnya ditutupi Ustaz ya. 1:11 Tapi ada ya orang yang suka 1:12 Oh, ada. 1:13 Oh, zaman sekarang 1:14 makanya dibuat judul ada. 1:15 Masyaallah, bahaya banget ya. 1:17 Iya. 1:18 Masyaallah. Kita akan bersama-sama simak 1:20 ikhwan awat dan nanti yang ingin 1:22 bergabung bertanya silakan Anda bisa 1:23 kirimkan le WhatsApp kami di 0811999720 1:27 [berdehem] 1:30 Ustaz. 1:31 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:32 Alhamdulillah 1:34 wasyukrulillah masyaallahu kan wama lam 1:37 yasya' lam yakun la haula wala quwwata 1:42 illa billah. 1:44 Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 1:48 syarikalah 1:49 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 1:52 rasuluh wasalatu wassalamu ala 1:54 rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa 1:58 mawalah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:02 Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha 2:05 haqqa tuqatih wala tamutunna 2:09 illa wa antum muslimun. Amma ba'd. 2:13 Inna ahsanal hadis kitabullah wa ahsanal 2:16 haji haju Muhammad sallallahu alaihi 2:19 wasallam wasyar umuri mudasatu. 2:23 Para ikhwan dan akhwat pemirsa Rasil TV 2:25 dan pendengar di silaturahim di mana 2:28 saja berada. Alhamdulillah pada 2:31 kesempatan sore hari ini kita bisa 2:32 berjumpa kembali di acara tausiah sore 2:35 yang mana kita ee hari ini akan kita 2:39 bahas atau kita diskusikan ya. tentang e 2:43 membuka aib diri 2:45 dan ini dilarang ya. 2:46 Dilarang. 2:47 Jadi ee kenapa sih ee mengangkat masalah 2:51 ini? Karena memang hari ini sedang 2:54 terjadi banyak sekali 2:55 He 2:55 gitu yang membuka aib diri tanpa 2:57 dirasakan 2:58 tanpa disadari 3:00 bahwa dia sedang membuka aib dirinya. 3:02 Jadi ikhwan dan akhwat akhir ini justru 3:05 hati saya sangat sedih 3:07 ya. Saya sangat sedih. Lisan kita yang 3:10 harusnya untuk zikir, jari kita yang 3:13 harusnya untuk istigfar, tapi malah 3:15 sibuk membuka aib saudara kita sendiri. 3:18 I 3:19 ya. Padahal aib kita sendiri belum tentu 3:21 Allah tutup besok di akhirat. Ya, aib 3:24 kita sendiri belum tentu ditutup, tapi 3:26 kita sudah membuka aib orang lain. 3:29 Maka ee kita pun sudah sering ya dengan 3:33 hadis Rasul sahu alaihi wasallam 3:34 bahwasanya beliau bersabda, "Man satar 3:37 musliman satrallahu fid dunya wal 3:40 akhirah." Barang siapa yang menutup aib 3:43 seorang muslim maka Allah akan 3:45 menutupnya aibnya di akhirat di dunia 3:48 dan di akhirat. Surat hadis riwayat 3:50 Bukhari nomor 2006. 2699. 3:55 Nah, berangkat tadi sinilah maka 3:58 kesedihan saya inilah yang akan 4:00 diungkapkan [tertawa] 4:01 bahwasanya saya sangat sedih dengan 4:03 kondisi hari ini kalau kita perhatikan 4:05 di YouTube, di TikTok ya, di Mesa yang 4:09 lain ee banyak sekali orang-orang yang 4:12 membuka aib dirinya tapi dengan membuka 4:15 aib orang lain. H 4:16 gitu. Maka untuk itu agar ilmu yang kita 4:18 bermanfaat yang kita dapatkan, mari kita 4:20 awali dengan membuka ee majelis ini 4:23 dengan membaca doa thabul ilmi. 4:26 Bismillahirrahmanirrahim. 4:28 Rabbi zidni ilman. Allahumfani bima 4:31 alamtani waimni ma yanfauni warzuqni 4:36 ilman yanfauni. Amin. Allahum amin. 4:40 Ikhwan akwatzakumullah. 4:42 Suatu hari rasul sahu alaih wasallam itu 4:45 naik ke atas mimbar. 4:47 Kemudian beliau menyeri menyeru dengan 4:50 suara yang tinggi. Ya ya masyar man 4:55 aslama bilisanihi. 4:57 Wahai sekalian orang yang mengaku telah 4:59 Islam dengan lisannya. 5:04 Kemudian walam yam ydil imanu ilaqbihi. 5:10 Tapi atau padahal belum masuk iman ke 5:13 dalam hatinya. 5:18 La tuzul muslimin. 5:20 Janganlah kalian menyakiti kaum 5:23 muslimin. [mendengus] 5:26 Wala tuabbiruhum. 5:29 Ya. Dan janganlah kalian 5:32 menjelek-jelekkan mereka. 5:35 Wabiu auratihim. Dan janganlah kalian 5:41 mencari-cari kekurangan mereka, aurat 5:43 mereka, aib mereka. 5:46 Fa innahu man aur akhil muslimi. 5:52 Sebab barang siapa 5:55 yang mencari-cari kekurangan saudaranya 5:57 yang muslim 6:00 tatabahahu 6:02 aahu 6:04 niscaya Allah akan mencari-cari 6:06 kekurangannya. 6:08 Niscaya Allah akan menampakkan 6:09 kekurangannya. 6:12 Wamanahu aatahu 6:17 yfui 6:20 jauhlii 6:22 tuh. Siapa yang Allah mencari 6:24 kekurangannya, siapa yang Allah buka 6:26 kekurangannya, n Allah akan membongkar 6:28 aibnya dan mempermalukannya walaupun dia 6:32 berada di dalam rumahnya. 6:35 Masyaallah. Hadis riwayat Tirmidzi nomor 6:39 2032. 6:40 Ibnu Hiban nomor 5763. 6:44 Dan ada riwayat lain juga dari Ibnu Umar 6:47 radhiallahu anhuma. 6:50 Nah, ngeri sekali kan? 6:52 Iya. [tertawa] 6:53 Ngeri gitu. 6:55 Masyaallah. Para ikhwan dan akhwat, kita 6:58 yang sibuk membongkar aib orang. 7:01 Nanti Allah yang akan membongkar aib 7:04 kita. 7:04 Iya. Kembali 7:05 coba. Astagfirullah ya. Nauzubillah 7:08 minzalik. 7:10 Mari kita bedakan antara nasihat dan 7:13 gibah 7:15 ya. Karena orang kadang-kadang saya kan 7:17 nasihatin tapi di depan orang. 7:19 H. 7:20 Nah, 7:21 dan bahkan kadang-kadang orang yang 7:22 bersangkutan malah tidak ada. Orang yang 7:25 bersengatun baru tahu kalau si fulan 7:27 nasihatin saya tapi di depan orang lain 7:31 dengan disebut namanya, disebut 7:33 identitasnya. 7:34 Tuh, masyaallah. 7:37 Al-Qur'an memberikan tuntunan [berdehem] 7:39 dalam memberikan nasihat itu minimal 7:41 tiga hal yang penting diperhatikan. 7:44 Surat Al-Asr, suratul al Asri ya. 7:47 Iya. 7:48 Yaitu tawaso bilhaq wa tawasabr. 7:53 Ya, 7:55 memberikan tausiah, memberikan nasihat, 7:59 memberikan arahan, memberikan teguran 8:02 itu harus dengan benar. 8:05 Artinya jangan sampai keluar dari 8:06 prosedur. 8:08 Harus dengan ilmu 8:10 ya, bukan dengan nafsu. 8:14 Ada adabnya. 8:16 Ada adabnya. Tawas bisabri dengan sabar, 8:21 tidak dengan emosional. 8:26 Dan di surah Albalad ayat ayat 10, tawas 8:30 bil marhamah dengan kasih sayang, tidak 8:33 dengan kebencian. 8:35 Coba tiga hal ini saja sudah banyak 8:37 dilanggar. 8:38 H 8:39 ya enggak banyak enggak orang yang 8:41 nasihatin hanya karena beda pendapat 8:43 dengannya dia tidak tahu ilmunya 8:45 tiba-tiba langsung dihantam 8:48 gitu. Tiba-tiba langsung dimaki-maki, 8:51 disalah-salahkan 8:53 atau tadi tidak dengan sabar, dengan 8:56 emosional. 8:58 Lebih dahsyat lagi tidak dengan kasih 9:01 sayang, tapi dengan kebencian. 9:04 kebencian hanya karena mungkin 9:06 penontonnya lebih banyak misalkan ya 9:08 [tertawa] 9:09 timbul kebencian, kedengkian. Nah, ini 9:12 yang terjadi ya. Padahal Allah sudah 9:14 memberikan tuntunan dengan tiga hal 9:16 tadi. Tawaso bihaqqi wa taw bisobri wa 9:21 tawu bil marhamah. 9:25 Nah, kemudian kata Alktabi rahimahullah 9:30 dia menyebutkan anasihatu kalimatun 9:35 yuabbaru biha an jumlatin hiya irodatul 9:39 khair 9:41 lil mansuh lah tu 9:45 nasihat itu adalah kalimat ungkapan 9:49 yang bermakna mewujudkan kebaikan kepada 9:52 yang ditujukan nasihat 9:54 Maka arti nasihat itu nashatnya itu 9:57 menjahit 9:59 menjahit yang robek. Coba kalau Kang 10:01 Fahri bajunya robek saya jahitin mau 10:03 enggak? 10:03 Oh mau 10:04 mau mestinya. Tapi yang terjadi apa? 10:07 Terjadi malah bukannya menjahit kadang 10:10 merobek-roek baju itu sendiri. 10:13 Masalah makin lebar makin begitu 10:14 makin lebar. Ini yang terjadi ya. ini 10:18 disebutkan dalam kitab Jamiul Ulum wal 10:20 Hikam juz 1 halaman 219. 10:24 Jadi ini yang 10:26 membuat saya merasakan sedih gitu ya. 10:29 Kok kenapa enggak berhenti-berhenti gitu 10:31 ya? 10:32 Malah makin menjadi-jadi. 10:35 Malah peristiwa yang lalu diangkat lagi, 10:36 diangkat lagi dibongkar lagi. 10:39 Mengungkit-ngungkit keburukan itu kan 10:41 tidak boleh. 10:42 Iya. 10:44 Ya, kalau dia niat memperbaiki, niat 10:47 menasehati tadi menjahit yang robek 10:51 ya tentu dipinjam bajunya [tertawa] 10:54 ya enggak mungkin sambil dipakai dijahit 10:56 itu kan cepat minjam pakinya kan gitu 10:58 dengan baik-baik kan. 10:59 Iya. Nah, orang yang punya baju gimana 11:01 kan dengan senang hati ya nih baju 11:03 silakan 11:06 caranya dengan juga tidak 11:07 terang-terangan di depan orang lagi lagi 11:11 apa lagi misalkan dia lagi tampil nah 11:14 karena kelihatan bajunya sobek sini sini 11:15 sini jit [tertawa] 11:17 kan enggak kayak gitu gitu ya. Nah 11:18 itulah Pak logikanya seperti itu 11:20 analoginya gitu ya. 11:23 Maka tinggal syarat nasihat yang benar 11:24 itu disebut pertama harus dengan 11:27 keikhlasan dan kasih sayang. Ya, nasihat 11:31 wajib didasari oleh ketulusan 11:33 semata-mata karena Allah. 11:36 Tujuannya apa? Murni tadi karena saya 11:39 itu menutup yang robek atau menjahit 11:41 yang robek. Murni menginginkan kebaikan 11:44 bagi orang yang dinasehhati. 11:47 Seperti menyayangi diri kita sendiri. 11:49 Iya. Ya, bukan karena ingin merasa lebih 11:52 pintar, 11:54 pamer ilmu, atau menghakimi. 11:57 Nah, ini jangan sampai terjadi. 12:03 Nah, kemudian yang kedua membawa 12:05 kemaslahatan 12:08 baik urusan dunia maupun akhirat. 12:11 Isi nasihat haruslah bersifat menunjuki 12:14 jalan yang benar, mengajarkan hal yang 12:17 belum diketahui, 12:19 menutupi aib, bukan membongkarnya, 12:22 menutupi aib, serta menjauhkan orang 12:25 tersebut dari bahaya atau kemadaratan 12:28 akibat yang dilakukannya. H 12:31 kan orang kadang-kadang 12:34 tanpa sadar ya melakukan kesalahan. 12:38 Nah, tentu harus disadarkan. orang 12:40 seperti itu. 12:41 Tapi menjalankannya bukan harus 12:43 disebarkan aibnya 12:46 tuh. 12:47 Nah. Nah, kemudian tidak memberikan luka 12:54 ya baik lahir maupun batin. Jadi tetap 12:58 menjaga kehormatan dia. 13:00 Dia seorang tokoh misal kan, dia seorang 13:03 ustaz, dia seorang ulama. Tetap dijaga 13:05 kehormatannya. 13:06 Iya. 13:08 Jangan hanya karena kayak merasa puas 13:11 gitu. 13:12 Sudah menjatuhkan ulama, menjatuhkan 13:14 kiai. Sementara dia sendiri belum 13:17 seberapa misalkan ya, tapi sudah 13:19 berhasil menj kayaknya ada kepuasan 13:22 nafsu. 13:24 Nafsu kan bukan bukan keimanan ya. 13:26 Enggak mungkin lah kalau ada keimanan 13:28 kayak gitu enggak mungkin. Nah, nasihat 13:31 tidak boleh bertujuan untuk mencela, 13:33 membuka air di depan umum ya atau 13:37 menyakiti perasaannya. Oleh karena itu, 13:40 bagian dari kebenaran nasihat adalah 13:43 menyampaikan secara rahasia nih empat 13:47 mata 13:48 dan menggunakan bahasa yang lembut. 13:51 Firaun aja manusia yang paling jahat di 13:53 dunia. Coba Nabi Musa suruh nasihatin 13:57 Firaun dengan kaulan layina. Iya. 13:59 Kata-kata yang bagus 14:00 coba itu para manusia yang paling jahat 14:03 lah. Ini maslih muslim saudaranya dia 14:07 orang seorang ustaz atau seorang ulama, 14:09 seorang tokoh 14:10 dinasehhati dengan bahasa yang kasar 14:14 tuh. Jadi mana akhlaknya? Di mana gitu. 14:19 Ini yang saya kadang aduh ya risihlah. 14:23 Makanya mohon maaf ya para pemirsa Ras 14:26 TV, para pendengar di silaturahim kalau 14:29 saya kadang terbai emosi dengan semacam 14:31 ini [terkesiap] 14:33 ya. Karena sudah enggak tahan itu. Duh, 14:36 gimana ini ya. 14:40 Nah, ikhwan dan akhwat ya, kita tahu 14:43 akhirat-ayat ini kita sedih ya 14:45 melihatnya di YouTube, di TikTok, di WA 14:49 grup. lisan kita. Jadi kita sibuk 14:53 membuka aib saudara seiman tuh. Bahkan 14:57 antara ustaz saling sebut nama. 15:01 Padahal Rasul sahu alaihi wasallam sudah 15:02 wanti-wanti. Jangan 15:04 jangan seperti itu. Sangat berbeda 15:07 nasihat dengan gibah tuh beda [tertawa] 15:11 itu gibah. Itu bukan nasihat. 15:13 Sampai Allah kan berfiryuhi ahadukum 15:16 akhi. Maukah kamu memakan daging 15:19 saudaramu? yang telah menjadi bangkai 15:22 coba. Masyaallah kan seperti itu. 15:27 Nah, janji Allah bagi penutup aib nih. 15:30 Kalau janji kepada orang-orang yang suka 15:33 menutup aib. Man sataro musliman 15:37 satallahu fid dunya wal akhirah. Siapa 15:41 yang menutup aib seorang muslim Allah 15:44 akan menutupnya 15:46 aibnya di dunia dan akhirat. Aib seorang 15:49 muslim banyak. Bukan hanya hal-hal yang 15:51 sifatnya tindakan tadi. 15:53 Bahkan seperti contoh misalkan ya, ada 15:55 tetangga kita orang miskin 15:58 ya karena dia tidak belum belum bisa 16:01 bayar SPP anaknya sampai anaknya tidak 16:03 boleh ikut sekolah ya kan. Kan aib kan? 16:06 Aib. 16:06 Nah itu juga sama. 16:09 Kalau kita mampu tutup segala 16:12 bantu tuh. 16:15 Ini Allah menjanjikan kepada orang yang 16:18 senang untuk aib, maka dia pun akan 16:20 tutup aibnya. Kita pernah melihat si 16:22 fulan berbuat salah, 16:24 ya enggak usah disebarkan, nasihatin 16:27 saja 16:28 langsung. Kalau kita enggak berani 16:30 nasehati ya secara langsung, boleh 16:33 dengan tidak langsung, tapi bukan untuk 16:36 disebarluaskan. 16:38 Ya, 16:40 berbeda dalam sebuah pengadilan. 16:42 Pengadilan itu kan tertutup. terbatas 16:44 ya. 16:45 Dan itu diminta oleh hakim memberikan 16:47 kesaksian. Nah, itu lain lagi. Ini mah 16:50 tidak diberikan kesaksian, tidak diminta 16:52 apa-apa tiba-tiba langsung 16:53 menggembor-gemborkan keburukan orang 16:54 lain. Ya, 16:57 ingat para jadi rahmat Allah kepada 17:00 hambanya itu dengan menutup aib hambanya 17:02 di dunia dan akhirat. 17:05 Jadi Allah berikan rahmat kepada seorang 17:07 hamba yang serai yang senang menutup aib 17:11 orang lain. 17:12 Ya, seperti tadi contoh-contoh kecil 17:14 menutup orang yang bayar SPP kan kita 17:17 tutup dengan itu kan dia terhindar 17:19 dari ocehan temannya, dari bully 17:23 temannya dan gitu. 17:24 Nah, itu berarti menutup. Nah, kalau 17:27 kita mempuh atau kita berusaha menutup 17:29 aib orang lain, maka Allah menjanjikan 17:33 Allah akan nutup aib kita di dunia dan 17:36 akhirat. Seakin di antara kita tak ada 17:38 gading yang tertak. 17:40 Iya enggak? 17:41 Iya, betul. 17:41 Tidak ada tidak ada antara kita yang 17:43 suci tidak ada. Makanya fala tuzaku 17:46 anfusakum. Jangan kamu merasakan suci 17:47 dirimu. Ada kesalahan. Hanya ada yang 17:50 sudah terbongkar, ada yang belum. Nah, 17:52 yang jadi masalah nanti kalau kita 17:54 membuka aib orang, siap-siap besok atau 17:57 lusa dibuka aibmu oleh orang lain. Oleh 18:00 Allah Subhanahu wa taala. Ya Allah 18:01 membuka melalui siapa saja. Mungkin 18:04 melalui anak dan istrinya, mungkin 18:06 melalui saudaranya, mungkin melalui 18:07 sahabatnya atau orang lain yang pernah 18:09 lihat kita lalu diceritakan kepada yang 18:12 lain. Diceritakan pada orang yang kita 18:14 kenal tanpa kita sadari. Nah, ini ya. 18:18 Masyaallah. Jadi Allah akan menolong 18:20 seorang hamba tu selama ia menolong 18:22 saudaranya. Allah akan buka aib orang 18:25 lain. 18:26 Kalau akan membuka seseorang ee aib 18:28 seseorang apabila dia membuka aib 18:30 saudaranya. Tuh. Jadi masyaallah. Jadi 18:34 ada ada timbal balik seperti itu. 18:39 Nah, 18:41 bagaimana kita menutup aib seorang 18:42 muslim? 18:46 Secara prinsip 18:48 keindahan dan keharmonisan tercipta 18:51 karena Allah masih memberikan rahmatnya, 18:54 Allah memberikan kasih sayangnya, yaitu 18:56 berupa menutup aib seseorang. Itu rahmat 18:58 Allah. 19:01 Andaikan Allah tidak menutup aib kita, 19:03 wah masyaallah. Sampai ada seorang ulama 19:07 menyebutkan ee bahwa kalau seseorang itu 19:11 kalau dosa itu punya bau, 19:13 aib itu punya bau misalkan ya, 19:15 niscaya akan ada orang yang mampu dekat 19:17 mau dengan kita. Ya enggak? 19:19 Makin banyak aib kita, makin bau fisik 19:22 kita, orang tidak akan mau dekat dengan 19:23 kita. Nah, itu masyaallah. 19:26 Jadi termasuk misalkan antara suami dan 19:29 istri, seorang suami akan terlihat 19:31 sangat buruk di mata istrinya ketika ia 19:35 dengan transparan melihat keburukan dan 19:38 kesalahan suaminya. 19:42 Seperti melihat ikan dalam akuarium yang 19:44 baru dikuras [tertawa] 19:47 ya. 19:48 Diaanya semua lupa akan semua kebaikan 19:51 suaminya. Ada kan istri-istri begitu ya. 19:55 Karena ada karena ada istilah gini dalam 19:57 sebuah ungkapan ya, mungkin ibu-ibu 20:00 nanti bakal komentar ya. Seorang 20:03 perempuan itu atau seorang wanita itu 20:06 bisa menyimpan cinta selama 40 tahun 20:09 tapi tak bisa menyimpan benci walau 1 20:11 jam. [tertawa] 20:13 [terkesiap] 20:14 Jadi kalau sudah benci dia akan 20:16 terungkap tuh. 20:19 Bahkan apa-apa yang sudah terjadi di 20:20 masal pun akan diungkap lagi. Lagi 20:23 tapi secara fitrah ini dia sebenarnya 20:25 bisa menyimpan benci selama 40 tahun. 20:28 Makanya ada istilah CLBK kan cinta lama 20:30 ee 20:31 bersemi kembali. [tertawa] 20:34 Masyaallah. Nah, itulah. Jadi kan di 20:37 sini perlunya pengendalian diri ya. 20:40 Begitu juga ketika seorang pemimpin, 20:43 seorang ustaz, seorang kiai, ya seorang 20:47 pemimpin tidak akan dihormati dan 20:48 disegani lagi ketika rakyatnya ya atau 20:53 juga ustaz atau kiai ketika pengikutnya 20:55 bisa dengan leluasa melihat terang 20:58 benderang seluruh kesalahan dan 21:01 kekelaman masa lalunya nih. Masyaallah. 21:07 Ini mari kita evaluasi. 21:11 Maka ikhwan dan akhwat, 21:13 maukah aib kita ditutup Allah besok di 21:17 hari di mana semua mata akan melihat 21:20 kita di Padang Mahsyar? 21:22 Miliaran manusia 21:25 menjadi tahu akan siapa diri kita. 21:27 Iya. 21:29 Banyak aib-aib yang sekarang kita 21:31 sembunyikan, kita umpat jangan sampai 21:33 orang laut tapi nanti di Padang Mahsyar 21:36 akan dibongkar. 21:38 Nah, itu akan terjadi apalagi kalau dia 21:41 membuka aib orang lain. Tapi Allah janji 21:44 kalau kita di dunia sering nutupi aib 21:46 orang lain, Allah akan menutup aibnya 21:48 baik di dunia maupun di akhirat. 21:50 Masyaallah. Kita yakinkan innallah la 21:53 yuhful miad. Allah tidak akan pernah 21:55 menyalahi janjinya. Itu yang kita 21:57 inginkan. 21:57 Iya. 21:58 Alangkah malunya di depan miliaran 22:00 manusia kita ditampakkan aib kita. 22:04 Oh, itu koruptor. 22:06 Oh, dia itu suka mencaci maki orang. Oh, 22:10 dia itu suka nyakitin orang lain. Oh, 22:12 dia itu suka mencuri barang orang. Semua 22:14 itu ditampakkan. 22:16 Ya, masyaallah. Jadi, ketika kita ingin 22:20 ditutup aib kita baik di dunia dan 22:23 akhirat, kuncinya satu. Apa? Tutupi aib 22:27 saudaramu hari ini. 22:31 Nah, siap ya. Kang Fari siap 22:34 ya? Kita siap juga ya, Mas Nej. Siap ya, 22:37 Bang Yusuf juga siap ya. Insyaallah saya 22:39 juga siaplah. Kita berusaha nutupi aib 22:41 orang lain. Saya yakin kita banyaklah di 22:44 sekitar kita kan. Nah, kita tutupi duh 22:47 kasihan si anu ya masalah iuran sampah 22:51 aja enggak kebayar misalkan ya 22:53 kita bantu. 22:55 Tapi jangan juga diperemukan di depan 22:57 umum misalkan ya. Udah nih bayar nih ya. 22:59 Saya bayar ya. Makanya loh usaha itu 23:02 mah. Kata Allah kan, 23:06 janganlah kamu memberikan sodqah dengan 23:08 menyakiti dan menyebut-nyebut. Ya itu 23:10 juga harus hati-hati. 23:13 [tertawa] 23:13 Masyaallah. Batal sedekahnya batal kan 23:16 tubtilu kan. Jangan kamu batalkan. 23:19 Nah, sebaliknya bila kita menyebarkan 23:21 aib orang 23:24 sehingga orang yang kita sebarkan aibnya 23:26 menjadi hilang kehormatannya, 23:31 hilang ketokohannya misalkan, 23:35 maka bersiaplah. 23:38 Allah akan membongkar aibmu cepat atau 23:41 lambat. Sebagaimana disebutkan dalam 23:44 hadis riwayat Tirmidzi nomor 2032 tadi 23:47 tuh. 23:49 besok lusa atau sebulan lagi, setahun 23:52 lagi pasti dibongkar. 23:55 Masyaallah 23:57 kalau dia tidak segera bertobat kepada 23:58 Allah. 24:03 Nah, jadi hari ini ya kita seringkiali 24:07 sibuk bongkar aib ustaz fulan 24:11 [tertawa][terkesiap] dibongkar 24:12 habis-habisan di YouTube penontonnya 24:15 banyak kan. 24:16 [berdehem] 24:17 Tunggu besok atau lusa Allah akan 24:19 membongkar aib kita tuh di depan anak 24:23 istri kita atau bahkan di depan orang 24:26 banyak. 24:27 Iya. 24:27 Nauzubillah. 24:30 Kata Imam Malik rahimahullah, 24:34 dia berkata dan 24:37 perkataannya dinukil oleh Ibnu Hajar 24:40 Haitami dalam kitab Azzawazir an 24:43 iktiirofil kabair pada bab larangan 24:47 gibah namimah dan mencari aib orang lain 24:50 dijadi dua. disebutkan begini, "Aku 24:54 mendapati suatu kaum di Madinah 24:57 yang tidak memiliki aib, 25:00 namun mereka suka membicarakan aib orang 25:02 lain." 25:04 Artinya tidak memiliki aib itu orang 25:06 baik gitu loh, ya kan? Orang baik. 25:08 Tapi dia suka membicarakan aib orang 25:10 lain. 25:11 Maka manusia pun akhirnya mencari-cari 25:15 dan menyebutkan aib-aib mereka. 25:17 Iya. 25:19 Tuh, tuh. Hati-hati ya. Karena kita 25:21 merasa, "Oh, saya mah enggak pernah 25:23 berbuat buruk." Nah, hati-hati itu. 25:26 Dan aku mendapati kaum lain yang 25:28 memiliki banyak aib. Banyak aib artinya 25:31 dia banyak kekurangan, banyak cacatnya. 25:34 Namun mereka menahan lisan dari 25:37 membicarakan aib orang lain. 25:40 Maka manusia pun melupakan aib-aib 25:42 mereka. Tuh, masyaallah 25:45 ya. Maka di Al-Qur'an ketakwaan tu 25:49 sangat erat hubungannya. itu dengan 25:51 lisan 25:53 ya kan di surat al-ahzab ayat 7172 kan 25:57 ya ayyuhalladzina amanutaqulah waquulu 26:00 qulan sadida wahai orang beriman 26:03 bertakwalah kalian kepada Allah dan 26:06 berkatalah dengan [berdehem] perkataan 26:07 yang baik 26:08 kalau dia menjaga ketakwaan dan menjaga 26:11 lisannya maka Allah janji yuslih lakum 26:14 a'alakum Allah akan memperbaiki 26:17 amal-amal kalianagfirakumun 26:21 Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. 26:28 Dan siapa yang taat kepada Allah, Allah 26:30 akan diberikan pahala yang besar. 26:33 Jadi modalnya dua, untungnya tiga. 26:37 Modalnya dua, takwa dan jaga lisan. 26:40 Untungnya apa tadi? 26:42 Diperbaiki amalnya, 26:44 diampuni dosa-dosanya, dan diberikan 26:47 pahala yang sangat besar. itu 26:49 masyaallah. 26:52 [berdehem] 26:54 Kemudian 26:56 mengapa pembuka aib itu disebut berhati 26:59 kotor? Tuh, jadi ada orang membuka aib 27:02 itu karena memang hatinya kotor 27:05 ya. Kalau hatinya bersih tidak akan 27:07 berani membukai aib orang lain. 27:10 Nah, kenapa ditumpukannya hati itu 27:12 kotor? Pertama hilangnya rasa empati. 27:16 H 27:17 dia tidak bisa merasa apa yang dirasakan 27:20 orang lain. 27:22 Mereka yang hatinya bersih akan merasa 27:24 sedih atau kasihan melihat kesalahan 27:26 saudaranya. 27:28 Bukan malah menjadikannya bahan konsumsi 27:30 publik atau bahan kunjingan. Kontenkan 27:34 di 27:35 ah ini bagus nih buan konten dibuat jadi 27:38 konten. 27:39 Kenapa? pengin dapat viewer banyak, 27:42 pengin dapat non banyak. Dengan itu kan 27:43 dia dapat fe dari YouTube 27:46 Adsen. 27:47 Nauzubillah minzalik. 27:49 Jual tuh nama orang 27:52 dijual ustaz fulan. 27:54 Kalau orang-orang biasa mah tidak jadi 27:56 perhatian kan. 27:57 Tapi ketika ustaz kan ada istilah 27:58 makanya dosa sosial para ulama kan gitu 28:01 kan. Jadi kalau kalau ulama tuh 28:03 masyaallah 28:05 itu konsumsi yang banyak sekali diminati 28:07 oleh publik itu. 28:08 Iya. 28:10 Nah, itu jadi tanpa rasa empati. 28:14 Yang kedua adalah lupa aib sendiri tuh. 28:18 Karena saking sibuknya lihat orang lain, 28:21 keburukan orang lain, ngorek kesalahan 28:24 orang lain, otomatis akhirnya ia pun 28:27 lupa bahwa dirinya sendiri juga penuh 28:29 dengan dosa dan kekurangan. 28:35 Yang ketiga, mengapa pemuka aib disebut 28:39 berhati kotor? Karena Allah sudah firman 28:41 kan di Al-Qur'an dalam surah Al-Hujurat. 28:44 Ya Allah berfirman dalam surah Alhujurat 28:47 ayat ke-12 kan. Azubillahyaianirjim. Ya 28:49 ayyuhalladzina amanutanibu 28:52 minzon inna ba'on ismu wala tajasasasu 28:57 wag baum ba tuhuhibu ahadukum 29:05 wattaqulah inallaha tawaburahim jelas 29:10 orang beriman jangan kamu 29:13 jangan saling berprasangka jangan 29:15 mencari-cari kesalahan jangan 29:17 menceritakan keburukannya Ya Allah 29:20 sampai bertanya, "Apa kamu rida memakan 29:23 daging bangkai saudaramu? 29:25 Tentu kami menjijinya kan. Fakarum pasti 29:28 kamu benci, enggak akan suka." 29:32 Maka bertakwalah kalian kepada Allah. 29:34 Sesungguhnya Allah maha penerima tobat 29:36 dan maha penyayang. 29:37 Jadi kalau dia takwa maka dia akan 29:39 segera tobat. 29:43 Tapi ingat sesuatu yang sudah keluar 29:45 dari lisan tidak mudah dicabut. 29:48 Iya kan? Iya. 29:49 Kalau sudah jadi milik publik, apa yang 29:50 sudah disampaikan, wah itu dimiliki 29:51 orang banyak 29:53 jejak digital gitu. 29:54 Jejak digital itu berat itu ya. 29:57 Masyaallah. 29:59 Makanya akan lebih baik kalau ketika 30:01 seseorang melakukan kesalahan dia segera 30:03 minta maaf. 30:04 H 30:06 dia lebih baik minta maaf dan merasakan 30:10 ee apa? Merasakan agak malu itu ya di 30:12 dunia daripada dipermalukan di akhirat 30:14 nanti. 30:15 Iya. parah 30:16 tuh atau tadi jadi bahan kunci kan 30:19 tuh maka di sinilah perlunya kita 30:21 hati-hati 30:23 jadi karena melanggar larangan Allah 30:25 gemar mencari-cari kesalahan orang lain 30:27 atau tajasus tadi secara tegas dilarang 30:30 dalam Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 30:32 ke-12 ini menjadi dasar kenapa pembuka 30:36 aib disebut berhati kotor. 30:41 [berdehem] 30:43 Nah, baik para ikhwan dan akhwat yang 30:45 Allah muliakan. Saya kira sementara itu 30:47 dulu. 30:47 Oke 30:48 ya. Kita 30:50 resapi dulu ya. Kita perhatikan dulu dan 30:53 kita coba resapi, kita hayati selama ini 30:58 kita termasuk enggak sih? Apakah kita 31:00 termasuk orang yang suka buka aib orang 31:02 lain gitu? Sementara itu berarti membuka 31:05 aib kita sendiri. Hak langsung 31:08 ya. Seperti halnya Rasulullah 31:10 menyebutkan 31:12 ee orang yang mencaci maki orang tua 31:14 sendiri. 31:15 Sallam, "Ya Rasulullah, bagaimana 31:17 mungkin orang mencaci makit orang tu?" 31:19 Nah, ketika kamu mencaci maki orang tua 31:21 orang lain, 31:23 lalu dia membalasnya mencaci maki orang 31:25 tuamu, itu artinya kamu telah mencaci 31:27 maki orang tua kamu sendiri. 31:29 Tuh, saya 31:30 dampak 31:32 ada feedback kan seperti itu. 31:34 Baik, demikian para ikhwan dan akhwat 31:36 yang Allah muliakan. 31:37 Insyaallah. Mudah-mudahan ada manfaatnya 31:39 dan kita jaza terlebih dahulu. 31:42 Insyaallah kita akan lanjutkan. 31:44 Barakallahu fikum. 31:45 Baik, Iwat. Jangan membuka aib sendiri. 31:48 Itu dia tema kita di ee sore hari ini di 31:51 acara tausiah sore bersama Ustaz Yuds. 31:54 Nanti kita akan ee akan kita lanjutkan 31:55 pembahasannya. Dan yang ingin bergabung 31:57 bertanya atau berkomentar silakan Anda 31:59 bisa kirimkan le WhatsApp kami di 32:01 0811999720. 32:05 Kami sudah kembali. 32:21 Masih bersama kami Ikhwan Akhwat di 32:23 acara tausiah sore bersama Ustaz KS 32:25 membahas tema mengenai jangan membuka 32:28 aib diri gitu ya. Tadi sudah e sama-sama 32:31 kita simak dan kembali Ustaz akan 32:32 menjelaskan poin-poin berikutnya. Taf 32:35 ustaz. 32:36 Baik. Ikhwan akhwat fillah, pemirsa 32:39 Rasil TV dan pendengar di silaturrahim 32:41 di mana saja berada. Ee mari kita 32:44 renungkan kembali ya ayat Allah 32:47 Subhanahu wa taala di surat Al-Hujurat 32:49 ayat ke-12. Bahwasanya Allah Subhanahu 32:52 wa taala ee berfirman, "Ya 32:55 ayyuhalladzina amanu, wahai orang-orang 32:57 yang beriman." 32:59 Allah menyebutkan kalimat ini dalam 33:01 Al-Qur'an 89 kali, ya. 33:05 Dan Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud juga 33:08 memberikan pesan yang sama. Apabila 33:11 kalian dibacakan 33:13 ayat-ayat Allah yang diawali dengan 33:16 kalimat ya ayyuhalladzina amanu, maka 33:18 perhatikanlah. 33:20 Karena di dalamnya ada perintah yang 33:22 harus kalian laksanakan 33:24 dan ada larangan yang harus kalian 33:25 hindari. 33:27 Nah, cuma di sini kalimatnya ijtanibu 33:31 jauhilah tuh jauhilah 33:35 kir minzan kebanyakan dari prasangka. 33:39 H. 33:40 Jadi memang banyak prasangka itu adalah 33:42 buruk. Ada prasangka yang baik ada gitu. 33:45 Tapi sebagian besar itu buruk. 33:48 Makanya inna ba'on ismun. Sesungguhnya 33:51 sebagian pasangka itulah dosa. 33:53 Ya wala tajassasu 33:57 tuh. Janganlah kalian mencari-cari 33:59 kesalahan orang lain. 34:02 Wag baukum ba. Dan janganlah kalian 34:07 menggunjing, menggibah sebagian di 34:10 antara kalian kepada sebagian yang lain. 34:13 Ayuhibbu ahadukum. 34:16 [mendengus] 34:16 Apakah kamu suka 34:18 kepada salah seorang di antara kalian? 34:20 Apakah kamu suka salah seorang di antara 34:23 kalian 34:24 ayak lahma akhi maita memakan daging 34:29 bangkai saudaramu? 34:31 Tidak mau. 34:33 Ya, ditambahkan kalimatnya daging 34:35 bangkai saudaramu. 34:36 Bukan hanya daging saja 34:37 bangkainya. 34:38 Bangkai lagi itu saudara lagi kan gitu 34:40 coba. Masyaallah. 34:44 niscaya kamu akan membencinya, 34:47 niscaya kamu tidak akan suka, akan jiji, 34:50 kan gitu. 34:52 Nah, itulah orang-orang yang kipas 34:53 seperti itu. Kok enggak merasa jiji 34:55 gitu? Kok enggak merasakan ee apa risih 34:59 gitu ya. Orang dengan mudah saja 35:02 menceritakan 35:03 keburukan orang lain tu. 35:06 Maka Allah firkan, "Wattaqulah." 35:08 Bertakwalah kalian kepada Allah. 35:09 Takutlah kamu kepada Allah. Kalau orang 35:12 dengan rasa ketakwaan kata e Ubay bin 35:15 Ka'ab ketika ditanya oleh Umar bin 35:16 Khattab kan, "Wahai Ubay, apa yang 35:18 dikatakan takwa?" Kata Ubay itu bila 35:21 Anda berjalan di atas jalan yang penuh 35:22 duri, apa yang Anda lakukan? 35:24 Hati-hati, 35:25 kata Umar. Hati-hati. Nah, itulah takwa. 35:28 Orang takwa tuh hati-hati, 35:30 enggak sembarangan ngomong, 35:33 enggak sembarangan bertindak. Tuh, ya. 35:36 Dia jaga hati, jaga lisan, jaga pikiran, 35:39 jaga tindakan. [berdehem] 35:42 Apalagi yang menyangkut tentang 35:43 kehormatan orang lain. 35:45 Iya. 35:47 Maka 35:48 innallaha tawwabur rahim. Sesungguhnya 35:51 Allah maha penerima tobat, maha 35:54 penyayang. Artinya bagi mereka yang 35:56 sudah terlancur 35:58 melakukan seperti itu, Allah masih buka 36:00 pintu tobat. 36:01 Bersyukurlah. 36:03 Sebelum Allah mendatangkan 36:06 balasan, sebelum Allah memberikan atau 36:09 membongkar aib kita tuh segeralah 36:12 bertobat kepada Allah. Dan ingat ada 36:16 yang lebih sempurna tobatnya bila 36:19 disertai dengan permohonan maaf. 36:22 Ya, kalau dia ketika membuka air di 36:25 depan umum, dia pun harus minta maaf di 36:27 depan umum juga ya. Klarifikasi 36:29 gitu. Klarifikasi. 36:32 Nah, itu ya. Jadi, masyaallah yang saya 36:36 khawatirkan apa? Timbul kedengkian. 36:40 Heeh. 36:40 Dari orang yang digunjing tadi jadi 36:43 dengki ya. 36:46 Dan atau orang misalkan dia merasa 36:48 terzalimi lalu berdoa kepada Allah 36:50 ya mendoakan keburukan. Ini yang 36:52 dikhawatirkan justru. 36:53 Iya. 36:54 Loh, padahal dia sama saudara coba. 36:56 Sesama muslim kan saudara. 36:58 He 36:58 iya kan? Masyaallah. 37:01 Nah, ini yang dikhawatirkan tuh. Maka 37:04 mari para ikhwan kita evaluasi. Khawatir 37:06 kita jatuh pada perkara yang tidak Allah 37:10 sukai. 37:11 Jatuh kepada perkara yang bisa 37:13 mendatangkan murkanya Allah. 37:16 Ada pesan yang baik, pesan emas nih dari 37:19 Ibnu Qayyim Aljauziyah 37:21 ya dalam kitab Madarijus Solikin ya. 37:24 Madarij Salikin ini kitab khusus tentang 37:26 kajian-kajian 37:28 lebih banyak pada masalah akhlak. 37:31 Nah, disampaikan begini. Jangan sampai 37:33 kita menjelek-jelekkan, 37:37 sombong, dan menganggap diri kita lebih 37:39 baik dari orang lain. Ya, Ibnu Qayyim 37:42 rahimahullah mengatakan, "Setiap maksiat 37:45 yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, 37:48 maka itu akan kembali kepadamu." 37:52 Maksudnya apa? Engkau bisa dipastikan 37:54 melakukan dosa tersebut. Ini yang 37:56 mengerikan gitu. H 37:58 hari ini kita mencaci maki orang lain 38:00 berbuat dosa atau hari ini kita mencaci 38:03 maki menjelek-jelekkan orang lain karena 38:05 atas kekeliruannya, 38:06 atas kesalahannya. 38:08 Suatu saat nanti Allah akan membongkar 38:10 kekeliuran kita 38:12 dan di situ kita dipermalukan. Mungkin 38:14 bisa jadi lebih banyak yang 38:16 dia dia dipermalukannya. Kalau misalkan 38:18 viewernya ketika dia mempermalukan orang 38:21 lain misalkan 1.000 bisa jadi dia 10.000 38:23 gitu [tertawa] 38:24 lipat-lipat ya. 38:25 Nah. Nah, nah ini ini disebutkan dalam 38:27 Mad Shiqhin juz 1 halaman 194. Jadi ini 38:31 para ikhwan dan akhwat mari kita 38:33 evaluasi ya. Ini adalah saya sekaligus 38:36 menasihati diri saya sendiri ya. Juga 38:39 para kru Rasil mudah-mudahan bisa terus 38:41 menjaga jaga hati kita, jaga pikiran 38:44 kita, jaga lisan kita, jaga tindakan 38:47 kita. Jangan sampai kita termasuk 38:49 orang-orang yang membuka aib diri. 38:52 Demikian. 38:54 Baik. Alhamdulillah. Setelah kita 38:55 bersama-sama simak ikhwan akhwat tausiah 38:57 sore yang telah disampaikan oleh Ustaz 38:59 Wahyu DKS membas tema mengenai jangan 39:01 membuka aib diri ya. Membuka aib diri 39:03 aja enggak boleh apalagi membuka aib 39:04 orang lain Ustaz ya. Itu yang 39:06 paling berdosa ya. Dan sudah banyak yang 39:09 sudah bergabung yang berkomentar juga 39:12 yang bertanya. Ini ada sapaan-sapaan 39:14 yang masuk dari Ibu Susiati Wahyuingsi 39:17 sedang menyimak Ustaz. Terima kasih 39:18 tausiahnya. Bapak Baron juga sedang 39:20 menyimak. Ibu Retno. Ada juga Ibu ee 39:23 Anicani Hudaifa. Ibu Iim juga sedang 39:25 menyimak di sore hari ini. Bapak Rama 39:27 Mitra di Tangerang Selatan. Ustaz terima 39:30 kasih tausiahnya. Ibu Siti Salamah juga 39:33 ini ada Bapak Saian Rohili, ada Yang 39:37 Sri, ada juga 39:39 eh Ibu Syaidah sedang menyimak di sore 39:41 hari ini. Bapak Andi di Bekasi, Ibu Rina 39:44 dan masih banyak lagi. Pertanyaan 39:47 pertama Ustaz yang masuk saya bacakan 39:48 dari 39:50 Ibu Iim. Asalamualaikum warahmatullahi 39:52 wabarakatuh, Ustaz. 39:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:55 wabarakatuh, 39:56 Ustaz. Betul apa yang Ustaz sampaikan. 39:59 Adik saya sendiri membuka aib saya dan 40:02 anak-anak saya ke orang lain. Sampai 40:05 adik saya bilang, "Mulai hari ini jangan 40:07 kenal saya lagi. Kalau begini bagaimana, 40:10 Pak Ustaz, caranya?" Sedangkan saya 40:13 tidak pernah membalasnya. Mohon 40:15 pencerahannya, Ustaz. [berdehem] 40:16 Demikian. 40:16 Iya. 40:18 Sebenarnya kalau ee seseorang itu 40:22 mengetahui aib dirinya sendiri, maka ee 40:28 kita sebenarnya bersyukur kalau kita 40:29 yang misalkan ya di diceritakan atau 40:33 digunjing gitu ya. 40:35 Karena hakikatnya dia kan itu kan sedang 40:37 diambil dosa-dosa kita 40:39 gitu. 40:41 Tapi kita juga harus evaluasi 40:43 introseksi apa benar apa tidak. Kalau 40:45 misalkan oh benar kita dengan dengan 40:47 begitu jadi banyak bertobat kepada Allah 40:49 kan 40:51 kita akan lebih senang kepada seseorang 40:54 saudara kita atau teman kita atau rekan 40:57 kita, siapa saja yang mau menunjukkan 41:00 kesalahan kita. Kita harus bersyukur. 41:03 Iya. Ya, 41:06 misalkan gini, Kang Pahri itu melakukan 41:08 kesalahan, orang-orang enggak berani 41:10 menasehati. H 41:11 ya, tiba-tiba Mas Neja 41:15 bisikin, Pak, Kang Fahri ini ini salah 41:18 itu. 41:20 Nah, kalau enggak percaya coba aja antum 41:22 tanya misalkan ya pada si Fulan atau 41:25 silakan buka buka ayat Al-Qur'an ya. itu 41:29 itu artinya 41:31 menasihati 41:31 cara kita menasihati 41:34 tapi kalau misalkan tiba-tiba Kang Padi 41:36 sendiri disembunyikan aib itu ya jangan 41:38 sampai orang tahu eh malah Masnya cerita 41:40 ke orang-orang nah itu yang namanya 41:42 menggunjing atau mengkibah 41:45 gitu jadi kalau misalkan tadi seperti 41:47 itu ya pertama 41:51 kita tegur aja kita harus menegurnya 41:54 kalau misalkan ee kita sampaikan Kan 41:59 antum kalau mau menasihatin nasihat saya 42:02 ya. Jadi kalau saya cuman kasihan saja 42:05 itu kasihan kalau kamu menceritakan 42:08 keburukan saya kepada orang lain nanti 42:10 saya kasihan nanti antum dibuka oleh 42:12 Allah keburukannya gitu [tertawa] 42:15 diingatkan gitu ya. Karena berdasarkan 42:17 hadis tadi nomor Tirmidzi nomor 2032 itu 42:21 kan Allah akan membongkar cepat atau 42:24 lambat Allah akan bongkar keburukan dia 42:26 sendiri. Bahkan yang lebih mengerikan 42:29 dia akan melakukan hal yang sama. Nah, 42:32 itu yang mungkin tuh 42:33 misalkan gini, kita pernah lihat 42:35 seseorang itu ee sedang memeluk atau 42:39 mencium yang bukan mahram gitu ya, 42:42 yang bukan orang lain tidak ada yang 42:43 tahu, hanya dia sendiri yang tahu. 42:46 Nah, lalu kita menceritakannya kepada 42:48 orang lain. 42:49 Uh, si An dan itu satu saat sangat 42:52 mungkin dia akan melakukan hal yang sama 42:56 tuh. Masyaallah. dan diketahui orang 42:58 lain, akhirnya tersebarlah aibnya tuh 43:01 ini ya. Masyaallah. Jadi hal semacam itu 43:05 maka sangat mungkin terjadi. Maka kita 43:08 harus hati-hati ya. Kalau kita tahu oh 43:10 ini aib jangan sampai orang lain tahu 43:12 ditutup 43:14 ya. Tutup 43:16 ya. Jadi berbeda kalau dalam sebuah 43:18 pengadilan. 43:19 Beda kasus itu. 43:20 Nah itu dalam dalam itu itu kan ee di 43:23 depan hakim. Kalau hakim minta coba, 43:26 benarkah si fulan itu telah melakukan 43:28 pencurian, telah melakukan penggelapan 43:31 ee dana misalkan ya, telah melakukan ee 43:35 pengerusakan data miskan. Coba apa yang 43:38 kamu ketahui? Nah, hakim yang nanya. 43:42 Nah, dalam hal itu kita boleh mengakkan 43:44 menciptakan ya 43:46 karena untuk ee apa? Untuk keselamatan 43:49 bersama. 43:50 H. 43:51 Jadi, dalam sebuah pengadilan 43:52 dibolehkan. Tapi kalau bukan sebuah 43:54 pengadilan tidak dibolehkan. 43:57 Nah, itu jadi Islam Islam menempatkan 43:59 dalam itu secara proporsional. Jadi 44:02 ketika kita melihat kesalahan orang 44:03 lain, yang paling bagus tadi kalau 44:06 sifatnya individu datangin silaturahim. 44:11 Ya, masyaallah. 44:13 Kan saya singgung kemarin ya cerita 44:15 tentang ee orang-orang yang berbuat 44:18 salah seperti itu. Maka ee 44:22 akan lebih baik kalau kita datang ke 44:24 rumahnya silaturahim. 44:25 Iya. 44:27 Dan masyaallah ya maksudnya saya 44:29 mengalami sendiri 44:30 orang yang tadinya sangat benci menjadi 44:34 sangat cinta. 44:34 He he. Sebaliknya 44:36 kenapa? Karena sikap kita. 44:39 Sikap kita yang tetap kita berdasarkan 44:42 ayat kan idfa billati hiya ahsan faidadi 44:45 bainaka wainahu adawatun kaahu waliyun 44:49 hamidim. Ya. Jadi tolaklah keburukan itu 44:54 dengan saya yang baik 44:56 sehingga seolah-olah yang tadinya antara 44:58 kamu dengannya ada permusuhan itu 45:00 menjadi sahabat setia. Coba. 45:03 Maka Rasul tuh melakukan sebuah 45:06 perubahan yang luar biasa. Dari lawan 45:08 menjadi kawan, dari musuh jadi sahabat. 45:12 Gitu kan. Ini kan tidak mudah. Kalau 45:14 bukan dengan sikap Rasul yang ee begitu 45:18 indahnya tidak akan mungkin terjadi. 45:20 Maka kalau kita dibenci orang, kita 45:23 yakin saja kepada Allah dan mohon 45:25 pertolongan Allah. Kalau kita dibenci 45:27 orang, yakinlah di satu ujung ada benci, 45:29 maka di ujung lain ada cinta. 45:31 Oh. Jadi, masyaallah dan memang tidak 45:33 mudah ya ini harus perlu adanya latihan, 45:37 perlu adanya pengendalian, perlu juga 45:39 ada masukan, tausiah dari yang lain, 45:41 penguatan istilahnya gitu kan. Nah, 45:43 karena orang kan lemah kan. 45:45 Nah, kadang saja kita malah jadi down, 45:47 frustasi dan sebagainya. 45:50 Nah, demikian ya. 45:51 Baik, selanjutnya kita beralih ke 45:53 pertanyaan dari Bapak Saian Rohili. 45:55 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 45:57 wabarakatuh. 45:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:59 wabarakatuh. Ustaz, bagaimana kalau ada 46:01 seorang teman yang suka membuka aib 46:04 keluarganya atau bergibah dan apa yang 46:07 kita apakah kita mendapatkan dosa juga 46:08 kalau kita menanggapinya gitu ya. 46:11 I 46:11 demikian, Ustaz 46:12 ya. Ee di antaranya yang harus kita 46:15 lakukan ketika orang lain itu memberikan 46:19 informasi buruk tentang si fulan, 46:22 kita mestinya mengimbangi 46:25 mengimbangi 46:26 mengimbangi untuk supaya jangan sampai 46:28 berlarut-larut. H 46:31 ya. Kalau memang dia niatnya untuk 46:33 memperbaiki, lakukan tindakan itu 46:36 untuk memperbaiki, bukan untuk 46:38 menggibah, menggunjing. 46:41 Kan tadi beda nasihat dengan gibah beda 46:43 gitu. 46:45 Nah, contoh misalkan begini ee si fulan 46:48 menceritakan 46:50 saya cerita tentang kemarin tentang 46:51 perang Tabuk itu 46:53 ya yang mana Rasulull sahu alaih 46:54 wasallam ketika aina Ka'ab aina Ka'ab di 46:56 mana Ka'ab di mana Kaab tiba-tiba ada 47:00 suaranya itu ya Rasulullah tidakkah 47:01 engkau tahu Ka'ab lagi sibuk dengan 47:03 dunianya 47:05 itu kan buruk kan 47:07 nah kan guncing itu kan nah tiba-tiba 47:09 seorang sahabat langsung wallahi ya 47:12 Rasulullah maitu kaab illa bikhair 47:14 Demi Allah ya Rasul, saya tidak pernah 47:16 melihat Ka'ab kecuali dalam kebaikan. 47:19 Nah, maka Rasul tidak melanjutkan 47:22 itu. Rasul hanya spontan aja nanya 47:26 karena biasanya Kaab itu selalu hadir 47:27 dalam peperangan. Kenapa? Ke mana Ka'ab 47:29 gitu ya. Nanya biasa tiba-tiba orang 47:31 karena mungkin tadi rasa tidak suka tadi 47:34 langsung muncul. Ya Rasul tidakkah kau 47:36 tahu K lagi sibuk dengan dunianya tuh 47:39 ya. Tuh. Jadi, masyaallah ini ada 47:42 indikasi bahwa itu untuk menjatuhkan. 47:45 Heeh. Karena enggak suka gitu ya. 47:47 Maka sahabat yang lain mengimbanginya. 47:50 Demi Allah ya Rasulullah, saya tidak 47:52 pernah melihat Ka'ab kecuali dalam 47:53 kebaikan. Tuh, masyaallah. Maka kita pun 47:56 begitu ketika orang, "Ah, masa iya saya 47:59 tahu dia kok orang baik ni gini." Nah, 48:01 itu juga untuk mengimbanginya. Nah, jadi 48:05 kalau misalkan ee dia kalau itu antum 48:08 nasihatin dia. H. 48:10 Jadi antum jangan tidak perlu 48:12 diceritakan kepada saya enggak apa-apa. 48:13 Saya enggak tahu enggak apa-apa. Yang 48:14 penting antum sudah tahu keburukan dia. 48:16 Maka sebaiknya datang saja ke sananya. 48:19 Silakan nasihatin. 48:20 Nah, kalau oh saya enggak berani. 48:23 Nah, kalau enggak berani kenapa antum 48:25 menceritakannya kepada orang lain? 48:27 Kalau enggak berani ya mungkin antum 48:29 bisa dengan tulisan atau dengan apa 48:32 silakan. Yang penting sampai nasihatnya. 48:35 Atau kalaupun itu minta tolong kepada 48:38 orang lain yang kira-kira kapasitasnya 48:40 memang layak untuk memberikan nasihat 48:42 orang itu. 48:43 Misalkan, "Oh, ini gurunya gitu ya. Oh, 48:46 ini adalah fulannya dan sebagainya." 48:48 Yang orang-orang yang dekat yang 48:50 sekiranya kalau si fulan menasihati itu 48:52 dia tidak akan tersinggung, tidak akan 48:54 dipermalukan. 48:56 Nah, ini saya pernah cerita gini. 48:59 Ada seorang datang ke rumah saya, 49:01 mahasiswa saya. [tertawa] 49:04 Saya cerita, 49:05 "Ustaz, itu si fulan katanya si fulan 49:09 pernah menceritakan gini gini gini gini. 49:12 Pokoknya memberikan kesan buruk 49:14 gitu ya, tentang saya, tentang yang 49:16 lain-lain gitu ya. 49:18 Oh gitu. Oh ya sudah insyaallah nanti 49:21 saya mau silaturahim gitu. Tapi Ustaz 49:24 maaf ya jangan jangan bilangin dari saya 49:27 katanya. Oh, aman. Saya bilang aman. 49:30 Jadi aman [berdehem] itu enggak apa-apa 49:32 tentang tenang aja. Saya tidak akan 49:33 pernah cerita kamu. Sudah sudah saya 49:35 silaturahim ke rumahnya. 49:37 Dan ternyata baik ketika kita 49:39 silaturahim ya ke rumahnya ngobrol. Nah, 49:43 terus akhirnya saya memberikan masukan 49:46 itu ee ketika kita berbag sharing lah. 49:48 Sharing gimana menurut Ustaz 49:51 sudah selesai malah malah sampai 49:53 sekarang jadi jadi dekat sekali 49:55 dengannya gitu. Nah, itu kalau kita 49:57 sikapinya dengan baik. 49:59 Coba kalau misalkan saya seperti yang 50:01 youtuber tadi 50:02 ya, oh iya kesempatan nih buat konten 50:05 nih [tertawa] 50:06 gitu untuk menceritakan, menjatuhkan 50:08 orang lain. Nah, diceritakanlah di depan 50:11 umum 50:12 tuh akhirnya viewernya naik. Wih, senang 50:14 dia. Kenapa? Karena ujung-ujungnya 50:18 apa? Nah, itu yang dikhawatirkan. Yang 50:20 khawatirkan itu jadi UUD ya, 50:22 ujung-ujungnya duit. Karena kalau 50:24 youtubernya viewnya banyak kan nanti 50:26 dapat fe dari YouTube. Nah, ini jangan 50:29 sampailah terjadi seperti itu. Oh, saya 50:31 enggak enggak niat itu ya. Kalau bukan 50:34 niat itu, niat apa coba? Ah, saya ingin 50:37 meluruskan. Ah, baguslah kalau tapi 50:39 caranya yang salah. 50:41 Niat yang baik dengan cara yang salah 50:43 maka bisa berdampak buruk. 50:47 Nah, ya. Masyaallah. Contoh misalkan 50:50 gini, 50:52 ada satu kasus nih 50:54 di di mobil. 50:55 He 50:56 di mobil 50:58 duduk berdampingan. 51:00 Nah, dia suami istri 51:04 yang satu ini ee orang lain gitu. 51:08 Nah, ada sesuatu yang mungkin tidak 51:12 layaklah gitu ya. Tidak layak ada pada 51:14 istri tersebut. 51:15 Iya. 51:16 Apakah ada kotoran atau apa gitu. Tapi 51:18 dia tidak mengingatkan. Cuma kalau 51:20 bilang sama suaminya, "Tu ada tahi tikus 51:23 misalkan di bajunya gitu ya kan selesai 51:26 kan. Ini enggak dilihatin terus si 51:28 perempuannya itu kan jadi curiga." 51:30 [tertawa] 51:31 Iya. 51:32 Nah, itu ini contohctoh niat yang baik 51:35 dengan cara yang salah 51:37 akhirnya berdampak buruk gitu. 51:40 Nah, itulah yang terjadi di lapangan. 51:42 Jadi harus hati-hati 51:45 yang baik yang baik ya. 51:47 Iya. 51:48 Jadi kalau niat baik, caranya pun yang 51:50 baik, 51:51 insyaallah hasilnya akan maslahat. 51:54 Demikian. 51:54 Masyaallah. 51:56 Baik, Ustaz. Kita beralih lagi ke 51:57 pertanyaan selanjutnya yang dikirimkan 51:59 oleh Bapak Baron Betawi. Asalamualaikum 52:01 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 52:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:03 wabarakatuh. 52:04 Pak Ustaz, seperti apa yang dimaksud 52:06 dengan menutup menutupi aib itu, Pak 52:08 Ustaz? Contohnya kalau orang maling 52:10 ayam, 52:11 H 52:11 pacaran seperti muda-mudi ee berdoa 52:14 gitu. Apakah kita tutupin atau diam 52:16 saja? Apakah yang dimaksud dengan nutupi 52:18 itu seperti apa, Pak Us? Mohon 52:19 pencerahannya. 52:20 Iya. 52:22 Dalam sebuah hadis yang ee Rasul alaihi 52:25 wasallam pernah memerintahkan, 52:27 "Tolonglah orang yang zalim dan orang 52:30 yang dizalimi." 52:32 Kan gitu. 52:33 He zalimzalim. 52:34 Tolong orang yang zalim dan orang 52:36 dizalimi. Sahabat bertanya, "Ya 52:38 Rasulullah, kalau menolong orang yang 52:39 dizalimi saya paham sudah selayaknya 52:42 ditolong orang dizalimi, kan gitu." Nah, 52:44 gimana menolong orang yang zalim? 52:47 Kata Nabi, "Kamu mencegah kezalimannya, 52:50 itulah cara menolongnya." 52:52 Mencegahnya 52:53 mencegahnya. Jadi ketika kita tahu, 52:56 "Wah, ini adalah kesalahan, dicegah agar 52:59 tidak terjadi kesalahan itu." 53:02 [berdehem] 53:02 Kalau sudah terlanjur, maka diingatkan 53:06 agar jangan sampai melakukannya lagi. 53:08 Dia ajak bertobat kepada Allah dan 53:10 jangan lagi melakukannya. 53:13 Nah, jadi kalau misalkan wah saya tidak 53:16 punya wewenang. Cari orang yang punya 53:18 wewenang 53:19 tapi sampaikan dengan baik-baik. Dijaga 53:21 rahasia kita. Jangan sampai 53:23 diadukan lagi timbul nabiimah adu domba 53:26 malah wah bahaya lagi. Betul betul. 53:29 Jadi orang yang mendengar informasi 53:30 buruk ya untuk memperbaiki orang lain 53:34 juga harus hati-hati. 53:36 Jangan informasi itu diserap telan 53:38 ditelan mentah-mentah tanpa 53:40 diklarifikasi 53:41 tanpa dievaluasi tanpa diselidiki. Lalu 53:44 dia ceritakan lagi kepada yang lain. 53:47 Kata Nabi, "Cukuplah dosa seseorang 53:49 menceritakan sesuatu yang semua yang dia 53:52 dengar diceritakan. [mendengus] Padahal 53:54 tidak semua yang dia dengar itu benar, 53:55 kan?" 53:56 Iya. Nah, itu harus hati-hati. 53:59 Maka dalam ini kita tutup aib mereka itu 54:03 dengan tidak membongkar dan tetap tidak 54:08 ee jangan sampai dia melakukan lagi 54:10 seperti itu. Itu cara-cara kita 54:12 menutupnya. Bisa dengan nasihat langsung 54:15 ya. Atau tadi misalkan kalau tindakan 54:17 menolong orang lain ya, anak kita ee ada 54:21 seorang keluarga mau lebaran kok enggak 54:23 punya beras gitu ya. Nah, kalau ketahuan 54:26 kan orang dia jadi malu 54:28 ya enggak sampai tak mampu berzakat. 54:30 Nah, kita tutup aibnya dengan kita 54:32 membayarkan zakatnya 54:34 gitu ya. 54:36 Dan jangan sampai juga kita eh para 54:39 ikhwan ini ya saya bayarin si fulan 54:41 yaumkan diumkan. 54:44 Ini juga saya mempermalukan 54:46 akan lebih baik kita bayarkan kepadanya 54:50 ya atau kita titipkan kepada yang 54:52 bersangkutan untuk bayar sendiri. 54:55 tuh. Jadi ini cara-cara yang tetap harus 54:58 dijaga kehormatannya itu. Jangan sampai 55:00 mempermalukan orang lain. Padahal niat 55:02 kita baik tapi dengan cara yang tidak 55:04 baik. Demikian. 55:06 Baik. Sapa juga dari 55:10 Ibu atau Bapak Sakirin di Kirya Alam 55:12 Sentosa Pasir Angin sedang menyimak. 55:14 Terus juga di Bapak Bambang ada juga 55:16 Bapak Komarudin di Karawang sedang 55:18 menyimak Ustaz. Selanjutnya kita beralih 55:21 ke pertanyaan yang dikirimkan oleh tidak 55:23 menyertakan nama ini dari hamba Allah. 55:25 Asalamualaikum warahmatullahi 55:26 wabarakatuh, Ustaz. 55:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:29 wabarakatuh. 55:30 Pak Ustaz, kalau seseorang pernah 55:32 melakukan dosa besar lalu sudah bertobat 55:34 nasuha begitu, tetapi ketika menikah 55:38 calon pasangannya bertanya tentang masa 55:40 lalunya, apakah menutup aib tetap 55:42 berlaku atau justru wajib jujur karena 55:44 menyangkut hak pasangan? Demikian, 55:47 Ustaz. 55:47 Iya. Jadi ee 55:51 kalau misalkan orang yang baik 55:54 tentu tidak akan melihat masa lalu 55:57 ya. Dia lihat aja masa sekarang seperti 55:59 apa, zohiriahnya seperti apa. Kalau yang 56:02 bersangkutan misalkan beda lagi kalau 56:04 dengan penegakan hukum. Ada kasus 56:06 begini. 56:09 Ee dia sebenarnya sudah pernah berzina 56:12 sebelum menikah. 56:14 Ya, ketika dia tahu [mendengus] 56:17 bahwasanya orang yang berzina itu harus 56:19 melaksanakan syariat Islam, 56:22 yaitu kalau seorang yang sudah menikah 56:26 berzina, maka dirajam. 56:29 Kalau orang yang sebelum belum menikah 56:31 dia berzina, maka dijilid jilid 56:34 ya di itu dipukul 100 hari 100 kali 56:37 lalu diusir atau diasingkan 56:40 dari keluarganya 1 tahun. 56:42 Nah, prosedurnya begitu. Nah, dia ingin 56:46 membersihkan dirinya kepada Allah. 56:48 Ya, walaupun orang lain tidak ada yang 56:50 tahu. 56:51 Iya. 56:52 Ya, orangnya tidak ada yang tahu. Nah, 56:54 maka begitu dia tahu bahwa harus 56:57 dilakukan seperti itu, dia segera datang 56:59 kepada orang yang bisa melaksanakan 57:01 hukum itu. 57:02 Dalam hal ini kalau dalam Islam tuh ada 57:03 khalifah, ada imam gitu ya. Nah, ada 57:06 ulil amri ya. Kalau dalam tataran 57:10 kepemimpinan Islam dia sampaikan, 57:13 "Nah, kemudian nanti ditanya, "Apakah 57:15 istrimu tahu?" Istriku tidak tahu. 57:19 Baik. Kalau ini memang niatnya seperti 57:21 itu, maka tentu istrinya akan 57:24 bertanya-tanya 57:25 kalau memang dilakukan. 57:26 Iya. 57:27 Nah, maka sebaiknya kamu sampaikan 57:29 kepada istrimu dengan cara baik-baik. 57:32 Apakah istrinya mau menerima syariat 57:34 ini? Karena ini adalah menyangkut 57:35 tentang hubungan kamu dengan Allah 57:36 Subhanahu wa taala. 57:38 dan buat pernyataan bahwa kamu siap 57:41 melaksanakan syariat Islam gitu. Nah, 57:44 itu contoh yang konkret di lapangan bisa 57:47 terjadi seperti itu 57:49 kalau memang misalkan dia menyadari ya 57:52 masa lalunya yang tapi kalau misalkan 57:54 dosa-dosa yang tidak sampai menjatuhkan 57:58 tindakan hukum syariat apakah tadi harus 58:01 dirajam atau dijilid 58:03 ya maka tidak perlu disampaikan. 58:06 Hm. Jadi itu pun tadi kalau memang mau 58:08 dilaksanakan kalau ah saya tidak akan 58:10 mau saya tidak mau melaksanakan syariat 58:11 Islam ya sudah urusan kamu dengan Allah 58:14 tetap dirahasiakan aja 58:15 tetap dirahasiakan yang penting kamu 58:18 harus bertobat dengan sungguh-sungguh 58:20 ya dengan banyak memberikan apa banyak 58:23 beramal baik ya jangan lagi melakukan 58:25 kesalahan jangan lagi melakukan dosa 58:27 tersebut 58:28 kan dilakukan walam yusur ala ma faalu 58:30 wahum yamun 58:31 dia tidak melanjutkan hal itu setelah 58:33 dia mengetahuinya 58:35 nah orang yang terima tobatnya itu 58:37 apabila dia saat itu melakukan perbuatan 58:41 salah perbuatan dosa tadi ketika bijah 58:43 halatin karena kebodohannya 58:45 setelah datang ilmu maka dia bertobat 58:47 dengan segera dan dia tidak akan pernah 58:49 mengulanginya 58:51 itu surat at-Taubah di ayat eh surat 58:54 apa? Surat Annisa ayat 1718. 58:57 Nah, kemudian juga ada di surat ee surah 59:02 An-Nisa eh surat Al Imran. Talim ayat 59:05 133 sampai 135. 59:08 Jadi itu [berdehem] 59:09 ee kita evaluasi hendaknya untuk 59:12 masalah-masalah aib ini kita jaga betul 59:15 ya walaupun kepada pasangan kita tidak 59:18 perlu diceritakan. Kalau apalagi itu 59:19 akan bisa mengurangi 59:21 ee kepercayaan, akan mengurangi 59:24 keharmonisan, kan gitu. 59:25 He 59:26 ya. Tapi kita tetap harus nangis kepada 59:28 Allah 59:29 gitu. Bertobat diam-diam itu ya. Nah, 59:31 jadi bil perlu gini. Ah, ya Allah. Saya 59:34 bilang, "Sebenarnya kalau secara zahir 59:38 saya tuh enggak pantas mendapatkan istri 59:39 saya yang salihah seperti itu." He. 59:42 Apalagi melihat dosa-dosa saya di masa 59:43 lalu. 59:44 Heeh. 59:46 Tapi tidak perlu diceritakan kepada 59:47 istri. 59:48 Iya. 59:48 Oh, gitu. Misalkan sayang adik misalkan 59:52 kalau tahu wah dosa saya banyak sekali 59:54 nih nih ni nih nih. Enggak usah 59:56 dipamerkan begitu ya. Apalagi tadi kan 59:59 kalau Allah sudah nutup jangan kamu buka 1:00:01 lagi. 1:00:03 Tuh Allah tuh akan menutup dosa kita. 1:00:05 Iya. 1:00:06 Yang harus kita lakukan sekarang 1:00:07 seringlah kita menutup aib orang lain. 1:00:10 Baik aib itu berupa dosa, 1:00:12 aib itu berupa kesulitan, aib itu berupa 1:00:15 kemiskinan dan sebagainya itu adalah 1:00:17 aib. Maka kita harus berusaha 1:00:19 menutupinya. Dan Allah janji wallahu 1:00:22 fiil abdi maal abdu akhi. Ya Allah akan 1:00:26 nolong seorang hamba selama tersebut 1:00:29 menolong saudaranya. Musliman satallahu 1:00:32 duniaun akhirah. Siapa yang menutup aib 1:00:34 seorang muslim maka Allah akan menutup 1:00:36 aibnya di dunia dan akhirat. 1:00:38 Masyaallah. Luar biasa. 1:00:41 Baik ustaz. Kita beralih lagi ke 1:00:44 WhatsApp yang selanjutnya dari Bapak 1:00:47 Deni ya di Jakarta Timur. Asalamualaikum 1:00:49 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:00:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:52 wabarakatuh. Ustaz, Ustaz, kadang 1:00:54 seseorang sudah bertobat dari 1:00:56 dosa-dosanya 1:00:58 ee apa nih? Tetapi justru dia sendiri 1:01:01 yang menceritakannya kepada orang lain, 1:01:03 bahkan di media sosial dengan rasa 1:01:05 bangga. Apakah ini berarti kita sedang 1:01:07 membuka sesuatu yang sebenarnya sudah 1:01:10 Allah tutup dan apa dampaknya terhadap 1:01:12 kehormatan kita di dunia maupun di 1:01:15 akhirat dengan pengungkapan tersebut, 1:01:17 Pak Ustaz? 1:01:18 Ya, 1:01:18 demikian. Inilah yang mungkin harus kita 1:01:20 luruskan ya. Terlebih masalah dosa itu 1:01:23 yang berupa maksiat. He. 1:01:25 Tapi kalau misalkan untuk membuat sebuah 1:01:27 pelajaran, sebuah apa ee 1:01:33 pengalaman 1:01:34 istilahnya menjadi pengalaman berharga 1:01:36 dan bisa menjadikan orang mendapatkan 1:01:38 pelajaan. Ya, contoh misalnya gini ee 1:01:41 tentang Umar bin Khattab ya. Umar kadang 1:01:44 menceritakan dan kadang Umar tersenyum 1:01:47 sendiri gitu ya, kadang nangis gitu ya. 1:01:50 A ingat masa lalunya 1:01:52 ya kan ketika masa lalunya beliau 1:01:53 seringkiali ee menyembah patung ya 1:01:56 tatung di roti. Nah kalau habis nyembah 1:01:59 dipotong dimakan itu patung tuh kena 1:02:02 roti. Nah jadi hal semacam semacam itu 1:02:05 artinya ketika Umar pernah apa 1:02:08 menguburkan anaknya ya kan. Nah itu 1:02:10 semua masa-masa lalu ya. 1:02:14 Dan orang-orang juga tahu terapisi Umar. 1:02:16 Kalau misalkan ingin tahu seperti apa 1:02:18 sih ceritanya Umar gini-gini enggak 1:02:21 apa-apa kalau seperti itu yang artinya 1:02:23 yang sifatnya bisa diambil pelajaran 1:02:25 oleh orang lain. Tapi bukan dalam bentuk 1:02:27 yang sifatnya aib. Betul-betul aib 1:02:29 pribadi. Misalkan saya seorang pezina 1:02:31 misalkan ya kita seorang pezina 1:02:33 diceritakan wah satu sudah zina. Wah 1:02:36 berbagai macam perempuan sudah saya 1:02:37 coba. Wah itu mah bangga dengan 1:02:39 dosa-dosa itu enggak boleh. Itu seperti 1:02:41 itu ya. 1:02:43 Masyaallah ya. Ya, mohon maaf nih saya 1:02:46 cerita juga nih 1:02:48 tentang ee dosa syirik misalkan ya. 1:02:51 Syirik 1:02:52 itu kan tidak tidak akan menimbulkan 1:02:55 dampak. Apalagi dulu saya lakukan, saya 1:02:57 pernah lakukan itu 1:02:58 tapi dulu sebelum saya balig. 1:03:01 Jadi sebelum saya balik saya masih 1:03:03 artinya masih SD loh. 1:03:05 He. 1:03:05 Saya SD pernah dibawa oleh teman saya 1:03:09 yang teman saya ini dibawa sama 1:03:10 kakeknya. He. 1:03:11 Nah, dibawa 1:03:13 ke tempat apa? 1:03:13 Nah, ke tempat keramat. [tertawa] 1:03:16 Pesugihan. 1:03:17 Ke tempat keramat. Jadi datang sebuah 1:03:19 kuburan ya. Ini kuburan. Nah, si 1:03:22 kakeknya teman saya itu dia kemudian 1:03:25 berdoa dulu. Doa sudah gitu diceritakan 1:03:29 kayak eh apa mbah katanya mbah yang per 1:03:31 yang itu tuh yang yang di dalam kuburan. 1:03:35 Nah, saya bawa cucu-cucu saya ke 1:03:38 [tertawa] 1:03:38 kan saya sama temanya. 1:03:41 Ngapain di pikir itu ngapain sama siapa 1:03:44 itu ngobrolnya? Nah itu saya waktu itu 1:03:48 kan belum tahu gitu ya 1:03:50 karena belum tahu. Jadi ilmu sejak itu 1:03:52 teh oh itu teh yang berbuat tuh syirik 1:03:54 gitu. Nah setelah saya tahu itu teh 1:03:56 syirik enggak pernah saya lakukan lagi. 1:03:59 Nah jadi ee saat itu saya tidak tahu. 1:04:01 Jadi sekian tahun kemudian baru tahu kok 1:04:03 itu perbuatan syirik. 1:04:04 He. 1:04:05 Nah hal seperti itu boleh dilakukan, 1:04:06 diceritakan boleh. 1:04:08 He 1:04:08 tidak ada masalah. toh apalagi ketika ee 1:04:12 hal itu tidak menjadikan dampak kepada 1:04:14 pribadinya. 1:04:15 Tapi kalau misalkan dia dia seorang 1:04:17 pezina 1:04:18 walaupun dia itu belum tahu ketika dia 1:04:20 berzina 1:04:21 tapi setelah tahu tidak perlu 1:04:22 diceritakan. Kenapa? Karena orang akan 1:04:25 hilang kepercayaan apalagi pasangan. Ya 1:04:27 enggak? 1:04:28 He heeh. 1:04:28 Nah. Oh berarti kamu tuh bekas atuh ya. 1:04:31 [tertawa] 1:04:32 Kamu tu bekas berarti ini ee apa 1:04:34 istilnya? Rongsokan. Nah, kalau gitu 1:04:37 jadi rusakya tuh. 1:04:39 Nah, jadi ada hal yang memang harus 1:04:40 memilah dan memilih. 1:04:42 Nah, maka ketahuilah segala apa yang 1:04:45 sudah kita katakan, tapi tidak perlu 1:04:46 kita ketan segala apa yang kita ketahui. 1:04:49 Jadi, pandailah memilah dan memilih. 1:04:52 Demikian. 1:04:53 Jadi, Allah sudah berkik hati me apa ee 1:04:55 menghalangi ayat kita ya. Jadi, kita 1:04:57 [berdehem] jangan sampai menceritakannya 1:04:58 lagi, gitu ya. Kalau seperti itu. 1:04:59 Masyaallah. Selanjutnya kita beralih 1:05:02 dari pertanyaan ee tadi ke Bapak Rahmat 1:05:06 di Tangerang. Ustaz, asalamualaikum 1:05:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:11 wabarakatuh. 1:05:11 Ustaz, bagaimana jika aib masa lalu kita 1:05:14 tiba-tiba terbongkar oleh orang lain? 1:05:16 Apakah kita harus menjelaskan semuanya 1:05:18 untuk membela diri atau lebih baik diam 1:05:21 saja, Pak Ustaz? Untuk menutupinya 1:05:22 kembali? 1:05:23 I kalau memang masih dalam batas-batas 1:05:25 yang wajar, 1:05:27 sudah sebaiknya kita diam serahkan aja 1:05:29 pada Allah. 1:05:30 Ya, alhamdulillah Allah masih berikan 1:05:33 kesempatan para saya untuk bertobat. 1:05:34 Sudah selesai gitu penjelasan ya 1:05:37 tidak perlu dipenjas. Oh, itu masalahnya 1:05:39 gini gini jadi makin jelas itu ya. Nah, 1:05:41 enggak usah usah sudah saja. Misalkan 1:05:45 contoh misalkan ya kita lagi ee waktu 1:05:49 itu padahal kita sudah balig ya kan. 1:05:53 Kalau ukuran dosa itu dari taklif ya 1:05:56 dari kita balik. Kalau seorang muslimat 1:05:58 dari sejak dia haid, kalau muslimin dari 1:06:01 sejak dia mimpi, mimpi basah. Nah, kalau 1:06:04 sejak balik itu kita berbuat dosa gitu 1:06:07 ya, itu kan jadi dosa kita sendiri. H. 1:06:10 Tapi kalau sebelum balik kan belum 1:06:12 dikenai 1:06:13 dosa gitu ya, belum dikenai dosa, belum 1:06:15 taklid tadi. 1:06:17 Maka kalau misalkan kita ee ternyata 1:06:19 dibongkar oleh orang lain, wah gini-gini 1:06:21 ya kita sampaikan a ya 1:06:25 semoga saja Allah mengampuni. 1:06:26 Alhamdulillah Allah masih berikan 1:06:27 kesempatan pada saya untuk bertobat dan 1:06:29 semoga saya bisa memperbaikinya. 1:06:32 Doakan saja ba bantu antum, bantu saya 1:06:35 untuk menjadi lebih baik. Sudah. 1:06:38 Adapun dia nanti menceritakan itu dosa 1:06:41 dia di hadapan Allah. 1:06:42 Dan ingat ketika kita menceritakan dosa 1:06:45 orang lain tanpa sadar kita sedang 1:06:48 sebenarnya sedang mengambil dosa dia 1:06:51 diambil oleh kita 1:06:52 dan pahala kita malah diberikan 1:06:53 kepadanya. 1:06:54 Rugi dongnya 1:06:55 rugi jelas akan minus nantinya. 1:06:58 Itu yang dikatakan oleh Rasul Saih 1:06:59 wasallam taflis. 1:07:01 H 1:07:01 taflis itu orang yang bangkrut. 1:07:02 Yang bangkrut. Betul. Seringnya orang 1:07:04 yang bangkut itu justru karena tadi 1:07:06 menzalimi orang lain, menceritakan 1:07:08 keburukan orang lain itu tflis nantinya. 1:07:10 H 1:07:11 ketika dibuka di hadapan Allah 1:07:12 catatannya habis. Kenapa? Karena dipakai 1:07:15 untuk menggunjing orang lain. Catatannya 1:07:18 hilang catatan amal baiknya. Kenapa? Kan 1:07:21 dipakai untuk menyakiti orang lain. 1:07:24 Tuh ditutup untuk itu. 1:07:27 Nauzubillah minzalik. Naubillah. 1:07:30 [mendengus] 1:07:32 Ya Allah. 1:07:34 Ini juga sapaan-sapaan yang masuk dari 1:07:36 Ibu Nur di Pasar Minggu. Ustaz terima 1:07:39 kasih atas usianya di sore hari ini. 1:07:40 Sangat mencerahkan sekali Bapak Dedi 1:07:43 Juli Tangerang sedang menyimak kita di 1:07:45 sore hari ini. Pertanyaan selanjutnya 1:07:48 ini ee 1:07:51 ini siapa lagi? Tanpa nama nih, Pak 1:07:53 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:54 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:07:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:56 wabarakatuh. Ustaz, apakah orang yang 1:07:58 telah Allah tutup airnya itu sebenarnya 1:08:01 juga Allah telah Allah ampuni 1:08:03 dosa-dosanya, Pak Ustaz? Apakah Allah 1:08:05 nanti akan membalasnya di akhirat kelak, 1:08:07 Pak Ustaz? Demikian ya. [berdehem] 1:08:09 Kalau masalah aibnya atau tidak ya 1:08:12 terserah tergantung dia sendiri, 1:08:14 tergantung orangnya apakah dia bertobat 1:08:15 atau kan tidak tahu 1:08:17 ya. Kita tidak tahu si fulan itu sudah 1:08:20 bertobat atau tidak tahu karena itu 1:08:22 urusan orang lain. Nah, tapi 1:08:24 permasalahannya ee ketika orang juga 1:08:27 tidak tahu berarti tidak sudah ditutup 1:08:30 oleh Allah. Nah, tapi misalkan suatu 1:08:32 saat tiba-tiba terbuka dan nah harus 1:08:36 dievaluasi. Oh, berarti ada hal yang 1:08:39 memang harus kita tobati. Lebih baik 1:08:41 lagi tobatnya. 1:08:43 Maka di Al-Qur'an tubu ilallahi tobatan 1:08:45 nasuha kan. Tobatlah kepada Allah dengan 1:08:47 tobatan nasuha. 1:08:50 Sebaik-baik tobat. 1:08:51 Iya. Contoh gini, 1:08:54 kita jalani hidup ini kita tidak merasa 1:08:57 ada kesalahan yang selama ini yang apa 1:09:00 yang signifikan gitu yang yang 1:09:02 jelas-jelas. Tapi ternyata tidak, tidak. 1:09:05 Suatu saat kita mendapatkan musibah 1:09:08 di situ baru tersadar, oh iya saya tuh 1:09:10 salah. Itu sebenarnya kasih sayang Allah 1:09:12 kepada kita. Dibuka pintu hatinya untuk 1:09:14 supaya bisa melihat kesalahannya agar 1:09:17 dia punya kesempatan untuk bertobat 1:09:18 kepada Allah. 1:09:19 Iya. 1:09:22 Kananir 1:09:24 ajal fid dunya. Apabila Allah 1:09:27 menghendaki dia jadi orang baik akan 1:09:29 disegerakan siksanya di dunia. 1:09:37 Bila dia dikehendaki menjadi orang 1:09:39 buruk, akan ditahan dosa-dosanya itu 1:09:41 sampai nanti dirapelkan di jam saud hari 1:09:45 kiamat. Nauzubillah kan? 1:09:46 Nauzubillah. Lebih seram. Makanya lebih 1:09:48 baik kita dibersihkan di dunia 1:09:50 supaya pulang kepada Allah dalam keadaan 1:09:52 sudah bersih. 1:09:54 Nah, cara Allah membersihkan dosa dosa 1:09:56 kaum mukminin itu dengan musibah ya, 1:09:59 dengan sakit, 1:10:01 dengan kehilangan barang. 1:10:03 Jadi tidak ada yang buruk sebenarnya 1:10:05 bagi seorang itu selalu menggembirakan. 1:10:07 Ketika diberikan ujian oleh Allah berupa 1:10:10 keburukan dia bersabar. diberikan ujian 1:10:13 oleh Allah ya berupa kebaikan dia 1:10:16 bersyukur ya. Contoh gini, Nabi Ayub 1:10:19 Alaih Salam berapa lama dia sakit? 18 1:10:22 tahun. Dia seorang nabi loh. 1:10:25 Apakah dia berbuat dosa? Bukan. 1:10:29 Tapi Allah gak menguji kepadanya sejauh 1:10:32 mana tingkat keimanannya. Kan ahasib 1:10:35 ayrok aqu amana wahum ytanun. 1:10:38 Apakah manusia mengira akan dibiarkan 1:10:40 begitu saja menyatakan dirinya beriman? 1:10:42 Wah yunun belum diuji mereka tuh. WQ 1:10:48 sungguh Allah telah menguji. Kami telah 1:10:51 menguji orang-orang sebelum mereka. 1:10:58 Maka jelaslah 1:11:00 kebenaran 1:11:02 imannya itu atau dusta imannya. itu 1:11:04 setelah diuji. 1:11:05 H 1:11:07 ini ada barang katanya emas. Tidak semua 1:11:10 yang kuning itu emas. 1:11:11 Iya. 1:11:12 Harus dicek benar apa tidak 1:11:14 ya? Disipuh dulu. Wah di cek dulu dengan 1:11:17 ditempa dulu macam baru akan kelihatan 1:11:19 nanti emas atau bukan. Apakah emas 1:11:21 kuningan atau yang lain tuh masyaallah 1:11:24 di situlah manusia. 1:11:26 Makanya 1:11:29 bihiiron yusibu. Apabila Allah 1:11:32 menghendaki orang itu baik, Allah akan 1:11:34 berikan ujian-ujian kepadanya. Jadi 1:11:36 jangan punya anggapan, "Oh, dia tuh 1:11:37 banyak sekali diuji berarti dia banyak 1:11:39 dosanya." Belum tentu juga [tertawa] 1:11:41 ya. 1:11:42 Jadi tadi karena Allah menghendaki 1:11:43 kebaikan-kebaikan daripadanya. 1:11:45 Karena dengan dia diuji oleh Allah 1:11:47 ternyata makin dekat kepada Allah. 1:11:49 sehingga tak ada lagi sisa keburukan 1:11:52 karena dia sudah tobat dan dia dengan 1:11:54 sakitnya atau dengan ujiannya dia 1:11:57 bersihkan oleh Allah 1:11:59 sampailah dia pulang disamkan husnul 1:12:00 khatimah itu masyaallah 1:12:02 supaya bersih pulang gitu ya masyaallah 1:12:04 iya jadi bertingkat-tingkatkan keimanan 1:12:07 seorang itah 1:12:09 masyaallah maka kita sangat berharap 1:12:12 kepada Allah kalau tidak ada kebaikan ee 1:12:16 yang kita miliki Allah tetap menjaganya 1:12:19 sehingga Allah melipat gandakan 1:12:21 pahalanya. 1:12:21 Dan kalau ada apa saja keburukan yang 1:12:23 kita lakukan yang tanpa kita sadari, 1:12:27 kita minta kepada Allah agar segera ini 1:12:29 di ee diberitahukan. 1:12:32 Maka seperti ketika wabison nanya pada 1:12:34 Rasulullah, "Ya Rasulullah, apa bedanya 1:12:36 dosa dan ee kebaikan itu?" 1:12:39 Ya, kata Nabi, "Kaikan itu adalah 1:12:42 sesuatu yang menetapkan kamu." 1:12:45 Pegang dadanya Nabi. [tertawa] 1:12:48 Dan keburukan itu segala apa yang kamu 1:12:51 tidak mau orang lain melihatnya. 1:12:53 H gelisah 1:12:54 ya. Kamu meruskan ketidak tenang di hati 1:12:56 dan tidak mau orang lain itu tahu apa 1:12:58 yang kita lakukan kan gitu. H. 1:13:00 Nah, maka itulah makanya kata istabak, 1:13:04 "Mintalah fatwa kepada hatimu." 1:13:07 Masyaallah. Gitu ya. 1:13:09 Jadi itulah jawamiul kalim itu bahasanya 1:13:12 sederhana tapi luar biasa. 1:13:15 Istaftiq baka. Mintalah fatwa kepada 1:13:17 hatimu. 1:13:18 Maka saya juga 1:13:21 berharap ya para YouTuber tadi yang 1:13:25 sudah menggunjing, yang sudah menggibah, 1:13:28 apalagi terhadap ustaz, terhadap ulama, 1:13:31 maka coba tanya kepada hatimu, 1:13:33 tenang enggak? 1:13:34 Apa yakin dengan itu Allah rida 1:13:35 kepadamu? Apakah yakin dengan itu aku 1:13:38 mendapatkan pahala dengan membuka aib 1:13:40 orang lain? 1:13:43 Atau justru akan sebaliknya. 1:13:45 Kan antum harus bersiapsiaga menghadapi 1:13:49 balasan Allah Subhanahu wa taala akan 1:13:51 membuka aibkan di hari kemudian. 1:13:55 Di hari kemudian ya di kemudian hari ya 1:13:57 kan di kemudian hari juga akan dibuka di 1:13:59 hari kemudian akan dibuka tu. Masyaallah 1:14:02 maka mari kita ya tidak ada kata 1:14:04 terlambat. It is it is never to to l to 1:14:08 mean. Tidak ada kata terlambat untuk 1:14:09 memperbaiki diri. 1:14:11 Mari kita belajar dari pengalaman, 1:14:14 belajar dari masa lalu dan belajar dari 1:14:17 cerita-cerita tadi, belajar dari 1:14:18 kisah-kisah yang dibawakan, belajar dari 1:14:21 pernyataan para ulama yang terdahulu. 1:14:23 Tadi Imam Malik sudah sampaikan, 1:14:25 kemudian Ibnu Qayyim Aljauziyah sudah 1:14:26 menyampaikan seperti itu. Ya, tinggal 1:14:28 kita sadari betapa banyak kesalahan 1:14:31 kefaan kita yang kalau seseorang itu 1:14:33 sibuk melihat kesalahan dirinya, mungkin 1:14:36 dia tidak punya waktu untuk melihat 1:14:38 kesalahan orang lain. 1:14:40 Bukan berarti kita menjadi ambigu, bukan 1:14:43 menjadi setan bisu juga. Kalau kita 1:14:45 melihat kesalahan orang lain, kata Nabi, 1:14:46 "Marinkum munkarir biadubah dengan 1:14:49 tanammu." Kan gitu. Iya. Iya, 1:14:51 Pak Iram Sati. Pamiani kalau tak mampu 1:14:53 rubah dengan lisanmu. Tapi bukan harus 1:14:55 menggunjing. Oh, saya kan ingin merubah 1:14:57 dengan lisan. Ya, diceritakan bukan 1:15:00 seperti itu. 1:15:00 Salah itu 1:15:01 ya. Salah itu. Jadi kalau itu namanya 1:15:04 mempermalukan orang lain ya. 1:15:08 Kalau tidak cukuplah dengan hati. 1:15:10 Berdoalah kepada Allah agar Allah 1:15:12 memberikan petunjuk kepadanya. Allah 1:15:14 membimbing dirinya untuk supaya tidak 1:15:15 melakukan kesalahan yang berikutnya. 1:15:17 Nah, demikian. 1:15:20 Dan [berdehem] memang fenomena saat ini 1:15:22 orang cenderung suka kepada 1:15:23 konten-konten yang gibah gitu ya. itu 1:15:26 tadi 1:15:26 menciptakan orang itu wah paling banyak 1:15:28 ustaz [tertawa] 1:15:30 paling seru itu kayaknya dan uang hasil 1:15:33 seperti itu mungkin jadi dosa juga s ya 1:15:35 haram juga itu mungkin campur kali ituah 1:15:38 [tertawa] 1:15:39 minimalnya itu jadi subat nantinya 1:15:41 suatu saat dia ber menyampaikan baha 1:15:44 yang baik tapi di sisi lain dia 1:15:45 menyampaikan hal yang buruk kan jadi 1:15:46 syubhat kan 1:15:46 iya dicampur-campur 1:15:47 dicampur-campur tuh masyaallah 1:15:50 baik ustaz kita dibatasi oleh waktu 1:15:51 mungkin sebelum pamit ustaz disimpulkan 1:15:53 tema kita di sore hari 1:15:54 iya baik ikhwanak umullah. Ya, mari kita 1:15:57 evaluasi, 1:15:59 kita introspeksi diri kita sendiri. 1:16:02 Kalau mungkin selama ini di masa yang 1:16:04 lalu kita pernah menceritakan atau 1:16:07 menggibah keburukan orang lain, maka 1:16:10 segeralah bertobat kepada Allah. Dan 1:16:12 bukti seorang bertobat itu dia melakukan 1:16:14 perbaikan bukan hanya sekedar menyesal. 1:16:17 bukan hanya sekedar menyesal, tapi 1:16:19 kemudian dia berjanji bertekad untuk 1:16:21 tidak kembali kepada keburukan itu. Lalu 1:16:24 kemudian melakukan perbaikan perbaikan, 1:16:26 meningkatkan kualitas iman, ilmu, dan 1:16:28 amal saleh. Dan kemudian watasamubillah 1:16:31 memegang teguh kepada Allah, 1:16:33 istiqamah dalam kebenaran. Dan puncaknya 1:16:35 wa aklasu dinahum. Dia menjaga 1:16:38 keikhlasan ketulusan hatinya untuk tetap 1:16:40 semata-mata karena Allah. Itulah yang 1:16:42 Allah ajarkan pada kita di surah An-Nisa 1:16:44 145, 146. Mudah-mudahan ee apa yang saya 1:16:48 sampaikan ini bermanfaat khususnya buat 1:16:50 diri saya sendiri yang sedang bersedih 1:16:53 saat ini ya. Untuk Kang Fahri, Mas Nej, 1:16:56 Yusuf, pendengar Rasil semuanya kru 1:16:58 Rasil juga semuanya mudah-mudahan 1:17:00 mendapatkan manfaat dari kajian kita 1:17:02 sore hari ini. Dan kita berharap 1:17:04 mudah-mudahan kita bisa pulang kepada 1:17:05 Allah dalam keadaan husnul khatimah, 1:17:07 ditutup aib-aib kita oleh Allah 1:17:08 Subhanahu wa taala. Karena kita selalu 1:17:10 berusaha menutup aib orang lain di dunia 1:17:13 ini. Winkum. 1:17:15 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:17:18 ilaha illa anta astagfiruka waubu ilai. 1:17:21 Walhamdulillahiabbil alamin. 1:17:23 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:17:25 wabarakatuh. 1:17:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:17:28 wabarakatuh. Demikian Iwan Awat telah 1:17:29 kita bersama-sama simak tausiah sore 1:17:31 yang telah disampaikan oleh Ustaz Wudiks 1:17:33 membahas tema mengenai jangan membuka 1:17:35 aib diri. Semoga tadi yang ustaz telah 1:17:38 sampaikan banyak manfaat untuk ustaz 1:17:40 semuanya. Saya yang bertugas Pak 1:17:41 ditemani Neza dan juga Yusuf Subit Bill 1:17:44 tafik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:17:46 warahmatullahi wabarakatuh.