Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail [musik] TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. Senang sekali rasanya 0:24 bisa bersama-sama lagi di acara yang 0:27 hadir ke ruangan kita. Perlindungan anak 0:30 membuat kita jauh lebih mampu 0:34 menempatkan diri sesuai dengan peran dan 0:37 posisi kita bagi anak-anak. Bukan hanya 0:41 anak di rumah tapi anak di negeri ini. 0:44 Tidak lupa selamat selawat kita 0:46 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 0:48 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:50 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 0:53 mendapatkan syafaat beliau ya dan 0:55 dipertemukan di saat yang sangat kita 0:57 rindukan di yaumil akhir. 1:00 Ikhwan akhwat, tadi sebelum on air 1:04 narasumber kita Dr. Hamid Fatil ngobrol 1:08 tentang Nah, apakah Anda seorang pria? 1:12 Bisa jadi ini akan lebih perlu disimak 1:15 dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa. 1:18 Karena perjalanan menjadi ayahlah yang 1:22 akan merupakan bahasan kita pagi ini. 1:26 Seperti apa nanti kita tanya kepada 1:28 beliau yang sudah hadir. Asalamualaikum 1:31 warahmatullahi wabarakatuh, Dr. Hamid. 1:33 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:35 Alhamdulillah. Jadi benar ya, untuk 1:38 menjadi ayah perjalanannya itu tidak 1:42 semudah yang dibayangkan gitu. Jadi 1:44 persisnya 1:46 ada kehadiran keterlibatan seorang pria 1:52 yang kelak menjadi seorang ayah gitu ya. 1:56 Oke, Ikhwan Awat kita simak apa yang 2:00 akan disampaikan oleh Dr. Hamid Pati 2:03 pada pagi hari ini. Silakan. 2:05 Baik. Terima kasih Bunda. 2:07 Bismillahirrahmanirrahim. 2:09 Asalamualaikum warahmatullahi 2:12 wabarakatuh. 2:14 Pendengar Radio Rasil di mana saja 2:17 berada. Alhamdulillah 2:19 kita masih diberi kesempatan oleh Allah 2:22 untuk berbagi informasi. Insyaallah kali 2:25 ini kita akan mengambil 2:29 satu tema besar terkait dengan peran 2:32 ayah. Untuk pertemuan kali ini kita 2:36 awali dengan membahas hadir dan terlibat 2:39 awal dari perjalanan menjadi seorang 2:42 ayah. 2:44 Sebagaimana kita ketahui, Indonesia 2:48 telah meratifikasi konvensi H anak sejak 2:52 tanggal 2:54 25 Agustus tahun 1990 2:59 melalui keputusan Presiden nomor 36 3:05 tahun 1990. 3:08 Di konvensi Hanak ada beberapa pasal 3:13 penting 3:15 yang perlu diketahui oleh setiap ayah. 3:19 Untuk itu, ayah yang baik adalah ayah 3:23 yang memiliki 3:25 pengetahuan, 3:27 keterampilan, dan sikap. Salah satu 3:31 hal yang perlu diketahui oleh seorang 3:33 ayah bagaimana dia memahami bahwa di 3:38 pasal 5 konvensi anak itu penekanannya 3:42 anak sangat senang memiliki orang tua 3:45 yang hebat. Salah satunya adalah ayah. 3:49 Dan kalau ayah ini sejak dari awal 3:54 berperan dan benar-benar hadir 3:59 di dekat anak, insyaallah anak akan 4:04 merasa nyaman, tenang, dan yang paling 4:09 penting adalah akan terbangun 4:10 kepercayaan diri dia. 4:13 Sejak kapan seorang ayah itu harus sudah 4:17 mulai mempersiapkan diri? Nah, ini yang 4:20 perlu dipersiapkan, terutama 4:24 para ayahanda dan bunda yang ingin 4:28 meiliki 4:30 calon menantu, terutama menantu 4:34 laki-laki 4:35 yang kemudian nanti akan menjadi calon 4:38 ayah lalu menjadi seorang ayah. Lalu 4:42 kemudian dari calon menantu ini akan 4:46 lahir cucu yang hebat. Dan ini yang 4:50 kemudian perlu kita pikirkan 4:52 bersama-sama. Apa salah satu 4:57 persyaratan yang perlu di jadikan dasar 5:01 bagi setiap ayah atau mereka yang ingin 5:06 mencari menantu. 5:09 Seorang lelaki yang ingin melamar putri 5:12 kita, minimal dia telah memiliki 5:17 persyaratan-persyaratan agama. Tetapi 5:20 ada persyaratan penting yang perlu kita 5:23 minta dari ee calon ee suami dari anak 5:27 kita yang kemudian akan menjadi calon 5:30 ayah dan sekaligus menjadi seorang ayah, 5:33 yaitu 5:35 terlatih konvensi hak anak. Jadi 5:41 di konvensi Hana itu salah satu pasal 5:44 yang harus dia kuasai itu adalah pasal 5 5:48 tentang pengasuhan atau parenting. 5:53 Bagaimana menjadi seorang ayah yang 5:55 hebat kalau dia tidak terlatih. Penting 5:59 enggak nih Bunda Nuningnya? 6:01 Iya. 6:02 Kalau dia sudah terlatih, 6:04 otomatis 6:06 dia akan siap. menjadi calon ee menantu 6:11 kita. Lalu syarat yang lain yang kedua 6:15 minimal donor darah lima kali. Kenapa 6:18 itu, Bunda Nuning menjadi sangat penting 6:22 untuk ee 6:25 menjadi calon seorang apa? menantu. 6:29 Karena dengan donor darah kita akan 6:33 ketahui kualitas dari calon menantu kita 6:36 dan insyaallah kita akan menemukan calon 6:39 menantu yang benar-benar bebas dari 6:43 persoalan terutama dari aspek 6:46 hemoglobin, 6:48 lalu kemudian dari aspek tekanan darah, 6:51 tapi yang paling penting adalah dari 6:54 aspek perilaku 6:56 sebelum dia akan menjadi ee menantu 7:01 kita. 7:02 Itu itu menjadi penting. 7:04 Kalau itu semua sudah dilewati oleh 7:09 seorang calon ayah ini sekarang dia akan 7:14 diikat dalam lembaga perkawinan. berarti 7:17 sudah resmi, berarti dia sudah memiliki 7:21 istri dan itu yang kemudian menjadi 7:25 seorang ayah hadir dan terlibat sejak 7:28 dari awal pada momen ini, Bunda Nuning. 7:31 Jadi 7:33 perencanaan untuk memiliki 7:36 anak itu benar-benar harus 7:41 pelibatan 7:42 calon ayah dan calon ibu itu menjadi 7:46 utama, terutama si ayah. Kenapa ini 7:50 menjadi penting, Bunda Nuning? Karena 7:53 awal-awal diskusi 7:55 seorang calon ayah dengan calon ibu itu 7:59 yang kemudian akan menjadi titik awal 8:04 apa yang menjadi bakat seorang anak. 8:08 Kalau dari diskusi-diskusi 8:12 calon ayah ini, mereka terlintas pikiran 8:17 sepertinya anak kita akan menjadi 8:19 seorang ahli komputer, 8:21 he, 8:22 menjadi seorang dokter atau menjadi 8:25 seorang arsitek 8:27 atau yang lain-lain itu kalau dia kalau 8:32 anak itu hadir otomatis kan harus 8:35 difasilitasi dan terfasilitasi. 8:39 Untuk memfasilitasi anak sesuai dengan 8:43 bakatnya itu otomatis 8:46 harus didukung oleh finansial. 8:50 Finansial yang kuat otomatis harus 8:53 didukung oleh sumber penghasilan yang 8:56 jelas. He. Dan yang kemudian 8:59 akan menuntut seorang ayah tidak hanya 9:03 menjadi ee tulang punggung keluarga, 9:07 tetapi 9:08 dia harus sejak dari awal memikirkan 9:12 sehingga kehadiran dia menjadi seorang 9:16 ayah terhadap anaknya itu benar-benar 9:18 hadir. Ini poin penting yang perlu juga 9:21 kita sejak dari awal ee tekankan. 9:26 Lalu 9:29 pada saat proses ee 9:35 interaksi dengan istrinya, otomatis kan 9:39 ada dua Bunda Nuning ya yang mereka 9:43 tunggu-tunggu itu adalah 9:46 pernyataan positif hamil atau negatif. 9:51 Ah, bagaimana kalau positif hamil Bunda 9:53 Nuning? 9:55 Gimana tuh persisnya? 9:56 Itu berarti sudah ada pengakuan nanti 10:00 Bunda wah 10:02 terutama seorang istri akan memberi 10:04 kabar ayah sepertinya ee positif. He. 10:10 Kebayang Bunda Nuning. Jadi calon ayah 10:14 itu e yang tadinya kalau di 10:18 tempat-tempat 10:20 pesta atau tempat orang bertemu dengan 10:24 keluarga pasti pertanyaannya 10:27 bagaimana nih hasilnya? dengan sudah ada 10:31 informasi awal dari istri, otomatis si 10:35 calon ayah akan berbunga bunga, gembira, 10:39 dan kemudian 10:42 beberapa bulan ke depan status dia akan 10:45 berubah menjadi seorang ayah. Dan ini 10:47 butuh ee kesiapan 10:51 mental dari seorang ayah. Dan apa yang 10:55 harus dipersiapkan oleh seorang ayah ini 10:59 yang menjadi titik awal pembicaraan 11:02 kita. Dia benar-benar hadir di dekat 11:06 istrinya yang sedang ee mengandung 11:11 anaknya yang berasal dari sulbinya. 11:15 Dan ini yang kemudian diikat dalam 11:17 rahim. Berarti apa yang harus dilakukan? 11:22 Otomatis seorang ayah harus atau calon 11:25 ayah harus menciptakan ruang 11:30 kegembiraan. 11:32 Harus kita pastikan si calon ibu ini dia 11:38 dalam kondisi rileks, tidak mengalami 11:42 tekanan, lalu kemudian dia difasilitasi 11:47 oleh suami. 11:48 He. Dan yang paling penting ini yang 11:52 menjadi ee konsern kita dalam membahas 11:56 hak anak itu salah satunya adalah anak 12:00 tersebut tidak boleh mengalami 12:03 kekerasan. Hm. 12:04 Dan 12:06 berarti seorang ayah harus memastikan 12:10 jangan sampai istrinya yang sedang 12:14 mengandung itu mengalami kekerasan dari 12:18 sentuhan awal, kehadiran awal. ini yang 12:22 kemudian akan memproses diri seseorang 12:28 yang menjadi calon, menjadi ayah ini 12:31 butuh ee pengetahuan, 12:35 butuh keterampilan, dan yang paling 12:38 penting adalah sikap. Dan tidak cukup 12:41 hanya melihat pengalaman yang kita lihat 12:45 dari ayah kita sebelumnya. He. 12:47 Karena belum tentu ayah kita itu sudah 12:52 mengakomodasi apa yang diharapkan oleh 12:56 seorang istri yang sedang mengandung. 12:58 Ini menjadi penting benar ini. Ini 13:01 awal-awal yang harus seorang ayah mulai 13:07 persiapkan sehingga dia menjadi seorang 13:10 ayah yang siap. Ah, jadi siap di sini 13:13 Bunda Nuning. 13:16 Kapan saja, di mana saja ee 13:20 dibutuhkan oleh calon ibu itu 13:24 benar-benar dia hadir di ee sekitarnya. 13:28 Bagaimana kalau si calon ayah itu banyak 13:32 melakukan aktivitas di luar ruang yang 13:36 kemungkinan tidak ee berjumpa dengan 13:40 istrinya? 13:42 dalam jangka beberapa waktu, bisa 13:45 [berdehem] saja sehari, seminggu, 13:49 sebulan, 13:50 atau ee setahun itu seperti yang dialami 13:55 oleh mereka bekerja sebagai ee anggota 14:01 militer atau anggota kepolisian atau 14:05 mereka yang 14:06 bekerja di pelayaran itu otomatis waktu 14:09 kan ee sangat 14:12 ee jauh dengan istrinya. Itu yang perlu 14:17 disusun 14:19 skema atau jadwal bagaimana kita selalu 14:24 menelepon istri kita. Jadi itu harus ada 14:26 jadwal Bunda Nuning supaya si anak di 14:30 dalam kandungan itu meng merasa 14:37 kehadiran seorang ayah itu benar-benar 14:41 nyata dan ada. Kalau yang hadir setiap 14:46 hari otomatis itu tidak jadi soal. 14:49 Tetapi ini yang perlu juga dipikirkan 14:53 secara bersama-sama. atau ini nanti 14:57 menjadi satu topik bahasan kita Bunda 15:00 Nuning. 15:01 Atau ayah-ayah yang bekerja di pekerjaan 15:05 yang ekstrem yang nantinya 15:10 itu kita akan detailkan secara khusus 15:13 Bunda Nuning. 15:14 He. 15:15 Pada saat mengetahui ayahnya terjadi 15:18 mengalami sesuatu, si anaknya itu dapat 15:21 menerima 15:22 dengan ee tenang. Dan ini yang perlu 15:26 kita sama-sama perlu persersiapkan ini 15:29 awal-awal. Jadi 15:32 proses 15:34 pernyataan positif hamil itu menjadi 15:37 suatu kebanggaan kan Bunda Nuning. Dan 15:40 itu yang kemudian mulai diekspresikan 15:43 oleh seorang ayah bagaimana dia 15:47 benar-benar hadir di sekitar istrinya 15:51 dan dia menjadi seorang suami yang 15:54 siaga. Apalagi di momen-momen pada 15:58 pernyataan positif sampai beberapa bulan 16:01 ke depan itu kan rawan dan itu yang 16:03 kemudian ee 16:07 upaya dari seorang calon ayah itu segera 16:12 berkonsultasi dengan dokter lalu 16:14 kemudian melakukan pemantauan dan kalau 16:18 boleh saat mau datang ke klinik dokter 16:23 kalau boleh sama-sama mendampingi istri. 16:27 Jangan disuruh ibu kita atau orang lain. 16:32 Bagaimana kita dapat mengetahui 16:35 pengalaman saya Bu Nuning waktu awal 16:38 mengantar istri dan itu yang kemudian ee 16:43 sudah ada di takakang jantung itu 16:47 kita dengan alat bantu yang disediakan 16:51 oleh dokter spesialis anak dan kita 16:54 dengar tuh. Nah, itu menjadi sesuatu hal 16:58 yang pada suatu waktu dan itu yang 17:01 kemudian saya selalu ceritakan kepada 17:04 anak saya, "Nak, kamu tuh dulu 17:08 ee papa dengar lewat alat itu, sekarang 17:12 kamu sudah kelas berapa nih?" 17:15 He. 17:16 Dan itu cerita itu selalu diulang-ulang 17:19 dan supaya ada perhatian dari anak yang 17:25 mengeluarkan pernyataan ada sesuatu yang 17:28 membuat diri dia, "Oh, ayah aku hadir 17:30 sejari dari awal." Nah, itu penting tuh. 17:35 Sudah kita dengar. Nah, ini momen 9 17:37 bulan Bunda Uning. 17:38 He. 17:39 Jadi awal-awal yang kritis, yang rawan, 17:43 yang perlu mendapatkan perhatian dan 17:46 istri otomatis sesuai dengan ee 17:49 perkembangan janin di dalam, pertumbuhan 17:52 dan perkembangan janin di dalam. Dan ini 17:55 pasti ada ee istri yang 18:01 standar normal, tidak ada banyak 18:03 keluhan. Nah, itu berarti dia kalau si 18:06 ayah berarti tidak dapat tantangan. Tapi 18:09 kalau bagaimana si calon istri banyak ee 18:14 permintaan 18:16 dan ini yang kemudian kalau benar-benar 18:20 seorang ayah hadir terutama pada 18:24 waktu-waktu tertentu 18:27 dia ee meraba perut 18:32 ee istrinya. di sana ada ee janin yang 18:36 sedang tumbuh dan itu yang kemudian 18:39 interaksi yang sangat ee 18:44 tercatat, terekam, dan ini yang kemudian 18:48 akan menjadi ingatan baik dari seorang 18:52 ayah maupun dari anaknya yang sedang 18:56 ditunggu kehadirannya. Jadi 9 ee bulan 19:01 ini menjadi tantangan tuh. Apalagi nih 19:05 kalau sudah itu sentuhan-sentuhan awal 19:08 itu B menjadi pent. 19:10 Sentuhan pertama 19:12 membuat ee 19:16 kita seakan-akan ada di dunia yang baru 19:20 kan. Dunia yang baru berarti akan hadir 19:24 seseorang di tengah-tengah kita. ini 19:27 yang harus mulai kita pikirkan dan yang 19:31 sangat 19:33 menggembirakan itu dan ini mungkin tidak 19:36 semua ayah yang ee merasakannya yaitu 19:41 hadir saat proses persalinan 19:45 mendengarkan 19:47 tangisan. 19:48 Tangisan ee kalau ada tangisan berarti 19:52 ada kehidupan. 19:54 Iya. Dan kalau ada kehidupan berarti ee 19:58 status kita sebagai ayah akan semakin 20:02 jelas. Nah, detik itu pas dia lahir, wah 20:06 itu semua orang akan menyambut ee 20:11 calon udah bukan calon lagi udah bayi 20:14 lahir ke dunia dan banyak orang di 20:18 sekitar itu statusnya berubah. Bunda 20:20 Nuning 20:22 yang tadinya calon ayah menjadi 20:25 ayah ayah 20:27 kakek calon kakek jadi kakek 20:31 calon paman langsung menjadi paman itu 20:35 sebuah 20:37 momen kalau itu benar-benar menjadi 20:41 pengingat bagi siapapun yang memiliki 20:44 anak dan itu yang kemudian mereka selalu 20:50 memberi rasa hormat, lalu selalu 20:54 meninggikan martabat anak, insyaallah 20:57 anak itu akan menjadi individu yang 21:01 sangat membanggakan. 21:02 Masyaallah. Tapi kalau sebaik sebaliknya 21:06 banyak orang tua suka lupa 21:09 tangisan pertama itu atau kehadiran anak 21:13 di detik pertama itu yang kemudian 21:17 merubah sebuah status 21:20 ee seseorang yang belum apa-apa menjadi 21:24 ee berstatus. He he. 21:26 Itu coba bayangkan bagaimana 21:28 memperlakukan anak itu ee 21:32 seperti apa kalau mereka mengingat dan 21:35 kalau ada yang suka melupakan itu 21:38 biasanya mereka melakukan ee kekerasan 21:42 kepada anak atau melakukan pengabaian. 21:44 Nah, untuk itu poin penting yang perlu 21:48 kita mulai bangun ini adalah bagaimana 21:53 kita 21:55 mulai sadar bahwa status kita sebelumnya 21:58 bukan seorang ayah menjadi seorang ayah 22:01 yang benar. Kalau awal tadi ee tes 22:06 kehamilan itu baru pernyataan awal 22:09 siap-siap menjadi calon ayah. Sekarang 22:12 anak itu sudah lahir. 22:15 Pada saat dia sudah lahir, ini ada 22:19 beberapa peraturan undang-undang yang 22:22 perlu mulai dibaca oleh seorang ayah. 22:24 Selain tadi konvensi anak ini 22:27 undang-undang yang penting 22:30 dan belum banyak 22:34 calon ayah dan ayah sekalipun itu 22:38 membaca undang-undang tersebut kecuali 22:41 anggota DPR dan pemerintah yang menyusun 22:45 undang-undang itu yang membaca. Padahal 22:47 undang-undang itu diperuntukkan 22:50 untuk 22:52 untuk mereka yang berstatus sebagai 22:55 ayah. Tahu undang-undangnya Bunda 22:58 Nuning? 22:58 Apa tuh? 23:00 Undang-undang 23:01 nomor 4 tahun 2024 tentang kesejahteraan 23:09 ibu dan anak 1000 23:13 kehidupan pertama. 23:16 di fase 23:18 1000 kehad ee kehidupan pertama. Jadi 23:23 1000 hari itu itu momen 23:26 he 23:27 mungkin kalau kita berharap kepada 23:31 ibunya. Ibunya awal-awal kan melahirkan 23:35 itu masih memiliki tantangan bagaimana 23:39 ee kan dia harus melewati masa nifas 23:43 terus harus menyusui 23:45 dan dia harus belum terlalu banyak 23:49 melakukan pergerakan yang ee normal. Ini 23:53 semua kan harus 23:55 ada ee peran dari si ayah. Iya. Di 24:02 awal-awal inilah kehadiran ayah itu 24:06 menjadi penting. Dan di undang-undang 24:08 itu 24:10 ada tuh beberapa hak seorang ayah yang 24:13 memiliki bayi ee baru, yaitu dia 24:17 dapat cuti. Mungkin cutinya tidak 24:20 terlalu banyak daripada cuti yang ee 24:24 didapat oleh seorang 24:27 ibu. 24:27 Iya. karena dia ada berapa bulan tuh. 24:30 Ah, ini menjadi penting baca 24:32 undang-undang itu kalau boleh dari 24:38 kata pertama sampai 24:40 terakhir. 24:41 Kalimat atau kata terakhir di 24:43 undang-undang itu dibaca baik-baik, 24:46 dipahami, 24:48 lalu dimengerti. Tapi yang menjadi 24:51 penting adalah undang-undang itu bukan 24:54 hanya sebatas ee kata-kata, tetapi 24:59 bagaimana dia ditransformasi dari 25:03 pasal-pasal 25:05 menjadi ee kebijakan kebijakan dari 25:08 seorang ayah seperti apa nih 25:10 memperlakukan anaknya. 25:12 Lalu kemudian ditransformasi dalam 25:14 bentuk program. Tapi yang tidak kalah 25:16 penting peran dari seorang ayah itu 25:20 mulai dari anak di dalam kandungan dia 25:25 harus sudah mulai melakukan pemantauan, 25:29 merekam secara baik raut wajah istrinya, 25:34 bagaimana ee gelagatnya, bagaimana 25:38 asupan gizinya, bagaimana 25:40 kegiatan-kegiatan dia. ee apakah 25:43 kegiatan itu yang menghibur diri dia 25:46 atau menyenangkan atau yang membuat dia 25:48 resah itu seorang ayah harus merekam 25:52 itu. Buni. 25:53 He. Kalau ini direkam dengan baik, 25:56 insyaallah saat anak itu mulai hari 26:00 pertama, hari kedua, hari ketiga, 26:04 berganti minggu, berganti bulan, 26:07 berganti tahun, insyaallah 26:10 kalau terjadi sesuatu pada anaknya, 26:15 seorang ayah itu mampu mengatasinya. 26:20 Masyaallah. 26:21 Bagaimana dengan sebaliknya? Ya sudah, 26:23 nanti itu yang kemudian jadi tantangan 26:26 yang akan dihadapi oleh seorang ayah. 26:29 Ini menjadi penting nih. Jadi aturan 26:32 yang kedua Undang-Undang T Undang-Undang 26:36 Nomor 4 Tahun 2024. 26:41 itu undang-undang yang 26:44 aturan yang kedua yang menjadi penting 26:47 sekarang adalah 26:52 seorang anak itu sangat 26:56 mengharapkan kehadiran ayahnya 27:00 dalam bermain 27:02 sebagai jembatan kasih. Ah, itu bermain 27:06 Bunda Nuni. 27:09 Dan bermain itu sejak anak itu dari 27:12 lahir, lahir sampai dia itu ada 27:15 tahapan-tahapan pemilihan ee alat 27:18 permainan. Permainan mana nih yang harus 27:22 ee kita mau ee berikan kepada anak kita? 27:26 Dan kalau boleh ayah yang hebat adalah 27:30 memastikan jangan sampai anak kita ter 27:37 koneksi atau berinteraksi dengan gadet. 27:41 Itu menjadi penting itu karena banyak 27:44 kita lihat di lapangan 27:46 seorang ibu itu dengan mudah memberi 27:50 akses kepada anaknya 27:53 terhadap gadget. 27:55 Padahal itu awal dari malapetaka. Siapa 27:59 nih yang harus ambil bagian Bunda 28:02 Nuning? Kalau bukan seorang ayah. 28:06 Permainan. Kalau boleh ciptakan 28:08 permainan ee memanfaatkan 28:13 alat-alat atau perabot yang ada di 28:16 rumah. I 28:17 tidak perlu harus kita buat ee atau kita 28:22 beli dengan mengeluarkan 28:24 anggaran tertentu yang itu kemudian 28:26 membebani kita. Kita harus mulai 28:29 pikirkan bersama-sama. Dan seorang ayah 28:33 yang hebat akan menghasilkan anak yang 28:36 kreatif itu sangat ditentukan dari peran 28:40 ayah. H 28:41 tapi itu semua ee sangat di 28:46 dasari oleh apa yang diperankan oleh 28:49 ibunya. Tapi kehadiran ayah menjadi 28:52 jembatan ee kasih 28:56 terhadap anak-anaknya itu melalui 28:58 bermain. Bermain sederhana peta umpet 29:02 kah atau celuk ba 29:06 [tertawa] tepuk tangan atau apa saja. 29:10 kita coba bisa lihat dan kita bisa cek 29:13 juga apakah kehadiran kita itu akan 29:16 diterima atau tidak oleh anak. 29:18 Tergantung tuh benda ni. 29:19 Iya. 29:19 Seorang ayahlah yang tahu. Setiap ayah 29:22 pasti punya pengalaman. Di ruangan ini 29:26 kita hanya ingin mengingatkan kembali 29:28 mungkin kalau itu tidak kita upayakan 29:32 kalau boleh diupayakan 29:35 kembali. 29:37 Itu poin yang perlu diketahui. Poin 29:41 selanjutnya, Bu Nuning, 29:43 kita kembali ke konvensi H anak. Di 29:47 konvensi H anak selain pasal 5 tadi, ada 29:51 pasal yang sangat penting Bunda yang 29:54 perlu diketahui oleh seorang ayah. Apa 29:59 itu? Pasal 3 Kensiak. 30:03 penekanannya adalah kepentingan 30:07 terbaik bagi anak. Nih kepentingan 30:12 terbaik bagi anak. 30:15 Yang tahu kepentingan terbaik bagi anak 30:19 adalah anak itu sendiri. 30:22 Heem. 30:23 Tetapi yang nanti akan memenuhi si orang 30:26 tua. Melalui apa, Bunda Nuning? Melalui 30:30 komunikasi. H 30:32 ah kita bisa gunakan 30:35 dasar nih 30:37 apa yang terjadi 30:41 antara komunikasi 30:43 Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. 30:47 Ismail. Heeh. yang penekanannya itu 30:50 kalau sudah ada interaksi antara anak 30:54 dan ayah yang hebat itu akan diawali 30:58 oleh kata-kata yang sangat bijaksana. 31:02 Diawali dengan wahai anakku. 31:05 He he 31:06 wahai. Jadi 31:08 ada kata wahai itu sebetulnya ada 31:13 penghargaan, 31:15 peninggian 31:17 martabat dan ada pengakuan bahwa 31:23 individu yang ada di depan saya ini 31:26 bukan hanya anak saya, tetapi dia akan 31:30 menjadi orang yang dewasa. pada waktu 31:35 dia dewasa menjadi orang yang sangat 31:38 diperhitungkan. Untuk itu sejak dari 31:41 awal seorang ayah mulai mengakui anak 31:44 ini 31:45 dalam rangka apa, Bunda? Kepentingan 31:47 terbaik anak itu. 31:49 Iya. Nah, kalau dia sudah merasa diakui, 31:52 insyaallah itu akan terekspresi pada 31:55 diri dia dan ee lingkungannya dia akan 32:00 menghargai orang lain. 32:03 Untuk itu [mendengus] sangat mudah untuk 32:06 mengetes kalau anak-anak tidak pernah 32:09 mendapatkan pengakuan dan penghargaan, 32:12 lihat aja Bunda dia di kehidupan 32:15 sehari-hari bersama temannya. 32:18 Apakah dia menghargai temannya atau dia 32:21 suka membully temannya. H. 32:24 Kalau menghargai berarti itu cerminan 32:27 dari 32:28 apa yang dia dapat dari ayah. He. 32:31 Tapi kalau dia suka membully, begitu 32:34 juga 32:36 ayahnya atau ibunya yang mungkin 32:40 melakukan pengabaian sehingga anak itu 32:43 berani melakukan perendahan kepada orang 32:46 lain. Jadi penting benar-bening untuk 32:49 kita coba ee dalami ini tahap demi 32:54 tahap. Semoga dalam pertemuan ini ada ee 32:59 seorang ayah mau bertanya atau apa, ini 33:01 menjadi penting juga. Itu kepentingan 33:04 terbaik bagi anak 33:06 menjadi 33:08 ee arah yang sangat menentukan. Untuk 33:12 itu, sejak kapan kita selalu meminta 33:18 anak untuk berpikir lalu berpendapat? 33:22 Sejak 33:23 sejak kapan itu ning ya? Kalau kita baca 33:27 Undang-Undang 35 tahun 2014 di pasal 24, 33:35 negara pemerintah pemerintah daerah 33:38 menjamin suara anak didengar sesuai 33:42 dengan usia dan kecerdasannya. Berarti 33:46 usia usia anak itu mulai dari kapan? 33:48 dari 0 sampai tinggal 1 detik 18 tahun 33:53 itu perlu kita 33:54 Lalu tadi kecerdasan kecerdasan anak 33:59 mungkin anak ada yang usia kecerdasannya 34:04 dicapai lebih awal ada yang dicapai ee 34:07 lebih lambat 34:10 seperti ada beberapa anak yang 34:12 berkebutuhan khusus 34:14 itu dia memiliki kelambatan dalam ee 34:17 misalnya seharusnya dia sudah usia ee 5 34:21 tahun tapi kecerdasannya masih di bawah 34:23 itu. 34:24 Itu yang juga harus diperhatikan oleh 34:26 seorang ayah. ini jadi penting bagaimana 34:32 seorang ayah dalam melakukan segala hal 34:37 terkait dengan anak itu ada di ujungnya 34:42 selalu menjawab tuh 34:44 ada enggak kepentingan terbaik bagi anak 34:46 saya ini 34:47 untuk itu apa yang harus dilakukan Bunda 34:50 Nuning kalau selalu berlandasan kepada 34:55 kepentingan terbaik bagi anak 34:58 pada saat mengeluarkan kata-kata 35:02 apa yang harus dilakukan oleh seorang 35:03 ayah bunda ni? 35:05 Memilih diksi yang tepat. 35:07 Memilih diksi yang tepat. 35:08 He. 35:09 Lalu intonasinya harus 35:12 ee 35:13 sesuai. 35:14 Kemudian yang tidak kalah penting juga 35:17 frekuensi. 35:18 Gunakan frekuensi anak atau frekuensi 35:21 ayah pada saat berinteraksi. Nah, itu 35:24 juga penting tuh. 35:25 Iya. Iya. Kalau seorang ayah yang sudah 35:29 memperhatikan kepentingan terbaik bagi 35:31 anak, berarti yang digunakan frekuensi 35:34 anak. [berdehem] 35:35 Pertanyaannya, apakah seorang ayah 35:38 memiliki kemampuan untuk itu? 35:42 Bisa dipelajari. 35:44 Dan perlu kita ketahui, ayah itu juga 35:46 pernah jadi anak. 35:48 Jadi punya pengalaman. Jadi ee tidak ada 35:51 ee 35:53 hambatan atau tantangan yang akan 35:55 dihadapi oleh seorang ayah di dalam 35:58 memenuhi hal yang kita bicarakan. Ah, 36:01 ini yang paling penting. Tapi ini juga 36:06 yang butuh perjuangan. Bagaimana 36:10 seorang ayah menjadi agen perubaha? Nah, 36:15 bukan anak saja jadi agen perubaah, 36:17 Bunda Nuning, tapi bagaimana seorang 36:20 ayah akan menjadi agen perubaah. Mungkin 36:24 nih 36:27 seorang ayah waktu dia 36:31 menjadi seorang anak 36:34 lalu dia mendapatkan 36:37 pengalaman-pengalaman 36:39 yang tidak mengenakkan, 36:42 otomatis dia ingin 36:44 ee berharap bila pada saat dia dipercaya 36:48 oleh Allah akan memiliki seorang anak, 36:51 dia akan menghindari Arkan hal-hal yang 36:54 tidak mengenakkan itu dialami oleh 36:57 anaknya 36:58 itu sudah agen 36:59 perubah tuh. 37:00 Iya. Iya. 37:01 Merubah dari yang lalu kemudian 37:04 memastikan 37:07 tadinya dia menjadi seorang ayah 37:11 waktu anak-anak sulit 37:14 terakses dengan fasilitas-fasilitas 37:16 pendidikan yang layak. lalu sulit 37:20 mengakses makanan-makanan yang 37:23 berkualitas. Nah, ini juga harus mulai 37:26 dia rubah nih. Bagaimana nih anakku apa 37:31 yang masuk 37:34 melalui mulutnya dalam bentuk makanan 37:37 dan minuman itu harus jelas sumber 37:41 keuangannya. 37:43 Tidak boleh dari hal-hal yang syubhat. 37:47 itu menjadi penting Bunda nih. 37:49 Iya. 37:49 Nah, kita berharap nanti setiap ayah 37:52 sudah mulai memikirkan bagaimana menjadi 37:56 seorang agen berubah. Tadinya anaknya 38:02 belum memiliki teman yang banyak, dia 38:06 sudah harus mulai memberi keluasaan 38:09 kepada anaknya, berinteraksi kepada ee 38:13 teman yang lain. Dan untuk menjadi agen 38:16 peruba untuk itu seorang ayah perlu 38:20 memiliki pengetahuan terkait dengan enam 38:26 aspek ini. Pertama, Bunda Nuni. 38:28 He, 38:29 seorang ayah perlu 38:33 mengetahui 38:34 bagaimana seorang anak itu merasa aman. 38:39 Kalau dia sejak dari awal aman, dia 38:43 berbicara dengan siapa saja, insyaallah 38:46 dia akan keluar rumah. itu kita merasa 38:50 yakin anak kita akan seperti yang kita 38:54 ketahui. Kedua, 38:56 pastikan anak kita belajar apa saja. 39:02 He. 39:03 Apa yang dia dengar, apa yang dia lihat, 39:07 apa yang dia baca 39:09 itu yang perlu kita dorong. Tapi ada hal 39:14 yang juga perlu kita tekankan kepada 39:17 anak kita. 39:18 Ambil yang positif dan hindarkan. Jangan 39:23 sampai ada yang kekerasan, pornografi, 39:27 intoleransi itu terekspresi dari mulut 39:30 anak kita. Itu harus 39:32 dari seorang ayah. Apa yang keluar dari 39:35 mulut ayah, terutama dalam usia 39:38 awal-awal sampai usia 8 tahun, 39:40 insyaallah akan diingat oleh anak kita. 39:44 itu menjadi penting. Yang ketiga nih, 39:47 Bundan Ning, 39:48 he 39:48 pastikan bagaimana persahabatan 39:52 anak-anak kita dengan teman-temannya. 39:56 Berharap ayah yang hebat memberi 39:59 keleluasaan kepada anaknya, berinteraksi 40:02 dengan siapa saja. Tetapi nih, tetapi 40:06 ini benar ni 40:07 atau namun 40:08 seorang ayah setelah anak kembali ke 40:12 rumah dia harus review tinjau 40:16 hm 40:17 apa nih yang kamu dapat dari si A 40:20 bagaimana 40:21 ee sikap si B, bagaimana tindakan si C. 40:25 itu seorang ayah harus tahu dan itu yang 40:28 kemudian sering disusupi dengan 40:30 pernyataan kamu harus belajar banyak 40:33 dari temanmu tuh ya. 40:35 Tapi kamu harus sindarkan dari temanmu 40:37 yang lain ini. Ah itu kemudian akan 40:39 diingat oleh anak kita terekam semua 40:42 hal-hal yang positif dan akan 40:45 menghindarkan hal-hal yang negatif. Itu 40:48 yang ketiga. Tapi yang tidak kalah 40:51 penting, Bunda Nuning, seorang ayah yang 40:54 hebat. 40:55 adalah pembaca bakat dan minat anaknya. 40:59 Kita harus tahu 41:02 apa nih bakat anak kita, 41:05 apa nih minat anak kita. Minat itu 41:09 sesuatu yang tanpa disuruh dikerjakan. 41:12 Itu minat Bundai. Kita bisa baca tuh 41:14 kayaknya anakku ini biasanya begini itu 41:18 kalau boleh habiskan uang kita 41:21 he 41:21 untuk memfasilitasi minat dan bakat anak 41:24 kita. Karena dua hal ini akan menjadi 41:29 modal dia untuk hidup di kehidupan yang 41:33 akan datang. Dan kita harus selalu ee 41:36 yakinkan pada diri anak kita. 41:40 belum tentu ayah akan selalu dekat 41:42 dengan kamu selama-lamanya. Ah, kalau 41:44 ini dia sudah ee mengerti dan dia 41:48 kemudian difasilitasi, didukung dan 41:52 diberi ruang dan diberi akses untuk 41:54 mengembangkan bakat dan minat, 41:57 insyaallah pada suatu waktu kita akan 42:00 tinggal melihat. Sangat aku sebagai ayah 42:04 sangat senang melihatmu, Nak. Ah, itu 42:06 menjadi penting tuh. 42:08 Tapi yang tidak kalah penting ini yang 42:10 kelima, Bunda Nuning. 42:12 Apa itu? 42:13 Apa itu? Hitung nilai-nilai negatif, 42:19 hitung nilai-nilai positif dari anak 42:22 kita. Berharap ya semuanya nilai 42:25 positif, tapi kalau ada nilai negatifnya 42:31 ditelusuri 42:32 apa penyebabnya. Kemungkinan saat di 42:35 dalam kandungan atau saat dia lahir, 42:40 kemungkinan dia dapat dari rekaman sikap 42:43 ayahnya atau perilaku ibunya atau 42:47 perilaku orang yang ada di rumah atau 42:49 yang ada di tetangga atau di sekolah 42:52 atau mungkin dari akses ke digital itu 42:57 kemungkinan akan ada seperti itu. Nah, 43:01 itu yang perlu kita coba ee telusuri. 43:04 Tapi yang tidak kalah penting ini yang 43:06 terakhir apa itu penonton? Adalah 43:10 kompetensi sosial. Kalau seorang ayah me 43:16 mengetahui bahwa anaknya itu sudah 43:19 melakukan apa-apa secara mandiri, 43:22 H 43:23 lalu seorang anak melakukan itu penuh 43:27 dengan tanggung jawab dan konsekuensi. 43:29 Ambil contoh Bunda Nuning. 43:31 Si anak kita sudah diberi tugas untuk 43:33 menyiram bunga. 43:35 Heh. 43:36 Dia akan tahu bunga itu akan segar kalau 43:39 selalu disiram. 43:40 Disiram. He. 43:41 Tapi kalau seorang ayah menemukan ee 43:45 kembang yang disiram itu sedang stres 43:48 atau tidak disiram, itu anaknya harus 43:51 tahu juga. Itu tanggung jawab dan 43:53 konsekuensi. Tapi yang tidak kalah 43:56 penting adalah dia berani mengambil 44:01 keputusan. Nah, ini menjadi hal yang 44:04 penting untuk itu. Untuk itu, ayo kita 44:08 belajar menjadi ayah lebih dari sekedar 44:12 gelar. He. 44:14 Jadi kita bukan memang 44:17 ayah itu adalah gelar Bunda Noning yang 44:20 didapat oleh seseorang yang sudah 44:23 dipercaya oleh Allah. 44:26 Baik sebagai seorang ayah yang me 44:31 lahirkan atau membesarkan. Ada juga yang 44:35 membesarkan juga ya atau orang yang ada 44:39 di sekitar kita yang memberi 44:42 kemudahan, memberi akses itu juga 44:45 menjadi seorang ayah. Untuk itu ke depan 44:48 bagaimana setiap laki-laki yang ada di 44:52 sekitar anak-anak itu bergelar menjadi 44:56 seorang ayah yang hebat. Ini mungkin 44:59 yang kami bisa sampaikan. Dan kalau ada 45:03 pertanyaan kita bisa bagi-bagi. 45:05 Masyaallah. 45:06 Demikian. Asalamualaikum warahmatullahi 45:08 wabarakatuh. 45:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:10 wabarakatuh. 45:12 Jadi untuk yang mau punya menantu 45:16 laki-laki atau yang justru Anda sendiri 45:20 seorang pria yang akan menjadi calon 45:22 ayah. Nah, kalau tadi 45:26 dinyatakan yang paling berat itu adalah 45:28 ketika 45:30 anak-anak berurusan dengan gadget itu 45:35 adalah beban terberat ayah ibu zaman 45:37 sekarang ya, Pak Hamid ya. Baik, 45:40 itu ada satu momen nanti ada satu sesi 45:42 kita bahas 45:43 bahas tentang 45:44 ayah dan digital. 45:45 Ayah dan digital 45:47 ini dari Ibu siapa nih? Kalau menjadi 45:51 suami siaga. Oke. Istri siaga ada 45:54 enggak? Kan anak lebih banyak ditangani 45:56 ibunya pada saat Golden AIDS. Gimana 46:00 tuh? Ibu siaga atau istri siaga? 46:03 Kalau ibu dan ee ibu atau istri siaga 46:09 itu sudah udah otomatis tapi akan 46:12 menjadi ee bermakna kehadiran 46:16 dari seorang ayah yang siaga. itu 46:19 menjadi kekuatan dan itu menjadi satu 46:23 harapan ke depan bagaimana dalam proses 46:29 pendampingan, 46:30 pembimbingan 46:32 di terhadap anak kita. Kehadiran dua 46:36 individu yang mendapatkan gelar dari 46:40 Allah 46:41 sebagai pendidik pertama dan utama. Itu 46:45 adalah dua sosok yang saling 46:48 bahu-membahu, 46:49 [tertawa] 46:50 dukung-mendukung yaitu ibu dan ayah. 46:54 Dan ayah. dan kehadiran ayah itu menjadi 46:58 sangat ee penting. Tapi jangan sampai 47:01 seperti ada ee sekarang ini beredar di 47:04 TikTok ya. Berharap ke depan 47:07 ee itu tidak terjadi, 47:10 tapi menjadi penting kehadiran ayah 47:14 adalah menjadi utama. 47:17 Itu Bundoning. 47:18 Baik. Ini dari Ibu Intan. Saya tadi 47:22 dengar ayah punya cuti ketika baru 47:27 memiliki bayi. Saya belum pernah tahu 47:30 tuh apakah ini peraturan baru atau 47:33 bagaimana. Terima kasih. 47:35 Baik, terima kasih, Ibu. Ah, untuk itu 47:38 menjadi menarik kalau Ibu ambil gadget 47:41 buka 47:42 ketik Undang-Undang 47:44 Nomor 5 ya 47:45 nomor 4. Oh, nomor 47:46 tahun 2024 47:49 tentang kesejahteraan ibu dan anak. 47:53 Ah, di sana itu diatur cuti ee suami dan 47:57 cuti ibu yang melahirkan. 48:01 Tapi ini kan dalam bentuk undang-undang. 48:05 He. 48:05 Jadi masih global. 48:07 Iya. 48:08 Kapan dia bisa ee bertransformasi? Itu 48:12 ada turunannya 48:14 ee peraturan pemerintah, peraturan 48:17 presiden, lalu kemudian akan turun lagi 48:20 peraturan menteri. Jadi agak panjang 48:22 panjang. 48:23 Tapi apa yang perlu dilakukan oleh kita 48:27 sebagai orang yang mengetahui tentang 48:31 ini? Kita segera mendesak. 48:35 kepada pihak-pihak yang bertanggung 48:38 jawab bertanggung jawab untuk mewujudkan 48:41 ini. 48:41 Tapi itu juga sangat ditentukan oleh 48:45 ayah dan ibu saat pemilihan. He. 48:49 Jadi, 48:51 siapa orang yang akan mengeksekusi 48:54 kebijakan ini? Adalah orang yang kita 48:57 pilih 48:59 selama setiap 5 tahun itu kita selalu ee 49:03 update ya. Iya. Ah, 49:05 di situlah kekuasaan kita untuk 49:07 menentukan siapa nih orang yang akan 49:10 kita pilih, yang akan mengeksekusi 49:13 sebuah undang-undang AS. 49:17 Fakta di lapangan sebuah undang-undang 49:19 itu 49:22 banyak orang tidak tahu. 49:25 Padahal di pasal terakhir di sebuah 49:29 undang-undang itu, setiap undang-undang 49:32 ini diberitakan melalui lembaran negara. 49:34 orang yang baru lahir saja itu sudah 49:36 dianggap tahu. Yang jadi soal di kita 49:40 ini kita tidak pengin tahu. [tertawa] 49:43 Untuk itu ee segera cari di Google, baca 49:47 baik-baik. Lalu kemudian hanya 49:51 undang-undang ini bertentangan dengan ee 49:53 hak asasi kami. Ah, boleh lapor ke 49:57 Mahkamah Konstitusi 49:59 supaya ee bisa diproses. Oh, ini ada 50:02 undang-undang tapi kok belum ada di 50:05 kantor kami. Itu berarti lapor ke 50:08 Ombusen. Jadi banyak pintu Banu jalur 50:11 untuk kita ee 50:14 kenapa ke Ombus? Nah, Ombusmen ini 50:16 adalah sebuah lembaga 50:19 independen yang harus memastikan 50:23 sebuah pelayanan itu harus selalu selalu 50:27 sesuai aturan. 50:29 Sekarang ini Bunda Nunik Ombusmen itu 50:32 harus e selalu memastikan 50:35 fasilitas-fasilitas umum itu harus 50:38 inklusi. 50:40 Ah, apa dasar Ombusman melakukan itu? 50:43 Ada dasar undang-undangnya. He. 50:45 Di undang-undang itu menekankan harus 50:47 ada desain universal. Itu salah. Ah, 50:50 salah satu hal yang perlu kita ee 50:53 tanyakan ke Ombusen. Gimana nih mengenai 50:56 cuti ayah saat ee istrinya melahirkan? 51:02 Apakah diambil atau diuangkan? Ah, 51:05 tergantung dari kebijaksanaan. 51:08 Ah, nih penting nih. Gitu ya, Bu di 51:11 rumah. 51:11 Iya. Oke. Kemudian terkait dengan ini 51:14 enggak ada namanya kalau dengan donor 51:18 minimal lima kali itu menunjukkan 51:20 tingkat kesehatan seorang calon suami, 51:23 calon ayah, calon menantu. Tapi untuk 51:27 tahu kesehatan jiwa calon ayah dilihat 51:30 dengan apa, Mbak? 51:32 Ah, [tertawa] bagus nih. 51:35 Sekarang kita ee untuk kesehatan ee 51:39 kejiwaan. He 51:40 di aplikasi 51:43 Satu Hati 51:44 ada tuh. 51:45 Ada tuh. Saya kemarin sudah tes. 51:48 Jadi ee pas ulang tahun 51:52 saya 51:52 Heeh. 51:53 dapat ee informasi dari aplikasi periksa 51:58 kesehatan. Ah kita jawab itu semua 52:00 pertanyaan. Salah satu pertanyaan 52:04 yang panjang yaitu terkait dengan ee 52:08 kejiwaan itu ada kita jawab. Jadi 52:13 apalagi orang yang ada di Jakarta ya. 52:15 He. 52:16 Semua puskesmas yang ada di Jakarta 52:19 menyediakan pelayanan pemeriksaan ee 52:23 kesehatan gratis dan saya sudah me 52:27 manfaatkannya. Padahal rumah saya di 52:29 Pamulang. 52:30 aplikasinya namanya 52:31 Satu Hati 52:32 dari ee Kementerian Kesehatan Hati. Iya, 52:36 itu kita jawab itu 52:38 mengenai kejiwaan. Lalu donor darah itu 52:41 kenapa harus lima kali Bunda Noning? 52:44 Ada tahapannya. Misalnya nih di tahapan 52:48 pertama pada saat kita donor kita harus 52:52 menjawab 40 pertanyaan. 52:54 Pertanyaan. He. 52:55 Ah. 40 pertanyaan itu menyangkut 52:57 perilaku 52:59 keseharian kita 53:00 yang berhubungan dengan 53:02 hal-hal atau aktivitas orang dewasa. 53:06 Terutama 53:07 calon menantu itu sangat penting 53:10 mengetahui perilaku calon menantu kita. 53:13 Minta dia donor darah. 40 pertanyaan tuh 53:16 dijawab. 53:17 Terus pada saat donor pertama itu saat 53:22 awal kita isi 40 pertanyaan itu Bunda 53:24 Nuning. 53:25 Alamat lengkap umur sudah semua dia. 53:29 Kita diambil darah tes hemoglobin. 53:32 Hemoglobin itu ada syaratnya 53:35 dari angka sekian sampai ke sekian. 53:39 Kalau di bawah itu atau di atas tidak 53:41 lolos. Berarti 53:44 2 minggu, 3 minggu lagi boleh datang 53:46 lagi. Setelah lolos hemoglobin nih, kita 53:50 dites darah ee tensi ketemu dokter 53:53 ditanya tanya, "Hari ini sudah makan, 53:55 hari ini sudah sehat belum?" 53:58 Apakah sudah cukup? Belum. 54:00 Ah, kita diambil darahnya. Saat diambil 54:04 darahnya kan diambil tiga sampel kan? 54:06 He he. 54:07 Yang hepatitis, 54:10 ee apa? HIV atau SPIS dicek. 54:16 Ah, pada saat kita mau donor kedua, 54:21 kita daftar toh 54:23 ada tuh pernyataan status positif atau 54:28 negatif. Kalau negatif berarti kita siap 54:30 donor kedua. 54:32 Iya. 54:32 Kalau positif berarti kita harus konsul 54:37 selama tiga kali pengambilan darah. 54:40 Berarti sudah ke berapa tu, Bundan? 54:42 Yang kelima kan? 54:43 Empat. 54:44 Oh, tadi tiga ya. I 54:45 kalau kalau yang pertama negatif 54:47 langsung dua sudah lolos tuh tidak ada 54:50 masalah. Tapi kalau diindikasi berarti 54:54 ambil tiga kali tes ee darah berarti 2 54:57 bulan 2 bulan. 54:58 Iya. 54:59 6 bulan tuh. Dah empat tuh benending. 55:03 He 55:03 dinyatakan 55:05 ee lanjut untuk pengambilan darah 55:08 kelima. Dan di sana negatif. 55:11 Alhamdulillah 55:12 kita akan menemukan 55:14 calon menantu perempuan atau calon 55:18 menantu laki-laki yang darahnya sehat. 55:23 Keren banget. 55:24 Keren. 55:24 Iya. Karena sudah di penghujung jadi 55:27 closing statement terkawal ee terkait 55:30 dengan awal perjalanan menjadi seorang 55:32 ayah nih. Silakan. 55:34 Baik. Terima kasih ee Bunda Nuning, 55:38 Ayahanda dan Bunda di rumah yang 55:42 ee masih mendengarkan siaran ini, ada 55:46 beberapa hal penting yang perlu kami 55:49 tekankan. Pertama, hadir dan terlibat 55:53 menjadi titik awal perjalanan menjadi 55:57 seorang ayah. Untuk itu, seorang ayah 56:00 tidak cukup hanya menjadi tulang 56:03 punggung untuk keluarganya, tetapi dia 56:06 harus memberi ee sesuatu sentuhan kepada 56:11 anak-anaknya. Pertama, dia perlu 56:14 ditingkatkan pengetahuan. Pengetahuan 56:16 dalam hal ini minimal mengetahui 56:20 konvensi hak anak. Lalu kedua 56:24 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang 56:29 kesejahteraan ibu dan anak. Siapa Bunda 56:31 Doning yang akan memenuhi kesejahteraan 56:34 ibu dan anak? 56:35 Ayah 56:36 itu penting tuh. Jadi yang menjalankan 56:38 undang-undang itu bukan ibunya, tapi 56:40 yang akan menikmati ibu dan anaknya, 56:43 ayahnya. 56:44 Dan kalau ayah ini Bunda Nuning, dia 56:48 memiliki status sebagai anggota DPR, 56:52 sebagai polisi, sebagai tentara, sebagai 56:57 ASN, 56:59 insyaallah kebijakan-kebijakan yang akan 57:03 mereka keluarkan itu harus selalu 57:05 memperhatikan kepentingan terbaik 57:08 anak-anak. Heeh. Heeh. 57:11 Bukan anak orang lain. Anaknya dia saja 57:14 dulu yang harus diperhatikan. Insyaallah 57:17 kalau dia sudah memperhatikan 57:19 kesejahteraan anaknya, 57:21 insyaallah saat dia akan mengambil 57:23 kebijakan 57:25 atau keputusan, 57:27 dia harus selalu mempertimbangkan 57:29 seperti hari ini untuk MBG kan. Nah, itu 57:33 penting tuan. [tertawa] 57:34 Lalu yang paling penting juga 57:38 ayah belajar menjadi lebih dari sekedar 57:44 mendapatkan gelar. Jadi gelar 57:48 predikat seorang ayah. 57:49 Gelar ayah itu itu statusnya ee 57:54 menggabungkan 57:56 empat keluarga besar. Lalu kemudian 58:00 ada kehadiran seorang anak. baik itu 58:04 anak laki-laki maupun 58:07 anak perempuan 58:08 dan itu yang kemudian kita akan dimintai 58:13 pertanggungjawaban 58:14 di kemudian hari. Demikian, semoga apa 58:18 yang kami sampaikan ini bermanfaat dan 58:21 kita berharap Allah tetap terus 58:24 memberkahi kita, memberikan cahaya yang 58:28 hari ini sudah lembut, semakin lembut 58:30 lagi. Dan pada pertemuan-pertemuan yang 58:33 akan datang, insyaallah topik ini akan 58:36 terus berlanjut. Demikian. 58:37 Asalamualaikum warahmatullahi 58:40 wabarakatuh. 58:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:43 wabarakatuh. Terima kasih, Dr. Hamid 58:46 Fati dan Ikhwan Akhwat. Mudah-mudahan ya 58:50 untuk menjadi seorang ayah begitu banyak 58:53 yang harus menjadi perhatian kita juga 58:56 kehadiran dan keterlibatannya. 58:59 Mudah-mudahan calon menantu kita atau 59:02 anak-anak kita kelak akan menjadi sosok 59:06 yang sangat tepat mendapatkan predikat 59:10 seorang ayah. Baik, sekali lagi terima 59:12 kasih. Billahi taufik wal hidayah. 59:14 Wasalamualaikum warahmatullahi 59:16 wabarakatuh.