Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Para pendengar, kita akan berbincang 0:15 bersama Dr. Toni Rosid. Asalamualaikum 0:19 warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar 0:21 Mas Toni? 0:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:24 wabarakatuh, Paksan dan seluruh 0:26 pendengar hasil di mana pun berada. I 0:29 termasuk di New York yang hari ini 0:32 ee sudah naik BPM-nya per galon 4 ee 0:37 dolar. Bahkan di California itu 6 dolar. 0:42 Semoga masih tabak dan bersabar 0:44 teman-teman yang di Amerika ini. 0:46 [tertawa] 0:47 Ternyata Iran sukses bikin rakyat 0:49 Amerika uring-uringan ya. Woh. Ya 0:52 begitulah alkisa dunia. Di Singapura pun 0:55 itu Grab-Grab atau tu mobil sewa itu gak 0:57 pada bergerak itu panggil baru jalan. 0:59 Kalau k putar-putar habis bensin katanya 1:02 mahal kali [mendengus] yah. Negeri hamba 1:05 ini luar biasa. Hari ini dunia dibuat 1:07 tertawa karena memang hari ini atau 1:09 besok juga ya hari ketawa internasional. 1:12 Luar biasa Mas Toni. Nah saya ketawa 1:15 pagi-pagi ini ngelihat media Indonesia 1:17 koran kertas ini di depan ini ada 1:20 fotonya ya. Ini fotonya lucu nih. Macam 1:22 angka 100 ya 100. Di sebelah kiri ini 1:26 ada Pak Yudi apa? Yudi Sadewa yang berat 1:30 badannya sudah turun hampir 99 kilo 1:34 sejak jadi menteri. Ya, sementara kita 1:36 tahu kan Pak Erlangga itu oversize ya 1:39 berat badannya. Ditambah lagi Pak Peri 1:41 Wirjanto gendut-gendut ini dua jadi 1:43 macam angka 100 gitu ya. Lumayanlah buat 1:47 ketawa di pagi hari. Belum lagi saya 1:49 dapat berita pagi ini guru-guru itu 1:53 sudah banyak yang di PHK ternyata, Bang. 1:56 Tapi program MBG ini menjadi kebanggaan 1:59 karena dapat meningkatan belanja negara 2:02 apa ee apa tingkat apa tuh 5,61% 2:06 katanya mencatat pertumbuhan ekonomi. 2:09 Belum lagi ee apa tuh koperasi merah 2:12 putih yang sebagian didirikan di hutan 2:16 lebatnya. Wallahualam. mungkin punya 2:18 strategi lain. Apa yang Mas Toni lihat 2:20 pula dari perkembangan dunia yang 2:23 nampaknya Amerika setelah menerima 2:25 tawaran dari Iran ee menyebabkan 2:29 uring-uringan, tak ada jalan lain, mau 2:31 cepat selesai perang tapi gak 2:32 selesai-selesai. ya, bagaimana apa 2:36 namanya tuh tantrumnya si Donald Trump 2:39 itu dan tenangnya para pejabat di Iran 2:42 menghadapi kisah ini. Apa yang Mas Toni 2:46 ee ingin sampaikan di pagi hari ini juga 2:49 tentang Pak Amin Rais ini apakah 2:52 melanggar HAM atau apa kalimatnya ini 2:54 jadi ramai kali tambah lagi cerita di 2:56 balik cerita. Silakan, Mas Toni Rosid. 2:59 Mudah-mudahan cerita Pak apa tuh, Pak 3:03 Prabowo menerima Komisi Reformasi Polri 3:06 pun ada hasilnya. Karena dikenal dengan 3:09 partai coklat ini luar biasa. Dan dolar 3:12 sudah menembus pertama kali di republik 3:15 ini 17.400 3:17 lebih. Silakan, Mas Toni, apa yang ingin 3:20 disampaikan 30 menit ke depan. Tafado. 3:24 Baik, terima kasih Pak dan seluruh 3:25 pendengar. Saya ingin memulai dari 3:28 reformasi Polri. 3:29 Hm. 3:30 Ee dari dulu kan memang ada proses untuk 3:34 melakukan reformasi di kubuh Polri. 3:36 Bahkan saat ini melibatkan pihak-pihak 3:39 yang memang berkompeten untuk bicara 3:41 tentang bagaimana memperbaiki kondisi 3:44 atau kinerja dan profesionalitas Polri. 3:47 Di antaranya ee adalah jumlah tinggi 3:49 dalam konteks ini sebagai ee ketua. 3:53 E nampaknya memang begini, Pak Ehsan ya. 3:57 Di manaun tidak hanya berlaku di 3:59 Polriapun 4:01 itu ee setiap institusi itu memiliki 4:06 sebuah sistem dan sistem itu kemudian di 4:11 ee direalisasi atau diimplementasikan 4:14 dalam kinerja hari-hari. Nah, kinerja 4:17 hari-hari ini ya kita misalnya kita 4:20 menggunakan ee apa namanya ee satu 4:25 teorinya strukturasi. Strukturasi itu 4:28 punya Anto 4:29 apa? Anthony Giden 4:31 itu sistem itu tidak kemudian 4:34 menciptakan apa? Menekan manusia. Jadi 4:36 sistem itu dibikin oleh manusia, 4:39 kemudian sistem itu mengikat kepada 4:41 manusia, tetapi ikatan ini kemudian 4:43 dalam bentuk implementasinya tidak 4:45 selalu fungsional, bisa juga fungsional 4:48 yang pada akhirnya mempengaruhi terhadap 4:50 sistem itu sendiri. 4:51 Jadi ini dinamis. Nah, dalam konteks ini 4:54 implementasi kemudian melarikan sebuah 4:56 sistem yang seringki disfungsional 4:58 ya. Ketika itu disfungsional maka 5:00 kemudian muncul gagasan reformasi. 5:03 reformasi itu kan sebenarnya ee sebuah 5:05 perjalanan sistem yang apa berdialektika 5:09 dengan implementasi dan terus-menerus ee 5:12 kemudian apa terjadi sebuah dinamisasi 5:15 yang seringki kemudian justru 5:17 disfungsional ee lari dari fungsi utama 5:21 dan apa profesionalitas. Di situlah 5:24 kemudian selalu muncul ee dalam konteks 5:27 ini di Polri yaitu reformasi. Reformasi 5:30 ini kan sebenarnya sudah dari dulu. 5:32 Tetapi ternyata memang hak sejauh ini 5:35 belum belum begitu efektif ya. 5:38 Maka kenapa belum begitu efektif 5:40 awal-awal? Karena diserahkan kepada 5:42 internal yang menjadi bagian daripada 5:44 pelaku terhadap sistem itu yang ee tentu 5:47 saja agak sulit ya apalagi pelaku 5:49 internalnya itu ada bawahan. Kemudian 5:52 sekarang sudah dimix ada pihak luar yang 5:55 masuk ke sana secara bisa objektif dan 5:57 jernih untuk melihat dari luar dan 6:00 kemudian melakukan penawaran. Apakah ini 6:01 kemudian bisa berubah? Saya enggak 6:04 yakin. 6:04 Hm. 6:05 Ya, saya lebih setuju kalau reformasi 6:08 rekomendasi rekomendasi untuk reformasi 6:10 Polri itu diberikan ketika nanti 6:13 pergantian Kapolri. 6:14 Hmm. 6:16 Iya. 6:16 Pada saat ya keban dan kita semua 6:18 tahulah sepertinya Kapolri akan diganti 6:20 sama pensiun 2027. 6:23 2027. ya ee dengan berbagai berbagai 6:26 dinamika politik dan keamanan kemarin 6:29 yang terjadi, ternyata posisi Kapolri 6:31 itu sangat kokoh. Dari sinilah apalagi 6:33 situasinya seperti ini ee relatif 6:36 stabil. Ee ya saya berasumsi namanya 6:39 juga asumsi kita akan diganti 2027 lah. 6:42 Pada saat itulah tepat waktunya untuk 6:44 memberikan delapan rekomendasi reformasi 6:47 itu. 6:48 Pak Prabowo tinggal panggil eh aku 6:49 jadikan kamu sebagai Kapolri. Kamu 6:52 sanggup enggak menjalankan del reformasi 6:55 ini? Kalau kamu sanggup, oke aku lantik 6:56 kamu. 6:57 Nah, itu bisa berjalan 6:59 karena orang baru. 7:00 Orang baru ya, 7:01 orang baru dengan sistem baru dan warna 7:03 baru. Setiap pemimpin itu kan membawa 7:05 warna baru dan di situlah saat yang 7:07 tepat. Maka saran saya ya kepada 7:10 pemerintah saat ini berikan lapan 7:13 rekomendasi itu kepada Kapolri yang 7:15 baru, bukan Kapolri yang lama. 7:17 Hm. 7:18 Itu itu Pak Pak ya. He. 7:20 Jadi kalau kemudian kebanyikan kapal 7:22 lama bebannya sudah terlalu banyak dan 7:23 kemudian sistem sudah jalan ee transisi 7:27 kerja juga sudah jalan agak sulit 7:29 kemudian mengubah di tengah jalan. Tapi 7:31 kalau Kapolri baru dia tidak ada beban 7:33 relatif tidak ada beban semua ada beban 7:35 tetapi relatif tidak berat bebannya 7:38 untuk kemudian merealisasikan, 7:40 mengimplementasikan dari delapan ee apa 7:43 rekomendasi itu. 7:45 Itu soal apolri. Kemudian kita bergeser 7:48 ke ekonomi. H 7:50 iya gimana? 7:51 Ee saya bukan ekonom ya. Ya. 7:55 Tetapi paling tidak keawaman saya untuk 7:58 melihat ekonomi makronya begini. Ini 8:00 menjadi pertanyaan saya ee karena saya 8:02 tidak terlalu punya tidak punya otoritas 8:05 yang kuat untuk bicara tentang ekonomi. 8:07 Tapi saya cuma memberikan pertanyaan 8:09 begini Pak 8:12 ya. E sekarang BBM naik ya karena memang 8:16 wajar. BBM naik itu satu BBM itu naik ke 8:22 ee untuk Pertamina dek jadi 14700 8:26 sekarang sudah 27 900. 8:30 Iya. 8:30 Heeh. Kemudian deck light sekarang sudah 8:33 26.000. He. 8:35 Artinya apa? Ini kelas menengah yang 8:38 kena. 8:38 Hm. Nah, kita tahu bahwa gitu kan ya ee 8:43 daerah perkotaan ya itu penopang 8:47 penopang ekonominya adalah kelas 8:49 menengah. 8:50 Hm. 8:52 Kalau kelas menengah kemudian gara-gara 8:54 BBM naik lalut mereka tidak ini mau 8:57 bukan ini mau tidak mau ya ee untuk 8:59 dinaikkan. Kalau kemudian naik mereka 9:01 kemudian tidak pakai BBM itu artinya 9:04 aktivitas mereka jauh berkurang. 9:05 Otomatis kan belanja mereka juga jauh 9:07 berkurang. 9:08 H 9:09 kalau belanja mereka berkurang, maka ini 9:12 akan juga berdampak kepada ee tingkat 9:16 produktivitas. Kalau kemudian 9:17 produktivitas itu berkurang ee maka 9:20 kemudian ya ee pabrik-pabrik juga bisa 9:24 tutup, bisa efisiensi yang terjadi PHK, 9:27 PHK, kemiskinan dan seterusnya. H 9:30 apalagi kemudian kita lihat lagi-lagi ee 9:34 PP P3K kemudian pegawai honorer dan 9:38 sebagainya di efisiensi itu juga 9:41 ee menghambat daya beli masyarakat juga 9:45 otomatis ya. 9:46 Iya. Karena anggaran di kanibal ke sana 9:49 gitu ya. Gitu 9:50 ya. Di daerah-daerah itu juga ada 9:53 efisiensi TKD dana transfer ke daerah 9:56 itu pengurangannya luar biasa 9:58 suruh sampai diberhentikan. 9:59 [berdehem] 10:00 Salah satu contohlah. Salah satu contoh 10:03 ada satu provinsi yang dulunya 10T 10:06 TKD-nya dana transfernya sekarang 10:08 menjadi 4T. 10:10 Tahun 2027 dikurangi menjadi 2T. Padahal 10:13 belanja pegawai saja 4T. Untuk belanja 10:15 pegawai saja dari pusat itu aja enggak 10:18 cukup. 10:18 Logikanya kalau tidak cukup itu gitu kan 10:22 ya kemudian mereka akan berdiri sendiri. 10:24 Kalau berdiri sendiri ya logikanya kan 10:25 akhirnya menentu pertanyaan kenapa tidak 10:28 sekalian menjadi federal kan gitu. 10:30 [tertawa] 10:31 Iya iya iya iya apalagi muncul 10:34 pertanyaan ini pertanyaan ya 10:37 muncul pertanyaan seperti itu. Jadi isu 10:39 sekarang saya bicara lagi ee apa namanya 10:43 sudah mulai banyak diungkap ee para 10:45 pengamat ya isu-isu federal kemudian 10:47 sudah mulai muncul. He. 10:49 Nah, kalau di daerah itu tidak ada 10:51 pembangunan, efisiensi terlalu tinggi, 10:54 apa yang kemudian terjadi? Ya, uang 10:56 enggak beredar daerah. Padahal berakah 10:57 itu adalah kaki-kaki dari tingkat 11:00 nasional. Apalagi otonomi daerah ya ee 11:03 itu sudah sangat berkurang ee apa 11:05 desentralisasi itu sudah banyak 11:07 perubahan menjadi resentralisasi semua 11:10 diambil oleh pusat. Tambang yang semula 11:12 izinnya di daerah sudah ke pusat 11:14 ya. ter semuanya izin-izin itu ke ke 11:17 pusat ini juga menjadi sebuah problem 11:20 tersendiri. Ee itu 11:22 ini ini Mbak masalah ekonomi dolar 11:24 misalnya sekarang kemarin saya lihat 11:27 dolar itu penutupan itu di angka 17.424 11:33 kalau engak salah ya 11:35 4.000. Nah, kalau sampai 18.000 itu kita 11:37 bisa bayangkan kita berarti ee apa impor 11:42 kita barang-barang itu kalau sudah naik 11:44 barang kan jualannya naik 11:46 h 11:46 ya kalau jualan itu naik masyarakat daya 11:48 belinya makin rendah ya makin miskin 11:51 makin susah lag 11:52 akan terjadi deflasi yang luar biasa 11:55 satu sisi deflasi itu akan berlanjut dan 11:57 makin makin besar di sisi lain juga 12:01 inflasi 12:03 ya akan ke sekarang 2,4 ya masih bisa 12:06 bertahan Tapi tidak menutup kemungkinan 12:08 dengan seperti ini, maka hanya tunggu 12:10 waktu inflasi itu akan bisa tinggi. 12:13 Kalau kemudian dikatakan apa ee ini kita 12:16 masih aman, fiskal kita masih aman gitu 12:19 kan ya. Kita semoga ee semoga memang 12:21 begitu masih aman ya. Tapi kenapa 12:24 kemudian menaikkan ee SBI 12:27 ya? 12:28 Heeh. 12:28 Iya. 12:29 Surat hutang. 100 kemudian ditan dengan 12:32 dengan bunga dengan bunga yang lebih 12:34 tinggi. Itu artinya kan kita butuh duit 12:37 kalau bunga lebih tinggi otomatis suku 12:40 bunga 12:41 perbankan naik. Kalau suku perbang 12:43 pengusaha enggak mau pinjam. 12:45 Heeh. Oh iya. 12:46 Kalau enggak mau pinjam mereka juga 12:47 tidak produk ee tidak terjadi 12:50 produktivitas. 12:51 Nah dari semua ini menjadi sebuah 12:53 pertanyaan gitu kan ya. Apakah kemudian 12:57 ini akan [berdehem] berisiko terhadap 12:59 ekonomi di bulan-bulan ke depan? Ee 13:01 beberapa ekonomi itu sampai berbicara 13:03 kalau sampai tidak ada pinjaman antara 13:05 300 sampai 600 triliun ini bisa menjadi 13:08 warning, bisa menjadi apa ee masalah 13:11 serius 13:11 ya. Tapi kita enggak tahu ya. Ya. Ee 13:13 lagi-lagi saya perlu garis bawari ini 13:16 menjadi sebuah ee indikator-indikator 13:18 yang saya sebagai seorang pengamat 13:21 politik 13:23 menanyakan ini 13:25 ya. Menanyakan ini untuk untuk menjadi 13:27 diskusi bersama apakah betul-betul 13:30 ekonomi kita sedang baik-baik atau 13:32 tidak. Dan hari ini memang pertumbuhan 13:35 ekonomi 5,61%. 13:37 Saya tidak ter persis soal itu. 13:39 Tapi dolarnya pagi ini 17.3. 13:41 81 nih. 13:44 Iya. 13:45 ada intervensi sebagaimana kata di 13:47 Purbaya kemarin ada intervensi ketika 13:50 Pak Prabowo panggil Purbaya keuangan ini 13:53 kemudian panggil LPS saya enggak tahu 13:56 kenapa Pak LPS juga dipanggil kemudian 13:57 koordinator menteri 13:59 apa 14:00 koordinator menteri ini 14:03 koordinator [berdehem] 14:04 menteri 14:07 dan lain-lain sampai Fuad Bawazir pun 14:09 dipanggil 14:12 he lanjut Pak 14:14 I Ya, itu iya itu ee memberikan 14:18 apa namanya ee memberikan ee apa asumsi 14:21 publik bahwa memang masalah ekonomi 14:23 harus kita ditangani lebih serius lagi 14:26 untuk saat ini. Kalau tidak sampai ini 14:29 berbahaya kan begitu Pak Isak. Iya. 14:32 Kemudian dari sini kita berpindah tadi 14:35 ke isu sebelum Hurmus isu apa itu Pak? 14:38 itu Pak Amin am 14:40 Oh iya Pak Amin. 14:42 Pak Amin ini kan sahabatnya Pak Prabowo 14:44 ya. Tapi kan tapi yang dicecerkan 14:46 Teddnya 14:48 narasinya. Tapi kok yang nguring-uringan 14:50 banyak kali nih sekarang nih. 14:51 Baru-baruah sudah 2 hari ini. Gimana Pak 14:54 Mas Toni? [berdehem] 14:55 Heeh. Ee Pak Amin cukup jeli untuk 14:59 membangun narasi. Dia bilang ini rumor, 15:03 ini informasi publik. Kemudian 15:06 berbicaraan publik bahwa ya menurut 15:09 pendapat publik bahwa si Ted begini 15:11 begini begini ya. Dia tidak mengatakan 15:13 bahwa tadi menurut apa e saya katakan 15:16 tadi itu begini tidak. Tapi menurut ya 15:18 makanya pakai pasalnya itu adalah 18 15:21 ee F gitu kan ya. Itu artinya apa gitu 15:25 kan bahwa ee ini punya hak untuk 15:28 menyampaikan informasi. 15:31 Hm. He. 15:32 Jadi informasi yang ada di publik 15:34 ditransformasi oleh Pak Amin untuk 15:37 disampaikan kepada penguasa 15:40 dan itu hak untuk mendapatkan informasi 15:43 dan menyampaikan informasi itu 15:45 cerdas juga dalam konteks ini. Artinya 15:47 cukup ee berpikirlah kalau ke pengadilan 15:51 ni panjang ceritanya gitu. 15:53 Heeh. Nah, kalau kemudian ini dianggap 15:57 pelanggaran HAM nampaknya juga terlalu 15:59 jauh. Tetapi kita sadarlah bahwa 16:02 ee apa ee memang tugas-tugas tugas apa 16:06 bukan tugaslah sudah menjadi sebuah 16:09 kelaziman bagi para menteri atau para 16:13 pejabat untuk ee mengambil posisi 16:18 posisianing sebagai bentuk loyalitas. 16:20 Ingin menunjukkan posisioning sebagai 16:22 loyalitas dengan cara apa? mendukung ya 16:25 mendukung apa yang dilakukan oleh 16:28 pemerintah penguasa sekaligus juga 16:31 menghadapi serangan-serangan yang 16:33 dilakukan oleh pihak lain kepada 16:35 penguasa 16:36 kan itu meskipun seringki kadang-kadang 16:39 pejabat-pejabat itu bukan tepoksinya 16:41 untuk bicara itu gitu loh artinya ee 16:45 bagian apa komentarnya apa bagian apa 16:47 komentarnya apa ini kan seringkiali 16:49 terjadi. Jadi saya tidak terlalu kaget 16:51 ini kawan saya juga ya. Ini kawan saya 16:54 juga tapi wajarlah kemudian pikin 16:57 mengambil positioning seperti itu ya. 16:59 Hal yang biasa, hal yang normal, hal 17:02 yang wajar bagian daripada sebuah 17:04 dialektika di ruang publik ya biasa kan 17:07 itu menurut saya ya akhirnya ikut 17:10 mencerdaskan kehidupan kita berbangsa. 17:12 He. 17:12 Ee kemudian kalau ini diperpanjang dari 17:14 sisi politisnya ya, kalau ini 17:17 diperpanjang ya ee yang kemudian makin 17:21 ee semula kan rumor publik ya menurut 17:23 Pak Amin rumur publik 17:24 ya hanya kalangan terbatas yang mungkin 17:27 mengasumsikan itu, membicarakan itu. 17:29 Ketika ini di-publish ya oleh Pak Amin 17:33 kemudian semua orang Indonesia ngomongin 17:34 itu. H 17:35 iya 17:36 yang ngomongin itu. Nah, kalau kemudian 17:38 semua orang Indonesia kalau ini 17:39 diperpanjang ya makin makin ramai ya 17:43 makin ee kalau memang ada sesuatu yang 17:46 ee apa namanya ee semua fakta-fakta akan 17:49 terbuka. Maksudnya fakta-fakta apakah 17:51 betul, apakah betul atau tidak. 17:53 Data LGBT Indonesia dan lain-lain, Jawa 17:56 Barat dan lain-lain akan terbongkar 17:58 semua literasi tentang ini dan juga 18:01 pejabat-pejabat yang jomblo ini menjadi 18:03 sorotan juga semuanya. jadikan untung 18:06 Mas Toni tidak jomblo ya. [tertawa] 18:10 Ini menjadi sebuah dilemat ee satu sisi 18:13 sudah buka dan itu memang ee apa ee 18:16 membuat ini membuat tidak nyaman ya bagi 18:20 pihak-pihak tertentu gitu. Tapi kalau 18:21 diteruskan makin tidak nyaman 18:23 situasinya. 18:24 Tetapi dalam konteks ini memang Pak Amin 18:27 itu berbeda. 18:28 Manusia ini manusia satu yang berbeda 18:30 gitu loh ya. [tertawa] 18:32 eeat 18:34 memang punya nyali yang tidak ada ini. 18:37 Apakah kemudian di kalangan di lingkaran 18:39 kekuasaan sendiri semuanya menolak Pak 18:41 Amin? Enggak juga, Pak. 18:43 Ini kan juga di dalam lingkaran 18:44 kekuasaan kan ada juga faksi-faksi, ada 18:47 juga kompetisi, ada juga persaingan. 18:50 Bagi mereka yang tidak di dalam 18:51 kelompoknya tadi ya, ya mungkin kemudian 18:54 merasa wah benar ini Pak Amin gitu kan 18:56 perlu didukung ya. Tapi kalau dalam 18:58 kelompoknya tadi harus dilawan gitu kan 19:00 dan sebagainya. Dalam konteks ini yang 19:03 dibicarakan oleh Pak Amin itu adalah 19:05 Tedi, bukan Pak Prabowo. 19:09 Itu menurut saya keedilian ya dalam 19:11 konteks komunikasi politiknya itu 19:13 kedilian Pak Amin satu, Pak Amin itu 19:16 mengangkat rumor publik, informasi 19:18 publik bukan saya ya, bukan tuduhan 19:20 saya. He. 19:21 Yang kedua adalah ee kemudian Pak Pak 19:25 Amin itu menggiring hanya ke TEDI bukan 19:27 ke Pak Prabowo gitu loh. Nah, ini 19:29 menurut saya bagian daripada sebuah 19:30 kecilan. Kemudian dia usulkan, dipindah 19:33 saja di tempat yang strategis, jangan di 19:35 situ. daripada diomongin terus 19:38 bahwasanya menasihati teman barangkali 19:40 ini kan Pak Prabowo kita tahulah Pak 19:42 sama Pak Prabowo itu punya hubungan 19:44 emosional yang cukup bagus gitu 19:45 ya daripada kamu Pak Prabowo diomongin 19:48 orang terus ya digunjingin orang terus 19:51 masalah ini toh itu dalam bak tanda 19:53 kutip toh itu belum tentu apa tidak 19:56 benar kira-kira gitu ya seolah-olah gitu 19:59 itu tidak benar ya daripada kemudian itu 20:02 isu ini berkembang terus rumor ini 20:04 berkembang terus kasihan kamu 20:06 maka pisahkan ada. Tapi tetap tadi 20:09 karena ini adalah orang yang sangat 20:11 berharga bagi Pak Prabowo karena TRK 20:13 recordnya ee membantu apa ee mengawal 20:17 membantu dan loyalitas kepada Pak 20:18 Prabowo kasih jabatan-jabatan yang 20:21 strategis yang tidak mempermalukan, 20:23 tetapi juga ee jabatan yang bagi Tedi 20:26 sendiri itu ee bisa berbuat banyak untuk 20:29 negara ini, untuk bangsa ini. Kira-kira 20:30 gitulah. 20:31 Jangan jadi palang pintu yang menghambat 20:33 gitu. He he. Lanjut, Bang. Ee saya 20:36 sayaak saya enggak yakin ini akan karena 20:39 hukum. 20:39 Hm. 20:41 Nah, karena hitung-hitungan politik ya e 20:44 politiknya itu jauh lebih ini lebih apa 20:48 namanya lebih ber lebih beresiko atau 20:51 lebih berdampak ya. Tapi bagi banyak 20:54 masyarakat kalau bisa r hukum biar 20:56 ramai. Pak Amin sendiri menunggu 20:58 nampaknya Pak Amin sendiri kepengin ini 21:00 diteruskan diramaikan 21:01 macam ijazah palsu ya nanti ramai lagi 21:04 ya. 21:04 Iya. Dan tidak ada orang yang bisa 21:07 menahan mulutnya Pak Amin. 21:10 [tertawa] 21:12 Enggak ada siapa yang bisa menahanya Pak 21:14 Amin. Pak Amin itu orang yang sangat 21:16 independen. Kalau mau ngomong ya ngomong 21:17 aja buka-buka aja. Orangnya belak makan 21:21 di MBP sini juga susah ngaturnya. 21:23 Walaupun lab-nya macam-macam makannya 21:26 luar biasa. Saat dia berkunjung ke Rasia 21:28 tahun lalu tuh. Lanjut Bang. 21:30 Oh gitu ya. [tertawa] Ya. Ya. Kita dari 21:34 situ kita beranjak kepada MBG. Dari awal 21:38 saya membuat sebuah pernyataan dan 21:40 konsisten saya setuju MBG. 21:43 Hm. 21:43 Ini program bagus 21:45 ya. Cuman memang soal implementasi 21:50 gitu 21:50 ya. Implasi ya biasalah namanya program 21:53 baru implementasinya banyak ada masalah 21:55 diperbaiki terus-menerus. satu kalau 21:57 bisa ya memang ya memang anggarannya ya 22:00 satu anggarannya jadi jangan jadi apa ee 22:04 mengurangi atau jangan terlalu besar 22:07 mengurangi dari anggaran pendidikan 22:08 misalnya. 22:09 Hm. He. 22:10 Yang kedua, prioritaskan daerah-daerah 22:13 yang memang membutuhkan misalnya ya, 22:16 daerah-daerah yang 22:19 miskinlah ya, daerah kabupaten-kabupaten 22:22 yang miskin yang kira-kira kalau dikasih 22:24 makan, wah namanya apa? Kita bisa 22:26 bayangkan 22:27 Temanggung aja 22:28 banyak anak sekolah di Indonesia, banyak 22:30 anak sekolah di Indonesia yang kalau 22:33 berangkat ke sekolah enggak bisa 22:34 sarapan, enggak ada nasi. Kalau kemudian 22:36 mereka dikasih luar biasa daerah-daerah 22:38 kabupaten pinggiran misalnya gitu kan 22:40 daerah luar Jawa 22:42 itu dulu jangan Jakarta dulu ya salam 22:45 betul betul 22:46 Jawa itu belakanganlah kira-kira kalau 22:48 kemudian Jawa daerah-daerah yang 22:51 kabupaten-kabupaten yang memang 22:52 pendapatan per kapitannya rendah seperti 22:54 misalnya Banjarnegara kemudian 22:57 Purwodagadi Blora daerah-daerah yang 22:59 itulah kemudian diutamakan dulu Gunung 23:02 Kidul gitu kan 23:04 yang tentang perkait rendah utamakan 23:06 dulu dan itu akan jauh bermanfaat. 23:08 Betul. 23:08 Terus kemudian enggak perlu bertahap 23:10 saja ya kan Pak Prabowo bisa 5 tahun 23:12 bisa 10 tahun bertahap saja gitu atau 23:15 sampai kemudian yang penting ada 23:17 daerah-daerah kepulauan gitu kan yang 23:19 tidak tersentuh yang barang-barang 23:21 menjadi mahal. Wah, itu makanan itu 23:23 menjadi ini untuk mengatasi kemiskinan, 23:25 untuk mengerasi stanting, mengatasi 23:26 otak. Ini menurut saya bagus sekali. 23:29 Apalagi kalau kemudian dibikin dulu apa 23:32 KMP-nya koperasi merah putih. Nah, 23:35 kemudian suppliernya melalui KMP. 23:38 KMP-nya hidup gitu kan. Kemudian 23:41 dapurnya juga 23:42 juga hidup. Dan juga itu harus di ini 23:45 potongan-potongan orang-orang yang 23:46 motong-motong itu. Ini kan Rp10.000 per 23:49 ini ya tetap R.000 harus R.000 lah. 23:52 Jangan ada R.000, ada yang R8.000 23:55 ya itu harus kemudian ditertibkan. 23:57 Kemudian barang-barang juga 23:58 setara-setaran itu ditertian, 24:00 yayasan-yayasan itu ditertibkan gitu 24:02 loh. Iya 24:04 iya memang itulah yang terjadi di negeri 24:06 kita. Terakhir dampak dari pergolakan 24:10 dunia di Selat Hormus ini kan luar 24:12 biasa. Hari ini kapal Iran lewat 24:15 Indonesia. Wah, Trump uring-uringan 24:17 nampaknya Pak Prabowo tidak seperti 24:19 Freeard yang disuruh balik dulu. Yang 24:21 ini nampaknya meluncur entah ke China, 24:24 entah ke Jep ke mana itu kapal minyak 24:26 super tankernya. Apa yang Mas Toni lihat 24:29 dari pergolakan ini dan nampaknya ini 24:31 betul-betul menguras kantong dunia di 24:35 berbagai tempat. Strategi Iran yang luar 24:37 biasa ini. Silakan, Mas Toni. 24:39 Iya. Ee Iran tahu bahwa Amerika itu 24:43 punya persoalan logistik. H 24:46 gitu kan. Artinya ada keterbatasan di 24:49 situ untuk perang panjang. 24:51 Hm. 24:52 Ya. Karena ketika minyak ditahan di situ 24:55 ya, Iran apa namanya? Amerika ini ya 24:58 sekarang sudah berapa kalon. Artinya ee 25:01 Amerika itu juga tidak punya stok minyak 25:03 yang cukup untuk jangka panjang dan 25:06 Amerika itu adalah negara yang selalu 25:07 memikirkan jangka panjang untuk berkuasa 25:09 lebih lama. Ya, kalau sudah seperti itu 25:13 sekarang minyak harus naik tata 25:15 penyesuaian-penyesuaian harga dan 25:16 seterusnya. Ya, akibatnya apa? Akibatnya 25:20 ada ee terjadi ee pengurasan terhadap 25:24 fiskal yang dimiliki oleh Amerika itu 25:26 sendiri. Dan kemudian dunia tidak 25:29 memberikan dukungan, NATO tidak 25:31 memberikan dukungan ya. Apalagi kemudian 25:34 Iran semakin kuat dengan hadirnya Rusia 25:36 dan China ya. Ini kan yang diuntungkan 25:38 dalam perang ini kan Rusia dan China 25:40 pasti. [tertawa] 25:42 Iya. Rusia itu bisa minyaknya dijual di 25:45 pasar gelap sekarang di pasar terbuka 25:48 dan dia mintanya harga harga pasar pasar 25:50 termasuk 25:51 dulu dia harga pasar gelap harga murah 25:54 sekarang harga pasar per hari dia dapat 25:56 minimal 12,5 triliun ini 25:59 buat tambah drone katanya. 26:00 Iya 26:02 ya. Belum lagi dia jual senjata ke Iran. 26:04 Hm. 26:05 Nah China gitu kan. Siapa yang lewat 26:07 situ banyaknya pakai yuan? 26:09 Hm. 26:10 Minyak-minyak Iran bisa ke China 26:13 berat. 26:13 Iya. 26:14 Akhirnya bisa bernegosiasi. Iran bisa 26:16 jual juga apa namanya bahan baku untuk 26:19 rudal. 26:20 Hm. Iya. 26:21 Cina dan ini. Nah, pertanyaannya 26:23 Indonesia untung di mana? Gitu kan 26:25 [tertawa] 26:26 dilewatin saja. 26:29 Ini kalau lama 26:30 Amerika tidak mungkin kemudian pergi 26:33 meskipun sekarang secara soft gitu dia 26:35 menghitung apakah nyerang logistiknya 26:38 seberapa kuat atau kemudian dia harus 26:41 menahan diri pulang-pulang apa pergi 26:44 stop ya karena apa dari awal saya nulis 26:47 tiga tiga kali soal Iran Amerika itu 26:51 ee ee 26:53 dalam teori konflik itu ada kalau bahasa 26:56 Arabnya itu luzumah umah lah ee ilzamiah 27:00 itu artinya di dalam konteks sosial itu 27:02 ee di dalam relasi sosial ketika ada 27:05 kepentingan yang sama dan kepentingan 27:07 itu tidak bisa disatukan maka akan 27:09 muncul konflik 27:11 gitu kan ya ini teori-teori sosial yang 27:14 akan muncul konflik ah ee kepentingan 27:17 Amerika itu menguasai dunia terutama 27:20 adalah di Selat Hurmus di antaranya 27:22 adalah Selat Hurmus yaitu ee apa di 27:26 wilayah ya [berdehem] ee gurun pasir. 27:29 Tetapi di sisi lain ee Iran itu gitu kan 27:33 meminta kepada Amerika untuk keluar dari 27:35 gurun pasir. 27:36 H 27:37 enggak ketemu. 27:38 Kemudian yang kedua, Iran itu ditakuti 27:41 oleh Amerika di antaranya karena punya 27:42 nuklir. 27:43 Hm. 27:45 Ya. Ee Amerika minta nuklir di ini, Iran 27:48 ya enggak bisa nuklir harga mati. 27:51 Iya. 27:52 Walaupun dari Amerika awalnya. 27:55 Heeh. ini akan menjadi panjang. 27:58 Ee karakter Iran tidak mung karakter 28:00 Amerika tidak mungkin kemudian Amerika 28:02 membiarkan 28:03 ee apa kemudian terus mengalah menarik 28:06 semua pasukannya. Tidak ya dia tetap 28:09 akan menjaga harga dirinya dan itu butuh 28:10 waktu, butuh biaya, butuh waktu tapi 28:12 biaya yang kira-kira bisa ee tercover. 28:15 Kalau seperti sambil kemudian 28:17 menyerang-nyerang bahwa Iran, Amerika 28:19 itu tidak kalah, kira-kira gitu loh. 28:20 Amerika itu tidak kalah sambil 28:22 menyerang-nyerang dan sebagainya ya. ee 28:26 yang pada akhirnya ini akan panjang. 28:27 Kalau panjang kita enggak tahu nasib 28:29 dunia khususnya Indonesia. Hm. 28:33 Iya. Ya, luar biasa ya. Sebagai penutup 28:37 kisah pagi ini, 30 menit sudah kita apa 28:39 yang ingin Mas Toni sampaikan dengan 28:42 gonjang-ganjing hidup di zaman macam 28:44 begini. Silakan, Mas Toni. 28:47 Iya. Ee 28:49 sepertinya kondisi sekarang tidak baik. 28:52 ee kondisi sekarang bukan sepertinya 28:54 memang tidak baik-baik saja dan ke depan 28:56 punya potensi lebih tidak baik lagi 28:59 khususnya terkait dengan ekonomi ya. 29:01 Maka karena itu ee perlu hidup yang 29:05 bijak ya untuk menghadapi ee masa depan 29:08 Indonesia ya. Yang jelas ketika ternyata 29:11 ekonomi ini perang di Iran sama Amerika 29:15 akan terus e berlangsung lama maka ini 29:18 akan menjadikan dunia makin tidak 29:21 baik-baik saja. terutama adalah 29:23 Indonesia dan ini punya banyak 29:25 konsekuensi tentang kehidupan kita ya. 29:28 Saya di apalagi di ee mana di Jakarta 29:32 ini orang sudah mulai banyak pindah 29:34 karena memang itu menunjukkan bahwa ya 29:37 apa ee di kota-kota besar itu sudah 29:40 berat untuk bertahan hidup ya. Yang 29:43 datang itu 12.000 29:46 yang keluar itu 22.000 lebih makin lama 29:49 habis itu menunjukkan apun mungkin ada 29:51 masalah masalah dukcapil masalah ee apa 29:54 masalah penertiban KTP atau kependudukan 29:58 iya tapi faktor menurut saya ya faktor 30:01 yang paling besar itu adalah karena 30:03 masyarakat sudah tidak mampu untuk hidup 30:06 di kota besar dengan biaya yang sangat 30:08 tinggi. artinya bahwa ekonomi begitu 30:11 betul-betul drastis turun ee sudah 30:14 memangkas ya kemampuan masyarakat kita 30:16 yang cukup besar untuk menyesuaikan diri 30:20 di di dalam menjalani kehidupan ke depan 30:23 ya. Dan di Jakarta ini ya yang menjadi 30:26 sebuah ee apaan kenapa menjadi ee 30:31 menteri KL dianget menjadi menteri itu 30:34 artinya bahwa di dunia kerja kita sedang 30:36 ada masalah yang cukup serius dan itu 30:38 rawan untuk menciptakan sebuah ee 30:41 gejolak. Kalau urusan pelut ya urusan 30:44 perut tidak bisa ditahan 30:45 ya. Ee urusan yang lain bisa ditahan 30:47 tapi urusan perut tidak bisa ditahan. 30:49 Karena itu untuk seluruh warga negara 30:51 Indonesia jauh bijak-bijaklah untuk 30:54 menghadapi hidup karena negara juga 30:57 punya keterbatasan untuk memberikan 30:59 perhatian kepada warga negaranya. Begitu 31:03 juga para pengelola negara yang masih 31:05 korupsi stoplah korupsi. Yang masih 31:07 berambur-amburan, stoplah 31:09 berambur-amburan. Ya, ini saatnya 31:11 efisiensi dan betul-betul ee masyarakat 31:13 sedang lapar, masyarakat sedang susah. 31:16 ya berpikirlah bagaimana untuk apa 31:19 membuat kebijakan-kebijakan yang lebih 31:22 berpihak kepada rakyat bukan berpihak 31:24 kepada diri sendiri. Begitu Pak 31:27 Terima kasih Mas Toni Rosid menemani 31:29 pendengar. Terima kasih, Mas Toni. 31:31 Sampai bertemu Rabu mendatang. 31:33 Asalamualaikum warahmatullahi 31:35 wabarakatuh. 31:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:38 wabarakatuh.