Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:08 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma 0:16 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:19 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:21 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:24 akhwat, pendengar silaturahim dan juga 0:25 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:27 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan 0:29 akhwat di Kamis siang hari ini tanggal 0:32 14 Syawal 1447 0:34 Hijriah atau tanggal 0:37 2 April ya 2026 kita alhamdulillah kita 0:40 kembali hadir wanahwat di acara tausiah 0:43 siang bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan 0:46 yang alhamdulillah telah hadir di 0:47 tengah-tengah kita sapa Ustaz Iwan Wan 0:50 Akhwat. Asalamualaikum warahmatullahi 0:52 wabarakatuh Ustaz. 0:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:55 wabarakatuh. 0:56 Apa kabar Ustaz? 0:57 Baik. Alhamdulillah. 0:57 Alhamdulillah. Takabbal minum ustaz. 1:00 Takbal minkum. Ustaz 1:02 pertama ya setelah libur. [tertawa] 1:05 Pasel libur ya. 1:06 Iya pas libur. 1:07 Masyaallah. Ustaz-ustaz yang lain belum 1:09 mulai? 1:10 Ada. Sudah ada dari hari apa yang kita 1:11 mulai itu ke Kamis lalu ya? Minggu lalu 1:15 eh Kamis Jumat gitu ya. Kalau mas Jumat 1:17 alhamdulillah taqabalah minkum. 1:19 Insyaallah ya karim. Alhamdulillah juga 1:21 Yanfat yang sedang menyimak juga semoga 1:23 sehat semua kabarnya di siang hari ini. 1:25 Amin ya rabbal alamin. 1:26 Dan kita akan membahas tema mengenai 1:29 kita ee mempelajari Quran surah Fatir 1:32 Ustaz ya 1:32 ayat 27 sampai 28 insyaallah 1:35 insyaallah cukup waktu ya. 1:36 Baik dan nanti juga yang bergabung 1:38 bertanya Anda bisa pergunakan WhatsApp 1:40 kami Iwan Ahmad silakan di 0811999720 1:46 dulu Ustaz. 1:46 Jazakah khair 1:48 bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:50 warahmatullahi wabarakatuh. 1:53 Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu 1:56 wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin 1:59 nabina wa habibina Muhammadin wa ala 2:01 alihi wasohabati ajmain. Amma ba'd. 2:08 Rabbi zidni ilma warzuqni fahma. 2:12 Allahumfani bima alamtani waimni 2:14 maanfauni warzuqni ilmanfa Allah inni 2:17 naubika minsajabulah 2:26 allahum inna nasaluka ilman nafi warizq 2:29 wasia wa amalan mutaqabbala. 2:34 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah. 2:37 Ee kita 2:40 membuka 2:42 ee tafsir Ibnu Katsir ya. He. 2:46 Atau mungkin nanti ada kolasi dengan 2:48 tafsir-tafsir yang lain 2:51 pada surah Fatir ayat 27 2:56 yang insyaallah lanjut dengan 28 3:01 ya. Dua ayat saja. Nak nak P ya 3:03 insyaallah. 3:05 Nah, sebelum ustazah sampaikan dua ayat 3:11 yang menjadi rujukan siang ini, 3:15 ee 3:17 kalau kita 3:20 merujuk pada informasi 3:23 BMKG ya, kalau yang 3:25 cuaca 3:26 cuaca itu ya, 3:26 BMKG. 3:27 BMKG ya, B-nya apa tuh? Badan 3:31 badan meteorologi 3:33 GM BMKG 3:35 kimatologi 3:36 dan geofisika ya. Heeh. Nah, ini 3:41 kalau sekali lagi kalau kita merujuk 3:43 pada informasi itu 3:46 ee tentunya informasi yang dihadirkan 3:50 ke tengah-tengah masyarakat masyarakat 3:53 itu bukan tidak melalui analisa ya. Hm. 3:58 Itu tentu 4:00 analisa 4:02 yang tajam kemudian ya analisis-analisis 4:05 dilakukan sehingga menghasilkan rumusan 4:09 gitu gitu. 4:11 Nah, ini 4:13 kaitannya dengan 4:16 pasca musim hujan. Sekarang nih masih 4:19 musim hujan ya? 4:20 Masih hujan. Kadang juga musim hujan, 4:21 Ustaz. 4:21 Ee kemarin di kalau di 4:24 di Kelapan Nunggal. 4:26 Iya. 4:27 [berdehem] itu hampir 24 jam. 4:29 Iya. 4:30 Iya. 4:30 Pagi, siang, malam. Terus, terus. Terus 4:32 berh enggak berhenti. Bahkan kemarin 4:34 dari 4:36 dari zuhur kalau enggak salah. 4:38 Heeh. 4:38 Itu hujan. 4:40 Berhenti malam maju lagi gitu. 4:44 Nah, ini kita rasakan musim hujan 4:46 sekarang cukup lama. 4:48 He, 4:48 betul gak? 4:48 Iya. Iya, betul. 4:49 I terasa cukup lama. 4:50 Cukup lama. 4:52 Nah, ini juga 4:54 diamati oleh ee 4:58 orang-orang yang berkecimpung dalam 5:02 badan meteorologi itu 5:05 melihat daripada pasca musim hujan yang 5:09 cukup lama ini apa yang akan terjadi itu 5:12 dampaknya apa 5:13 dampaknya efeknya itu 5:16 kemarin ustaz merasa 5:20 ngeri loh gitu loh. 5:21 He 5:22 bahwa 5:24 informasi itu 5:26 betul-betul 5:28 detail ya, bahkan 5:31 dimunculkan 5:34 peta-peta dunia. 5:36 Kemudian dimunculkan juga ee lemahnya 5:40 lempengan-lempengan di Pasifik. 5:43 Heeh. 5:44 Yang itu di tengah-tengah Indonesia dan 5:46 Australia. 5:47 Iya. 5:48 yang mungkin jika itu terjadi 5:51 bisa 5:53 berkemungkinan ya 5:54 he 5:55 ee 5:56 akan terjadi hal-hal yang di luar dugaan 5:59 gempa gitu ya. 6:00 Gempa bisa jadi tanah longsor, tsunami 6:02 dan macam-macam. 6:04 Nah, efek dari 6:07 musim hujan yang cukup lama ini dibahas 6:10 sedikit rupa sehingga menghasilkan 6:14 kesepakatan informasi yang harus 6:15 disampaikan masyarakat. bahwa ini per 6:20 bulan Juli kalau enggak salah Jun eh apa 6:23 Juli gitu itu akan mulai musim kemarau 6:27 berganti. Jadi musim 6:28 Heeh berganti berarti kita mungkin musim 6:30 hujannya sampai bulan sekarang masih 6:34 April ya April Maret eh April Mei, Juni 6:36 gitu. Kalau ya Juni atau Juli berarti 6:39 masih ada masa 6:40 ee April, Mei, Juni ya 3 bulan ke depan 6:44 masih mungkin ada potensi hujan. 6:47 itu. Nah, pasca hujan ini berhenti, 6:51 kita akan menghadapi masalah-masalah 6:54 pasca hujan itu yaitu kemarau. 6:56 Iya. 6:57 Ya Allah, ya Rabbi. Kemarau itu 6:59 diprediksi akan panjang juga. 7:01 He he. 7:03 [batuk] 7:04 Prediksi kemaraunya pun akan panjang. 7:08 Kalau sudah prediksi kemarau akan 7:10 panjang, yang paling terdampak siapa? 7:12 Kan gitu. He. 7:14 Yang paling terdampak mungkin ya mungkin 7:18 petani. 7:18 Iya. Petani 7:20 kekeringan itu air ya, sawah dan lain 7:22 sebagainya. 7:23 Sawah, perkebunan, macam-macam. 7:27 Sudahlah 7:29 tanah-tanah 7:31 produktif mereka 7:33 begitu banyak berkurang. 7:35 Iya. 7:36 Ya. Jadi, negara kita ini ee kalau 7:39 menghadirkan barang dari luar ke dalam 7:41 itu apa? impor ya 7:42 impor. 7:43 Iya 7:43 beras. 7:44 Mengimpor beras dari Thailand, dari 7:47 Vietnam macam-macam. Karena apa? 7:50 Karena bahan dasarnya sudah tidak bisa 7:53 ee dihasilkan 7:55 karena adanya 7:57 ee kalau di hutan pembalakan liar ya. 8:01 Kalau di daratan ini 8:03 pembalakan tanah ee petani yang begitu 8:07 subur dan produktif dijadikan lahan 8:10 perumahan. 8:11 pabrik-pabrik 8:12 atau pabrik-pabrik gitu. 8:15 Nah, ini yang menjadi masalah para alim, 8:18 para peneliti itu jika ia terjadi 8:21 seperti ini yang terdampak adalah para 8:23 petani sudah lalahan mereka berkurang 8:26 gitu. 8:28 Menghadapi pula kemarau yang begitu 8:30 panjang 8:32 ini sama halnya juga nanti enggak ada 8:34 hasil alias puso. 8:36 Iya. 8:36 Kalau sudah puso, maka dampak yang lain 8:39 itu ikut. 8:41 bisa jadi kelangkaan beras itu menjadi 8:45 pemicu ee meningkatnya harga ber 8:49 beras 8:49 beras 8:50 gitu 8:52 juga akan memicu kepada ee apa namanya 8:59 kehidupan sosial masyarakat 9:01 gitu yang tadinya gajinya R juta cukup 9:05 contoh ini kan manakala minyak naik 9:09 bensin 9:10 Bensin sudah naik [tertawa] 9:12 karena enggak jadi kan Ustaz. 9:13 Ah, tapi kata katanya sudah ada 14.000 9:16 katanya. [tertawa] 9:18 Ustaz belum ngisi bensin karena enggak 9:19 ada duit. 9:23 Jadi dampaknya 9:25 akan terasa di masyarakat itu 9:27 pasti 9:28 ee gaji yang dulu 4 atau R juta cukup. 9:32 Kalau sudah efeknya ke mana-mana ya 9:36 serba naik. Iya kan? 9:38 bahan pokok terutama beras naik, minyak 9:41 naik, Lailahaillallah. 9:44 Yang tadinya bisa nabung 500.000 9:46 contohnya setiap bulan minus akhirnya. 9:48 Iya. Apalagi yang sudah minus. 9:50 Nah, apalagi yang sudah minus [tertawa] 9:53 lebih minus lagi. 9:55 Iya. 9:56 Apa perkara ini tidak kita perlu 9:57 bicarakan? 9:59 Ustaz bukan pengamat tetapi pemerhati. 10:04 Gu. Jadi pengamat dengan pemerhati kan 10:06 berbeda. 10:07 Iya. Nah, kita cuma memperhatikan aja 10:08 gitu. Kalau pengamat kan dia meneliti 10:11 apa kan 10:12 kita hanya pemerhati. 10:14 Jadi kalau kita perhatikan kondisi di 10:16 masa akan datang katakan hitungannya per 10:20 bulan Juli. 10:21 Iya. 10:22 Akan terjadi kemarau panjang. Ya Allah, 10:25 ya Rabbi. Yang terdampak sekali lagi 10:27 adalah masyarakat pedesaan yang jumlah 10:30 mereka ee otomatis lebih banyak daripada 10:34 jumlah penduduk kota-kota besar kan 10:36 gitu. gitu. 10:37 Sedangkan orang-orang yang di kota-kota 10:40 besar itu 10:42 ketergantungan hidupnya pada hasil tani 10:44 di 10:45 pedesa 10:45 pedesaan. 10:46 Iya. 10:46 Nah, ini kan e [tertawa] 10:48 menjadi muskil gitu. 10:51 Sementara pemerintah ya kan mengimpor 10:55 beras dengan jor-joran memenuhi 10:58 kebutuhan nanti juga di sana ya kan di 11:02 di Italia di Italia ee di di Thailand di 11:06 di Vietnam atau Laos Kamboja itu pun 11:09 akan menaikkan harga beras mereka 11:11 otomatis semua ya 11:12 otomatis 11:15 jika ia terjadi Allahu Akbar ini 11:17 himbauan pada masyarakat ee Muhammad 11:20 sallallahu alaihi wasallam kita umat 11:22 muslim Indonesia khususnya maka kita 11:24 harus mempersiapkan diri ee menghadapi 11:28 perkara-perkara pelik yang bakal 11:30 terjadi. Dengan apa kiranya? Pertama 11:32 mungkin dengan bersabar, 11:34 kedua dengan ibadah, ketiganya dengan 11:38 upaya gitu kan. Bersabar ya memang mau 11:41 enggak mau dunia akan penuh dengan ee 11:44 musibah. Nah, yang ke yang keduanya 11:48 ibadah. Ternyata para alim ulama dulu 11:52 itu menerapkan puasa bukan hanya untuk 11:56 ee 11:58 dampaknya pada ibadah pribadi ya, 12:01 tetapi juga bisa dilihat asal jangan 12:04 setelah puasa itu balas dendam makanan 12:06 ya. Sekarang kan puasa tentang-mentang 12:09 puasa dari pagi sampai sore waduh makan 12:12 apa jangan balas dendam. 12:14 Bahkan bulan puasa ini yang di luar 12:17 bulan puasa cukup R juta untuk 12:20 1 bulan di rumah tangga kita 12:23 di bulan puasa tiga kali lipat 12:25 naik bahkan lebih naik lagi. 12:27 Iya bisa juga tiga kali lipat bisa 9 12:30 juta habisnya 12:32 itu loh. Makanya kita harus melihat dari 12:35 ibadah yang akan dihadapkan pada 12:38 fenomena alam berupa ee kemarau. 12:42 Rajin-rajinlah puasa. 12:44 Iya. 12:45 Tetapi itu tadi puasanya jangan 12:48 ujug-ujug engkena teh naon? Ee ee balas 12:53 dendam soal makanan. 12:55 Justru dengan ada puasa di samping kita 12:57 mendapatkan nilai puasanya, pahalanya di 13:00 situ bisa juga ditekan gitu loh. 13:04 Nah, ditekan apanya? Ditekan cara-cara 13:08 mengeluarkan ee bahan-bahan makanan 13:11 pokok. 13:13 berhemat lagi. 13:14 Menghemat akhirnya menghemat 13:16 penghematan efek 13:17 penghematan akhirnya. Nah, ini tujuan 13:20 kita 13:21 menyampaikan bahwa ibadah saum itu bisa 13:25 ee menekan daripada pengeluaran. 13:27 Akhirnya menghemat 13:29 asal tadi jangan sampai malah dibalik 13:32 puasanya. Mentang-mentang puasa malah 13:35 makan semaunya nanti sore. Gak gak 13:37 begitu. 13:39 Kemudian yang ketiga usaha. Usaha apa? 13:41 usaha agar air-air yang ada hari ini itu 13:45 loh jangan 13:48 kita terlalu bebas merdeka menggunakan 13:52 air. 13:53 Heeh. 13:54 Karena cadangan air di bawah itu kan 13:55 sekarang sedang dihisab terus ke 13:57 permukaan. Betul enggak? 13:59 Iya. Iya. ya untuk ee terutama sekali ya 14:03 kalangan-kalangan produksi ya kan dari 14:07 company-kompany yang pabrik-pabrik besar 14:09 itu penggunaan airnya itu sangat luar 14:11 biasa. Debit air yang ditarik ke atas 14:15 permukaan ini jumlahnya Allahu Akbar 14:18 sangat luar biasa. Nah, ini kondisi 14:20 seperti ini coba untuk dihemat itu 14:24 dihemat penggunaan penggunaan air demi 14:26 apa? demi menghadapi masa kemaruan yang 14:29 bakal terjadi. Itu ini perolohnya. 14:34 Jadi untuk masalah kemanusiaan ini perlu 14:37 kita sampaikan betapun kita bukan ee apa 14:41 tadi ee kalau kita mah ee pengamat 14:45 peneliti ya, [tertawa] 14:48 bukan orang yang berkecimpung langsung 14:51 meng ee menangani masalah ya. Satu 14:55 begitu. Kedua, karena kita bukan 14:56 pemerintah juga kan gitu. Nah, ini ee 15:00 hal yang perlu kita pikirkan bersama. 15:02 Nah, ayat ini, Ikhwan, ayat ini 15:05 menggambarkan kepada nanti, bukan nanti 15:08 ya, dunia ini kan diatur sama Allah soal 15:12 debit airnya, 15:13 he. 15:14 Soal panennya, 15:16 soal pemanfaatan hasilnya. Bukan kita 15:19 yang ngatur sebetulnya. 15:20 Iya. 15:21 Kita hanya pelaksana 15:23 ya. 15:25 Dan pelaksana ini ketika ada upaya untuk 15:28 niat-niat ibadah, oh yang namanya 15:30 pelaksana dalam satu bangunan aja dia 15:32 paling gede 15:34 upahnya kan gitu. 15:36 Nah itu. Nah ini ee mengisahkan juga 15:41 sebelum kita kupas ini pada kondisi 15:44 nanti di akhir zaman. Sekarang sudah 15:46 masuk akhir zaman. 15:47 Iya. 15:48 Tapi belum ada dampak pada hadis yang 15:51 akan Ustaz sampaikan di akhir zaman itu, 15:53 Nak. ketika 15:55 di zaman di di zamannya Dajjal sudah 15:59 Allah keluarkan 16:01 dan ee saat itu Imam Almahdi sudah 16:05 menjadi khalifah terakhir. 16:07 Lalu Nabi Isa sudah turun di zamannya 16:10 Dajjal itu yang sudah Ustaz sampaikan 16:13 dia akan hidup 40 hari di dunianya itu 16:17 Dajjal itu. 16:18 Iya satu harinya seharga 1 tahun. 16:22 Artinya 1 tahun penuh itu matahari tidak 16:24 pernah tenggelam. 16:27 Terus-terusan bersinar, 16:28 terus-terusan bersinar 1 tahun itu. Itu 16:30 satu harinya itu ya ayyamuud dajal. 16:34 Hari-hari di di zaman dajal itu seperti 16:38 itu. Satu harinya dia ada yang harganya 16:40 1 tahun. 16:43 Sehingga para sahabat bertanya, "Rasul, 16:45 ya Rasulullah, kalau begitu bagaimana 16:47 kita salat?" 16:48 Heeh. 16:50 Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, 16:51 "Maka salat-salat kalian itu lakukan 16:53 sesuai dengan kebiasaan." 16:54 He. 16:55 Oke. Jadi, kalau ibaratnya pagi jam .00 17:00 subuh, jam 0.30 eh jam 0.40 17:04 sudah azan maka salat udah ibaratnya 17:07 sekian jam berikutnya 17:09 sesuai jam aja gitu. 17:10 Sesuai jam tidak karena matahari tidak 17:12 tengah, 17:13 tetap ada gitu ya. 17:13 Iya. 17:15 itu sesuai dengan fakduruah maka di 17:18 dihitung 17:19 masa-masa ibadah itu ya kurang-kurang 17:21 dikit lebih-lebih dikit itu artinya 17:23 tidak menjadi masalah gitu ya nanti satu 17:27 hari di jadah itu ada yang 1 bulan 17:30 harganya itu. Jadi 1 bulan tuh matahari 17:33 enggak pernah tenggelam. 17:36 Di satu harinya dajal ada yang sehar 17:38 sama dengan satu pekan. 17:40 H 17:40 satu pekan terhitung 7 hari ya. 7 hari 17:43 seminggu 17:43 7 minggu enggak pernah tuh matahari 17:46 tenggelam itu. Atau mungkin dia berjalan 17:49 tapi lamban 17:52 menuju tenggelamnya itu sampai sudah 17:54 satu satu pekan 17:57 atau dalam hadis itu satu harinya dajal 18:00 seperti hari-hari kita biasa matahari 24 18:03 jam ee apa biasa seperti 18:06 terbit dan tenggelam 18:08 24 jam. 18:11 Nah, ini masalah yang bakal terjadi. 18:13 Nah, kita juga harus wanti-wanti kepada 18:15 masalah ini. 18:17 Sehingga Rasul para sahabat bertanya ee 18:21 kalau seperti itu bagaimana kita hidup 18:23 salatnya? Kan gitu. He 18:25 gitu 18:26 ya. Itu tadi diikut dihitung jam juga 18:29 saat Rasul mengatakan nanti di akhir 18:32 zaman 18:33 dunia ini akan Allah keringkan. 18:36 Ini ngeri loh. Ini ngeri. Di bulan Juli 18:40 akan kering. [tertawa] 18:42 Entar lebih kering lagi. 18:45 Akan kering dunia ini oleh Allah-olah 18:47 dikeringkan. 18:48 Sampai keringnya informasi Rasul bahwa 18:50 nanti di akhir zaman Allah tidak akan 18:52 turunkan sepertiga air hujan dari langit 18:54 ke muka bumi. 18:57 Dan bumi tidak diizinkan oleh Allah 18:59 untuk menghidupkan sepertiga ee 19:03 tumbuh-tumbuhannya. Kalau 19:04 tumbuh-tumbuhan kan beragam. 19:06 Iya. 19:06 Iya. 19:08 Itu tahun pertama bakal terjadi 3 tahun 19:10 berturut-turut itu kemarau panjang. 19:13 Tahun pertama tadi sepertiga air langit, 19:16 air hujan langit tidak diturunkan oleh 19:18 Allah dan sepertiga tumbuh-tumbuhan dari 19:20 bumi tidak Allah izinkan tumbuh. Ya 19:22 Allah. 19:23 Di tahun kedua 2/3 hujan tidak Allah 19:27 turunkan. Demikian bumi tidak Allah 19:29 izinkan untuk menumbuhkan apapun. 2/3 19:32 dari apa yang ada di bumi. 19:34 He. 19:35 Tahun ketiga 19:37 Allah tidak izinkan satu tetes pun air 19:40 hujan turun ke bumi. Demikian bumi tidak 19:44 Allah tumbuh, tidak Allah izinkan apapun 19:47 yang akan tumbuh dari bumi. 19:48 Dahsyat enggak? 19:51 Artinya kalau kita lihat dari hadis ini 19:53 bakal terjadi musibah besar. 19:55 He. 19:56 Masyarakat mana mungkin bisa makan. 19:59 Tahun pertama ajaalah mungkin itu 20:01 mengalami puasa secara nasional. Betul 20:03 gak? 20:03 Mungkin secara dunia mendunia. Betul. 20:06 Sepertiga air hujan enggak enggak 20:08 diturunkan. Oh pasti itu pusat di 20:10 mana-mana 20:11 kekeringan di mana-mana. 20:13 Apalagi 2 per3 apalagi sama satu tetes 20:15 pun gak. Kelojotan manusia di dunia. 20:19 Saat Rasul sallallahu alaihi wasallam 20:21 menyampaikan hadis ini, para sahabat 20:24 itu pada merinding loh. 20:26 Ngeri. Ya Rasul. 20:29 Kalau ia kenyataan seperti itu dan kami 20:32 mengimani apa yang kau ucapkan itu, lalu 20:35 kami makan apa? 20:36 Minum apa kami saat itu? Makanan pokok 20:39 habis, kurma gak ada, gandum gak ada, 20:41 beras gak ada, 20:42 kering semua 20:42 kering kering gitu. 20:46 Maka Rasul mengatakan makanan kalian 20:49 hari itu adalah kalimat 20:53 thayyibah. Subhanallah 20:56 walhamdulillah 20:58 lailahaillallah 20:58 walailahaillallah 21:00 Allahu akbar la hala wala quwwata illa 21:03 billahil adzim itu makanan kalian ketika 21:06 kalian baca ya pagi hari siang hari sore 21:10 hari meresap 21:12 masuk ke dalam tubuh kalian persis 21:15 sebagai pengganti nutris 21:18 kekuatan itu 21:19 kekuatannya bahkan lebih dahsyat. Nah, 21:21 oleh karenanya ikhwan, Allah yang maha 21:24 kuasa, yang maha mengetahui kondisi alam 21:26 ini. 21:28 Ustaz Umar tadi menyampaikan untuk 21:30 menghadapi problem kekeringan pasca 21:34 musim hujan yang cukup panjang ini ya 21:36 itu tadi banyaklah ibadah puasa 21:39 untuk istilahnya mm ee 21:43 meminimalisir gitu pengeluaran menghemat 21:47 menghemat 21:49 seperti hanya akan terjadi kelak manusia 21:52 bukan makan beras lagi. Manusia tidak 21:55 makan lagi gandum dan kurma karena 21:56 kekeringan. Itu kapan? Nanti 21:59 dan kita imani akan terjadi makanan 22:02 pokok kita nanti hanya pada kalimat 22:04 thayib. 22:05 Kalimatut thayyibah. Subhanallah, 22:07 walhamdulillah, walailahaillallah, 22:08 Allahu Akbar. 22:10 Itu ikhwan yang dirahmati Allah. Nah, 22:12 ayat ini menggambarkan pada kita tentang 22:15 fungsi dan manfaat air hujan sebetulnya 22:18 gitu. 22:19 Nah, di ayat ini Allah berfirman, 22:23 azubillahiminasyaitanirrajim 22:25 ayat 27-nya nak ya. Alam taro annallaha 22:30 anzala minasama maa. Tidakkah kalian 22:34 perhatikan? 22:36 Tidak engkau lihat bahwa Allah Subhanahu 22:38 wa taala sesungguhnya menurunkan air 22:40 hujan dari langitakna 22:44 bihiar 22:45 mukhtalifan alwan. Lalu Allah Subhanahu 22:48 wa taala tumbuhkan dari bumi itu 22:52 berbagai jenis buah-buahan yang beragam 22:56 corak dan warnanya. Waminal jibal. Dan 22:59 kalian lihat gunung-gunung 23:02 di depan kita Gunung Salak, Gunung 23:03 Pangrango, Gunung Ciremai. 23:05 Iya. 23:06 Di di sebelah barat ada Gunung 23:08 Kerakartau, Semiru, Selamet, 23:11 macam-macam. 23:12 Itu kan Allah katakan ee waminal jibal. 23:17 Judad bidun wumrum mukhtalifun alwanuha. 23:21 Dan kamu lihat gunung-gunung yang kokoh, 23:24 kalian lihat itu di gunung-gunung itu 23:28 ternyata Allah sudah siapkan 23:30 jalan-jalan. He 23:32 itu loh. Kalau sawah 23:34 pematang-pematangnya supaya bisa 23:36 dilalui. 23:37 Gunung pun sama. 23:38 Ada jalan-jalan. 23:38 Contohnya kalau di Majalengka itu ada 23:40 Gunung Ciroma paling besar di Jawa Barat 23:42 bukan Gunung Salak. Majalengka tuh 23:44 paling paling besar itu dan paling 23:47 tinggi itu ada yang untuk ke puncaknya 23:50 itu dari Palutungan. 23:52 Oh 23:52 daerah Kuningan. 23:54 Ada yang dari ee 23:56 apa namanya? Linggar Jati itu 23:58 itu jalannya ya. 23:59 Iya. Jalan untuk ke puncaknya tuh ada 24:01 yang dari Majaleng Kak dari sekitar 24:03 ee ruas jalur yang namanya Sera tering. 24:07 Hm. 24:08 Eh Terra tering. Terra sharering 24:11 yang indah banget itu. Itu sampai ke 24:12 puncak sana. He 24:14 itu jalan-jalan sudah Allah bentuk 24:15 judadun bidun gitu kan. 24:18 Judadun bidun wah humrun. Ya Allah 24:21 mukhtalifun alwanuha. Ya kan 24:26 jalan-jalan yang sudah jelas ya 24:29 yang yang warnanya itu jalannya ada yang 24:32 putih ada yang merah istilahnya tanahnya 24:34 gitu loh 24:34 tanahnya. 24:35 Iya kan gitu. 24:37 Mukhtalif pun berbagai macam ragam 24:40 warnanya. Worobibusuda 24:44 wagarobibusud. 24:47 Dan garabib sud itu dimaknakan 24:57 kepada ee garabib sud itu dimaknakan 25:02 aljibal atwal asud yaitu gunung-gunung 25:06 yang melintas panjang dan tinggi yang 25:11 warnanya kehitam-hitaman saking pekatnya 25:14 warna pekatnya 25:15 itu. 25:16 Ini ikhwan yang dirahmati Allah 25:18 Subhanahu wa taala, kita kembali kepada 25:20 ayat ini bahwa Allah Subhanahu wa taala 25:22 menurunkan hujan itu tepat waktunya. 25:25 He 25:26 tepat waktunya. 25:27 Tepat waktu. Zaman ustaz kecil itu hujan 25:31 itu di bulan berberber begitu ya. 25:33 Betul. 25:33 Sekarang sudah tidak lagi. 25:35 Sudah berubah berubah 25:36 sekarang sudah berubah. 25:36 Sudah random kapan sudah random 25:38 [tertawa] aja 25:39 kapan aja Allah mau. Jangan kira ini 25:42 pertanda kiamat. H 25:44 Rasul mengatakan jika hujan sudah tidak 25:47 tepat waktu, itu adalah salah satu 25:50 ciri-ciri kiamat. Pertanda kiamat 25:52 itu. 25:53 Oleh karenanya bagi kita hari ini, soal 25:56 kapan Allah turunkan hujan, soal kapan 25:58 Allah tahan, manfaatkan sebaik-baik 26:00 mungkin. 26:00 Heeh. 26:01 Jangan mubajir pada penggunakan 26:03 penggunaan air 26:05 gitu loh. 26:06 Gitu. Air itu banyak jadi banjir, 26:08 sedikit jadi kurang kan gitu. [tertawa] 26:11 Sedang bermanfaatlah 26:12 ya. Sedang bermanfaat. kita. Nah, oleh 26:15 karena sekarang yang paling penting kita 26:17 menghadapi kondisi ini ada semacam 26:21 program ketahanan pangan. 26:23 Heeh. 26:24 Ini ini para ustaz, para kiai harus 26:26 menyuarakan ini. 26:27 Heeh. Betul. 26:28 Tidak cukup pemerintah. 26:30 Akar rumput ini harus disadarkan oleh 26:32 para ulama untuk mengaksanakan 26:35 program ketahanan pang pangan. 26:37 Ketahanan pangan. 26:38 Contohnya 26:41 pemilik-pemilik pesantren atau penggerak 26:43 pesantren itu kan ada badan wakaf. 26:45 Badan wakaf itu sampai ratusan hektar. 26:48 Iya. 26:48 Bahkan ribuan hektar. Gontor sendiri 26:51 punya ribuan hektar. Pesantren pusat 26:53 dulu yang sudah sekolah mungkin kalau 26:56 ada nilai jut ada angka jutnya pun 26:58 enggak ada jutnya gitu. 27:00 Ya, orangor Cina sekarang satu orang 7 27:02 juta hektar punya lahan satu orang itu 27:05 satu orang 27:06 oligarki itu ada yang 5.000 ee 5 juta 27:09 hektar digila itu. [tertawa] 27:13 Nah, ee berdayakan 27:17 lahan-lahan kosong dari wakaf itu untuk 27:19 apa? Untuk sesuatu yang dapat 27:21 dimanfaatkan. 27:24 ciptakanlah 27:25 apa yang namanya tadi ketahanan pang 27:28 pangan 27:28 ketahan 27:29 kecilnya ruangan rumah kita di kampung 27:32 itu mungkin sekecil-kecilnya rumah itu 27:35 lahannya ada 200 m 27:37 h 27:38 iya kan tidak seperti perumahan kita di 27:41 Kelapa Nunggal ibarat cuman 60 m habis 27:44 ya sekecil-kecilnya rumah di kampung ada 27:47 ee 250 m tanahnya 27:49 iya luas-luas a ya 27:50 masih luas 27:51 maka sisa Kesalahan itu manfaatkan untuk 27:55 ketahanan pangan. 27:56 Iya. 27:57 Apa yang harus ditanam dan harus 27:58 dipelihara? Pertama, sayur-sayuran 28:01 mungkin. Kalau sawah enggak mungkin. 28:03 Heeh. 28:04 Sawah mengandalkan sawah itu paling 28:06 setidaknya 3.000 m akan menghasilkan 28:10 panen yang bisa kita makan setengah 28:13 tahun 28:14 dari 3.000 m. Itu kan biasanya kan du 28:18 dua kali panen atau tiga. Kalau tiga 28:20 panen mungkin ada surplus. ee setengah 28:23 tahun itu sudah dihitung sama ustaz di 28:26 kampung 28:27 itu. Nah, paling kita 28:30 memanfaatkan lahan-lahan tersis itu 28:31 dengan apa? Dengan ya semacam kangkung, 28:35 sosis, sosin ya. Cosim 28:38 cesim cesim gitu. 28:39 Iya. Kacang-kacangan, tomat, 28:41 sayur-sayuran gitu ya. 28:42 Sayur-sayuran. Nah, di samping itu di 28:45 belakang rumah harus ada ketahanan 28:47 pangan berupa daging-daging 28:49 unggas 28:49 ya. ayam dari unggas, 28:51 ternak-ternak ya, 28:51 ternak-ternak yang sifatnya bisa 28:53 menunjang kehidupan dari telurnya. 28:56 Oke. Jangan banyaklah kemarin Ustaz buka 28:59 di YouTube itu orang hanya punya 10 29:03 bibit ayam 29:05 ya kan? Kemudian dua jantan. 29:08 Masyaallah bertelur. 29:10 Iya. 29:10 Dan beranak. Akhirnya di situ judulnya 29:13 miliarder dari 10 ekor ayam. Hm. Awalnya 29:16 10 ekor. 29:17 Awalnya 10 ekor. Betul-betul jadi 29:19 miliarder setelah sekian tahun. 29:22 Itu ya 29:24 itu paksa, bukan omong kosong. Kita 29:27 harus melakukannya. 29:29 Syukur-syukur kalau di pinggir ayam itu 29:31 ada bebek, meri, entog, 29:33 ada kambing. 29:35 Karena ternyata di keterangan 29:38 orang-orang yang sudah terjun langsung 29:40 mengelola lahan-lahan sempit itu 29:43 keberhasilan itu tidak mengandalkan 29:45 tidak selamanya mengandalkan tanah yang 29:47 luas. H 29:49 justru tanah yang luas ketika kita hanya 29:51 memanfaatkan lahan apa istilahnya ee 29:55 peternak-peternak kecil gitu itu tidak 29:58 efektif. Kenapa? Sulit ngontrol. 30:00 Iya. Iya. 30:01 Akan sulit ngontrol. 30:02 He. 30:02 Bahkan mungkin memancing maling untuk 30:05 gentayangan. 30:06 Iya. 30:07 Nah, di situ, Ikhwan, perlu kita 30:09 pikirkan bersama sekarang. Demi Allah, 30:12 jika Allah sudah 30:14 menginginkan terjadinya dunia ini banyak 30:17 musibah, lalu kita belum siap-siap, wah 30:20 nauzubillah minzalik. Kita akan 30:22 mengelahi kesulit kesulitan. Alangkah 30:24 baiknya itu kan sebelum segala sesuatu 30:27 kita apa kata orang sedia payung? 30:29 Sebelum hujan. 30:29 Sebelum hujan 30:31 itu jangan kita sudah kebasahan baru heh 30:34 membentangkan payung. Itu kebasahan 30:37 namanya. Basah kuyub namanya. 30:39 itu lebih baik kita sedia payung sebelum 30:43 hujan gitu 30:45 ya. Nabunglah sebelum banyak ja 30:48 [tertawa] kan gitu. Nabung sebelum 30:50 banyak jajan. 30:52 Pelihara ayam ent meri dan sebag dan 30:55 kambing semampu kita. Tentu bicara modal 30:58 kan gitu. Ah ini ayat 31:00 sampai ke sana arahnya. Heeh. Heeh. 31:01 Ayat di 27 surat Fatir ini sampai ke 31:04 sana arahnya 31:06 itu sampai kepada membicarakan masalah 31:09 finansial, membicarakan pada masalah 31:12 kekokohan ee pangan dan ketahanan iman 31:16 seseorang saat menghadapi kondisi alam 31:19 seperti itu. Soal modal Ustaz kemarin 31:21 mengkalkulasi Nak Pari 31:24 kambing itu yang umur 6 bulan itu 31:27 R00.000 31:31 doakan Ustaz mau beli beberapa ekor 31:33 untuk menghadapi Idul Adi. Moga-moga 31:37 beberapa bulan kemarin bisa tumbuh 31:38 besar, bisa ada untungnya gitu. 31:41 Itu 4 bulan berikutnya itu 6 bulan 31:45 berarti kan setahun 31:46 bisa kita jual sejuta, 2 juta. 31:50 Iya. 31:51 Menghabiskan pakan ber ee apa namanya? 31:54 Jukut. Eh, jukut rumput 31:57 rumput itu dalam dalam ee 4 bulan 32:01 berikutnya itu sampai antara ada ee 32:09 hampir hampir 6 kintal. 32:12 H 32:12 6 kintal itu 600 kilo. 32:14 600 kilo rumput 32:15 itu berarti satu 1 bulannya berarti 600 32:18 / 4 berarti 150 kilo 1 bulannya. 32:23 Berapa kambing? empat kambing atau lima 32:25 kambing. Akhirnya sampai seperti itu. 32:28 Nah, lain halnya ayam. Kalau ayam itu 32:30 istilahnya melalui makanan yang kita 32:33 enggak habis bisa dikasihkan nabung 32:35 samahannya nabung 32:37 atau kita kalau memang makanan selalu 32:39 habis ya belilah dedak. 32:41 Heeh. 32:41 Satu dedak itu 1 kilo 4.000 perak. 32:45 Ya, 4.000 ada yang 3.500. 32:48 Kalau yang 3.000 tuh kurang menirnya. 32:50 Jadi melulu dedak. 32:52 Heeh. He. 32:52 Tapi kalau yang 3.500 sampai 4.000 atau 32:54 ada menirnya. 32:55 Menir 32:56 itu menir itu bahan dasar daripada beras 32:59 ee apa namanya? Ee tepung 33:03 di kampung-kampung tuh bahan dasarnya 33:04 bukan dari beras, dari menir itu 33:06 kebanyakannya 33:08 gitu. Tidak murni beras. H 33:10 kalau murni di beras habis itu enggak 33:12 bakal kebagian gitu. Nah, sampai ke arah 33:15 itu intinya ikhwan pendengar hasil di 33:18 mana berada ayat ini menggambarkan pada 33:20 kita tentang nikmatnya kita 33:24 dapat curahan hujan. 33:27 Maka manfaatkan sebaik-baik mungkin. 33:29 Ustaz pernah ke Kalimantan Timur di sana 33:33 namanya di e Parit Naim namanya. 33:37 Pontiana. 33:38 Pontiana. 33:38 Parit Naim. itu kita mandi itu kayak 33:42 mandi dengan air kopi. H 33:45 saking masyarakat itu menggali sumur ya 33:49 airnya hitam. 33:50 Ini bukan bohong. 33:53 Ustaz bilang ee sama ikhwan-ikhwan, 33:56 "Ustaz Umar jangan kaget nanti mandinya 33:58 dengan air kopi." Hah? Main kopi 34:00 [tertawa] 34:00 hitam ya? 34:01 Hitam. Hitam pekat kayak kopi. Benar 34:03 kayak kopi. 34:04 Karena apa itu? Nah, karena di dalam ee 34:07 tanah itu ternyata ee bukan ada akar 34:11 serabut, ada payau, air payau 34:14 karena banyak pohon-pohon itu. 34:15 Nah, itu loh kan tanahnya kan tanah 34:18 tanah gembur, tanah apa tanah apa 34:20 namanya ya? Tanah payau lah. Gambut 34:22 gambut 34:23 tu. 34:24 Jadi airnya kayak air bekas e dari 34:27 perasan akar-akar gitu. Nah, itu 34:31 bersih. Bersih, 34:32 tapi bersih. 34:33 Maka US itu mandi dengan air itu. Tetapi 34:37 kawan-kawan kaum muslimin di sana tidak 34:39 kalah ee tidak kalah siap. Mereka mereka 34:44 membuat di sepanjang jalur rumah mereka 34:47 kanan kiri depan belakang mereka membuat 34:50 tabung-tabung. 34:52 He. 34:53 Ada yang tabung dari buat di semen 34:56 ukuran 2 m 4 m. terus sepanjang rumah. 34:59 Heeh. 35:00 Ada yang terbuat dari drum-drum plastik 35:03 ataupun ataupun drum ee besi 35:06 yang ketika hujan turun mereka tampung 35:09 semuanya. 35:10 Penampungan air gitu ya. 35:11 Nah, itu maka penampungan air itu mereka 35:13 atur satu bak ini enggak boleh 35:17 Heeh. 35:17 habis terkecuali sekian hari. 35:19 Oh, 35:20 bahkan satu bak ini bisa bisa harus 35:23 habis harus bisa ee cukup 15 hari. Ya, 35:28 makan, ya, minum, ya, mandi. 35:29 Iya. 35:30 Ya, makan, ya, minum, ya mandi, ya. 35:32 Nyuci, bahkan. 35:33 Yang ini nanti untuk bulan berikutnya 35:36 mereka membuatnya ada 12 sampai 20-an ee 35:39 tabung-tabung itu. 35:40 Heeh. Heeh. 35:41 Itu otak manusia luar biasa di sana. 35:44 Supaya mereka mandinya air yang tidak 35:46 seperti kopi tadi. 35:48 Meskipun demikian, air yang seperti kopi 35:50 itu masih bisa dimanfaatkan. Apalah lagi 35:53 kita di sini, gitu loh maksudnya. 35:55 Berhematlah karena kita akan menghadapi 35:57 masalah-masalah besar. 36:00 Ikhwan Pillah yang dirahmati Allah. 36:01 Berapa menit lagi? 36:03 Masih ada waktu. 36:04 Ah, masih ada ya. Nah, ini adapun ayat 36:08 yang ke-28-nya 36:11 yaitu 36:15 Allah Subhanahu wa taala 36:18 menggambarkan kepada 36:20 hamba-hambanya tentang 36:23 kondisi dan posisi para alim ulama gitu. 36:28 Jadi, para alim ulama itu bukan hanya 36:30 alim ulama di bidang agama. Ternyata 36:34 secara umum 36:35 general 36:37 generik lah semuanya 36:38 semua 36:39 yang memiliki ilmu dari Allah apapun 36:41 bentuknya apakah agama apakah ilmu dunia 36:45 itu semuanya adalah ula ulama 36:48 Allah mengatakan waminanasi wad dawab 36:52 dan dari antara manusia dan binatang 36:55 melata dawab itu binatang wal an'am dan 36:59 binatang ternak peliharaan an juga 37:03 mukhtalifun alwanuhu kadalik jenis dan 37:07 dan variannya beragam. 37:09 He. 37:10 Kalau kita sebut satu-satu unta. 37:13 Iya. 37:14 Kadal. 37:16 Kadal enak loh digurun. 37:17 Kadal gurun. 37:18 Orang Saudi sekarang sedang banyak ee 37:20 memelihara kadal gurun sekarang. Uh. 37:22 Nikmatnya B. 37:23 Itu besar ya bentuknya. 37:24 Oh besar. Seperti lebih besar dari 37:26 kelinci. Kelinci mereka juga gede-gede. 37:28 Heeh. 37:29 Ustaz sering melihat. Iya. Kelinci 37:31 mereka tuh. Aduh, makanya mereka ada 37:33 yang khusus ke padang padang pasir itu 37:36 untuk khusus menembak kelinci, 37:40 mengejar kadal-kadal gurun karena 37:41 nikmatnya luar biasa. 37:44 Kadangal 37:44 lebih 37:46 [tertawa] 37:47 se kelinci gede itu kadal 37:50 dan diternakan hari ini. 37:51 Iya. karena menghasilkan juga ee 37:54 keuangan yang cukup menjanjikan 37:57 itu loh. Kambing, sapi. 38:00 Iya. 38:00 Iya kan? Kerbau. 38:02 Kerbau. Kebo. 38:02 Allahu Akbar. Kerbau itu kebo. Iya. 38:05 Muning. 38:06 Ustaz dari Lim Munding nih. 38:08 Kampung Ustaz Kecamatan Lili Muning. 38:10 Karena baheula dulu itu banyak Muning. 38:12 Banyak kebonya. 38:13 Ada kebonya. Ada Lui Kujang karena 38:14 banyak Kujang. Kijang. [tertawa] 38:17 Itu itu di daerah Jagalu, daerah ee 38:20 Gunung Cirmai itu. Nah, itu 38:23 jadi Allah Subhanahu wa taala 38:24 menciptakan segala sesuatu atas 38:26 kehendaknya dari hewan-hewan aja 38:27 beragam. Ada ayam. 38:29 Iya. 38:29 Ayam aja ada ayam kalkun. Iya kan? 38:31 Ayam hutan. Ayam 38:32 Iya. Ayam hutan. Iya. Ayam ee istilahnya 38:37 negeri. 38:38 Heeh. 38:38 Iya kan? Iya. 38:39 Ayam kampung. 38:40 Ayam kampung. Kemudian ee ayam yang gede 38:43 tu yang 38:44 ayam pelung. W belum yang kalau 38:46 ngongkor-ngongkon sampai ke bawah 38:49 irong di Cianjur banyak tuh 38:51 yang belum gede-gede tuh 38:52 gede-gede lagi ya. 38:54 Nah itu. 38:55 Nah itu mukhtalifun alwanu kadalik 38:57 beragam mereka. 38:58 Nah dari ragam ini kita manfaatkan salah 39:00 satu jenisnya ibaratnya 39:03 pelajari betul-betul agar menghadirkan 39:05 manfaat buat kita. Ketahanan pangan 39:08 harus mulai dari hari ini berpikir. 39:10 Iya. Nah, oleh karenanya saat kita 39:12 berpikir tentang semua jenis hewan, 39:16 semua warna-warna ya kan yang Allah 39:19 kenalkan pada kita dari warna beras ada 39:23 yang ada yang putih ada yang merah dari 39:26 jenis-jenis e sayur-sayuran ya kan. 39:29 Allahu Akbar. Dari bebetian beti itu apa 39:34 umbi-umbian. Wuduh 39:36 Allah. Ada kentang, ada boled ya, ada 39:38 sampe. Allahu Akbar. 39:40 itu ada hui, 39:41 ada hui singkok. 39:42 Oh, itu singkong tuh. Itu harus kita 39:45 pikirkan manfaatnya. 39:47 Maka jika kita memikirkan itu sehingga 39:50 enggak diambil manfaatnya oleh kita, 39:53 Allahu Akbar. Kitalah menjadi ulama. 39:57 Kitalah menjadi ulama. Allah katakan, 39:59 "Innama yaksallaha 40:01 min ibadihil ulama." 40:03 Maka sesungguhnya yaksallaha yang paling 40:07 takut pada Allah itu adalah 40:09 dari kalangan hambanya yang berinisial 40:13 itu ulama 40:14 ya. Ulama itu tadi yang menganalisa 40:18 sehingga dapat manfaat dari hasil 40:20 analisisnya. I kan 40:22 yang menjadi pemerhati sehingga setelah 40:25 memperhatikan oh ternyata harus begini 40:27 begini. Itu ulama 40:29 itu ulama. 40:30 Ah itu mereka yang takut sama Allah 40:31 sebetulnya. Tetapi jangan sampai salah 40:34 ketika memperhatikan itu hanya untuk 40:36 menentang Allah malah itu yang 40:38 menyibukkan ulama 40:40 itu namanya ulama perusak tahu tapi 40:43 untuk merusak. 40:45 Innallaha azizun gfur. 40:48 Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala 40:50 aziz, maha mulia lagi maha pengampun. 40:55 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah. Nah, 40:58 ini sekedar informasi tafsirnya tidak 41:01 beda dengan yang ustaz ucapkan sekarang 41:03 dari terjemahan itu loh. Bahwa Allah 41:07 mengatakan waminanasi waddawab kadalikal 41:11 hayawanat minal minal unasi wad dawab. 41:15 Jadi ee apa dawab di sini itu 41:21 manusia juga termasuk dawab. dabbah. 41:23 Dabah, 41:24 binatang melata. Tapi ee hewan-hewan 41:27 manusia termasuk hewan-hewan. Tapi dalam 41:30 bahasa Arab tuh alinsan hayawanun natiq. 41:33 Alinsan hayawanun natiq. Manusia itu 41:37 adalah hewan tapi yang bisa berbicara 41:39 [tertawa] 41:41 itu. Wahua 41:45 qawaim. yaitu semua hewan itu adalah 41:49 dimaknakan setiap makhluk yang berdiri 41:53 itu di atas kaki-kaki mereka kita di 41:56 atas kaki. Betul. 41:58 Betul 41:59 itu. Bahkan ular kakinya adalah perutnya 42:01 kan gitu. 42:03 H. 42:05 Nah, oleh karenanya, Ikhwan, marilah 42:07 kita berpikir secara jernih ee menyikapi 42:11 tentang kondisi yang bakal terjadi ini. 42:14 Mengingat Allah Subhanahu wa taala kulla 42:16 yaumin hua fi'an. 42:18 Allah itu kulla yaumin hua Allah 42:20 fisya'an. Setiap hari, setiap saat Allah 42:24 itu sibuk. Sesibuk-sibuknya Allah 42:27 mengatur segala-galanya hamba-hambanya. 42:30 memberi rezeki, 42:32 menaikkan pangkat derajat seseorang, 42:36 memberikan makanan. L itu Allah 42:39 mencabut nyawa, menghidupkan, melahirkan 42:42 bayi-bayi yang baru, mencabut nyawa 42:45 orang-orang tua. Ini Ustaz Umar sudah 42:48 tua nih. Moga-moga umurnya panjang. 42:50 Amin. Ustazah. 42:53 Nah, itu. Nah, kita hari ini dipancing 42:57 untuk apa? untuk selalu berpikir kepada 43:00 masalah-masalah bakal terjadi. Heeh. Dan 43:03 Allah Subhanahu wa taala tidak mungkin 43:05 membiarkan diri kita orang yang beriman 43:07 kepadanya dalam keadaan susah 43:09 dalam segala apapun kondisi. Hatta 43:12 walaupun peperangan terjadi di 43:14 Palestina, jangan kira orang Palestina 43:16 itu masih bisa tertawa dengan peperangan 43:19 begitu. Belum tentu kita loh 43:21 h 43:21 dalam berkat perang anak-anaknya masih 43:24 main ee sepeda yang jadi rongsokan 43:26 [tertawa] 43:27 itu 43:28 luar biasa iman mereka. Soal hidup mati 43:31 bukan urusan kami kata mereka. Namun 43:33 kami akan berjihad terus. 43:34 Dibantu tidak dibantu oleh Iran, kami 43:36 adalah pejuang. 43:38 Itu bangsa Palestina. Dan kenapa Allah 43:41 sampai memberikan ujian berat kepada 43:43 bangsa Palestina? Karena umat Islam 43:46 Indonesia belum tentu mampu 43:48 menghadapi ujian berat seperti itu. 43:50 Allah yang maha tahu. Umatku di sana, 43:52 hamba-hambaku di sana yang lebih kuat 43:54 imannya, maka di sanalah ujian berat itu 43:56 aku 43:57 berikan pada hambaku. Itu ikhwan fillah 44:00 yang dirahmati Allah. Jadilah kita ulama 44:03 yang ketika kita menjadi ulama itu 44:06 muncul 44:08 dari pribadi kita, kebiasaan kita, 44:12 bahkan jasad kita ini muncul sesuatu 44:16 yang bisa bermanfaat bagi orang lain. 44:18 Itulah rasa takut kita pada Allah. Dan 44:21 takutlah saat kita jadi ulama, ulama itu 44:24 tidak memberikan manfaat kepada yang 44:26 lain. 44:27 Ah, itu jadilah ulama yang bisa 44:30 bermanfaat bermanfaat bagi dirinya, 44:34 bagi keluarganya, anak keturunannya dan 44:39 masyarakat luas secara umum, sosial 44:41 masyarakatnya harus tersirami dengan 44:44 wajangan-wajangan ilmu yang ada pada 44:47 diri ulama itu. Masuk nak pahri 44:50 wajangan-wajangan sekarang yang Ustaz 44:52 Umar sampaikan melalui ayat tadi 44:54 lah wong kenapa juga mungkin sudah 44:57 mendengar pekan-pekan kemarin tentang 45:00 informasi BMKG ya di bulan Juni kan 45:03 mulai 45:04 itu loh 45:05 masa kemarau itu lah kita hari ini 45:07 ikhwan banyak-banyaklah bertanya kepada 45:10 orang yang mengerti tentang kondisi 45:12 bagaimana kita ee hidup saat kemarau 45:16 tiba. Ustaz juga sedang berpikir ini 45:19 aduh apa Ustaz harus ngegali sumur satu 45:21 lagi nih? 45:22 Karena e sumur sekarang masih kecil ee 45:25 apa sanyonya sanyo kecil. 45:27 Iya. 45:28 Saya sudah punya Sanyo besar tu 45:29 dimanfaatkan apakah saya harus bikin 45:32 sumur lagi satu modalnya berapa kan gitu 45:34 untuk menghadapi kemarau itu siap-siap 45:37 siapkan ya. 45:37 Iya. Karena dari masyarakat e setempat 45:39 juga sanyo-sanyo mereka kecil. 45:42 Heeh. 45:42 Yang punya sanyo besar itu hanya pinggir 45:44 rumah ustaz. dia pengelola maintenance 45:48 ee Cipali itu ruas tol Cipali di pinggir 45:51 pesan-pesan Ustaz itu 45:52 itu besar itu. Nah, Ustaz juga harus 45:54 bikin harus bikin ee apa ee sumur yang 45:57 yang sifatnya lebih besar 46:00 karena masyarakat sangat membutuhkan 46:01 nanti kita bagi-bagi airnya bukan untuk 46:04 kepentingan pesantren sendiri. 46:06 Air itu milik semua masyarakat 46:08 gitu. Inilah habari di ayat 2728 46:13 dari surat Fatir ini yang mungkin ee 46:18 penjelasannya ee bisa dimanfaatkan saat 46:23 kita sedang menanti ee berhentinya mas 46:26 masa hujan dan kita akan menghadapi masa 46:29 kemarau yang diinformasikan cukup 46:31 panjang. Semoga kita diberi kekuatan 46:34 untuk menghadapi ikhwat al iman masa 46:36 kemarauan yang cukup panjang tadi. Dan 46:38 semoga kita dapat meminimalisir kondisi 46:42 pertama tadi dengan sabar, dengan ibadah 46:44 dan berusaha. 46:45 Wallahuam bawab. 46:47 Baik, alhamdulillah telah kita 46:49 bersama-sama simak Iwan Nawawat tausiah 46:51 siang yang telah disampaikan oleh Ustaz 46:52 Umar Rasyid Hasan. Kita tadi pelajari 46:54 Quran surah Fatir ayat 27 sampai dengan 46:57 28. Dan yang ingin bergabung bertanya, 46:59 silakan Anda bisa kirimkan melsapp kami 47:01 di 0811999720. 47:06 Kami segera kembali. 47:10 [musik] 47:16 [musik] 47:20 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 47:22 bersama kami Iwan Nawat di acara tausiah 47:23 siang bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan. 47:26 kita tadi bersama-sama pelajari Quran 47:28 surah Fatir ayat 27 sampai dengan 28. 47:31 Kita juga ustaz memberikan ee perhatian 47:34 kepada kita yang memang harus 47:36 benar-benar ee free fair, siap-siap, 47:38 Ustaz, ya menghadapi segala macam 47:39 kemungkinan. 47:40 Karena ada ee di Al-Qur'an mungkin 47:43 dikatangan yang hadis juga akhir akhir 47:46 apa akhir zaman ini pasti banyak hal-hal 47:48 terjadi ya. 47:49 Allahu Akbar. 47:49 Insyaallah kita harus tetap ee beriman, 47:52 tahan pertahankan iman dan juga 47:53 pertahankan segala. Alhamdulillah. Iya, 47:56 ini sudah ada yang masuk Ustaz yang 47:58 bergabung juga bertanya dan juga menyapa 48:00 kita. Ini ada Bapak Baron Betawi yang 48:02 selalu menyimak. Terima kasih Ustaz 48:04 tausiahnya. Ibu Karisan juga sedang 48:06 menyimak. Ibu Anisani Hudaifah selalu 48:07 setia menyimak Rasil. 48:09 Ibu Janah di Cilengsi juga sedang 48:11 nyimak. 48:11 Allahu Akbar. 48:12 Eyang Sri selalu terus menyimak Rasil. 48:14 Terima kasih banyak. Masyaallah. Ya. 48:16 Terus juga ini ada sapaan lagi dari Ibu 48:18 Susmianti. Bapak Mugi Jumana juga sedang 48:21 nyimak. Bapak 48:23 Ajud Masjudi, Bapak 48:26 Raya di Depok, Aisi Kunir, ada juga dari 48:29 Bapak Sunan Batam, Umi Bilal, ada juga 48:32 dari Bunda Abay, apalagi Pipi Luutfiah 48:35 dan masih banyak lagi. Ustaz, 48:37 ada pertanyaan yang masuk dari Ibu 48:39 Karisa, Ustaz. Asalamualaikum 48:40 warahmatullahi wabarakatuh. 48:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:44 wabarakatuh. Ini bentar kok, 48:49 Ustaz melihat fenomena alam yang ekstrem 48:52 akhir-akhir ini, apakah ini pertanda 48:54 kiamat sudah dekat 48:56 dan kapan kiamat akan terjadi? Apa yang 48:58 harus kita persiapkan, [tertawa] Pak 48:59 Ustaz? 49:00 Insyaallah demikian. 49:02 Eh, jadi kiamat dan kapan kiamat 49:04 terjadi? Ya, Allahu Akbar. Sebelumnya 49:07 Ustaz ee lupa tadi di awal waktu ya, 49:11 Ustaz ucapkan 49:12 minal aidin wal faizin fi amin waum 49:16 bikhair taqobbalallahu minum shihalal 49:20 itu mohon maaf lahir dan batin ini 49:22 berlaku untuk semua pendengar hasil di 49:25 mana saja berada 49:27 masyaallah memang ini syariat tidak 49:30 tertulis secara letterleg pada syariat 49:33 Islam 49:34 pada mengungkapkan tahani seperti ini. 49:37 Namun Ustaz mengungkap kembali pada 49:39 kebiasaan Imam Ahmad bin Hambal 49:41 radhiallahu anh rahimahu taala itu 49:44 beliau bilang, "Saya tidak memulai 49:47 mengungkapkan minal aidin." 49:49 Heeh. 49:49 Betul. 49:50 Oh, gitu. 49:51 Karena tidak ada syariat gitu. Itu itu 49:53 pahamnya orang ee ulama fikih ya. Iya. 49:56 Karena tidak ada syariat yang khusus 49:58 menyuruhnya gitu. Tapi jika ada orang 50:01 mengucapkan kepada saya seperti kalimat 50:03 tadi minal aidin faizin dijawab oleh 50:07 Imam Ahmad bin Hambal dengan jawaban 50:09 amin. 50:10 Masyaallah. A amin. Karena itu doa. 50:13 Iya. 50:13 Maka ustaz pun mungkin ya mungkin ini 50:15 tidak salah sebagai umat Islam saling 50:18 menyapa khususnya masih dalam suasana 50:21 Idul Fitri. Sekarang sudah tanggal 50:23 berapa Syawal? 50:24 14 ya. Semoga belum terlambat kita 50:27 saling mengucapkan ee merasa maaf kita 50:31 pada semua pendengar yang tersebar di 50:34 mana-mana dari Rasul ini. Insyaallah 50:36 taala. Taqabbal minum sh amal. 50:40 Pertanyaan dari Bunda tadi ee fenomena 50:43 alam ini sesuai dengan ustaz katakan 50:46 hujan sudah tidak tepat waktu 50:50 mengakibatkan petaka-petaka di mana 50:52 terjadi? Apakah itu sebagai ciri-ciri 50:55 kiamat? Jawaban yang benar adalah iya. 50:57 Iya. 50:58 Dan itu berdasarkan pada sabda Rasul 51:00 sallallahu alaihi wasallam yang artinya 51:01 saja ya Pari. Jika hujan sudah tidak 51:04 tepat waktunya itu adalah merupakan ciri 51:08 kiamat. Itu secara garis besarnya ustaz 51:12 jawab bahwa itu adalah memang ciri 51:14 kiamat. Ciri kiamat 51:15 gitu. Dan ini ciri-ciri kiamat yang 51:18 kecil ini akan beranjak menjadi besar 51:20 besar besar besar nantinya gitu. 51:23 Bagaimana tidak? Kalau sudah hujan tidak 51:26 tepat waktu, akhirnya yang kebiasaan 51:30 panen 51:31 di bulan ibaratnya 51:34 ee September gitu 51:38 gitu kan. Nanti di bulan Maret sudah 51:40 tidak punya panen lagi kan begitu dan 51:43 lain sebagainya 51:44 atau tidak tepat waktu panennya gitu 51:46 akan bermasalah. 51:48 Jadi jawaban ustaz memang benar ini 51:49 merupakan ciri kiamat lah. Kalau 51:52 bertanya kapan kiamat terjadi? Wallahuam 51:56 hanya Allah yang maha tahu. Tapi 51:59 gitu 52:01 saat itu ada orang Badui dan ini hadis 52:03 sudah Ustaz berkali-kali sampaikan. 52:07 Ada orang Badui. Orang Badui itu orang 52:09 nomaden lah gitu kan yang hidup di 52:11 tengah-tengah 52:12 padang pasir. 52:14 Tapi mereka juga orang kaya sebetulnya 52:16 banyak konta. Oh, 52:18 ada ee ada pertanian-pertanian khusus. 52:20 Sudah siap sih? 52:21 Iya. Meski mereka hidup dari Wadi ke 52:24 wadi, 52:24 pindah-pindah 52:25 karena mereka tahu wadi ini umurnya 52:27 sekian bulan, maka kita harus bercocok 52:29 tanam anu-anu anu yang bisa dipanen, 52:31 jagung, ketelepon, itu maksudnya. 52:34 Itu pada saat itu Rasul kedatangan 52:38 seorang badui bertanya, 52:40 "He 52:41 ya Rasulullah, mata saah seperti Bunda 52:44 sekarang." 52:44 Heeh. Kapan kiamat terjadi? 52:45 Kapan kiamat terjadi? Tanggal berapa 52:47 hari? Apa [tertawa] itu 52:49 siap-siap tapi tidak juga diprediksi 52:52 seperti Mama Gubron ya. [tertawa] 52:56 Betul. Jadi kapan ya Rasulullah kiamat 52:59 itu terjadi? Rasul mengatakan tidak 53:02 bulan anu tahun anu tidak. Tanggal anu 53:05 gak. Rasul secara global mengatakan 53:08 innaha kainah. Kiamat yang kamu 53:10 pertanyakan itu pasti terjadi. 53:12 Heeh. Hanya saja saya Rasul bertanya 53:15 lagi 53:17 persiapan apa yang sudah kamu lakukan 53:19 itu masalahnya. Persiap 53:22 ada telepon 53:23 ada telepon yang masuk mungkin ya. 53:25 Silakan. Halo. Asalamualaikum. 53:28 Boleh dipotong dulu nih Bunda ya. Mohon 53:29 maaf Bunda dipotong dulu ada interval. 53:33 Ada yang masuk telepon silakan. 53:37 Oh baik. 53:38 Oke. 53:38 Terputus. Silakan 53:39 lanjut ya, Bunda. Mohon maaf ee terputus 53:42 sedikit. Jadi ketika kiamat itu 53:45 ditanyakan oleh orang Badu, Rasul 53:46 mengatakan inha kiamat itu pasti 53:49 terjadi. 53:51 Dan ingat Rasul mengatakan jadinya hari 53:53 itu hari hari Jumat 53:55 itu harinya. 53:55 Iya, hari sudah ditentukan hari Jumat. 53:58 Soal Jumat yang mana? Wallahuam. 54:00 Famaalaha 54:02 persiapan apa yang kamu sudah lakukan? 54:04 Itu yang paling penting. He 54:05 orang Badu itu sadar. Aduh, hari Jumat 54:10 [tertawa] 54:11 saya belum siap-siap. Siapa tuh ni Jumat 54:13 depan kan gitu. 54:16 Dia sambil merasa takut menjawab begini, 54:19 "Ya Rasulullah, lam uid lahairu shatin 54:23 wala amal." Celaka ya Rasul, demi 54:27 datangnya kiamat yang pasti terjadi itu, 54:29 aduh saya belum siap-a, ya Rasul. 54:32 Belum siap dengan banyaknya salat, belum 54:34 siap dengan banyaknya infak sodqah. 54:37 Tetapi kata dia walakinni 54:40 uhibbullahaasuluh. 54:43 Tetapi selama aku hidup, sesadar saya ya 54:46 Rasul, betapun saya orang Badui ini 54:49 selalu mengedepankan kecintaan terhadap 54:52 Allah dan dirimu. 54:54 Selama aku hidup ini mencintai Allah dan 54:56 Rasulnya, engkaulah nabiku yang aku 54:58 cintai itu. Itu saja yang aku sudah 55:01 persiapkan demi ee apa namanya? 55:03 Menjelang kiamat itu belum salat banyak, 55:05 belum ibadah banyak, 55:07 sedekah infak belum. Hanya aku cinta 55:09 pada Allah dan dirimu Rasulku. Apa kata 55:11 Rasul sahu alaihi wasallam? Anta maa man 55:15 ahbabta. Jika demikian omonganmu itu 55:18 benar, maka sudah dipastikan engkau 55:21 bersama yang engkau cintai. Jika engkau 55:23 mencintai Allah, maka Allah akan selalu 55:25 bersamamu. Jika engkau betul mencintai 55:28 aku, aku akan selalu bersamamu. Widu far 55:32 muslimuna bial hadis para bial hadis. 55:36 Rasul menjelaskan betapa senangnya 55:40 masyarakat Badu yang mendengarkan 55:42 jawaban Rasul saat itu 55:44 atas hadis yang mereka dapatkan dari 55:48 Rasul itu. Wih. Maka sekarang kita juga 55:50 harus mengedepankan cinta kita pada 55:52 Allah dan 55:53 Rasul seperti orang Badui tadi. 55:56 Guna apa? Menunggu kiamat terjadi. 56:01 Apatah lagi sekarang kita bukan orang 56:03 Badui perbanyak di dalamnya. kesempatan 56:07 ibadah waktu-waktu yang kosong kita 56:10 manfaatkan untuk berbakti pada Allah ya 56:13 kan ada rezeki banyak berimpak 56:15 bersedekah betul Pak Hari 56:17 ada saat mengunjungi saudara kita dengan 56:19 silaturahmi itu lakukan silaturahim 56:23 silaturahmi ya 56:24 kemudian di situ harus juga saling 56:27 nasihat-menasihati macam-macam sehingga 56:29 kita insyaallah betapaap pun tidak 56:31 sempurna persiapan 56:34 kita menunggu kiamat itu terjadi. Jadi, 56:36 namun kita sudah berupaya. 56:38 Ah, itu itu Bunda moga-moga ya gak nak 56:42 apa namanya ya enggak puas jawabannya. 56:45 Tapi secara global 56:47 ee bahwa ee itu tadi ciri-ciri kiamat 56:50 memang hujan tidak tepat waktu. Itu ada 56:53 ciri kiamat dan soal kiamat itu terjadi 56:56 kembali ilmunya pada Al Allah. 56:59 Wallahuam bawab. 57:01 Jadi persiapkan diri kita dengan 57:02 ibadah-ibadah, Ustaz. Ya. Jadi kapanpun 57:04 terjadi kita sudah siap. 57:06 [tertawa] 57:06 Rek iraham. Mangga lah. 57:09 Masyaallah. Selanjut kita beralih ke 57:11 pertanyaan dari Ibu Ani C Hudaifah. 57:13 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 57:14 wabarakatuh. 57:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:16 wabarakatuh. 57:17 Semoga Ustaz dan pejuang rahasia sehat 57:19 walafiat. 57:19 Amin semuanya. Semoga Bunda juga 57:21 demikian bersama keluarga dan 57:23 teman-teman. 57:23 Ini mau bertanya di luar tema, Pak 57:25 Ustaz. Apa? 57:26 Di Quran surah Al-Isra ayat 80 57:29 ada doa yang artinya, "Ya Allah, 57:31 masukkan aku ke tempat masuk yang benar 57:34 dan keluarkan pula aku ke tempat keluar 57:36 yang benar." Tolong pencerahannya dari 57:38 surat Al-Isra ayat 8. 57:40 Semoga tidak salah jawaban Ustaz. 57:43 Allahum adil mudidin waakni 57:47 kayak gitu. 57:48 Iya. 57:48 Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam 57:50 tempat masuk yang benar 57:53 dan keluarkanlah aku pada tempat keluar 57:55 yang benar. itu menuju merujuknya kepada 57:58 al-Islam, 58:00 kepada akidah yang benar, kepada 58:02 amal-amal saleh 58:04 dan kepada tujuan hidup. 58:07 Jadi kita meminta pada Allah itu untuk 58:09 dimasukkan pada ruangan kehidupan yang 58:11 di dalamnya kebenaran. Kebenaran apa? 58:14 Kebenaran akidah, 58:16 kebenaran ajaran, 58:18 kebenaran 58:20 pemikiran. Karena sekarang pemikiran tuh 58:22 aduh bergejola 58:24 liberal pemikiran kita. 58:26 He. 58:27 Ee kebenaran cara pandang hidup kita 58:30 mengelola waktu kehidupan juga saat kita 58:34 keluar dari tempat yang sudah ditetapkan 58:37 oleh itu untuk keluar dengan hal yang 58:39 sama. 58:39 He. Yang baik. 58:40 Dengan yang baik. Di dalamnya ada 58:42 hidayah, di dalamnya ada akhlak. Coba 58:45 kalau kita keluar rumah tidak pakai 58:47 akhlak, digebug orang kali ya, mencaci 58:50 maki orang. dengan kata-kata kotor. Nah, 58:53 kita tidak di diajarkan oleh Islam 58:56 seperti itu. Maka semoga tafsirnya tidak 58:59 salah karena harus membuka tafsir 59:00 sebetulnya. Tapi secara umum general 59:02 bahwa masuk ke dalam sesuatu yang baik, 59:05 keluar kepada sesuatu yang baik adalah 59:07 dalam ranah rida all 59:09 rida Allah, 59:10 magfirah Allah, rahmat Allah. Maka kita 59:14 saat mendapatkan itu sebarkan rahmat dan 59:17 kasih Allah kepada yang lain. 59:19 Memberi saat kita punya, menahan saat 59:21 bersabar kita saat kita tidak punya. Ini 59:24 hal yang harus kita ee lakukan dalam 59:27 kehidupan. Seperti se seperti idolanya 59:31 ee masukkan aku ke dalam 59:33 sesuatu yang baik, keluarkan aku juga 59:35 pada sesuatu yang baik. itu tidak lain 59:37 adalah menggambarkan kita harus beramal 59:40 saleh dengan akhlak yang mulia. 59:42 Wallahuam bawab. 59:44 Ada lagi ya, Ustaz? Satu lagi ya dari 59:46 Bapak Baron B. Asalamualaikum 59:47 warahmatullahi [berdehem] wabarakatuh, 59:48 Ustaz. 59:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:50 wabarakatuh. 59:50 Ini juga di luar tema mohon maaf mumpung 59:52 suasana lebaran. [tertawa] 59:54 Saya mau bertanya, bagaimanakah lebaran 59:56 ala Nabi Muhammad sallallahu alaihi 59:57 wasallam, Pak Ustaz dan para sahabatnya. 59:59 Apakah seperti di Indonesia saling 1:00:00 kunjung mengunjungi? Mohon maaf panduan. 1:00:03 Mohon panduannya, Pak Ustaz. 1:00:04 Masallah. I bismillahirrahmanirrahim. 1:00:05 Pebaran gambarannya persis seperti kita 1:00:08 hari ini. 1:00:08 Heeh. 1:00:10 Bahkan Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:00:12 keluar dari rumah untuk ke masjid untuk 1:00:15 musala idnya itu beda jalan saat mereka 1:00:19 saat beliau pulang ke rumahnya. 1:00:21 Jadi pergi melalui jalan A contohnya 1:00:24 pulangnya melalui jalan B gitu. Beda ya. 1:00:28 Iya. Itu perbedaannya supaya apa? Supaya 1:00:31 dapat terkunjungi 1:00:32 semuanya kena gitu ya. Itu loh 1:00:34 sahabat-sahabat yang 1:00:36 lebih jauh dari rumah beliau sallallahu 1:00:38 alaihi wasallam. Maka dalam sebuah 1:00:40 keterangannya kanal id fi zaman Nabi 1:00:43 sallallahu alaihi wasallam ya adalah 1:00:46 hari id pada zaman Rasul wasallam yaitu 1:00:48 yaumu ibtihaji wa idhar lil farah 1:00:54 fi hududil adab asyariyah. 1:00:59 Hari itu adalah hari di mana kita umat 1:01:02 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:01:04 bersukacita, 1:01:06 bersenang gembira. 1:01:08 Iya. Itu loh berseri-seri wajah yang 1:01:12 murung saja. Eh, jangan murung. Hari ini 1:01:14 hari kebahagiaan. [tertawa] 1:01:17 Makanya diberikannya sebelum sebelum Id 1:01:19 itu 1:01:20 zakat fit fitrah. [tertawa] Nah, itu 1:01:23 supaya senang. 1:01:24 Supaya semua senang. Ustaz, 1:01:25 semua senang. 1:01:27 Itu hari ee istilahnya wa idhar lil 1:01:31 farah. H 1:01:32 ya 1:01:34 memunculkan di ruangan alam ini 1:01:37 kesenangan-kesenangan yang beragam 1:01:40 itu. Tapi dalam batas syariat. 1:01:44 Kesenangan beragam itu bukan bukan liar 1:01:48 minum arak malah di bulan 1:01:51 di di Idul Fitri 1:01:53 berjudi malah 1:01:55 kacau 1:01:56 itu itu kesenangan yang kacau [tertawa] 1:01:59 main ceki main remi domino. Iya kan itu 1:02:04 kesenangan, tapi kesenangan yang tidak 1:02:06 ada maknanya gitu. Itu 1:02:11 atau kesenangan e 24 jam enggak salat. 1:02:14 [tertawa] 1:02:15 Ah, aku mumpung Idul Fitri. Oh, pergi ke 1:02:19 pantai [tertawa] 1:02:20 salat 1:02:21 engus dari pagi sampai siang. Zuhur 1:02:24 lewat, asar lewat, magrib lewat. Allahu 1:02:28 Akbar. Ini kesenangan yang kebablasan. 1:02:31 Betul. Ke sana yang dimaksud sini 1:02:33 izharul farah tapi fi hududi aladab 1:02:37 asyariyah dalam adab-adab syariat is 1:02:41 hatta kepada anak-anak cucu kita silakan 1:02:44 anak cucuku bermain-main 1:02:46 bersenang-senang pada ee Idul Fitri ini. 1:02:49 Syariat Islam membolehkanmu untuk 1:02:51 bermain-main. Bahkan dulu pada zaman 1:02:53 Rasul ada permainan Al-Habasyah namanya. 1:02:56 Habasyah 1:02:57 alhabasyah itu bukan negeri Habasyah, 1:02:59 bukan negeri Ethiopia. Habas itu kayak 1:03:01 catur-catur yang terbuat dari batu. 1:03:03 Oh. Apa? Damdas. Eh, damdas. 1:03:05 Eh, pokoknya kayak apalah kayak di kita 1:03:09 itu ya batu entar kayaknya keloncat 1:03:10 kena. 1:03:11 Oh, 1:03:11 yang diloncatin kena batunya gitu loh. 1:03:15 Apalah namanya tuh bukan congklak 1:03:17 mungkin sebat mungkin sec congklak juga 1:03:20 gitu. Wallahualam. [tertawa] 1:03:23 Itu anak-anak sampai begitu atau mungkin 1:03:25 tak e takumpet takpet ya. itu saking 1:03:29 kesenangan buat anak-anak dibebaskan 1:03:31 pada Idul Fitri itu. 1:03:33 Tapi pun tidak dalam ranah bebas yang 1:03:36 tidak terkontrol. 1:03:38 Bebas 1:03:38 ya. Arti terkontrol mentang-mentang Idul 1:03:41 Fitri main bola di tengah jalan raya 1:03:43 ya kan enggak boleh. [tertawa] 1:03:45 I kan itu arti tidak terkontrol. Wah, 1:03:48 mentang-mentang Idul Fitri main bola 1:03:50 tengah jalan raya Sudirman lah. 1:03:53 [tertawa] 1:03:54 Sedangkan mobil berlalu lalang itu pun 1:03:56 tidak 1:03:56 mengganggu umum. 1:03:57 Ya, mengganggu umum. Intinya fi hudud 1:04:00 al-adab asyariyah dalam batasan-batasan 1:04:03 adab agama Islam. Ya tuh maka keluarnya 1:04:09 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:04:10 itu khuj musa kana Nabi wasam yakuju 1:04:15 musa masian 1:04:17 binasi qal khutbah itu Rasul wasam 1:04:20 Rasul itu pergi ke musala idnya jalan 1:04:24 kaki 1:04:25 kemudian salat dengan dengan hamba-hamba 1:04:27 Allah sebelum khotbah itu ajarannya 1:04:32 izharul far maka syahidal bait 1:04:45 Saking bolehnya bersenang-senang di hari 1:04:47 Idul Fitri itu, Rasul tiba-tiba menerima 1:04:51 tamu dari tetangganya, dua tetangganya 1:04:53 dan diizinkannya tetangganya itu 1:04:56 memenabuh rebana. Oh, dahsyat enggak 1:04:59 hiburannya itu? 1:05:01 Itu saking senangnya Idul Fitri. 1:05:03 Hm. menabur bana itu diizinkan oleh 1:05:06 Rasul. Dua tetangganya datang ke rumah 1:05:08 Rasul. Ya Rasul, aku ingin bernyanyi di 1:05:10 rumahmu. [tertawa] 1:05:12 Tetangganya loh beliau sallallahu alaihi 1:05:14 wasallam silakan nyanyi apa dengan 1:05:17 menepuk apa 1:05:18 ee rebana duf. Dar dub itu adalah 1:05:21 gendang-gendang kayak genjring gitu loh. 1:05:24 Panget ketipang ketipang kayak mungkin 1:05:27 marawis apa 1:05:27 kasidahan itu 1:05:28 kasidahan tentu kasidahannya yang berbau 1:05:31 nasehat 1:05:32 keagamaan gitu. Ah ini salah satu ada 1:05:36 ulama yang membolehkan musik dari arah 1:05:38 ini 1:05:39 itu 1:05:40 itu kan ee 1:05:42 bilgina wudub manjilihi di rumah beliau 1:05:47 sallallahu alaihi wasallam diizinkan. 1:05:48 Berarti beliau membolehkan musik ya? 1:05:50 Iya, membolehkan musik tapi yang nada 1:05:52 dan e liriknya tidak bertentangan. 1:05:55 Jangan 1:05:56 nyanyi. Eh, kalau zaman dulu ya, masa 1:05:59 nyanyi di rumah nyanyi kucing garong 1:06:02 [tertawa] 1:06:04 yang dombret. Nauzubillah minzalik. Ya 1:06:06 kan? Atau nyanyi-nyanyi yang berbau ee 1:06:09 selera hawa nafsu. Nauzubillah minzalik. 1:06:12 Itu pun tidak diizinkan oleh Rasul saat 1:06:14 bersenang-senang di Idul Fitri. Yang 1:06:16 diizinkan adalah nyanyi-nyanyi yang 1:06:18 liriknya mengendung maslahat, 1:06:21 nasihat-nasihat keagamaan Allah. Bahkan 1:06:23 memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam 1:06:24 barangkali itu manjili wa musyahadatu 1:06:29 Aisyah radhiallahu anha lil Habasyah 1:06:32 wahum yalabuna masjid. Masyaallah. Dan 1:06:36 ibuna kita 1:06:38 juga terlibat langsung main-main kayak 1:06:41 baling batu yang bilang tadi batu kayak 1:06:45 kayak apa kayak catur tapi dari 1:06:47 batu-batu gitu loh gitu loh. Bahkan 1:06:50 mereka anak-anaknya main di masjid 1:06:54 main tak kumpetlah dengan tiang ke tiang 1:06:56 Allah. gambaran seperti itu 1:06:58 semua bergembira 1:06:59 bergembira 1:07:00 bahkan seperti kita saling mengunjung 1:07:03 mengunjungi satu sama lain 1:07:05 dan umat saat itu paham bahwa dua hamba 1:07:09 manusia ketika bertemu lalu bersalam 1:07:13 masyaallah saling menyapa asalamualaikum 1:07:16 apa kabar kamu selama ini saya kok lama 1:07:18 enggak ketemu antum aduh anak kemarin 1:07:21 sakit mohon maaf atas doa antum ana 1:07:23 sehat kembali masyaallah terima kasih 1:07:25 mohon maaf saya enggak bisa mengunjuk 1:07:27 itu dosanya berguguran. 1:07:29 Iya, 1:07:30 berguguranlah dosa kedua hambanya itu 1:07:33 saat mereka ketemu lalu mengucapkan 1:07:36 salam dan berjabatan tangan. Itu hadis 1:07:38 sahih. 1:07:40 Berguguran dosanya. Maka saat itu 1:07:42 kegembiraan melebur dosa dan dalam 1:07:45 keadaan fitri seutuhnya. 1:07:48 Allahu Akbar. Wallahualam bisawab. Ya. 1:07:51 Baik. Jadi sama seperti kita sama 1:07:53 seperti Indonesia juga tapi enggak ada 1:07:55 petasan. 1:07:56 Iya. Enggak ada. Enggak [tertawa] 1:07:57 ada jangwe, enggak ada kembang api gitu. 1:08:02 Dan jangan ada sekarang juga jangwe 1:08:04 kembang api ataupun apa petasan karena 1:08:07 berbahaya. 1:08:07 Berbahaya juga lebih baik ditabung 1:08:09 uangnya untuk makan bulan ini. 1:08:12 Masyaallah. Baik, Ustaz. Kita dibatasi 1:08:15 oleh waktu sebut ya. 1:08:16 Ustaz Oh iya. Habis 1:08:17 mungkin sebelum pamit Ustaz di ee 1:08:19 simpulkan tema kita hari ini, Pak Ustaz. 1:08:21 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:08:23 Mohon maaf kepada pertanyaan-pertanyaan 1:08:26 yang ee berasal dari semua pendengar 1:08:29 yang belum terjawab ya. I 1:08:31 dan Ustaz ucapkan terima kasih banyak 1:08:34 atas segala perhatian pendengar dan 1:08:36 pemirsa radio dan televisi Rasil di mana 1:08:40 saya berada. Itulah tadi bahwa 1:08:43 kekhawatiran kita menghadapi fenomena 1:08:46 alam yang anomali iklim itu ya. 1:08:49 He anomali. 1:08:50 Iya. anomali iklim dan macam-macam 1:08:52 anomali yang bakal terjadi itu dengan 1:08:55 segala persiapan. Persiapan yang paling 1:08:57 masuk akal adalah memanfaatkan lahan 1:09:00 yang kita punya. Karena ini akan 1:09:01 berkaitan dengan makanan. 1:09:03 Iya. 1:09:03 Akan berkaitan dengan minuman. Hari ini 1:09:06 kalau kita memiliki lahan yang tidur 50 1:09:09 m aja ibaratnya 1:09:11 di kampung ya kita jangan bicara di 1:09:12 Jakarta atau sekitar kita yang penuh 1:09:15 dengan perumahan yang 1:09:17 sekat-sekatan rumahnya hanya 50 m, 60 m. 1:09:20 kita bicara kampung sehingga kita yang 1:09:23 di sini pun kena imbas baiknya nantinya 1:09:25 gitu loh dari hasil-hasil tani mereka 1:09:27 kalau ada lahan tidur 50 m dari hari ini 1:09:31 dicangkul dulu tuh supaya subur 1:09:34 gembur tanahnya 1:09:35 iya supaya gembur jangan dibiarkan 1:09:37 terijak-ijak lagi tuh 1:09:39 nah kemudian berilah bikinlah pupuk 1:09:42 pupuk kandang 1:09:43 dengan mudah ya pupuk kandang itu 1:09:45 terdiri dari apa 1:09:46 dari ee dedak ya dan ee ee gabah gabah 1:09:51 kasar. 1:09:52 Hm. 1:09:53 Ya, gabah kasar sekarang dimanfaatkan 1:09:54 untuk pembakaran semen malah. 1:09:56 Hm. 1:09:56 Iya. Gabah kasar ledak kemudian di boleh 1:10:00 dibakar tapi jangan sampai hangus gitu. 1:10:04 Jangan jadi e debu 1:10:07 dipanaskan saja kayak bikin areng 1:10:09 itu. Lalu setelah itu di teb ditebar di 1:10:12 semai di di tanah yang sudah di ee 1:10:14 cangkul-cangkul tadi. Diamkan beberapa 1:10:16 saat. Insyaallah ketika kita musim sudah 1:10:19 datang bahkan belajar dari sekarang 1:10:21 menanam apa. Termasuk anak saya hari ini 1:10:24 sudah mencoba menanam itu. 1:10:26 Iya. 1:10:26 Saya sendiri melihat 1:10:29 kemarin kata dia si itu 1:10:33 Abu ini tomat dedek sudah tumbuh. 1:10:35 Alhamdulillah tumbuh beberapa. 1:10:37 Nah itu dan sosin apa tadi? Cosim ya. 1:10:41 Cesim. Cesim 1:10:41 cesim ya. e itu juga sudah tumbuh 1:10:45 ada ubi ubi yang ee warna ungu itu di 1:10:50 Masyaallah ternyata kentang tumbuh di 1:10:54 dengan mudah kentang itu 1:10:56 tumbuh di ee 1:10:59 ee ininya ee lebih kecil dari ember 1:11:02 polibag 1:11:03 polibag plastik polibag itu tumbuh 1:11:05 dengan bagus dengan baik asal kita 1:11:08 ilmunya dulu cari sehingga kita dalam 1:11:10 praktik 1:11:11 guna untuk mengatasi ee kelangkaan 1:11:14 pangan dengan cara persiapan itu dengan 1:11:17 seperti ini akan membantu 1:11:19 apatah lagi dengan kita menerima takdir 1:11:23 Allah Subhanahu wa taala dengan 1:11:24 sukacita. 1:11:25 He. 1:11:26 Betapapun kita sekarang mendapatkan 1:11:29 musibah tidak seberat saudara kita di 1:11:31 Palestina. 1:11:32 Iya betul. Betul 1:11:33 itu loh. Mereka mah sudah susah makan 1:11:35 dalam perang lagi kan. 1:11:36 Iya. Nyawa terancam. nyawa terancam lah. 1:11:39 Kita masih bisa istilahnya ee ngurek, 1:11:43 nyari ikan atau apalah itu 1:11:45 ngus itu kan dia masih bisa manfaat apa? 1:11:49 Jangan lupa pula betapun kemarau panjang 1:11:53 tanamlah dari hari ini pohon pisang. 1:11:55 Heeh. 1:11:56 Pohon pisang yang cepat tumbuh dan kalau 1:11:59 pohon pisang itu mati itu anaknya selalu 1:12:02 tumbuh 1:12:03 dan atur sedemikian rupa pohon pisang 1:12:05 ini supaya apa? supaya tetap setiap saat 1:12:08 kita berpapasan dan berinteraksi dengan 1:12:11 pisang itu 1:12:11 pisang karena tiap tiap tiap musim 1:12:13 setiap bahkan setiap pekan kita pekan 1:12:15 ini makan pisang ini belum habis sudah 1:12:17 ada yang tua lagi 1:12:19 ada [berdehem] bukan tumbuh yang yang 1:12:20 tua 1:12:21 maka diatur 1:12:23 ibaratnya 1:12:25 di sini tiga tiga pohon pisang 1:12:29 oke yang diprediksi sudah matang nih 1:12:33 pekan ini 1:12:34 di 4 m berikutnya 1:12:35 ada lagi 1:12:36 itu ada lagi yang kira-kira pekan depan 1:12:38 sudah matang lagi. Dan Ustaz 1:12:40 alhamdulillah memiliki banyak pohon 1:12:41 pisang. 1:12:42 Hm. 1:12:43 Di pesantren 1:12:44 itu. Jadi itu cukup untuk apa? Untuk 1:12:47 mensiasati 1:12:49 bagaimana saat kita kelangkaan pangan 1:12:51 dan jangan embruah, 1:12:54 jangan istilahnya memakan sesuatu yang 1:12:57 berlebihan. 1:12:58 He. 1:12:59 Ah, mentang-mentang banyak pisang nih. 1:13:01 Pisang hantp terus besok langka. 1:13:05 Iya. Demikian juga beras. Kalau 1:13:07 keseharian kita empat orang keluarga di 1:13:10 rumah 2 lit, 1:13:12 He. 1:13:12 Besok-besok 1 liter dicukupkan. He. 1:13:15 Itu loh. 1:13:16 Belajar berhemat. 1:13:16 Belajar berhemat. 1 bulan cukup dengan 1:13:18 30 lit. 1:13:21 Kalau kalau syukur-syukur kalau 15 1:13:23 [tertawa] 1:13:24 kan gitu untuk empat orang. Betul. 1:13:27 Betul. 1:13:27 1 bulan. Wallam bawab. Yang jelas kita 1:13:30 akan menghadapi fenomena alam 1:13:32 bersama-sama dengan keimanan. dan 1:13:35 ketakwaan pada Allah. Dan semoga Allah 1:13:39 memudahkan urusan hidup kita di masa 1:13:41 akan datang. Dan ingat bahwa [berdehem] 1:13:43 Allah tidak pernah menzalimi hambanya. 1:13:45 Itu hanya ujian. 1:13:47 Jika lulus dari ujian, kita akan naik 1:13:50 derajat ketakwaan kita di sisi Allah. 1:13:53 Maka barang siapa yang dinaikkan derajat 1:13:55 ketakwaannya, Allahu Akbar. Di akhirat 1:13:58 kelak dia akan dimuliakan. 1:14:00 Mereka-mereka akan dihargai Allah 1:14:03 Subhanahu wa taala dan disiapkan, 1:14:05 ikhwatal iman, istana-istana dalam rumah 1:14:08 di ee rumah dalam surga yang 1:14:11 diperuntukkan bagi orang-orang yang 1:14:14 menerima takdir kehidupan di dunianya. 1:14:17 Wallahualam bissawab. Semoga kita diberi 1:14:19 kekuatan untuk menghadapi masa-masa itu. 1:14:22 Amin ya rabbal alamin. 1:14:23 Baiklah, Ustaz atas pencerahannya di 1:14:25 siang hari dan juga ilmunya yang telah 1:14:29 kita bersama-sama simakwat di acara T 1:14:31 siang bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan 1:14:33 Quran surah Fatir ayat 27 sampai dengan 1:14:35 28 telah kita bersama-sama ee simak tadi 1:14:38 ya. Semoga apa yang telah ustaz 1:14:39 sampaikan banyak sekali manfaat untuk 1:14:41 kita semuanya. Saya bertugas ditemani 1:14:44 onih dan juga pamit. Subhanakallah 1:14:46 bihamdika asadu ilahailla anta 1:14:48 astagfiruka. Wasalamualaikum 1:14:50 warahmatullahi wabarakatuh.