Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail [musik]
- TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wasallim ala habibil alamin.
- Sayyidina wa maulana Muhammadin waa
- alihi wasohbihi ajmain. Subhanaka la
- ilma lana illa maamtana innaka antal
- alimul hakim. Rbanaidna ilmanin.
- Ikhwan akhwat pemirsa rasil visual dan
- juga pendengar radio silaturahim di mana
- saja Anda berada. Senang sekali di
- kesempatan sore hari ini saya Rian
- Mulyana bisa kembali hadir di
- tengah-tengah ikhwan awat sekalian dalam
- program acara tausiah sore bersama Ustaz
- Wahyu di KS. Semoga Iwan Nawat di sore
- hari ini dalam keadaan sehat walafiat
- dan senantiasa berada dalam lindungan
- Allah subhanahu wa taala. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Insyaallah di sore
- hari ini kita akan melanjutkan kajian
- kita pada ee bab salat, adab salat. Dan
- insyaallah sub bahasan pada kesempatan
- sore hari ini adalah adab bermakmum.
- Masih dalam kitab ee Mausu Adabil Is
- mausu atau adabil islamiyah. Iwan Awat
- ditunggu pertanyaan Anda di telepon di
- 0218451512
- dan Ikhwan Awat juga bisa layangkan
- pertanyaannya via WhatsApp di 0811
- 999720.
- Baik, Iwah Nawat e Ustaz Wahyudi di sore
- hari ini sudah hadir di studio.
- Asalamualaikum [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam. warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Insyaallah kita
- akan membahas adab makmum, Ustaz. Ya.
- I
- kemarin kita sudah bahas adab imam dan
- ee salat munfarid. Insyaallah kita akan
- lanjutkan dengan adab bermamun. Tafadul,
- Pak Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Innalhamdalillah
- nahmaduhu wa nasta'inuhu wafiruh
- wa naud nauzubillahi min syururi
- anfusina waminati a'malina
- may yahdihillahu fala mudillalah w
- yudlil fala hadiyaalah.
- Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun
- laula wala quwwata illa billah.
- Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh wasalatu wassalamu ala
- rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa
- mawalah
- azubillahiminasyaitanirrajim
- ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa
- tuqatih wala tamutunna
- illa wa antum muslimun amma ba'du
- fainasqal hadis kitabullah
- wiral Haji haji Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam umatuha wa muhdasin
- bidah wa bidatin dolalah waalatin finar.
- Ikhwan dan akhwat fillah
- pemirsa Rasil visual dan pendengar di
- silaturahim yang semoga dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala semuanya.
- Alhamdulillah pada kesempatan
- saat ini kita masih dalam kajian kitab
- Mausuatul Adabil Islamiyah yang ditulis
- oleh Syekh Abdul Aziz bin Fatih Assayid
- Nada. Dan kita sampai kajian pada
- halaman 522
- ya. Jadi di kitabnya halaman 522
- dan di sini dibahas tentang adabul
- makmum. Jadi, adab makmum maksudnya
- adalah ee cara-cara atau adab-adab yang
- berkaitan dengan posisi kita sebagai
- makmum. Kalau pada pertemuan yang lalu,
- posisi kita sebagai imam atau sebagai
- orang yang salat munfadid, salat
- sendirian. Nah, sekarang sebagai makmum
- bagaimana itu? Kita lihat ya.
- Banyak hal di berkaitan dengan ini yang
- nampaknya masih sedikit dilakukan atau
- dijalankan oleh kaum muslimin.
- Misal contoh yang pertama al-adabul
- awal. Adab yang pertama
- wukufu ashabiddin wal aqli wasuyuhi khal
- imam.
- Jadi
- yang berdiri di belakang imam itu adalah
- orang-orang yang paham agama. ya, yaitu
- ashabiddin maksudnya adalah di sini
- orang yang paham agama yang sempurna
- akalnya. Artinya orang-orang yang
- cerdas, orang-orang yang terpilih ya,
- orang-orang yang memang ee apa layak
- gitu ya untuk berdiri di depan di
- belakang imam.
- Kemudian wasuyuk orang-orang tua ya yang
- di yang sudah berusia khalfal imam di
- belakang imam. Nah, kita lihat di
- lapangan artinya di apa? Di keseharian
- kita masih banyak kadang-kadang yang di
- belakang itu hanya karena misalkan orang
- yang ee dihormati misalkannya mohon maaf
- ya, ada orang yang dihormati, ini orang
- dihormati.
- Iya.
- Ya walaupun sebenarnya dia tidak bisa
- apa-apa agamanya gitu. I.
- Sehingga kalau imam salah pun tidak bisa
- ngoreksi. He
- itu ditempatkan di situ. Atau bahkan
- kadang-kadang saya beberapa kali salat,
- salatnya di belakang tuh anaknya
- sendiri.
- He.
- Anaknya sendiri padahal belum dewasa,
- belum balig dan baca Al-Qur'annya pun
- masih belpotan gitu. Tapi disimpan di
- belakang imamnya
- karena imamnya itu orang tuanya gitu.
- Nah, ini hal yang sangat keliru ya,
- bertentangan dengan sunah itu. Jadi
- hendaknya kita perbaiki. Rasulullah sahu
- alaihi wasallam bersabda dalam hadis ee
- yang sudah sering disampaikan nih,
- [berdehem]
- yaitu yang diriwayatkan
- oleh Imam Bukhari dan Muslim
- tentang
- Nabi bersabda gini, "Istawu wala
- taktalifu ya. Luruskan dan jangan
- berselisih. Fatalfaukum
- sehingga hati kalian akan berselisih.
- Liyalini hendaklah orang-orang menempati
- posisiku minkum di antara kalian ul
- ahluha.
- Yaitu orang-orang yang berakal dan
- orang-orang yang bijak.
- Artinya dalam hal ini ee disebutkan,
- dijelaskan oleh Syekh Abdul Aziz
- bahwasanya jangan sampai yang lain gitu,
- mereka lebih layak untuk berada di
- belakang imam. Nah, termasuk juga orang
- yang ee kalau kita masuk ke suatu tempat
- bertamu gitu, hendaknya kita
- berhati-hati. Jangan sampai kita
- mengambil alih posisi orang tersebut.
- He
- ya. Janganlah ingin dapatkan keutamaan
- lantus di belakang imam langsung ya.
- Padahal kita tidak dipersilakan.
- He.
- Nah, hendaknya kita agak ke pinggir tapi
- tetap berusaha di Sop pertama. [batuk]
- Jadi sekali lagi tentang orang-orang
- yang di belakang imam adalah orang-orang
- yang disebutkan sini ashabiddin. Orang
- yang paham agama. Yang paham agama. Wal
- aqli dan orang-orang yang cerdas,
- sempurna akalnya.
- wasuyuh dan orang-orang tua ya berdiri
- di belakang imam. Jangan sampai ini
- diganti dengan selera kita.
- Jangan sampai ini diganti hanya dengan
- rasa ewuh pekewuh gitu ya.
- Iya.
- Nah, akhirnya kita menjadi kacau tidak
- melaksanakan sunah. Nah, ini hadis
- riwayat Bukhari nomor 852
- dan Muslim nomor 707 dari Abdullah bin
- Mas'ud.
- Oh,
- kemudian
- ini hadis-hadis tadi yang berkaitan
- dengan imam ini sudah juga disebutkan
- dalam masih dalam kitab ini di halaman
- 520 ya tentang ee
- Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh
- salat untuk di belakangnya orang-orang
- yang yang berilmu ya. [berdehem]
- Ini ada hadis riwayat Muslim nomor
- 432 ya dari Abdullah bin Mas'ud.
- Nah, kemudian
- al-adabusani adab yang kedua,
- ihsanu iqomatis sufuf ya.
- Islam iqomati sufuf artinya menegakkan
- saf dengan baik.
- Nah,
- apa maksudnya? Adalah menegakkan saf
- dengan baik. Ini adalah meluruskan dan
- tidak membiarkan. Jadi, seorang seorang
- imam tidak boleh membiarkan safnya dalam
- keadaan berantakan. Nah, kita sebagai
- makmum pun harus berusaha merapihan saf
- itu karena Nabi bersabda ya dalam hadis
- riwayat Ahmad dan Ibnu Hiban
- disebutkan ahsinu iqomatasfufi
- fisah.
- Baguskanlah pengaturan saf di dalam
- salat. Jadi luar biasa. Berkaitan dengan
- ini juga disebutkan bahwa yang membuat
- kita sedih mayoritas kaum muslimin
- kadang kurang perhatian terhadap masalah
- saf ini salat salat aja gitu ya enggak
- enggak peduli. Padahal Allah Subhanahu
- wa taala menyebutkan dalam Al-Qur'an di
- surah Assof ayat keempillah
- minasyaitanirrajim.
- Innallaha
- innallaha yuhibbulladzina yuqatiluna fi
- sabilihi shofan kaahum bunyanum marsus.
- Saya coba lihat di dalam tafsir ya, di
- tafsir Ibnu Katsir ee tentang hal ini
- ternyata subhanallah gitu luar biasa
- bahwasanya ee disebutkan
- [berdehem]
- disebutkan bahwa
- saf salat itu adalah merupakan miniatur
- ya, miniatur atur dalam kehidupan kita
- sehari-hari
- termasuk di dalam perang ya. Bahwa salah
- satu di antara yang dicintai oleh Allah
- Subhanahu wa taala
- merapatkan atau merapikan saf di dalam
- salat kemudian mendirikan salat malam
- dan termasuk berbaris rapi di dalam
- peperangan.
- Nah, hal ini untuk bisanya kita rapi
- dalam peperangan atau dalam kehidupan
- sehari-hari itu tidak mudah kalau
- seseorang sulit ditertibkan di dalam
- salat.
- Karena tadi miniatur kehidupan itu.
- Kalau misalkan dalam salat sudah mudah,
- maka dalam kehidupan secara pun akan
- lebih mudah. Tapi kalau dalam salat aja
- susah,
- apalagi
- diatur oleh orang-orang yang mungkin
- secara ee apa?
- secara
- tingkat sosial yang lebih rendah gitu.
- Ini seringkali menjadi satu alasan untuk
- tidak melakukannya. Makanya dalam ini
- Syekh Abdul Aziz bin Fatih Sayinada
- menyebutkan bahwa ee terkadang ada orang
- yang disuruh untuk merapikan saf sulit
- luar biasa. E sehingga Rasul menyebutkan
- tadi wtalifuahubukum
- luruskan dan janganlah berselisihan di
- antara kalian. sehingga hati kalian
- berselisih.
- Liyalinium
- ulul ahlamuha.
- Hendaklah di antara posisi di belakangku
- adalah orang yang berakal dan
- orang-orang yang bijak. Ini adalah
- merupakan satu perintah yang jelas dari
- Rasulullah sahu alaih wasallam. Maka
- tidak boleh kita menganggap masalah
- remeh perkara ini. Nah, kemudian Nabi
- juga bersabda dalam hadis yang cukup
- panjang ini dalam hadis riwayat Ahmad,
- Abu Daud, Nasai dan Alhakim dengan
- derajat sahih disebutkan aqimu sufufa
- ya luruskan saf ya. Fainnama tasufun
- fainama tasufuna bisufu malaikah. Nah,
- karena sesungguhnya kalian bersab
- sebagaimana safnya para malaikat. Wadu
- bainal manakib.
- Dan ratakanlah posisi pundak-pundak
- kalian wasudul khali dan tutuplah celah
- tuh. Jadi jangan sampai ada celah antara
- satu orang dengan orang yang lainnya.
- Walinu fi aidi ikhwanikum tuh. Dan
- berlaku lembutlah terhadap terhadap
- saudara kalian tuh.
- Waru furujatian.
- Ya. Dan janganlah kalian meninggalkan
- cela-cela untuk setan. Jadi jangan
- sampai kita memberi kesempatan setan
- masuk.
- Maka rapat ya bahu dengan bahu, tumit
- dengan tumit. Kadang-kadang lutut pun
- sampai bersentuhan dengan lutut sahabat
- yang lain.
- Nah, kemudian disebutkan waman wasola
- shofan wasolahullah.
- Nah, barang siapa yang menyambung saf
- maka Allah menyambung hubungannya
- dengannya.
- Wasallallahu tabaraka wa taala ya.
- Waman qotfan.
- Dan barang siapa yang memutuskan saf
- qotaahullahu azza wa jalla maka Allah
- azza wa jalla akan memutuskan hubungan
- dengannya. Tuh. Jadi ternyata urusan ee
- saf ini tidak tidak sederhana
- ya sampai berhubungan dengan
- apa? Allah akan menyambungkan, Allah
- akan memisahkan itu karena sikap kita
- terhadap masalah saf salat.
- Nah, jadi di antara perkara yang
- memprihatinkan bagi kita di
- tengah-tengah kaum muslimin hari ini
- masih banyak di sebagian besar masjid
- kebanyakan orang yang salat tidak peduli
- untuk menutup celah-celah dan menyambung
- saf.
- Bahkan kadang mereka saling menjauh dari
- teman yang berada di sampingnya. Kalau
- didekati kadang justru malah makin
- menjauh. Ya, saya pernah ditempel uh kok
- makin menjauh gitu. seolah-olah takut
- bersentuhan kulit dengan dengan orang
- lain atau dia takut pakaiannya kotor
- gitu karena bersentuhan dengan pakaian
- orang lain. Masyaallah sampai begitu.
- Nah, di sini disinggung ya pada umumnya
- katanya pada umumnya ya bukan berarti
- semuanya pada umumnya adalah orang-orang
- kaya yang hidup dalam kemewahan yang
- agak sulit diatur dalam masalah ini.
- Tapi bagi kalii orang kaya sekaya apapun
- kalau sudah lunak hatinya kepada
- tuntunan Allah tidak ada masalah.
- [berdehem]
- Nah, kemudian sebagian lainnya adalah
- kadang mencukupkan dengan bersentuhan
- antara ujung pakaian mereka saja. Nah,
- kalaupun jari a ada ujung kelingking aja
- yang bersentuhan ya. Jadi merasa cukup
- dengan itu. Padahal itu masih jauh dari
- kesempurnaan saf salat. Nah, kemudian
- disebutkan adabus salis ya. Adab yang
- ketiga
- taswiyatus sufuf ya.
- itu adalah merapikan saf. Ya, seperti
- apa merapikan saf ini?
- Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim
- di Bukhari nomor 717, di Muslim nomor
- 436
- dari Nuk'man disebutkan wa tusawunna
- sufufakum.
- Latuswunna sufufakum. Hendaklah kalian
- merapikan saf kalian fi shatikum. Di
- dalam salat kalian.
- yukalifanallahu
- atau Allah akan menjadikan saling
- berselisih ya baina wujuhikum di antara
- hati kalian.
- Jadi masyaallah ini ternyata bukan
- perkara sederhana gitu. Jadi kalau kita
- tidak mau ya susah untuk merapikan
- masyarakat yang sulit diatur saf salat
- aja bisa apalagi dalam kehidupan
- sehari-hari. Nah, ini alhamdulillah ya
- kalau kita sudah bisa merapikan itu.
- Jadi kalau kita ingin mengukur sebuah
- komunitas masyarakat, lihat aja dalam
- salatnya ya. Lihat aja dalam salatnya.
- Dan misalkan kita datang satu tempat
- salatnya rapi, insyaallah itu lebih
- dijamin orang masyarakat di situ lebih
- sedikit masalahnya dibandingkan dengan
- orang yang berantakan saf salatnya gitu.
- [berdehem] Karena tadi berkaitan dengan
- hati ya. Maka disebutkan di sini fayjibu
- alal musallin ya. Maka wajib bagi orang
- yang salat alhirs ya semangat alat
- tasfiati sufuf untuk bersungguh-sungguh
- merapikan saf ya.
- Ya. Jadi supaya disebutkan di sini
- supaya merapatkan ee akdam ya. Akdam
- atau kaki-kaki. Kemudian wal manakib
- pundak-pundak.
- Wasudul farj dan menutup celah-celah.
- Nah, jadi ini adalah dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam supaya jangan
- sampai hati kita berpisah. Muslimin mau
- bersatu lah sof salat aja enggak bisa
- bersatu. G makanya di sini saja satu
- ukuran, satu contoh yang sederhana.
- Kalau kita sudah bisa merapikan saf
- salat, insyaallah lebih mudah ditata ya.
- Lebih mudah ditata. hati kita lebih
- lembut, lebih ee mudah diarahkan. Kalau
- dalam saf salat aja bisa diatur gitu
- dibandingkan. kita kita lihat praktik
- karena ee pertama tadi Allah Subhanahu
- wa taala menyebutkan dalam surah Assab
- ayat ke4 yang di dalam tafsir Ibnu
- Katsir dijelaskan bahwasanya untuk
- terjadinya
- innallaha yuhibul
- ya fisabil sopan ini itu diawali dari
- saf salat ya dari saf salat dan rajinnya
- ia salat malam maka akan menjadi rapi
- dalam peperangan dalam berjihad di jalan
- Allah dan ee akan dimenangkan Allah
- subhanahu wa taala didasarkan pada hal
- itu.
- Nah, kemudian yang keempat ya, al-adabu
- rabi al-adabur rabi
- wasala sufuf ya atau waslus sufufi ya.
- Wasluslu sufufi. Jadi menyambung saf ya.
- Wajib bagi setiap
- orang yang salat itu berusaha
- menyambungkan safnya. Jadi jangan sampai
- ee putus ya.
- Di sini kan bimakna annahu yajibu alal
- musli
- ayyahrus ala waslis sufuf. Jadi maknanya
- adalah wajib atas orang yang salat
- bersemangat sungguh-sungguh
- untuk menyambungkan sok. Nah, jadi kalau
- kelihatan oh ini ada kosong kita isi di
- situ ya. Jadi memang masyaallah kalau
- berhadapan dengan yang belum paham agak
- susah ya kan.
- Nah di sini perlu kita kesabaran ya
- mengingatkan atau
- memberikan penjelasan kepada mereka yang
- belum paham.
- Nah, dalam ini ee menyambung saf ini
- agar mendapatkan pahala dari Allah
- Subhanahu wa taala. Seperti Rasulullah
- alaih wasallam bersabda tadi, man wasan
- was wasallahu eh wasolahu wasolahullahu
- waman qotafan qotahullahu azza wa jalla.
- Jadi man man sh siapa yang menyambung
- sopan sof wasahu wasolahullahu maka
- Allah akan menyambungkannya. Wamanqaan
- barang siapa yang memutuskan qotahullahu
- azza wa jalla maka Allah akan
- memutuskannya. Nah maksudnya apa?
- Bahwasanya berbagai kebaikan akan
- terputus daripada seorang yang biasa
- apa? memutuskan saf salat. Hendaknya
- setiap muslim tidak memutus. Karena
- mayoritas zaman hari ini memang banyak
- sekarang yang disebut disebutkan fainna
- kasir minanas fi zamanina tuh. Jadi
- banyak di antara ee orang-orang di zaman
- kita sekarang ini di samping untuk di
- sulitnya didekati begitu merapatkan lagi
- ia malah menjauh enggak mau bersentuhan
- gitu ya. Nah, seolah-olah orang tersebut
- takut tertularkan penyakit gitu dan
- sebagainya gitu.
- Nah, ini tentu dalam hal ini ee gimana
- kalau kondisi darurat kita tidak bicara
- tentang darurat, ini bicara tentang
- kondisi normal ya. Kalau bic darurat itu
- lain lagi posisinya tapi tentu jangan
- sampai yang normal didaruratkan
- [tertawa][berdehem]
- ya. Jadi yang darurat yang darurat
- jangan dinormalkan. Yang normal pun
- jangan didaruratkan. nya normalnmal
- darurat-darurat ada hukumnya
- masing-masing.
- Iya.
- Ya. [berdehem]
- Maka disebutkan bahwasanya sebuah
- kesalahan
- apabila
- tidak memperhatikan masalah ini dan ini
- berbahaya. Dampaknya apa? Dampaknya tadi
- pada putusnya rahmat Allah ya, kemudian
- putusnya pertolongan Allah. lalu ee
- tidak bisa menghindari perpecahan terus
- pertengkaran dan persengketaan. Kenapa?
- Karena safnya tidak dirafikan di dalam
- salat.
- Nah, kemudian
- sahabat-sahabat Nabi Sutian L'qman bin
- Basir berkata, "Bahwasanya aku melihat
- seorang sahabat itu merapatkan bahunya
- dengan bahu temannya dan lutut dengan
- lutut temannya, mata kakinya dengan mata
- kaki temannya." Nah, jadi ada yang
- sampai begitu sampai saking
- perhatiannya kepada perintah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu sampai
- demikian ya.
- [berdehem]
- Nah, kemudian
- al-adabul khamis adab yang kelima.
- Adab yang kelima adalah alkirsu alas
- shati fisfuil ula. Ya. Jadi berusaha
- untuk mendapatkan ada suatu semangat ya
- semangat yang kuat atau berusaha untuk
- mendapatkan sop terdepan di dalam salat.
- Nah karena fainnaalika
- lil ajri
- ya
- wahua mimma jaat bih sunah. Jadi itu
- adalah merupakan pahala yang paling
- besar
- di saf pertama itu. Kalau kita bisa saf
- pertama maka itu yang paling besar. Maka
- sampai disebutkan innallaha wa
- malaikatahu yusuna al sufufil
- muqaddimah.
- Sufufil muqaddamah. Ya. Jadi
- sesungguhnya Allah dan para malaikat
- yusuna berselawat ala sufufil muqaddamah
- pada orang-orang yang salat di saf
- terdepan. Masyaallah ini luar biasa.
- He.
- Jadi
- Allah dan malaikat berselawat kepada
- orang-orang yang berusaha untuk masuk di
- saf depan.
- Maka dianjurkan bagi setiap muslim agar
- salat pada saf pertama. Dan di antara
- perkara yang bantunya adalah untuk
- mendapatkan saf tah itu segera menuju
- masjid tidak terlambat. Nah, itu jadi
- jangan begini
- penginnya di Sop pertama datangnya
- terlambat orang diseret-seret kamu gesek
- gesek gises a nah ini tidak benar juga
- ya. Jadi hendaknya dia sadar diri saya
- ingin jadi orang yang pertama di depan
- ya dia harus lebih awal datangnya.
- Iya
- itu jangan sampai masbuk. Nah, masbuk
- ini kadang-kadang jadi jadi apa
- istilahnya? Kebiasaan. Padahal masbuk
- itu dalam Islam itu sangat-sangat
- darurat. Kalau para sahabat itu masbuk
- itu sangat darurat. Artinya sangat
- terpaksa karena satu dan lain hal ya
- harus terpaksa masbuk. Komitmennya dalam
- setiap hal itu tidak masbuk. Bahkan
- tidak ketinggalan takbiratul ihramnya
- imam.
- Nah, kita kadang-kadang masih juga
- masbuk dianggap remeh. Padahal masbuk
- itu dikata sabaqo. Sabaqo itu artinya
- mendahului. He
- ya. Sabiq orang yang mendahului. Masbuk
- itu isim maf'ul adalah orang yang
- didahului.
- Orang yang didahului berarti orang orang
- kalah.
- Artinya kalau kita ingin bermental kalah
- silakan masbuk terus ya. Kalau ingin
- hidupnya kalah terus silakan masbuk.
- Tapi kalau ingin menang, ingin jadi
- orang seorang sabq, maka dia harus lebih
- lebih awal ke masjid, ya.
- Nah, antara di antara di antara yang
- penting ini seringkiali [berdehem]
- diingatkan di sebagian ee masjid. Bahkan
- pada hari Jumat itu ada orang yang se
- menempati sof di belakang ya. Padahal di
- depan tuh masih kosong.
- Heeh.
- Ya, di belakang malah dia tidak tahu apa
- tidak mau gitu ya. mendapatkan keutamaan
- yang luar biasa di S depan
- ini di belakang paling belakang supaya
- dia bisa nyender. Masyaallah.
- Saya pernah itu
- bahkan Masyaallah ya. Mohon maaf ketika
- saya saya sudah naik mimbar masih ada
- orang yang ngerokok coba.
- H
- tuh dengan asyik di tempat istirahat.
- Padahal dia lihat saya naik mimbar.
- Heeh.
- Akhirnya saya tegur langsung dari mimbar
- itu nah ini kan ya bisa ini akibat
- keawaman.
- Heeh. karena tidak tahu. Ada juga yang
- memang karena lalai tahu sebenarnya tapi
- lalai gitu karena
- pengaruh seleranya luar biasa
- mempengaruhi dirinya sehingga tidak
- sungguh-sungguh ee mendapat ingin
- mendapatkan kebaikan gitu. Nah, kemudian
- dalam hal ini Rasul Sallahu Alaihi
- Wasallam memberikan informasi di hadis
- Bukhari nomor 615,
- 654 dan Muslim 437.
- Beliau sampaikan begini, lau ylamunasu.
- Sekiranya manusia mengetahui maidai
- ya mainnai dalam keutamaan adan ya
- keutamaan mengunakan wasofil awal dan
- menempati saf pertama
- lam yajidu kemudian tidak akan
- mendapatkan hal itu illa ayastahimu
- kecuali harus diundi alaihi atasnya
- lastahamu niscaya akan melakukan undian
- itu.
- sampai begitu kalau se untuk masuk S
- pertama itu harus diundi, dia akan ikut
- undian
- saking apa? Saking inginnya keutamaan di
- shop [berdehem] pertama.
- Masyaallah. Inilah Pak Ikhwan. Jadi
- kadang-kadang dianggap remeh gitu ya.
- Heeh.
- Nah, ini saya berharap betul
- mudah-mudahan para pemirsa rasil visual
- ya, pendengar dari surat Tarahim di mana
- saja berada bisa berbagi ilmu dengan hal
- ini.
- Diamalkan dulu kemudian disampaikan
- kepada yang lain agar semua umat Islam
- bersegera untuk memenuhi panggilan
- salat.
- Kenapa? Di Al-Qur'an itu hanya ada dua
- pilihan kalau kita tidak bersegera
- memenuhi panggilan salat. Pertama, kita
- akan masuk kategori orang munafik.
- Seperti disebutkan dalam surah Annisa
- 142.
- Waqomu ilahusala.
- Apabila berdiri mereka untuk mendirikan
- salat, mereka berdiri dalam keadaan
- lalai, bermalas-malasan. Berat sekali
- untuk salat itu. Nah, kenapa yurunan?
- Karena dia salat itu hanya untuk
- diliingat oleh dilihat oleh manusia
- bukan karena keinginan keikhlasan
- dirinya. Bukan karena ingin memenuhi
- perintah Allah, tetapi karena ingin
- dilihat oleh manusia. Nah, ini
- orang-orang munafik
- sehingga akan berlambat-lambat. Sudahlah
- yang penting setor setor muka bahwa saya
- tuh hadir gitu. Nah, yang kedua dalam
- Al-Qur'an surah Almaidah 58
- ketika dipanggilkan salat waid nada
- nadaitum ilati takuha
- huzu w apabila kamu seru untuk
- mendirikan salat mereka menjadikan salat
- itu senda gurau dan permainan. Kenapa
- demikian? Dalika biahum. Yang demikian
- itu karena sesungguhnya mereka adalah
- kaum la yaqilun. Kaum yang tidak
- berakal.
- Kaum yang tidak berakal berarti apa?
- Ya
- enggak waras ya.
- Ya enggak waras. Jadi kalau kita
- menganggap menjadikan sendaguran per ah
- salat salat ter gampang itu menanyakan
- tandanya orang enggak waras.
- Kata siapa? Allah yang nyebut gitu. Yang
- menciptakan dia. Bukan. Bukan saya.
- Bukan.
- Bukan ustaz. Bukan. Allah yang
- menciptakan dirinya. Itu yang disebut
- waras. Menyebut dia tidak waras,
- menyebut dia orang gila, orang tidak
- berakal. Tuh, ya. Maka mudah-mudahan
- betul ya mendengar tuh orang-orang yang
- biasa seperti ini ya. Sehingga tidak
- lagi menyepelekan, tidak lagi enggak
- remeh pada perintah salat
- ya.
- Dari [berdehem] hasil kan sering
- kumandangkan terlampau agung untuk
- diremehkan kan gitu. [tertawa]
- Masyaallah luar biasa emang salat itu
- ya. Jadi jangan pernah kita anggap remeh
- para permasalahan ini.
- Surat apa ustaz tadi? Apa?
- Almaidah 58.
- Almaidah. Baik.
- Jadi itu surah 58. Orang yang menjadikan
- senda gurau dan permainan antara
- panggilan salat, panggilan azan ya atau
- kita tahu waktunya sudah masuk salat,
- masuk waktu salat tapi kita masih juga
- asyik dengan urusan yang lain. Kita akan
- masuk dalam kategori ini. Disebut oleh
- Allah Subhanahu wa taala orang yang
- tidak berakal. Artinya orang yang tidak
- waras.
- ya.
- Nah, kemudian yang keenam
- ya. Yang keenam
- al-adabus sadis ya adab yang keenam
- itmamusil
- awal
- ya. Jadi menyempurnakan saf pertama.
- Nah, bagaimana maksud zaman Quran
- pertama? Buat setiap seorang tuh wajib
- menyeberangkan saf pertama dulu. Jangan
- membuat saf dulu sebelum saf pertama itu
- penuh
- dan mendapatkannya hingga tidak terdapat
- satu celah pun yang kosong. Dan kemudian
- baru beralih pada saf berikutnya. Nabi
- bersabda, musofal muqaddam
- tummalladzi yalihi famaana min naqswin
- falyakun fil
- ffil muakhar. Nah, jadi attimus muqaddam
- sempurnakan saf yang paling depan.
- Yalihi laaluka rizqo.
- Kami tidak minta rezeki kepadamu. Nahnu
- narzukka. Kamilah yang memberikan rezeki
- kepadamu. Wal aqibatuqwa.
- Dan akibat yang baik bagi orang yang
- bertakwa. Tuh. Jadi ini makanya
- hendaknya memperbaiki ee salatnya dengan
- sebaik-baiknya.
- Kemudian al-adabus sabi' adab yang
- ketujuh.
- Jadi muqorabatus sufufi
- ba'du mim ba'd ya. Jadi mendekatkan saf
- antara saf yang satu dengan saf yang
- lainnya tuh.
- bahwasanya
- ini adalah termasuk perkara yang
- urusan yang
- disebutkan dalam sunah yang suci
- disebutkan w mimat bih sunatul
- mutaharah. Jadi dari yang didatangkan
- dari sunah yang suci
- wamima yang bagi yang bagil hirs alaih
- maka hendaklah senantiasa semangat
- sungguh-sungguh dalam hal ini takun
- sufufa
- qoribah min ba'dial ba'd. Jadi hendaknya
- sub saf yang satu n itu hendaknya
- didekatkan. Jadi jangan sampai terlalu
- jauh ya cukup untuk sujud. Jadi jangan
- sampai saf pertama dengan saf kedua itu
- terlampau jauh.
- Jadi cukup untuk sujud kemudian ee ada
- jarak sedikit sehingga kepala tidak
- nempel ke kakinya gitu. Nah, itu jadi
- kalau misalkan ya ini tekel berarti ya
- kurang lebih 120.
- 120-an ya
- 120 ya.
- Karena kalau sujud yang normal itu
- sempurna ya lurus tidak terlampau banyak
- makan tempat tapi juga jangan mengkerut.
- Ee kalau 80 tuh terlalu sempit.
- Iya betul.
- Tuh jadi 120 itu insyaallah cukup.
- ya. Nah, ini yang dimaksudkan bahwa
- hendaknya satu sama lain itu dibuat
- kadar yang cukup ya. Jadi tidak
- mengganggu orang yang di depannya dan
- juga orang yang di belakangnya. Nah,
- Rasul bersabda di dalam hadis riwayat
- Ahmad dan Abu Daud serta Nasai,
- rosu sufufakum
- waqorbu bainaha. Nah, rapatkan saf-sof
- kalian. Waqoribu bainaha
- dan dekatkan. antara saf-sop itu ya
- wadul
- wazu bilnaq ya dan ratakanlah posisi
- pundak-pundak kalian. Jadi artinya kita
- harus tahu oh pas lurus gitu ya
- kelihatan. Nah, jadi kedekatan SF ini
- menunjukkan bukti keagungan Islam agar
- umat Islam itu selalu terikat dengan
- ikatan yang kuat ukhuwah islamiah itu.
- Nah, yang kita prihatinkan kadang ada
- yang saling berjauhan satu sama lain,
- jaraknya yang sangat jauh. Jadi kadang
- sampai 1,5 m se atau atau 2 m bahkan.
- Nah, itu juga yang
- ee bertentangan ya dengan sunah Rasulull
- sallahu alaihi wasallam dengan perintah
- Nabi tadi.
- Nah, baik. Saya kira sementar itu dulu.
- Kita jeda dulu biar rehat dulu, kita
- cerna dulu
- ya. Masih ada tiga eh empat poin lagi.
- Empat poin lagi
- ya. Insyaallah.
- Iya. Baik.
- Baik. Demikian mudah-mudahan para ikhwan
- bisa memahaminya dan kalau ada yang
- kurang pas jangan segan-segan untuk
- meluruskan ya.
- Barakallahu fikum. [berdehem] Baik,
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. Ee
- kita sudah mengikuti
- kajian
- adab makmum ini sudah kita tujuh ee
- sudah kita dengar ada tujuh adab ya.
- Silakan ikhwan awat yang ingin bertanya,
- layankan pertanyaan Anda di 0218451512
- untuk telepon dan ikwan Awat bisa
- layangkan pertanyaannya via WhatsApp di
- 081199972.
- [musik]
- Brail TV
- masih bersama Radio Silaturah ee
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Anda menyimak tausiah sore
- dalam
- tema adab makmum. Ikhwan aat yang ingin
- bertanya silakan layangkan pertanyaan
- Anda di 0811
- 999720
- dan line telepon di 0218451512.
- kita masih ada beberapa poin yang ingin
- disampaikan Ustaz. Tadi sudah ada tujuh
- poin dari adab makmum ini dan kita akan
- lanjutkan sebelum kita bahas pertanyaan
- tepat Ustaz. [berdehem]
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Ikhwan
- rahimahumullah kita lanjutkan
- yang sekarang masuk ke adab yang
- ke-elapan. Aladabus. Adab yang ke-elapan
- itu mutabiat mutabiatul makmumina.
- ya lil imam ya. Jadi ee artinya
- bahwasanya makmum itu hendaklah
- mengikuti imam ya. Jadi ittiba atau
- muttabi itu mengikuti imam tidak
- mendahului juga tidak membelakangi. Ya.
- Iya.
- Maksud [berdehem] makanya ada kadang ada
- disebut ee kalau musabaqah kan
- mendahului.
- I
- kalau misalkan musyarakah menyertai
- enggak boleh juga.
- Iya. Iya. yang dibetulkan adalah mutabih
- ya. Muttah ini adalah mengikuti.
- Nah, disebutkan di sini fayjibu alal
- makmumina alal makmumin
- ayyat tabiu ya ayabiul imam fi jamii
- afal shah. Nah, jadi hendaknya makmum
- itu mengikuti imam dalam semua gerakan
- salat ya. Apabila imam melakukan gerakan
- dalam salat hendaklah makmum
- mengerjakannya sesudah imam ya.
- kan atau b'li minal at bihi baal imamika
- yaak sallallahu alaihi wasallam karena
- ini didasarkan pada sabda rasul sahu al
- wasam innama juilal imamu
- sesungguhnya dijadikannya imam itu
- adalah liyama bih untuk diikut
- faidza kabaro faidza kabaro ya apabila
- ia bertakbir fakabbiru
- Maka hendaklah kalian bertakbir
- wa sajada. Apabila ia sujud imam itu
- fasjudu maka sujudlah kalian. Wafa'a
- farfau. Maka apabila imam bangkit maka
- bangkitlah kalian. Waq samiallahu liman
- hamidah. Apabila imam berkata samiallahu
- liman hamidah faquu. Maka katakanlah
- oleh kalian rbana wakal hamdu.
- Waid sha qoidan. Apabila imam salat
- dalam keadaan duduk, fasol quudan
- ajmaun. Maka kalian semua harus salat
- dalam keadaan duduk. Masyaallah. Ini di
- Masjid Alfatah pernah tuh saya ingat
- mungkin berapa tahun ya lah ya lebih
- dari 10 tahun yang lalu saya pas imamnya
- sakit gitu ya. Tapi imam tetap masih
- ingin mengimami salat. akhirnya
- ee tetap imam ke masjid dan imam salat
- duduk, kami semua duduk. Itu
- sekali-kalinya saya merasakan
- dulu waktu itu. Masyaallah. Jadi memang
- ini dalilnya apabila duduk duduk.
- Kalau di masa Rasul sahu alaihi wasallam
- kadang seperti itu dilakukan ya Rasul
- duduk, para sahabat duduk semua. Kadang
- Rasul duduk, para ee Abu Bakar berdiri.
- Jadi Abu Bakar bermakmum kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Iya. Ya. Kemudian para sahabat semua
- bermakmum kepada Abu Bakar.
- Oh,
- gitu. Jadi para sahabat tetap berdiri
- ya.
- Makmum yang lain tetap berdiri.
- Tetap berdiri. Yang lain Abu Bakar
- berdiri tapi di samping Rasulullah di
- jadi imamnya kayak dua orang gitu.
- He
- di depan. Nah, jadi para sahabat
- lihatnya kepada Abu Bakar dan Abu Bakar
- melihat gerakan Rasulullah tapi dalam
- keadaan berdiri. Nah, itu jadi di
- cara-cara yang dilakukan oleh Rasul dan
- Abu Bakar seperti itu.
- Nah, kemudian jadi kalau kita
- menyaksikan hadis ini,
- innama juilal imam liami. Dijadikannya
- imam itu untuk diikuti. Nah, maka tidak
- boleh mendahului, tidak boleh
- membelakangi ya. Ee tetap musabaqah
- tidak boleh, musyarakah pun tidak.
- Musyarakah itu menyertai bareng gitu ya.
- Imam takbir takbir terus bareng gerakan
- imam tani tidak boleh juga harus
- mendahulu ee mutabaah mengikuti imam.
- Jadi faidza kabaro fakabbiru. Apabila
- imam takbir maka takbirlah kalian.
- Allahu
- akbar. Allahu akbar gitu. Jadi jangan
- itu imam Allahu Akbar dia ikut gerak
- tangannya. Nah entar dulu sabar dulu
- gitu ya. Karena suka ada karena ada suka
- misalkan saya salat di samping seorang
- gitu, begitu imam takbir dia ikut gerak
- salat apa tangannya padahal imam belum
- gitu. Imam belum selesai takbirnya itu.
- Maka di faidza kabaro fakabiru.
- Ya, apabila imam takbir Allahu Akbar ya,
- maka kita pun Allahu Akbar. Nah, baru
- imam kita langsung Allahu Akbar.
- Demikian pula sujud faida sajada
- pasjudu. Kalau imam mau sujud, dengar
- lihat dulu sampai keningnya sampai di
- lantai atau sampai di bumi,
- gitu. Jadi jangan imam belum sampai ke
- tempat sujud, dia sudah bergerak. Nah,
- ini yang bisa merusak itu
- ya. Sehingga akhirnya jadi kacau salat
- seperti itu. Nah, makanya dalam hal ini
- ya oleh Rasul Sahi Wasallam diancam
- begini.
- yah yarahu qblal imamallahuahu
- himarin tuh
- yas apakah tidak takut alladzi yarfaahu
- yang mengangkat kepalanya sebelum imam
- jadi imam belum mas ruku misalkan nih
- lagi rukuk imam belum sami allahah liman
- hamidah dia sudah ngangkat kepalanya
- gitu ya nah ayyuhawila
- ayyuhawilallahu
- Nah, jadi jadi imam tadi apabila Allah
- mengubah kepalanya r himarin menjadi
- kepala keledai apa kamu tidak takut jadi
- tawaran ya apa pertanyaan dari
- Rasulullah sahu wasam apa tidak takut
- orang yang mendahului imam itu nanti
- akan jadi diganti dengan kepala keledai
- gitu masyaallah
- masyaallah ya nanti ngeri juga pas di
- akhirat loh kok si fulan kok kepalanya
- keledai gitu ya oh rupanya dia suka
- mendalui imam dalam salatnya Ya. Oh,
- masyaallah.
- Jadi, jadi hendaknya wajib mengikuti
- imam ini melakukan sesuatu dari gerakan
- salat setelah imam. Makanya dalam hidup
- pun seperti itu.
- Heeh.
- Kalau orang yang hidup berjamaah, hidup
- terpimpin, ya, ada imam, seperti hal di
- dalam salat berjamaah, senantiasa rapi
- hidupnya gitu. Enggak enggak
- acak-acakan. Tapi kalau tanpa imam,
- hidup sendirian, ya masyaallah seperti
- orang salat munfarid gitu. tidak ada
- komando, tidak ada yang mengarahkan.
- Nah, inilah yang harus dipahami di adab
- yang keedelapan. Kemudian yang
- selanjutnya adab kees9, al-adabut tasi
- ya. Aladabut tasi yaitu
- sebutkan [berdehem]
- adabut tas inatul makmumi inda qiroatil
- imami. Ya, jadi makmum diam ketika imam
- membaca Al-Qur'an.
- ini ya diamnya saat imam baca Al-Qur'an
- ini disebutkan bahwa ini akan memusatkan
- hati dan pikiran kita. Makanya di dalam
- Al-Qur'an surah Ala'raf ayat 204 Allah
- berfirman,
- "Azubillahiminasyaitanirrajim."
- Waidza quri alquran fastamiu lahu waitu
- la'allakum turhamun. Apabila dibacakan
- Al-Qur'an hendaklah dengarkan dan
- perhatikan ya laakum turhamun agar
- kalian mendapatkan rahmat.
- Maka dalam hal ini disebutkan Rasul sahu
- alaihi wasallam bersabda, idal imamu
- faangsitu. Apabila imam sedang membaca
- Al-Qur'an faangsitu maka diamlah kamu.
- Maksudnya dengarkan. Jangan membuat
- aktivitas lain gitu ya.
- Nah, ini hadis riwayat Muslim nomor 404
- dari Abu Musa ya.
- [batuk]
- Kemudian terdapat juga hadis yang
- bersangkutan ini dari Anas bin Malik
- dalam Bukhari Muslim ya. Jadi ada yang
- dari Abu Musa sanadnya, ada yang dari
- Anas bin Malik.
- Kemudian yang ke-10 ya al-adabul asyir.
- Hadis adab yang ke-10.
- [berdehem]
- atilu
- ind farol imami
- faragil imam attinu in farogil imam
- ba'dal fatihah. Nah, jadi mengucapkan
- amin setelah selesai membaca alfatihah.
- Nah, ini yang yang ada banyak
- perselisihan ya, tetapi kita harus tahu
- semuanya
- agar kita tidak salah paham atau tidak
- saling menyalahkan.
- Ya, disebutkan di sini
- bahwasanya mengucapkan amin ini termasuk
- yang telah ditetapkan di dalam sunah.
- Ya.
- Nah, saya akan sampaikan beberapa dalil
- berkaitan dengan ini.
- Pertama adalah
- bila imam baca ghairul magdubi alaihim
- waladin
- maka bacalah amin. Ini berdasarkan hadis
- sahih bukhari juz 1 halaman 156
- nomor 782.
- Kalau yang itu qul al imam girul magdubi
- alaihim wadin
- faqulu amin
- tuh. Maka apabila imam mengatakan sampai
- pada kalimat ee ghairul maghdubi alaihim
- waladin
- maka serempak mau membaca amin.
- Satu.
- Barang siapa yang karena sesungguhnya
- barang siapa yang bertepatan ucapannya
- dengan ucapan malaikat gufir lahu maka
- diampuni bagi dosanya maqodama min
- zambih yang sebelumnya itu jadi
- jadi dosa-dosa yang sebelumnya akan
- diampuni. Satu. Yang kedua
- kalimatnya apabila imam membaca amin
- maka bacalah amin. Tuh artinya menunggu
- imam membaca amin.
- Jadi tidak spontanitas langsung begitu
- waladolin langsung amin. Tapi menunggu
- dulu imam membaca amin. Mana dalilnya?
- Sahih Bukhari juga. Ini juz 1 halaman
- 156 nomor hadis 780.
- Nah, disebutkan dalam hal ini disebutkan
- gini,
- ana Nabi sallallahu alaihi wasallam
- bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
- wasallam qala beliau bersabda, idamanna
- id amanal imamu. Apabila imam itu amin
- faaminu, maka aminlah kalian.
- Tuh kan jelas ya. I am.
- Maka apabila imam itu amin ya, maka
- aminlah kalian.
- Nah, kesannya sama. Fa innahu man wafaqo
- taminuhu. Maka barang siapa karena
- sesungguhnya siapa yang imam apa aminnya
- bertepatan dengan takminal malaikah
- dengan aminnya para malaikat gufirahu ma
- taqodama min zambih akan diampuni
- dosa-dosa sebelumnya.
- H
- kok seperti bertentangan ya tuh. Tidak
- tidak bertentangan. Artinya boleh
- kedua-duanya. Heeh.
- Tetapi kalau misalkan kadang ada yang
- imam itu kadang mengucapkan amin yang
- dengan keras.
- Iya.
- Ada yang tidak dengan keras gitu.
- Bahkan ada yang tidak mendengar sama
- sekali ucapan imam. Heeh.
- Ya. Dan bahkan ada yang tidak membaca
- amin semuanya. Ayo di mana? [tertawa]
- Saya pernah ini dalam kalangan mazhab
- Hanafi memang bacaan amin itu tidak
- dibaca dengan suara kelas
- oleh imam. ya oleh imam, oleh makmum
- juga sama.
- Oleh makmum juga
- itu. Jadi saya salat ya qadarullah ya di
- samping ee waktu di Masjid Muhammad
- Alfatih
- di Turki itu
- Turki.
- Nah itu di samping kiri kanan kan itu
- kan sebagian besar situ mazhaf Hanafi
- salat pas lah pas begitu amin
- enggak enggak ada yang nyelengking amin
- gitu.
- Tapi
- ee apa sayup-sayup terdengar suara Amin
- dari kiri kanan gitu.
- Oh. Oh, jadi tidak keras lah ya.
- Iya, gitu. Jadi imam pun begitu. Nah,
- itulah. Jadi kalau kita melihat dengan
- seperti ini, maka jangan sampai hanya
- karena masalah ini ribut ya, saling
- menyalahkan gitu karena ketidaktahuan
- kita.
- Nah, jadi apabila imam baca amin maka
- bacalah amin ya. Termasuk mungkin para
- pemirsa rasil visual atau pendengar di
- silaturahim yang datang silaturahim ke
- ke pesantren Alfatah.
- Ini yang dia amalkan.
- Heeh.
- Gitu. Jadi imam mesti mendengar
- membacakan amin.
- Amin.
- Dan suara imam itu terdengar keras oleh
- makmum.
- Ya, ini karena ada disebutkan juga dalam
- hadis yang lainnya. Jadi tadi yang faid
- amanah apa aminu itu ya hadis Bukhari
- dan Muslim. Di hadis Bukhari tadi juz 1
- halaman 156. Di Muslim juz 1 halaman 306
- nomor 410
- ya. 410 dan nomor 72.
- Kemudian ada imam membaca amin setelah
- waladolin dengan suara keras hingga
- terdengar oleh makmum. Nah, ini ini
- hadis dalam Sunan Tirmidzi dengan
- derajat hadis yang sahih juz 2 halaman
- 27 nomor hadisnya 248.
- Jadi suara imam terdengar keras oleh
- makmum gu.
- Nah, maka jangan heran kalau satu saat
- nanti ya ada yang mendengarkan atau yang
- melaksanakan hadis-hadis ini.
- Heeh. [batuk]
- Sebutkan [berdehem] di sini ee
- ada lagi Sunan Abu Daud juz 1 halaman
- 246
- ya. disbutkan bahwa kana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam id qo'a
- waladin
- ya qala amin
- beliau
- mengatakan amin ya
- kalau kalau para sahabat q berarti
- rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- qa wadin
- q amin warofa bihaahu
- nah dan beliau meninggikan suara
- suaranya tuh. Jadi jelas ya, enggak usah
- berantem urusan [tertawa]
- masing-masing ada dalil ya.
- Ya. Atas sekalipun yang tidak dikeraskan
- juga sama saleh tadi karena memang ee
- apa itu ikhtilaf ya di kalangan para
- ahli fikih.
- Kemudian yang ke-11, yang terakhir nih
- ke-11
- al-adabu al-adabul hadi asyar
- muttabiatul imami dukhuli ilasah.
- Indukhuli ilah. Jadi imam
- atau mengikuti imam ketika masuk ke
- dalam salat ya maksudnya di sini bahwa
- seseorang yang apabila masuk masjid
- yakni
- e annahu dakal insanal
- insanal masjid apabila seorang masuk
- dalam masjidal imamu ala
- ma
- ya kemudian ia mendapati imam dalam
- kondisi sedang salat
- yajidu
- Kemudian
- riqian kemudian dia mendapatkan dalam
- keadaan ruku sajidan atau dalam keadaan
- sudah atau nahdalik atau dalam keadaan
- lainnya falyatbahu ya fil haiah. Nah,
- jadi maksudnya kalau kita menemukan imam
- dalam kondisi apapun maka kita ikuti.
- Tidak harus menunggu.
- Misalkan gitu datang imam sudah rukuk ya
- sudah ikut ruku. Kalau begit imam sujud
- langsung sujud tidak imam sujud dia
- nunggu berdiri. Nah, ini tidak benar.
- Iya.
- Ya. Jadi mestinya dia langsung takbir
- kemudian dia sujud ya langsung sujud
- mendapati imam apapun dalam kondisinya.
- Nah, ini didasarkan pada hadis
- diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi
- dari Ali dan Muad. Ya
- ukum apabila salah solong di antara
- kalian
- apabila salat kalian mendirikan salat
- wal imam dan mendapatkan imam alin atas
- sesuatu atau dalam kondisi tertentu
- falyasna. Nah, hendaklah ia melakukan
- kama yasnaul imam sebagaimana dilakukan
- oleh imam. Jadi jelas satu kesalahan
- apabila ee kita masih melakukan begitu
- masuki masjid sementara imam sedang
- sujud maka ia berdiri menunggu imam
- berdiri gitu ya. Nah, bangkit dari
- sujudnya ini tidak tidak pas tidak
- sesuai dengan sunah. Sesuai sunah
- hendaknya kita mengikuti apa adanya imam
- dalam kondisi apapun. Dan itulah
- pahalanya sampai di situ.
- He
- itu jadi jangan disia-siakan ya
- pahalanya. Jangan disia-siakan ya kan?
- Kan berarti semestinya dia mendapat
- pahala dari rakaat pertama misalkan
- karena dia malam dia nunggu rakaat
- kedua. Nah kan sayang padahal dia dapat
- pahala gitu.
- Dapat. Iya.
- Nah. Baik. Itu saja sudah sampai pada 11
- poin tentang adab sebagai makmum.
- Mudah-mudahan ini membuat ee satu
- khazanah baru bagi mereka yang belum
- tahu.
- Iya. dan mengingatkan bagi mereka yang
- sudah tahu. Demikian
- [berdehem]
- baik ewat yang dirahmati Allah. Demikian
- ada 11 poin yang kita simak tadi dari
- adab-adab makmum. Iwan Nawat yang ingin
- bertanya silakan di 0811
- 999720
- atau di 0218451512.
- Baik, berikutnya langsung saja barang
- ket Pak Ustaz ya.
- Iya.
- Kita jawab beberapa pertanyaan
- [berdehem]
- ini.
- Ee
- kemarin
- minggu lalu, pekan lalu masih ada yang
- belum terbacakan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin mau tanya, Pak Ustaz. Saya pernah
- membaca hadis, lamanya salat itu sama
- dengan lamanya khutbah Jumat.
- Padahal Rasulullah yang dibaca dalam
- salat Jumat biasanya surah al-A'la dan
- ghasiah. Kemungkinan ruku dan sujudnya
- lama dan waktu berdiri. Ee tetapi saya
- tidak pernah ketemu di Indonesia.
- Demikian dari Pak Joko Mursito di
- Puri Sribedari. Iya. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Lama khotbah dan lama salat.
- Iya.
- Itu tentu kadarnya beda.
- Hm.
- Ya. Seperti halnya disebutkan dalam
- hadis ee di dalam kitabul jumah di
- kitabul maram itu di kitabul al jumah
- ada disebutkan
- tha idulatiuli [batuk][berdehem]
- waqutbatihi
- fikihi. Apabila panjang salat seseorang
- dan pendek khotbahnya, meringkas
- khotbahnya, mainun fikih itu menunjukkan
- kepahaman dia terhadap Islam.
- H.
- Jadi, seorang yang paham terhadap Islam,
- dia akan memendekkan khutbahnya dan akan
- memajangkan salatnya. Tentu batasan
- khutbah pendek bukan berarti sependeknya
- salat.
- I jadi tidak dibandingkan dengan
- salatnya ya.
- Iya. Hanya yang pasti bahwa salatnya itu
- panjang. I
- ukurannya seperti tadi surat ala surat
- al
- ee dan algiah, surah Sabihis dan
- Alghasiyah atau surat Aljumah dan
- almunafiqun itu panjangnya salat
- Rasulull sahu alaii wasallam.
- Khutbahnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pendeknya adalah
- ee pertama khutbatul hajah saja itu
- sudah makan waktu hampir 5 menit.
- Hm. Iya. Iya.
- Iya. Tentu kalau misalkan di dikatakan
- khotbahnya pendek disikan dengan salat
- nanti gimana? Entar enggak nyampai
- materinya.
- Nah, jadi tetap dalam batas yang wajar.
- He
- misalkan kalau khotbah Jumat itu ee
- secara umum gitu ya di Indonesia
- mungkin bisa dipakai dengan waktu
- setengah jam itu dari mulai azan sampai
- selesai salat.
- Hm.
- Ya. Jadi azan misalkan taruh 5 menit
- kemudian khotbah 15 menit salatnya 10
- menit itu wajar begitu.
- Iya. Iya.
- Ya. Batasan yang wajar. Tapi kalau
- misalkan gini ee khotbahnya 5 menit,
- salatnya 20 menit. Nah itu jadi kurang
- seimbang. Jadi nantinya. Iya.
- Nah. Atau misalkan sebaliknya khotbahnya
- panjang setengah jam eh salatnya cuma 5
- menit. Nah, ini juga tidak seimbang.
- Betul. Betul.
- Jadi hendaknya kita perhatikan
- [berdehem] makna kalimat
- tatiuli
- waqis khutbatihi
- min fihi.
- Bahwa salat yang panjang dan pendek ada
- kadarnya dan khotbah panjang-pendek pun
- ada kadarnya.
- Gitu. Jadi ukurannya ukuran khotbah
- salat ukuran salat.
- Iya. I betul betul.
- Demikian. Jadi dengan ukurannya
- sendiri-sendiri ya.
- Baik, berikutnya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, kapan Rasil TV bisa live di
- Fi? Setiap saat bisa disimak dengan
- mudah kayak yang lain. Makasih. Oh, ini
- ee pertanyaan ya, saran aja. Mungkin
- nanti ee didengar oleh ee tim kami
- insyaallah ya.
- Ee berikutnya asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- dari Rustam di Bogor. Ee Pak Ustaz yang
- kami hormati mau minta bagi ilmu lagi
- nih. Soalnya ialah kalau kita masbuk di
- salat zuhur atau asar saat imam sudah
- rakaat ketiga atau keempat sedangkan
- kita baru masuk, apakah kita tetap harus
- baca surah setelah al-Fatihah? Demikian,
- terima kasih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- I baik. Bismillahirrahmanirrahim. Memang
- perintah baca surat itu setelah
- al-Fatihah di rakaat satu dan dua.
- Oh,
- gitu. Jadi kalau misalkan kita
- mendapatkannya satu rakaat,
- Iya.
- Hanya rakaat ketiga atau rakaat keempat,
- begitu kita mau melanjutkan pada rakaat
- kedua, ya membaca surat.
- H
- itu sebagaimana halnya kalau kita salat
- berjamaah
- gitu. Jadi tetap pokoknya di rakaat
- kesatuan kedua
- ya tetap kita membacakan
- surat itu kan imam sudah selesai tuh.
- Heeh.
- Maka kita rakaat keduanya melanjutkan
- baca surat.
- Hm.
- Rakaat ketiganya fatihah saja.
- Kalau tidak kebagian sama sekali rakaat,
- Pak Ustaz,
- maksudnya hanya sebata hanya
- misalnya imam sudah attahiyat.
- Nah, kita tetap dapat pahala tapi tidak
- dapat tidak dapat bilangan rakaat.
- Oh, tidak dapat bilangan.
- Kita dapat pahala berjamaah tapi tidak
- dapat pahala bilangan rakaatnya tadi.
- Segitu-gitunyalah kita dapat pahalanya
- gitu ya. He.
- Tapi kita sudah dapat nilai berjamaah.
- Iya. Iya.
- Tuh dengan niatnya di kan oleh Allah
- subhanahu wa taala dicatat niatnya.
- Dicatat niatnya. Kemudian kita
- mendapatkan barat berjamaah. Dan ini
- hendaknya jangan dibiasakan.
- Hm.
- Artinya kita harus tetap
- bersungguh-sungguh untuk mendapatkan
- takbiratul ihram imam itu pertama. Heeh.
- Itu jadi usahakan untuk tidak sampai
- ketinggalan takbiratul ihramnya imam.
- Hm.
- Agar tidak masbuk gitu. Kalau misalkan
- diri, maka sekali lagi masbuk itu jangan
- menjadi kebiasaan.
- Masbuk itu dalam kondisi darurat. H
- kalau masbuk jadi kebiasaan nanti akan
- jadi mental.
- Heeh.
- Mental masbuk itu berat. Mental masbuk
- itu dalam segala hal nanti akan seperti
- itu.
- He.
- Jadi lalai orangnya itu malas, tidak
- disiplin karena mentalnya mental masbuk.
- H.
- Nah, ini
- tinggal ya.
- Iya. Masbuk itu kan yang dikalahkan.
- Dikalahkan.
- Yang didahului berarti kalah kan ya.
- Kalau mentalnya ingin kalah ya silakan
- saja. He.
- Jadi seumur hidup jadi orang kalah kan
- rugi. [tertawa]
- Betul. Betul. [berdehem]
- Dari hamba Allah di Tangerang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz dan Kang Uri. Beberapa waktu
- lalu saya pernah salat berjamaah bersama
- dengan paman dan bibi saya. Waktu itu
- paman saya keliru atau salah pas
- pertengahan membaca surat pendek sampai
- akhirnya diam sebentar.
- Terus tante saya refleks meneruskan
- bacaan tadi ee sedikit tanpa sengaja.
- Akhirnya diteruskan bacaan dan salat
- tadi oleh paman saya dengan benar.
- Bagaimana dengan salat kami dalam
- kondisi seperti ini, Ustaz? Mohon
- nasihatnya. Syukron hamba Allah.
- Bacaan bacaannya kan?
- Iya. Jadi bacaannya ee keliru kemudian
- dibetulkan oleh istrinya yang makmum di
- belakang.
- Oh ya enggak apa-apa.
- H
- enggak apa-apa. itu terus jalan arnya
- tetap sempurna.
- H
- ya itulah pentingnya di belakang itu
- orang yang paham agama. Hm.
- Jadi kalau misalkan seorang hafiz Quran
- di belakang imam sehingga bisa
- mengoreksi bacaan imam dan bisa
- melanjutkan meluruskan imam lupa
- dilanjutkan oleh itu kan diingat lagi
- maka dibaca lagilah oleh imam gitu.
- Misalkan ada satu ayat ee tidak terbaca
- langsung aja suara kita keraskan untuk
- supaya imam mendengar. Maka kemudian
- imam
- mengulangnya dan membaca [berdehem]
- surat tadi
- gitu.
- Jadi tidak masalah ya oleh suara suara
- istri. Ya, karena karena memang sedang
- berjamaah dengan istrinya kan?
- Berjamaah dengan istrinya. Iya, betul.
- Betul.
- Lain kalau misalkan sedang berjamaah di
- masjid ya jangan inisiatif dulu isikan
- di belakang [tertawa] di depan banyak
- muslimin.
- Iya iya iya iya. Di depan banyak
- muslimin. [berdehem]
- Kalau e seseorang sedang salat misalnya
- ini pertanyaan ee nyambung saja dari
- ini, Ustaz. Ee tapi yang bersangkutan
- tidak sedang salat bacaannya salah.
- Maksudnya gimana?
- Yang tidak salat yang tidak salat bisa
- membetulkan atau enggak?
- Oh, gitu.
- Iya.
- Yang tidak salat boleh enggak bacakan
- bacaan yang salat gitu ya?
- Betul. Misalnya ee mendengar seseorang
- dalam salat misalnya salah tuh
- bacaannya.
- Yang mendengar bacaan itu tidak sedang
- salat dengan persitan. Boleh saja
- boleh? Boleh. Salah.
- Itu kan demi demi menyelamatkan orang
- itu juga.
- He.
- Artinya dalam ini ee hanya saja dia
- posisinya bukan sebagai makmumnya kan.
- Betul.
- Itu boleh
- boleh saja ya. Apalagi makanya di sini
- harus jadi perhatian bagi seorang imam.
- Jangan sampai kita membaca di saat
- mengimami salat yang belum betul-betul
- hafal.
- Hm.
- Jadi harus yang kita yang mutkin betulah
- mutkin yang lotok itu ya sudah hafal
- betul baru kita sampaikan di dalam
- salat. Tapi kalau misalkan kita masih
- masih ragu-ragu jangan gitu. [mendengus]
- Ambillah mana yang paling kita hafal
- yang kita sudah biasa. Kecuali kalau
- kita sedang salat sendiri.
- Iya
- silakan aja kalau salat sendiri. Bahkan
- kita salat malam misalkan pakai mushaf
- juga boleh.
- Heeh.
- Itu
- i [berdehem]
- ya.
- Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga kita senantiasa dalam keadaan
- sehat walafiat, dapat memanfaatkan
- karunia Allah Subhanahu wa taala untuk
- mengabdi kepadanya dan menjalankan
- syariatnya serta seraya berserah diri
- kepadanya.
- Maaf mau tanya Pak Ustaz. sebagai makmum
- salat. Gerakan salatnya mengikuti
- gerakan imam atau komando lisan imam,
- Pak Ustaz? 08121295
- sekians-sekian.
- Ya, tadi sudah sampaikan mengituki
- komando lisan imam.
- H
- ya, lisan imam dan imam dalam hal ini
- juga harus paham terhadap kondisi
- makmum.
- Heeh.
- Itu karena begini, ada yang misalkan
- mengikuti imam, tetapi gerakan imam
- tidak sesuai dengan komandonya.
- Contoh misalkan imam sudah takbir Allahu
- Akbar mau sujud tapi dia sendiri karena
- memang sudah sepuh misalkan ya atau
- dalam kondisi sakit belum sampai ke
- tempat sujud akhirnya disusul oleh
- makmum kan.
- Iya.
- Nah ini juga yang keliru. Saya sudah
- sering menyaksikan begitu [berdehem]
- sampai saya mengingatkan imamnya. Saya
- mohon maaf saya mohon maaf itu tadi
- hampir sebagian besar mak mengikuti
- mendahului imam kan jadi dosa seperti
- itu.
- Heeh. Heeh.
- Maka tolonglah kalau bisa ditahan dulu
- takbirnya ya. Kalau memang tidak bisa
- kita cepat-cepat gitu. Karena ini
- orangnya uzur gitu ya. Uzur
- tahan dulu takbirnya. Baru setelah mau
- sampai ke tempat sujud takbir sehingga
- tidak akan disusul oleh makmum.
- Saya ingatkan begitu aja. Karena itu
- lebih selamat gitu.
- Heeh.
- Karena kan ada ikhtilaf dalam masalah
- takbir ini. Seperti contoh masalah
- takbir atau ihram. Ada yang Allahu Akbar
- berbarengan antara gerakan dengan
- ucapan.
- Ada yang gerakan dulu
- Allahu Akbar.
- Iya.
- Tuh. Ada yang ucapan dulu Allahu Akbar.
- Ada yang begitu. Nah, dalam kondisi ini
- kalau kita sedang menjadi imam, kita
- harus betul-betul memperhatikan
- bagaimana supaya makmum itu tidak
- melakukan pelanggaran.
- Karena kesalahan imam.
- Heeh. tadi
- i
- imam dalam kondisi sudah uzur ketika
- dari dari berdiri untuk sujud itu lambat
- tapi dia takbirnya sedang di atas belum
- sampai ke tempat sujud sudah takbir
- akhirnya sebagian besar makmum akan
- menyusul imam
- dan itu berarti melakukan pelanggaran
- sebagaimana hadis-hadis tadi
- kasihan kalau mereka jadi kepala keredai
- semua kan
- nah itu jadi di sini harus bijaksana
- sebagai seorang imam tuh harus tahu
- posisi dirinya seperti apa. Oh saya ini
- kurang uzur. Saya tidak mungkin bisa
- cepat-cepat untuk turun ke tempat sujud.
- Maka hendaknya menahan diri ucapannya.
- He
- itu sampai sudah dekat baru diucap tak.
- Apa maksudnya? Apa? Untuk menghindari
- tadi ancaman Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Karena kalau makmum sampai mendahului
- akibat kesalahan imam
- ini kan
- masyaallah imam telah memberikan
- kesempatan berbuat dosa kepada makmum.
- Heeh.
- Tuh. [berdehem]
- Jadi di sini tanggung jawab imam tuh
- yang harus diperhatikan.
- Itu pun dalam keseharian juga sama
- seperti itu.
- Baik. Jadi ee imam dituntut untuk
- bijaksana ya di dalam
- bijaksana melihat. Makanya kan lihat
- siapa di belakangnya. He.
- Terus dirinya pun harus tahu tahu sadar
- diri gitu. Saya ini kondisinya sehat
- sakit kan. Kalau memang tidak bisa
- normal baik itulah yang jadi imam.
- Rasul saja menyerahkan keimamahan kepada
- Abu Bakar karena sedang kondisi sakit
- kan.
- Tuh. Maka kenapa kita siapa kita? Kita
- tidak lebih baik daripada Rasul. Kita
- lebih baik daripada Abu Bakar. Maka
- janganlah bertahan hanya karena gengsi
- misalkan kalau saya menyerahkan yang
- lainnya ditahan.
- Akhirnya terjadi banyak pelanggaran
- dalam salatnya. Gitu.
- Baik. Ee
- berikutnya, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saat safar dan ada salat berjamaah di
- masjid sebaiknya mengikuti saja atau
- bagaimana, Pak Ustaz? Sementara kita
- juga mau salat jamak karena perjalanan
- masih jauh. Mohon pencerahannya, Ustaz.
- Kalau kita menemukan salat sedang
- ditegakkan, maka sebaiknya kita
- bergabung kepada yang mukim.
- Mukim
- tuh. Misalkan kita nih mau salat zuhur,
- begitu sampai di satu masjid,
- "Oh, salat sudah ditegakkan salat zuhur,
- ya sudah ikut salat zuhur. Kalau kita
- mau jamah, ya setelah mereka bersama
- mereka." Jadi salat zuhurnya 4 rakaat,
- nanti kita jamak qasar asarnya dua
- rakaat. Bisa begitu.
- [berdehem]
- Jadi tetap ikuti yang mukim dulu ya.
- Iya. Diutamakan berjamaahnya kan gitu.
- Diutamakan berjamaah.
- Dan kalau kondisi seperti itu memang
- perintah Rasul begitu.
- He.
- Tidak boleh seorang misalkan masuk
- masjid bahkan tidak salat begitu. Enggak
- boleh. Kalau lihat jamaah harus ikut
- jemah.
- He [berdehem] ini sabar dalam taat ini,
- Ustaz.
- Iya. [tertawa]
- [terkesiap]
- Baik berikutnya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sebaiknya bagaimana, Pak Ustaz? Saat
- salat berjamaah sudah mulai sementara
- kita masih salat sunah Pak Ustaz. Apakah
- sebaiknya dibatalkan saja atau
- bagaimana?
- Ya, dibatalkan sudah tidak boleh
- melanjutkan. Kalau qat sudah ditegakkan
- tidak ada salat lain selain salat wajib.
- H
- itu
- langsung batalkan aja. P
- langsung batalkan aja. Dan segitulah
- dapat pahalanya.
- Hm. Tidak akan sia-sia ya.
- Enggak sia-sia. Enggak. Enggak ada.
- Walaupun baru takbir Allahu Akbar
- tiba-tiba qat sudah berhenti. Dia dapat
- pahala dari takbirnya itu.
- Masyaallah.
- Jadi jangan jangan ini ya jangan jangan
- kecil hati ya.
- Masyaallah luar biasa. Berikutnya
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dari Rahmat Jakarta. Pak Ustaz,
- bagaimana sebaiknya untuk saya sebagai
- makmum bila mengikuti imam yang terlalu
- cepat dalam setiap membaca ayat-ayat
- Quran juga gerakan dalam salat sehingga
- tidak tumakninah, Pak Ustaz?
- Iya.
- Apakah tetap mengikuti imam yang tidak
- tumakninah tersebut atau memisahkan diri
- dan munfarid? Syukrat, Pak Ustaz.
- Ya. Baik. Pertama, [berdehem]
- memang seringkiali dilematis ketika
- menghadapi hal semacam ini.
- Heeh.
- Saya juga pernah mengalami hal yang sama
- gitu ya. gelisah memang ketika [tertawa]
- ketika imam terlalu cepat gimana ini
- orang biasa kita baca aja misalkan
- bismillahirrahmanirrahim
- alhamdulillahi rabbil alamin ini baca
- fatihah belum selesai sudah ruku waduh
- masyaallah ya akhirnya di rakaat kedua
- kita percepat bacaan fatihahnya nah tapi
- baru selesai fatihah belum nyampai ke
- surat sudah ruku juga
- masyaallah nah kondisi seperti ini tentu
- pertama kita punya kewajiban
- mengingatkan bahwa tum tumakninah dalam
- salat itu hukumnya wajib.
- H
- ya, hukumnya wajib. Dan batasan
- tumakninah itu adalah ee sebatas
- bacaannya benar. Bacaannya benar
- walaupun cepat tapi tartil misalkan ya.
- Tapi kalau bacaannya sudah tidak tartil
- sudah enggak jelas ini kedengarannya
- cuman ujungnya doang gitu. [tertawa]
- Nah, kalau sudah seperti itu berarti
- tidak tartil itu. Iya
- ya. Ee maka saya contoh misalkan yang
- jelas-jelas kehilangan tumaninah itu
- kalau salat ee 7 menit 23 rakaat itu
- jelas jelas itu tidak tidak bisa
- dikatakan tumaninah dari berbagai alasan
- pun tidak bisa
- ya. Nah, [berdehem] jadi kalau misalkan
- masih dalam batas yang wajar dia hanya
- memang cepat ya ee tapi arnya kurang
- kurang lambat gitu lah kurang cumanya
- kurang
- sebatas memenuhi persyaratan masih sah
- salatnya. H
- tapi kalau sudah sudah memang waduh
- enggak bisa ini baca mau baca tasbih aja
- enggak bisa gitu baru sub gitu ya
- subhanallah
- sudah lah kalau sudah seperti itu
- maka lebih baik carilah tempat berjamaah
- yang kira-kira bisa membuat kita zaman
- h
- sehingga ibadah kita lebih sempurna di
- sisi Allah azza wa jalla itu
- dengan itu nanti dia pun jadi perhatian
- nanti ini apa yang dengan sayang kok
- mamunya pada pergi gitu ya e saya pernah
- begini masalahnya Ya, ada satu
- pengalaman
- ya. Saya salat di belakang seorang imam
- gitu. Kok cepat banget? Selesai salat
- saya bilang, "Ustaz, kok cepat banget
- salatnya?" Nah, emang iya ya? Iya,
- Ustaz. Salat kecepatan tuh. Saya belum
- selesai Fatihah, Ustaz sudah rukuk. Nah,
- tapi apa dia jawab? Ee, oh antum dengan
- saya. Kalau dengan senior saya tuh lebih
- cepat lagi. Aduh, payah itu. Oh, ini mah
- ah saya enggak lanjutkan ini. Udah udah
- enggak bisa kayak gitu. itu kan artinya
- punya persepsi berbeda gitu ya,
- berbeda makna tuminah yang seperti apa
- walu alamab gitu ya.
- Yang jelas kalau tum berdasarkan para
- ulama mazhab baik Imam Hanafi, Maliki,
- Syafi'i, dan Hanbali semua sama.
- Atuminafi itu hukumnya wajib.
- Sehingga di masa Rasulullah ada sahabat
- yang salat di samping beliau tanpa
- temunan disuruh salat berkali-kali.
- Heeh. [berdehem]
- Karena tidak sah salatnya.
- He
- gitu. Nah, ini kadang-kadang seringkali
- dianggap remeh permasalahan ini. Jadi,
- tumanin dalam salat ya. Masyaallah. Tapi
- kalau tadi ee memang kesempurnaan atau
- kekurangan makmum disempurnakan imam.
- Betul.
- Itu untungnya.
- Heeh.
- Jadi kalau kita bermakmum
- iya kalau kita bermakmum. Cuman kalau
- misalkan sampai tingkat kehilangan
- tumannya sampai seperti tadi miskan ya
- sampai baca Fatihah aja enggak selesai
- gitu ya. Baca tasbih aja enggak sempat.
- Ahah. Itu sudah melebihi batas yang
- wajar itu mah. Berarti sudah tidak
- tumaninah lagi. He
- gitu. Jadi lebih baik cari saja tempat
- yang kira-kira bisa membuat kita
- salatnya nyaman. Karena ini urusan kita
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Jangan
- sampai kesempatan ini disia-siakan. He
- gitu.
- Demikian
- bisa jadi mungkin imamnya juga ee
- mungkin kurang paham tentang
- itu. Makanya perlu dinasihati, perlu
- diluruskan.
- Bila perlu sampaikan hadis itu dari yang
- hadis riwayat Muslim itu
- tentang Rasul menyuruh sahabat sampai
- berkali-kali salat. He.
- Karena tidak ke Madinah.
- He.
- Supaya jadi ban renungan begitu.
- Baik. Ee semoga terjawab pertanyaannya
- dan berikutnya, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dari Rahmat, Pak Ustaz, jika ee Oh,
- Jakarta. Dari Rahmat di Jakarta. Pak
- Ustaz, bagaimana sebaiknya untuk saya
- sebagai makmum? Oh, ini sudah ya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Mengenai
- salat tepat waktu sangat dilematis buat
- saya, khususnya yang profesi tukang ojek
- online. Kadang saat azan tiba saya
- sedang bawa sewa atau sedang antar
- barang. Sangatlah tidak nyaman hati
- saya, Pak Ustaz. Mohon pencerahannya,
- Pak Ustaz. Asalamualaikum. Dari Sutrisno
- di Kalideres
- ya. Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- pertama tepat waktu artinya salat di di
- pada waktunya
- ala waktiha bukan sebelum
- sebelum masuk waktu atau sesudah selesai
- waktu gitu ya
- maksud al waktiha di situ.
- Nah, adapun awal abdulus shah fi awali
- waktiha
- itu keutamaan
- itu keutamaan gitu. Jadi keutamaan.
- [mendengus] Nah, kalau kita ingin meraih
- keutamaan salat di awal waktu dan
- berjamaah sebagai ojek online atau
- sebagai yang lain, tentu kita harus
- mengatur waktu.
- Iya.
- Saatnya waktu sudah dekat ke waktu
- salat, maka tidak diaktifkan online-nya
- sehingga tidak akan ada order masuk, kan
- gitu.
- Ini sudah tinggal 10 menit, ah saya
- daripada ketinggalan salat berjamaah,
- sudahlah saya matikan dulu gitu supaya
- saya ikut salat berjamaah. Insyaallah
- rezekinya tidak akan hilang
- bahkan akan makin diberkahi Allah
- subhanahu wa taala.
- Tuh. Jadi itu caranya.
- Betul.
- Jadi kalau misalkan sudah terlanjur ya
- perkiraan kita misalkan 10 menit nyampai
- ini
- zuhur 15 menit lagi misalkan ya.
- Ah ngantel eh ternyata qadarullah di
- perjalanan banyak hambatan sehingga
- terlambat.
- Ya itu tergantung penumpang
- ya. Kalau saya penumpangnya mungkin saya
- minta salat dulu bareng gitu. [tertawa]
- Iya iya
- ya. E kita salat kan ayo ya.
- Alhamdulillah sering gitu orang itu
- kadang-kadang ada yang nanya juga tukang
- apa sopir suir Grab itu nanya
- Pak sudah masuk waktu salat gimana mau
- salat dulu oh alhamdulillah iya salat
- dulu nah aduh nikmat
- seperti itu. Masyaallah ini saya makanya
- kita doain ya makin berkah rezekinya
- gitu.
- Amin. Aminallah. Jadi kalau kalau
- perhatian para salat seperti itu.
- He.
- Tapi kalau misalkan kadang-kadang ada
- juga memang penumpang yang ya udah salat
- naik a salat ini kan saya penumpang
- Anda. Nah itu lain lagi kan gitu.
- Seperti itu ya kondisi darurat. Maka di
- situ tentu kita harus pandai memilah dan
- memilih
- insyaallah. Demikian.
- Baik. Ee Pak Sutrisno ya di Kalid semoga
- terjawab pertanyaannya. Dan
- terakhir,
- terakhir Pak Ustaz ini bisa kita
- bacakan. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Pak Ustaz selalu dalam lindungan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Amin.
- Pak Ustaz, saya nanya adab-adab menjadi
- makmum nih harus mengikuti imam di
- musala dekat rumah saya ada beberapa
- makmum. Kalau imam qunut mereka tidak
- angkat tangan qunut. Apakah itu tidak
- mengikuti imam, Pak Ustaz?
- Hm. dari Hajida C. Saufudin di Bekasi.
- Iya. Ya. Jadi memang kalau masalah qunut
- itu kan itu sudah banyak dibicarakan ya.
- Iya.
- Kemudian kalau kita lihat ee pendapat
- Imam Ahmad itu kalau saat imamnya qunut
- boleh kita qunut untuk mengangkat tangan
- walaupun mungkin keseharian kita tidak
- berqunut gitu. Jadi tidak tidak harus
- diperuncing urusan itu.
- Nah, jangan sampai akhirnya hanya karena
- masalah qunut jadi tidak sampai tegur
- sapa, tidak mengucapkan salam ya. Bahkan
- akhirnya enggak mau salat berjamaahnya,
- ah saya mah enggak qunut, enggak mau di
- situ mah qunut gitu ya. Atau sebaliknya
- orang yang tidak qunut, orang yang biasa
- qunut ke masjid yang dekat biasa qunut.
- Akhirnya dia sampai ee apa menunggu lama
- gitu, imamnya sudah sujud, dia masih
- qunut. Nah, itu juga tidak dibenarkan
- seperti itu. Jadi, hendaknya memahami
- dengan baik. Ketika Imam Assyafi'i
- rahimahullah bersama murid-muridnya
- datang ke rumah Imam Maliki, gurunya.
- He.
- Nah, suluh diimuh mengimami salat subuh.
- He.
- Maka muridnya mengira Imam Syafi'i akan
- berqunut.
- Tapi ternyata Imam Syafi'i tidak qunut
- subuh.
- Iya.
- Ketika ditanya, "Kenapa saya menghormati
- guru saya yang Imam Malik?" Nah, jadi
- artinya dalam ini betapa orang-orang
- berilmu itu saling menghargai demikian.
- Heeh. He.
- Jadi, mau qunut subuh silakan. tidak
- konsubuh juga silakan.
- Mana yang lebih kita yakini itu kita
- amalkan.
- Tapi jangan sampai hanya kena perbedaan
- masalah ini sehingga timbul kertakan
- ukhuwah di antara kaum muslimin.
- Demikian.
- Iya.
- Jadi ikuti saja ya. [berdehem]
- Ee demikian barangkali Pak Ustaz ya.
- Kita sudah di penghujung ee waktu ya.
- Silakan Ustaz untuk di sini.
- Iya. Alhamdulillah ikhwan fillah
- rahimakumullah. 62
- ee poin tentang adab salat sudah selesai
- ya. Jadi dari berapa berarti enam kali
- pertemuan?
- Iya
- ya. Enam kali pertemuan. Ee [mendengus]
- mudah-mudahan
- ada manfaatnya dan kita berharap semoga
- Allah memperbaiki
- salat kita baik secara kualitas maupun
- secara kuantitas.
- Karena baik dan buruknya salat kita akan
- sangat mempengaruhi datangnya rezeki
- Allah kepada kita. Baik rezeki dalam
- pengertian fisik ataupun nonfisik. baik
- dalam bentuk materi ataupun imateri
- ataupun yang bukan materi di sisi
- seperti pemahaman, kesehatan ya,
- kenyamanan dan sebagainya itu semualah
- rezeki dari Allah. Istri yang shah, anak
- yang saleh dan shah itu juga rezeki dari
- Allah. kesehatan juga adalah mukan
- rezeki. Maka kita berharap mudah-mudahan
- dengan kita berusaha memperbaiki salat
- kita disesuaikan dengan sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dan kita
- memperbaiki niat kita agar semata-mata
- ikhlas karena Allah maka insyaallah akan
- memberikan pahala yang berlipat ganda
- dan ini akan menjadi penghapus dosa-dosa
- kita dan kita pulang dalam Quran husnul
- khatimah.
- Amin.
- Demikian yang dapat saya sampaikan.
- Mohon maaf atas segala kekurangan.
- Winkum subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- waubu ilaik walhamdulillahiabbil alamin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, kajian kita di sore
- hari ini berkait dengan tema adab
- makmum. dan semoga menjadi ilmu bagi
- kita semua dan kita dapat mengamalkannya
- dalam kehidupan kita sehari-hari.
- Dan insyaallah ee untuk
- pekan depan kita akan membahas tema yang
- lain ya, Pak Ustaz ya.
- Iya.
- Jadi ee adab salat ini sudah selesai.
- Terima kasih banyak atas perhatian Anda
- dan yang mengirimkan
- pertanyaan-pertanyaan. Terima kasih
- banyak dan mohon maaf jika ada
- pertanyaan yang belum terbacakan. Semoga
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah
- terbacakan cukup mewakili dari
- pertanyaan-pertanyaan Anda. Saya Harian
- Mulyana dan seluruh kru yang bertugas di
- sore hari ini undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdik. Ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.