Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:15 Um warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:20 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:23 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:26 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:28 Bagaimana kabar Anda di siang hari ini? 0:31 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 0:33 selalu dalam lindungan Allah Subhanahu 0:36 wa taala. Senang sekali rasanya kami 0:38 dapat kembali menjumpai ikhwan dan 0:41 akhwat di udara dalam ruang dengar Anda 0:45 di siang hari ini. Kami hadir dalam 0:48 program kajian tafsir Ibnu Katsir 0:51 pembahasan surah Luqman ayat 33 hingga 0:54 ayat 34. 0:57 Narasumber kita telah hadir, Ustaz Umar 0:59 Rasyid Hasan. Asalamualaikum 1:01 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04 wabarakatuh. 1:05 Sehat, Ustaz? Ya, 1:05 walafiat. Alhamdulillah. 1:06 Alhamdulillah. Ikhwan dan akhwat yang 1:09 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:11 langsung saja kita akan simak pemaparan 1:14 tausiah yang akan disampaikan oleh guru 1:17 kita. Mari kita siapkan hati, akal, dan 1:20 juga pikiran. 1:23 Dan insyaallah kami akan buka nanti di 1:26 sesi yang kedua yaitu ruang tanya jawab. 1:28 Tafadul Ustazah 1:30 khair. Bismillahirrahmanirrahim. 1:32 Asalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. 1:36 Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu 1:39 wastagfiruh wa naud nazubillahi minuri 1:42 anfusina waminati a'malina. Man 1:45 yahdihillahu fala mudillalah 1:48 wudlil fala hadialah. 1:51 Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 1:54 syarikalah 1:56 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 1:58 rasuluh. Allahumma sholli ala Muhammadin 2:00 wa ala alihi washbihi ajmain. 2:04 Amma ba'd subhanaka la ilma lana illa ma 2:07 alamtana innaka antal alimul hakim watb 2:11 alaina innaka antwabur rahim. 2:15 Allahumma inna naudubika min ilmin la 2:17 yanfa wamin qolbin la yaksya wamin 2:19 nafsin la tusba wamin dawatin la 2:21 tustajabulah. 2:23 Allahumma inna nas'aluka ilman nafizkan 2:25 wasia wa amalan mutaqbala. 2:28 Ikhwati fillah yang dirahmati Allah 2:30 subhanahu wa taala. Pendengar dan 2:32 pemirsa radio dan televisi Rasil di mana 2:36 saja berada. Syukur kita pada Allah di 2:38 siang hari ini dapat kembali bersuah 2:41 berjumpa 2:43 pada acara tausiah siang yang insyaallah 2:46 taala 2:48 kita selesai nanti sebelum asar. 2:50 Moga-moga apa yang akan kita sampaikan 2:53 ini kiranya diridai oleh Allah Subhanahu 2:56 wa taala dan dimudahkan 3:00 dalam penyampaiannya sehingga insyaallah 3:02 taala menghadirkan pada kita 3:03 manfaat-manfaat 3:05 yang barangkali sebagiannya dapat kita 3:09 rasakan di dunia bahkan kelak di akhirat 3:12 nanti. 3:13 informasi yang akan kita sampaikan ini 3:16 terkait dengan 3:18 ee 3:20 masa kehidupan kita di dunia ini 3:23 terkadang 3:25 apalah namanya tidak sesuai dengan yang 3:27 kita inginkan gitu. Kita inginnya baik 3:32 tetapi nampaknya ujian hidup dan takdir 3:35 Allah yang hadir pada kita ee buruk. 3:39 kita inginnya bahagia ternyata 3:43 ee dengan upaya kita 3:47 lalu Allah belum izinkan kita menjadi 3:50 orang yang sengsara. 3:52 Ee inginnya kita meraih dunia dengan 3:56 berbagai cara ya supaya dunia itu 4:00 betul-betul 4:01 ee menjadi milik kita. 4:04 Namun banyak dari kita pun pada masalah 4:07 materi dunia ini tidak Allah izinkan 4:10 karena takdirnya seperti itu. Oleh 4:13 karenanya kita melihat apa yang selalu 4:17 kita inginkan dan kita cita-citakan ini 4:21 ee belum tentu menjadi kenyataan. Oleh 4:24 karenanya kita harus apa? Harus mencoba 4:28 mengevaluasi, 4:30 memberikan kesempatan pada diri kita 4:32 sendiri. 4:33 ee semacam 4:36 apalah namanya 4:38 ee 4:40 introspeksi gitu. Ee barangkali atau 4:44 mungkin gitu kan kejadian-kejadian yang 4:47 tidak kita inginkan itu seperti tadi 4:50 inginnya bahagia namun malah sengsara. 4:53 Inginnya kaya malah semakin miskin. 4:55 Inginnya kita ee mendapatkan dunia malah 4:58 dunia lari. Barangkali itu akibat ya 5:02 akibat dari kecorobohan kita sendiri 5:06 saat memperlakukan kehidupan itu ee pada 5:11 kehidupan kita gitu. Oleh karenanya kita 5:14 sama-sama di siang hari ini mencoba 5:16 untuk berpikir sejenak tentang 5:20 keinginan dan takdir Allah Subhanahu wa 5:22 taala melalui 5:25 ee 5:28 apa yang namanya 5:30 qadar ya takdir qada dan qadar g qada 5:34 dan qadar Allah subhanahu wa taala pada 5:36 manusia 5:38 olehnya oleh karenanya harapan ustaz ke 5:41 depan bahwa semakin kita banyak mengkaji 5:45 ayat-ayat Allah yang berkenaan dengan ee 5:49 menggambarkan dengan kondisi-kondisi 5:50 yang subhanallahzim beragam ya kan 5:55 kondisi yang ee sifatnya 5:58 majemuk gitu pada masalah-masalah 6:01 kehidupan ini ya. Moga-mogalah kiranya 6:04 kita dapat mengambil intisari ataupun 6:07 hikmah kehidupan yang insyaallah dapat 6:11 menyelamatkan kita baik di dunia ataupun 6:14 di akhirat. Amin ya rabbal alamin. 6:16 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah, ada 6:19 dua ayat yang insyaallah menemani kita 6:21 di siang hari ini. Ayat yang terletak 6:24 pada terakhir surah Luqman. Ustaz 6:28 bacakan dan insyaallah kita akan artikan 6:32 sebelum tafsirnya. 6:33 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:40 Ya 6:42 ayyuhannasuttaqu 6:44 rabbakum wsyau yauman laa yajzi walidun 6:48 a walidihi 6:51 a walidihi wala mauludun hua jazin 6:55 walidihi. 6:59 inallahqakumulat 7:05 dunya wala yagurrannakum billahil gar 7:12 innallahaahu 7:14 ilmus sa'ah waunazzilul ghaitsa wa'lamu 7:19 maa fil arham 7:21 wama tadri nafsum 7:24 biay 7:27 nafsumsibu 7:31 wad nafsum biayyi ardin tamut 7:37 innallaha alimun khabir 7:44 wahai orang wahai semua manusia 7:48 ittaqu rabbakum bertakwalah kalian pada 7:50 Allah 7:52 hendaklah kalian takut pada satu hari 7:55 yang mana tidak akan mendapatkan 8:01 tidak akan mendapatkan balasan 8:05 dan seorang 8:08 seorang 8:10 kata orang tua ini walidun 8:12 ee tidak akan mendapatkan balasan orang 8:15 tua dari seorang anaknya 8:19 dan tidak pula 8:22 anaknya mendapatkan kan hal yang sama 8:24 dari ayahnya. H digambarkan di sini 8:29 syaian saya sedikit pun tidak akan 8:31 mendapatkan ganjaran itu. Sesungguhnya 8:35 janji Allah Subhanahu wa taala adalah 8:37 hak benar. Sesungguhnya janji Allah 8:40 adalah benar. Maka janganlah kehidupan 8:43 dunia itu dapat melalaikan kalian, 8:47 menipu kalian. 8:50 Dan jangan sampai setan itu ee 8:54 dapat 8:57 memperdayakan kalian 9:01 billahil garur di sisi Allah Subhanahu 9:04 wa taala. Ya kan? 9:07 Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala di 9:09 sisinya adalah ilmu gaib yaitu ilmu 9:13 saah. Ilmu tentang terjadinya kiamat. 9:18 Dan Allah Subhanahu wa taala menurunkan 9:19 air dari langit. Dan Allah maha tahu 9:23 apa-apa yang ada di dalam rahim seorang 9:25 ibu. 9:26 H dan tidak ada seorang pun dari kita 9:30 manusia yang mengerti tentang apa yang 9:33 akan dilakukan esok hari. 9:37 Dan tidak seorang pun dari kita yang 9:39 tahu tentang di mana kita akan 9:42 meninggal. 9:46 Innallaha alimun khabir. Dan 9:47 sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala 9:49 maha 9:51 mengetahui lagi maha 9:54 ee 9:56 maha mengetahui. Maha khabir itu khabir 9:58 juga alim sebetulnya mengetahui dan lagi 10:01 maha ee 10:04 bijaksana. 10:05 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 10:09 dua ayat ini menggambarkan pada kita 10:12 tentang 10:14 kondis kondisi 10:17 ee masing-masing kita ini akan duduk 10:22 pada 10:24 ee posisinya. 10:26 Satu ketika hidup kita itu akan 10:28 nafsi-nafsi apa? nafsi-nafsi itu 10:30 masing-masing 10:31 masing-masing. 10:33 Jadi kalau gambarannya di ayat ini satu 10:36 ketika hidup kita akan ee digambarkan 10:41 ya 10:43 perindividu nafsi-nafsi atau 10:45 masing-masing 10:47 ini menggambarkan bahwa kalau sudah 10:49 seperti itu bentuknya 10:52 orang itu akan cuek pada 10:54 pertanggungjawaban gitu. 10:57 ee 10:59 tidak akan 11:01 di dalamnya itu tidak akan ada dijumpai 11:05 keselarasan hidup gitu, 11:08 kedamaian hidup. 11:11 Bahkan mungkin 11:13 jika itu terjadi akan menghadirkan pada 11:17 individu-individu kita ini permusuhan 11:19 yang sifatnya tajam. 11:23 Permusuhan yang di dalamnya itu luar 11:25 biasa. 11:26 ee 11:28 gambaran-gambaran kehancuran yang akan 11:30 didapat itu. Oleh karenanya 11:35 himbauan daripada dua ayat ini adalah 11:38 himbauan kita manusia harus memiliki 11:43 semacam 11:45 ee senjata ya dalam hidup itu supaya 11:48 kita memiliki kekuatan. Apa senjatanya 11:52 agar kita menjadi kuat? Ketakwaan pada 11:54 Allah. 11:56 dan rasa takut pada Allah Subhanahu wa 11:58 taala itu. Nah, pada persoalan 12:02 kekeluargaan 12:04 digambarkan di ayat ini kelak di hari 12:08 kiamat itu 12:10 ee ini ini terjemahan bebasnya kondisi 12:15 seorang ayah dengan anak 12:20 atau kepala keluarga dengan 12:23 keturunannya. 12:25 itu akan saling saling berlarian 12:29 sebetulnya 12:31 dari tanggung jawab sehingga tidak 12:33 memberikan pada pada masing-masing kubu 12:37 itu keuntungan-keuntungan gitu. Yang ada 12:40 adalah rasa kekhawatiran dan macam-macam 12:43 itu ya. 12:45 Dan ini merupakan janji Allah Subhanahu 12:47 wa taala pada kita manusia. 12:50 Makanya dalam ayat-ayat ini, makanya 12:53 janganlah kata Allah Subhanahu wa taala, 12:56 mm 12:58 kehidupan ini, kehidupan di dunia ini 13:01 dapat menipu kita. 13:04 Yang dimaksud menipu di sini adalah 13:06 tertipu sehingga seorang ayah tidak 13:09 dapat mendidik anaknya kepada jalan yang 13:11 benar. 13:13 tertipu seorang anak tidak 13:16 ee tidak dapat mengambil manfaat yang 13:19 baik dari kedua orang tuanya. 13:22 Padahal antara orang tua dan anak itu 13:24 sebetulnya harus ada simbiosis ya kan 13:28 simbiosis mutualism kan begituos ya 13:31 harus ada semacam tick and give dalam 13:32 masalahmasa kebaikan gitu bahkan Allah 13:36 mengingatkan kembali 13:38 bahwa wala yagurronakum billahil garur 13:42 janganlah kalian di sisi Allah itu 13:44 menjadi orang-orang yang betul-betul 13:46 tertipu gitu tertipu karena ee ee di 13:51 sini ya sudah barang tentu siapa yang 13:54 menipu itu dunia itu sendiri. Kalau 13:58 dunia sudah menipu ya itulah dunia 14:00 setan. Naudubillah minzalik. Heeh. 14:04 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah. 14:07 Itulah yang menjadi ee semacam barometer 14:10 kita pada kehidupan ini agar kita 14:15 betul-betul memanfaatkan kondisi 14:18 keberadaan 14:20 daripada keturunan kita ini. 14:26 kita didik mereka 14:29 pada sesuatu yang kelak di akhirat 14:32 bisa menjadikan diri kita 14:35 ee mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa 14:38 taala. itu. 14:40 Nah, ayat yang pertama, Ikhwan, di ayat 14:43 yang ke-33 dalam tafsirnya 14:48 yaitu 14:54 hiya nidaun 14:57 ilahiyun 14:59 amun linnas. 15:01 Ini adalah panggilan ya di tafsirnya 15:05 adalah nidaun ilahiyun. Panggilan 15:10 ee dari zat yang kita sembah Allah 15:13 Subhanahu wa taala itu kan. Amun linnas. 15:17 Dan panggilan ini sifatnya umum untuk 15:19 semua manusia. 15:21 Itu apa panggilannya? 15:24 panggilannya adalah bitaqwallahi 15:28 wal khauf min ahwali yaumil qiamah. H. 15:33 Yaitu dipanggil kita ini manusia untuk 15:36 apa? untuk menjadi orang-orang yang 15:39 bertakwa 15:41 ya dan menjadi orang-orang yang serba 15:45 merasa takut gitu ketimbang kita ee 15:50 memunculkan keberanian tapi justru akan 15:53 berbalik menjadi 15:56 menjadi ee rasa rasa segala rasa takut 16:00 gitu gitu kan. Ya. 16:03 Dan kita harus bertakwa. Sekali lagi 16:05 bertakwa dan harus ditanamkan pada diri 16:09 kita ini rasa takut tentang kondisi hari 16:13 kiamat. 16:15 Haitsu la yanfau qoribun qoribhi. 16:20 yang mana saat itu tidak akan ada 16:22 manfaatnya 16:24 ya, tidak ada manfaatnya orang-orang 16:26 yang dekat dengan kita 16:30 ya pada karib kerabatnya tidak tidak ada 16:32 manfaat ya pada karib kerabatnya. 16:36 Wat tahdir minal minaltir 16:40 bidunya 16:42 wazatiha 16:45 au khida asitan. 16:48 Dan kita 16:50 dihimbau 16:52 oleh ayat ini melalui tafsirnya untuk 16:55 kita berhati-hati. 16:57 Jangan sampai kita ini tertipu dengan 16:59 kondisi dunia yang memang dunia 17:02 lagi-lagi menawarkan kelezatan, ya kan? 17:05 kelejatan hidup. Eh atau di samping 17:09 kelejatan hidup itu ada di dunia sendiri 17:12 khida atau khuda asyaitan, 17:16 petipu daya setan. Nah, itu h 17:22 mu muakkidatan anna wa'dallahi haq. Dan 17:26 ayat ini menggambarkan bahwa ditegaskan 17:29 bahwa ini merupakan 17:32 ee janji-janji janji Allah Subhanahu wa 17:34 taala yang tidak dipungkiri 17:36 kebenarannya. Nah, himbauan ini, Ikhwan, 17:41 bukan hanya pada orang-orang yang 17:43 beriman. 17:46 Ayat ini mencakup kepada seluruh 17:49 manusia. [berdehem] Manusia itu 17:51 betul-betul dihimbau oleh Allah 17:53 Subhanahu wa taala. 17:55 Nah, artinya orang muslim, orang kafir 17:58 pun dapat himbauan ayat ini. Kok di situ 18:01 himbauannya bertakwa dan takut pada 18:04 Allah. 18:06 Rasa-rasanya kalau ee takwa dan takut 18:10 kepada Allah itu dua kalimat ini 18:15 lazim dan identiknya itu dimiliki 18:17 orang-orang beriman kan gitu. Oleh orang 18:20 Islam yang beriman p Allah. Sedangkan 18:22 ayat ini himbanya pada manusia. gitu. 18:25 Ini apa maknanya ketakwaan dan rasa 18:28 takut itu apakah ada pada diri orang 18:33 kafir gitu. Ini maknanya tidak lain 18:35 adalah orang kafir sendiri adalah 18:38 manusia dihimbau untuk memasuki agama 18:41 Allah Subhanahu wa taala, agama Islam 18:45 yang ada yang di dalam agama Islam itu 18:47 ada arahan-arahan kehidupan ya bertakwa 18:51 ya rasa takut gitu kan. ee kalau-kalau 18:55 azab Allah, kalau-kalau ee 18:59 rahmat Allah itu jauh dari kita, gitu 19:01 loh. Oleh karenanya nih dakwah kepada 19:04 orang-orang kafir untuk masuk ayat ini 19:06 dakwah kepada orang kafir untuk bisa 19:08 masuk Islam itu. 19:11 Maka ini merupakan ayat yang umum 19:13 sifatnya untuk semua manusia. 19:19 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah. 19:22 Adapun makna daripada ya ayyuhannas 19:25 ittaqu rabbakum di ayat ini ditafsirkan 19:30 dakwatun lijamiinas. 19:32 Ini merupakan dakwatun lijamiinas. 19:36 Dakwah itu ajakan untuk semua manusia. 19:40 Mukminina wa kafirina. Itu baik itu 19:45 orang-orang berimannya atau orang 19:47 kafirnya. Bimtisali awamirillah. 19:52 wtinabi nawahihi untuk baik orang mukmin 19:56 atau orang kafir itu selalu 19:58 meninggalkan, selalu melaksanakan 20:01 perintah-perintah Allah dan meninggalkan 20:04 atau menjauhi larangan-larangannya. 20:06 Gitu. 20:08 Sebenarnya kalau orang kafir sendiri 20:12 menjalankan perintah Allah 20:15 ya meskipun mereka belum masuk Islam. 20:18 Contohnya dalam syariat Islam itu kan 20:20 ada wilayah 20:23 kafir zimmi ya Agus ya. 20:25 Iya. 20:26 Jadi iya kafir zimmi itu adalah 20:29 orang-orang kafir tetapi dalam wilayah 20:32 kekuasaan orang Islam. Mereka belum 20:35 Islam tapi masih dilindungi oleh orang 20:38 Islam kan gitu. Nah, taat patuhnya 20:41 mereka ketika rukun ee ketika syarat 20:43 Islam itu diberlakukan pada mereka yang 20:46 mana mereka itu saat mereka dilindungi 20:50 oleh umat Islam gitu kan mereka harus 20:54 membayar jizah kan gitu ya. Manakala 20:57 mereka itu melaksanakan ee 21:00 perintah-perintah Allah ya. Apa di 21:03 antara perintah Allahnya? Ya harus taat 21:05 pada pimpinan umat Islam. Di antaranya 21:07 begitu. 21:09 Bagaimana kalau mereka melakukan 21:12 perbuatan yang melanggar hukum? Ya jelas 21:15 mereka juga akan dihukum secara Islam. 21:17 Baik ketika mereka mengambil hak orang 21:20 lain ee dipotong tangan atau mereka 21:25 melakukan perzinaan muhson ee dirajam 21:28 sampai mati. Mereka membunuh dikisos 21:31 gitu kan. itu semuanya harus ditaati itu 21:34 betapaapun mereka orang orang kafir. 21:37 Nah, itu oleh karenanya ini ajakan pada 21:40 mereka untuk masuk Islam agar mereka 21:42 selamat gitu. Soal pada ketakwaan dan 21:45 rasa takut kita pada Allah p dan ketika 21:49 kita ee takut itu di sini pada saat 21:53 datangnya hari kiamat kelak ya memang 21:55 kita harus seperti itu kondisinya. 21:58 Dengan takwa kita akan selamat di hari 22:00 akhirat. Betapun hari akhirat itu 22:03 gambarannya Allahu Akbar dahsyat sekali. 22:07 Sangat dahsyat sekali. Bagaimana enggak 22:10 dahsyat digambarkan matahari itu di atas 22:13 betul-betul di atas kepala kita. 22:15 Nauzubillah minzalik itu. Maka tidak ada 22:18 jalan lain buat kita orang Islam yang 22:20 beriman pada Allah. Tanamkan diri kita 22:23 dengan takwa dan khauf. 22:26 takut rasa takut untuk menghadapi 22:29 hari-hari yang akan datang di hari 22:31 kiamat itu. 22:34 Wsau 22:35 yauman la yaj walidun walidihi 22:39 walidihi w mauludun hua jazin anidihi. 22:45 Ini tafsirnya khofu waksyau itu khofu 22:50 e. Takutlah kalian pada apa yang harus 22:54 kalian takutkan. yaumalqiamah 22:56 yaitu hari kiamat alladzi yastaddu fihil 23:01 haul yang mana kondisinya itu 23:04 sangat-sangat menakutkan 23:07 dahsyatnya 23:10 bihaitsu la yastatiul ab an yanfaa 23:15 ibnahu yang mana saat ithwan Allahu 23:18 akbar tergambar oleh kita anak yang 23:20 sekarang kita cintai nabi agus dari 23:23 kecil kita pelihara ya kan sampai bisa 23:26 berjalan sampai sekolah sampai sekarang 23:29 ada di pesantren mana-mana satu ketika 23:31 ya Allah berpisah gitu kan di hari akhir 23:35 itu Allah yang mana perpisahan itu kalau 23:38 naudubillah minzalik di dunianya imannya 23:42 tidak sama perbuatan baiknya tidak sama 23:44 dengan anak atau sebaliknya orang ee 23:48 anak tidak sama dengan orang tua gitu 23:51 kan ya bisa jadi orang tuanya saleh 23:54 anaknya tidak atau anaknya saleh orang 23:56 tuanya tidak gitu. Naudubillahzalik. 23:59 Nah, itu. Nah, ini makna biitu yastatiul 24:03 abanfaa 24:05 ibnahu. Yang mana ee 24:10 anak-anak itu tidak bisa mengambil 24:12 manfaat dari orang tuanya karena 24:14 keimanan tadi. Itu 24:18 walal ibn ananfaa abah. Dan juga orang 24:22 tua tidak dapat mengambil manfaat dari 24:25 anaknya. Bal 24:27 yansagilu 24:29 fardin binafsihi. 24:31 Namun gambarannya adalah itulah tadi 24:34 masing-masing 24:35 ya kan nafsi-nafsi kata Nabi Muhammad 24:39 sallallahu alaihi wasallam di akhirat 24:40 itu. Yansagilu kullu faridin binafsi. 24:43 Masing-masing sibuk dengan mengurus diri 24:46 mereka sendiri-sendiri. 24:49 Inna wa'dallahi haq. 24:52 Takidun bial wada bil wal hisab wal jaza 24:57 tsabitun wala syakka fihi. menggambarkan 25:01 bahwa janji Allah itu betul-betul akan 25:03 terjadi, yaitu janji di sini adalah pada 25:08 saat yaumul ba' ya, yaitu pada saat 25:12 kebangkitan 25:13 manusia dari kuburnya untuk alhisab wal 25:18 jaza untuk diperhitungkan segala amalnya 25:21 dan diberi pahala sesuai dengan 25:22 perbuatan dan ini sifatnya sabitun wala 25:26 fi ini ditetapkan dan tidak ada kerag di 25:30 dalamnya. Janji Allah itu hak. Itu oleh 25:34 karenanya jika janji Allah itu hak, 25:36 ikhwatal iman, kita yang berpikir sehat 25:38 ini, fala yagurnakumul hayatud dunya. 25:42 Jangan sampai kehidupan dunia itu 25:44 memperdaya kita 25:47 gitu. Sehingga kita dibuatnya ini Allahu 25:51 Akbar. 25:54 Merana nanti di akhirat, sengsara. 25:57 Itulah tadi gambarannya. hidup kehidupan 26:00 itu tidak selamanya seperti yang kita 26:02 inginkan. Inginnya bahagia tapi kita 26:04 dapatkan ee sengsara. Inginnya dapat 26:09 kemuliaan malah kita mendapatkan 26:12 sebaliknya ya. Ee itu ini tidak semuanya 26:16 yang kita inginkan itu sesuai dengan 26:18 keinginan kita. Karena apa? Karena dunia 26:21 di sekeliling kita itu memang memiliki 26:24 sifat dan karakter. Kalau kita tidak 26:27 hati-hati hidup di dunia ini, itulah 26:29 dunia menipu kita. 26:33 A la tak tahdulannakum 26:37 la takdaannakumud dunya. Jangan sampai 26:40 dunia itu melalaikan kalian 26:44 bizinatiha dengan segala keindahannya. 26:48 Indahnya dunia itu bagaimana, B Agus? 26:51 Indahnya dunia tuh bukan saat hanya kita 26:55 melihat gunung di Bogor itu dengan 26:58 keindahan alamnya. Gak. 27:01 Itu sifatnya fantastis. 27:06 Iya kan? Dapat menyenangkan hati kita 27:08 saat melihat. Tapi posisi yang 27:11 sesungguhnya adalah ketika ee dunia yang 27:18 yang [batuk][berdehem] 27:19 zinatah itu yang gemerlap itu pada 27:23 materi 27:24 itu pada materi yang hari ini, Ikhwan 27:28 soal materi itu. Allahu Akbar. 27:32 Banyak sekali masyarakat hari ini di 27:35 akhir zaman. 27:37 Betapa pun Allah 27:41 memberikan gambaran, jangan sampai dunia 27:43 itu 27:44 memperdayakan kalian, menipu kalian. Eh, 27:47 manusia malah menawarkan diri. Tipulah 27:50 saya [tertawa] 27:52 supaya saya dapat 27:55 e zinataha itu, supaya saya dapat 27:58 gemerlapnya dunia itu. Tipulah saya. 28:01 Malah manusia menawarkan diri pada dunia 28:03 untuk ditipunya. Ya, betul-betul ditipu. 28:06 Jadilah ee ketika mereka meminta ditipu 28:11 oleh dunia, jadilah perampok, 28:14 jadilah pembunuh, 28:16 koruptor, 28:16 jadilah koruptor. 28:18 Itu yang dimaksudkan zinataha 28:21 itu perhiasan dunia itu pada materi 28:24 gitu. Sekali lagi bukan saat kita ke 28:27 Gunung Salak apa Gunung Gede itu melihat 28:30 uh indah banget itu kan alam di sana di 28:33 puncak. Allahu Akbar. sudah sejuk in 28:35 bukan itu yang dimaksudkan. Tetapi 28:37 ikhwan tibam iman pada masalah-masalah 28:39 materi yang kebanyakan manusia itu 28:42 Allahu Akbar ditipu oleh materi yang 28:45 sebenarnya bukan milik mereka. 28:48 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah. 28:52 [berdehem] 28:54 Alkulasah di ayat ini kesimpulannya 28:57 alayah 29:00 tarasama 29:01 masyhadan 29:03 lil masuliyatil fardiyah yaumalqiamah. 29:07 Digambarkan oleh ayat ini bahwa ee 29:12 masing-masing itu akan bertanggung jawab 29:15 pada pribadinya di hari kiamat. Watadu 29:19 ila 29:21 attawazun wal istiad lil yaumil akhir 29:26 waamil istislam 29:29 lifitanid dunya wasayatinil insi wal 29:33 jin. 29:35 Dan kita di diarahkan oleh agama kita 29:39 ini untuk melakukan tawazun. Tawazun itu 29:44 keseimbangan atau penyeimbang. 29:46 Jadi antara antara iman 29:51 dan amal saleh itu harus ada semacam 29:55 tawazun dengan saat kita ketika 29:59 tergelincir pada dosa dan maksiat. 30:02 Berapa 30:04 pertimbangannya? 30:06 Ee pertimbangan ke arah iman dan amal 30:09 salehnya itu 30:11 saat kita tergelincir pada 30:13 perbuatan-perbuatan yang tidak baik. 30:16 yang penuh dengan pelanggaran, penuh 30:19 dengan maksiat dan dosa itu. Nah, ini 30:22 kita harus tawazun. 30:24 Tidak selamanya manusia ini ee dapat 30:29 berbuat baik. 30:31 Karena manusia itu bukan ma malaik 30:34 malaikat, tapi manusia juga tidak 30:37 mungkin duduk terus-menerus pada 30:39 kejahatan. 30:41 Karena manusia a bukan setan. 30:44 Kalau kita lihat manusia bukan malaikat 30:46 dan bukan setan, lah kitalah manusia 30:50 harus memiliki gitu loh. Harus memiliki 30:55 sifat kekhususan manusia itu sendiri. 30:59 Kita bukan bukan malaikat, kita bukan 31:01 setan lah. Kita manusia. Artinya saat 31:04 kita berbuat baik yang maunya si kita 31:07 seperti malaikat. 31:10 Meskipun demikian, tidak mungkin kita 31:11 sampai pada derajat itu. Dan ketika kita 31:15 terjerumus pada perbuatan dosa dan 31:17 maksiat, kita jangan seperti setan satu 31:22 saat, satu ketika harus bertobat 31:24 meninggalkan perbuatan yang tidak baik 31:26 itu. 31:29 Ikhwan yang yang dirahmati Allah 31:30 subhanahu wa taala, ini gambaran pada 31:34 kita di dunia terhadap ee anak dan 31:38 keturunan ikhwan. 31:41 saya sendiri sekarang ee berpikir kepada 31:46 generasi kita hari ini, Abi Agus 31:51 ee tentunya pada strata pendidikan ya di 31:56 akhir zaman ini 31:59 anak-anak kita 32:01 khususnya di era 2000-an sekarang itu 32:06 sudah kehilangan jati diri mereka, 32:10 pada usia dini. 32:13 Contoh ya, usia dini yang dimaksud 32:16 adalah usia-usia 32:19 ee 32:21 remaja ya gitu. Usia remaja dan ini 32:26 sangat jauh berbeda pada masa-masa 32:29 dikatakanlah 32:31 4 dekade kemarin. 32:32 Hm. 32:33 Berarti 40 tahun kemarin ya? 32:34 Iya. 32:35 40 tahun kemarin. Sekarang ibaratnya ada 32:38 orang ada anak 20 tahun. 32:41 pada saat kita 20 tahun di 40 tahun 32:44 kemarin dengan hari ini umur yang sama 32:48 Allahu Akbar timpang jauh 32:52 ya. Apakah itu akibat daripada saat itu 32:57 ee dunia belum semodern hari ini atau 33:01 ketimpangan itu apakah karena sekarang 33:04 sudah dimasuki oleh era digital gitu? 33:08 itu kita harus banyak menelaah. Tapi 33:12 kenyataannya hari ini 33:15 sebetulnya manfaat 33:18 teknologi ini dapat dirasakan oleh 33:21 masyarakat ee modern sekarang bisa untuk 33:24 meningkatkan ee volume gitu, volume 33:28 keimanan dan ketakwaan yang sama pada 33:30 masa lalu. Namun hari ini khat al iman, 33:33 luar biasa dampak dan efek teknologi ini 33:37 betul-betul merusak citra, merusak 33:41 akhlak dan etika serta karakter anak 33:44 bangsa di zaman modern sekarang pada 33:47 usia dini itu loh. Contohnya 33:51 ya sudah banyak orang menelaah tentang 33:54 adanya handphone ya kan ee di dalam 33:58 handphone itu kan opsinya banyak sekali. 34:02 ada yang ya mungkin didominasi oleh oleh 34:05 hal-hal yang tidak baik, Abi Agus ya. 34:07 Iya. 34:08 Iya. Mungkin 90% kalau tidak 100%. 34:12 Nah, ini tidak di 40 tahun kemarin kan 34:14 belum ada. Ini 34:15 belum ada. 34:16 Belum ada kan dulu mungkin ada beer. 34:19 Pager. 34:20 Iya. Pager. Iya. Beer apa? Pager. 34:22 Pager. Ustaz. 34:23 Iya. Pager ya kan? 34:23 Pagar ustaz. Pagar. 34:24 Iya. Pagar ya kan? Yang bunyinya tet tet 34:26 tet baru kita bisa lihat gitu. 34:29 Jadi kalau kita lihat di usia 20 tahun 34:31 pada masa 40 kemarin dengan yang 34:33 sekarang usia yang sama, ya Allah 34:36 tentang akhlak, karakter, watak, 34:39 kebiasaannya jauh berbeda. Bukan 34:43 usia kita di 20 tahun 20 tahun kemarin 34:46 40 ee di empat dasawarsa kemarin merasa 34:51 lebih unggul, tidak. 34:53 Tapi nampaknya perbedaan itu mencolok 34:55 pada masalah akhlak. Ain yang terjadi. 34:59 Maka ayat ini menggambarkan jangan 35:01 sampai generasi ke generasi umat 35:04 Muhammad ini mengalami degradasi tentang 35:06 masalah akhlak yang nanti pada akhirnya 35:10 kalau sudah hancur akhlaknya, ketakwaan 35:13 tidak ada, rasa takut tidak ada. 35:16 Dampaknya ikhwan pada orang tua yang 35:19 sekarang sudah 60 tahun, 70 tahun yang 4 35:25 dekade masih 20 tahun kemarin itu. Itu 35:28 kan menghadapi generasi hari ini, Allahu 35:31 Akbar yang sulit diatur itu dia. Kalau 35:35 sudah sulit diatur ya ayat ini bakal 35:37 terjadi di akhirat nanti. orang tua yang 35:42 menginginkan pada anaknya itu manfaat, 35:44 anak malah lari orang tua. Demikian hal 35:47 yang sama. Bisa jadi anaknya pun ingin 35:50 mendapatkan manfaat dari orang tuanya. 35:53 Orang tuanya pun lari. Lari dari 35:55 pertanggungjawaban. 35:57 Nauzubillah minzalik. Ikhwan fillah yang 35:59 dirahmati Allah. Oleh karenanya pada 36:02 masa-masa tertentu kita harus 36:05 betul-betul memberikan kesempatan pada 36:08 diri kita sendiri sebagai orang tua. 36:10 Waktu kehidupan kita ini kita berbagi 36:13 dengan anak. 36:15 Kalau bisa hari ini kita jadwalkan 36:17 mereka-mereka yang ee anak-anak kita 36:20 yang mereka itu sulit mengatur waktu. 36:23 Terus terang Abi Agus Usah sendiri 36:25 sekarang memberikan opsi pada anak. 36:29 hanya tulisan itu kan opsinya tulisan 36:33 jam .00 bangun malam ini untuk untuk 36:37 kita ee 36:39 ikut berpikir pada ayat ini nih supaya 36:42 manfaat masing-masing bisa di ee apa 36:44 namanya dirasakan. 36:46 Kita arahkan pada anak kita jam .00 36:48 bangun malam 36:50 sampai subuh ya kan atau enggak 0.30. 36:55 itu kan ke azan ee paling 1 jam ya kan 37:00 sekarang ini 37:01 ya .30 azan kan .30 37:04 kita beri kesempatan untuk apa? untuk 37:08 mencetak mereka 37:10 ya kan menjadi hamba-hamba Allah yang 37:13 rabbani 37:15 yang ee dari ee sedini mungkin ee di 37:20 dini hari itu mereka sudah menjadi 37:24 e ibadullah, menjadi yang hamba-hamba 37:26 Allah yang ee memanfaatkan untuk ibadah. 37:30 Nah, kemudian kita arahkan di siang 37:33 harinya selain bekerja mereka harus 37:38 membaca Quran semisal 30 ayat atau 50 37:41 ayat sehari. 37:43 E arahan berikutnya untuk salat tepat 37:48 waktu semesal gitu kan. Lalu arahan 37:52 berikutnya berakhlak baiklah gitu kan di 37:55 mana pun kamu berada. 37:58 Nah, itu berlanjut. 38:00 Dan nasihat itu, ikhwat al iman, kita 38:05 berikan bukan hanya pada anak kita yang 38:08 masih sekolah. 38:11 Ini perbedaannya. 38:13 Nasihat itu kita berikan pada anak-anak 38:16 kita yang sudah berkeluarga. 38:21 Jadi untuk hari ini anak-anak kita yang 38:23 sudah berkeluarga pun tidak banyak dari 38:26 mereka itu yang bisa mengatur waktu. 38:30 Itu 38:32 seperti tadi bangun jam .00 terus baca 38:34 Quran terus akhlaknya mulia terus sampai 38:38 24 jam itu isinya ibadah. Hari ini 38:41 ikhwat al iman keleleran kita kalau 38:44 gambarannya sudah seperti ini. Allahu 38:47 Akbar. 38:48 Ya Allah, ya Rabbi. Itu tadi ayat ini 38:51 menggambarkan bagaimana mungkin di 38:53 akhirat nanti ee seorang ayah ataupun 38:57 ibu bisa mendapatkan ee kebaikan dari 39:01 anak-anaknya atau sebaliknya. 39:03 Maka ikhwan yang dirahmati Allah, 39:05 sebelum segala sesuatu terlambat, 39:07 didiklah diri kita dan generasi kita ini 39:11 ke arah ketakwaan yang sama, ke arah 39:15 keimanan yang sama. amal saleh yang sama 39:19 agar kita kelak kalau sudah bersama ya 39:23 bergabung 39:25 dalam kebersamaan 39:27 pada ketakwaan dan pada keimanan yang 39:30 luar biasa manfaatnya. Ikhwan pilah yang 39:32 dirahmati Allah. Ee 39:36 perkembangan zaman hari ini jangan 39:38 jangan malah menjadikan diri kita itu 39:42 menjauh daripada e esensi agama itu 39:46 sendiri. Jangan, jangan pernah 39:51 modernnya zaman hari ini menjadikan kita 39:54 malah mandul memahami agama Islam. 39:58 Namun jadikanlah 40:01 teknologi yang sekarang sudah menguasai 40:04 alam raya ini, manfaatkan teknologi itu 40:08 untuk malah berdekat-dekat kepada Allah 40:10 Subhanahu wa taala. Karena zaman 40:12 sekarang ini, Abi Agus, zaman 40:16 AI ya, zaman AI ya. 40:19 Heeh. 40:19 Itu zaman AI sekarang itu sebetulnya 40:22 bisa dimanfaatkan untuk mencapai diri 40:24 kita ini orang yang bertakwa. 40:27 Namun punun demikian, kita harus bisa 40:29 ikhwatal iman ee memilih dan memilah 40:32 mana yang ee dapat menghadirkan pada 40:35 diri kita kebaikan 40:38 atau pahala dan mana-mana yang malah 40:42 sebaliknya menghadirkan pada kita 40:44 keburukan dan dosa-dosa. Nauzubillah 40:46 minzalik. Akhirnya ikhwatal iman, di dua 40:50 ayat ini Ustaz Umar mengajak agar hidup 40:55 kita harus berhati-hati 40:57 pada kalangan tertentu. Ayat ini 40:59 menggambarkan 41:02 pada suasana yang tidak seimbang 41:06 antara gemerlapnya dunia 41:09 dan keinginan buruknya manusia sehingga 41:14 mereka terseret jauh oleh dunia yang 41:16 gemerlap itu. Di sisi lain, akhirat 41:19 menawarkan keselamatan hidup di dunia 41:23 dengan menanamkan ketakwaan dan rasa 41:26 takut kepada Allah melalui informasi 41:29 keberadaan kondisi negeri akhirat yang 41:32 begitu dahsyat. Oleh karenanya hari ini 41:35 mari kita sama-sama tawazun 41:38 sama-sama mencari ee tempat tawajun itu 41:42 keseimbangan hidup 41:45 antara baik dan buruk ini jangan sampai 41:49 didominasi kehidupan kita oleh 41:50 keburukan. Namun untuk tawajung yang 41:53 dimaksudkan adalah mari berlomba-lomba 41:56 untuk mencapai kebaikan agar nanti 41:58 timbangan kita jomplangnya 42:01 kepada neraca kebaikan. Sehingga kita 42:04 insyaallah taala akan diselamatkan oleh 42:06 Allah pada masalah ahwal yaumilqiamah. 42:10 Kondisi yang sangat menakutkan pada hari 42:13 akhirat. Wallahuam bissawab. 42:15 Baik, jazakallah khairan kasir kami 42:18 ucapkan kepada guru kita Ustaz Umar 42:22 Rasyid Hasan. Pembahasan kita di siang 42:25 hari ini, Ikhwan dan Akhwat dalam kajian 42:27 tafsir Ibnu Katsir yaitu Quran surah 42:30 Luqman ayat 33 hingga ayat 34. Ini 42:34 adalah ayat dua ayat terakhir dalam 42:37 Al-Qur'an surah Luqman surat yang ke-31 42:41 yang bercerita tentang ee seorang ayah 42:44 tidak akan dapat menolong 42:45 33 42:46 33 34 Ustaz ya. 42:48 Iya. bahwa seorang bapak tidak dapat 42:51 menolong anaknya dan juga seorang anak 42:54 juga tidak dapat pula menolong ayahnya 42:58 atau abinya di hari akhirat kelak. 43:01 Ikhwan dan akhwat, pembahasan yang tadi 43:03 telah kita simak ee oleh guru kita Ustaz 43:08 Umar Rasasa nanti bisa Anda komentari 43:11 atau Anda ee ingin bertanya di sesi 43:15 kedua di ruang tanya jawab. Jadi 43:19 tetaplah bersama kami masih dalam 43:21 program tausiah siang. [musik] 43:28 [musik] 43:36 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 43:40 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 43:41 Subhanahu wa taala. 43:43 Terima kasih Anda masih bersama kami 43:46 dalam program ee kajian tafsir Ibnu 43:50 Katsir. Ada sedikit kesimpulan dari 43:53 kajian tafsir kita di siang hari ini, 43:55 Ikhwan dan Akhwat dalam Quran surah 43:57 Luqman ayat 33 hingga ayat 34. 44:00 bahwa Allah Subhanahu wa taala 44:02 mengingatkan manusia agar tidak tertipu 44:05 oleh gemerlapnya kehidupan dunia 44:08 sehingga lalai mempersiapkan diri untuk 44:10 akhirat. Dunia dan tipu daya setan 44:13 seperti yang tadi disampaikan oleh Ustaz 44:15 Umar dapat membuat manusia lupa akan 44:18 tujuan hidup bahkan menyebabkan orang 44:21 tua lalai mendidik anak dan anak tidak 44:24 mengambil pelajaran dari orang tuanya. 44:27 Akbar. Ayat yang disampaikan oleh Ustaz 44:28 Umar juga menegaskan bahwa pada hari 44:31 kiamat nanti tidak ada hubungan keluarga 44:34 yang dapat menyelamatkan seseorang. 44:36 Allahu Akbar. 44:37 Setiap manusia akan 44:38 mempertanggungjawabkan amalnya sendiri 44:40 di hadapan Allah. Karena itu ketakwaan, 44:43 iman, dan amal saleh harus menjadi bekal 44:46 utama dalam kehidupan. 44:48 Subhanallah. Kajian yang disampaikan 44:50 oleh Ustaz Umar pada siang hari ini, 44:52 Ikhwan dan Akhwat menekankan pentingnya 44:54 membangun keluarga Rabbani, yaitu 44:57 keluarga yang saling menguatkan dalam 44:59 ibadah, akhlak, dan kebaikan. Orang tua 45:03 memiliki tanggung jawab besar untuk 45:05 mendidik anak-anak agar dekat dengan 45:07 Allah azza waalla, 45:09 menjaga salat, mencintai Al-Qur'an, dan 45:13 memiliki akhlak mulia termasuk di tengah 45:16 tantangan zaman modern dan teknologi 45:18 digital. 45:19 Subhanallah. 45:20 Selain itu, perkembangan teknologi dan I 45:23 tidak boleh menjauhkan manusia dari 45:26 agama. Teknologi harus dimanfaatkan 45:29 sebagai sarana menambah ilmu, iman, dan 45:32 ketakwaan bukan menjadi sebab rusaknya 45:34 akhlak dan hati manusia. 45:36 Allahu Akbar. 45:38 Jadi intinya dari seluruh pembahasan 45:39 yang disampaikan oleh guru kita Ustaz 45:42 Umar yaitu adalah ajakan untuk menjaga 45:46 keseimbangan antara urusan dunia dan 45:48 akhirat. 45:49 Memperbanyak amal saleh. Segera bertobat 45:52 ketika berbuat dosa, serta menjadikan 45:55 ketakwaan. sebagai dasar kehidupan 45:57 pribadi dan keluarga 45:59 agar selamat di dunia maupun di akhirat. 46:03 Alhamdulillah. 46:04 Sedikit kesimpulan, Ustaz, yang bisa 46:06 saya sarikan dari apa yang yang 46:08 disampaikan oleh guru kita Ustaz Umar 46:11 Rasyid Hasan. Baik ikhwan dan akhwat, 46:14 kami ingin menyapa terlebih dahulu ada 46:16 Bapak Andi di Celeduk, 46:18 Ibu Lise, Bapak Yuman, lalu ada Bapak 46:21 Yudi di Bogor, Bapak Saputra, Bapak 46:26 Asep, Ibu Aminah, Bapak Abdullah Hasani, 46:30 kemudian ada Ibu Kartika, ada Tuan 46:33 Baron, 46:35 kemudian ada Eyang Sri, 46:37 serta Bapak Ruskandar, serta Ibu Azizah. 46:43 Bapak SAS, Pak Harmoko di Cibubur serta. 46:47 Pertanyaan pertama datang dari ee Bapak 46:52 Yudi di Bogor. Asalamualaikum 46:54 warahmatullahi wabarakatuh. 46:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:58 wabarakatuh, Pak. Insyaallah. 47:00 Ustaz, bagaimana Luukman Hakim dalam 47:03 menghadapi cobaan dan ujian hidup? 47:06 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. 47:09 Seperti yang tertera dalam surah Luqman 47:12 itu sendiri bahwa beliau itu bukan orang 47:14 bukan seorang nabi, 47:17 tapi beliau itu adalah orang yang saleh. 47:22 Itu 47:24 se 47:27 layaknya orang saleh dari masa ke masa 47:29 tentu akan ada persamaan 47:33 kesalehannya itu Abi Agus. meskipun 47:36 berbeda masa tentunya dalam kehidupan 47:39 beliau sebagai [berdehem] 47:41 orang tua yang memiliki anak ya 47:46 itu tentunya keinginan orang tua itu 47:49 bahwa dirinya dan anaknya itu 47:54 harus mencicipi kenikmatan surga kelah 47:56 di akhirat kan begitu itu keinginannya 48:00 Luukman itu kan. Nah, maka gambaran 48:05 Luukman pada ayat ini adalah 48:09 gambaran 48:11 seperti guru kepada murid 48:15 atau dosen kepada mahasis mahasiswa. Itu 48:18 isi esensi ayat ini. Yaitu sebuah ee 48:23 miniatur pendidikan 48:26 yang itu kalau diterapkan pada kehidupan 48:28 kita, Allahu Akbar. 48:32 kita akan memetik hasil seperti apa yang 48:35 dipetik oleh Lukman dari anaknya. 48:39 Coba lihat ayat-ayat yang lain di 48:41 sebelum ayat terakhir itu arahan-arahan 48:43 Lukman dalam kehidupan. Janganlah engkau 48:47 berjalan di muka bumi dengan congkak dan 48:49 sombong. Kan begitu diarahkan kepada 48:52 untuk berbuat baik dan sebagainya. E 48:55 bahkan jangan mengeluarkan kata-kata 48:58 yang kasar kepada orang tuanya. ini 49:01 merupakan kehidupan yang memang ini 49:03 layak 49:04 di diperjuangkan 49:06 pada setiap zaman. Maka jika Tali Pak 49:09 Yudi ee bertanya kepada bagaimana 49:12 kehidupan ee Luukman ee di ayat ini ee 49:18 dengan anaknya kan gitu dengan 49:20 keluarganya. 49:21 Tidak lain ikhwat al iman gambarannya 49:23 seperti tadi seperti orang tua ke anak, 49:26 guru ke murid ataupun dosen ke 49:28 mahasiswa. Dan ini jika dilakukan oleh 49:31 kita yang hidup di akhir zaman. 49:33 Subhanallah. Dan jangan putus asa 49:36 mengupayakan kebaikan itu menjadi 49:39 tanaman yang kelak akan kita peti 49:42 hasilnya. 49:44 Maka susah payahnya kita sekarang 49:45 menanamkan ee benih-benih keimanan, 49:49 ketakwaan, akhlak akhlak mulia itu. 49:52 Subhanallah. Betapun 49:55 anak dan duri, ya Allah yang namanya 49:59 ancaman-ancaman 50:01 ee apa namanya ee ya kesulitan-kesulitan 50:07 ya kan. E mencetak generasi ke arah hal 50:10 yang saleh ini betapa sulitnya. Namun 50:12 jangan berhenti. Itulah gambaran 50:16 hari ini kita mengambil hikmah daripada 50:18 kehidupan Lukman dengan anaknya. Oleh 50:21 karenanya kalau digambarkan kehidupan 50:23 Luukman dengan anaknya hari ini kita 50:25 tiru di masa kita semoga umat Muhammad 50:29 sallallahu alaihi wasallam ini dapat 50:31 juga mementetik hasil gitu kan seperti 50:34 hanya nasihat Luukman pada anaknya pada 50:37 masa lalu. Dan ingat beliau itu bukan 50:39 nabi tapi orang saleh. Artinya kalau 50:42 orang saleh masa lalu dapat mencetak 50:45 generasinya kepada ketakwaan dan iman 50:49 yang baik. 50:51 amal saleh yang begitu banyak. Maka hari 50:53 ini kita harus ee menjadikan kehidupan 50:56 Lukman ini prototipe untuk keselamatan 51:00 diri kita dan generasi di akhir zaman 51:03 ini. Semoga kiranya kita diberi 51:05 kesempatan oleh Allah Subhanahu wa taala 51:07 ee menjadikan diri kita dan generasi 51:10 kita ini kepada orang tua akhir zaman, 51:14 anak-anak akhir zaman yang insyaallah 51:15 taala bila dikendalikan dengan informasi 51:18 Lukman dan anaknya semoga kita pun 51:21 insyaallah akan mendapatkan keberkahan 51:23 yang sama. Wallahualam bawab. 51:25 Baik, Ustaz. Kemudian ada Bapak Andi di 51:29 Celeduk, Pak Ustaz. Asalamualaikum 51:30 warahmatullahi wabarakatuh. 51:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:33 wabarakatuh. 51:34 Terima kasih atas tausiah di siang hari 51:37 ini. 51:37 Alhamdulillah 51:38 sangat bermanfaat dan penting untuk 51:40 disimak. Semoga Allah subhanahu wa taala 51:43 memberikan kesehatan, 51:45 panjang umur, dan kelancaran dalam 51:46 berdakwah untuk kita dan juga seluruh 51:50 kru radio silaturahim. Amin yaabalamin. 51:53 Ustaz, saya ingin bimbingan dan nasihat 51:55 dari ustaz yaitu saat ini saya dan istri 51:58 sedang terjerat dalam hutang riba. 52:00 Subhanallah. Kebetulan kami adalah 52:02 pedagang kecil yang setiap harinya 52:04 berjualan kuliner. 52:05 Mohon solusi dan doa dari guru supaya 52:08 kami terbebas. Terima kasih, Pak Ustaz. 52:11 Bismillahirrahmanirrahim. 52:13 Pertama, niatkan dulu untuk 52:16 selesaikan perkara-perkara 52:19 riba ini dari diri kita. 52:21 Niatnya dulu. 52:22 Kalau belum ada kemampuan untuk 52:25 penyelesaian. 52:25 Iya. Ini yang paling penting. Jangan 52:28 sampai tidak ada niat untuk keluar dari 52:31 riba. 52:32 Kalau tidak ada niat untuk keluar dari 52:34 jeratan riba, otomatis kita akan terus 52:37 berkubang pada gitu kan pada 52:40 masalah-masalah riba. Maka niat dulu 52:43 diawalkan. 52:45 Jadi niat diawalkan untuk ee secepat 52:48 mungkin lepas daripada jeratan riba. 52:51 Kedua, upayakan gitu kan jeratan-jeratan 52:56 atau simpul-simpul riba yang masih ada 52:58 pada diri kita sedikit-sedikit diurai. 53:01 Heeh. 53:01 Itu kan utang ya kan? 53:03 Maksudnya mengurai utang itu membayar. 53:06 Oh, 53:06 itu betapaapun di situ ada keterlambatan 53:10 yang nanti ada kalau terlambat tuh kan 53:13 ada apa istilahnya? 53:14 Iya. 53:15 Ada ada ada denda yang menjadi tambahan 53:18 kan. 53:18 Heeh. 53:19 Inilah riba. Maka selesaikan 53:22 simpul-simpul ikatan-ikatan riba yang 53:25 masih tersisa ini. Selesaikan sebaik 53:27 mungkin. Betapapun setahun, du tahun 53:29 yang akan datang, betapaap pun 53:31 tertatih-tatih 53:33 penyelesaiannya, kita insyaallah 53:35 selesaikan. 53:37 Betapapun di situ masih ada ee sanksi 53:40 keterlambatan kan gitu kan. Itu kan 53:42 menjadi riba tuh. 53:43 Heeh. 53:43 Selesaikan dengan baik. Yang ketiganya 53:47 tawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. 53:49 Setelah itu tawakal pada Allah. Dengan 53:51 tawakal apa? Eh tawakal ini kan attafwid 53:56 jamiul umur ilallah. 53:59 Attafwid jami al umur ilallah. Takwa itu 54:02 adalah menyerahkan bulat-bulat segala 54:04 urusan kehidupan hanya pada Allah. Itu 54:06 tawakal. 54:08 Maka setelah kita niat menyelesaikan 54:11 daripada jeratan-jeratan riba, lalu 54:14 berupaya untuk menyelesaikannya dengan 54:16 upaya kita, kerja keras kita, selesai 54:20 sudah. Yang ketiga tadi tawakal. Tawakal 54:23 yang dimaksud jangan kembali kepada 54:26 riba. 54:27 Hanya tawakal pada Allah mengandalkan 54:30 usaha yang ada. Meskipun usahanya 54:33 istilahnya apa? Ya Allah, goreng 54:36 bala-bala, goreng combrok. Tawakal pada 54:39 Allah. Dan tidak mustahil ketika 54:42 tawakalnya benar, meski nampaknya ee apa 54:47 yang kita lakukan ini ee remeh-temeh. 54:52 Namun jika Allah sudah rida pada masalah 54:54 yang remeh-temeh ini, Allahu Akbar. 54:57 Berapa banyak orang yang kaya berawal 54:59 dari miskin 55:01 karena tawakal tadi. Namun jika tak 55:04 setelah selesai dari bank riba itu 55:07 kemudian tawakalnya salah malah kembali 55:10 pada peminjaman yang baru. Ini ini 55:12 tawakal yang tidak pada tempatnya. Maka 55:16 di sini akan menjadi masalah besar 55:18 berikutnya. Artinya kita selamat dari 55:22 mulut buaya. orang bilang ya kan malah 55:25 jatuh kepada 55:26 mulut harimau. 55:27 Mulut harimau. [tertawa] Jangan sampai 55:29 seperti itu. Tawakannya harus benar. 55:31 Maka dalam ayat Al-Qur'an juga di dalam 55:34 surah kalau tidak salah surah Alfurqan 55:37 ayat 58 kemarin ya. 55:38 Heeh. 55:39 Dan juga di dalam surat ee yang lain 55:41 itu, 55:43 watwakal alal hayyilladzi la yamut. 55:46 Bertawakallah engkau pada zat yang maha 55:49 hidup dan tidak pernah mati. Siapa? 55:52 Allah Subhanahu wa taala. Nah, tawakal 55:54 di sini adalah selepas kita niat dan 55:56 selesai dari jeratan riba, tawakal pada 56:00 Allah dengan amal yang baik, dengan 56:03 perilaku yang saleh, dengan minta 56:05 arahan-arahan para alim ulama itu gak 56:08 salah, Agus. Contohnya pada kiai, siapa? 56:12 Siapa yang melarang kita datang ke kiai 56:14 minta nasihat? Enggak ada dang. 56:17 Tapi jangan ke dukun ya. 56:18 Iya. [tertawa] 56:20 minta nasihat pada kiai, kepada ustaz, 56:23 dirasil kepada ustaz semisal ataukah 56:26 ustaz-use tolong arahkan saya, Ustaz 56:30 setelah saya begini bagaimana langkah 56:32 hidup saya selanjutnya? Barangkali di 56:34 situ ada keberkahan dari nasihat ustaz 56:37 itu gitu loh. Meskipun hakikatnya ustaz 56:40 yang diminta nasihat itu masih miskin. 56:43 [tertawa] 56:44 Berapa banyak berkahnya yang akan 56:46 dirasakan oleh orang yang minta nasihat? 56:48 Kan gitu gak salah. Silakan minta 56:51 setelah itu arahan-arahan dari orang 56:53 saleh. Kita tidak saleh ya, tetapi 56:55 insyaallah kita meniti kepada jalan 56:58 orang saleh kan gitu. Semoga rahmat ini 57:01 dapat kita rasakan bersama. Itu tadi. 57:03 Jadi kalau hari ini masih berkubang pada 57:06 masa-masa riba, Allahu Akbar. Niat untuk 57:09 selesaikan lalu upaya untuk pelunasan. 57:12 Setelah pelunasan, lakukan sesuatu 57:15 tawakal pada Allah dengan tidak kembali 57:18 pada jalan yang dimurkai oleh Allah 57:20 Subhanahu wa taala. Dengan apa? Usaha 57:22 yang walaupun kecil tetapi insyaallah 57:24 menghadirkan keberkahan. Wallahuam 57:26 bissawab. 57:27 Saya jadi teringat kisah saya, Ustaz. 57:29 Saya dulu pernah kredit ya 57:32 ee taruhlah kredit motor begitu ya. 57:34 Terus karena saya bilang wah riba nih. 57:36 Sudah saya balikin. Akhirnya enggak 57:37 punya motor, Ustaz. [tertawa] Allahu 57:39 Akbar. Nah, ini masalah juga ee pada 57:42 masalah kredit motor kayak Abi Agus itu 57:44 kan 57:45 sebetulnya kita ee akan memiliki apa ya 57:49 pengalaman-pengalaman yang unik ya. 57:51 Kalau kita kembalikan motor itu oke 57:53 selesai 57:54 selesai 57:55 tapi kitanya didera oleh kesulitan. 57:58 Ee itulah tadi kalaupun memang bisa 58:01 seperti Abi Agus tidak menghadirkan 58:03 kesulitan-kesulitan hidup ya it's oke. 58:06 Tapi jika memang masih terjerat seperti 58:08 itu, lunasi 58:10 Heeh. dengan cara-cara ee istilahnya 58:13 mengatur waktu yang baik. 58:14 Siapa tahu meskipun kita terjunus pada 58:17 motor yang tadinya riba, siapa tahu bisa 58:19 dimanfaatkan sambil melunasi, sambil 58:22 cari manfaat dari motor itu. Semoga 58:24 dengan demikian ketika sudah selesai 58:27 dimiliki oleh kita kan 58:29 ee motor itu dan insyaallah setelah 58:31 dimilikinya bekerjalah dengan apa yang 58:33 dihalalkan oleh Allah gitu ya. tidak 58:35 salah untuk penyelesaiannya itu ekstrem 58:39 ekstrem sekali tapi insyaallah dengan 58:41 ekstrem banyak manfaat yang lain, berkah 58:43 yang lain. Insyaallah taala 58:44 saya mencari berkahnya, Ustaz. 58:45 Allahu Akbar. Insyaallah taala. 58:47 Baik. Kemudian pertanyaan selanjutnya ee 58:54 ini pertanyaan dari siapa ini? Ee 58:58 sebentar 59:02 Ustaz. Nampaknya sudah tidak ada. 59:09 Baik, ikhwah dan akhwat yang dirahmati 59:11 Allah Subhanahu wa taala. Silakan bagi 59:12 Anda yang ingin bergabung di 0811999720. 59:20 Ada pertanyaan dari Ibu Aminah. 59:24 Bunda Aminah. Masyaallah. Heeh. 59:25 Saya kalau sehabis salat selalu berdoa 59:29 semoga ibadah saya diterima Allah 59:31 subhanahu wa taala dan mengampuni 59:34 dosa-dosa anak-anak saya dan mengampuni 59:37 dosa-dosa dan anak-anak saya semoga 59:40 dijadikan anak-anak yang saleh. 59:43 Pertanyaannya, apakah Allah senang dan 59:45 mau mendengarkan doa saya, Ustaz? 59:47 Masyaallah. 59:49 Semua kita nampaknya ingin seperti ee 59:53 harapan Bunda Aminah, ya kan? 59:55 Heeh. 59:57 Harapan kita apapun 1:00:00 perilaku kita di dunia ini tentu yang 1:00:02 baik-baiknya 1:00:04 Allah berkenan menerimanya. Ini 1:00:06 keinginan kita semua. 1:00:09 Maka kita senandung bersenandung di 1:00:12 setiap kesempatan malam itu baik melalui 1:00:16 tahajud, baik melalui wirid. 1:00:19 Baik melalui doa 1:00:22 ataupun baca Quran, tilawah Quran, semua 1:00:25 itu dalam rangka harapan. 1:00:27 Semoga apa yang kita lakukan ini 1:00:29 diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:00:31 Termasuk 1:00:33 harapan kita dari generasi yang kita 1:00:37 miliki. Allahu Akbar. Muncul pertanyaan 1:00:41 Bunda Aminah dari Ustaz sendiri. 1:00:45 kita hari ini membayang membayangkan 1:00:48 saat kita hidup di akhirat. Siapa sih 1:00:51 yang mau hidupnya jauh dari pasangan 1:00:53 hidupnya? Ibar suami istri. 1:00:56 Terkecuali kalau di dunianya 1:00:58 menjadi suami istri berantem mulu. 1:01:00 Heeh. 1:01:01 Ya kan? Jadi ada kan gambaran suami 1:01:05 istri yang kerjaannya itu ya cekcok mulu 1:01:07 gitu kan. 1:01:08 Iya 1:01:09 ya. Akhirnya ingin mencari solusi 1:01:12 perceraian gitu kan. Kerjaan mah cari 1:01:14 nafkah ya. Kerja cekcok ya. 1:01:15 Iya. Nah, itu kerjaan mah cari nafkah 1:01:18 kerja cekcok gitu. 1:01:21 Siapa sih orangnya secara manusiawi yang 1:01:23 ingin jauh dari pasangan hidupnya? 1:01:26 Apalagi kalau sudah berpasang itu 1:01:29 melahirkan anak dan cucu. Gak ada. 1:01:32 Satu manusia pun tidak ada yang ee mau 1:01:36 berpisah sama anak keturunannya 1:01:39 baik di dunia ataupun akhirat. gitu loh. 1:01:43 Maka doa yang dilantunkan, munajat kita 1:01:45 yang kita serahkan pada Allah kapanpun 1:01:48 saat itu ee munajat kita ee 1:01:53 apa namanya senandungkan pada Allah itu 1:01:57 harapannya adalah semua 1:02:00 keinginan cita-cita dikabulkan Allah. 1:02:03 Itu maka di akhir daripada doa itu kita 1:02:06 selalu dengan merendah diri pada Allah. 1:02:08 Rbana taqobbal minna innaka antas samiul 1:02:12 alim. Ya watub alaina innaka ant tawabur 1:02:16 rahim. Itu 1:02:19 muna kita, Bunda Aminah. Muna kita tuh 1:02:23 keinginan kita gitu. Maka jangan pernah 1:02:27 berhenti. 1:02:30 Kapan pun doa dan munajat ini kita 1:02:34 senandungkan hanya untuk Allah melalui 1:02:37 harapan dan cita-cita agar semua amal 1:02:40 ibadah kita diterima oleh Allah 1:02:41 Subhanahu wa taala. 1:02:43 termasuk ikhwan sekali lagi 1:02:46 mewakili daripada Bunda Aminah ini 1:02:48 kepada semua kaum muslimin 1:02:52 khususnya yang yang mendengarkan Radio 1:02:55 Rasil di siang hari ini. Tumpuan harapan 1:02:59 kita itu hanya pada doa [mendengus] 1:03:02 dan bahkan doa itu merupakan silah 1:03:04 mukmin 1:03:06 ee senjata pamungkasnya orang beriman 1:03:08 itu. Bahkan dalam sebuah kalau tidak 1:03:11 salah dalam sebuah hadis, adua itu 1:03:14 mukhul ibadah. Doa itu sebenarnya ee doa 1:03:17 itu merupakan 1:03:19 otaknya ibadah. Subhanallah. Jadi kalau 1:03:23 ee kalau otaknya ibadah berarti yang 1:03:27 paling utama kita mengolah apa sebelum 1:03:29 ibadah? Mengolah mengolah otaknya gitu. 1:03:32 Otaknya kita diolah dulu sehingga 1:03:35 melahirkan ibadah yang baik gitu. Maka 1:03:38 ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 1:03:40 sayangi anak keturunan kita. Bimbing 1:03:44 mereka ke jalan Allah Subhanahu wa 1:03:46 taala. Doakan selalu anak-anak keturunan 1:03:50 kita soal doa ini kepada anak yang 1:03:53 nakal, anak yang saleh, anak yang 1:03:56 sedikit manfaatnya, anak yang banyak 1:03:58 manfaatnya, anak yang turut sama kita, 1:04:01 anak yang bandel. Doakan semuanya, 1:04:05 jangan pilih-pilih. 1:04:07 Di semua keluarga kaum muslimin tentu 1:04:09 ada beragam karakter, beragam ee 1:04:13 daripada tabiat anak-anak kita. Itu tadi 1:04:17 ada yang taat patuh sama orang tuanya, 1:04:20 ada yang sedikit bandel, ada yang malah 1:04:22 kebandelan gitu ya. Ada enggak bagus 1:04:24 anaknya suka kebandelan? 1:04:27 Ada. Jangan pernah membeda-bedakan doa. 1:04:31 Alhamdulillah Bunda Aminah hari ini 1:04:33 mewakili bunda-bunda yang lain 1:04:35 ya kan. Agar Bunda ini Allahu Akbar 1:04:38 semua rangkaian ibadahnya. Kalau 1:04:41 rangkaian ibadah itu kan yang 1:04:42 berat-beratnya kan ibadah salat 1:04:44 ya. Salat, saum, haji itu kan beratnya. 1:04:48 Iya. 1:04:48 Tilawat Alquran, kemudian zikir ya kan 1:04:52 doa-doa yang baik itu merupakan 1:04:55 pelengkap ibadah ya. 1:04:57 harapkan dari semua rangkaian ibadah itu 1:05:00 diterima oleh Allah Subhanahu wa taala 1:05:02 ee termasuk di dalamnya untuk anak dan 1:05:05 cucu kita. Bahkan di dalam ayat yang 1:05:08 lain ee di luar dari ayat ini, kelak di 1:05:11 akhirat nanti kita akan dipersatukan 1:05:14 kembali oleh Allah Subhanahu wa taala di 1:05:15 akhirat dari istri, suami, anak, cucu 1:05:18 akan dipertemukan kembali atas dasar 1:05:20 apa? Atas dasar perjuangan kita di dunia 1:05:24 ini, 1:05:26 gitu. 1:05:27 Tidak boleh bosan menjadi orang baik 1:05:30 untuk dirinya sendiri, untuk 1:05:32 keluarganya, dan anak cucunya. Tidak 1:05:34 boleh. Namun alad dawam kebaikan ini 1:05:38 akan senantiasa mewarnai kita bersama 1:05:41 anak cucu kita insyaallah taala. 1:05:42 Wallahuam bawab. 1:05:43 Baik, Ustaz. Satu pertanyaan, Ustaz. 1:05:45 Masyaallah 1:05:46 dari hamba Allah. Asalamualaikum 1:05:47 warahmatullahi wabarakat. 1:05:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:50 wabarakatuh. Saat ini masyarakat sedang 1:05:52 geger, Ustaz, dengan adanya kasus 1:05:54 pengasuh pondok pesantren yang melakukan 1:05:57 perbuatan tidak senonoh kepada puluhan 1:05:59 santri. 1:05:59 Naubillah. Naubillah. 1:06:01 Lalu apa nasihat Ustaz terkait musibah 1:06:03 ini? Terlebih di zaman sekarang ini 1:06:06 generasi muda sangat membutuhkan teladan 1:06:09 dan pendidikan agama yang benar. 1:06:11 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Ustaz 1:06:13 tidak suuzon pada kiai yang di Pati ya. 1:06:16 Iya. Ini yang dipati ya. 1:06:18 50 santriwati. 1:06:18 50 santriwati. 1:06:20 Mungkin ini mungkin awalnya salah niat. 1:06:23 [tertawa] 1:06:25 Nauzubillah minzalik. Kalau sang kiai 1:06:27 mendirikan pesantren dengan salah niat 1:06:30 atau niatnya baik namun tidak kuat itu 1:06:33 kan 1:06:34 berhadapan dengan gangguan-gangguan 1:06:35 bisikan setan. 1:06:37 Heeh. 1:06:37 Nah, maka arahan Ustaz hari ini sebelum 1:06:41 kita menjadi kiai, Ustaz sendiri kan 1:06:43 sekarang mengelola pesantren ya. 1:06:45 Iya. Iya. Niat ustaz adalah untuk 1:06:47 mencetak generasi ee qurani. 1:06:51 Iya. 1:06:52 Mencetak generasi yang lebih saleh dari 1:06:53 ustaz. Artinya kita jadikan dulu diri 1:06:56 kita orang yang saleh lebih awal 1:07:00 gitu loh. Jadikan diri kita ini orang 1:07:02 yang lebih takut pada Allah lebih awal. 1:07:05 akhlak kita harus lebih bagus daripada 1:07:08 lebih awal gitu loh. Supaya nanti ketika 1:07:11 sudah betul-betul kita memiliki santri 1:07:15 itu tidak menjadi kesulitan buat kita 1:07:17 mengurus diri kita sendiri gitu loh. Dan 1:07:20 alangkah baiknya agar terhindar dari 1:07:23 fitnah-fitnah seperti ini, kita tidak 1:07:26 lagi ee ya namanya 1:07:30 tergelincirnya ulama itu biasa, 1:07:33 tetapi dia harus bertobat buru-buru gitu 1:07:35 loh. 1:07:36 Jadi gini, untuk selamat dari 1:07:38 masalah-masalah ee fitnah terutama 1:07:42 laki-laki dan perempuan ya namanya laki 1:07:44 perempuan enggak ada lain kan hawa hawa 1:07:46 nafsu syahwat kan gitu. Maka ustaz 1:07:48 mengharapkan 1:07:50 pada dunia pendidikan pesantren ini ada 1:07:53 semacam kesatuan terpisah. 1:07:56 Betul. Bersatu dalam pesantrennya, namun 1:07:59 pisahkan 1:08:01 antara santriwati 1:08:03 dan santriwan. 1:08:05 Iya. 1:08:06 Oke. Ari dipisahkan. Demikian pula 1:08:11 pengadaan guru-gurunya. 1:08:14 Jadi kalau santriwan ya gurunya harus 1:08:16 laki-laki, ustaznya harus ustaz ya. Masa 1:08:20 ustaz laki-laki khusus. Kalau santriwati 1:08:23 ya ustaznya harus ustazah betul-betul 1:08:25 ustaz perempuan. Supaya apa? Supaya 1:08:29 nanti ketika mereka ini menjalani 1:08:32 kehidupan di pesantren aman. 1:08:35 Seorang kiai hanya melihat nanti 1:08:37 mengatasi ee tidak langsung terjun gitu. 1:08:40 memantau. Nah, ini barangkali 1:08:43 kesehariannya 1:08:44 kiai itu bersama lawan jenis. 1:08:47 Iya. 1:08:48 Yaitu dari santriwatinya ya. Namanya 1:08:50 mata kiai yang belum tadi istilahnya 1:08:53 kuat imannya, kuat akhlaknya tergoda. 1:08:57 Ya Allah, naudubillah minzalik. Jangan 1:08:59 sampai kita terjerumus pada perbuatan 1:09:01 itu. Ya, kalau iya sudah terjerumus, 1:09:04 saya sarankan kepada Pak Kiai yang 1:09:05 dipatut itu bertobat pada Allah. 1:09:08 Karena tidak ada dosa yang akan tidak 1:09:11 ada dosa terkecuali Allah ampuni kalau 1:09:13 dia istigfar terkecuali syirik. 1:09:16 Iya. 1:09:17 Beliau insyaallah tidak melakukan 1:09:18 kesyirikan. Namun 1:09:19 harus mempertanggungjawabkan 1:09:20 perbuatannya. 1:09:20 Iya. Ee harus bertanggung jawab pada 1:09:22 perbuatannya tapi insyaallah beliau 1:09:24 tidak melakukan kesyirikan. Itu arahan 1:09:27 Ustaz Umar. Yang ketiga, yang keduanya 1:09:29 bahwa sekarang orang tua hari ini tolong 1:09:34 cerdas untuk memilih, 1:09:37 cerdas untuk memilih pesantren mana yang 1:09:39 mungkin bisa titipkan anak-anaknya. 1:09:41 Kecerdasan itu bukan karena cerdas 1:09:43 otaknya ee kepada masalah oh ini teman 1:09:47 saya. Tidak. Banyak bertanya 1:09:51 ini kira-kira pesantren yang di Semarang 1:09:54 ini mana yang baik ya? 1:09:55 Iya. yang kelulusannya sudah tidak 1:09:59 disanksikan. Ada kesalehan pada mereka, 1:10:02 ada amal saleh, ee ada ada kebaikan 1:10:05 akhlak pada mereka. Oh, di di anu kita 1:10:08 bisa nitipkan 1:10:10 ya, baik di Jawa Timur atau Jawa Tengah, 1:10:13 Jawa Barat sama saja pesantren. Terjadi 1:10:16 dulu kan di Garut belum lama kan, di 1:10:19 Bandung belum lama kan? Sekarang terjadi 1:10:22 di Pati. Ini maknanya setan itu di 1:10:25 mana-mana. 1:10:27 Di jangankan di pesantren, di masjid aja 1:10:29 setan itu banyak. Abi Agus jangan kira 1:10:32 di masjid itu tidak ada setan. Ketika 1:10:34 dikumandangkan qat, Allahu Akbar, Allahu 1:10:37 Akbar, itu setan yang ada di masjid itu 1:10:40 kebakar lari terbirit-birit. 1:10:42 Sejauh-jauhnya, sekencang-kencangnya 1:10:44 mereka lari. Tapi ketika qat sudah habis 1:10:48 dikumandangkan, imam sudah Allahu Akbar, 1:10:51 takbiratul ihram. Heeh. 1:10:53 Imam bisa lupa rakaat. 1:10:54 Tapi dengan kejadian ini apakah akan 1:10:56 merusak citra pesantren itu? 1:10:57 Nah, di sini nanti kita akan bahas. Yang 1:10:59 ketiga tadi itu setan ya. Jadi di 1:11:02 pesantren banyak setan. Masjid pun 1:11:04 banyak setan sehingga lupa rakaat ke 1:11:06 berapa. 1:11:06 Heeh. 1:11:07 Di masjid di pesantren pun sama. Niatnya 1:11:10 baik banyak digoda setan. Akhirnya lupa 1:11:13 niat [tertawa] 1:11:14 menjadi kiai 1:11:17 yang harus sebagai figur 1:11:19 gitu kan. Malah jadi Allahu Akbar. orang 1:11:21 yang bermasalah. Nah, ini sendiri kalau 1:11:24 kita tidak waspada pada [mendengus] 1:11:26 kondisi pesantren yang tersebar di 1:11:28 mana-mana, kita tidak arif kepada 1:11:30 kondisi orang tua yang akan 1:11:32 menitipkannya, bisa jadi nanti seperti 1:11:34 kejadian itu. Dan ini mencoreng-moreng 1:11:37 nama baik pesantren gitu loh. Jangan 1:11:40 sampai ee dunia pesantren yang 1:11:43 masyaallah menawarkan berbagai kebaikan 1:11:45 agama ini di istilahnya diperburuk 1:11:49 citranya oleh akhlak kiai itu sendiri. 1:11:52 Saya bukan orang baik, saya bukan orang 1:11:56 saleh. Namun ketika mendengar informasi 1:11:59 seperti ini yang ada adalah mengulas 1:12:01 dada, Buus. 1:12:02 Yang ada Allahu Akbar, 1:12:04 alhamdulillah tidak terjadi pada diri 1:12:06 saya gitu loh. 1:12:07 Iya. 1:12:07 Dan diri saya bukan baik orangnya. Saya 1:12:09 orang ya kebaikannya ada tapi gak sebar 1:12:12 gitu kan. Tapi alhamdulillah tidak 1:12:15 terjadi pada diri kita. Dan ini semoga 1:12:18 kelalaian kiai yang ada di sana semoga 1:12:20 menjadi cambuk ya buat kiai-kiai yang 1:12:22 lain di tempat-tempat yang berbeda, di 1:12:26 tempat dekat maupun jauh agar 1:12:28 berhati-hati dalam mengelola santriwan 1:12:30 dan santriwati mereka. Kalau bisa 1:12:33 pisahkan gitu kan seperti bilang tadi 1:12:36 kesatuan terpisah namun persatuannya 1:12:39 dalam pesantren namun cara mengelola 1:12:41 merekanya dipisahkan agar kita tidak 1:12:44 kesehariannya berjumpa dengan lawan 1:12:46 jenis lawan jenis kita nih santriwati ya 1:12:49 Allah yang begini yang begitu apalagi 1:12:51 jumlahnya banyak Abi Agus kan 1:12:53 diiming-imingi oleh kiainya ini, ini, 1:12:55 ini. Akhirnya mereka tertarik. Kalau 1:12:57 sudah tertarik terjadilah malapetaka. 1:12:59 Nauzubillah min dalalik. pisahkan. 1:13:02 Pisahkan antara santri laki-laki dengan 1:13:06 santri perempuan. Allahu Akbar. Harus 1:13:09 dipisahkan. Guru-gurunya pun harus 1:13:12 khusus cari ee buka loker. Iya kan untuk 1:13:18 guru-guru laki-laki, guru perempuan 1:13:20 khusus untuk pembinaan ee santri-santri 1:13:23 yang kita miliki supaya apa? Lebih jelas 1:13:26 pertanggungjawabannya dan lebih selamat 1:13:29 kita dalam mengelola generasi kita. 1:13:31 Islam tidak dicoreng-moreng oleh 1:13:33 perbuatan buruk kita. Naudubillah 1:13:34 minzalik. 1:13:35 Iya. 1:13:36 Dan memang sangat disayangkan, Ustaz, 1:13:38 karena seharusnya ee mereka yang 1:13:42 membimbing kemudian menjaga amanah umat 1:13:45 ini justru harus menjadi teladan yang 1:13:48 baik gitu ya. Betul sekali. 1:13:50 Bagi generasi muda. Namun kita juga 1:13:52 berharap agar generasi muda jangan 1:13:55 sampai dengan kejadian ini hilang 1:13:58 kepercayaan 1:13:59 terhadap pola pendidikan Islam dalam hal 1:14:01 ini pondok pesantren. 1:14:02 Betul. Betul sekali. Ya. Ini kita kita 1:14:06 ee analogikan 1:14:08 ketika kita 1:14:10 membersihkan beras. Abi Agus 1:14:14 ada semacam ayakan. 1:14:16 Iya. Ayakan yang di diisi beras yang 1:14:20 tujuannya dibersihkan dari masih ada 1:14:23 gabah. 1:14:24 Iya. 1:14:25 Kejadian kemarin itu seperti beras yang 1:14:28 diayak yang masih terdapat gabahnya. 1:14:32 Iya. 1:14:32 Nah, ini gabahnya. 1:14:33 Heeh. 1:14:34 Kejadian kemarin tuh gabahnya. Jadilah 1:14:36 ini gabah untuk membersihkan semua beras 1:14:39 yang akan kita masak. 1:14:40 Iya. 1:14:41 Berapa banyak beras ya kan yang nanti 1:14:44 kalau tidak dibersihkan satu gabah saat 1:14:47 dimakan sudah jadi nasi apa yang 1:14:49 terjadi? Mengganjal di tenggorokan. 1:14:52 Kalau sudah masuk sampai ke tubuh bisa 1:14:54 berbahaya pada usus-us. Ini analogi 1:14:57 seperti itu. Jangan sampai ikhwatal iman 1:14:59 kejadian ini berulang dan berulang 1:15:02 khususnya ee di Jawa Barat, Jawa Tengah, 1:15:06 Jawa Timur karena ini kan ja di 1:15:07 tengah-tengah kemarin ya Jawa Tengah ya. 1:15:09 Jangan sampai kejadian ini terulang di 1:15:11 masa akan datang. Dan cukup buat kita 1:15:13 para kiai, para ustaz menganalisa ini 1:15:16 bukan untuk memojokkan bukan, tapi untuk 1:15:19 mengajak semuanya pada pertobatan dan 1:15:23 pada memulihkan kembali suasana 1:15:25 pendidikan ee pondok pesantren. Jangan 1:15:28 sampai ada kesan nanti generasi yang 1:15:29 akan datang, "Ah, saya enggak mau ke 1:15:31 pesantren." Toh jadinya begitu. 1:15:34 Nauzubillah minzalik itu. Wallahualam 1:15:36 bawab. Ikhwan dan akhwat, sekali lagi 1:15:38 yang perlu ditekankan adalah yang salah 1:15:40 adalah pelakunya, bukan ajaran Islamnya. 1:15:43 Allahu Akbar. 1:15:44 Islam justru mengajarkan kemuliaan 1:15:45 akhlak, menjaga kehormatan dan 1:15:48 melindungi yang lemah. 1:15:50 Dan itu menjadi pertanyaan terakhir kita 1:15:52 di siang hari ini, Ikhwan Akhwat. Karena 1:15:54 kita sudah dibatasi oleh waktu dan kita 1:15:56 akan tutup dengan kesimpulan. 1:15:58 Bismillahirrahmanirrahim. Kesimpulan di 1:16:00 siang hari ini, mohon maaf kepada semua 1:16:02 pendengar dan pemirsa radio dan 1:16:05 televisi. Kalau Ustaz siang hari ini 1:16:07 terasa berat sekali menyampaikan dua 1:16:09 ayat ini. Ada beberapa yang di dari 1:16:12 rumah itu sudah disiapkan untuk 1:16:14 disampaikan tapi tidak keluar dari 1:16:16 omongan Ustaz. [batuk] Kenapa begitu? 1:16:20 Merasa tertekan jiwa ustaz dengan ayat 1:16:22 ini. Allahu Akbar. Benar tadi kata Abi 1:16:25 Agus itu bahwa Islam itu tidak salah kan 1:16:29 gitu. Ajarannya yang tidak salah pribadi 1:16:31 manusia yang salah. Oleh karenanya 1:16:34 melalui dua kajian dua ayat ini semoga 1:16:37 kita termasuk hamba-hamba Allah yang 1:16:39 beriman yang selalu dalam keimanannya 1:16:41 itu menata ketakwaannya, 1:16:44 menata rasa takutnya pada satu hari. 1:16:48 Masyaallah. Yang hari itu hari sangat 1:16:51 dahsyat yaitu hari kiamat. Dan segala 1:16:53 sebelum segala sesuat terlambat alangkah 1:16:55 baiknya kita kembali pada diri kita 1:16:57 masing-masing. Sebelum kelak menjadi 1:16:59 kenyataan. Anak akan menjadi musuh orang 1:17:02 tua. Orang tua akan menjadi musuh 1:17:04 anaknya. Masyarakat masyarakat rakyat 1:17:07 akan memusuhi pemerintahannya. 1:17:09 Pemerintahnya akan menjadi musuh 1:17:10 rakyatnya. Dan kelak sebuah 1:17:13 pertanggungjawaban. Tidak mungkin kita 1:17:14 bisa lari dari pertanggungjawaban itu 1:17:17 demi saat itu terjadi hari ini kita di 1:17:20 dunia untuk menata kebaikan-kebaikan 1:17:23 hidup selama kita masih diizinkan untuk 1:17:26 ee hidup di dunia ini dengan pertobatan, 1:17:31 dengan mengakui segala kesalahan dan 1:17:33 dosa yang selanjutnya ikhwatal iman 1:17:35 sesuai dengan doa kita masing-masing. 1:17:38 Allahumma nas'aluka Allahumma inna 1:17:41 nas'aluka husnal khatimah. Ya Allah, 1:17:44 kami memohon kepada-Mu tutupan yang baik 1:17:46 wudubika 1:17:48 miniltimah. Dan kami berlindung diri 1:17:51 kepada-Mu ya Rabb dari tutupan hidup 1:17:53 yang buruk dan sesuai dengan doa kita. 1:17:55 Rabbana atina fid dunya hasanah wafil 1:17:59 akhirati hasan waqinaabanar. Wallahuam 1:18:02 bawab. Jazakallah khair. 1:18:04 Jazakallah ustaz atas tausiahnya. Ikhwan 1:18:07 dan akhwat, demikian tausiah kita di 1:18:09 siang hari ini bersama guru kita Ustaz 1:18:13 Umar Rasyid Hasan dalam pembahasan 1:18:16 kajian tafsir Ibnu Katsir 1:18:19 surah Luqman ayat 33 hingga ayat 34. 1:18:23 Semoga apa yang beliau sampaikan 1:18:24 bermanfaat bagi kita semua. 1:18:27 Akhir kalam kami yang bertugas mohon 1:18:28 undur diri. Subhanakallahumma 1:18:31 wabihamdika asadua ilahailla anta 1:18:33 astagfiruka wa atubu ilaikqillahi 1:18:36 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:18:39 warahmatullahi wabarakatuh.