Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Assalamualaikum warahmatullahi 0:01 wabarakatuh. Saya Dr. Muhammad Ali Toha 0:05 mengucapkan selamat menjalankan ibadah 0:07 puasa kepada para ikhwan dan akhwat 0:09 sekalian. Dan semoga puasa kita diisi 0:12 dengan berbagai ibadah yang baik, sunah 0:16 maupun wajib dan kita diberikan 0:18 kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala 0:20 sebagai hasil dari puasa [musik] kita. 0:22 Asalamualaikum warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. 0:35 Bismillahirrahmanirrahim. 0:37 Asalamualaikum warahmatullah 0:38 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:40 rahimakumullah. 0:42 Alhamdulillah wasyukurillah kita 0:44 dipertemukan kembali dengan Ramadan dan 0:48 di acara sahur bersama Rasil. Semoga 0:52 akan mempersuasi kita, memotivasi kita 0:55 untuk melangkah jauh lebih mantap di 0:57 bulan yang berlimpah 1:00 dengan cahaya, di bulan yang sangat 1:04 banyak sekali memberikan manfaat bagi 1:07 kita kalau kita berada di posisi yang 1:10 tepat. ya, bagaimana kita harus menahan 1:13 diri dari haus dan lapar bahkan juga 1:17 dari sikap-sikap yang bisa saja 1:20 menjadikan nilai ibadah kita berkurang. 1:24 Masih suka marah-marah enggak? Masih 1:26 suka merasa tidak puas dengan kondisi? 1:29 Nah, di bulan ini kita belajar untuk 1:32 menahan diri dari lapar dan haus dari 1:34 subuh sampai dengan ee ketika matahari 1:38 tenggelam. Sudah juga kita belajar untuk 1:42 bersabar dan banyak lagi yang bisa kita 1:45 peroleh asal istilahnya kita tahu 1:49 bagaimana menyikapinya. Mudah-mudahan 1:52 sekali lagi semangat untuk berpuasa di 1:56 bulan Ramadan mempersuasi kita untuk 1:59 dapat optimal mengisi bulan Ramadan yang 2:02 istimewa ini. Sekaligus juga yang penuh 2:06 berkah. Ya, ikhwan akhwat. Hari ini 2:10 sahur bersama Rasil ee bersama dengan 2:15 Dr. Muhammad Ali Thaha yang akan bersama 2:19 kita selama 1 jam. mempersuasi kita dan 2:21 memotivasi kita. Beliau adalah lulusan 2:25 Fakultas Kedokteran Universitas 2:27 Diponegoro Semarang dan juga pascar 2:30 sarjananya di bidang 2:34 kajian administrasi rumah sakit di UI di 2:38 Universitas Indonesia. Dan tahu enggak, 2:41 beliau juga memperdalam ilmu akupuntur 2:45 ATLS, ACLS, reik tumor dan pengobatan 2:49 tradisional. Masyaallah. 2:52 Buku yang ditulis jangan dikira satu 2:54 atau dua, banyak. Tapi yang jelas dulu 2:57 kita pernah dapat yang 365 tips untuk ee 3:02 sehat ala Rasulullah. Dan banyak lagi 3:04 buku yang lain, Resep Hidup Sehat Sesuai 3:07 dengan Sunah Rasulullah. 3:09 [terkesiap] 3:10 Nah, beliau sudah ada di sini di ruang 3:13 kita bersama kita. Sapa beliau. 3:16 Asalamualaikum warahmatullahi 3:17 wabarakatuh. 3:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:20 wabarakatuh. 3:21 Terima kasih atas kesediaannya hadir di 3:24 sahur bersama Rasil 3:27 dan mudah-mudahan di bulan Ramadan yang 3:30 berlimpah berkah ini semuanya 3:35 amin. Bisa kita amini. Sehat ya, Dok? 3:37 Ya, 3:37 iya. Alhamdulillah. Insyaallah. 3:39 [terkesiap] 3:39 Oh ya. Berada di dunia em kedokteran di 3:44 ranah yang sangat diperlukan oleh 3:46 masyarakat ini ngomong-ngomong merupakan 3:50 kontribusi yang luar biasa dalam 3:51 kehidupan itu. Mau bergelut di bidang 3:55 ini tuh awalnya karena apa? Dipersuasi 3:58 sesuatukah? Atau memang ada rencana 4:01 sejak kecil rindu jadi dokter gitu? 4:03 Iya. [tertawa] 4:04 Iya. Baik, langsung saya jawab ya. 4:07 Iya. Ya, terima kasih Ibu Bu Noning. Ee 4:10 jadi ee kalau saya ini menjadi dokter 4:13 nomor satu harapan dari ibu saya. 4:16 Hm. 4:16 He. Jadi saya sebetulnya tadinya mau 4:19 masuk mau kuliah di ITB sebetulnya sudah 4:22 bimbingan di sana di Bandung segala 4:24 macam. Tapi 4:25 ibu saya bilang, "Saya pokoknya ingin 4:27 kamu jadi dokter." 4:29 Masyaallah. 4:30 Heeh. Karena katanya dengan menjadi 4:33 dokter kamu bisa di memberi manfaat 4:36 kepada orang banyak. 4:38 Ya, alhamdulillah akhirnya saya masuk ke 4:40 fakultas kedokteran 4:42 ya. Yang lain bukannya tidak memberi 4:44 manfaat ya, cuman maksudnya ee di sini 4:47 di kedokteran ini ya maklum ibu saya itu 4:49 dulu sering sakit-sakit. 4:52 Heeh. 4:52 Heeh. Jadi dia merasakan bahwa profesi 4:55 dokter itu profesi yang penting bagi 4:57 dia. 4:58 I kan 4:59 ya. Jadi ya saya alhamdulillah terus 5:01 akhirnya saya masuk di Fakultas 5:02 Kedokteran Universitas Diponegoro di 5:04 Semarang. 5:05 He 5:05 ya. dan ee berkiprah dimulai dari saya 5:09 di Kalimantan, pedalaman Kalimantan 5:12 setelah lulus itu. 5:13 Iya. Heeh. 5:14 Sampai akhirnya di Jakarta ini. 5:18 Jadi, ikhwan akhwat terpersuasi oleh 5:22 fakta bahwa ibunda rindu dengan ee 5:25 dokter yang bisa jadi memang bagi kita 5:29 yang kesehatannya terganggu, punya 5:31 keluarga yang dokter tuh keren banget 5:33 ya. Masyaallah. Dan tadi 5:37 dokter bilang begitu lulus tugas ke 5:40 daerah. 5:41 Iya. 5:42 Itu biasanya kan di daerah enggak sama 5:44 di kota itu ada enggak hal-hal yang 5:46 betul-betul ee harus dihadapi dengan 5:49 sepenuh jiwa, sepenuh raga [tertawa] 5:52 di Kutai-Kutai itu kan di pedalaman 5:54 sekali ya di Kalimantan 5:54 ya. Waktu itu tahun '6 ya. Tahun '6 itu 5:58 Kute masih terpencil ya. 5:59 He 6:00 terpencil dan saya di pedalamannya di 6:02 daerah Long Iram namanya. di daerah Long 6:05 Iram itu dari kota Kutai, ibu kota 6:09 Kutainya itu ke sana itu kita naik kapal 6:12 kapal kecil ya selama 2 hari 1 malam 6:16 untuk sampai ke Kutai. 6:17 Iya. Heeh. terus-menerus jalan itu jadi 6:19 ndak nak berhenti-berhenti di anu 6:22 itu 2 hari 1 malam baru nyampai di sana 6:24 di pedalaman itu. Jadi ya banyak 6:27 pengalaman-pengalaman yang ee 6:32 apa namanya berkesan bagi saya. He 6:34 heeh. 6:35 Kalau terkait dengan pasien kalau di 6:37 pedalaman kan beda ya responnya. Itu ada 6:39 hal yang juga bisa diceritakan. 6:42 Oh iya ya. Ada. J misalnya gini ee 6:46 pasien itu kebanyakan di sana kalau 6:48 belum disuntik dia, dia merasa tidak 6:50 diperiksa sama dokter. 6:52 Heeh. Iya. Iya. Itu perbedaannya. Nah, 6:55 dia datang berobat 6:57 terus kita gak suntik dia. Kita kasih 6:58 obat aja misalnya kan kadang-kadang kan 7:00 gak perlu suntik lah. Kasih obat aja 7:02 pulang maksudnya kan. Itu dia merasa 7:04 bahwa itu berarti saya belum diobati 7:06 gitu. 7:07 Karena pendapat awal memang seperti itu 7:10 sudah ya. Suntik adalah berobat. Kalau 7:13 belum disuntik belum diobatin. 7:15 Masyaallah ya. Apalagi waktu itu masih 7:18 tahun-an ya. 7:19 Iya. -an tuh masih sana masih apa jauh 7:23 lama artinya. 7:23 Iya. Iya. 7:24 Lampu juga gak ada. Listrik 7:26 masih pakai 7:27 listrik gak ada. Pakai diesel. Dan 7:29 diesel itu hanya jam .00 7:31 malam sampai jam 09.00 malam. 7:33 Habis itu gelap. 7:33 Jadi jam 09.00 7:35 mati sudah gak ada gelap. 7:37 He he. Iya. 7:39 Ngomong-ngomong ini kan ee di bulan 7:42 Ramadan seperti ini, Dok. 7:45 Dari sudut pandang kesehatan orang yang 7:47 puasa itu ee keberkahan keberuntungannya 7:52 seperti apa saja. Sementara untuk 7:57 kesehatan kita sendiri ini kalau di 7:59 dalam bulan puasa ini secara fisik apa 8:02 yang mesti kita lakukan? 8:04 Iya. Jadi gini, kalau keuntungan puasa 8:07 ini bagi kesehatan, saya rasa sudah 8:09 banyak orang 8:10 tahu dan sudah banyak orang bicarakan, 8:12 ya kan? Artinya gini, bahwa dengan puasa 8:15 itu kita memperbaiki 8:17 ee berbagai macam kelenjar-kerenjar 8:19 dalam tubuh ya. 8:22 Karena kita pencernaan kita 8:23 istirahatkan. 8:25 Iya. 8:26 Dengan pencernaan istirahat itu kan maka 8:27 12 jam ya istirahatnya kan. 8:29 Iya. [tertawa] Heeh. He. 8:30 Maka seperti contohnya pankreas kita gak 8:32 bekerja, 8:34 istirahat. 8:35 Nah, istirahat gitu kan. Dan itu bagus 8:37 sekali untuk regenerasi sel-sel pankreas 8:39 sehingga nanti insulinnya itu optimal 8:41 lah. Bukan jumlahnya makin banyak tapi 8:44 lebih berkualitas. 8:47 Ee insulin kita. Insulin itu merupakan 8:50 ee 8:51 apa? kelenjar yang sangat bermanfaat 8:55 untuk menekan apa? membawa ee gula ke 8:59 dalam jaringan-jaringan tubuh sehingga 9:00 kalau insulin itu bagus ya 9:03 kita 9:04 tidak akan terkena penyakit diabetes 9:07 gula ya 9:09 iya jadi itu di antaranya ya kan 9:12 manfaatnya kemudian yang lain juga 9:14 kelenjar-kelenjar lain juga dilakukan 9:17 regenerasi ya perbaikan-perbaikan 9:19 berbagai kelenjar dalam tubuh kita h 9:21 kemudian juga ee 9:24 [berdehem] kita kalau lapar itu ya. Itu 9:28 merupakan petunjuk bahwa pada saat itu 9:31 [berdehem] 9:32 ee 9:34 kelenjar insulin tidak bekerja. He 9:37 ya kan yang bekerja adalah growth 9:39 hormon. Growth hormon itu istilahnya 9:42 kalau secara awam bisa saya katakan 9:44 hormon awet muda lah. 9:46 Heeh. 9:47 I 9:48 jadi orang yang berpuasa rutin 9:50 di samping puasa Ramadan [tertawa] itu. 9:52 Heeh. [terkesiap] 9:54 Dia kan kelihatan lebih awet muda gitu. 9:57 Jadi ikhwan akhwat kalau mau tetap 9:59 kelihatan bugar dan awet muda, awet 10:03 cantik, awet ganteng, puasa Ramadan bisa 10:06 juga ditambah yang Senin Kamis ya atau 10:08 ditambah lagi kan lebih baik. 10:09 Ee tapi yang jelas di Ramadan karena 10:11 sebulan efeknya juga tentu luar biasa 10:13 ya. 10:13 Iya. 10:14 E 10:15 ngomong-ngomong soal sehat itu kan bukan 10:18 cuman fisik ya, Dok ya. 10:19 Iya. ada sehat sosial, ada juga sehat 10:23 jiwa, sehat spiritual. Yang paling sulit 10:27 diraih menurut dokter dengan kondisi 10:29 kita sekarang ini sehat yang mana nih? 10:32 Kan kalau sehat fisik ada dokter yang 10:34 bisa kita datangin. 10:36 Kalau ee sehat jiwa pun juga ada 10:39 bantuannya. Yang paling berat jadi yang 10:41 mana nih, Dok? 10:42 Yang paling berat menurut saya adalah ee 10:44 sehat sosial ya. 10:45 H [berdehem] 10:46 kenapa sehat sosial? Karena masyarakat 10:48 kita itu kebanyakan sosialnya sakit 10:52 sekarang ya. Dulu sih enggak ya? 10:54 Iya. Iya, [tertawa][berdehem] sosialnya 10:55 sakit. 10:56 Jadi ee coba kita lihat aja misalnya 10:58 kita di jalan 11:00 itu ada orang ee apa namanya? Seringki 11:04 kan salib-salipan ya 11:06 dan sebagainya. Dan kadang-kadang orang 11:08 tersinggung ketika disalib 11:10 ya kan 11:10 geber lagi balas. 11:11 Heeh. [tertawa] 11:12 Atau misalnya di lampu merah 11:14 kita, lampu merah kita berhenti dia di 11:16 belakang kita. dia sudah gak sabar 11:18 klakson-klakson terus ya. 11:20 He 11:21 dia tidak peduli dengan lingkungannya. 11:25 Iya kan? Terus di samping itu juga 11:27 ketidakpedulian terhadap lingkungan tuh 11:30 juga nyata sekali bahwa masyarakat kita 11:32 itu banyak yang mengabaikan kepentingan 11:35 orang banyak mengutamakan kepentingan 11:38 diri sendiri. 11:39 Egois gitu ya. 11:40 Iya. Heeh. Nah itu itu merupakan 11:43 gangguan dari kesehatan sosial. 11:46 [berdehem] 11:47 Jadi tidak mempedulikan lingkungannya. 11:50 Heeh. Heeh. 11:51 Itu sudah terjadi di mana-mana. Di 11:54 Jakarta misalnya sekarang misalnya ya 11:56 ada orang yang sama tetangga itu gak 11:57 kenal sama sekali. 12:00 Itu secara sosial dia sakit sebetulnya. 12:03 Heeh. 12:03 Iya kan? Atau tidak mau komunikasi, 12:07 tidak peduli terhadap tetangga misalnya. 12:09 Itu yang paling gampang gitu loh. Jadi 12:12 kadang-kadang kita tetangga kita itu ada 12:15 kesulitan, kita juga biasa aja diam-diam 12:18 aja ndak ndak mau membantu. Itu termasuk 12:21 gangguan kesehatan sosial gitu. 12:24 Kesehatan sosial padahal katanya 12:27 keluarga kita yang jauh dari kita pun 12:29 masih kalah dengan tetangga sebelah. 12:32 Harus tetangga sebelah dulu yang 12:34 diutamakan ya. Terus kalau kita kayak 12:36 gitu ee gimana tuh? Iya. 12:39 Mudah-mudahan ee kita terpersuasi untuk 12:42 peduli. Peduli itu bisa sekedar menyapa, 12:45 memberikan senyum, atau kalau ada 12:47 sesuatu yang lain lebih bagus lagi ya, 12:49 Dok. Soalnya beberapa waktu yang lalu 12:50 pernah ada kabar 12:52 sampai enggak ketahuan kalau tetangga 12:53 sebelah meninggal karena enggak dibuka 12:56 pintunya selama berhari-hari 12:58 baru diketok ternyata sudah enggak ada 13:00 orang sudah meninggal. 13:02 Jangan sampai itu terjadi dengan 13:04 lingkungan kita ya, Dok ya. Iya. He. 13:08 Kalau 13:10 ada saran yang membuat kita menjaga 13:13 kesehatan yang bisa kita lakukan secara 13:16 mandiri nih, kalau tadi kesehatan sosial 13:18 seperti itu secara fisik yang bisa kita 13:22 lakukan secara mandiri di dalam saat 13:24 berpuasa sehingga ee akibatnya tidak 13:28 membuat kita menjadi menderita sesuatu 13:31 kan kita enggak tahu ya. 13:33 Nah, itu saran dokter apa? Ya. Jadi gini 13:37 ee kita mulai dari pertama pada waktu 13:40 kita sahur. 13:42 He 13:42 ya. Pada waktu sahur itu kita makan 13:45 tidak usah terlalu berlebihan. 13:48 Jangan berpikir entar seharian mau puasa 13:50 makan yang banyak gitu. 13:51 Iya. Iya. 13:52 Padahal gak padahal dengan makan yang 13:55 banyak terutama karbo ya. Kemudian gula 13:57 darah kita melonjak 13:58 itu justru kita akan 14:00 mengalami hal-hal yang tidak baik untuk 14:02 kesehatan kita ya. Jadi, 14:04 gimana? Makan tidak usah berlebihan pada 14:06 waktu sahur. Kalau saya juga 14:08 menganjurkan sahur itu bagus kalau minum 14:11 susu. 14:12 Susu. 14:13 Iya. 14:13 Susu boleh dicampur apa aja kan? 14:15 Iya, boleh. Heeh. Jadi, 14:16 tapi yang penting susu. 14:17 Iya, minum susu. Karena kenapa? Karena 14:19 susu itu proteinnya tinggi. 14:21 He. 14:21 Dan ini protein ini bisa menjadi apa 14:24 namanya? Bahan bakar tubuh kita juga. 14:26 Jadi, bukan hanya nasi yang bikin kita 14:28 itu kuat. He 14:30 ya kan? proteinnya susu. Apalagi kalau 14:32 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 14:33 memberikan contoh ya. Pernah suatu 14:36 ketika Nabi Muhammad memegang susu dan 14:39 kurma 14:40 dan beliau mengatakan hadza alatyaban. 14:43 Ini dua hal yang terbaik, 14:45 susu dan kurma. Terus 14:47 Heeh. Jadi kalau yang bagus itu kalau 14:49 kita sahur makan kurma. 14:51 He. 14:52 Kemudian minum susu. Wah itu bagus 14:53 sekali. 14:54 Kita mau makan nasi boleh, gak usah 14:56 banyak-banyak, sedikit aja. 14:57 Tapi dua itu jangan ditinggalkan gitu 14:59 kalau bisa ya. Kok bisa? Iya. 15:01 Heeh. Dan susunya boleh pakai kopi atau 15:04 coklat atau hanya susu bening aja? Susu 15:07 putih. 15:07 Boleh boleh dikasih sedikit gak apa-apa 15:09 kan untuk menetralkan rasa yang kurang 15:11 enak dari susu gitu kan. Bagi orang yang 15:13 suka silakan ditambahkan. 15:16 Tapi saya perlu menggaris bawahi sini 15:18 mengenai kopi ya. Kopi itu adalah 15:22 diuretik. Jadi dia akan merangsang 15:24 keluarnya urin yang banyak 15:27 pipis ya. Heeh. Heeh. 15:29 Jadi saya anjurkan sahur jangan minum 15:32 kopi. 15:35 Entar aja kalau bukalah terserah ya. 15:36 Tapi jangan pas sahur gitu. 15:37 Iya. Heeh. Apalagi terakhir minum kopi. 15:41 Kan ada orang yang begitu sahur itu 15:42 terakhirnya minum kopi. 15:43 Dekat-dekat ee apa 15:45 mau azan itu. Heeh. Minum kopi. Minum 15:47 kopi 15:48 ya. Itu jangan. Karena kopi itu akan 15:52 menyebabkan produksi urin kita banyak. 15:55 He 15:55 artinya kan kita cairan banyak keluar 15:57 dari tubuh kita gitu loh. 15:59 Nah, mungkin kita akan menjadi 16:00 kekurangan air dan kita ketika 16:02 puasa itu harus memenuhi kecukupan apa 16:07 namanya minum air ya. Sementara kita 16:10 minum kopi menyebabkan air banyak keluar 16:13 itu membuat kita akan dehidrasi gitu. 16:15 Heeh. 16:15 He. Jadi, wahai ikhwan akhwat, kopi 16:18 tinggalin dulu deh kalau pas sahur ya. 16:21 Entar kalau buka puasa boleh meskipun 16:23 dengan catatan jangan banyak-banyak juga 16:25 gitu. 16:26 Iya. Iya. 16:27 Kemudian terkait dengan kehidupan kita 16:30 ini kan antara sukses dan bahagia itu 16:33 susah loh barengan, Dok. 16:37 Bagaimana menyeimbangkan I 16:40 orang yang bisa tidak sukses pun bisa 16:43 bahagia atau bersyukur 16:45 atau terbalik. 16:47 Sukses tapi kok enggak bersyukur. Itu 16:50 mengimbanginya mumpung bulan puasa nih. 16:53 Itu kira-kira saran dokter apa? 16:55 [mendengus] 16:55 I jadi gini kan setiap kita di dalam 16:57 hidup ini pasti kita menemui 17:00 masalah-masalah kehidupan. 17:02 Tidak ada orang yang tidak mengalami 17:04 kesulitan hidup. Pasti ada. Ya kan? Ee 17:08 bisa berkali-kali, bisa sekali, dua 17:10 kali. Jadi kalau orang kena kesulitan 17:12 tuh jangan mengeluh. Kan kalau zaman 17:14 sekarang kan orang mengeluh di medsos 17:16 ya. 17:16 He. 17:17 Kalau anu ya jangan mengeluh. Kenapa? 17:19 Karena kita harus yakin kita sebagai 17:22 umat Islam ya di dalam Al-Qur'an Allah 17:24 Subhanahu wa taala kan sudah berfirman 17:26 itu inna maal usri yusro. Diulang dua 17:29 kali. Fainna maal usri yusro. Inna maal 17:32 usri yusro. Kan dua kali. 17:34 Artinya Allah itu sudah memasangkan 17:37 antara kesulitan dan kemudahan. 17:39 Jadi kita kalau kita lagi ada kesulitan 17:42 gak lama lagi pasti akan datang 17:43 kemudahan. 17:44 Yakini itu gitu ya. 17:45 Yakin? Hah? Yakin. Karena apa? Semua 17:48 janji Allah itu pasti benar. Karena saya 17:51 sering mengatakan bahwa Allah tuh tidak 17:53 butuh dengan kita. Oleh karena itu, 17:55 tidak mungkin dia berbohong. 17:57 Ya kan? Gampangannya begitu aja lah. 18:00 Jadi karena dia gak mungkin berbohong 18:01 maka pasti setelah kita mengalami 18:04 kesulitan kita sabar akan datang 18:06 kemudahan. 18:08 Jadi keseimbangan itu akan muncul kalau 18:11 kita sadari bahwa itu yang memang jadi 18:14 rencana dalam kehidupan kita ya. 18:17 Ngomong-ngomong soal 18:19 kerja nih, Dok. Meningkatkan etos kerja, 18:22 kemudian juga memegang teguh, integritas 18:25 itu kan perlu banget ya. 18:26 Iya. 18:26 Tapi enggak semua orang bisa melakukan 18:28 itu dengan baik. 18:29 I 18:29 dan ada juga hal-hal yang membuat 18:32 seseorang menjadi terpuruk atau 18:36 kecewa. gelow dalam perjalanan hidupnya. 18:39 I 18:39 andai kata seseorang mengalami itu atau 18:42 dokter mungkin pernah mengalami hal di 18:44 mana kita enggak bisa ngapa-ngapain 18:46 gitu. 18:47 Iya. 18:47 Nah, itu apa yang harus kita lakukan? 18:50 Perlu introspeksi diri atau mungkin 18:52 harus bagaimana? 18:53 Iya, tentu kita kalau menghadapi 18:55 kesulitan itu yang nomor satu kita 18:57 introspeksi dulu. 18:59 He, 18:59 apakah ada kesalahan yang saya lakukan 19:02 gitu. 19:04 Kemudian kalau ada kesalahan itu, maka 19:07 kita perbaiki kesalahan itu sesuai 19:10 dengan kemampuan kita. 19:11 He. 19:12 Iya kan? Kemudian yang kedua juga bahwa 19:15 sebetulnya kita ini sebagai seorang 19:17 muslim itu kita pasti diberi cobaan sama 19:20 Allah Taala. 19:21 Iya. 19:21 Di dunia ini 19:22 enggak ada yang enggak 19:23 gak ada yang bebas dari cobaan. Heeh. 19:25 Nah, sepanjang itu diberikan cobaan, 19:28 kita hadapi cobaan itu dengan sabar, 19:32 syukur, dan ikhlas. 19:34 He 19:34 ya kan? Sabar di sini artinya kita 19:37 menerima itu dengan legowo. Artinya ya 19:40 memang ini harus saya jalani 19:41 kaderullah. 19:42 Heeh. Ya kan? He. 19:44 Kemudian yang kedua, setelah kita sabar, 19:46 kita bersyukur dengan nikmat yang lain. 19:50 Kan kita misalnya ini, misalnya 19:52 gampangnya ya ada sakit di jempol kita 19:54 misalnya, 19:55 masih ada bagian tubuh kita lain yang 19:57 Allah berikan nikmat tetap 19:59 dan jauh lebih banyak lagi ya. 20:00 Jauh lebih banyak 20:01 daripada sebuah sejempol. 20:02 Iya. Nah, itu disyukuri kita syukur 20:05 dengan syukur, [mendengus] sabar, syukur 20:08 kemudian kita ikhlas atas apa 20:10 keadaan-keadaan yang kita hadapi, maka 20:13 nomor satu pertolongan Allah pasti 20:15 datang. 20:16 He, 20:16 itu sudah pasti ya kan. Kemudian yang 20:19 kedua seperti tadi saya katakan bahwa 20:22 semua itu pasti akan berlalu. 20:25 Tidak mungkin kita itu ee diberikan sama 20:28 Allah kesulitan sepanjang hidup. Itu gak 20:30 mungkin. 20:32 pasti ada ee apa namanya pertolongan 20:35 Allah 20:35 yang mengikuti semua apa yang ee sudah 20:38 kita alami itu. 20:41 Jadi dengan begitu maka kita akan 20:43 menerima setiap cobaan dari Allah 20:44 Subhanahu wa taala itu dengan ee lapang 20:47 dada. 20:50 Sedih, sedih. Betul ya kan? 20:52 Heeh. Ada kesulitan kita sedih. Heeh. 20:55 Tapi kesedihan kita ini tidak perlu 20:57 terlalu berpanjang lebar karena kita 20:58 tahu bahwa ini akan segera berakhir. 21:02 Bahwa ini ujian dari Allah. 21:04 [berdehem] Kan kita kan selalu kan minta 21:07 supaya bisa masuk surga. 21:09 Iya. 21:10 Nah, sama seperti orang ke ingin lulus 21:12 ujian. Kalau ingin lulus ujian kan 21:15 harus belajar 21:16 harus diuji. 21:17 He 21:18 iya kan dengan diberikan soal-soal untuk 21:20 dikerjakan. 21:21 Nah, kita kehidupan juga begitu. Kalau 21:23 kita minta sama Allah tuh mintanya 21:25 tinggi, maka ujiannya berat. 21:28 Ya, kita jalani aja itu. Tapi Allah juga 21:32 tidak memberikan ujian kepada kita itu 21:34 melampaui batas kemampuan kita. 21:36 Nah, ikhwan akhwat itu yang harus kita 21:38 genggam erat. Tidak melebihi kemampuan 21:41 kita. Cuman kadang-kadang kitanya manja 21:43 ya. Iya. 21:44 Dikasih kecil sedikit rasanya ya kok 21:46 begini. Padahal banyak lagi 21:48 saudara-saudara kita yang lain yang 21:50 derita daripada gangguan kesehatannya 21:52 atau ee hal-hal yang membuatnya merasa 21:55 sedih lebih besar, lebih banyak lagi. 21:57 Betul. Iya. 21:58 Terkait dengan perlunya introspeksi nih, 22:01 Dok. Mumpung ini pas Ramadan. 22:03 Heeh. 22:04 Emm perenungan perlu. 22:06 Iya. 22:07 Ee apa namanya? Salat malam ditambah 22:09 dengan apalagi ya? Baca-baca Quran 22:13 perlu. 22:13 Iya. 22:15 perlu enggak mencatat kira-kira di 22:17 catatan tertulis gitu hal-hal yang 22:20 memang perlu kita perbaiki agar tahu 22:23 diri gitu, Dok? 22:24 Oh, iya. Kalau saya sih memang selalu 22:27 itu. 22:28 Oh, sudah dilakukan. 22:29 Iya. Jadi, apa yang kira-kira memang hal 22:31 yang perlu kita perbaiki, kita catat. 22:34 Hm. Apa kekurangan-kekurangan kita ya 22:37 kita catat untuk diperbaiki menjadi 22:39 lebih baik lagi gitu. 22:41 Dan itu memang ee orang kita sekarang 22:43 ini malas mencatat mencatat hal-hal 22:45 seperti itu. 22:47 Kenapa mencatat itu malas? 22:49 Karena kita sudah biasa tiap hari 22:52 nulis 22:52 pakai ketik. 22:54 Iya. 22:54 Iya kan? Jadi kita 22:56 pakai laptop kemudian ketik-ketik aja 22:59 gitu kan. Nah, sekarang cobalah kita 23:01 tulis saja segala yang apa namanya anu e 23:05 hal-hal yang perlu diperbaiki. Kemudian 23:06 kita coba perbaiki. 23:08 Ketika kita mencoba memperbaiki Allah 23:10 akan menolong kita. 23:13 Tapi kalau kita gak ada usaha sama 23:14 sekali ya tentu tidak ada pertolongan 23:17 dari Allah. Namun tetap begitu pun juga 23:21 ada batasnya. Seperti tadi saya katakan. 23:23 He 23:24 gak mungkin orang itu sepanjang hidupnya 23:26 diuji terus. Gak mungkin. 23:28 Cuman orang yang seringkiali yang 23:30 diingat-ingat itu adalah pujiannya. 23:32 [tertawa] 23:32 Susahnya padahal bahagianya banyak. 23:36 Iya kan? 23:36 Iya. Iya. [mendengus] 23:38 Kalau kita ke rumah sakit kan kita tahu 23:40 bahwa kita itu sebetulnya diberikan 23:41 nikmat yang luar biasa besar oleh Allah 23:44 Subhanahu wa taala. Ada orang yang 23:46 sampai menelan air pun tidak bisa. 23:50 Ada orang yang menelan ludah pun gak 23:52 bisa. 23:53 ada itu sakit seperti itu. 23:55 Nah, ini kan kita alhamdulillah bisa 23:59 melakukan itu. Itu kan nikmat dari Allah 24:01 yang kelihatannya yang tidak kelihatan 24:03 tapi sebetulnya harus disyukuri. 24:05 Masyaallah. Jadi ikhwan akhwat nyatet 24:09 itu ternyata memang penting ya 24:12 agar apa? Itu mereminding kita untuk 24:15 halo jangan ini lagi loh Nuning. Jangan 24:17 begini lagi Dok gitu ya. 24:19 Apapun itu. 24:21 Iya. Bayangkan kalau satu halaman penuh 24:23 isinya lebih dari 10 itu ee 24:25 perenungannya perlu berapa lama tuh? 24:28 [tertawa] 24:29 Iya, tergantung kita. 24:32 Tergantung kita dan rasa tawakal kita 24:33 kepada Allah. Jadi setiap ada masalah 24:37 ya kemudian kita berusaha tapi jangan 24:39 lupa tawakal 24:41 berserah diri kepada Allah. 24:43 Iya 24:45 kan. Wam yattaqillaha yajalahu mahzhu 24:49 minyatu yahtasib. Waman yatawakal 24:52 alallah fahua hasbuh. Ini ayat luar 24:55 biasa. Jadi barang siapa yang berserah 24:58 diri kepada Allah maka Allah menjadi 25:00 penolongnya. 25:01 Tinggal percaya apa enggak itu yang 25:03 susah ya, Dok? Ya. 25:04 Iya. 25:05 Jadi pasrah bongkokan kalau Ibu bilang 25:07 terhadap Allah Subhanahu wa taala. 25:10 Heeh. 25:10 Masyaallah. 25:12 Jadi ikhwan akhwat ini sepenggal 25:15 perbincangan kita. Nanti akan kita 25:17 lanjutkan kembali obrolan di sahur 25:20 bersama Rasil bersama Dr. Muhammad Ali 25:24 Thaha Assegaf. Nanti kami kembali ke 25:27 ruang Anda. 25:33 [musik] 25:38 Terima kasih. Masih bersama Rasil untuk 25:41 Islam yang satu di acara Sahur Bersama 25:45 Rasil yang menghadirkan Dr. Ali Thaha 25:48 yang sekarang ini masih akan membersamai 25:51 kita sampai ya setengah jam ke depan 25:54 lagi ya, Dok. Ngomong-ngomong 25:57 terutama bukan cuma buat kita, tapi bagi 26:00 generasi milenial bagaimana 26:03 menyeimbangkan. Tadi kan ada ibadah 26:05 macam-macam ya, ritual, sosial, dan 26:07 segala macam itu. Bagaimana agar 26:09 berimbang di dalam perjalanan Ramadan 26:11 ini 26:12 ibadah yang tadi. He 26:15 iya. Jadi, kita memang di Ramadan ini 26:18 kan sesuai dengan tradisi kita 26:20 menghadapi bulan puasa. ee Ramadan ini 26:22 pertama adalah berpuasa, ya kan? 26:26 Heeh. 26:26 Kemudian juga kesempatan kita untuk 26:29 membaca Quran ya. Membaca Quran dan 26:32 mempelajari isi dari Quran itu 26:34 ada dabur. Heeh. 26:35 Iya. Kemudian juga kalau yang muda-muda 26:38 kan bisa aktivitas-aktivitas sosial 26:41 misalnya ee panitia untuk ee pembagian 26:47 pakaian bekas layak pakai misalnya ya 26:49 kan atau ee untuk pembagian 26:53 ee takjil ya dan sebagainya itu harus 26:57 terlibat itu. 27:00 Saya dulu waktu masih remaja itu saya 27:02 aktif terlibat dalam masalah-masalah 27:04 kegiatan-kegiatan seperti itu dengan 27:06 maksud supaya kita menambahkan ee apa 27:08 namanya rasa sosial kita yang lebih 27:12 tinggi. 27:12 He. 27:13 Dan kita bisa ee apa namanya? Lebih 27:17 meyakinkan diri lagi sebagai seorang 27:19 muslim kan kewajibannya di antaranya 27:20 kewajiban sosial itu tadi kan. 27:22 Iya. 27:23 Heeh. 27:24 Kemudian juga 27:27 ee aktivitas remaja-remaja masjid itu 27:29 ikutlah aktivitas remaja masjid 27:32 misalnya ee apa kegiatan-kegiatan yang 27:35 dilakukan di masjid. Kalau dulu saya 27:37 misalnya ngadak bazar 27:38 h 27:39 ya kan kita sebagai panitia 27:41 he 27:41 i kan e memfasilitasi 27:44 UMKM yang ada di sekitar kita ini untuk 27:49 bergabung dalam bazar itu sehingga dia 27:51 bisa ber apa interaksi dengan masyarakat 27:55 bisa berjualan ya bisa saling 27:57 menguntungkan juga masyarakat juga 28:00 dimudahkan 28:01 he 28:01 karena orang kita juga biasanya kalau 28:03 puasa itu kan mohon maaf ini ya agak apa 28:06 malas masak ya 28:08 iya 28:08 jadi suka beli makanan-makanan yang 28:10 matang gitu kan kita ada kan 28:13 ee apa namanya UMKM di sekitar itu 28:16 dikumpulkan sehingga dia lebih mudah 28:18 menjual produk-produknya untuk 28:20 kepentingan masyarakat. 28:22 Saya rasa itu dari fungsi sosialnya. 28:25 Kemudian dari secara spiritual tentu 28:28 kita ikut dalam kegiatan-kegiatan 28:31 seperti kalau saya dulu misalnya di 28:34 masjid ada misalnya melakukan 28:36 zikir-zikir bersama ya kan kemudian juga 28:39 mempelajari tentang Islam baik itu 28:42 fikih, tauhid dan sebagainya memperkuat 28:46 kita. Karena gini, [mendengus] orang 28:48 makin muda itu makin sulit untuk 28:51 mengendalikan diri. He 28:54 kalau orang sudah tua biasanya lebih 28:55 mudah dia mengendalikan diri. Tapi kalau 28:57 orang muda itu lebih sulit. Maka dia 29:00 membutuhkan 29:01 kegiatan-giatan, kesempatan-kesempatan 29:03 berinteraksi dalam komunitaskomunitas 29:06 yang sadar tentang pentingnya menjaga 29:09 keimanan. 29:09 He. 29:10 Kalau tidak sekarang ini bahaya sekali. 29:13 Kita kalau lihat kita lihat di medsos 29:15 itu, medsos itu merupakan gambaran dari 29:17 masyarakat kita. 29:18 Iya. bagaimana ee anak-anak muda itu 29:22 punya pandangan-pandangan yang melenceng 29:24 ya, yang tidak sesuai dengan ee tradisi 29:28 keislaman misalnya dan sebagainya. 29:31 Saya rasa itu yang penting dan itu tidak 29:34 sulit, itu menarik sekali kalau saya 29:37 bilang karena kalau saya dulu ingat 29:39 waktu masih remaja dulu 29:42 itu duduk di masjid bersama-sama dengan 29:44 teman-teman berdiskusi itu senangnya 29:46 luar biasa rasanya nyaman gitu. Heeh. He 29:50 ya kan. Kemudian 29:52 membahas tafsir, 29:54 membahas hadis-hadis, ya kita 29:57 menghafalkan hadis tambahan hafalan 29:59 hadis di bulan puasa itu sehingga kita 30:02 punya banyak hadis yang kita hafalkan. 30:06 Kalau gak salah ada itu hadis yang 30:08 menjelaskan bahwa 30:10 ee barang siapa yang menghafalkan 40 30:14 hadis 30:15 he 30:15 maka dia tidak mungkin dibakar oleh api 30:17 neraka. Masyaallah. 30:19 Ini hadis saya terus terang saya belum 30:22 cek apakah ini sahih apa gak, tapi ini 30:25 saya dengar dan kemungkinan memang benar 30:27 gitu. 30:28 Makanya saya sendiri terus terang aja 30:31 setelah sekian tahun gitu ya 30:33 he 30:33 berbagai aktivitas 30:35 bekerja dan sebagainya. Ada sebagian 30:38 hadis-hadis yang dulu sudah saya hafal 30:39 tuh saya lupa 30:41 dan sekarang 30:42 dihafalin lagi. 30:43 Heeh. Heeh. 30:44 Kesempatan apalagi bulan puasa ini 30:46 kesempatan sekali kita untuk 30:48 meningkatkan keimanan kita dengan 30:49 mengisi dengan ilmu dan juga 30:52 amalan-amalan 30:54 yang bermanfaat untuk diri sendiri 30:56 maupun yang bermanfaat [mendengus] untuk 30:58 masyarakat di sekitar kita. 31:01 Tapi, Dok, memahami hadis yang 31:03 benar-benar sahih cari tahunya tidak 31:06 mudah kan? 31:08 Betul ya? He. 31:10 Ngfalin 40-nya milih dong ya. 31:12 Iya. Ya, kalau saya dulu itu memang 31:15 karena sudah di diajarkan oleh guru-guru 31:18 yang kita betul-betul yakin dia 31:21 orang-orang yang punya ilmu yang cukup 31:23 gitu kan. Nah, dia ngajarkan tentang 31:26 hadis itu. Kemudian kita menghafalkan 31:27 hadis-hadis itu 31:29 sampai 40 hadis kita hafal gitu ya. Kita 31:33 rasanya senang sekali gitu kan. 31:35 Iya. I. 31:35 Dan ini kesempatan bulan puasa ini untuk 31:37 mengulang lagi gitu loh. 31:39 Mengulang hafalan itu dan bahkan 31:41 menambah kalau bisa gitu loh. 31:43 Iya. Iya. 31:43 Heeh. 31:45 Jadi, ikhwan akhwat mari kita hafalkan. 31:49 Enggak bisa 40 ya sudah 10 dulu 20 nanti 31:52 siapa tahu Ramadan tahun depan sudah 31:55 beneran 40 ya. I. Dan kalau tadi dokter 32:00 bicara soal generasi sekarang anak-anak 32:03 milenial ini yang sangat terpengaruh 32:07 oleh media sosial. 32:09 Iya. 32:10 Dan ini bisa saja membatasi ee kritis 32:14 dan kreativitas anak-anak kita yang 32:16 merupakan apa namanya? penjaga marwah 32:20 bangsa ini. Nah, menurut 32:23 dokter apa nih sebagai orang tua yang 32:26 harus kita lakukan atau kalau yang 32:27 mendengarkan kebetulan juga yang 32:29 bersangkutan anak-anak itu sendiri yang 32:32 enggak bisa mengkritisi dan enggak bisa 32:34 memunculkan kreativitas dengar apa 32:36 adanya, baca apa adanya dan terpengaruh 32:39 itu 32:41 apa kira-kira yang sebaiknya kita 32:42 lakukan, Dok? 32:43 Iya. 32:45 Jadi gini, 32:47 tidak bisa tidak bahwa kita juga harus 32:50 mengetahui tentang medsos itu. 32:53 Heeh. 32:54 Sehingga kita nanti bisa berkomentar. 32:56 Saya itu lihat medsos ya, saya 32:59 lihat-lihat gitu. Kemudian saya 33:01 beritahukan kepada anak-anak kalau ada 33:02 hal-hal yang perlu di mereka ketahui. 33:05 Misalnya hati-hati 33:07 di dalam metsos itu ada pernyataan 33:09 begini begini begini itu tidak benar 33:11 gitu. Jadi orang tua harus dekat sama 33:13 anak. Komunikasi 33:15 bukan intervensi tapi justru membantu 33:18 mereka mema 33:18 mendampingi. Heeh. mendampingi mereka. 33:20 Jadi gini, kita kalau mau melarang 33:22 mereka untuk tidak melihat medsos itu 33:23 gak mungkin. 33:24 Gak mungkin. 33:25 Iya kan? Pasti mereka akan melihat 33:26 medsos. Dan medsos itu pengaruhnya sudah 33:28 sangat besar. 33:31 Kita gak bisa mengecilkan pengaruh dari 33:32 medsos karena itu kekuatan global ya. 33:36 He. 33:36 Nah, jadi kita harus sadar bahwa di 33:39 dalam metsos itu anak-anak harus 33:41 diingatkan bahwa yang diomongkan orang 33:43 di medsos itu banyak yang tidak tepat. 33:47 Jadi, banyak orang-orang itu yang asal 33:49 ngomong aja padahal salah. 33:52 H 33:53 tentang agama banyak juga gitu loh. Jadi 33:55 kalau kita mau mengikuti, kita pilih 33:57 ustaz yang betul-betul 34:00 ee apa namanya bisa kita yakin bahwa dia 34:04 mempunyai ilmu keilmuan yang cukup gitu. 34:06 He 34:07 ya kan misalnya ee apa namanya saya 34:11 sendiri ya ini saya sendiri itu saya 34:13 mengikuti seperti 34:16 Ustaz Husein 34:18 Alatas ya kan. Kemudian juga saya 34:21 mengikuti 34:22 ee Ustaz Zen Muhammad Alhadi. I kan? 34:26 Iya. 34:27 Karena apa? Karena saya percaya. Percaya 34:30 apa yang dia sampaikan itu benar, baik. 34:33 Jadi saya ikuti mereka. 34:35 tidak bisa sembarang-sembarang orang 34:37 yang ada di dalam apa namanya medsos itu 34:39 kita ikuti dan kita kepada anak-anak 34:42 kita harus menasehati. 34:45 Jadi kunci yang nomor satu kata yang 34:47 paling penting di sini adalah bahwa kita 34:49 harus dekat dengan anak-anak di era di 34:53 mana anak-anak itu dikendalikan oleh 34:55 medsos. 34:57 Itulah makanya saya masuk ke medsos 34:59 karena itu 35:01 kalau didiamkan wah ini bisa-bisa 35:06 segala macam pengaruh-pengaruh yang 35:07 tidak benar itu masuk di kepala dan 35:09 orang melaksanakan itu gitu loh. 35:14 Iya. 35:15 Heeh. Jadi biar bagaimanapun juga bukan 35:18 ikut campur ya, Dok ya, tapi justru 35:20 mempersuasi mereka untuk peduli 35:22 bahwa ada hal-hal yang bisa dipercaya, 35:25 ada yang enggak. Dan 35:28 mudah-mudahan apa yang dokter buat juga 35:30 di ee konten-konten itu mengimbangi yang 35:34 negatif. 35:34 Iya. [tertawa] I 35:35 iya. 35:37 Kalau dokter kan menulis buku sehat ala 35:40 Nabi ya. yang ada 365 ada banyak hal 35:45 lainnya lagi tuh. Iya. 35:47 Kalau konsep hidup sehatnya Rasulullah 35:50 sallallahu alaihi wasallam selama bulan 35:53 Ramadan ada istimewanya enggak dengan 35:55 yang bulan-bulan biasa? 35:57 Oh iya ya. Tentu memang berbeda ya 36:00 perlakuannya 36:01 di bulan puasa, bulan Ramadan dengan 36:03 bulan di luar Ramadan ya kan. 36:06 bahwa di bulan Ramadan itu ee Nabi itu 36:10 memperbanyak ibadah. 36:12 Makanya kan ada apa namanya hadis Nabi 36:16 yang mengatakan manana 36:20 ee apa? Barang siapa yang berpuasa di 36:22 bulan Ramadan itu dengan penuh barang 36:25 siapa berpuasa di bulan Ramadan itu 36:26 dengan penuh keimanan dan dengan 36:28 bersungguh-sungguh ya kan. He. 36:31 Maka dia akan dijauhkan dari api neraka 36:35 ya. 36:36 Nah, manoma ramadana imanan wtisaban 36:41 gufir lahu ma taqadama min dambih. Jadi 36:44 dosa-dosanya yang lalu itu semua 36:46 dihapus. 36:47 Kalau kita itu memang ee mengerjakan 36:51 puasa itu dengan keimanan dan dengan 36:54 bersungguh-sungguh. Apa maksudnya dengan 36:56 keimanan? Artinya kita yakin betul bahwa 37:00 semua perintah-perintah Allah di bulan 37:02 puasa ini adalah suatu kebaikan untuk 37:05 kita 37:07 ya kan bukan penyiksaan ya sehingga kita 37:11 apa namanya dari pagi hari sudah cari 37:13 makanan untuk buka. [tertawa] 37:15 Nah itu kan kebanyakan kita seperti itu. 37:17 Jadi seolah-olah ini tersiksa dengan 37:20 puasa itu. Nah gak boleh. Kita harus 37:23 yakin bahwa ini adalah 37:24 kebaikan-kebaikan. 37:26 Kemudian di samping itu 37:27 bersungguh-sungguh. Bersungguh-sungguh 37:29 itu kita tahu bahwa bulan puasa ini 37:33 banyak hal-hal yang dianjurkan oleh 37:34 Rasulullah. Seperti misalnya suruh 37:36 memperbanyak membaca Quran. 37:38 Kalau bisa khatam satu Quran 1 bulan. 37:41 Iya. Itu akan lebih akan baiklah kalau 37:44 bisa begitu. Tapi pokoknya kita 37:46 mempelajari Al-Qur'an bukan hanya 37:48 membaca tapi juga 37:50 mempelajari. Heeh. mentadaburi. Jadi 37:52 mulai dari mengerti artinya, 37:55 mempelajari tafsirnya, terus 37:58 mendiskusikan 38:00 mengenai ayat-ayat Al-Qur'an itu supaya 38:02 kita lebih bergairah lagi dan bisa 38:04 saling memberikan menambah. Karena yang 38:08 satu pengetahuannya mungkin sudah 38:10 tinggi, yang satunya lagi masih rendah. 38:12 Yang tinggi ini bisa memberikan 38:14 masukan-masukan kepada yang 38:16 pengetahuannya masih rendah misalnya 38:17 begitu. He. 38:19 Kemudian tentu salatul lail ya, yaitu ee 38:23 salat tarawih 38:25 ya kan. Salat tarawih ini kan salatul 38:27 lail ya. 38:27 Heeh. 38:28 Jadi kita dianjurkan untuk salat 38:30 tarawih. 38:32 Mau sendiri boleh, mau berjamaah boleh. 38:35 Ya kan? 38:35 Mau di rumah boleh, mau di masjid, 38:37 mau di rumah boleh, mau di masjid boleh. 38:39 Ya, tidak ada ee apa namanya? Keharusan 38:42 yang 38:44 satu jenis lah. Bisa bermacam-macam lah, 38:46 ya kan? Pendapat-pendapat macam-macam. 38:49 Kemudian setelah itu kita juga suruh 38:52 bersedekah, 38:54 memberi makan orang yang berpuasa kita 38:57 mendapat pahala ya seperti sesuai dengan 39:00 pahala orang yang kita beri makan itu. 39:03 Bayangkan ini. 39:05 Jadi kalau 39:05 bayangin 10 orang yang dikasih makan 39:07 beda lagi ya. Masyaallah. 39:08 Iya. Luar biasa. 39:09 He. 39:10 Jadi ini pahala besar. Apa yang 39:12 Rasulullah anjurkan itu yang Rasulullah 39:14 kerjakan juga kan. kita punya nabi yang 39:17 sangat keren ini. 39:18 He 39:18 ya kan artinya nabi yang memang apa yang 39:22 dia katakan itu sudah dia lakukan. Bukan 39:25 dia hanya sekedar perintah-perintah aja 39:27 gitu. 39:27 Iya. Iya. 39:28 Nah, kita ikuti apa yang diajarkan oleh 39:30 Rasulullah itu. Apa yang diingatkan oleh 39:33 Nabi dan kita kerjakan. Maka kita 39:36 insyaallah kita puasa kita itu nikmat. 39:39 Kita lebih sehat habis puasa lebih 39:41 sehat. Ya, makanya kalau saya bilang 39:44 bahwa ee pada akhir dari puasa itu kita 39:49 dapat hadiah lebaran dari Allah. Apa 39:51 hadiah lebarannya? Badan kita lebih 39:53 sehat daripada sebelum puasa. 39:55 Masyaallah. 39:56 Itu saya jamin tuh karena saya pernah 39:58 melakukan penelitian tentang itu. 39:59 He, 40:00 bagaimana orang yang sebelum puasa 40:02 diperiksa kadar gula darah, kolesterol 40:04 dan sebagainya. Kemudian setelah selesai 40:07 puasa diperiksa lagi. Ternyata itu 40:10 banyak yang tadinya tidak normal menjadi 40:12 normal. 40:14 Tapi ada orang yang tadinya normal di 40:17 akhirnya itu malah tinggi-ara kolara 40:19 makan enak terus. Nah, itu jadi 40:22 [mendengus] 40:22 puasa ini malah justru dia makannya itu 40:25 apalagi kalau sudah berbuka gitu ya, 40:27 balas dendam dia segala macam dibeli 40:30 dari pagi dikumpulin kemudian sore hari 40:33 buka puasa makan semua. Begitu pembukaan 40:36 puasa langsung makan banyak ya 40:39 entar habis isya makan lagi. 40:40 Nanti habis isya [tertawa] 40:41 makan lagi gitu loh. Jadi itu bukan 40:44 begitu cara puasa yang sehat. Cara puasa 40:48 yang sehat adalah kita ikuti aja 40:51 sesuai proporsinya. 40:54 Jadi buka puasa kita buka puasa 40:58 sekedarnya aja. Kemudian kita mungkin 41:01 salat tarawih atau apa, habis salat 41:03 tarawih mau makan lagi boleh. Tapi 41:05 sekedarnya juga. Kemudian nanti sahur 41:08 kita juga makan. Jangan tidak makan pada 41:11 waktu sahur. Makanya dikatakan bahwa 41:14 kita bersahur itu adalah lebih utama 41:17 daripada tidak bersahur. 41:20 Namanya tahu diri [tertawa] 41:22 karena seharian mau dikosongin perut 41:23 kan. 41:24 Iya. Iya. 41:25 Iya. 41:26 Kalau di bulan Ramadan ini banyak orang 41:29 yang puasa yang didapat cuman lapar sama 41:31 haus aja. Kalau menurut konsep sehat ala 41:36 Nabi nih ee apa nih yang keliru sehingga 41:40 seharusnya puasa dijalani dengan jalan 41:42 apa ini cuma dapat lapar dan haus doang. 41:45 Iya. 41:46 Jadi untuk benar-benar menyehatkan bukan 41:49 cuman ee jasmani atau terbalik malah 41:52 tadi dokter bilang yang mau menyehatkan 41:54 jasmani malah jelek hasil labnya ya. 41:57 Nah itu 41:58 menurut 41:59 apa yang kita tahu dari Rasulullah 42:01 seperti apa seharusnya? 42:03 Ya itu Nabi juga dia makannya gak 42:05 berlebihan sedikit kan. 42:08 Jadi pada waktu berbuka juga sedikit 42:10 makannya. 42:11 Kan ada yang mengatakan meriwayatkan 42:13 bahwa Nabi minum air sama makan kurma 3 42:17 butir. Ada yang bilang 7 butir. 42:19 Itu cukup. Heeh. 42:20 Iya. Nah, itu yang dilakukan oleh Nabi 42:22 sallallahu alaihi wasallam ya. Iya. Iya. 42:24 Ya, mungkin kita misalnya gak cukup ya, 42:25 kita gak apa-apa kita makan seperti 42:28 biasa aja makan nasi dan sebagainya 42:30 dengan lauk dan sebagainya gitu kan. 42:32 He 42:33 gak apa-apa. Tapi yang penting di sini 42:35 adalah masalah kesungguhan kita dalam 42:37 berpuasa. 42:39 Orang yang tadi dikatakan imanan 42:42 waktisaban kan 42:43 he 42:44 dengan ee penuh keimanan kita yakin 42:47 bahwa puasa ini dianjurkan adalah untuk 42:49 kepentingan kita ya kan. juga seperti 42:53 yang lain-lain. Seperti misalnya salat 42:54 itu Allah menganjurkan kita salat itu 42:56 kan untuk kepentingan kita 42:59 supaya [berdehem] kita bisa 43:00 mengendalikan diri dari perbuatan 43:03 munkar ya kan. 43:05 He 43:05 innasata tanha anil fahsya wal munkar. 43:10 I kan. Nah, tapi sayangnya itu sayangnya 43:13 banyak juga orang-orang yang salat tapi 43:15 dia korupsi misalnya [tertawa] 43:16 ya kan karena dia tidak menegakkan 43:19 salat. Dia hanya salat cepat-cepatan 43:21 seperti hanya memenuhi kebutuhan aja. 43:24 Heeh. 43:25 Pokoknya yang penting salat ini kan 43:27 wajib untuk saya. Jadi saya penuhi 43:28 kewajiban saya 43:30 dengan sungguh-sungguh dan serius. 43:32 Heeh. 43:32 Bukan cuman asal bergerak gitu. 43:34 Iya. Ya. E kalau orang yang salatnya itu 43:37 asal-asalan ya otomatis dia tidak bisa 43:41 ee terhindar dari perbuatan 43:43 ee 43:45 fahisyah dan munkar gitu loh. 43:47 Iya. Iya. Jadi ya salat dengan 43:49 betul-betul bersungguh-sungguh kita ini 43:51 menghadap Allah 43:53 sampai orang-orang yang apa namanya? 43:56 Orang-orang para ulama itu dia kalau mau 43:59 salat itu dia bersungguh-sungguh 44:02 memakai pakaian yang rapi kemudian 44:04 memakai wangi-wangian. 44:06 Kenapa mau menghadap p Allah? 44:09 Iya ya. Kenapa kita tidak ya? Nah, 44:11 [tertawa] kita kadang-kadang pokoknya 44:13 cepat-cepatan aja seolah-olah asal saya 44:15 sudah memenuhiwajiban 44:16 kewajiban saya. Padahal itu salat itu 44:19 sebetulnya adalah tuntunan. 44:21 Bukan sekedar kewajiban. Dia tuntunan 44:23 kepada kita supaya kita terhindar dari 44:26 perbuatan fahisyah dan munkar. Ya. Ya. 44:30 Itu 44:30 di samping gerakannya sendiri. Kalau 44:32 enggak salah saya pernah dengar sujud 44:34 itu luar biasa banget loh untuk 44:36 kesehatan. Heeh. 44:37 Persis. Betul. Iya. 44:39 Bukan cuman sujud kali, Dok. bisa 44:40 jelasin yang 44:41 semua. Iya. Jadi gini, sekarang orang 44:43 itu pada waktu dia itu salat 44:47 ya 44:48 ee mulai dari Allahu Akbar mengangkat 44:50 tangan itu semua sudah apa namanya 44:54 memberikan manfaat untuk kesehatan 44:55 tubuhnya dia. Ya kan ketika dia 44:59 mengangkat tangan itu ee secara 45:04 fisik eh secara psikologis kita itu 45:07 seperti berserah diri kepada Allah. He 45:09 he. 45:09 Iya kan? Tapi harus dirasakan betul. 45:12 Karena pada waktu kita mengangkat 45:14 tangan, apa yang kita ucapkan? Allahu 45:16 Akbar. 45:17 Memuji Allah. 45:18 Allah maha. 45:19 Artinya kita ini kecil gitu loh. Allah 45:22 maha besar. Maka dengan begitu kita 45:24 sadar bahwa kita menghadapi yang maha 45:27 besar bukan menghadapi manusia. 45:30 Kemudian kita ee rukuk gerakan-gerakan 45:33 rukuk ya itu kan memberi manfaat untuk 45:37 kesehatan. misalnya ee apa namanya? 45:39 pinggang kita ya kan. He. 45:42 Kemudian juga ee 45:45 ee pergerakan-pergerakan terhadap 45:47 otot-otot di punggung dan tangan kita 45:50 gitu kan. Di samping tentunya ada unsur 45:54 meditasi juga ya di dalam salat itu. 45:58 Kemudian setelah kita rukuk, kita bangun 46:00 bangkit dari rukuk kemudian kita sujud 46:03 ya. Pada waktu sujud itu apa namanya? 46:07 pendarahan itu masuk 46:09 semua di atas kepala 46:10 ke kepala kita ya. 46:12 Dan pada waktu itulah 46:15 manusia kan dikatakan paling dekat 46:17 dengan Tuhannya itu pada waktu sujud. 46:19 Pada saat sujud. He. 46:20 Karena pada waktu sujud itu kita 46:22 betul-betul meditasinya 46:24 optimal gitu loh. Iya kan? 46:27 He. 46:27 Jadi kita betul-betul kita merasa bahwa 46:29 kita sekarang ini sedang merendahkan 46:32 diri di hadapan yang maha kuasa. 46:36 Jadi seharusnya orang itu salat seperti 46:38 itu. Kalau itu dilaksanakan seperti itu, 46:41 maka kita 46:43 bisa memanfaatkan salat itu sebagai 46:46 suatu aktivitas out of box. 46:49 Masyaallah. Ya. 46:50 Iya. Kan? Makanya kita dikasih lima kali 46:53 sehari 46:54 dan setiap gerakan tidak cukcuk gitu ya 46:58 karena efeknya beda ya. 46:59 Iya. Iya. He. 47:01 Jadi ee lima kali sehari itu kita 47:03 sekarang dari mulai pagi bangun tidur 47:06 kita salat ya kan 47:08 supaya kita ingat bahwa kita 47:09 alhamdulillah kita diberikan masih umur 47:11 panjang kemudian ee kita bersiap-siap 47:15 untuk melakukan 47:17 ee pekerjaan dan sebagainya itu kita 47:20 akan ada di dalam hati kita ini perasaan 47:23 bahwa saya harus menjaga ini, pekerjaan 47:26 saya juga amanah dari Allah. He. 47:29 Kemudian ketika zuhur kita tengah-tengah 47:32 bekerja kita disuruh salat lagi zuhur. 47:34 Iya. 47:34 Ya kan? Ketika kita selesai bekerja kita 47:37 disuruh salat asar. 47:39 Ketika matahari terbenam mulai gelap ya 47:42 kan kita disuruh salat magrib. 47:44 Salat. 47:44 Kemudian ketika kita mau tidur kita 47:46 disuruh salat isya lagi. Ini kan diatur 47:49 demikian. Kita kan gak bisa misalnya 47:52 udah gini aja deh 17 rakaat langsung 47:54 saya selesaikan misalnya gak boleh. 47:58 Karena memang itu sudah diatur oleh 47:59 Allah waktu-waktunya itu di mana 48:01 waktu-waktu itu adalah waktu-waktu kita 48:04 perlu melakukan aktivitas out of box. 48:08 Jadi gerakan out of box itu seperti 48:11 misalnya kita bergerak, rukuk, sujud, 48:13 itu kan kalau dengan logika biasa kan 48:15 sepertinya 48:17 ini apa ini maksudnya gitu kan. 48:19 He. 48:20 Nah, tapi kalau karena itu gerakan out 48:22 of box maka apa yang kita lakukan itu 48:25 memberikan manfaat. ternyata ya. He itu 48:29 melakukan tindakan-tindakan yang tidak 48:31 seperti biasa. Seperti biasa misalnya 48:34 duduk bekerja ya kan atau bekerja di 48:38 ladang orang atau apa itu. 48:41 Ee dengan adanya salat ini maka orang 48:44 disuruh istirahat, suruh mengingat 48:46 kebesaran Allah. 48:48 Masyaallah. 48:49 Heeh. 48:50 Betapa makna daripada salat itu bukan 48:53 hanya penyerahan diri semata, tetapi 48:55 juga kesadaran bahwa 48:58 fisik ini pun kalau sujud tadi kata 49:01 dokter banyak banget manfaatnya untuk 49:04 kepala karena darah semuanya ada di 49:06 situ. Luar biasa banget ya. He 49:07 iya. 49:08 Ini mengenai salat. Kalau soal sedekah 49:11 nih, Dok. Tadi dokter sebutkan 49:13 bersedekah itu 49:16 sebanyak mungkin atau se Nah, kan enggak 49:18 semua orang dompetnya isi nih. 49:20 Iya. 49:21 Sedekah yang enggak terkait dengan 49:23 dompet dengan uang, tapi nilainya bahkan 49:28 bisa jadi justru lebih tinggi itu ee 49:31 kira-kira sedekah apa aja nih, Dok? 49:34 Iya. Contohnya nomor satu seperti yang 49:36 dianjurkan oleh Rasulullah sallallahu 49:38 alaihi wasallam memasukkan rasa bahagia 49:40 ke dalam hati orang mukmin. 49:42 memasukkan rasa bahagia 49:44 ke dalam hati orang mukmin. [berdehem] 49:45 Jadi menghibur 49:47 Oh, oke. 49:48 menghibur saudara kita. Kita misalnya 49:50 ada orang yang sedang dalam kesulitan, 49:53 kita ajak bicara, kita tegur, ya kan? 49:56 Kemudian mungkin kita berikan hal-hal 49:58 yang baik-baik, yang menggembirakan dia. 50:02 Itu dikatakan bahwa itu adalah amalan 50:05 yang sangat utama. 50:07 Masyaallah. 50:08 Heeh. Itu misalnya itu. Iya kan? 50:11 Kemudian tentu juga menebarkan senyum 50:15 ya. Jadi kita 50:16 asal jangan senyum-senyum sendiri. 50:18 [tertawa] Iya. 50:19 Iya kan? Ee kalau kita senyum sendiri 50:22 terus-terusan itu 50:23 dibawa ke gerogol. 50:24 Heeh. Iya. [mendengus] Jadi ee kita 50:27 ketemu dengan saudara kita itu 50:29 Heeh. 50:29 bersenyumlah supaya orang itu juga 50:31 melihat kita itu tidak 50:34 sumpek ya. 50:34 Iya. 50:35 Nah, ini ini termasuk kita juga 50:38 menghibur saudara-saudara kita. He 50:40 gitu. Ada vibrasinya senyum ternyata ya. 50:42 Iya. He. 50:43 He. 50:44 Jadi itu dengan itu maka ee orang yang 50:47 bertemu dengan kita dia akan senang 50:49 hatinya gitu loh. Nah, ini kita juga 50:51 dapat pahala besar. Kalau kita gak bisa 50:54 kasih sedekah yang banyak ya sudah kita 50:56 lakukan hal-hal yang seperti itu. 50:58 Menghibur hati saudara-saudara kita. 51:01 Kemudian banyak menebarkan senyum ya 51:04 kan. Menolong orang-orang yang 51:05 kesulitan. 51:08 Seperti misalnya misalnya ada orang tua 51:11 jalan kelihatannya kok jalannya kok 51:13 susah ini 51:14 kita tuntun dia itu kan pahalanya besar 51:16 sekali. 51:18 Ada orang jatuh di jalan kemudian kita 51:21 angkat supaya berdiri mungkin kita 51:24 berikan air minum atau apa. Itu kan luar 51:27 biasa pahalanya. 51:29 Sedekah tidak mesti dengan uang, bisa 51:32 juga dengan beras. 51:34 Ya, kalau orang tua saya dulu ngajarkan 51:36 kamu bersedekahlah tiap hari kalau bisa. 51:39 Meskipun hanya dengan sedikit beras, 51:42 kamu bisa ngambil di rumah beras. Ada 51:44 orang yang tidak mampu lewat di depan 51:46 rumahmu, kamu bisa berikan kepada dia 51:49 atau berikan makanan. 51:52 Kita kalau pagi kadang-kadang ya ada 51:54 orang-orang yang mohon maaf ya pemulung 51:57 misalnya atau apa yang lewat di depan 51:59 rumah gitu kan. 52:00 Iya. He 52:00 kita berikan sarapan buat dia. Saya 52:02 yakin dia belum sarapan itu. 52:04 Dan pasti rasanya senang banget dia ya. 52:06 Senang sekali. 52:07 Masyaallah. 52:08 Nah, jadi itu hal-hal yang sebetulnya 52:10 tidak sulit orang mengurangi nasi 52:13 sedikit dari nasi kita aja kok. 52:15 Kan itu bukan sesuatu yang berat. 52:19 Tapi kadang enggak kepikiran sih. 52:21 Iya. 52:21 Sesederhana itu padahal ya. 52:23 Iya. 52:25 tadi di obrolan sebelumnya terkait 52:29 dengan ayah ibu yang begitu penting 52:32 posisinya untuk anak-anak kita. 52:36 Kalau zaman sekarang ini apakah langkah 52:39 mereka, tujuan anak-anak kita atau ee 52:43 istilahnya em 52:46 mau jadi apa dan bagaimana itu masih 52:48 cukup besar enggak sih peran ayah bunda? 52:51 Apalagi dengan kondisi yang tadi dokter 52:54 bilang terkait medsos yang sedemikian 52:56 rupa. 52:56 Iya. Jadi ee medsos ini banyak 53:00 pernyataan-pernyataan yang ingin 53:01 memisahkan anak-anak dari orang tuanya. 53:04 Terus terang aja. sehingga muncul 53:07 istilah-istilah kan yang mengatakan 53:08 bahwa oh mereka tuh nak tahu mereka 53:10 tidak hidup di zaman kita. Oh kalau 53:12 mereka memang begitu zaman dulu 53:15 disepelek. Heeh. Disepelekan. Banyak itu 53:17 saya jumpai itu pernyataan-pernyataan 53:19 begitu. 53:20 Jadi ya kita orang tua harus bisa 53:23 mengakomodir perasaan anak-anak kita 53:26 bahwa kita memperlakukan anak di zaman 53:28 ini dengan zaman dulu itu berbeda. 53:30 Heeh. ya kan kalau dulu anak itu kan 53:34 zaman saya masih kecil misalnya tinggal 53:35 diperintah-perintah semua orang tua aja 53:37 kita ikut pasti 53:40 dan orang tua kalau marah ya marahnya 53:42 bisa keras gitu kan kalau zaman sekarang 53:45 anak sekarang gak bisa kita begitu 53:48 jadi kita harus sabar memberikan 53:50 penjelasan kepada di tapi tetap kita 53:54 berpegang teguh pada hal-hal yang 53:56 positif he 53:57 iya kan jadi ee mengenai aturan 54:00 aturan-aturan agama kita tegaskan sama 54:03 dia. Mungkin dia sekali dua kali dia gak 54:06 akan mendengarkan kita. Gak apa-apa kita 54:08 ulang lagi kita ulang. Jangan kalah 54:10 orang tua jangan kalah dalam hal ini 54:12 untuk mempengaruhi anak-anak itu supaya 54:15 ee selalu berpikir positif, selalu apa 54:19 mengutamakan hal-hal yang baik ya kan. 54:22 Nanti lama-lama dia akan sadar 54:24 kapan ya kita gak tahu bisa setahun, 2 54:28 tahun dan seterusnya gitu. Jadi kalau 54:30 saya yang penting itu selalu jadi 54:33 menanya menanyakan kepada anak-anak kamu 54:35 sekarang posisi kalau dia lagi pergi 54:37 kamu sekarang posisinya di mana misalnya 54:39 itu kita tanyakan 54:41 ya kan jangan kita menganggap bahwa wah 54:43 nanti mengganggu dia. Jangan. 54:45 Iya iya. 54:45 Nah kita tanya sama dia, "Kamu sekarang 54:47 posisimu di mana gitu." 54:49 Nah nanti dia akan bercerita mengatakan 54:51 bahwa oh iya saya sekarang sedang di 54:53 sini sini sini. Ya, nanti kita kalau ada 54:55 kesempatan kita suatu ketika dalam 54:57 keadaan rileks, kita akan menanyakan, 55:01 "Saya lihat kamu kok sering sekali pergi 55:03 ke sana itu untuk apa?" 55:07 Kadang-kadang anak-anak kan gak mau 55:08 ditanya begitu. "Saya kan sudah besar 55:11 ini." E gak bisa. [tertawa] Karena orang 55:13 tua itu ya ingat ya, kasih orang tua itu 55:18 sepanjang jalan. Kasih anak sepanjang 55:21 penggalan istilahnya. [berdehem] 55:23 Iya. Anak-anak itu kalau dia anak kita 55:26 itu kalau dia misalnya habis pergi 55:28 pulang bawa kue sedikit itu dia merasa 55:31 sudah cukup. 55:33 Iya kan? Sebetulnya orang tua kan memang 55:35 tidak mengharapkan itu. 55:37 He. 55:37 Iya kan? Tapi dia merasa bahwa itu 55:39 pengabdian sudah cukup merupakan 55:41 pengabdian. Kalau orang tua tidak bisa. 55:43 Orang tua itu sepanjang jalan, sepanjang 55:46 dia masih hidup itu kasih sayangnya akan 55:48 mengalir terus kepada anaknya. Doa tidak 55:51 perlu diminta gitu. Itu anak-anak harus 55:52 tahu, Bu. 55:54 Kadang-kadang kita tidak pernah 55:55 bercerita kepada anak-anak bahwa saya 55:57 doakan kamu setiap hari. 56:00 Iya kan? Terus ee apa namanya? Saya 56:02 menanyakan kamu itu tujuannya untuk apa? 56:05 Kita tanyakan kepada dia misalnya itu 56:08 sehingga anak-anak ini juga 56:10 lama-lama dia akan ada kesadaran sih. 56:12 Biasanya pengalaman saya itu ada 56:15 perubahan tuh pasti akan terjadi 56:16 insyaallah. 56:17 Jadi perlu kehangatan meskipun singkat, 56:21 meskipun hanya sekedar ee bentuk 56:23 kepedulian nanyain 56:25 yang bukan minta jawaban sempurna ya 56:28 sebagai sapaan belaka. 56:30 Iya. Iya. Sapaan. 56:31 Nah, kalau itu orang tua terhadap anak. 56:34 Siapa tahu acara kita juga disimak oleh 56:36 remaja. 56:37 Iya. 56:38 Bagaimana sih di bulan yang mulia ini 56:41 anak-anak kita memperlakukan atau 56:43 melakukan sesuatu yang bisa jadi gagasan 56:46 dokter? menginspirasi mereka terhadap 56:50 ayah atau ibu. 56:52 Iya. Jadi saya sering mengatakan bahwa 56:56 ee orang tua tuh tidak mengharap banyak 56:58 dari anak-anaknya kan. 57:00 He 57:00 dia hanya mengharap dia ingin bahwa 57:03 anaknya itu dalam keadaan baik ya kan 57:06 dan bahagia 57:08 ya kan. Kita kan gak pernah, orang tua 57:10 tuh gak pernah berpikir, "Oh, saya yang 57:13 penting bahagia, kamu gak penting." 57:14 Misalnya gitu kan. Enggak 57:15 enggak ada lah. 57:16 Iya. Jadi orang tua itu selalu ingin 57:19 membuk apa mengetahui apakah posisi 57:22 anaknya itu dalam keadaan selamat, 57:25 bahagia ya kan tidak ada masalah. Jadi 57:29 kalau orang tua membuka komunikasi itu 57:31 ya di harus ditanggapi. 57:34 Anak-anak remaja itu itu mesti 57:36 menanggapi. Misalnya menanyakan tentang 57:38 apa? mengenai tentang sekolah atau 57:41 tentang pergaulan, tentang pertemanan 57:43 dan sebagainya. Dan kita orang tua itu 57:46 harus menanyakan, 57:48 jangan dibiarkan aja. 57:50 He. 57:50 Kita harus menanyakan 57:51 bentuk kepedulian. 57:53 Iya. Dan anak itu harus tahu bahwa 57:55 tujuan orang tua itu bukan mau ikut 57:57 campur. Sebetulnya kan orang tua ikut 57:59 campur juga boleh, berhak dia. 58:01 He. 58:01 Tapi dalam hal ini tujuannya untuk 58:03 meyakinkan dirinya bahwa anaknya itu 58:05 aman dalam keadaan baik. Misalnya 58:07 [mendengus] begitu. 58:10 Ngomong-ngomong soal salat tarawih nih, 58:13 ee Dok, 58:13 iya. 58:14 Untuk lansia yang sudah berkesulitan 58:17 itu rakaatnya yang ideal bagi mereka 58:21 dari sisi kesehatan bagaimana? Adakah 58:24 perbedaannya? 58:26 Ya, kalau orang tua kan sebetulnya bukan 58:28 jumlah rakaat ya. Tentu rakaatnya 58:30 tergantung dari kekuatan dia ya. He. 58:32 Tapi ee di samping masalah rakaat juga 58:36 itu masalah posisinya kan tidak harus 58:39 berdiri dia bisa dengan duduk misalnya 58:41 gitu. 58:42 Tidak harus ke masjid, di rumah juga 58:44 boleh ya kan. Karena di rumah mungkin 58:46 lebih ee lebih rileks. 58:50 Heeh. 58:50 Dan juga ee sebagian orang mengatakan 58:54 salat itu salat tarawih ini kan tarawih 58:56 ini artinya kan santai. 58:57 Iya. Jadi salat tarawih itu tidak harus 59:00 tergopoh-kopoh 59:02 langsung 20 rakaat. Misalnya mau dua 59:04 rakaat istirahat dulu boleh, 59:07 nanti dua rakaat lagi istirahat lagi 59:09 boleh gitu. Jadi tidak harus 59:11 terus-terusan gitu. Pada waktu istirahat 59:13 mungkin dia bisa minum atau ngobrol 59:17 apa-apa juga gak ada masalah. 59:19 Mau berzikir juga boleh gitu loh. Jadi 59:22 prinsipnya salat tarawih ini salat yang 59:25 santai. 59:27 Karena salat yang santai ya diukur 59:29 sesuai dengan kemampuan kita 59:30 masing-masing. 59:32 He jadi ee 59:36 secara physically memang tidak mampu 59:38 sekian puluh-puluh rakaat enggak 59:40 masalah. 59:40 Gak masalah. 59:41 Yang penting bahwa kita melaksanakannya 59:44 dengan sepenuh hati. 59:45 Iya. dan melengkapi. E memang Ramadan 59:48 dilengkapi dengan tarawih ya. 59:50 Iya, 59:51 kayaknya lebih Oke. Kemudian, Dok, 59:54 terkait dengan 59:56 ee 59:58 apa ya? Bulan Ramadan ini kan bulan yang 1:00:01 katanya lebih dari 1000 bulan ya. 1:00:03 Sungguh luar biasa sekali. Ada 10 hari 1:00:05 terakhir nih yang sayang banget kalau 1:00:08 enggak kita optimalkan ibadah yang ada 1:00:10 di situ. Meskipun mungkin sebelumnya 1:00:13 yang 20 hari terakhir agak kurang ee 1:00:16 optimal. Menurut dokter, bagaimana 1:00:19 mengoptimalkan 10 hari terakhir yang 1:00:21 luar biasa ini agar kita enggak merasa 1:00:24 yah gua lewatin gitu. Gimana kira-kira 1:00:26 apa aja? 1:00:27 Iya. Yang pertama adalah menjaga 1:00:29 kesehatan 1:00:30 selama bulan puasa ini dengan apa? 1:00:32 dengan cara selalu ber ee selalu sahur. 1:00:36 Makan sahur 1:00:37 jangan banyak-banyak tapi ya. 1:00:39 Iya. Selalu makan sahur tujuannya supaya 1:00:41 kita energinya cukup gitu kan. 1:00:43 Iya. 1:00:44 Kemudian yang kedua juga ee tidak usah 1:00:47 terlalu 1:00:48 memaksakan diri dalam melaksanakan 1:00:50 ibadah-ibadah itu. Kan ada orang yang 1:00:52 misalnya ee apa namanya? Saya 1 hari 10 1:00:57 juz misalnya. H [tertawa] 1:00:58 iya kan 1 hari 10 juz. 10 juz. yang lain 1:01:00 enggak kebagian waktu tuh 10 juz. 1:01:02 Iya. Itu jadi ee akhirnya apa? Akhirnya 1:01:06 terlalu lelah. He 1:01:08 ya kan. Kemudian juga orang misalnya ee 1:01:13 apa namanya melaksanakan 1:01:17 ya ibadah-ibadah yang tidak wajib ya itu 1:01:21 gak usah terlalu dipaksakan sesuai 1:01:23 dengan kemampuan aja. 1:01:26 Karena kalau terlalu dipaksakan pasti 1:01:27 berakhir dengan sakit dan itu juga tidak 1:01:30 sedikit orang yang begitu. He. 1:01:32 Kemudian kebutuhan makanan diperhatikan 1:01:34 juga pada waktu berbuka. 1:01:37 Bahwa berbuka itu kalau bisa setiap buka 1:01:40 ada makan buah-buahan. 1:01:42 I kan. Kemudian juga makan nasi tidak 1:01:45 perlu banyak-banyak tapi sayur buah. 1:01:50 Kemudian minum. Kebutuhan minum itu 1:01:51 penting juga. 1:01:52 Air bening apa air putih 1:01:54 ya? Air putih ya. putih susu kan air 1:01:56 bening air putih. 1:01:56 Oh. Oh, gitu [tertawa] ya. 1:01:58 Just kidding. 1:01:59 Iya. Heeh. Ya. Jadi e minum air itu 1:02:02 penting sekali. Jadi dosisnya itu 30 cc 1:02:07 per kg berat badan per hari. 1:02:09 Heeh. 30 cc per kg berat badan. Kalau 1:02:13 berat badan Anda 60 kg, maka harus 18 1:02:17 1800. Masyaallah. 1:02:19 Kalau kita jaga kebutuhan cairan 1:02:23 itu akan memberikan 1:02:24 kita badan kita lebih fit. 1:02:26 Dan ini yang seringki pada bulan puasa 1:02:28 tidak dijaga dengan baik masalah minum 1:02:31 ini. 1:02:33 Padahal sih perlu banget ya, Dok ya. 1:02:35 Iya. He. 1:02:36 Itu cairan itu lebih penting daripada 1:02:37 makanan. 1:02:39 Heeh. 1:02:40 Jadi kita kadang-kadang kan makan 1:02:42 macam-macam itu maksudnya supaya kuat 1:02:44 gitu kan, tapi minumnya kurang. Nah, itu 1:02:47 akan memberikan dampak fisik kita tidak 1:02:50 akan kuat gitu dalam menjalani bulan 1:02:52 puasa. Kalau kita gak kuat ya 1:02:54 ibadah-ibadah sunah gak bisa dikerjakan. 1:02:57 Jadi minum 30 cc per kg berat badan per 1:03:01 hari ya nanti dibagi-bagi gitu kan pada 1:03:06 waktu buka mungkin 300 cc 1:03:10 ya kan. Kemudian nanti setelah selesai 1:03:13 makan sebelum berangkat tarawih minum 1:03:17 ya kan 300 cc. Pulang dari tarawih 1:03:19 mungkin bisa minum 600 cc kan 1:03:21 sudah 1200 tu ya. Heeh. 1:03:23 Lha iya heeh sudah 1200 kan. Nah nanti 1:03:26 pada waktu sahur minum lagi. 1:03:29 Kalau dihitung kira-kira ya 1:03:31 jadi deh tuh 1800 ya. 1:03:33 1800 tercapai kan. Nah, itu 1:03:36 betapa pentingnya air bening. Ternyata, 1:03:38 Ikhwan Akhwat, di samping tadi waktu 1:03:40 sahur sebaiknya dengan air putih ya. Air 1:03:42 putih itu maksudnya susu 1:03:44 bukan bening. Oke, Dok. Eh, kita sudah 1:03:46 di penghujung nih ada closing statement 1:03:49 untuk kebersamaan kita di sahur bersama 1:03:53 Rasil. 1:03:54 Iya. 1:03:55 Jadi ee closing statement-nya adalah 1:03:57 pertama bahwa kita manfaatkan kesempatan 1:04:01 puasa ini termasuk di dalamnya ada malam 1:04:06 lailatul qadar yang lebih utama dari 1:04:08 1000 bulan itu kan. 1:04:09 Kenapa? Karena kita belum tentu ketemu 1:04:11 dengan puasa mendatang. 1:04:13 Iya. 1:04:14 Ya, itu yang nomor satu itu. Kemudian 1:04:16 nomor dua juga bahwa puasa ini di bulan 1:04:21 Ramadan ini adalah puasa yang istimewa. 1:04:23 Kita juga mengerjakan puasa-puasa sunah 1:04:25 di luar Ramadan kan. 1:04:26 Tapi puasa di dalam bulan Ramadan ini 1:04:28 puasa yang istimewa. 1:04:30 Karena apa? Bulan Ramadan ini adalah 1:04:31 bulan yang istimewa. Dikatakan ini 1:04:33 adalah bulan bulannya umatku. Kata 1:04:35 Rasulullah. 1:04:36 Iya. 1:04:37 Kenapa? Karena tiap kita mengerjakan apa 1:04:40 aja pahalanya berlipat-lipat 1:04:41 dibandingkan di dengan hari di luar 1:04:43 bulan Ramadan. Makanya kita manfaatkan 1:04:45 bulan Ramadan ini untuk melipat gandakan 1:04:49 ibadah kita, baik ibadah yang wajib 1:04:51 maupun yang sunah. 1:04:53 Ya, karena setelah 1 bulan ini selesai, 1:04:58 kita sudah kembali lagi dalam situasi 1:05:02 normal gitu loh. 1:05:03 He lahir B 1:05:04 dan kita belum tentu ketemu 1:05:06 Ramadan 1:05:06 bulan puasa yang akan datang, Ramadan 1:05:08 yang akan datang gitu. 1:05:10 Maka itu mari kita sambut dengan hati 1:05:15 lapang ya. Marhaban ya Ramadan kan 1:05:18 artinya diterima dengan 1:05:20 hati lapang. 1:05:22 Dan kita isi Ramadan ini dengan berbagai 1:05:25 amal wajib dan sunah yang wajib dengan 1:05:29 seserius mungkin. Kemudian mengerjakan 1:05:31 amalan-amalan sunah bahkan yang tidak 1:05:33 biasa kita kerjakan di luar Ramadan. Di 1:05:35 dalam Ramadan ini kita kerjakan 1:05:37 insyaallah nanti hasilnya optimal. 1:05:40 Masyaallah. 1:05:40 Iya. Terima kasih sekali, Dr. Toha dan 1:05:44 sekali lagi atas kesediaannya hadir di 1:05:48 sahur bersama Rasil mempersuasi dan 1:05:50 memotivasi kita semua. Sekali lagi 1:05:53 terima kasih, Dok dan untuk semua yang 1:05:57 bersama-sama radio silaturahim, baik 1:05:59 radio-radio yang ada di daerah yang juga 1:06:01 ee merelay-acara 1:06:03 dari Radio Silaturahim, selamat 1:06:06 menunaikan ibadah puasa. Billahi taufik 1:06:09 wal hidayah. Wasalamualaikum. 1:06:10 warahmatullah wabarakatuh. 1:06:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:14 wabarakatuh.