Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:22 rahimakumullah. 0:24 Alhamdulillah kita dipertemukan kembali 0:26 di acara perlindungan anak. yang bersama 0:32 Dr. Hamid Pati 5. Kita akan membahas 0:35 sesuatu yang merupakan lanjutan dari 0:40 bahasan di pertemuan kita sebelumnya 0:44 yaitu terkait dengan menguatkan 0:47 ekosistem perlindungan anak di tingkat 0:50 ee desa dan atau kelurahan. Tidak lupa 0:54 salam selawat kita lantunkan untuk 0:56 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:58 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:00 [berdehem] Semoga kelak kita mendapatkan 1:02 syafaat beliau dan dipertemukan dengan 1:05 beliau di saat yang sangat kita rindukan 1:07 di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, Dr. 1:10 Hamid sudah siap di sini kita sapa 1:12 beliau. Asalamualaikum warahmatullahi 1:14 wabarakatuh. 1:16 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? 1:18 Alhamdulillah. Jadi memang perlu 1:21 dilanjutkan karena masih banyak hal-hal 1:23 yang rasanya kurang belum lengkap ya 1:26 terkait dengan ekosistem perlindungan 1:28 anak-anak. Ini kalau enggak salah bagian 1:31 ketiga ya berarti ya. 1:32 Iya. Insyaallah. 1:33 He. Baik. Kita simak ikhwan akhwat 1:37 bagaimana menguatkan ekosistem 1:39 perlindungan anak untuk ee wilayah desa 1:43 atau juga di kelurahan bersama Dr. Hamid 1:47 Patilima. Silakan. 1:49 Baik, terima kasih Bunda. 1:51 Bismillahirrahmanirrahim. 1:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:56 wabarakatuh. 1:57 Waalaikumsalam. 1:58 Para pendengar Radio Rasil dan TV Rasil 2:01 di mana saja berada. Alhamdulillah 2:05 kita masih diberi kesempatan oleh Allah 2:08 untuk berbagi informasi. Insyaallah kita 2:11 akan melanjutkan pembahasan 2:14 kita yaitu terkait dengan ee ekosistem 2:18 perlindungan anak di tingkat 2:22 desa dan kelurahan. 2:26 Ayahanda dan bunda, sebagaimana kita 2:29 telah sampaikan pada beberapa minggu 2:33 yang lalu 2:34 tadiak masuk 2:34 bahwa 2:35 Oh, cuman 2:36 perlindungan anak di tingkat desa itu 2:39 menjadi penting untuk kita coba ee bahas 2:45 bersama-sama dan ini menjadi sangat 2:48 penting juga bagi ayahanda dan bunda 2:51 untuk lebih peduli lagi. Tapi yang 2:56 menjadi penting itu kalau 3:00 kita memperhatikan apa yang dimintakan 3:04 oleh 3:06 pasal 72 3:09 ayat 3 dari huruf A sampai huruf H. 3:14 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. 3:18 banyak peran yang dapat diambil oleh 3:21 setiap orang dewasa 3:24 yang ada di desa atau yang ada di 3:26 kelurahan 3:28 terhadap anak-anak mereka yang ada di 3:30 sekitar mereka. Tapi yang paling penting 3:33 yang perlu kita dorong itu bagaimana 3:36 memastikan setiap anak yang ada di depan 3:39 kita adalah anak kita sendiri. Dan ini 3:44 yang kemudian yang perlu kita bangun 3:47 bersama-sama. 3:49 Pada pembahasan sebelumnya kita sudah 3:52 sampai ke bagaimana memastikan pemenuhan 3:57 hak anak dari aspek kesehatan. Ya, pada 4:01 pertemuan kali ini kita coba ee 4:07 menaruh perhatian 4:09 terkait dengan pemenuhan hak anak dari 4:13 aspek pendidikan, pemanfaatan waktu 4:17 luang dan kegiatan budaya. Dan kemudian 4:20 nanti kita lanjutkan juga terkait dengan 4:24 aspek perlindungan khusus. Ini aspek 4:27 yang kedua dari yang pertama itu 4:30 pemenuhan anak, yang kedua itu adalah 4:33 perlindungan khusus. Nah, ini yang 4:34 kemudian kita coba ee upayakan. Kalau 4:38 bisa informasi ini kita coba tuntaskan 4:41 pada pertemuan ketiga ini. 4:45 Ayah dan Bunda, apa saja yang perlu kita 4:49 ee pastikan terhadap ee pemenuhan hak 4:54 anak atas pendidikan? 4:57 Ah, di sini kita juga perlu ee menaruh 5:01 hormat kepada program ee presiden yang 5:06 kemarin telah meluncurkan 5:09 ada 100 sekolah rakyat 5:12 yang di mana 5:14 ee siswa-siswanya itu direkrut dari 5:18 anak-anak yang orang tuanya 5:22 dalam kategori miskin sehingga Ya, apa 5:26 yang diharapkan oleh 5:30 negara melalui presiden berharap 5:33 anak-anak dari orang tua-orang tua yang 5:36 miskin ini mereka terakses ke 5:39 pendidikan. Ah, pertanyaannya siapa saja 5:43 yang paling tahu terkait dengan 5:46 anak-anak ini yang ada di sekitar kita? 5:49 Tiada lain adalah ayahanda dan bunda 5:53 yang [berdehem] ada di sekitar ee 5:55 anak-anak kita. Nah, untuk itu apa nih 5:59 yang perlu kita coba ee dorong? 6:03 Untuk itu Bapak Ibu yang ada di desa 6:08 atau yang ada di kelurahan dan itu 6:11 sebetulnya 6:13 di mana kita tinggal itu pasti ada 6:17 anak-anak yang mengalami 6:19 kesulitan dalam hal akses kepada 6:23 pendidikan. Dan apa yang perlu kita 6:26 upayakan ini? Salah satunya adalah 6:28 memberikan informasi kepada pihak-pihak 6:32 yang berwenang. seperti saat ini negara 6:38 bagaimana memastikan setiap anak itu 6:41 terakses pendidikan dan adanya 6:45 ee sekolah rakyat kita sebagai orang 6:48 dewasa yang di sekitar anak coba 6:51 menginformasikan informasi ini kepada 6:55 mereka-mereka yang sangat membutuhkan 6:57 dengan memberikan informasi itu kita 7:00 sudah ambil bagian untuk itu coba Pak, 7:04 apa nih yang perlu kita ketahui terkait 7:08 dengan program-program ini? Memang kita 7:11 ketahui hari ini sekolah-sekolah 7:15 rakyat yang didorong itu masih ada di 7:18 ibu kota kabupaten atau di ibu kota 7:21 provinsi, belum sampai ke ibu kota 7:24 kecamatan. 7:26 Ah, untuk itu kan perlu kita ketahui 7:30 bersama-sama anak-anak yang ada di desa 7:34 kita itu harusnya dia terakses kepada 7:38 pendidikan. Ah, pendidikan 7:41 mana saja yang perlu kita ee pastikan? 7:44 Pertama, dari 7:47 aspek pendidikan anak usia dini 7:52 berdasarkan RPJNP. 7:55 ni rencana pembangunan nasional jangka 7:59 panjang 8:00 2025 8:02 2045 8:04 dan itu yang kemudian 8:07 ee mulai dirintis pada RPJMN 8:13 2025-2029 8:16 itu wajib belajar dia langsung 8:20 ke usia atau wajib belajar 13 tahun. He. 8:25 Nah, anak usia dini itu mulai masuk 8:30 terutama di ee akhir 1 tahun menjelang 8:36 dia masuk ke SD, dia sudah masuk ke 8:40 program wajib pelajar ini. Untuk itu apa 8:43 yang perlu kita dorong? berharap 8:47 kalau kabupaten kota yang sudah mendapat 8:51 kategori 8:53 ee salah satu kategori dari kabupaten 8:56 layak anak atau kota layak anak itu 8:59 memastikan 9:02 desa desesa atau kelurahannya itu 9:07 memiliki 9:08 PAUD HI. Apa itu PAUD HI? Itu 9:12 pengembangan anak usia dini. 9:15 holistik integrasi 9:19 berharap 9:20 ada satuan pendidikan anak usia dini 9:26 baik dalam bentuk TK, kelompok belajar 9:31 atau Raudatul Atfal, ustanul atfal itu 9:36 kalau boleh layanannya 9:39 plus 9:40 kalau boleh terintegrasi dengan ee 9:43 Posiandu sehingga 9:46 anak-anak yang ada di TK kita atau yang 9:50 ada di satuan pendidikan anak usia dini 9:53 itu kita ee ketahui perkembangan 9:59 sehingga akhirnya sekolah kita atau PAUD 10:03 kita itu mendapatkan status sebagai PAUD 10:06 HI. H. Bagaimana nih kita memastikan ini 10:10 sebetulnya menjadi peran dari Bunda PAUD 10:14 yang ada di desa. Bunda PAUD di desa itu 10:18 kan dia tidak ee sendiri saja ee 10:21 berperan. Ini butuh dukungan dari siapa 10:25 saja. Kalau di desa itu pasti ada 10:29 kader-kader. Kader pos jandu, kader 10:34 satuan ee apa? Tugas perlindungan 10:38 perempuan dan anak itu banyak tuh. Coba 10:41 kita harus memastikan apakah anak cucu, 10:45 keponakan kita sudah teraksis tidak ke 10:49 PAUD HI? 10:51 Kalau belum, ini yang perlu kita dorong 10:55 bersama-sama. 10:57 atau mungkin di beberapa rumah ibadah 11:01 seperti di masjid-masjid itu ada ee 11:05 taman ee pengajian Al-Qur'an 11:09 ini yang kemudian kalau boleh TPA-nya 11:12 itu 11:14 terintegrasi juga dengan Posiandu 11:16 sehingga kita akan tahu bagaimana ee 11:19 proses tumbuh kembang anak-anak yang ada 11:22 di desa sehingga kalau ini segera 11:28 ee terlaksana atau anak-anak kita itu 11:32 terakses, 11:34 orang dewasa terutama kepala desa akan 11:37 tahu bagaimana kondisi dari anak-anak 11:40 yang ada di desanya, terutama dari aspek 11:43 ee pertumbuhan dan perkembangan anak. 11:47 terutama ada enam aspek perkembangan 11:50 yang tidak perlu kita bahas hari ini. 11:53 Tapi ini menjadi poin-poin penting 11:56 supaya setiap anak-anak usia dini itu 12:01 sejak dari awal terdeteksi 12:05 apakah mereka itu benar-benar sudah 12:09 terbaca bakat dan minatnya. Lalu 12:12 kemudian enam aspek perkembangannya itu 12:15 benar-benar ee 12:18 berkembang dan ini menjadi 12:22 dasar kita untuk terus mendorong 12:26 anak-anak yang ada di desa kita itu 12:29 selalu terakses ke pendidikan. 12:33 Ah, bagaimana dengan anak usia SD ini? 12:38 Sekarang 12:39 ee di Kementerian 12:42 Pendidikan ee itu dulu mendorong adanya 12:48 program transisi anak usia dini 12:52 he 12:52 ke SD. Ah, bagaimana? 12:56 Apakah di desa-desa kita sudah punya 13:00 enggak informasi terkait dengan ini atau 13:03 program-program terkait dengan hal yang 13:07 kita baru sebutkan tadi? Transisi anak 13:10 usia dini ke SD, 13:13 terutama anak-anak yang ada di range 13:17 usia kelas 1 dan kelas 2 SD karena itu 13:21 masih di bawah 8 tahun. Dan kalau kita 13:27 telah memastikan anak-anak yang dari 13:31 PAUD lalu dia masuk ke SD atau ke 13:35 sanawiyah kelas awal dan itu mereka 13:39 mampu bersosialisasi 13:41 itu yang kemudian menjadi ee hal dasar 13:46 dan itu yang kemudian memudahkan 13:48 anak-anak kita menyesuaikan diri dengan 13:51 sekolah-sekolah 13:53 yang baru 13:55 karena nanti mereka akan menetap di sana 13:58 itu selama 6 tahun. mana nih mereka 14:00 harus ee terpastikan 14:03 apa nih peran kita sebagai orang dewasa 14:07 yang ada di desa untuk menciptakan 14:10 ekosistem perlindungan anak untuk 14:13 memastikan salah satunya adalah 14:15 memastikan setiap anak usia SD itu 14:20 mereka terakses ke pendidikan. Ah, 14:23 bagaimana 14:25 kalau di antara anak-anak itu ada yang 14:29 tidak lagi terakses ke sekolah? ini yang 14:32 kemudian 14:34 ada solusi-solusi 14:36 yang perlu kita ee perkenalkan kepada 14:41 orang tua atau kepada ee aparat desa 14:45 bahwa ada juga program untuk memastikan 14:49 kalau ada anak-anak yang tidak mau lagi 14:53 bersekolah ke sekolah formal itu yang 14:55 kemudian dia diselurkan ke 14:57 sekolah-sekolah informal atau kita mulai 15:01 kenal dengan program homeschooling. Nah, 15:04 ini coba kita memastikan ini agar apa? 15:08 Agar anak-anak 15:11 kita itu semuanya terakses ke pendidikan 15:15 dan ini yang kemudian menjadi satu 15:17 kekuatan bagi negara ini memiliki SDM 15:23 yang memiliki ee pendidikan. Nah, ini 15:27 ini coba kita ambil bagian. Kalau tidak 15:30 juga kita perlu mendorong 15:33 sekolah-sekolah itu masih banyak sekolah 15:36 yang kolot. Artinya 15:39 mereka memaksakan apa yang menjadi ee 15:45 apa yang sudah diatur dari tingkat 15:48 nasional itu mereka tidak segera 15:50 mengadaptasi. Karena di beberapa desa 15:53 itu ada anak-anak 15:57 selalu diminta perannya oleh orang tua, 16:00 terutama pada saat musim-musim tertentu. 16:04 Misalnya kalau anak-anak yang di daerah 16:08 ee pantai atau nelayan itu ada 16:12 musim-musim 16:13 panen ikan itu yang kemudian ada 16:16 beberapa anak terganggu sekolahnya dan 16:19 akhirnya mereka tidak masuk sekolah 16:23 karena diminta atau me 16:29 mengambil bagian agar mereka dapat 16:32 membantu orang tua. 16:34 atau membantu tetangganya yang menjadi 16:36 nelayan dan akhirnya mereka tidak 16:39 bersekolah. Dan karena mereka asik pada 16:43 musim-musim itu, mereka 16:47 mendapatkan uang yang banyak dari hasil 16:50 penjualan ikan dan itu yang kemudian ee 16:54 merubah ee pemikiran mereka. Buat apa 16:58 sekolah? Sekolah kan mau cari uang. 17:00 sekarang mereka sudah dapat uang dan ini 17:03 yang kemudian ada sekolah-sekolah yang 17:07 masih ngotot bahwa anaknya itu harus 17:10 hadir ke sekolah tapi coba mulai 17:12 dipikirkan ke depan ada program-program 17:16 dari sekolah-sekolah yang ada di desa 17:18 atau di kelurahan itu menyesuaikan diri 17:22 dengan kondisi anak-anak dan itu tidak 17:26 semua anak hanya ada beberapa anak dan 17:28 itu yang kemudian dan anak tersebut kita 17:32 perlakukan secara khusus dan itu yang 17:34 kemudian kita masuk ke kelompok 17:37 pembahasan penan khusus itu nanti Bunda 17:39 ee tapi terkait dengan pendidikan 17:42 ada ee 17:45 upaya-upaya atau inovasi-inovasi yang 17:47 dapat dikembangkan oleh sekolah-sekolah 17:49 yang ada di desa itu mengirimkan ee 17:53 gurunya atau 17:56 memberikan satu keleluasaan kepada anak 18:00 itu 18:02 dia tetap 18:04 dapat membantu kedua orang tuanya, tapi 18:06 dia tetap terakses ke pendidikan. 18:09 Seperti yang kita alami waktu ee Covid 18:12 Bunda Nuning. 18:13 He. 18:13 Ayahanda dan Bunda pasti punya 18:15 pengalaman kan anak-anak tersebut dia ee 18:20 belajar secara online dan ini dapat kita 18:23 upayakan di beberapa kasus ya. ada 18:26 beberapa anak yang berprestasi dia 18:28 misalnya ee di aspek ee olahraga atau 18:32 kesenian karena dia harus konsern kepada 18:37 pelatihan supaya saat pertandingan dia 18:40 dalam kondisi ee fit lalu kemudian dia 18:45 dapat meemberikan 18:47 apa 18:49 ee hasil yang menyenangkan. Otomatis ada 18:52 beberapa hal yang harus dia hindarkan. 18:55 atau yang harus dia ee tidak lakukan. 18:59 Nah, seperti anak-anak nelayan ini. 19:01 Begitu juga dengan anak-anak petani 19:05 atau anak-anak yang tinggal di 19:08 perkebunan. Nah, ini yang kemudian 19:11 mereka itu di musim-musim menanam atau 19:14 di musim-musim 19:16 panen 19:17 panen atau pada saat musim untuk 19:20 mengolah tanah itu mau tidak mau mereka 19:24 ee ambil bagian untuk membantu orang 19:28 tuanya. Sebetulnya orang tuanya tidak 19:30 meminta anak tersebut, tetapi karena 19:33 anak ee terus memaksa, akhirnya dia ee 19:37 ikut. Akhirnya ada beberapa waktu anak 19:41 tersebut tidak dapat mengikuti 19:46 pendidikan. 19:47 Dan ini yang sebetulnya kalau di desa 19:51 itu ee orang-orang dewasa yang punya 19:54 pemikiran yang progresif untuk kemudian 19:57 meminta sekolah-sekolah yang masih kolot 19:59 itu dapat menyesuaikan dengan kondisi 20:03 anak. Insyaallah 20:05 tidak ada satuun anak di desa itu yang 20:09 tertinggal atau tidak bersekolah. 20:13 Tinggal bagaimana nih ee kita dari orang 20:17 dewasa yang ada di desa untuk memastikan 20:21 ini? Ini butuh ee dukungan, butuh 20:25 perhatian dan tidak kalah penting benda 20:29 nuning 20:29 itu butuh kerelawanan. Nah, ini 20:34 sebetulnya di desa-desa kita itu banyak 20:36 potensi-potensi yang ada. Tetapi ee 20:40 kadang-kadang belum muncul dalam ee 20:43 kebiasaan kita itu memastikan bahwa 20:46 setiap anak yang ada di depan kita 20:50 adalah anak kita sendiri. Nah, nih coba 20:53 mulai kita ee pikirkan bersama-sama. 20:57 Atau ada upaya lain lagi kita terus 21:01 mendampingi anak-anak yang tidak 21:04 bersekolah itu untuk terus dia di 21:08 sampaikan berbagai informasi yang 21:11 kemudian ee mengguah diri dia bahwa 21:16 bersekolah itu menjadi sangat penting 21:18 karena banyak orang-orang yang ee merasa 21:24 dia gagal di bidang pendidikan karena 21:28 dulunya tidak ada orang yang 21:30 terusmenerus ee memotivasi 21:34 itu menjadi poin penting seperti kami 21:36 dulu kami itu pernah Bunda Nuning 21:40 he 21:41 2 tahun tidak ikut sekolah karena memang 21:44 asik kami diap pantai asik nangkap ikan, 21:48 jualan ikan tapi karena ada ee kebetulan 21:54 kakak saya ee ee diangkat jadi guru SD 21:59 dan itu di daerah jauh dari tempat kami. 22:04 Akhirnya 22:05 saya diboyong ke 22:07 tempat ee beliau mengajar dan 22:10 alhamdulillah sampai akhir saya harus 22:13 atau saya dapat gelar doktor. Coba 22:15 bayangkan tuh [tertawa] ee peran dari 22:19 satu individu yang ee mengajak kita 22:23 akhirnya 22:25 kita sampai ee berpendidikan, mengakses 22:28 pendidikan sampai ke Universitas 22:31 Indonesia lalu kemudian sampai bergelar 22:34 doktor itu karena ada orang dewasa di 22:38 sekitar kita yang mau ambil bagian. Coba 22:43 setiap diri kita untuk me di mana saja 22:48 kita temui anak-anak itu. Temui di 22:51 musala, di masjid, di pantai, di pasar, 22:54 lalu di mana saja. Itu yang kemudian 22:58 kalau setiap orang dewasa di desa itu 23:02 pembicaraannya bagaimana ya? Setiap 23:05 anak-anak di desa kita ini bersekolah 23:07 seperti anak kita. Ada juga orang saya 23:11 tidak mau anak-anak saya itu tidak 23:14 bersekolah seperti saya tidak pernah 23:16 bersekolah. Itu juga menjadi salah satu 23:18 ee pendorong untuk memotivasi. 23:21 Jadi, ayo turun tangan ambil bagian 23:25 untuk kita harus memastikan apalagi pada 23:28 periode pemerintahan 23:31 ee 23:32 Prabowo ini ada potensi untuk itu dengan 23:37 beliau membuka sekolah rakyat itu 23:40 otomatis memastikan 23:43 ee setiap anak dari keluarga-keluarga 23:46 terutama orang tua-orang tua yang sumber 23:50 penghasilannya nya itu tidak 23:52 berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan 23:56 anak-anaknya sehingga mereka memilih 24:01 lebih baik memenuhi kebutuhan makan 24:03 daripada harus bersekolah. Tapi hari ini 24:06 anak-anak tersebut dari orang tua-orang 24:08 tua yang tidak berkecukupan itu akhirnya 24:11 terakses ke pendidikan. Tetapi ada 24:14 tantangannya tuh. Kita pernah dengar tuh 24:17 ada anak-anak yang sudah diajak ke 24:20 sekolah, ada juga yang ee kabur. 24:23 Alasannya apa? Kangen sama orang tuanya. 24:26 Kemarin juga kita bisa lihat ee 24:28 pertemuan Presiden dengan anak-anak di 24:30 Margaguna itu. Pertanyaan Presiden, 24:32 "Bagaimana? Kangen enggak dengan orang 24:34 tua?" kangen, tapi mereka sangat ee 24:38 antusias seperti 24:41 ee pada saat peluncuran itu 24:45 Presiden mendengarkan cerita dari anak 24:49 NTT Bunda Nuning. 24:51 Heem. 24:52 ee dia sangat ee senang walaupun dengan 24:57 ee kangen yang tingkat tinggi, tetapi 25:00 ada di ujung suara anak itu yaitu ada 25:05 motivasi dari kedua orang tuanya yang 25:09 ingin anaknya itu akan membebaskan dari 25:12 keluarganya dari kemiskinan karena dia 25:15 ee terakses kependidikan. Ah, di sekitar 25:19 kita itu banyak anak-anak seperti itu. 25:22 Dia mau bersekolah tetapi ee tidak ada 25:28 yang menggerakkannya atau yang 25:30 memberikan informasi. ini kalau boleh 25:33 ini coba setiap orang tua yang ada di 25:36 sekitar anak-anak kita 25:38 kalau boleh cari informasi terkait 25:42 dengan bagaimana anak-anak yang ada di 25:44 sekitar kita itu terakses ke pendidikan 25:48 menjadi penting. Kemudian yang kedua ini 25:54 apa? desa atau kelurahan yang memiliki 25:58 ekosistem perlindungan anak itu salah 26:02 satu tandanya itu 26:06 anak-anaknya 26:08 terakses ke tempat-tempat 26:11 pengembangan diri dia. Pengembangan diri 26:14 dia itu terutama keterampilan. 26:17 Pasti ayahanda dan bunda berharap 26:22 anak-anak kita itu dia tidak hanya ee 26:26 mendapatkan pengetahuan yang banyak dari 26:29 sekolah, tetapi perlu juga pengembangan 26:33 keterampilan. keterampilan ini menjadi 26:37 modal ee menjadi modal pada saat dia 26:41 nanti 26:43 dewasa atau pada saat dia diberi 26:46 kepercayaan untuk menjadi pekerja baik 26:49 itu pekerja ee formal, informal, swasta, 26:54 maupun di ee sebagai aparatur sipil 26:58 negara atau jadi TNI Polri itu 27:01 keterampilan Jadi sangat dibutuhkan. 27:05 Untuk itu coba keterampilan apa saja 27:08 yang perlu kita beri akses kepada 27:11 anak-anak kita. Dan yang tidak kalah 27:14 penting juga kalau boleh ee di desa-desa 27:18 kita itu ada orang-orang 27:21 benaring. Kita tidak pernah sadar tuh 27:23 ada di desa kita ada orang yang memiliki 27:26 public speaking yang ee mumpuni dan dia 27:31 sebag rata-rata mereka itu jadi MC di 27:36 desa tuh. He. 27:37 Acara kematian, acara ee kelahiran atau 27:41 pesta perkawinan atau acara-acara di 27:45 desa itu mereka selalu diminta untuk 27:48 menjadi MC. 27:49 Kebayang tuh. 27:50 Iya. ee orang yang memiliki kemampuan 27:56 tersebut lalu kemudian mengajak 27:58 anak-anak yang ada di sekitarnya untuk 28:01 berlatih bersama-sama 28:03 agar 28:05 ada penerus bagi diri dia kelak nanti. 28:09 Dan itu menjadi penting. Tapi yang tidak 28:12 kalah penting itu adalah keterampilan 28:16 memasak. Bonduning 28:17 coba 28:19 kok bisa ya orang Lamongan itu sampai 28:22 ada di pegunungan Papua, sampai ada di 28:26 Karimun, di Natuna juga saya ketemu tuh. 28:30 Ah ini orang Lamongan. Apa nih kelebihan 28:34 orang Lamong? Ternyata dari tis rasa. 28:38 He he. 28:40 Dari Tegal. apa itu masakan Tegal itu 28:43 semua tapi juga orang Padang. Tapi tidak 28:48 kalah penting saya 28:50 ee sudah diberi kesempatan oleh Allah 28:54 untuk keliling ke berbagai daerah. 28:57 Ternyata itu semua orang pasti makan, Bu 29:00 Nuning. 29:01 Coba bayangkan kalau anak-anak di desa 29:05 itu 29:07 dilatih untuk mengenal berbagai jenis 29:12 makanan, masakan itu yang kemudian kalau 29:16 itu menjadi bagian dari dia, insyaallah 29:21 dia mau di mana saja dia tidak bakal itu 29:24 ee kekurangan. 29:27 dia tidak bakal kehilangan atau dia 29:30 tidak akan merasa ee hidupnya jadi ee 29:35 beban orang lain 29:37 karena dia punya 29:39 kelebihan mau apa saja dia bisa tuh 29:42 suatu keterampilan tuh. Lalu yang tidak 29:45 kalah penting Bunda Nuning adalah 29:48 ada di desa itu atau di kelurahan ada 29:51 orang yang 29:54 kalau di setiap pesta itu selalu diambil 29:58 tenaganya untuk merias. Oh, oke. 30:01 Di setiap desa atau di setiap kabupaten 30:05 kota itu pasti 30:07 ada tradisi-tradisi untuk menghias 30:10 panggung, menghias tempat-tempat 30:13 perkawinan atau acara-acara yang 30:15 berkaitan dengan kebudayaan 30:18 seperti yang ada di Bali. Benoning 30:20 dari setiap 30:22 bangun tidur lalu tidur lagi. Itu itu 30:25 kan semua dengan ee kebudayaan 30:29 itu kan. 30:30 [mendengus] 30:30 ada hasil-hasil karya yang dihasilkan 30:33 oleh ee mereka yang kemudian bisa 30:36 diuangkan. Coba bayangkan kalau ada 30:39 orang-orang dewasa yang ada di desa itu 30:43 mengajak nih, "Ayo anak-anakku ee 30:47 penerus-penerusku 30:48 kan aku ini mungkin umurnya tidak lama 30:52 lagi. Aku pengin berbagi nih 30:56 keterampilan 30:57 membuat apa? merubah daun kelapa menjadi 31:01 ee penghias pelaminan, 31:05 ee panggung-panggung, 31:07 tenda-tenda perkawinan atau 31:09 upacara-upacara. Kebayangkan Bunding, 31:11 Janur jadi keren, ya. 31:12 Janur jadi keren. Dan itu yang kemudian 31:16 itu Bunda Nuning, kalau anak itu ke kota 31:20 lalu kemudian dia mungkin sudah tidak 31:24 ada nih tempat 31:26 atau orang yang dapat merekrut dia tuh. 31:29 Tapi coba kalau dia perlihatkan dia 31:31 memiliki kemampuan untuk 31:33 meng 31:34 menghias janur 31:35 janur atau merubah daun kelapa menjadi 31:39 sesuatu atau merubah satu benda yang 31:42 tidak berbentuk menjadi ee menarik 31:46 itu semua orang-orang dari desa tuh. 31:49 Iya. 31:49 Kebayang mereka itu nanti masuk ke kota, 31:52 masuk ke di mana mereka akan. Tapi siapa 31:57 nih yang akan memulai ini kalau bukan 31:59 orang dewasa yang ada di sekitar desa 32:02 dan yang kemudian menjadi amal jariah 32:05 kalau itu menjadi sumber penghasilan 32:09 dari anak tersebut pada saat dia dewasa 32:11 dan dia akan selalu mengingat 32:14 orang-orang yang telah merubah diri dia 32:17 sehingga yang tadinya tidak tidak ada 32:21 apa-apa menjadi apa-apa. He. 32:24 Ayo coba bagaimana nih kita membangun 32:28 ini semua? 32:30 [mendengus] Insyaallah kalau kita sudah 32:32 mulai turun, insyaallah bakal itu dari 32:36 aspek ee yang kecil-kecil Bunda Nuning 32:41 sekarang nih, Bunda Nuning pasti setiap 32:45 ee orang dewasa yang ada di desa itu 32:49 dilebihkan kemampuan bela diri. 32:52 Oke. 32:53 Silat. 32:54 karate atau 32:57 ee gulat ya. Ada beberapa daerah itu 32:59 punya gulat. Ada ah coba kita himpun nih 33:03 anak-anak yang ada di desa dengan 33:07 fasilitas alat kadarnya. Dan ini kalau 33:12 sebetulnya di dana desa itu Bunda Nuning 33:15 sudah ada tuh ee mata anggaran untuk 33:17 mendukung. Tetapi karena kepala-kepala 33:22 desa jarang menginformasikan atau pada 33:25 saat rapat Musrembang desa mereka hanya 33:30 lebih ke fokus ke infrastruktur tetapi 33:34 tidak ke hal-hal yang kita bicarakan ini 33:37 dan itu ee terabaikan 33:40 dan coba ini coba pada saat Musrembang 33:44 desa itu atau Musrembang kelurahan masuk 33:48 suka nih ide-ide yang terkait bagaimana 33:51 nih ee memastikan 33:54 dari setiap dusun itu ada ee 34:01 program-program untuk peningkatan 34:04 kemampuan anak di bidang bela diri. Wah, 34:08 coba apa nih keuntungannya Bunda Nuning 34:11 kalau setiap anak itu diberi kemampuan 34:16 bela diri? 34:19 Insyaallah kalau setiap anak 34:23 dia dibekali dengan bila diri 34:26 itu akan memunculkan ketenangan yang 34:31 lebih tinggi lagi. 34:34 Akan memunculkan rasa percaya diri dia. 34:39 Tetapi yang tidak kalah penting adalah 34:42 membangun rasa hormat diri dia kepada 34:46 orang lain. 34:47 Karena dia sudah memiliki ee empati 34:53 mereka. Dia sudah dilatih untuk 34:55 memproteksi diri 34:57 untuk menghindarkan dari hal-hal yang 35:00 negatif ke arah-arah yang positif. 35:04 Jangan katakan kalau anak-anak sudah ee 35:08 terlatih bela diri nanti dia menjadi 35:10 anak arogan. Ah, di beberapa daerah itu 35:13 masih ada seperti itu karena salah 35:17 bimbingan terutama dari 35:19 ee pemilik-pemilik sanggar. kita tidak 35:23 ee perlu menutup mata di beberapa tempat 35:26 yang ada daerah-daerah ee sanggar 35:29 persilatan itu atau mereka kalau pada 35:33 saat upacara pengukuhan itu konvoi di 35:36 jalan dan itu yang kemudian membuat ee 35:40 orang lain terganggu dan terjadinya 35:44 tawuran itu ada 35:45 sebetulnya 35:47 itu menyalahi makna dari tujuan mereka 35:53 dilatih untuk belajar silat atau 35:57 tekwondo atau karateka 36:00 atau ee tinju atau apa. Nah, ini ini 36:05 coba pasti di setiap desa itu ada 36:10 tokoh-tokoh pemuda atau ada orang-orang 36:13 tua dulu yang berprestasi yang me 36:17 banggakan ee daerahnya. kita agak 36:21 sedikit 36:23 iri 36:24 dengan 36:26 ada tokoh-tokoh ee olahragawan di 36:29 Lampung yang setiap tahun atau setiap ee 36:34 pekan olahraga baik di tingkat nasional 36:38 ee ASEAN, Asia dan Olimpiade itu mereka 36:42 menyumbang medali. 36:43 Heeh. dari apa ee fasilitas yang ala 36:48 kadarnya. Tapi kemudian sekarang mereka 36:51 sudah mendapat perhatian itu menjadi hal 36:53 yang sangat positif. Tapi coba bayangkan 36:56 kalau itu sudah mulai dikembangkan dari 37:00 desa dan setiap orang dewasa di desa itu 37:05 nih perlu juga di ee beri bekal kepada 37:08 mereka nih 37:09 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2022 37:14 tentang keolahragaan. Nah, coba 37:19 negara itu sangat 37:22 menaruh perhatian, menaruh respek kepada 37:25 desa-desa yang me 37:29 lahirkan para para olahragawan. He 37:33 menjadi penting. Tapi ini yang tidak 37:36 kalah penting juga ada satu 37:38 undang-undang kalau boleh orang desa 37:39 juga baca undang-undang ini ya atau 37:42 orang-orang dewasa di desa itu 37:43 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2009 37:48 tentang pemajuan kebudayaan. 37:52 He 37:52 kebayang kalau setiap desa tuh memajukan 37:58 kebudayaannya 38:00 tadi dari makan pakaian seperti kita 38:04 juga sangat iri dengan orang-orang di 38:07 NTT. Setiap ee di sana kalau di NTT 38:11 benar-benar setiap anak perempuan itu 38:14 harus menghasilkan tenun. 38:17 Heeh. Dan itu yang kemudian nanti jadi 38:19 bekal dia untuk ee mahar ya. 38:22 He. 38:23 Kebayang tuh kalau setiap anak-anak di 38:25 desa kita itu dia tetap ee diperkenalkan 38:29 dengan budaya lalu kemudian olahraga 38:33 yang kemudian itu menjadi salah satu 38:37 modal dia nanti saat dia tinggal di kota 38:41 atau di mana saja dia akan berada. Buun 38:44 Bunun Ning, kalau seseorang diketahui 38:47 dia memiliki ee apa 38:49 keterampilan 38:50 keterampilan bela diri 38:52 itu orang akan segan kepada diri dia 38:56 dan otomatis dia juga akan segan kepada 38:58 orang lain karena dia sudah memiliki ee 39:02 kemampuan pengendalian diri. Mulai kapan 39:05 ini, Bundoning? Kalau bukan dari 39:08 anak-anak dan siapa yang dapat melakukan 39:11 ini kalau bukan orang dewasa yang ada di 39:14 desa atau di kelurahan. Kalau kita 39:17 tunggu pemerintah, oh pemerintah itu 39:20 akan lahir dari orang-orang peduli. 39:22 He. 39:23 Karena sejak dari desa, di desa dan di 39:26 kelurahan dia tidak pernah diajarkan 39:28 atau diberi ee pengalaman untuk 39:31 kepedulian, dia tidak bakal akan peduli. 39:34 Ini menjadi penting juga. Ini juga perlu 39:36 kita ketahui kenapa tuh ee kok 39:41 olahraga-olahraga berprestasi itu lahir 39:43 dari orang-orang yang peduli, tidak 39:47 lahir dari orang-orang yang [tertawa] 39:50 ini menjadi penting kepedulian kita ini 39:53 yang kemudian akan memberi berkah kepada 39:56 orang lain. ini dari aspek ee pendidikan 40:01 lalu kemudian aspek pengembangan diri 40:04 anak yang akhirnya ini harus kita ambil 40:09 bagian. Kalau kita berharap kepada orang 40:12 tua dari anak-anak tersebut, mereka 40:15 pengin anak-anak itu memiliki apa yang 40:19 kita bicarakan. Tapi kepada kepada siapa 40:23 mereka mencari 40:26 informasi lalu mendapatkan dukungan? 40:29 Kalau berharap dari kepala desa, kepala 40:31 desa 40:33 sibuk untuk mengelola ee anggarannya. 40:37 Saking sibuk untuk mengurus ee 40:39 anggarannya terkait dengan administrasi, 40:42 harusnya ada program-program yang 40:43 penting untuk dikembangkan. Itu tidak 40:45 jalan. Apalagi kalau ada sistem blocking 40:49 dari kepala desa yang hari ini menjadi 40:53 pasien dari jaksa. 40:55 Kalau kita lihat dari media-media online 40:58 banyak itu kepala-kepala desa yang tidak 41:01 amanah 41:02 yang kemudian dia ee menyalahgunakan 41:06 kewenangan dalam pengelolaan anggaran ee 41:09 desa yang banyak. Apalagi ini Bunda di 41:13 desa nanti ada ee koperasi 41:18 merah putih dan itu juga dominan dari 41:22 kepala desa itu. 41:24 He. 41:25 Ah untuk itu kalau boleh setiap warga di 41:29 desa atau di kelurahan ayo jangan 41:32 biarkan orang-orang di pemerintah desa 41:35 itu jalan sendiri. Akhirnya mereka ee 41:40 menyalahgunakan keenangan kalau kita 41:42 tidak ee 41:45 dorong, kita tidak ambil bagian. 41:47 Terutama mengingatkan bahwa 30% 41:53 penduduk dari sebuah desa itu adalah 41:56 usia anak dan 30% ini Bunda Nuning 5 42:02 sampai 10 tahun akan jadi orang dewasa. 42:04 Iya, pasti. Insyaallah. Coba bayangkan 42:06 30% ini mereka sudah dibekali dengan 42:10 berbagai pengetahuan terutama pendidikan 42:14 dari PAUD, SD lalu SMP. Kemudian mereka 42:18 tetap terakses ke SMA, SMK karena 42:23 masih banyak desa atau kabupaten kota 42:26 itu anak-anaknya putus sekolah terutama 42:30 di usia SMP dan SMA atau SMK. Ah ni 42:35 kalau boleh ke depan Indonesia itu tidak 42:37 ada lagi orang yang tidak putus sekolah. 42:40 Semua bersekolah dan itu yang kemudian 42:42 kalau kita telusuri di desa akhirnya 42:45 kita akan ketahui berapa persen penduduk 42:49 yang ada di desa itu yang berpendidikan 42:52 yang dan yang tidak berpendidikan. Lalu 42:54 kita akan ketahui berapa persen warga 42:58 desa itu yang memiliki keterampilan dan 43:02 yang tidak memiliki keterampilan. Dan 43:04 kita berharap ke depan tidak ada lagi 43:07 orang-orang yang menjadi beban dari ee 43:10 desa karena mereka menjadi orang-orang 43:12 yang produktif di bidangnya 43:15 masing-masing. Dan itu yang semua bisa 43:17 terwujud kalau 43:20 setiap warga desa merasa bahwa anak yang 43:23 ada di depan dia adalah anak dia 43:26 sendiri. Nah, ini dari aspek ee terakhir 43:29 dari ee pemenuhan anak-anak. Lalu 43:32 kemudian bagaimana dengan perlindungan 43:35 khusus? Ah, kemarin saya di Kota 43:39 Tangerang itu berjumpa dengan 43:43 perwakilan dari 104 kelurahan dan 13 43:47 kecamatan untuk peningkatan kapasitas di 43:51 bidang 43:52 ee satuan 43:54 ee satgas, satuan tugas perlindungan 43:58 perempuan dan anak. Bu tumbuh. 44:03 membicarakan tentang apa. Mereka diberi 44:07 peran sebagai 44:10 individu 44:11 yang ambil bagian. Kalau boleh 99% 44:18 peran mereka itu 44:20 adalah mensosialisasikan 44:24 berbagai peraturan perundangan ke 44:27 warga desa. 44:29 Kalau boleh ayahanda dan bunda untuk 44:33 mencatatnya peraturan-peraturan apa saja 44:36 yang menjadi penting untuk diketahui 44:38 oleh setiap orang di desa yang kemudian 44:41 itu disosialisasikan oleh orang-orang 44:44 dewasa di sekitar anak-anak. Pertama, 44:48 mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 23 44:53 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. 44:57 Bahannya dari mana? ketik aja di Google 45:01 itu pasti dapat PDF. Ah, PDF-nya itu 45:05 kita simpan di ee 45:10 handphone kita. He. 45:11 Lalu kemudian kita share ke ee setiap 45:16 anggota di WA kita 45:19 kita kirim. 45:20 Iya. 45:21 Lalu kalau ada orang dewasa yang 45:23 bertanya, "Tumben hari ini kok kirim 45:25 undang-undang? Ada apa nih?" Wah, pasti 45:28 ini orang yang sudah mau ee bertanya. 45:33 Kalau mau bertanya itu berarti dia 45:35 pengin tahu lebih dalam lagi. 45:38 Ah, di situlah peran kita untuk 45:40 menjelaskan. Berarti para pendengar 45:43 radio Rasil ini coba ambil bagian untuk 45:45 ambil aja Undang-Undang Nomor 23 Tahun 45:48 2002 tentang perlindungan anak. ambil 45:53 kita sosialisasi itu. Kemudian yang 45:55 kedua, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 46:00 tentang ee 46:03 penghapusan kekerasan dalam rumah tangga 46:07 itu kita sosialisasi itu. 46:08 He. 46:09 Kirim kalau boleh setiap hari satu pasal 46:12 gitu. [tertawa] Ada orang tanya, "Wh, 46:15 kok jadi ahli hukum sekarang?" Nah, itu 46:18 menjadi amal ibadah kita. Karena kita 46:21 memberitahu kepada orang yang tidak 46:24 tahu. Itu berarti kita sebagai guru ya, 46:27 sebagai ee penerang di kegelapan. Kita 46:31 ambil bagian. Lalu yang ketiga, 46:34 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 46:39 tentang 46:42 tindak pidana kekerasan seksual. Ah, 46:46 kita kirim tuh tanya, "Wih, ternyata nih 46:50 enggak boleh ya ee goda anak gadis lewat 46:53 di itu." Nah, itu berarti orang di desa 46:56 sudah mulai baca itu undang-undang itu 46:58 penting nih. 47:00 Tapi yang tidak kalah penting, saya 47:03 kaget kemarin Bunda kenapa saya tidak 47:05 siaran 2 minggu yang lalu itu saya ke 47:08 Kabupaten Landak, 47:09 Provinsi Kalimantan Barat. He 47:14 di sana di setiap desa dari 156 47:21 desa 47:21 He. 47:23 seluruhnya sudah punya peraturan desa 47:25 tentang penyelenggaraan perlindungan 47:27 anak. 47:28 Heeh. 47:29 Jadi materi yang kita bahas beberapa 47:31 minggu lalu, kaget saya. Wah 47:34 sudah dibahas 47:35 di sana sudah ada perdes. Heeh. 47:39 dan masih dalam proses karena saya 47:42 diminta oleh satu NGO untuk buat ee 47:46 profil e profil Kabupaten Landak Laya 47:50 Anak itu saya dapat informasih, hebat 47:53 juga nih. Ah, bagaimana dengan desa-desa 47:58 ibu bapak sudah punya Perdes 48:00 penyelenggaraan perlindungan anak belum? 48:02 Kalau belum ada itu kita sebagai warga 48:06 negara memintakan ah kalau ada tanya tuh 48:10 apa dasar perdes itu? Ah, ini tunjukkan 48:12 tuh yang tiga undang-undang yang kita 48:15 sebut tadi itu. 48:16 He. 48:17 Itu kita sebutkan kita, oh kalau ini 48:21 menjadi bagian penting. Kalau itu kita 48:24 lakukan itu laksana kita akan 48:29 mengimplementasikan 48:31 ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis 48:34 Rasulullah. Lalu kemudian kita otomatis 48:38 akan mengimplementasikan 48:40 apa yang menjadi kesepakatan 48:42 internasional melalui ee deklarasi hak 48:46 asasi manusia, lalu kemudian konvensi 48:50 hak anak. Lalu yang ketiga ini otomatis 48:55 mengimplementasikan 48:58 kesepakatan 49:00 Presiden dan DPR dalam bentuk 49:02 undang-undang. He 49:03 kita sudah ambil bagian. Kalau kita 49:06 sudah memastikan di setiap desa kita 49:08 sudah punya perdes ee penyelenggaraan 49:12 perlindungan anak. Materi yang kita 49:14 bahas 3 minggu apa tiga kali pertemuan 49:17 ini insyaallah 49:19 jalan tuh. Tapi 49:22 siapa yang bisa menggerakkan ini? Kalau 49:24 kita berharap kepala desa 49:27 sibuk [tertawa] 49:29 kiamat dulu baru ada itu perdesnya tuh. 49:32 Siapa? 49:34 Setiap orang yang merasa pernah memilih 49:38 kepala desa itu atau tidak merasa 49:40 memilih kepala desa tersebut, kita 49:42 dorong. Bagaimana nih, Pak Kades? Desa 49:46 kita ini tidak punya perdes 49:49 penyelenggaraan perlindungan anak. 49:51 Bagaimana undang-undang perlindungan 49:52 anak bisa jalan? 49:53 Bagaimana undang apa konvensi anak bisa 49:57 terimplementasi? Bagaimana itu ada di 50:00 salah satu ayat di Quran ya. Jangan kau 50:02 meninggalkan keluargamu dalam keadaan 50:06 lemah. Itu 50:08 itu banyak tuh. 50:10 atau kita mau mengimplementasikan apa 50:13 yang diisyaratkan oleh Allah melalui 50:17 Rasulullah melalui surat Albalad tentang 50:20 kota itu desa kita akan jadi kota itu 50:23 sangat ditentukan oleh 50:25 orang-orang yang ada di desa ini. Jadi 50:28 penting di 50:31 104 orang dan 13 dari perwakilan 50:34 kecamatan itu saya minta mereka 99% 50:38 itu 50:40 pencegahan sosialisasi. 50:42 Tapi peran yang kedua ini Bu Nuning 50:45 adalah sebagai pelapor. Ah, untuk itu di 50:48 pertemuan kali ini saya ingin 50:51 mengingatkan kembali Ibu Bapak yang 50:54 punya handphone 50:56 kalau boleh nih catat nomor WhatsApp-nya 51:01 atau nomor telepon yang dapat kita 51:04 gunakan untuk melaporkan 51:08 individu-individu 51:09 yang kita curigai. 51:12 Pertama nomor teleponnya 1 29. Kalau 51:18 luar daerah berarti tambahkan 0 219 51:24 telepon itu 51:26 atau WhatsApp 51:28 ke 08111 51:34 29129. 51:36 Nah, itu kemarin Ibu Menteri Pemberian 51:39 Perempuan sudah mlaunching pada tanggal 51:42 8 Agustus Bunda Daruning. 51:44 He 51:45 beliau launching sudah lengkap dengan 51:47 website. 51:48 Nah, kalau boleh cari tuh website-nya 51:51 Kemen PPA. 51:53 Di sana nanti setiap yang melapor akan 51:55 dapat ee tiket 51:58 ke 51:59 dapat tiket untuk memudahkan dia 52:01 melapor. 52:02 Oh, ada itunya kemudahan. Kalau boleh 52:05 setiap orang yang ada di desa atau di 52:08 kelurahan memiliki nomor ini. 52:12 WA berapa tuh 52:13 WA-nya tadi? 52:15 08111 52:18 29129 52:20 satunya yang di depan empat kali. Oke. 52:23 Kalau boleh. Kenapa Bunda? Apa nih 52:27 keuntungan kalau kita punya nomor 52:29 telepon ini dan kalau setiap orang di 52:32 desa sudah punya nomor ini? 52:35 Nomor ini adalah melaporkan 52:38 individu-individu 52:39 yang kasar atau yang punya niat 52:43 melakukan kekerasan kepada siapapun 52:47 terutama perempuan dan anak. 52:49 Ayahanda dan bunda coba nomor ini kalau 52:54 boleh diberi apa itu pin ya. 52:58 Diberi pin supaya pada suatu waktu kita 53:01 melihat nih ada anak dimarah-marahi oleh 53:03 orang tua, lapor. Jangan dibiarkan tuh. 53:07 Karena itu potensi anak-anak itu menjadi 53:12 ee korban atau kemungkinan kalau dia 53:15 tidak ee teratasi. Nih hari besok lagi 53:20 saya akan berjumpa dengan pekerja sosial 53:23 seota Tangerang Bundoning 53:25 untuk ditingkatkan pengetahuannya. 53:28 Ini kalau boleh kalau kita sudah punya 53:30 nomor-nomor ini, ada rasa takut 53:36 orang-orang yang ada di sekitar anak itu 53:39 atau di sekitar perempuan melakukan 53:41 hal-hal yang ee terkait dengan 53:44 kekerasan. Apa itu kekerasannya? itu ada 53:47 empat bentuk kekerasan yang boleh kita 53:50 lapor. Pertama, kekerasan fisik. 53:54 Bentuk fisik itu apa saja? Dicubit, 53:59 ditempeleng, ditendang, 54:02 dijambak. Itu kekerasan fisik. Lapor. 54:05 Kedua, kekerasan psikis. Berkata ah 54:09 kepada anak. boleh dilapor itu karena 54:12 itu adalah 54:15 kejahatan kemanusiaan 54:18 yang tidak dapat ee apa dimaafkan kalau 54:23 boleh itu. Tapi kalau 54:25 pelaku ini kita biarkan dia akan me 54:30 menimbulkan korban-korban yang kemudian 54:33 kalau korban ini dia tidak 54:35 terehabilitasi, dia akan menjadi pelaku 54:38 lagi Bunda ni. He 54:39 itu dua 54:42 sih yang ketiga, kekerasan seksual. Nah, 54:45 itu sudah ada undang-undangnya tuh. 54:47 He 54:48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 54:52 tentang tindak pidana kekerasan seksual. 54:57 memaksa anak untuk menikah di usia anak 55:00 juga itu salah satunya tuh bisa tuh 55:02 lapor lapor nih. 55:04 Jadi jangan biarkan tuh dapat undangan 55:08 terus ih kok dia kayaknya masih SMP kok 55:11 sudah menikah. lapor kalau kita biarkan 55:15 ini ee membiarkan ee apa 55:20 sik sik apa siklus ee kekerasan dan ee 55:25 membiarkan kemiskinan terus berlanjut di 55:28 desa itu. Kita bisa lapor tuh. Lalu 55:30 kemudian yang ketiga eh yang keempat 55:33 adalah bentuk 55:35 kekerasan 55:37 pengabaian. 55:38 Melakukan pengabaian. Ada anak nih 55:41 harusnya dapat air susu ibu tapi tidak 55:44 dapat kasih air susu sapi. Itu 55:48 pengabaian itu termasuk tuh kita bisa 55:50 lapor tuh supaya apa? Ada kesadaran di 55:54 setiap orang dewasa itu. Coba Bunda Nun 55:57 kalau kita mengikuti sejarah Rasulullah, 56:01 beliau saat ee bundah 56:05 ee tidak dapat memberi 56:10 akses ASI yang diharapkan yang banyak 56:14 harusnya. He 56:15 Bunda dan keluarganya mencari tuh keluar 56:18 perempuan-perempuan yang bisa menyusui 56:20 menyusui dan itu biasanya ada di desa 56:23 tuh ada. Masyaallah. 56:25 Itu waktu zaman Rasulullah sudah ada 56:27 konsep itu. Sekarang eh lari ke 56:31 supermarket beli kotak-kotak yang 56:33 kemudian ee menjadikan anak-anak kita 56:38 tidak memiliki adab, tidak memiliki ee 56:43 apa menghargai orang dewasa. Karena 56:45 awalnya dia sudah minum susu sapi. 56:48 Penting. Ini ini kita lapor tuh 56:51 melakukan pengabaian tuh. 56:54 membiarkan anak tidak bersekolah, 56:56 membiarkan anak itu tidak mengembangkan 57:00 diri, itu termasuk pengabaian tuh, 57:02 termasuk kekerasan. Lapor supaya apa? 57:05 Supaya orang di desa itu mulai peduli, 57:09 mulai care, berniat saja untuk memukul, 57:14 takut dia dilaporkan. Jangan sampai 57:17 kejadian nih Bunda Nuning, ada ini 57:20 pelaku mutilasi sampai berapa potong 57:24 itu? 57:24 Masyaallah. ee 57:27 perempuan di 57:29 belum menikah Bing 57:32 belum diikat oleh lembaga perkawinan 57:34 tapi ini pacarnya berani. 57:37 Sebetulnya kasus-kasus seperti ini atau 57:40 ada di kasus ibunya bunuh diri tapi 57:43 sebelumnya mengakhiri dua anaknya itu 57:47 meninggal. Nah, coba bayangkan kalau 57:50 setiap tetangga, setiap warga, setiap 57:54 orang dewasa memiliki nomor telepon ini 57:57 dan kemudian itu segera terlaporkan dan 58:01 terekord. Lalu kemudian itu laporannya 58:06 mekanisme itu B ya. 58:07 Dari warga melaporkan itu semua 58:10 informasi masuk ke Jakarta. 58:12 Dari Jakarta itu dikirim ke provinsi. 58:15 provinsi langsung ke kabupaten pada 58:17 waktu yang sama. Kebayang nanti dari 58:22 kabupaten di kabupaten itu Kementerian 58:26 Pemberahan Perempuan dan Peruan Anak itu 58:28 sudah menyediakan mobil 58:30 perlindungan perempuan dan anak. Itu 58:33 warnanya warna putih lalu ada biru, lalu 58:37 ada logo Kementerian Pemberan Perempuan. 58:40 Kalau sudah datang itu, itu berarti dia 58:42 mau menyelamatkan si korban dari 58:45 keganasan 58:46 ee orang-orang yang dulunya adalah 58:50 korban kekerasan juga, Bunda Nuni. Ah, 58:52 ini penting sekali. Ee coba bayangkan 58:56 kalau desa kita itu sudah tidak ada lagi 58:58 orang-orang yang bengis yang isinya 59:01 adalah orang-orang yang penuh kesedaran 59:04 tinggi untuk melindungi perempuan dan 59:07 anak. Insyaallah desa itu akan 59:10 mendapatkan berkah dari Allah. Nah, ini 59:14 penting. Ah, lalu ini yang juga menjadi 59:18 penting juga di desa kita kalau 59:22 kan setelah korban itu direhabilitasi 59:27 benarunikan dia akan kembali. Begitu 59:30 juga pelaku juga telah mengalami proses 59:34 ee penahan lalu proses pemidanaan. itu 59:38 kan dia harus kembali ke desa 59:41 yang belum ada di desa itu secara 59:45 sungguh-sungguh 59:46 menerima 59:48 kehadiran korban dan pelaku. Ah, untuk 59:52 itu Bapak Ibu kalau boleh nih di desa 59:58 kita kalau sudah ada orang yang jadi 1:00:00 korban atau yang jadi pelaku penerimaan 1:00:04 kita itu harus adil 1:00:06 agar apa? 1:00:08 agar 1:00:09 ini terutama untuk korban Bunda Nuning 1:00:12 memang pelakunya sudah dipidana. 1:00:15 Pertanyaannya sudah adakah rasa keadilan 1:00:19 yang didapat oleh korban? 1:00:22 Belum. Secara utuh. Karena pada saat dia 1:00:26 di desa, saat dia ke sekolah, dia masih 1:00:30 dibully. 1:00:31 Nah, itu berarti dia belum mendapatkan 1:00:34 rasa keadilan. Nah, untuk itu dia harus 1:00:36 di ee bantu. Lalu yang tidak kalah 1:00:40 penting bagaimana nih pelaku dan korban 1:00:43 dapat menyatuk kembali dengan keluarga 1:00:46 dan akhirnya desa kita benar-benar desa 1:00:50 yang memiliki ekosistem atau sistem 1:00:55 perlindungan anak. Demikian semoga apa 1:00:58 yang kita sampaikan hari ini mendapatkan 1:01:01 berkah dari Allah dan kita berharap 1:01:04 setiap orang tua-orang tua yang ada di 1:01:07 desa memiliki ee gerakan untuk 1:01:11 melindungi anak-anak yang ada di sekitar 1:01:14 mereka. Setiap anak yang ada di depan 1:01:16 kita adalah anak kita sendiri. Demikian. 1:01:20 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:21 wabarakatuh. 1:01:22 Waalaikumsalam warahmatullah 1:01:24 wabarakatuh. Terima kasih sekali, Dr. 1:01:27 Hamid. Dan ada satu pertanyaan yang 1:01:29 mungkin juga dibutuhkan jawabannya 1:01:32 meskipun hanya satu saja karena waktu 1:01:34 kita terbatas. 1:01:35 Baik. 1:01:36 Terkait dengan pelapor, amankah kita 1:01:38 kalau kita melakukan hal tersebut? 1:01:42 Insyaallah 1:01:44 ee 1:01:46 kesediaan 1:01:48 Bapak Ibu melaporkan 1:01:51 itu akan dilindungi oleh ee negara 1:01:56 terutama dari Kementerian Pemberan 1:01:59 Perempuan yang telah menghimpun data 1:02:02 itu. Dan ayahanda dan bunda, 1:02:06 kita sebagai pelapor itu juga sudah 1:02:11 diamanahi dalam undang-undang 1:02:15 terutama di pasal 72 1:02:18 he 1:02:20 ayat 3 huruf C. Nah, di sana kita 1:02:24 diminta untuk melaporkan 1:02:27 dalam Undang-Undang 35 Tahun 2014. 1:02:30 Dengan ada dasar itu semakin meyakinkan 1:02:33 kita 1:02:35 sebagai orang melapor. Kalau di 1:02:38 kejahatan korupsi yang melapor itu malah 1:02:41 diberi [tertawa] ee 1:02:45 penghasilan. 1:02:46 10% dari yang dia laporkan itu dikasih 1:02:49 sama dia. Ada peraturan presidennya. I. 1:02:51 Jadi jangan khawatir negara akan menjaga 1:02:56 ee itu. 1:02:57 Kalau ada yang oknum-oknum ah itu semoga 1:03:01 kita hindarkan atau kita bermohon juga 1:03:05 kepada Allah untuk tidak menemui 1:03:08 orang-orang yang punya niat jahat. Kita 1:03:12 sudah ambil bagian untuk 1:03:14 menyelamatkan anak-anak negeri tapi kita 1:03:16 malah di ee [tertawa] tuduh. Nah, ini 1:03:19 penting juga untuk kita tapi 1:03:23 jangan 1:03:25 disebarkan melalui ee media sosial. Ah, 1:03:28 di situ Bapak akhirnya nanti akan kena 1:03:31 undang-undang 1:03:33 pencemaran nama baik. 1:03:34 Pencemaran nama baik IT. Tapi juga kalau 1:03:37 terkait dengan pelaku anak, korban anak, 1:03:41 saksi anak, kalau informasinya bocor ke 1:03:43 media, kita bisa dihukum 5 tahun denda 1:03:47 ee 500 juta. Jadi itu 1:03:50 betapa pentingnya menjaga marwah aib 1:03:55 dari ee anak-anak kita. Dan bagi mereka 1:03:58 yang telah menjaga, insyaallah akan 1:04:02 dihargai oleh negara sebagai ee pelapor 1:04:07 dan dia harusnya dapat penghargaan. 1:04:10 Tapi kan kita identitasnya tidak boleh 1:04:12 bocor. Jadi penghargaannya itu dalam 1:04:15 bentuk 1:04:16 apa yang sudah Bapak Ibu laporkan itu 1:04:20 akhirnya ditindaklanjuti. Dan 1:04:24 hari ini 1:04:26 para birokrat ASN yang ada di bidang itu 1:04:31 dapat ee melakukan tindakan itu selalu 1:04:36 ada dasar. Nah, dasarnya apa? dasar 1:04:38 laporan dari ibu bapak 1:04:40 dan biasanya laporan dari ibu bapak 1:04:43 tidak akan disebut namanya amanlah 1:04:46 pokoknya ya 1:04:47 aman dan penghargaannya 1:04:50 negara akan memberikan tapi negara juga 1:04:53 mikir kalau saya kasih ini bocor ya kita 1:04:56 berharap hanya Allahlah yang memberikan 1:04:59 dan dicatat oleh malaikat yang mencatat 1:05:03 kebaikan yang ada di sebelah kanan atau 1:05:05 kiri ya di sebelah kanan kita dan itu 1:05:09 akan didokumentasikan 1:05:11 dalam buku si Jin eh buku Iliyin. Kalau 1:05:17 siin itu catat-catatan buruk 1:05:19 tapi yang baik-baik. 1:05:22 Iliin di almutfifin. 1:05:25 Terima kasih banget Dr. Hamid Facil 5 1:05:28 dan juga saudara-saudara kita semuanya 1:05:31 yang punya kepedulian untuk juga ee 1:05:35 melakukan apa yang barusan kita bahas. 1:05:38 Jangan lupa nomor telepon yang bisa 1:05:41 dicatat 08 kemudian satunya 4 * 1111 1:05:46 emm 29. 1:05:51 Mudah-mudahan kita bermanfaat untuk 1:05:55 anak-anak yang akan menjadikan Indonesia 1:05:57 lebih bercahaya ya. Dan sekali lagi 1:06:00 mudah-mudahan bahasan yang akan datang 1:06:03 bukan hanya kepedulian kita kepada 1:06:06 anak-anak negeri, tetapi juga bagaimana 1:06:08 peran seorang ayah yang rasanya perlu 1:06:12 banyak juga kita pelajari wahai para 1:06:14 ayah gitu ya. Baik, terima kasih. 1:06:16 Billahi taufik wal hidayah. 1:06:18 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:06:20 wabarakatuh.