Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini hari Rabu tanggal 18
- Jumadil Awal 1443 Hijriah atau tanggal
- 22 Desember
- 2021.
- Seperti biasa Radio Salat Taraim
- menampil kembali menampilkan kembali
- acara ruang ee bukan ruang kesehatan
- acara tamu kita.
- Ee Anda bisa lihat juga di YouTube ya ee
- ketik aja Rasil TV.
- Kami menghadirkan kembali
- Bapak yang ajaib ini
- Prof. Prof. Dr. Ridwan
- Hasan Saputra
- dipanggil profesor atau dokter karena
- prestasinya bukan bukan secara akademik
- tapi karena dia sering membawa adik-adik
- ee ikut apa lomba olimpiade matematik di
- berbagai negara di luar negeri dan
- menang
- dan bayar seikhlasnya. [tertawa]
- Luar biasa. Beliau mendirikan KPM ya
- kampung matematika.
- Eh, Prof. Dr. Ridwan Hasan Saputra.
- Lahirnya di Bogor tanggal 16 April tahun
- 5. SD-nya di Ciherang, Bogor. SMA-nya
- SMA 2 Bogor, SMA 5 Bogor. Kemudian S1,
- S2-nya di IPB Bogor, S3-nya di
- Universitas Ibnu Kdun untuk jurusan
- pendidikan agama Islam.
- tahun 2014
- itu terpilih menjadi tokoh perubahan
- oleh ee media Republika. Kemudian 2007
- mendapat Bintang Satya Lencana
- Wiraya dari Bapak SBY. Kemudian tahun
- 2014 mendapat anugerah
- pendidikan dari Kemen Dickbud
- 2015.
- mendirikan kampung matematika.
- Oh, kampung matematika
- itu dianggap baik oleh Bapak Anis
- Baswedan
- dan dia mendirikan koperasi simpan
- pinjam tanpa bunga, koperasi simpan
- pinjam tanpa bunga, koperasi simpan
- tanpa bunga. Dikasih nama koperasi
- simpan pinjam bangkrut.
- Bangkrut bank Ridwan. Dan ini bukan
- sekedar parodi tapi juga ada filosofinya
- dan ada sudah legal ada SK Menkomnya.
- Tadi saya sudah lihat masyaallah namanya
- [tertawa]
- koperasi simpan pinjan bangkrut. Rupanya
- bangkrut itu ada kepanjangannya yaitu
- Badan Amaleri
- Guna kerja sama Rakyat untuk
- tolong-menolong.
- Kalau orang mau minjam pada yang ada
- yang R juta, ada yang R miliar enggak
- pakai bunga. Syaratnya apa? Ada
- keterangan dari DK masjid bahwa dia
- rajin salat di masjid. Masyaallah.
- Asalamualaikum, Pak Ridwan.
- Waalaikumsalam, Pak R.
- Aduh, senang sekali saya nih bisa ketemu
- lagi, Pak Ridwan kali ini. Karena ini
- Pak Ridwan datang bersama putra
- tercintanya, putra ketiga ya,
- kedua, Pak.
- Ah, kedua. Alam. Ternyata alam nih jago
- juga. matematik seperti ayahnya bersama
- sopirnya yaitu Kang Jonathan. Agamanya
- Kristen ya?
- Iya.
- Oh masyaallah.
- Pak Ridwan apa kabar? Sehat Pak Ridwan?
- Alhamdulillah baik bagus.
- Ini masih terus bermain di hikmah-hikmah
- apa? Suprarasional. Ya,
- ini mungkin walaupun sudah penasaran di
- sini tapi mungkin ada pendengar yang
- belum mengerti apa itu suprana rasional
- itu apa?
- Oke. Kalau kita lihat suprarasional,
- supra artinya di atas. He.
- Berarti di atas rasional.
- Nah, saya buat buku namanya cara
- berpikir superasional dan karakter
- superasional.
- Jadi, kalau kita angkat tentang cara
- berpikir super rasional itu cara
- berpikir yang di atas rasional. Kalau
- rasional berpikirnya pakai ini otak di
- kepala. He.
- Nah, kalau suprarasional pakai otak di
- dada.
- Otak di dada.
- Jadi pakai ini hati kalbu nih. Pakai
- kolbu mikirnya.
- Jadi beda dengan orang lain pasti, Pak.
- Tuh hasilnya beda ya.
- Hasilnya beda.
- Salah satu produknya adalah bikin les
- bayaran seikhlasnya. [tertawa]
- Bikin koperasi simpan pinjam tanpa
- bunga. He.
- Kalau orang yang pakai rasional, Pak,
- bikin les tuh
- gimana marginnya? Gimana? Gimana? kapan
- paling pulang modalnya kan
- termasuk koperasi ini gimana dapat
- untungnya [tertawa] dari mana karyawan
- kerja gitu dapat uangnya nah itu kalau
- rasional pasti akan begitu kalau
- superasional enggak Pak.
- [tertawa]
- Nah, bahkan Bapak kan mendirikan
- koperasi simpan pinjam tanpa bunga
- bangkrut Bang Ridwan Bang. Syaratnya
- [tertawa] yang minjam harus ada
- keterangan dari DKM masjid bahwa dia
- rajin salat di masjid.
- Yang beragama Islam, Pak. Kalau yang
- beragama lain nanti ada lagi.
- Islam, ada lagi. Tapi boleh juga ya.
- Boleh.
- Boleh ya?
- Boleh.
- Oke. Apakah orang yang rajin salat lalu
- peminjaman itu pembayarannya lancar,
- Pak?
- Kadang-kadang enggak lancar, Pak. Enggak
- lanc
- karena pengurus DKM-nya juga enggak
- lancar. [tertawa]
- Tapi Pak Ridwan senyum aja tuh.
- Ya senyumlah, Pak. Karena gini saya
- enggak ditagih
- ya. Nagih sih pernah cuman ya sudahlah
- alasannya COVID Pak. Covid Pak gitu.
- Tapi ya sudahlah gitu.
- Hm.
- Ini kalau cara berpikir supraral ya,
- Pak. Tapi ini tidak untuk apa ya mungkin
- tidak untuk diterangkan ke konsumen.
- Heeh. He.
- Jadi kalau misalkan kita meminjamkan
- uang itu yang saya pahami dalilnya tuh
- kita sama dengan sedekah sebesar
- pinjaman itu sampai waktu pelunasan.
- He.
- Ketika waktu pelunasan masih nunggak
- juga,
- Heeh.
- Kita saya bilang sedekah dua kali nilai
- pinjamannya tiap hari, Pak.
- He.
- Nah, kalau kita berpikir tentang sedekah
- dan orang suka sedekah, bahagia dong,
- Pak.
- Heeh. Tiap hari kalau kita minamin R
- juta enggak dipulangin sehari 2 juta, 2
- juta kita sedekah. Bahagia dong.
- Cuma ini jangan sampai diketahui oleh
- peminjam. Jadi mikir enggak usah
- dipulangin lah entar P kan nanti sedekah
- ini tiap bulan eh tiap hari bahagia Pak
- Ridwan. Jadi orang malas mulangin cuma
- ini di sisi kita kalau misalkan kita
- dipinjamin enggak bayar-bayar orangnya
- sisi itu yang dipakai Pak.
- Hm.
- Supaya enggak kesal gitu. Tapi emang
- hikmahnya gitu yang saya rasakan kok
- uang juga enggak habis-habis Pak. Berapa
- persen yang pembayarannya macet?
- Yang saya rasakan sih, Pak, di atas 50%.
- Di atas 50% [tertawa]
- itu dia tuh ajaibnya, Pak Ridwan. Senyum
- aja [tertawa] biar uangnya beredar,
- enggak dibayar-bet.
- Nah, pasti ada pintu lain yang tiba-tiba
- masuk ya. Pintu rezeki lain ya.
- Itu betul, Pak. Jadi yang saya rasakan
- ketika orang tuh nunggak, he
- enggak bayar, saya dapat rezeki lain
- yang tak terduga.
- Heeh. Jadi saya bahagia aja gitu karena
- ya pokoknya tetap aja saya bisa bertahan
- masih bisa gaji karyawan,
- masih beraktivitas gitu. Jadi hutang mah
- hutang, rezeki mah rezeki gitu.
- Jadi Bapak nih enggak pernah marah,
- enggak pernah kecewa terhadap
- seperti ini.
- Enggak,
- enggak,
- enggak. [tertawa]
- Aduh.
- Jadi kadang-kadang yang gini, Pak. Jadi
- yang ngulangin bayaran serius tuh malah
- ibu-ibu yang enggak saya duga gitu. yang
- saya duga misalkan guru ngaji apa malah
- enggak bayar,
- ibu-ibu
- malah yang suka bayar. Ada satu orang
- tuh.
- Terus yang lucu gini, saya kan kerja
- sama dengan [tertawa] kepala desa. Terus
- kata kepala desa tuh kan dia kerja sama
- dengan jemah pengajian.
- Kata kepala desa, "Pak Riduhan, saya
- juga ketipu. Saya pikir orang itu jujur
- ternyata enggak."
- Saya bilang, "Pak kabisa ketipu. Saya
- sudah biasa." He
- dia baru sekalinya udah udah stres. Dia
- bilang
- susah gitu untuk berpikir kita duga
- orang baik ngambil nanti pengajian buat
- minjam ternyata sama Pak.
- Jadi yang kita tidak duga malah yang
- rajin Pak
- rajin nyicil tuh.
- Heeh. Heeh. Kalau misalnya minjam R5
- juta, gimana sistem pembayaran tiap
- bulan apa gimana?
- Sesuai kesepakatan sih. Cuman kita buat
- biasanya itu jatahnya 2 tahun sebulan
- sekali. Jadi misalnya du tahun
- pokoknya 2 tahun aja dia sebulan sekali
- terserah dia. Apa misalkan mau misalkan
- R00.000 ujungnya nanti dilunasin pasti
- ujung terserah sih.
- Hmm. Gitu ya. Apakah uang selalu ada
- setiap orang pasti menarik nih banyak
- orang mau pinjam uangnya selalu
- tersedia? Dana ada dananya
- alhamdulillah kalau sekarang mah selalu
- ada sih.
- Cuman kan yang minjam ke saya ada
- syaratnya Pak selain yang tadi.
- Heeh. Jadi kan syarat jadi anggota
- koperasinya itu.
- Oh, syarat harus menjadi anggota
- koperasi ya. Syaratnya apa?
- Jadi harus ikut pelatihan dulu.
- Pelatihan
- berapa lama pelatihannya?
- Jadi ada seminar dulu 1 jam seteng terus
- pelatihan tiga kali
- bayar enggak tuh ikut pelatihan enggak
- gratis ya?
- 1 jam seteng. Terus itu nanti ada apa
- kegiatan jaringan suprarasional.
- He.
- Dia harus aktif dulu baru boleh minjam.
- Dan ada yang lucu Pak He.
- Yang waktu saya bilang ke notaris tuh
- notaris sampai bingung. Hm.
- Ada yang namanya iuran wajib sama
- apa? Iuran pokok sama iuran wajib tuh.
- Heeh.
- Jadi iuran pokoknya itu 5.000, Pak.
- Iuran wajibnya
- 2.500 per bulan.
- Heeh. [tertawa]
- Orang kan pasti gampang dong, Pak, jadi
- anggota koperasi saya.
- Heeh.
- Cuman dapat ngasih cuman 7.500 bisa
- minjam duit.
- Heeh.
- Karena tujuannya emang saya ingin orang
- tuh minjam uang ke saya, Pak. He.
- Cuman sebelum dia minjam uang ada syarat
- dan ketentuan berlaku.
- Hm. He.
- Jadi harus rajin ibadahnya. Kalau enggak
- ya enggak kita kasih.
- Heeh. He.
- Saya punya pengalaman juga orang yang
- gini, orang yang saya cap ustaz atau
- yang aktif masjid aja enggak mulangin
- apalagi yang enggak ke masjid, Pak.
- [tertawa]
- Saya terusang banyak yang lebih enggak
- mulangin lagi.
- Itu tidak membuat paridan kapok ya?
- Enggak.
- Masyaallah, [tertawa]
- luar biasa deh. Oke, nanti kami akan
- bcakan juga nomor telepon yang Anda bisa
- hubungi untuk bertanya-tanya mengenai
- Bapak Ridwan Hasan Saputra ini yang unik
- ini memberi pinjaman tanpa bunga.
- Syaratnya
- harus dapat surat keterangan dari DK
- masjid bahwa dia ini rajin salat di
- masjid gitu ya. Silakan Anda boleh
- bertanya baik melalui WA maupun telepon.
- Untuk telepon di 0218451512.
- Untuk WA di 0811
- 999720.
- Bagaimana kegiatan apa
- kursus matematika yang gratis? Masih
- jalan.
- Masih jalan.
- KPM itu ya Kampung Matematika
- di Bogor ya.
- Iya. Ini juga ini Pak. Jadi inilah hasil
- setiap hari berpikir suprarasional.
- Jadi saya dari awal tuh ketika les
- bayaran seikhlasnya kan orang bilang
- enggak mungkin bisa jalan,
- ternyata bertahan sampai sekarang.
- Bahkan bisa punya gedung ya.
- Iya bahkan punya gedung. [tertawa] Jadi
- saya berpikir koperasi ini juga harusnya
- bisa bertahan logikanya.
- He
- ini sudah berjalan 2 tahun
- masih bertahan alhamdulillah.
- Awalnya saya juga agak bingung tuh aduh
- kira-kira bakal bangkrut enggak? Tapi
- dalam hati kan kalau bangkrut juga
- namanya bangkrut berarti tujuan tercapai
- dong. [tertawa]
- Kalau misalkan Pak koperasinya bangkrut.
- Iya kan namanya juga bangkrut
- koperasinya.
- Itu dari SK Menkumnya waktu ngurus itu
- legalnya apa? Enggak bertanya kok
- namanya bangkrut enggak dipertanyakan.
- Itu
- notarisnya yang nanya. Pak [tertawa]
- ini Pak Ridwan serius bikin namanya
- bangkrut gitu kan? [tertawa]
- Serius saya bilang. Terus enggak takut
- jadi doa? Kan saya bilang ada dua beda,
- Pak.
- Heeh.
- Kalau namanya koperasi Bang Ridwan
- bangkrut, Bang Ridwannya yang bangkrut.
- Heeh. Heeh.
- Tapi kalau misalkan bangkrut Bang Ridwan
- sebenarnya ada kata di sebelahnya.
- Heeh.
- Bisa jadi gini kan harus karena tiga
- kata ya.
- He
- nih rentenir bangkrut Bang Ridwan.
- He.
- Pinjol bangkrut Bang Ridwan.
- Jadi yang bangkrut bukan Pak Ridwan ya.
- Bukan Bang Ridwan. Tapi hal-hal yang
- berhubungan dengan ribanya yang
- bangkrut.
- Hm. Jadi yang Bang e riba itu ya benjol
- itu Bang [tertawa]
- karena benjol pakai benjol pakai bunga
- ya.
- Ya kasihan Pak guru minjam uang Rp3 juta
- harus balikin R0 juta.
- Masyaallah
- minjam R juta sampai R6 juta.
- Kalau disahkan tetap Rp3 juta. He juta.
- Cicil lagi itu.
- 2 tahun lagi.
- 2 tahun lagi. [tertawa]
- Gimana enggak Edun tuh? Aduh.
- Udah gitu telat lagi Pak. [tertawa]
- Aduh alam. Masyaallah bangga banget ya
- punya ayah seperti ee Bapak Ridwan ini.
- Oke ini nomornya ee silakan siapkan P
- sama kertas. Kami akan bacakan nomor HP
- dari Prof. Dr. Ridwan Hasan Saputra.
- Nomornya adalah mana tadi? Saya sudah
- catat tadi itu ee oh iya 0812.
- Hm. [mendengus] Kemudian 81
- 34
- 11 00 0812
- 80.
- Nah, Bapak bagaimana [berdehem]
- kalau mengajak anak-anak untuk olimpiade
- matematika ke luar ke luar negeri itu
- selalu menang atau bagaimana bekal-bekal
- yang Bapak berikan kepada anak-anak itu?
- Oke, yang jelas ini kalau bicara lomba
- olimpiade matematik saya menganggap itu
- adalah proses untuk mereka melatih
- berpikir otak di kepala tapi yang
- tingkat tinggi
- namanya higher order thinking skill.
- Tapi saya bekali juga tadi Pak otak di
- dadanya harus cerdas. He.
- Jadi saya mengajak mereka rajin ibadah,
- salat duha, tahajud pada saat istilahnya
- tuh
- itu ber sangat berpengaruh ya,
- sangat berpengaruh dan berpengaruh juga
- pada kesuksesan mereka hidup gitu.
- Jadi ketika mereka sudah menjuarai suatu
- event lomba di luar negeri, ada dua
- model tuh, Pak. Kalau orang yang rajin
- beribadah mah biasanya dapat beasiswa ke
- mana, yang enggak rajin malah enggak
- dapat apa-apa.
- H. He.
- Makanya saya sering bilang, jadikanlah
- lomba matematik itu momentum untuk
- meningkatkan ibadah supaya nanti kita
- mendapatkan manfaat.
- Kalau istilah di superasional itu
- tabungan jiwa.
- He.
- Nah, saya ingin cerita di sini gini, Pak
- Krishna. Pendidikan kita ini agak
- sedikit bermasalah.
- Heeh.
- Apa masalahnya? Kita hanya mengasah otak
- di kepala sama panca indra.
- Heeh.
- Tapi otak di dada nih yang saya bilang
- antena yang ketiga jarang diasah.
- Heeh. Heeh. Efeknya kita menjadi
- orang-orang yang pertama kurang
- bersyukur, yang kedua kurang beruntung.
- Heeh.
- Coba nih yang saya lihat gini bukti ya
- kalau kita tuh mengutamakan otak di
- kepala sama di sama panca indra.
- Orang ranking satu gara-gara apa? Pintar
- matematik, pintar IPA, pintar IPS. Iya.
- Ee fisiknya bagus
- sampai ada olimpiade untuk matematik,
- sampai ada olimpiade untuk olahraga.
- He.
- Coba kalau ada anak jujur, Pak. H
- suka menolong.
- He.
- Rajin ibadah. Dikasih ranking satu.
- Enggak.
- Enggak.
- Enggak.
- Akhiratnya orang malas, Pak.
- He.
- Efeknya otak di dadanya, kalbunya itu
- jadi tidak terasa.
- He.
- Padahal manfaat kalbu luar biasa, Pak.
- Bisa ibaratnya berpikir hal yang gaib,
- Pak.
- He.
- Hal yang gaib tuh ini saya pribadi nih
- saya ilustrasikan
- kenapa saya berani melakukan buat
- pinjaman tanpa bunga.
- Hm.
- Saya meyakini pertama tadi bahwa kalau
- kita minjamin sama dengan sedekah.
- He.
- Nah, berarti saya meyakini kalau sedekah
- itu kan pahalanya banyak.
- He.
- Nah, kalau saya meyakini itu kan jadi
- saya mau melakukan pinjaman tanpa bunga.
- Tapi kalau orang yang tidak yakin akan
- sedekah, Pak,
- malas dia untuk melakukan pinjaman tanpa
- bunga.
- Hmm.
- Nah, itu yang saya ingin bilang bahwa
- dengan hati hidup kita banyak melakukan
- hal-hal besar yang tidak terpikirkan
- orang.
- Masyaallah. itu. Wah, sudah langsung ada
- pertanyaan nih. Asalamualaikum Profesor
- Ridwan. Pinjaman untuk renovasi rumah
- boleh atau tidak?
- Oke.
- Oke. Yang jelas gini. Pertama memang ini
- kan koperasi nih. Jadi koperasi.
- Jadi orang yang boleh minjam itu adalah
- anggota koperasi. Nah, anggota koperasi
- itu ada syaratnya juga kan tadi ada ikut
- seminar terus pelatihan sebanyak tiga
- kali itu biasanya 3 minggu
- terus dia beraktivitas
- di jaringan suprarasional. Jadi kan
- pelatihannya suprarasional
- sampai sekitar 2 bulanan.
- Kalau terlihat aktif itu ada proses
- memang
- jadi peminjaman yang R5 juta dulu ada
- yang minjam R miliar Pak. Itu yang sudah
- benar saya yakin orang itu jujur bisa
- dipercaya. Karena saya
- sudah berapa lama beliau minjam R miliar
- itu? Mungkin 6 bulan
- berjalan itu berjalan
- lancar ya?
- Beran lancar.
- He.
- Jadi saya tidak mau juga kalau untuk
- ukuran uang besar kita tidak memberikan
- kepada yang tidak amanah gitu
- karena kan
- kasihan harusnya bisa dibagi untuk 200
- orang misalkan ini jadi sayang
- sendiri [berdehem] ya sendiri ya.
- Kita pinjamkan tuh sampai untuk bukan
- hanya renovasi rumah,
- beli rumah juga kita pinjamkan, Pak.
- Hm. He.
- Cuman tadi yang seperti itu enggak
- mungkin peserta baru nelepon dipinjamin,
- enggak.
- Itu yang sudah bertahun-tahun kita lihat
- ini orangnya aktif membantu baru kita
- kasih
- seperti itu, Pak.
- Oke. Baik. Selanjutnya dari Bapak
- Sudiono Jakarta. Asalamualaikum Pak
- Ridwan.
- Rasil menarik sekali tamu kita nih.
- Pembicaraan dalam pikiran enggak sampai
- simpan pinjam kok. Enggak bayar 50%
- tanpa bunga. Nah, tu. Terus gajinya dari
- mana? Gaji karyawannya.
- Ah, jadi saya punya usaha namanya salah
- satunya Ridwan Group, yang kedua KPM
- gitu. Kalau Ridwan kan jual buku, jual
- berbagai
- produk-produk yang arahnya pendidikan,
- terus sles itu yang istilahnya tuh yang
- bayaran seikhlasnya yang ternyata
- alhamdulillah untung gitu. He.
- Jadi enggak rugi sekarang malah untung.
- Tapi awal-awal katanya bayar seikhlasnya
- ada yang bayar R5.000. Nah, itu itu yang
- saya yakini, Pak. Awalnya rugi,
- sekarang jadi untung. Itu yang saya
- enggak ngerti. Itulah saya bilang Allah
- yang nolong, gitu.
- Nah, keuntungan itu saya sisihkan
- sebagai untuk mendanai karyawan-karyawan
- yang kerja di koperasi. Jadi, mereka mah
- enggak dibayar oleh hasil pinjaman.
- Memang enggak ada uangnya. Tapi dari
- keuntungan yang saya sisihkan untuk
- ibaratnya tadi mendanai operasionalnya
- koperasi
- dari pintu lain ya.
- Oke, jadi sudah terjawab tuh tadi ya.
- Jadi karyawannya tetap mendapat gaji
- cuman dari pintu lain.
- Ee asalamualaikum. Masyaallah tamu kita
- hari ini keren banget. Bagaimana
- menumbuh suburkan keyakinan di
- supranatural, Pak? Pernah merasakan
- pesimis tidak, Pak? Pas minjam min orang
- banyak yang enggak lancar bayarnya? Tadi
- sudah ceritakan. Silakan diilembali.
- Ini dialat suprarasional bukan
- supranatural.
- Sepeda ya? [tertawa]
- Jauh beda. Heeh. Jadi memang untuk
- menumbuhkannya itu pertama ya kita harus
- ee banyak mengingat Allah, mendirikan
- salat. Terus yang kedua ini mendirikan
- apa? Mengingat Allah itu bisa dari zikir
- ya, berzikir, ngaji gitu ya, baca Quran
- itu.
- Terus yang kedua istilahnya itu banyak
- melakukan sedekah, Pak.
- H
- wakaf.
- Sedekah itu berapa banyak, Pak?
- Terus terang ini saya sedekah saya
- kadang-kadang juga kayak orang gila,
- Pak.
- H
- heeh.
- Jadi istilahnya tuh enggak pakai mikir.
- Saya kadang-kadang sifatnya kalau ada
- peluang tuh kadang-kadang diborong aja
- gitu.
- He.
- Ada pembangunan apa diborong.
- Kadang-kadang istri suka protes itu
- ngeborong-ngeborong. [tertawa]
- Jadi saya berpikir logikanya begini sih.
- Logika logika sederhananya begini
- kan. Istilahnya tuh kita sedekah kan
- dikalikan 700 kali lah.
- Istilahnya tuh di ayat surah Albaqarah
- ayat 261. H
- saya pikir daripada disimpan uang di
- bank paling cuma 4% setahun ini sedekah
- lebih gede.
- Nah itu
- dan kadang-kadang terusang awalnya
- enggak ada balikan, Pak. Enggak ada
- balasan gitu uang teh kok enggak ada
- balasan. Tapi saya meyakini aja Allah
- pasti ngebalas dan yang saya rasakan
- adalah uangnya enggak habis-habis.
- Ini terus terang begini Pak contoh ya.
- Asal uangnya ada ya, Pak di masjid
- misalkan dibutuhkan tura biaya sekian
- puluh juta gitu. H
- biasanya saya suka ngeborong itu bahan
- bakunya dari saya deh gitu semua.
- Hm.
- Nah, itu tuh udah aja uangnya kasih aja
- brek gitu. Nah, saya pikir wah ini uang
- saya habis nih. Ada lagi tuh, Pak,
- dari yang tak terduga. Makanya
- saya tuh sering bilang kalau ke
- orang-orang, sedekah tuh minimal 20%
- dari penghasilan kita.
- He.
- Kalau itu minimal pasti dapatnya
- lebih gede lagi. Tapi enggak tuh, saya
- juga enggak ngitung sih berapa. Yang
- jelas saya rasakan saya punya prinsip
- sekarang begini, saya lebih suka nyimpan
- uang tuh tidak di bank.
- Sukanya di mana?
- Di dalam bentuk sedekah-sedekah aja ke
- masjid, ke pesantren.
- Nah, sekarang saya lebih sukanya nyimpan
- di koperasi bangkrut, Pak. [tertawa]
- Karena kan dipinjamkan. Sebab sedekah
- itu gini, saya pernah baca hadis Nabi
- tuh
- pas Isra Mikraj, Nabi melihat, Nabi
- Muhammad melihat di pintu surga itu ada
- tulisan kalau meminjamkan uang itu 18
- nilainya. Kalau sedekah 10 berarti kan
- lebih gede. Makanya saya lebih suka
- nyimpin uang di bank
- eh sori di Bank Ridwan maksudnya
- karena manfaatnya lebih gede.
- Mungkin sekarang bisa jadi lebih dari
- 20% penghasilan saya per bulannya masuk
- sini.
- Hm. Oke.
- Asalamualaikum. Bagaimana cara saya
- mengikuti pelatihan ee Profesor Ridwan
- yang di tadi ditawarkan? Bagaimana
- caranya? Nah, biasanya nanti kita tiap
- bulan tuh saya suka nge-share sih ada
- pelatihan pertama seminar dulu, nanti
- ada diikuti pelatihan superasional
- sebanyak tiga kali. Nah, setelah itu
- ikut jaringan suprarasional. Ini ada
- yang menarik begini, Pak.
- Hm.
- Di jaringan supranasional tuh nanti
- orang jadi anggota koperasi ada dua
- alasan, Pak.
- Hm.
- Alasan pertama itu dia memang pengin
- minjam uang.
- He.
- Alasan kedua tuh dia pengin nitipin
- uang. Oh, gitu.
- Untuk dipinjamkan.
- Hm.
- Makan saya ada tiga pos, Pak. Pos
- pertama itu kan ee pinjaman tanpa bunga.
- Jadi pinjaman tanpa orang minjam tanpa
- bunga. Yang kedua, simpanan tanpa bunga.
- Simpanan tanpa bunga itu orang nyimpan
- tapi tidak dapat bunga tapi mengizinkan
- untuk dipinjamkan ke orang lain. Yang
- penting uangnya utuh kalau pas mengambil
- gitu.
- Heeh.
- Yang ketiga ada lagi, Pak. Saya
- nyebutnya nih sebenarnya dulu sedekah
- gotong-royong.
- Hm.
- Cuman karena di koperasi ini tidak
- dipakai. Ada yang namanya sedekah gotong
- royong tuh
- orang nyimpan untuk kalau ada yang macet
- misalkan meninggal dunia si peminjam
- enggak bisa bayar itu dipakai buat
- melunasi
- hmm
- tunggakannya itu.
- Oh gitu.
- Karena ternyata melunaskan orang yang
- berhutang itu pahalanya gede juga Pak.
- Heeh. Heeh.
- Jadi keuntungannya dapat di pahala Pak,
- bukan uang. Karena saya orang
- supranasional,
- dengar pahala tuh lebih enak daripada
- uang.
- Hm.
- Asalam, Pak Ridwan. Ee apakah betul
- katanya ee sedekah bisa menyembuhkan
- penyakit?
- Jawabannya betul, cuman tidak secara
- langsung.
- Hm.
- Jadi istilahnya begini,
- ee saya itu
- ya anggaplah saya c punya punya penyakit
- gitu. Terus saya sedekah. Nah, ternyata
- saya ketemu orang yang ibaratnya dokter
- yang cocok dengan [tertawa] penyakit
- saya. Jadi bisa nyembuhkan. Jadi enggak
- tiba-tiba langsung sembuh, tapi sedekah
- itu bisa jadi jalan gitu.
- Oh, gitu. Asalamualaikum, Bapak Prof.
- Dr. Ridwan. Anak saya perempuan kelas 1
- SMP. Tipsnya bagaimana supaya senang dan
- pintar matematika? Oke. Nah, ini kalau
- misalkan anaknya itu dulunya tidak suka
- matematika, jadi harus cari guru yang
- ibaratnya menyenangkan, guru yang
- membuat dia termotivasi matematika.
- Biasanya guru tersebut misalkan kalau
- tidak ditemui di sekolah ya bisa dicari
- di mungkin guru-guru privat ya yang baik
- atau bisa juga nonton di YouTube
- guru-guru yang bagus.
- Yang kedua adalah Bapak mungkin sering
- mengajak anak tersebut ke ibaratnya
- tempat-tempat yang ada hubungannya
- dengan matematika. Kalau dulu misalkan
- di PPTEK tuh yang sains. Jadi melihat
- permainan itu.
- Yang berikutnya juga di kan sih, Pak. Di
- rest yang memang cocok. Cuma nanti kalau
- di restu kan emang ada yang namanya anak
- tuh hanya untuk matematika di sekolahnya
- pintar, ada untuk di olimpiade. Nah,
- kalau itu untuk bicara olimpiade tidak
- usah dipaksakan. He.
- Karena itu kan adalah hubungannya dengan
- bakatnya anak.
- Yang terakhir yang sangat penting adalah
- mendan mendoakan anaknya agar ibaratnya
- pintarlah. Kalau saya saran bukan hanya
- pintar matematik, jadi anak yang
- saleh-salehah saja gitu. Heeh.
- Karena terus terang saya secara pribadi
- banyak murid saya itu bilang, "Pak,
- Ridwan saya keterima beasiswa di luar
- negeri ya, terus banyak keterima juga di
- dalam negeri, di perguruan tinggi elit
- dan di sekolah elit. Saya merasakan
- faktor mendoakan murid-murid saya itu
- juga ternyata punya pengaruh. Buktinya
- mereka tuh melapor ke saya ketika
- mendapatkan
- suatu apa ya anugerah prestasi atau
- mendapatkan kesempatan belajar di luar
- negeri.
- Katanya sebelum les harus salat dulu apa
- gimana itu waktu itu?
- Oh kalau di saya beda memang Pak. Di
- saya tuh harus mengamalkan tujuh sunah.
- Oh apa saya
- jadi anak tuh harus
- murid-murid nih kepada murid-murid
- murid-murid. Nah, murid-murid rajin
- ngaji,
- sedekah, salat tahajud, salat duha,
- puasa Senin Kamis,
- tadabur Al-Qur'an, menjaga wudu. Nah,
- itu saya mah menekankan itu karena terus
- terang ada hubungan antara rajin ibadah
- dengan prestasi matematika
- dengan ee anu mudah menangkap gitu ya.
- Iya, ada hubungan.
- Oke. Asalamualaikum, Pak Ridwan. Saya
- sekarang kebetulan dari Pak Andi nih,
- saya sekarang kebetulan diamanahkan
- untuk jadi bendara masjid. Saya mau
- tanya, sistem cara koperasinya gimana?
- Saya kadang suka bingung, Pak, bagaimana
- cara mengatasinya? Ada jemah suka mau
- pinjam uang khas masjid. Bagaimana ini?
- Nah, ini sebenarnya saya tuh punya
- program nanti ibaratnya
- ee kerja sama dengan masjid-masjid gitu
- istilahnya tuh. Justru masjid itu
- ibaratnya kayak ini, Pak. Cabang ee Bang
- Ridwan. H.
- Jadi kalau saya saran nih, uang jemah
- itu dikumpulkan, diinformasikan nih,
- kita mau buat misalkan simpan pinjam
- untuk warga jemah yang tanpa bunga,
- siapa yang mau nitipin anggap uang
- sedekahnya itu memang tujuan untuk
- dipinjamkan?
- Karena mohon maaf sih menurut saya
- daripada uang numpuk di masjid, di kas
- masjid tidak jelas gitu
- dipakai apa.
- Heeh.
- Toh bangunannya sudah bagus, mending
- diniatkan untuk dipinjamkan. Tapi memang
- dengan cara yang benar emang dia harus
- rajin ke masjid, harus
- pekerjaannya jelas, analisisnya jelas
- gitu.
- Dia mau kuat
- ini berapa gitu. Jadi saran saya sih
- memang kalau memang uang kas masjidnya
- ada ya ada yang dipostkan untuk
- dipinjamkan tanpa bunga buat jemah
- masjid. Jangan bukan jemah masjid. Kalau
- bukan jemah masjid enggak ada manfaatnya
- ya.
- Heeh. He.
- Ke masjid enggak. Bayar juga belum
- tentu. Tapi harus hati-hati juga. Jangan
- sampai dia udah pas minjam karena malu
- enggak ke masjid lagi.
- Asalamualaikum Pak Ridwan. Par itu
- apakah punya pengajian yang
- murid-muridnya anak-anak muda?
- Ee kalau saat ini saya tidak punya
- pengajian seperti itu gitu.
- Yang saya suka adalah melatih mengadukan
- pelatihan superasional buat guru, buat
- umumlah, buat anak muda, buat orang yang
- sudah tua. He
- pernah juga buat pengurus DKM gitu.
- Di mana dan kapan saja jadwalnya itu?
- Kalau itu modelnya kan pelatihan itu
- biasanya sih Zoom meeting, Pak. Kalau
- sekarang
- biasanya Kamis jam sampai jam 0.30.
- Cuman itu tadi
- zoom meeting ya
- ee modelnya per paket ya.
- Jadi paketnya sebulan saya buat kan 3
- minggu tuh.
- Jadi kalau misalkan yang besok nih Kamis
- ya itu yang pertemuan ketiga.
- Hm.
- Jadi enggak boleh masuk kalau yang ini
- yang baru itu harus bulan depan.
- Jam jam berapa? Dari jam berapa?
- Jam .00 sampai jam .30.
- Jam .00. sampai .30 ya.
- Itu kan paketnya tiga kali, Pak. Jadi
- besok paket yang ketiga. Jadi kalau
- Bapak mau ikut yang bulan Januari
- berikutnya ya.
- Oke.
- Asalamualaikum. Waduh keren sekali ee
- tamu rahasil pagi ini. Di mana alamat ee
- markasnya? [tertawa]
- Markas
- yang jelas
- di Lodon. Lolodon.
- Laladon Pak.
- Laladon.
- Di laladon. markasnya di Ladon. Di
- Laladon
- di Laladon itu ada kon tulisannya klinik
- pendidikan MIPA tuh istilahnya
- itu.
- Cuman tadi orang enggak boleh
- sembarangan minjam karena sarannya jadi
- anggota koperasi. Kan namanya juga
- koperasi Pak.
- Bukan ibaratnya lembaga keuangan umum
- yang siapa saja boleh minjam tapi ada
- bunganya. Enggak.
- Hm.
- Kalau ini enggak.
- Asalamualaikum. Bapak dapat istilah
- suprarasional dari mana, Bapak?
- Oke, ini pertanyaan menarik.
- Jadi, saya tuh waktu kuliah S3 itu dulu
- belajar yang namanya filsafat sains.
- He.
- Ketemulah kata-kata suprarasional gitu
- loh
- istilahnya.
- Nah, di situ. Terus yang kedua saya juga
- ketemu dulu guru saya
- Heeh.
- Pak Dr. Adian Husaini itu.
- Hm. Adian Husaini. Nah, beliau juga
- cerita tentang kata-kata suprarasional.
- Karena saya dulu tuh suka punya
- pemikiran-pemikiran aneh, Pak,
- yang ibaratnya itu enggak biasa gitu.
- Saya awalnya menyebutnya irasional,
- cuman beliau bilang sebenarnya masih
- masuk akal sih. Masih masuk akal cuman
- enggak masuknya lebih banyak gitu
- mungkin.
- Jadi ini pantas disebutkan
- suprarasional.
- Nah, dari dua sumber itu saya akhirnya
- meramu sendiri sebenarnya. He.
- Jadi yang saya dapat supranasional yang
- dipraktikkan sama saya ini agak berbeda
- dengan istilahnya itu
- buku-buku saapat itu. Karena
- dulu juga guru saya profesor doktor
- tafsir bilang yang saya pahami di buku
- yang saya buat itu karakter suprasional
- sama cara berpikir suprasional berbeda
- dengan definisi yang ada. Tapi
- secara praktik terlihat bahwa nyata
- hasilnya gitu. Jadi saya akhirnya tetap
- dengan keyakinan yang saya miliki saat
- ini.
- Oke ya. Asalamualaikum Pak Ridwan.
- Apakah Pak Ridwan menulis buku mengenai
- suprarasional?
- Apa judul bukunya dan di mana kami
- dapatkan buku itu?
- Eh bukunya judulnya pertama cara
- berpikir suprarasional. Silakan lihat di
- Google tuh nanti ada. Yang kedua, buku
- karakter suprarasional.
- Belinya bisa di KPMart Bapak yang ada di
- Shopee sama yang di
- Bukalapak kalau enggak salah.
- Di Google ada kok tinggal dicari aja.
- Heeh.
- Oke,
- Pak Ran. Ee kadang-kadang kita ingin
- berbuat seperti yang Pak Tuan katakan,
- tapi kadang-kadang mesti kompak keluarga
- nih. Kadang-kadang kita maunya begitu
- tapi istri enggak setuju.
- Bagaimana supaya meyakini
- anggota keluarga lain bahwa apa yang
- kita korbani ini adalah bagus? Ya,
- betul. Kalau saya alhamdulillah istri
- itu sangat mendukung, Pak, dengan
- aktivitas yang saya lakukan. Walaupun
- aktivitasnya tuh kadang-kadang sangat
- aneh. Contoh, Pak, waktu saya buat les
- bayaran seikhlasnya, saya kan punya
- rumah, Pak.
- Hm.
- Rumah satu-satunya.
- Terus saya putuskan kalau saya les itu
- dalam tanda petik, sewa rumah atau sewa
- gedung mahal,
- nanti kalau laku juga dinaikin. Akhirnya
- saya putuskan apa? Rumah saya dipakai di
- saya wakafkan untuk besar
- ya lumayanlah tipe berapa ya luasnya 60
- yang dulu mahnya 60
- saya tuh pindah tuh Pak pindah rumah
- yang rumah satu saja diwakafkan saya
- pindah ngontrak ada 7 tahun ngontrak Pak
- untung istri tuh mendukung kalau istri
- enggak mendukung mah kayaknya
- repot
- nah istri itu
- saya ini sih Pak ibaratnya saya doktrin
- saya nasehhatin
- bahasanya gini bahwa
- tujuan kita tuh akhirat bukan dunia.
- Heeh.
- Jadi istilahnya mending kita
- bersusah-susahlah memberikan manfaat
- kepada orang lain
- tapi nanti di akhirat kita senang
- daripada kita mungkin senang gitu loh
- tapi tidak memberi manfaat. Nah memang
- perlu waktu sih untuk meyakinkan istri
- tentang hal ini dan alhamdulillah istri
- saya tuh sudah yakin. Makanya saya tuh
- terusang
- saya pernah ini, Pak melakukan wakaf
- yang aneh-aneh juga.
- Hm. harganya buat saya lumayan isi saya
- nurut saja gitu akhirnya
- masyaallah
- minta nomor teleponnya Pak Ridwan dong
- ini nomor silakan siapkan Pulp sama
- kertas saya akan membacakan kembali
- nomor HP dari Bapak Prof Ridwan Hasan
- Saputra
- apa namanya tokoh suprarasional
- ini nomornya 0812
- 2
- sudah
- kemudian 80
- kemudian 34
- 1 00 0812
- 80
- 341100.
- Asalamualaikum Pak Ridwan. Apakah
- keluarga Pak Ridwan tertular juga cara
- berpikirnya Pak Ridwan?
- Ah. Yang jelas sih kalau di anak-anak
- saya alhamdulillah mereka sudah mulai
- ibaratnya berpikir hal yang sama.
- Minimal mau menderita lah.
- H
- menderita ikut pindah-pindah enggak
- protes. Karena terus terang saya
- menjalani hidup yang model seperti ini
- terus terang, Pak. Sering pindah-pindah
- rumah, Pak. He.
- Apalagi dulu ketika les bayaran
- seikhlasnya gitu. Kontrakan habis pindah
- atau habis pindah. Kalau sekarang sudah
- mulai rada mapan. Cuman sekarang alasan
- pindah-pindah rumah juga terus terang
- saya pribadi tidak ingin dikenal Pak
- apalagi sudah punya koperasi
- [tertawa]
- takutnya minjam ke rumah.
- Oh, gitu. Tapi selalu di seputar Bogor
- ya?
- Seputar Bogor.
- Dulu gimana ceritanya tuh gedung bisa
- akhirnya terbeli oleh Pak Ridwan?
- Padahal kan lulunya menc sewa ya Pak ya.
- Iya. He.
- Nah, ini yang saya bilang [berdehem] di
- sinilah cara berpikir superasional itu
- bermanfaat, Pak.
- Jadi gini, ini mohon maaf sih agak
- sedikit tidak masuk akal tapi saya
- meyakini begini, Pak. Di surat Albaqarah
- ayat 3, bismillahirrahmanirrahim.
- Alladzina yumminuna bil ghaibi
- wauqimunata wamimma roqnahum yunfiquun.
- Jadi beriman kepada yang gaib tuh, Pak,
- mendirikan salat dan menampakkan
- sebagian rezeki yang dianugerahkan.
- Jadi dulu tuh gini, saya pas
- mau ini apa? Beli sebuah ruko tuh, Pak.
- Heeh.
- Saya enggak punya uang.
- Terus saya memberanikan diri. Ini
- mungkin ciri seorang pengusaha berani.
- Saya mendatangi yang punya tuh saya
- minjam dulu 3 bulan, nanti saya bayar.
- Hm.
- Terus saya [tertawa]
- enggak punya uang, Pak, buat bayarnya.
- Pas 3 bulan mau habis enggak punya uang.
- H.
- Di sini saya percaya yang gaib gini,
- Pak. Sayaang kan jadikanlah sabar dan
- salat sebagai penolong gitu.
- Saya salat, Pak.
- H
- minta pertolongan dari Allah. Ada suara
- begini, Pak. Pas Allahu Akbar tuh minjam
- uang ke Pak Anu sebentar R miliar sekian
- buat bayar ruko gitu, Pak.
- He.
- Saya bingung ke Pak anu emang mau
- minjamin uang?
- Heeh.
- Itu orang tua siswa.
- He.
- Beres salat. Saya tuh bingung kok beres
- tempat ilham bisikan gitu tuh. Saya
- telepon, "Pak, saya mau minjam uang, Pak
- buat beli ruko berapa?" "Sat miliar
- sekian." Saya mikir nolak, Pak.
- Senyam-senyum. Kapan Pak Ridwan mau
- ngambilnya? Ya, kapan ketemu saya? Saya
- kaget.
- Masyaallah.
- Oh, gampang amat.
- Orang tua murid tuh.
- Iya, orang tua murid ngasih juga sambil
- ketawa-ketawa nulis diceknya, "Pak, mau
- bayarnya kapan, Pak?" gitu kan. Sampai
- itu mah akhirnya tuh bayarnya terserah,
- Pak. Ih.
- Udah kebayar sekarang?
- Udah, udah lunas.
- Masyaallah.
- Di situ saya merasa aduh enak banget ya
- kalau bisa nolong orang dan enggak pakai
- bunga, Pak.
- Ya Allah.
- Di situ saya berpikir, saya pun harus
- berbuat baik, enggak usah pakai bunga.
- Ini nolong orang.
- Tapi karena dia percaya saya, dia
- minjamin, Pak. Itu juga po penting,
- gitu.
- Di sinilah
- suprasional tuh. Kalau suprasional
- biasanya akan ada bisikan hati
- he
- yang memberitahukan kita hal-hal
- penting.
- Heeh.
- Tapi syaratnya tadi jangan bertentangan
- dengan dalil. harus dicek ini infonya
- salah apa tidak secara hukum agama.
- Kalau salah enggak benar jangan
- dilaksanakan.
- Tapi ketika informasi coba hubungi Pak
- Anu kan enggak salah Pak.
- Dan ternyata memang tepat itu yang
- minjamin.
- Oke.
- Asalam Pak Tiban. Ee katanya tahun ini
- KPM atau Kampung Matematika menjadi tuan
- rumah lomba matematika internasional
- sebanyak tiga kali.
- Ya.
- Lombanya online atau gimana?
- Online Pak.
- Oh. He.
- Jadi yang pertama itu di awal Januari
- tahun kemarin International Mathematic
- and Science Olympiad yang ke-17 itu
- sekitar mungkin 25 negaraan.
- He.
- Terus IMC International Matematic
- Competition di bulan Juli itu 30 negara.
- Yang terakhir ini internasional
- matematik Olimpiade itu ada sekitar 17
- negara. Itu online semua.
- Dan itu sebenarnya biasanya negara, Pak,
- yang membuat. Hm.
- Tapi alhamdulillah kita yang dipercaya
- oleh ibaratnya pihak internasional
- melaksanakan ini.
- Apa saja mesti dipersiapkan tuh?
- Wah, banyak hal, Pak.
- Undangan-undangan kontak sana, kontak
- sini.
- Yang pasti sih ini, Pak, sistem IT kita
- nih. Heeh.
- Ibaratnya ee kita tuh punya bukan
- software, tapi saya punya programmer
- yang bisa membuat apa yang mereka
- butuhkan.
- Hm. undangan, sistem penjurian,
- peserta, terus sistem di mana dia ketika
- melakukan upload, memeriksa segala macam
- tu bisa dilakukan secara online. Nah,
- kita punya teknologinya. Malah tahun
- depan pun ya beberapa negara minta kita
- lagi yang jadi pelaksana lomba-lomba
- internasional.
- Kalau contoh soal di Olimpiade
- matematika tuh seperti apa sih soalnya,
- Pak? Apakah sama dengan pematematika
- diajarkan di sekolah-sekolah atau ada
- unik-uniknya?
- Woh, ada unik-uniknya, Pak.
- H
- hm.
- Ee yang jelas gimana ya? Ee semakin ke
- sini soal-soal itu ee semakin sulit,
- semakin rumit.
- Rumit. Oh,
- walaupun dengan cara-cara sederhana sih,
- Pak. Ya, misalkan ginilah, misalkan
- ini mah hanya cerita aja ya, Pak. H
- kita ngelihat ada bangun misalkan
- segiempat tidak beraturan diketahui
- sudutnya saja
- terus diketahui misal ada dua garis yang
- sama panjang misalkan terus ditanya
- sudut yang lain. Nah, orang tuh bingung
- gitu ini ngerjakannya pakai apa gitu
- ibaratnya teh
- misalkan dikat cuma dua sudut terus ada
- dua garis yang sama terus ibaratnya dia
- harus mencari sudut yang tertentu gitu.
- Hm. Nah, itu biasanya harus pakai gambar
- lagi, Pak. Bikin gambar jajar genjang
- yang dengan sis
- itu waktunya berapa menit untuk
- menyal-masal itu?
- Itu tergantung lombanya ya, Pak.
- Kalau lomba yang seperti imso tuh
- misalkan ada isian singkat
- 25 soal 1 jam, tapi kalau ada IMC itu
- ada isian songkat 15 soal 1 jam.
- Tergantung
- jenis lombanya, Pak. Ada yang di saya
- pernah bawa anak ke Bulgaria itu 5 soal
- 4 jam.
- Hm. He.
- Oh, itu sampai keriting anak tuh
- lima soal
- 4 jam.
- 4 jam.
- Oh, terus oleh orang Indonesia bisa
- dikerjakan berapa lama itu?
- Ya, akhirnya mereka harus tetap 4 jam
- juga, Pak.
- Tetap harus ada di situ.
- Memang rumit ya soalnya ya?
- Soalnya rumit. Iya, soalnya rumit. Itu
- betul salah atau hampir betul atau
- gimana ininya?
- Itu modelnya ee biasanya pembuktian,
- Pak.
- Pembuktian sesuatu gitu loh. Atau yang
- kedua dia ketika mengerjakan tuh soalnya
- analisis. Jadi ketika menjawab itu
- ibaratnya harus dengan alasan-alasan
- yang kuat.
- Pelajaran SMP di kita dengan di
- negara-negaraan apakah sama?
- Beda, Pak.
- Beda.
- Tergantung negaranya. Ada yang lebih
- maju, ada yang lebih mundur.
- Di mana negara pembelajaran
- matematikanya paling bagus di-egara itu?
- Kalau saya lihat sih berdasarkan ini ya
- yang sering juara mah Cina sama
- Singapura sih, Pak.
- Hm.
- Vietnam juga sekarang bagus.
- Vietnam bagus tuh. Berarti pembelajaran
- matematikanya bagus di sana ya?
- Bagus. Iya.
- Hm.
- Nah, kayak kemarin ada soal-soal yang
- ibaratnya ini, Pak. Misalkan ini
- misalkan nih sekarang tahun 2022
- kayak sekarang misalkan tanggal ini kan
- tanggal 22 ya, Pak?
- Iya. 22.
- 20 Desember
- bulan Januari eh 20 Desember 2021 jatuh
- pada hari Rabu.
- He.
- Penanggalan yang sama itu berapa tahun
- lagi gitu. Ada tuh soal gitu
- ngitungnya gimana itu? Nah, itu dia.
- Tapi ada yang betul ya.
- Ada yang betul walaupun jarang ya, tapi
- ada yang betul.
- Yang betul itu anak usia berapa tuh?
- Itu SD kelas 5
- SD pertanyaan kayak gitu.
- Iya.
- Ya ampun.
- Kalau orang yang ini apa yang manual mah
- bingung tuh ngurut berapa ini gitu.
- Itu kalau di lombang itu kita boleh bawa
- kalkulator enggak sih atau gimana, Pak?
- Enggak boleh, Pak.
- Enggak boleh. Benar-benar olet
- oret-oretan boleh. Olet
- oretan boleh, tapi enggak boleh bawa
- kalkulator.
- Hmm. Hm.
- Harus pakai benar-benar logika
- berpikirnya yang harus bagus.
- Nah, kalau lombanya secara online itu
- ada kemungkinan bisa nyonteng enggak?
- Ada kemungkinan sih, Pak. Cuman kan
- biasanya nih ini komitmen para tim
- leadernya.
- He.
- Bahwa mereka akan menjaga kejujuran.
- Jadi biasanya ada dua model nih, Pak. Si
- anak tuh disimpen di satu ruangan, nanti
- ada kamera yang ibaratnya tuh ini
- mengawasi dan mereka juga mengawasi. He.
- Tapi ada juga mungkin karena kepepet dia
- mengerjakan di rumah terus ada kamera
- yang mengawasi.
- He.
- Nah, biasanya kalau
- ada nilai yang fantastis ibaratnya kita
- mulai curiga, ini benar nih, gitu loh.
- Ini gimana latar belakangnya gitu.
- Hm.
- Dan biasanya yang saya rasakan gini,
- Pak. Mereka tuh orang-orang jujur yang
- saya tahu nih. Jadi kalau muridnya
- nilainya aneh, malah mereka yang curiga
- ke muridnya.
- Hm. Jadi bukan ngebela untuk misalkan
- jadi menang, tapi kamu kok jadi bagus
- amat sih gitu loh. Kamu jujur nih
- ngerjakannya gitu ketika dia misalkan
- pak dicek lagi gitu. Makanya
- mudah-mudahan sih biasanya kalau lomba
- yang seperti ini fair biasanya, Pak.
- Oke. Masyaallah. Oke, Iwan dan Haut.
- Kami masih berbincang-bincang dengan
- Prof. Dr. Ridwan
- Hasan Saputra. Beliau mencetuskan ide
- berpikir secara suprarasional,
- banyak bersedekah, bukan hobi
- bersedekah. Beliau mendirikan koperasi
- yang diberi nama Koperasi Simpan Pinjang
- Bangkrut,
- Bang Ridwan. Dan ini sudah ada SK
- Menkomnya jadi legal ya. Itu kalau mau
- pinjam di sana ada yang R5 juta, ada
- yang 1 M. Syaratnya si peminjam harus
- ikut pelatihan dulu di Pak Ridwan.
- Kemudian juga harus ada catatan dari e
- apa DKM masjid bahwa dia rajin salat
- berjamaah di masjid.
- Jadi walaupun itu juga tidak jaminan ya.
- Tidak jaminan Pak.
- Ya cerita saya kadesnya aja ketipu dia
- [tertawa]
- menjamin.
- Tapi di Pak ee saya belum mampu bayar
- dulu nih Pak gitu. Bilang enggak? Kadang
- enggak
- sudah aja menghilang. [tertawa] Heeh.
- Aduh, masyaallah.
- Di situ saya ada catatan penting, Pak.
- Akhirnya kenapa mungkin kalau
- orang-orang yang mohon maaf bank tuh
- ketika ada orang yang miskin tuh
- persyaratannya banyak karena memang rada
- susah dipercaya.
- He.
- Karena yang saya rasakan yang macet di
- sini orang-orang yang gede tidak mampu,
- Pak.
- He.
- Yang kaya-kaya yang minjam malah lancar.
- Itu yang saya ngelihat itu fenomenanya.
- Oke,
- silakan yang mau mencatat yang tanya
- nih. Ee
- nomor telepon Pak Ridwan ini nomornya
- ya. Ini di humas KPM ya, 0812
- 80
- 11
- 0812
- 80341100.
- Asalamualaikum. Mohon izin bertanya,
- bagaimana caranya membedakan sistem yang
- diajarkan Pak Ridwan? Berbeda ada
- kesamankah dengan sistem yang digunakan
- oleh Ustaz Yusuf Mansur? Terima kasih
- dari Takdir TB. Waduh, saya agak kurang
- enak, Pak, mengomentari orang lain.
- He.
- Yang jelas pertama ee apa ya? Saya kan
- enggak pakai program sedekah, ya.
- Harus sedekah ke saya kan saya mah
- enggak.
- Yang ada siapa coba minjamin uang gitu.
- banyak output nih daripada
- banyak output. Ee yang kedua ya ketika
- saya tawarkan misalkan ada yang mau
- dititipi itu juga orang-orang yang
- memang sudah percaya saya wong saya
- tidak maksa gitu kan istilahnya teh. Dan
- ee
- yang pasti sih apa ya orang-orang yang
- bergabung dengan saya itu orang-orang
- yang memang percaya saya dan saya
- percaya dia sih. Makanya ibaratnya
- enggak bisa orang ujung-ujung minjam
- uang.
- Hm.
- Tanpa saya percaya. Terus perkara
- setelah mereka akhirnya ngabur ya
- udahlah. Ibaratnya sudah takdirnya
- mungkin. Yang jelas dinasihati sudah,
- diajari sudah, Pak.
- Seperti itu.
- Oke.
- Saya enggak berani, Pak, ya, ngomentarin
- pihak lain.
- Oke. Baikbaik. Oke.
- Asalamualaikum ee Pak Ridwan. Pak
- Ridban, bagaimana caranya Pak Ridwan ini
- menjaga hati supaya tidak ujub, tidak
- riak? Karena kan luar biasa ini
- gerakannya.
- Ah, begini. Saya pertama bersyukur
- kepada Allah. Saya tuh banyak
- kekurangan, Pak.
- Hm.
- Jadi
- supaya tidak ujub tidak riah, saya lihat
- kekurangan saya. Itu aja udah.
- Hm.
- Itu aja. Jadi Allah tuh ngasih ke saya
- banyak kekurangan.
- Cuma kalau berpikir ria itu malah enggak
- jalan-jalan ya [tertawa] gitu. Itu juga
- malah godaan setan tuh.
- Heeh. Takut ri takut ri akhirnya enggak
- jalan-jalan. Padahal ini kan mesti
- diumumkan. Mesti di mana?
- Betul.
- Mesti bisa diketahui oleh umum. Ya. Ee
- Pak Ridwan, bolehkah saya mampir ke
- tempatnya Pak Ridwan? KPM di jalan apa
- nomor berapa, Pak, di Bogornya?
- Yang jelas kalau KPM itu di Jalan Raya
- pokoknya tulisan KPM sih. Ruko ruko 6
- ya.
- He.
- Nomor satu sampai nomor 3.
- Heeh. Satu sampai ada tiga ini. Tiga.
- Tiga ruko.
- Empat ruko sebenarnya, Pak.
- Masyaallah. Itu punya Pak Ridwan
- sendiri.
- Masyaallah. Tapi rencana rencana saya
- tiga rukun mau diwakafkan nanti.
- Heeh.
- Untuk umat biar bekal akhirat.
- Masyaallah.
- Di situ, Pak. Cuman saya sekarang agak
- jarang di kantor ya.
- Heeh.
- Saya sering ini kan saya sering ngelatih
- yang bayaran seikhlasnya kadang tidak
- dibayar. Jadi jarang ada di tempat.
- Heeh.
- Saya terusang kalau ngelatih guru-guru,
- Pak ya saya enggak mau dibayar.
- Heeh. Heeh.
- Walaupun banyak yang ngerasaan, tapi
- saya terus terang sukanya kalau enggak
- latih gur enggak dibayar. Tapi kalau
- ngurusi perusahaan
- superasional nih dibayar seikhlasnya.
- Apa kepuasan Pak Ridwan di dalam
- menjalankan hidup ini?
- Saya terus terang gini, Pak. Merasakan
- kepuasan tuh kalau kita bisa memberi
- manfaat kepada orang lain.
- Masyaallah.
- Hati saya tuh merasa tenang. Walaupun
- kadang-kadang kita rugi nih, Pak.
- [tertawa]
- Tapi puas ya.
- Tapi puas.
- Iya.
- Heh.
- Tapi puas. Dan satu hal saya sekarang
- juga belajar nih, Pak. Tidak berpikir
- untung rugi, Pak. H
- kan gini biasanya saya ada yang nanya
- kan, "Pak, saya sedekah sudah R juta
- nih, kok belum dapat balasannya?" gitu.
- Saya bilang, "Thekah
- Rp100 juta enggak akan dapat balasan?"
- [tertawa]
- Biasa aja saya bilang
- karena saya yakin Allah tuh pasti nyatat
- lah. Dan kita enggak usah
- hitung-hitungan pengin dapat balasan.
- akan balas dapat balasan tapi entah
- kapan, Pak atau gimana.
- Iya. Saya sih meyakini gini, saya
- meyakini gini, Pak. Kenapa orang harus
- baca bismillahirrahmanirrahim, Pak dalam
- melakukan berbagai aktivitas?
- Karena
- kata-kata dengan nama Allah yang maha
- pengasih, maha penyayu, pengakuan syukur
- kita kepada Allah. Allah tuh sangat
- baik, Pak.
- Sangat baik pengasih penyayang ke kita.
- Makanya ketika saya berbuat baik,
- beramal saleh itu, saya tuh sudah enggak
- berpikir balasan. He
- wong yang kita dapatnya sudah balasan,
- Pak, dari Allah teh. Makanya saya mah
- mau nyumbang berapa kek, jemin berapa
- kek,
- udah aja saya mah biasa aja.
- H
- karena Allah tuh sudah sangat baik, Pak.
- Enggak usah nuntut macam-macam.
- Asalamualaikum, Pak Ridban. Pak Ridban,
- ada orang menyumbang atau berinfak pada
- hari Jumat pagi atau subuh. Ee apakah
- ini faedahnya apa-apa nilai ada
- nilai-nilai berbeda enggak di antara
- itu?
- Yang jelas kan gini, kita mah kan pakai
- dalil. Jadi ketika hari Jumat itu hari
- terbaik, jadi ketika kita melakukan
- aktivitas ibadah di hari itu pasti jadi
- jauh lebih baik daripada yang hari-hari
- biasa
- istilahnya tuh seperti berdoa saja kan
- hadisnya ketika di waktu asar di hari
- Jumat kan mustajab
- ya itu pasti menunjukkan bahwa banyak
- kebaikan di sana
- tapi kalau bisa berbuat baik tuh
- jangan hanya masalah hari
- h
- ada pengemis orang kelaparan nih datang
- hari Rabu mohon maaf [tertawa] saya
- enggak Saya bantu bisitanya hari Jumat.
- Enggaklah. Berbuat baik, berbuat baik
- aja. Dan kalau saya pribadi, Pak, mohon
- maaf
- sudah enggak mikir hari, Pak. [tertawa]
- Ada kesempatan ya berbuat baik aja.
- Oke. Asalamualaikum, Pak Ridwan. Apakah
- hutang kartu kredit bisa dibayarkan oleh
- jasa pelunasan kartu kredit? Karena saya
- sering di SMS dengan jasa tersebut. Saya
- hutang kartu kredit sudah 3 tahun saya
- belum bisa melunasinya. Jadi, saya tiap
- bulan hanya mampu bayar minimum.
- Yang jelas gini sih, kalau di saya ini,
- Pak, kalau sudah syaratnya jadi anggota
- itu masuk dan orangnya bisa dipercaya,
- dia minjam, ya kita pinjami, gitu loh.
- Hm.
- Kalau tidak bisa dipercaya, tidak kita
- pinjami. Prinsipnya seperti itu. Dan dia
- nanti
- digunakan buat apa juga
- terserah. Saya pernah minjamin uang tuh,
- Pak, yang lumayan gede. Dia untuk
- bayarin hutang dia di bank, Pak.
- He.
- Tapi karena saya percaya dia, saya
- pinjamin.
- Akhirnya bisa kembali.
- Heh. Bisa kembali. Cuman kan
- kadang-kadang gini, Pak. Menurut saya
- banyak orang-orang yang berhutang tuh
- ternyata juga berhutang juga ke yang
- lain, Pak.
- H.
- Jadi masalah memang. Nah, di situ kan
- ketika saya lihat
- gali lubang tutup lubang ya.
- Nah, itu mah malah enggak saya pinjamin
- karena kan
- saya juga harus berpikir jangan sampai
- kita juga apa ya memberikan sesuatu
- kepada orang yang tidak amanah gitu.
- Hm. Itu oke.
- Asalamualaikum Ridban. Apakah misalnya
- dari agama lain juga bisa dibantu oleh
- Pak Ridwan?
- Iya. Terus terang gini, saya jadi buka
- kartu sedikit.
- Saya tuh tiap bulan rutin tuh ngirim ke
- panti asuhan yang mengalami agamanya
- Katolik.
- Terus juga saya suka rutin misalkan
- suster butuh bantuan apa gitu. Ada tuh
- Pak Ridwan ini tangga di ibaratnya apa
- sih namanya teh kalau Kristen teh
- kesusterannya apalah gitu rusak. Saya
- bantuin dana. Ada mau buat ruangan mesin
- jahit kita dana gitu loh.
- Saya juga punya karyawan nonmuslim, Pak.
- Heeh.
- Termasuk supir, Pak.
- Iya. Sopir saya juga nonmuslim.
- Heeh. Maksud saya tuh
- kita mah terbuka buat semua
- agama, semua suku, bangsa, dan ras.
- Dari Bu Rukmin yang salam. Kalau minta
- sumbangan boleh enggak, Pak? [tertawa]
- Nah, kalau minta sumbangan tuh syarat
- ketentuan berlaku. Yang jelas kita tiap
- bulan memang suka nyumbang sih ke
- berbagai tempat. He.
- Cuma ada satu yang unik nih. Saya itu
- kan karena orang suprasional. Kalau ada
- yang minta sumbangan tuh ada yang saya
- tolak, ada yang saya
- berikan.
- Berikan. Makanya ee Ibu teh harus bisa
- membuat hati saya ini. [tertawa]
- Asalamualaikum, Pak Ridwan. agar hati
- kita tenang. Apa-apa saja mesti
- dihindari dan dilakukan Pak Ridwan.
- Agar hati kita tenang tuh pertama kita
- harus banyak berzikir ya kepada Allah.
- Makanya kalau saya suka bawa tasbih biar
- ketika di mobil zikir gitu
- terus baca Al-Qur'an. Pagi-pagi setelah
- subuh tuh
- upayakan baca Al-Qur'an. Saya di kantor,
- Pak. He.
- Punya program pokoknya 1 minggu
- masing-masing harus baca 2 juz.
- Jadi khataman kita seminggu dua kali.
- He.
- Itu proses tuh untuk mengingat Allah.
- Yang kedua, perbanyak sedekah.
- He.
- Yang ketiga, yang sangat penting juga
- jauhi maksiat se maksimal mungkin ya.
- Ngomongin oranglah atau hal-hal yang
- tidak bagus,
- jauhilah.
- Maksiat yang terkecil apa misalnya, Pak?
- Sebenarnya kalau saya lihat ya itu kan
- definisinya tiap orang mungkin
- beda-beda ya. Kadang-kadang ngomongin
- orang tuh
- biasanya nanti
- suka rada timbul enggak enak tuh.
- Heeh. He
- ngomongin orang terus ngomongin hal-hal
- yang tidak benar lah gituah.
- Jadi istilahnya teh membuat biasanya
- hati kita jadi tidak tenang.
- Heeh. Heeh.
- Terus yang kedua ngebohong.
- He.
- Terbang yang agak lebih masalah tuh
- adalah itu, Pak. Riba.
- Hm.
- Orang kan banyak sekarang terjebat sama
- riba.
- Makanya hatinya sering tidak tenang
- terus. Makanya kalau bisa
- riba itu dihindari. Itu memang
- kategorinya dosa besar. Ya,
- bagaimana kalau sudah kadung pinjam kita
- belum mampu ganti kan Mas Riba jalan
- terus tuh.
- Nah, itu makanya upayakan
- harus segera dilunasi.
- Heeh.
- Oke.
- Dari Ais ee
- Oh, minta nomor telepon dari tadi minta
- telur terus ya. Oke. Oke. Ini nomor
- teleponnya
- Bapak Prof. Dr. Ridwan Hasan Saputra
- bisa lewat humas KPM Kampung Matematika
- di Bogor di Laladon ya di 0812
- sudah. Kemudian 80
- 34
- 1100
- 0812
- 80
- 34 1
- 00
- Pakwan tiap kita lewat tikungan atau
- perapatan jalan suka ada orang yang
- minta-minta uang. Kalau saya niatnya
- untuk sedekah boleh enggak? Bukan
- sebagai upah.
- Kalau ini jawabannya harus hati-hati
- nih.
- Kalau saya lebih menyarankan,
- sedekahlah kepada lembaga-lembaga resmi,
- Pak.
- He.
- Yang memang nanti peruntukannya jelas.
- Kalau untuk fakir miskin juga mereka
- memang bisa
- melihat ini benar-benar fakir miskin
- gitu.
- Kalau kita ngasih di pinggiran kan kita
- enggak tahu.
- Karena saya pernah lihat, Pak, dengan
- mata kepala sendiri itu musafir atau
- yang minta-minta masukin uang tebal,
- Pak. mungkin hasil penghasilan dia itu.
- Terus di Bogor juga ada, Pak, yang suka
- minta-minta uang di pinggir jalan.
- Pulangnya pakai mobil, Pak. Tiap hari
- datang pakai mobil, pulang pakai mobil.
- [tertawa]
- Sampai teman saya bilang, "Itu punya
- angkotnya dua, Pak Ridwan. Saya bingung
- itu kerjanya itu
- minta,
- minta-minta." Jadi lebih baik saran saya
- berikan kepada lembaga resmi aja, ke
- masjid atau ke
- yang inilah sudah jelas gitu.
- Mm. Oke, ya, Pak. ee kita ee zuhur 1154
- ya Mas Sondi ya. Oke. Ee ini terakhir
- Pak Ridwan ada lagi yang mau disampaikan
- sehubungan dengan
- apa suprarasional ini? Hikmah-hikmah
- suprarasional apa hikmah-hikmahnya?
- Jadi yang ingin saya sampaikan pertama
- begini.
- Allah tuh maha adil Bapak Ibu karena
- Allah tuh bisa membuat kita semua tuh
- jadi orang besar. Jadi orang yang dalam
- tanda petik mah apa ya yang merasa
- berkecukupan, rezekinya berkelimpahan.
- Cuman sayangnya kita sebagai manusia itu
- diberikan tiga antena. Antena akal,
- panca indra, sama antena kalbu. Nih
- orang bilang sering bilang hati itu yang
- dipakai cuma dua saja, akal dan panca
- indra.
- Kalbu tidak. Nah, berpikir suprarasional
- itu membuat otak di dada atau kalbu ini
- aktif sehingga kita akan merasakan
- adilnya Allah. H
- saya meyakini ya kalau misalkan kita
- sudah kalbunya hidup, insyaallah
- kehidupan kita enggak akan susah, Pak.
- He.
- Makanya
- belajarlah ilmu suprarasional
- dan belajarlah untuk mengasah kalbu.
- Nanti ada uniknya, Pak. Saya tuh terus
- terang banyak kebutuhan hidup cuman
- bilang, "Ya Allah, saya butuh anu."
- Datang, Pak.
- Hm.
- Yang paling fenomenal nih, Pak. Yang
- paling fenomenal tuh saya waktu di
- Afrika Selatan ada seminar matematik. Ya
- Allah, saya pengin berziarah ke makam
- Syekh Yusuf Almakassari.
- Heeh.
- Itu waktu di Durb. Masa ketemu orang
- Afrika Selatan baru selewat
- ketemu saya itu langsung ngasih tiket
- gratis, Pak.
- Ulak-balik ke
- tiket pesawat apa ya?
- Tiket pesawat.
- He.
- Untuk berziarah ke tempat Der Duruban
- Keptoon Keptoon Durban.
- Karena hati saya berbisik, "Ya Allah,
- saya pengin A, ya Allah saya pengin B."
- H
- itu Allah apa ya? Penuhi, Pak.
- Hm.
- Sampai yang aneh-anehlah. Misalkan
- pengin umrah dibayarin, ada yang bayarin
- sampai tiga kali, Pak, ngebayarinnya.
- Heeh. Masyaallah.
- Jadi kalbu diasah.
- He.
- Sayangnya kita sudah dikasih kalbu
- jarang diasah gitu aja.
- Asal Ustaz Ridwan itu kan kalau
- seperanuskan untuk diri kita sendiri.
- Bagaimana kita bisa menularkan orang
- lain? Misalnya anak kita susah salat,
- bagaimana kita supaya mudah salat dari
- sebab-musabab supranatural? Bisa enggak?
- Bisa jawabannya bisa.
- Hm.
- Supra supr [tertawa]
- suprarasional salahlah gitu
- jawabannya bisa pertama ya kita menyuruh
- dia salat didik dia dengan benar
- misalkan dengan ajak ke pengajian segala
- macam
- dan doakan untuk menjadi anak saleh
- salehah
- insyaallah proses itu akan kita dapatkan
- cuman biasanya ujiannya satu Pak ada
- istilah teman bilang kan kontraktor juga
- rumahnya suka bocor
- h
- gitu kan
- kadang mungkin ustaz kiai anaknya juga
- malas-malasan. Itu memang ujiannya. Tapi
- kalau dalam ilmu superasional itu proses
- kok, Pak. Biasanya setelah mereka
- menemukan jalannya akan jadi orang-orang
- hebat nantinya.
- Masyaallah.
- Oke, saya periksa dulu nih masih ada
- pertanyaan enggak? Kalau enggak
- kita sudahi saja acara bincang-bincang
- kita dengan Prof. Dr. Ridwan Hasan
- Saputra yang punya nomor
- humas KPM adalah 0812
- 801100
- 0812
- 804
- 1100
- mm masih ada hari Ini
- ee
- antena tolong diulang dong. Oh, tadi kan
- tadi 0812
- 803411
- 00.
- Hm.
- Mungkin tadi tiga antena manusia
- mungkin, Pak.
- Oh, tolong diulang apa tuh? Heeh. itu
- pertama panca indra, yang kedua akal,
- yang ketiga hati atau saya nyat kalbu
- lah. Oke. Oke. Pertama
- panca indra.
- Panca indra.
- Yang kedua akal.
- Akal.
- Yang ketiga, kalbu.
- Qbu
- atau hati di Indonesia itu biasanya
- ini mesti diasah.
- Diasah tiga-tiganya.
- Cara mengasah kalbu bagaimana?
- Dengan tadi banyak mengingat Allah dan
- melakukan sedekah.
- Hm. Banyak mengingat Allah dan melakukan
- sedekah.
- Oke, waktu di studio menunjukkan pukul
- 11.43
- menit. Kita sudahi acara bincang-bincang
- kita dengan Bapak Prof. Dr. Ridwan Hasan
- Saputra yang hari ini datang bersama
- putranya tercinta yaitu Alam dan
- sopirnya Jonathan. [tertawa]
- Haturun, Pak. Mudah-mudahan Bapak selalu
- sehat bisa kembali sharing kepada kami.
- Amin.
- Saya Muhammad Krishna Oni Saputra dan
- juga Anis Mualim mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.