Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail TV. 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:20 rahimakumullah. 0:23 Syukur alhamdulillah kita bisa 0:25 bersama-sama lagi di acara ee 0:28 perlindungan anak yang mudah-mudahan 0:32 dapat mempersuasi kita jauh lebih keren 0:36 menjadi pendamping buah hati kita ya 0:38 atau juga siswa kita atau anak-anak di 0:42 Indonesia tercinta ini. Tidak lupa salam 0:44 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:46 umat Muhammad Rasulullah sallallahu 0:48 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 0:51 dipertemukan dengan beliau di saat yang 0:53 sangat kita rindukan di yaumil akhir dan 0:56 mudah-mudahan semuanya sehat, bugar, 0:58 aman terkendali ya. Untuk hari ini 1:02 anak-anak kalau enggak salah sebentar 1:04 lagi masuk sekolah nih bahasan tadi di 1:07 off air dengan narasumber kita Dr. Hamid 1:10 Patil 5 terkait dengan hal tersebut deh 1:13 kayaknya persisnya seperti apa. Nanti 1:16 kita simak sepenuhnya kita sapa beliau 1:19 yang sudah hadir di sini. Asalamualaikum 1:21 warahmatullahi wabarakatuh. 1:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:24 wabarakatuh. Apa kabar Bunda? 1:26 Sehat. Alhamdulillah. 1:28 Jadi gimana anak-anak yang sudah liburan 1:31 terus akan masuk sekolah lagi? 1:33 Persisinya bahasan kita 1:36 kembali ke sekolah 1:37 tanpa takut? 1:38 Sekolah emang ada ya yang bikin takut 1:41 anak-anak ke sekolah lagi? Baik ikhwan 1:44 akhwat. Jadi kembali ke sekolah bagi 1:46 buah hati kita tanpa rasa takut seperti 1:48 apa gerangan? Mari kita simak. Silakan. 1:51 Baik makasih Bunda. 1:54 Bismillahirrahmanirrahim. 1:55 Asalamualaikum warahmatullahi 1:57 wabarakatuh. 1:58 Waalaikumsalam warahmatullahi wabar 2:00 pendengar Radio Rasil di mana saja 2:02 berada. Alhamdulillah 2:05 kita masih diberi kesempatan oleh Allah 2:08 untuk berjumpa 2:10 kali ini. Insyaallah pada topik minggu 2:15 ini kita akan membahas 2:18 kembali ke sekolah tanpa takut. 2:21 Sebagaimana kita ketahui 2:25 Kementerian 2:27 Kementerian Pendidikan Dasar dan 2:29 Menengah telah menerbitkan 2:33 Peraturan Menteri 2:35 Dikdasmen 2:37 nomor 6 tahun 2026 tentang sekolah aman 2:44 berbudaya. berharap ayahanda dan bunda 2:48 di rumah 2:51 memastikan 2:53 peraturan ini dibaca baik-baik, 2:56 dipahami, dan dimengerti. 2:59 Karena saat ini anak-anak kita sedang 3:02 dalam libur sekolah. Tapi di beberapa 3:06 pesantren kami dengar informasi tadi 3:09 sudah ada yang mulai masuk. 3:12 Mereka berlibur otomatis 3:15 berbagai aturan yang kemarin kemarin 3:20 sebelum mereka liburan 3:22 he 3:22 itu sudah disepakati bersama-sama. 3:26 Lalu mereka sudah jalankan. Tapi 3:29 kemudian saat mereka liburan itu semua 3:31 berubah sesuai dengan 3:34 ee keinginan mereka. Namanya juga 3:37 berlibur, beristirahat, berekreasi. Itu 3:41 semua menjadi hak-hak anak yang diatur 3:47 di dalam konvensi anak pasal 31. 3:54 Ayahanda dan Bunda, kenapa 3:57 topik ini kita angkat? Karena kita 4:01 ketahui ada beberapa 4:04 anak, terutama anak yang 4:08 baru masuk PAUD itu otomatis membutuhkan 4:12 penyesuaian 4:14 karena mereka akan menemukan lingkungan 4:18 baru. Untuk itu mereka harus juga 4:21 dipersiapkan secara baik. Lalu yang 4:23 kedua, Bunda Nuning, 4:25 he 4:25 anak-anak yang 4:28 akan 4:29 masuk ke sekolah dasar berarti transisi 4:33 dari PAUD ke SD. He 4:37 di beberapa anak yang belum tuntas 4:41 sosialisasinya di PAUD saat mereka akan 4:46 bergabung di ISD itu perlu penyesuaian 4:50 dan ini juga menjadi penting perlu kita 4:53 persiapkan dan mereka itu sebetulnya 4:56 sudah asik berlibur dan sudah punya 4:59 gambaran aku mau jumpa dengan si A, si 5:02 B, si C. 5:04 itu yang kemudian kalau tidak 5:06 dipersiapkan 5:08 akan memunculkan rasa takut. Di beberapa 5:11 anak kita ketahui mereka sangat antusias 5:15 untuk menjumpai teman-teman baru, guru 5:19 baru, pakaian baru yang paling utama, 5:22 sepatu baru. 5:24 Lalu kemudian anak-anak yang akan 5:27 memasuki kelas 7 berarti 5:31 transisi dari SD ke sekolah menengah 5:36 dasar. Jadi SMP itu juga ee sebagian 5:41 anak yang mereka sudah dipersiapkan itu 5:46 dengan antusias untuk 5:49 menemui teman-teman barunya. Dan yang 5:52 tidak kalah penting juga adalah 5:54 anak-anak yang 5:57 memasuki kelas 10 baik itu di SMA, SMK 6:03 atau di Madrasah Aliah, ada beberapa 6:07 anak juga mereka ee masuk ke 6:12 pesantren dan ini juga menjadi sangat 6:16 penting kita ketahui bersama-sama. 6:20 Ayahanda dan bunda. Untuk itu tolong 6:24 baca ee 6:27 peraturan Menteri Pendidikan Dasaran 6:31 Menengah itu sebagai acuan bersama-sama 6:34 untuk kita berdiskusi dengan anak-anak 6:36 kita sehingga mereka ya minimal 6:39 terhindar dari rasa takut. Tapi percaya 6:43 diri itu tinggi menjadi sangat penting. 6:47 Budaya sekolah aman dan nyaman ini 6:50 menjadi target pada periode pemerintahan 6:55 kali ini dan berharap itu juga 6:58 mendapatkan dukungan dari setiap orang 7:02 tua terutama 7:05 ayah. Karena mengantarkan 7:08 anak di hari pertama itu menjadi penting 7:12 dan menjadi 7:15 sesuatu yang sangat ee mereka 7:19 tunggu-tunggu dan mereka harapkan ada 7:22 support dari ayahnya. Untuk itu Bapak 7:26 Bupati ee Walikota, Gubernur dan 7:31 otomatis ya ee menteri untuk mendorong 7:36 ada pemberian kompensasi izin beberapa 7:42 waktu kepada setiap ayah agar mereka 7:46 dapat berkesempatan mengantarkan anak 7:49 mereka ke sekolah. Dan bagaimana bagi 7:54 anak-anak yang tidak memiliki ayah, 7:57 untuk itu berharap ada pamannya atau ada 8:01 kakeknya untuk sebagai 8:04 pendorong untuk memotivasinya anaknya 8:07 untuk dengan antusias mau datang ke 8:11 sekolah barunya. Ini menjadi penting. 8:14 Budaya bukan sekedar aturan tertulis. 8:19 budaya sesuatu yang perlu pembiasaan dan 8:24 kalau anak-anak kita sudah mulai 8:27 terbiasa 8:29 tapi awal-awal sekolah itu Bunda Nuning, 8:31 he 8:32 mungkin Bunda Nun pernah merasakan ya 8:36 kalau ee anak-anak yang setiap hari 8:40 bersosialisasi dengan baik itu mereka 8:45 pada saat mau datang ke sekolah baru 8:48 mereka antusias. Ah, untuk menuju ke 8:51 situ sebetulnya ada beberapa tahapan 8:55 yang perlu dilakukan oleh setiap orang 8:57 tua untuk memperkenalkan sekolah 9:00 barunya. Selain 9:03 ee ada beberapa anak yang 9:06 masa liburnya itu tidak full benaring. 9:09 Terutama anak-anak yang tadi saya 9:11 sebutkan ya, anak-anak yang mau masuk 9:15 PAUD, lalu yang naik mau masuk SD 9:20 kemudian masuk SMP atau SMA atau 9:25 sederajat itu kan mereka seharusnya 9:28 libur 2 minggu penuh. Tetapi karena 9:32 mereka harus mendaftar 9:35 untuk sekolah barunyaah itu akhirnya 9:38 mereka ee menunda kesenangan itu dengan 9:43 menyesuaikan sekolah barunya. Apalagi 9:46 kalau 9:47 anak-anak yang 9:51 dirancang jadwalnya itu secara teratur 9:54 dan itu juga di 9:56 dukung oleh ayah ibunya, mereka 9:59 melakukan anjangsana ke sekolah barunya. 10:02 Iya. Jadi berharap kalau itu terencana 10:07 dengan baik, kepala sekolah, humas, dan 10:11 guru-guru lain akan melakukan tur di 10:14 sekolah. Tour apa saja itu Ban Nuning? 10:18 Pertama, otomatis 10:19 ee mengetahui suasana lingkungan di 10:23 sekolah. Jadi sekolah itu alamatnya di 10:27 mana? Lalu tetangga dari sekolah itu apa 10:31 saja? Adakah warungkah, ada rumah makan 10:35 atau restoran atau ada ruang ee publik 10:40 di mana di mana anak-anak bisa 10:42 berinteraksi lebih luas lagi seperti 10:44 alun-alun atau lapangan. Nah, itu 10:49 di lingkungan sekolah dulu. Jadi di 10:52 lingkungan sekitar sekolah. Lalu anak 10:56 juga tahu transportasi ke sekolahnya itu 11:01 apa saja. Itu juga harus di dibaca, 11:06 dipahami, dimengerti. Lalu sampai ke 11:10 berapa pengeluarannya itu? Apakah anak 11:14 berjalan kaki ke sekolah? Kalau bila 11:17 jaraknya ee 11:20 pendek ya, kalau kita suka mengikuti ee 11:24 gubernur KDM itu ya kalau boleh cuma 1 11:27 kilo dari rumah ke sekolah 11:31 jalan kaki itu paling utama. Kalau lebih 11:33 dari itu mungkin naik sepeda atau kalau 11:36 lebih dari itu harus diantar 11:40 atau numpang. Ee sekarang di beberapa 11:44 kabupaten kota itu 11:47 bupati walikotanya memfasilitasi 11:50 anak-anak sekolah dengan bus sekolah. 11:52 Nah, itu juga perlu disosialisasikan 11:56 kepada anak-anak kita sehingga 11:58 anak itu 12:00 mereka sudah mampu merencanakan terkait 12:05 terutama waktu ya. Karena waktu liburan 12:07 itu anak-anak 12:10 long ee waktunya itu longgar. 12:12 Iya. 12:13 seharusnya bangun ee 12:16 seteng lalu subuh kemudian mereka mandi 12:20 sarapan lalu beribadah. 12:24 ini tidak kalau waktu 12:27 e liburan karena orang tuanya juga ee 12:30 sangat mengerti, tetapi di beberapa 12:33 orang tua mereka sangat ketat karena 12:36 untuk memastikan anaknya 12:39 selalu melaksanakan ibadah subuh itu 12:42 sesuai waktu. Bukan setelah salat duha 12:45 baru salat subuh. 12:47 itu yang menjadi penting. Lalu kemudian 12:49 berleha-leha ini anak-anak ini harus 12:52 diperkenalkan 12:54 transportasi dan lingkungannya itu 12:57 menjadi penting. Ini untuk mencegah 13:00 mengurangi rasa takut atau khawatir ya. 13:04 He 13:04 khawatir sebetulnya. Lalu yang kedua tur 13:08 di sekolah. Kalau sekolah itu ee yang 13:12 sudah diatur 13:14 dengan baik ya, karena satu anak itu 13:18 adalah investasi ee baru buat sekolah. 13:22 Karena kalau tidak ada anak siapa yang 13:25 akan menjadi murid? Nah, untuk itu 13:29 kepala sekolah yang hebat dia menyambut 13:32 tamu yang datang. tamu ini ee 13:37 anak tersebut bersama dua pasang ya 13:40 Bunda Nuning, ayah, ibu. Kalau mereka 13:43 punya adiknya atau kakaknya di diajak ee 13:49 serta untuk berjumpa. Nah, oh ini kepala 13:53 sekolah. Perkenalkan kepala sekolahnya 13:55 dengan penuh keramahan. Lalu kemudian 13:58 kepala sekolah memandu ee mengarahkan ke 14:02 ee lingkungan, 14:04 ke guru-guru, 14:06 ke fasilitas-fasilitas. 14:08 Nah, itu yang juga menjadi penting juga 14:13 harus nih harus menjadi catatan bagi 14:16 anak-anak yang baru ya untuk mengecek di 14:19 mana toiletnya, apakah toiletnya 14:23 nyaman tidak. 14:24 Lalu kemudian titik-titik mana yang di 14:27 sekolah itu rawan juga anakku sudah 14:30 mulai baca tuh berharap pada saat dia 14:33 mendaftar dia lolos Bunda ya 14:35 itu juga akan menjadi satu apa 14:38 antusiasme dari si anak untuk mau 14:41 menjadi murid atau siswa di sekolah 14:44 tersebut. Kemudian bagaimana dengan 14:47 situasi kantin? He. 14:49 Lalu bagaimana fasilitas pendukung lain? 14:51 Anak-anak itu 14:54 sangat antusias bila ada fasilitas 14:58 pendukung bakat minat dia. Ada ee 15:02 lapangan bola, ada basket, lalu ada 15:06 laborat apa ee sanggar. Sanggar ada 15:11 sanggar tari, sanggar seni, sanggar 15:14 apa? klub musik atau band atau apa. Jadi 15:18 anak-anak itu semua mendapatkan 15:22 informasi yang sangat ee penting dan 15:26 membuat dia sangat antusias. Ah, 15:29 berharap itu terjadi ya. 15:31 Iya. Bagaimana kalau sekolah yang belum 15:34 yang belum mementingkan anak sebagai 15:38 investasi dan sebagai orang yang akan 15:42 mereka ee dampingi, bimbing, dan mereka 15:47 akan dukung dan terus memotivasi menjadi 15:51 individu yang berkualitas. 15:54 ini ee ayahanda dan bunda. Ada empat 15:58 dimensi ee aman dan nyaman yang perlu 16:03 ayahanda dan bunda perlu mulai pastikan 16:07 untuk memastikan 16:10 anak kembali ke sekolah tanpa takut itu 16:13 seperti apa. Pertama, spiritualnya. 16:16 Bagaimana ee spiritual anak kita ini? 16:20 Apakah dia benar-benar 16:25 memastikan apa yang dia lakukan itu 16:28 hanya karena Allah 16:31 dan dia merasa 16:34 dilihat atau diawasi oleh Allah 16:38 spiritualnya itu. 16:40 Dan itu sebetulnya akan terlihat dari 16:43 praktik keseharian. Apakah anak itu ee 16:48 mau berterima kasih atau selalu berucap 16:52 syukur, selalu berucap alhamdulillah, 16:56 lalu kemudian dia ee terlihat dari 17:01 perangai dan perilaku keseharian dia. 17:04 Itu spiritualnya. Kemudian fisik, 17:08 bagaimana fisik dari anak kita selama 17:11 liburan? Apakah dia benar-benar 17:14 ee meregangkan otot-ototnya ya. 17:19 Lalu kemudian dia terlihat 17:22 ee gagah lalu kemudian dia siap untuk 17:28 masuk ke kelas baru. Ee kelas baru 17:33 berarti naik kelas sebenarnya Ning ya. 17:35 He he. 17:36 Lalu sekolah baru berarti dia 17:39 baru masuk. baru masuk ke sekolah baru 17:41 nih. Dia terlihat nih dan yang sangat 17:45 senang itu anak yang baru sekol di 17:47 sekolah baru Bunda Mending. 17:49 Dia fisiknya bagus lalu ditutupi oleh 17:53 seragam 17:54 baru. 17:54 Baru. Wah, itu kelihatan tuh 17:56 ee 17:58 apa itu cahayanya. 18:01 Nah, ini penting juga. Lalu kemudian 18:03 yang ketiga, ini 18:06 bagaimana ee psikologis 18:10 dan sosiokultural 18:12 dari anak kita psikologisnya. dia ee 18:18 karena mau jumpa nih kan 18:22 waktu 18:24 minggu lalu 18:25 He 18:26 itu kan kita membicarakan 18:28 mempersiapkan anak ee libur sekolah yang 18:34 aman, ramah, dan bermakna. Ah, bagi 18:38 anak-anak yang berlibur ke kampung pasti 18:41 banyak cerita yang akan mereka mau bagi 18:45 kepada teman-temannya. 18:48 Lalu kemudian 18:50 ee anak-anak yang tidak berlibur karena 18:54 keterbatasan 18:55 anggaran, akhirnya mereka hanya berlibur 18:58 di ee rumah. Tapi ada beberapa ibu kan 19:03 kemarin ada cerita ya undan ini 19:05 Iya. anaknya akan diajak untuk ke tempat 19:09 latihan biola. Ada latihan biola terus 19:13 ada yang mengajak untuk 19:15 buat nasi goreng. Nah, itu juga menjadi 19:18 sesuatu yang 19:20 kalau anak gadis pasti dia akan antusias 19:22 mau bagi cerita kepada teman gadisnya 19:26 ee untuk mau mencoba mau mencicipi ee 19:31 resep masakan yang dia sudah coba 19:33 bersama bundanya. Tapi ya ada anak juga 19:37 yang punya kesan cerita selain mereka 19:41 diajak oleh ayah bundanya keliling mall. 19:45 Nah, sekarang mall-nya pada kosong ya. 19:47 He 19:48 atau ke tempat-tempat yang ada di 19:51 sekitar seperti kemarin. Kalau mereka 19:55 yang tinggal di Jakarta berarti keliling 19:58 Rpetra di seluruh DKI yang 20:01 fasilitasnya 20:03 ee sekarang ya Bunda Nuning itu semakin 20:07 mantap karena 20:10 DKI Jakarta kan ee kota global itu harus 20:14 dia tampilkan lalu kemudian menyambut 20:18 lima abad ini mereka itu ee 20:21 mempersiapkan dan ini yang kemudian 20:24 menjadi cerita-cerita menarik yang akan 20:27 membuat psikologis anak itu semakin ee 20:31 mantap, semakin percaya diri, dan mereka 20:34 akan antusias mau berbagi cerita dengan 20:38 teman-temannya 20:40 di sekolah atau teman-teman baru. Nah, 20:43 ini juga menjadi penting. 20:45 Lalu, bagaimana dengan sosiokulturalnya? 20:49 Sosiokultural berarti hubungan sosial. 20:52 Ah, ini yang menjadi catatan penting. 20:57 Ada beberapa anak Bunda Nuning itu dia 21:01 takut ee 21:03 masuk sekolah 21:06 baru atau naik di kelas baru. 21:10 He. 21:10 Karena dia punya trauma. 21:13 Trauma yang pernah dibully 21:17 atau ada beberapa anak itu pernah 21:20 diganggu. Nah, ini dia selalu 21:22 bertanya-tanya apakah 21:25 ee diri dia itu sudah diterima tidak 21:29 oleh 21:31 ee 21:34 orang atau sudah diterima oleh 21:37 teman-temannya 21:39 atau dia sudah terbebas dari ee 21:44 olok-olokan atau buling dari temannya. 21:48 Ini penting juga ini ya. Lalu yang 21:51 terakhir nih, dimensi yang ee keempat 21:56 terkait dengan digital. 21:59 digital ini Bunda Nuning. He 22:03 kemarin ini menjadi satu topik yang 22:07 sangat penting dibicarakan 22:10 dan apalagi Presiden melalui Menteri ee 22:16 Komunikasi dan Informasi Digital telah 22:19 menerbitkan 22:21 PP 17 tahun 2025 22:25 yang mulai berlaku tanggal ee 28 Maret 22:30 tahun. 22:33 2026 atau PP Tunas. 22:36 Lalu kemudian 22:38 ee ada Peraturan Menteri Komigi nomor 9 22:45 tahun 2026 22:47 yang memastikan anak-anak di bawah usia 22:50 16 tahun itu tidak memiliki akun. 22:55 Lalu mereka juga kan selama liburan itu 23:00 ada yang tetap terus ee melekat dengan 23:05 ee gadgetnya. Nah, ini 23:08 bagaimana untuk menguranginya? Ini juga 23:11 akan mengganggu. Lalu 23:14 ada beberapa anak mungkin ee mereka 23:20 tidak memperhatikan ah itu juga tersebar 23:23 ke media-media. Ini menjadi penting 23:27 untuk jangan sampai itu terjadi sehingga 23:32 anak saat dia masuk ke sekolah itu 23:35 nyaman. dia tidak merasa terganggu lagi. 23:40 apa yang perlu kita ee pastikan untuk 23:47 memastikan 23:50 agar 23:51 anak kembali ke sekolah tanpa takut ini 23:56 dengan cara 23:58 bagaimana 24:00 Permen 24:02 Dickdasdmen 24:04 nomor 6 tahun 2026 itu terlaksana. 24:09 Untuk itu berharap 24:13 ayah dan bunda 24:17 perlu membaca dokumen itu dan kalau 24:20 boleh baca berdiskusi bersama dengan 24:25 anak-anak kita. Lalu yang kedua, 24:29 bagaimana dengan pihak sekolah? Apiak 24:31 sekolah berharap 24:33 pada saat mereka menyambut anak-anak 24:37 yang datang ini ini dengan antusias 24:42 dan harus perlu memastikan setiap anak 24:47 itu merasa 24:50 dia diterima. 24:54 Dia diterima. Lalu kemudian karena dia 24:57 merasa diterima, otomatis kan dia merasa 25:01 aman. Dia otomatis dia akan merasa 25:04 nyaman. Dan ini yang kemudian menjadi 25:08 sebuah pembiasaan. 25:10 Dan kalau ini sudah menjadi pembiasaan, 25:13 ini otomatis menjadi sebuah budaya. 25:16 Untuk itu bagaimana nih harus kita 25:20 pastikan karena ada 25:23 tiga unsur yang memastikan anak ini 25:27 merasa aman, nyaman bersekolah setelah 25:31 libur. 25:35 pertama adalah anak itu sendiri harus 25:39 mulai 25:41 membiasakan untuk kembali ke jadwal 25:47 yang teratur. 25:49 Ini penting Bunda Nuning. 25:51 Apalagi Menteri Dikdasmen ini selalu 25:55 menekankan tujuh kebiasaan. Ah, coba 25:58 ketik tuh tujuh kebiasaan di Google. 26:01 Lalu diingatkan kembali kepada anak kita 26:05 itu tujuh kebiasaan. Coba cari itu tujuh 26:08 kebiasaan dari Kemendikdasmen 26:12 untuk dibaca 26:14 oleh anak-anak kita. He. 26:16 Lalu kemudian orang tua sebagai 26:20 pendamping, pembimbing anak di rumah 26:23 coba cek tujuh kebiasaan dari ee 26:29 apa yang diminta oleh pemerintah itu 26:34 diterapkan oleh anak-anak kita. Ini 26:37 berharap nih itu dari aspek anak. 26:42 Yang kedua, 26:45 anak ini waktu liburan dia 26:49 kemungkinan 26:51 banyak melakukan berbagai kegiatan. Ah, 26:55 berharap 26:56 si anak kita ingatkan. Coba perhatikan 27:00 kalau kamu punya catatan atau punya 27:03 gambar atau punya videonya, 27:06 coba 27:08 ditinjau lagi mana nih yang mau mau 27:11 dibagi 27:13 informasi kepada teman-temannya supaya 27:15 teman-temannya itu merasa yakin bahwa 27:18 kamu itu berlibur ke kampah atau kamu 27:22 berlibur di rumah atau kamu berlibur 27:26 di daerah sekitar untuk menikmati ee 27:30 tempat-tempat rekreasi. Ah, itu si anak 27:33 harus mengumpulkan itu, Bunda Ning. 27:35 Iya. 27:36 Kalau anak kita sudah terbiasa untuk 27:40 mengemas dalam bentuk 27:45 PowerPoint, ah bisa saja itu ya jadi 27:48 sebuah rangkaian presentasi 27:52 bila 27:54 di sekolah itu memberi kesempatan kepada 27:58 anak-anak kita untuk berbagi cerita 28:02 tentang apa yang dia lakukan selama 28:06 mengisi waktu liburan. Nah, itu juga 28:09 menjadi penting. Siapa nih yang 28:11 mendorong itu? Tiada lain adalah ayah 28:15 dan bunda supaya anak kita terbiasa. 28:18 Lalu yang ketiga 28:21 ini yang tidak kalah penting 28:24 adalah mempersiapkan 28:26 semua kelengkapan. Karena hampir 2 28:30 minggu anak kita tidak menengok itu ee 28:34 seragamnya ya. Seragamnya apakah masih 28:39 ee 28:41 seperti apa masih terangkah? 28:45 Tidak 28:47 terkesan ee apa pakaiannya 28:51 tidak tidak dicuci bersih apa sudah 28:54 disetrikaakah. Kalau belum otomatis dia 28:56 akan persiapkan. Lalu bagaimana dengan 28:59 sepatu? 29:00 Apakah sepatunya itu 29:03 ee 29:06 masih berkualitas bagus atau ada yang 29:10 perlu dicikah atau apakah yang perlu di 29:14 ee lem biruah? Ada lem biru. 29:19 Cari baru ya. Harus cari yang baru. 29:22 Apalagi sekarang di beberapa mall itu 29:24 ada diskon. Ah, manfaatkan tuh 29:26 diskon-diskonnya tuh. Iya. 29:28 di toko-toko di beberapa 29:31 ee daerah 29:34 yang memproduksi sepatu juga itu ini 29:37 penting untuk kita ee manfaatkan. 29:40 Lalu bagaimana dengan buku? Ah, ini yang 29:44 jadi 29:46 ee persoalan baru. Karena 29:49 kalau saya dulu punya kebiasaan Bunda 29:52 Nuning tuh, 29:53 saya sebelum libur itu saya sudah 29:56 mencari informasi kalau saya naik kelas 30:00 saya segera mencari informasi ke Kakak 30:02 kelas 30:03 ee mata pelajaran apa saja itu. Lalu 30:07 jadwal 30:08 ee yang di kelas yang baru itu pasti 30:14 tidak ee berubah secara drastis ya. Ah, 30:18 itu saya kumpulkan itu. Lalu yang tidak 30:22 kalah penting itu saya segera mencari 30:26 buku cetaknya. 30:28 Ee sekarang apalagi ee Kementerian 30:32 Pendidikan Dasar ee dan Menengah itu 30:37 semua buku pelajaran 30:39 itu sudah dibuat dalam bentuk ebook. He 30:45 sebetulnya anak-anak sekarang ini mereka 30:48 ee sangat beruntung 30:51 kalau itu didampingi 30:53 oleh ayah dan ibunya untuk membangun ee 30:57 apa inisiatif dari ee mereka. Kalau dulu 31:02 saya segera ee cari senior saya Bunda 31:06 Nui cari masih ada buku bekasnya tuh 31:09 kumpulkan bukunya. Lalu kemudian segera 31:13 di liburan itu saya sudah ee menyusun 31:16 rangkuman-rangkuman 31:18 dan sehingga pada saat ee 31:22 di kelas yang baru 31:25 He 31:26 guru baru cerita apa, saya sudah bisa 31:28 cerita satu bab 31:30 karena sudah tahu ya 31:31 sudah tahu karena sudah ada bocorannya 31:34 jadi soal kalau bukunya diganti. Nah, 31:36 untuk itu anak-anak ee hari ini kalian 31:41 beruntung karena buku itu sudah 31:45 disediakan di website-nya kementerian 31:48 dari PAUD sampai SMK itu sudah ada. 31:52 Tinggal mau enggak menyedotnya? Ayo 31:55 sedot diunduh 31:57 buku-buku tersebut. Lalu kemudian itu 32:02 dibuat rangkuman. sekarang rangkuman 32:05 pakai AI gampang sekali. Tinggal kita 32:09 upload di AI tapi kalau boleh AINnya 32:12 yang berbayar itu akan mendapatkan 32:15 informasi yang sangat ee lengkap dan 32:18 memudahkan kita. Tapi saran saya ya 32:22 saran saya jangan gunakan AI ee untuk me 32:28 menyederhanakan pekerjaan kita. Tapi 32:31 kalau boleh kita baca itu buku, lalu 32:35 kita buat resume atau rangkuman dengan 32:38 cara menulis. Dengan begitu 32:41 ee apa yang kita lihat lalu kita baca 32:46 lalu itu yang kemudian mengalir melalui 32:49 saraf-saraf yang menggerakkan ee tangan 32:51 kita lalu kemudian meluncur melalui 32:55 ujung pena itu. apa yang kita tulis itu 32:59 yang akan terekam minimal insyaallah 15% 33:05 dari apa yang kita baca dan apa yang 33:08 kita resume itu akan tinggal di kepala 33:10 kita dan itu yang kemudian akan membuat 33:15 diri kita semakin percaya diri. Nah, ini 33:19 langkah-langkah yang harus dilakukan 33:20 oleh siswa ya. 33:22 Lalu sekarang 33:24 apa yang harus dilakukan oleh orang tua? 33:27 Nah, orang tua 33:30 sebelum ee anak kita masuk ke sekolah 33:34 baru atau ke kelas baru, pertanyaan 33:38 pertama itu yang perlu kita ajukan. 33:41 Bagaimana kesiapan dari ee diri dia? 33:47 bagaimana antusiasme 33:50 diri dia 33:51 untuk 33:52 menjumpai teman-teman 33:55 baru bagi yang baru naik kelas apa baru 33:58 naik pindah sekolah dan bagaimana dengan 34:02 teman-teman lama dia ini juga karena 34:06 dari diskusi itu ada beberapa cerita 34:10 yang akan muncul ada yang cerita positif 34:13 itu berarti menjadi hal yang 34:17 menggembirakan. 34:17 Iya. 34:18 Tetapi ada cerita yang 34:21 perlu mendapatkan perhatian dari ayah 34:24 dan dari bunda, terutama terkait dengan 34:27 hubungan ee anak kita dengan 34:31 teman-temannya. 34:32 Kemungkinan dari pembicaraan itu kita 34:36 akan menjumpai kemungkinan kita sudah 34:39 terbiasa meminta anak untuk berbagi 34:42 cerita terkait dengan si A, si B, si C. 34:46 Tapi ada beberapa cerita itu yang 34:49 tersimpan baik pada diri anak yang dia 34:52 belum bagi cerita. He. 34:54 Tetapi cerita itu kalau dia hanya simpan 34:59 sendiri itu membuat diri dia pada saat 35:01 dia masuk ke sekolah baru atau dia naik 35:04 kelas ada rasa takut. 35:06 Iya. Iya. kemungkinan dia pernah dibulik 35:09 kah atau pernah dia di direndahkanah 35:13 atau dia pernah diancam 35:16 ee informasi-informasi ini oleh ayah dan 35:19 bunda itu diolah dengan baik dan anak 35:24 kita perlu ee diyakinkan. Tapi kalau 35:29 menurut ayah dan bunda hal ini perlu 35:32 diselesaikan disegerakan untuk me 35:36 menelepon atau menghubungi anak tersebut 35:40 untuk perlu kita cari titik temu. 35:43 He he. 35:44 Sehingga anak kita hubungan dengan 35:47 temannya baik dan temannya itu juga akan 35:50 baik dengan anak kita. Ini penting juga. 35:52 Dan kalau ini kita tidak ee selesaikan, 35:57 ini akan menjadi bom waktu bagi anak 35:59 kita untuk ogah-ogahan ke sekolah. Dan 36:03 ini kalau tidak segera dan kalau perlu 36:08 harus ada 36:11 lembaga yang disediakan negara untuk 36:14 kita hubungi. 36:15 Hubungi ada pusat pembelajaran keluarga, 36:18 ada Puspaga. di Puspaga itu ada psikolog 36:22 yang bisa kita datangi. Puspaga itu di 36:25 hampir setiap kabupaten kota sudah ada. 36:28 coba hubungi atau kalau 36:32 kita tidak punya kontak dengan Puspaga, 36:35 coba cari orang yang terdekat yang kita 36:38 percaya dan juga dapat dipercaya oleh 36:41 anak kita untuk mencarikan jalan ee 36:46 keluar sehingga 36:49 persoalan yang dihadapi oleh anak kita 36:51 itu segera teratasi. Nah, itu peran 36:54 orang tua. Selain peran-peran tadi yang 36:57 telah disedia ee disiapkan oleh anak 36:59 kita ya 37:00 ee terkait dengan pakaiannya, sepatunya, 37:03 bukunya, lalu kemudian rancangan 37:06 kegiatan yang mau dia lakukan. Lalu yang 37:09 tidak kalah penting adalah bagaimana 37:12 memastikan 37:14 keamanan dan keselamatan anak dari rumah 37:17 ke sekolah. itu juga menjadi ee hal yang 37:21 perlu mendapatkan perhatian dari orang 37:23 tua. Ada beberapa anak itu pada saat 37:27 mereka 37:29 ee melakukan perjalanan ke sekolah itu, 37:32 He. 37:33 Mereka khawatir. 37:35 Khawatir dalam menyeberangkah, khawatir 37:38 dalam perjalanan mereka akan dicegatkah 37:42 atau khawatir akan mereka dibully? Ah, 37:45 ini kita juga harus ketahui dan kita 37:50 perlu segera mencari jalan keluarnya. 37:53 Jalan keluarnya yang paling ee penting 37:56 itu 37:57 di sepanjang jalur yang dilewati oleh 38:01 anak itu, di titik-titik mana yang anak 38:05 itu merasa khawatir. 38:06 Hm. baik itu diantar 38:10 maupun dia berjalan sendiri atau 38:12 menggunakan angkutan umum. Itu penting 38:15 untuk kita ketahui bersama-sama. 38:19 Kalau kita ketahui di sinilah ee 38:22 kehebatan ayah untuk menjalin hubungan 38:25 dengan orang-orang yang sepanjang jalan 38:27 anak lewati 38:28 untuk meminta memperhatikan bahwa ini 38:33 anak saya berharap abang atau 38:37 orang-orang yang ada di sepanjang jalan 38:39 itu menaruh perhatian. Ada banyak orang 38:43 di sepanjang jalan yang dilewati anak 38:47 itu yang menaruh perhatian kepada anak 38:49 kita untuk menjaga keselamatannya. Tapi 38:53 kita sebagai orang tua itu kadang tidak 38:55 tahu. 38:55 Iya. 38:56 Siapa saja Bunda Nening. Pertama itu 38:59 Satpam. 39:00 Hm. 39:01 Lalu Satpol PP. 39:04 Lalu kemudian abang-abang ee tukang 39:07 parkir. Sekarang juga ada ibu-ibu, 39:09 ibu-ibu abang-abang tukang parkir. Lalu 39:13 kemudian abang ee ojek, ada ojek ee 39:18 pangkalan atau ada ojek online itu juga 39:23 mereka menaruh ee perhatian terhadap 39:27 keselamatan e anak-anak kita. Terus ada 39:29 abang 39:31 yang itu yang 39:35 pembantu polisi di perempatan-perempatan 39:38 itu Bunda Nuning yang 39:39 atau di 39:40 di perputaran itu mereka itu 39:44 mereka selain membantu kelancaran jalan 39:48 di jalan mereka juga menjaga tuh 39:51 anak-anak kita. Ah, kalau boleh 39:54 sekali-sekali kita jumpa dengan mereka 39:56 dan menunjukkan bahwa ini anak saya, ini 40:00 anak kita. Tolong, Bang, perhatikan. 40:03 Lalu kemudian tidak kalah penting ya 40:04 Bunda Nuning, saat sampai di sekolah itu 40:08 banyak juga orang tuh yang ee dapat 40:12 membantu keselamatan anak-anak kita dari 40:16 tukang yang menyeberangkan, 40:18 ada satpam sekolah, lalu ada pedagang 40:22 kaki lima yang ada di sekitar ee depan 40:26 sekolah kita. Itu semua kita harus 40:29 perkenalkan kepada anak-anak kita dan 40:32 kita harus menjalin hubungan, menjalin 40:35 komunikasi dengan mereka. 40:38 Tidak cukup hanya sekali kita berjumpa 40:41 dengan mereka. Pada pertemuan-pertemuan 40:44 yang akan datang ada beberapa hal yang 40:48 ayah dan bunda ingin menggali informasi 40:50 tentang anak kita. He 40:52 informasinya itu pada orang-orang itu. 40:54 Nah, itu 40:56 itu perlu kita ee 41:00 taruh perhatian. Itu yang kedua, orang 41:03 tua ini. Orang tua memang sangat ee 41:06 penting ya untuk 41:09 memastikan 41:12 anak itu saat dia kembali ke sekolah 41:15 merasa ee aman 41:18 tanpa rasa takut. Lalu yang pihak ketiga 41:22 ini, pihak ketiga ini sekolah. Sekolah 41:26 sekolah ini kemarin ee di DKI Jakarta 41:30 kebetulan ada pelatihan konvensi anak. 41:33 He 41:34 itu ada beberapa kepala sekolah jadi 41:36 murid saya ya, jadi peserta saya. Mereka 41:39 antusias mempelajari tentang bagaimana 41:42 nih memastikan anak itu merasa aman, 41:46 nyaman. mereka selalu dihargai dan 41:50 mereka selalu mendapatkan perhatian. 41:53 Lalu kemudian ee mereka diperlakukan ee 41:59 satu 42:00 secara satu sama lain sesuai dengan apa 42:03 yang ada pada diri anak. Karena di 42:05 sekolah itu anak sebagai pusat, guru 42:09 sebagai fasilitator. 42:11 Nah, untuk memastikan itu berarti ada 42:14 dua unsur di sekolah ya, Bunda Nuning. 42:16 He 42:18 menjadi tiga unsur sekarang tuh. Pertama 42:21 ee pendidik berarti pendidik 42:25 semua guru. 42:25 Guru. Heeh. 42:26 Lalu ada tenaga ee kependidikan. tenaga 42:30 kependidikan dari ee dari penerima tamu 42:35 nih apa dari satpam sampai ke tata 42:39 usaha. Lalu 42:42 ah unsur yang ketiga itu orang tua yang 42:44 diwakili oleh komite sekolah 42:47 juga nih. 42:49 Ah unsur yang ada di sekolah ini coba 42:52 bagaimana kita memetakan sekolah kita 42:55 sudah aman belum? Sudah nyaman belum? 42:58 lalu sudah berbudaya atau sudah sesuai 43:02 tidak dengan apa yang diharapkan oleh 43:05 Permen Dikdasmen 43:08 nomor 6 tahun 2026. Kalau belum berarti 43:14 Bapak guru tenaga e pendidik dan tenaga 43:17 kependidikan bersama komite sekolah 43:19 belum membaca Permen itu. Nah, tolong 43:22 dibaca baik-baik 43:24 karena di Permen itu banyak informasi 43:29 yang ee sangat penting untuk kita 43:34 ketahui dan cukup hanya diketahui Bunda 43:36 Nuning, tetapi perlu dilaksanakan. Apa 43:42 yang 43:43 menjadi penting? Pertama, 43:47 memastikan sekolah itu benar-benar 43:50 memiliki sistem. Nah, itu sistem 43:55 itu ditandai oleh 43:58 adanya 44:00 SDM yang sudah terlatih konvensi hak 44:05 anak. Nah, untuk itu ayo Bapak Ibu guru, 44:11 kepala sekolah, tata usaha, apakah 44:15 ayahanda dan bunda yang di sekolah itu 44:19 sudah terlatih belum konvensi anak? 44:22 Kalau belum tolong ee diambil di Google 44:28 pelajari itu ada sekitar 44:30 ee 54 44:32 pasal tapi yang paling penting itu 44:36 40 pasal. Jadi dari pasal 1 sampai pasal 44:40 4 dan khusus untuk memastikan anak ini 44:43 merasa 44:45 aman nyaman itu baca pasal 28 dan pasal 44:51 29. Jadi dua pasal aja tuh. He 44:54 baca baik-baik 44:56 untuk memastikan 44:58 anak itu tiba di sekolah. 45:02 Mereka berada di lingkungan yang sangat 45:07 memanusiakan 45:09 mereka. Itu pertama itu 45:12 guru, tenaga kependidikan dan pendidik 45:16 terlatih konvensi anak. 45:18 Yang kedua adalah 45:22 ada 45:24 poster-poster 45:25 untuk mengingat hal-hal yang baik dan 45:29 hal-hal yang perlu dihindari. Hal-hal 45:31 yang baik berarti ee menempatkan sampah 45:36 di tempatnya. 45:38 Lalu kalau yang perlu perhatian itu 45:41 pastikan 45:43 para siswa tidak boleh mengganggu 45:46 temannya. 45:48 selalu menghormati, selalu menghargai. 45:50 Itu poster-poster itu penting. Tidak 45:53 membully, tidak mengolok-olok, 45:57 lalu saling menghargai, saling 45:59 menghormati, saling membantu. Nah, itu 46:01 semua harus ada tuh di 46:05 lingkungan sekolah. dari pintu gerbang 46:09 sampai toilet informasi itu selalu ada 46:12 yang kemudian membuat anak-anak selalu 46:15 diingatkan itu behavior change 46:18 communication itu salah satunya melalui 46:21 ee pengingat-pengingat itu. Lalu yang 46:23 ketiga di sekolah itu harus ada orang 46:28 dewasa yang aman. 46:31 Apa maksudnya Bunda itu 46:33 aman seperti apa itu? ada orang dewasa 46:36 yang aman. Nah, orang dewasa yang 46:38 ditunjuk oleh kepala sekolah atau oleh 46:43 komite sekolah 46:45 yang akan menjadi penerima aduan. 46:50 Jadi kalau ada kasus apa saja atau anak 46:53 itu merasa tidak aman, tidak nyaman, dia 46:56 langsung menemui ee 47:01 orang dewasa yang aman, yang berstatus 47:04 guru atau berstatus sebagai satpam atau 47:08 berstatus sebagai ee apa di sana 47:12 psikolog atau guru BP. Pokoknya intinya 47:16 dia harus diketahui oleh seluruh warga 47:19 warga sekolah. 47:21 Kalau anak itu dia tidak merasa aman, 47:24 merasa nyaman, dia datangi 47:28 orang tersebut. di sana nanti di sana 47:34 orang tersebut akan memastikan anak kita 47:37 aman, nyaman, dan dia merasa ada orang 47:41 yang ee mau mendengarkan ee keluhan dia. 47:45 Itu penting dan itu perlu 47:48 disosialisasikan ke seluruh warga 47:51 sekolah. ini menjadi penting karena 47:55 bagaimana mau menciptakan ee rasa aman 47:59 kalau ada orang yang tidak aman, tidak 48:04 tahu ke mana dia harus mengadu atau 48:07 bercerita atau berbagi informasi. ini 48:10 penting. Lalu yang keempat, Bunda 48:13 Nuning, 48:15 ada 48:16 ee mekanisme 48:19 ee rujukan. 48:21 Ada kasus-kasus yang perlu dirujuk yang 48:25 tidak dapat lagi ditangani oleh sekolah. 48:30 Dia harus dirujuk. Terutama kasus-kasus 48:33 yang menyangkut kasus-kasus kekerasan 48:36 agar apa? agar dia tidak membesar dan 48:41 tidak menjadi isu ee yang ee simpang 48:46 siur lalu kemudian menjadi viral kalau 48:50 tidak ada mekanisme rujukan. Untuk itu, 48:53 mekanisme rujukan yang perlu juga 48:55 diketahui oleh setiap orang tua dan anak 48:59 juga oleh warga sekolah, pengelola 49:02 sekolah, penyelenggara sekolah adalah 49:05 UPTDPA. 49:07 H 49:07 yang disediakan oleh setiap bupati, 49:11 walikota, gubernur, dan menteri itu ada 49:14 tempatnya. Kalau di kabupaten kota ada 49:18 UPTD PPA kabupaten kota. Kalau di 49:22 provinsi UPTD PPA provinsi. Lalu ada ee 49:26 UP up apa? PPT yang ada di 49:33 Kementerian Pemberian Perempuan. itu 49:35 kalau di Kementerian Pemeran Perempuan 49:37 itu isunya sudah lintas provinsi 49:41 ee dan lintas negara. Kalau di tingkat 49:45 provinsi itu kasusnya lintas kabupaten. 49:50 Kalau dari kabupaten kota itu ada di 49:53 wilayah kabupaten kota. berharap 49:57 setiap ayahanda dan bunda, Bapak, Ibu 50:01 guru mengetahui 50:03 ee 50:05 UPTDPA itu. Untuk itu tolong kalau boleh 50:08 di handphone ayah dan bunda itu 50:11 searching segera di Google nomor telepon 50:15 dari UPTDPA. 50:17 Dengan begitu kita akan tahu ke mana 50:22 kita harus 50:25 merujuk atau melaporkan kasus-kasus yang 50:29 ditangani oleh yang dialami oleh 50:31 anak-anak kita. Kenapa itu tidak 50:35 langsung ditangani oleh sekolah, Bunda 50:37 Ning? 50:38 He. 50:39 Karena sekolah akan terganggu. 50:44 kepala sekolah pasti dia banyak urusan 50:46 untuk memastikan bagaimana manajemen 50:49 sekolah itu tetap terus jalan. 50:52 Guru dia tetap 50:54 harus memastikan setiap mata 50:56 pelajarannya itu ee sampai. Kalau 51:01 waktunya habis untuk mengurus kasus ini, 51:04 apalagi sampai viral, akhirnya 51:06 terbawa-bawa harus menjawab pertanyaan 51:10 dari penyidik. Untuk itu segera 51:14 arahkan ke UPTD PPA. Lalu nomor yang 51:18 perlu kita tahu juga untuk melapor ya. 51:20 He 51:21 sapa 129 51:24 atau WhatsApp 0811 51:29 29129 51:31 atau UPTDPPA 51:34 setempat kalau kita tahu nomornya. ini 51:37 penting 51:38 untuk menghindarkan agar anak-anak kita 51:43 bila pada suatu waktu dia 51:47 ee mengalami masalah itu ada lembaga 51:49 yang akan menangani secara 51:54 baik, secara utuh berharap nanti 51:58 anak-anak 52:00 yang korban atau yang menjadi pelaku itu 52:04 tertangani dengan baik. I ini menjadi 52:07 penting benda nuning yang perlu kami 52:08 sampaikan pada pertemuan ini sehingga 52:12 bagaimana anak kembali ke sekolah tanpa 52:16 rasa takut karena 52:19 anaknya sudah dipersiapkan secara baik 52:22 oleh ayahanda dan bundanya dan ayah dan 52:26 bundanya sudah mempersiapkan diri juga 52:29 tidak cukup hanya memberi uang jajan 52:32 lalu kemudian menyerahkan anak itu ber 52:34 jalan 52:35 Lalu yang tidak kalah penting adalah 52:37 sekolah telah menyediakan 52:41 sistem yang ditandai dengan adanya SDM 52:46 yang terlatih konvensi anak dan 52:50 apa ee ada orang dewasa yang mau 52:54 menerima laporan dan merujuk. Demikian 52:57 Bunda Nuning. Semoga apa yang kita 52:59 sampaikan kali ini bermanfaat dan 53:03 berharap ya anak-anak saat mereka masuk 53:07 sekolah, baik itu sekolah baru atau naik 53:10 kelas setelah liburan mereka sangat 53:13 antusias. Demikian. Asalamualaikum 53:15 warahmatullahi wabarakatuh. 53:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:18 wabarakatuh. Jadi ikhwan akhwat, 53:21 anak-anak kembali ke sekolah tanpa rasa 53:23 takut. Bisa jadi karena ada saja 53:25 beberapa kejadian pada saat ee sebelum 53:29 libur kemarin ya, 53:31 entah jadi trauma atau apa, tetapi tadi 53:34 perlu dicatat terkait dengan UPTD PTA 53:38 bagaimana kalau memang terjadi hal-hal 53:41 ee tentang kasus kekerasan dan 53:43 sebagainya itu tidak lagi menghantui 53:47 anak-anak kita. Dari empat dimensi yang 53:51 perlu kita ketahui, 53:53 mudah atau enggak mudah, tapi yang jelas 53:55 bagian dari tugas kita sebagai orang tua 53:58 adalah mencoba memudahkan langkah kita 54:02 di sekolah. Apalagi kalau sekolah baru 54:04 ya. Ada yang bertanya boleh ya, masih 54:06 ada waktu sedikit. Masih ada 54:07 terkait dengan anak saya itu kebetulan 54:10 pemalu, enggak mudah bergaul. Mau 54:13 tipsnya dong, dia baru mau masuk kelas 1 54:16 SD, dia baru lulus dari TK. Oke. Baik, 54:22 terima kasih ee ayah dan bunda yang 54:25 memiliki anak yang perlu mendapatkan ee 54:29 perhatian bersama-sama. 54:31 Pertama, langkah pertama yang Bunda 54:35 perlu baca adalah 54:37 portofolio 54:40 dan hasil assesment dari anak kita yang 54:44 dibuat oleh guru PAUD. Tolong 54:48 tanyakan 54:50 ee dari guru PAUD kita itu sebetulnya 54:53 ada dua kesimpulan penting 54:56 yang 54:58 ada di catatan dari Guru PAUD. 55:01 berharap ibu memilikinya ya. Dan 55:03 berangkat dari itu 55:06 ibu 55:08 mencoba menyusun langkah-langkah untuk 55:12 mengatasi persoalan yang dihadapi oleh 55:15 anak kita yang menurut ibu itu 55:20 sosialisasinya 55:22 mengalami sesuatu yang perlu diatasi. 55:27 pertama apa yang menjadi keunggulan dari 55:30 anak kita. Ah, itu tolong tuh pastikan 55:34 dari keunggulan anak kita itulah yang 55:38 kita masuk untuk terus mendorong 55:42 motivasi. Tapi tidak cukup sampai di 55:45 situ. Perlu memfasilitasi 55:49 itu. Perhatikan tuh apa yang disampaikan 55:52 oleh guru PAUD anak kita. Apa keunggulan 55:54 anak kita. 55:56 yang sebetulnya yang dapat terlihat itu 55:59 dari bakat dan minat dia ya. Minat dia 56:03 apa nih? 56:05 Minat itu sesuatu yang 56:09 dia tampak disuruh dia mau lakukan tuh 56:12 tu jadi lalu bakat bakat itu misalnya 56:18 dia baru didengarkan musik aja anak itu 56:21 langsung ee berimpinasi dan langsung 56:25 bisa menguasai 56:27 bisa mengganti ee beberapa kata di lagu 56:31 itu. itu bakat itu 56:33 atau dia kita berikan alat aja lalu dia 56:38 ketok-ketok kok berirama. Nah, itu 56:42 berarti bakat dia atau kita kasih bola 56:45 atau buku dia nulis atau dia dari 56:49 membaca saja koknya membacanya agak 56:52 berbeda dengan anak yang lain itu 56:54 sesuatu bakat ya dan itu perlu 56:58 difasilitasi. 57:01 fasilitasi itu berarti salah satunya ibu 57:06 punya waktu untuk mendampingi dia itu 57:09 fasilitasi juga tidak harus ujung-ujung 57:13 dalam bentuk materi ya Bunda di rumah 57:17 itu tolong tanyakan atau baca di catatan 57:21 anak kita yang diberikan oleh guru PAUD 57:25 terkait dengan apa yang menjadi 57:28 keunggulan anak kita. Ah, ini yang 57:30 kedua. Catatan kedua. 57:34 Catatan yang perlu mendapatkan perhatian 57:37 dari orang tua dalam hal ini bunda dan 57:41 ayah ya terhadap anak kita. Salah 57:43 satunya yang Ibu ee tadi sampaikan 57:48 apa penyebabnya itu juga perlu 57:51 ditelusuri, 57:52 dicari tahu 57:53 dan itu akan teratasi 57:56 kalau catatan yang keunggulan itu 58:00 dioptimalkan. 58:02 Kalau itu kan memunculkan kepercayaan 58:03 diri dia mau tampil 58:05 dan itu 58:07 ya sekali-sekali ee Ibu beri bintang ya. 58:11 bintang itu 58:14 dalam bentuk penghargaan. Kita akui, 58:17 kita minta dia tampil, kita support, 58:20 kita dukung. Jadi intinya pada saat dia 58:25 masuk ke sekolah baru, 58:27 itu tadi 58:28 tak langkah-langkahnya tadi kan kita 58:30 harus melakukan tour ya. Ini masih ada 58:33 waktu nih 1 minggu sebelum ee masuk. ya 58:36 ajak anak kita tur ke sekolah baru dia 58:40 untuk menunjukkan ini halaman sekolah 58:43 ini siapa cerita tuh 58:46 dari situ dia punya gambaran dan itu 58:49 akan menjadi modal dia saat dia akan 58:52 berjumpa dengan teman dia. Ih, tahu 58:54 enggak kemarin aku sebelum ee sekolah 58:57 buka aku sama ayahku sama bundaku sudah 59:00 ketemu kepala sekolah. Tahu enggak 59:01 kepala sekolahnya? aku tahu. Ahah. Itu 59:04 dia jadi bagi cerita dan itu yang 59:06 kemudian 59:07 akan selalu dia ingat dan itu yang 59:11 menjadi penting. Lalu kemudian ibu harus 59:15 ee perkuat ya yang menjadi bakat dan 59:19 minatnya. 59:21 Tolong difasilitasi Bunda. Demikian 59:24 Bunda di rumah. 59:25 Iya. em memang mencari tahu keunggulan 59:29 anak, kemudian mengoptimalkannya, 59:32 membuat dia merasa lebih percaya diri. 59:35 Kelihatannya sederhana tapi penting 59:36 banget ya. 59:37 Ah, di situlah tugas kita sebagai 59:41 orang tua yang dipercaya oleh Allah 59:45 sebagai pendamping, pembimbing, pengasuh 59:49 anak kita. 59:51 ada orang tua yang sudah terlanjur ee 59:55 melewatkan itu. Mereka agak sedikit 1:00:00 menyesal. 1:00:02 Dan kesempatan ini Ibu dapatkan hari 1:00:05 ini. Untuk itu ibu perlu bersyukur ya 1:00:08 diberi kesempatan untuk meyakinkan anak 1:00:11 kita. 1:00:12 Insyaallah dengerin Rasil memang ada 1:00:14 manfaatnya ya. Emm satu lagi terkait 1:00:18 dengan kalau tadi kan dikatakan ini 1:00:20 enggak tahu dari siapa untuk cari tahu 1:00:23 buku berikutnya. Anak saya kebetulan SD 1:00:25 kelas 3 itu dia nanya ke kakak kelasnya 1:00:31 pastilah tidak mungkin kalau kami yang 1:00:34 datang ke sekolah bolehkah bertanya 1:00:37 tentang itu? Boleh. 1:00:40 Penting untuk kita cari. Kan ada 1:00:44 jadwal-jadwal itu yang baru ya 1:00:46 yang eh jadwal-jadol lama yang belum 1:00:48 dihapus. 1:00:50 Lalu terkait dengan buku sekarang Bunda 1:00:54 ayahanda, Bunda di rumah he 1:00:56 ee berkunjung ke website Kemen Dik 1:01:00 Dasmen. Itu sudah disediakan itu 1:01:04 ebook. 1:01:05 Tinggal kita ambil, kita unduh. Lalu 1:01:08 kalau Ibu hanya kalau baca elektronik ee 1:01:12 membuat anak kita ee mengalami gangguan 1:01:16 ee penglihatan. Kalau Ibu punya modal 1:01:20 itu bisa diprint kita Oh, dari situ 1:01:23 Iya. Kita serahkan ke fotokopian yang 1:01:26 sekarang fotokopian kita kasih file dia 1:01:28 langsung 1:01:28 bisa jadi buku 1:01:29 bisa jadikan buku. Nah, itu supaya ada 1:01:33 yang bisa dicoret oleh anak kita 1:01:36 dan kita biasakan anak untuk membuat ee 1:01:40 resume rangkuman. Dari situ insyaallah 1:01:44 saya sudah mempraktikkan waktu saya 1:01:46 masih kecil ya. Sehingga setiap 1:01:48 pengumuman di kelas itu nama saya di 1:01:52 kalau pengumuman terakhir itu nama saya 1:01:55 disebut terakhir. Berarti juara juara 1:01:58 umum. begitu dulu yang masih pakai 1:02:01 begitu-begitu. 1:02:02 Jadi, ikhwan akhwat menarik sekali 1:02:05 karena biar bagaimanapun juga kalau anak 1:02:08 sudah kenal lingkungan sekolah sebelum 1:02:11 masuk emm tahu di mana kantin, di mana 1:02:16 segala macamnya, pulang pakai kendaraan 1:02:19 apa, kalau dia misalnya masuk ee ke SD 1:02:22 enggak mungkin dia kelas 1 jalan 1:02:24 sendiri. Tapi kita sudah di penghujung. 1:02:28 Rasanya closing idea dari kembali ke 1:02:31 sekolah tanpa rasa takut perlu kita 1:02:33 simak sepenuhnya. Silakan. 1:02:35 Baik, terima kasih ayahanda dan bunda di 1:02:37 rumah yang dipercaya oleh Allah untuk 1:02:41 mendampingi putra-putrinya 1:02:45 untuk memastikan anak-anak kita setelah 1:02:48 liburan ini otomatis ada beberapa 1:02:52 pengeluaran yang berkurang ya. Tetapi 1:02:55 itu dapat dihitung sebagai investasi 1:02:58 untuk anak-anak kita. Baik mereka yang 1:03:00 berlibur ke kampung, menjumpai kakek 1:03:03 neneknya, lalu menelusuri 1:03:07 ee lokasi-lokasi di mana ayah dan ibunya 1:03:10 suka apa tuh jalan-jalan. Itu satu 1:03:13 kekayaan. Lalu kedua, anak-anak yang 1:03:16 berlibur di rumah mereka juga dapat 1:03:18 pengetahuan banyak ya. minimal mereka 1:03:22 dapat membersihkan gudang itu banyak 1:03:25 kesan-kesan yang mereka peroleh. Lalu 1:03:28 besok ini, minggu depan atau minggu ini 1:03:31 mereka ada yang sudah masuk. Ah, ini 1:03:34 kembali ke sekolah tanpa takut 1:03:39 itu. Ayah Anda dan bunda bersama 1:03:41 anak-anak tolong pelajari baik-baik. 1:03:45 Permen Dik Dasmen nomor 6 tahun 2026. 1:03:51 Iya. 1:03:52 Supaya ayah Anda dan bunda terbiasa tuh 1:03:55 membaca. Kalau Allah menurunkan 1:03:58 Al-Qur'an ya itu jadi pedoman untuk kita 1:04:02 sebagai manusia. Lalu Rasulullah 1:04:07 melakukan banyak hal yang kemudian itu 1:04:10 jadi sunatullah yang apa? 1:04:14 direkam menjadi hadis. Lalu ada beberapa 1:04:17 catatan yang ada di sirah nabawiyah, 1:04:20 sirah sahabat. Itu bisa jadi bacaan. 1:04:23 Tapi negara itu juga punya 1:04:25 ee pedoman khusus untuk memastikan 1:04:29 sekolah aman, nyaman, dan berbudaya itu 1:04:32 ada di Permen Dikdasmen nomor 6 tahun 1:04:37 2026. Itu dibaca, didiskusikan bersama 1:04:41 anak-anak kita. Lalu ini yang tolong 1:04:43 pastikan 1:04:45 Menteri ee 1:04:49 Pendidikan Dasar dan Menengah itu 1:04:51 memperkenalkan tujuh kebiasaan. Aha itu 1:04:54 kalau boleh pastikan itu menjadi 1:04:56 kebiasaan anak kita dan itu yang 1:04:58 kemudian menjadikan anak-anak kita nanti 1:05:02 dia menjadi orang-orang yang hebat. 1:05:06 Untuk itu pastikan dimensi spiritualnya, 1:05:10 dimensi fisik, dimensi 1:05:15 psikologi dan sosiokultural anak kita. 1:05:18 Dan yang tidak kalah penting juga 1:05:20 bagaimana kebiasaan digital anak kita. 1:05:23 Beberapa negara Eropa yang dulunya 1:05:26 sangat antusias mendorong 1:05:29 penggunaan 1:05:31 ebook atau digital, sekarang mereka 1:05:34 menyesal. Akhirnya kembali ke manual. 1:05:40 Sebelum ada kebijakan di Indonesia 1:05:42 terkait dengan itu, ayo kita mulai dari 1:05:45 anak-anak kita di rumah. Ambil semua 1:05:48 buku-buku ebook. Lalu kemudian kalau 1:05:51 kita punya ee kelebihan keuangan diprint 1:05:55 dan minta anak kita untuk menstabilo, 1:05:58 membuat resume sehingga mereka terhindar 1:06:02 dari pengaruh AI yang menyederhanakan. 1:06:06 Semua bagus, tapi anak kita akan ee 1:06:11 tidak memiliki apa-apa. Demikian semoga 1:06:15 apa yang kita bahas hari ini mendapatkan 1:06:18 rida dan berkah dari Allah. 1:06:20 dan kita tetap diberikan cahaya yang 1:06:24 hari ini sudah lembut kepada anak-anak 1:06:26 kita semakin lembut lagi. Demikian. 1:06:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:31 wabarakatuh. 1:06:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:34 wabarakatuh. Terima kasih sekali Dr. 1:06:37 Hamid Patil untuk 1:06:40 apa yang disampaikan kali ini. Karena 1:06:43 anak-anak ke sekolah tanpa rasa takut 1:06:46 itu adalah kerinduan kita semua ya. Dan 1:06:48 jangan lupa tadi disebutkan kalau kita 1:06:51 perlu bantuan silakan jangan tidak ee 1:06:54 mengingat puspaga ya. Baik ikhwan 1:06:58 akhwat. Mudah-mudahan kita ketemu lagi 1:07:01 di kesempatan lain masih terkait dengan 1:07:04 bagaimana perlindungan buat buah hati 1:07:07 kita atau perlindungan anak dari Radio 1:07:09 Silaturahim. Billahi taufik wal hidayah. 1:07:12 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:14 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:07:16 warahmatullah.