Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:20 rahimakumullah. Senang sekali, bersyukur 0:23 sekali hari ini kita bisa bersama-sama 0:26 acara perlindungan anak 0:29 bersama Dr. Kamit 435 0:32 nanti 0:33 di mana kita semua ya sebagai orang tua, 0:36 sebagai masyarakat tentunya sangat 0:39 mendukung upaya untuk menjamin hak-hak 0:41 anak kita agar bisa tumbuh kembang hidup 0:45 berpartisipasi dengan optimal serta 0:49 terlindungi dari segala yang disebut 0:52 kriminalisasi ataupun juga kekerasan. 0:55 Nah, untuk pagi ini Dr. Hamid Patilima 0:59 sudah hadir. 1:01 Kebetulan sekali bahasannya terkait 1:04 dengan acara perlindungan anak kita ini 1:06 adalah perlindungan anak untuk semua 1:10 orang. Yuk, kita sapa beliau yang sudah 1:12 hadir di sini. Asalamualaikum 1:14 warahmatullahi wabarakatuh. 1:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:17 wabarakatuh. Apa kabar Bunda hari ini? 1:19 Alhamdulillah sehat ya. 1:20 Alhamdulillah. 1:22 Jadi, bagaimana kita melindungi 1:24 anak-anak dari hal-hal sebagaimana yang 1:26 tadi ee saya sampaikan itu penting 1:29 banget kita memulai. Mari kita simak 1:32 dengan sepenuh rasa, sepenuh jiwa, 1:35 dengan sepenuh hati juga. Silakan. Baik, 1:40 terima kasih Bunda. 1:42 Bismillahirrahmanirrahim. 1:44 Asalamualaikum warahmatullahi 1:46 wabarakatuh. 1:48 Pendengar Radio Rasil di mana saja 1:50 berada. Alhamdulillah kita masih diberi 1:54 kesempatan oleh Allah untuk berbagi 1:56 informasi. 1:58 Kali ini kita akan 2:01 membahas satu topik yang penting terkait 2:05 dengan perlindungan anak urusan 2:09 kita semua. 2:11 Ayahanda dan bunda berbicara terkait 2:15 dengan perlindungan anak ini, kita harus 2:19 merujuk ke instrumen-instrumen yang ada, 2:23 terutama 2:25 instrumen internasional dalam bentuk 2:28 konvensi Hanak yang telah diratifikasi 2:32 oleh Indonesia sejak tanggal 25 Agustus 2:38 tahun 1990. 2:40 melalui keputusan Presiden nomor 36 2:45 tahun 1990. 2:48 Lalu yang kedua 2:50 diatur di dalam Konstitusi Undang-Undang 2:54 Dasar Negara Republik Indonesia tahun 2:58 1945 3:01 khususnya di pasal 28B 3:05 ayat 2. 3:07 Ayah dan Bunda berharap 3:10 pasal ini kalau boleh dibaca, 3:15 dipahami, dimengerti yang redaksinya itu 3:18 sangat penting untuk kita cermati 3:23 bersama-sama. Apa redaksinya? 3:26 Setiap anak berhak hidup, tumbuh, 3:31 berkembang, terlindungi dari kekerasan 3:34 dan diskriminasi. 3:37 Kemudian 3:39 instrumen nasional lainnya ada sekitar 3:43 lima undang-undang yang mengatur terkait 3:47 dengan perlindungan anak. Berharap yang 3:50 paling utama dibaca yaitu Undang-Undang 3:54 Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan 3:59 Anak. 4:00 Kalau berbicara perlindungan anak, 4:03 berarti ada dua substansi penting yang 4:06 perlu kita ketahui bersama-sama. 4:10 Pertama, kita bicara terkait dengan 4:13 pemenuhan hak anak. Lalu yang kedua, 4:17 kita berbicara terkait dengan 4:19 perlindungan khusus. Kapan? Dua hal ini 4:23 perlu dipahami bersama-sama. Untuk itu 4:28 Bapak Ibu ambil Google lalu ketik 4:34 unduh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. 4:38 Di sana kita sebagai seorang ayah, 4:43 seorang ibu, seorang guru atau tokoh 4:47 masyarakat itu perlu membaca baik-baik. 4:52 Lalu 4:54 pahami bersama-sama. kemudian diskusikan 4:57 secara bersama-sama 4:59 karena di sana itu beberapa aturan yang 5:04 diberikan lalu peran-peran apa yang 5:07 harus diupayakan terutama bagi orang 5:11 tua, lalu guru dan tokoh masyarakat. Ah, 5:17 tokoh masyarakat yang paling rendah itu 5:21 Pak RT atau Bu RT. 5:24 naik lagi RW lalu ee takmir masjid 5:30 lalu tokoh agama, tokoh budaya itu semua 5:33 harus membaca. 5:36 Kalau itu tidak dijadikan rujukan, lalu 5:39 rujukan apa yang akan kita gunakan untuk 5:44 mendampingi, membimbing, mengasuh 5:48 anak-anak yang ada di sekitar kita. 5:50 Apalagi kita juga diberi peran untuk 5:53 melakukan pengawasan. Ini sangat penting 5:57 untuk kita pahami. 6:00 Ada beberapa 6:02 informasi yang ingin kami tekankan dalam 6:06 pembahasan tema ini, terutama sekarang 6:09 ini dalam rangka hari radio 6:13 internasional yang selalu dirayakan 13 6:16 Februari. 6:18 wadah ini kita manfaatkan 6:21 sebaik-baik dan seluas-luasnya supaya 6:24 kita mendapatkan pemahaman yang luas 6:27 terkait dengan perlindungan anak ini 6:30 yang menjadi urusan 6:34 kita semua atau menjadi urusan semua 6:37 orang. Apa poin pentingnya? 6:41 Perlindungan anak itu bukan hanya 6:44 menjadi urusan satu lembaga yang kalau 6:49 di pemerintah itu ada Kementerian 6:53 Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan 6:55 Anak. Kalau Lembaga Independen Negara 6:58 itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia. 7:03 Bukan hanya mereka, tetapi kita semua. 7:08 Untuk memiliki pengetahuan yang luas 7:12 bagaimana kita memastikan anak-anak kita 7:15 merasa terlindungi, 7:17 ada empat R yang perlu kita kuasai 7:22 bersama-sama. 7:24 R pertama itu risiko. Risiko apa nih 7:28 yang akan dialami oleh anak? Lalu yang R 7:33 kedua, red flag atau eh bendera merah. 7:40 Tanda-tanda awal untuk mengetahui apakah 7:45 anak itu ada masalah. Ini perlu ayah 7:49 Anda dan bunda perlu ketahui 7:52 bersama-sama. 7:53 Lalu yang R ketiga. 7:59 R ketiga terkait dengan respon aman. 8:03 Kalau ada anak yang mengalami masalah, 8:08 apa respon kita? Lalu yang R keempat, 8:11 kita melakukan rujukan. Nah, rujukan ini 8:16 ke mana dan di mana harusnya kita 8:19 merujuk. 8:21 4R ini kita coba 8:25 gunakan untuk 8:28 mendeteksi 8:30 apakah anak-anak kita itu 8:34 merasa aman atau tidak. terutama pertama 8:39 nih coba ayah Anda dan bunda gunakan ee 8:44 pengetahuan dasar ini untuk mengecek 8:49 anak kita di rumah terkait dengan risiko 8:54 risiko yang sering dialami oleh 8:56 anak-anak kita di rumah. 8:58 He. 8:59 Sering me 9:01 mendengar kata-kata yang merendahkan 9:05 diri anak. Ada enggak tuh? 9:08 Ada enggak anggota keluarga dari ayah, 9:12 ibu, kakak, 9:15 adik, lalu orang yang tinggal di rumah, 9:19 baik itu kakek, nenek, paman, bibi itu 9:23 sering mengeluarkan kata-kata yang 9:26 merendahkan pada diri anak. Tidak. Kalau 9:29 ada itu berarti anak kita 9:33 mengalami risiko 9:37 antara lain dia tidak merasa nyaman 9:41 kalau kata-kata itu keluar dari mulut 9:45 ayahnya atau mulut ibunya yang membuat 9:50 dia merasa terendahkan itu. Coba cek 9:53 kalau ada itu berarti mulai kita apakan. 10:00 Yang kedua, 10:01 ada enggak 10:03 ee tindakan-tindakan fisik melempar, 10:08 mencubit 10:10 atau 10:12 ee membuat anak mungkin dia tidak 10:16 mengalami trauma yang berat, tetapi ada 10:19 tuh rasa ketakutan. 10:23 Kemudian yang ketiga, ada enggak ancaman 10:27 suka mengancam nih. Ada enggak? Nanti 10:30 Bunda tidak kasih, ayah tidak kasih, Om 10:34 tidak kasih. Ada enggak tuh kata-kata 10:36 itu? Itu yang perlu kita coba deteksi. 10:42 Kemudian ada 10:47 pengabaian emosi anak. anak sedang kan 10:52 anak itu 10:54 salah satu upaya dia mengekspresikan 10:58 untuk menyatakan dia mengalami sesuatu 11:02 yang tidak nyaman 11:04 atau dia meminta sesuatu tidak terpenuhi 11:07 lewat emosi apa ya salah satunya lewat 11:11 tangisan kita cek tuh tangisan nih 11:14 tangisan 11:17 ada seorang ahli dari ee Banyuwangi. Dia 11:21 kuliah di IPB itu menghasilkan 11:25 satu aplikasi untuk menerjemahkan bahasa 11:28 baik. Ah, bahasa baik aja bisa 11:30 diterjemahkan. Coba dari bahasa bayi, 11:34 anak, lalu ke remaja. 11:38 Kita juga saat dewasa juga kita bisa 11:40 bedakan itu tangisan. Tangisan rindu, 11:44 tangisan merasa tertekan. Itu juga kita 11:49 coba cek tuh. Itu risiko-risiko yang 11:52 perlu kita baca. Insyaallah kalau 11:55 ayahanda mampu membaca ini semua ini, 11:59 kita akan dapat melakukan upaya-upaya 12:02 yang terbaik untuk perlindungan anak 12:05 kita di rumah. Lalu kemudian ada enggak 12:09 konflik orang dewasa? 12:12 yang sering disaksikan oleh anak di 12:15 rumah. Si ayah 12:18 memarahi ibu atau ibu memarahi ayah atau 12:24 sebaliknya. Jadi anak itu menyaksikan 12:28 tuh bagaimana ya orang yang sangat dia 12:31 hargai kok direndahkan atau mendengarkan 12:35 kata-kata kasar. belum sampai tangan 12:39 sampai menempel ke pipi atau apa itu 12:42 kita ada enggak? Kalau ada ya otomatis 12:48 anak tidak perlu nonton gadget terkait 12:51 dengan ee konten-konten kekerasan. Di 12:54 rumah saja dia sudah bisa lihat dari 12:56 orang yang sangat dia hargai. Lalu ini 13:00 yang 13:01 ada enggak anak-anak itu mengalami ee 13:07 apa rasa 13:10 ketidakadilan yang terus-menerus? 13:14 Ada aturan tapi aturan tidak ditegahkan 13:17 secara konsisten untuk si A atau si 13:21 kakak 13:23 ayah ibu lembek. Untuk yang kedua sangat 13:28 tegas yang akhir lembek lagi. Nah ini 13:31 coba ada enggak tuh tidak konsisten 13:36 pagi 13:38 beda lagi dengan yang siang beda lagi 13:40 dengan yang sore. Ah kita cek cuk. 13:43 itu risiko-risiko yang ee kita perlu 13:48 kuasai atau perlu kita ketahui. Siapa 13:52 saja yang perlu menguasai ini? Ya, semua 13:55 orang yang ada di rumah atau orang-orang 13:58 yang tinggal di rumah. Siapa lagi yang 14:01 dapat me mendeteksi risiko-risiko. 14:06 Lalu 14:09 red flag-nya atau ee tanda awal ini 14:13 tanda awal ya. Ayah Anda dan bunda 14:16 penting enggak nih kita ee perlu 14:19 mengetahui? Menurut saya kita perlu tahu 14:23 juga apa itu 14:25 anak mendadak ee 14:30 pendiam. Nah, itu tanda-tanda apa tuh, 14:32 Bunda Nuning? Kalau anak itu sudah mulai 14:34 pendiam 14:37 atau 14:38 anak ini apa-apa nangis, 14:44 anak kadang-kadang suka ngompol yang 14:48 bayi ya atau yang usia di bawah 8 tahun 14:52 itu atau 5 tahun sering ngompol malam 14:56 hari. itu tanda-tanda 14:59 bahwa di rumah dia tidak aman. Lalu apa 15:05 lagi yang perlu kita 15:09 dia ee sulit tidur. Wah, itu bukan 15:14 karena insomnia ya, tapi sulit tidur. 15:18 Karena dia tidak nyaman. 15:21 Karena orang di sekitarnya itu membuat 15:23 dia atau ini kalau yang udah parah yang 15:26 bunuhing ada anak enggak sudah mulai 15:29 kabur dia apa 15:34 datang telat ke rumah itu tanda-tanda 15:37 anak mengalami risiko. 15:41 Kemudian apa respon yang perlu kita 15:44 lakukan? Ini responnya sebagai ayah, 15:49 sebagai ibu. 15:50 sebagai kakak atau sebagai tante atau 15:55 sebagai paman yang tinggal di rumah atau 15:58 sebagai kakek. Apa yang harus kita 16:01 lakukan 16:02 kalau kita menemukan anak-anak seperti 16:05 ini? Langkah pertama kita coba membuat 16:10 dia merasa tenang. nih ilmu ini atau 16:15 pengetahuan ini perlu kita coba cari, 16:19 kita gali ke tempat-tempat yang dapat 16:22 kita temukan. 16:24 He. 16:24 Kalau kita punya teman psikolog, tanya 16:28 dong. Atau guru BK bisa juga tanya tuh. 16:31 Atau guru PAUD kita tanya tuh. Ini yang 16:36 ada di rumah. Lalu bagaimana kalau di 16:40 sekolah? Ini berarti pengetahuan ini 16:42 penting bagi mereka yang bertugas di 16:47 sekolah. Siapa saja? Setpam, 16:50 ibu kantin, 16:53 OB, 16:55 tata usaha, 16:57 guru, kepala sekolah, siapa lagi? 17:00 Pokoknya mereka yang ada di sekolah. 17:06 apa yang harus kita ee cek. Kalau setiap 17:13 orang yang ada di sekolah itu memiliki 17:16 pengetahuan yang tadi seperti yang ada 17:19 di rumah, berarti sudah punya informasi 17:23 dasar. He 17:24 sama tuh kondisi anak di rumah dengan di 17:28 sekolah itu kemungkinan besar akan sama. 17:32 Tapi resikonya 17:34 kita dapat baca secara ee baik-baik. 17:39 Pertama, kalau di sekolah 17:42 ada enggak di sekolah itu sering terjadi 17:45 bullying atau perundungan? itu risiko 17:50 atau 17:52 ada kekerasan 17:55 verbal. Dah tuh coba cek 17:59 coba kita perlu ketahui 18:03 ada berapa bentuk kekerasan nih? Kita 18:06 cek tuh di sekolah ada enggak nih? Empat 18:10 bentuk kekerasan. 18:14 Bentuk pertama fisik. Fisik itu banyak 18:17 jenisnya. 18:19 dari teman ke teman saling melempar atau 18:23 mencubit atau menampar atau ee guru atau 18:32 kedua 18:33 bentuk 18:35 sih 18:37 kata-kata. 18:39 Ah, gitu aja kamu tidak bisa 18:42 itu. Ee bentuk perendahan ada enggak di 18:46 sekolah? Cek. Ayahanda dan bunda yang 18:49 diberi amanah untuk mengelola sekolah. 18:53 Sebagaimana yang saya sebutkan tadi, 18:55 orang yang paling awal ditemui oleh anak 18:59 itu yang di depan pintu itu siapa tuh? 19:01 Spam, cek anak ini berisiko enggak dia. 19:06 Lalu yang kedua, OB tu atau cleaning 19:12 service yang ada di sekolah ya, bagi 19:14 sekolah sekolah yang ada di kota. 19:17 Lalu kantin. Wah, sekarang kantin masih 19:22 aktif enggak, Dik? Kantin-kantin di 19:23 sekolah 19:24 dengan ada MBG 19:27 masih ada juga. Ah, berarti ibu kantin 19:30 tuh. Nah, itu masih tuh cek tuh. 19:34 Lalu yang kedua, 19:36 disiplin 19:38 yang merendahkan anak. Ada ya nih nanti 19:42 kita bahas insyaallah ee 2 minggu ke 19:46 depan. terkait dengan disiplin positif. 19:49 Tapi ada enggak? 19:51 Dia sih tujuannya mau mendisiplinkan 19:54 anak, tetapi mempermalukan anak. Banyak 19:58 tuh yang terlambat. 20:01 Anak-anak kalau tahu tuh kalau ada anak 20:04 terlambat itu pasti dia melakukan 20:07 sesuatu yang Nah, itu berarti sudah ada 20:11 tanda-tanda. 20:13 Cek cek tuh ya. ada enggak? 20:16 Kemudian 20:18 apa tanda awal untuk kita mengecek 20:22 anak-anak itu mengalami persoalan di 20:24 sekolah? Ah, sebagai orang tua lagi di 20:27 rumah boleh juga nih 20:28 atau guru di sekolah atau siapa saja kok 20:33 pertama nih kok tumben ya biasanya dia 20:37 sudah datang hari ini kok enggak datang 20:39 nih. Itu siapa yang pertama awal membaca 20:41 itu? Satpam. Iya. atau guru piket. 20:46 Kenapa ya? 20:48 Berarti itu tanda-tanda anak 20:53 mengalami bullying di sekolah. 20:57 Lalu di rumah kok anak ini enggak mau 21:00 datang ke sekolah. Ada apa nih? Tuh 21:04 berarti ada informasi awal dari rumah 21:07 tuh. H 21:09 bagi orang tua yang masih diberi hidayah 21:12 oleh Allah mampu membaca ini. Bagaimana 21:15 dengan mereka yang tidak? Nah, itu yang 21:17 biasanya sudah tertutupi. Untuk itu, 21:20 kita harus selalu meminta bantuan kepada 21:24 Allah supaya kita selalu diberi hidayah 21:26 untuk membaca itu tanda-tanda. Kemudian 21:32 anak 21:34 nilainya nih awal-awal bagus. 21:39 Bagus. Tapi kok sekarang ini mulai 21:41 turun? 21:43 Ada apa ini? Mungkin 21:47 dia punya masalah ee transfer knowledge 21:51 dari 21:53 guruah atau ada gangguan dari temannya 21:57 atau dari mana? Bisa saja tuh. Nah, itu 22:00 cek tuh ada tanda-tanda awal tuh atau 22:04 red flag-nya itu ya. kita ada bendera 22:07 merahnya tuh. Coba ayah Anda dan bunda 22:11 biasakan coba cek tuh. 22:14 Kemudian 22:16 anak sering ee 22:20 atau barang-barangnya dia sering hilang. 22:23 Hm. 22:24 Atau barang-barang yang ada di rumah kah 22:26 atau di sekolah sering hilang. Itu 22:29 tanda-tanda anak-anak yang mengalami 22:33 masalah. 22:36 Kalau kita menemukan anak-anak seperti 22:39 ini, apa yang harus kita lakukan? Nah, 22:45 ini respon aman. Apa yang perlu kita 22:49 lakukan? 22:51 Allah memberikan 22:54 sepasang bibir dan satu lidah. Untuk 22:59 apa? 23:00 Untuk komunikasi. Tetapi yang tidak 23:04 kalah penting adalah Allah memberikan 23:08 sepasang telinga. Untuk apa? Kalau tidak 23:13 digunakan untuk mendengar. Tetapi yang 23:17 tidak kalah penting adalah Allah juga 23:21 memberikan sepasang tangan. 23:25 Tangan mana nih yang aktif? Tangan kiri 23:27 yang pandai menulis atau tangan kanan? 23:31 Kita catat. 23:33 apa yang disampaikan 23:36 oleh anak melalui pendengaran kita. 23:40 Catatan ini penting tidak untuk dijaga 23:44 kerasian sangat. Untuk itu, setiap 23:49 catatan yang kita buat terkait dengan 23:51 anak yang sedang kita tangani itu tidak 23:56 boleh bocor 23:59 ke mana saja. 24:02 Dan itu yang kemudian menjadi pegangan 24:06 mereka yang dapat amanah untuk mencatat 24:10 awal itu 24:12 untuk jadi bahan dasar untuk 24:14 didiskusikan dengan mitra 24:18 yang ada di sekolah. Atau kalau kita 24:23 tidak mau repot di sekolah, segera 24:26 hubungi UPTD 24:29 PPA atau yang paling penting untuk 24:33 awal-awal untuk pencegahan kita bisa 24:37 menghubungi 24:39 pusat pembelajaran keluarga yang ada di 24:42 setiap kota kita. Kalau tidak ada 24:47 bagi mereka yang tinggal di kabupaten 24:51 atau di kota yang belum memiliki Puspaga 24:56 atau UPTDPA 24:58 itu berarti bupati dan walikotanya 25:02 sangat buruk dalam perlindungan anak. 25:06 Untuk itu apa yang harus kita lakukan? 25:08 kita hukum bupati walikota seperti itu, 25:12 dia tidak layak untuk menjadi pemimpin 25:15 kita karena dia tidak menyediakan 25:19 fasilitas itu. Ah, ini tantangan kan 25:22 kita akan memilih-milih mereka tuh ya 25:25 itu ke depan. Jadi prasyarat kalau kita 25:29 mau memilih bupati atau walikota, 25:31 tanyakan 25:33 kamu akan apakan anak-anak di kabupaten 25:37 ini, di kota ini. 25:40 Kalau dari mulut bupati itu 25:43 kami akan mendirikan Puspaga. Ah, itu 25:47 berarti layak kita pilih dan kita 25:51 pertahankan bupati seperti itu. Kalau 25:53 kita kalau boleh kita cloning ya. itu 25:56 kan jadi penting. Kemudian 26:01 perlu di sekolah 26:04 menyediakan kanal. Kanal atau kanal itu 26:08 apa, Bunding? Ee hotline, ya. 26:11 He. 26:12 Jadi 26:14 apa tujuan hotline itu kita sampaikan ke 26:18 setiap anak? 26:21 anak-anak yang mengetahui 26:24 ke mana mereka akan mengadu. 26:29 Dan 26:31 setiap orang itu tahu tempat pengaduan 26:33 itu jelas, lalu penegakannya juga tegas. 26:39 Bakal tidak ada anak yang akan berani 26:45 merendahkan atau tidak ada orang-orang 26:48 yang ada di sekitar anak itu berani 26:51 merendahkan anak karena 26:54 anak diberi 26:57 akses untuk 26:59 melaporkan 27:01 atau 27:03 mengkonsultasikan setiap persoalan. 27:05 Untuk itu 27:08 pertanyaan saya kepada Ibu Bapak yang 27:11 mendengarkan radio ini, 27:14 coba cek di sekolah anak ibu bapak yang 27:19 ada di PAUD, yang ada di Raudatul Atfal, 27:24 di Bustanil Al Atfal, di SD, 27:29 Madrasah Ibtidaiiah 27:32 di SMP berarti madrasah sanawi 27:36 terus SMA, SMK 27:39 atau di Madrasah Aliah 27:42 atau di pesantren ada enggak 27:46 kanal-kanal pengaduan? 27:49 Kalau di sekolah itu tidak ada kanal, 27:52 itu sekolah sudah dapat diindikasikan 27:55 sekolah yang tidak aman untuk anak-anak 27:59 ibu bapak. 28:01 Untuk itu nih satu 28:05 peraturan Menteri 28:08 ee Pendidikan Dasar dan Menengah 28:13 nomor 6 tahun 2026 perlu dibaca. Ah, 28:19 perlu enggak ditanya cari Bu Ning? 28:21 Ah, dicatat Buon Ning. Nomor 6. 28:23 Peraturan Menteri 28:26 Pendidikan Dasar dan Menengah. 28:30 nomor 6 tahun 2026. 28:34 Nah, tentang ahah coba cari tuh 28:37 searching di Google. 28:39 Insyaallah ada rasa tenang tuh 28:43 pada ibu bapak. Kalau Ibu Bapak sudah 28:45 membaca peraturan itu, 28:48 lalu kondisi sekolah kita tidak 28:52 sebagaimana yang ada di 28:54 peraturan 28:54 peraturan tersebut, berarti sekolah 28:59 anak-anak ibu bapak berisiko. 29:03 H 29:03 ah tidak aman. Itu penting tuh. Nah, 29:06 untuk ini saya kasih bocoran nih. 29:08 Udah kaya enggak nih bocorannya nih ya? 29:11 Heeh. 29:12 Kalau apa ingin mau dengar lagi siaran 29:16 ini, buka channel Rasil TV. Nah, itu 29:20 baca siarkan ulang tuh. Ya, 29:23 itu yang kedua di sekolah ini, Bu. Ni 29:26 sekarang kita 29:28 di komunitas. Wah, ini komunitas siapa 29:31 saja ini yang komunitas? Komunitas 29:33 berarti yang ada di musala, yang ada di 29:37 RT, yang ada di RW. 29:42 atau yang ada di tempat umum di mana 29:44 anak-anak berada. 29:47 Risiko-risiko apa yang dapat kita 29:51 deteksi pada anak-anak yang ada di 29:54 sekitar kita? Jadi 29:58 kalau kita sudah punya pengetahuan yang 30:00 ada di rumah, lalu pengetahuan yang ada 30:03 di sekolah berarti ini yang ada di 30:06 tempat umum. Bun ni 30:07 ini semakin kaya kita 30:09 bagaimana memastikan anak-anak kita 30:12 merasa aman tidak. Pertama, 30:15 ada enggak anak-anak di komunitas itu 30:19 mengalami pelecehan? Haah. Pelecehan. 30:23 Wah, berarti kita harus baca 30:25 undang-undang lagi itu. Benar nih ya. He 30:27 Ani tolong baca Undang-Undang 30:31 Nomor 12 30:33 tahun 30:35 2022 30:37 tentang tindak pidana kekerasan seksual. 30:42 Nah, pelecehan itu antara lain 30:45 sweet-sweet. ee ada anak gadis lewat di 30:52 depan ee kumpulan anak-anak remaja pria 30:56 misalnya tuh digoda tuh. Ah itu anak 31:01 gadis itu dapat melaporkan ke kepolisian 31:06 remaja-remaja itu. Lumayan tuh 31:07 hukumannya 9 bulan loh. 31:11 Ni 31:13 adik-adik di sini sudah baca enggak 31:14 undang-undang itu? Ah. 31:18 cari undang-undang baca ya atau cat 31:22 calling itu ada. Ah, tuh. 31:25 Ada enggak di sekolah gitu? Ada anak tuh 31:28 main colek 31:30 atau ada guru mencolek atau apa tuh? Itu 31:34 menggoda atau apa? Nah, ini sekarang di 31:39 komplek atau di komunitas ada enggak itu 31:42 yang suka 31:44 ee anak lewa terus digoda-goda tuh? Atau 31:47 cek ada enggak? 31:49 Kalau ada itu berarti anak-anak yang ada 31:53 di sekitar situ berisiko. 31:57 Berisiko. 31:59 Kedua, 32:01 anak-anak bermain di area yang rawan. 32:05 Area yang rawan ini apa? 32:08 Sekarang, Bunda Nuning, kalau di kota 32:11 yang rawan itu berarti yang ada di 32:14 sekitar jalan raya. He. 32:16 Atau di mana? di Got 32:20 atau kalau di daerah-daerah pertambangan 32:24 yang rawan itu bekas-bekas galian tuh 32:27 banyak tuh Buning Ning di daerah 32:31 pertambangan anak-anak kejeblos ke bekas 32:35 tambang tuh 32:36 Heeh 32:36 tidak ada tidak di apa nyawanya hilang 32:40 tuh 32:41 iya 32:42 atau anak-anak ee sekarang nih suka 32:45 banjir nih rawan enggak anak-anak itu 32:49 main-main di area-area tahu kesedot sama 32:53 air yang sangat 32:55 kita lihat tenang airnya tapi sedutannya 33:00 ee sangat kuat. Ah kita cek anak-anak 33:04 ada apa lagi yang area rawan tuh? rawan 33:07 kalau gelap tidak ada penerang di jalan 33:12 atau 33:14 di sudut-sudut ee komplek itu tidak ada 33:17 pos satpam atau pos hansip atau pos 33:23 keamanan itu rawan tuh. Jadi atau anak 33:26 itu dari rumah ke sekolah kan dia 33:30 melewati beberapa titik tuh ada enggak 33:32 yang rawan? H 33:34 kalau ada area yang rawan, kemungkinan 33:38 besar anak kita berisiko. 33:41 Jadi berisiko dia kita coba pastikan 33:45 kita cek. 33:47 Kemudian 33:50 ada enggak kalau ada anak jatuh atau 33:55 anak melakukan sedikit hal yang mungkin 34:00 membuat kok orang tertawa? Ada anak yang 34:03 jatuh kok ditertawakan tuh. Wah, itu 34:07 parah banget tuh kalau ada seperti itu. 34:10 Coba bayangkan Bunda Nuning. 34:12 He 34:13 bunda jatuh terus ditertawakan oleh 34:16 orang. 34:16 Masyaallah. 34:18 Rasanya mana? Atau ada nih anak jatuh 34:21 diteriakin. 34:23 Udah sakit tertimpa ee sudah sakit 34:27 tertimpa tangga pula 34:29 atau gimana tuh? Ada enggak di 34:33 tempat kamu tuh kalau ada yang jatuh 34:36 ditertawain? 34:37 Mudah-mudahan sih enggak ada ya. 34:39 Semoga tidak ada ya. Itu kalau ada 34:42 seperti itu berisiko. Itu daerah yang 34:45 berisiko untuk anak-anak. Nah, untuk itu 34:49 apa nih tanda awal? 34:52 Tanda awal 34:54 ee yang perlu kita 34:57 baca yang dialami oleh anak pertama, 35:00 anak sering di luar tanpa pendamping. 35:05 Jadi dia ke mana-mana itu sendiri. 35:08 Untuk itu ee coba 35:12 anak-anak itu pengin main di tempat 35:15 bermain ya, Bunda? He 35:18 mereka itu sebetulnya 35:21 pengin ada yang membimbing, 35:24 pengin ada yang mendampingi, 35:28 pengin ada yang memberi ee tahu. 35:34 Kalau sekarang anak-anak kalau mau main 35:38 dia main 35:40 apa? Otodidak aja tuh. Hm. 35:43 Coba 35:45 apa bedanya kalau anak itu 35:49 ee sedang melakukan gerakan misalnya 35:52 atau menendang bola atau memukul 35:57 ee apa 35:59 ee bulu tangkis itu apa benar ni shutle 36:02 cook atau main tenis itu kalau akan 36:08 terarah dibimbing oleh orang dewasa di 36:10 sekitarnya yang kemungkinan dia dulu 36:15 dia punya kelebihan atau keterampilan. 36:18 Iya. 36:18 Itu dampaknya luar biasa kan? 36:22 Iya. Anak-anak pengin 36:25 menemukan orang-orang seperti itu, tapi 36:29 anak-anak itu tidak mampu 36:32 mengekspresikan atau meminta. Tuh, 36:35 anak-anak agak segan juga dia. 36:37 He. 36:38 Dia tidak berani. Tapi kalau dia sudah 36:41 kenal ada om, tante yang mau mengajarin 36:45 nari atau mengajarin apa itu di untuk 36:49 itu bersyukurlah mereka yang ada di 36:51 Jakarta ya. 36:54 Coba 36:56 kalau RPRA-RPRA yang ada di Jakarta itu 37:00 dikloning di seluruh daerah di Indonesia 37:04 tuh, anak-anak di daerah itu pasti akan 37:09 memanfaatkan tempat bermain itu dengan 37:12 penuh kegembiraan. Karena di RPRA 37:16 sepengetahuan saya waktu pembentukannya 37:19 tidak tahu sekarang ya. He. 37:21 Semoga masih tetap itu 37:24 di setiap RPA 37:28 di 37:30 tangani oleh minimal enam orang yang 37:33 terlatih tentang anak. He. 37:36 Karena kebetulan yang melatih sebagian 37:39 dari mereka itu terkait dengan konvensi 37:42 anak, terkait perlindungan anak itu 37:44 adalah kami. Itu mereka tangani itu 37:46 anak-anak itu. Tapi pertanyaannya, 37:50 apakah anak-anak di DKI Jakarta merasa 37:53 bersyukur? Tidak, merasa memanfaatkan? 37:57 Tidak. H 37:59 itu semua akan terjadi bila ada dua 38:02 unsur yang mau mendorong Bunda Nuning. 38:04 Apakah gerangan 38:06 orang tua dan guru-guru. 38:08 H. 38:09 Nah, ini link and match. Ayo adik-adik 38:14 kalau mau buat PR datang dong ke RPRA. 38:17 Itu berarti siapa yang bicara itu Bunda 38:18 Nuning? 38:20 Bisa juga guru. 38:22 Heeh. 38:23 Orang tua juga karena memang aktif bisa. 38:26 Akhirnya RPRA-RPra yang ada di setiap 38:29 kelurahan di DKI Jakarta 38:32 ramai dan 38:33 ramai termatkan 38:35 dan enam orang yang digaji oleh gubernur 38:40 manfaatnya luar biasa. 38:41 Benar bermanfaat. 38:44 Ah siapa nih yang harus menggerakkan 38:46 ini? Nah, itu yang kalau tanda-tanda 38:49 awal yang bagus, tapi kalau yang tidak 38:51 didampingi berarti berisiko. 38:53 Dulu saya ingat riset saya tahun 2004 38:57 Bunda Nuning di satu daerah di DKI 39:00 Jakarta, anak-anak itu mau main musuhnya 39:03 itu luar biasa. He he. 39:05 Sopir atau ee satp [tertawa] 39:10 karena mereka main bola di ee Tugu 39:15 Patani. Ada. 39:16 Iya. 39:16 Enak juga main di situ. Bing. Kemarin 39:18 saya masih lewat masih ada ada anak-anak 39:21 main di situ. 39:23 Oh udah berapa generasi tuh riset saya? 39:25 2004. Sekarang 2000 berapa? 39:27 Iya 21 tahun berarti. 21 26 eh 22 tahun 39:31 yang lalu itu 39:32 2 39:33 yang menghasilkan 39:35 konsep kebijakan kabupaten kota layak 39:37 anak itu berangkat dari riset itu Bu 39:41 sudah coba 39:42 sering dengan orang dewasa yang tidak 39:45 jelas ah tu kita cek ada enggak 39:49 ada tuh anak-anak bermain 39:54 dengan orang tua yang hubungannya tidak 39:57 jelas statusnya nya 39:59 apakah dia tantenya, 40:01 omnya atau gurunya. Ah, itu kalau ada 40:06 itu tanda-tanda awal anak mengawali 40:10 mengalami risiko 40:12 fedfil 40:14 tu bahaya tuh. 40:17 Ada di satu daerah 40:19 tuh ada tuh gurunya juga melakukan. Coba 40:23 cek tuh pastikan 40:26 cek. Kemudian 40:28 ada perubahan gaya anak, gaya hidup anak 40:33 itu mendadak berubah. Wah, ini udah 40:36 mulai yang tadi tidak punya handphone. 40:40 Ini udah punya handphone dari profil 40:43 orang tuanya. sepertinya ini tidak 40:47 terbelikan alat ini. Itu kita bisa cek 40:49 tuh tuh anak 40:52 ee tanda-tanda awal anak-anak mengalami 40:56 sesuatu. Nah, ini kita cek. Ah, untuk 40:58 itu apa yang perlu kita ee bangun di 41:04 komunitas ya? 41:05 kita perkuat jejaring. Ah, kalau dulu 41:10 jejaring ini dibangun oleh Kementerian 41:14 Pemberdayaan Perempuan 41:17 terinspirasi dari pasal 72 41:21 Undang-Undang 35 Tahun 41:25 2014 tentang perlindungan anak. Apa itu 41:27 Bunding? Patbm. 41:31 Hm. Patm. Iya. perlindungan anak 41:34 berbasis masyarakat. 41:36 He. 41:37 Itu anak-anak ee itu 41:41 anak-anak mendapatkan dampingan dari ee 41:45 para aktivis-aktivis 41:47 yang memperjuangkan bagaimana memastikan 41:50 hak-hak anak itu terpenuhi. Anak yang 41:53 tidak punya akta itu gampang. Benar nih 41:57 aktivis dari PATBM tinggal kontak ke 42:01 Dinas Pencatatan 42:03 ee sipil. Anak ini tidak bersekolah 42:06 langsung kontak ke kepala sekolah atau 42:10 ke Dinas Pendidikan. Anak-anak mengalami 42:13 kesehatan langsung tuh jadi ada tuh. 42:16 Tapi 42:18 ganti pemerintah, ganti menteri, buat 42:22 program baru. Ah, sekarang ini ee 42:25 Menteri Pemberian Perempuan ini punya 42:27 program nih baru nih, 42:28 ruang bersama Indonesia. Berharap apa 42:32 yang diatur di dalam undang-undang itu 42:35 ee didorong, dihidupkan kembali. Walau 42:38 alam bisawab, ya. Tapi kita sebagai 42:42 orang yang ada di komunitas sekarang 42:46 ada Satgas 42:49 Perlindungan Anak itu dulu ada tuh Kak 42:53 Seto tuh ee motor penggeraknya Kak Seto. 42:57 Masih ada enggak ya? Ah, tolong ingatkan 43:01 lagi Kak Situ. Kak Situ bangun 43:04 ee 43:06 announce lagi tuh gerakan-gerakan. 43:09 Kita punya dulu tuh Aris Merdeka sirait 43:12 tapi keburu diundang oleh Allah. 43:15 Ada dari Bandung ee Hadi Utomo. 43:19 Pejuang-pejuang itu menggerakkan. 43:22 Tapi sekarang ee tiarap karena semua 43:25 program terkait dengan program-program 43:28 sosial itu semua ditangani oleh 43:32 pemerintah. Pemerintah sekarang yang ee 43:35 dominan masyarakatnya 43:38 ditinggalkan terutama ee para 43:40 aktivis-aktivis ini. Ee semoga siaran 43:44 ini juga ee terdengar oleh mereka-mereka 43:48 supaya tergerak. Jadi jangan hanya 43:51 pemerintah saja yang ambil bagian. Bukan 43:55 hanya organisasi keagamaan tertentu saja 43:58 yang bergerak, tapi semua orang 44:02 tergerak. Seperti yang kita sampaikan 44:05 ini dari rumah, 44:09 sekolah, lalu sekarang komunitas. 44:13 Kan anak itu hanya di tiga tempat itu 44:16 dia coba ke mana lagi dia? Bunda ni 44:20 pasti irisan komunitas, irisan sekolah, 44:24 irisan orang tua atau keluarga. Kalau 44:28 semua orang-orang ini ee memiliki 44:31 kemampuan 44:33 mendeteksi risiko lalu kemudian 44:37 mengetahui tanda-tanda awal atau red 44:39 flag, lalu kemudian yang ketiga ee apa? 44:44 Melakukan respon aman. Tapi yang tidak 44:48 kalah penting yang keempat Bunding apa 44:50 itu rujukan 44:53 ke mana dan di mana. Ah ni saya akan 44:57 menekankan berbicara R keempat ini Bunda 45:01 Nuning. 45:02 He 45:03 adalah kita harus pastikan negara itu 45:08 hadir. 45:09 Bagaimana negara itu hadir? Hari ini 45:14 Kementerian Pemberahan Perempuan dan 45:15 Perlindungan Anak itu menyebarluaskan 45:19 nomor hotline. Oh, keren. 45:22 Sapa 129. 45:25 Ibu Bapak ada enggak di handphone Ibu 45:27 Bapak nomor telepon SPA 129? 45:33 Tolong simpan di handphone tuh. Mungkin 45:36 belum hari ini. 45:37 He. 45:38 Suatu waktu 45:39 diperlukan. 45:40 Kita perlukan. Kemudian kita lengkapi 45:43 sapa 129 itu dengan nomor WhatsApp 45:48 08 45:50 1 45:54 29129. 45:58 Kementerian Pembedahan Perempuan juga 45:59 sudah membuka ee 46:04 hotline lewat website. Ah, coba akses to 46:07 website-nya. 46:09 kita sebarkan nomor-nomor ini keada 46:14 siapa saja. Insyaallah kalau ada korban 46:20 kita berharap tidak ada korban yang 46:22 benaring. 46:22 Insyaallah enggak ada. Heeh. Tetapi 46:24 kalau ada masalah lalu kita tidak 46:27 tangani sendiri, tetapi kita tangani 46:30 menggunakan ee standar operasional 46:32 prosedur, 46:33 langsung kita hubungi Sapa 129 46:37 atau 46:38 atau 0811 46:42 29129. 46:45 Mereka akan menangani anak-anak tersebut 46:48 secara aman. 46:50 Iya. Insyaallah identitas anak akan 46:54 dijaga. Apalagi sejak tanggal 2 47:00 Januari 2026, 47:03 ada dua Undang-Undang Bunda Nuning yang 47:05 diberlakukan di negara ini, yaitu 47:08 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 47:12 2023. 47:14 He, 47:15 tentang kitab hukum 47:18 ee pidana. Lalu yang kedua Undang-Undang 47:22 Nomor 1, 47:25 maaf Undang-Undang Nomor 20 tahun 47:30 2025 tentang KUHP, kitab hukum acara ee 47:37 pidana 47:39 itu 47:41 kita kalau boleh baca itu tapi lumayan 47:43 tebal ya. Ada yang satu isinya sekitar, 47:46 jadi totalnya sekitar 400 halaman dua 47:49 undang-undang. 47:50 Masyaallah. I 47:51 tapi ada satu Undang-Undang lagi yang 47:52 paling tebal. Benar Ning. Undang-undang 47:55 nomor 1 he 47:56 tahun 47:58 2026 tentang ee penyesuaian pidana. Jadi 48:05 semua undang-undang yang ada 48:07 pidana-pidananya itu sudah dirangkum di 48:11 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ah, 48:15 kalau kita baca itu, kita kuasai, 48:18 insyaallah 48:20 kita akan menjadi orang yang hebat untuk 48:23 memastikan anak kita merasa aman. 48:26 Aman. Ah, untuk memastikan anak kita 48:30 merasa aman, 48:32 ada empat prinsip yang perlu kita 48:34 perhatikan Bunda apa itu? Pertama, 48:39 non diskriminasi. 48:42 Yang kedua, selalu 48:45 memperhatikan kepentingan terbaik bagi 48:48 anak. Yang ketiga, Bunda Nuning, 48:50 he 48:51 yang tidak kalah pentingnya adalah 48:53 mendengarkan pandangan anak. Lalu yang 48:56 keempat, bagaimana memastikan 49:00 tumbuh dan berkembang anak. Ini mungkin 49:03 awal dari pembahasan kita. Insyaallah 49:06 setiap ee 2 minggu kita akan ee bahas 49:10 topik-topik yang menarik. Semoga Allah 49:14 selalu memberikan cahaya bagi kita dan 49:17 kita selalu diberi kemudahan untuk 49:20 menyebarkan informasi ini dan terutama 49:23 kepada para pendengar Radio Rasil di 49:26 mana saja berada diberi 49:29 keluasaan 49:31 kelapangan hati yang tidak kalah penting 49:33 adalah kekritisan untuk mendengarkan 49:37 siaran ini. tidak menerima begitu saja, 49:41 tetapi segera ditindaklanjuti 49:45 mengumpulkan semua peraturan perundangan 49:48 itu dibaca, dipahami, tapi yang tidak 49:51 kalah penting dilaksanakan. Demikian. 49:54 Asalamualaikum warahmatullahi 49:55 wabarakatuh. 49:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:58 wabarakatuh. Masih ada sedikit waktu nih 50:00 pertanyaan dari Mbak Fani. Eh, 50:03 asalamualaikum. Bagaimana anak yang 50:07 sering tawuran? 50:08 Sangat memprihatinkan bagi kami para ibu 50:11 nih. Saya melihat tindakan mereka sudah 50:14 menjurus kepada kriminalitas. 50:16 Bahkan sampai ada yang meninggal nih. 50:19 Nah, siapakah yang bertanggung jawab di 50:21 dalam hal ini? Terima kasih 50:23 informasinya. Iya. Baik, terima kasih 50:27 Bunda yang 50:29 memiliki keresahan terkait dengan 50:32 anak-anak tawuran. 50:35 kami ee 50:39 memberikan satu dasar informasi penting. 50:43 Kalau ada anak-anak tawuran itu 50:46 sebetulnya sudah di puncak ee persoalan 50:53 yang dialami oleh anak-anak kita, 50:56 terutama mereka yang mengalami 50:58 kekerasan. Jadi sebetulnya anak-anak 51:01 yang pelaku tawuran itu sesungguhnya 51:04 mereka sedang mengirim sinyal kepada 51:07 kita. Tolong bantu kami. 51:11 Kami ini adalah korban kekerasan. 51:14 Kami ini korban dari pengabaian. Dari 51:18 siapa? Cek dari tiga ee unsur yang tadi 51:23 kita bahas. Pertama, 51:25 pengabaian dari ayah dan ibu. Coba kalau 51:31 ada anak yang suka tawuran, mana bisa 51:35 tuh ada anak yang ber apa? Bertingkah 51:40 aneh terus sebagai ayah, sebagai ibu itu 51:45 tidak membaca. kemungkinan besar ayah 51:49 dan ibunya ada masalah. Nah, itu 51:52 penting. 51:53 Kemungkinan seperti yang kita bahas 2 51:55 minggu yang lalu ya Bu Nun ya, 51:58 anak e ayah yang tangguh, anak merasa 52:02 aman. Tu 52:03 penting tuh. 52:04 Kedua, 52:06 sekolah. Ah, 52:09 masa itu dari SATP, 52:12 dari cleaning service, 52:15 dari mana nih? Ee 52:20 warung e penjaga kantin, 52:23 ke belum kepala sekolah dulu, ya. Ee 52:26 guru BK, 52:28 guru wali kelas, ee guru mata pelajaran. 52:32 Terus kok tidak mampu membaca ini. Ah, 52:36 hari ini saya bari beri itu ee 52:40 rambu-rambu anak-anak yang berisiko ini 52:42 seperti ini. Lalu 52:45 tanda awalnya seperti apa? 52:48 Anak-anak kalau yang tawuran itu kita 52:51 bisa baca tuh dari awal. Tapi mungkin 52:55 siaran ini terlambat didengar ya. Baru 52:58 hari ini kita ee sampaikan. Oh, ini jadi 53:02 bekal untuk membaca tuh 53:04 dan akan berkelanjutan. 53:05 Yang ketiga adalah komunitas. Masa Pak 53:09 RT 53:10 enggak ngerti? 53:11 Enggak ngerti. Pak RT itu kan banyak 53:13 intelnya itu. 53:15 Ada anak ini pegang parang yang panjang 53:19 tuh enggak. Sekarang ini 53:23 di internet itu ada com diigi. Masa 53:26 tidak bisa lihat ada transaksi 53:29 penjualan. 53:31 Ee apa itu Arit? 53:34 He. 53:35 Lalu kalau gear bekas itu siapa tuh? 53:39 Bengkel. 53:41 Kok ada anak-anak sekolah ini ngumpulin 53:44 gear terus ngumpulin rantai. Buat apa 53:49 ini, Dek? Kalau orang dewasa yang 53:53 memiliki kepedulian, dia akan membaca. 53:56 itu ada tuh kasus 53:59 anak-anak kok kenapa mereka berdiri di 54:02 bergerombol tuh di depan toko obat. 54:06 Ah, ketahuan tuh. Nah, itu yang penting 54:09 kita ketahui bersama-sama. 54:12 Jadi, siapa yang salah? Tidak ada yang 54:14 salah. Yang salah adalah tidak ada yang 54:17 peduli dari rumah, dari sekolah, dan 54:21 dari komunitas. Untuk itu ekspresi 54:23 terbesar dari anak adalah melakukan 54:25 tawuran. Tawuran adalah puncak dari ee 54:31 kasus yang dialami oleh anak. Untuk itu 54:34 harus ditangani oleh 54:37 gubernur, oleh bupati, oleh walikota, 54:41 oleh Kapolda, oleh semua mereka. 54:44 Iya. dengan keramahan tingkat tinggi dan 54:48 harus dipastikan hak anak harus selalu 54:52 ditingkatkan. Demikian, semoga apa yang 54:54 kita bahas hari ini bermanfaat dan 54:57 insyaallah kita akan lanjutan lanjutkan 54:59 pembahasan ini pada pertemuan-pertemuan 55:01 yang akan datang. Kita berharap semoga 55:04 Allah selalu memberikan cahaya kepada 55:07 kita yang hari ini sudah lembut, semakin 55:11 lembut untuk menangani anak-anak. dengan 55:14 cara membaca 55:16 risiko tanda awal. Lalu yang tidak kalah 55:20 penting bagaimana kita merespon secara 55:24 aman. Demikian. Asalamualaikum 55:26 warahmatullahi wabarakatuh. 55:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:31 wabarakatuh. Terima kasih Dr. Hamid Pati 55:34 5 yang sudah menyampaikan tentang 4R 55:38 dan jangan lupa negara kita hadir kok 55:41 dengan sapa 129. Terus catat juga tadi 55:45 yang ditawarkan nomor yang bisa 55:47 dihubungi 081129129. 55:54 Ini hotline yang mudah-mudahan 55:57 membantu kita masyarakat untuk mendukung 56:00 upaya menjamin hak-hak anak agar mereka 56:03 bisa tumbuh kembang dan bisa juga 56:05 berpartisipasi secara optimal 56:09 terlindung dari kekerasan dan juga 56:11 diskriminasi. Terima kasih banyak ya. 56:13 Billahi taufik wal hidayah. 56:14 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:16 wabarakatuh. 56:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:19 wabarakatuh. 56:22 Beruntunglah bila hati mengenal Allah. 56:26 Beruntunglah bila diri [musik] 56:29 merindu Allah. Beruntunglah bila jiwa 56:33 berharap Allah. Beruntunglah [musik] 56:36 cita-cita hanyalah Allah. 56:43 semua