Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Amin.
- [musik]
- Ikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah
- nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastagfiruh
- wa nauzubillahi min syururi anfusina
- wasayiati a'malina
- may yahdihillahu fala mudillalah
- wam yudlil fala hadialah.
- Ashadu alla ilahaillallahu
- wahdahu la syarikalah.
- Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Masya Allahu kan wama lam yasya lam
- yakun la haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim. Amma ba'd.
- Ikhwan akhwat pemirsa
- TV silaturahim
- dan pendengar radio silaturahim yang
- sangat disayang oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- Alhamdulillah malam hari ini kita
- kembali dapat bersilaturahim
- lewat kajian terjamah Quran lafziyah.
- Pada malam Jumat yang lalu kita telah
- sampai pada ayat yang ke-62.
- dari surah al-Maidah.
- Pada malam hari ini kita akan lanjutkan
- kajian kita mulai dari ayat 9 83
- sampai menjelang Isya nanti. Untuk itu
- marilah kita awali kajian kita, taalum
- kita pada malam hari ini dengan
- bersama-sama membaca doa thaol ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumamuni
- warzuqni
- ilmanfauni.
- Amin. Kita mulai dari ayat yang ke3.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Waidza samiu maa
- unzila ilar rasuli taro
- a'yunahum
- tafidu minaddam'
- tafidu minaddam'i mimma
- arofu minal haqq
- yaquuluna
- rabbana
- am
- yaquuluna
- amanna
- faktubna
- maasyahidin.
- Demikian bunyi ayat ini. Adapun arti
- secara lafzi adalah
- waidza dan apabila samiu mereka
- mendengar
- ma apa-apa unzila yang diturunkan ilar
- rasuli kepada rasul
- taro engkau melihat a'yunahum
- mata-mata
- mereka
- jamaknya ainun mata-mata dalam arti
- hakiki.
- Bukan majaz atau istiarah, bukan
- mata-mata
- atau mukhabarat. Mukhabarat bukan ya.
- Jadi mata-mata mereka
- tafidu
- mencucurkan
- atau bercucuran minad damai
- dari air mata.
- mimma arofu
- dikarenakan
- mereka mengetahui
- dari apa yang mereka ketahui
- minal haqqi dari kebenaran minya minil
- bayan dari ma yang sebelumnya mimma
- yaquuluna mereka berkata rabbana wahai
- rab kami
- amanna kami beriman
- faktu tubna maka
- tuliskanlah
- kami oleh engkau wahai Rabb
- maas maasyahidin
- bersama-sama orang yang menjadi saksi.
- Jadi ini arti lafziahnya ada penanti
- secara keseluruhan adalah dan apabila
- mereka mendengar apa yang diturunkan
- kepada rasul yaitu Muhammad artinya
- Al-Qur'an
- kamu lihat mata-mata mereka mencucurkan
- air mata
- disebabkan kebenaran yang telah mereka
- ketahui dari kitab mereka sendiri seraya
- berkata,
- "Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka
- catatlah kami bersama orang-orang yang
- menjadi saksi atas kebenaran Al-Qur'an
- dan kebenaran Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam."
- ini masih menyebutkan sifat-sifat
- orang-orang Nasrani
- yang mereka lebih dekat
- persahabatannya dengan orang-orang yang
- beriman.
- Dikarenakan di kalangan mereka ada
- qissisin
- dan ada ruhban.
- Isis adalah
- jamak dari ee qos ee kisis juga ada
- kadang-kadang dijamakkan dengan ee qisas
- khusus ya
- yang artinya adalah para ulama mereka,
- ulamanya orang-orang Nasrani.
- Sementara ruhban adalah para pendeta
- ahli ibadah.
- Nah, apabila mereka mendengar Al-Qur'an
- dibacakan pada mereka,
- sebagian mereka
- bercucuran air mata.
- Karena mereka mengetahui
- bahwasanya Al-Qur'an dan juga Nabi
- Muhammad adalah benar. Dan itu telah
- disebutkan dalam kitab mereka, mimmaofu
- minal haqq.
- Itulah sikap sportif mereka. Jadi mereka
- sudah tahu kebenaran Al-Qur'an dari
- kitab yang mereka baca, kitab Injil. Ya,
- Nabi Muhammad benar karena memang ada
- sifat-sifatnya dalam kitab Injil.
- Mereka kemudian mengatakan, "Ya Allah,
- catatlah kami bersama orang-orang yang
- menyaksikan kebenaran Al-Qur'an dan
- kebenaran Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam." Ayat selanjutnya yang
- ke-84.
- Wama lana la numminu billahi
- wama jaana
- minal haqqi wa natmau ay yudkhilana
- waadmau
- ay yudkhilana
- rabbuna
- ma'al qua shihin
- Arti secara lafiahnya wana dan mengapa
- kami
- la nukminu tidak beriman
- billahi kepada Allah
- wama dan kepada apa jaana yang telah
- datang kepada kami minal haqqi dari
- kebenaran
- watu dan kami ingin
- ayudilana akan memasukkan kami rbuna,
- rab kami ma'alum shihin
- bersama orang-orang yang saleh. Itulah
- selanjutnya ungkapan mereka. Arti secara
- keseluruhan adalah mengapa kami tidak
- akan beriman kepada Allah dan kepada
- kebenaran yang datang pada kami?
- Padahal kami sangat ingin agar Tuhan
- memasukkan kami ke dalam golongan
- orang-orang yang saleh.
- Jadi kalau memang mereka itu benar-benar
- mengikuti
- apa yang mereka baca, apa yang mereka
- itu
- ketahui dari kitab mereka, mesti mereka
- beriman.
- Jadi para pendeta
- begitu juga ilmuwan-ilmuwan
- Nasrani seharusnya mereka beriman. Kalau
- tidak beriman kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam jelas itu ada
- ketidakbenaran
- dalam kepribadian mereka. Karena
- Rasulullah sallahu alaihi wasallam telah
- jelas disebutkan di dalam kitab Injil.
- Begitu juga kebenaran Al-Qur'an. Itulah
- maka mereka meng kenapa kami tidak
- beriman? Artinya kami akan beriman. Ah
- itulah
- orang-orang yang disebut oleh Allah
- sebagai orang yang sangat dekat
- persahabatannya dengan orang yang
- beriman, yaitu orang Nasrani.
- Selanjutnya Allah menyampaikan
- ayat 85 kita baca dengan 86 sekalian
- karena pendek.
- Faataabahumullahu
- bimaa qalu
- jannatin
- tajri
- jannatin
- tajri min tahtihal
- anharu
- kholidina
- fiha
- walik
- Walladzina
- kafaru wa kadzabu
- biayatina
- ulaik
- ulaika
- ashabul
- jahim.
- Arti lafziahnya
- faabahum
- maka membalas mereka.
- Siapa yang balas mereka? Allahu Allah
- bima qolu dengan apa [berdehem] atau
- disebabkan apa yang mereka ucapkan.
- Balasannya apa?
- Jannatin,
- taman-taman
- tajri yang mengalir min tahtiha dari
- bawahnya alanharu sungai-sungai
- kholidina mereka kekal fiha di dalamnya.
- Wadzalika dan itulah jazaul muhsinin,
- balasan orang-orang yang berbuat baik.
- Walladzina kafaru dan orang-orang yang
- kafir
- waadzabu dan mereka mendustakan
- biayatina
- kepada ayat-ayat Kami.
- Ulaika ashabul jahim.
- Mereka itulah penghuni neraka jahim.
- Arti secara keseluruhan.
- Maka Allah
- memberi pahala atau membalas kepada
- mereka atas perkataan yang telah mereka
- ucapkan,
- yaitu surga atau taman yang mengalir di
- bawahnya sungai-sungai.
- Mereka kekal di dalamnya. Dan itulah
- balasan bagi orang yang berbuat
- kebaikan.
- Itu ayat yang ke-85.
- 86 arti secara keseluruhan. Dan
- orang-orang kafir
- serta
- mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka
- itulah penghuni neraka.
- Jadi Allah
- menjelaskan menyampaikan balasan yang
- akan diberikan kepada para pendeta
- Nasrani juga para ilmuwan Nasrani yang
- mereka itu beriman dengan
- taman-taman atau surga.
- Sementara Allah mengancam
- orang-orang yang ingkar dan mendustakan
- ayat-ayat Kami padahal mereka sudah baca
- itu adalah penghuni neraka.
- Demikian pembahasan soal orang-orang
- Nasrani
- yang mereka beriman kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Artinya
- masuk Islam. Namun juga ada di antara
- mereka tetap kafir. Selanjutnya Allah
- berbicara,
- Allah akan menyampaikan hal-hal yang
- lain yang berhubungan dengan masalah
- hukum khusus untuk orang-orang beriman.
- Ayat yang ke-87 dan 88.
- Ya
- ayyuhalladzina
- amamanu
- laa tuharrimu
- thyibati
- maa
- ahallallahu
- lakum
- wala ta'adu
- innallaha
- laa yuhibbul
- mimma
- razzaqumullahu
- halalan
- thyiba
- wattaqulahalladzi
- antum
- bihi
- mukminun
- arti secara
- Ya ayyuhalladzina amanu, wahai
- orang-orang yang beriman,
- la tuharimu jangan kalian mengharamkan
- thayyibati
- ahallallahuak
- kebaikan yang telah Allah halalkan untuk
- kalian. Mahalallah lakum
- wala taadu. Dan jangan kalian melampaui
- batas.
- Innallaha sesungguhnya Allah
- la yuhibbu tidak senang
- almtadin kepada orang yang melampaui
- batas.
- Ayat yang ke-88.
- Waulu dan makanlah
- mimma dari apa?
- Rozaqokum yang telah
- merezekikan kepada kalian Allahu Allah
- halalan
- yang halal thayyiban yang baik.
- Wattaqu dan bertakwalah Allah kepada
- Allah alladzi antum yang kalian
- bihi dengannya mukminun beriman.
- secara keseluruhan
- ayat 87.
- Wahai orang yang beriman, janganlah
- kalian mengharamkan apa yang baik yang
- telah dihalalkan oleh Allah kepada
- kalian dan jangan kalian melampaui
- batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
- orang yang melampaui batas.
- Ayat 88.
- Dan makanlah apa yang telah diberikan
- Allah kepada kalian sebagai rezeki yang
- halal dan baik. Dan bertakwalah kepada
- Allah yang kalian beriman kepadanya.
- Ini peringatan kepada orang yang beriman
- jangan menghalalkan apa yang diharamkan.
- Yang di jangan mengharamkan apa yang
- dihalalkan oleh Allah.
- Ibnu Katsir di sini menjelaskan antara
- adalah soal pernikahan ini sekaligus
- juga menyindir para pendeta yang selibat
- yang tidak mau nikah itu dihalalkan oleh
- Allah juga para biarawan-biarawati.
- Kenapa yang dihalalkan oleh Allah itu
- diharamkan?
- Nah, jangan sampai ini ditiru oleh
- orang-orang yang beriman
- dan apalagi sampai melampaui batas. Nah,
- kemudian Allah memerintahkan kepada kita
- semuanya orang beriman
- agar makan semua yang direzekikan oleh
- Allah. Syaratnya dua saja. Yang halal
- dilihat dari perspektif agama. Thayyiban
- dilihat dari perspektif kemanusiaan.
- Kesehatan yang halal dan yang bergizi.
- Kurang lebih begitu. Ini dua syarat.
- Halal saja tidak boleh.
- yang ee juga thayib saja tidak boleh.
- Harus dua yang halal dan thayib. Halal
- misalnya tanah kita makan tapi dia tidak
- thayib. Ah, tidak boleh. Atau thayib
- misalnya daging sudah dimasak, sudah
- disembelih, tetapi kita tidak bayar
- harganya maka itu jadi haram. Gak boleh.
- Ya. Jadi inilah perintah Allah kepada
- kita semuanya untuk makan semua rezeki
- Allah dan jangan sampai kita
- mengharamkan apa yang telah dihalalkan
- oleh Allah. Makan semuanya dengan syarat
- halal dan thayib. Ayat yang terakhir ini
- agak panjang para ikhwan semuanya. Ayat
- yang ke-89.
- Laa yuakhidzukumullahu
- billagwi
- fi
- aimanikum
- walakin
- yuakhidzukum
- bimaa aqattumul
- aiman
- fakaffaratuhu
- idam
- aimuna
- ahlikum
- au kiswatuhum
- auwatuhum
- au tahriru raqobah
- lam yajid
- fasiamu
- Aamika
- kaaratu
- aimanikum
- idza halaftum
- wahfadhu
- aimanakum
- kadzalika yubayyinullahu
- lakum
- laallakum
- taskurun
- arti ladiahnya la yuakhidzukum
- tidak menyiksa atau menghukum kalian
- Allahu Allah
- bilagwi
- dengan ketidaksengajaan
- fi aimanikum
- dalam sumpah-sumpah kalian.
- Walakin tetapi yuakhidukum.
- Ia Allah akan menghukum kalian
- bima aqattum dengan apa yang telah
- kalian akad
- aaimana terhadap sumpah-sumpah
- yang kalian akadkan. Artinya sengaja
- lain lawan daripada lagu
- fakafaratuhu
- maka kafarahnya
- denda pelanggaran
- idamu asyarati masakina
- memberi makan 10 orang miskin
- min ausati
- dari
- yang tengah-tengah
- Ma tutimu yang kalian makan.
- Ahlikum yang kalian memberikan makan.
- Ahlikum kepada keluarga kalian.
- Aqiswatuhum
- atau
- pakaian mereka.
- Memberi pakaian kepada mereka.
- tahrir raqobah atau memerdekakan budak
- faman. Maka barang siapa lam yajid tidak
- mendapatkan fasamu salat ayyam maka
- puasa 3 hari.
- Dalika yang demikian itu adalah kafaratu
- aimanikum.
- Kafarah sumpah-sumpah kalian. Halaftum
- apabila kalian bersumpah.
- Wahfadu dan jagalah
- aimanakum
- sumpah-sumpah
- kalian.
- Kadzalika demikianlah yubayyinu
- menjelaskan Allah
- lakum kepada kalian ayatihi
- ayat-ayatnya.
- La'allakum tasykurun agar kalian
- bersyukur.
- Arti secara keseluruhan adalah ayat 89.
- Allah tidak menghukum kalian disebabkan
- sumpah-sumpah kalian yang tidak sengaja
- untuk bersumpah.
- Tetapi dia menghukum kalian disebabkan
- sumpah-sumpah yang kalian sengaja.
- Maka kafarahnya atau denda pelanggaran
- sumpah itu adalah memberi makan 10 orang
- miskin, yaitu makanan yang biasa.
- kalian berikan kepada keluarga kalian
- atau memberi pakaian
- atau memberi memerdekakan seorang hamba
- sahaja. Sahaya hamba sahaya budak
- belian.
- Barang siapa tidak mampu melakukannya
- maka kafarahnya
- berpuasalah 3 hari. Itulah kafarah
- sumpah. Apabila kalian bersumpah
- dan jangan
- dan jagalah sumpah kalian. Demikianlah
- Allah menerangkan hukum-hukumnya
- kepada kalian agar kalian bersyukur.
- Ah, inilah para ikhwan semuanya aturan
- tentang pelanggaran sumpah.
- Sumpah adalah menggunakan nama Allah
- untuk melakukan atau tidak melakukan
- sesuatu.
- Misalnya saya bersumpah
- untuk demi Allah untuk tidak berokok
- misalnya semacam itu. Nah, kalau dia
- langgar sumpahnya itu dia harus me
- bayar kafarah atau yang lain. Demi Allah
- saya tidak akan yang baik-baik. sudah
- tentu saja ya atau yang yang secara
- biasa tidak akan memanggil istri saya
- misal ah dia panggil ah itu kafarahnya
- bertingkat.
- Pertama adalah memberikan makan 10 orang
- fakir miskin dari makanan yang biasa
- diberikan atau yang biasa dimakan.
- Atau kalau tidak ini pilihan
- adalah memberikan pakaian kepada mereka
- atau kalau tidak memerdekakan Budha. Ini
- pilihan boleh salah satunya ya itu. Nah,
- inilah cara Islam memerdekakan,
- menghilangkan perbudakan.
- Di sini sifatnya raqabah umum. Baik
- mutlak istilah ushul fikih. Baik itu
- budak yang beriman maupun tidak beriman
- silakan yang penting budak. Nah, kalau
- itu tidak didapatkan tidak ada ee orang
- miskin tidak ada kemudian juga budak
- tidak ada. Ah, memberi pakaian juga
- tidak dapatkan orang yang diberi
- pakaian. Maka puasa 3 hari. Inilah
- kafarah bagi orang-orang yang melanggar
- sumpah.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala memberikan
- aturan secara rinci tentang bagi yang
- melanggar sumpah. Oleh karena itu,
- jangan mudah bersumpah. Dan kalau sudah
- bersumpah hendaknya diperhatikan betul,
- dijaga betul. Kalau dilanggar tadi ee
- kafarahnya
- pertama tiga alternatif memberikan makan
- 10 orang fakir miskin.
- Yang kedua memberikan pakaian pada
- mereka. Yang ketiga memerdekakan Budha.
- Kalau itu tidak ada, nah puasa 3 hari.
- Demikian, Ikhwan Akhwat. Alhamdulillah
- pada malam hari ini kita telah dapat
- menyelesaikan kajian kita mulai ayat 83
- sampai ayat 89.
- Jazakumullah khairul jaza atas semua
- perhatiannya dan mohon maaf atas segala
- kekurangan saya. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala memberikan pada kita
- taufik dan hidayahnya untuk mengamalkan
- semua yang diperintahkannya dan menjauhi
- apa yang dilarangnya khususnya yang ada
- dalam Al-Qur'an dan juga dikuatkan oleh
- sunah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kita akhiri dengan membaca
- kafaratul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wubuik. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.