Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh, Ustaz Joban. 0:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. 0:25 Bagaimana Ustaz? Sehat ya? 0:27 Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat 0:28 walafiat. Alhamdulillah. kayaknya ee ee 0:31 senyum-senyum juga nih melihat gempa 0:33 bumi politik di Amerika terjadi lagi. 0:37 Alhamdulillah. 0:38 Ini kalau kalau judul-judulnya media kan 0:42 begitu, Pak Ustaz. Terjadi gempa bumi 0:44 politik lagi gitu ya. Sampai Donald 0:46 Trump marah-marah itu presidennya 0:48 gara-gara ee 0:50 seorang Abdul El Sayed. Nah, keturunan 0:54 Mesir ya, Pak Ustaz ya. Karena banyak 0:57 masyarakat menyoroti juga 0:59 India muslim gitu ya. Lalu ee gerakan 1:02 politiknya progresif gitu ya. Dari New 1:05 York bergeser ke Michigan. 1:07 Nah, sebelum nanti kita ke ee nasihat 1:10 dan tausiah khas dari langitnya bersama 1:12 Ustaz Joban, bagaimana Ustaz menyoroti 1:14 sosok ini nih, Pak Ustaz? Kita mau tahu 1:15 nih siapa ini dia gitu ya? Pertarungan 1:17 apa yang dilakukan di sana gitu. 1:19 Iya. Iya. 1:21 Betul. Jadi istilah Pak Engak betul ya. 1:23 Jadi gempa bumi ya. Heeh. 1:25 Ini betul-betul sampai sekarang kalau 1:27 kita lihat 1:27 sampai sekarang 1:28 di di media, di mana-mana kita di masjid 1:32 ya kita kan alhamdulillah kita aktif 1:33 juga kita banyak organisasi muslim 1:35 sekarang yang aktif 1:36 ya. Jadi memang ada beberapa faktor. 1:38 Yang pertama memang faktor 1:41 ee keinginan ee generasi muda untuk ada 1:45 perubahan. 1:45 Hm. 1:46 Yang selama ini mereka merasa jenuh 1:49 karena politik Amerika ini tambah lama. 1:52 Heeh. itu tambah ee pesimis gitu masa 1:56 depannya. 1:57 Sekarang ini mereka juga mengetahui 1:58 bahwa Amerika itu pamornya sudah turun. 2:01 H 2:01 orang tuh sudah apalagi punya presiden 2:03 kalau ngomongnya berintang-berintung 2:04 gitu kan. 2:05 Heeh. 2:05 Jadi sebetulnya ee yang menyebab menang 2:09 itu memang generasi muda ini ingin 2:11 menuntikan upah. Yang kedua yaitu 2:14 pengaruh perang Gaza ini. 2:16 Jadi banyak orang Amerika yang masih 2:19 punya fitrah, punya nurani, 2:21 kesal gitu kok. 2:23 Kita bukannya menghentikan genosida 2:26 malah kita mendukung 2:28 gitu kan. Makanya kalau kita lihat 2:29 kampanyenya Mamdani, kampanyenya 2:32 apa namanya Abdul Sayyid ini, itu di 2:35 antaranya adalah 2:36 untuk dia mengembargo ee kiriman senjata 2:40 ke Israel. 2:41 Iya. gitu kan. Ee kemudian juga di 2:45 Amerika ini kalau kita perhatikan 2:48 kalau ee calon apa aja calon walikota, 2:51 calon gubernur, calon presiden 2:53 he 2:54 tidak mendukung Israel itu kalah sudah. 2:56 Iya biasanya 2:57 itu karena pengaruh lobi-lobinya ee yang 2:59 disebut dengan ipac itu kan 3:01 IP. Iya. 3:02 Nah, iya ini kaget sekali. dari mulai 3:04 Mamdani. Bayangkan cuma Mamdani ini 3:07 lawannya itu dukungannya dari IPEC, dari 3:11 lobi Israel 3:12 dan penguasa biasa penguasanya. 3:14 Penguasa ya i ya dan kalah itu kan jadi 3:19 bagi mereka what happen kan gitu. Iya 3:22 sekarang juga sama kalau kita lihat ee 3:25 lawannya itu dapat sampai 60 juta dolar. 3:30 Eh itu baru dari efek dan dari 3:32 mana-mana. Iya. Islam juga kalah. 3:34 Itu dana politik yang besar itu, Ustaz. 3:36 Ya. 3:37 Loh, besar sekali itu, gitu kan. 3:39 Iya. 3:39 Ya, jadi memang ini dua faktor tadi. 3:43 Orang Amerika ingin ada perubahan, 3:45 kemudian juga apa namanya perang ee di 3:50 Gaza ini 3:51 he 3:51 itu 3:52 pengaruhnya besar. Jadi orang Amerika 3:53 ini kayak up, kayak bangun sekarang ini. 3:56 Iya. Iya. Iya. I. Makanya mudah-mudahan 3:58 sekarang ini ee calon-calon yang akan 4:02 datang itu mereka mau memperhitungkan 4:04 bahwa kalau saya dapat dukungan dari 4:06 IPEC enggak akan menang gitu kan. Lu kan 4:09 sebaliknya 4:09 kalau enggak dukung IPK kalah. 4:12 Sekarang mulai itu orang 4:14 menyelamatkan diri. Jadi itu sekira 4:17 ya. Saya saya kadang-kadang kita ni lagi 4:20 ngobrol itu di sini di masjid ya. Kita 4:23 membayangkan suatu hari mungkin calon 4:25 presidennya itu Abdul Said karena dia 4:28 lahir-lahir di sini bisa itu 4:29 wakil presidennya Mamdani lahir 4:32 Oh 4:33 iya bisa dia jadi calon ya. 4:35 Heeh. Karena memang tadi kan ini Iya dua 4:38 nama ini akhirnya ketika dia menang 4:41 di politik Amerika gitu ya dan sistem 4:44 politiknya juga masuk ke situ gitu ya. 4:46 Saya ingin konfirmasi konfirmasi sekali 4:48 lagi, Ustaz. 4:50 Rakyat Amerika ternyata masih menganut 4:53 ee perdamaian lah, gitu ya. Mereka 4:55 mendukung mendukung orang-orang yang 4:57 menentang genocide. Mereka mendukung 5:00 orang-orang yang menentang militerisme 5:02 yang agresif gitu ya. Juga kolonialisme 5:05 mereka menentang. Ee berarti di sana tuh 5:09 suara-suara kemanusiaan masih besar 5:10 berarti, Ustaz ya. Besar besar. He. 5:12 Dan dan ini juga buktibukti bahwa 5:16 manusialah secara umum itu Allah 5:17 kasihkan fitrah. 5:18 Hm. 5:19 Ya. Terutama di kalangan anak-anak muda. 5:22 Dan juga kalau kita lihat ee cara 5:24 kampany yang yang ee alhamdulillah 5:26 dua-duanya ini mereka itu dari segi 5:29 bahasa Inggris, dari segi cara ngomong, 5:31 enggak emosi, enggak marah. 5:33 Ya. Ketika kemarin ditanya oleh CNN, 5:36 "Gimana pendapat kamu tentang tentram 5:39 yang ngritik kamu? Kamu dianggap komunis 5:41 sebagainya." Oh iya 5:42 senyum aja 5:44 gitu kan. E 5:46 sama yang pidato itu Pak Ustaz kalau kau 5:48 sulit menyebutkan nama Abdul Rahman 5:51 ada pidatonya itu yang cukup viral juga. 5:54 Iya iya ya sekarang sekarang yang berat 5:57 melawan ini melawan untuk jadi 5:59 senatornya nanti. 6:00 Jadi senator 6:00 mudah-mudahan 6:01 insyaallah ya. Ya. 6:02 Hm. 6:03 Baik. Kabar gempa ya dari Amerika. Nah, 6:06 lalu Ustaz akan ada tausiah apa nih Pak 6:08 Ustaz di berita langit kita pagi hari 6:10 ini? Oke, insyaallah ya. Singkat aja. 6:14 Bismillahirrahmanirrahim. 6:15 Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu 6:16 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa ali 6:20 ajmain. Amma ba'du. Pernah ada seorang 6:22 dia dikejar-kejar sama singa lis hampir 6:26 kena. Tapi alhamdulillah dia ada sumur. 6:29 Loncat ke sumur dia pegang tali sumur 6:32 itu terus ke bawah. Dia masih kedengaran 6:34 tuh nafasnya singa. Nah, setelah singa 6:37 pergi ee dia mau naik. 6:40 Tapi terdengar di bawahnya, di bawah 6:43 sumur itu ada suara e ular. Ular besar 6:48 dilihat. Uh, ular besar nih. Kalau saya 6:50 jatuh mati sudah. Maka dia mulai naik ke 6:53 atas. Tapi di atas lihat ada dua tikus 6:58 warna hitam dan putih lagi makanin tali 7:01 itu. 7:03 Oh, juga. Kemudian akhirnya 7:05 digoyang-goyang itu kanan kiri kan 7:07 supaya tikusnya jatuh. 7:10 Begitu goyang kanan kiri itu di tembok 7:12 itu dia nemukan ada sesuai yang basah 7:16 di dirasain ternyata madu. 7:19 Akhirnya dia lupa tuh karena dia memang 7:22 dia lapar haus makan madu itu lagi makan 7:25 madu rupanya tikus sudah mutuskan 7:29 tambang itu jatuh ke bawah bangun dia 7:31 rupanya mimpi. 7:33 Jadi mimpi dikejar-kejar sama singa. Nah 7:36 tapi karena mimpi. Mimpi itu semuanya 7:38 simbolik kan. Apa itu singa yang 7:41 mengejar dia? Yaitu mati. Malakul maut 7:43 dikejar. 7:45 Ya kata Allah kan inal mautum 7:51 mati yang kita berusaha untuk 7:54 melarikannya dia dia itu lagi lagi 7:57 chasing you sekarang ya lagi 7:59 ngejar-ngejar kita apa itu sumur ya itu 8:02 kuburan 8:04 di bawahnya ada apa namanya ular yaitu 8:07 siksaan kubur. 8:09 Nah apa itu tali itu? 8:11 Hm. 8:11 Nah itulah umur kita. 8:14 umur kita. Kemudian tikus ya, hitam dan 8:18 putih. Apa itu? Yaitu siang dan malam. 8:22 Jadi umur kita itu lagi digerokoti sama 8:25 siang dan malam. Ee gitu kan. Artinya 8:29 tambah lama tambah abdi segitu umur kita 8:31 ini 8:32 ya. Ah apa itu madu? Ah itu dunia. 8:36 Sehingga dia lupa ya umur umur dia itu 8:40 ya. Jadi itu jadi oleh karena itu maka 8:43 kita ini dalam hidup seperti itu. Jadi 8:46 yang yang kita sedang kita ini sedang 8:49 dikejar sama mati dikejar mati 8:51 kita ya. Nah kita mesti hati-hati 8:55 menggunakan umur yang masih ada ini 8:57 karena umur kita lagi digerogoti sama 9:00 dua tikus itu siang dan malam. Baik. 9:03 Makanya Allah mengatakan, "La tulhikum 9:06 amwalukum w auladukum." Jangan sampai 9:09 dunia ini itu melalaikan kami. Right? 9:13 Apa dunia itu? 9:14 Jabatan dunia, jabatan harta, 9:17 perempuan ya. Apa saja yang mendistrak 9:22 kita mengatakan alhakumut takatur 9:26 berlomba-lomba untuk lebih kaya, lebih 9:28 banyak itu membuat orang akhirnya 9:31 terlalai. 9:33 Maka jangan sampai lalai, jangan sampai 9:35 orang itu tiba-tiba terputus akhirnya 9:37 mati masuk ke dalam kubur. Makanya kita 9:40 mesti membangun kuburan kita sebelum 9:42 kita meninggal. Sehingga ketika masuk 9:45 kubur itu ah itu kita mau mencitipi 9:49 hasil investment kita. Sebagai penutup 9:52 kata Nabi, ada dua nikmat yang orang 9:55 sering melupakan. Nikmat apa itu? Nikmat 9:58 sehat dan free time. 10:00 Hm. Oleh karena itu, maka kalau kita 10:03 lagi dikasih sehat, gunakan 10:04 sebaik-baiknya untuk banyak beramal 10:06 saleh, berbakti kepada orang tua, 10:08 membantu orang-orang yang tidak punya, 10:11 gitu kan. 10:12 Dan membiasakan ibadah-ibadah. 10:14 Karena kalau kita membiasakan suatu amal 10:16 yang baik, kita ketika sakit tetap kita 10:19 kasih pahala. 10:20 Yang kedua adalah free time, waktu yang 10:23 lenggang, yang kosong. Kita tidak tahu 10:26 nilai waktu ini kalau kita enggak enggak 10:28 hidup di Gaza. 10:30 Iya. hidup di tempat perang waktu mereka 10:33 hanya musik, hanya apa? Orang Gaza ini 10:35 tiap hari mikirin apa? Besok makan apa 10:38 itu kan mau tidur di mana? 10:40 Nah, kita ini alhamdulillah semua ada 10:43 ya. Maka gunakanlah sebaik-baiknya dua 10:45 nikmat ini. Nikmat sehat dan waktu yang 10:48 Allah berikan kepada kita ya. Jadi 10:50 mudah-mudahan kisah ini menggugah kita 10:53 untuk memikirkan waktu yang kita masih 10:57 dikasihi oleh Allah Subhanahu wa taala. 10:58 Amin. Amin. Amin. 11:01 Alhamdulillah. Terima kasih, Pak Ustaz, 11:02 atas dialog, berita dari langitnya di 11:05 kesempatan kali ini. Semoga Ustaz selalu 11:07 sehat. Insyaallah kita jumpa lagi pekan 11:08 depan, Pak Ustaz. Ya. Asalamualaikum. 11:10 Amin. Amin. 11:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 11:13 wabarakatuh.