Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Halo. Asalamualaikum Bang Ihsanudin. 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. 0:24 Sehat, Bangun ya. Kabar di pagi hari 0:25 ini? 0:26 I insyaallah. Amin. Doa ba doa khair. 0:29 Kir. 0:30 Alhamdulillah kita masuk di bulan 0:33 Zulhijah ini ya. Bulan yang istimewa 0:35 juga dalam Islam. 0:38 Namun 0:38 tanggal 2 ya. 0:39 Iya sudah tanggal 2 ini kita. 0:41 [berdehem] 0:42 Namun ee kita juga akan menyoroti Bang 0:45 Ihsanudin dari isu-isu dalam negeri dan 0:48 juga isu-isu ee luar negeri. Kami ingin 0:53 ee bagaimana Bang Ihsanuddin ee 0:56 menyoroti bukan hanya dari ee sumber 1:00 sumber isunya gitu ya dari news makernya 1:03 nih atau sumber masalahnya, tapi juga 1:05 menyoroti ee respon-respon yang muncul 1:09 gitu ya. Nah, di akhir-ari ini kan ee 1:12 komentar ee Presiden gitu ya mengenai 1:15 dolar yang naik terus yang disinggung 1:18 sampai di ee apa pidato e resminya 1:22 orang-orang desa itu enggak menggunakan 1:24 dolar gitu ya. Ini kan respon dari 1:26 pakar, dari pengamat, dari analis, dari 1:29 kolumnis gitu ya. Menulis semua gitu ya, 1:31 bahwa pernyataan Presiden Prabowo ini 1:33 berbahaya gitu ya. pemerintah tidak ada 1:36 yang ee meluruskan setiap ee 1:40 pidato-pidato presiden yang menimbulkan 1:42 polemik gitu ya. Nah, kami ingin ee Bang 1:45 Insan ini lebih lebih luas gitu 1:48 membahasnya bukan hanya dari sosok 1:49 pemerintahnya tapi juga dari 1:51 respon-reson ee yang muncul karena kan 1:53 serangan ee kepada pemerintah juga ee 1:56 kritisnya gitu ya cukup cukup banyak. 1:58 Nah, gelombang ini nanti menjadi 2:00 gelombang apa gitu ya dilihatnya nanti 2:03 sebenarnya akan ada ee perubahan apa 2:06 kaitannya dengan ee kondisi ee rupiah 2:10 dan juga kondisi ee dolar yang memang 2:14 sepertinya akan apa ya ee mengko gitu ya 2:19 atau akan ee menyiksa gitu. ada bahasa 2:22 begitu kalau di media sosial tuh 2:24 menyiksa Indonesia gitu, menyiksa ee 2:27 rupiah. Nah, ini kondisi ee dari 2:30 kebijakan pemerintah, lalu juga ee 2:33 komunikasi ekonomi politiknya gitu ya 2:36 kepada masyarakat. Nah, itu yang ingin 2:38 kita ee dalami bersama Bank Isanursi. 2:42 Kedua, Bang IS ini kita juga menyoroti 2:45 eh ke luar negeri gitu ya ketika jadi 2:47 cerita sebenarnya Donald Trump ini 2:50 kunjungan ke Cina kemarin gitu ya, 2:52 enggak sendirian bareng orang kaya gitu 2:55 ya, plus pengusaha-pengusaha Amerika ada 2:57 Elen Musk, ada Tim Cook, ada Larry Club 2:59 gitu ya, ada e Larry Pink itu CEO semua 3:03 itu ternyata CEO Tesla, CEO Apple, CEO 3:06 Aerospace, CEO Boeing gitu ya. Nah, 3:10 bagaimana Bang In melihat rombongan ee 3:13 apa ya? Rombongan pengusaha-pengusaha 3:15 bersama 3:17 ee presidennya ini datang ke Cina gitu 3:20 ya. Lalu ee sebenarnya bagaimana respon 3:23 Cina dan respon dunia kan ee melihat ini 3:26 gitu. Apakah ini menjadi ee satu lobi 3:31 negosiasi ee lanjutan dari berbagai ee 3:35 konflik yang terjadi ataupun pertarungan 3:37 ekonomi antara Amerika dan Cina 3:39 selanjutnya gitu, Bang Hanudin. dua hal 3:42 ini dulu mungkin nanti kita bisa ee 3:44 berkembang juga ke ee bagaimana ketika 3:47 di ekonomi ee Purba, Menteri Ekonomi ee 3:50 Purubaya, Purbaya gitu ya mengomentari 3:53 the ekonomis gitu yang menilai program 3:56 MBG dan program ee koperasi merah putih 4:00 yang kemarin juga viral video-videonya 4:02 gitu ya. Itu akan membebani fiskal 4:04 Indonesia tapi dibantah oleh menteri. 4:06 Bagaimana Bang Isanudin menyoroti 4:08 hal-hal tersebut? Monggo. 4:10 Bismillahirrahmanirrahim. 4:13 Alhamdulillahiabbil alamin. 4:16 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 4:20 innaka antalimul hakim. Allahum sayidina 4:24 Muhammad sayidina Muhammad. 4:27 Rabbana zidna ilman widna fahman. 4:30 Rbisohli sodri waassirli amri wahl 4:33 uqdatan lisani yafqahu qli. 4:37 Ee kita 4:39 ee kalau soal 4:43 kalau soal ucapan 4:46 orang desa tidak pakai dolar gitu ya. 4:51 Itu 4:52 kebetulan saya ada tiga tulisan series 4:55 tuh. Heeh. 4:56 Heeh. 4:57 Yang cukup viral gitu ya. Walaupun tidak 5:00 menyebut langsung soal dolar, tidak. 5:02 Orang desa tidak pakai dolar. 5:04 Iya. 5:05 Tapi paling tidak ada tulisan itu. Maka 5:08 saya menempatkan itu sebagai hal yang 5:10 kedua. [berdehem] 5:11 Hal yang pertama kita bicara dulu soal 5:16 soal Trum ya. 5:18 Karena buat saya dia masuk ke dalam 5:20 kategori 5:22 kategori 5:25 gencatan senjata perang ekonomi gitu. 5:28 Gitu ya. 5:30 Jadi masuk dalam kategori gencatan 5:32 senjata perang ekonomi. 5:34 H 5:35 tepatnya perang IT dan perang dagang dan 5:38 ujungnya perang mata uang. 5:40 H. 5:40 Makanya saya bilang perang ekonomi. 5:43 [berdehem] 5:43 Iya. 5:45 Ada 5:47 dalam pandangan saya ada lima hal 5:50 yang di 5:53 masalahkan 5:55 kehadiran Trump di Beijing. H 5:58 pertama soal Taiwan. 6:03 Kalau kita bicara Taiwan 6:06 itu berarti bicara soal 6:10 ee 6:11 satu Cina. 6:15 satu Cina dalam prinsip main, dalam 6:18 prinsip 6:19 sijin ping dan bagi Amerika 6:23 ini adalah soal pasar 6:26 ee 6:28 perangkat militer, paket perangkat 6:30 militer. 6:31 He. 6:34 Dan 6:36 itu ee sekaligus merupakan 6:39 pemantauan kawasan kawasan pemantauan 6:42 regional yaitu 6:46 bagi Amerika. Taiwan dua hal itu. Dia 6:50 adalah pasar 6:53 perangkat paket Amerika 6:56 dan pemantauan ee regional. 7:00 Itu soal pertama. Soal kedua soal Iran. 7:04 Soal Iran ni soal tiga hal. 7:06 Hm. 7:08 Soal 7:10 nuklir, 7:12 soal 7:14 selat hormus, 7:16 dan ujungnya soal peradaban. 7:21 Kalau soal 7:23 kalau Iran. 7:26 Lalu berikutnya 7:28 soal Amerika sendiri dengan Cina. H 7:31 ini menyangkut tadi soal cip, soal 7:35 mineral earth, 7:37 soal 7:39 kedelay, soal ee Boeing, soal ee ee mata 7:45 uang, 7:45 H 7:46 lalu soal bantuan Cina ke Iran, 7:51 ke ekonomi Cina, ke Iran. Heeh. 7:53 Itu hal yang ketiga. 7:56 Hal yang keempat soal nuklir. 7:59 Ee 8:02 soal perjanjian antara 8:06 Amerika dengan Rusia yang sudah jatuh 8:09 tempo, sudah ada luarsa. 8:10 H 8:11 dan itu akan diperbaharui 8:14 oleh Trump. Tapi dia akan melibatkan 8:16 Cina dan Cina tidak mau. 8:19 Cina tidak terlibat. 8:21 Hm. 8:22 Itu yang keempat. 8:25 Yang kelima, dalam konstruksi 8:28 ee bagaimana 8:32 hegemoni baru, 8:34 persaingan hegemoni baru secara 8:36 menyeluruh di lihat. 8:38 Hm. 8:40 Kita mulai dari hal yang kelima yang 8:41 hegemoni baru. 8:45 [berdehem] 8:46 Kehadiran Trump ke 8:49 Beijing 8:51 sebenarnya dalam rangka mempertahankan 8:54 posisi 8:57 hegemoni predatorik. 8:59 Jadi hegemon pemangsa istilah Stephen 9:03 Wall 9:04 dari Harvard University. 9:06 Hm. ee hegemon predator 9:10 itu 9:12 dilihat oleh Cina 9:14 sebagai wujud 9:16 jika dia berhadapan dengan yang lemah, 9:19 dia akan memakan demi kepentingan 9:21 dirinya. 9:23 Dari sana Cina bertahan untuk tidak 9:25 menerima usulan 9:29 yang datang dari Tritu saja. 9:32 Yang menarik adalah ketika isu muncul 9:35 Trump tidak disambut ee di lapangan 9:39 udara oleh si Jin Ping. 9:41 He. 9:41 Hanya disambut oleh Wakil Presiden. Tapi 9:44 orang tidak membahas misalnya bagaimana 9:48 Trump dalam makan dalam sambutan makan 9:52 malam 9:53 dan sambutan di rumah dinas 9:56 itu sebagai bentuk diplomasi tingkat 9:59 tinggi yang kemudian sebelum pembicaraan 10:02 formal mereka bicara berdua dalam 10:05 pembicaraan informal di rumah dinas itu 10:07 di di halaman mereka 10:09 itu yang tidak dimunculkan. Nah, di sana 10:12 situasinya menunjukkan bahwa 10:15 masing-masing pihak bertahan dengan 10:16 kondisinya. H 10:18 Cina mempertahankan posisinya 10:21 ee 10:23 yang sedang naik daun. Amerika 10:26 mempertahankan posisinya yang sedang 10:28 luruh gitu. Kalau pakai bahasa ya pakai 10:32 bahasa baru, hegemon pradatorik ini 10:37 dalam posisi meluruh walaupun belum 10:40 jatuh. 10:41 Sementara hegemon baru itu ee sedang 10:45 menanjak tapi juga ee belum sampai 10:48 puncak dan menyadari bahwa kekuatannya 10:51 belum utuh. Nah, gitu. 10:53 E artinya hegemon lama sedang sedang 10:57 runtuh, hegemon baru belum siap 10:59 mengambil mengambil posisi barunya gitu. 11:03 Nah, itu situasi global hubungannya. Dan 11:07 karenanya dalam konstruksi militer 11:09 mereka kelihatan mereka mencegah kontak 11:14 militer di antara mereka. Mereka cuma 11:17 menyadari ada perang, ada perang cip, 11:20 ada perang dagang, ada perang IT, ada 11:23 perang ekonomi gitu ya. 11:25 Ee ada perang pengaruh, ada perang mata 11:28 uang 11:29 ee ada perang legitimasi bahkan. 11:32 Hm. itu ceritanya. Hm. Nah, itu yang ee 11:37 ujungnya kedua-duanya enggak dapat 11:38 apa-apa. 11:41 Jadi ee Trump cuma mendapatkan pemesanan 11:45 200 Boeing dan pemesanan ke delay 11:48 dan itu soal biasa. 11:50 Tapi Cina juga tidak ingin menunjukkan 11:52 bahwa dia ee meminta ee tarifnya 11:57 diturunkan. Tarif engak ada urusan gitu. 12:00 Padahal [tertawa] itu negara yang 12:01 dikenain tarif 135% ya. 12:05 Dan itu tidak mau tidak tidak 12:07 menunjukkan 12:08 Iya. Ya, 12:08 tidak menunjukkan permohonan menurunkan 12:10 tarif. Enggak ee ee si Jinping tidak 12:12 menunjukkan permohonan penurunan tarif. 12:14 [berdehem] 12:15 Apa poinnya? Poinnya 12:16 ee itu yang saya bilang pada sa di 12:20 kalangan teman-teman saya di di jejaring 12:22 WhatsApp saya gitu. 12:23 He 12:24 ee itu nunjukin bahwa Cina punya dignity 12:28 dan sovereignty 12:29 gitu ya. Jadi ada martabat dan ada 12:31 kedaulatan yang dia tunjukkan. Ada harga 12:32 diri, ada gengsi. 12:34 H 12:34 gitu. Dan dia tidak butuh validasi. 12:37 Dia tidak butuh validasi atas posisinya 12:40 dari seorang yang bernama Donald Trump. 12:42 H. 12:42 Nah, di sini masuk dari seorang Donald 12:45 Trump yang di dalam negerinya sendiri 12:48 menghadapi konflik politik, konflik 12:52 hukum, konflik sosial yang luar biasa. 12:55 Oh, gitu [tertawa] 12:57 ya. Siapa yang tidak tahu dalam kasus 12:58 Jeffrey Abstein. 13:00 Iya, 13:01 gitu kan. Ee ee siapa yang tidak tahu 13:04 pada era pertama ada kasus Stormy 13:06 Daniels. Ingat ya, kasus Stormy Daniels 13:07 ya. [tertawa] 13:09 Seorang perempuan yang dilarang bicara 13:11 soal itu. 13:12 Lalu dibuka ditutup mulutnya dengan 13:14 dengan 13:15 dengan istilah khasmani, uang bekap 13:17 mulut. [tertawa] 13:18 Uang bekap mulut. 13:22 Ah, itu orang tahu semua. Jadi itu kasus 13:24 hukum, begitu juga kasus pajak gitu. Dan 13:27 pada saat sama muncul kasus politik 13:29 dengan ICE dengan peristiwa 6 Januari 13:33 itu dan seterusnya gitu. 13:34 He. 13:36 Lalu kasus sosialnya kelihatan 13:38 homelessness terjadi, LGBTQ terjadi 13:42 eh kasus kesehatan, kasus ketimpangan, 13:45 kasus kebakaran, macam-macam muncul 13:47 dengan tingkat polarisasi yang sangat 13:49 tinggi gitu ya. sehingga ee ee Bill Kidi 13:55 seorang seorang itu seorang wakil dari 13:59 republik 14:00 yang menyetujui pemakjulan Trump itu 14:03 disingkirkan habis-habisan oleh Trump. 14:05 [tertawa] 14:06 Padahal sama-sama dari Republik tapi dia 14:07 mendukung Demokrat gitu. 14:09 Nah, dari situ [berdehem] yang kita 14:12 tangkap ee 14:15 Trump menghadapi tepatnya Amerika 14:17 menghadapi apa yang saya sebut sebagai 14:20 ee krisis modal sosial di lingkup 14:24 domestik 14:25 dan krisis modal sosial di lingkup 14:27 global. 14:29 Ee krisis itu ditangkap dengan baik oleh 14:32 si jinping. Maka ketika bicara tentang 14:35 Taiwan, si jinping sama sekali tidak 14:38 bergeser. 14:38 Hm. He. 14:39 Kalau pakai kalimat wangi menteri luar 14:42 negerinya gitu ya. 14:43 He 14:44 itu jelas jangan pernah jangan pernah 14:46 mencampuri kedaulatan yang kami miliki. 14:51 Kalimatnya jelas jangan pernah 14:52 mencampuri urusan kedaulatan kami. Gitu 14:55 kalimatnya. [tertawa] 14:57 Dan itu ditunjukin oleh si Jin pik 14:59 dengan tidak bergeser sedikit pun 15:00 sikapnya atas atas atas Taiwan. H 15:05 karena itu kalimatnya menjadi kalimatnya 15:07 kalau pemberitaan media mainstream class 15:10 and conflicts among Trump and SE di 15:13 [berdehem] 15:13 jadi ada benturan, ada konflik soal 15:16 Taiwan. Karena itu eh Trump kemudian eh 15:20 dalam beberapa pemerintahan menyebut 15:22 sebagai memikirkan ulang soal penjualan 15:25 senjata sebesar 11 miliar US dolar ke 15:28 Taiwan gitu. Karena dia sadar kalau 15:31 terus-menerus dia berhadapan dengan 15:32 sikap Cina yang kayak gitu, dia juga 15:34 akan terkena dampaknya sehingga posisi 15:36 AS, posisi Amerika Serikat yang sedang 15:39 luruh hegemoniknya itu akan 15:41 terus-meneluruh, 15:42 akan terus 15:43 karena persoalan modal sosial karena 15:45 modal sosial global yang makin ambruk. 15:47 He. 15:47 Nah, itu [berdehem] 15:49 juga berhadapan dengan posisi Taiwan 15:52 yang di dalam negerinya juga 15:54 sesungguhnya tidak bisa apa-apa karena 15:57 ee ini berhadapan juga dengan kondisi 16:00 bahwa sejumlah 16:02 pemodal Taiwan sendiri sudah 16:04 berinvestasi di mainland gitu. [tertawa] 16:07 Research and development-nya dilakukan 16:09 di Taipe gitu ya, tapi industrinya 16:12 dilakukan di Cina gitu. 16:14 Jadi Taiwan sendiri punya dua sikap. 16:17 Walaupun Taiwan terakhir misalnya 16:19 melakukan investasi di Amerika sebanyak 16:22 100 miliar US dolar gitu. E itu dari 16:25 butir kelima, butir keempat. 16:27 Nah, begitu masuk butir kedua soal Iran 16:31 ee 16:33 kelihatan Cina menahan diri. Dia tidak 16:35 ingin masuk terlibat, tapi juga tidak 16:38 ingin posisi Iran diruntuhkan. Kenapa? 16:40 Karena Cina mendapat keuntungan 16:44 dari posisi pasokan pasokan 16:47 pasokan minyak Iran ke Cina. 16:50 I 16:51 itu karenanya saya tidak melihat pada 16:54 kasus predatoriknya Amerika ini soal 16:57 energy price war. 17:00 Eh kenapa saya tidak melihat sebagai 17:03 bukan sebagai perang harga energi? 17:06 Karena saya ngelihat Amerika sudah sudah 17:08 menjadi negara net eksportir. 17:11 Kalau dia menjadi negara net eksportir, 17:13 maka kata kuncinya bukan di price. 17:15 Kata kuncinya di teknologi dan di ee 17:19 mata rantai pasokan minyak. Dan benar. 17:22 Jadi kalau kajian saya sejak jadi kalau 17:25 ikut tulisan saya sebelumnya, saya 17:27 melihat ini bagian dari mata rantai 17:29 pasokan minyak. 17:30 Dan itu kelihatan bagaimana Amerika 17:32 mempengaruhi mata rantai pasokan minyak 17:34 ke seluruh dunia. Dan itu kelihatan 17:36 keluarnya UA dari OPEK. 17:39 Iya. Iya. 17:41 Jadi kelihatan strateginya. Nah, kalau 17:43 dia mencakup ee mata rantai pasukan 17:46 minyak, maka Cina tidak akan 17:51 mencampuri soal terlibat lebih dalam ke 17:54 dalam persoalan Amerika dan Israel yang 17:57 memerangi Iran. 17:59 H 18:00 gitu. Dia dia enggak akan campur. 18:01 Biarkan aja. tapi juga dia tidak ingin 18:04 terlibat dalam persoalan hormon. 18:06 He. 18:06 Horm buat dia sepanjang memenuhi 18:08 kepentingan Cina enggak ada urusan 18:10 katanya. [tertawa] 18:12 Begitu. Di situ di situ e Amerika 18:16 lagi-lagi pusing karena ternyata semua 18:19 pihak banyak yang diundang untuk bicara 18:21 Selat Formus itu menahan diri untuk 18:23 tidak untuk tidak terlibat gitu. 18:26 [tertawa] 18:27 Uni Eropa menolak terlibat, Cina menolak 18:29 terlibat gitu. Nah, dan dari sana 18:34 persoalannya menjadi memang ee pengaruh 18:37 dari bagaimana bagaimana sebenarnya 18:41 [berdehem] 18:42 Beijing menunjukkan besar pengaruhnya 18:45 yang besar gitu terhadap situasi dunia. 18:48 Dan dia sedang mempertontonkan ke 18:50 seluruh dunia. 18:50 He, 18:51 ini menariknya sedang mempertontonkan 18:53 seluruh dunia bahwa Cina tidak mudah 18:57 ditundukkan begitu saja. Heh. Si Jinping 18:59 ini sudah berkuasa selama 13 tahun ya. 19:01 Iya iya iya. 19:03 Si Jinping sudah berkuasa selama 13 19:05 tahun. Karena itu muncul isu ada 19:06 beberapa gagasan ee Trump juga di dalam 19:09 negeri yang menjadi tested message-nya 19:11 Trump akan masuk lagi ee mengubah 19:14 konstitusi agar dia diperkenankan maju 19:16 lagi di nanti 19:18 supaya panjang ya kemungkinannya 19:19 supaya panjang. Jadi garis besar garis 19:22 besar pertemuan kemarin itu bisa 19:24 dikatakan Cina menolak hampir sebagian 19:26 besar penawaran dari Trump 19:28 gitu 19:30 ee posisinya eh 19:32 win win but nothing gitu. [tertawa] 19:36 Lalu eh best based best agreement 19:39 eh best alternative agreement 19:42 negotiation-nya apa gitu dia. [tertawa] 19:44 Ah ni pertemuan lebih lanjut Bensen sama 19:47 sama 19:48 sama sama itu akan ada pembicara lebih 19:50 lanjut tuh. 19:51 Jadi akan ada menindaklanjuti dalam soal 19:53 dagang. H. 19:55 Jadi kemarin tidak final, tapi akan ada 19:57 pembicaraan Menteri Perdagangan Amerika 19:59 dengan Cina menindaklanjuti misalnya 20:02 soal kedele, soal 20:04 Boeing, soal macam-macam gitu. 20:06 Bangudin tahu enggak sih kalau kalau 20:08 urusan lobi-lobi sama negosiasinya itu 20:10 kalau orang-orangnya Trump atau 20:12 orang-orangnya e China itu yang paling 20:14 bergerak tuh siapa sih di bawa di 20:15 belakang itu? Apakah si pengusahanya 20:17 atau menteri-menterinya atau juru-juru 20:19 bicaranya, Bang? 20:20 Ee intelijen. 20:22 Intelijennya. Oh. inteligen dulu 20:24 bekerja. Jadi yang 20:26 dalam dalam 20:30 jadi [berdehem] 20:31 ee makanya ada bisnis intelligence gitu 20:33 ya 20:34 di di kedua pelihat memanfaatkan bisnis 20:36 intelligen. Jadi ee ada bisnis 20:39 intelligent yang bergerak lebih dahulu 20:41 untuk masuk ke dalam diplomasi baru 20:43 meningkat menjadi negosiasi. 20:45 Hm. 20:46 Dan ada syarat untuk menjadi negosiator. 20:49 Hm. H. Syaratnya 20:52 syaratnya tidak boleh lemah, tidak boleh 20:54 mengiyakan, tidak boleh 20:57 tidak boleh berperan sebagai genitor. 20:59 [tertawa] 21:04 Bang Is nyindir mana nih? [tertawa] 21:10 Soalnya soalnya kalau rombongan negeri 21:12 ini enggak tahu siapa yang dibawa kan 21:14 gitu [tertawa] 21:19 enggak? Saya saya tertawa panjang karena 21:22 saya teringat dulu ketika 21:24 h 21:25 tradeof antara Sawit dengan Sukoi saya 21:28 ingat itu karena beberapa tim intinya 21:31 saya kenal gitu loh dan bagaimana 21:33 kemudian hasilnya gitu saya tahu. 21:35 Sekarang saya teringat lagi dalam kasus 21:38 misalnya bop sama ART gitu. 21:40 Oh gitu ya. Ini belum KTT ASEAN ya? 21:44 Belum belum. [tertawa] 21:49 Aduh. Jadi saya terta saya enggak karena 21:53 saya baru saja wawancara dengan dengan 21:56 satu TV swasta gitu ya. 21:57 H 21:58 saya bercerita bagaimana 22:00 pengalaman-pengalaman saya sedikit di 22:03 panggung global gitu ya. [tertawa] 22:06 Menghadapi Jepang, menghadapi Cina, 22:09 menghadapi beberapa gelintir pengusaha 22:12 Amerika gitu. Enggak banyak sih, tapi 22:14 pengusaha-pengusaha besar semua. 22:16 [tertawa] 22:18 Iya. Iya. Ya 22:20 sudah. Dan ketika saya bicara tentang 22:23 konsep mutual benefit dalam perspektif 22:25 yang lebih dalam dari konstruksi 22:27 sovereignty and our dignity gitu ya. 22:29 Wah mereka terkejut tuh. [tertawa] 22:32 Iya iya iya. 22:35 Loh e kita punya propose atas apa yang 22:38 mereka propose dalam bisnis. Tapi 22:40 propose kita jelas kata kuncinya our 22:43 dignity and our sovereignenty yang harus 22:45 diterjemahkan ke dalam bisnis. Begitu 22:47 dong. Mestinya itu negosiator 22:51 itu yang dilakukan oleh Cina gitu. 22:54 [tertawa] 22:54 Nah, kita terusin dulu soal Cina. 22:56 Ini memang panjang ee Angga kalau kita 22:58 bicara item, tapi Pak poinnya adalah 23:01 ketika masuk ke Iran itu posisinya 23:03 begitu. 23:04 Nah, eh saat lebih lanjut bicara di 23:08 ee soal nuklir itu orang melihat loh 23:12 kalau begitu 23:14 Iran juga akan membiarkan bagaimana 23:17 posisi ee Cina akan membiarkan posisi 23:21 Cina, posisi Iran memperkaya Iran 23:24 tentang nuklir gitu. 23:27 Yang Trump paham itu. Trump paham itu 23:29 kan. 23:30 Iya, Trump paham. Dan 23:31 dan yang menarik adalah 23:33 informasi intelijen yang dimiliki oleh 23:35 CNN sama The Times 23:38 yang kemudian membuat tramarah kepada 23:41 tramarah kepada CNN dan kemudian 23:44 disahuti oleh CNN sebagai serius ya 23:48 menarik sesungguhnya [tertawa] karena 23:50 ee karena ee ketika CNN menggunakan data 23:53 itu ee dan disebut oleh pengkhianat CNN 23:56 ngebalas ini loh ukuran indikator 23:58 berdasarkan 23:59 konstitusi itu menarik itu di situ. 24:02 H 24:02 artinya di situ yang saya mau bilang VN 24:06 menggunakan data intelijen termasuk The 24:08 Times 24:09 dan data intelijen itu berbeda dengan 24:11 apa yang diomongkan oleh Trump 24:13 sehingga terbuka 24:14 satu posisi tawar Trump ee terhadap 24:19 publik Amerika dan terbuka posisi tawar 24:23 Amerika 24:23 he 24:24 terhadap publik dunia. ee bagaimana 24:26 sebenarnya soal Iran ee dalam posisi 24:29 diperangi oleh Amerika dan Israel. 24:31 Nah, Bang Yun kalau tim tim intelijen 24:33 medianya justru mendahului tim intelijen 24:36 ee kepresidenannya, berarti 24:39 apa? Badan komunikasi intelijen presiden 24:41 ini gimana nih? Itu di di Westington itu 24:46 [tertawa] 24:46 ee yang yang ee ee [berdehem] CNN 24:51 menggunakan data intelligent Amerika. 24:53 Hm. 24:54 Time eh mengikutinya. Lalu kemudian apa 24:57 yang disampaikan oleh CNN dan sampaikan 24:59 oleh Tamis itu berbeda dengan apa yang 25:01 dikemukakan oleh Trump. Kalau misalnya 25:04 disebut 25:05 h 25:05 ee 25:07 dari 35 25:10 pusat-pusat ee hulu ledak dan 25:11 pusat-pusat rudal ee Iran sudah 25:14 dihancurkan 25:15 ee sebanyak 30 25:17 w ee sebanyak hampir semuanya gitu 25:19 ceritanya. He. 25:20 Nah, data yang dimiliki oleh intelijen 25:22 Amerika itu justru terbalik bahwa itu 25:26 mereka masih cukup cukup bertahan dan 25:27 itu dipakai dan itu dipertanyakan gitu. 25:29 He [tertawa] 25:31 artinya Trump menyampaikan sesuatu yang 25:32 berbeda. Dalam bahasa yang lain ini soal 25:34 investig kan memang dalam 25:37 perang salah satu kata kuncinya adalah 25:39 soal perang informasi kan. 25:40 He. 25:42 Dan ketika perang informasi itu anda 25:45 kalah dalam membangun legitimasi, 25:47 membangun kepercayaan gitu ya. ya sudah 25:50 anda sudah ee terseok-seok dalam perang 25:54 walaupun mungkin belum dikalahkan gitu. 25:56 Nah, itulah situasi bagaimana sebenarnya 25:59 Amerika terhadap Iran. 26:01 I 26:01 mungkin secara militer ini yang dilihat 26:03 oleh Cina 26:04 secara militer 26:06 memang Amerika belum dikalahkan oleh 26:08 Iran, tetapi dalam perspektif legitimasi 26:11 global dan legitimasi domestik 26:13 he 26:14 ee Trump sudah dikalahkan oleh Iran. 26:16 Heeh. 26:17 Ah, itu yang dilihat oleh Cina gitu. 26:19 Iya, 26:19 termasuk dalam soal nuklirnya gitu 26:22 cerita mendalamnya. Nah, walaupun 26:23 kemudian ada kalangan bilang, "Wah, kita 26:25 juga mesti melihat konflik internal 26:27 dalam Iran." Saya abai itu. Saya saya 26:29 buang itu karena analisis konflik 26:31 internal Iran itu ee seakan-akan kita 26:34 berpihak pada Amerika untuk menunjuk 26:35 bahwa 26:36 loh faktanya Iran menang walaupun mereka 26:39 ada konflik di dalamnya gitu. E faktanya 26:41 walaupun kemudian Iran disebut sebagai 26:43 lumpuh total karena internet, karena 26:45 nilai tukarnya jatuh, faktanya Iran 26:47 tetap bisa bertahan gitu. [tertawa] 26:49 Faktanya Iran tetap bisa memproduksi 26:51 rudal gitu. 26:54 Itu yang yang saya lihat ee perang 26:57 perang informasinya begitu gitu kan. 27:00 Kalau kita baca media mainstream juga 27:01 wah Iran lumpuh total eh Iran eh eh 27:05 terpojok 27:06 eh it's a part of information war. Itu 27:09 bagian dari perang informasi 27:12 gitu ya. Yang dalam yang yang dibalik. 27:16 Jadi kalau analisis analisis implisit 27:19 dan tesitnya 27:20 h 27:20 yang di balik pesan pesan berita itu 27:22 sesungguhnya ada keberpihakan pada 27:25 Amerika gitu misalnya. Dan ee untuk 27:28 menunjukkan independensi 27:30 harusnya fair ee terjadi misalnya memang 27:34 persoalan internet, persoalan 27:36 kebutuhan macam-macam tapi pada saat 27:38 sama masyarakat Iran tetap bersatu 27:40 membela pemerintahan mestinya begitu 27:42 gitu. 27:42 Iya. Iya. 27:43 Jadi kelihatan kita independinya. Nah, 27:45 begitu masuk ke nukler itu ee Cina tidak 27:49 mau terlibat. Karena begitu Cina 27:50 terlibat, Cina juga terhambat dalam 27:53 persoalan kepemilikan huluak nuklir. 27:55 H. 27:55 Nah, kajian-kajian yang intelijen 27:57 menyebut di sini ee Cina tidak ingin 27:59 terlibat ke dalam konflik dua negara 28:02 yang sama-sama mempunyai huludak 28:04 masing-masing 5.000 gitu. 28:07 Ada informasi Rusia punya lebih banyak 28:09 daripada Amerika. He. 28:10 Tapi ada informasi lain juga menunjukkan 28:12 mereka punya jumlah yang sama. 28:14 masing-masing sekitar 5.000 hulud dadak 28:16 nuklir gitu ya. 28:17 Waduh. 28:18 Wah. Sementara diperkirakan Cina akan 28:21 mencapai 1000 dalam hitungan beberapa 28:24 tahun ke depan. Sekarang ini sekitar 28:25 600-an katanya. 28:27 Artinya ee Cina tidak ingin diikat 28:29 dijerrat dalam perdebatan mereka 28:31 sehingga menahan diri mereka untuk tidak 28:34 punya tambahan. Engak lu silakannya 28:36 ribut kayak gitu. 28:37 Nah, dari situlah dari segiu perang itu 28:41 maka semua hadiah yang diberikan ke 28:45 rombongan Trump 28:47 itu dibuang karena takut ada 28:50 ee diperankan sebagai sumber spionase 28:53 gitu kasusnya. Kasus teko yang diberikan 28:56 ke Inggris gitu. [tertawa] 28:59 Nah, dari situ kalau kalau kelihatan 29:03 dari perspektif diplomasinya dengan 29:06 rombongan CEO yang di bawah itu 29:08 menunjukkan bahwa begitu pentingnya 29:11 posisi Cina dalam perspektif bisnis 29:13 dengan Amerika 29:14 yang Cina sendiri mempertahankan posisi 29:16 dirinya dan tidak peduli walaupun datang 29:20 CEO, 29:21 walaupun datang Jon Huang, walaupun 29:22 Jenson Huang sudah bilang bahwa Cina 29:25 bisa ngebangun data center dalam 2 29:27 minggu. Sementara Amerika untuk 29:28 ngembangun data center butuh 3 bulan 29:30 gitu. 29:30 Hah? 29:33 Ah, perangnya sudah sejauh itu gitu. 29:35 Iya. I 29:35 nah yang nah yang yang menurut saya 29:39 lebih dalam dari perdebatan dari 29:41 kemunculan itu adalah 29:44 terbukti sekarang kondisinya 29:46 multipolaritas. 29:48 Heeh. 29:49 Di sini kata kuncinya saya ingin 29:50 menyampaikan ke pendengar Rasil supaya 29:52 pendengar Rasil punya perspektif yang 29:56 tidak sama dengan perspektif orang-orang 29:57 umum gitu. [tertawa] 30:02 Ee ee bukti dari situasi ini adalah 30:07 bagaimana unipolar sudah bergeser 30:09 menjadi multipolar. Heeh. 30:11 Tapi multipolaritasnya 30:14 di sini menarik multipolaritasnya 30:16 tidak lagi diukur berdasarkan ee ukuran 30:21 penguasa tunggal. Satu. Yang kedua, 30:23 tidak lagi diukur berdasarkan kekuatan 30:26 militer. Dua. Yang ketiga, tidak lagi 30:28 didasarkan pada keunggulan teknologi. 30:32 Ah, itu kemudian saya ee kalau Anda 30:34 pernah ingat, saya tidak menggunakan 30:37 military industrial kompleks. 30:39 Heeh. 30:40 Nursi menggunakan istilah financial 30:42 military industrial complex yang di 30:45 balik itu sesungguhnya ee kata kuncinya 30:48 menjadi multipolaritas baru. Dia 30:51 ditentukan oleh lima hal. 30:53 Heeh. 30:53 Pakai jadi istilahnya bukan cuma sekedar 30:55 multipolar ya, tapi multipolaritas. H 30:58 multipolaritas itu ee situasi yang 31:02 multipolar dengan ukuran dengan dengan 31:06 polarnya terdiri atas lima ya teknologi 31:11 gitu kan. 31:12 Itu di situ harus diukur ya legitimasi 31:15 dan posisi lalu kemudian bagaimana ee 31:19 pergeseran ee kepemimpinan tidak lagi 31:22 tunggal tapi banyak kepemimpinan. 31:25 Jadi rule base ordernya tidak didasarkan 31:28 pada posisi kekuatan gitu. Jadi tatanan 31:31 dunia itu tidak lagi didasarkan pada 31:32 kekuatan militer, 31:34 tapi didasarkan pada kesepakatan banyak 31:35 pemimpin. Nah, itu yang ketiga. Yang 31:38 keempat di situ [berdehem] 31:40 saling menjaga untuk tidak saling 31:42 menyerang. Artinya teori predatorik 31:45 ditolak. 31:46 Ee jadi belajar dari kasus ee berbagai 31:49 negara yang diagresi oleh Amerika dari 31:52 mulai yang namanya Afghan. Irak dan 31:55 Venesi dan sekarang ee Iran itu berbagai 31:59 negara menolak model predatorik. Dalam 32:01 bahasa yang lain ee ee multipolari yang 32:04 akan datang tidak boleh berperilaku ee 32:08 ini istilahnya tidak boleh berperilaku 32:10 munafik ekstrem serakah, tidak jujur dan 32:14 mau menang sendiri. [tertawa] 32:17 Itu multipolaritasnya. Yang terakhir 32:19 yang paling menarik sesungguhnya 32:21 ini multipolaritasnya masih dalam dalam 32:24 rangka mencari peradaban baru global. 32:27 Jadi peradaban global baru ini seperti 32:29 apa nih? H. 32:30 Jadi kalau dulu kita kenal yang namanya 32:32 eh single global power dengan budaya 32:35 materialism, dengan demokrasi, dengan ee 32:39 uang khayalan gitu ya istilah saya uang 32:41 khayalan, ekonomi khayalan, maka 32:43 sekarang enggak bisa lagi. 32:45 Nah, dan karena itu mereka menolak eh 32:48 weization of payment system. 32:50 H [tertawa] 32:51 menarik ya. Jadi tidak lagi menggunakan 32:54 e tidak lagi boleh menggunakan swift 32:56 code sebagai senjata. 32:57 Iya. Iya. untuk memberi sanksi 32:59 perekonomian untuk mengembargo. Kenapa? 33:01 Karena mereka harus punya it's a part of 33:04 IT. Wah, itu bagian dari perang 33:06 teknologi informasi. Nah, ee ya sorry to 33:09 say eh ini tentu saja karena saya 33:12 ngerangkum, saya berbahas, saya membahas 33:15 dan saya bercengkerama dengan berbagai 33:17 kalangan sampai akhirnya tadi saya 33:19 melihat. 33:20 Nah, yang menarik dari situasi itu, nah 33:22 di sini masuk ke Indonesia. 33:24 He 33:24 enggak kedengaran suara Indonesia 33:26 enggak ada. 33:29 [tertawa] 33:30 tidak kedengaran gitu dalam perdebatan 33:33 itu. Sikap yang ada e memang yang ada 33:36 akhirnya muncul nama ya nama saya gitu 33:38 ya karena saya menyodorkan beberapa 33:41 konsep tentang apa yang disebut dengan 33:43 peradaban baru global gitu ya. Peradaban 33:46 baru global itu sebenarnya karena saya 33:49 mengambil tesis tentang segala sesuatu 33:51 dipergilirkan 33:52 bahwa materialisme itu sudah rontok 33:54 gitu. [tertawa] 33:56 materialisme itu sudah rontok, 33:57 kapitalisme itu sudah rontok gitu. 34:00 Hm. 34:00 Nah, saya kira itu dari ee ee kata kunci 34:05 dari pertemuan ee Trump dan Sijining. 34:09 Iya. I ya. I 34:09 ee 34:11 dunia membutuhkan peradaban baru yang 34:13 belum belum belum kokoh. Apa nilainya, 34:17 apa normalnya, apa institusinya, apa 34:19 instrumennya dan bagaimana pola 34:22 kepimpinannya. Gitu bahasa sederhananya. 34:25 Dan menariknya Indonesia tidak dalam 34:26 ajang perdebatan itu. Padahal Indonesia 34:29 adalah penggagas konferensi Asia Afrika 34:31 yang tidak ingin terlibat dalam berbagai 34:33 pertempuran atau peperangan. [tertawa] 34:35 Tersisih atau disisihkan sebenarnya? Ya, 34:39 [tertawa] 34:40 saya saya enggak enak ngomongnya. Enggak 34:46 karena saya sudah saya sudah tahu saya 34:48 disebut itu nyinyir aja gitu kan ya. 34:50 Saya enggak nyinyir kok. Saya cuma 34:52 menyampaikan apa yang saya analisa, apa 34:55 yang saya ketahui, apa yang saya alami. 34:58 Lalu kemudian saya melakukan perdebatan 35:00 kanan kiri dengan berbagai tentu saja 35:02 bukan dengan kalangan 35:04 maaf ya dengan kalangan yang cuma sibuk 35:06 dengan menikmati kekuasaan gitu ya 35:09 dengan teman-teman yang berbagai cara 35:11 mencari jabatan gitu ya. Saya kan sudah 35:13 mendeklarasi bahwa saya tidak akan 35:15 mencari jabatan, saya akan tidak tidak 35:17 akan mencari kursi gitu [tertawa] 35:19 ya. Karena Indonesia mungkin sibuk 35:21 dengan permasalahannya itu. Oh, iya. 35:24 Oke, silakan sibuk dengan soal-soal 35:27 begitu. Saya enggak ikutan gitu supaya 35:29 saya tidak hanyut dalam ee itu tulisan 35:32 saya terakhir. 35:33 He. 35:33 Merawat kebodohan, menjaga ketersesatan. 35:36 [tertawa] 35:37 Waduh. 35:41 Kebetulan viral tuh sampai kalau saya 35:43 enggak salah ada 30 media online yang 35:45 memuatnya gitu. [tertawa] 35:47 Nah, mari kita masuk sekarang ke 35:49 Indonesia. Karena saya masuk baru 35:51 tulisan saya terakhir itu 35:52 yang cukup viral adalah 35:54 merawat kebodohan, 35:56 menjaga tersesatan. 35:57 He. 35:58 Saya heran ee dengan banyak kalangan 36:02 yang bicara tentang nilai tukar hanya 36:04 dalam kerangka teknokratik gitu. 36:07 Iya. Iya. 36:09 Hanya dalam kerangka pendekatan 36:10 fungsional istilah saya. Padahal ketika 36:13 saya menulis Indonesia penakut gitu ya. 36:17 Heeh. Heeh. 36:17 kolonisasi mental.2. Titik du Indonesia 36:19 penakut gitu ya. Terus kemudian saya 36:22 menulis lima penyebab jatuhnya nilai 36:24 tukar. Baru yang terakhir saya bilang 36:26 merawat kebodohan, menjaga ketersesatan. 36:29 Itu mata rantai tulisan saya terakhir. 36:31 Hm. 36:32 Jadi kalau kalau mau dilihat bagaimana 36:34 saya saya melakukan analisis gitu ya, 36:37 analisis saya di situ. Saya menggunakan 36:40 tiga sudut pandang Angga. 36:41 Heeh. 36:42 Tiga sudut pandang dalam perspektif 36:44 nilai tukar. 36:46 Yang pertama saya menganalisis dalam 36:48 perspektif apa yang disebut dengan 36:50 sumber-sumber 36:52 penyebab kejatuhan. Itu tulisan saya. 36:54 Silakan dibaca. Lima penyebab. 36:57 Penyebab pertama adalah karena Indonesia 36:58 tunduk pada sistem. Penyebab kedua 37:01 Indonesia tunduk pada kebijakan dan 37:03 regulasi eksternal. 37:05 I 37:05 tunduk pada sistem luar, 37:07 kebijakan dan regulasi eksternal. Yang 37:09 ketiga, Indonesia tunduk pada 37:11 standarisasi eksternal. Yang keempat, 37:14 Indonesia tunduk pada sistem 37:15 akuntabilitas eksternal. Yang kelima, 37:18 Indonesia tunduk pada reputasi dan 37:20 kredibilitas yang dibangun oleh 37:21 eksternal. 37:23 Hm. He. 37:24 Seorang Angga akan bangga betul ketika 37:27 disanjung-sanjung oleh AMF, 37:30 disanjung-sanjung oleh Bank Dunia, 37:32 disanjung-sanjung oleh yang namanya ee 37:36 EDB, oleh OAECD, oleh para 37:38 pemimpin-pemimpin materialisme kapitalis 37:41 itu. 37:42 Padahal di balik sanjungan itu yang 37:43 muncul adalah 37:46 penderitaan rakyat, gitu. [tertawa] 37:49 Jadi kebanggaan di atas derita gitu. 37:53 Iya. I 37:54 e ya. Dan dan karena itu itu yang saya 37:58 sebut sebagai reputasi dan kredibilitas. 38:00 Karena itu orang seperti saya tidak 38:02 masuk dalam reputasi ukuran mereka. 38:04 Kenapa? Karena saya menolak tadi saya 38:06 menolak akuntabilitas mereka, saya 38:08 menolak standarisasi mereka, saya 38:10 menolak ee kebijakan dan regulasi 38:13 mereka, saya menolak sistem mereka gitu. 38:16 Ah, rupiah itu tunduk pada sistem apa 38:19 yang saya sebut sebagai ekonomi 38:20 khayalan. 38:22 Ekonomi khayalan. 38:23 Apa itu? Apa itu ekonomi khayalan? 38:26 Yakni tunduk pada Nixon Shock. 38:30 Iya. 38:31 Kalau pakai bahasa teman-teman di luar 38:33 gitu ya, Indonesia terlampau bangga pada 38:38 arsitektur keuangan Amerika yang rapuh. 38:42 Ngeri saya ngelihatnya. [tertawa] 38:45 J. Jadi arsitektur arsitektur keuangan 38:48 Indonesia itu tunduk pada arsitektur 38:52 keuangan Amerika yang rapuh. Ee saya 38:55 saya kemudian saya bilang arsitektur 38:58 keuangan yang rapuh itu sesungguhnya 39:00 nampak sejak 15 Agustus tahun 39:03 berlanjut ke dalam kuantitatif ising 39:06 H. 39:06 Yang pada perspektifnya ujungnya adalah 39:09 mereka mengekspor inflasi ke berbagai 39:13 negara. bersama dengan mengekspor 39:16 demokrasi 39:18 hak asasi manusia ke berbagai negara 39:20 demi kepentingan mereka. Wah, di situ 39:23 masuk ke ekonomi politik. Wah, dahsyat 39:24 itu angka. 39:25 Nah, dari sana rupiah tidak lagi bisa 39:28 dilihat dalam kerangka ee seperti itu. 39:32 H 39:33 ee apa yang saya maksudkan seperti itu? 39:35 Dolar itu melepaskan dirinya dari 39:37 jangkar emas 15 Agustus tahun 1 yang 39:41 disebut dengan Nixon Shop. 39:42 Hm. Berarti kalau misalkan barat 39:45 mengekspor inflasi dan demokrasi, 39:48 berarti di Indonesia ini ada importirnya 39:50 dong. [tertawa] 39:52 Iya, betul. 39:53 Ada importir inflasi nih. 39:55 Betul, betul, betul. Ada importirnya dan 39:58 salah satu bentuk 40:00 dalam salah satu bentuk importirnya 40:01 disahkan oleh undang-undang 40:04 Undang-Undang 250 Undang-Undang 2507 40:07 yang kemarin tidak diungkapkan oleh 40:09 Erlangga Harto. 40:10 Hm. 40:12 Erlang Hartoarto hanya mengungkap musim 40:14 haji mengakibatkan kebutuhan dolar 40:15 tinggi. Padahal yang di dolar dibutuhkan 40:19 lebih tinggi oleh domestik dalam rangka 40:21 mereka merepatriasi ee ee dividen, dalam 40:25 rangka berbagi keuntungan. 40:27 E saya cari angkanya, Angga. Saya cari 40:29 angkanya. 40:31 Berapa sesungguhnya kebutuhan musim haji 40:34 ini ee dengan model seperti 40:40 ee ternyata kebutuhannya sekitar 700 40:41 juta sampai 1 miliar US dolar. Oke. 40:44 Ee paling naik dia dengan orang 40:47 Indonesia belanja ee sekitar ee sebutlah 40:51 sebut 225.000 orang gitu ya. 40:54 225.000 orang di sana kalau belanjanya 40:57 rata-rata 100 dolar aja gitu ya. 100 40:59 dolar ya berarti 225.000 kali 41:03 100 dolar. 41:04 Heeh. He. 41:05 Nah, berarti kan ada sekitar Rp22.500 41:08 kan masih jauh berarti C itu cuma 1 41:11 miliar sekian gitu. Oke. Yang kedua, 41:15 kemudian menyangkut soal ah ini yang 41:17 tidak disebut oleh pemerintah. Jumlahnya 41:20 mencapai R.260 260 juta 41:23 dana yang dibutuhkan, 41:25 dolar yang dibutuhkan dalam rangka 41:28 mereka mengirim keuntungan keluar. 41:31 Disebutlah beberapa beberapa beberapa di 41:33 dalamnya selain korporasi asing 41:36 sekaligus kepemilikan mereka pada 41:37 korporasi di the domestik. 41:39 Misalnya mandiri berapa mentransfer, 41:43 berapa mandiri bank mandiri mentransfer 41:45 keluar keuntungan keluar. 41:47 misalnya gitu ya ee 41:51 Bank Mandiri. Lalu kemudian juga berapa 41:53 BRI, 41:55 berapa Astra Internasional, 41:58 berapa kemudian juga yang namanya ee 42:00 Telkom. W seru kan? 42:03 He. 42:05 Dan itu kenapa tidak diungkap oleh 42:06 pemerintah? 42:07 Iya. 42:08 Karena mereka takut. Oh, ternyata sistem 42:11 di Indonesia sudah mengakui bahwa 42:14 korporasi-korporasi itu adalah 42:15 antek-antek asing. 42:16 Heeh. He. [tertawa] 42:20 Karena takut kan artinya mereka e 42:24 artinya sebenarnya mereka mau 42:25 menutup-nutupi bahwa sistem ekonomi 42:27 Indonesia sudah tidak bisa lagi 42:29 ditutup-tutupi sebagai bagian dari 42:32 jajaran korporasi asing gitu. 42:34 Iya. asing-asing. 42:37 Nah, berikutnya adalah yang tidak 42:39 diungkap lagi adalah 42:42 betapa yang namanya defisit neraca jasa 42:46 itu sudah akut dan kronis 42:48 berkepanjangan. 42:49 Heeh. He. 42:50 Oke. Anda punya surplus pada neraca 42:53 perdagangan bahkan pada kondisi sekarang 42:55 dengan surplus sekitar 5,55 miliar US 42:59 dolar 43:00 itu diakui sebagai surplus yang cukup 43:03 baik dan mempertahankan posisi surplus 43:06 perdangalan selama 71 43:09 heeh 43:09 bulan. 43:11 Jadi ini yang terpanjang nih 71 bulan. 43:13 He he. 43:14 Ee cukup cukup tinggi gitu. Tapi mereka 43:17 enggak menyebut bahwa memang ada 43:19 problematik pada neraca jasa. Ah, di 43:21 situ termasuk di dalam tadi soal 43:24 bagaimana merepar mengirim dividen ee 43:27 dan mengirim pembayaran-pembayaran 43:29 tenaga kerja keluar dengan US dollar 43:32 nilainya 43:33 itu 4,26 miliar. 43:36 Di bulan Juni nanti, makanya tetap bulan 43:38 Juni akan terpukul dolar. itu Telkom 43:41 yang akan membayar 43:44 ee dalam bentuk rupiah, tapi kemudian 43:46 diubah harus diubah dalam bentuk US 43:48 Dollar kan mereka 43:49 posisinya US dollar. 43:51 Nah, ee pada saat yang sama ah di sini 43:55 menarik hal itu terkonfirmasi dengan 43:58 menurunnya cadangan devisa yang dalam 4 44:02 bulan ini rata-rata per bulan menurun 44:04 2,1 miliar US dolar. Jadi kalau 4 bulan 44:07 berapa? 8,4 miliar dollar. Itu satu 44:11 bukti betapa besarnya cadangan debisa 44:13 yang keluar. 44:15 Itu dari segi moneter. Moneter 44:16 berikutnya, indikator moneter berikutnya 44:18 ada dua lagi. 44:21 [menghela napas][terkesiap] 44:22 Undisbersed loan 44:24 H 44:25 atau kredit yang sudah disetujui tapi 44:27 tidak dicairkan. Jumlahnya 2.527,46 44:34 triliun. 44:35 Iya iya iya. Wah, itu jumlah yang cukup 44:37 signifikan. Ini mengindikasikan lima 44:39 hal. Tapi kalau saya bilang indikas lima 44:41 itu panjang analisisnya. Poinnya adalah 44:43 eh korporasi transmitter ee transmisi 44:47 moneter macet ee dan itu mengakibat itu 44:49 menggambarkan bahwa 44:52 situasi bisnis Indonesia dalam posisi 44:54 wet and seut 44:56 ketidakpastian. 44:58 Ah, itu indikator besarnya begitu. He. 45:00 Dan itu terindikasi lagi dengan posisi 45:03 purchasing manager ind yang turun 49,1 45:06 dari 50,1 menjadi 49,1. Apa poinnya? 45:11 Mesin-mesin produksi nyaris berhenti. 45:15 Bahkan sebagian sudah berhenti itu 45:17 karena tidak lagi belanja kan. 45:19 Bagaimana mesin-mesin produksi berhenti 45:20 gitu. Nah, indikatorindikator berikutnya 45:24 di situ. Dari situ setelah kita lu, 45:28 persaingan antara SRBI, SBN dan deposito 45:34 tetap terjadi. [tertawa] 45:37 E gitu kan sertifikat sertifikat. 45:39 Baik. Baik. Baik, Bangudin sudah dikasih 45:41 kode nih waktunya sudah habis katanya 45:43 gitu ya. 45:43 [tertawa] 45:44 Ya, ya. Angga nanyanya begitu saya jawab 45:46 saya nanti kalau saya jawab 45:47 sepotong-potong makruh nanti dibin Nursi 45:51 ngomong aja loh. [tertawa] Saya kasih 45:52 data saya kasih fakta gitu loh. 45:54 Oke, sebagai penutup menurut Bang 45:56 Ihsanudin ya antisipasi fase krusial 45:59 yang dikhawatirkan masyarakat tentang 46:01 dolar dan rupiah ini apa sih singkat? 46:04 Ee enggak [berdehem] bisa singkat Angga 46:06 karena [tertawa] saya sudah menulis 46:08 no no no no no. Saya nanti saya akhirnya 46:10 dibilang ngocehnya ngoceh enggak 46:11 karu-karuan oleh para otoritas itu. 46:13 Padahal saya nantang mereka berdebat. 46:14 Soalnya kemarin BI sudah dipanggil sama 46:16 komisi 10 apa komisi 9 gitu ya. 46:18 Aman-aman aja katanya. Aduh 46:21 loh saya punya 17 indikator mereka punya 46:25 punya 17 ee strategi kebijakan yang buat 46:27 saya tidak akan pernah bisa 46:28 menyelesaikan masalah. 46:29 Oke. Kalau kalau gitu bagaimana nih 46:31 masyarakat menyikapi jadi enggak usah 46:33 panik. Ee maksud itu paniknya panik yang 46:36 konstruktif itu gimana Bang sebagai 46:38 penutup? [tertawa] 46:40 Sebagai penutup, [berdehem] Prabowo 46:42 Subianto punya prestasi dalam persoalan 46:45 penyediaan beras. 46:47 Fine, selesai dia. Dari segi itu beras 46:50 dalam hitungan 9 sampai dengan 10 bulan 46:52 ke depan ee kalau Amran bilangnya 11. 46:56 Kalau saya ngelihatnya sekitar 9 karena 46:58 angka-angkanya beda-beda. 47:00 He. 47:00 Saya jadi melihatnya 9 10 bulan ke 47:02 depan. Dalam 9 sampai dengan 10 bulan ke 47:04 depan ee bangsa Indonesia tidak akan 47:08 kekurangan beras. 47:09 What's the point? Poinnya adalah dalam 47:12 kerangka politik beras, bangsa Indonesia 47:14 aman. Nah, kalau soal makan aman berarti 47:17 cuma soal tinggal penyediaan duitnya. 47:19 Duitnya ada enggak buat beli gitu. 47:20 [tertawa] 47:21 Iya. Iya. Ya. 47:23 Nah, begitu sampai begitu sampai duitnya 47:25 ada buat beli, balik lagi ke fiskal. 47:28 Tadi saya baru nganalisis moneter tuh 47:30 Angga. Iya, 47:31 saya belumalis sektoril gitu loh. Masih 47:33 ada masih ada dua indikator lagi, 47:34 bagaimana sektor fiskal dan bagaimana 47:36 sektor gitu. Nah, itu berkaitan dengan 47:38 ujungnya adalah daya beli. Nah, kalau 47:40 daya belinya tidak diperkuat walaupun 47:43 ada beras tersedia ya situ 47:45 iya 47:45 maka wajar kalau pemerintah bilang 47:47 mereka bisa mengendalikan inflasi karena 47:49 tadi masih ada bansos, masih ada MBG dan 47:51 macam-macam gitu. Nah, sebagai penutup 47:56 ee pernyataan 47:58 ee PDB terhadap utang masih aman 40,75 48:04 jangan [berdehem] 48:06 dianggap sebagai bentuk situasi yang 48:08 aman. 48:09 Ambruknya cadangan devisa gitu ya, 48:13 sebesar 2,1 miliar US dolar per bulan 48:16 dari Januari sampai dengan April. Jangan 48:19 dianggap sebagai hal yang biasa. Jadi 48:22 jangan jangan beri perilaku denial gitu 48:25 loh. 48:25 Heeh. 48:26 Anda tidak mengkap. Nah, jadi poinnya 48:28 adalah kalau kalimat saya pemerintah 48:31 butuh jujur walaupun salah. 48:33 Iya. 48:35 Jadi pemerintah butuh jujur walaupun 48:36 salah karena kejujuran adalah mata uang 48:38 universal. Nah, 48:40 kalau Anda tidak jujur 48:41 nanti Anda akhirnya melanjutkan apa yang 48:43 disebut dengan orang sebagai menang atas 48:45 kecurangan. 48:46 Hmm. 48:48 Ah, jangan begitu. jangan begitu gitu 48:51 ya. Saya saya mau bilang ee saya punya 48:54 resolusi tentunya atas kondisi sekarang 48:56 gitu ya. Seperti saya sampaikan baik 48:59 dalam dialog seperti sekarang atau 49:01 dengan wawancara atau dengan tulisan 49:02 saya punya resolusinya. Nah, sebagai 49:04 penutup [berdehem] 49:07 di balik kesulitan pasti ada kemudahan. 49:09 Iya. 49:10 Nah, kalau kita sadari bahwa kesulitan 49:13 ini berjalan sudah hampir 49:16 sudah hampir 60 tahun bukan bukan hampir 49:20 sudah lebih dari 63 tahun gitu ya, 49:23 [berdehem] maka sesungguhnya orang 49:25 Indonesia harus belajar kenapa Anda 49:27 terdikte oleh ekonomi khayalan. 49:30 H 49:30 gitu. Jadi di situ kata kuncinya. Nah, 49:33 masyarakat kecil tidak boleh lagi 49:35 ikut-ikutan terdiktir oleh ekonomi 49:36 khayalan. Tapi kami tidak bisa 49:38 menghindar. Sekarang ini harus saya 49:39 bilang menurut Amran Sulaiman, Menteri 49:42 Pertanian gitu ya, yang tetap masih 49:44 impor itu kedelai, susu, dan daging 49:47 sapi. 49:48 Hm. 49:49 selebihnya delapan delapan mata dagangan 49:53 pangan sudah surplus gitu ya. Lagi-lagi 49:56 kalau soal daya beli ya balik ke soal 49:58 fiskal. Nah, pemerintah wajib memperkuat 50:00 daya beli masyarakat. He. 50:02 Nah, ubahlah kesempatan daya peluang 50:05 ini. Lakukanlah untuk memperbaiki daya 50:07 beli. Ah, coba kita perbaiki kebijakan 50:10 fiskal kita 50:12 yang memperkuat posisi daya beli. Nah, 50:14 mudah-mudahan 50:15 kemudahan yang kita punya adalah 50:17 kemudahan di mana kita dapat posisi geo 50:21 geografi yang bagus. Kita dapat posisi 50:25 ee geostrategi eh sori geoekonomi yang 50:28 sebenarnya bagus. 50:29 I iya. Tapi mari kita wujudkan bagi 50:31 kepentingan masyarakat. Ee demikian 50:34 Angga. Kalau salah 50:35 tentu tanggung jawab saya karena saya 50:37 bodoh, saya keliru, saya punya 50:39 kekurangan dan karenanya saya mohon maaf 50:42 dan jika benar itu sepenuhnya karena 50:44 kehendak Allah semata. 50:46 Ee dengan memohon ampunan dari Allah, 50:49 mohon maaf dari Anda semua, saya undur 50:52 diri. Subhanakallahumma wabihamdika 50:54 ashadu alla ila anta wastagfiruka waubu 50:57 ilaih. Asalamualaikum warahmatullah. 50:59 wabarakatuh. 51:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:02 wabarakatuh.