Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 Brail TV. [musik] 0:20 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:23 warahmatullahi wabarakatuh. 0:25 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:27 nastain umun wdin wasatu wasalamu asilya 0:31 wal mursalin waa alihi wasbihi ajmaidni 0:35 ilma warzuqni fahmain. 0:38 Apa kabar semua ikhwan dan akhwat di 0:40 mana pun Anda berada. Pagi hari ini saya 0:43 Muhammad Musa Alqaf senang sekali 0:45 berkesempatan menemani ikhwan dan akhwat 0:47 di acara bincang santai UMKM langsung 0:50 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:52 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Inilah radio 0:55 silaturahim untuk Islam yang satu, 0:57 Indonesia bersatu. 0:59 Pagi ini dan Ahad kita masih kedatangan 1:03 tamu spesial. Hari ini pembahasannya 1:05 agak menarik dan karena kita akan 1:07 membahas tentang konten digital 1:10 marketing. Jadi apa itu konten yang akan 1:13 kita bahas tuntas? Mungkin selama ini 1:14 Ikhwan dan Akhwat ee sering mendengarkan 1:17 kata konten ini apa nih kontennya viral 1:19 konten-konten di Instagram, di TikTok, 1:21 bahkan mungkin di WhatsApp sering 1:23 berselberan. di handphone kita. Nah, 1:25 hari ini kita akan bahas dengan guru 1:28 kita, Ustaz Fawas. Asalamualaikum 1:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:33 Sehat, Mister Fawas? 1:35 Sehat, alhamdulillah, Bang Fawas. 1:37 Bang Fawas, Bang Fawas, [tertawa] Bang 1:38 Fawas, Bang Fawas. Eh, akan banyak yang 1:42 kita diskusikan pagi hari ini WWAT 1:44 tentang ee konten. Judulnya adalah 1:47 bagaimana caranya bikin konten digital 1:50 dari handphone tapi menghasilkan jutaan 1:52 rupiah. Ini masih erat kaitannya dengan 1:55 pertemuan kita sebelumnya, Ikwan dan Ah 1:57 tentang dunia digital marketing. Karena 2:00 ternyata 2:02 tahun 2020 2:05 ada transaksi e-commerce meningkat 2:08 sampai 18,1%. 2:10 Total transaksinya hingga 98,3 2:14 juta orang belanja lewat online di tahun 2:20 2020. 2:22 Diperkirakan Iwan Wan Nahwat menurut 2:24 data dari Riset Ritser ada 12 juta 2:28 pengguna e-commerce baru ketika pandemi 2:31 terjadi. 12 juta pengguna e-commerce 2:35 baru. 12 juta nih, Bang, yang belanja 2:37 online untuk pertama kali di masa 2:38 pandemi. 2:39 Dari 12 juta ini kemungkinan ketika 2:41 pandemi berakhir pun tidak akan beralih 2:43 ee tidak akan beralih meninggalkan 2:45 pembelanjaan digital, akan terus belanja 2:47 online. 2:49 Di kuartal ketiga tahun 2019, Iwan dan 2:52 Akhwat, jumlah pengunjung Shopee itu ada 2:54 55,9 2:56 juta orang. Sementara di tahun 2020 3:00 kemarin, pengunjung Shopee itu mencapai 3:02 96,5 3:04 juta orang. 3:06 Wow. Itu kalau penduduk Indonesia 270-an 3:11 berarti udah lebih dari sepertiganya tuh 3:13 sudah belanja online. 3:15 Iya. besar sekali pasarnya atau 3:17 meningkat sekitar 72%. Nah, selain 3:20 Shopee kan yang terkenal juga 3:21 marketplace Tokopedia. Tokopedia juga 3:22 sama menunjukkan angka yang serupa. Pada 3:25 kuartal 3 tahun 2019 Tokopedia itu 3:28 menerima jumlah pengunjung 65,9 3:31 juta. Sementara tahun 2020 mencapai 84,9 3:36 juta orang. Diperkirakan tahun 2021 akan 3:40 meningkat terus, Ikhwan dan akhwat. 3:44 Nah, ee meningkat pesatnya pengguna dan 3:47 transaksi belanja online ini di 3:49 Indonesia, bahkan diperkirakan pada 3:51 tahun 2025 total transaksi yang berputar 3:55 di dalamnya mencapai 133 miliar US dolar 3:59 per tahun. 4:01 Besar sekali. 4:02 Besar sekali. Dan Indonesia akan menjadi 4:04 salah satu negara terbesar 4:07 pembelanjaan online-nya, 4:09 konsumsinya. 4:10 Konsumsinya. Jadi mumpung sekarang masih 4:13 2021, Iwan dan akhwat, mari kita 4:15 bersiap-siap menyongsong 2025 supaya 4:17 ketika 2025 datang, kita bukan cuma 4:20 sebagai 4:22 konsumen, bukan cuma sebagai orang yang 4:24 belanja, tapi kita menjadi bagian dari 4:25 pedagangpedagang 4:27 online. Namanya pedagang online. Tapi 4:30 jangan salah loh, ada teman-teman yang 4:32 pedagang online tuh dari jualan online 4:34 omset per bulannya tuh sudah sampai 4:35 miliaran. Bahkan ada yang profilnya 4:37 miliaran cuma dari jualan online. 4:39 Betul betul. Sehari-hari sarungan, tapi 4:41 omsetnya lebih ngalahin dari yang 4:43 mungkin ada yang dari berjas di kantor. 4:46 Yes. Menantu 4.0. 4:48 Menantu 4.0. 4:50 [tertawa] 4:51 Kerja sarungan hasil miliaran. 4:54 Nah, untuk itu Iwan dan Nawat, bagi Iwan 4:55 dan Nawat yang ingin berpartisipasi di 4:57 acara kita, ayo langsung WhatsApp 4:59 seperti biasa ke nomor 0811 5:03 999720 5:06 atau kalau mau langsung telepon 5:07 interaktif boleh ke 0218451512. 5:14 Ayo, mari bergabung bersama kami. Bang 5:16 Fawas ngomongin konten digital, Bang. 5:19 Sebenarnya konten digital itu apa sih, 5:20 Bang? 5:22 Baik sebelumnya 5:23 bismillahirrahmanirrahim. 5:25 Allahumma shallolli ala Muhammad wa ala 5:26 ali Muhammad. Asalamualaikum 5:28 warahmatullahi wabarakatuh. Para 5:30 pendengar hasil di mana pun berada 5:32 mudah-mudahan dalam kondisi sehat 5:34 walafiat ya. Jadi Bang Musa 5:38 ee hari ini kita kedapatan materi yang 5:43 penting banget. 5:44 Hm. 5:45 Penting banget. Jadi kita akan bicara 5:47 tentang konten marketing 5:50 tapi pengantarnya gitu ya. Kita akan 5:53 bicara tentang pengantar konten 5:55 marketing karena ini luas. 5:57 Nah, kenapa kita pilih pembahas ini 5:59 terlebih dahulu? Karena sebelumnya kita 6:01 sudah bahas tentang pengantar digital 6:03 marketing. 6:04 Betul. 6:05 Nah, di digital marketing kemarin kita 6:07 sedikit banyak ee memahami bahwa 6:10 sebenarnya bisnis online dan offline 6:13 jangan dibedakan. bisnis is bisnis 6:15 online dan offline itu hanya sebatas 6:17 metodologinya saja 6:19 ya. Nah, untuk kita mampu menguasai 6:22 digital marketing 6:23 biasanya saya ketika melakukan 6:25 pendampingan ke teman-teman UMKM 6:27 ya saya bagi jadi dua hal. He. 6:29 Yang pertama pondasinya itu yang pertama 6:32 adalah menguasai 6:34 ee internet marketing, yang kedua 6:37 menguasai konten marketing. Jadi kalau 6:39 kita mau menguasai digital marketing, 6:42 semua penerapan strategi-strategi yang 6:44 rumit dan lain sebagainya, kuasai dulu 6:47 dua hal ini, internet marketing dan e 6:49 content marketing. Internet marketing 6:52 itu seperti yang kita tahu Busa, 6:54 internet marketing itu bicara tentang eh 6:56 market, bicara tentang traffic, bicara 6:59 tentang eh ads, bicara tentang SEO, 7:02 bicara tentang leads magnet dan lain 7:04 sebagainya ya. Nah, content marketing 7:07 itu adalah bicara tentang bagaimana kita 7:11 mau mempresentasikan bisnis kita. 7:14 Hm. 7:14 Gitu. Karena bisnis sebagus apapun 7:17 mau itu harga produknya tinggi maupun 7:20 rendah kan tetap harus dikomunikasikan 7:22 sama orang. 7:23 Iya. 7:24 Kalau kita punya warung ibaratnya kita 7:26 punya warung tapi tidak kita buka 7:28 gerbangnya gitu loh ya. Jadi orang 7:30 enggak tahu kalau bisnis kita itu ada. 7:32 Orang enggak tahu kalau ternyata kita 7:34 jualan sesuatu karena kita tidak 7:36 mengkomunikasikannya. 7:38 Nah, ternyata komunikasi itu bukan cuman 7:40 secara verbal, Bang Musa, 7:42 tapi melalui konten itu pun sudah mampu 7:46 mengkomunikasikan bisnis kita. Nah, 7:49 kontennya konten apa gitu ya? Ada 7:52 gambar, nanti kita jelasin nih. Ada 7:54 gambar, ada video dan lain sebagainya. 7:57 Nah, cuman ee saya boleh ambil waktunya 8:01 lebih 8:01 silakan [tertawa] 8:02 waktunya Bang Fawas. Jadi gini, kalau 8:05 kita mau memahami konten marketing itu 8:08 secara ee mendalam gitu ya, konten 8:11 marketing itu bicara tentang bagaimana 8:13 kita mengkomunikasikan bisnis. H 8:15 itu satu. He. 8:16 Nah, apa kaitannya content marketing 8:19 dengan eksistensi perusahaan kita, 8:22 eksistensi bisnis kita? Nah, ini yang 8:24 paling penting dari ini semua, gitu ya. 8:26 Apa sih alasannya orang sewa ruko di 8:29 pinggir jalan 8:31 karena traffic? Nah, agar eksis dia. 8:35 Oh, iya 8:36 betul. 8:36 Betul. 8:37 Agar tanpa kita melakukan ee effort yang 8:41 berlebih, 8:43 bisnis kita itu eksis. Apa eksis itu? 8:46 Ya, 8:46 ee hadir. 8:47 Hadir ya. Ada. Nah, dengan dia sewa ruko 8:52 di pinggir jalan, orang yang lewat di 8:54 depan ee ruko kita atau kios kita atau 8:57 toko kita itu jadi melihat toko kita 9:00 kan. Jadi bisnis kita itu eksis. Nah, 9:03 itu dulu. Jadi, kenapa mesti buka toko? 9:07 Satu agar bisnis kita eksis, tampil. 9:11 Nah, makanya rukoh di pinggir jalan 9:14 dengan rukoh di sekitar ee tanda kutip 9:17 ya, ini kuburan katakanlah gitu 9:21 kan sepi gitu ya. 9:22 Iya. 9:23 Nah, ini beda harga. Nah, itu baru 9:25 kaitannya dengan traffic. Tapi yang 9:27 pertama saya mau bahas adalah tentang 9:28 is-nya dulu. Jadi kalau bisnis itu 9:31 dikatakan eksis, kalau dia ada. 9:33 He. 9:34 Kalau secara konvensional 9:36 ada itu maksudnya adalah kelihatan mata 9:39 ya toh? 9:40 Warung ya. Kenapa tidak ee membuat 9:43 warung di dalam komplek tempatnya 9:46 tersembunyi? 9:47 Kan kurang bagus. 9:48 Dicari yang di tengah-tengah perempatan 9:50 kalau bisa. He. 9:51 Nah, itu bicara tentang bisnisnya mau 9:53 dikomunikasikan ke orang bahwa saya 9:55 eksis loh, di sini ada loh warung loh, 9:58 gitu loh. 9:59 Di dunia digital caranya tidak lagi 10:02 demikian. Karena di dunia digital 10:06 dikatakan kita eksis ya bila kita 10:09 memposting sesuatu. Betul toh? 10:11 H iya iya iya. 10:13 akun Instagram kita tidak posting apapun 10:16 dalam jangka waktu yang lama itu sudah 10:18 tidak kebaca nanti enggak muncul lagi 10:20 dia gitu lohul 10:21 enggak akan muncul ke fit-nya si ee apa 10:24 namanya 10:24 follower 10:25 follower kita. Nah, jadi terkait dengan 10:28 konten ini ya inilah yang ee apa namanya 10:33 ee 10:34 menyampai atau mengkomunikasikan ke 10:36 orang bahwa kita itu eksis, bisnis kita 10:38 itu eksis. So, poin pertama adalah 10:41 teman-teman ya, kalau Anda mau jualan 10:44 online, apapun platform yang Anda pilih, 10:47 mau itu Instagram, mau itu Facebook, mau 10:50 itu WhatsApp, 10:52 yang paling dasar dulu atau itu YouTube 10:54 sekalipun ya, he 10:56 posting yang konsisten agar orang-orang 11:00 tahu bahwa kita eksis, 11:03 itu 11:04 bahwa kita masih ada gitu ya. Bahwa kita 11:06 masih beraktivitas bisnis gitu ya. 11:08 Betul. pegangan kita masih bisa dibeli 11:10 gitu kurang lebih. 11:11 Jadi itu poin pertama ee Bang Musa 11:14 tentang kontempar 11:17 eksistensi bisnis kita ya. Karena 11:20 biasanya orang-orang itu posting di 11:23 Instagramnya tidak konsisten 11:25 gitu. 11:26 Ee posting di status WA tidak konsisten. 11:29 Ya, konsisten itu bukan cuman bicara 11:31 tentang waktunya setiap hari posting. 11:34 Bukan cuman tentang itu, tapi isi 11:35 informasinya kadang beda-beda. 11:37 Iya, betul. ya si pelaku usaha kadang 11:40 dia ee yang di-upload itu kadang 11:43 beras-bas mati. 11:44 H 11:45 kadang ee 11:48 apa namanya ee paket belajar 11:51 kadang nanti ee sembako, kadang apapun 11:55 gitu. Jadi ya enggak enggak satu jenis 11:57 gitu ya. 11:57 Enggak satu jenis ya. Itu juga 12:00 mempengaruhi. 12:00 Betul. Cuma begini, Bang Fas. Kadang 12:03 kita tuh mau posting, update status e 12:06 rajin gitu dan sering. Cuma takutnya tuh 12:08 spamming gitu. Takutnya yang orang 12:10 ngerang ini orang posting-posting terus 12:12 ganggu banget di timeline ada lagi dia 12:14 ada lagi gitu. Gimana caranya, Bang, 12:17 mengatur supaya ee kita tetap eksis, 12:19 kita tetap posting, tapi juga tidak 12:21 mengganggu orang lain, gitu 12:22 ya. Jadi ee begini, kalau soal 12:26 mengganggu orang itu kan ee kita pahami 12:29 dulu 12:30 cara 12:31 atau gini metode menawarkan gitu ya. 12:33 H iya. 12:34 Metode menjual itu ada dua. 12:36 He. 12:36 Yang pertama adalah kita duluan yang 12:38 maju 12:39 atau istilahnya adalah push gitu kan. 12:42 Kita yang dorong, kita yang maju 12:43 menawarkan. 12:45 Yang kedua adalah pull kita tarik. 12:47 H 12:47 ya. Jadi yang pertama kita maju ke orang 12:50 menawarkan produk atau yang kedua kita 12:53 pancing agar orang itu datang menanyakan 12:56 produk kita. 12:58 Hm. 12:58 Betul toh? 12:59 Betul. 12:59 Fungsi daripada konten ini lebih pada 13:01 yang kedua. 13:03 Karena yang pertama push selling tidak 13:05 semua orang itu suka ditawari barang. 13:07 Betul. 13:08 Tapi semua orang suka belanja. 13:10 Iya. [tertawa] 13:11 Ini uniknya tuh. 13:13 Ini unik ya. Semua orang suka belanja 13:14 tapi tidak semuanya suka ditawari. 13:16 Betul. Nah, maksudnya spamming itu kan 13:18 dipikir mengganggu. 13:19 Iya, 13:20 dipikir mengganggu. Maka dari itu ee 13:23 posting di setiap platform itu ada 13:26 fitur-fitur yang berbeda-beda. Instagram 13:29 dia punya feed, 13:30 dia punya story 13:32 ya, dia punya IG TV yang di mana kalau 13:35 kalau di Instagram notabandnya 13:37 sebenarnya tidak terlalu spamming. 13:39 Kemungkinan orang menganggap itu spam 13:41 itu kecil kecuali Anda kirimkan ke DM 13:45 langsung. 13:45 Hm. He 13:47 anda kirimkan direct message gitu. 13:49 Anda broadcast direct message. Nah, 13:50 itulah yang dianggap spamming. 13:52 Busa. Kalau di WhatsApp 13:54 itu pun sama. 13:55 He. 13:56 Ya, kalau di WhatsApp, WhatsApp sudah 13:57 sediakan fitur yang namanya status. 14:00 Hm. 14:00 Kita share konten di situ dengan harapan 14:02 orang menanya lebih dulu. Nah, ada juga 14:06 yang dia push melalui broadcast message 14:09 gitu ya. Dia kirimkan broadcast message 14:10 ke semua orang 14:11 ya. Bukan berarti cara ini tidak 14:13 efektif, tapi ada caranya. Hm. 14:15 Kita harus effort lebih daripada sekedar 14:19 kita teruskan pesan kirimkan ke semua 14:21 orang. Nah, itu dibaca aja syukur. Iya. 14:26 Betul ya. Karena kalau direct message 14:29 seperti broadcast atau DM Instagram atau 14:32 live chat 14:33 itu setidaknya kita perlu untuk 14:34 basa-basi terlebih dahulu. 14:36 Betul. Betul. Betul. 14:38 Karena update terakhir Bang Faas, kalau 14:40 seandainya kita broadcast di WhatsApp 14:43 dan banyak orang yang memblokir kita 14:45 karena broadcast itu nomor kita diblokir 14:47 sama WhatsApp [tertawa] 14:48 pasti 14:49 walau apalagi kalau nomor-nomor baru 14:50 nomor lama aja bisa kena blokir kalau 14:52 terlalu banyak yang mereport kita 14:54 sebagai spamming. 14:54 Iya. Betul. 14:55 Menarik Bang Sawas. [mendengus] Ee 14:59 kemudian Bang Saas mau ada ada 15:02 pertanyaan sejenak sebelum kita 15:04 berlanjut ke materi kita selanjutnya. 15:07 Banyak ibu-ibu, Bangas. Pertanyaannya 15:09 masih serupa. Asalamualaikum 15:10 warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana 15:12 cara memulai jualan online tapi tanpa 15:15 harus mengeluarkan modal yang besar? 15:18 Oke. 15:18 Saya punya Shopee cuma buat belanja 15:19 doang. 15:21 Oke. 15:22 Gimana caranya sebelum nanti kita lanjut 15:24 ke bahas ee tentang konten? 15:26 Oke, berarti saya jawab dulu aja ya. 15:27 Baik. 15:28 Memulai usaha tanpa modal yang besar 15:31 pertama gini, ada enggak bisa enggak? 15:33 Bisa. He. 15:34 Tapi kalau dibilang benar-benar tidak 15:36 keluar uang, saya pikir enggak mungkin. 15:38 Hm. 15:39 Ya, karena tetap pada akhirnya kita 15:41 butuh investasi. 15:43 He. 15:44 Ya, apa yang setidaknya ya investasi 15:46 kita itu ke peralatan kerja. 15:48 Iya. 15:49 Laptop, handphone dengan kamera yang 15:52 lebih baik begitu toh dan lain 15:54 sebagainya. 15:55 Tapi kalaupun ee Bapak atau Ibu mau ee 16:00 mencoba atau memulai sesuatu secara 16:02 gratis gitu ya. He. 16:03 Nah, Anda bisa lakukan yang seperti ee 16:07 materi kemarin kita sudah jabarin di apa 16:10 namanya 16:10 di pertemuan kita yang pertama 16:12 ada PR-nya juga tuh. 16:13 Iya. 16:14 Udah dikerjain belum PRnya? [tertawa] 16:16 Itu masih ingat PR-nya gitu. Itu silakan 16:18 ditonton lagi ya. Di situ saya jelasin 16:20 panjang lebar tentang memulai tanpa 16:22 modal Ibu. Cuman saya tetap jawab. 16:24 Intinya gini, ada tiga pilihan ketika 16:28 Anda mau memulai ee menjual produk gitu 16:30 ya, sebagai brand owner, sebagai pemilik 16:32 brand di mana tidak mungkin tanpa modal. 16:34 He 16:35 ya, karena Anda harus produksi di situ 16:36 dan menyiapkan segala kepentingan 16:38 manajemen bisnisnya sendiri ya. Artinya 16:41 pasti keluar cost. Yang kedua, reseller. 16:44 Syarat jadi reseller pun itu sudah stok 16:47 gitu ya. Atau yang ketiga yaitu Ibu 16:50 sebagai dropshipper. Dropshipper berarti 16:53 carilah 16:54 foto-foto produk. Nah, itu jadi Ibu bisa 16:58 kelompokkan contoh mau jualan baju anak. 17:02 Hm. 17:03 Baju anaknya yang spesifik tapi baju 17:05 kostum. 17:06 Iya. 17:07 Kostum lebah, kostum penguin gitu ya. 17:10 Nah, maka Ibu pilih dulu itu kumpulin 17:13 gitu ya. dikumpulkan semua foto-foto 17:16 tersebut ya, dikelompokkan menjadi 17:18 produk-produk tertentu, kasih dia harga. 17:22 Oke, lalu dihare aja langsung. 17:24 Seakan-akan Anda menjual itu ketika ada 17:27 orang beli, Anda baru beli ke toko yang 17:30 di Shopee. Shopee. Iya. Jadi kita enggak 17:32 enggak mengeluarkan modal. 17:33 Iya. Jadi tidak ada modal. Nah, itulah 17:35 dropshipper 17:37 gitu ya. Nah, cuman kalau untuk baru 17:39 memulai silakan lakukan seperti itu. 17:41 Kalau sudah terjadi transaksi 1 2 3 10 17:43 bahkan 50 transaksi, nah nanti kita bisa 17:45 ngobrol lebih jauh 17:48 upcill-nya gimana, 17:49 bagaimana 17:49 karena jangan jadi dropshipper 17:51 selamanya. 17:52 Iya, ya. 17:52 Harus naik kelas. 17:53 Harus naik kelas. 17:54 Betul 17:55 seperti itu. 17:56 Siap. Makasih, Bang Fas. Lanjut ke 17:57 pembicaraan sebelumnya, Bang Fas, 17:59 tentang konten digital. Jadi ee 18:01 jenis-jenis konten digital tuh apa aja, 18:04 Bang, sama konten digital yang baik tuh 18:06 yang seperti apa? 18:08 Jadi gini 18:09 ee Bu Musa, 18:13 content creator 18:14 he 18:15 gitu ya. Content creator ini kan panggil 18:17 ee sebutan bagi mereka pembuat 18:19 konten 18:20 konten-konten ini. Ya, saya mau tarik 18:23 mundur sedikit ke fungsinya si konten 18:25 tadi ya. Kalau bagi ee artis, youtuber, 18:31 dan lain sebagainya 18:32 ya kita masih bahas yang pertama tadi ya 18:35 tentang ee eksistensi. Kenapa mereka 18:38 tetap membuat video-video YouTube kan 18:41 gitu kan? 18:42 Tujuan utamanya agar bukan cuman 18:45 semata-mata dapat adsense saja ya. He. 18:47 Tapi yang pertama adalah agar orang ee 18:50 market itu masih bisa melihat dia eksis 18:52 di dunia itu. Nah, itu dulu. 18:55 Makanya kita sudah sama-sama tahu 18:57 industri apa namanya? Entertainment ya. 19:00 Infotainment. He. 19:01 Infotainment itu bahkan enggak semua ya, 19:05 tapi sebagian itu membayar 19:06 infotainment-nya untuk meliput kasusnya 19:09 dia. 19:09 Oh, buat eksistensi tadi dia 19:12 agar nama dia tetap eksis di dunia 19:14 perkancahan [tertawa] 19:15 perkancahan dunia digital 19:16 di Indonesia ini gitu ya. Nah, ini 19:18 konsepnya tetap sama. 19:20 Nah, sekarang ee konten apa yang harus 19:24 saya share gitu ya. Jadi kita sepakat 19:26 dulu nih kalau kita mau jualan apapun 19:28 secara online ya, Anda perlu konsisten 19:33 membuat dan memposting konten. 19:37 He. 19:37 Nah, kontennya konten apa, Pak Fawas? 19:39 Konten yang berkaitan dengan produk 19:42 Anda. 19:43 Ya, nanti kita akan bahas dua hal nih. 19:45 Ada jenis kontennya, ada isinya apa gitu 19:48 ya. 19:49 Isi informasi di dalam konten itu apa 19:51 gitu ya. Jadi konsisten dulu karena 19:52 kalau tidak konsisten ya 19:54 ee orang menganggap Anda tidak ada. 19:56 He he. 19:57 Begitu. Dan wajar aja kalau transaksinya 20:00 kecil. 20:01 H. Nah, jenis konten teman-teman, Anda 20:03 bisa sesuaikan dengan ee Anda mainnya di 20:08 unit bisnis apa, di platform apa. 20:10 H 20:10 kalau Anda pengguna website 20:13 ya, Anda punya website bisnis di mana 20:15 saya sangat merekomendasikan, Bang Musa, 20:17 karena sekarang trennya orang itu 20:19 menganggap 20:20 transaksi di website official itu jauh 20:23 lebih aman. Oke. Diband 20:26 dibandingkan kita langsung di reseller, 20:29 drops gitu ya yang ada di marketplace. 20:32 Kenapa demikian? Pertama, kalau kita 20:34 punya website official ya kita akan 20:37 terlihat jauh lebih profesional. 20:38 Betul 20:39 gitu ya. Kita akan terlihat jauh lebih 20:41 profesional. Ini dulu satu 20:43 ya. Yang kedua 20:45 ya ee marketplace itu kan pasar. 20:48 Betul. 20:49 Banyak produk dijual oleh banyak orang. 20:52 He. 20:52 Sehingga pengunjung itu punya banyak 20:54 pilihan. Nah. 20:56 Oh iya. Iya. 20:57 Pengunjung ini punya banyak pilihan. 20:58 Tapi kalau kita punya website kita 21:00 sendiri 21:00 cuma produk kita aja. 21:02 Nah, cuman produk kita aja. Jadi kalau 21:04 ibaratnya itu ada orang datang ke pasar 21:05 nih, Bu, Pak. 21:08 Orang ini kan pasti nengok kiri kanan. 21:10 H. Iya. 21:10 Ada produk sapu di sini, di sana ada 21:12 sapu lagi. 21:13 Betul 21:13 ya. Dengan model yang sama, harga yang 21:15 berbeda. 21:16 Betul. He. 21:16 Tapi kalau kita punya website ya itu 21:18 tidak terjadi, 21:19 berarti yang dipikirkan bagaimana agar 21:21 orang datang ke website kita. 21:23 He. 21:23 Nah, kalau misalkan kita pakai website, 21:26 punya website store apa online store 21:28 sendiri, kita butuh artikel. Nah, ini 21:30 jenis konten yang pertama. 21:32 Kita membuat artikel. He. 21:34 Artikel inilah yang kita bagikan ke 21:37 semua akses kita. He. 21:39 Mau lewat Facebook, mau lewat e grup WA 21:42 gitu ya, dan lain sebagainya. mau 21:43 diiklankan artikelnya dan lain-lain ya. 21:46 Artikelnya isinya tentang apa, Mas Fawas 21:49 gitu ya. 21:50 Ada dua hal 21:51 isinya. Itu mengedukasi atau menghibur. 21:54 Nah, antara ini dulu kalau misalkan 21:56 produk kita ee kita jualan ini Bang Musa 22:00 jualan apa namanya? Vitamin 22:03 atau kita jualan suplemen makanan, maka 22:06 kita bisa bikin artikel yang ada 22:07 kaitannya dengan 22:09 suplemen itu. 22:10 Suplemen tersebut yang suplemen itu 22:11 adalah solusinya. Oke, jadi kita cari 22:15 masalahnya apa dulu kira-kira solusinya 22:17 suplemen itu gitu. 22:18 Betul. Karena artikel yang baik adalah 22:20 artikel yang menjawab pertanyaan dan 22:23 menjual solusinya. 22:25 Jadi ee kasus realnya mungkin gini, 22:27 Bang, ya. Kalau seandainya kita jual 22:29 ee suplemen untuk nafsu makan anak, 22:31 misalkan, 22:32 kita bikin artikel nih efek-efek buruk 22:34 kalau anak susah makan gitu ya. 22:36 Betul. 22:36 Terakhirnya dibom sama suplemen itu. 22:40 Iya, benar banget. Betul. Betul. Jadi 22:42 halus gitu jualannya, Bang, ya. 22:43 Yes. Itu itu baru artikel gitu. 22:45 Baru artikel. Lanjut, Bang. Makanya ee 22:48 content creator pembuat artikel dari 22:50 sebuah website itu bisa dibayar nol. 22:53 He. 22:54 Bisa dibayar sangat tinggi. Karena dari 22:56 satu artikel dia itu bisa transaksi 22:58 ribuan. 22:59 Betul. 23:00 Ya, contoh tadi ee Bang Musa sudah 23:02 contohin ee 23:04 persis seperti itu gitu ya. Saya 23:06 contohin yang saya rasakan sendiri ya. 23:08 Ya, saya ee katakanlah saya cari em 23:12 gini, ada orang yang mau jualan obat 23:16 pelangsing gitu ya. 23:17 Obat pelangsing yang ditarget kan orang 23:19 seperti saya nih. 23:20 Iya. 23:21 Oh, enggak 23:23 lagi [tertawa] 23:25 orang seperti apa gitu ya. 23:26 Seperti saya, Bang. Seperti saya Musa. 23:29 Lanjut, Bang. 23:29 Agak mancungnya nih. [tertawa] 23:32 Mancungnya di salah tempat gitu, Bang, 23:33 ya. Gitu ya, Teman-teman, ya. Nah, 23:35 [berdehem] 23:36 ee obat langsing tersebut itu kan harus 23:38 dilihat oleh saya, 23:39 betul, 23:40 orang seperti saya gitu loh. Nah, 23:42 kira-kira apa keresahan saya? Keresahan 23:45 saya tentang berat badan nih, katakanlah 23:47 gitu ya. 23:48 Nah, maka si pedagang berarti 23:50 teman-teman harus bikin artikel seperti 23:51 apa? Apa sih yang saya cari di internet 23:55 tentang keresahan saya ini? Gitu kan. 23:56 Cara menguruskan berat badan Kak contoh. 23:59 Iya. 23:59 Cara menguruskan berat badan. Nah, maka 24:01 bikin artikel itu ya. Saya baca 24:04 artikelnya di ujungnya ya 24:07 jualan 24:07 baru jualan begitu. Itu dari artikel. 24:11 Ada lagi konten foto, gambar ya. Gambar 24:14 ada beberapa jenis nanti kita bahas. 24:17 Lalu ada juga video. 24:19 Hm. 24:20 Ya, kalau PRnya kemarin belum dikerjakan 24:21 gitu ya. Nah, ini kita kasih PR yang 24:23 sama. Nanti saya jelasin video apa. 24:25 Begitu dulu. 24:27 Baik. [tertawa] 24:27 Baik. Karena video ini menarik, Bang, 24:29 ya. karena lagi jadi salah satu konten 24:32 primadona. 24:33 Yes. 24:34 Apapun tentang video, bahkan 24:36 youtuber-youtuber tuh penghasilannya 24:37 banyak yang miliaran dari bikin video 24:38 doang enggak jualan 24:40 ya 24:40 dari adsen YouTube-nya. Menarik, Bang 24:42 Fos. Menarik narik menarik. 24:43 Betul. 24:44 Eh, Iwan dan Ahwat jangan ke mana-mana. 24:46 Kita akan break sejenak Iwan dan Ahwat. 24:48 Karena terlalu banyak materi yang 24:49 disampaikan. Kalau tidak ada break 24:50 takutnya enggak mengendap, Bang Fawat. 24:52 Siap. 24:52 Jadi masuk kuping kanan takutnya 24:54 langsung keluar lagi di kuping kanan. 24:55 Jadi biarkan kita mengendap dulu 24:57 informasi kiri 24:59 masuk [tertawa] kanan keluar kanan lagi 25:00 masuk keluar lagi. Jadi kita biarkan 25:02 informasi-informasi yang kita terima 25:04 mengendap di alam bawah dari kita dan 25:05 nawat. Jangan ke mana-mana, kami akan 25:07 kembali setelah yang satu ini. 25:17 [musik] 25:18 Hasil TV 25:35 [musik] berasil TV. 25:43 Masih bersama kami Ikwan dan Akhwat 25:45 Muhammad Musalkaf dan Mr. Fawas di acara 25:48 Bincang UMKM. Bagaimana caranya kita 25:51 bikin konten dari HP tapi menghasilkan 25:54 jutaan rupiah, Iwan dan Ahwat. Tadi di 25:57 segmen pertama sudah kita bahas tentang 25:59 apa itu konten, jenis-jenis konten, 26:02 artikel, kita banyak dapat informasi dan 26:05 di segmen ini kita juga akan lebih 26:07 memperdalam lagi, Ikhwan dan Ahwat, 26:09 terutama konten-konten gambar. Gimana 26:12 caranya nih bikin bikin konten tapi yang 26:15 gampang gitu karena basic kita tuh 26:18 enggak ada basic-basic desain gitu. di 26:21 jiwa-jiwa kita tuh bukan jiwa-jiwa 26:22 desain. Ada enggak sih alatnya yang 26:24 kira-kira alat, tools atau apapun itu 26:27 supaya kita bisa bikin desain bagus, 26:28 tapi kita enggak punya basic desainer 26:31 gitu, Bang Fawas. 26:33 Baik, 26:35 nanti kita akan masuk ke situ tuh 26:37 ya. Ee jadi saya lanjutin dulu nih, Bang 26:41 Musa nih 26:42 soal jenis-jenis konten. He. 26:44 Tadi kita sebelumnya bahas tentang 26:46 artikel. artikel 26:48 ee seapa efektifnya kita masih membuat 26:52 artikel ya. Jawabannya adalah sangat 26:54 efektif. 26:55 He 26:56 tahun 2019 26:58 H 26:58 ya teman-teman 27:00 itu terjadi sebuah hal yang langka. 27:04 Hm. 27:05 Website yang paling banyak dikunjungi di 27:07 Indonesia 27:08 H 27:09 google.com. 27:10 Oh iya. 27:11 Nomor dua youtube.com ya. itu rata-rata 27:14 begitu tahun ya 27:16 2019 nomor satu 27:18 ee website media berita. 27:21 Oh gitu. 27:22 Iya. 27:23 Oh enggak lagi mencari lewat browser itu 27:25 ya. 27:26 Lalu ada lagi ee 27:31 e saya enggak bisa sebutin Brandon. 27:32 Enggak apa-apa. [tertawa] 27:34 2019 itu ya berdasarkan sosial ee sori 27:39 lupa saya eh 27:42 we are sosial 27:43 ya berdasarkan risetnya we are sosial 27:46 nomor satu di 2019 adalah kompas.com. 27:49 Oke. 27:49 Dan itu cukup mengejutkan. 27:51 Iya. Iya. Iya. 27:51 Ya. Nomor dua google.com. 27:53 Nomor dua google.com. [tertawa] Ya. 27:55 Artinya gini, ini website yang paling 27:56 banyak dikunjungi. Ya. 27:57 Betul. Nah, berarti kebayang ya berapa 28:00 banyak yang hadir ke website kompas.com. 28:03 Ada lagi tribunews.com. 28:05 Iya. 28:05 20 besar website yang paling banyak 28:08 dikunjungi adalah website berita. 28:10 Hmm. 28:11 Oke. Nah, dari sini kita kita jadi tahu 28:14 nih 28:15 jenis konten berita. Nah, jenis konten 28:20 berita yang dikonsumsi oleh masyarakat 28:23 ya ternyata kan bentuknya artikel. 28:25 Betul. ternyata masih efektif 28:29 begitu ya. Jadi masih diminati. Oke. 28:31 2019 dan kita tahu 2019 itu ada apa ya. 28:35 Iya. Iya. Iya. Ada si koro-koro ini. 28:37 [tertawa] 28:39 Jadi 2019 ya. Kenapa mas berita semua? 28:42 Karena 28:42 tahun politik. H 28:44 betul ya. 28:45 Tahun politik. Banyak sekali 28:47 bazer-bzeraran gitu ya. 28:49 Iya. Ada. Iya. Itulah pokoknya 28:51 seperti itulah kurang lebih ya. Nah, 28:53 jadi itu datanya. He. 28:54 Oke. Nah, yang kita mau lihat adalah 28:56 ternyata konten bentuknya artikel itu 28:58 masih efektif. 28:59 H 28:59 ya. Ee lalu berikutnya teman-teman 29:02 sesuaikan dengan platformnya. Kalau 29:05 WhatsApp bisnis bisa enggak bikin 29:06 artikel? Kan gitu kan. 29:07 H 29:09 bisa tapi bentuknya berarti broadcast 29:11 message. 29:11 Hm. 29:13 Benar toh. Jadi kita bikin sebuah ee 29:16 tulisan ya di WhatsApp kita dan kita 29:19 bagikan ke orang-orang 29:20 he 29:21 ya. Isi tulisannya seperti apa ya. 29:24 ada panjang kalau mau kita bahas 29:27 sekarang. Cuman intinya adalah sampaikan 29:29 dengan storyting. Karena storytelling 29:31 itu ee jauh lebih disukai sama orang 29:35 ya. Jadi pertama tulisan. He. 29:38 Oke. Bikin tulisan tentang apa? Bikin 29:40 tulisan tentang keresahan seseorang yang 29:42 solusinya adalah produk Anda. Nah, itu 29:44 bikin tulisannya itu. 29:46 Yang kedua, gambar. 29:48 Gambar berarti bisa foto produk 29:51 ya. Berarti ini dipakainya di mana? 29:53 dipakainya di status WA. 29:55 He. 29:55 Dipakainya bisa ketika Anda broadcast, 29:58 broadcast orang di WhatsApp ya. 30:00 Ee di atas tulisan, di atas teks yang 30:02 Anda kirimkan itu nanti ada gambarnya. 30:05 He 30:05 ya. Lalu bisa juga untuk mengisi konten 30:08 yang ada di Instagram, di fed, di story 30:11 ya. 30:12 Ee bisa juga untuk Facebook ya dan lain 30:15 sebagainya. Gambarnya gambar apa? Iya, 30:19 itu yang paling penting [tertawa] itu 30:21 yang paling penting. 30:21 Jadi saya harus bikin gambar apa, Bang 30:24 Faas gitu ya. 30:25 Betul. Itu yang paling penting. 30:27 Jadi gini. 30:27 He. 30:28 Untuk memulai teman-teman, Anda bisa 30:31 membuat sebuah gambar yang isinya adalah 30:35 foto produk Anda. Karena kalau produk 30:38 aja dan harga jadinya katalog, kan? 30:40 Iya. Dan kurang menarik. 30:42 Yes. Jadi kurang menarik kan. Nah, maka 30:44 setidaknya Anda bikin sebuah gambar. Di 30:47 dalam gambar tersebut harus ada foto 30:49 daripada produk Anda dan harus ada 30:51 sesuatu yang Anda sampaikan, katakanlah 30:53 gitu ya. Nah, tujuan daripada pembuatan 30:56 gambar dan dibagikan ini tidak selamanya 30:59 langsung untuk jualan kan. 31:00 Hm. 31:02 Jadi gini, nanti [terkesiap] kita itu 31:04 perlu bikin program kerja dari tanggal 1 31:06 sampai tanggal 30 kita itu mau bikin 31:10 konten apa saja. 31:12 Nah, kalau kita mau ee bisnis kita 31:16 eksistensinya itu tetap oke, 31:19 he 31:19 maka setiap hari ini kita harus 31:21 setidaknya posting satu konten. 31:23 Betul 31:24 ya? Di mana? Di WhatsApp. Oke, WhatsApp 31:26 dulu. Di status berarti kan status di 31:29 status berarti kita perlu perlu tahu 31:31 begini di status saya hari Senin atau 31:34 tanggal 1 saya mau posting konten yang 31:36 tujuannya untuk apa? Untuk jualan atau 31:39 sebatas untuk mengucapkan sesuatu? 31:42 mengucapkan sesuatu berarti katakanlah 31:45 ee selamat hari Senin katakanlah gitu ya 31:47 atau ee 31:49 selamat bulan baru dan lain sebagainya 31:52 ya. Tapi gambarnya harus ada 31:55 ee identitas dari produk kita. 31:57 He. 31:58 Itu cara paling mudah teman-teman. Anda 32:00 buka kalender. 32:01 He. 32:02 Anda cek terlebih dahulu di bulan 32:05 Februari ini 32:06 atau bulan Maret atau bulan-bulan lain 32:08 itu ada event apa saja? 32:10 Oh. Oh. 32:11 Hari libur nasional ada enggak? 32:13 Ada apa aja gitu ya? Iya. Iya. 32:15 Ada apa saja gitu ya? 32:16 Betul. 32:16 Ternyata ada hari ibu. 32:18 Nah, ternyata ada hari apa gitu ya. Nah, 32:20 ini sebentar lagi kita masuk Ramadan. 32:22 Iya, 32:23 betul ya. Nah, apalagi ketika Ramadan 32:25 kita punya banyak konten yang akan kita 32:28 harus bagikan gitu loh. Kayak contoh 32:30 ucapan ee berbuka puasa atau itu pasti 32:33 setiap hari kan. 32:34 Betul. 32:34 Ucapan berbuka puasa, selamat sahur dan 32:37 lain sebagainya 32:38 ya. Jadi buat hal-hal seperti itu ya dan 32:41 itu kita bagikan ke media sosial kita. 32:44 Entah WA, entah 32:46 ee apa namanya ee IG entah FB gitu ya, 32:50 Facebook atau Instagram. Nah, bikinnya 32:52 pakai apa, Bang Wawa? Saya kan enggak 32:54 bisa ng-edesain gitu ya. 32:55 Iya, betul. 32:56 Saya kan enggak bisa ng-edesain 32:57 bikinnya. Ee gini, setiap smartphone itu 33:01 sudah ada sebenarnya ee aplikasi untuk 33:05 ee mendesang. H 33:06 ada banyak cuman rata-rata orang 33:08 biasanya pakai Kanva gitu. 33:10 Oke, Kanva ya. 33:11 Yes. Jadi download [berdehem] Kanva itu 33:14 bisa 33:15 itu gratis. Insta shoot juga bisa. 33:17 Gratis. Insta shoot. 33:19 Yes. Begitu. Kalau Bang Musa pakai apa 33:21 biasanya? 33:21 Saya biasanya Kanva. 33:23 Pakai Kanva. Nah, jadi tinggal download 33:25 Kanva. He 33:27 ya. Nanti teman-teman bisa ee otak-atik 33:29 sendirilah sehingganya di situ ya. 33:31 Nah, 33:32 jadi Kanva tuh ee gimana cara pakainya, 33:34 Bang? 33:36 Jadi gini eh 33:39 ketika kita 33:41 ee teman-teman udah tahu dulu ya mau 33:43 bikin konten apa itu 33:45 udah tahu mau bikin konten apa? Oh saya 33:47 mau bikin konten e promo. Saya mau 33:49 sampaikan ke orang bahwa ini sedang beli 33:52 satu dapat dua 33:54 gitu ya. Saya suka lucu beli satu dapat 33:55 satu gitu karena memang beli satu kan 33:57 dapat satu memang kan. 33:58 Iya. Jadi memang enggak dapat bonus 33:59 apa-apa. Enggak dapat bonus apa-apa gitu 34:00 ya. 34:01 Beli satu dapat dua katakanlah begitu. 34:04 Nah, itu mau dikomunikasikan ke orang. 34:06 Nah, Anda tinggal buka kanva Anda nanti. 34:10 C A N V A 34:12 A 34:13 H 34:13 ya, bikin akun dulu nanti di situ pakai 34:15 email ya. Kalau belum punya email bikin, 34:18 enggak bisa minta anaknya bikinkan, gitu 34:20 ya. Pasti bisa. Iya. 34:22 Oke. Nah, setelah sudah ee menggunakan 34:25 Kanva, nanti di situ dipili Anda akan ee 34:27 memilih ukuran daripada gambarnya ini 34:30 untuk apa. 34:31 H 34:32 untuk mau dibagikan di WA, 34:34 iya, 34:34 mau dibagikan di Facebook atau mau 34:36 dibagikan di Instagram. Nah, urutannya 34:39 seperti itu nanti. 34:39 Betul 34:40 ya. Pilih dulu ukuran dari ee kanvasnya 34:44 gitu ya atau ukuran dari layernya. 34:47 Setelah sudah punya ukurannya ya, 34:49 barulah teman-teman bisa ee masukkan 34:52 teksnya di situ, masukkan gambar, kasih 34:55 warna dan lain sebagainya ya. Untuk 34:57 pertama ini kan jam terbang. Ketika 35:00 semakin sering kita gunakan, semakin 35:02 tahu kita 35:03 ya ee apa namanya? Prinsip-prinsip dalam 35:07 mendesain sesuatu. Ini kan jam terbang. 35:09 Jadi enggak perlu teman-teman, 35:10 saya harus bagus, enggak. Anda harus 35:12 bikin, enggak harus bagus. Anda harus 35:15 mulai. Enggak harus enggak harus bagus. 35:19 Begitu. Jadi tentang isinya aja yang 35:21 akan kita bahas. Anda perlu 35:22 menginformasikan tentang apa? Ucapan 35:24 demi ucapan itu penting. Anda sedang 35:26 punya promo diskon yang ee punya batas 35:29 waktu itu penting. 35:31 Ya. Lalu tentang ee macam-macam ya. 35:35 He 35:35 banyak sekali. Ini tergantung dari 35:37 kreativitas juga ya. Tips dari saya 35:39 ketika Anda foto produknya pastikan 35:42 ketika Anda foto produk itu jangan cuman 35:43 satu. 35:44 Hmm. He. 35:45 Tapi seenggaknya Anda butuh 25 gaya 35:48 dalam satu produk gitu loh. Ada yang 35:50 lagi diminum, 35:52 ada yang lagi dibuka gitu ya. Ada yang 35:53 lagi begini. Jadi, Anda punya bahan 35:55 banyak untuk membuat konten. 35:57 Iya. Supaya enggak monoton gitu ya. 35:58 Yes. Karena kalau cuma sebatas produk 36:00 aja tulisan ini untuk ini, untuk ini, 36:03 untuk ini, untuk ini. Nah, itu hampir 36:05 hampir tidak ada yang booming gitu. 36:07 Iya, betul betul. 36:08 Dibeli sih iya bumi yang kita inginkan 36:11 gitu kan. 36:11 Iya, betul betul betul. Supaya jadi yang 36:13 tadi itu ya. jadi viral eh produknya 36:16 terus dan lain-lain. 36:17 Benar ya? Kanva tuh saking simpelnya 36:20 kalau seandainya kita buka sudah ada 36:22 template-template-nya kita tinggal 36:24 ganti-ganti aja tuh tulisannya tinggal 36:26 diganti desainnya sudah jadi 36:28 jadi layak dicoba. Kalau enggak mau 36:29 instal di handphone buka website-nya 36:31 kanva.com. 36:32 Canva.com. Lanjut Bang Fas. Jadi ee 36:37 skill-nya udah berarti kan skill yang 36:38 harus dikuasai enggak perlunya skill 36:40 juga bisa dong. bisa 36:41 ada tadi salah satunyava dan ee ada 36:44 banyak yang lain-lainnya. Nah, Ustaz 36:46 kalau seandainya itu pun enggak mau 36:48 enggak mau dilakukan gitu karena mungkin 36:50 benar-benar gaptek atau keterbatasan 36:53 waktu mau nyari yang mau nyari een 36:56 agen-agen agen-agennya ada enggak sih 36:58 agen-agen yang bikin konten gitu atau 37:00 cara kita nyari orang-orang yang membuka 37:03 jasa bikin konten untuk usaha kita itu 37:05 gimana caranya, Bang? 37:06 Iya. Jadi gini, Bang Musa. 37:08 Ee tadi kita sudah bahas artikel satu, 37:11 yang kedua gambar. 37:12 Gambar 37:13 gambar jangan cuman semata-mata isinya 37:16 foto produk 37:18 dan harga itu aja gitu ya. Jangan cuman 37:20 itu. 37:21 Karena gambar itu harus mempresentasikan 37:23 secara utuh. 37:24 He 37:25 gitu ya. Nah, eh sebelum saya masuk ke 37:28 pertanyaan yang tadi ya teman-teman ya, 37:31 video dulu. 37:32 Oh iya, video juga penting ya. 37:33 Video gitu ya. Heeh. 37:35 Video itu dinilai sebagai konten yang 37:38 paling ee banyak dikonsumsi sama orang. 37:42 Itulah kenapa media sosial nomor satu 37:43 tetap YouTube. 37:44 Hm. 37:45 Karena YouTube platform untuk menonton 37:47 video kan gitu ya. 37:48 Iya. 37:48 Nah, video itu dinilai mampu 37:52 menyampaikan pesan daripada produk kita 37:54 secara jauh lebih utuh, jauh lebih 37:56 lengkap ya. Dan dia engagement-nya tuh 37:59 tinggi. Apa tuh engagement? Keterikatan 38:01 orang dengan konten itu tuh tinggi gitu 38:04 ya. dengan video. Nah, jadi teman-teman 38:07 kalaupun kita bukan seorang YouTuber, 38:10 bukan orang yang niat bikin video untuk 38:12 dapat iklannya YouTube ya, 38:15 tapi kita juga harus punya channel 38:16 YouTube. 38:17 Hm. 38:18 Ini dulu untuk apa? Untuk menyimpan 38:20 video kita. 38:21 Iya. 38:22 Video-video produk kita. Apa aja yang 38:24 bisa kita bikin videonya? video 38:25 testimoni, video aktivitas kita di 38:29 workshop ya, di gudang, aktivitas dagang 38:33 ya, video testimoni dan lain sebagainya 38:36 ya. Nah, setelah itu teman-teman 38:38 sekalian ya dari sini Anda paham bahwa 38:42 sejatinya pengusaha atau pelaku UMKM 38:44 sekalipun dia harus punya program kerja. 38:47 Isi dari program kerjanya dia itu adalah 38:49 pembuatan konten. 38:50 Hm. 38:51 Konten gambar untuk apa? 38:55 apa dia ambil video untuk apa dan 38:57 sebagainya gitu ya. Jadi harus punya 39:00 program kerja. 39:01 Oke. Kalau sudah punya program kerja ini 39:03 Anda tinggal ee sisipkan di waktu-waktu 39:07 harian Anda nih 39:08 ya. Ini saya kerjakan konten di jam 39:10 sekian jam sekian. Kalau dia 39:13 berpikir bahwa kayaknya akan habis waktu 39:15 saya nih kalau saya belajar dulu. 39:17 He 39:18 ya. Karena katakanlah gaptek tadi ya. 39:20 Saya gaptek. Kalau saya mau les dulu 39:21 nanti lama gitu ya. Kalau gitu saya 39:23 bayar orang aja lah. Nah, ada dua. Yang 39:25 pertama, Anda bayar orang sebagai staf 39:28 Anda yang mengerjakan ini semua ya atau 39:32 Anda bisa ee ambil project daripada 39:36 orang-orang yang ee membuka layanan 39:38 tersebut. Namanya adalah digital support 39:40 gitu ya. 39:41 Nah, kalau saya punya FAAS digital 39:43 support, jadi ah dan sejenis ya 39:46 teman-teman ya. He. 39:47 Jadi, Anda menitipkan pekerjaan 39:50 pembuatan konten kepada agency gitu. 39:53 H 39:54 ya. Jadi, si agency ini nanti dia akan 39:56 membuat konten Instagram Anda yang akan 39:59 diposting di Instagram Anda setiap hari. 40:01 Oke. Jadi, enggak usah pusing-pusing 40:03 lagi. 40:03 Jadi enggak pusing lagi dia. 40:04 H 40:05 jadi enggak pusing lagi. 40:06 Itu bisa sejatinya ya, Anda perlu 40:09 membangun tim ini. Tapi kalaupun tidak, 40:12 banyak kok orang-orang yang memang 40:14 membuka layanan seperti itu gitu ya. 40:16 harganya juga beragam rata-rata ya, 40:19 Teman-teman ya. Kita bisa sampai Rp35uta 40:22 sebulan. 40:23 Hm. 40:23 Hanya untuk pegang Instagram aja gitu 40:25 ya. He. 40:26 Nah, kabar baiknya Bu Musa insyaallah 40:29 gitu ya 40:30 eh 40:33 ke depan ya kayaknya rahasialah 40:35 [tertawa] 40:37 rahasia aja. 40:37 Rahasia aja deh kalau 40:39 pokoknya mantap [tertawa] 40:41 pokoknya nantikan. 40:42 Yes. Insyaallah membantulah. Insyaallah 40:45 kita akan bantu teman-teman sekalian 40:47 urusan ee usaha saya kontennya enggak 40:50 jalan nih Bang Fa nih Bang Musa nih. 40:52 Insyaallah nanti bisa dibantu tanpa 40:53 teman-teman perlu keluarkan uang 40:55 juta-jutaan. 40:56 Waduh waduh waduh. Ada kontak yang mau 40:58 di mau di-share? 40:59 Ee nanti aja. 41:00 Nanti aja 41:01 nanti aja ya. 41:02 Makanya terus dengarkan program ini. 41:06 Halus nih Bang Fawas marketingnya nih 41:08 bikin penasaran. 41:10 [tertawa] 41:10 Nah, Bang, terus berarti kalau gitu ee 41:14 kesimpulannya keterkaitan konten digital 41:17 yang baik sama eksistensi usaha tuh 41:20 sangat erat, Bang, ya? 41:21 Yes. 41:23 Terus berarti ada skill-skill lain 41:24 enggak, Bang, yang perlu kita kuasai nih 41:26 untuk membikin konten yang baik? 41:28 Jadi, Teman-teman sekalian, 41:30 ee terakhir dari pemaparan saya, saya 41:32 mau tutup begini. Hm. 41:34 Kalau Anda mainnya hanya secara 41:36 konvensional di dunia offline saja, 41:39 Anda rela sewa toko. 41:41 He. 41:41 Keluar uang, sewa toko, dan itu enggak 41:43 murah pasti. 41:44 Betul. 41:45 Ya, di pinggir jalan hanya ee salah 41:48 satunya untuk menjaga agar bisnis Anda 41:50 tetap eksis di mata orang-orang yang 41:52 lewat. 41:53 Betul. Di dunia online ya, eksistensi 41:57 Anda dinilai daripada konten yang Anda 42:00 bagikan setiap hari. 42:01 Hm. 42:02 Gitu. Dan konten yang Anda bagikan 42:03 setiap hari ini, Anda bisa pilih 42:06 sifatnya itu mengedukasi atau menghibur. 42:09 H 42:10 ya mengedukasi masyarakat tentang apa? 42:11 Tentang sesuatu yang ada kaitannya 42:13 dengan produk Anda dan lain sebagainya. 42:15 Itu dulu. Jadi perlunya pembuatan konten 42:18 secara konsisten dan ini penting. 42:19 Program kerjanya adalah 1 sampai tanggal 42:22 1 sampai tanggal 30 saya mau bikin 42:23 konten apa saja dan saya bagikan ke mana 42:26 saja, jam berapa saja gitu ya. 42:29 Insyaallah di pertemuan ee yang lain 42:31 kita akan bahas isi daripada informasi 42:34 konten yang akan kita bagikan itu apa 42:36 bagusnya gitu ya. 42:37 Iya. 42:37 Nah, karena waktunya enggak akan cukup. 42:39 Betul 42:40 seperti itu. Kalau tentang skill-nya, 42:41 skill apa? Skill-nya adalah skill 42:44 mendengar dan berani melakukan aja dulu 42:46 gitu ya. [tertawa] 42:47 Yang penting action ya. Yang penting 42:49 action gitu dan lain-lain. Nanti juga 42:52 nyari jalan jalan keluarnya tuh kalau 42:54 ketemu solusi. 42:55 Yang penting benar kata Bang Fas di awal 42:57 yang penting memulai tidak harus 42:59 sempurna yang harus dimulai. 43:01 Betul. 43:02 Banyak WhatsApp masuk Bang Fawas. Kita 43:04 bacakan WhatsApp-watsapp dari Ikhwan dan 43:06 Akhwat sebelum ee kita akhiri sesi ini. 43:10 Ee ada dari Bunda Milda. Oh, benar tadi 43:13 nanya ee benar tuh ingin bingung. Kadang 43:15 kita mau posting, 43:17 kadang kita mau posting, tapi takut 43:19 orang lain bosan melihatnya 43:22 begitu. Kalau ada Oh ee, ada enggak sih, 43:25 Bang Fawas, waktu-waktu posting tuh 43:26 idealnya berapa kali seminggu 43:28 ya 43:28 dari Bundailda? 43:30 Nasehatnya. 43:32 Langsung kita jawab. 43:33 Langsung jawab aja, Bang Fa 43:35 baik. Jadi kapan idealnya toko kita 43:38 kelihatan sama orang yang lewat? 43:40 Iya, betul. Setiap saat. [tertawa] 43:43 Setiap saat gitu ya. He 43:44 setiap saat ya. Nah, tapi kita juga 43:47 harus paham 43:48 kalau kita memposting sesuatu di 43:51 Instagram. 43:51 Heeh. 43:52 Ya, 43:54 kita kan hanya ditampilkan kepada 43:56 orang-orang yang mem-follow kita bila 43:58 kita tidak menggunakan hashtag. Nah, ini 44:01 menarik tuh hashag. 44:02 Nanti kita akan bahas juga tuh ya 44:04 apa itu hashtag gitu ya. 44:06 Heeh. 44:06 Nah, jadi itu ee pengelompokan 44:10 konten bagi Instagram. Bagi Instagram, 44:14 hashag itu pengelompokan konten. 44:16 Jadi ee jam berapa saja yang harus kita 44:19 bagikan 44:20 pertama-tama dan efek activitatifnya ee 44:23 efektifnya gimana gitu ya. He. 44:25 Kalau Anda belum bisa bikin setiap hari, 44:27 bikin 2 hari sekali. 44:29 Oke. 44:30 Posting 2 hari sekali. Kalau sehari 44:32 sekali Anda masih berpikir bahwa itu 44:34 berat, ya buat 2 hari sekali postingan 44:37 gitu ya. 44:38 Sehari sekalipun enggak nganggap orang 44:39 itu sebagai spamming kan. Enggak enggak 44:41 enggak 44:41 masih ok lah ya. Kecuali kita sehari 20 44:43 kali tuh ya. 44:44 Yes. 44:44 Baru tuh ganggu itu. 44:45 Jadi Anda bayangkan ya kan konten-konten 44:47 zaman sekarang tuh banyak konten-konten 44:48 ri tanda kutip. 44:49 Iya 44:50 ya. Konten riak. Nah ada. Nah lucunya 44:52 gini ada yang kejebak bikin konten riak 44:55 karena memang pengen ria. 44:56 Heeh. 44:57 Ya. Tapi sejatinya ada yang bikin konten 44:59 riak karena dia tahu bahwa masyarakat 45:03 suka konten itu. 45:04 Hmm. Jadi dia memang manfaatin itu gitu 45:07 Yes. Karena dia dia memang bikin konten 45:09 tersebut dengan sengaja agar di 45:12 mendapatkan banyak penonton kan gitu 45:14 kan. 45:14 Betul dan lain-lain. Nah, kita balik 45:16 lagi ke pertanyaan tadi. Jam berapa? Jam 45:19 berapanya itu enaknya kalau di Instagram 45:21 itu ada inside. 45:22 He. 45:23 Inside kita bisa lihat orang-orang yang 45:26 melihat konten kita dari 7 hari itu 45:29 rata-rata paling tinggi di hari apa dan 45:31 jam berapa. Itu ada detailnya semua. 45:33 Hm. He 45:34 ya. Jadi ada kita perlu bisa membaca 45:36 data laporan dari si ee platformnya gitu 45:39 ya. Nah itu yang kita bahas ini 45:40 Instagram. Tapi untuk membuka fitur itu 45:42 Anda harus mengaktifkan Instagram 45:44 bisnis. 45:44 Bisnis. Baik. 45:45 Instagram bisnis harus dikoneksikan 45:47 dengan fanpage Facebook. 45:50 Begitu. Jadi harus bikin Facebook dulu. 45:51 Bikin fanpage lalu di 45:54 dengan Instagram. 45:55 Yes. Nanti Ibu akan lihat jamnya jam 45:57 berapa yang paling efektif dari ee 46:00 follower si Ibu ini ya. Kalau dia mau 46:03 ditemui setiap saat, maka dia harus 46:05 gunakan hashtag gitu ya. 46:07 Hashtag-nya hashtag apa? Nah, insyaallah 46:09 nanti akan kita pelajari semuanya 46:11 lengkap gitu ya. Doain aja. Siap. Supaya 46:15 karena kalau dibahas semua sekarang 46:17 selain waktunya tidak cukup juga 46:18 informasi yang diterima terlalu banyak 46:20 lupa Bang. 46:21 Betul. 46:22 Jadi enggak efektif dari Ibu Hani. 46:23 Asalamualaikum warahmatullahi 46:24 wabarakatuh Ustaz Fawas. 46:26 Masyaallah. 46:27 Jika punya produk yang beragam, bukan 46:29 hanya satu produk saja, misalkan makanan 46:31 dan yang lain lainnya, sebaiknya 46:33 bagaimana? Mohon penjelasannya. Tadi 46:36 seperti yang dijelaskan di awal tuh, 46:37 Bang. Ibu Han ini punya produk misalkan 46:39 makanan, tapi bukan cuma makanan, punya 46:41 baju. Sebaiknya gimana, Bang? Apakah 46:43 disatukan di satu toko ataukah buka dua 46:45 toko yang berbeda atau seperti apa? 46:49 Sebenarnya enggak ada yang benar enggak 46:50 ada yang salah, Ibu gitu ya. 46:53 Yang penting terjadi enggak tuh 46:56 transaksi gitu kan. Iya. I 46:58 jadi gini gini gini ya. Kalau yang 47:00 dijual makanan, yang dijual minuman, 47:02 yang dijual baju, yang dijual ini dalam 47:04 satu tempat, bukankah supermarket gitu 47:07 juga? 47:08 Dan laku-laku aja ya. 47:09 Yes. 47:09 Iya. 47:10 Nah, tapi orang perlu tahu kan bahwa 47:13 bentuknya memang supermarket. 47:15 Heeh. 47:16 Ya, saya mau belanja di brand A. He 47:19 brand A itu supermarket yang memang di 47:21 dalamnya itu lumrah aja ada produk yang 47:24 beragam. 47:25 He he. 47:26 Iya toh. Nah, maka ee Ibu perlu membuat 47:31 satu brand toko. 47:33 He. 47:33 Ya, satu brand toko. 47:35 Pilihannya gini ya. Mau bikin brand toko 47:38 yang seakan-akan ini adalah ee 47:41 minimarket, semua produk ada 47:43 atau spesifik hanya di pada 47:45 produk-produk tertentu. He, 47:47 gitu ya. Contoh, contoh, contoh gini. 47:50 Kalau Anda cuman jual sambal. He. 47:52 Nah, saya saya ini ya saya ee notice ee 47:57 sambal kakak saya nih. 47:58 Wis boleh namanya apa? Boleh. Sambal 48:00 perawan. 48:01 Wah, menarik tuh judulnya. [tertawa] 48:04 Judulnya tuh bikin orang menengok 48:06 sejenak. 48:07 Sambal perawan ya kan itu jelas ya. 48:09 Sambal 48:10 perawan. 48:10 Perawan. 48:11 Nah, 48:12 tapi dia menjual barang yang lain, 48:14 produk-produk lain. Tapi tetap makanan 48:15 sih gitu ya. Tapi jenisnya beda nih. 48:17 Bukan sambal. Bukan sambal, dia juga 48:19 buka katering dan lain sebagainya kan. 48:21 Nah, si sambal perawan tadi kan si 48:22 sambalnya. 48:23 He. 48:24 Nah, untuk yang ini dia bikin warung 48:26 baba metal gitu. 48:28 Nah, karena di dalam warung baba metal 48:30 itu ada si sambal tadi gitu ya dan lain 48:33 sebagainya. 48:34 Jadi saran saya untuk Ibu yang bertanya 48:36 tadi, terima kasih sebelumnya sudah 48:37 bertanya. Saya bisa menyarankan ibu 48:40 kalau tetap mau menjual semuanya 48:42 sekaligus ya, Ibu bikin satu brand toko. 48:46 Yang toko itu sifatnya adalah seperti 48:49 minimarket or something gitu ya. 48:51 Minimarket online, minimarket digital. 48:52 Ibu siapa namanya? 48:53 Ibu Hani. 48:54 Ibu Han Cengkareng. 48:55 Eh, mini market honey. Wah, gitu ya. 49:00 Online market honey ya dan lain 49:02 sebagainya lah 49:03 ya. Nah, baru biar produk-produk itu 49:05 bisa dijual sekaligus karena yang 49:06 dibranding adalah 49:07 minimarketnya. 49:08 Minimarketnya begitu. Jadi tinggal pilih 49:10 dulu Ibu mau satu-satu 49:12 atau seperti itu. Yang mana yang lebih 49:15 paham Ibu sendiri tentunya. 49:17 Iya. Jadi mau membesarkan brandnya atau 49:19 mau membesarkan minimarketnya tinggal 49:22 pilihan ada di bahani. 49:24 Ada pertanyaan menarik ee Bang Fawas. 49:26 Asalamualaikum warahmatullahi 49:27 wabarakatuh. Saya Nandang dari Sukabumi. 49:30 Saya penderita tuna netra. ingin rasanya 49:32 saya bisa jualan online. Saya bisa 49:35 menggunakan handphone dengan menggunakan 49:37 aplikasi tertentu, tapi saya bingung 49:39 cara mengantarkan barang ke tempat jasa 49:41 pengirimannya dan bingung tentang 49:43 hal-hal teknis lainnya dengan 49:45 keterbatasan ini. Terima kasih. 49:48 Baik, saya langsung jawab aja ya. Anda 49:50 tidak bisa kerjakan sendirian. 49:52 Sil. He. 49:53 You need help. 49:54 H 49:54 itu sudah pasti. 49:55 H 49:56 gitu ya. Nah, ee bukan karena 49:59 keterbatasannya karena semata-mata fisik 50:01 ya. 50:02 Tadi kita juga sempat bicara tentang 50:04 orang ada keterbatasannya karena 50:05 kemampuan, 50:06 betul. 50:06 Karena waktu dan lain sebagainya, 50:08 ya. Maka dari itu 50:10 insyaallah gini teman-teman ya, ee 50:12 kurang lebih kami sedang mendesain 50:14 sebuah digital support yang eh jauh 50:19 lebih [tertawa] 50:21 ekonomis gitu ya. 50:22 Jauh lebih ekonomis ya. Karena kita 50:24 memang niatnya adalah membantu 50:27 ya. Insyaallah nanti ee akan terus dapat 50:29 update bantuannya itu dalam bentuk apa 50:31 aja. 50:32 Pembuatan konten. 50:33 Wuh mantap. 50:34 Dan kita akan melibatkan masyarakat yang 50:37 tanda kutip teman-teman ya memang sedang 50:40 kesulitan ekonomi. 50:41 Oh. Jadi ini bisa menjadi solusi untuk 50:43 semua. 50:44 Betul. Jadi teman-teman yang sedang 50:46 tidak bekerja insyaallah nanti kita akan 50:48 didik juga agar mereka punya skill 50:50 mendesain dan bisa saling membantu gitu 50:52 ya. bisa saling membantu. Kurang lebih 50:55 seperti itu. Jadi nanti dari pembuatan 50:57 konten dan lain sebagainya gitu ya, ada 51:00 banyak hal di digital support itu nanti 51:01 akan dibantu. Jadi Bapak tentu tidak 51:03 bisa kerjakan ini sendirian. 51:05 Kalau dari saya seperti itu gitu ya. 51:07 Baik. Baik. Jadi memang ee kalau 51:10 sendirian tuh seperti kita berjalan di 51:12 hutan belantara, kita enggak punya 51:13 teman, enggak punya orang yang 51:14 mengingatkan. Jadi masuk ke pertanyaan 51:16 selanjutnya di Bang FA sebelum ditutup. 51:18 Bagaimana caranya kita menemukan 51:20 komunitas yang pas untuk digital 51:22 marketing ini sambil kita menunggu 51:24 program yang akan Bang Fawas luncurkan 51:26 nanti. Apakah ada komunitas-komunitasnya 51:28 tempat kita bisa bertanya, berdiskusi. 51:31 Baik. 51:31 Karena ee kalau seandainya satu orang 51:35 mungkin akan sulit menemukan solusi, 51:37 tapi kalau dicari solusi oleh 51:39 bersama-sama di komunitas itu mungkin 51:41 akan lebih mudah. Mungkin manfa ada 51:43 komunitas monggo di-share. 51:45 Baik. Jadi rekan-rekan sekalian ya, 51:49 ketika kita mau 51:51 jago silat, 51:52 he 51:53 ya kita tentu harus latihan silat gitu. 51:54 Betul. 51:55 Kalau kita mau latihan silat, 51:57 he 51:58 kita harus tahu dulu di mana tempat 52:00 latihan silatnya. 52:01 Hm. 52:02 Nah, ketika kita mau memulai ee karir 52:07 penjualan online kita bisa enggak 52:09 sendiri? Bisa. Tapi akan sangat memakan 52:12 waktu. Memakan waktu untuk apa? Belajar. 52:15 karena saya lakukan semua sendirian gitu 52:17 ya. 52:17 Akhirnya 2 tahun 3 tahun itu habis hanya 52:19 untuk belajar aja dagangnya kapan belum 52:23 gitu. 52:23 Nah, itu dia. Jadi, rekan-rekan ya ee 52:27 ada beberapa info sih yang saya mau 52:29 sampaikan juga ya. Info pertama untuk 52:30 teman-teman yang mau belajar mulainya 52:32 dari mana gitu ya. 52:34 Insyaallah 52:35 Anda tinggal tongkrongin terus nih terus 52:38 nih program yang 2 minggu sekali ini. 52:41 Karena tadi nanyanya di mana tempat saya 52:43 bisa nanya? Di sini. 52:44 [tertawa] 52:44 Hm. Mantap aja kita bacakan. Kalau 52:47 enggak terbaca kita balas. 52:48 Iya. 52:49 To follow Instagram saya di @fawas 52:52 F A U W A Z E. Insyaallah Anda bertanya 52:55 di DM insyaallah saya balas gitu ya. Itu 52:59 satu sudah kejawab ya nanyanya di mana 53:01 ya. Instagram saya ada di @ F A U W A Z 53:05 E FA Z tulisannya 53:08 ya. Itu. Lalu belajarnya di mana? 53:11 Insyaallah kita juga akan bikinkan 53:13 sebuah lembaga pendidikan nonformal 53:16 untuk digital marketing ini gitu ya. 53:18 Yang kita ee sedang coba agar Februari 53:21 ini kita bisa running. 53:22 Wih, mantap. Bentar lagi nih, Bang. 53:24 Yes. Info terakhir ya untuk rekan-rekan 53:27 semua ee pendengar hasil di mana pun 53:30 Anda berada ya. Kita juga nanti akan ee 53:34 membutuhkan banyak sekali teman-teman 53:37 yang mau pekerjaan freelance gitu ya. 53:40 Hm. He. 53:41 Nah, jadi kita juga membuat sebuah 53:43 program ya, di mana kita mengedukasi 53:46 orang 53:47 tanpa biaya apapun nih, tanpa biaya 53:48 apapun gratis. Gimana caranya 53:51 menghasilkan uang dari rumah begitu ya. 53:54 Insyaallah minggu depan itu juga sudah 53:56 mulai kita open ya. Tapi dia ini saya 53:59 bicara bukan bukan ini ya, bukan MLM ini 54:01 ya. [tertawa] 54:03 Jangan dipikir oh nanti MLM. 54:06 Tidak. Jadi kita edukasi masyarakat ikut 54:09 trainingnya. Setelah training nanti kita 54:11 pandu dia bagaimana menghasilkan uang 54:13 dari rumah. 54:14 He 54:14 ya tanpa biaya apapun. Jadi bisa infokan 54:18 mulai sekarang ke anak, ke sepupu gitu 54:20 ya, ke tetangga dan lain sebagainya ee 54:24 melalui si online.id gitu ya. 54:27 Onlineekan.id. 54:29 Onlineekkan.id. Nah, insyaallah beberapa 54:31 hari ke depan sudah mulai bisa dibuka, 54:33 sudah mulai bisa diakses 54:35 gitu ya. Nah, nanti akan di situ ada 54:37 program untuk cari uang dari rumah tanpa 54:40 keluar modal ya dan ada juga program 54:43 untuk edukasi kewirausahaannya. 54:45 Hm. 54:46 Seperti itu, Teman-teman. Oke. Jadi 54:48 kalau menunggu itu silakan ditonton 54:52 terus ini dikomentar 54:54 ya di di YouTube-nya Anda komentari 54:57 insyaallah nanti dijawab juga sama kita 54:58 dan lain sebagainya. 54:59 Mantap, mantap, mantap. komentar dari 55:01 YouTube. Ada beberapa yang masuk nih, 55:02 Bang Fawas di acara kita pada kali ini. 55:04 Dari Bang Jefri, alhamdulillah menyimak. 55:06 Dari Bang Rasyid di Jakban Channel 55:09 YouTube TV alhamdulillah nyimak. Dari 55:11 Yustati Rusli hadir dari Balqis 55:14 Hanaviza. Halo Kaawas. 55:16 Halo [tertawa] 55:19 Monitoring Central Batavia. Ahlan 55:21 wasahlan Rasil dari Abang Ale Denpasar 55:23 nyimak. Terima kasih semua Iwan dan 55:25 Ahwat. Terakhir Bang Faos, ada yang 55:26 ingin disampaikan sebagai penutup? 55:28 Saya pikir ee 55:31 sekarang kita memang sudah tidak bisa 55:33 menghindari lagi nih, Bang. Musa, 55:35 mau enggak mau kita perlu mengonlinekan 55:38 segala bentuk aktivitas karir gitu ya. 55:40 Bukan cuman bisnis tapi 55:42 karir. 55:43 Karir gitu loh ya. Bikin CV online. 55:46 Betul [tertawa] 55:46 ya. Bikin CV-nya digital biar lebih 55:48 keren gitu 55:49 dan lain sebagainya. Kita juga enggak 55:51 bisa menghindari kenyataan bahwa kita 55:54 perlu belajar. 55:56 Betul. [tertawa] 55:57 kita perlu belajar. Betul 55:58 ya. Nah, titipan saya cuma sebatas 56:00 begini. Hati-hati dengan modus seminar 56:04 berantai. 56:05 Hmm. 56:06 Modus seminar berantai dalam artian ya 56:08 memang tanda kutip 56:09 bisnisnya memang seminar aja gitu 56:12 ya. Anda nanti biaya berapa? R5uta 56:15 setelahnya ee R juta setelahnya R juta 56:18 setelahnya enggak selesai-selesai. 56:20 Iya. Iya. Terus saja 56:21 ini enggak selesai-selesai gitu ya. Nah, 56:23 kenapa saya bisa sampaikan gini? Karena 56:24 saya korban gitu. salah [tertawa] 56:27 pernah mengalami gitu ya teman-teman ya. 56:29 Nah, itulah ee motivasinya 56:32 kita kasih 56:34 ee sebuah edukasi yang utuh ya tanpa 56:37 Anda perlu bayar berkali-kali 56:38 berkali-kali berkali-kali. 56:40 Jadi sadarilah bahwa kita semua perlu 56:43 belajar termasuk saya dan sesungguhnya 56:45 nih saya ini sekarang sedang belajar 56:47 gitu ya. 56:48 Ya, karena 90% 56:50 efektivitas belajar itu ketika kita 56:52 mengajar 56:54 ya. Justru ketika saya mengajar begini. 56:55 Nah, ini saya yang belajar paling banyak 56:57 nih. 56:57 Hm. 56:58 Dari teman-teman sekalian. Mungkin itu 57:00 aja ya. Mungkin itu aja. Semoga 57:02 teman-teman semua dijaga 57:03 kesehatannya, ee keuangannya ya. Mohon 57:06 maaf bila sara kata. Asalamualaikum 57:07 warahmatullahi wabarakatuh. 57:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:09 wabarakatuh. 57:10 Terima kasih Bang Faas. Pesan 57:12 terakhirnya sungguh menarik. Jangan, 57:14 kita sudah tidak bisa lagi menghindar 57:16 karena semuanya akan beralih ke online. 57:18 Termasuk buat ikhwan dan akhwat yang 57:20 masih jomblo ke depannya mungkin ada 57:22 taaruf online dan lain-lain. Terima 57:25 kasih Bang Fa sekali lagi terima kasih 57:27 Mas Fajar, Bang Anis di meja operator. 57:29 Terima kasih Iwan dan akhwat semuanya 57:31 yang telah menyimak kita dari awal tadi 57:32 di jam 10.30 sampai saat ini. Mohon maaf 57:36 apabila ada salah-salah kata, ada 57:37 kekurangan, ada canda-canda yang kurang 57:39 berkenan. Saya Muhammad Musalf dan juga 57:43 Mister Fawas undur diri. Wabillahi 57:45 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 57:46 warahmatullahi wabarakatuh. 57:58 Berhasil [musik] TV. 58:03 Haleluya.