Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Mohon perhatian, pintu pengajian telah
- dibuka. Kaum muslimin dan muslimat
- dimohon memasukinya. Ketika di majelis,
- bersikaplah tenang. Perhatikan Qurannya,
- perhatikan sunahnya, diingat, dicatat,
- dan diamalkan. Insyaallah Allah akan
- meridai kita semua. Amin ya Allah ya
- rabbal alamin.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Marhaba
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Hamdaniban
- fuhunaard asadu alla ilahaillallah wa
- asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- waa ali sayyidina Muhammad. Masih
- dipanjarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimagis Cibubur
- Bekasi, Radio silaturahim dan juga rasio
- visual untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat apa kabarnya di sore hari ini?
- Yang pertama kami ucapkan asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Semoga
- ikhwan di mana pun Anda berada dalam
- keadaan baik, sehat selalu dan selalu
- dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Tentunya Iwan akhwat senang
- sekali di sore hari ini tausiah sore
- kembali hadir untuk edisi Rabu ya
- bertepatan dengan 4 Rabiul Awal 1439
- Hijriah bertepatan dengan 22 November ya
- 2017. Ikhwan akhwat telah hadir guru
- kita Ustazah Bulji yang alhamdulillah
- seperti biasa di Rabu sore akan
- memberikan tausiahnya untuk kita semua.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat ya? Alhamdulillah
- mudah-mudahan tampak sehat bugar. Amin.
- Nampaknya potongan laut baru, Ustaz.
- Alhamdulillah di kesempatan sore ini,
- Iwan AT, kita akan kembali melanjutkan
- ee pembahasan dari buku yang beliau
- tulis ya, Indahnya Hidup berakidah,
- Ustaz, ya. I har ini mengenai alislam
- dinul khis atau Islam adalah agama yang
- benar, Ustaz. Ya. Seperti apa? Langsung
- saja ikhwan akhwat kita akan menyimaknya
- kurang lebih nanti ee 40 atau 50 menit
- ke depan. Setelah itu seperti biasa kita
- akan membuka sesi tanya jawab. Untuk itu
- yang pertama kita simak dahulu uraiannya
- seperti apa. Kami persilakan Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil
- huda winil haq liyudhirahu aladini
- kullihi wa kafa billahi
- syahida. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim ala nabina
- Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wa
- jundihi waman tabiahum bisanin ila
- yaumil qiamah. Masyaallahu kan wam yasya
- lam
- yakun la haula wala quwwata illa
- billah. Subhanaka la ilma lana
- illa ma alamtana innaka antal alimul
- hakim. Qallahu taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Watammat
- kalimatubika sidqo wa adla la mubaddila
- likalimatihi wahu samiul alim.
- Sadaqallahulzim. Ayyuhal ikhwah
- rahimakumullah. Ikhwan dan akhwat
- pendengar setia radio
- silaturahim
- dan pemirsa TV Rasil.
- Alhamdulillah pada sore hari ini Allah
- masih memberikan
- kesempatan berjumpa kembali walaupun
- hanya melewati udara dalam
- suasana ya sejuk disertai dengan udara
- yang nyaman karena mendung ya insyaallah
- mudah-mudahan banyaknya hujan membawa
- barokah bagi kita semuanya.
- Sore hari ini pun mudah-mudahan antum
- semuanya yang ada di rumah, di ruang
- dengar, mungkin di jalan, mungkin di
- kantor, mungkin di mana saja Allah
- senantiasa menyertai dengan rahmat,
- hidayah, berkah dan kasih sayangnya yang
- tercurah pada antum semuanya.
- memantapkan akidah
- keimanannya, diberikan keberkahan
- rezekinya, dan diberikan kesehatan
- jasmani,
- rohaninya sehingga hidup ini menjadi
- berkah. Yang kita harapkan adalah
- selamat dunia dan akhirat dalam ridanya.
- Amin ya rabbal
- alamin. Ikhwan dan akhwat
- rahimakumullah, kita masih membicarakan
- atau
- kajian
- mengkaji buku Indahnya Hidup
- Berakidah sampai pada bab 4 tentang
- Itiqadul Muslim nahwal Islam. Keyakinan
- seorang muslim terhadap Islam agamanya.
- Karena ada orang Islam
- tapi mengaku sebagai seorang
- muslim tapi keyakinan terhadap
- agamanya mungkin
- separuh-separuh. Kadang percaya kadang
- tidak. Ya, kira-kira mendatangkan
- keuntungan percaya gitu ya. Yang
- kadang-kadang dirasakan berat kurang
- percaya dan seterusnya. Tentu ini tidak
- kita
- kehendaki. Kita harus totalitas. Kalau
- kita sebagai seorang muslim tentu saja
- keyakinan kita terhadap Islam agamanya
- pertama sudah saya sampaikan yakin bahwa
- al-Islam adalah wahyu
- ilahi. Yakin bahwa itu wahyu ilahi.
- Firman Allah,
- kalamullah. Jadi sepi dari campur tangan
- manusia. bukan hasil
- kesepakatan, bukan hasil musyawarah,
- bukan hasil seminar, bukan hasil
- penelitian, tapi
- langsung dari Allah yang menciptakan
- alam semesta.
- Ketika Allah menciptakan
- makhluk, maka disertai dengan
- pranata
- cara ataupun
- mekanisme
- berjalannya kehidupan ini, yaitu dengan
- undang-undang an-nidam atau asyariah
- yang diatur.
- Apalagi terhadap manusia yang dipercaya
- sebagai khalifatullah di muka bumi. Nah,
- annidam atau
- asyariah, undang-undang ilahi inilah
- yang disebut dengan agama adin itu yang
- harus
- dipatuhi karena datang dari sang
- pencipta. Yang menjadi ciri khas agama
- Islam adalah
- arrabbaniyah. Artinya memang Islam
- datang dari Allah.
- bukan dari manusia, bukan ide pemikiran,
- bukan filsafat,
- bukan aklamasi, suara terbanyak
- kesepakatan manusia, bukan gak ada
- urusannya dengan pendapat manusia
- langsung Allah
- turunkan. Itu Islam. Kalau bukan dari
- Allah, bukan Islam.
- Jadi Islam memang wahyu yang diturunkan
- langsung dari Allah melewati malaikat
- Jibril disampaikan kepada para nabi dan
- nabi terakhir akhir zaman adalah
- disampaikan wahyu itu kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam sebagai hudalinnas, petunjuk
- bagi manusia. Ini harus menjadi
- keyakinan kita.
- Prinsip yang kedua dari pengertian
- arrabaniah adalah inti daripada ada
- agama yang diturunkan dari Allah.
- Dikenalkan siapa sang pencipta
- dan diserukan agar menyembah itu hanya
- kepada Allah yang mencipta alam
- semesta. Itu prinsip agama. Gak bisa
- ditawar. Kalau ini ini akidah,
- keimanan gak bisa itu
- tawar-menawar karena mutlak sini. Tauhid
- ini
- keimanan yang tersimpul pada kalimat
- lailahaillallah. Ini yang dibawa oleh
- para nabi. Jadi tidak ada satu orang
- nabi pun yang berbeda dalam hal ini
- sama. Kita bisa baca, bisa lihat, bisa
- buka Quran surah Al-Anbiya ayat 25.
- Allah berfirman,
- auzubillahiminasyaitanirrajim. Wama
- arsalna min
- qoblika mir rasulin
- illa
- nuhi ilaihi annahu la ilaha illa anna
- [Musik]
- fa'budu. Sadaqallahuladzim.
- yang
- artinya, "Tidaklah kami
- mengutus orang sebelum engkau Muhammad
- min rasulin dari seorang
- rasul." Jadi, Allah mengutus nabi
- sebelum
- Rasulullah illa
- kecuali nuhi ilaihi kami wahyukan
- kepadanya annahu la ilaha illa ana
- fa'budun.
- bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan
- kecuali aku, maka sembahlah
- aku. Nah, ini prinsip nih. Ini yang
- dibawa oleh para
- nabi. Tidak ada perbedaan nabi-nabi
- dahulu, baik Nabi Nuh yang pertama kali
- menerima
- syariat, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi
- Isa, Nabi Muhammad, sama
- prinsipnya. Bisa kita lihat surat Asyura
- ayat 13.
- Saro lakum minaddin ma waso bih nuha
- walladzi aaina
- ilaika w was bihi ibrahim wa musa wa
- isa an akimudin wala tatafarqu fi kabur
- alal musyrikina ma taduhum ilaih allahu
- yajtabi ilaihi ma yasya waahdi ilaihi ma
- yunib
- sadaqallahulim telah mensyariatkan aku
- bagi kamu minaddin dari adin dari agama
- kita terjemahkan din itu
- agama ma wasobo bihi nuha seperti yang
- diwasiatkan kepada Nabi Nuh walladzi
- aaina
- ilaika seperti yang kami wahyukan
- kepadamu Muhammad jadi Nabi Nuh pertama
- nabi yang menerima syariat sampai nabi
- yang terakhir ternyata sama yang
- diwahyukan oleh Allah kepada para nabi
- itu. Was bihi Ibrahim wa Musa wa Isa.
- Itu enggak sama seperti yang
- diwasiatkan kepada Nabi Musa eh Nabi
- Ibrahim, Nabi Musa, Nabi
- Isa. Jadi sama yang dibawa oleh para
- nabi. Kalau kita lihat surah Al-Anbiya
- 25 tadi, apa yang dih para nabi tadi?
- Annahu la ilaha illa anna fa'budun.
- Tidak ada Tuhan yang wajib disembah
- kecuali aku, kata Allah. Maka sembahlah
- aku. Maka
- menjadi ciri daripada agama khas
- isuddinil Islam. Ciri khas daripada
- agama Islam yang pertama adalah
- arrabbaniyah.
- Dalam dua pengertian tadi bahwa
- pertama Allah turunkan agama ini atau
- agama Islam itu atau agama-agama dahulu
- yang diperboleh para nabi itu dari Allah
- langsung. Bukan hasil kesepakatan, bukan
- hasil kongres, bukan hasil muktamar,
- seminar, suara terbanyak gak ada. Bukan
- hasil renungan, pemikiran seorang yang
- jenius. Gak ada urusan dengan manusia
- melainkan yang langsung diturunkan dari
- Allah Subhanahu wa
- taala. Ternyata apa yang diturunkan
- Allah itu sama. Nabi Nuh, Nabi Ibrahim,
- Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad sama.
- Apa intinya? La ilahailla anna fa'budun.
- Dan yang kedua perintahnya fa'budun maka
- sembahlah aku. Kata Allah yang harus
- disembah.
- Maka
- larangan yang sangat dilarang, larangan
- keras adalah kalau manusia menyembah
- kepada selain
- Allah. Yang dimasukkan dalam kategori
- dosa besar, dosa yang paling besar kalau
- seorang menyembah kepada selain
- Allah. Menyembah dalam
- arti tidak hanya melakukan ritual, tapi
- dalam sikap dan perbuatan. Dalam
- tuntutan tauhid itu ada dua pengertian
- tauhid. Tauhid rububiyah dan tauhid
- uluhiyah atau tauhid
- ubudiyah. Seorang yang sudah mengakui
- bahwa tidak ada tuhan selain Allah itu
- sudah benar dari segi tauhid
- rububiyah. Selain Allah
- makhluk. Kalau disebut tidak ada Tuhan
- kecuali Allah berarti memang hanya
- Allah. Selain Allah makhluk.
- Kalimat ilah di sini adalah segala
- sesuatu yang
- dipuja, yang dikagumi, yang digandrungi,
- tempat meminta, tempat berlindung, ya
- tempat menggantungkan
- harapan itu
- Tuhan. Maka
- macam-macam. Maka Allah tegaskan lailaha
- tidak ada Tuhan, tidak ada sesembahan,
- tidak ada tempat memuja, tidak ada
- tempat meminta.
- Tidak ada tempat beribadah
- kecuali kepadaku, kata Allah. Jadi haram
- hukumnya menyembah, menganggap ada Tuhan
- lain selain Allah. Nah, ini keyakinan
- seperti ini masuk dalam kategori tauhid
- rububiyah.
- Tetapi ini saja belum cukup karena masih
- ada
- tuntutan tauhid uluhiyah atau tauhid
- ubudiyah. mengesahkan kepada zat yang
- disembah hanya kepada Allah. Ifradul
- ma'bud bil ibadah maaltiqadi
- wahdatihiatan wa sifatan wa af'alan. Ini
- definisi ahli ilmu kalam yang mengatakan
- bahwa beribadah itu hanya kepada Allah
- Tuhan yang
- esa. Baik pada zat, sifat maupun
- af'alnya. Iyaka na'budu wa iyaka nastain
- yang kita baca setiap hari.
- 17 rakaat, 17 kali kita membaca
- minimal iyaka na'budu. Ini pernyataan
- kita dan sikap hanya kepada Engkau ya
- Allah kami menyembah. Artinya gak boleh
- kita memuja selain
- Allah. Apa ada orang yang mengaku tidak
- ada tuhan selain Allah? Zikirnya
- lailahaillallah tapi praktiknya masih
- menyembah kepada selain Allah.
- Barangkali banyak.
- Ini yang disebut
- dengan syirik yang bisa yang tersembunyi
- yang tidak nampak.
- Kadang-kadang yang melakukan juga tidak
- merasa.
- Contohnya sebutan lailahaillallah tapi
- yang disembah kuburan.
- meminta kepada
- kuburan, meminta kepada pohon, meminta
- kepada karuhun, minta pada
- danyang-danyang atau dalam
- bentuk syirik modern adalah Allah Tuhan
- yang disebut, tetapi dia bergantung
- kepada materi. Seolah-olah materi adalah
- segala-galanya. Sehingga apapun yang
- namanya urusan yang berkaitan dengan
- materi itu dia akan perjuangkan.
- Seolah-olah dia menjadi pengabdi,
- menjadi hamba materi, Abdul Butun. Kalau
- Allah yang perintah, enggak didengar.
- Tapi kalau perintah kepentingan materi,
- dia lakukan dengan sukacita dan segala
- pengorbanan jiwa raga. Jadi mengidolakan
- kepada materi seolah-olah materi adalah
- segala-galanya.
- Bahkan sampai pada gilirannya benar atau
- salah tergantung untung atau rugi dari
- segi materi. Ini
- neopaganisme mempertuhankan materi. Ada
- lagi mempertuhankan hawa nafsunya. Ada
- lagi mempertuhankan karena
- kecerdasannya. Jadi dalam hidup ini
- kecerdasanlah yang menjadi gaid.
- Sekalipun ada ayat, ada firman Allah
- ditepiskan firman Allahnya yang
- diutamakan adalah kecerdasan dan hawa
- nafsunya. Ini juga sama.
- Jadi ketika kita sudah mengatakan
- lailahaillallah, maka sepenuhnya
- motivasi dan orientasi hidup kita, kita
- persembahkan hanya bagi Allah
- semata-mata. Ini yang dibawa oleh para
- nabi. Jadi inti adin, inti agama itu
- sama. Yang kedua, wala tatafarqu fi.
- Tegakkan agama. Jangan ber
- firqah-firkah, jangan
- bercerai-berai, jangan
- berkelompok-kelompok saling
- fanatik, taasub dengan kelompoknya,
- kemudian menyalahkan orang lain. Lebih
- besar lagi ada gerakan takfir, takfiri.
- Mengkafirkan orang lain, menyalahkan
- orang
- lain.
- Padahal perbedaan itu hanya perbedaan
- masalah fikih. interpretasi dari sebuah
- hukum yang masing-masing masih punya
- hujah, hanya interpretasi yang berbeda.
- Kita gak boleh
- mengklaim, menjustifikasi pada orang
- lain salah. Kalau dia menganggap bahwa
- di yang paling benar orang lain salah,
- ini sudah lain lagi. Sudah taasub,
- sombong, bahkan yang muncul
- adalah apa? Kebanggaan pada dirinya. Ini
- yang dilarang.
- Sepanjang akidahnya benar, rukun imannya
- masih enam, rukun Islamnya lima,
- Tuhannya Allah, kiblatnya Baitullah,
- Nabinya Muhammad, kitabnya Al-Qur'an itu
- sama. Adapun interpretasi ya namanya
- interpretasi sahabat saja berbeda, tapi
- perbedaan itu tidak boleh menjadikan
- tanazu,
- tafaru ini yang perlu kita apalagi pada
- masa-masa seperti sekarang. ketika Islam
- diposisikan seolah-olah menjadi apa
- namanya agama yang membahayakan mereka
- sehingga selalu saja dikambing hitamkan
- dengan berbagai macam teori ya teori
- untuk menyudutkan umat Islam di kalangan
- islamofobi ya maka diperlukan kita
- kompak dan kebersamaan itu. Jangan
- dikala kita diposisikan oleh orang-orang
- yang tidak suka pada Islam. Islam
- kemudian dipojokkan sedemikian rupa
- dengan berbagai macam isu-isu
- seolah-olah Islam itu menjadi hal yang
- membahayakan dunia, mengancam
- dunia. Kemudian kita malah sibuk dengan
- perpecahan di antara kita. Kita mesti
- cerdas dalam hal ini. Kita melihat
- sehingga kita bisa tahu mana yang kawan,
- mana yang
- lawan dan kita bisa memilah dan
- memilih. Jangan hanya karena perbedaan
- sedikit. Kemudian kita masing-masing
- ngasa golok misalnya karena menganggap
- musuh. Salam aja enggak mau. Wah, ini
- kita kerdil pemikiran kita. Berarti kita
- tidak dewasa dalam beragama. Tidaknya
- tidak
- berdewasa, tapi sungguh tercela kalau
- misalnya kita takasub pada kelompok dan
- golongan. Dan ini dilarang oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala. Ini yang pertama. Yang kedua
- kemarin sudah kita kata, kita sampaikan
- bahwa Islam adalah agama yang
- yang benar, dinul
- haq, agama yang
- benar. Karena memang datang dari Allah
- yang menciptakan alam semesta yang tentu
- saja maha alim, maha tahu segala sesuatu
- seluk-peluk kehidupan. Jadi kalau agama
- itu diturunkan dari sang pencipta tentu
- saja tahu tentang rahasia dan selukbeluk
- kehidupan. Mana yang baik untuk manusia,
- mana yang tidak baik untuk kita, mana
- yang berakibat buruk, mana yang akan
- berakibat baik, tentu saja. Nah, syariat
- yang diturunkan Allah itu yaitu Islam,
- dinul haq, agama yang benar.
- Nah, kemudian yang ketiga hari ini
- adalah kita agama kita adalah agama yang
- bersih. Alislam dinul
- khalis. Agama yang suci, yang bersih.
- Bersih dari syirik. Unsur
- syirik. Gak boleh dicampur-campur agama
- kita dengan kemusyrikan dan dalam segala
- bentuknya.
- Wama umiru illa liyab'budullaha
- mukhlisina lauddin. Dan tidak
- diperintahkan, tidaklah kami
- perintahkan tidaklah
- diperintahkan illa kecuali liya'budullah
- mukhlisina lahuddin. Menyembah kepada
- Allah dengan mukhlisina
- lahuddin. Dengan bersih beragama dengan
- tulus dengan bersih. Tauhid ya tauhid
- yang benar tidak ada unsur-unsur syirik
- di dalamnya.
- Keyakinan kita kepada Allah ya
- lailahaillallah. Amaliah perjuangan kita
- ya perjuangan yang lillahi
- taala. Jadi bersih dari anasir. Anasir
- syirik yang bisa membawa kepada
- kebinasaan. Khalis anis syirk. Bersih
- dari syirik.
- Karena Allah Subhanahu wa taala
- memerintahkan, "Qul innama umirtu an
- a'budallaha wala usrik
- bihi." Katakan
- sesanya diperintahkan, aku diperintahkan
- untuk menyembah Allah dan dilarang untuk
- menyekutukannya.
- Jadi enggak ada itu ada
- cabang-cabang Tuhan itu dibagi-bagi.
- Misalnya Tuhan langit, Tuhan bumi,
- kemudian apa
- namanya Tuhan itu ya dan berbagai macam
- bentuk syirik-syirik itu dilarang
- bersih.
- Mukhlisinalahuddin. Kalau bertanya
- tentang siapa Allah, qul huallahu ahad.
- Allahus somad. Lam yalid walam yulad
- walam yakun lahu kufuwan ahad. Katakan,
- "Dialah Allah Tuhan yang esa. Tidak dua,
- tidak tiga, tidak
- berbilang. Allahusad," Allah tempat
- bergantung. Seluruh makhluk hidup ini
- bergantung kepada Allah. Allah yang
- menghidupkan. Allah yang mengatur
- rezeki. Bahkan alam
- semesta jagat raya ini dalam
- pengendalian Allah Tuhan yang esa. Tidak
- ada
- kekuatan lain yang mampu
- menggerakkannya.
- kecuali hanya
- Allah. Dan Allah yang memelihara alam
- semesta dari jagat makro sampai jagat
- mikro, virus,
- bakteri. Allah yang mengatur, yang
- menciptakan, yang menggerakkan, yang
- meng yang menghidupkan. Semua dari Allah
- mutlak. Tidak ada Tuhan
- lain. Allah maha
- mengetahui yang nampak ataupun yang
- tersembunyi oleh mata
- manusia. Berapa jumlah daun di hutan?
- Berapa jumlah butiran pasir di laut?
- Bentuknya bagaimana? Allah yang
- tahu. Dan makhluk gegremetan sampai
- makhluk yang besar semuanya dalam
- pengendalian dan pemeliharaan Allah.
- Tidak sesaat pun Allah lupa pada makhluk
- ciptaannya. Semua dalam genggaman dan
- pengendalian Allah Subhanahu wa taala.
- Semua Allah yang membagi rezekinya.
- Tidak ada yang bisa bergerak melainkan
- dengan izin Allah. Hatta jatuhnya daun
- kering terbawa angin jatuh ke mana?
- Allah juga yang menggerakkan. Allahu
- Akbar.
- Ini keyakinan kita sebagai orang yang
- bertauhid yang merupakan persyaratan
- agama yang mutlak, bersih dari berbagai
- macam anasir syirik. Dan syirik itu
- termasuk dosa yang
- besar.
- Kemudian Islam adalah agama
- yang bersih
- dari al-akhta w
- nuqsan, dari kekeliruan dan kesalahan.
- atau
- kekurangan. Jadi agama Islam agama yang
- sempurna. Watat
- kalimatika
- wa la mubaddila likalimatihi wahu samiul
- alim. Agama yang
- sempurna. Kalimat telah sempurnalah
- kalimat Tuhanmu yaitu
- Al-Qur'an sebagai kalimat yang benar dan
- adil.
- Tidak ada yang dapat merubah-rubah
- kalimat-kalimatnya dan dialah yang maha
- mendengar lagi maha
- mengetahui. Kenapa disebutnya sebagai
- agama yang bersih dari kekeliruan dan
- kekurangan? Karena agama Islam agama
- diturunkan dari yang Maha
- Benar, dari yang maha
- sempurna, dari yang maha
- mengetahui, dari yang maha kuasa.
- Jelas gak mungkin ada kekeliruan, ada
- kesalahan atau
- kekurangan. Karena Allah tidak pernah
- lupa. Ayat yang sering kita baca dalam
- surah Albaqarah seayat
- kursi yaitu Allah tidak pernah lupa,
- tidak pernah tidak pernah tidur, tidak
- pernah mengantuk.
- Jadi seluruh jagad raya ini Allah yang
- memelihara dan sedetik pun Allah tidak
- pernah lupa. Nah, kalau dari zat yang
- maha sempurna, maha kuasa, maha benar,
- maha mengetahui, menurunkan aturan,
- jelas aturannya adalah watammat kalimat
- robbika sidqo wa
- adla la mubaddila likalimatihi wahu
- samiul alim. Jelas kalimat yang
- sempurna, yang benar dan penuh dengan
- keadilan. Kalau menuntut keadilan,
- keadilan yang sesuai dengan
- undang-undang yang diturunkan dari
- Allah. Kalau peraturan undang-undang
- yang dibuat oleh
- manusia ini tidak akan sepi
- dari nilai-nilai yang subjektif.
- Apalagi ada kepentingan setiap manusia,
- kepentingan,
- kecenderungan. Jadi relatif,
- subjektif. Maka keadilan yang berdasar
- pada peraturan manusia, kita
- lihat mungkin satu sisi adil dan sisi
- lain ada kekurangan, ada kekeliruan.
- Jadi gak akan sempurna.
- Karena segala sesuatu yang berdasarkan
- kepada ideologi pemikiran
- manusia itu pasti akan terjadi
- dialektis, yaitu pertarungan pendapat,
- dialektika
- logika yang gak akan habis-habisnya.
- Dalam teori kebenaran menurut logika
- pemikiran manusia itu pasti terjadi
- pertarungan antara tese
- antitese. Pendapat baru yang diakui saat
- itu diakui kebenaran karena hebatnya
- jitunya
- pemikiran tapi tidak akan bisa bertahan
- lama.
- Pada bersamaan dengan berlalunya
- waktu, dia akan nampak
- kekurangannya, akan nampak
- kelemahannya sehingga akan terkoreksi
- dengan pendapat
- baru. Maka tese pendapat lama akan
- mendapat saingan dengan pendapat baru
- yang lebih baik.
- Akhirnya yang akan dipakai adalah
- pendapat yang baru, anti
- tese. Nah, dalam perjalanan waktu pun
- pertarungan antara tese antitese,
- pendapat lama dan pendapat baru ini
- masing-masing ada plus minusnya, ada
- kekurangannya.
- Dari koreksi pertarungan dua yang lama
- dan yang baru lahir pendapat baru lagi
- yang lebih baik daripada tese ataupun
- antitese. Itu dalam teori sebut
- sintese. Pendapat baru yang lama usang
- ditinggalkan tese maupun antitesenya
- yang muncul pendapat baru. ini diakui
- kebenarannya. Tapi lagi-lagi karena
- manusia
- sumbernya maka relatif subjektif ini pun
- tidak akan mungkin dapat
- menjangkau
- massa ataupun tidak bisa secara
- universal bisa diakolaih
- semua. Maka ini pun pendapat baru itu
- pun nanti akan usang begitu selanjutnya.
- sintese menjadi tese baru, akan mendapat
- perlawanan antitese baru, melahirkan
- sintes baru dan begitu seperti lingkaran
- setan yang tiada berujung. Maka kalau
- logika dijadikan sumber hukum
- semata-mata, yang terjadi adalah
- pertarungan pendapat yang tiada
- habis-habisnya.
- Allah tidak pernah di dalam keyakinan
- agama Islam berdasarkan wahyu Allah
- tidak pernah
- mempercayakan pemikiran, logika,
- ideologi pemikiran manusia menjadi
- pegangan baku yang bersifat universal.
- Apalagi sekarang
- terbukti dengan kecerdasan itu kita
- lihat banyak sekali orang
- merekayasa apakah itu membuat
- undang-undang, membuat
- peraturan. Ternyata di dalamnya ada
- interest, personal interest, ada
- kepentingan. Maka sekarang kita lihat di
- kalangan apa? yudikatif ya, lembaga yang
- membuat undang-undang. Nah, di sini
- menjadi objek orang-orang nakal
- bagaimana meluluskan keinginan
- mereka, bagaimana undang-undangnya
- supaya tidak menjerat
- mereka, supaya upah apa yang dia
- usahakan, apakah di bidang bisnis atau
- bidang apa bisa melihat keuntungan yang
- banyak. Nah, ini kan ada undang-undang
- aturan dibuatlah undang-undang
- dipengaruhi ya. Ini bukan rahasia
- lagilah. Sudah jelas sokok
- menyokok ada korupsi ada macam-macam itu
- jelas jelas sekali di mata kita. Nah,
- karena
- subjektif ini yang membuat heboh. Maka
- kalau itu menjadi pegangan yang
- universal, pegangan yang bisa menjangkau
- peradaban, gak mungkin. Maka Allah
- Subhanahu wa taala tidak pernah
- mempercayakan kecerdasan logika manusia
- sebagai pegangan hidup yang bersifat
- universal. Artinya apa? Kalau pendapat
- manusia membuat aturan sejalan dengan
- aturan Allah, ya boleh kita
- pakai. Tapi kalau bertentangan, jelas
- sebagai orang beriman gak akan memakai
- pendapat manusia kalau itu bertentangan
- dengan kehendak Allah. kita akan memilih
- apa yang bersifat universal yang mutlak
- kebenarannya dari Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, oleh karenanya Allah
- menurunkan
- agama sebagai pedoman
- hidup. Banyak orang beragama menganggap
- bahwa agama itu ritual semata-mata atau
- hanya di
- masjid.
- Keliru. Karena Islam mengatur seluruh
- aspek hidup kita. Watat kalimatbika
- sidqo wa adlah.
- telah sempurna kalimat Tuhan dengan
- benar dan penuh dengan keadilan. Artinya
- memang untuk mengatur seluruh aspek
- hidup kita. Maka Islam adin itu bimana
- annidam asyariah artinya aturan hidup
- yang
- mengatur dinamika aktivitas kita
- sehari-hari yang kalau kita bulatkan
- dari aturan-aturan yang Allah turunkan
- itu adalah kesimpulannya adalah wujud
- ibadah atau pengabdian kita kepada
- Allah.
- sebagai hamba
- Allah melihat kehidupan ini, bagaimana
- aktivitas kita, dinamika kita bernilai
- ibadah kepada
- Allah yang akan dinilai dari motivasi.
- Apa yang mendorong menjadikan motivasi
- dia bergerak, dia melakukan sesuatu dan
- yang kedua orientasi dipersembahkan ke
- mana, apa yang kamu lakukan.
- Islam mengatur kepada kita sebagai agama
- yang benar, agama yang lurus, agama yang
- bersih daripada kepentingan-kepentingan
- nafsu. Maka diarahkan bahwa ketika kita
- akan melakukan sesuatu
- hendaknya diniatkan dengan niat tulus
- karena Allah.
- Nah, kalau sudah niat karena Allah,
- berarti nilai-nilai yang akan kita
- lakukan itu adalah nilai-nilai yang
- positif, nilai-nilai kemuliaan,
- keluhuran, kebaikan, dan kebenaran yang
- bermanfaat untuk kita sendiri yang
- melakukan dan juga untuk orang lain.
- Berdampak positif dan jauh daripada
- dampak-dampak
- negatif. Itu baru punya nilai ibadah.
- Maka Rasul menekankan betul agar
- aktivitas kita apalagi yang ibadah
- mahdoh harus tulus lillahi taala.
- Innamal a'malu bin niyat wa innama
- likulli mrii ma
- nawa. Jadi ini amal seseorang itu
- tergantung dari niatnya.
- Kalau Islam menganjurkan bahwa semua
- motivasi hidup harus diniatkan lillahi
- taala karena apa yang dilakukan itu
- adalah bernilai ibadah. Tidak hanya
- ibadah mahdoh saja, ibadah ghairu
- mahdoh, maka niatnya harus tulus karena
- Allah. Dan kalau niatnya tulus karena
- Allah, dipersembahkan kepada Allah,
- tentu apa yang kita lakukan adalah nilai
- yang bernilai positif.
- Gak ada ibadah kok merugikan orang
- lain. Gak ada niat yang tulus kalau
- kemudian kemudian menjadi masalah di
- dunia. Maka inti daripada agama ini
- adalah membawa
- kebajikan. Ayat yang
- populer di mana-mana disebut adalah wama
- arsalnaka
- illa rahmatan lil alamin. Itu inti
- agama.
- Jadi menjadi rahmat bagi alam semesta.
- Tidak hanya pada orang Islam sendiri
- yang mengamalkan. Tapi kalau Islam itu
- diamalkan dengan motivasi dan orientasi
- wujud pengabdian dan ibadah kepada Allah
- itu akan berdampak positif dan harus
- berdampak
- positif sekalipun kepada orang lain,
- pada orang kafir
- sekalipun tidak akan merugikan orang
- lain. Jadi kalau Islam diamalkan tidak
- akan merugikan orang lain. Maka Allah
- utus para nabi
- itu tidak untuk membangun
- militer. kemudian mengancam orang-orang
- kafir. Tidak ada satu ayat pun yang
- memerintahkan aku utus engkau nabi para
- rasul untuk apa? Membasmi,
- membumihanguskan orang-orang kafir. Gak
- ada. Tapi untuk rahmatan lil
- alamin. Untuk memberikan penjelasan ke
- mana arah hidup, mengenalkan kepada
- siapa pencipta dan bagaimana cara
- menyembahnya. Kemudian diperintahkan
- untuk hidup damai sejahtera kepada
- sesamanya. Ya, ciptakan alam semesta.
- Diberikan kecerdasan. Kecerdasan yang
- termotivasi dengan nilai ibadah.
- Sehingga kecerdasan penemuan-penemuan
- sains dan teknologinya membawa
- kesejahteraan dan kemakmuran umat
- manusia. Dicegah segala bentuk yang bisa
- merugikan mencelakakan orang lain. Bukan
- hanya manusia, bahkan pada hewan, pada
- tumbuh-tumbuhan. Maka disebut alam. Wama
- arsalnaka illa rahmatan lil alamin. Itu
- semesta alam.
- waktu haji ketika sudah memakai pakaian
- ihram itu tidak itu harus dijaga
- kesucian maka pakaiannya
- putih-putih di situ indikasi atau
- mengindikasikan bahwa melakukan ibadah
- ritual ibadah haji itu harus suci, harus
- bersih. Tidak hanya bersih lahirnya,
- bersih batinnya, suci dari anasir
- syirik. Kemudian suci juga pandangan
- kita, wajah kita, mata kita, telinga
- kita, lisan kita. Setiap waktu kita
- berwudu lahiriahnya fisik kita yang kita
- basuh. Tapi pesan yang tersirat adalah
- jaga panca indra
- kita, jaga lisan kita, jaga mata kita,
- jaga telinga kita. Kita basuh kepala
- kita, jaga pemikiran kita.
- Kesucian ini masyaallah luar biasa.
- Itulah
- agama. Jadi gak ada yang agama itu untuk
- menghancurkan orang kafir. Kalau soal
- agama la ikraha fiddin. Tidak ada
- paksaan dalam
- agama. Artinya apa? Sekalipun ada agama
- lain dia yakin seperti itu,
- silakan. Allah sendiri tidak pernah
- memaksa. Kenapa tidak pernah memaksa?
- Karena kebenaran itu sudah jelas. Wail
- haqqu mirbikum faman falyummin faman sa
- falyakfur. Katakan kebenaran itu dari
- Tuhan yang menciptakan kamu. Yang tahu
- persis anatomi psikis manusia. Yang tahu
- persisukbluk kehidupan. Yang tahu persis
- benar dan salah. Diturunkan salah itu
- dengan jelas kepada para nabi sampai
- pada akhir zaman.
- gangguan. Maka karena manusia sudah
- diberikan
- kecerdasan, diberikan hati
- nurani,
- diberikan ayat-ayat kauniah, diutusnya
- para nabi, jelas. Silakan
- aja. Kalau memang mereka memilih apa
- yang dia pilih, silakan. Hidup itu
- sebuah pilihan. Cuma resiko tanggung
- sendiri. Tapi gak ada perintah kalau
- lain agama harus diperangi, dihabisi.
- Gak ada. Itu maka adalah lakum dinukum
- waliadin. Bagimu agamamu, bagiku
- agamaku. Hidup
- damai, Ustaz. Itu tapi kenyataan kan
- Islam itu perang ada jihad. Betul. Jihad
- itu bukan untuk menghancurkan lawan,
- tapi untuk menegakkan
- kebenaran, untuk menegakkan
- keadilan. Untuk yang diperangi bukan
- sebenarnya bukan manusianya, tapi
- karakter buruk yang kalau dibiarkan akan
- merusak kehidupan. itu yang diperangi
- kezalimannya, kekufurannya,
- kemaksiatannya. Dan itu pun karena
- dimulai. Karena mereka yang memulai
- dalam Islam gak boleh memulai perang itu
- gak boleh. Nabi melarang jangan kau
- mulai memulai dengan menyerang
- mereka. Bahkan ketika pernah digelar
- satu pasukan, baginda Nabi
- berpidato, "Jangan kamu berharap ketemu
- musuh." Ini kan artinya kita gak suka.
- Islam itu bukan agama yang haus perang,
- haus darah. Jangan kau berharap ketemu
- musuh padahal pasukan sudah
- digelar. Tapi kalau kus datang juga
- menyerang, nah di sini harga diri kita
- sebagai rijalul mukmin, sebagai sifat
- kesatria, maka kamu jual, saya beli. Dia
- datang menyerang, maka kita punya
- kepribadian. Gak boleh kita lari
- melarikan diri menjadi pengecut. kita
- hadapi. Maka prinsip dalam Islam tidak
- boleh
- mengganggu, tapi juga tidak mau
- diganggu. Jangan melecehkan pada orang
- lain, tapi juga tidak mau dilecehkan
- karena punya harga diri. Kalau soal
- kehidupan, mari kita
- damai. Ciptakan kedamaian sama-sama.
- Sepanjang itu bukan urusan akidah, kita
- bisa hidup bersama dengan
- siapapun, agama apapun.
- Maka orang kafir pun menurut Islam
- dibagi dua. Ada kafir zimmi, ada kafir
- harbi. Kafir yang damai kita harus
- damai. Enggak boleh kita menyakiti orang
- sekalipun orang
- kafir melecehkan, menghinanya gak boleh.
- Kalau dia mengajak damai. yang kita
- perangi kafir harbi yang dia memerangi
- baru kita perangi. Nah, maju maju tak
- gentar gak pernah mundur ke belakang
- kalau sudah akidah diganggu oleh mereka.
- Tapi kalau mereka damai masyaallah. Jadi
- isapan jempol isu belaka yang mengatakan
- bahwa Islam itu bahaya. Islam itu kan
- mereka eksistensi mereka khawatir
- kekafiran mereka terganggu kalau Islam
- itu besar. Padahal besarnya Islam itu
- seperti pohon yang rindang. Seperti yang
- disebutkan dalam surat Ibrahim yang
- berkali-kali saya
- sampaikan. Akarnya kokoh, memang benar
- punya prinsip, punya pendirian.
- Batangnya terus tumbuh ke angkasa.
- Pribadinya, martabatnya makin naik,
- makin mulia. Daunnya rindang, rimbun.
- Makin besar pohon itu makin rimbun.
- Artinya indah. Akhlak pribadi orang
- beriman, tempat bernaung
- siapapun gak pernah dilarang orang
- bernaung di bawah pohon.
- Apalagi pada terik matahari yang panas,
- terik peradaban, panasnya hati-hati
- manusia berteduh di bawah naungan Islam
- akan terasa kesejukan,
- nyaman, dan pohon itu memberi buah
- setiap
- musim tanpa diminta dan dibagikan kepada
- siapapun. Itulah rahmatan lil alamin
- sebagai bentuk kontribusi positif
- terhadap kehidupan. Dan ini tuntutan
- bagi orang beriman. ciptakan suasana
- yang bisa memberikan amal pada orang
- lain. Bahkan menjadi parameter
- sebaik-baik manusia yang banyak
- memberikan manfaat terhadap orang lain.
- Ini Islam. Agama yang
- bersih, agama yang benar, agama yang
- suci. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Ya
- [Musik]
- rabbanaarna biannaqtarofna.
- [Musik]
- [Musik]
- asna fatub alaina
- taubah tagsilu kulla
- haubah
- wasurlanal
- urati wa aminir
- raati wagfirliwalidina
- [Musik]
- wa
- maudina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au jiratin au suhbah wal
- muslimina ajma amina rabbi asma fadlan
- wa judan
- [Musik]
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suuli
- shallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbihi
- adadatas
- shahbi walhamdulillahi
- [Musik]
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara-saudara. serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat, serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfaallahu alaihi wa
- alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir.
- Ya. Alhamdulillahbil alamin. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Setelah
- kita simak bersama tausiah yang
- disampaikan oleh Ustaz Abu Haza di sore
- hari ini. AlIslam dinul khalit atau
- Islam agama yang bersih. Iwat yang ingin
- bergabung seperti biasa menyampaikan
- pertanyaan, tanggapan, dan juga komentar
- dari pemaparan yang disampaikan oleh
- beliau tadi bisa mengirimkannya di nomor
- 0811999720 ataupun berinteraktif di
- 0218451512.
- Kita akan kembali setelah jeda berikut
- ini.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]