Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 Rasil TV 0:22 Rasil TV 0:38 Rasil TV 0:54 Rasil TV 1:09 Rasil TV 1:30 Bismillahirrahmanirrahim. 1:32 Assalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh ikhwan akhwat 1:35 rahimakumullah. 1:37 Syukur alhamdulillah atas karunia Allah, 1:40 rahmat, hidayah, inayah yang membuat 1:42 kita semua dapat berada bersama-sama di 1:46 acara pada pagi ini tausiyah pagi 1:50 bersama Ustad Abul Hidayat Syairoji yang 1:52 mudah-mudahan akan meningkatkan 1:56 kemampuan kita berpikir, menalar, dan 1:58 segala sesuatunya terkait dengan apa 2:01 yang sebaiknya memang harus dilakukan 2:03 kita sebagai muslim, hamba Allah yang 2:06 penuh harap atas ridho dan ampunannya. 2:10 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 2:12 kepada junjungan umat, kekasih kita, 2:15 Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi 2:16 Wasallam. Semoga kelak kita dipertemukan 2:19 dengan beliau di saat-saat yang sangat 2:22 kita rindukan di yaumil akhir. 2:24 Di bulan Rajab yang sangat istimewa ini, 2:27 bahasan kali ini tadi di off air bersama 2:30 Ustadz Abul Hidayah kayaknya akan 2:32 membuat kita semakin mantap nih. Kita 2:35 sapa beliau. Assalamualaikum 2:36 warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz. 2:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:39 wabarakatuh. 2:40 Alhamdulillah sehat ya. 2:42 Alhamdulillah. 2:42 Jadi terkait dengan saya sangat ingin 2:45 kita semua sebagai manusia punya nilai 2:48 kemanusiaan. Bahasan hari ini persisnya 2:50 apa, Ustadz? 2:50 Al-insaniyah al-alamiyah. 2:53 Hmm, al-insaniyah 2:55 al-alamiyah. 2:57 Mari kita simak apa yang akan menjadi 2:59 bahasan tausiyah pagi kita. Silakan, 3:01 Ustadz. 3:02 Bismillahirrahmanirrahim. 3:04 Assalamualaikum 3:06 warahmatullahi wabarakatuh. 3:08 Waalaikumsalam. 3:10 Bismillahirrahmanirrahim. 3:11 Alhamdulillah. 3:13 Was-shalatu was-salamu ala Rasulillah. 3:17 Wa ala alihi wa man tabi'ahum bi ihsanin 3:21 ila yaumil qiyamah. Masya Allahu kan. Wa 3:25 ma lam yasya lam yakun. La haula wala 3:29 quwwata illa billah. 3:31 Qalallahu Ta'ala fil Qur'anil Karim. 3:33 A'udzubillahiminasyaitanirrajim. 3:36 Wa ma arsalnaka illa kafatal lin nas. 3:41 Basyiran wa nazira. 3:44 Wa qala Ta'ala. 3:46 Wa ma arsalnaka illa rahmatal lil 3:49 alamin. 3:51 Wa qala Nabi sallallahu alaihi wasallam 3:54 buistu liutammima makarimal akhlak. 3:58 Sadaqallahul azim wa sadaqa rasulul 4:00 karim. 4:02 Ma'asyiral muslimin 4:04 ayyuhal ikhwan rahimakumullah 4:07 saudara-saudaraku kaum muslimin di 4:09 manapun Anda berada 4:13 teriring doa untuk antum semuanya, 4:15 mudah-mudahan pagi ini adalah pagi yang 4:16 cerah 4:18 pagi yang membawa berkah 4:20 pagi yang bisa memberikan banyak manfaat 4:23 dalam kehidupan kita 4:25 dalam naungan dan rida Allah subhanahu 4:27 wa taala. Amin ya rabbal alamin. 4:30 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah 4:34 banyak kasus dalam kehidupan kita 4:38 dari zaman klasik sampai 4:41 era digital seperti hari ini 4:45 abad milenium ketiga ternyata 4:48 pelanggaran hak sesama manusia 4:51 masih terjadi. 4:54 Saya sering menyampaikan bahwa 4:57 kita masih ter- mendengar nyaring 5:00 tangis dan derita orang-orang yang 5:02 diperlakukan 5:04 tidak manusiawi. 5:07 Masih nyaring terdengar derita mereka 5:10 oleh karena perilaku sesama manusia. 5:14 Bahkan 5:16 tidak jarang dalam berbagai macam 5:21 kegiatan 5:23 yang 5:24 harus mengorbankan 5:27 nyawa manusia. 5:29 Di bidang ekonomi misalnya karena 5:31 perbutan 5:33 perbutan 5:35 apa ya? 5:36 Macam-macam perbutan pengaruh, perbutan 5:39 harta, perbutan 5:40 tempat 5:42 perbutan kekuasaan apalagi 5:44 itu 5:46 tidak 5:47 segan-segan 5:50 untuk mengorbankan 5:52 banyak 5:54 nyawa manusia yang tidak berdosa. 5:59 Padahal diciptakan manusia itu punya 6:02 hati nurani 6:04 yang mestinya mereka tepo seliro 6:07 mawas diri 6:09 kemudian dia mampu melihat 6:12 bisa merasakan derita orang lain 6:15 ketika dia melihatnya. 6:18 Mungkin 6:19 mestinya dia bisa merasa 6:21 oh ternyata diperlakukan 6:24 tidak baik orang lain rasanya tidak enak 6:27 apalagi disakiti. 6:30 Maka ada tetembungan 6:34 ojo jiwit nek ora gelem dijiwit. 6:38 Kalau dicubit itu rasanya sakit ya 6:40 jangan nyoba-nyoba cubit orang lain. 6:43 Karena orang lain juga akan merasakan 6:45 seperti yang kita rasakan. 6:48 Inilah perlunya mengasah hati nurani. 6:52 Inilah perlunya menghidupkan 6:55 rasa tenggang rasa 6:58 yang akan melahirkan 7:01 sikap yang disebut simpati 7:04 bahkan empati. 7:07 Setiap tahun umat Islam itu di 7:12 training ya 7:14 dalam pelatihan 1 bulan lamanya 7:17 menjalankan ibadah puasa. 7:21 Salah satu di antara hikmah 7:24 menjalani ibadah puasa i- ibadah puasa 7:28 jika dilakukan dengan benar pasti akan 7:31 melahirkan 7:34 sifat tenggang rasa 7:37 tepo seliro dan mawas diri. 7:41 Ada asar, ada pengaruh 7:45 terhadap keimanan seseorang. 7:49 Akan menjadikan ber 7:51 hati budi bahasa yang halus. 7:55 Kemudian dia bisa menghormati orang lain 7:58 seperti halnya dia ingin dihormati. 8:02 Begitu selanjutnya. 8:05 Kalau ini benar, maka insyaallah kita 8:08 menjadi manusia 8:10 yang betul-betul mewakili 8:13 dari sifat atau ciri khas agama Islam 8:17 yang disebut dengan al-insaniyah 8:20 al-alamiyah. 8:22 Judul ini diambil dari 8:25 khosoisuddinil Islam, ciri khas daripada 8:28 agama Islam. 8:29 Antara lain adalah al-insaniyah 8:32 al-alamiyah. 8:33 Yang artinya bahwa Islam itu syariat 8:36 yang sangat menjunjung tinggi 8:39 nilai-nilai 8:41 harkat martabat manusia. 8:46 Jadi kalau dia Islam 8:48 sudah seharusnya otomatis dia menjadi 8:51 manusia yang tahu diri, tepo seliro. 8:54 Memiliki sifat simpati dan empati 8:57 terhadap orang lain. 8:59 Terhadap manusia, tidak disebut hanya 9:01 kepada muslim saja. 9:03 Berempat kepada manusia. 9:06 Sejelek apapun manusia 9:08 sudah orangnya pendek, kere, 9:10 belek 9:12 ya, brengsek, tetap harus kita hormati 9:14 dia sebagai manusia. 9:18 Kita kadang-kadang lupa 9:20 ketika kita sukses menjadi bos besar 9:23 enggak usah bos besar lah, bos kecil 9:25 saja, bos-bosan 9:27 punya pembantu di rumah, seenaknya 9:30 memperlakukan pembantu. 9:32 Dikuyo-kuyo, dibentak, dimarahin, enak 9:36 saja. Emang buatan dia apa itu pembantu? 9:40 Pembantu itu ada yang menciptakan. 9:44 Ono sing duweni. 9:47 Gusti Allah yang menciptakan, Gusti 9:49 Allah yang 9:51 yang punya hak untuk menentukan segala 9:53 sesuatu pada hambanya. 9:55 Lah kok dibentak-bentak seenaknya karena 9:58 pekerjaannya umpamanya 10:00 dia sudah lelah, sudah capek masih juga 10:02 dibebani dengan berbagai macam, 10:04 diperlakukan seenaknya. Eh, eling loh. 10:08 Mungkin yang bersangkutan tidak berdaya. 10:12 Sebagai pembantu ngadepin bos, tapi 10:15 ingat 10:16 Allah yang punya tidak terima. 10:21 Jangan sembarangan. 10:24 Maka siapapun dalam orang yang beragama 10:27 Islam 10:28 ketika dia memuliakan sesama manusia 10:32 ketika dia ada kepedulian terhadap 10:35 sesama manusia, menyambung silaturahim 10:38 saja, itu adalah malaikat ribuan 10:42 malaikat mendoakan. 10:43 Dan rahmat Allah itu turun. 10:46 Karena kasih dan sayang 10:48 yang dilakukan oleh dua insan manusia. 10:51 Yang dilakukan itu karena Allah 10:53 semata-mata. 10:55 Dan ini ajaran Islam, bukan ajaran 10:58 tetangga, bukan. 11:00 Kasih-kasih, emangnya 11:02 punya dia? 11:03 Bukan. 11:05 Itu Islam mengajarkan seperti itu, 11:07 kepedulian terhadap lain. Bahkan menjadi 11:10 parameter kedua sesudah 11:15 mulia 11:16 bebas dari kejatuhan martabatnya, dari 11:19 kehinaan, dari penderitaan, kalau ada 11:22 syaratnya dua. 11:24 Dua dimensi, habluminal Allah wa 11:25 habluminal nas. 11:28 Habluminal Allah sudah jelas karena 11:30 Allah yang menciptakan. 11:32 Allah yang memberi kecerdasan, Allah 11:34 yang memberi jantung, 11:36 memberi paru-paru yang hidup setiap 11:39 saat, menjaganya, memfasilitasi dan 11:42 seterusnya. 11:44 Berarti kita ini milik Allah. 11:47 Dengan segala nikmat yang kita sandang, 11:49 yang kita miliki, sudah seharusnya wajib 11:53 kita tunduk pada yang memberikan 11:55 segalanya. Wah, bahkan kita 11:58 mencintainya. 12:00 Ketika menjalani titah dan perintah, 12:02 bukan hanya dengan keterpaksaan, tapi 12:04 dengan sikap ridho kepada Allah 12:06 Subhanahu Wa Ta'ala. 12:09 Ini sudah satu keharusan. 12:11 Maka manusia model apa 12:14 kalau dia tidak mengenal Allah? 12:17 Manusia cap opo kalau dia sudah 12:20 diberikan segalanya oleh Allah kok 12:22 kemudian kemlungkung, 12:25 kemlinti, 12:26 enggak mau ingat, enggak mau dekat, 12:28 enggak mendengar perintah Allah 12:30 Subhanahu Wa Ta'ala. Bahkan dia berani 12:32 mem-bully terhadap agama yang Allah 12:34 turunkan untuk keselamatan manusia. 12:38 Wah, ini masya Allah. Ini kayaknya 12:41 jadi calon ngintip neraka ini manusia 12:44 seperti ini. 12:45 Lah kok bisa gitu? Nalarnya di mana? 12:50 Emang mbletek sendiri kamu dari batu 12:53 lahir ke dunia? 12:56 Allah yang menciptakan kita menjadi 12:58 manusia yang sempurna, punya kecerdasan. 13:01 Hebat memang manusia itu, tapi ada yang 13:04 memberi kehebatan. 13:08 Kita hebat, tapi kan kita tahu 13:11 bahwa kita menjadi manusia yang indah, 13:13 diciptakan seindah-indah ciptaan, 13:16 diberikan kecerdasan, diberikan 13:18 kemampuan, tapi ingat bahwa kita ini 13:21 diciptakan dari barang yang hina. 13:24 Ditolehi iso sing gelem tuku? 13:28 Nggak ada. 13:30 Barang yang hina menjadi manusia mulia. 13:33 Mbok eling, ingat. 13:36 Jangan kemlinti, jangan kemlungku. 13:39 Agama yang Allah turunkan itu adalah 13:42 bukan untuk Allah, Allah nggak butuh 13:44 kamu kok. 13:45 Allah nggak butuh kita. 13:50 Kita yang membutuhkan Allah. 13:53 Allah yang tahu rahasia kehidupan. 13:56 Maka diberikan jalan ini kau lewat toh 13:59 sini kamu, jangan lewat jalan kanan dan 14:03 kiri yang lain. Lewat jalan ini kalau 14:05 supaya kamu mulia. 14:08 Supaya kamu selamat, supaya kamu 14:11 bahagia. Syariat yang diturunkan itu 14:14 ibarat jalan, jalan yang akan bawa 14:15 kepada kebahagiaan. 14:17 Dunia akhirat. 14:20 Lha kok malah minggo ke kanan ke kiri 14:23 gembele gembele malah ngikut di jalan 14:25 berasa lah karu-karuan. 14:30 Lalu di mana nalar kita? Jadi sudah 14:34 menjadi satu keharusan kalau kita merasa 14:37 sebagai manusia yang diciptakan oleh 14:39 Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sudah 14:40 semestinya tunduk dan patuh 14:42 menghubungkan hidupnya kepada Allah 14:44 Subhanahu Wa Ta'ala. 14:46 Selalu ingat. 14:48 Selalu menyebut namanya. 14:50 Selalu mendengar perintahnya. 14:52 Meninggalkan apa yang dilarang. Ada 14:55 kerinduan ya Allah. 14:57 Dan mendekat kepada Allah. 14:59 Itu tandanya orang punya nalar benar, 15:02 punya hati nurani. 15:06 Sehingga dia menjadi manusia yang 15:07 beriman. 15:09 Yang bertauhid. 15:11 Yang ikrar dalam hatinya asyhadu alla 15:14 ilaha illallah, saya sak menja 15:16 menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain 15:18 Allah. 15:22 Lalu dia ta'abbud ilallah, dia beribadah 15:24 kepada Allah. 15:27 Seharusnya seperti itu, ini yang disebut 15:30 dengan hablum minallah, jadi punya 15:31 ikatan kepada Allah setiap saat. 15:35 Karenanya diperintah oleh Allah 15:36 Subhanahu Wa Ta'ala lima kali dalam 15:38 sehari semalam 15:41 dimaksud agar 15:43 kita selalu mendekat kepada Allah. 15:47 Allah kang murba ing dumadi loh, Allah 15:49 itu yang menciptakan alam semesta. 15:51 Allah yang memiliki segalanya, kita 15:54 diperintah mendekat sebo moro kepada 15:57 Allah. 15:58 Sowan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 16:00 coba. 16:02 Ini kan dan menghadap Allah itu suruh 16:04 minta, sebab sholat itu adalah doa. 16:08 Jadi kita diminta oleh Allah supaya kita 16:10 mau mendekat dan minta kepada Allah apa 16:14 yang menjadi keperluannya. 16:16 Coba kurang apa? 16:18 Coba sampean kalau misalnya 16:23 di diminta 16:25 karena kepedulian 16:28 misalnya presiden ya, tidak saya sebut 16:31 namanya 16:33 dalam rangka menjalankan undang 16:35 Pancasila sila yang kelima keadilan 16:37 sosial bagi rakyat seluruh Indonesia 16:40 dan pesan-pesan 16:42 undang-undang bahwa kekayaan 16:44 yang ada di Republik ini adalah 16:47 milik apa, dikuasai oleh negara untuk 16:50 sebesar-besar 16:52 kemakmuran 16:54 rakyat, nah umpamanya itu dipraktekkan 16:56 di Indonesia. 17:01 Tiap 17:03 bulan sekali 17:05 misalnya yang namanya 17:08 orang-orang miskin datang, datang ke 17:11 pemerintah presiden atau ke bupati 17:14 min suruh minta 17:17 suruh datang satu RT datang ke kabupaten 17:20 mintalah kamu 17:22 tiap bulan datang ke sini apa yang kau 17:24 perlukan 17:26 ini diminta oleh Allah kang murba ing 17:29 dumadi yang maha kaya yang memiliki 17:32 segala sesuatu suruh minta coba 17:35 itu dalam salat 17:38 masih juga enggak mau kan gembelo 17:40 namanya kemlungkung namanya 17:43 nah namun demikian 17:45 menjadi dimensi yang kedua yang 17:47 ditetapkan oleh Allah subhanahu wa taala 17:50 karena Allah memuliakan kepada sesama 17:53 manusia 17:55 kepada manusia maksud saya 17:57 maka dijadikan 18:00 parameter dan ukuran kemuliaan yang bisa 18:03 bebas dari kehinaan yaitu yang disebut 18:07 dengan tali hubungan kepada sesama 18:09 manusia 18:11 ini menjadi parameter dan penilaian 18:15 iman kepada Allah dibuktikan coba 18:18 bagaimana kepada sesama 18:21 itu akan menjadi penilaian 18:24 setiap hari kita diawasi akan dilihat 18:27 raport kita 18:29 tentang apa tentang hubungan kepada 18:30 Allah dan hubungan pada sesama manusia 18:34 bagaimana dalam pergaulan 18:37 bagaimana sikap dia terhadap pemimpinnya 18:39 bagaimana sikap dia terhadap orang tua 18:42 bagaimana sikap dia terhadap gurunya 18:45 atau di rumah bagaimana suami kepada 18:47 istri istri kepada suami 18:49 bagaimana terhadap anak-anak anak-anak 18:51 kepada orang tua dan seterusnya 18:54 itu menjadi parameter jadi kalau 18:56 mengukur diri hebat apa tidak dua 18:58 dimensi tadi yang mesti diperhatikan 19:02 walaupun orangnya gagah gede duwur 19:04 sembodo 19:07 berbondo berbandu duitnya banyak 19:10 pakaiannya mahal 19:12 sepatunya 19:13 dari dari kulit rusa, 19:16 jam tangannya Rolex dari Swiss yang 19:18 dibuat hanya berapa 19:20 buah saja, langsung dibuat oleh tangan 19:23 manusia, 19:24 harganya 19:26 mungkin jutaan, 19:28 kemudian tetapi ingat, 19:33 tidak akan menjadi hina dina di mata 19:35 Allah kalau tidak punya dua dimensi 19:38 nilai tadi. 19:40 Terutama dalam kesempatan ini adalah 19:42 bagaimana kita memperlakukan manusia 19:45 lain. 19:47 Bagaimana kita memperlakukan anak buah? 19:50 Bagaimana kita memperlakukan karyawan? 19:53 Bagaimana memperlakukan seorang suami 19:55 yang 19:56 duitnya banyak kemudian segala macam 19:58 terhadap istri, 20:01 terhadap anak-anaknya, terhadap 20:03 tetangganya, terhadap orang-orang fakir 20:05 miskin. Itu yang akan dinilai. 20:09 Yang akan dinilai itu. 20:12 Masya Allah. 20:14 Jadi manusia yang hebat adalah yang ada 20:16 peduli terhadap orang lain. 20:19 Ada care, 20:20 ada peduli, 20:22 ada empati dan simpati. 20:24 Nah, Islam mengajarkan nilai-nilai 20:27 syariat yang diajarkan, 20:29 yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa 20:31 Ta'ala adalah bersifat kemanusiaan. 20:35 Artinya menghormati, 20:37 memuliakan manusia. Enggak ada syariat 20:40 yang menghinakan, menyudutkan manusia. 20:43 Ada tuduhan kalau Islam itu menyudutkan 20:45 kaum Hawa, perempuan, disia-sia. 20:48 Oh, gondolmu ya ora ono perem, justru 20:51 dimuliakan. Dulu seenaknya perempuan itu 20:54 di zaman jahiliyah seperti binatang, 20:57 boleh dijual, boleh dibeli, 20:59 boleh tukar tambah, 21:01 disia-siakan, bahkan merasa aib kalau 21:04 punya anak kok anak perempuan lalu 21:06 dikubur hidup-hidup. Justru dengan 21:09 dengan Islam itulah wanita dimuliakan, 21:11 didudukkan pada makamnya yang luar 21:13 biasa. 21:18 Seorang anak yang harus berbakti, kepada 21:20 siapa berbakti ya Rasulullah? Ibumu. 21:23 Lalu kepada siapa lagi? Ibumu. 21:26 Lalu kepada siapa lagi? Ibumu, coba. 21:30 Saya kira di mana-mana yang namanya ibu 21:31 itu perempuan ya. 21:37 Suami, walaupun suami itu mungkin 21:39 pejabat, mungkin punya pangkat, mungkin 21:42 militer, mungkin apalah namanya, 21:44 kesohor, tetap saja parameternya dari 21:47 Allah. Ma akroman nisa 21:49 illa karimun. 21:52 Wama ahannahunna 21:54 illa laimun. 21:57 Ini Rasulullah bersabda begitu dalam 21:59 hadis Bukhari. 22:01 Tidaklah seorang laki-laki yang 22:03 memuliakan wanita, kecuali laki-laki 22:05 yang bermartabat mulia. 22:07 Dengerin ini para suami. 22:10 Suami lama atau suami baru, dengerin. 22:14 Yang mengaku laki-laki. 22:17 Tidaklah seorang laki-laki yang 22:19 memuliakan seorang wanita, istrinya yang 22:21 dimaksud, bukan tetangganya. 22:24 Nanti istrinya disia-sia, tetangganya di 22:27 muliakan. 22:31 Memuliakan wanita yang dimaksud adalah 22:33 istrinya, kecuali laki-laki yang 22:36 bermartabat mulia. 22:39 Ini denger enggak sih bapak-bapak? 22:41 Biasanya ibu-ibu yang pada 22:42 memperhatikan, ada tanggapan. 22:45 Lagi pada sibuk bekerja ya, memang salah 22:47 siaran jam begini. Waktunya 22:50 objeknya cuma ibu-ibu ya. 22:53 Dan tidaklah 22:55 ma ahannahunna 22:58 illa laimun. Tidaklah laki-laki yang 23:02 menghinakan wanita, melecehkan, 23:04 menyia-nyiakan, 23:06 meremehkan, kecuali manusia yang 23:09 bermartabat 23:11 rendah. 23:13 Enak saja ngomong Islam menyudutkan 23:15 perempuan. Nabi justru memuliakan, 23:17 masyaallah. 23:18 Maka ada aturan-aturan supaya wanita itu 23:21 tidak diperlakukan semaunya. 23:23 Kalau dia memang mau ada aturan 23:25 prosedurnya. 23:27 Melewati khitbah. 23:30 Ngamar, ngamarlah khitbah saja enggak 23:31 ngerti. Ngamar. 23:34 Kemudian dengan baik-baik. 23:36 Kemudian ada ikatan yang namanya ijab 23:38 kabul, janji setia. 23:41 Allah jadi jaminan. 23:43 Dan seterusnya. 23:48 Semenjak itu menjadi tanggung jawabnya 23:50 untuk merawatnya, memeliharanya, 23:52 menafkahinya, menjaganya, melindunginya, 23:55 mendidiknya. 23:57 Itu tugas laki-laki. 24:01 Nah, kembali pada sifat kemanusiaan. 24:05 Oleh karenanya dalam syariat Islam itu 24:07 dimuliakan oleh Allah, diberikan pahala. 24:12 Dihormati orang-orang yang berlaku baik 24:15 terhadap sesama. 24:18 Ketemu 24:21 dengan wajah yang 24:23 tersenyum, 24:25 sembringa. 24:27 Maka itu sunah yang diajarkan oleh 24:29 Baginda Nabi. 24:32 Kemudian bertemu kepada sesama, ucapkan 24:34 doa assalamualaikum 24:37 warahmatullahi wabarakatuh. 24:39 Sekurang-kurangnya assalamualaikum. 24:42 Artinya mudah-mudahan Anda 24:45 senantiasa diberikan keselamatan oleh 24:47 Allah subhanahu wa taala. Coba. 24:50 Kurang apa Islam itu? 24:52 Baru ketemu saja, entah siapa dia itu, 24:55 kita berdoa, min, berharap supaya 24:59 saudara kita, teman kita, tetangga itu 25:01 selamat, coba. 25:03 Loh, selamat ini kan penting. 25:06 Sampean apa gelem duwe duwit e akeh tapi 25:08 ora selamat? 25:10 Banyak duitnya tapi enggak selamat, mau? 25:12 Pakai mobil mahal, miliaran tapi enggak 25:15 selamat, mau? 25:17 Ya, mending naik sepeda tapi selamat. 25:20 Selamat itu penting sekali. 25:22 Jadi, tidak didoakan segala macam tapi 25:25 didoakan selamat sudah include di 25:27 dalamnya segalanya. 25:29 Selamat berarti bagas waras awake, sehat 25:32 walafiat. Selamat dunianya aman, 25:36 tidak terkena bencana. Selamat 25:38 anak-anak, keluarganya juga aman, 25:41 nyaman, sejahtera, damai. Itu selamat 25:44 itu, masya Allah, jangan diabaikan. 25:46 Maka, sunah ketemu itu mengucapkan 25:48 salam. Itu ajaran Islam. Kenapa? Karena 25:51 Islam bersifat al-insaniyah. 25:56 Memuliakan 25:57 nilai-nilai kemanusiaan. 26:00 Ngeluhurake 26:02 sifat kemanusiaan yang harus kita 26:04 hormati, kita muliakan dia sebagai 26:07 makhluk Allah, manusia yang disebut 26:09 dengan manusia. 26:13 Siapa yang menolong saudaranya, nah, 26:15 Allah akan menolong di dunia, apalagi di 26:17 akhirat nanti. 26:19 Ono wong butuh, 26:21 wajahnya kuyup, pucat, kurus, ya Allah, 26:24 rupanya kurang makan, kurang gizi. 26:27 Dia minta tolong, kita tolong karena 26:29 Allah. 26:31 Maka, insya Allah, Allah pun akan 26:34 lebih jauh menyayangi kita dan menolong 26:36 kita. 26:37 Amin. 26:39 Bahkan dalam hadis qudsi, Allah 26:41 menyebutkan, 26:42 menyebutkan pada dirinya, 26:45 haqqot mahabbati lil 26:49 mutahabbina fiyya. 26:53 Aku tetapkan kecintaanku, kata Allah, 26:57 pada orang yang saling menyayangi di 27:00 antara mereka. 27:01 Dia lakukan karena Allah, bukan karena 27:03 pamrih. 27:05 Kalau ada bujang sayang kepada wanita, 27:08 gadis, 27:10 eh, pada seorang ibu, 27:12 tapi niatnya karena dia supaya dipek 27:14 mantu, itu bukan karena Allah. 27:17 Tapi karena Allah itu tulus, murni. 27:20 Karena panggilan syariat. 27:23 Karena perintah Allah menyayangi kepada 27:25 sesama manusia. Saling menasihati, 27:28 saling memberi, saling mengingatkan. 27:32 Tawasho bil haq wa tawasho bis shobr. 27:36 Tawasho bil haq wa tawasho bil marhamah. 27:39 Coba, itu kan saling menyayangi. 27:43 Mengingatkan saudaranya kalau salah, 27:44 meluruskan kalau bengkok. 27:47 Itu tanda kasih sayang. 27:52 Kalau 27:53 unen-unen Jawa kan mengatakan, 27:55 wenehono teken wong kang kalunyung, 27:59 wenehono obor wong kang kepeteng, 28:01 kepetengan, 28:04 wenehono 28:05 opo meneh? 28:07 Dan seterusnya. 28:09 Jadi, berikan tongkat orang yang 28:12 berjalan dalam keadaan licin. 28:15 Berikan obor penerangan orang yang 28:17 kegelapan dan seterusnya. 28:21 Kemudian Allah juga berfirman 28:25 dalam hadis qudsi tadi lanjutannya, "Wa 28:27 haqqot mahabbati 28:29 lil 28:31 mutawashilin 28:34 fiya. 28:35 Aku tetapkan kecintaanku, kata Allah, 28:38 kepada hamba-hambaku yang saling 28:40 menyambung hubungan silaturahim." 28:44 Coba. 28:50 Saling berkasih sayang, saling 28:52 bersilaturahim. 28:56 Lil mutanashihin dan bagi orang yang 28:59 saling nasehat-menasehati. 29:03 Lil mutazawirin dan saling berkunjung 29:05 satu dengan yang lain. 29:08 Lil mutabazilin dan saling memberi. 29:11 Yang pintar ngajari pada yang bodoh. 29:14 Sing sugih ora usah ndadak dijaluk. 29:17 Nggak usah diminta, dia memberi. Ngerti 29:20 orang lagi kelaparan, orangnya perwira, 29:22 dia tahu. Kenapa? Anu, Mas, sampean. 29:25 Aduh, ya Allah, gimana ya, Pak? Sesudah 29:28 2 hari ini nggak makan nasi karena makan 29:31 seke temunya. 29:33 Jangan makan seke temunya, nanti ketemu 29:35 batu dimakan batunya, meja dimakan 29:37 mejanya. Maksudnya nggak makan apa-apa. 29:39 Ya Allah, sini. Nggak usah minta, 29:41 dikasih. Mana rumahmu? Ayo antar. 29:44 Diantarin beras ke rumahnya. Itu orang 29:46 sugih jenenge sing sugih bener. Sugih 29:48 dunya, sugih ati, kaya harta, kaya jiwa. 29:56 Jadi saling memberi. 29:57 Inilah yang dimaksud dengan 29:59 Islam dengan ciri khasnya al-insaniyah. 30:03 Sebaliknya memperlakukan buruk terhadap 30:06 manusia, itu masuk dalam kategori dosa 30:09 besar. 30:11 Kamu mutuskan silaturahim. 30:15 Ya. 30:17 Karena sesuatu putus pokoknya. 30:20 Saya nggak mau lagi berhubungan dengan 30:21 kamu. 30:23 Saya anggap kamu tak orang lain. 30:25 Dadio godong ora nyuwek, dadio banyu ora 30:28 nyauk, dadio kayu ora nyoklek. 30:32 Dunia akhirat sudah, jangan lagi kamu 30:34 bertemu saya. 30:35 Wah, ini dianggap sepe sepele, itu dosa 30:38 besar itu. 30:41 Maka dalam kategori dosa-dosa besar 30:44 antara lain adalah karena perilaku 30:46 manusia 30:48 yang buruk terhadap sesamanya. 30:51 Maling. 30:54 Nolong ya podo wae maling karo nyolong. 30:57 Merampok. 30:58 Membunuh, ngerasani, ghibah. 31:02 Memfitnah. 31:04 Nih zaman fitnah seperti sekarang medsos 31:06 ini kan digunakan untuk memfitnah orang. 31:09 Untuk menghancurkan 31:11 apa namanya kepribadiannya. 31:14 Dengan berbagai macam cara. Dianggapnya 31:16 ringan saja hanya menggerakkan ibu jari. 31:19 Padahal itu masuk dalam kategori dosa 31:21 besar. 31:23 Rahmat Allah itu tidak akan turun kepada 31:25 orang-orang yang saling membenci satu 31:27 dengan yang lain. 31:30 Kemudian berikutnya masih panjang lagi 31:33 nih kalau diterus-terusin ya teruskan 31:35 sendiri. 31:36 Yang kedua adalah al-alamiyah, bersifat 31:39 universal. 31:41 Islam itu agama untuk seluruh umat yang 31:44 berkulit putih, berkulit merah, berkulit 31:47 hitam, berkulit kuning, berkulit sawo 31:50 matang, semuanya 31:52 berhak untuk nyandang sebagai seorang 31:54 muslim. Karena Islam diajarkan untuk 31:58 seluruh umat. 31:59 Wama arsalnaka ilaka fatallinnas basyiro 32:03 wanaziro, dalam surat Saba ayat 28. 32:08 Tidaklah kami mengutus engkau Muhammad 32:10 kecuali untuk seluruh manusia. 32:14 Jangan dikotak-kotak ini. Islam ya 32:16 Islam. Untuk apa? Untuk semua dunia ini. 32:23 Jadi diturunkan Islam itu bukan 32:24 menguasai untuk menguasai dunia. Enggak 32:27 butuh Gusti Allah itu. 32:29 Bukan untuk menguasai, untuk memper 32:32 memperbaiki akhlak manusia yang bejat. 32:35 Untuk seluruh manusia. 32:38 Bukan untuk menguasai, salah kalau 32:41 beranggapan punya persepsi bahwa 32:42 diturunkan para nabi, diturunkan Alquran 32:46 untuk menguasai manusia sedunia. Sopo 32:49 sing kondok kayak gitu, ajaran dari 32:51 mana? 32:53 Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin, 32:56 menjadi rahmat bagi semesta alam. 32:59 Tidak hanya pada manusia, pada hewan, 33:01 pada tumbuh-tumbuhan, pada lingkungan, 33:03 ada semuanya. 33:04 Enggak boleh kita membuat kerusakan di 33:06 muka bumi. Itu Islam yang dimaksud 33:08 dengan universal. 33:10 Jadi jangan dikotomi, dipisah-pisah, 33:12 dipotong-potong 33:14 Islam Indonesia, Islam Malaysia, 33:18 Islam Eropa, Islam Amerika, 33:21 seolah-olah enggak ada hubungan. Ini 33:22 sudah dipolitisir untuk 33:24 kepentingan-kepentingan tertentu atau 33:26 memang ada kesengajaan supaya Islam itu 33:29 tidak pernah bersatu. Islam diturunkan 33:31 bukan untuk membangun 33:34 dinasti, kerajaan. 33:37 Tapi Islam diturunkan justru untuk 33:39 menyelamatkan manusia sebagai rahmat 33:41 bagi semesta alam. 33:43 Al-insaniyah, al-alamiyah menjadi khasa 33:47 isu dinil Islam, ciri khas agama Islam. 33:51 Mudah-mudahan 33:52 ada manfaatnya dan bisa memberikan 33:54 inspirasi positif dalam kehidupan 33:57 bersama. Wallahualam bisawab. 34:00 Masyaallah, gambaran yang membuka 34:05 sekat pemahaman baru ya, bahwa 34:08 biar bagaimanapun juga kalimat pertama 34:11 tadi serapet, jelek, brengsek itu kalau 34:14 bisa jauh dari apa yang kita lakukan 34:17 sehari-hari. Baik, sambil menunggu 34:20 WA yang masuk atau kalau mau telepon 34:22 juga boleh. Kita jeda sejenak. 34:26 Akan diberi selingan yang ini juga 34:29 mudah-mudahan 34:31 memberikan pencerahan. Silakan Mas 34:33 Anies. 40:45 Terima kasih masih bersama tausiah pagi 40:47 rasul untuk Islam yang satu. 40:50 Ya, mudah-mudahan kita betul-betul dapat 40:53 membersihkan, membeningkan hati kita. 40:56 Lagu tadi luar biasa sekali. Ustad, 40:58 boleh kita langsung ke pertanyaan yang 41:00 dikirim ya. 41:01 Ini dari 41:04 banyak sekali yang komentar di rasul 41:07 YouTube-nya rasul TV. 41:10 Misalnya saja saya ambil yang dari 41:13 Bapak Fauzan ya. 41:16 Peranan manusia sebagai makhluk sosial 41:18 itu apa? Kok banyak manusia yang 41:22 bersosial tapi sosialnya cuman pada 41:24 orang tertentu. 41:25 Kalau ada orang melihat atau ada 41:27 kepentingan baru jiwa sosialnya muncul. 41:31 Jiwa sosialnya bisa beda-beda. 41:33 Ingin dilihat. Ee oh. 41:35 Iya, silakan Ustad. 41:37 Ya, itu bukan jiwa sosial kalau begitu. 41:40 Ada pamrihnya. 41:41 Ah, iya. 41:43 Kalau tuntutan Islam kan beramal tuh 41:45 lillah. 41:48 Fiya karena Allah, karena aku kata 41:50 Allah. 41:51 Jadi murni, tulus dari hati nurani, 41:54 mencintai sesama manusia 41:56 Heeh. 41:56 berharap akan rahmat Allah. Jadi tanpa 41:58 ada pamrih, ada udang di balik peyek, 42:01 enggak ada. 42:02 Enak dimakan dong. 42:03 kalau di balik peyek mending di balik 42:05 batu. 42:06 Sama sekali kalau ada berbuat baik 42:08 karena pamrih, misalnya dia hormat, dia 42:12 takzim pada orang kaya. 42:15 Tapi kalau orang miskin, apakah itu 42:18 saudaranya, apa siapa datang, 42:20 dikuyak-kuyak, disepelekan, 42:23 ya. 42:24 Wajahnya merengut. Nah, ini bukan 42:26 perilaku Islam yang dimaksud sifat 42:28 kemanusiaan. Jadi, sifat kemanusiaan 42:30 memang murni tumbuh dari hati nurani 42:33 yang didorong oleh keimanan bahwa dia 42:36 makhluk sesama makhluk harus berbuat 42:38 baik. Dan itu dilakukan dengan niat 42:40 ibadah kepada Allah. 42:42 Itu yang benar, insyaallah. Wallahualam. 42:45 Ehm, untuk Fajar, 42:47 Fajar Salam, ya. 42:50 Kelebihan akal pikiran dan budi pekerti 42:52 yang Tuhan Allah titipkan, kita mampu 42:56 berpikir tentang bagaimana cara hidup 42:58 dan bagaimana caranya bertahan hidup 43:00 dengan pola pikir yang luas. 43:03 Dan setiap bentuk dari masalah yang 43:05 dialami pun akan menemukan jalan 43:07 keluarnya. Tapi, Ustaz, kenapa sekarang 43:10 ini banyak manusia yang mendepankan hawa 43:12 nafsu? Banyak manusia yang merusak 43:15 dunia. Ehm, mohon pencerahannya. 43:18 Ya, inilah masalah yang selalu kita 43:20 bahas, ya. 43:21 Bahwa kalau kembali kepada syariat, 43:24 kembali kepada aturan Allah, kembali 43:27 pada konsep yang diturunkan oleh sang 43:29 kreator 43:30 Ehm. 43:31 kepada manusia, itu semua akan 43:33 terhilang. 43:34 Bahwa Allah berikan manusia itu ada hawa 43:36 nafsu, ada syahwat, ada keinginan, itu 43:39 sebenarnya maksudnya agar kita punya 43:42 energi kuat untuk menyelesaikan masalah. 43:45 Karena manusia dipercaya sebagai 43:46 khalifatullah di muka bumi untuk 43:49 menyelesaikan berbagai masalah, 43:51 menciptakan kehidupan yang harmonis, 43:54 sejahtera dunia akhirat. Maka ada 43:56 istilah mengayuh-ayuh harjaning bawono, 43:59 menciptakan kehidupan peradaban yang 44:03 yang santun dalam kehidupan. Maka 44:05 diberikan nafsu. ada nafsu amarah, 44:08 sofiah, lawamah dan seterusnya. Tapi 44:11 nafsu itu syaratnya bisa menjadi positif 44:14 kalau dikendalikan oleh akal budi. 44:17 Nah, akal budi ini bisa kuat menghadapi 44:20 nafsu kalau dia didasarkan pada akidah 44:23 keimanan kepada Allah, mengikuti jalur 44:26 yang telah ditetapkan oleh Allah. 44:28 Tapi kalau tidak lepas dari itu semua, 44:30 nah inilah kejatuhan harkat martabat 44:33 manusia. Kalau manusia harkat 44:35 martabatnya jatuh, bisa lebih hina 44:38 daripada binatang. 44:40 Naudzubillah min dzalik. Kalau binatang 44:41 berbuat semaunya, makan asal, wal wal ke 44:44 jual bal, tanaman siapapun disikat. Lah, 44:47 yang orang nduwe utek. 44:49 Punyanya cuma nafsu, ya lumrah. 44:52 Kalau dia mau kawin ngikuti gelora 44:55 syahwat biologisnya, ya dia kawin di 44:57 mana saja, siapa yang dikawinin. 44:59 Kalau enggak mau dipaksa umpamanya, itu 45:01 namanya binatang, enggak nduwe utek. 45:04 Tapi kalau manusia kok berperilaku 45:06 seperti itu, ya Allah. Lah, 45:09 nuraninya di mana? Akal budinya di mana? 45:11 Maka lebih jelek daripada wedus. 45:15 Itu makanya, masyaallah, agama menjadi 45:17 penting. 45:18 Republik ini sebenarnya oleh para 45:20 founding father kita ini, pendiri 45:22 republik, itu ditetapkan 45:25 sebagai men membuat negara bukan negara 45:29 Islam, tetapi juga bukan negara sekuler. 45:32 He em, he em. 45:32 Negara yang berketuhanan yang maha esa. 45:36 Ah, ini enggak pada dihayati kok. 45:39 Banyak orang ngomong-ngomong Pancasila 45:40 segala macam, kadang-kadang pejabat 45:42 ngomong Pancasila is, Pancasila is. 45:45 Alah, ngedebus mana? 45:47 Mestinya perhatikan itu undang-undang 45:50 dasar. 45:51 Sila pertama dari Pancasila juga 45:53 kemanusiaan. Praktiknya mana? 45:56 Wallahualam, kita tawa-tawa nanti malah. 46:00 Ehm. 46:01 Bahasa Jawanya muncul lagi nih. 46:03 Assalamualaikum Ustad. 46:04 Waalaikumsalam warahmatullah. 46:05 Dados menungso zaman sak meniko kudu 46:08 ngormati pepodo. Dadi menungso sing 46:10 ngerti nilai sing dibangun adedasar 46:13 kemanusiaan. Kemanusiaan sing 46:16 saling ngormati 46:18 pitakonipun 46:20 kados pundi 46:22 caranya dados menungso ing era global 46:27 sak meniko. 46:29 Iya, memang selama ini jadi kambing. 46:33 Maksudnya menjadi manusia yang sejati. 46:35 lain tahu kan itu pertanyaannya ya? 46:37 Jawabannya bahasa Indonesia ini sama. 46:38 Dalam situasi seperti ini 46:40 gonjang-ganjing 46:42 kemudian fitnah, kerusakan, keserakahan 46:45 yang muncul bagaimana menjadi manusia 46:48 yang benar gitu. Mungkin lebih kurang 46:50 seperti itu. Ya, kembali pada tuntunan 46:52 fitrah. 46:55 Itu pentingnya agama. Enggak bisa kita 46:57 dengan logika saja enggak bisa. 47:00 Otak atau kecerdasan intelektual itu 47:02 enggak bisa membangun karakter kita. 47:06 Kalau sudah diiming-imingi dengan harta, 47:08 tahta, wanita, alah sopo sing kuat. 47:12 Kecuali dengan agama yang benar. 47:14 Yes. 47:15 Jadi kembali pada tuntunan Allah, 47:17 kembali pada eee 47:20 syariat yang diturunkan oleh Allah yang 47:22 Maha Mengetahui segalanya. Wallahualam. 47:25 Terima kasih untuk yang sudah menyimak 47:28 tapi mestinya saya ulang-ulang ya. Kali 47:30 ini narasumber kita adalah Ustad Abdul 47:34 Hidayat Sairoji. Mbak Sas nanya, siapa 47:36 dong yang dakwah pagi ini? 47:39 Keren banget tapi enggak disebut 47:41 ulang-ulang ya. Oke, berarti ini juga 47:43 adalah pendengar baru. Ustad Abdul 47:45 Hidayat Sairoji di tausiah pagi hari 47:49 Rabu ya. 47:51 Baik, kemudian saya lanjut ke pertanyaan 47:54 berikutnya. Assalamualaikum 47:56 warahmatullahi wabarakatuh Ustad. 47:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:59 wabarakatuh. 48:00 Terkait dengan memperlakukan dengan baik 48:03 makhluk ciptaan Allah yang namanya 48:04 manusia ini, berdosa enggak sih kalau 48:07 kita memutuskan ukhuwah dengan seseorang 48:09 itu? 48:11 Soalnya tidak baik perilakunya, sudah 48:13 sering kali diingatkan tapi tidak juga 48:15 berubah. Mohon pencerahan Ustad. 48:17 Kita tidak boleh memutuskan silaturahim 48:21 pada sesama manusia. 48:24 Kalaupun dia berbuat yang tidak baik, 48:26 itu kan urusan dia. 48:29 Urusan dia. 48:30 Umpomo, 48:32 ya umpamah. 48:33 Dia kelakuannya masya Allah. 48:36 Wis kayak ketek lah kelakuannya ya itu 48:39 urusan dia. 48:41 Atau kalaupun dia gila kelakuannya, 48:43 menggila, biarin dia gila sendiri. 48:47 Ya, jangan orang edan kita melu edan. 48:51 Jadi sing waras ngalah. 48:53 Ehm. 48:53 Artinya kita tetap berbuat baik 48:56 dan bahkan ada satu nilai keutamaan, 48:59 orang yang bersilaturahim menyambung 49:01 silaturahim pada orang yang memutuskan. 49:04 Justru keren banget. 49:06 pahalanya luar biasa. 49:08 Memberi kepada orang yang tidak pernah 49:10 memberi karena saking pelitnya. 49:13 Ya dan seterusnya. Nah ini memang itulah 49:16 agama Islam yang luar biasa, rahmat buat 49:18 semesta alam. Wallahu alam. 49:20 Luar biasa ya kalau orang pelit 49:22 tiba-tiba dimurahi jadi berubah dengan 49:25 Baiklah, saya ingin menyapa 49:28 Ibu Dini, terima kasih sekali dengan eh 49:32 apresiasinya pada acara ini, Ibu Aminah. 49:35 Kemudian juga Eyang Sri ya. Ini Bapak 49:40 Andi 49:41 juga di Bekasi menyimak dengan sepenuh 49:44 jiwa. 49:45 Ini pertanyaan berikutnya adalah 49:49 dari tunggu sebentar. 49:51 Kan hilang. 49:56 Ustad, 49:57 bagaimana caranya menghadapi situasi 50:02 seperti sekarang ini di mana kebencian 50:04 merebak ke mana-mana. Mau enggak mau, 50:08 orang-orang terpengaruh. Untuk tidak 50:10 terpengaruh, bagaimana? Meskipun itu 50:13 betul-betul nyebelin. Oh, oh. 50:15 Iya. 50:17 Nanti kembali seperti berpegang teguh 50:19 pada tali ya Allah. 50:20 He em. 50:21 Berpegang teguh pada hablum minallah wa 50:23 hablum minannas. 50:25 Tetap kita 50:27 kalau orang Jawa bilang gondelono waton. 50:30 Paribasan sedino lindu kaping pitu. 50:34 Saya enggak ngerti saya terjemahkan. 50:36 Mah. 50:37 Cokoten waton, gondelono waton. 50:40 Diumpama sehari itu goncang bumi ini 50:43 tujuh kali, kau tetap berpegang teguh 50:45 pada satu patokan yang kuat. 50:48 Nah, patokan dalam hidup ini, pegangan 50:50 hidup adalah Alquran dan sunah. 50:53 Alquran yang lengkap menginformasikan 50:56 berbagai macam peristiwa dan rahasia 50:58 hidup di dunia ini dan berikan 51:00 jalan-jalan keselamatan, penunjuk jalan 51:03 keselamatan, rambu-rambu dalam 51:05 kehidupan, mana yang harus dilalui dan 51:07 mana yang dilarang. 51:09 Kemudian diturunkan atau diutusnya nabi 51:12 manusia pilihan dengan akhlak yang agung 51:15 sudah memberikan contoh bagaimana hidup 51:17 menghadapi berbagai masa-masalah. Jadi 51:19 tetap tetap kembali pada istilah sing 51:21 waras ngalah, ojo melu edan. Amemenangi 51:25 zaman edan, ewuh wayahing pambudi, melu 51:28 edan ora tahan, 51:30 ora edan, ora kumanan. Nah, ini jadi 51:34 tetap kembali sak becik-becike 51:37 wong kang 51:38 edan, 51:40 isih becik bejo. Sak beja-bejane wong 51:43 kang edan isih bejo wong kang kelingan 51:45 lan waspada. Jadi berpegang teguh kepada 51:48 kitabullah dan sunah nabinya dalam 51:50 kehidupan ini. Insyaallah selamat kita 51:52 dunia akhirat. Wallahualam. 51:54 Mudah-mudahan ya, Ibu Delmina. 51:56 Masyaallah matur suwun tausiyahipun 51:59 lan ilmunipun eh Ustaz Abdul ya. Nih ada 52:03 lagi dari Mas Bejo. 52:06 Karena wong Semarang. Assalamualaikum 52:08 Ustaz. 52:09 Waalaikumsalam warahmatullah 52:10 wabarakatuh. 52:11 Sak meniko katah menungso ingkang dadi 52:13 kerdil nyebabke nyebabke bencana 52:16 kemanusiaan. Wong sing pikirane cendak 52:19 dadi generasi sing sengit lan dudu 52:22 penyayang. Nilai kebencian bakal nyebar 52:25 kayak virus, dadi virus kebencian. Ya 52:27 opo ya? 52:29 Ya, lagi-lagi ya opo. 52:31 Ya opo ya, kon ya opo. 52:34 Para ikhwan saudara-saudaraku kali 52:36 sekalian yang dihormati Allah. 52:38 Dimuliakan Allah. 52:40 Manusia ini punya tugas mengayu-ayu 52:43 harjaning bawono. 52:44 He eh. 52:45 Artinya menciptakan suasana kehidupan 52:48 yang harmonis, sejahtera, penuh per 52:51 penuh menebarnya kasih sayang. 52:53 Itu tugas utama manusia di dunia ini 52:55 diciptakan. 52:57 Mengolah dunia ini potensi sumber daya 52:59 alamnya dengan baik untuk kesejahteraan 53:02 semua manusia dan seterusnya. 53:05 Tugas utama manusia. 53:08 Tapi kalau ini sudah dilalaikan 53:11 yang kalau yang muncul adalah nafsu 53:13 mesti serakah. 53:15 Sing jenenge nafsu itu serakah ndak 53:17 pernah puas. 53:19 Dewe siji kepingine loro, dewe loro 53:21 kepingine telu. 53:23 Begitu selanjutnya. Kadang-kadang lali 53:26 nak linggo, lali co lali lur, lali 53:28 sanak, lali tonggo, lali sedulur. Kalau 53:30 sudah urusan materi, kalau sudah urusan 53:33 dunia, itu kadang-kadang membutakan mata 53:36 hati. 53:37 Melek sih matanya tapi hatinya 53:39 kehilangan nurani. 53:41 Rusak dunia. 53:44 Ini sekarang kan heboh dunia rebutan 53:45 apa? Rebutan dunia. 53:47 Peperangan terjadi di mana-mana. 53:51 Pertumpahan darah. 53:53 Jadi pola pikir manusia itu bukan 53:56 bagaimana hidup bersama, bagaimana 53:59 kesejahteraan bisa dinikmati bersama, 54:01 guyub rukun bebrayan ing urip. 54:06 Itu hilang, yang ada 54:08 bagaimana saya mendapatkan 54:10 sebanyak-banyaknya 54:12 dunia ini. 54:14 Meraup sebanyak-banyak kenikmatan dunia. 54:17 Dan karena dunia sudah banyak dimiliki 54:19 orang lain, bagaimana caranya merampok 54:22 dan merebut kekayaan 54:25 orang lain. Kita ambil dengan sih, 54:26 dengan berbagai macam cara. Ada yang 54:29 dengan cara taktik halus, dengan 54:31 rekayasa, 54:32 rekayasa-rekayasa hitam, 54:35 ya kongkalikong dan seterusnya. Akhirnya 54:37 kekayaan harta orang lain masuk kepada 54:40 dirinya dan seterusnya. Kalau jadi 54:42 pejabat ya gimana mendapatkan yang 54:44 terbanyak dari uang rakyat, namanya 54:46 korupsi. Yang macam-macam itu caranya. 54:50 Karena keserakahan. 54:52 Karena pola pikir hidup itu 54:54 bukan 54:56 ya seloro saya sering berseloro, udu 54:58 ngisuk mangan opo. 55:01 Ngisuk mangan sopo. 55:04 Kalau ada pekerjaan, ada amal saleh 55:06 kemanusiaan, jawabnya apa? Wani piro. 55:10 Jadi semua akan dinilai dengan 55:11 nilai-nilai materi, rusak dengan 55:13 kehidupan ini. 55:15 Ya, makanya jangan heran kalau misalnya 55:17 pejabat dibeli, ya. Undang-undang 55:20 dibeli, mohon maaf enggak enggak nyindir 55:22 ini ya, cuma nonjok aja. 55:25 Undang-undang dibeli, kebijakan dibeli, 55:29 eee 55:30 para per apa namanya, peradilan dibeli, 55:33 semua dibeli, bisa dibeli. 55:36 Maka 55:37 walaupun sila pertama Pancasila itu 55:40 Ketuhanan Yang Maha Esa, tapi praktiknya 55:43 keuangan yang Maha Kuasa. 55:45 Heeh. 55:45 Naudzubillahimin dzalik. Wallahu a'lam. 55:47 Terima kasih untuk yang baru-baru 55:50 mendengarkan, kalau mau WA silakan ke 55:53 08111 55:55 999720. 55:57 Tapi kalau mau telepon langsung ke 55:59 8451512, 56:01 bukan ke nomor WA ya. 56:03 Eh, Ustaz dari Amar Insani. 56:07 Manusia memang harus punya budaya belas 56:09 asih merupakan bagian dari eh, leluhur 56:12 bangsa kita. Dalam khazanah budaya 56:15 Sunda, selalu kita kenal yang namanya 56:18 silih asah, silih asih, dan silih asuh. 56:22 Kita harus membiasakan berpikir global, 56:25 akan tetapi bertindak lokal. Gitu ya, 56:27 Ustaz. Banyak manusia perusak di dunia 56:29 ini. Oh, ini cuma memberikan masukan, 56:33 tapi pertanyaannya datang dari Bapak 56:36 Fauzan. 56:37 Peranan manusia sebagai makhluk sosial 56:39 itu apa toh, Ustaz? Kok banyak manusia 56:42 yang bersosial, tapi sosialnya cuman 56:44 pada orang tertentu. Ketika yang melihat 56:48 ada, yang punya kepentingan ada, itu 56:51 cuman ingin dilihat jiwa sosialnya. 56:53 Bagaimana ini, Ustaz? 56:54 Oke. 56:55 Pak Fauzan atau Dik Fauzan nih? 56:57 Kalau menurut saya ya, bukan jiwa 56:59 sosial. 57:00 Sosial? 57:01 Ya, sosial. Artinya memang tiada pamrih. 57:04 Kalaupun dia ngasih umpan, tapi 57:06 tujuannya mancing. 57:08 Ngasihnya cacing, kepinginnya dapat 57:10 ikan. 57:12 Tentu enggak diharapkan dalam konteks 57:15 ya, agama, apalagi akidah keimanan, 57:19 orang beramal itu hanya murni karena 57:21 Allah. 57:22 Didorong oleh rasa keimanan. 57:26 Berangkat yang menjadi motivasi karena 57:28 Allah, karena Allah perintah berbuat 57:29 kebaikan pada sesama. 57:31 Heeh. 57:31 Kemudian dia lakukan itu 57:34 rame ing gawe sepi ing pamrih. 57:36 Ehm, nah. 57:36 Enggak ada pamrih apapun kecuali 57:38 kepengin menjadi orang yang dipuji oleh 57:41 Allah, menjadi orang yang diampuni 57:43 dosanya oleh Allah, menjadi orang yang 57:45 mulia di Allah subhanahu wa taala. Itu 57:47 baru manusia yang berjiwa sosial 57:50 menurut, ya, versi keimanan, insyaallah, 57:55 wallahualam. 57:56 Baik, pertanyaan berikutnya 58:00 dari eh 08 58:04 12 sekian sekian. 58:07 Ustaz, 58:08 sekarang nyawa itu 58:11 Oh, yang ini dari Ibu Asraf dulu. Nyawa 58:14 itu dianggap remeh, salah sedikit bunuh. 58:17 Kenapa sih enggak diberlakukan saja 58:20 hukum di mana 58:22 nyawa dibalas nyawa? 58:24 Pada hati-hati kali, ya, Ustaz, ya, 58:27 tidak melakukannya. Padahal di Indonesia 58:29 ini 80% kan umat Islam. Mohon 58:31 pencerahan, Ustaz. 58:32 Iya. 58:33 Hukum Islam itu tidak bisa dipaksakan 58:35 dari pressure power, 58:37 tapi dari kesadaran sendiri. 58:40 Dan harus meyakini bahwa syariat itu 58:42 rahmat buat dirinya. 58:44 Seorang yang berdosa kemudian minta 58:46 dihukumi di dunia dengan cara syariat, 58:50 maka dia akan bebas hukuman di akhirat 58:52 nanti. 58:53 Nah, ini kan berarti harus menyangkut 58:55 masalah keimanan. 58:56 Di Indonesia memang betul mayoritas umat 58:59 Islam beragama Islam, 59:01 tapi kesadaran hukum seperti itu masih 59:04 jauh. 59:06 Bahkan kalau ada orang menyuarakan saja, 59:08 wah, terus ditentangnya. 59:11 Seolah-olah kita ini mau buat negara 59:13 Islam, padahal justru syariat itu pasti 59:16 ngemu hikmah dan rahmat. 59:20 Jadi, ini kembali pada umat Islam itu 59:21 sendiri. 59:22 Wallahualam. 59:24 Pak Andi, terima kasih dan untuk yang 59:27 tidak menyebutkan nama tapi mengasih 59:29 jempol 59:30 bahasan hari ini memang mencerahkan. 59:33 Iya, ini ada satu lagi. 59:36 Ehm. 59:38 Hilang lagi deh tuh. 59:42 Dari 59:45 Oh, salam dari Pak Sunan, Ibu Sunan di 59:48 Batam Batu Besar. Kami mendengarkan us 59:51 tausiahnya Ustaz Abdul Hidayat, semoga 59:54 berkah berkah dan berkah. 59:56 Amin. 59:57 Nah, Ibu Tini 59:58 alhamdulillah 1:00:00 Bapak yang ikut Bapak juga ikut menyimak 1:00:03 dan bertanya serta berkomentar. Terima 1:00:05 kasih, Bapak-bapak. Oh, iya, dari 1:00:08 YouTube tadi memang banyak pria yang 1:00:11 bertanya ya. 1:00:12 Kemudian dari ini teman lagi tidak ada 1:00:16 ehm 1:00:18 namanya 0811 1:00:21 sekian-sekian. Terima kasih banyak, 1:00:23 Ustaz. Mudah-mudahan seperti lagu 1:00:26 Ilir-ilir tadi kita semuanya bisa 1:00:30 membasuh dodot iro, maksudnya 1:00:32 membersihkan hati ya, Ustaz. 1:00:34 Ini dari Sofyan di Batam. 1:00:37 Dakwah harus dilakukan dalam kerangka 1:00:39 mengajak kepada Allah dengan cara yang 1:00:41 sebaik-baiknya. 1:00:44 Ud u'i ila sabili rabbika bi mati wal 1:00:48 panjang. 1:00:49 Memang juga jelas sama. 1:00:51 War artinya mengajak kepada jalan Tuhan 1:00:53 harus dengan cara yang paling baik, 1:00:55 dengan contoh yang baik, tidak dengan 1:00:57 kekerasan, pemaksaan karena enggak ada 1:00:59 kekerasan yang bisa menyelesaikan tanpa 1:01:02 meninggalkan bekas luka. Gimana, Ustaz, 1:01:04 pendapatnya? 1:01:05 Betul, betul. Itu karena ayat ya. 1:01:07 He em, he em. 1:01:07 Surat An-Nahl ayat 125. Ud'u ila sabili 1:01:12 rabbika bil hikmah wal mau'izhatil 1:01:14 hasanah wajadilhum billati hiya ahsan al 1:01:18 ayat, shadaqallahuladzim. Jadi, memang 1:01:20 benar apa yang dikomentari tadi. 1:01:22 Wallahualam. 1:01:24 Baik. 1:01:25 Ini ada yang mohon banget meskipun di 1:01:27 luar topik. Ustaz, kalau 1:01:31 ee Jumat ee berkah nasi kotak terus 1:01:34 dibayar ke pemilik lewat dari sudah asar 1:01:38 empat masih di hari yang Jumat juga itu 1:01:41 termasuk sedekah apa enggak sih? 1:01:44 Diharapkan sekali jawabannya, Ustaz. 1:01:47 Maksudnya kok beli kotak pagi? 1:01:49 Heeh, tapi bayarnya baru habis Jumatan. 1:01:51 Oh ya enggak apa-apa, itu kan masalah 1:01:53 komitmen. Asal yang bersangkutan yang 1:01:55 jual itu rida, minta ridanya. Sah jual 1:01:59 beli itu kalau antaradin, saling rida 1:02:01 meridai. Enggak apa-apa, kecuali 1:02:04 dipaksa. "Sudah nanti saja besok 1:02:05 bayarannya." Orangnya 1:02:07 gundel dibawa enggak terima ya mungkin, 1:02:09 nah itu enggak boleh. Jadi, harus saling 1:02:12 rida. Kalau memang rida yang jual enggak 1:02:13 apa-apa. 1:02:14 Wallahualam. 1:02:16 Ya, meskipun di luar tema sudah dijawab 1:02:18 dan ini dari Bapak yang ada di Ciledug, 1:02:21 Pak Andi. Assalamualaikum, Ustaz. 1:02:25 Alhamdulillah 1:02:26 mendengar tausiahnya, tapi entar dulu 1:02:29 jawabannya atau pertanyaannya karena ada 1:02:31 telepon masuk. Assalamualaikum. 1:02:33 Waalaikumsalam warahmatullah 1:02:35 wabarakatuh. 1:02:36 Dengan siapa, di mana? 1:02:37 Dengan Adi di Kalibata. 1:02:40 Oke, silakan pertanyaannya. 1:02:42 Ee mohon maaf, Ustaz. Terima kasih 1:02:44 sebelumnya. 1:02:45 Ee tadi dikatakan bahwa tidak diutus 1:02:47 Nabi Muhammad tapi untuk menyempurnakan 1:02:50 akhlak manusia. 1:02:51 Ee kalau tidak perlu juga Nabi Muhammad 1:02:54 berdakwah 23 tahun. 1:02:56 Ee tentunya mesti menjadi 1:02:59 contoh untuk kita berdakwah ee untuk 1:03:02 menyempurnakan akhlak. Ee dari Ustaz 1:03:04 tadi kira-kira bagaimana 1:03:07 Nabi berdakwah 1:03:08 sehingga 1:03:10 akhlak manusia ee sempurna itu bisa 1:03:13 terealisasi tidak hanya dalam 1:03:14 wacana-wacana ikio opo ikio opo seperti 1:03:16 itu. Terima kasih. Assalamualaikum 1:03:18 warahmatullahi wabarakatuh. Saya tutup 1:03:19 ya. Mudah-mudahan kembali radio saja. 1:03:22 Waalaikumsalam. 1:03:25 Iya, dakwah itu kan ada konsekuensinya. 1:03:29 Bahkan ada sanksinya. Orang yang dakwah 1:03:31 itu 1:03:32 harus 1:03:34 mulai dari dirinya. 1:03:36 Apa yang dia katakan harus dia perbuat. 1:03:39 Berarti dakwah tidak hanya dalam ucap 1:03:41 secara verbal, lisan saja, tapi juga 1:03:44 contoh keteladanan. 1:03:46 Maka disebut dalam dakwah ada dakwah bil 1:03:50 qaul, ya. 1:03:51 Dengan ucapan, tapi dakwah bil hal, 1:03:54 dengan perilaku. 1:03:57 Ini yang mestinya oleh setiap para dai 1:04:00 itu dicontohkan. 1:04:01 Jangan kita pandai bicara nyuruh orang, 1:04:04 tapi kita sendiri 1:04:06 ndak apa konsekuen terhadap apa yang 1:04:08 kita katakan. Di sisi Allah itu 1:04:10 sanksinya berat. 1:04:12 Nih para para kiai, para ulama, para 1:04:15 dai, ya, para ustaz di manapun, kalau 1:04:18 dia menyuruh, menyerukan sesuatu, tetapi 1:04:20 kemudian praktiknya dalam hidup 1:04:22 pribadinya bertentangan dengan apa yang 1:04:24 dia katakan, 1:04:26 akan disiksa sebelum orang lain disiksa. 1:04:28 Aduh. 1:04:30 Jadi betul tadi, mestinya umat Islam 1:04:33 pada semuanya bisa berdakwah. 1:04:35 Ada yang berdakwah dengan lisannya, 1:04:38 berdakwah dengan tulisannya, tapi juga 1:04:41 yang paling penting dakwah dengan 1:04:43 perilaku disebut dakwah bil hal. Kalau 1:04:45 umat Islam itu jujur, umat Islam 1:04:47 berkasih sayang, umat Islam itu bersatu, 1:04:51 berjamaah, 1:04:52 kasih menebarnya kasih sayang, saling 1:04:54 tolong-menolong, ini dakwah yang luar 1:04:57 biasa. Betul kata bapak tadi. 1:04:58 Wallahualam. 1:05:00 Baik, Ustaz, kita sudah di penghujung, 1:05:02 boleh kita rangkum bahasan tentang 1:05:04 al-insaniyah, 1:05:06 al-alamiyah. 1:05:08 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah. 1:05:11 Demikian sekelumit apa yang bisa saya 1:05:13 sampaikan. 1:05:14 Apa yang selalu saya sampaikan 1:05:17 intinya adalah mengajak, terutama 1:05:18 mengajak diri saya sendiri dan antum 1:05:20 semuanya. 1:05:21 Mari kita jadikan agama itu bukan hanya 1:05:24 dengan simbol dan ungkapan kata-kata. 1:05:28 Tapi kita jadikan itu menyerap ke dalam 1:05:31 hati sanubari, mewarnai sel-sel dalam 1:05:34 tubuh kita, bahkan darah yang mengalir 1:05:36 pada tubuh kita adalah darah yang 1:05:39 digerakkan oleh iman. 1:05:41 Sehingga perilaku, pola pikir, bersikap 1:05:45 adalah mencerminkan Alquran. 1:05:48 Sekurang-kurangnya 1:05:50 sedikit banyaknya adalah menjadi manusia 1:05:52 yang bertauhid dan berakhlakul karimah. 1:05:56 Mohon maaf segala kekurangan, 1:05:57 kekeliruan. Wabillahi taufik walhidayah. 1:06:00 Assalamualaikum warahmatullahi 1:06:01 wabarakatuh. 1:06:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:04 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Abul 1:06:06 Hidayat Seruji. Dan untuk ikhwan akhwat 1:06:09 di manapun Radio Silaturahim bisa 1:06:12 disimak. Mari kita bangun dari 1:06:14 keterpurukan, 1:06:15 dari kemalasan dan kita pertebal iman 1:06:18 kita kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:06:21 Tumbuhkan 1:06:22 kebahagiaan bukan hanya bagi keluarga 1:06:25 kita tapi juga orang-orang yang ada di 1:06:26 sekitar kita. Insya Allah ya. 1:06:28 Mudah-mudahan kita benar-benar bisa 1:06:32 mengamalkan 1:06:34 apa yang sudah diberikan pada hari ini 1:06:36 terkait juga lagu yang tadi Mbah Surip 1:06:40 Dodo Tiro ya. Bersihkan hati kita. 1:06:42 Baiklah ikhwan akhwat 1:06:45 akhirnya 1:06:46 sampai di sini dulu acara tausiah pagi. 1:06:50 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:06:52 alla anta astagfiruka astagfiruka wa 1:06:55 atubu ilaih. Billahi taufik walhidayah. 1:06:57 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:07:00 wabarakatuh. 1:10:57 Hah.