Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Rasul [musik] 0:08 TV 0:15 eh 1 bulan yang lalu gitu ya 0:18 dan dan saat ini kita menuju akhir tahun 0:21 eh banyak pembelajaran yang bisa kita 0:24 dapatkan dan kita ingin mengangkat tema 0:27 eh eh pada 0:29 malam hari ini adalah 0:31 dengan revolusi mental yang 0:33 selama 2 periode selama 10 tahun eh 0:35 kepemimpinan Pak Jokowi mengangkat tema 0:37 terkait dengan butuhnya bangsa ini eh 0:41 untuk revolusi mental 0:43 di mana eh di 0:45 keinginan dan visi di kepemimpinan 0:47 beliau ingin adanya perubahan 0:50 eh pada mental dan kepribadian bangsa 0:52 Indonesia menjadi lebih baik tapi apakah 0:55 eh 0:56 eh di tahun 2024 ini kita melihat 0:59 sudahkah 10 tahun kepemimpinan Pak 1:01 Jokowi kemarin memang berhasil eh 1:04 mengubah revolusi mental 1:06 melakukan revolusi mental eh terhadap eh 1:09 mental dan kepribadian dan karakter dari 1:11 bangsa ini menjadi lebih baik atau malah 1:14 menjadi lebih buruk dari berbagai sisi 1:17 ya untuk itu pada malam ini kita ingin 1:19 mendiskusikannya 1:21 ya terkait dengan tema ini 1:23 eh alhamdulillah sudah hadir bersama 1:25 kita di sini Bung Rocky Gerung 1:28 Selamat malam kabar assalamualaikum 1:29 warahmatullahi wabarakatuh salam 1:31 revolusi mental atau punah mental 1:34 [tertawa] 1:34 kameranya masih off itu Prof oh iya lah 1:38 ini revolusi kamera nih yang perlu 1:40 revolusi kamera ah 1:43 nah kayaknya malam ini panggungnya akan 1:46 kita spesial di panggung Bung Rocky 1:48 [tertawa] 1:49 ah kenapa harus 1:52 enggak apa-apa di video satu lagi Pak 1:56 Vero ya, Vero nanti mudah-mudahan bisa 1:58 segera menyusul untuk narasumber. 1:59 Oke. 2:00 Baik, sebelum kita mulai acara kita pada 2:03 malam hari ini terkait ingin refleksi 2:06 revolusi mental selama eh, 10 tahun 2:09 kepemimpinan Pak Jokowi yang sudah 2:11 berakhir 2024 ini, apakah memang sudah 2:13 berhasil atau belum. 2:15 Eh, 2:16 untuk itu kita segera menyaksikannya. 2:18 Sebelum kita mulai, kami mengucapkan 2:20 terima kasih yang sebesar-besarnya 2:22 kepada seluruh pemirsa setia Indonesia 2:24 Lawyers Club baik di dalam negeri maupun 2:26 luar negeri. 2:27 Eh, dan juga kepada 2:29 eh, seluruh pemirsa dan wartawan dan 2:31 media yang juga turut meliput eh, dan 2:34 memberitakan acara kita ini. 2:36 Acara kita ini di disiarkan secara 2:39 langsung setiap minggunya di pada pukul 2:42 20.00 dan bisa disaksikan 2:44 melalui channel YouTube, eh, Facebook 2:46 dan juga Facebook, eh, Mardani Ali Sera, 2:48 PKS TV dan juga Rasel TV. 2:51 Dan di bisa didengar juga melalui 2:52 channel Radio Rasel 2:54 eh, di di sekitar Jabodetabek dan 2:57 disiarkan juga di beberapa jaringan 2:59 Radio Rasel di beberapa kota di seluruh 3:01 Indonesia. 3:02 Baik, sahabat-sahabat sekalian, 3:04 kita saksikan dulu untuk pengantar awal 3:06 eh, Pak Mardani Ali Sera titip salam 3:08 karena beliau lagi di dari perjalanan 3:10 eh, ke luar negeri, eh, 3:12 tugas beliau sebagai DPR. 3:15 Eh, kita saksikan dulu video beliau. 3:17 Beliau titip video seperti biasa kalau 3:19 beliau lagi berhalangan untuk hadir, ya, 3:21 sebentar. 3:40 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, 3:41 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. 3:44 Amma ba'd. Selamat malam dan salam 3:46 sejahtera untuk kita semua. 3:48 Bahagia sekali Indonesia Lawyers Club 3:50 Talk ini bicara tentang refleksi akhir 3:53 tahun tapi bahas tentang karakter 3:55 bangsa. 3:57 Judi online, 3:59 eh pinjaman online, 4:02 kemudian eh 4:05 masalah eh polisi nembak polisi, 4:09 masalah banyak yang bunuh diri, 4:13 eh 4:13 belum lagi urusan narkoba, ini jadi 4:16 catatan besar bagi bangsa kita. 4:22 Bagaimana bisa jadi bangsa maju kalau 4:25 karakter, 4:27 kepribadian dari warga 4:30 punya catatan. 4:32 Tema menarik tapi 4:34 dalam, 4:36 tajam, 4:37 dan kadang-kadang bersembunyi 4:39 di balik segala janji kosong. 4:42 Alhamdulillah malam ini kita punya 4:44 tamu-tamu keren yang akan bantu untuk 4:48 mengisi 4:50 dan menghiasi Indonesia Leaders Talk 4:53 malam ini. 4:59 Oke. 5:08 Entar ya, ada dua beberapa video beliau 5:10 titip, Pak. 5:20 Ya. 5:24 Salah satu yang sedang kami dalami, 5:28 pendidikan berbasis fitrah. 5:30 Karakter itu 5:33 seperti 5:34 eh batang 5:37 eh dari pohon yang kokoh. 5:40 Nanti kalau 5:42 batangnya kokoh, maka 5:45 asluha tsabitun wa far'uha fis sama'i 5:47 kalau kata Quran. Akarnya dalam dan 5:50 batangnya kokoh. 5:52 Nanti akan menjadi 5:55 kontributor peradaban. Tetapi 5:59 karakter itu 6:01 asalnya ada dari bibitnya, dari 6:04 benihnya. 6:06 Itulah fitrah. Itulah 6:11 yang Allah sudah berikan. Kullu mauludin 6:14 yuladu ala fitrah. 6:16 Fa abawahu au yuhawwidani au yunassirani 6:19 au yumajjisani. Setiap anak yang lahir 6:21 dalam keadaan fitrah. 6:23 Ibu bapaknya yang menjadikan Yahudi, 6:26 Nasrani atau Majusi. Tidak disebut Islam 6:29 karena dari awalnya sudah Islam. 6:33 Dari awalnya sudah punya fitrah. 6:37 Dan tidak bisa membangun karakter 6:40 kalau bibitnya sakit, maka karakternya 6:43 sakit. 6:44 Kalau fitrahnya 6:46 lemah, maka karakternya lemah. Karena 6:48 itu wajib kita perhatikan pendidikan 6:53 berbasis fitrah. 7:16 Dalam Alquran salah satu fitrah yang 7:19 kuat adalah fitrah spiritualitas. 7:22 Ketika Allah mengingatkan 7:25 alastu bi rabbikum? Qalu bala syahidna. 7:29 Maka aku Tuhanmu? Benar. Ya Allah kami 7:32 menyaksikan. 7:33 Barusan kami berbincang dengan ada 7:36 konjen 7:38 eh Indonesia di Istanbul, Pak Dar. 7:43 beliau dulu lama di Havana, Kuba negara 7:46 ateis 7:48 tapi kata keluarganya kalau kejadiannya 7:51 ada badai, ada 7:54 eee 7:55 bencana maka yang dicari aduh ya Allah, 7:59 ya Tuhan tolong kami, ya Tuhan tolong 8:00 kami dalam diri manusia sudah Allah 8:03 instal 8:05 spiritualitas itu yang harus dijaga, 8:07 bukan cuma itu nalar berpikir dan 8:10 berpengetahuan juga sudah Allah instal 8:13 makanya bayi, anak kecil pasti punya 8:16 petualangan ingin tahu 8:18 curiosity-nya tinggi 8:20 ada estetika 8:22 malu kalau telanjang, malu 8:24 kalau kelihatan auratnya, malu kalau 8:28 berbuat buruk, nah baik buruknya dijaga 8:32 tapi bukan cuma itu ada 8:34 juga fitrah 8:37 eee 8:39 individualitas dan sosialitas anak umur 8:42 0 sampai 2 tahun pasti 8:45 egois, nah kenapa? tapi 3-4 tahun mulai 8:49 bisa diajarkan sampai akhirnya 8:51 sosialitasnya menguat 8:54 individualitas juga tetap harus ada 9:23 selain itu ada juga fitrah yang 9:25 berkaitan dengan estetika bahasa 9:30 kemampuan berbahasa ini luar biasa, 9:32 setiap anak, setiap kita dan tapi dia 9:34 perlu 9:35 logika yang tumbuh berkembang 9:38 ya 9:39 nanti 9:41 di banyak kajian 9:43 Pak almarhum Hari Santosa 9:46 sudah memetakan juga fitrah bakat. 9:50 Tiap orang bakatnya beda-beda. Ya. 9:52 Dan nanti fitrah seksualitas lelaki dan 9:55 perempuan berbeda. 9:57 Nah, karena itu 9:59 karakter bangsa kita akan menguat kalau 10:03 fitrahnya diperkuat. 10:05 Tanpa memperkuat fitrah, maka yang 10:07 terjadi akan tumbuh bangsa yang lemah 10:11 karena karakternya lemah. Oleh karena 10:13 itu, pendidikan kita harus betul-betul 10:20 dan 10:21 fitrah, pendidikan berbasis fitrah salah 10:24 satu yang wajib kita 10:26 mulai sosialisasikan. 10:45 Terakhir, tentu bukan cuma fitrah yang 10:48 ada. 10:49 Allah juga menurunkan Alquran. 10:53 Hudalinnas wabayyinatin minallahi wal 10:56 furqan. 10:57 Yang memberi petunjuk, yang menjaga. 11:00 Nah, karena itu perlu 11:03 sesudah fitrah dijaga, pastikan 11:06 fit in, sesuai dan ikut kepada apa yang 11:10 Alquran katakan. 11:13 Leaders dan jalan leaders. Makanya di 11:16 Madani Leadership School kita punya tiga 11:18 metode. 11:19 Ada tarbiyah, menjaga fitrah tumbuh 11:22 berkembang, tapi ada takdib, ya, men 11:26 didik dan mengajarkan adab-adab dan 11:29 adab. 11:30 Tapi ada taklim, pengetahuan juga, 11:32 intelektualitas menjadi. Karena itu, 11:35 pilar pertama muslim berkonsep. Nah, 11:37 karena itu 11:40 karakter bangsa ini tidak dimulai sejak 11:43 eh di luar rumah, tapi di dalam rumah. 11:45 Bahkan bukan cuma di dunia, di alam 11:48 juga, tapi di alam rahim pun sudah mulai 11:51 dididik. Karena itu, ibu-ibu yang 11:54 sedang hamil wajib mendapatkan 11:57 pendidikan parenting yang baik, wajib 11:59 mendapatkan pembekalan. 12:02 Dibanyak cerita, dibacakan surat Nabi 12:04 Yusuf katanya surat Yusuf, tapi bukan 12:06 cuma itu. 12:08 Ada yang eh bela eh 12:10 aktivitas matematika ibunya. 12:13 Diajarkan eh main catur katanya atau 12:16 yang berlogika sehingga anak-anaknya 12:19 ikut. Nah, 12:20 kita perlu betul-betul memperkuat 12:23 karakter dari akarnya. 12:29 Baik, eh demikian video dari Pak Mardani 12:32 pengantar. Beliau menitip salam dan 12:34 menitip videonya karena sedang tidak 12:36 bisa bergabung langsung. Mudah-mudahan 12:38 bisa memberikan pandangan 12:40 dan pengantar bagi diskusi kita yang 12:42 sekarang nih akan kayaknya kita diskusi 12:45 sepuas-puasnya dengan Bung Rocky nih. 12:47 [tertawa] 12:48 Baik, oke. Kita ngelihat Bung Rocky eh 12:52 eh selama eh dua periode kepemimpinan 12:54 Pak Jokowi mengusung eh jargon revolusi 12:57 mental. Benarkah ada perbaikan mental 13:00 bagi bangsa kita di setelah ditinggal 13:03 oleh Pak Jokowi di tahun 2024 ini? 13:07 Ya, jargon dan fitrah itu jarak yang 13:09 mesti kita evaluasi malam ini. 13:12 Pak Jokowi meninggalkan jargon. 13:16 Ustaz Mardani, bahas itu. Apakah itu 13:18 fitrah dari seorang pemimpin? 13:21 Sekedar meninggalkan jargon atau bahkan 13:23 mungkin 13:24 beliau tidak paham apa yang dia 13:26 tinggalkan itu menjadi persoalan hari 13:27 ini itu. 13:29 Jadi kalau kita sebut revolusi mental, 13:31 dari awal kita curiga kenapa pakai kata 13:34 revolusi itu. 13:36 Revolusi artinya perubahan kualitatif. 13:39 Berubah secara kimia itu. Semua komponen 13:42 dilepas 13:44 dan kita bentuk molekul baru itu itu 13:46 namanya revolusi mental. 13:48 Tapi sampai sekarang revolusi mental itu 13:51 yang intinya di awal adalah supaya tidak 13:53 korupsi, supaya patuh pada hukum, supaya 13:56 memanfaatkan 13:57 [berdehem] 13:57 dalil-dalil ilmu pengetahuan, supaya 14:00 taat pada perintah 14:03 religius. Itu kalau kita lihat dari 14:05 sekarang coba kita lihat misalnya 14:08 patuh pada hukum. Oke, jadi Pak Jokowi 14:11 ingin ada revolusi mental dan karena itu 14:13 dia harus patuh pada hukum. Oleh karena 14:15 itu dia sudah membatalkan ide dia untuk 14:18 tiga periode. Oleh karena itu dia sudah 14:21 membatalkan keinginan dia untuk 14:22 memperpanjang jabatan masuk jabatan. 14:24 Bahkan sebelum dia eh 14:26 lengser dia beri pesan pada bangsa ini 14:28 bahwa tolong Gibran itu jangan di 14:31 dianggap sebagai eh 14:33 wakil presiden ya karena dia itu memang 14:36 diselundupkan oleh kekuasaan di luar 14:38 kemampuan saya. Gitu kira-kira tuh. Itu 14:41 betul semua itu kecuali kita baca secara 14:43 terbalik. Kan itu masalahnya tuh. 14:45 Jadi apakah pertanyaan apakah fitrah 14:47 Jokowi itu untuk memuliakan demokrasi? 14:51 Apakah fitrah politik Pak Jokowi itu 14:53 untuk menghasilkan peradaban yang 14:55 berbasis pada konstitusi? Nah jawabannya 14:58 ada di dinding sebelah kiri setiap 15:01 kantor pemerintah tuh. Nah di situ. 15:03 Yaitu dinding foto di atas yang di 15:05 samping Pak Prabowo. 15:08 Iya menarik eh terutama kalau kita 15:11 berbicara mental kepemimpinan ya eh 15:13 Muradi ya. Eh di banyak eh diskusi 15:18 eh salah satu cara karakter pemimpin 15:20 yang baik ini 15:22 adalah ketika dia sudah selesai dengan 15:24 dirinya, keluarganya 15:26 sudah tidak ada ee keakuannya yang yang 15:29 timbul ketika dia menjadi sosok pemimpin 15:31 itu gitu ya. Dia tidak lagi berbicara 15:33 dirinya, tapi dia perwujudan 15:36 representasi dari kemauan, dari 15:39 keinginan, harapan 15:41 dan kebutuhan dari ee 15:43 bangsanya, rakyatnya, ee anggota yang 15:46 dipimpinnya gitu ya. Nah, ee sekarang 15:49 justru banyak sekali di di Indonesia 15:52 kepemimpinan ini diisi oleh 15:55 keluarga, anak, istri 15:58 teman-teman sepermainan dan segala macam 16:01 ya, sehingga ee sehingga kita melihat 16:05 kok 16:06 ee apa memang ada harapan ini 16:09 bahwa pos-pos kepemimpinan ini akan 16:11 diisi orang-orang yang yang memang 16:12 memiliki kompetensi, walaupun mungkin 16:15 dia tidak punya 16:17 ikatan-ikatan akses, jaringan keluarga, 16:20 kepentingan dan lain-lain. Bagaimana 16:21 Muhtar yang lihat ini? 16:23 Bagus tadi ulasan Ustaz Mardani bahwa 16:27 fakultas pertama yang membentuk fitrah 16:30 adalah rahim ibu itu. Jadi, 16:33 alam rahim itu adalah tempat pertama 16:35 kesucian itu menghasilkan basis untuk 16:38 kehidupan. Kan hanya dalam kesucian maka 16:41 ada harapan untuk kehidupan. Kalau tidak 16:44 ada janji kesucian, ya orang merasa 16:45 ngapain gue hidup, kira-kira begitu kan. 16:47 Kalau tidak ada janji kesucian juga 16:49 orang merasa ngapain gue mati gitu. 16:51 Jadi, absurditas atau nihilisme itu 16:54 dimulai dari pertanyaan paling dasar. 16:56 Fitrah kita itu apa itu? Ya membuat 16:59 kebaikan supaya bertahan hidup. Kalau 17:01 membuat keburukan artinya 17:03 bellum omnium contra omnes, maka terjadi 17:06 saling bunuh-membunuh kan, itu dasarnya 17:08 kan. Jadi, kenapa seseorang dilahirkan? 17:10 Ya supaya memelihara kehidupan, bukan 17:13 untuk menghentikan kehidupan tuh. Ya 17:15 kita mulai melihat bahwa di era 10 tahun 17:18 ini kehidupan itu dalam semua dimensi 17:21 kehidupan ekonomi, kehidupan politik, 17:24 kehidupan kewarganegaraan itu jatuh 17:26 semua itu. 17:27 Apakah ini sekedar pendapat dari 17:30 orang-orang kritis seperti saya atau 17:32 teman-teman saya? Bukan, itu pendapat 17:34 dari Bank Dunia, itu pendapat dari 17:36 pemeringkat korupsi yang mengatakan 17:39 bahwa di Indonesia itu 17:41 indeksnya tinggal 36. Artinya dari 100 17:44 orang Indonesia tinggal 36 yang jujur. 17:46 Jadi sebetulnya kalau kita tanya kenapa 17:48 terjadi begitu? Bukankah Pak Jokowi 17:50 ingin supaya indeks itu 60? Oh, itu 17:53 kesalahan yang dibuat oleh Presiden 17:55 Soeharto, itu kesalahan yang dibuat oleh 17:56 SBY, itu kesalahan yang dibuat oleh 17:58 Megawati itu. Itu kesalahan yang dibuat 18:00 oleh Prabowo. Loh, mereka itu bukan 18:03 pemerintah Jokowi. Kan mestinya kita 18:06 kita mendengar keterangan dari Pak 18:07 Jokowi, "Oke, saya bersalah karena 18:09 indeks yang seharusnya 60 justru turun." 18:12 Apa penyebabnya? Ya, orang cari kenapa 18:14 Presiden Presiden Jokowi gagal 18:16 menghasilkan itu. Tapi nanti 18:19 buzzer-buzzernya bilang itu kan pendapat 18:21 kalian. Loh, ini pendapat internasional. 18:23 Baca di media-media internasional yang 18:25 sangat 18:26 sangat objektif. Jadi justru kefitrahan 18:29 itu dibatalkan oleh statistik yang 18:33 disogok oleh pemerintahan Jokowi supaya 18:35 dia di dipoles berfitrah adil, berfitrah 18:38 demokratis, berfitrah citizen. Nah, 18:42 semua fitrah itu dibungkus oleh yang 18:45 kita sebut pemalsuan fitrah itu. Jadi 18:47 betul tadi kalau 18:50 mau dikatakan bahwa 18:52 kefitrahan itu berasal dari kesucian 18:54 rahim, begitu dia lahir dia pindah ke 18:57 rahim politik yang isinya 18:59 segala macam tipu muslihat itu. Nah, 19:01 selama 10 tahun ini rahim fitrah itu 19:05 berhenti 19:07 memproduksi kebaikan karena pindah ke 19:09 rahim politik, yaitu rahim laki-laki 19:12 yang namanya Mulyono itu jalan 19:14 pikirannya. 19:17 Baik. Menarik ketika kita berbicara 19:20 mental ini bermula dari kefitrahan ya, 19:22 Prof. Nah, 19:23 Iya, betul. 19:25 eh salah satu hal yang sering dijadikan 19:27 kajian juga terkait karakter dan mental 19:30 beberapa pribadi dari bangsa-bangsa yang 19:33 ada di dunia ya. Yes. Nah, 19:36 salah satu yang sering dijadikan 19:37 percontohan itu misalnya orang Jepang, 19:39 Prof. Ya, gimana mereka tuh orangnya 19:41 disiplin ya, 19:42 kerjanya sangat eh kerja keras, 19:45 kompeten, 19:46 eh kerja tuntas sampai akhir gitu ya. 19:49 Hasil pekerjaannya juga bagus gitu. 19:51 Sampai kepemimpinannya juga tahu malu 19:54 kalau kalau kesalahan 19:56 mengundurkan diri gitu ya. Budaya-budaya 19:59 seperti itu eh memang budaya-budaya 20:02 unggul, rendah hati, kerja keras, 20:04 kejujuran, kedisiplinan itu sangat 20:07 kentara di bangsa Jepang gitu. 20:09 Nah, kalau kita lihat di bangsa kita 20:11 malah kalau kita lihat banyak di sosial 20:13 media 20:14 yang yang sering muncul tuh eh 20:17 mungkin contoh-contoh yang kurang baik 20:19 gitu ya. Bagaimana kita lalu lintas di 20:21 jalan tidak disiplin, kita kotor ya. 20:24 Kalau di Jepang itu sangat disiplin 20:26 untuk memasukkan sampah. Sampai budaya 20:28 kerja kita juga budaya kerja yang 20:31 kurang profesional dan kurang 20:33 berkualitas. Nah, bagaimana 20:35 eh kenapa bisa terjadi seperti ini di 20:37 bangsa kita? Mungkin dari segi 20:38 sejarahnya apakah ada hubungan kita 20:40 pernah jadi bangsa terjajah, Prof, atau 20:42 bagaimana? 20:43 Iya, Jepang itu punya mental Bushido itu 20:46 artinya bertanggung jawab terhadap apa 20:47 yang Anda lakukan itu. 20:49 Kalau kesalahan Anda sangat besar itu 20:52 Anda bunuh diri. Itu namanya 20:53 eh semacam 20:55 eh etos yang disebut sebagai Bushido 20:58 itu. Karena itu selalu ada penghormatan 21:01 terhadap mereka yang mampu 21:03 mempertahankan etos itu. 21:05 Di Di itu kalau 21:06 kalau kita di 21:08 di Tok di Tokyo ya, kota besar, 21:11 kota-kota sekitar Yokohama misalnya itu 21:14 kan, tetap kita akan lihat anak sekolah 21:16 itu nunggu di lampu merah tuh. Bahkan eh 21:20 mereka tahu bahwa mereka berhak untuk 21:23 nyebrang. Padahal pada saat yang sama 21:26 eh pengendara mobil tahu bahwa akan ada 21:28 yang menyebrang itu. Jadi tidak ada 21:30 klakson mengklakson. Karena itu misalnya 21:32 di di di Jepang itu onderdil yang yang 21:36 enggak pernah diganti di sebuah mobil 21:38 itu adalah klakson, karena enggak pernah 21:40 dipakai itu. 21:41 Nah, di kita yang paling sering di di 21:43 yang kita dengar adalah klakson 21:45 tetot-tetot segala macam tuh. Bahkan 21:48 dikasih sinyal untuk retreat untuk R itu 21:51 mundur itu. Lampu belakang sudah nyala, 21:53 tetap saja eh nyelonong masuk ke situ 21:56 kan. Sebetulnya ini adalah refleksi dari 22:00 keinginan untuk cepat mencapai tujuan 22:02 dengan melanggar etos, kan itu dasarnya 22:04 kan. 22:05 Dia ingin cepat tiba di 200 m di depan 22:07 kita padahal di situ ada lampu merah dan 22:10 tidak memberi kesempatan pada orang yang 22:12 minta izin. 22:13 Kasih sinyal itu lampu kuning atau lampu 22:16 lampu putih ke belakang kita, saya mau 22:17 mundur ya. Kan itu dasarnya itu. Nah, 22:20 kalau kita bandingkan misalnya, apa yang 22:22 terjadi? Yang terjadi adalah motif 22:24 pertama-tama. Motif untuk memamerkan 22:28 kekuasaan di jalan raya. Motif untuk 22:30 memamerkan kekuasaan di parlemen. Motif 22:32 untuk memamerkan kekuasaan di kabinet. 22:34 Kan semua itu. 22:35 Yang ada hari-hari ini kan. Jadi kita 22:38 tidak lihat semacam 22:40 upaya dari Presiden Jokowi selama 10 22:42 tahun untuk memberantas motif-motif 22:44 buruk itu kan. 22:46 Jadi kalau dikatakan rakyat memang 22:48 cerminan dari pemimpinnya atau 22:50 sebaliknya, pemimpin adalah cerminan 22:51 dari rakyatnya. 22:53 Menurut rakyat kita itu dari awal mampu 22:56 untuk 22:57 mensosialisasikan nilai. 22:59 Karena itu negeri ini disebut di awal 23:02 sebagai negeri yang eh 23:05 penuh pengalaman etis karena pernah 23:07 dijajah maka dia tahu apa artinya 23:09 kekerasan, pernah dihisap eksploitasi 23:12 ekonominya maka dia tahu apa itu artinya 23:14 penyogokan itu. Nah, justru karena 23:16 pengetahuan itu yang terjadi adalah di 23:19 dilembagakannya kembali lembaga-lembaga 23:20 ini. Kita mengulangi sebetulnya periode 23:22 panjang dalam sejarah kita yang kita 23:24 sebut sebagai eksploitasi 23:27 jadi kita belajar untuk mengeksploitasi 23:31 hal yang justru kita tolak di awal 23:33 kemerdekaan 23:34 kita belajar untuk menjadi fasis hal 23:36 yang kita tolak justru di antara periode 23:38 42 sampai 45 ketika 3 tahun Indonesia 23:41 itu dijajah oleh Jepang dan itu adalah 23:43 fasisme itu kekerasan ada di jalan-jalan 23:45 jadi kita tidak belajar sebetulnya. Nah, 23:47 kalau kita mau tagih apa penyebabnya? 23:49 Ya, kepemimpinan dengan sendirinya kan 23:52 jadi leadership itu selama 10 tahun itu 23:54 menghasilkan keburukan dan itu yang 23:56 sampai sekarang membekas dan bekas-bekas 23:59 itu yang kita lihat di akhir-akhir ini 24:02 bagaimana 24:04 eh 24:05 calon pemimpin itu tidak mampu untuk 24:07 mendefinisikan hal yang paling simpel 24:10 yaitu apa sebetulnya yang disebut 24:11 leadership itu. Leadership artinya 24:13 keinginan untuk menuntun orang lain itu 24:16 maksudnya leadership karena dia disebut 24:18 leader ada di depan untuk menuntun orang 24:20 lain bukan menghalangi orang lain justru 24:22 kan. Yang terjadi dalam politik 24:24 halang-menghalangi padahal mereka yang 24:26 menyebut dirinya leader itu. Itu soalnya 24:29 Profesor Haldi 24:31 Panjaitan 24:33 saya semakin semangat kalau diskusi 24:34 berdua gini oke [tertawa] 24:37 ini Prof eh dan ada satu contoh kita 24:40 bahwa saya ingin menimbulkan masih ada 24:42 harapan ya untuk memperbaiki bangsa kita 24:45 walaupun ini contohnya terlalu ideal 24:47 sosok Nabi Muhammad yang bisa mengubah 24:50 masyarakat jahiliyah itu ya di peradaban 24:53 ketika itu di bangsa Arab yang penuh 24:55 dengan jahiliyah lah ya kurang lebih 24:57 sama mungkin beberapa kondisi ya di kita 25:00 saat ini. Tapi dengan usaha yang tidak 25:02 pernah kenal menyerah 25:05 dalam tempo 23 tahun ee dan diteruskan 25:08 oleh para sahabatnya gitu ya 25:11 dan pemimpin-pemimpin setelahnya 25:13 berhasil mengubah 25:14 bangsa bodoh, jahiliyah, dan penuh 25:17 kerusakan menjadi bangsa yang bisa 25:20 menjadi pemimpin peradaban dunia ratusan 25:22 tahun setelahnya gitu ya. 25:24 Nah, 25:25 bagaimana ee mungkin sedikit kita 25:27 melihat mungkin Murakim melihat kalau 25:29 pernah sejarah ya pasti pernah lah 25:31 Murakim sejarah Nabi Muhammad melakukan 25:33 perubahan mental yang luar biasa di 25:36 Jazirah Arab itu sehingga berhasil apa 25:38 yang bisa pelajaran yang bisa kita petik 25:40 dari usaha beliau? 25:42 Tentu Nabi melihat ada kontras moral di 25:45 situ kan. Jadi pertama-tama perubahan 25:47 dimulai dengan mendefinisikan bahwa ada 25:49 kontras moral tuh. Dari mana Nabi 25:52 mengerti itu? Tentu ada yang disebut 25:55 insting 25:56 untuk melihat bahwa itu kok enggak adil 25:57 ya. 25:58 Tetapi Nabi Muhammad berupaya untuk 26:01 menuntun bangsa itu yang ada dalam 26:02 kegelapan bukan sekedar dengan 26:05 semacam nasihat moral, tapi dia kasih 26:07 rasionalitas terhadap nasihat moral itu. 26:10 Itu yang kita sebut sebagai asbabun 26:11 nuzul kan. 26:13 Asal usul dari pengetahuan moral itu ini 26:15 loh, ada peristiwa lalu diambil 26:17 saripatinya tuh. Jadi Nabi Muhammad 26:20 mengevaluasi kehidupan lalu 26:22 merumuskannya itu di dalam bentuk 26:25 perintah moral. Perintah moral kemudian 26:27 dicarikan 26:29 rasionalitasnya, reasoning-nya sehingga 26:30 masuk akal. Perintah moral boleh baik, 26:33 tapi kalau enggak masuk akal orang 26:34 enggak akan ikuti kan. Jadi Nabi 26:36 memanfaatkan dua kapasitas itu. Ada 26:39 impera, ada moral imperatif, ada logical 26:42 legitimation di situ tuh. Itu pentingnya 26:45 kita mengerti bahwa semua, seluruh 26:47 ajaran sosial dari Nabi Muhammad 26:50 berbasis pada rasionalitas tuh. Karena 26:53 itu 26:53 ayat pertama adalah baca, baca, baca, 26:56 tafsirkan, tafsirkan, tafsirkan. Iqra, 26:58 iqra, iqra. Kan itu dasarnya tuh. Jadi, 27:01 sebetulnya kita mampu untuk membaca 27:03 Quran dengan kemampuan akademis kita. 27:06 Nah, karena itu selalu di diterangkan 27:08 bahwa ayat ini diturunkan untuk mereka 27:11 yang berpikir. 27:13 Jadi, 27:13 ada pengertian bahwa semua orang mampu 27:16 berpikir. Supaya ayat itu dipikirkan, 27:19 itu maksudnya kan. 27:20 Misalnya ayat tentang amar makruf nahi 27:22 mungkar. Siapa yang mesti melakukan itu 27:24 pertama? Ya, bukan rakyat, pemimpinnya 27:26 mesti begitu. Karena yang potensi untuk 27:28 tidak menghasilkan amar dan dan dan 27:32 memperbanyak nahi mungkar adalah 27:34 pemimpin. Karena itu di dalam tafsir 27:36 mesti dikatakan bahwa ayat itu adalah 27:38 perintah terhadap pemimpin. Hei, kau 27:41 pemimpin, amar makruf nahi mungkar dong. 27:43 Bukan pemimpin yang minta kita amar 27:45 makruf nahi mungkar, terbalik-balik kan. 27:46 Nah, itu saya kira eh 27:48 eh cara hermeneutis untuk membaca eh 27:52 ayat-ayat dalam soal leadership di dalam 27:55 Alquran. 27:56 Lanjut, Prof. 27:58 Nah, kan yang awalnya ini masyarakat 28:00 jahiliyah, penuh kegelapan dan 28:02 kebodohan, 28:04 bisa diubah oleh Nabi menjadi kalau 28:07 dalam Alquran istilahnya khairu ummah, 28:09 jadi umat terbaik. 28:10 Yang gelap. 28:12 Nah, ciri-ciri umat terbaik di dalam 28:14 Alquran itu, Prof. 28:15 Itu adalah mereka beriman dan melakukan 28:17 amar makruf nahi mungkar. 28:19 Yes. 28:20 Nah, berarti 28:22 bagaimana caranya dari awalnya orang 28:24 yang selalu melakukan kejahat kejahatan, 28:27 kebodohan, kemaksiatan, kezaliman di di 28:30 masyarakatnya, diubah menjadi masyarakat 28:33 yang mereka melakukan amar makruf nahi 28:36 mungkar di komunitas masyarakatnya. Iya, 28:38 dia mengerti akhirnya bahwa amar makruf 28:41 nahi mungkar itu harus dipraktikkan 28:43 sebagai sindiran pada pemimpin yang 28:45 tidak amar makruf nahi mungkar, kan itu 28:47 dasarnya kan. 28:48 Kenapa itu kita anggap sebagai sindiran? 28:50 Karena setiap makhluk itu kendati dia 28:53 hidup dalam kegelapan di era itu, tetapi 28:56 setiap makhluk potensial fitrahnya 28:59 sebagai ulul albab, kira-kira begitu 29:01 dasarnya kan. Orang yang berpikir itu. 29:04 Karena itu kefitrahan manusia dibedakan 29:06 dengan kefitrahan hewan, yaitu kita 29:08 berpikir. 29:09 Nah, itu yang kita sebut selalu bahwa 29:12 ya semacam keinginan untuk jadi kan 29:15 semua semua ee murid itu di dalam 29:18 kondisi tarbiyahi gitu. Jadi dalam 29:21 kondisi berpikir, kondisi belajar, 29:23 kondisi untuk saling mendidik tuh. Nah, 29:25 itu sebetulnya etos pertama di dalam 29:28 kehidupan ketika kita berupaya untuk 29:30 membangun negeri maupun bangsa, maka 29:32 pastikan bahwa bangunannya kita bikin 29:35 itu adalah hasil kerja sama otak-otak 29:37 warga negara, itu dasarnya. Sehingga ada 29:40 hak warga negara untuk mengevaluasi 29:43 hasil kerja itu. Lalu hasil kerja itu 29:45 dititipkan pada pemerintah untuk diurus 29:47 oleh pemerintah demi kepentingan warga 29:49 negara. Kan itu ee yang dilakukan oleh 29:52 Nabi Muhammad juga itu sebetulnya kan. 29:54 Mengucapkan sesuatu, melaksanakan 29:56 sesuatu, memperlihatkan hasil yang baik 29:58 itu, sehingga pemimpin entah itu Umar, 30:01 entah itu berikutnya itu tahu bahwa 30:04 suksesi di dalam kepemimpinan, juga 30:06 suksesi di dalam ide itu kira-kira. 30:09 Oh, jangan berlebihan nanti saya jadi ee 30:11 apa apa 30:12 ee penafsir muamalat. Wah. 30:14 Enggak ada, enggak ada. Kita lagi tafsir 30:17 sosial nih, Prof. 30:18 [tertawa] 30:18 Oke. 30:19 Nah, biar ada refleksi akhir tahun 30:20 bolehlah kita masuk ke akhir tahun dulu 30:22 lah. 30:23 akhir tahun. Nah, kemudian kita lihat di 30:26 kondisi kekinian nih, kondisi Indonesia 30:28 di mana kita tingkat korupsi 30:30 masyarakatnya termasuk yang paling 30:31 tinggi ya, kalau dilihat dari indeks 30:33 korupsi negara-negara lain. 30:35 Tapi kemudian ee tingkat 30:38 ee kompetensi, tingkat produktivitas, ee 30:43 produktivitas ekonomi 30:45 itu kita rendah gitu ya. 30:48 Dibanding negara-negara lain Prof 30:50 yang mereka ya mohon maaf mungkin mereka 30:53 bukan negara muslim ya, tapi mereka 30:55 mengajarkan, mengamalkan apa yang 30:57 diajarkan Nabi Muhammad walaupun mungkin 30:59 secara ideologi dan agama kepercayaan 31:01 mereka bukan muslim. 31:03 Nah, ini kan se se sa suatu hal yang 31:06 sangat kontradiktif dan sangat kita 31:09 sedihkan ya, sedih melihatnya 31:11 di mana negara banyak seperti di 31:13 Indonesia banyak yang mengaku ingin 31:16 meneladani Nabi dan para sahabat yang di 31:18 masyarakat khairu ummah ketika itu tapi 31:20 ternyata kita tidak berhasil. Kenapa 31:23 negara-negara yang lain itu berhasil dan 31:24 kita tidak Prof? 31:26 Karena ada etos yang bisa bisa di 31:29 diseminasi itu. Kalau misalnya ya 31:31 mungkin 31:32 kita kita baca Quran misalnya, misalnya 31:36 cara kita untuk mengevaluasi keadaan, 31:38 saya kasih contoh misalnya ee 31:41 telah kami perlihatkan kerusakan di 31:43 bumi, di darat dan di laut dan 31:46 tanda-tanda itu telah kami hukumkan pada 31:48 sebagian dari mereka 31:50 supaya yang lain tidak berbuat 31:53 seperti yang kami hukumkan. 31:55 Kan itu juga memerlukan rasionalitas 31:57 kan. Jadi 31:58 ayat itu 32:00 bisa kita tafsirkan bahwa hukuman sudah 32:03 diberi pada sebagian supaya yang lain 32:06 belajar dari hukuman itu, kan itu 32:08 maksudnya kan. 32:09 He Baik, kan misalnya kalau kalau ayat 32:11 itu 32:12 Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan 32:14 kami hukum semua, yang enggak ada 32:16 gunanya belajar karena semua sudah 32:17 dihukum. 32:19 Kan hukuman itu hanya pada sebagian 32:20 supaya yang lain memikirkan kembali 32:23 perilaku buruk mereka terhadap 32:24 lingkungan, itu kan di surat apa? Surat 32:26 Ar Rum ayat 41 kalau enggak salah itu. 32:28 Jadi 32:29 ya itu 32:30 bisa dicek lah itu. Jadi maksud saya 32:33 adalah pelajaran moral itu, pelajaran 32:35 mental itu itu bukan sekedar membaca 32:39 ayatnya. 32:40 Tetapi mengambil logika di dalam ayat 32:43 itu dan dikontekkan dengan kebutuhan 32:45 hari ini. Nah, tanpa membaca Quran, ini 32:48 negara-negara 32:50 Skandinavia sudah praktekkan itu, 32:51 walaupun itu negara ateis, tetapi 32:54 etikanya ada di dia, logikanya mereka 32:56 paham itu. Ya, itu yang disebut sebagai 32:58 keuniver keuniversalan dari semua kitab 33:01 suci, dari semua ayat suci itu, bisa 33:02 ditafsirkan. Gitu poin saya. 33:06 Betul, Prof. Ini kalau saya yang ya saya 33:08 seorang muslim autokritik yang saya 33:11 lihat ya banyak 33:12 kan banyak sekarang diajarkan misalnya 33:15 membaca Alquran ya, membaca tilawah 33:17 Arabnya gitu, tapi kan orang enggak tahu 33:18 apa artinya. Walaupun dalam Islam 33:20 membaca Quran itu berpahala, satu huruf 33:22 itu dapat pahalalah, tapi itu kan untuk 33:24 hubungan kita dengan Tuhan ya. Tapi 33:26 sebenarnya makna utama dari Quran itu 33:28 kan nilai utama itu maknanya kan. 33:31 Ya, sementara orang enggak ngerti apa 33:33 yang dibacanya, sehingga itu tidak 33:34 berbuah menjadi khairu ummah ketika 33:36 orang membaca Quran yang banyak gitu. 33:39 Karena pedagogi akhirat diutamakan 33:41 daripada pedagogi sosial tuh. Ehm. 33:44 Keinginan untuk membaca tanpa paham 33:46 bagus, tetapi motifnya ya sudahlah 33:49 pokoknya cepat-cepat tiba di akhirat 33:50 gitu. Padahal perintah Quran itu selalu 33:53 di dalam aktivitas sosial manusia. 33:56 Kan tadi asal-usul genealogi dari dari 34:00 ayat-ayat suci itu untuk membongkar 34:03 kembali masyarakat yang hidup dalam 34:06 kegelapan. 34:08 Kan itu dasarnya itu kan, karena itu 34:09 diberi pengetahuan dan pengetahuan itu 34:12 harus didiskusikan, bukan sekedar 34:14 didoktrinkan itu maksudnya. Nah, karena 34:17 itu diskusi-diskusi yang di di 34:20 di dalam semua 34:22 ya semua agama mestinya, ada hak dari 34:25 jemaah untuk bertanya pada ustaz, 34:27 bertanya pada pendeta itu. 34:29 Misalnya oke, ada khotbah Minggu atau 34:30 khotbah Jumat, angkat tangan saja kan, 34:32 saya tidak paham atau saya tidak setuju, 34:34 saya mau bertanya itu. 34:36 Kan di situ juga terjadi keadilan sosial 34:38 kan. Saya kira tradisi yang sama juga 34:40 dilakukan oleh Nabi terhadap 34:43 sahabatnya dan bahkan bertengkar di situ 34:45 kan. 34:46 Kan pertengkaran antara Nabi dan 34:47 sahabatnya itu kita kita baca di dalam 34:50 banyak risalah sebetulnya. Jadi kenapa 34:53 bagian itu tidak kita ambil bahwa apapun 34:56 itu yang namanya khotbah itu itu adalah 34:58 pelajaran. Di dalam pelajaran itu ada 35:01 pengetahuan. Kalau pengetahuan itu kita 35:03 ambil tetapi logikanya kita tinggalkan, 35:05 kita sekedar tahu tapi kita tidak tahu 35:07 hubungan sebab akibatnya apa sehingga 35:09 ayat itu turun. Jadi itu sebetulnya yang 35:12 lebih penting supaya 35:14 kemampuan kita untuk meningkatkan 35:16 pengetahuan itu datang dari keinginan 35:18 kita untuk mempersoalkan semua hal. 35:21 Itu kira-kira. 35:23 Betul Prof, jadi 35:25 saya waktu kuliah dulu pernah dikasih 35:27 buku 35:28 bahkan apa malaikat pun bertanya yang 35:30 Jefri Al Buchori. 35:32 Jefri Al Buchori ya saya tahu itu. Heeh, 35:34 jadi 35:35 malaikat saja ketika Tuhan menciptakan 35:38 Adam bertanya dan protes. Ya Tuhan ya 35:41 Allah kenapa kau menciptakan Adam gitu. 35:43 Nah dan Allah Tuhan juga enggak ada 35:45 masalah ketika tanda kutip ditanyakan, 35:48 dipertanyakan dan diprotes. Tapi kan 35:51 terjadi dialog di situ kan. 35:53 Seperti itu Prof. Ya itu pentingnya 35:54 pentingnya dialog itu. Kalau misalnya 35:56 ada ayat yang 35:58 berbunyi atau tafsir yang berbunyi bahwa 36:01 perempuan itu 36:02 dibuat dari tulang rusuk laki-laki itu 36:05 kan. Itu berarti perempuan tergantung 36:08 pada laki-laki itu. Karena perempuan itu 36:10 produk nomor dua dari laki-laki. Kalau 36:13 lalu kita bertanya misalnya dengan 36:14 kuriositas kita itu. Iqra iqra iqra 36:17 artinya coba tafsirkan apa maksudnya 36:19 itu. Coba kita tafsirkan dengan 36:21 kemampuan untuk menimbulkan huru-hara di 36:23 pikiran misalnya. Oh ya betul perempuan 36:26 itu the second sex, itu nomor dua 36:28 statusnya karena dia cuma diambil dari 36:30 rusuk laki-laki. 36:32 Lalu kita bertanya, lalu laki-laki 36:33 dibuat dari apa? 36:36 Ya, dari dari tanah becek. 36:39 Dari dari gorong-gorong, gitu kan. Eh, 36:41 aku bentuk kamu dari abu dan segala 36:43 macam. Lalu kalau kita pakai ilmu 36:46 kebersihan, lebih bersih mana itu? 36:49 Tubuh laki-laki yang diambil dari tanah 36:52 atau tubuh perempuan yang diambil dari 36:54 tulang? Tulang itu sudah bersih, kan. 36:56 Jadi, sebetulnya lebih berkualitas 36:58 perempuan. Tapi nanti ada perdebatan, 37:00 enggak begitu asbabun nuzulnya. Itu 37:02 mesti di, iya, tetapi itu menimbulkan 37:03 percakapan. Kan itu itu semua yang kita 37:06 inginkan tuh, bahwa ada 37:09 tafsir bahwa jangan ikuti kepemimpinan 37:12 perempuan karena perempuan itu tidak 37:14 mampu untuk menghasilkan keadilan itu. 37:17 Lalu itu jadi perintah bahwa pemimpin 37:19 perempuan itu dilarang. Loh, bukan 37:21 dilarang. Pada waktu itu kita mesti cari 37:24 ca, eh, keterangan. Kenapa nabi 37:27 menganggap bahwa perempuan itu tidak 37:29 layak itu. Lalu kita lihat misalnya, oh, 37:31 pada waktu itu arah telunjuk nabi itu 37:34 mengarah ke Ratu Syeba di Persia yang 37:37 memang memerintah tidak adil. Maka itu 37:39 contoh sederhana, bukan semua 37:42 pemimpin perempuan itu buruk. Jadi, itu 37:44 kemampuan untuk melakukan 37:47 hermeneutic of suspicion itu dalam dalam 37:50 upaya untuk menafsirkan satu ayat. Tapi 37:52 sekali lagi, penafsiran itu kan di, 37:54 tuntun oleh kerohanian manusia. Kenapa 37:57 kuriositas itu muncul? Karena ada hal 37:59 yang misteri di dalam eh, 38:01 yang sakral dan kesakralan itu kita 38:04 bantu, kita bisa berdoa untuk menemukan 38:07 dalilnya. Tapi kita bisa juga berpikir. 38:10 Dan setelah kita berpikir, ya, kita 38:11 doakan bahwa hasil pikiran kita se, 38:13 mudah-mudahan benar, kan itu maksudnya. 38:16 Iya. 38:16 Baik, Prof. Sekarang eh, kita 38:19 merefleksikan kualitas pendidikan 38:21 Indonesia sekarang, sekolah-sekolah yang 38:23 harusnya itu kan 38:24 pendidikan yang menumbuhkan karakter 38:27 peserta didik 38:28 ternyata [berdehem] sekarang kita lihat 38:29 bagaimana kondisi sekolah kita 38:32 ya banyaklah apalagi sekolah negeri yang 38:34 kebetulan saya juga anak-anak sambil 38:36 mengevaluasi sekolah yang ada gitu ya 38:38 yang seakan-akan sekolah itu hanya untuk 38:40 pelajaran-pelajaran aspek pengetahuan 38:42 kognitif tapi karakter 38:45 dari para siswanya dan anak-anak bangsa 38:47 kita ini seakan tidak ada yang 38:49 mengevaluasi sehingga kita tahu banyak 38:51 sekali masalah-masalah moral di sekolah 38:54 karakter anak-anak kita yang juga kurang 38:56 baik belum lagi masalah karakter kerja 38:59 profesionalitas 39:00 nah bagaimana kondisi dunia pendidikan 39:02 Indonesia saat ini Prof yang harusnya 39:03 itu bisa membangun 39:05 karakter mental dan juga karakter 39:08 kepribadian yang unggul 39:10 bagi bangsa kita 39:12 iya lepas dari semua ambisi bagus dari 39:15 para pedagogi kita tuh semua keterangan 39:18 yang di dibawa ke media sosial karena 39:22 perbincangan dengan Prof siapa namanya 39:24 Prof Stella ya Prof siapa yang wakil 39:26 menteri pendidikan tinggi itu 39:28 dan kita seolah-olah dapat semacam oke 39:31 ada inspirasi bahwa kita harus kejar 39:33 teknologi kita harus kejar matematik 39:36 kita harus kejar ilmu-ilmu dasar biologi 39:38 kimia oh iya tapi yang lebih penting 39:41 adalah kita tak tahu enggak bahwa ujung 39:44 dari pengetahuan kita tentang ilmu-ilmu 39:46 dasar itu mau dihasilkan apa kan itu 39:49 masalahnya kan 39:50 bahwa kemudian ilmu-ilmu itu berguna 39:52 misalnya untuk bikin mobil listrik oh 39:54 iya tapi pertanyaannya adalah setelah 39:56 mobil listrik itu kemampuan kita 39:59 berjalan kaki hilang itu 40:01 karena 40:02 dengan mudah ya tapi 40:05 kita dapat 40:06 zero 40:08 enggak enggak ada asap di situ oh iya 40:10 tetapi listriknya dibuat dengan cara 40:12 membakar batu bara kan jadi reasoning 40:14 itu tumbuh terus tuh nah itu yang 40:16 memungkinkan anak-anak ini belajar bahwa 40:18 sering-sering juga saya beri contoh, 40:20 apakah sungai itu apa yang disebut 40:22 sungai itu? Oh, sungai itu yang mengalir 40:24 dari gunung pergi ke laut tuh. Tapi, 40:26 kalau 40:27 kita balik misalnya, Nak, sungai itu 40:30 adalah yang naik dari akar pohon pergi 40:32 ke daun, lalu di di tarik oleh matahari, 40:38 disinari terjadi fotosintesis. Karena 40:40 itu ada sungai yang horizontal, ada 40:42 sungai yang vertikal. Kan itu 40:44 pengetahuan baru kan? Lalu kita cari 40:46 misalnya sesuatu di dalam Alquran yang 40:49 memungkinkan anak itu oke, kalau begitu 40:51 metode berpikirnya memang ada di 40:53 di Alquran itu. Jadi, sebetulnya Alquran 40:56 itu juga adalah metode ilmu pengetahuan, 40:58 yaitu metode bernalar. Kan itu itu 41:01 intinya tuh. Nah, balik tadi, kalau itu 41:03 tidak dilakukan, maka karakter itu tidak 41:06 terbentuk. Salah satu fungsi dari 41:08 karakter adalah kritisisme, itu 41:10 dasarnya. Nah, anak-anak kita tidak ada 41:12 kritik sama sekali. Dia enggak mau 41:13 bertengkar dengan sahabatnya. Kenapa? 41:15 Karena 41:16 pertanyaan yang sama itu diajukan pada 41:19 artificial intelligence, itu jawabannya 41:21 sama. Kan jadi enggak ada perbedaan 41:24 persepsi kan? Jadi, itu yang yang 41:26 dianggap bahwa oke, artificial 41:28 intelligence atau meta meta 41:31 AI sekarang itu yang sedang dihebohkan 41:34 itu memang mampu membantu memberi 41:38 jawaban, tetapi mereka 41:41 mesin-mesin pencari jawaban ini tidak 41:44 punya cara kerja yang sama dengan 41:46 kecurigaan manusia. Jadi, tanpa 41:49 kuriositas misalnya, itu 41:51 chat GPT itu tanpa kuriositas chat GPT 41:54 itu semacam biawak aja untuk 41:55 menjawab-jawab kan? 41:57 Tanpa keingintahuan yang mendalam, chat 41:59 GPT itu menganggap bahwa semua orang 42:02 yang bertanya itu fufu fafa, kira-kira 42:03 begitu. Kan chat GPT enggak peduli siapa 42:06 yang nanya, yang penting dia punya 42:08 jawaban. Nah, kita memungki kita mungkin 42:11 akan tiba dalam semacam kemarasan 42:13 berpikir ketika semua hal itu disediakan 42:15 oleh teknologi. 42:16 Nah, itu pentingnya membangun karakter 42:18 supaya kritisisme itu selalu dihasilkan. 42:21 Kita kritik bahkan terhadap jawab, 42:23 jawaban standar dari ChatGPT, jawaban 42:25 standar dari Meta AI, kan itu dasarnya. 42:29 AI. 42:31 Ya, baik Prof. Mungkin 42:33 eh sudah cukup panjang ya ini 42:36 narasumber lain lagi berhalangan hadir. 42:39 Eh, tema kita ini sebenarnya eh apa ya? 42:42 Nanti 42:43 eh karena ini di akhir tahun kemungkinan 42:45 nanti kita juga di pekan berikutnya akan 42:48 ada refleksi juga tapi mungkin aspek 42:50 ekonomi dan lain-lainnya akan kita bahas 42:51 ya. Oke. 42:53 Seperti biasa closing ideas, Prof. 42:57 Oke, kita balik pada pernyataan awal 43:00 dari 43:01 eh Ustaz Mardadi bahwa 43:04 kefitrahan itu adalah kemuliaan yang 43:07 dari awal disusupkan oleh 43:10 eh oleh Tuhan, oleh Allah subhanahu wa 43:12 taala supaya kita pelihara kefitrahan 43:15 itu. Nah, sekarang ada yang akan 43:17 mengotori kefitrahan itu, yaitu 43:20 kapitalisme, politik, kerakusan, segala 43:23 macam. Nah, karena itu revolusi mental 43:25 artinya keinginan untuk mengembalikan 43:28 fitrah itu kendati permainan kebudayaan 43:30 itu kotor, kendati permainan politik 43:32 kotor. Jadi, fitrah artinya di depan 43:35 tetap ada harapan. Fitrah artinya upaya 43:38 untuk menuntun seseorang, saling 43:40 menuntun pergi pada politics of hope. 43:42 Assalamualaikum warahmatullahi 43:43 wabarakatuh. 43:45 Wasalamualaikum warahmatullahi 43:45 wabarakatuh. Terima kasih eh Bung Rocky, 43:49 saya sangat menikmati [tertawa] sesi 43:51 kita cuma diskusi berdua pada malam hari 43:53 ini. 43:55 Iya, ini enggak berasa sudah satu 43:56 setengah jam nih. 43:57 [tertawa] 43:58 Baik, sambil bersama teman-teman ya di 44:01 IELT dengan tema tetap kemungkinan akan 44:03 terkait refleksi akhir tahun juga ya. 44:05 Dan semoga eh di tahun 2024 ini revolusi 44:10 mental selama 10 tahun terakhir itu bisa 44:12 kita hentikan menuju harapan baru yang 44:15 lebih baik. Oke. Sampai ketemu pada ILT 44:18 pekan depan pada waktu dan jam yang 44:20 sama. Assalamualaikum warahmatullahi 44:21 wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima 44:23 kasih, Bu Rocky. Oke.