Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:38 Assalamualaikum warahmatullahi 0:40 wabarakatuh. Alhamdulillah rabbil alamin 0:43 Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali 0:45 Muhammad. Apa kabar ikhwan dan akhwat 0:47 pecinta radio dan media silaturahim di 0:50 mana saja Anda berada? Selamat berjumpa 0:53 kembali di acara perlindungan anak. Hari 0:55 ini saya Nurfitri Taher ada Neja di 0:58 belakang kamera dan juga Anis sebagai 1:00 operator akan menemani ikhwan dan akhwat 1:03 sampai dengan pukul 11.30 nanti. Ikhwan 1:06 dan akhwat pada acara perlindungan anak 1:08 kali ini insyaallah kita akan membahas 1:11 mengenai peran aktif masyarakat dalam 1:14 perlindungan anak bersama narasumber 1:16 kita Pak Hamid Patilima. Assalamualaikum 1:18 Pak Hamid. 1:19 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? 1:21 Baik alhamdulillah bagaimana dengan Pak 1:23 Hamid sendiri? 1:24 Alhamdulillah sehat. 1:24 Sehat. Sepertinya bahasan kita akan luas 1:27 sekali ya Pak Hamid ya peran aktif 1:29 masyarakat dalam perlindungan anak. 1:31 Mudah-mudahan kita ada waktunya untuk 1:33 membahasnya karena ini akan menjadi 1:34 menarik sekali ikhwan dan akhwat. Kami 1:36 mengundang ikhwan dan akhwat untuk 1:38 mengirimkan pertanyaan dalam bentuk 1:40 WhatsApp ke nomor 0811 1:43 1 1:45 999720 1:48 atau telepon kami di studio di nomor 1:49 0218451512. 1:52 Silakan Pak Hamid. 1:54 Terima kasih Bunda. 1:55 Bismillahirrahmanirrahim. 1:57 Assalamualaikum warahmatullahi 1:58 wabarakatuh. 2:00 Pendengar Radio Rasio 2:04 Media Rasio di mana saja berada 2:08 terutama yang ada di Pulau Batam 2:12 Kota Palembang, Kota Pontianak, Sukabumi 2:16 Jabotabek, Magelang, Semarang 2:20 Yogyakarta 2:22 Bondowoso dan Banyuwangi. Insyaallah 2:24 hari ini kita akan berbagi informasi 2:27 terkait dengan 2:29 peran aktif 2:30 masyarakat dalam perlindungan anak. 2:34 Bunda, eh di instrumen internasional 2:37 pada pasal 2:39 43 Konvensi Hak Anak itu ditekankan 2:43 bahwa 2:44 untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak 2:48 dan 2:49 perlindungan khusus anak itu tidak hanya 2:52 dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. 2:56 Tapi 2:57 perlu melibatkan berbagai pihak. Dan itu 3:00 yang kemudian 3:02 di Undang-Undang 3:04 35 tahun 2014 3:07 tentang perlindungan anak di pasal 72 3:11 itu 3:12 peran 3:14 serta masyarakat itu benar-benar di 3:17 atur secara detail. 3:20 Ada tiga unsur yang ada di masyarakat 3:23 yang sangat eh penting untuk mendukung 3:28 pemerintah 3:29 dalam 3:31 pemenuhan hak-hak anak dan 3:34 dalam perlindungan khusus anak. 3:37 Yang itu yang kemudian 3:39 dikenal menjadi istilah perlindungan 3:42 anak. Jadi kalau kita berbicara 3:44 perlindungan anak itu di dalamnya sudah 3:47 membahas tentang pemenuhan hak-hak anak 3:51 dan perlindungan khusus anak. Kenapa ada 3:54 istilah perlindungan khusus anak? 3:56 Perlindungan khusus anak itu adalah 3:59 kelompok anak-anak yang 4:02 sebelumnya dia sudah terabaikan 4:05 pemenuhan haknya. 4:07 Misalnya dia menjadi 4:09 pelaku tindak pidana, itu yang kemudian 4:12 dia akan lebih di 4:15 perhatikan oleh 4:17 eh pemerintah maupun oleh masyarakat. 4:19 Sekarang kita bicara terkait dengan apa 4:23 yang perlu di lakukan oleh masyarakat di 4:26 dalam perlindungan anak. Yang di 4:29 dalamnya tadi sudah saya jelaskan. 4:31 Pertama yang unsur yang sangat penting 4:35 di masyarakat itu adalah media massa. 4:39 Bunda, media massa ini adalah salah satu 4:42 agen perubah yang 4:46 perannya itu sangat ditunggu-tunggu oleh 4:49 masyarakat. Maka terkait bagaimana 4:52 eh media ini mencerdaskan 4:56 eh setiap orang tua, lalu keluarga, 5:00 kemudian masyarakat yang ada di 5:02 komunitas, lalu para tokoh eh budaya. 5:05 Supaya mereka 5:07 terpapar informasi yang 5:10 baru terjadi detik ini langsung eh 5:13 diserap oleh masyarakat. 5:15 Tapi yang perlu mendapat perhatian, apa 5:18 saja yang 5:19 perlu dilakukan oleh media? Media ini 5:22 dia 5:24 harapannya adalah mensosialisasikan 5:27 berbagai pengetahuan 5:30 sehingga pengetahuan itu menjadi dasar 5:33 bagi siapapun yang akan mendampingi 5:37 anak-anak mereka. Itu yang pertama. Yang 5:39 kedua, bagaimana media itu 5:41 menyebarluaskan 5:43 terkait dengan 5:44 peningkatan keterampilan dari siapapun 5:48 yang ada di sekitar anak. Keterampilan 5:50 apa saja? Keterampilan berbicara itu 5:53 kita dapat eh akses melalui media, 5:56 karena di sana orang bisa melihat kenapa 5:59 orang itu dia mampu menjelaskan segala 6:02 sesuatu tapi tidak menyakiti orang lain 6:06 atau dia mudah dipahami. Ini menjadi 6:10 penting, media harusnya ambil bagian 6:13 dalam hal itu. Lalu yang terakhir 6:15 bagaimana media itu menumbuhkan 6:17 sikap-sikap yang sangat diharapkan 6:21 oleh masyarakat. Pertama adalah 6:24 sikap non diskriminasi 6:27 dari 6:29 eh media yang menampilkan dia tanpa mem 6:32 me mengeluarkan atau 6:36 memproduksi yang kemudian orang itu 6:40 tidak merasa terdiskriminasi. Ah, media 6:43 seperti apa ini yang perlu mendapat 6:45 perhatian dari kita. 6:46 Itu inklusif ya, Pak, ya? 6:47 Iya, jadi dia inklusif, tidak eksklusif. 6:51 Jadi itu ditentukan oleh pemilik dan 6:55 orang yang ada di dalam eh dunia eh 6:59 media itu sendiri. 7:00 Semua media ini eh terikat oleh aturan 7:03 itu atau belum, Pak? 7:05 Pada dasarnya dia harusnya terikat. Hmm. 7:08 Dia tidak kan dia adalah eh satu 7:13 eh produk yang dihasilkan dari 7:15 orang-orang yang tertentu. Tapi kan kita 7:18 bisa melihat. Ah, di sini yang harus 7:20 kita mulai bangun kesadaran kita nanti 7:22 di 7:23 di akhir eh pembahasan media ini ada 7:26 poin-poin penting yang harus 7:27 diperhatikan oleh masyarakat supaya 7:29 muncul kesadaran. Tapi poin-poin yang 7:32 ingin saya sampaikan ini sebetulnya 7:34 unsur-unsur yang perlu diperhatikan. 7:37 Kalau kita melihat ada media yang suka 7:40 memojokkan 7:42 satu pihak, dia tidak adil, dia tidak 7:45 seimbang, 7:46 itu harusnya muncul kesadaran dari 7:49 yang menjadikan media itu sebagai 7:52 sumber, 7:54 dia sudah mulai ee memfilter, 7:57 oh sepertinya 7:58 ini ada media yang kita sudah ketahui, 8:02 dia selalu ee adil kepada ee siapapun, 8:07 ada yang berpihak di satu pihak atau dia 8:11 tidak mendukung atau seperti apa. Si 8:15 pemanfaat media itu dia harusnya sudah 8:18 mulai membaca. 8:20 Apalagi 8:21 ayah dan bunda yang nantinya akan 8:26 memastikan 8:28 anak itu melek media. Berarti kan dia 8:32 salah satu 8:33 informasi yang perlu disampaikan ke 8:36 anaknya itu, "Nak, tolong perhatikan 8:39 kalau media ini menyampaikan kamu lebih 8:43 ee hati-hati, kalau bisa perlu 8:46 ditelusuri ini sumbernya dari mana." 8:48 Jadi akhirnya harus tabayun. Tabayun di 8:51 situ berarti dia harus cek and recheck, 8:54 jangan sampai dia termakan oleh media 8:58 itu sendiri. Akhirnya 8:59 ee berita kan ada 9:01 hoax, lalu ada fakta atau mitos. Jadi si 9:05 si orang tua itu sudah mulai 9:08 memperhatikan 9:10 apakah media yang kita konsumsi selama 9:14 ini, dia berperan aktif tidak untuk 9:16 mencerdaskan kita? Dari segi 9:19 ee sikap pertama tidak membeda-bedakan, 9:23 si orang tua sudah mulai tahu. Oh, media 9:26 ini ee mengajarkan anak saya tidak 9:30 membeda-bedakan orang lain. 9:33 Kedua, 9:34 media itu adalah selalu memperhatikan 9:37 kepentingan terbaik 9:40 si 9:41 pemirsanya. 9:43 He eh. 9:43 Jadi 9:44 berarti si 9:46 kita berbicara tentang perlindungan anak 9:48 si media itu dia memperhatikan 9:51 kepentingan terbaik bagi anak. Ada tiga 9:54 informasi 9:55 yang kalau bisa oleh media itu 9:57 diperhatikan untuk tidak disebar 9:59 luaskan. Adalah informasi terkait dengan 10:02 kekerasan. Bagaimana caranya kalau ada 10:05 informasi terkait dengan kekerasan itu 10:08 dia harus difilter, di di apa? 10:13 Dicegat. 10:16 Jangan sampai ini tersampaikan ke 10:18 masyarakat. 10:19 Kalau begitu bagaimana media massa ini 10:21 menyeimbangkan antara bad news is good 10:24 news dan juga pencegahan untuk 10:26 menyebarkan eh informasi yang mengandung 10:28 kekerasan, Pak Hamid? 10:30 Dia 10:31 seperti sekarang sebetulnya 10:33 eh media itu kan dia hanya menyalurkan, 10:37 tapi para 10:39 narasumber ini yang kadang-kadang 10:41 seperti teman-teman dari Mabes Polri 10:44 lalu dari Polda, Polres mereka suka 10:48 konferensi pers para pelaku kejahatan. 10:51 Mereka pikir dengan mereka 10:53 mengkonferensikan, 10:55 menyampaikan informasi itu 10:57 Secara detail. 10:59 itu akan membuat orang jera. 11:02 Padahal 11:03 berbagai riset itu 11:05 Malah menginspirasi ya katanya ada yang 11:06 menginspirasi. 11:07 Menginspirasi. Nah, ini yang kemudian 11:09 perlu dipikirkan oleh 11:11 Kapolri baru, oleh setiap Polda atau 11:14 setiap Polres 11:15 kasus apapun yang sangat eh 11:20 meresahkan masyarakat kalau bisa 11:22 jangan dipublikasikan, dikonferensikan. 11:25 Itu sebetulnya sedang menunjukkan 11:28 seorang Kapolri itu pekerjaannya rusak. 11:32 Karena dia tidak berhasil mencegah. 11:34 Mencegah, ya. 11:35 Yang ada adalah 11:37 kegagalan-kegagalan 11:38 yang mereka sampaikan ke masyarakat. 11:41 Inilah hasil pekerjaan kami yang gagal, 11:45 tetapi dengan upaya kami menangkap 11:47 mereka ini. Itu kan sebetulnya sedang 11:49 menunjukkan mereka itu telah melakukan 11:52 peng, apa? Kegagalan-kegagalan 11:54 sebelumnya. 11:56 Idealnya adalah 11:58 para humas Polri atau humas-humas yang 12:01 berhubungan dengan hukum itu, mereka 12:04 menjelaskan kepada publik adalah 12:07 instrumen-instrumen yang ada 12:10 yang setiap 12:11 setiap saat presiden menghasilkan satu 12:14 undang-undang atau satu peraturan, itu 12:17 yang kemudian mereka sosialisasikan ke 12:20 masyarakat. Karena ada satu pasal, 12:22 Bunda, 12:23 di setiap undang-undang atau peraturan 12:26 yang diterbitkan oleh negara itu, 12:28 detik itu presiden menandatangani dan 12:32 itu sudah dimasukkan ke berita negara 12:35 atau ke lembaran negara, 12:36 itu artinya anak yang baru lahir pun 12:41 itu sudah mengetahui. 12:44 Ah, apakah 12:46 peran-peran dari mereka-mereka yang 12:48 dipercaya oleh negara sebagai humas itu 12:50 hanya memberitakan berita kekerasan atau 12:54 hal-hal yang positif? Untuk itu, 12:57 media, dia hanya 13:00 eh mendapatkan informasi, dia 13:04 menyebarkan. Ah, bagi pemilik media, 13:08 harusnya mereka sudah harus 13:10 memperhatikan, ada enggak kepentingan 13:12 terbaik bagi anak di sana? 13:15 Karena 13:17 eh sepertiga penduduk yang akan menyerap 13:21 informasi yang disebarluaskan oleh media 13:24 itu adalah anak. 13:26 Untuk itu, kita harus memastikan 13:29 pada anak kita meminta, "Nak, kalau kita 13:32 mendapatkan informasi kekerasan, 13:36 kalau bisa itu hanya menjadi pengingat 13:38 bagi diri kamu agar kamu jangan sampai 13:42 melakukan hal yang serupa." Ini menjadi 13:44 poin penting. Begitu 13:46 bagi Ayahanda dan Bunda, cek media mana 13:50 ini yang menurut kita sangat layak untuk 13:53 kita jadikan acuan. Dan bagi pemilik 13:56 media, kepentingan terbaik bagi anak itu 14:00 perlu juga diperhatikan. Ini yang 14:02 menjadi poin. 14:04 Lalu informasi apa lagi yang perlu 14:06 diperhatikan, tidak perlu disebarluaskan 14:09 oleh media adalah informasi terkait 14:11 dengan 14:13 pornografi. Pornografi 14:15 juga dari kepolisian juga yang membuka 14:20 aib orang-orang yang menyebarkan 14:24 ya kalau sudah ada kasus seperti itu, ya 14:27 ditangani saja dan tidak perlu 14:29 dikonferensiperskan 14:31 karena dampaknya 14:33 ada seorang artis yang memiliki anak. 14:35 Itu yang 14:36 Harusnya yang saya itu ngebayangin 14:38 malunya anak itu di sekolah. 14:41 Aibnya itu. Kita mendorong jangan 14:43 terjadi stigmatisasi, tapi justru 14:45 lembaga negara yang melakukan hal itu. 14:48 Jadi poin penting. 14:50 Iya. 14:50 Kenapa ini perlu kita tekankan karena 14:53 adalah hal-hal yang penting. 14:56 Jangan sampai nanti anak-anak kita itu 14:59 dia terbiasa, "Sana aja polisi me 15:02 konferensiperskan tentang eh apa 15:05 pornografi, lalu kenapa kita tidak 15:08 mengaksesnya informasi itu." Jadi yang 15:11 ini yang menjadi poin penting. Yang 15:12 ketiga 15:13 Padahal padahal Rasulullah, maaf Pak, 15:14 padahal Rasulullah kan juga sudah 15:16 mencontohkan bagaimana beliau berusaha 15:18 menutupi aib seorang perempuan yang 15:20 ngaku sudah berzina gitu ya. 15:22 sampai ditunda. Oh, nanti. 15:24 Nanti saja, nanti. 15:25 Nanti saja, kamu. 15:26 Setelah melahirkan, setelah menyusui. 15:28 [tertawa] 15:28 Tapi karena datang, datang terus dan 15:29 masyarakat sudah tahu, akhirnya baru 15:32 dilakukan. 15:33 Perhakiman terhadap dia. 15:34 Dan ini yang menjadi poin penting. Tugas 15:38 media itu kepentingan terbaik bagi anak 15:41 memberitakan tentang pornografi. 15:45 Ah, media juga mungkin tidak berani 15:46 karena ada undang-undang melarang 15:48 terkait dengan itu. 15:50 Seperti 15:51 membuka 15:52 identitas eh pelaku, identitas korban, 15:56 identitas saksi. Kalau terkait dengan 15:59 anak itu, Bunda. Itu ada di 16:01 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, 16:03 Sistem Peradilan Pidana Anak. Itu di 16:06 Pasal 19, identitasnya dalam bentuk nama 16:11 atau dll, ada dan lain-lain. 16:15 Dan itu kalau sampai terpublikasi ke 16:17 media, itu hukumannya 16:19 di Pasal 97, 5 tahun. 16:23 Denda 500 juta. 16:26 Tapi justru 16:27 Ehm. 16:28 media 16:29 mendapatkan informasi dari mereka yang 16:32 penegak hukum. Akhirnya, wah. Ini 16:34 berarti pasal 16:35 Aman dong. 16:36 Aman. 16:36 Kalau kita disalahkan, kita bisa 16:38 nyalahin balik, gitu Pak. 16:40 menjadi poin penting. 16:42 Ah, bagi pemilik media, ini tolong 16:45 diperhatikan bahwa 16:46 kepentingan terbaik bagi anak ini 16:48 menjadi penting. Lalu informasi yang 16:51 ketiga, terkait dengan jangan sampai 16:54 medi- media itu menyebar informasi 16:56 terkait dengan intoleransi. 16:59 Tentang 17:00 ada kasus-kasus yang mencemooh orang 17:03 lain, itu kemudian 17:06 oleh media, karena sudah ada orang yang 17:09 me- menyebarkan itu, akhirnya dia ambil, 17:12 lalu disebarkan juga. Tapi media yang 17:15 benar adalah media yang harus 17:17 memperhatikan 17:19 ada anak di sana baik langsung maupun 17:22 tidak langsung mereka menyaksikan. 17:26 Mungkin eh kalau bagi yang masih 17:28 bertanya-tanya memangnya kenapa sih 17:30 kalau ada anak di sana? Dampaknya apa 17:32 sih? Pahami 45 ketika kita sebagai 17:34 seorang anak eh mempunyai orang tua yang 17:36 melakukan sebuah kesalahan dan kesalahan 17:38 itu di ekspos secara nasional misalnya. 17:41 Itu akan memunculkan 17:44 pada diri dia 17:46 antara lain trauma 17:48 lalu dari trauma ini dia 17:50 akan terpengaruh kepada kepercayaan diri 17:53 dia 17:54 dan akhirnya akan mengganggu berbagai eh 17:57 bagian di dalam terutama kognitif dia. 18:00 Oh. 18:00 Dia banyak eh 18:03 memikirkan hal-hal yang seharusnya dia 18:06 tidak perlu pikirkan, dia pikirkan. 18:08 Mungkin yang bicaranya starter juga 18:11 yang bicaranya gagap gitu mungkin salah 18:13 satu. 18:13 Ada salah satu bagian dari situ. Tapi 18:15 yang paling akhir Bunda, kalau mereka 18:17 sampai menarik diri dan mengakhiri diri 18:21 dia. Karena dia 18:23 tidak mampu menerima eh diri dia 18:27 pada saat mau keluar dari ruang. 18:31 Kalau dia enggak salah tapi disalahkan 18:33 ya salah. 18:33 Ya, untuk itu negara melalui 18:35 undang-undang eh perlindungan anak dan 18:38 ini salah satu peran dari masyarakat 18:40 adalah 18:41 memastikan jangan sampai anak itu 18:44 terstigma atas perbuatan orang tuanya. 18:48 Itu nanti peran di masya-masyarakat itu 18:50 nanti kita akan coba detail. Salah satu 18:52 adalah dari situ. 18:55 Salah satu yang menyebabkan anak 18:58 terstigma itu karena publikasi dari 19:01 media. 19:02 Dan iya kadang-kadang juga bukan karena 19:04 perbuatan orang tuanya tapi ketika orang 19:07 tuanya itu menjadi korban dan dia punya 19:09 anak tapi 19:11 karena mungkin orang ini merasa dia 19:12 korban jadi bisa mengekspos ceritanya 19:14 sebenarnya itu juga mengganggu anaknya 19:16 kan Pak. 19:17 Dan ya minimal dia 19:21 fotonya terpublikasi dan itu sangat 19:24 sulit untuk dihapuskan kalau di eh 19:27 digital. 19:28 Iya. 19:29 Yang ketiga sekarang yang sikap dari 19:31 media yang harus diperhatikan adalah 19:35 memperhatikan hak hidup 19:38 hak hidup anak itu anak adalah manusia 19:42 dia memiliki harkat dan martabat untuk 19:45 itu dia harus ditinggikan. Coba 19:48 terbayang kita sudah tahu anak ini dia 19:51 sudah jadi pelaku 19:53 kan ada 19:55 asas praduga tak bersalah kemudian kalau 19:59 anak itu yang menjadi korban atau saksi 20:02 Presiden sekarang itu sudah menerbitkan 20:06 Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2020 20:10 tentang pelaksanaan 20:12 hak-hak anak sak eh korban hak-hak anak 20:16 saksi tindak pidana. 20:18 Identitas anak itu tidak boleh 20:21 terpublikasi. 20:24 Kalau sampai dia terpublikasi 20:26 ada peran dari negara melalui eh bagian 20:30 administrasi kependudukan itu dapat 20:33 merubah identitas anak itu sehingga pada 20:36 saat dia akan memperkenalkan diri dia di 20:39 publik itu tidak lagi 20:41 Background dia sudah terhapus 20:43 terhapus dan Komite Hak Anak PBB Bunda 20:46 kalau anak-anak itu sampai dia menjadi 20:49 pelaku tindak pidana dan itu dia dicatat 20:52 oleh teman-teman aparat hukum 20:55 pada saat dia memasuki usia 18 tahun 20:58 data-data terkait dengan itu harus di 21:01 hapus 21:02 Boleh. 21:02 sehingga dia kembali menjadi individu 21:05 yang bersih dari berbagai catatan yang 21:08 pernah dia lalui. 21:09 Benar-benar memulai lembaran baru, Pak 21:11 ya. Jadi, mungkin kalau 21:13 eh 21:13 kita harus eh ulangi lagi di sini 21:16 memperhatikan hak hidup itu bukan hanya 21:17 sekadar hak hidup makan, nutrisi, 21:20 kesehatan, bukan ya, Pak ya. 21:21 Dia 21:22 kita katakan ah saja 21:25 Ehm. 21:25 dan dia merasa eh harga diri 21:28 terendahkan, itu berarti hak hidup dia 21:31 itu terganggu. 21:33 Jadi, 21:35 belum kita menyangkut 21:37 dia sampai mengalami kekerasan 21:40 atau sampai ke pengabaian. Hanya cuma 21:43 berkata ah saja ke anak itu, itu hak 21:47 hidup dia sudah terganggu. 21:49 Karena 21:51 harkat dan martabat sudah direndahkan. 21:53 Karena dia adalah manusia, untuk itu 21:56 bagi siapa pun yang bekerja bersama dan 22:00 untuk anak itu harus harus hati-hati 22:02 terkait dengan hak anak untuk 22:05 kelangsungan hidup dia. 22:07 Lalu yang kedua yang perlu 22:09 disebarluaskan oleh media itu 22:11 sikap untuk eh mempublikasikan terkait 22:15 dengan 22:16 hak tumbuh anak. Tumbuh itu 22:19 apa saja memastikan 22:21 tumbuh itu dipengaruhi oleh apa yang dia 22:24 makan. Berarti ada media khusus 22:26 mempublikasikan 22:28 makanan yang halal dan pengolahannya 22:31 yang toyib. Jadi, akhirnya 22:35 si anak itu dia tidak terpapar oleh 22:37 informasi 22:39 makanan-makanan yang akan merugikan diri 22:41 dia, yang instan-instan, yang 22:43 menggunakan bahan pengawet. Yang ada di 22:46 media itu sehari-hari dia hanya dapat 22:48 informasi terkait dengan bagaimana 22:51 mengolah sayur, bagaimana mengolah 22:53 makanan eh dari lauk atau dari ikan atau 22:58 daging, kemudian proses-proses itu 23:01 benar-benar sangat memperhatikan ee 23:04 tumbuh si anak itu sehingga dia menjadi 23:06 individu yang berkualitas. 23:08 Membuat tampilannya menarik. 23:09 Iya. 23:10 Karena kadang-kadang ibu-ibu suka ee 23:12 suka curhat gitu, lauknya sama tapi 23:15 kalau tampilannya beda anak tuh suka 23:17 lebih tertarik gitu. 23:18 Iya. Sekarang Bunda, terkait dengan 23:21 tumbuh ini 23:22 ada satu daerah penghasil 23:25 ikan 23:26 tetapi justru di sana banyak yang 23:29 stunting. 23:30 Mmm. 23:30 Cuma gara-gara pada 23:33 proses daerah itu 23:35 ee ada program ee listrik masuk desa 23:39 dengan adanya masuk desa itu kan TV 23:43 sudah mulai. Di televisi 23:45 yang ada adalah 23:47 iklan makanan instan. Jadi anak-anak itu 23:51 belum dikatakan makan kalau belum makan 23:54 makanan instan. Padahal mereka sumber 23:58 proteinnya banyak sekali. 24:00 Ini siapa yang 24:02 salah? 24:04 Tidak lain adalah media. 24:06 Media yang tidak memperhatikan, dia mau 24:08 menerima iklan ee apa saja yang salah 24:11 satu adalah 24:13 terjadi orang ee akhirnya punya pilihan 24:17 yang seharusnya ada pilihan yang utama 24:19 tapi karena ini selalu tiap detik, tiap 24:22 menit mereka menyaksikan ee gadget 24:25 sekarang sudah ada juga iklan-iklannya 24:28 lalu kemudian di televisi, di radio 24:32 iklan makanan instan itu setiap saat 24:35 di iklan di iklankan dan mensponsori 24:39 berbagai kegiatan. Nah, ini yang 24:41 kemudian 24:43 anak dan 24:45 orang tua di rumah sudah 24:47 ee bersepakat 24:48 boleh makan makanan instan sebulan 24:52 sekali. 24:53 Tapi 24:54 mana tahan dia? 24:55 Mmm. 24:56 Dia terpapar terus oleh eh iklan, baik 24:59 itu dalam bentuk susu 25:01 ataupun dari makanan, itu ada semua. 25:04 Nah, ini harusnya 25:06 media yang cerdas adalah media yang 25:08 harus memperhatikan untuk mempublikasi 25:11 makanan-makanan yang berkualitas. 25:13 Bukan justru sebaliknya. Nah, ini yang 25:16 menjadi menarik, tapi 25:18 media lagi kembali punya bisnis. Mereka 25:21 mau melakukan keuntungan, tetapi yang 25:23 rusak adalah anak anak kita. 25:26 Lalu yang terakhir, Bunda, terkait 25:28 dengan 25:29 berkembang. Bagaimana 25:31 eh sikap media untuk memastikan 25:34 anak-anak kita ini berkembang. 25:36 Berkembang itu tergantung dari informasi 25:38 yang kita supply ke masyarakat. Adalah 25:44 kalau setiap saat media itu 25:46 menginformasikan tentang hal-hal yang 25:48 positif dan itu yang kemudian 25:51 eh direkam oleh setiap anak kita, dan 25:55 insyaallah yang akan keluar dari anak 25:57 itu, dari mulut dan tangan dia, adalah 26:00 hal-hal yang positif. Nah, sekarang, 26:03 Bunda, 26:04 kalau kita lihat 26:06 justru sebaliknya, 26:08 itu yang kemudian 26:10 yang 26:11 ambil bagian merontokkan perkembangan 26:15 anak itu adalah salah satunya dari 26:17 media. Untuk itu, Ayahanda dan Bunda 26:20 pekerja di berbagai media, baik itu 26:23 media sosial maupun di media eh 26:27 mainstream atau media-media yang eh apa, 26:32 tidak 26:33 coverage-nya yang sangat terbatas, kita 26:35 harus memperhatikan bahwa ada sepertiga 26:39 eh penduduk 26:41 yang akan menyerap informasi kita itu 26:43 adalah termasuk anak. 26:46 Ini menjadi penting. Untuk itu, 26:48 media massa harus selalu memiliki sikap 26:53 untuk memperhatikan kepentingan terbaik 26:55 bagi anak. Lalu yang terakhir sikap yang 26:57 perlu diperhatikan oleh media kalau 27:00 media ingin 27:02 mendapatkan 27:05 eh penonton atau pemirsa dari anak untuk 27:09 itu perlu juga kita mendengarkan apa nih 27:12 keinginan anak-anak. 27:15 Untuk itu minta anak-anak untuk berpikir 27:17 lalu mereka eh didorong untuk 27:20 berpendapat. Sekarang Bunda 27:23 dengan berbagai eh tools atau berbagai 27:28 fasilitas atau aplikasi kita dapat 27:31 menghimpun 27:33 apa yang anak-anak eh pikirkan dan apa 27:36 yang anak-anak inginkan dari media. 27:39 Insyaallah kalau sudah memperhatikan apa 27:42 yang eh mereka inginkan dan itu untuk 27:45 membangun 27:47 eh kesadaran diri dari si anak, 27:49 insyaallah apa yang akan dipublikasi 27:51 oleh media itu akan diterima. Tapi 27:54 tinggal bagaimana 27:56 visi misi dari media itu sendiri 28:00 dibangun. Apakah untuk hanya me 28:04 mengambil eh kekayaan sebesar-besarnya 28:08 tanpa memperhatikan 28:10 eh 28:12 pemirsa yang akan menonton, masa bodoh 28:15 dengan eh 28:17 yang ada di luar 28:18 atau kita akan dimintai 28:20 pertanggungjawaban oleh Allah di 28:23 kemudian hari. Nah, ini menjadi penting. 28:27 Itu Bunda terkait dengan media. Untuk 28:30 itu 28:31 Ayahanda dan Bunda 28:33 pada saat kita mau me 28:37 akses ke media, kita harus memberi 28:40 pengetahuan yang banyak kepada anak kita 28:43 agar mereka memiliki pengetahuan lalu 28:46 memiliki keterampilan dan 28:48 sikap yang sama untuk mengantisipasi 28:52 media-media yang selama ini menjadi agen 28:55 berubah. Perubahan yang kita inginkan 28:58 adalah perubahan ke arah yang positif, 29:01 ke arah kanan atau mau melakukan 29:03 perubahan ke arah kiri. Pilihannya ada 29:07 pada diri kita masing-masing. Kita 29:09 sebagai pemberi informasi ini menjadi 29:12 satu kekuatan. 29:13 Baik. Tapi bagaimana 29:15 menyikapi antara idealisme kita untuk 29:19 melindungi anak dan juga kebutuhan untuk 29:22 pemasukan dari sponsor, misalnya? 29:25 Itu tergantung dari 29:28 kitanya. 29:29 Mmm. 29:29 Kalau sejak dari awal kita sudah 29:32 meniatkan hanya karena Allah 29:35 dan untuk eh menghasilkan anak-anak yang 29:39 berkualitas 29:41 5, 10 tahun yang akan datang, insyaallah 29:45 itu akan eh terpecahkan. Tapi kalau kita 29:48 hanya untuk memikirkan kepentingan besok 29:51 ini kita mau makan apa, 29:54 sehingga segala hal kita eh 29:58 lakukan, itu yang kemudian 30:00 eh kita perlu 30:02 eh mengoreksi diri dan itu juga harus 30:05 kita pertanggungjawabkan, Bunda. 30:06 Dan mungkin anak kita juga akan ikut 30:08 jadi korban dari kebijakan kita itu, ya. 30:10 Tapi kalau dari ayah dan bunda sudah 30:13 memiliki pengetahuan terkait dengan ini, 30:16 bagaimana dia eh memfilter, lalu kita 30:19 juga dorong bagaimana media untuk 30:22 mendapatkan 30:24 pangsa pasar yang besar dan para 30:27 pendukung yang setia terhadap media dia 30:30 karena selalu eh menghasilkan 30:33 produk-produk yang 30:34 me mementingkan kepentingan terbaik bagi 30:37 anak, itu otomatis insyaallah akan 30:40 memperhatikan kepentingan eh masyarakat 30:42 secara luas. Tapi kalau sebaliknya, nah 30:45 ini yang kemudian kita perlu 30:46 pertanyakan. 30:48 Peran media untuk menjadi media yang 30:51 ramah anak dengan ditandai 30:54 produk-produknya 30:56 tidak merugikan konsumen anak sendiri. 31:00 Itu yang perlu kita eh tuntut dan kita 31:03 perlu harapkan. Untuk itu 31:05 kesadaran konsumen dari ayah bunda 31:09 sebagai penikmat media 31:12 kalau tidak ada yang menonton 31:15 karya-karya yang lewat media yang tidak 31:18 berkualitas, otomatis media itu sendiri 31:20 akan eh rontok dengan sendirinya. Dan 31:23 sekarang juga kita bisa 31:25 eh lihat sekarang sudah ada pilihan eh 31:28 orang-orang. Saya lebih memilih 31:31 mendengarkan ini, saya lebih memilih 31:33 menonton ini, saya lebih memilih membaca 31:35 ini. Banyak orang-orang seperti itu 31:38 kalau sudah bersatu bunda akhirnya media 31:40 yang tadinya eh dia tidak peduli dengan 31:43 hal-hal yang positif, akhirnya dia 31:45 berbalik. 31:46 Dan anak-anak kita juga sebenarnya 31:47 sekarang sudah jauh lebih cerdas gitu 31:49 ya. Mereka bisa memilih apa yang mau 31:51 mereka tonton bisa memilih dengan siapa 31:54 mereka berbicara. 31:55 Baik, nah itu seperti itu. 31:57 Mmm. 31:57 Jadi penting. Itu yang pertama bunda, 32:00 peran masyarakat dari unsur media. 32:03 Mmm. 32:04 Lalu yang kedua sekarang adalah peran 32:07 masyarakat terutama yang dari dunia 32:09 usaha. Nah dunia usaha ini bunda 32:12 ada tiga poin penting yang ditekankan di 32:15 Undang-Undang Perlindungan Anak di pasal 32:17 72 itu. Adalah pertama 32:20 perusahaan-perusahaan itu yang akan 32:23 menghasilkan 32:24 sesuatu yang akan dinikmati oleh 32:27 masyarakat di termasuk di dalamnya 32:31 kalau bisa kebijakan di perusahaan itu 32:35 selalu memperhatikan 32:38 kepentingan terbaik bagi anak. Seperti 32:40 tadi Media juga dia memiliki sikap 32:43 kebijakan apa saja? Kebijakan pertama 32:47 dia memiliki kebijakan yang 32:50 akan memperhatikan 32:54 eee 32:56 pegawainya. 32:58 Pegawainya itu otomatis di sana ada 33:00 pegawai perempuan yang memiliki anak 33:04 yang kemudian anaknya ini harus 33:07 dipastikan 33:08 tidak terabaikan selama 8 jam pada saat 33:12 ayah atau ibunya dipekerjakan oleh 33:14 perusahaan. Jadi 33:16 perusahaan memiliki kebijakan 33:18 yang memperhatikan 33:21 kepentingan anak. 33:24 Antara lain adalah 33:26 perusahaan itu tidak mempekerjakan anak 33:29 dari 33:30 eee bahan baku sampai ke bahan eee sudah 33:36 dipasarkan. Dari 33:38 hulu sampai hilir. 33:41 Itu sangat eee memperhatikan itu. Dia 33:44 tidak mempekerjakan anak. Kemudian 33:48 dia memfasilitasi 33:50 fasilitas-fasilitas yang memperhatikan 33:54 pertama 33:55 pasti kalau ada 33:57 pegawai baik itu pegawai laki dan 34:00 pegawai eee perempuan terutama perempuan 34:03 itu ada beberapa waktu dia akan hamil 34:07 dan kemudian melahirkan. 34:09 Pada saat 34:11 eee melahirkan eee hamil itu ada cuti. 34:15 Bagaimana perusahaan itu punya kebijakan 34:17 untuk memperhatikan itu. Lalu kemudian 34:20 bagaimana kalau si ibu itu hamil dan dia 34:24 melahirkan dan dia harus bekerja berarti 34:26 sudah ada kebijakan untuk menyediakan 34:28 tempat penitipan anak. 34:31 Lalu memperhatikan kesejahteraan si 34:34 anak. Misalnya kalau anak itu 34:36 eh tinggal di rumah, berarti ada 34:38 kebijakan bagaimana air susu ibunya itu 34:41 bisa terakses ke anak. Atau misalnya 34:45 kalau anak itu harus dibawa ke kantor, 34:47 itu ada tempat penitipan anak. Itu 34:49 kebijakan-kebijakan yang perlu 34:52 diperhatikan oleh perusahaan. 34:55 Bagaimana kesadaran konsumen kita 34:57 memperhatikan ini? 34:59 Bapak, Ibu, kita sebagai 35:02 eh konsumen, kita harus mengecek apakah 35:05 perusahaan-perusahaan yang 35:07 produk-produknya yang kita gunakan itu 35:09 memperhatikan itu? Kalau tidak, 35:12 kita akan ambil 35:14 satu keputusan, saya tidak mau beli 35:16 produk dari 35:17 Memboikot. 35:18 Memboikot perusahaan yang seperti itu, 35:20 tidak memperhatikan eh kepentingan eh 35:22 terbaik bagi karyawan. 35:25 Karyawannya saja tidak diperhatikan, 35:27 apalagi produknya. Nah, itu yang menjadi 35:29 eh catatan penting. Lalu yang kedua, 35:33 produk-produk yang dihasilkan oleh 35:35 perusahaan, apakah produknya ramah anak 35:37 tidak? 35:39 Pemilik eh perusahaan, baik itu 35:44 pemegang saham 35:46 ataupun buyer, ataupun yang eh direktur, 35:51 atau komisaris, atau siapapun yang di 35:54 perusahaan itu, dia harus memperhatikan 35:57 apakah produk-produk yang dihasilkan kan 36:00 baik itu dalam bentuk produk jadi 36:02 ataupun dalam bentuk jasa, apakah sudah 36:05 ramah anak? 36:07 Kalau belum ramah anak, seperti apa ini? 36:09 Misalnya nih, 36:11 produk makanan, apakah makanannya itu 36:15 bebas dari zat-zat yang berbahaya tidak? 36:18 Nah, itu di label itu sudah 36:22 eh diperhatikan. 36:23 Negara 36:24 sudah menginvestasikan 36:26 BPOM untuk memastikan produk-produknya 36:29 itu apakah 36:32 halal atau tidak. Lalu kemudian ada 36:34 auditor. 36:36 Selalu kan ada SNI. 36:38 Standar Nasional Indonesia. Apakah 36:41 produk-produk yang dihasilkan itu sudah 36:43 memperhatikan itu? 36:45 Lalu kemudian 36:46 karena kita tinggal di negeri muslim, 36:49 sudah ada label halal. Apakah 36:51 produk-produk yang dihasilkan yang 36:53 kemudian kita jual ke konsumen di 36:57 sananya juga ada anak itu sudah 36:59 memperhatikan hal ini tidak? Kalau 37:01 tidak, itu berarti 37:04 kita sedang meracuni anak-anak kita. 37:07 Itu dari aspek perusahaan. Tapi 37:10 bagaimana dari aspek orang tua? 37:13 Apakah orang tua sudah memiliki 37:14 kesadaran itu? 37:17 Ada 37:18 satu kebijakan dari Eropa itu, Bunda, 37:20 terkait dengan 37:22 itu produk furniture. 37:25 Furniture berarti ber bersumber dari 37:28 kayu. 37:30 Kayu itu oleh orang-orang Eropa dia 37:33 harus pastikan 37:35 produk yang masuk ke rumah dia itu 37:37 apakah sudah diolah secara eh 37:40 environmental friendly ya gitu ya. 37:43 eh kelangsungan dari hutan. 37:47 Seperti sekarang kita sedang mengalami 37:50 masalah. 37:52 Produk sawit kita itu di 37:56 cegah oleh negara-negara Eropa. Ah, kita 37:59 juga akan 37:59 Bukan karena produknya buruk mungkin ya. 38:02 Karena akan dilihat 38:03 Ya. Banyak teman-teman dari aktivis 38:05 lingkungan yang terus memberikan laporan 38:08 ke luar bahwa dampak dari perkebunan 38:12 sawit itu adalah 38:14 merusak lingkungan. Dan itu yang 38:16 kemudian harus 38:17 dijawab juga secara jujur oleh negara 38:22 dengan menampilkan gambar-gambar apakah 38:25 benar tidak mereka itu merusak 38:27 lingkungan atau tidak. 38:28 Konsumen luar saja lebih peduli dengan 38:30 keberadaan kita ya, Pak ya. 38:32 Ah, sekarang kita sebagai orang yang 38:34 memakai produk-produk dari 38:37 eh yang dihasilkan oleh perkebunan 38:41 hutan. 38:42 Seperti dulu, Bunda. 38:44 Ada namanya eh 38:47 tri 38:48 yang mengi ikuti nama satu kota. 38:51 Mmm. 38:53 Pada saat ditelusuri ternyata 38:56 di sana mempekerjakan anak. 38:59 Berbulan-bulan dia dipekerjakan di 39:02 tengah laut. 39:03 Offshore, baik. 39:03 Yang kemudian itu tidak terakses ke 39:05 sekolah. 39:07 Jadi masuk ke perbudakan dong, Pak. 39:08 Masuk ke sana. 39:09 Baik. 39:10 Dan itu ditangani oleh ILO dan itu 39:14 kemudian produk itu tidak laku 39:17 dijual. Karena 39:19 ditelusuri di sana ada perbudakan dari 39:22 proses eh pengambilan sumber. 39:25 Belum kita tahu apakah pada saat 39:27 pengawetan 39:29 itu menggunakan zat-zat yang terlarang 39:31 tidak. Ah, di sini kita harus 39:33 memperhatikan. Dan kesadaran orang tua 39:36 ini menjadi penting. 39:38 Dan kita tidak mentang-mentang nanti 39:41 kalau kita tidak membeli produknya 39:43 kasihan nanti ada anaknya tidak. Bukan 39:46 seperti itu kita berpikir. Jadi sejak 39:48 dari awal kita membangun kesadaran dari 39:51 setiap orang tua sudah sadar atas eh 39:54 produk yang akan dia beli, itu akan 39:56 berdampak kepada perusahaan-perusahaan. 39:58 Saya ambil contoh 39:59 dulu ada satu eh perusahaan makanan yang 40:02 terkenal di Indonesia. Dulunya dia masih 40:04 pakai eh styrofoam. 40:07 Tetapi kemudian diadvokasi oleh 40:10 pemerintah 40:12 dampak dari styrofoam itu akan merusak 40:15 lingkungan. Lalu kemudian itu berarti 40:18 Bapak menghasilkan uang-uang yang tidak 40:21 halal. 40:22 Apa yang dia lakukan? Dia 40:24 menginvestasikan 40:26 satu kemasan yang kemudian ramah 40:28 lingkungan. Yang tadinya penghasilnya 40:30 hanya satu, 40:32 justru sekarang berkali lipat. Karena 40:34 dia sudah mendapatkan ee penghargaan 40:38 dari konsumen. 40:38 Apalagi sekarang generasi milenial ini 40:41 lebih memperhatikan lingkungan 40:42 sebenarnya Pak ya. Jadi, ee kayaknya Pak 40:45 polisi ini justru strategi yang bagus 40:46 untuk ee untuk pasar. Bagaimana dengan 40:50 potensi ee perusahaan miras yang mungkin 40:54 akan berkembang gitu? 40:55 Apalagi, ada tiga jenis perusahaan yang 40:58 tidak boleh mensponsori 40:59 kegiatan-kegiatan anak. 41:01 Baik. 41:02 Salah satunya adalah 41:04 perusahaan yang memproduksi susu formula 41:07 di bawah usia 2 tahun. Karena itu akan 41:10 merusak 41:12 ee mekanisme pemberian air susu ee ibu 41:17 kepada bayi. 41:19 Dan banyak 41:21 ibu-ibu itu atau orang tua yang ee punya 41:25 pikiran kritis, tapi sangat ee jahil. 41:29 Kalau 41:30 tidak ada air susu dari ibunya, ya 41:32 langsung ke supermarket. Sudah ada ee 41:37 susu di sana, susu formula. 41:39 Padahal ditawarkan itu kalau bundanya 41:42 tidak menghasilkan susu, itu akan cari 41:46 ada bunda lain yang sedang memberi air 41:49 susu. 41:50 Kita bisa mengatakan bahwa ini 41:52 memfasilitasi pengabaian anak enggak 41:54 Pak? 41:54 Termasuk. 41:55 Termasuk ya? 41:55 Karena 41:56 Baik. 41:56 hak dia untuk mendapatkan air susu dari 42:00 ibunya, itu tidak dapat. Dan itu banyak 42:04 juga orang berbicara, "Nanti kalau tidak 42:07 terdata, akan tidak kita ketahui ee 42:11 apakah dia itu satu saudara persusuan 42:14 atau tidak. Nah, sekarang Bunda, dengan 42:17 adanya gadget tuh kan kita bisa tahu, 42:19 kita bisa rekam ini siapa ibunya dan 42:23 siapa yang menerima ASI dari ibu ini. 42:25 Ini mungkin lokal-lokal yang unit-unit 42:27 lokal terkecil kan juga bisa melakukan 42:29 itu ya Pak, tidak perlu jauh ke 42:30 mana-mana sebenarnya. 42:31 Dan itu sebetulnya sudah mulai di 42:33 masyarakat. 42:35 Sampai ada di salah satu kabupaten eee 42:38 saya kunjungi yaitu di 42:42 bukan eee di Klaten. Itu ada tukang ojek 42:46 yang sudah bekerja sama dengan puskes 42:49 untuk menjemput air susu ibunya di 42:53 pabrik. Jadi 42:55 si ibu itu tidak perlu khawatir 42:58 jangan sampai dia tidak eee 43:01 memberikan ASI kepada anaknya. Si tukang 43:05 ojek langsung jemput, langsung drop ke 43:07 rumah. 43:08 rumah. Di bawah kendali puskes. Berarti 43:11 ada yang mengkoordinir, mengawasi. Lalu 43:15 sekarang Bunda juga ada istilah bank eee 43:18 susu. Nah, ini menjadi poin penting. 43:20 Jadi kalau ada produk-produk yang 43:24 menjual air menjual eee susu formula di 43:28 bawah 2 tahun, itu kalau bisa perusahaan 43:31 itu kita tidak boleh eee beri ruang dia 43:34 untuk mempublikasi itu di kita. Tapi 43:37 sekarang justru Bunda ada di televisi. 43:40 Ada di sekarang di televisi mungkin 43:43 tidak efektif dia taruh di YouTube, di 43:46 gadget ada setiap saat. Jadi 43:48 itu akan menjadi daya tarik. Itu produk 43:51 pertama yang harus kita pastikan tidak 43:54 jadi mitra kita atau kita tidak boleh 43:56 bekerja sama dengan dia. 43:57 Lalu yang kedua 43:59 produk-produk 44:00 yang menghasilkan 44:03 eee 44:04 apa? 44:06 Minuman yang berbahaya. 44:09 Alkohol. seperti sekarang kita dengar 44:11 ada 44:12 pembukaan investasi 44:15 eh untuk eh miras ah saya dengar tadi 44:19 dari teman-teman Papua 44:21 karena mereka juga menolak 44:24 tidak pernah diajak bicara untuk itu 44:27 saya kemarin baru balik dari Malinau 44:30 Bunda saya lihat statistik kependudukan 44:33 yang mereka itu penduduknya ada 80.000 44:36 60% itu mereka dari Nasrani 44:42 karena di sana ada kerja sama antara 44:44 ulama-ulama dari ulama Islam lalu ulama 44:48 eh Nasrani dan dari ulama lain mereka 44:51 bersepakat mengirim surat ke Bupati 44:55 agar didorong untuk melahirkan Perda eh 44:59 anti miras 45:00 Subhanallah 45:01 mereka berhasil malah justru sekarang 45:03 kita mendorong mereka 45:06 eh 45:07 terutama di daerah-daerah yang menjadi 45:10 sumber kekerasan sangat tinggi di sana 45:13 emh 45:15 di NTT kekerasan pada anak tinggi sekali 45:18 baik 45:19 di mana lagi itu mereka beri ruang 45:22 demi alasan untuk eh turis-turis asing 45:26 untuk hadir di sana ah ini menjadi eh 45:29 tantangan kita ke depan 45:31 untuk itu mungkin kita berdoa kita 45:34 bermohon kepada Presiden untuk 45:36 mendapatkan cahaya sehingga beliau 45:40 berpikir dua kali untuk 45:44 atau menarik langsung apa yang beliau 45:47 usulkan di dalam peraturan Presiden 45:50 supaya 45:52 ada kesadaran yang tinggi yang perlu 45:54 kita bangun sekarang 45:56 kita tidak mau bekerja sama dengan 45:58 perusahaan-perusahaan penjual eh 46:01 alkohol malah justru 46:05 Ada investasi yang untuk didorong, untuk 46:07 itu menjadi tantangan kita ke depan. 46:09 Pada saat kita memilih pemimpin, 46:12 pilihlah pemimpin-pemimpin yang selalu 46:14 memperhatikan kepentingan terbaik bagi 46:16 anak. 46:17 Ini sangat membahayakan anak dari 46:18 berbagai sisi mungkin ya, Pak. 46:20 Sangat. Dan 46:22 tidak perlu kita menanti ada seorang ee 46:26 aparat 46:27 karena dia ee terpengaruh oleh minuman 46:30 keras, akhirnya dia mengorbankan ee tiga 46:34 manusia. Nah, ini juga perlu mendapat 46:36 perhatian dan 46:38 orang kalau sudah menggunakan ee apa? 46:42 Alkohol itu kesadaran diri dia sudah 46:45 turun dan itu yang kemudian dia 46:47 seharusnya 46:49 ee tidak terlibat di kegiatan-kegiatan 46:51 masyarakat. 46:52 Orang yang perannya harusnya mengayomi 46:54 saja malah bisa menghabisi gitu ya, 46:56 apalagi masyarakat awam mungkin ya, Pak. 46:58 Dan itu WHO juga sangat ee getol untuk 47:02 mensosialisasikan jangan sampai ee 47:07 orang itu terpengaruh dari 47:08 minuman-minuman ee beralkohol. Kan 47:10 dampaknya banyak, ke kekerasan dalam 47:12 rumah tangga. 47:14 Yang rugi siapa, Bunda? Kembali lagi 47:17 kepada anak kita. 47:19 Lalu yang ketiga adalah 47:21 perusahaan-perusahaan 47:23 yang ee menjual rokok. Ini yang tidak 47:26 boleh terlibat di dalam ee 47:30 program-program perlindungan anak. Ini 47:33 yang menjadi tantangan kita ke depan 47:35 bahwa ee 47:37 perusahaan-perusahaan rokok masih mau 47:40 berani, tapi sekarang kita berhasil 47:44 mempengaruhi ada satu 47:47 dulunya dia mensupport ee 47:50 satu 47:52 jenis olahraga, tapi sejak tahun ini dia 47:55 sudah menarik diri, tidak mensponsori. 47:58 Walaupun dia tidak bilang 48:01 "Kami tidak mensponsori dari produk uang 48:04 kami, itu dari yayasan." Tapi kita tahu 48:06 yayasan yang dibentuk itu yayasan dari 48:09 ee produk ee tembakau. Akhirnya 48:13 sudah mulai kesadaran, muncul kesadaran 48:15 dari setiap orang dewasa untuk 48:17 memperhatikan bahwa tiga jenis produk 48:20 ini tidak boleh mendukung aktivitas baik 48:25 itu langsung maupun tidak langsung 48:26 dengan kegiatan anak-anak, yaitu produk 48:29 tembakau, produk ee alkohol, dan yang 48:32 terakhir produk susu formula untuk anak 48:36 di bawah 2 tahun. 48:37 Bagaimana dengan konsumsi rokok anak 48:40 kita tahun ini, Pak, di Indonesia? 48:42 Apakah sudah menurun karena kan 48:43 memperihatinkan 48:43 Masih. Ee 48:46 salah satu item yang diperjuangkan 48:49 pemerintah melalui RPJMN 2020-2024 48:53 itu bagaimana menurunkan ee usia 48:57 pengguna rokok, terutama usia anak. Itu 49:00 sangat tinggi. 49:02 Masih di-highlight ya, Pak, ya, di 49:03 negara kita. 49:04 Apalagi dengan ada ee produk yang lain 49:07 lagi. 49:07 Mmm. 49:08 Nah, ini menjadi 49:09 sangat 49:11 penting untuk kita bangun kesadaran. 49:14 Jadi, ada tiga jenis ee 49:16 perusahaan-perusahaan. Dan 49:18 perusahaan-perusahaan yang saya sebut 49:19 itu adalah perusahaan-perusahaan yang 49:21 menghasilkan orang-orang yang kaya di 49:24 tanah air. 49:25 Pemilik perusahaan rokok itu dia 49:29 menghabiskan uang-uang dari ayah-ayah 49:32 yang memiliki anak 49:34 Ekonomi lemah keseringan. 49:35 Iya. 49:36 Yang tidak mampu membeli telur untuk 49:39 anaknya, tetapi mampu membeli sus ee 49:42 membeli rokok untuk diri dia sendiri. 49:44 Sehingga 49:46 sekarang negara ini punya musuh, yaitu 49:49 stunting. 49:51 Mmm. 49:51 Stunting kalau telusuri 49:54 itu rata-rata anak-anaknya tidak 49:56 sarapan, lalu tidak mendapatkan makanan 49:59 yang berkualitas, tapi kita telusuri 50:02 pada saat ayahnya 50:04 di pagi hari atau di sore hari itu 50:08 merokok dan meminum kopi. Ah, jadi itu. 50:12 Jadi ini yang kemudian kita perlu duduk. 50:15 Jadi 50:16 butuh eh kebersamaan kita terutama 50:19 perusahaan-perusahaan yang 50:22 ramah anak. Ah, sekarang Bunda sudah ada 50:24 kesadaran dari para 50:25 perusahaan-perusahaan yang ada di 50:26 Indonesia. 50:27 Mereka membangun asosiasi. 50:30 Yaitu asosiasi perusahaan sahabat anak. 50:34 Ah, perusahaan-perusahaan ini yang 50:35 kemudian 50:36 mereka mengidentifikasi 50:39 melalui tiga filter tadi. 50:41 Apakah kebijakannya, 50:43 produknya, dan yang terakhir di 50:45 perusahaan yang perlu kita cek itu 50:47 apakah perusahaan itu dia punya program 50:49 tanggung jawab sosial tidak? 50:51 Misalnya ini ada satu kantor di sekitar 50:55 eh kita atau 50:57 pabrik atau perusahaan. 51:00 Apakah dia memberikan sebagian 51:04 keuntungan itu untuk 51:06 eh kemaslahatan tetangga-tetangganya? 51:10 Nah, kalau tidak ini yang kemudian perlu 51:12 kita pikirkan. 51:14 Apakah layak tidak dia tinggal di eh 51:18 sekitar di sekitar kita? Terutama pada 51:21 saat pengurusan izin, kelanjutan dari 51:24 perusahaannya. 51:25 Sekeri sekarang Bunda, 51:27 perusahaan-perusahaan yang dari Jepang, 51:30 dari Korea itu mereka sangat 51:33 memperhatikan eh apa? 51:36 Kebersihan lingkungan. Untuk itu amdal 51:38 lingkungan dan amdal sosial itu menjadi 51:41 eh penting. 51:43 Iya. 51:43 Hadirnya sebuah perusahaan-perusahaan 51:45 itu ramah anak atau tidak. 51:46 Dan kesadaran konsumennya juga tinggi 51:48 gitu kalau saya lihat. Iya, saya suka 51:50 barang ini karena perusahaannya 51:53 ee sangat perhatikan lingkungan, 51:54 menggunakan warna-warna alami. Memang 51:57 lebih mahal tapi saya lebih menghargai 52:00 membeli barang ini daripada barang yang 52:01 lain misalnya. 52:02 Iya. 52:02 Ini yang terus-menerus kita harus 52:04 announce-kan ke setiap pendengar. 52:08 Terutama 52:09 Ayah Bunda yang sering mendengar Radio 52:12 Rasima. Kita sebarkan ini semua. Lalu 52:14 yang terakhir Bunda 52:16 adalah peran 52:18 orang perorang dan lembaga masyarakat. 52:22 Apa ini? 52:23 Peran dari orang perorang. Salah satunya 52:25 adalah mensosialisasikan 52:28 ee 52:29 segala sesuatu yang positif ke siapapun. 52:32 Terutama kepada anak. Itu yang pertama. 52:34 Peran kedua dari masyarakat ini Bunda 52:37 adalah memastikan 52:39 anak yang ada di depan dia adalah anak 52:43 dia sendiri. 52:45 Untuk itu di Undang-Undang 35 2014 itu 52:50 memberikan peran kepada orang perorang. 52:53 Yaitu menjadi pengawas 52:56 pemantau dan ikut bertanggungjawab. Dan 52:59 yang terakhir, sebetulnya ada banyak itu 53:01 peran dari masyarakat. Yang terakhir 53:04 tidak boleh lagi menstigma anak. 53:07 Kita lihat 53:08 anak itu ada di depan kita, ya seperti 53:11 itulah dia. Jangan dihubung-hubungkan 53:13 dengan ee hal-hal lain. 53:16 Baik. Sebelum kita tutup, ada satu 53:18 pertanyaan nih Pak Hamid. Mungkin bisa 53:20 dijawab sekalian menutup. 53:22 Assalamualaikum warahmatullahi 53:23 wabarakatuh. 53:24 Waalaikumsalam. 53:26 Di era sekarang sepertinya peran media 53:28 cukup besar juga dalam pendidikan 53:31 anak-anak kita ya Pak Hamid dan Bunda 53:33 Fitri. Bagaimana ya Pak Hamid agar 53:35 media-media kita lebih menonjolkan 53:37 tontonan yang bisa menjadi tuntunan 53:40 untuk masa depan anak-anak kita? Seperti 53:42 misalkan lebih memilih dan menampilkan 53:45 berita-berita tentang kebaikan, 53:47 keteladanan, film-film mendidik, iklan 53:50 makanan sehat dan sebagainya. Mohon 53:52 nasehatnya. Dari Bunda Fajar di Bekasi. 53:56 Baik, terima kasih Bunda Fajar. Baik, 53:58 yang 54:00 akan menjadi 54:03 penonton itu adalah kita. Dan selalu ada 54:07 lembaga 54:08 yang mensurvey. 54:11 Dan di setiap media itu juga ada namanya 54:15 hotline. 54:16 Kita manfaatkan fasilitas-fasilitas 54:19 itu. 54:21 Mungkin 54:22 kita 54:23 dapat kesempatan menjadi eh responden 54:27 pada saat ada survey yang dilakukan oleh 54:30 perusahaan-perusahaan surveyor 54:32 untuk menilai apakah 54:35 eh siaran atau media itu dia mendapat eh 54:39 pemirsa pemirsa yang banyak lalu share 54:43 eh kegiatan dan share iklan itu kemudian 54:48 eh 54:49 menguntungkan bagi perusahaan itu. Dari 54:52 hasil 54:53 eh survey itu mungkin kita dapat 54:55 memberikan penilaian. Ya kita nilai 54:58 sesuai dengan fakta yang ada di 55:00 lapangan. Kalau 55:02 dari penilaian kita negatif 55:04 perusahaan akan berpikir dua kali untuk 55:07 melanjutkan eh mata acara dari kegiatan 55:10 itu. Kalau justru sebaliknya 55:12 yang tadinya dia dibatasi oleh waktu 55:15 malah dengan adanya respon yang positif 55:18 itu yang kemudian dia tambahkan. Itu 55:20 yang pertama. Yang kedua adalah 55:23 si media itu juga ada hotline. 55:27 Di hotline itu dia akan menerima 55:29 berbagai keluhan. Kalau keluhan-keluhan 55:32 kita terus kita sampaikan dan itu 55:34 kemudian bukan hanya dari kita saja 55:36 tetapi kita juga punya apa eh komunitas 55:41 pencinta atau pendukung dari eh media 55:44 itu sendiri, dia akan berpikir. Dan di 55:46 sana juga 55:48 akan diperhatikan eh 55:50 catatan-catatan yang diberikan oleh 55:52 kita. Tapi tergantung kembali, siapa 55:55 pemilik media itu sendiri. Apakah media 55:58 itu hanya untuk mementingkan 56:00 eh bisnisnya 56:03 atau dia juga punya misi lain untuk 56:06 mencerdaskan kehidupan bangsa yang 56:09 dikehendaki bahwa media adalah salah 56:12 satu agen perubah untuk kebaikan di masa 56:16 yang akan datang. Itu, Bunda. 56:18 Kami berharap semoga apa yang kami 56:20 informasikan ini, ini menjadi salah satu 56:24 bagian yang perlu menjadi perhatian, dan 56:27 kemudian kita perkuat dengan 56:29 referensi-referensi. Untuk itu 56:31 Ayah Bunda yang cerdas, kita baca 56:34 konvensi anak, lalu kemudian kita baca 56:37 undang-undang konsumen, lalu kemudian 56:39 kita baca undang-undang perlindungan 56:41 anak. 56:42 Kalau kita sudah mengetahui ini semua, 56:44 lalu kemudian kita masih menemukan ada 56:47 hal-hal yang eh negatif kita dapat 56:51 mengkomplain. 56:52 Kalau media itu ada namanya eh Komisi 56:56 Penyiaran Indonesia. 56:58 Di sana mereka akan menampung. 57:00 Kalau kepada em eh media cetak ada Dewan 57:05 Pers. Di sana nanti mereka yang akan 57:07 memproses kalau ada media-media yang 57:10 bermasalah. Kita tidak perlu harus demo, 57:13 kita tidak perlu harus apa-apa. 57:15 Salah satu eh kesadaran kritik kritis 57:19 kita terhadap media yang abai, ya kita 57:21 tidak perlu menuntut dia, tidak perlu 57:23 kita membaca dia. Tapi kalau kita 57:26 menganggap sepertinya media ini 57:29 perlu kita informasikan, kita gunakan 57:32 saluran-saluran yang sudah ada. Kalau ke 57:34 kepolisian, 57:36 kalau layanannya tidak bagus, ada komisi 57:40 kepolisian. Kalau ada layanan ee 57:43 perusahaan-perusahaan, dia ada Kadin, 57:46 ada Kamar Dagang dan Industri, ada 57:49 perusahaan-perusahaan perempuan, ada 57:52 IWAPI, ada pengusaha-pengusaha muda, ada 57:55 HIPMI. 57:56 Tinggal bagaimana kita ee membangun 57:59 komunikasi dengan mereka. Tapi dengan 58:02 kesadaran yang mulai dibangun oleh 58:04 setiap orang tua yang memiliki anak yang 58:07 menghendaki anak-anak di sekitar dia 58:09 tumbuh, 58:11 ee berkembang, yang selalu memperhatikan 58:14 harkat martabat anak dan tidak 58:16 diskriminasi. Itu yang kita kehendaki. 58:17 Demikian, semoga Allah memberikan cahaya 58:20 kepada kita 58:21 Amin. 58:21 dan kita akan tetap terus-menerus 58:25 mencari hal-hal yang terbaik untuk 58:27 anak-anak kita. Demikian, asalamualaikum 58:28 warahmatullahi wabarakatuh. 58:29 Asalamualaikum warahmatullahi 58:31 wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak 58:32 Hamid Fatli Masrur, sekali pembicaraan 58:34 kita hari ini. Dan juga terima kasih 58:36 banyak kepada seluruh Ikhwan dan Akhwat 58:38 yang telah mengikuti acara perlindungan 58:40 anak pada hari ini. Insyaallah kita 58:42 mendapat banyak sekali hikmah dan 58:44 pencerahan dari Pak Hamid Fatli Masrur. 58:47 Baik, Ikhwan dan Akhwat, saya Nurfitri 58:48 Taher dan juga segenap kru undur diri. 58:52 Kita bertemu pada acara perlindungan 58:54 anak mendatang. Subhanakallahumma 58:56 wabihamdika, asyhadu alla ilaha illa 58:58 anta, astagfiruka wa atubu ilaik. 59:00 Wassalamualaikum warahmatullahi 59:02 wabarakatuh. 59:03 Waalaikumsalam.