Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh, Bang Dulah. Apa kabar? 0:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh, Mas Ihsan. Alhamdulillah 0:25 sehat. 0:26 Saya bilang nih, Bang Dula nih masih 0:28 muda terus. Wah, ini kan masih bank 0:30 katanya gitu. [tertawa] 0:32 [berdehem] Luar biasa, Bang Dulah. Ini 0:34 negeri gak habis-habis ceritanya ya. 0:37 Karena persepsi korupsi menjadi 0:40 tantangan integritas nasional ya skornya 0:43 itu makin rendah bukan naik kok apa. 0:46 Padahal kan luar biasa itu Pak Presiden 0:48 di awal tentang korupsi. Boh mau diudak 0:51 sampai ke ujung apa ujung dunia apa-apa 0:54 waktu itu tuh Bang. Saya lupa ya tapi ah 0:56 macam mana ya? Hm. Saya khawatir aja ini 0:59 kalau apalagi hari ini kita dapat 1:02 kunjungan tuh dari Menteri Pertahanan 1:04 Amerika wakilnya. Ya, mudah-mudahan 1:06 enggak sampai kayak Colombia, Bang. 1:08 Karena gempanya itu, Bang. Hari itu di 1:10 dibuka hubungan dengan Israel, hari itu 1:13 juga gempa 7,4 itu memang hukuman Allah 1:16 atau gimana? Entah entah macam mana, 1:19 Bang Dula. Ah, lagi pula ini, Bang, ada 1:22 ini ada apa? Ada ada gium ya. Ada gium 1:25 apa ya namanya itu? Ada pendapat bahwa 1:27 kapitalisme politik mata rantai penyebab 1:30 Indonesia darurat korupsi. Sudah 1:33 seberapa daruratnyaak kah ini? Apakah 1:36 macam di Hongkong sana sehingga ada 1:39 orang mau disuntik kalau enggak disogok 1:41 dulu? Enggak. Tapi BPJS kita masih 1:42 jalanlah gitu ya. Tapi perangkat hukum 1:46 ketika membongkar sebuah masalah 1:50 lagi-lagi nih Bang ada yang mati 1:51 misterius. Ada orang namanya Sutrio. Ini 1:54 urusan sama yang di Kejagung itu ya. 1:56 Febri Adiansyah. Ini kepala rumah 1:58 tangganya. Ada juga yang urusan Bea Cuka 2:00 itu namanya siapa tuh? Saya lupa tuh. 2:02 Saksi kuncinya kalau enggak salah tuh 2:04 Lorenza. Lorenza lah gitu. Winda Lorenza 2:07 lah. Nah, macam mana Bang Dulah kalau 2:09 KPK menghadapi dunia macam gini? Harapan 2:12 apa kita akan bergantung? Tentu pada 2:14 Allah. Tapi negeri ini kan harus 2:16 berjalan. Silakan Bang Abdullah dari 2:19 Aceh sampai Banyuwangi menunggu kabar 2:21 ini dan 24 negara setidaknya 2:24 mendengarkan pagi hari ini. Tafad Bang 2:26 Abdullah yaumah. 2:28 Baik para pendengar silaturahim yang 2:31 insyaallah dirahmati Allah Taala pada 2:34 Jumat berkah pagi ini. 2:37 Yang pertama ketika KPK baru dibentuk 2:43 tahun 2004 2:46 maka indeks persepsi korupsi Indonesia 2:50 waktu itu 19. 2:54 Lantas kemudian secara bertahap kemudian 2:58 KPK menaikkannya [mendengus] sampai 3:00 angka 40. 3:01 Masyaallah. 3:03 40. 3:04 He. 3:05 Itu yang ee tercapai sebelum Jokowi 3:09 mengobrak-abrik KPK dengan mengubah 3:14 Undang-Undang KPK tersebut. H 3:16 sehingga KPK yang sekarang itu bukan 3:19 lagi lembaga negara yang independen 3:21 seperti dulu, tapi merupakan ASN. 3:25 Dan kita tahu, Mas Isan bahwa dalam 3:27 undang-undang ASN, pimpinan ASN itu 3:30 adalah presiden. 3:31 Hm. Dengan sekian maka 3:35 kasus-kasus yang melibatkan para 3:37 oligarki, 3:39 kultur kulttur besar itu tidak bisa 3:42 ditangani. 3:44 Apalagi waktu itu ee dewan pengawas itu 3:47 dipilih oleh Jokowi Lampung. Sehingga 3:50 dengan begitu maka dewan pengawas tidak 3:53 bisa mengizinkan penyidik KPK atau 3:56 penyelidik KPK untuk memonitor 4:00 telepon Jokowi atau telepon 4:04 telepon menteri tertentu yang ada pada 4:08 koalisi Jokowi. Sehingga demu 4:13 kasus-kasus besar itu terlindungi dengan 4:16 adanya amandemen undangunan KPK. 4:19 Hari ini kita punya indeks persepsi 4:22 korupsi itu adalah 32. 4:26 H 4:26 itu di bawah Timor Leste. 4:30 Oh, 4:30 di bawah di bawah Timor Leste. 4:32 Timor Leste itu ee 34 kita 32. 4:37 Ada yang terus beritahu kepada saya, 4:40 "Ya, tidak ada yang mau di dikorupsi 4:43 timist, enggak ada timolistiknya seperti 4:46 ee 4:47 mungkin mungkin ada benarnya tapi 4:51 persoalannya adalah bukan soal besar 4:54 atau kecil sumber daya alamnya, sumber 4:58 daya ee keuangannya, tapi tentang ada 5:02 atau tidak pengambilan hak-hak rakyat." 5:06 Hm. ee berapa hari lalu Mas Ihsan saya 5:10 pergi urus SIM saya. 5:13 Jadi 5:14 konsep efisiensi dari Prabowo 5:18 itu membuat kemudian aparat negara, 5:22 aparat pemerintah itu ee kreatif. 5:25 Oh iya. I 5:26 kreatifnya begini. 5:27 Kreatifnya begini. dulu kalau urus itu 5:31 datang apakah ke langsung ke 5:33 apa ee kantor apa namanya 5:36 ee 5:38 ee 5:38 pelayanan umumlah di ada di mall ada di 5:40 mana semua betul betul atau ada samsat 5:44 samsat 5:44 ada bis 5:45 Samsat atau di bisusnya seperti itu. 5:49 Itu langsung saja kemudian ee bayar 5:53 terus kemudian ee perpanjang. Hari ini 5:56 baru berapa hari lalu saat itu ternyata 5:59 kemudian ada pendaftaran. 6:01 Iya. 6:02 Pendaftaran itu 6:05 kemudian tensi tensi [berdehem] tensi 6:08 tensi [tertawa] 6:10 tensi 6:10 darah tinggi apa enggak nih sopirnya 6:13 [tertawa] 6:13 tensi Rp50.000. 6:16 Terus kemudian 6:17 psotes 6:18 psikotes. Oh iya ngisi-ngisi. Betul. 6:22 Rp00.000 Ibu, saya kira pisot tes itu 6:25 Mas Ihsan e seperti pisot tes 6:27 mengajukan pertanyaan apa begitu begitu 6:30 begitu sehingga 6:31 waduh ini sudah 6:32 yang online ada juga tu 6:34 [tertawa] 6:35 79 tahun bisa lulusnya enggak bisa tes 6:37 begitu kan 6:39 he 6:40 ternyata kemudian sampai di situ loket 6:44 khusus itu meja khusus itu kemudian 6:47 dia apa buat masuk ke Google terus dia 6:50 bilang isi ini Pak 6:51 ternyata isi nama, alamat [tertawa] apa 6:56 jadi identitas. Nah, saya pikir ini yang 6:59 mana [tertawa] seperti 7:01 dia dia tahu enggak itu Bang Lula apa 7:03 dia enggak tahu petugasnya. [tertawa] 7:07 Terus kemudian ee Rp100.000 terus saya 7:10 tanya, 7:11 "Boleh enggak saya bayar Rp10.000?" 7:14 Saya bilang gitu [tertawa] 7:17 saya sumpah R.000. Oh, enggak Pak. Cukup 7:19 Rp00.000. [tertawa] R.000. 7:22 Karena kemarin, Bang ada ada cerita 7:24 sedikit ini ini kenyataan real ya. Ini 7:27 apa? Spopir bilang jangan bilang Bang di 7:29 radio katanya. 7:30 Kenapa? Tahun lalu itu berapa tahun lalu 7:32 tuh R00.000 sekarang naik R800.000-an. 7:36 Kenapa naik? Ada KPK kat di dalam. Waduh 7:39 tambah naik [tertawa] 7:44 ini. Iniang 7:46 sudah sudah selesai itu Bang Ihsan. 7:48 Terus foto, 7:49 terus foto 7:50 foto tunggu lagi kemudian terus datang 7:53 terus kemudian mau ambil itu SIM-nya. 7:55 [mendengus] 7:56 Ee dia bilang apa namanya ini mau 7:58 dikasih apa supaya tidak tergores apa 8:01 jadi bayar lagi apa e R.000 lagi. Jadi 8:06 saya pikir konsep eiensi Prabowo ini 8:09 membuat aparat cukup kreatif kreatif 8:12 kreatif. [tertawa] 8:13 Betul cukup kreatif. 8:15 Allahu Akbar. Sehingga kemudian saya 8:17 baca di medsos 8:19 ee 8:20 koperasi merah putih itu ada di 8:23 mana-mana. Jadi saya kemarin juga ee 8:26 dengan anak dengan mantu pergi ke apa 8:28 namanya ke Perakang Salak. He 8:31 Salaki itu di Parung kuda. Parung kuda 8:34 itu di Sukabumi. 8:36 Di tengah-tengah tengah-tengah hutan ada 8:38 koperasi desa di situ. Saya 8:41 yang Zulhat bilang ini mau evalue. Iya. 8:43 Karena kan terpaksa mereka kalau tidak 8:45 ee harus menyediakan lahan itu ya. 8:48 Jadi mestinya kan di tengah masyarakat 8:51 kan masyarakat ini apa di tengah hutan. 8:54 Terus kemudian saya coba lacak di 8:57 Metsus. Rupanya kepala-kepala des 9:00 komplain, protes apa namanya udah kita 9:02 kita apa anggaran kita diambil apa 9:05 segala kita buat aja di tempat seperti 9:07 menjadi komplim. itu jadi kayak macam 9:09 balas dendam gitu ya mau dibikin balas 9:12 balas dendam seperti itu. Jadi itu e 9:16 persoalannya soal ee korupsi ini. 9:19 Sehingga dengan begitu maka 9:21 ee penyebabnya itu sistem sistemnya itu 9:26 sudah bagus ketika Undang-Undang KPK 9:29 tidak diamandemen. Sistem sudah bagus 9:31 kita lakukan reformasi birokrasi dan 9:34 seterus dan seterusnya. Tapi problem 9:36 yang berikutnya itu adalah kemudian 9:39 sanksi terhadap koruptor itu sangat 9:43 rendah. 9:44 Nah, misalnya 9:47 sudah capek-capek KPK kemudian kemudian 9:51 sudah dijatuh hukuman. Maka kalau sudah 9:53 jatuh hukuman sudah ingkrah, 9:55 berlaku kekuatan hukum tetap, maka sudah 9:58 tidak lagi ee kewenangan dari polisi, 10:00 jaksa, KPK, tapi sudah Kementerian Hukum 10:03 dan HAM. Lantas kemudian ada percayaan 10:07 17 Agustus remisi 10:09 3 4 5 6 bulan 10:11 sudah itu kemudian ee menang menang apa 10:15 e sepak bola misalnya ee kemudian ada 10:18 remisi ee ulang tahun presiden misalnya 10:22 ada remisi 10:23 sehingga orang di itu hukuman katakan 8 10:25 tahun atau 10 tahun 10:27 kemudian akhirnya mungkin tinggal ee apa 10:31 namanya ee 5 tahun tapi kalau dia sudah 10:33 menjalani sekian tahun setelah 2/3 dia 10:37 bisa keluar sehingga paling 2 tahun aja 10:39 dalam penjara terus kemudian ee bebas 10:42 seperti itu. 10:43 Nah, oleh karena itu maka kalau misalnya 10:47 ee pemerintah mau mengatakan bahwa mau 10:50 memberantas korupsi kan dalam pidato 10:53 kenegaraan pertama kali presiden 10:55 dilantik itu kan mengatakan akan saya 10:58 kejar koruptur sampai ke benua 11:00 Antartika. 11:01 Iya. [tertawa] 11:03 He 11:03 iya. 11:04 Nah, ternyata pelaksananya koruptor 11:07 antar kita. Jadi antar kita seperti itu. 11:10 Kode. 11:11 Jadi bukan [tertawa] bukan antarik tapi 11:13 antar kita. 11:14 Antar kita seperti itu. Yang yang lucu 11:17 itu cerita guyonan bahwa ketika ketua 11:21 BGN-nya ditangkap 11:23 ee Prabowo itu di rumah menangis 11:24 katanya. Menangis. 11:26 Jadi saya heran juga ini jenderal kok 11:28 bisa menangis seperti itu? He. 11:30 Eeah. Karena dia merasa orang yang dia 11:33 percayai ternyata itu yang yang korupsi 11:36 [tertawa] besar-besaran seperti itu. 11:39 [berdehem] 11:40 Nah. Nah. 11:41 H. 11:42 Sesudah itu Mas Ihsan ada problem 11:44 serius. 11:45 Problem serius itu adalah 11:47 sikap masyarakat terhadap koruptor. 11:49 Hmm. H ini 11:53 ingat beberapa beberapa tahun yang lalu 11:56 ada seorang tokoh kemudian dia bebas 11:58 dari penjara disambut dengan upacara 12:01 bisa jadi anggota dewan lagi. Betul. 12:03 Heeh. 12:03 Nah seperti [berdehem] itu. 12:04 Lantas saya ee hari hari Sabtu yang lalu 12:08 ada satu seminar di Bandung saya 12:10 diundang data hadir. 12:12 Kemudian saya dipanelkan dengan mantan 12:14 pasien saya. 12:16 [tertawa] 12:17 Jadi, 12:19 jadi saya pikir, "Wah, ini gimana ini 12:22 seperti itu." 12:23 Akhirnya kemudian 12:25 salah seorang rektor 12:26 he 12:27 di di Sukabumi selesai acara dia kasih 12:31 kartu namanya kepada saya, 12:33 "Eh, Pak, saya undang nanti ke apa ke 12:35 universitas apa di di Sukabumi." 12:38 Ee terus insyaallah nanti kemudian 12:41 beliau apa namanya? WhatsApp saya. 12:44 Kemudian saya jawab bahwa aduh tanggal 12:46 itu saya sudah ada acara. Beliau terus 12:48 telepon saya. Beliau telepon saya terus 12:51 beritahu apa namanya Pak ini ada delan 12:54 orang. Delapan orang disebutkan itu tiga 12:56 orang mantan KPK. [tertawa] 12:58 Jadi saya bilang bagaimana bisa 12:59 bagaimana bisa saya hadir di tempat 13:01 orang yang kemudian menjadi pasien saya 13:04 seperti itu? Nah jadi ini juga sikap 13:06 dari masyarakat. ada yang sudah dua kali 13:09 masuk penjara itu terpilih jadi anggota 13:12 DPD itu. Itu luar biasa. Dua kali masuk 13:15 penjara terpilih jadi anggota DPD. 13:18 Begitu juga 13:19 salah seorang mantan menteri ditangkap. 13:22 Kemudian 13:24 ee pemilu kemari terpilih jadi anggota 13:26 DPR di daerah Cianjur atau di Jawa 13:29 Barat. 13:29 Ini ini ini ini, Bang. Ini, Bang. 13:31 Jadi, 13:32 Hmm. Luar biasa. Iya, Bang. Saya saya 13:34 lihat ini negeri kalau saya terterbang 13:37 misalnya saya ke New Zealand itu di 13:38 airport di airport di pesawat itu sudah 13:40 ditanya di antara pertanyaan itu adalah 13:43 apakah Anda pernah dipenjara mau benar 13:46 mau kagak ya itu itu sebuah pertanyaan 13:48 tapi ada juga yang berasumsi orang-orang 13:50 atau negara-negara ya sekuler atau ateis 13:54 lah ya di Eropa sana kok indeks prestasi 13:58 korupsinya tuh cakep artinya tuh sedikit 14:01 kahilah orang yang korupsi di Nah, di 14:04 negara-negara yang religius kok banyak, 14:06 Bang, ya? Ini macam mana, Bang, ya? Ini 14:08 apa ya? Fenomena apa yang terjadi, Bang? 14:12 Jadi, waktu saya masih di KPK atau 14:16 KPKPN, saya lupa. 14:18 He, 14:18 di KPKPN, Mas. Sebelum KPK saya sewa ee 14:23 taksi prbet itu taksi. 14:25 He. 14:25 Taksi anu. 14:26 Hm. 14:27 Taksi SAS. Taksi swasta itu. 14:28 Oh, taksi grab grab gitu. 14:30 He 14:31 iya seperti Grab itu 14:33 dia jalan cepat sekali jalan cepat 14:34 sekali 14:35 sampai apa namanya terus saya tanya 14:38 apa syarat mau jadi sopir dari 14:41 perusahaan 14:42 angkutan ini 14:44 dia bilang kalau tidak pernah tabrakan 14:46 tidak diterima 14:47 wah [tertawa] 14:51 jadi kalau tidak pernah nabrak katanya 14:53 tidak diterima saya bilang kenapa begitu 14:55 nah soalnya ini kan kejar target kejar 14:57 target seperti itu. Jadi kalau dia kerja 15:00 target satu hari itu misalnya lima lima 15:03 trip seperti itu kalau dia tidak pernah 15:06 tabrakan berarti dia jalan pelan-pelan 15:08 tidak tercapai tertentu. [tertawa] 15:10 Jadi jadi itu kondisi kondisi Indonesia 15:13 sehingga menjawab pertanyaan Mas Ihsan 15:16 tadi saya ingat kata-kata Bu Hamka. 15:18 Kata Bu Hamka, "Saya ke Mesir saya jumpa 15:22 orang Islam tapi saya tidak jumpa Islam 15:25 di sana." 15:25 Hm. saya ke Eropa itu saya tidak jumpa 15:28 orang Islam, tapi saya jumpa Islam 15:31 seperti itu. 15:32 Nah, karena itu maka sekitar 10 tahun 15:34 yang lalu ada satu penelitian oleh 15:37 seorang profesor di universiti di 15:39 Amerika. 15:40 Negara mana yang paling islami di dunia? 15:43 H 15:44 ternyata tiga negara yang disebutkan itu 15:47 semua negara Eropa. Semua negara tidak 15:49 ada satu negara Timur Tengah, tidak ada 15:51 satu negara di Asia dan seterusnya. itu 15:53 semuanya itu e New Zealand, kemudian 15:56 Skandinavia, kemudian Denmark. 15:58 Itu tiga negara yang penduduk Islamnya 16:00 mungkin cuma 0 koma sekian kan. Tapi 16:03 itulah negara yang paling islami. 16:05 Artinya bahwa apa yang disebut dengan 16:08 ajaran-ajaran Islam dalam Quran tentang 16:11 adil, tentang amanah, tentang jujur apa 16:13 itu berjalan. He. 16:15 Sehingga kemudian 16:17 sekali waktu ada seorang dari Indonesia 16:19 pergi ke ke Inggris lantas waktu masih 16:23 lama jadi masih pakai bis biasa. 16:25 Terus kemudian sampai di hotelnya dia 16:29 baru ingat bahwa telnya tertinggal di 16:30 Haltebis. 16:31 Oh. 16:32 Waktu menunggu haltebis. 16:33 Nah itu kan perjalanan itu kurang lebih 16:36 1 jam kan. Jadi pulang pergi dia datang 16:38 ke sana itu kameranya ada di situ. 16:40 [tertawa] 16:41 Kamera ada di situ. 16:43 Coba bayangkan. 16:45 itu kalau di Jakarta kalau di Jakarta 16:48 jangankan 2 jam 5 menit saja e sudah 16:51 hilang sehingga ada ada cerita kelakar 16:55 jok begitu ee orang Jepang buat buat 16:58 percobaan tentang robot untuk menangkap 17:01 korupsi, menangkap pencuri robot 17:03 lantas dibawa ke beberapa negara terus 17:05 kemudian sampai di Malaysia robot itu 17:08 nangkap beberapa orang 17:09 di Singapura robot itu menangkap sedikit 17:12 orang 17:13 sampai di Indonesia robot itu dicuri 17:15 orang. [tertawa] 17:18 Jadi, jadi kita ini mau bicara 17:20 integritas capek. Jadi sudahlah kita 17:22 bercanda ajaalah. Urusan negeri ini 17:24 memang luar biasa. [tertawa] Yang 17:26 mengarapkah, yang mengganggu atau 17:28 berbahaya kadang-kadang ya itulah ada 17:30 yang mati mendadak ada yang apa walaupun 17:33 takdir tapi luar biasa ini kapitalisme 17:36 politik ini memang luar biasa. uang 17:39 menjadi sebuah 17:41 pengalaman saya Mas Ih waktu [berdehem] 17:43 saya aktivis dulu tahun-an sampai-an 17:48 awal-an 17:50 ada biasa proses bagaimana menyuntik 17:54 orang 17:54 H 17:55 untuk kemudian setelah enam tuuh 18:00 beberapa hari 18:01 meninggal 18:02 yang terapinya adalah serangan jantung. 18:04 Oh. Ada juga yang kemudian ditabrak di 18:08 jalanan 18:09 aktivis ketua ketua mahasiswa seperti 18:14 jadi itu ada 18:16 dan kemudian ee saya diberitahu oleh 18:20 salah seorang yang 18:21 he 18:22 bergerak di bidang intelijen bahwa 18:25 ee hal itu dilakukan dengan cara 18:29 melakukan pendidikan yang itu 18:32 berlangsung kurang lebih 1 bulan eh satu 18:34 pekan. kan baru kemudian seperti 18:36 serangan jantung. Jadi kalau di anose 18:38 serangan jantung padahal itu sudah 18:40 disuntik sebelumnya. 18:42 Jadi oleh karena itu saya tidak kaget 18:44 kalau misalnya ee pembantu rumahnya apa 18:47 namanya Febri Adiansa itu meninggal 18:50 kemudian salah seorang saksi di 18:52 Da Cukai itu meninggal. Itu adalah 18:55 bagaimana proses untuk menghilangkan 18:58 jejak. Jangan lupa Mas Iksan bahwa 19:00 dalam teori kapitalis itu kan 19:03 filosofinya dengan model yang 19:05 sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan 19:08 yang sebesar-besarnya 19:10 sehingga kemudian mereka tidak 19:12 membicarakan soal akhlak, soal moral, 19:14 soal apa yang penting bila perlu lawan 19:17 saingan itu dihabisin. Nah, kita tahu 19:19 dalam kasus narkoba itu misalnya itu 19:22 bisa saling berbunuh-bunuhan seperti 19:23 itu. Jadi oleh karena itu maka ini yang 19:27 mereka ini kapitalis ini kemudian 19:29 oligark 19:30 coba eh Fibriansaiansa 19:34 itu kaniansa itu kan 74 kg kg emas 19:38 itu bukan emas sepuhan kan kalau emas 19:41 sepuhan ngapain 19:43 ngapain disembunyikan dia 19:44 emas emas yayasan katanya Bang 19:49 jadi itu memang apa namanya saya ingat 19:53 Waktu ee KPK tetapkan Ketua DPR jadi 19:58 tersangka. 19:59 Hm. 19:59 Ketua KPK dipanggil sendirian. 20:01 Hm. 20:02 Oleh Jokoi. 20:03 Iya. 20:03 Dalam kode etik di di KPK, 20:07 pimpinan dan deputi itu kalau pergi satu 20:11 urusan tidak boleh sendirian. 20:13 Hm. 20:13 Harus didampingi. Harus didampingi ee 20:16 sebagai apa namanya? saksi dan seperti 20:19 itu. 20:19 Nah, ternyata kemudian ee Ketua KPK ini 20:23 diberi syarat bahwa Anda sendiri yang 20:25 datang. 20:26 Nah, sehingga akhirnya pikir ini mungkin 20:28 persoalan penting apa segala macamnya 20:30 tentang KPK datang. Maka kemudian Joko 20:33 katakan batalkan itu penangkapan apa? 20:37 Ketua DPR. He. [berdehem] 20:38 Kata ketua KPK ini, "Maaf, Pak. Dalam 20:41 Undang-Undang KPK tidak bisa terbitkan 20:44 SP3." 20:45 H. Nah, Jokowi enggak ngerti apa itu 20:47 SP3. Kemudian dijelaskan SP3 [tertawa] 20:49 SPP 20:50 SP3 surat perintah penghentian 20:52 pendidikan. 20:53 Jadi kalau polisi jaksa bisa 20:56 terbik SP3, kalau KPK tidak bisa terbit 20:59 SP3. Kenapa? Karena 21:01 korupsi itu kejahatan luar biasa. 21:04 Sehingga waktu saya di KPK, saya 21:05 beritahu kepada teman-teman 21:07 penyelidik-penyidik, 21:08 Anda ketika tetapkan seseorang menjadi 21:10 tersangka, Anda harus yakin 99% 21:14 bahwa dia akan jatuh hukuman di 21:17 pengadilan. 21:18 Iya. Tapi 21:19 kenapa, Pak? Karena ini ekstraorder 21:22 kejahatan luar biasa karena kita tidak 21:24 boleh SP3. Jadi, begitu ditetapkan 21:26 tetangga dia jatuh hukuman. H 21:28 terus ada yang 21:30 ee kenapa bukan 100% Pak Buda? Saya 21:32 katakan 1% itu otoritas Allah yang bisa 21:36 kemudian Allah membalak-balikkan apa 21:38 namanya hati seseorang seperti itu. 21:40 Iya. 21:42 Ya memang luar biasa ya seorang juru 21:45 bicara KPK pun bisa jadi pengacara yang 21:49 dituduh korupsi pula. Dunia memang luar 21:52 biasa masalah integritas ini. Bukan 21:54 begitu Bang Dang? [berdehem] 21:55 Ya. Jadi karena itu maka persyaratan 21:58 untuk jadi pegawai KPK itu pertama 22:00 integritas 22:01 baru kedua profesional. 22:03 Kenapa integritas pertama profesional 22:05 kedua? Karena kalau dia lulus integritas 22:08 di KPK bisa ikuti bimtek pelatihan untuk 22:12 meningkatkan profesionalitas. 22:14 Tapi kalau misalnya integritas 22:15 bermasalah maka itu jadi masalah. Betul. 22:18 Saya sudah pernah ceritakan di RAS ini 22:20 beberapa waktu yang lalu. 22:21 H 22:22 2004 ketika KPK perlu penyidik baru, 22:25 maka kemudian SOP di KPK integritas itu 22:28 nilainya 4 22:30 dan harus minimal nilainya 22:32 ee 3,5 22:34 3,5 mal. He. 22:37 Nah, ternyata kemudian ketika dites 22:40 3.4 22:42 jadi kurang 0,1 22:45 sikit lagi. 22:46 Iya. He 22:48 menurut SP tidak lulus tapi waktu itu 22:51 perlu penyidik karena baru kan 2004 itu 22:54 hanya salah satu bilang tidak apa-apa di 22:56 nanti kita perbaiki perbaiki di ternyata 22:59 apa yang terjadi Mas Ian hanya 6 bulan 23:01 h 23:02 dia ditangkap oleh teman-temannya 23:04 sendiri jadi 23:06 alat ukurnya harusnya ada kalau bisa ya 23:08 iya 23:09 ya meritokrasi kalau kata orang it 23:11 repot-repot krasi sekarang 23:15 jadi 0,1 saja integritas itu 6 bulan 23:18 saja sudah laku pelanggaran. Nah, itu 23:20 persoalan integritas. 23:21 Nah, sehingga begitu sesudah itu 23:23 kemudian sebelum Jokowi merusak KPK 23:26 tidak ada lagi toleransi. Pokoknya kalau 23:29 tidak dapat nilai 3,5 tidak bisa lulus 23:32 seperti itu. Seperti itu. 23:34 Masyaallah. 23:35 Itu itu [menghela napas] soal 23:36 integritas. [berdehem] Kalau di dalam 23:39 Al-Qur'an itu disebutkan dengan kafa. 23:50 Orang-orang yang beriman, masuk dalam 23:52 Islam secara totalitas 23:54 dan jangan kamu langkah-langkah setan 23:56 karena setan itu musuh kalian yang 23:58 nyata. 23:59 Masyaallah, Bang Dula. Terakhir Bang 24:01 Dula. 81 tahun kemerdekaan 24:04 kita dikasih hadiah hutang yang belum 24:07 pernah terjadi di negeri kita ini. Luar 24:09 biasa. Ditambah lagi kenaikan karena 24:12 beda kurs ya. Dan juga penangkapan 24:15 ee masih dari KPK yang nampaknya kalau 24:19 mau ditangkap kata seorang pengawat itu 24:21 80% lebih itu bisa ditangkap macam di 24:23 kebun binatang. Apa nasihat Bang Dulah 24:27 di tengah Indonesia yang hari Senin 24:29 besok 24:31 mengingat tentang kemerdekaan negeri 24:33 ini? Apakah makna itu masih ada atau apa 24:36 yang perlu diingatkan? setidaknya dari 24:38 seorang senior citizen seperti Bang Dula 24:41 untuk para warga negara lain setidaknya 24:44 pendengar radio silaturahim. Silakan 24:46 Bang Dula. 24:48 Ya, Mas Ian. Kalau usia 81 tahun, maka 24:52 kemudian 24:55 orang kakek nenek ya seperti saya 79 24:59 tahun insyaallah itu sore-sore 25:02 bermain dengan cucu kemudian minum kopi 25:06 atau teh dengan pisang goreng atau 25:08 singkong goreng. 25:10 Itulah kira-kira ilustrasi tentang orang 25:13 yang berusia 81 tahun. Hm. 25:16 Berarti kalau merdeka 81 tahun maka 25:20 rakyat itu sudah sejahtera, rakyat itu 25:23 sudah adil. Rakyat itu sudah aman. 25:26 Rakyat itu punya hakasan 25:28 yang bertanggung jawab sesuai dengan 25:31 amanat sila kelima Pancasila keadilan 25:34 sosial. 25:35 H. Tapi hari ini ternyata 81 tahun bukan 25:39 menikmati kesejahteraan, bukan menikmati 25:42 kenyamanan, bukan menikmati keadilan, 25:45 tapi kemudian menikmati beban yang luar 25:48 biasa. Kalau sekarang itu disebutkan 25:51 utang itu 9 ee rib triliun lebih, itu 25:55 utang APBN Mas Isan yang tertulis di 25:58 APBN. 25:59 Ada utang BUMN, 26:01 ada utang BUMN itu yang tidak masuk 26:03 dalam APBN. H 26:04 hutang BN itu 8.000 lebi 26:07 8.000 lebih. 26:08 Kemudian ada utang swasta, ada utang 26:11 swasta itu sekitar 4.000. Kemudian ada 26:14 utang proyek seperti kereta api Jakarta 26:17 Bandung, 26:18 kemudian IKN dan seterusnya yang itu e 26:21 tidak masuk di dalam APBN dan seterusnya 26:23 dan itu sehingga sekitar 20.000 lebih 26:25 apa namanya hutang kita yang itu bisa 26:29 lunas 2000 2045 26:32 atau 2050. problemnya adalah 2050 itu 26:36 Indonesia masih ada atau tidak. Itu itu 26:38 itu problem seperti itu. 26:40 Karena ada hadis ada hadis masih 26:42 iya 26:43 bahwa ketika orang melakukan kecurangan 26:48 apa timbangan, sukatan dan seterusnya 26:51 maka Allah akan mengirimkan apa yang 26:53 disebut dengan tentara Allah yaitu panas 26:55 yang panjang kemarah yang panjang 26:58 sehingga kemudian itu itu adalah tentara 27:01 Allah. Kita selama ini berpikir tentara 27:03 Allah itu cuma malaikat. Padahal tentara 27:05 Allah itu gempa bumi. Tentara Allah itu 27:09 panasnya panjang. Tentara Allah itu apa 27:11 namanya? Guntur. Kita lihat apa namanya? 27:15 Nabi itu banjir. Nabi Ad itu gempa bumi. 27:20 Nabi ee apa namanya? Bani Tsamud itu ee 27:24 apa? batu-batu yang di dilempar ee pada 27:27 seperti kasus Abraha seperti itu. Ee 27:29 kemudian kaum Lut itu seperti ee apa 27:33 namanya? Tiba-tiba diserang satu 27:35 penyakit begitu sehingga mereka besok 27:37 itu mati dalam rumahnya seperti itu. 27:40 Jadi tentara Allah itu ee apa? Semua 27:43 yang terjadi itu adalah tentara Allah 27:45 yang dikirim kepada orang. Dengan 27:47 begitu. Maka kemudian kalau kita mau 27:51 mengamankan negara ini, kita kembali 27:54 saja. Kalau orang katakan kembali ke 27:58 Islam, ee Indonesia kan bukan negara 28:00 agama. Iya, betul. 28:02 Indesia bukan negara agama. 28:04 Ada ada piagam Jakarta gitu kan, Bang. 28:06 Jadi masalah juga itu kan 28:08 ya. Indonesia itu negara tauhid, Mas 28:11 Ihsan. H 28:11 karena sila pertama Pancasila itu Tuhan 28:14 yang maha esa 28:15 diabadikan dalam pasal 29 Undes 45 ayat 28:18 1 berbunyi negara berdasarkan atas 28:21 Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi Indonesia 28:23 itu negara tauhid, negara tauhid. Baru 28:26 ayat 2-nya menyebutkan negara menjamin 28:28 kebasan setiap agama agama dan 28:31 menjalankan syariat agamanya itu 28:34 pasti. Nah, jadi oleh karena itu maka 28:36 apa yang sudah dilakukan oleh beberapa 28:38 kelompok selama ini ada Undang-Undang 28:41 Jakad, ada Undang Haji kemudian 28:43 diteruskan Undang-Undang Narkoba, 28:45 Undang-Undang Niras, Undang-Undang 28:47 Perzinahan, Undang sehingga kemudian 28:50 akhirnya kemudian berlakulah apa yang 28:52 ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Asunah 28:54 bahwa ketika umat Islam dan penduduknya 28:58 itu melaksanakan ajaran-ajaran Allah dan 29:01 dan tidak hanya di Quran Dalam Injil 29:04 Taurat juga dijelaskan itu. 29:06 E tidak ada Injil dan Taurat yang 29:08 membenarkan riba, Mas Ihsan. Tidak ada. 29:10 Tidak ada. Betul. 29:11 Iya. 29:13 I 29:14 ee bahkan kemudian kata Rasulullah, 29:16 orang yang memakan riba itu sama dengan 29:18 menjinahi ibu kandungnya sendiri. 29:19 Nah, menjinahi orang yang memungut yang 29:23 memungut pajak kan juga masalah juga 29:25 yang memungut pajak. MUI sudah bilang 29:27 zakat jadikan pajak. Orang pajak bilang, 29:29 "Emang gua pikirin" katanya gitu, K. 29:32 [tertawa] 29:33 Padahal ada hadis yang lain mengatakan 29:35 pemungut pajak itu masuk neraka. 29:37 Hm. 29:38 Pemungut pajak itu masuk neraka. 29:40 [berdehem] Bagaimana jalan keluarnya? 29:41 Zakat ada zakat tambang, ada zakat 29:43 pertanian, ada zakat apa yang itu. 29:45 Kemudian insyaallah negara ini bisa 29:47 makmur karena Allah takdirkan kita ini 29:50 negara paling makmur di dunia. 29:52 Masyaallah. 29:52 Kenapa hutan kita itu hutan tropis 29:54 ketiga terluas di dunia? 29:57 Laut kita itu terpanjang kedua di dunia 29:59 20.000 Rib triliun potensi la kita 30:02 tambang kita 20 jenis tambang terbanyak 30:05 di dunia masih Ihsan 30:06 yang itu kalau dilola sesuai dengan 30:08 Quran dan sunah atau pasal 33 30:11 dikuasai oleh negara kemudian 30:14 perusahaan-perusahaan swasta gimana bisa 30:16 perusahaan swasta tapi jadi operator 30:17 saja 30:18 tapi yang melaksanakan adalah 30:20 bilang 3 tahun cukup negeri ini berubah 30:23 kalau dipimpin oleh ya salah enggak 30:26 lanjut lagilah saya [tertawa] 30:28 i 30:29 Bang Dula Lah saya baru ingat ini Bang 30:32 Dulah ini 18 Agustus lahirnya di Ambon 30:37 47 [tertawa] 30:38 tahun 7. Mungkin ada baiknya nih 30:41 pendengar mengaminkan doa Bang Dulah 30:45 seluruh pendengar karena kata kita 30:46 pengin Bang Dula selalu sehat dan bangsa 30:49 ini masih memerlukan orang-orang seperti 30:51 Bang Dula ini. 30:52 Y Bang Dula silakan Bang Dula kita 30:54 berdoa dulu biar pendengar yang lain 30:57 mengaminkan ya Allah. Tafadol Bang 30:58 Dulah. Bismillah. 31:00 [mendengus] 31:01 [menghela napas][terkesiap] 31:01 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 31:04 Bismillahirrahmanirrahim. 31:06 Allahumfir mukmin wal mukminat 31:09 wal muslimin muslimat. 31:13 Amin. 31:16 amana 31:50 [tertawa] 31:56 amanaun 32:08 Amin ya. 32:14 Amin ya rabbal alamin. Terima kasih, 32:17 Bang Dula. Mudah-mudahan Allah 32:19 memberikan keberkahan dan sisa usia ini 32:21 betul-betul bermanfaat buat 32:22 sebanyak-banyaknya umat. Diberikan 32:25 kesehatan dalam keberakahan. 32:27 Terima kasih, Bang Abdullah. 30 menit 32:29 lebih sikit kita ini berbincang pagi 32:31 hari ini dan nampaknya sudah cukup 32:33 memberikan pencerahan. Kita bertemu lagi 32:36 di Jumat mendatang insyaallah. Bang 32:38 Abdullah. 32:39 Asalamualaikum warahmatullahi 32:41 wabarakatuh. 32:42 Waalaikumsalam [berdehem] 32:43 warahmatullahi wabarakatuh.