Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV 0:11 [musik] 0:14 sudah terhubung ditelepon. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar, Bang? 0:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. Alhamdulillah kiring 0:27 itu penting sekarang ya. Ya, mohon maaf 0:30 nih pendengar masih tetap minta ada 0:33 pengganti hari Selasa. Nah, hari inilah 0:35 kita berbincang 0:36 ya. Mudah-mudahan Allah berikan manfaat 0:39 buat pendengar. Ee enggak seru kalau 0:42 enggak ada Bang Iksanuddin Nursi. 0:43 Nampaknya ee judul berita dari CNB itu 0:47 Amerika Iran boleh berdamai tapi dunia 0:49 tidak akan pulih begitu saja. Apakah 0:52 pulih ini mempengaruhi pula rupiah yang 0:54 nampaknya media Indonesia menaruh judul 0:57 di tengah-tengah dolar Amerika 17 ee 1:01 1700 hingga 17.800-an 1:04 akhir perang antara akhir perang antar 1:07 rupiah ke-16.000-an Mungkinkah itu 1:10 terjadi dan bagaimana pampasan perang 1:14 apa berselimut di balik investasi maupun 1:18 hibah dari Uni Emirat Arab dan 1:20 lain-lain. Benarkah kalah pelang koboy 1:23 perang ini atau apa yang terjadi? 1:25 Mungkin pengaruhnya terhadap kita dan 1:28 dunia dan berbagai kisah akan berubahkah 1:31 geopolitik di Timur Tengah? Tentu 1:34 perekonomian dunia. Silakan Bang 1:37 Ihsanuddin Nursi memberikan pencerahan. 1:39 Mungkin juga ada isu-isu lain yang ingin 1:41 disampaikan. Dengan bangga kami ingin 1:44 pendengar di 38 negara bisa mendengar 1:48 dan juga dari Aceh hingga Banyuwangi 1:50 menunggu kabar suara dari Bang 1:53 Ihsanuddin Nursi. Silakan, Bang. 1:56 Baik. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 2:00 Alhamdulillahabbilamin 2:05 inaka anim 2:13 Allah sayidina Muhammad sayidina 2:15 Muhammad. 2:17 Saya eh akan mulai bukan dengan 2:21 bukan dengan kesepakatan 2:24 ee 2:26 dan besok. Hh. Oh, ada lagi yang lain. 2:29 Tapi akan 2:30 Iya. Yang tidak muncul dalam pemberitaan 2:33 di Indonesia. 2:34 Hm. 2:34 Dan Indonesia sepertinya ee entah merasa 2:39 betul-betul terpojok, 2:41 hm, 2:41 terpukul, 2:42 h 2:42 atau abai saya tidak tahu. 2:45 Tapi ini ee terkonfirmasi dengan 2:48 perdebatan saya dengan AI. He. 2:51 Ee 2:55 6 hari lagi tepatnya 12 Juni. 2:57 H. 2:59 Tulis Galbart itu ee 3:02 Iran 3:02 mengemukakan satu dokumen 3:04 di Iran ya. 3:05 E Amerika. 3:06 Oh. He 3:08 iya. 3:09 membuka satu dokumen, menggelar dokumen. 3:13 Dokumen itu bercerita tentang 3:16 ee bagaimana 3:18 Amerika sesungguhnya memang memiliki 130 3:23 laboratorium 3:25 biologi yang tersebar di berbagai negara 3:29 dan 3:30 diperkirakan sekitar 40 laboratorium 3:34 ada di Ukraina. 3:36 [tertawa] 3:37 H. 3:39 Dan ini mengingatkan kita soal Namru. 3:43 Iya. Iya. 3:44 Mengingatkan kita soal Namru. 3:46 Catakan negara itu. Iya. Percetakan 3:49 negara. Betul. Nah, ee kenapa ini saya 3:51 anggap penting? Karena seluruh dunia 3:55 sudah tertundukkan oleh kebijakan badan 3:58 kesehatan dunia WHO. Andai kata WHO 4:01 menyatakan pandemi, artinya seluruh 4:04 dunia terserang pandemi, 4:06 maka negara-negara anggota WHO tidak ada 4:09 yang bisa menolak bahwa itu memang 4:11 pandemi. 4:14 Isinya begitu. Nah, yang masyaallah la 4:16 haula wala quata illa billah. 4:19 Saya mohon maaf, saya mohon ampun dari 4:21 Allah gitu ya. 4:25 [mendengus] 4:25 Saya agak agak agak 4:30 miris sedikit. H 4:31 kajian saya di prahara bangsa 4:33 mendapatkan bukti secara nyata. 4:38 Jadi kalau tadinya saya dituding eh 4:42 Nursi menulis tentang pandemi, 4:45 kudeta korporasi di balik pandemi 4:47 sebagai the highest conspirasi gitu ya. 4:49 He 4:50 eh eh pengumuman 12 Juni kemarin oleh 4:54 Tulsy Galp itu itu menghapus semua 4:57 tudingan terhadap terhadap saya sebagai 5:00 the highest konspirasi tertinggi karena 5:03 karena memang saya menulisnya secara 5:06 secara runtut bagaimana arsitektur 5:10 peperangan itu yang yang dijalankan oleh 5:13 Amerika sejak dia merasa sebagai adidaya 5:17 tunggal dunia. 5:19 H 5:20 dia bikin betul sebagai posisi sebagai 5:22 adidaya tunggal dunia ee ketika berhasil 5:25 memukul Indonesia, memukul Malaysia 5:28 lewat krisis keuangan 9798. 5:31 Lalu dia lakukan ee eh 2001 dengan 5:36 sebutan 5:37 WTC Abruk itu. 5:39 Hm. 5:40 Muncullah war on and terror gitu. Lalu 5:43 dia serang yang namanya Irak Maret 2003. 5:47 di antara 200123 mereka munculkan 5:49 National Security Strategic of US yang 5:52 menyatakan seluruh dunia sudah 5:53 tertentukan 5:54 h 5:55 dengan cara-cara berpikir mereka yang 5:57 termasuk di dalamnya tentang bagaimana 5:59 ee menuring pihak lain memiliki senjata 6:02 biologi dan senjata kimia. Dan karena 6:04 itu mereka punya alasan untuk 6:06 memusnahkan Irak dengan argumentasi 6:09 women must destruction WM. 6:11 Hm. 6:12 ee dan ternyata itu tidak ditemukan 6:16 ya. Itu kan itu kan model mereka lempar 6:18 batu sembunyi tangan gitu ya. 6:21 ee dan ternyata ee ketika saya berdebat 6:24 dengan AI untuk membuktikan kajian saya 6:26 gitu, tapi kemudian dengan merujuk 6:29 sejumlah dokumen panjang yang dimilik 6:31 yang saya miliki gitu ya, dengan 6:33 menampilkan dokumen-dokumen National 6:35 Security Strategic of US 6:37 2002 2010, National Defense Strategy Cup 6:41 US, 2008 6:45 berlanjut seterusnya sampai dengan 6:48 Nation Defense Strategic of US Peace. 6:50 Strength Januari 2026 dan kita melihat 6:55 bagaimana situasi ee Amerika yang 6:57 hegemoninya luruh, dolarnya merosot 7:00 gitu. Itu kelihatan sekali ee ee ada ada 7:05 sesuatu yang harus diimbangi dengan 7:06 kekuatan lain dan kekuatan lain adalah 7:08 tadi biologi. Perang biologi. Ah, itulah 7:12 COVID. 7:13 Itulah COVID. 7:15 Jadi ketika saya dituding sebagai orang 7:18 yang menolak temuan ilmiah gitu kan 7:22 menolak temuan ilmiah tentang COVID-19 7:25 dan vaksin gitu. Saya balik bertanya, 7:29 "Bagaimana mungkin kalau sementara dunia 7:32 tidak berhasil membuktikan asal muasal 7:34 Covid-19?" 7:35 Iya. Ee BSBS entah di Cina entah di 7:38 mana, gak jelas. 7:41 Tidak jelas. Tidak. Anda tidak punya 7:43 tidak punya Cina dengan dengan ringan 7:46 mengelak dan ee WHO tidak bisa 7:48 membuktikan 7:50 bagaimana sumbernya. Dan ingat enggak 7:51 bagaimana Desember itu mereka melakukan 7:53 yang namanya 7:55 ee World Cup Army 7:58 dunia ya, 7:59 gelanggang olahraga tentara di Wuhen. 8:02 Dan kemudian dengan dasar itu mereka 8:04 menyatakan dari saya beredar 8:06 dan ternyata tidak terbukti gitu. 8:08 H. 8:09 Nah, dari situ ketika saya ngebongkar 8:12 kajian saya gitu ya, saya bongkar 8:14 berbagai dokumen, saya bongkar kajian 8:16 saya, saya tulis lebih dalam dan saya 8:18 membuat satu model berpikir thinking 8:20 model. 8:22 Bagaimana peperangan adidaya dari 8:24 Amerika untuk mempertahankan posisinya 8:26 itu, 8:28 maka rompah kerjanya. 8:30 H. Jadi [berdehem] ee kalau dalam 8:33 perdebatan saya mereka luruh karena ya 8:35 tadi ee ketika Anda menghina orang, 8:39 ketika Anda menindas orang dan yang 8:42 menindas kemudian berdoa atau menindas 8:44 itu kemudian melakukan perlawanan dengan 8:45 caranya sendiri, 8:46 Allah yang akan melakukan perlawanan. 8:48 Dan itu terbukti dalam cerita Amerika. 8:51 Betul. 8:52 Bagaimana misalnya pertarungan Republik 8:54 dengan Demokrat walaupun AI menolak ini 8:56 bagian dari pertarungan Republik 8:57 Demokrat gitu ya. Karena pada hakikatnya 8:59 mereka sama dalam rangka adidaya tunggal 9:01 tadi. Tapi faktanya adalah 9:03 konflik-konflik di dalam tubuh mereka 9:07 itu meluruhkan meluruhkan posisi ee apa 9:11 posisi mereka sebagai adidaya tunggal 9:13 baik dalam konstruksi keuangan maupun 9:16 dalam konstruksi militer maupun dalam 9:18 konstruksi teknologi. Itu karenanya saya 9:20 tidak menggunakan istilah mereka sebagai 9:22 military industrial complex tapi 9:24 financial military industri complex. dan 9:27 12 Juni kemarin itu tergelar habis gitu, 9:30 terbuka habis sehingga 9:34 mata orang yang mata-mata orang-orang 9:36 tertentu yang melihat peperangan di 9:38 dunia seperti yang C NBC bilang tadi, 9:41 tapi CN NBC tidak mau mengulasnya karena 9:43 itu berarti membongkar 9:45 kebusukan-kebusukannya. 9:47 Ah, di situlah saya kutip ee serius saya 9:50 posting lagi tulisan P Charlie yang 9:52 menyatakan bahwa Amerika itu ketagihan 9:55 berbohong. 9:56 H 9:58 [tertawa] 9:59 iya sudah habit 10:00 Amerika itu punya punya ketagihan 10:03 berbohong. 10:04 Kalau orang berbohong itu gak gak bisa 10:05 sekali dia harus paket gitu dan 10:07 terus-terusan itu yang repotnya. 10:09 H lanjut. 10:11 Dan dan di situ saya sebut sebagai kalau 10:13 dalam dalam perdebatan e saya kalau 10:16 dengan AI tidak saya ikuti kemauan AI. 10:18 Heeh. 10:18 Tapi saya lawan ee sebenarnya saya bukan 10:21 sekedar ngelawan mesin, tapi saya 10:23 ngelawan e feeder algoritm mereka yang 10:25 mau masuk data. [tertawa] 10:27 Iya. 10:28 Walaupun akhirnya mendapatkan 10:30 pengetahuan dari kita, tapi paling tidak 10:32 mesin mendapat karena mesin ini bekerja 10:34 otomatis untuk menegakkan apa yang saya 10:36 sebut sebagai 10:38 filsafat ilmu gitu ya. 10:40 He 10:40 kan. filsafat ilmunya tunduk pada siapa 10:42 yang memberi masukan, pada siapa yang 10:44 ngebantah gitu yang ada di dalam 10:47 di dalam. Maka ketika saya ke hajar 10:49 habis gitu, 10:51 eh istilah tentang ketagihan berbohong 10:53 yang ditulis oleh P Charli 10:56 the addiction of life gitu ya, ketagihan 10:59 berbohong gitu. 11:01 Nah, itu sebenarnya saya menyebutnya 11:03 sebagai ee 11:06 kemunafikan struktural. 11:08 Hm. 11:10 kemunafikan struktural, kemunafikan 11:12 ekstrem gitu ya. dan AI terkejut ketika 11:15 saya menggunakan istilah kemunafikan 11:16 struktural, kemunafikan eh ee ekstrem 11:21 sehingga dia mencari argumentasi untuk 11:24 ya karena ini kan ini bikinan mereka 11:26 semua teknologi bikinan mereka semua dan 11:28 mereka menolak mau habis-habisan dan 11:30 akhirnya tidak mampu lagi menolak karena 11:32 sejumlah data yang saya sebut tadi 11:34 bagaimana Amerika mempertahankan posisi 11:37 sebagai adidaya tunggalnya itu itu 11:39 terbukti. 11:41 Jadi [berdehem] itu makanya makarah itu 11:43 terjadi. Jadi ee kalau hari ini misalnya 11:46 kita melihat ee kesepakatan damai antara 11:49 Amerika 11:51 dengan Iran ee di tengah Netanyahu 11:55 dimaki-maki oleh Trump sebagai gila gitu 11:57 ya. E dan loh serius jadi orang baru 12:01 bacanya sekarang. Betul [berdehem] 12:04 enggak? Artinya begini, ada hal yang ya 12:07 benar juga ee Annisa 12:11 bahwa inn setan kaidah diifah. 12:16 Hm. 12:16 Karena kaidah diifah. Bahwa sesungguhnya 12:18 setan itu memang kaidah diifah. Mereka 12:21 dalam posisi ikatan-ikatan yang lemah. 12:23 Mereka dalam posisi sesungguhnya ya di 12:25 situ dibuktikan walaupun akhirnya itu 12:27 soal bagaimana ketangguhan keimanan 12:29 seseorang, keteguhan iman seseorang gitu 12:32 ya. He. 12:32 Tetapi pada kasus Iran dia terbukti 12:36 pada kasus Amerika ee secara intern 12:40 internal domestiknya Amerika gitu ya. 12:41 Itu juga terbukti. 12:43 Jadi ee peperangan yang akan datangnya 12:46 sesungguhnya peperangan yang tidak 12:49 menggunakan senjata militer, tapi 12:51 senjata-senjata lain. 12:53 Lagi-lagi tesis saya terbukti bahwa 12:56 model perangnya model perang quantum 12:59 sudah 13:00 dia bukan lagi perang dalam perspektif 13:02 hybrid atau totally war, tapi sudah 13:05 quantum war. Nah, kalau tumor itu 13:08 seperti yang Anda lihat sekarang 13:09 bagaimana 13:11 ee gadget, bagaimana robot, bagaimana AI 13:15 itu tidak gunakan. Setiap orang yang 13:17 menggunakan AI punya pengetahuan. Maaf 13:20 ya. 13:20 Iya. 13:21 Saya harus minta maaf. 13:23 Setiap orang yang menggunakan AI 13:26 yang pengetahuannya 13:28 ee tidak cukup, dia akan dia akan 13:32 digiring oleh AI. Tapi ketika Anda 13:34 pandai menggunakan AI, AI memang menjadi 13:37 pembantu Anda. Makanya saya sebut 13:39 sebagai janitor algoritm. 13:43 Asik ya. Saya menyebutnya sebagai Anda, 13:45 Anda janitor algoritm [tertawa] gitu ya. 13:47 Algoritm janitor. E dan 13:49 dan itu eh algoritma itu merasa betul 13:52 ketika saya menggunakan algoritma 13:54 genitor gitu. Mereka merasa saya enggak 13:56 tahu bagaimana mereka punya rasa. Jadi 13:59 mereka rupanya menggunakan analisis 14:01 diksinya gitu, analisis bahasanya. di 14:03 dalam PA itu cukup cukup kokoh gitu. 14:06 Hm. 14:06 Melihatnya. Nah, [berdehem] kalau kita 14:09 melihatnya perangnya berkelanjutan, maka 14:12 [berdehem] 14:13 soal Iran berdamai dengan Amerika, 14:17 Amerika berd ini tidak berarti. 14:21 Nah, ini di sini Rasulullah luar biasa. 14:23 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 14:24 wasallam ini luar biasa. Perangnya 14:26 memang tidak akan pernah berhenti. 14:29 Hm. 14:31 perangnya tidak akan pernah berhenti. 14:32 Cuma bentuknya saja yang berbeda. He 14:36 gitu. 14:37 Iya. 14:38 Kita akan ketemu dengan yang begini 14:40 begini. Ini kan hadis memberikan 14:41 petunjuk banyak soal begini gitu ya. Ee 14:44 kalau cerita begitu begitu juga ee dalam 14:46 ayat bahwa mereka tidak akan pernah 14:47 berhenti memerangi kamu. Kamu ee tidak 14:50 melihat dia ada di depan, dia di 14:51 belakang, kamu tidak melihatnya gitu. 14:55 Tapi tidak usah khawatir karena kamu 14:57 bersama itu artinya perangnya tidak akan 15:00 bahasa sederhananya kalau kita ambil 15:02 secara makro gitu ya. 15:06 Mukmin di dunia dan mukmin individu 15:10 sekaligus. Jadi kita langsung melompat 15:11 nih dari dunia sampai dengan individu. 15:13 Artinya saya menggunakan analisis tujuh 15:15 lapis gitu ya. 15:16 Analisis tujuh lapis itu selalu dalam 15:19 peperangan. 15:21 Dalam bahasa sederu berada dalam ujian. 15:24 ujian yang levelnya individual, ujian 15:26 yang levelnya keluarga, ujian yang 15:28 levelnya komunitas, ujian di level 15:30 sosial, ujian level nasional, ujian di 15:32 level regional, ujian level 15:34 internasional. 15:37 Masing-masing ujian ini sebagai wujud 15:38 peperangan dalam bahasa l peperangan itu 15:41 sangat tergantung pada 15:44 bagaimana kualitas kita merespon ujian 15:47 atau peperangan tadi dalam rujukan. Ah, 15:50 di sini menariknya dalam rujukan 15:52 Al-Qur'an dan sunah 15:55 yang diaplikasikan menurut tataran 15:58 struktural, fundamental, dan fungsional. 16:02 Bagaimana kita melihat peperangan tadi, 16:04 ujian tadi secara individual dengan 16:06 memegang Al-Qur'an dan sunah. Dan 16:08 peperangan itu kita lihat secara 16:09 sistematik struktural, kita lihat dalam 16:12 kerangka sistematik struktural, 16:13 fundamental, kitailihat dalam kerangka 16:15 fungsional dan operasional. Misalnya 16:18 ketika kita masuk ke dalam peperangan 16:20 yang statusnya operasional itu kan 16:23 bahasa-bahasanya dipakai lewat lewat 16:25 gadget, bahasa-bahasa yang dipakai lewat 16:27 yang para penguasa, bahasa-bahasa yang 16:30 dipakai lewat yang namanya kekuasaan 16:32 dunia, lewat media yang mereka kuasai. 16:34 Hm. 16:36 Dan itu sangat ditentukan oleh 16:37 orang-orang yang punya keberpihakan 16:40 keilmuan pada realism yang tinggi, pada 16:43 ilmu realitas. 16:45 di sini fenomenologis empirism yang 16:47 tinggi. 16:48 Nah, sekarang pertanyaan pertanyaan 16:50 sampai seberapa mendalam pemahaman 16:54 kesadaran umat Islam Indonesia, umat 16:57 Islam di dunia bahwa sesungguhnya kita 17:00 tidak pernah berhenti berada dalam medan 17:03 peperangan karena dunia realism berada 17:06 di tangan mereka dan Anda digeser masuk 17:09 ke dalam dunia realism itu. Anda 17:11 dihanyutkan dalam dunia realism itu. 17:14 Anda disesatkan dalam ger Islam itu 17:16 sehingga spiritualitas Anda hanya 17:18 bersifat ah di sini menarik ya hanya 17:20 bersifat ritual 17:21 gitu. 17:21 Itulah yang kita sedang hadapi. Jadi 17:23 ketika kita menoleh ke dalam, kita 17:25 menoleh ke dalam ee 17:28 tapi jangan salah ini akibat kajian 17:30 kayak gini saya makin dimusuhin. 17:31 [tertawa] 17:34 Asja kan gitu 17:36 [tertawa] 17:38 ya. Karena yang yang memahami begini weh 17:40 ini makin berbahaya nih gitu. [tertawa] 17:43 H. 17:44 But it's ok karena memang kita masih 17:46 dalam posisi begitu gitu ya. Nah, jadi 17:48 kalau kita paham bahwa ee ya pakai 17:51 bahasa bahasa Belandanya sepanjang Anda 17:54 cuman salat aja silakanlah. 17:56 H 17:56 tapi jangan coba-coba terjemahkan salat 17:58 ke dalam kehidupan politik ya. [tertawa] 18:01 Itu enggak boleh. 18:01 Itu itu boleh. 18:04 Jadi artinya begitu juga di panggung 18:06 internasional. Coba bayangkan, coba 18:09 bayangkan 18:11 jauh sebelumnya namanya Iran dan Amerika 18:13 sepakat UA sudah keluar dari OPEC. 18:18 Iya. 18:19 Apa dampaknya? Dampaknya 18:22 perang OPEC non OPEC dalam harga 18:26 dan pasokan dunia untuk energi itu tidak 18:29 lagi dalam posisi setara. OPEC sudah 18:31 kehilangan nilai tawarnya. 18:32 H 18:33 karena non OPEC-nya luar biasa. Eh, dan 18:35 saya mendapatkan betapa kekuatan Kanada, 18:37 Brazil dan Amerika sekarang diikuti oleh 18:40 yang namanya WA itu akan menentukan arah 18:42 harga minyak dunia 18:44 ke depan 18:45 ke depan 18:48 sehingga batasan-batasan produksi dalam 18:50 rangka menjaga stabilitas harga 18:53 itu tidak bisa lagi dipegang, tidak bisa 18:54 lagi dikendikan sepenuhnya oleh OPEC. 18:57 Kenapa ini saya sampaikan? Karena ini 18:58 menyangkut Indonesia yang sudah punya 19:01 ketergantungan akan impor minyak 68,6%. 19:08 Ulang 68,6%. 19:12 He 19:13 ini saya tidak sedang menakut-nakuti 19:15 atau kemudian seperti kebanyakan ini 19:17 fakta saya ngikutin analisis realitas 19:20 Anda. Tapi kita harus menjawab bagaimana 19:22 kita punya persoalan di situ. 19:25 Ada. Jadi ada ada dua. Kenapa saya 19:27 bergeser ke dalam situ? Karena pada 19:29 hakikatnya mereka melakukan quantum war, 19:31 lompatan-lompatan 19:33 lompatan-lompatan teknologi yang 19:35 kemudian mereka terjemahkan ke dalam 19:37 kuantum misalnya pada nilai tukar 19:38 misalnya. Saya mengatakan begini 19:40 [berdehem] 19:42 dalam persentase saya di dua tempat. 19:46 Saya tidak hanyut dalam pasar. Saya 19:48 tidak seperti Feri Ratuin gitu. Saya 19:51 tidak seperti Renal Kasali. Saya tidak 19:54 seperti kebanyakan orang di Indonesia 19:57 yang hanya menganalisis nilai nilai 19:59 tukar dalam perspektif pasar. 20:01 Sementara kajian saya di depan Ikatan 20:04 Doktor Ekonomi Indonesia 20:06 H 20:06 ulang kajian saya di depan para ikatan 20:09 doktor ekonomi Indonesia. Saya menyebut 20:12 pasar itu tidak pernah netral. 20:15 Pasar itu tidak sepenuhnya rasional. 20:18 Pasar itu tidak sepenuhnya memiliki 20:21 informasi yang lengkap. 20:23 Pasar itu selalu punya muatan 20:26 kepentingan-kepentingan tertentu yang 20:28 asimetris. 20:30 Dengan kelemahan itu artinya ketika Anda 20:34 hanya hanyut dalam kajian pasar, 20:36 Indonesia didik dengan kekuatan pasar 20:38 karena itu analisis harus pasar. Ya, itu 20:40 karena Anda hanya operasional. Anda 20:43 hanya melihat persoalan permintaan 20:45 penawaran e uang yang hanya didasarkan 20:48 pada permainan persepsi sentimen. Saya 20:51 berulang kali menyampaikan di Rangil, 20:53 masa pasar digerakkan oleh sentimen. 20:55 Masa pasar digerakkan yang namanya 20:57 persepsi. Gimana? 20:58 Terus [tertawa] terus nanti ada lagilah 21:01 isu IMF enggak ngasih pinjaman ngamuk 21:03 itu pasarnya dibikin lagi sentimennya. 21:05 Itu kan urusan pinjaman memang nasib 21:08 dari zaman lalu 10 tahun ini kan 21:10 [tertawa] begitu. 21:12 Iya. Jadi artinya yang saya mau bilang 21:13 adalah kenapa saya bergeser dari perang 21:15 Iran ke perang biologi, perang mitologi 21:18 karena tadi soal kuantum. 21:20 Soal kuantum yang punya relasi dengan 21:23 peperangan abadi di panggung dunia. 21:25 H 21:26 sesungguhnya saya sedang mengajak 21:27 pendengar ra di manapun di 38 negara di 21:30 beberapa tempat dari mulai Aceh sampai 21:32 dengan Banyuwangi 21:33 bahwa peperangan abadi itu memang tidak 21:35 bisa dihindarkan oleh mukmin. Tidak bisa 21:38 dihindarkan. 21:40 Kalau kalimatnya, kalau kalimatnya 21:42 [berdehem] 21:43 kan jelas 21:54 kalimatnya 21:57 amal. Nah, pengertian ahsanu amal ini 22:00 ini panjang. Lihatumukum 22:03 amala ini pengertiannya dalam sekali 22:06 karena berhubungan dengan wahu gfurahim 22:08 yang wamahu gfurahururahimnya punya 22:10 relasi dengan tabarokal lagi 22:12 dan tabaroknya diterjemahkan secara 22:14 tekstual oleh pihak-pihak berang sebagai 22:17 maha suci emas saja. Coba kebayang 22:20 enggak level tekstualnya kayak gitu? Sor 22:23 itu saya harus saya sampaikan saya harus 22:26 masyaallah laillah. 22:29 tekstualnya begitu. Tidak salah dengan 22:31 tekstual kayak gitu, tapi great 22:33 pemahamannya itu loh. H 22:36 kenapa mesti liatum ayukum ahsanu amal 22:39 ditutup dengan wallahu gfurur rahim yang 22:41 wallahu gfururahur rahimnya itu punya 22:44 konsistensi, punya koherensi, punya 22:46 korespondensi dengan tabarak dan dengan 22:50 ayat-ayat berikutnya gitu. Jadi artinya 22:53 yang saya bilang ketika kita masuk 22:54 ahsanu amalannya dia kan berarti juga 22:57 pada berarti zulubat yang terbaik 23:00 bukan ahsan amalannya kan Al-Quran juga 23:04 menyampaikannya begitu makanya 23:06 ya ayyuhalladina amanu fibilillah ya 23:09 ahadina 23:11 ehut 23:13 gitu kan 23:17 gitu ngelihat [berdehem] 23:19 jadi artinya imbang kalau kita ngelihat 23:21 itu dengan metodologi persandingan, 23:23 perbandingan, pertandingan dan ee 23:26 persaingan gitu di dalamnya. Maka kita 23:28 tahu bahwa ayat-ayat itu menyajikan 23:30 sesuatu yang mizan, kisti, dan ada 23:33 sehingga memberikan pengetahuan. Nah, 23:36 konstruksi yang saya ajak hari ini itu 23:38 berpikir gitu ya. Eh, manusia 23:41 beriman 23:43 itu diajak melihat dunia bahwa ada 23:46 amanah yang diemban. Dan amanah diemban 23:49 itu adalah 23:53 yang diemb adalah menegakkan ajaran 23:54 setinggi-tingginya. Qul huallahu ahad. 23:58 Ajaran yang menyatukan umat manusia 24:00 sedunia. [berdehem] 24:02 Ulang. Ajaran yang menyatukan umat 24:03 manusia sedunia. Karena itu istilahnya 24:05 umatan wahidah. 24:07 Ah untuk Islam yang satu. H 24:10 bukan Islamnya ini, bukan Islamnya itu, 24:12 bukan 24:13 umatan wahidah untuk wah itu. 24:16 Maka, maka ketika ada pihak lain 24:21 yang melakukan strategi pecah belah adu 24:24 domba sejak dari zaman Rasulullah sampai 24:26 dengan sekarang, mestinya kita hentikan 24:28 itu. 24:30 Termasuk di Indonesia. 24:32 Hm. Bagaimana kita tidak terperangkap ke 24:35 dalam pecah belah berdasarkan aliran 24:37 seperti yang Rafil bilang, Anda jangan 24:39 bangga dengan golongan dong. Anda jangan 24:42 bicara dengan dengan firkah-firkah itu 24:44 dong gitu. Anda bicara tentang bagaimana 24:47 anfusakum waahlikum. Anda mesti jaga 24:50 denganqatih. 24:52 Anda mesti jaga dengan namanya intansah 24:54 yanskum 24:56 wabit. Kata kunci berikutnya. 24:59 Kalau itu yang muncul, maka menghadapi 25:03 ee menghadapi tadi adidaya tunggal dunia 25:06 gitu, adidaya tunggal dunia yang sudah 25:08 lurus itu, itu berarti digeser juga 25:11 melihat bagaimana menghadapi Cina. 25:14 Itu yang saya sampaikan di satu tempat 25:16 pada April 2016. 25:17 H 25:18 bahwa kalau Indonesia hanya membenci 25:20 Cina dalam tanda petik 25:22 gitu ya. He 25:23 sor nih analisisnya enggak rasis nih. 25:24 Tapi karena sering muncul ya daripada 25:26 dijajah sama sama Cina katanya lebih 25:29 bagus dijajah sama putih kan gitu mikir. 25:32 [tertawa] 25:32 Kita dengar kita ngomong terbuka nih. 25:34 Kita ngomong terbuka 25:36 karena memang kita sudah mau melakukan 25:38 azas non diskriminasi. 25:39 Hm. 25:40 Saya pun mengomong berdasarkan ee 25:41 undang-undang. Undang-undangnya ada azas 25:43 non diskriminasi. 25:44 Heeh. Berdasarkan konstitusi kita tidak 25:47 boleh membedakan soal warna kulit, tapi 25:49 bukan soal kemudian pilihannya adalah 25:51 lebih lebih begini dari jadi 25:55 [tertawa] 25:56 pilihan yang buruk dari yang terburuk. 25:58 Enggak, jangan begitu dong. Jangan 26:00 jangan mikir pilihan terburuk dari yang 26:01 terburuk, bukan begitu. The best among 26:03 the worst gitu. Yang terburuk dari yang 26:06 terburuk. Jangan begitu. 26:07 H 26:08 jangan karena Anda sudah diberikan sudah 26:11 pesimistis. kita sudah dilatih untuk 26:13 itu. Itu [berdehem] 26:15 nah itu yang saya maksud sebagai problem 26:18 besar pada Indonesia adalah 26:20 problem besar pada Indonesia adalah 26:23 keteladanan 26:25 gitu. yang keteladanan itu dimulai 26:27 [mendengus] dari perilaku para pemimpin 26:29 yang inferiority 26:32 yang saya tulis sebagai dan disebut oleh 26:34 sebagai kenapa kita punya mental 26:37 pengecut 26:38 itu 26:40 [tertawa] punya satu Bung Karno aja 26:41 ramai banget ini negeri ya apalagi 26:43 Brerot 26:44 iya [tertawa] 26:45 ya e dunia mengakui kepemimpinan 26:48 hebatnya Sudirman suka tidak suka 26:50 h 26:51 dunia mengakui betapa hebatnya 26:52 peperangan 10 November 45 dunia loh 26:55 bukan Benar. Sampai 26:57 Jepang menghargai patungnya berada di 26:59 Menterian Pertahanan itu kan sebuah 27:01 pilihan yang luar biasa. 27:03 I I makanya jadi apalagi saya saya 27:06 mendapat cerita tentang ee salah satu 27:09 tentara Gurka 27:11 yang menggigil ketakutan 27:13 menghadapi rakyat yang melakukan 27:15 perlawanan terhadap pasukan sekutu. 27:17 Dan mereka bukan yang yang mereka lihat 27:20 adalah tampak senjata rakyat berani 27:22 melakukan perlawanan dan itu bikin 27:23 mereka menggigil. 27:25 Itu cerita tentara gurka. Betul. Betul. 27:28 Tapi justru dari situ nih lagi balik 27:32 lagi ketika cara kita bermuhasabah diri. 27:35 Dari justru dari situ mereka bersih 27:37 keras untuk menundukkan Indonesia yang 27:40 salah satu caranya adalah ajaran Islam 27:42 itu hanya ritual. 27:46 Nah, cara lainnya adalah pecah belah adu 27:48 domba. 27:49 Jadi teoris Snok Horgon masih jalan 27:52 begitu ya. 27:53 Masih jalan. masih jalan. 27:55 Yang cara lainnya adalah tundukkan 27:56 ekonomi, tundukkan sebuah negara tanpa 27:59 perlu senjata. Itulah permain Morgan 28:01 Stanly Capital Investment. Itulah 28:03 permainan standar P. Itulah permainan 28:06 IMF. Itulah permainan World Bank. Itulah 28:09 permainan WTO, 28:11 itulah permain WHO. 28:14 Hm. 28:16 Enggak ada posisi mereka tuh netral tuh. 28:18 Enggak ada. bohong itu netral 28:21 loh. Itu diakui oleh pemikir-pemikir 28:22 Barat sendiri gitu loh. 28:24 Heeh. 28:24 Cuma pemikir-pemikir barat itu tidak 28:26 dibaca oleh pemikir-pemikir Indonesia 28:28 yang sudah terkagum-kagum, yang sudah 28:30 demikian menyanjung-nyanjung, yang sudah 28:32 demikian rupa menjadi pendekar-pendekar 28:34 liberalisme. 28:35 H 28:37 itu itu besarnya. Jadi artinya ketika 28:40 kita ini juga masuk kemarin ke diskusi 28:43 kemarin, salah satu diskusi yang paling 28:44 penting itu kemarin kan itu bisa kita 28:46 lihat 28:48 Islam yang mayoritas itu akhirnya buih 28:51 karena memang Islamnya sudah hanyut 28:52 dalam liberalisme tadi. Islamnya hanyut 28:54 dalam peradaban-peradaban yang tidak 28:56 mencerdaskan. Maka peperangan yang 28:58 muncul misalnya di panggung 29:00 internasional lalu kemudian mempengaruhi 29:02 tampak tidak kita lihat dalam kerangka 29:06 bagaimana kita memperbaiki diri kita. 29:08 Bukan sekedar kita, bukan cuma betul 29:11 menahan dampak dari serangan perang 29:13 dunia itu harus kita lakukan. Tapi pada 29:15 saatnya sama 29:17 harusnya menoleh diri. Saya setuju 29:20 misalnya katakan begini, ingat ya saya 29:22 ketika saya memposting duluan dan antara 29:24 sumber daya Indonesia ya 29:26 dengan modusnya sebelum publish 29:27 berhasil duluan. Heeh. 29:29 Berhasil duluan. Beberapa media yang 29:31 punya akses dari saya dapat duluan. 29:34 dalam beberapa hal benar, tapi dalam 29:37 beberapa hal dia tidak proporsional. 29:40 Begitu juga dan antara yang kata katanya 29:42 sekarang sedang berbangga diri karena 29:45 global bond 29:46 gitu ya 29:47 yang rencananya 29:49 1 miliar US dolar tapi ternyata 29:51 permintaannya over subscribe gitu ya 29:54 sampai 4,6 kali lipat gitu ya sehingga 29:56 akhirnya global bond-nya dari R miliar 29:58 naik jadi 1,5 miliar yang dipecah dua 30:02 yang 5 tahun dan 10 tahun 30:04 yang 5 tahun bunganya 5,35 30:08 yang 10 tahun bunganya Ya, 5,9. 30:11 Mantap. 30:11 Enggak sampai 6 kan katanya tidak sampai 30:13 dengan SBN kan bangga [tertawa] mereka 30:14 kayak gitu. 30:17 Coba coba bayangkan bayangkan dalam 30:19 perspektif moneter. Kajian monetor. Coba 30:21 bayangkan di dalam kajian 30:24 saya saya 30:26 masyaallah 30:27 masyaallah luar biasa. Saya saya enggak 30:30 ngerti dalam cara berpikirnya gitu loh. 30:32 Ini orang ngerti enggak cara berpikir 30:34 bagaimana Minski itu dihajar habis oleh 30:37 yang namanya Michael Hon. Tapi kemudian 30:39 juga dipikirkan lagi ini perdebatan 30:41 kalau pakai perdebatan Amerika sendiri 30:43 soal perdebatan kayak gini musinya ini 30:45 kan mungkin mencerdaskan kita. Kita 30:47 tidak cuma sekedar mengikuti dunia pasar 30:49 yang berantakannya saya bilang empat 30:51 kelemahan tadi gitu ya. Lalu kita hanyut 30:53 sedunia rupa dan ketika kita masuk dalam 30:55 dunia pasar dan pasar merespon kita ya 30:59 kita oversot karena global bond kita 31:01 yang tadinya R miliar diminta 4,6 kali 31:04 lipat makanya kita naikin jumlahnya 31:06 menjadi 1,5 miliar bunganya 5,35 yang 5 31:11 tahun dan kemudian yang 10 tahun 5,9. 31:13 Sementara kita tahu SBM bergerak antara 31:17 6 sampai dengan 7%. Masyaallah. 31:21 Eng 31:21 katanya Anda mau investasi kok malah 31:23 Anda mencari utangan gitu loh [tertawa] 31:25 ya kan dalam rangka investasi. Nah itu 31:28 artinya 31:30 kalau dalam tesis Ihsanuddin Nursi gitu 31:32 ya, Anda sedang membuka diri untuk 7I. 31:35 Hmm. Aah itu balik lagi gitu. 31:40 Anda sedang membuka diri untuk 7I. Nah 31:42 ee ini karena sudah 9 lewat 12 [tertawa] 31:47 menit ya. Maaf. 31:49 Iya. 31:50 Terima kasih di maaf karena [berdehem] 31:53 saya saya enggak saya saya dalam posisi 31:55 betul-betul ee eh 31:58 saya enggak tahu saya terus terang dalam 32:00 posisi risau yang amat sangat walaupun 32:02 saya diteror berkali-kali gitu ya. 32:04 Tapi saya saya risau dengan kondisi umat 32:07 Islam di Indonesia. 32:08 Masyaallah. 32:09 Ee ya sebagai mayoritas bangsa Indonesia 32:11 gitu ya 32:12 yang 32:13 yang di dalamnya ikut ikut asik masuk 32:15 seperti kasus UGM 32:17 gitu. Hm. 32:18 Ee seperti kasus mahasiswa UGM 32:20 yang mengusir Budiman Sujat Miko 32:24 ya, mengusir Nusran Wahid dan Sudaranto 32:26 sebagai pejabat-pejabat negara. 32:28 H 32:29 ee kalau analisisnya cuma sekedar usiran 32:32 ah iya itu analisis ee analisis fenomena 32:35 analisis peristiwa. He. 32:37 Tapi kalau peristiwa ini kita tarik 32:39 dalam kajian strategis besar gitu ya 32:41 tentang Indonesia 32:44 ini bagian dari 32:46 bagian dari ojog 32:49 ojog gunguh jangan rusuh gitu. 32:52 Oh 32:52 lah kalau anda anda masuk ke dalam 32:54 kajiannya begitu anda yang menerapkan 32:56 sistem Anda sudah menerapkan sistem 32:58 liberal kok. 33:00 Hm. ini. Jadi, jadi dalam pandangan 33:03 saya, dalam pandangan saya ini 33:05 semestinya semestinya mengajarkan dunia 33:08 akademik, mengajarkan dunia politik, 33:11 para pemegang kekuasaan di panggung 33:15 akademik, di panggung politik, mestinya 33:18 dapat pelajaran. Saya misalnya bertanya 33:21 begini, tidakkah usiran terhadap tiga 33:23 pejabat itu setara dengan persoalan 33:25 ijazah palsu? 33:29 Iya, itu [tertawa] 33:31 literasi tolong jawab biar saya harus 33:34 sama-sama dari UGM. He 33:36 bisa sampai bisa jadi kalau kita baca 33:38 peristiwa explicit message-nya explicit 33:41 message dari peristiwa diusirnya tiga 33:43 pejabat tadi explicit message. Tapi kita 33:45 baca testit-nya. Testitnya adalah 33:46 berarti ada peristiwa di mana ijazah 33:49 palsu mungkin nilain setara dengan 33:51 peristiwa tiga pejabat itu atau mungkin 33:53 belum setara. Saya tidak tahu. [tertawa] 33:57 Jangan. Tapi please mari kita kritis 33:59 melihatnya. 34:00 H 34:00 mari kita kritis melihatnya. Mari kita 34:02 punya wawasan luas, lebih luas 34:04 melihatnya 34:05 dan kita tahu kita sedang ada di mana 34:06 gitu. Jadi ada broad view-nya, wawasan 34:09 yang luasnya itu dan mendalamnya ada, 34:11 lalu juga fenomenal isunya juga ada. 34:14 Nah, kita analisis dengan baik di situ. 34:16 Tujuannya adalah supaya kita tidak 34:18 hanyut dalam kebodohan, terjaga dalam 34:21 persesatan. 34:22 Hm. 34:23 Nah, di situ kewajiban kita membuka 34:26 setiap masalah dengan petunjuk 34:29 Al-Qur'an, dengan petunjuk sunah. 34:34 Ah, maka menempatkan diri sebagai subjek 34:36 ajaran, menempatkan diri sebagai objek 34:38 ajaran itu menjadi penting. 34:42 Nah, saya kira begitu. A 34:43 masyaallah. Terima kasih. Terima kasih 34:46 ee Bang Ihsanuddin Nursi. Luar biasa. 34:48 Mudah-mudahan Allah memberikan 34:50 keselamatan buat bangsa kita ini dan ee 34:54 menjadi 34:56 ee negeri yang berperan dalam 34:58 memperbaiki dunia insyaallah. Terima 35:00 kasih, Bang Nursi. Sampai berjumpa hari 35:02 Selasa insyaallah besok 35:04 saya tutup dengan subhanakallah 35:06 wabihamdika asaduaikum 35:11 warahmatullahi wabarakatuh. 35:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 35:15 wabarakatuh.