Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:04 Brail TV. 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:18 rahimakumullah. 0:20 Hari ini kita akan bersama-sama 0:24 materi yang membuat kita akan lebih 0:29 mahir mendampingi putra-putri buah hati 0:32 kita atau anak-anak ee Indonesia pada 0:35 umumnya ya di perlindungan anak yang 0:39 akan di temani oleh Dr. Hamid Pati. 0:45 Mudah-mudahan ikhwan awat semua sehat 0:47 ya. Alhamdulillah. Dan tentu saja tidak 0:51 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 0:53 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:56 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:58 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:01 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:04 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:06 akhir. 1:07 Ikhwan akhwat, tadi waktu di off air 1:12 kita bicara sedikit terkait dengan masih 1:15 ada ya kekerasan yang dialami oleh 1:19 anak-anak kita. Apalagi kalau kaitannya 1:22 dengan sesuatu yang betul-betul jadi 1:27 pemikiran bagi kita. persisnya seperti 1:29 apa. Nanti kita akan simak 1:30 keseluruhannya. Dan Dr. Hamid Pati sudah 1:34 hadir bersama kita. Selalamualaikum 1:37 warahmatullahi wabarakatuh. 1:38 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? 1:41 Alhamdulillah sehat ya. 1:43 Alhamdulillah. Jadi persisnya terkait 1:45 dengan ee kekerasan dan pelecehan ini 1:52 kita akan bahas insyaallah terkait 1:54 dengan pencegahan kekerasan dan 1:57 pelecehan 1:58 seksual. 1:59 Wow. 2:00 Tanda pencegahan dan rujukan yang aman. 2:04 Jadi ada petunjuk yang akan kita peroleh 2:06 nih ikhwan akhwat terkait dengan ini 2:08 semua. Mari kita simak sepenuh hati, 2:11 sepenuh rasa. Silakan. 2:13 Baik. Terima kasih Bunda. 2:15 Bismillahirrahmanirrahim. 2:17 Asalamualaikum warahmatullahi 2:19 wabarakatuh. 2:21 Apa kabar ayahanda dan bunda di rumah? 2:25 Pendengar Radio Rasil di mana saja 2:27 berada. Insyaallah pada hari ini kita 2:32 akan berbagi informasi terkait dengan 2:35 pencegahan kekerasan dan pelecehan 2:39 seksual, 2:40 tanda pencegahan dan rujukan aman. 2:45 Ayahanda dan bunda, sebagaimana kita 2:48 ketahui Indonesia telah meratifikasi 2:52 konvensi H anak itu sejak tanggal 25 2:58 Agustus tahun 1990 3:02 melalui keputusan Presiden 3:05 nomor 36 tahun 1990. 3:09 itu yang kemudian diikuti dengan 3:13 diterbitkannya Undang-Undang 3:16 Nomor 39 Tahun 1999 3:21 tentang hak asasi manusia. Di dalamnya 3:24 juga terkait dengan memastikan jangan 3:27 sampai anak mengalami kekerasan. 3:31 Lalu ini yang paling penting berharap 3:35 ayahanda dan bunda perlu mengetahui 3:38 sejak tanggal 18 Agustus 2000 3:43 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 itu 3:47 mengalami perubahan yang kedua yaitu 3:51 dengan memasukkan pasal 28B ayat 2 yang 3:56 isinya adalah setiap anak berhak 4:00 terlindungi dari kekerasan. 4:03 Nah, ayat ini yang kemudian 4:08 memastikan setiap presiden itu perlu 4:12 melakukan langkah-langkah untuk 4:14 memastikan jangan sampai anak-anak kita 4:16 mengalami kekerasan. 4:18 Heeh. 4:19 sampai detik ini itu ada sekitar lima 4:23 undang-undang 4:25 yang perlu ayahanda dan bunda ketahui 4:29 dan jadikan bahan ini untuk kita 4:33 diskusikan bersama anak-anak kita agar 4:37 mereka sejak awal memiliki pemahaman 4:41 terkait diri mereka sebagai anak dan 4:45 sebagai warga Indonesia dan sebagai 4:48 manusia yang memiliki harkat dan 4:50 martabat. Apa saja undang-undang itu? 4:54 Berharap undang-undang ini kalau boleh 4:58 disimpan baik-baik, digadget lalu 5:01 kemudian dibaca baik-baik. Dan kalau ada 5:05 pasal-pasal 5:06 yang menurut kita ini perlu 5:09 disosialisasikan 5:11 terkait dengan tema yang kita bahas hari 5:14 ini, pencegahan kekerasan dan pelecehan 5:17 seksual. 5:18 ini menjadi penting kita ambil 5:21 pasal-pasal yang terkait. Untuk itu, 5:23 coba ambil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 5:29 2002. 5:31 Kemudian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 5:35 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam 5:39 rumah tangga. Ada empat bentuk kekerasan 5:42 di ee atur di sana, yaitu kekerasan 5:46 secara fisik, psikis, seksual, dan 5:51 penelantaran. Lalu yang ketiga, 5:54 Undang-Undang 5:56 35 tahun 2014. 6:00 Kemudian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 6:04 2016. Nah, undang-undang ini sangat 6:08 relevan dengan topik yang kita bahas 6:11 kali ini, yaitu jangan sampai anak-anak 6:14 mengalami kekerasan seksual. Ah, 6:17 pelakunya itu tidak menjadi pelaku 6:20 kekerasan seksual, tetapi menjadi 6:22 penjahat seksual. Untuk itu di sana 6:26 adalah perubahan nama. 6:28 Lalu yang terakhir Undang-Undang 6:32 Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak 6:38 pidana kekerasan seksual. Kelima 6:42 undang-undang ini berharap dibaca 6:45 baik-baik 6:46 dan dijadikan bahan untuk berdiskusi 6:49 dengan anak-anak kita dengan mereka 6:53 memiliki pengetahuan yang sama dengan 6:56 kita. Dan itu yang kemudian menuntut 6:59 kita sebagai orang dewasa harus 7:02 terusmenerus waspada. 7:05 Jangan sampai anak-anak kita menjadi 7:08 korban. Untuk itu apa yang perlu kita 7:13 pahami bersama-sama? Ada tiga prinsip 7:16 pada saat kita mendiskusikan persoalan 7:21 ee kekerasan dan pelecehan seksual 7:23 kepada anak-anak kita. pertama adalah 7:26 pembicaraannya kita harus sesuaikan 7:29 dengan usia anak kita. Jadi anak itu kan 7:33 range usianya itu dari 0 sampai 17 7:38 tahun. 7:40 Tinggal berapa detik itu 18 tahun itu 7:44 disebut anak. Jadi kita sesuaikan dengan 7:47 anak PAUD seperti apa kita membicarakan 7:52 terkait dengan jangan sampai mereka 7:55 menjadi korban dan jangan sampai mereka 7:57 menjadi pelaku. Lalu kemudian kita ajak 8:02 apa yang harus mereka lakukan. Untuk itu 8:06 itu prinsip pertama. Sesuaikan dengan 8:08 usia. terkait dengan materi ayahanda dan 8:12 bunda itu dapat ambil dari undang-undang 8:15 dan itu kita diskusikan dengan mereka. 8:17 Jangan biarkan produk yang telah dibahas 8:22 oleh pemerintah bersama DPR yang kita 8:26 pilih lalu kemudian ditandatangani oleh 8:29 Presiden yang kemudian 8:30 diundang-undangkan 8:32 itu hanya menjadi dokumen mati. Supaya 8:37 dia menjadi dokumen hidup. Kita ambil, 8:40 kita bahas bersama-sama dengan anak-anak 8:44 kita di rumah. berharap kalau setiap 8:46 orang tua di Indonesia sudah memiliki 8:49 pemahaman terkait dengan undang-undang 8:51 ini, mereka saat menjadi guru, menjadi 8:56 aparatur hukum, menjadi pemerintah, itu 9:00 akan terpikirkan apa yang harus mereka 9:03 lakukan. 9:05 Berharap apa yang mereka lakukan itu 9:08 seperti apa yang Bapak, Ibu lakukan di 9:11 rumah dengan anak-anak kita. Itu yang 9:14 pertama. 9:15 sesuaikan dengan usia. Kemudian prinsip 9:17 yang kedua adalah harus tenang 9:21 menjelaskan terkait dengan kekerasan dan 9:25 pelecehan seksual itu harus dengan 9:28 tenang. Jangan sampai baru sudah terjadi 9:31 kasus kita akan melakukan sosialisasi. 9:34 Itu namanya sudah terlambat. Tetapi 9:38 tetap ada peluang untuk jangan sampai 9:41 anak kita menjadi korban berikutnya atau 9:44 menjadi pelaku berikutnya. Untuk itu 9:47 kita harus tenang, jelaskan tanpa ada 9:51 nada yang marah-marah atau memaksa atau 9:56 seperti apa. Intinya adalah diserahkan 10:00 cara komunikasi ayahanda dan bunda di 10:03 rumah dengan anak-anak kita. berharap ya 10:06 kalau membicarakan terkait dengan topik 10:08 ini, ini harus dalam kondisi yang 10:11 santai. Anak-anak kita sudah kenyang dan 10:15 dia tidak merengeh-rengeh. Ini penting. 10:19 Jangan pernah kita anggap anak kecil itu 10:23 tidak mau mengingat atau mendengar apa 10:26 yang kita bicarakan. Mereka perekam yang 10:28 terbaik. Ingat usia 0 sampai 4 tahun itu 10:33 50% kecerdasan mereka akan terbentuk. 10:36 Kemudian di usia 5 sampai 8 itu 30%. 10:41 Jadi totalnya kalau kita ingin benar 10:43 memastikan anak-anak kita hebat lalu 10:46 mereka akan keluar dari rumah kita 10:48 memiliki pengetahuan yang banyak itu 10:51 upayakan di usia 0 sampai 8 tahun itu 10:54 sekitar 80%. 10:56 Salah satu materi yang kita ee perkaya 10:59 pada diri mereka adalah terkait dengan 11:02 pencegahan kekerasan dan pelecehan 11:04 seksual. Yang ketiga, harus jelas. 11:09 Jelas kita harus menjelaskan kepada anak 11:12 terutama terkait dengan batas-batas apa 11:15 yang boleh dan apa yang tidak boleh 11:17 dilakukan. 11:19 Misalnya terkait dengan pelecehan 11:21 seksual, nyolek-nyolek 11:23 tidak boleh. Untuk itu kita harus beri 11:27 mereka penjelasan sesuai dengan cara ibu 11:31 dan ayah melakukan bersama anak-anak. 11:35 Ayo jangan tunggu nanti dari ada dari 11:39 sekolah yang memberi penjelasan. Kenapa 11:41 tidak dari sekarang? Ini menjadi 11:44 penting. Untuk itu, 11:47 ada empat hal yang perlu kita jelaskan 11:50 kepada anak-anak kita agar mereka 11:53 terhindar. dari pelecehan seksual. 11:57 Pertama adalah mengenal tubuh mereka. 12:02 Bagian-bagian tubuh yang boleh disentuh 12:07 hanya oleh diri dia dan tidak boleh 12:10 disentuh oleh siapapun termasuk oleh 12:14 ayah dan bunda di rumah. Tapi ini yang 12:19 menjadi tantangan 12:21 di era digital. Memang 12:25 anak-anak tidak disentuh, tetapi foto 12:28 anak-anak kita tanpa benang itu sudah 12:31 tersedot oleh orang-orang yang ada di 12:34 luar melalui kasus 12:37 online 12:39 seksual 12:41 exploitation dan abuse. Itu jadi apa? 12:47 kekerasan seksual dan ee perlakuan salah 12:52 terhadap anak secara online. Ini kasus 12:56 sekarang kasus yang lumayan mulai 12:59 merebak, tetapi kita belum memberi 13:04 pengetahuan yang banyak kepada anak-anak 13:06 kita. Kalau ada ini tanda-tanda untuk 13:09 mencegah jangan sampai kasus itu menimpa 13:12 anak-anak kita. 13:14 Kalau ada orang yang mulai membujuk, 13:19 memberi hadiah, lalu kemudian sudah 13:22 memberi informasi, "Nak, jangan bilang 13:25 sama orang-orang ya." Itu tanda-tanda 13:29 anak kita sudah mulai masuk ke jeratan. 13:33 Ee seperti yang sudah kita bahas 13:35 beberapa minggu yang lalu ya. Nah, ini 13:38 tanda-tanda yang penting untuk kita 13:40 harus ketahu. Jadi, kita perlu 13:43 diskusikan dengan anak kita bagian tubuh 13:47 mana yang boleh disentuh dan bagian 13:49 tubuh mana yang tidak boleh termasuk 13:53 bunda atau ee ayah. Kecuali pada situasi 13:59 darurat seperti di rumah sakit untuk 14:03 harus ee mendapatkan pertolongan. mau 14:06 tidak mau harus melakukan upaya itu atas 14:10 kemanusiaan tapi di luar itu tidak 14:13 dibolehkan. Ini poin penting. Untuk itu 14:17 anak kita harus kita perkaya 14:19 pengetahuannya. 14:21 Termasuk orang tuh sudah mulai ee Dik, 14:25 boleh enggak kirim foto? Ah, itu kalau 14:28 kita tidak terbiasa diskusi dengan 14:30 anak-anak kita di rumah, tahu-tahu sudah 14:33 habis bagian tubuh anak kita diambil 14:35 oleh orang itu, baru anak kita melapor. 14:38 Yang parah adalah ayah dan ibunya tidak 14:42 dilatih bagaimana 14:45 menerima laporan yang aman. Nah, ini 14:49 menjadi penting. Nanti kita coba beri 14:51 informasi hari ini insyaallah terkait 14:54 dengan rujukan aman. 14:56 Itu yang pertama. Yang kedua, 14:59 bagian pribadi. Ah, ni bagian pribadi 15:04 mana yang 15:06 boleh dan yang tidak boleh disentuh. 15:09 Lalu yang ketiga, harus berkata tidak 15:13 atau berkata stop, berkata tidak boleh. 15:19 Nah, itu kita harus latih anak kita 15:21 untuk berani berkata itu kepada 15:24 anak-anak kita. Bagaimana caranya? 15:28 Kalau anak kita yang dalam kondisi anak 15:32 spesial, anak yang berkebutuhan khusus, 15:35 apa yang harus kita lakukan? karena 15:38 beberapa data yang ee ditemukan 15:42 anak-anak yang berkebutuhan khusus juga 15:45 mereka sangat berpotensi menjadi korban 15:49 atau menjadi pelaku ini. Untuk itu, Ayah 15:53 Anda dan bunda di rumah, ayo bantu 15:56 anak-anak kita 15:59 agar mereka dapat ee 16:03 berupaya untuk berkata tidak bila 16:07 terjadi sesuatu yang menurut mereka itu 16:09 sudah menyentuh hal-hal yang tidak 16:13 seharusnya mereka sentuh. Lalu yang 16:15 terakhir adalah minta bantuan ke orang 16:20 dewasa yang aman. 16:22 Nah, ini siapa nih orang dewasa yang 16:25 aman? Orang dewasa yang aman, ayahanda 16:28 dan bunda adalah orang dewasa yang sudah 16:32 terlatih. 16:34 Terlatih dalam hal apa nih? Menerima 16:37 laporan dia dengan tenang mendengarkan 16:42 lalu kemudian dengan tenang mencatat. 16:45 Tapi yang tidak kalah penting adalah dia 16:48 langsung merujuk ke pihak yang berwenang 16:52 tanpa harus menggali lebih detail. Tapi 16:56 ada satu hal yang perlu juga dikuasai 16:59 oleh orang dewasa kalau menerima laporan 17:02 itu adalah dari anak-anak kita adalah 17:05 dia percaya. 17:08 Harus percaya 17:10 100% 17:12 tanpa berprasangka. 17:14 Tapi ini yang jadi catatan, jangan 17:18 didetailkan 17:20 pendetailannya itu itulah menjadi tugas 17:24 dari petugas yang sudah dipersiapkan 17:27 oleh negara untuk hadir guna 17:30 menyelamatkan anak-anak kita karena 17:33 pengabaian orang dewasa di sekitar. Coba 17:35 kalau setiap anak kita sudah tahu ke 17:39 mana mereka harus lapor dan ini yang 17:42 kemungkinan siapa saja orang aman itu 17:46 menurut ayahanda dan bunda dan itu perlu 17:48 direkomendasikan kepada anak-anak kita. 17:50 Pertama otomatis ayahanda dan bunda di 17:53 rumah. Yang kedua adalah orang yang ada 17:57 di sekolah atau ada orang yang di 18:00 sekitar kita yang dipercayakan. 18:04 He. 18:04 Benar-benar dia memiliki pemahaman 18:07 terkait dengan persoalan kekerasan 18:11 dan persoalan terkait dengan anak. Tapi 18:14 juga perlu kita bangun sebuah pemahaman 18:17 bahwa bagaimana cara mengidentifikasi 18:21 orang dewasa yang aman untuk anak-anak 18:24 di sekitar. Karena ada juga menurut kita 18:29 ini anak aman untuk anak-anak kita. Tapi 18:33 karena dia salah pergaulan atau 18:36 mengalami suatu persoalan, dia adalah 18:40 juga pelaku. Itu biasanya mereka yang 18:44 memiliki ee perilaku menyimpang. 18:47 Ini menjadi penting untuk kita ketahui 18:50 bersama-sama. 18:52 Lalu 18:54 ee hal-hal apa yang boleh disentuh, 18:58 boleh yang tidak boleh disentuh itu juga 19:00 tadi sudah kita ee perkenalkan secara ee 19:04 masing-masing ya kepada ayahanda dan 19:06 bunda. Tapi kembali lagi kalau ini 19:12 didasari [berdehem] 19:13 oleh peraturan perundangan, 19:16 pembicaraan ayaha dan bunda dengan 19:18 anak-anak kita akan semakin ee kuat. 19:23 lalu kemudian searching di YouTube 19:28 lalu diskusikan bersama anak-anak dan 19:31 pasti pastikan terkait dengan 19:36 persoalan yang terakhir itu ya Bunda 19:38 Nuning, 19:39 anak-anak yang 19:41 calon korban kekerasan seksual melalui 19:44 online, negara kita itu sudah sangat 19:47 protektif banget. Tapi yang hari ini 19:51 apakah sudah ada kesadaran baru kepada 19:54 setiap orang tua terkait dengan PP 19:58 Tunas? Ah, jadi tambah lagi peraturan 20:01 perundangan ini yang harus ayahanda dan 20:04 bunda kuasai terutama terkait dengan 20:07 pelecehan seksual ini yaitu pertama 20:10 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang 20:16 ee ITE. Lalu kemudian Peraturan 20:20 Pemerintah Nomor 17 Tahun 20:24 2025 20:26 tentang tata laksana ee perlindungan 20:29 anak di rana digital. 20:32 Yang 20:34 penting juga kita harus kuasai 20:38 Permen 20:40 KOMDI 20:41 nomor 9 tahun 20:45 2026 20:47 yang memastikan bahwa PP Tunas yang 20:51 mulai berlaku 28 Maret tahun 2026 itu 20:57 benar-benar terlaksana. H 21:00 intinya adalah anak-anak tidak boleh 21:04 memiliki akun medsos 21:08 atau anak-anak jangan sampai dia 21:11 terakses dengan platform 21:14 platform yang tidak aman. Untuk itu, 21:18 Ayah Anda dan Bunda harus pastikan 21:20 anak-anak kita tidak terakses ke 21:22 YouTube, ke Facebook, ke Instagram, 21:26 apalagi sampai memiliki ee akun tanpa 21:30 pendampingan dari kita. Untuk itu, ayo 21:34 ayah Anda dan bunda, pastikan PP Tunas 21:37 ini benar-benar kita kuasai. Jangan 21:42 menunggu dari ada instruksi. sudah tidak 21:46 perlu tuh. Sekarang kita sebagai warga 21:51 negara yang sudah mengetahui 21:53 undang-undang ini atau peraturan ini, 21:55 kalau kita tidak melakukan apa-apa, 21:58 kita yang rugi sendiri. 22:00 Nah, untuk itu segera dan komunikasikan 22:02 dengan pihak-pihak di sekolah 22:06 agar apa? agar kita mulai memiliki 22:09 kesadaran baru bahwa anak-anak kita 22:13 tidak boleh menjadi korban kekerasan dan 22:18 menjadi korban pelecehan seksual oleh 22:21 siapapun termasuk mereka-mereka yang 22:25 suka melakukan penipuan melalui online. 22:32 laku 22:34 tidak selalu orang asing. 22:37 Ini perlu dicatat. Ah, ini menjadi 22:39 menarik ya, Bunda Nuning dan ayahanda 22:41 dan bunda. 22:43 Setiap orang yang 22:45 di dekat anak itu juga berpotensi 22:49 menjadi pelaku. 22:51 Ya, di antaranya adalah salah satunya 22:53 fidfil. Ah, untuk itu ini perlu kita ee 22:59 beri pemahaman yang kuat kepada 23:02 anak-anak terkait pertama risiko. Jadi 23:06 risiko 23:08 yang akan muncul terkait dengan 23:11 kedekatan yang disalahgunakan oleh orang 23:15 yang kita percaya. 23:17 Buonuning. 23:19 Kalau kasus yang online itu awal-awalnya 23:22 itu orang di seberang itu sangat ramah, 23:26 baik sekali. 23:28 Seakan-akan dia sangat sayang pada 23:30 anak-anak termasuk anak yang sedang dia 23:34 incar tuh. Ah, begitu juga pastikan 23:37 banyak orang yang kita sangat percaya 23:40 tuh. Saya tidak akan sebut ya. Coba 23:44 ayahanda dan bunda searching di Google 23:47 kasus-kasus 23:49 kekerasan seksual yang pelakunya adalah 23:52 orang-orang yang ada di sekitar anak 23:56 kita yang awalnya kita sangat percaya 24:01 kepada mereka. Karena kalau saya 24:03 menyebut profesi di sini khawatir 24:07 menjadi bermasalah. ada yang tapi coba 24:12 Anda ee searching di Google kata kunci 24:16 aja kekerasan seksual dan pelakunya 24:20 sebagian besar adalah orang dekat dengan 24:23 anak-anak kita yang tadinya kita ee apa 24:29 ee percaya dengan mereka tapi 24:31 kepercayaan itu mereka salah gunakan. 24:35 He. 24:35 Nah, ini pertama itu risiko. Kemudian 24:39 anak perlu tahu bahwa 24:43 rahasia membuat ee mereka jadi takut. 24:49 Ayo, kalau ada orang yang memberi pesan 24:54 rahasia ya, hanya aku dan kamu yang tahu 24:58 ya. Ah, itu tanda-tanda 25:00 bahaya tuh. 25:03 itu 25:04 di dunia nyata itu juga digunakan dan di 25:09 dunia 25:11 digital itu sangat di 25:15 diutamakan oleh ee para pelaku. Jangan 25:21 bilang sama tante, sama ibu, sama ayah, 25:25 pokoknya ya ada hadiah dari om. Ah, ini 25:28 bahaya nih. Atau ada hadiah dari tante? 25:31 Jangan bilang-bilang 25:32 rahasia ya. 25:34 Apalagi ini kalau di kejadian nyata itu 25:40 korban kekerasan seksual itu biasanya 25:43 sambil diancam. Kalau kamu bilang sama 25:47 papa, sama bunda kamu atau sama guru 25:50 kamu, "Hah, ini ada pisau." diancam tuh 25:55 anak. 25:55 Iya. Uh, bayangkan tuh anak kita sudah 25:58 diancam itu. Beri kalau ada yang berkata 26:02 rahasia ya, sama seperti kita di rumah 26:06 kalau terima telepon bilang papa enggak 26:08 ada, bilang ibu tidak ada. kasus 26:10 sekarang sudah tidak ada lagi begitu 26:12 karena 26:12 iya 26:13 telepon di rumah sudah tidak ada 26:15 [tertawa] 26:16 karena semua orang sudah megang ee 26:21 WhatsApp masing-masing. [berdehem] Ini 26:23 penting juga [batuk] 26:25 orang dewasa perlu membangun 26:28 relasi dengan anak-anak. Bagaimana ee 26:31 membangun relasi yang baik dengan 26:34 anak-anak kita, dengan guru. Tapi ini 26:37 yang perlu kita perkaya ya. 26:40 pada diri anak-anak kita itu harus ee 26:47 apa? Kewaspadaan itu menjadi kunci 26:51 utama. 26:53 Dan kita selalu berserah diri kepada 26:55 Allah. Ya Allah, lindungilah anak kami 26:58 dari hal-hal yang menurutmu tidak baik 27:02 untuk diri mereka. Hanya Engkaulah yang 27:04 tahu. Ha, itu doa itu. 27:07 Lalu pertanyaan berikut. Apa tanda-tanda 27:11 anak-anak 27:13 yang sudah mengalami kekerasan 27:17 dan pelecehan seksual? Ini perlu kita 27:20 tahu ya. Atau melalui ee korban ee 27:26 online. Pertama 27:29 takut pada orang tertentu. 27:32 Takut. 27:34 Ada ya Bunda Ning ada orang setar 27:38 matanya melotot. Jadi anak itu tidak 27:41 berani dia tuh ada ibu guru atau bapak 27:45 guru atau ada ee petugas keamanan itu 27:50 anak-anak kadang-kadang takut. 27:54 Itu dari aspek fisik ya dia khawatir 27:57 tuh. Tapi kalau anak-anak itu yang 28:02 korban bullying, 28:04 kita juga pernah bahas ya pada waktu 28:06 yang lalu korban bullying biasanya juga 28:09 dia tidak mau sekolah. 28:11 Iya. 28:11 Takut ancaman nih. Itu tanda-tanda 28:15 atau ana udah 28:19 coba kamu datang ke sini datang ke orang 28:22 tertentu yang disuruh oleh bundanya atau 28:24 oleh ayahnya. Dia enggak berani tuh. 28:26 He. 28:26 Itu tanda ya. 28:28 Dan itu jadi modal kita untuk masuk 28:33 untuk mendalami ee atau mengajak anak 28:37 kita berdiskusi. 28:39 Lalu kemudian sampai akan terbongkar itu 28:43 ee cerita yang dia tutupi. Penting. 28:47 Bagaimana dia ee berani bicara, dia 28:51 mendapat tekanan. 28:52 Iya. Jadi jangan anggap ya ee kok ana 28:55 ini kok enggak mau bicara nih orang tua 28:58 marah-marah itu kalau orang tua kayak 29:00 gitu 29:00 itu orang tua yang tidak pantas jadi 29:02 orang tua karena dia belum terlatih 29:05 sebagai orang tua. Harusnya buat tenang 29:08 dulu, dikasih kue dulu, kasih susu. Lalu 29:13 kemudian anak sudah mulai tenang. Wah, 29:17 boleh enggak bagi cerita sama ayah, bagi 29:19 cerita sama bunda? Itu tidak gratis. itu 29:23 itu harus memiliki satu kemampuan atau 29:28 kompetensi 29:30 untuk menjadi ee ke level itu. Jadi 29:35 tidak mengandalkan marah-marah ya. He. 29:37 Yang kedua, menolak 29:41 mendatangi tempat-tempat tertentu. Itu 29:44 tanda-tanda anak mengalami ee sesuatu 29:49 yang menurut kita sesuai dengan topik 29:51 yang kita bicarakan ya, dia menolak. 29:54 Tuh, 29:56 mungkin 29:58 kan kekerasan itu ada empat bentuk. 30:02 Salah satunya adalah kekerasan seksual. 30:04 Dan kekerasan seksual itu salah satu 30:06 jenisnya itu mengalami pelecehan. 30:10 Pelecehan tidak harus dia ee dari 30:13 kata-kata itu juga sudah masuk cat apa? 30:18 Get calling di Undang-Undang Nomor 12 30:21 tahun 2022. 30:25 Undang-undang tentang tindak pidana 30:27 kekerasan seksual 30:30 menggoda di jalan itu 30:33 9 bulan ee pidananya. Oh, lumayan tuh. 30:36 Ada denda ada dendanya. Ah, itu jadi 30:40 bahan untuk kita diskusikan dengan 30:42 anak-anak kita. Jadi dia kalau kita 30:44 suruh ke satu tempat kok dia enggak 30:46 berani. Bukan takut 30:50 ee apa sesuatu di jalan tapi dia udah 30:55 pokoknya tidak mau datang. Itu jadi 30:57 modal tanda-tanda. Yang ketiga, 31:01 mulai mimpi buruk. 31:04 Heeh. 31:04 Teriak-teriak malam. Wuh. itu biasanya 31:08 ee 31:10 dia pokoknya mau bicara dengan siapa, 31:14 dia tidak punya saluran. Akhirnya itu 31:18 terpendam dan itu akan dialami oleh anak 31:21 kita. Itu modal ketiga untuk kita 31:23 jadikan bahan diskusi kepada anak-anak 31:26 kita untuk mendalami anak kita. Lalu 31:29 yang terakhir adalah ee marah. 31:33 marah terus menarik diri dan yang 31:41 paling menonjol itu adanya perubahan 31:45 kebiasaan. Nah, itu tanda-tanda. 31:48 Kalau sudah kita mendeteksi tanda-tanda 31:52 itu sudah menjadi modal kita untuk 31:56 meneruskan ke lembaga yang berwenang 32:02 untuk menangani itu. Jangan kita tangan 32:05 tangani sendiri. He he. 32:07 Karena akan berisiko 32:09 kalau guru misalnya mengetahui ini, guru 32:12 akan hilang fokusnya sebagai pengajar 32:17 atau pendidik nanti atau kepala sekolah. 32:21 Kepala sekolah apalagi banyak ya 32:23 kesibukannya. Kemudian guru BP. Ah, 32:26 begitu juga. Untuk itu apa yang harus 32:30 kita lakukan? 32:32 berharap ya di rumah itu kalau boleh ada 32:35 sistem. 32:37 Begitu juga di komunitas, di sekolah itu 32:40 ada ee sistem 32:43 tanda-tanda rumah kita, 32:46 komunitas kita, sekolah kita ada sistem 32:50 pencegahan kekerasan dan pelecehan 32:52 seksual itu ada himbauan-himbauan 32:57 atau ada kita menyebarkan apa ee 33:02 madingnya 33:03 atau di rumah. Kita coba buat tuh nih 33:07 gambar-gambar kita di sana aja pakai AI 33:12 K atau pakai apa sekarang kita minta AI 33:15 tolong buatkan ee poster pencegahan 33:19 kekerasan 33:21 dan pelecehan seksual. Ah dia buat tuh 33:24 berdasarkan tinggal kita perintah 33:26 berdasarkan undang-undang 33:29 nomor sekian, tahun sekian. 33:32 Ah cuma AI kadang-kadang kalau kita 33:35 salah perintah ada kata kekerasan dia 33:37 menolak. Ah berarti kita perintahnya 33:40 salah. Jadi kita ajak dia, "Ayo masa 33:43 kata kekerasan aja kamu terus menolak. 33:46 Ini kepentingan pencegahan loh." Nah EA 33:48 itu bisa bantu. Ayo kita buat di rumah 33:51 ada poster tuh. 33:53 di komunitas taruh di musala, taruh di 33:57 kantor RT, taruh di pokoknya kalau ada 34:02 ee hal seperti ini segera itu sistem tuh 34:05 ada sistem. He. 34:07 Yang kedua, 34:10 ada tempat 34:14 untuk mengadu orang dewasa yang aman. 34:18 Itu harus di rumah 34:21 harus kita tentukan tuh siapa yang 34:23 menurut ayahanda dan bunda di rumah itu 34:26 aman untuk anak berbagi cerita. He he. 34:30 Di komunitas, di musala, di masjid, di 34:33 rumah ibadah atau di 34:37 RT. Siapa nih yang oleh anak-anak itu 34:42 mudah dia untuk melapor? 34:45 Dan tadi 34:48 orang yang siap melapor itu dia harus 34:53 telinganya lengkap, 34:55 berani mendengar, lalu emosinya 34:57 terkontrol. 34:59 ya. Lalu kemudian dia memiliki kemampuan 35:03 untuk menenangkan lalu kemudian 35:05 melanjutkan ke tempat rujukan. Jadi ada 35:09 orang aman. Lalu yang terakhir Bonda 35:13 Nononing adalah 35:15 yang di poin kalau ada sistem itu kita 35:20 teruskan kasus itu ke pihak yang 35:24 berwenang. Wah, pihak yang berwenang itu 35:26 siapa itu? Pihak yang berwenang 35:29 berdasarkan 35:31 peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2024 35:36 yaitu UPTD PPA, Unit Pelayanan Terpadu 35:42 ee Penanganan Perempuan dan Anak di 35:47 masing-masing daerah Ibu Bapak. Ah, 35:50 bagaimana cara melaporkannya? Cara 35:53 melaporkannya bisa kita searching nomor 35:56 telepon UPTD masing-masing daerah kita. 35:59 Misalnya di DKI Jakarta, di Kota Depok, 36:02 di Kota Tangerang, di Kota Bandung, Kota 36:06 Surabaya, di Banyuwangi, di Jogja atau 36:10 di mana saja itu kita bisa laporkan tuh 36:14 kita cari nomornya. Tapi kalau kita mau 36:17 simpel menghafalnya, catat aja nomor 36:20 telepon ini supaya supaya berguna ya. 36:23 Telepon sapa 129 36:27 atau WhatsApp 36:30 08 36:32 1 36:35 29. 36:38 Lalu yang kemudian melalui 36:42 website. Ah, website ada website-nya. 36:47 Tapi banyak orang belum tahu nih. Ah, 36:49 melalui siaran ini. 36:50 Coba ayahanda dan bunda 36:54 tuliskan nomor-nomor ini di rumah, di 36:58 komunitas, di RTRW, lalu di sekolah. 37:04 Apa tujuannya kalau nomor-nomor ini kita 37:06 sebarluaskan? 37:09 agar orang mulai memiliki kesadaran 37:12 baru. Kalau ada kasus-kasus yang mereka 37:16 ketahui, mereka tidak simpan. H, 37:19 tapi mereka segera laporkan ke UPTDPA. 37:25 Apa sebetulnya keunggulan UPTDPA itu? 37:27 Ah, ini perlu saya kasih tahu nih. Di 37:30 sana itu mereka dibiayai oleh negara 37:34 melalui APBD. Ah, untuk itu cek Bapak, 37:40 Ibu kan sebagai warga negara di daerah 37:42 masing-masing tuh. Ah, cek aja bupati 37:46 walikotanya itu respon tidak dengan 37:50 perempuan dan anak. 37:52 Hm. 37:52 Kita tanyakan 37:54 di daerah Bapak Bupati ada enggak 37:56 UPTDPA? Ah, kalau bupati bilang ada, wah 38:00 berapa anggarannya? Nah, itu tanya juga 38:02 tuh penting. 38:02 He 38:06 mereka itu ada anggarannya tapi karena 38:09 sekarang ini efisiensi ah tidak tahu 38:12 kasus kekerasan seksual tidak boleh 38:15 diefisiensikan 38:16 karena anak-anak itu perlu mendapat 38:21 pengetahuan. Seperti ada nih presiden 38:24 bilang semua orang sudah tahu tuh gak 38:27 perlu sosialisasi. harus wajib 38:29 sosialisasi 38:30 karena banyak kasus yang muncul tuh 38:33 karena banyak orang tidak tahu. Untuk 38:34 itu melalui pertemuan Radio Rasil 38:38 melalui siaran ini mau berupaya untuk 38:42 membangun pemahaman baru bahwa kekerasan 38:46 itu setiap saat berpotensi akan terjadi. 38:50 Tetapi itu dapat kita cegah kalau kita 38:54 memiliki pengetahuan, memiliki kesadaran 38:56 baru ini terus nomor ini kita 38:59 sebarluaskan, ini menjadi penting untuk 39:03 kita ee bangun bersama-sama. 39:07 ini yang perlu kita ketahui sebagai 39:11 ee orang 39:14 tua di rumah agar anak-anak kita ini 39:17 semakin terlindungi. Karena 39:22 dari konvensi, 39:24 undang-undang, lalu konstitusi itu semua 39:27 untuk memastikan jangan sampai anak-anak 39:30 kita mengalami kekerasan. 39:32 Apa yang perlu dibangun oleh orang dewa 39:38 setelah mendapatkan informasi ini? Ada 39:41 beberapa hal yang perlu dibangun. 39:43 Pertama adalah 39:46 orang dewasa tuh 39:48 kalau menerima laporan 39:51 bila ini kalau sudah terjadi ya berharap 39:53 jangan sampai terjadi itu ya. 39:55 Kalau terjadi percaya dengan cerita 40:00 anak. 40:01 percaya kalau mereka sudah berbicara 40:04 bercerita itu berarti mereka telah 40:07 melalui sebuah proses berpikir lalu 40:11 kemudian mereka berani berbicara padahal 40:15 yang mereka bicarakan ini adalah sesuatu 40:18 mereka itu mengalami ancaman, percaya 40:23 dengan mereka bicarakan. Kemudian yang 40:26 kedua, 40:28 menenangkan mereka. 40:31 Yang ketiga, lindungi mereka dengan cara 40:34 apa? Segera lapor. Jangan ditangani 40:38 sendiri ya. Jadi 40:40 sok pahlawan. 40:42 Jangan banyak itu orang jadi-jadi 40:45 pahlawan. Seperti apa itu? Jadi pahlawan 40:48 itu para pelaku konferensi pers kalau 40:51 ada kasus anak itu mereka konversi 40:56 persunculkan 41:02 persoalan baru lagi pada para korban. 41:08 Apa itu? 41:09 Nanti mereka akan jadi orang dewasa 41:11 kalau 41:13 ee informasi elektronik itu tidak 41:16 terhapus dan nama-nama mereka itu 41:18 tersebar kan menyangkut juga ada nama 41:21 tempat, nama kecamatan, nama sekolah. 41:24 Pasti orang-orang di sana tidak mau, 41:26 kan? Untuk itu berhentilah melakukan 41:29 konferensi pers yang perlu dilakukan 41:32 oleh para aparatur negara tuh adalah 41:35 mensosialisasikan undang-undang ini 41:38 kepada masyarakat supaya mereka sadar 41:41 kalau ada kasus itu berarti menandakan 41:44 kegagalan negara terutama para aparat 41:48 yang selalu melakukan konferensi pers. 41:51 Ada itu 41:53 lembaga-lembaga yang seharusnya 41:54 melakukan pencegahan, malah justru 41:57 mereka menjual kasus 42:00 untuk jadi terkenal. Itu muncul tuh 42:03 orang-orang yang menjadi apa? publisitas 42:08 dengan ee menjual kasus-kasus anak dan 42:13 mereka itu mendapatkan ee uang dan 42:17 kemudian dikasih kepada anak-anak mereka 42:20 dengan cara yang tidak lazim yang tidak 42:24 seharusnya. Yang perlu kita lakukan 42:25 adalah pencegahan. pencegahan lebih 42:29 utama 99,9% 42:35 penegakan sebuah aturan di sebuah negara 42:37 itu melalui sosialisasi, melalui 42:42 behavior change communication. 42:45 Setiap hari minimal lima kali selama 3 42:49 tahun kita sosialisasikan terus. Untuk 42:52 itu ada tiga hal yang perlu kita ee 42:58 ajarkan kepada anak-anak supaya 43:01 anak-anak mulai memiliki kesadaran 43:05 penting. Jangan sampai mereka menjadi 43:09 pelaku atau menjadi korban. Yaitu stop. 43:14 Berkata stop. Jangan sampai dia jadi 43:17 korban. Yang kedua, aku tidak suka. Ah, 43:21 itu penting tuh. Aku tidak suka kalau 43:24 ada orang yang mulai menyentuh atau 43:27 bilang, "Rahasia ya, aku tidak suka." 43:30 Bilang. Lalu yang aku minta bantuan. Ah, 43:34 untuk itu tolong ya ayahanda dan bunda 43:37 di rumah tetapkan tuh siapa nih yang 43:41 kita sampaikan kepada anak. Nak, kalau 43:43 kamu mengalami ini, segera minta bantuan 43:47 orang-orang ini. [berdehem] Kita harus 43:49 sebut tuh 43:52 supaya kalau boleh orang-orang itu kita 43:55 pasang nomornya. Hm. Supaya ya 43:58 orang-orang seperti itu yang perlu di 44:00 kita populerkan supaya mereka menjadi 44:04 polisi untuk anak-anak kita di sekitar, 44:08 anak-anak kita di komunitas atau 44:10 anak-anak kita di sekolah. Dan jangan 44:14 biarkan juga pengawasan kepada orang 44:16 dewasa yang kita percaya. Karena kalau 44:20 terlalu longgar itu yang kemudian setan 44:23 akan masuk yang menyebabkan orang yang 44:26 kita percaya malah justru mereka akan 44:29 menjadi pelaku bagi anak-anak kita. 44:32 Demikian semoga apa yang kita sampaikan 44:34 ini bermanfaat dan berharap rida dan 44:37 berkah dari Allah. 44:39 Amin. Allahuma amin. Terima kasih. Ee 44:43 bahasan yang mungkin bagi sebagian dari 44:46 kita iya juga ya. Berbicara tentang 44:50 hal-hal seperti ini pada anak-anak akan 44:53 membantu mereka untuk bisa melindungi 44:57 diri dari gangguan seperti itu. Emm kita 45:00 langsung ke pertanyaan ya. ini dari ee 45:03 Bapak-bapak mungkin atau Ibu-ibu. 45:06 Bagaimana dengan anak laki-laki? 45:10 Memang riskan anak perempuan mendapatkan 45:13 gangguan seperti itu. Tapi orang-orang 45:18 pelaku LGBT kan biasanya nyasar ke anak 45:20 laki-laki. Ini bagaimana, Pak? Mohon 45:24 pencerahan. 45:24 Baik. Wah, ini bagus sekali pertanyaan 45:28 dari ayahanda dan bunda. 45:31 berharap nih untuk membangun ee 45:34 pemahaman ini secara utuh kalau boleh 45:38 nih 45:39 terutama ayahanda dan bunda yang 45:42 memiliki anak laki-laki atau anak 45:46 perempuan yang perlu ditingkatkan 45:49 kapasitasnya adalah para ayah dan para 45:52 ibunya. Terutama para ayah yang memiliki 45:57 anak laki-laki yang 1 tahun menjelang 46:00 usia balik. He. 46:02 Jadi 1 tahun masuki usia balik itu 46:05 sekitar usia berapa itu anak sudah mulai 46:07 mimpi ya? Ah kita tanyakan ke dokter 46:10 atau berdasarkan pengalaman ayah waktu 46:13 itu ayah mulai ee mengalami perubahan 46:18 tubuh untuk memasuki usia remaja itu 46:21 usia berapa? Kalau kita sudah tahu 46:23 misalnya usia 9 tahun, berarti mulai 46:26 usia 8 tahun selama 1 tahun anak kita 46:32 latih terkait dengan kesehatan, 46:34 reproduksi sehat. Ah, di situ kita ajak 46:38 ee 46:40 bicara terkait banyak hal. Dan kalau 46:45 Bapak punya pengalaman ee boleh cerita 46:47 pengalaman, tapi kan Bapak tidak mau kan 46:49 ee gunakan 46:51 ee kejadian yang dialami oleh 46:53 orang-orang lain melalui testimoni dan 46:55 kita juga sudah mulai pilih ee buku atau 47:01 ee film atau YouTube yang menurut kita 47:05 aman dan itu menjadi modal kita 47:07 berdiskusi dengan anak supaya 47:10 selama 1 tahun itu anak itu mendapatkan 47:14 pemahaman yang utuh dari kita. Ah, kalau 47:18 Bapak menurut Bapak ini belum lengkap 47:21 pengetahuan 47:23 dan keterampilan kita dan sikap kita 47:25 kalau boleh berkonsultasi ke Puskes ah 47:28 coba sekali-sekali datang ke Puskes 47:31 bagian kesehatan reproduksi sehat. 47:35 Dok, saya pengin mau mensosialisasikan 47:38 ini kepada anak saya, tapi saya 47:42 mengalami kekurangan pengetahuan. Nah, 47:44 untuk itu 47:46 boleh kita lakukan itu. Jangan ee kita 47:49 apa 47:51 membatasi diri. Datang ke ahli dan modal 47:55 itu kita jadikan untuk diskusi dengan 47:57 anak kita. 47:58 Untuk anak gadis satu tahun menjelang 48:03 masa haid. Nah, sekarang masa haid 48:04 biasanya sudah mulai itu 9 tahun tuh 48:07 berarti usia 8 tahun anak gadis kita 48:10 yang mentraining ibunya. Jadi ibunya 48:14 mulai melatih terutama tohara. Lalu 48:17 bagaimana tuh darah pertama muncul? Woh 48:21 itu bagaimana memastikan? Kemarin saya 48:25 mendengar ada satu ee ee tetangga 48:28 ceritaimana 48:30 ee memastikan teman-temannya itu tidak 48:34 membully karena kebetulan dia 48:37 ee pada waktu tertentu kau tidak salat 48:40 bareng, kok tidak memegang ee kitab 48:44 suci, kan teman-temannya nanya tuh. Itu 48:48 berarti ada sesuatu yang tidak diketahui 48:52 oleh anak-anak gadis. Nah, untuk itu 48:55 kita perlu beri pengetahuan 48:58 dari mana ilmunya. Datang ke bidan, 49:01 datang ke puskes lalu tanya sama 49:04 ustazah, ustazah, bagaimana ee tohara 49:07 itu ya? Ah, dapat ilmunya tuh. Dan 49:11 akhirnya kalau anak kita sudah kita 49:13 training selama setahun saat dia 49:17 mendapatkan kepercayaan oleh Allah 49:20 sebagai calon anak gadis dengan tanda 49:24 alami anak tidak panik, bunda tidak lagi 49:28 perlu bertanya-tanya apalagi ayahnya. 49:31 Kalau bagaimana tuh kalau kasus itu 49:35 diajak saya dapat cerita dari teman saya 49:37 Polwan 49:38 kebetulan dia punya anak gadis dan yang 49:41 me mengalami pertama itu adalah ayahnya. 49:45 Wah, gimana tuh? A kebetulan Ibu Polan 49:49 kan bertugas di luar, ayahnya di rumah, 49:52 anaknya 49:53 mengeluarkan darah. Bagaimana tuh 49:55 menghadap? Ah, pengetahuan ini ini yang 49:58 kemudian itu penting. Lalu yang terkait 50:01 dengan topik yang Bapak cerita tadi, ah 50:04 itu ini yang perlu kita perkaya terkait 50:07 dengan perubahan perilaku seksual. Anak 50:11 laki-laki terlihat sebagai anak 50:14 perempuan, anak perempuan terlihat 50:16 sebagai anak laki-laki. Ah, ini kita 50:19 segera rangkul anak ini. Kita 50:24 pastikan dia 50:26 aman. Lalu dia tidak mengalami 50:28 intimidasi, lalu dia tidak mengalami 50:31 diskriminasi. Dan jangan sampai dia akan 50:34 terusir dari rumah kita. Kalau sudah 50:36 terusir tetang apa di luar pagar itu 50:40 banyak orang yang siap akan menjemput 50:43 anak tersebut. Dan terkait dengan 50:46 penamaan istilah ini saya tidak akan 50:48 keluarkan dari mulut saya agar saya 50:51 terhindar dari persoalan ini. Tapi yang 50:54 saya gunakan adalah perubahan orientasi 50:57 seksual yang seperti yang dialami oleh 51:01 umatnya Nabi Luth. Nah, itu poin penting 51:03 itu, Bundan. 51:06 Iya. Ee ke pertanyaan berikutnya, 51:10 Mbak Nuning. Coba tanyakan kalau 51:15 anak-anak 51:17 gadis mungil kita sudah harus dilindungi 51:21 di rumah, tapi kalau mereka keluar 51:23 anak-anak umur 10, 11 tahun anakku itu 51:27 kadang-kadang suka digangguin 51:30 meskipun itu cuma teman-temannya. 51:33 Adakah alat pelindung diri kalau 51:36 seandainya diperlukan untuk 51:40 membuat orang yang mengganggu jadi 51:44 bisa diatasi? Terima kasih. Oke. Baik. 51:47 Terima kasih Bunda yang sangat ee 51:50 melindungi anaknya. Latih anak kita, 51:54 kita ee dorong dia berani berkata, 51:58 "Stop. Aku tidak suka." 52:01 Teriak juga boleh. ya kalau ada orang 52:03 lain. 52:03 Tapi harus pastikan juga kalau hanya 52:05 dalam kondisi 52:06 ee berdua itu bisa jadi fatal. Tapi 52:12 si anak harus dilatih untuk berbicara 52:16 tidak dan kemudian atau stop. 52:20 Lalu yang tidak kalah penting adalah ini 52:23 yang kita perlu dorong bersama-sama 52:27 menentukan dan mengidentifikasi 52:29 siapa orang dewasa yang ada di rumah, di 52:33 komunitas, dan ada di sekolah. Itu yang 52:37 menjadi tempat anak untuk 52:39 ee melaporkan atau untuk mencari ee 52:43 mencari perlindungan. Karena dengan 52:48 orang-orang itu berharap seperti yang 52:50 kasus ibu itu sebetulnya 52:53 agar tidak berlanjut 52:57 si pelaku itu bisa dilaporkan segera 52:59 dilaporkan itu bisa masuk ke 53:02 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 53:06 tentang tindak pidana kekerasan seksual. 53:09 itu masuk ke pelecehan. Bunda Nuning, 53:13 kasus sekarang 53:14 he 53:15 itu hanya 53:17 yang seperti yang dialami oleh anak-anak 53:19 kita di universitas yang menurut kita ee 53:23 tidak seharusnya mereka lakukan itu 53:25 hanya melalui diskusi. Bukan hanya ya, 53:28 itu dilakukan melalui diskusi WhatsApp. 53:32 Heeh. itu sudah bisa diproses. 53:35 He. 53:35 Apalagi sampai dia si anak kita, anak 53:38 gadis kita apalagi usia 53:41 tahun, 53:42 10, 11 tahun itu rasa ketakutannya 53:46 tinggi. itu jangan sampai mereka 53:49 mengalami trauma itu. Kalau boleh segera 53:53 lapor ke nomor yang kami sebut tadi atau 53:58 kalau boleh segera konsultasi ke UPTDPA 54:02 terdekat. Jangan biarkan kasus serupa 54:07 itu 54:08 ee membesar dan menimbulkan banyak 54:11 korban lagi. 54:13 Anak-anak seperti ada anak-anak remaja, 54:16 putra kumpul-kumpul terus ada anak gadis 54:19 lewat mereka menggoda itu kena hukum 54:21 tuh. 54:22 Itu sudah dipidana. 54:24 Apalagi sambil memegang bahu terus 54:27 kemudian 54:30 ah melakukan gerakan-gerakan yang 54:32 menurut kita itu seharusnya tidak bisa 54:34 dilakukan. 54:36 Ayo ayahanda dan bunda, kalau mengetahui 54:38 kasus seperti itu jangan didiamkan tapi 54:41 segera dilaporkan ke unit yang sudah 54:46 disiapkan oleh negara untuk memastikan 54:49 agar anak-anak kita terlindungi. Ayo 54:52 segera. 54:54 Jadi lapor kalau terjadi sesuatu ke 54:56 kepolisian. 54:57 Ke jangan ke kepolisian 54:59 P2 TP 55:00 ke UPTDPPA. 55:02 Oh, UPTDPA. Oke. 55:03 Kalau ke kepolisian, kepolisian kan ada 55:06 kasus-kasus nanti sudah mati itu korban 55:09 baru 55:10 ee ditangani 55:13 baru jadi viral. Jangan sampai terjadi. 55:16 Negara ini sudah menyiapkan unit khusus 55:22 bukan ke aparat hukum ya. 55:24 He 55:25 khawatir nanti buat konferensi pers 55:27 lagi. [tertawa] Penting tuh. 55:29 Baik. tadi nomor telepon yang bisa 55:31 dihubungi ketika terjadi sesuatu 55:34 sapa 129 itu nomor teleponnya langsung 55:38 129 55:39 129 saja klik ya 55:41 iya kalau WhatsApp ke 0811 55:46 1 55:48 29129 55:51 atau 55:52 website-nya apa? 55:53 Website-nya 55:54 Sapa 129. 55:56 Oh juga Sapa 12. Ketik aja di Google tuh 55:59 langsung keluar Sapa 129 ada website-nya 56:04 itu langsung ada ibu-ibu yang digambar 56:07 AI itu yang memakai telepon kita bisa 56:10 langsung 56:11 kita isi lapor ya 56:13 lapor jangan biarkan dan kalau boleh ya 56:18 Bunda di rumah nomor-nomor yang kami 56:20 sebut bantu negara untuk menyebarluaskan 56:23 ke seluruh tetangga kita supaya tetangga 56:26 itu tahu 56:27 dan mereka segera merespon dan yang 56:31 menarik mereka dapat mendiskusikan 56:33 kepada anak-anak mereka. Nak sekarang 56:35 ini ada nomor sapa 129 gunakan ya 56:40 untuk kamu mengadu. 56:41 Iya sayang kita sudah di penghujung 56:44 waktu jadi closing ideanya silakan. 56:48 Baik, ayahanda dan bunda. Supaya menjadi 56:51 orang tua yang hebat, tidak cukup hanya 56:54 memberikan makan dan minum dan tempat 56:57 tinggal pakaian kepada anak-anak kita, 56:59 tetapi kita sebagai orang tua harus 57:02 memperkaya diri membaca semua 57:05 undang-undang yang kami sebutkan dalam 57:07 siaran ini. Gunakan bahan tambahan lain, 57:11 berbagai bacaan, lalu kemudian 57:14 berdiskusi dengan anak-anak kita. latih 57:17 anak-anak kita. Terutama ayah melatih 57:22 anak laki-lakinya 57:25 1 tahun sebelum masa balik. Bunda 57:28 melatih anak gadisnya 1 tahun menjelang 57:32 haid pertama. Lalu kemudian mereka latih 57:36 mengenal tubuh mereka. Tapi yang tidak 57:39 kalah penting adalah mereka harus 57:43 siap berkata, "Stop. Aku tidak suka. Dan 57:48 yang tidak kalah penting adalah mereka 57:51 mengetahui ke siapa mereka melaporkan 57:56 bila terjadi sesuatu. Ini menjadi 57:59 penting. Dan bagi mereka yang menerima 58:02 laporan ini juga harus dilatih ayah Anda 58:05 dan bunda. Yaitu kemampuan untuk percaya 58:09 kepada apa yang mereka laporkan. Yang 58:13 kedua adalah 58:15 ayo tenangkan mereka supaya trauma yang 58:19 mereka alami itu minimal berkuranglah. 58:22 Lalu yang terakhir, lindungi dengan cara 58:24 segera merujuk ke UPTD PPA yang sudah 58:29 disediakan oleh Presiden, disediakan 58:32 oleh gubernur, yang disediakan oleh 58:35 bupati dan walikota dan berharap kita 58:39 akan menemukan petugas-petugas yang ada 58:41 di sana. sangat respon kepada kita. 58:45 Dan kalau 58:46 kita temukan mereka kurang respon, 58:49 jangan segera 58:51 marah, tapi kita laporkan ke lebih 58:55 atasnya lagi. Ini menjadi penting. 58:58 Lalu catatan penting, kalau ada orang 59:01 yang kita percaya untuk menjaga, 59:03 melindungi anak-anak kita, jangan kita 59:06 biarkan mereka bekerja sendiri. juga 59:09 perlu kita awasi. Ini semua ayahanda dan 59:12 bunda, sudah diatur oleh undang-undang 59:16 melalui pasal 72 ayat 3 59:20 huruf E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 59:25 2014. Demikian, semoga apa yang kita 59:28 sampaikan kali ini bermanfaat. Berharap 59:31 kita terus diberikan cahaya oleh Allah 59:34 yang hari ini sudah lembut, semakin 59:36 lembut kepada anak-anak kita. Demikian. 59:38 Asalamualaikum warahmatullahi 59:39 wabarakatuh. 59:40 Waalaikumsalam warahmatullah 59:43 wabarakatuh. Terima kasih, Dr. Hamid. 59:46 Jadi, ikhwan Akhwat, mari kita lakukan 59:49 pendekatan komprehensif terhadap 59:52 anak-anak kita terkait dengan bagaimana 59:55 mencegah kekerasan dan pelecehan yang 59:59 sedang dibahas kali ini. Sekali lagi, 1:00:02 mudah-mudahan kepedulian ini membantu 1:00:05 sekali untuk semua hal terkait yang 1:00:07 sedang kita cemaskan, kekerasan dan 1:00:10 pelecehan ini ya. Terima kasih. Billahi 1:00:13 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:00:15 warahmatullahi wabarakatuh.