Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Terima kasih masih tetap bersama Rasil
- untuk Islam yang satu. Teman-teman yang
- ada di Singapura, di Batam, di
- Banyuwangi, kemudian juga di Pontianak,
- di Semarang, serta di Sukabumi. Terima
- kasih untuk juga sudah
- menyebarluaskan program-program dari
- Rasil ya. Ustaz, kita boleh langsung ke
- pertanyaan, ya. Ini dari Mas Bambang
- atau Pak Bambang. Ustaz, Mbak Nuning,
- seram ya. Sekarang semuanya tega
- kehilangan nurani dan akal sehat. Saya
- kok semakin khawatir bahwa kita memang
- sengaja diadu domba. Bagaimana Ustaz
- menyikapi hal ini? Terima kasih
- pencerahannya. Iya, itu saja. Makasih,
- Pak Bambang. Heeh. Pak Bambang yang
- semoga dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala. Betul ungkapannya kalimat seram
- tuh. Betul.
- Jadi memang manusia ini makhluk yang
- indah, yang cantik, yang tampan, yang
- sebenarnya lues, gendes,
- pantes, tapi bisa berubah menjadi petoro
- kolo. Ya, Pak Bambang orang Jawa ngerti.
- Menjadi
- raksasa yang
- rakus, yang seram,
- yang buas.
- Kalau nafsu yang bersemayam di dalam
- dadanya, inilah sebenarnya pentingnya
- agama itu. Allah kan
- tahu memang manusia diberikan dua hal,
- yaitu akal budi, dan
- nafsu. Maksudnya dua itu kalau
- dipadukan akal mampu menguasai nafsu,
- nafsu bisa dikendalikan. Ini positif.
- manusia bisa mendobrak berbagai
- persoalan-persoalan besar karena memang
- tugasnya sebagai khalifatullah di muka
- bumi. Dia harus mengayu-ayu harjaning
- bumi, harjaning kehidupan, harjaning
- projo. Artinya dia harus menciptakan
- kemakmuran dalam kehidupan ini.
- Menciptakan dunia yang damai. Nah, itu
- kan harus jiwa besar, semangat besar,
- kemampuan yang besar. Nah, itu perlunya
- nafsu yang dikendalikan.
- Tapi kalau kemudian nafsu lepas dari
- kendali lah ini bilahi ini bahaya. Akal
- budi nak
- berfungsi, hati nurani
- kandas gak bisa. Jadi bahaya sekali
- lebih buas daripada binatang
- buas. Saya sering
- berseloroh kadang-kadang begini.
- Kerbau yang mulutnya lebar, perutnya
- besar, makan dari pagi sampai sore.
- Kalau sudah kenyang, mulai ing kandange
- dewe, pulang ke kandangnya sendiri. Dia
- enggak pernah seraka. Ini sawah
- ladangku, ini padang rumputku. Siapa
- yang berani lewat sini akan aku seruduk
- dia. Gak ada dia boleh kandangnya dewi.
- Makan sama-sama.
- Singa si raja rimba. Dia memang binatang
- buas. Bahkan mampu menangkap mangsa yang
- jauh lebih besar dari dirinya. Jerapah
- aja bisa. Dia lompat lehernya diterkam
- kemudian terguling. Ya sudah kalau sudah
- terguling digigit lehernya, urat nadinya
- kemudian matilah dia. Udah dinggur
- raya bahkan kerbau apalagi zebra atau
- yang lainnya.
- Tetapi dia
- terbatas. Kalau sudah kenyang dia tidur
- bravo siapapun lewat 24 jam dia tidak
- peduli sudah kenyang. Jadi kalau berani
- sama singa itu kalau singa yang kenyang.
- Tapi jangan singa yang lapar. Kalau
- lapar masyaallah. Tapi orang yang
- mulutnya bibirnya
- tipis, mulutnya kecil, perutnya ramping.
- Wuh masyaallah. Kalau yang bersemayam
- itu nafsu yang tidak terkendali. Ini
- luar biasa rakusnya, Rek. Masyaallah.
- Orang Jawa bilang wal-wal kedubal, kotok
- kadal, wungkal, bantal, aspal,
- tiuntal. Serakahnya bukan main. Coba
- kita lihat yang
- menghabismbiskan hutan itu
- siapa. Bukan
- gajah. Yang menggugurkan gunung itu
- diemplok gunungnya. Itu bukan togok,
- bukan.
- Manusia yang mencemarkan daratan,
- lautan. Udara ini siapa? Manusia
- kelakuannya. Coba limbahnya manusia tuh
- kelihat comberannya kan hitam itu
- airnya. Mungkin itu gambaran
- dosa-dosanya
- itu.
- Masyaallah. Maka betul manusia
- diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala
- memang punya suatu kekuatan yang
- dahsyat. Dan waktu lahir tangannya
- genggem begini
- ngepal. Tangannya mengepal seperti ini.
- Semua si oni apa semua itu kalau waktu
- lahir itu tangannya ngepel begini.
- dua-duanya. Nah, ini dibaca oleh ahli
- hikmah. Inilah serakahnya dia mau
- mengepal
- dunia. Mau dunia itu mau diraup, mau
- dikepal, mau diremes sama dia. Ini
- serakahnya. Walaupun dia berjuang hidup
- ini untuk meraih yang
- sebanyak-banyaknya, waktu meninggal apa?
- Tangannya, kepalanya itu dilepas sedakep
- gini.
- ternyata gak dibawa juga yang dia
- peroleh. Jadi benar kalau kemudian
- istilah mengatakan riwayat mengatakan
- adunya daru man la darolah. Dunia itu
- tempatnya orang ndak punya tempat
- tinggal. Wong di dunia cuma sebagai
- imigran datang kemudian sebentar
- menggantikan orang-orang dahulu dan
- kemudian dia digantikan sama generasi
- berikutnya alias matek.
- Dia pulang kepada Allah walaupun dia
- serakah waktu di dunia semua dia raup
- tapi waktu pulang kepada Allah gak bawa
- apa-apa. Datang ke dunia tidak bawa
- apa-apa. Pulang ke akhirat juga tidak
- bawa apa-apa. Dunia
- ditinggalkan. Daruman la ma daru daru
- man darum darun man
- laulah waalun man la malalah. Hartanya
- orang yang tidak punya harta.
- dunia tempat tinggalnya orang yang gak
- punya tempat tinggal serakahnya luar
- biasa. Nah, inilah pentingnya agama itu.
- Sebenarnya Indonesia ini negara yang di
- dirikan oleh para funding father kita
- orang-orang bijak
- bestari. Sekalipun tidak dibuat sebagai
- negara agama karena permintaan dari
- kelompok saudara kita minoritas di
- Indonesia. Mbok jangan dijadikan
- Indonesia sebagai negara agama. Karena
- toleransi dan tasamuhnya umat Islam
- diterima pendapat itu dan disepakati
- terjadilah Negara Kesatuan Republik
- Indonesia.
- Ini jangan lupa ini sejarah
- ini ya sudah tidak mengapa tidak menjadi
- negara agama tapi menjadi negara yang
- bukan sekuler bukan negara agama tapi
- juga bukan agama eh bukan negara
- sekuler. Negara ini negara yang
- berketuhanan. Tolong diingat, dicatat
- siapapun, tolong yang mendengarkan.
- Apakah itu pejabat, apakah rakyat,
- tolong merat, yang melarat, tolong.
- Indonesia ini negara yang dibangun oleh
- pendahulu kita, funding father kita
- adalah
- negara berketuhanan yang maha esa. Ini
- penting sekali. Kalau menyimpang awal
- dari sini yang terjadi seperti yang
- gambaran tadi, adamu makrifatillah,
- sikap dan perilaku orang-orang yang
- tidak mengenal agama. bubrah dunia
- ini. Walaupun
- dibenteng dijebol
- tembun diikat dia akan berot akan lepas
- maka orang Jawa bilang di palangono
- melumpat didadungo berot. Itu kalau
- orang sudah nafsu luar biasa. Jadi
- rusaknya negara, rusaknya bangsa,
- rusaknya satu umat kalau manusianya
- sudah tidak lagi memperhatikan
- nilai-nilai agama, tidak takut lagi sama
- Allah dan tidak beriman pada Allah,
- rusak dunia sebagai konsekuensi logis
- dari perilakunya.
- Al-Qur'an sendiri sudah menyebutkan
- doaharol fasadu fil barri wal bah bima
- kasabat aidinas liyudum baadzi amilu
- laumarjiun nampak kerusakan di darat dan
- di laut sebab olah pekertinya
- tangan-tangan manusia kecil sih
- tangannya tapi buat rusak dunia ini
- Allah tampakkan bagi sebagian dari
- akibat perilakunya supaya mereka itu
- sadar dan diharapkan kembali bertobat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- saya kira Mas Bambang betul oleh
- karenanya menjadi tanggung jawab kita,
- kita siapkan anak-anak kita, generasi
- kita, generasi yang cerdas silakan, tapi
- juga yang saleh. Dasari akidah,
- keimanan, ketakwaan, baru kemudian
- kecerdasan otak intelektual.
- Sebab kecerdasan intelektual tanpa
- kecerdasan emosional, kecerdasan
- spiritual, kecerdasan sosial ini bisa
- merusak tatanan dalam kehidupan.
- Nauzubillah minzalik. Wallahuam.
- Baik, saya lanjutkan kembali, Ustaz.
- Yang ini tidak ada
- namanya, Pak Ustaz.
- Saya menyimak dan memang penting sekali
- berakhlak. Tetapi kalau kita amati yang
- seperti ini terus, masyarakat
- ditumpulkan nurani dan akalnya hanya
- untuk dunia saja. Ulama dan umara
- bedanya enggak jelas. Jadi, bagaimana
- nih, Ustaz? Siapa panutan kita sekarang?
- Terima kasih.
- Iya, silakan. J nyindir-nyindir nantinya
- ulama gak jelas mana yang umar. Ya
- memang kalau bisa dek umaro dek ulama
- ulama dek umaro bagus umaro pemimpin
- ulama yang ngerti hukum sehingga apa
- yang jadi putusan itu adalah akan
- dipijak
- bestari karena dia dibentengi oleh
- keimanan. Itu bagus kalau bisa yang
- tentaranya juga ulama. Umpamanya di
- ulama dalam arti alim ya mengerti
- hukum-hukum syariat punya akidah yang
- bagus.
- akhlak yang bagus itu bagus sekali. Jadi
- itu sih tidak bisa
- dipertentangkan. Siapa pun dia akhlak
- menjadi
- ukuran dan siapapun dia kalau tidak
- berakhlak ya itulah nilainya jatuh. Jadi
- bukan tergantung pada atribut. Saya
- ngaku jadi ustaz tapi kelakuane maling
- umpamane. Nauzubillah ya maling tetap
- aja maling. Gak ada nilainya di mata
- Allah. Bahkan kalau orang alim, orang
- ngerti agama kok jahat. Siksanya dua
- kali lipat dibanding orang yang enggak
- ngerti. Maka orang-orang alim itu
- sidiknya lebih dulu sebelum orang-orang
- lain. Karena dia ngerti agama, ngerti
- hukum, tapi dilanggar juga. Tapi kalau
- dia baik, dia pun dapat pahala
- berlipat-lipat. Kenapa? Karena
- kebaikannya itu diajarkan pada orang
- banyak dan orang banyak kemudian
- mengikuti pada jalan yang benar,
- petunjuk yang benar. Sehingga ketika dia
- apa mengajarkan itu dia wafat sekalipun
- meninggal dunia dia dapat pahala
- berlipat-lipat sebanyak orang yang
- mengikuti ajaran yang baik tadi. Jadi
- semua tergantung manusianya, bukan
- atribut yang disandang. Wallahuam bawab.
- Baik, masih terkait
- dengan yang Tunggu
- [Musik]
- sebentar ini dari SMS yang masuk. Ustaz
- cukup panjang
- ee yang ini dulu lebih dahulu, Pak
- Ustaz. Kalau memang membeningkan hati
- dan menjernihkan pikir seperti yang hari
- ini dibahas, perlu panutan dan ee
- petunjuk dari orang-orang yang sangat
- kita hormati, saya rasa kita memang
- sedang kehilangan.
- Ee kok enggak lanjut kehilangan? Enggak
- enggak diteruskan, Ustaz. Baik. Oh,
- gitu. Iya. Bapak atau Ibu, saya tidak
- tahu tadi sudah disebutkan memang kita
- harus membeningkan hati, menjernihkan
- hati, mensucikan hati kita. Kalau bisa
- hati kita itu bersih tanpa noda. Kalau
- bisa. Imam Ghazali menggambarkan hati
- itu seperti cermin. Ada tiga macam
- cermin.
- cermin yang
- bersih tanpa
- debu. Nah, cermin yang bersih tanpa debu
- inilah cermin hati orang
- beriman. Artinya apa? Karena apabila dia
- berdebu, segera
- dibersihkan. Sebab tidak mungkin hidup
- ini tanpa debu. Gak mungkin manusia
- tanpa dosa. Gak mungkin manusia hatinya
- putih.
- Ada saja noda, ada saja debu, ada saja
- kekeliruan, kesalahan. Tapi orang
- beriman ini selalu hatinya ada kepekaan.
- Kalau salah dia segera bertobat. Dan
- kesalahan itu tidak disengaja karena
- kelemahan dia sebagai manusia. Oleh
- karenanya, karena selalu dibersihkan
- baru ada debu sedikit dibersihkan,
- dibersihkan, dibersihkan. Hatinya
- jernih, dia mampu menangkap cahaya
- dengan sempurna dan mampu memantulkannya
- juga dengan sempurna. Ni hati orang
- beriman yang ada kepekaan terhadap
- nilai-nilai kebenaran kesucian Ilahi
- sehingga hidupnya senantiasa
- terjaga. Ini hati orang beriman. Yang
- kedua, hati orang-orang yang banyak dosa
- dan maksiat itu digambarkan seperti hati
- yang berdebu, tidak pernah
- dibersihkan. Dia gak mampu menangkap
- cahaya,
- remeng-remeng, kabur, dan juga tidak
- mampu memantulkan cahaya. Coba kita
- bercermin di cermin yang kotor. Ini kok
- saya orang gandeng-gandeng begini kok
- jadi jelek begini. Atau sebaliknya
- sebenarnya dia jelek karena cerminnya
- itu burem ya kelihatan kok ganteng amat
- saya padahal jelek. Jadi enggak jelas
- gak mampu menangkap cahaya kebenaran itu
- karena noda dan
- dosa-dosanya. Ini hati yang banyak dosa
- dan maksiat. Karena setiap berbuat dosa
- dan maksiat memberikan noda nokta hitam
- pada hatinya. Dan yang ketiga, hati
- orang kafir yang gelap gulita seperti
- cermin yang tertutup bayangan. Di balik
- tembok mana bisa kita bercermin, gelap
- selalu. Sekalipun yang bercermin itu
- orang ganteng, orang cantik, ya tetap
- aja hitam, kelam. Nah, inilah hati orang
- kafir. Nah, oleh karenanya menjernihkan
- hati seperti ini menjadi kewajiban kita.
- Dua panutannya yaitu qala Allah dan qala
- Rasul.
- Firman Allah dan hadis Nabi. Ini yang
- diwasiatkan Rasul. Aku tinggalkan dua
- perkara. Kau tidak akan sat
- selama-lamanya selama kau berpegang
- teguh kepada keduanya. Ini yang jadi
- cermin. Ya, kalau ulama betul kita bisa
- mengikuti ulama tapi kan ulama
- kadang-kadang juga manusia. Heeh. Jadi
- bukan manusianya yang dilihat
- kebenarannya yang lahir dari ulama itu.
- Kebenaran itu dari mana? Standarnya
- adalah Al-Qur'an dan sunah Nabi.
- Siapapun dia kalau sejalan sesuai dengan
- Quran dan sunah itu benar. Walaupun
- muncul dari anak gembala. Tapi kalaupun
- muncul dari seorang yang sorbannya besar
- tapi ternyata bertentangan dengan
- Al-Qur'an dan sunah Nabi, maka gak gak
- boleh kita ikuti. Jadi jelas yang jadi
- pegangan adalah kebenaran itu sendiri.
- Kebenaran itu adalah Al-Qur'an dan
- sunah.
- Wallahuam biswab.
- Insyaallah hari ini tampaknya banyak
- yang bertanya soal em terkait dengan
- kejauhan mengenal Allah nih, Ustaz. Ada
- penyakit yang sangat ditakuti karena
- meski umat Islam jumlahnya banyak, tidak
- ubahnya seperti buih di lautan. Heeh.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pernah dibujuk oleh kaum Quraisy,
- diangkat jadi raja, dijadikan orang
- terkaya di Mekah, atau dicarikan wanita
- cantik semau-maunya,
- sebanyak-banyaknya. Bahkan ketika sakit
- gila pun juga akan dicarikan dukun yang
- paling sakti. Tetapi Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dengan tegas
- menolak. Jika mereka letakkan matahari
- di tangan kananku dan bulan di tangan
- kiriku, aku tidak akan berhenti
- berdakwah. hingga Islam tegak atau aku
- hancur karenanya. Tekad ini, Ustaz,
- sekarang ada di mana? Bagaimana kalau
- kita bandingkan dengan sekarang ini yang
- tidak sesuai lagi dengan apa yang
- dicontohkan Rasulullah? Mohon
- pencerahannya. Iya. Dunia boleh
- bolak-balik, dunia boleh
- berubah, orang boleh ini, boleh itu
- segala macam. Karena Allah sering
- memberikan kebebasan silakan, tapi
- kebenaran tetap benar.
- Panduan contoh panutan kita adalah
- Rasulullah. Laqod kana lakum fi
- rasulillah uswatun hasanah. Sungguh ada
- pada diri Rasulullah adalah contoh
- keteladan yang paling baik. Jadi kita
- ngikut contoh Rasul aja jangan bingung.
- Kalau bingung di zaman edan seperti ini
- apa yang kata Ronggo Warsita amenangi
- zaman edan melu edan ora taan, ora edan
- ora kumanan ora keduman. Jadi serba ewuh
- kita. Jadi kalau mau ikut-ikutan orang
- yang gak benar ya repot kita nanti kita
- sendiri
- hancur. Kalau enggak ikut nanti kita
- rugi. Betul secara fisik mungkin. Tapi
- bejo-bejone wong kang eling eh
- bejo-bejone wong kang lali isih bejo
- wong kang eling lan waspada. Jadi
- bagaimanapun tetap yang beruntung itu
- adalah orang-orang yang masih ingat
- kepada Allah dan tetap waspada. Itulah
- sebenarnya terjemahan dari surat wal
- asri. asri inal insana lafi khusrin
- illalladina amanu wailusi shihati wataw
- bilhaq wat b jadi kita tetap berpegang
- teguh pada agama oleh karenanya agama
- itu jangan terjebak semata-mata hanya
- ritual tanpa
- makna agama itu adalah aplikasi dalam
- kehidupan dua dimensi secara vertikal
- hubungan kita kepada Allah itu benar
- kita meyakini tidak ada Tuhan selain
- Allah kemudian kita beribadah berbakti
- kepadanya nya memohon kepadanya,
- bergantung kepadanya, meminta kepadanya.
- Hidup ini menghabdi kepadanya. Yang
- kedua, berbuat baik kepada sesama. Nilai
- kita itu tergantung bagaimana baik atau
- tidaknya kita terhadap sesama.
- Insyaallah selamat kita dunia akhirat.
- Wallahuam. Insyaallah. Yang terakhir ini
- dari Bapak Toto di Pondok Gede ya, Pak
- Ustaz. Nuwun sewu. Ini zaman edan yang
- sedang berlangsung. Agama mau masuk dari
- mana?
- Mudah-mudahan kita semua mendapatkan
- pelajaran ya, Ustaz. Mudah-mudahan sehat
- terus. Tolong dijawab, Ustaz. Masuk dari
- manakah gerangan agama?
- Ya, agama tetap dia sebagai apa ya?
- Mercu suar
- ibarat lalu lintas di kapal. He ikuti
- itu mercuar. Jangan ditabrak. Kalau ada
- mercuar berarti oh di situ ada
- ada karang. Batu karang. Kapal enggak
- boleh lewat situ. Ada
- aturannya. Kalau kita lalu lintas ramai
- banyak orang ya. Ada yang ugal-ugalan,
- ada ngedan-ngedanan ya kita ikuti
- rambu-rambu lalu lintas. Kalau hijau ya
- jalan, kalau kuning hati-hati, kalau
- merah berhenti. Ini prapatan ini jalur.
- Aturan-aturan itu sebenarnya itu dibuat
- manusia supaya kita selamat. Allah sudah
- menurunkan aturan yang jelas. Al-Qur'an
- lengkap dan sempurna.
- Kemudian diutusnya Nabi manusia pilihan
- terbaik 23 tahun
- mempraktikkan mana yang mana yang benar
- mana yang salah mana jalan yang harus
- ditempuh mana yang ini perboden. Nah
- kita tinggal
- ngikuti. Maka siapa yang taat pada Allah
- taat pada Rasul itulah dia akan mendapat
- keberuntungan. Jadi jelas enggak usah
- enggak usah bingung yang edan biar edan
- silakan tapi kita tetap berjalan di atas
- jalan kebenaran. Ibarat orang lalu
- lintas, kita tetap dalam koridor yang
- benar mengikuti alur lalu lintas yang
- benar. Insyaallah dengan Al-Qur'an dan
- sunah, dengan Islam akan membawa kepada
- keselamatan dunia akhirat. Jadi enggak
- usah bingung dibuat macam-macam silakan
- karena memang dunia ini pilihan. Silakan
- mau milih yang edan silakan. Yang
- sableng ya silakan sableng. Yang mabuk
- silakan mabuk. Kita jangan ikut-ikut
- edan. Sing waras ngalah artinya sing
- edan-edanan ya silakan. Kita tetap di
- atas jalur kebenaran. Kebenaran agama,
- kebenaran kehidupan adalah Al-Qur'an dan
- sunah. Demikian barangkali mungkin ada
- yang harus ditambahkan sebelum kita
- berpikir karena waktu juga yang tidak
- memungkinkan lagi. Insyaallah
- mudah-mudahan lain waktu kita bisa
- berjumpa masih diberikan kesempatan
- insyaallah. Jadi dengan demikian maka
- kesimpulannya adalah bagaimanapun hidup
- kita silakan malang bintang sampai di
- mana bahkan dunia sudah diserahkan
- kepada kita tapi ingat tetap patokannya
- adalah iman kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau ini sampai dilupakan maka
- berarti kita telah mencampakkan diri
- dalam kebinasaan dirinya sendiri. Maka
- jangan salahkan siapa-siapa jika nanti
- di akhirat ternyata mendapat rapor jelek
- dengan yang diterima dengan tangan kiri
- itu alamat buruk yang kita perbuat
- sendiri. Jadi jangan salahkan Allah.
- Allah gak adil. Kenapa masuk neraka?
- Loh, sudah dijelentrehkan jelas begini
- hidup. Difasilitasi, dikasih otak, kasih
- hati nurani, turunkan Al-Qur'an, diutus
- Nabi masih merengkel metengkel aja ya
- sudah tanggung sendiri apa yang telah
- diperbuatnya. Mudah-mudahan kita bisa
- selamat dunia dan akhirat. Rabbana atina
- fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah
- waqinaabanar. Walhamdulillahiabbil
- alamin. Wal afuinkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Abul Hidayat terima
- kasih sekali untuk pencerahannya hari
- ini. Dan ikhwan akhwat, mudah-mudahan
- kita mampu tidak menyerahkan kendali
- perasaan kita pada sesuatu di luar diri
- kita sehingga kelak kita layak untuk
- menghuni surganya insyaallah. Billahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]