Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 [Tepuk tangan] 0:09 [Musik] 0:18 [Tepuk tangan] 0:19 [Musik] 0:28 [Tepuk tangan] 0:30 [Musik] 0:46 Asalamualaikum warahmatullahi 0:49 wabarakatuh. 0:50 Bismillahirrahmanirrahim. 0:51 Alhamdulillahiabbil alamin 0:53 arahmanirrahim. Maliki Yaumiddin. Apa 0:56 kabar ikhwan dan akhwat pencinta media 0:58 dan radio silaturahim di mana saja Anda 1:00 berada? Selamat berjumpa kembali di 1:02 acara perlindungan anak. Insyaallah saya 1:05 Nurfitri Tahir, ada Fajar dan juga Anis 1:07 akan menemani Ikhwan dan Akhwat sampai 1:09 dengan pukul 11.30 nanti. Ikhwan dan 1:13 Akhwat, hari ini insyaallah kita akan 1:15 membahas mengenai hak anak penyandang 1:17 disabilitas bersama narasumber kita Pak 1:20 Hamid Pati 5. Asalamualaikum Pak Hamid. 1:22 Waalaikumsalam. Apa kabar hari ini? 1:25 Baik, alhamdulillah. Pak Hamid, 1:26 bagaimana dengan Pak Hamid sendiri? 1:27 Alhamdulillah sehat. Ee biasanya ee kita 1:31 jarang sekali memperhatikan hak anak 1:34 penyandang disabilitas karena dianggap 1:36 ya sudahlah sudah disabilitas ini gitu 1:38 ya, Pak Hamit ya. Tapi insyaallah hari 1:40 ini kita akan ee membahas hak-hak mereka 1:43 karena tidak bisa dihiraukan keberadaan 1:45 mereka, Pak Hamid. Iya, insyaallah. ee 1:48 di kehidupan sehari-hari sebetulnya 1:51 mereka harusnya memiliki hak yang sama 1:54 dengan anak-anak yang biasa. Untuk itu 1:57 hari ini terutama ayahanda dan bunda 2:01 yang diberi kesempatan oleh Allah untuk 2:04 mendampingi anak-anak yang penyandang 2:07 disabilitas untuk perlu mencatatnya. 2:11 Tetapi poin sebetulnya Bunda kepada 2:15 ayahanda dan bunda yang memiliki 2:17 anak-anak yang bukan disabilitas, 2:21 harapannya mereka 2:23 nantinya kalau mendengar ee anaknya di 2:27 rumah di mana mereka memiliki teman yang 2:30 disabilitas, bagaimana respon atau 2:33 tanggapan mereka. 2:35 Dan melalui pertemuan hari ini 2:37 insyaallah banyak hal yang ingin saya 2:39 sampaikan terutama 2:41 terkait banyak peraturan pemerintah 2:44 tetapi pelaksanaannya seperti apa itu 2:47 Bunda? Baik e Ikhwan dan Ahwat untuk 2:49 jelasnya kita akan dengarkan ee 2:51 penjelasan dari Pak Hamid Pati 5. Kami 2:54 mengundang ikhwan dan akhwat untuk 2:55 mengirimkan WhatsApp ke nomor 3:01 0811999720 atau telepon kami nanti di 3:03 sesi tanya jawab. di nomor 3:07 0218451512. Ikhwan dan akhwat dapat 3:09 bertanya mengenai ee hak anak penyandang 3:12 disabilitas atau juga mengenai 3:14 kekhawatiran ee ikhwan dan akhwat yang 3:16 lain mengenai pendidikan anak-anak kita. 3:18 Baik, silakan Pak Hamid. Terima kasih 3:20 Bunda. 3:21 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 3:23 warahmatullahi wabarakatuh. Pendengar 3:25 Radio Rasil dan pemirsa TV Rasil di mana 3:29 saja berada terutama yang ada di Batam. 3:35 Singapura, Johor, 3:38 Palembang, Pontianak, 3:41 Sukabumi, Jabo Tabek, lalu Semarang, 3:45 Banyuwangi, dan Bondowoso. Hari ini 3:48 insyaallah kita berbagi informasi 3:50 terkait dengan bagaimana pemenuhan hak 3:54 anak-anak dengan penyandang 3:57 disabilitas, ayahanda dan bunda di 3:59 rumah. 4:01 Bagi ayahanda 4:03 yang diberi amanah oleh Allah untuk 4:06 mendampingi anak-anak penyandang 4:09 disabilitas, sebetulnya ada hal yang 4:12 sebetulnya ingin dibagi oleh Allah. 4:16 Banyak pelajaran sebetulnya bagi mereka 4:19 yang diberi cahaya, tapi bagi mereka 4:22 yang masih 4:24 perlu mendapat pengetahuan yang banyak. 4:28 Lalu keterampilan dan sikap untuk 4:30 mendampingi mereka ini yang betul-betul 4:34 perlu mendalami hal-hal apa saja yang 4:37 perlu harus diperhatikan oleh ayahanda 4:39 dan bunda. Tapi khususnya bagi ayahanda 4:43 dan bunda yang diberi amanah untuk 4:46 mendampingi anak-anak yang tidak ee 4:51 disabilitas. Ini yang menjadi tantangan 4:54 bagaimana memberikan keleluasaan bagi 4:57 anak-anak mereka untuk memberikan 5:00 kesempatan kepada mereka untuk ee 5:03 mengenal, bermain, lalu saling berbagi 5:06 dengan anak-anak penyandang disabilitas. 5:09 Kalau ini kita lakukan saja dari Allah, 5:12 dari awal insyaallah ee kehidupan di 5:16 masyarakat itu menjadi ee begitu sangat 5:19 ideal. 5:21 Tetapi untuk mencapai ke sana memang 5:25 banyak tantangan. Tantangan yang 5:28 dihadapi oleh ayahanda dan bunda yang 5:31 memiliki anak penyandang disabilitas 5:32 memang sangat besar. Ada banyak 5:36 ketakutan. Ketakutan. Lalu yang paling 5:39 ee sering dirasakan oleh mereka itu ada 5:43 rasa 5:45 ee malu yang 5:48 atau percaya diri yang sangat rendah. 5:51 Iya. Dan ini bukan hanya persoalan yang 5:55 dihadapi oleh ayahanda di rumah, tetapi 5:59 juga menjadi ee tantangan yang dihadapi 6:02 oleh dari 6:04 komunitas, 6:06 lalu ee pemerintah daerah, pemerintah 6:09 nasional atau pusat dan juga menjadi ee 6:13 fokus perhatian dari e dunia 6:16 internasional sampai 6:18 Bunda ee Pada tahun 2011 itu seluruh 6:27 kepala negara berkumpul di New York dan 6:30 otomatis diwakili oleh menteri-menteri 6:33 yang menangani langsung anak-anak yang 6:36 penyandang disabilitas ini berkumpul di 6:39 sana. Mereka 6:41 bersepakat untuk menyepakati sebuah 6:44 konvensi hak-hak penyandang disabilitas. 6:48 konvensi ini. Kemudian 6:51 sebetulnya ini sangat 6:54 ee erat kaitannya dengan konvensi hak 6:58 anak. Jadi kalau di konvensi hak anak 7:00 yang sering kita bicarakan 7:03 di pertemuan beberapa waktu yang lalu 7:06 yaitu ada di pasal 23 konvensi anak. 7:11 di kalau di konvensi anak poin penting 7:16 adalah bagaimana kita terhindar 7:19 melahirkan anak-anak penyandang 7:22 disabilitas. Mengapa pasal itu kemudian 7:25 oleh komite H anak PBB masuk ke kluster 7:30 ee kesehatan dasar dan kesejahteraan 7:33 prevention ya? Iya. Lebih ke pencegahan. 7:36 Ya, kalau sejak dari 7:39 dini 7:41 ee sepasang remaja itu sudah 7:44 dipersiapkan untuk melahirkan anak-anak 7:48 yang 7:49 berkualitas, itu otomatis 7:51 program-programnya nanti akan lebih ke 7:54 mempersiapkan mereka agar ee 7:57 remaja-remaja itu terhindar dari 7:59 perbuatan-perbuatan yang tidak 8:02 di inginkan oleh masyarakat ataupun 8:06 perbuatan-perbuatan yang bertentangan 8:08 dengan norma-norma agama maupun norma 8:11 masyarakat. Untuk 8:13 itu ee di pasal 23 itu kuncinya 8:17 bagaimana ee kita 8:20 mempersiapkan seorang remaja pria maupun 8:23 remaja putri untuk menjadi calon ayah, 8:26 calon ibu ee di kemudian hari. Dan 8:30 harapannya sejak remaja itu mereka sudah 8:33 mulai diberi pengetahuan, keterampilan, 8:37 dan sikap menjadi calon orang tua. Kalau 8:40 sejak dari remaja mereka sudah mendapat 8:44 pengetahuan tentang itu, akhirnya di 8:46 kemudian hari mereka akan menjadi ee 8:50 individu-individu yang berkualitas, 8:52 terutama menjadi calon ayah atau calon 8:55 ibu atau kemudian mereka berubah status 8:58 menjadi ayah dan ibu, mereka sudah 9:01 memiliki pengetahuan yang banyak. Ee 9:03 terut termasuk di dalamnya menjaga 9:05 kesehatan badan mereka ya, Pak. Karena 9:08 stigma yang ada sekarang ini kan 9:09 misalnya alasan laki-laki yang merokok 9:12 toh saya tidak mengandung dan 9:13 melahirkan. Dan itu yang kemudian para 9:17 ahli terus-menerus untuk menyangkal itu 9:20 ya. Iya. Lalu mengkampanyekan untuk 9:23 jangan sampai ee sejak dari anak atau 9:27 remaja mereka ee mendekati ee 9:30 barang-barang yang berbahaya atau yang 9:32 mengganggu kesehatan. sampai ada salah 9:34 satu hal yang perlu ditekankan kalau 9:37 anak remaja putri itu kalau bisa jangan 9:40 ikut diet karena akan mempengaruhi 9:44 reproduksi atau zat besi mereka pada 9:46 saat nanti kalau mereka mengandung atau 9:49 pada saat haid saja kalau mereka tidak 9:53 memiliki kualitas darah yang banyak akan 9:55 mengalami pusing atau apa. itu yang 9:59 kalau kita berbicara di konvensi hak ana 10:02 itu ada di pasal 23 tapi lebih 10:04 dikhususkan di konvensi hak anak 10:07 penyandang disabilitas ini. banyak hal 10:11 dan ini Bunda ee 10:15 Indonesia pemerintah melalui ee Presiden 10:19 dan DPR itu menyepakati konvensi ini 10:24 dengan meratifikasi melalui 10:27 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011. Apa 10:32 saja 10:33 yang perlu diketahui oleh ayahanda dan 10:37 bunda di rumah terkait dengan bagaimana 10:40 kita memperlakukan anak-anak penyandang 10:42 disabilitas ini? 10:44 Kalau ayahanda dan bunda sejak dari 10:49 institusi ee keluarga sudah 10:53 memperhatikan ee kebutuhan anak-anak, 10:56 insyaallah pada saat mereka diberi 10:59 amanah untuk memimpin sebuah institusi 11:02 terutama di bagian 11:04 perencanaan, lalu pelaksanaan teknis, 11:07 lalu di pengawasan itu mereka akan 11:10 selalu ee peduli dan ee ee otomatis 11:15 segala sesuatu yang mereka akan rancang, 11:20 akan mereka laksanakan atau mereka 11:22 awasi, selalu ada ee pertanyaan yang 11:26 mereka jawab. Karena berangkat dari 11:28 pengetahuan mereka menjadi ayah dan ibu 11:31 di rumah, yaitu selalu memperhatikan 11:33 kepentingan 11:35 terbaik untuk anak, termasuk di dalamnya 11:38 adalah anak penyandang disabilitas. 11:42 Untuk 11:43 itu ee negara sudah banyak undang-undang 11:46 yang dibuat Bunda. Dari undang-undang 11:49 kesejahteraan anak, lalu Undang-Undang 11:52 Hak Asasi Manusia, Undang-Undang 11:54 Perlindungan Anak, Undang-Undang Tentang 11:58 Bangunan, Undang-Undang Terkait dengan 12:01 kereta api itu. Lalu Undang-Undang 12:05 tentang jalan raya. Lalu terakhir ini 12:07 Bunda, melalui Undang-Undang Nomor 19 12:10 Tahun 2011. Lalu dengan adanya 12:15 undang-undang kita yang tidak ee ramah 12:19 terhadap penyandang disabilitas, 12:21 akhirnya dirubah menjadi Undang-Undang 12:23 Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang 12:27 disabilitas. 12:29 Nah, apa saja sebetulnya ee yang 12:33 diinginkan oleh konvensi penyandang 12:37 disabilitas ini terutama kepada ayahanda 12:39 dan bunda di rumah? Pertama adalah 12:42 bagaimana kita 12:44 memastikan anak-anak yang di 12:49 atau mendapat status sebagai penyandang 12:52 disabilitas ini 12:54 dimajukan mengalami pemajuan 12:57 kehidupannya. 12:58 Tapi yang paling penting mereka itu 13:01 terlindungi. Tetapi yang paling akhir 13:04 itu adalah menjamin kesamaan hak dan 13:07 kebasan dasar sebagai ee manusia yang 13:12 dalam hal ini sebagai penyandang 13:14 disabilitas. Lalu yang paling penting 13:17 juga 13:18 ini hak dasar ee manusia itu adalah 13:24 mendapatkan 13:26 penghormatan mereka. 13:29 ee memang pada saat 13:31 ini hanya beberapa bagian tubuh mereka 13:35 yang tidak ee berfungsi atau mengalami 13:39 ee keterbatasan atau mengalami gangguan 13:41 di dalam pertumbuhan atau perkembangan. 13:44 Tetapi sebagai manusia itu mereka harus 13:49 dihormati, 13:50 dihargai. Bagi siapa yang menghargai ee 13:55 mereka atau anak-anak penyandang 13:57 disabilitas, insyaallah akan mudah 14:02 ee men jalin komunikasi dengan anak-anak 14:06 disabilitas atau penyandang disabilitas 14:09 di manapun. Dan pada saat mereka 14:12 diamanahi oleh Allah menduduki sebuah 14:16 posisi, insyaallah mereka akan selalu 14:19 ingat 14:21 bahwa 14:23 fasilitas atau tempat-tempat yang di 14:25 mana mereka ee berdiam atau 14:30 kebijakan-kebijakan yang mereka susun 14:33 atau program-program yang mereka buat 14:35 itu harus selalu menghargai, menghormati 14:38 penyandang disabil. abilitas. Nah, 14:41 bagaimana individu-individu 14:44 atau orang-orang yang memiliki posisi 14:47 seperti itu 14:49 kalau dia berstatus sebagai ayahanda di 14:53 rumah atau sebagai bunda di rumah tidak 14:56 memiliki pengetahuan yang banyak lalu 15:00 keterampilan dan sikap untuk ee 15:03 meninggikan martabat anak-anak 15:05 penyandang disabilitas. 15:08 Lalu Bunda Fitri, apa sebetulnya 15:11 prinsip-prinsip yang ditekankan di 15:14 konvensi penyandang disabilitas itu? Itu 15:17 ada di pas di Undang-Undang Nomor ee 19 15:22 tahun 2011 itu dirinci. Pertama adalah 15:26 prinsip yang harus diperhatikan oleh 15:29 ayahanda dan bunda, terutama yang 15:31 diamanahi atau ee mendampingi anak-anak 15:35 penyandang disabilitas di rumah, yaitu 15:39 penghormatan terhadap martabat yang 15:41 melekat pada diri anak itu 15:45 sendiri. Itu yang perlu ditekankan. 15:50 lalu memastikan anak-anak itu bagaimana 15:54 dia 15:56 mandiri. Ah, agar dia menjadi individu 15:59 yang mandiri, proses habilitasi yang 16:03 paling utama, Bunda. Bukan rehabilit 16:06 rehabilitasi tapi habilitasi. Bedanya 16:09 apa tuh, Pak? Bedanya itu adalah si anak 16:12 yang misalnya dia tidak mampu memegang 16:15 sendok itu terus 16:18 dipaksa di di didorong sampai akhirnya 16:23 dia mampu menggunakan alat makan. 16:26 contohnya sendok atau kalau si anak itu 16:31 supaya mandiri dia mampu membersihkan 16:33 diri dia. Jadi dia harus di dilatih 16:37 terus-menerus bukan di pembiasaan 16:39 membiasa membiasakannya. Jadi itu 16:43 menjadi hal yang menarik 16:45 dan pengetahuan dan khususnya 16:49 keterampilan itu hanya dimiliki oleh 16:51 orang-orang tertentu. Dan sekarang ini 16:54 melalui media ini 16:57 terutama ayahanda dan bunda yang diberi 17:02 kesempatan memiliki pengetahuan tentang 17:05 terapis untuk mendampingi anak-anak ee 17:09 disabilitas atau orang-orang penyandang 17:12 disabilitas. Bagi dong ilmunya itu 17:14 kepada ayah Anda dan bunda di rumah. 17:17 Kalau bisa ada satu kesempatan 17:20 di masjid atau ada pertemuan RT RW, ada 17:25 satu sesi itu khusus untuk berbagi 17:27 pengetahuan. 17:29 Dan 17:31 kalau setiap individu sudah mendapat 17:34 pengetahuan tentang bagaimana mereka 17:37 bersikap, lalu bagaimana mereka membantu 17:41 ee penyandang disabilitas, itu 17:43 insyaallah akan ee muncul empati yang 17:49 sangat tinggi. Ya, menarik nih tadi ee 17:51 Pak Hamid membahas tentang habilitasi. 17:53 Jadi, kita jangan bersikap kasihan 17:56 kasihan gitu ya, Pak ya. tapi justru 17:58 bagaimana ee memastikan ee anak-anak ini 18:02 menjadi ee individu yang otonom, menjadi 18:07 mandiri dan kalau mereka sudah memang 18:12 itu butuh waktu dan harus berproses 18:15 sampai misalnya dari hanya mengangkat 18:18 memegang sendok saja mereka oh gemetaran 18:22 sampai ke mulut itu butuh waktu dan 18:27 Bunda Bunda 18:28 ee kalau sampai 18:32 mereka melakukan apa yang diperintahkan 18:35 oleh instruktur atau oleh terapis itu 18:38 mereka sangat gembiranya dan sangat 18:41 senang. Prestasi bagi mereka ya, Pak. 18:42 frustrasi dan apalagi kalau ayahnya dan 18:47 bunda dan ee saudara-saudara yang ada di 18:51 sekitar ee anak-anak itu lalu 18:55 menyemangati dan memberikan bintang ke 18:58 anak ini, insyaallah dia akan lebih ee 19:01 percaya diri dan itu harapannya 19:03 sebetulnya ee 19:05 melalui pendampingan, pembimbingan orang 19:08 tua yang ee 19:11 ee memiliki anak penyandang disabilitas 19:14 ini menjadi poin penting. Baik. 19:18 Kebutuhan kedua selain tadi guru terapis 19:22 adalah orang tua yang memiliki anak-anak 19:25 penyandang disabilitas untuk berbagi 19:28 pengalaman terutama 19:30 kepada mungkin hari ini ayahanda-ayah 19:35 Anda atau bunda-bunda yang ee tidak 19:38 memiliki anak penyandang disabilitas. 19:42 ee tapi kan waktu akan 19:46 berproses mereka 19:48 misalnya menjadi 19:50 guru lalu menjadi dokter atau pelayan di 19:55 puskesmas atau di tempat umum kalau 19:59 mereka sudah mendapat pengetahuan dan 20:02 keterampilan dari orang yang 20:05 berpengetahuan, itu akan lebih ee mudah 20:08 lagi. 20:10 ini butuh juga ee bagaimana kita harus 20:13 terus mendorong Bunda ee agar setiap 20:17 individu individu itu ambil bagian. 20:21 Tapi internasional melalui konvensi 20:25 penyandang disabilitas dan kita sudah 20:28 undangkan melalui Undang-Undang 19 2011 20:32 ini kalau bisa terus-menerus kita ee 20:35 diseminasikan salah satunya melalui 20:38 pertemuan hari ini, Bunda. Baik, itu 20:40 prinsip yang pertama. Prinsip yang kedua 20:42 adalah non diskriminasi. 20:46 Non diskriminasi ini. Ini yang kita 20:48 selalu 20:50 ee sampaikan sampai Allah melalui surah 20:56 Abbasah ayat 1 sampai 5 itu sudah 21:00 menuntun kita untuk mengambil iktibar. 21:03 Apa sebetulnya di surat Abasa? 21:06 Sebetulnya ee pejuang ee ee hak asasi 21:11 manusia salah satu untuk memperjuangkan 21:13 ee nondiskriminasi sebetulnya ee umat 21:16 Islam. Untuk itu, bagaimana kita 21:21 memastikan nondiskriminasi itu 21:23 sebetulnya yang sederhananya itu di ee 21:28 cirikan dengan desain rumah kita. 21:33 Kalau rumah kita sudah landai, sudah 21:36 bisa atau mampu untuk ee kalau ada 21:39 tangga tapi ada iya kursi roda bisa ee 21:44 menyesuaikan. 21:46 Lalu di mana lagi? Di ruang atau 21:50 pokoknya fasilitas rumah yang kita 21:53 siapkan itu benar-benar memperhatikan ee 21:55 kebutuhan mereka. Kalau sekarang ee 21:59 sebagian besar hotel, mall 22:03 yang lalu transportasi umum itu sudah 22:07 mulai memperhatikan itu, Bunda. Ini 22:09 sebetulnya ee sudah mulai. Tapi kalau 22:13 itu pengetahuan keterampilan itu sudah 22:17 tertancap di rumah, insyaallah ee tidak 22:21 lagi menjadi hambatan dan tentangan bagi 22:24 mereka-mereka nanti. 22:27 ee selalu saya ingatkan menempati posisi 22:31 di ee pemerintah atau di swasta pada 22:35 saat mereka akan ee menyetujui atau 22:38 menyepakati sebuah rancangan ee 22:41 rancangan bangunan itu otomatis harus 22:44 punya prinsip ee universal desain. Jadi 22:50 sudah ada di sana unsur untuk 22:53 memperhatikan ee kebutuhan anak-anak 22:56 penyandang disabilitas. Seperti saat 22:59 sekarang, Bunda, ee dengan adanya audit 23:03 ruang bermain ramah anak, salah satu 23:06 pertanyaan penting itu bagaimana ruang 23:09 bermain ramah anak itu sudah 23:12 memfasilitasi ee anak-anak penyandang 23:15 disabilitas 23:16 agar tidak muncul sebuah ee anggapan 23:21 bahwa kok seharusnya untuk anak-anak, 23:25 tetapi masih diskriminasi 23:27 dengan tidak menyediakan fasilitas untuk 23:30 penyandang disabilitas. Itu prinsip. 23:33 Lalu yang 23:35 ketiga ini prinsip paling penting juga 23:38 adalah partisipasi penuh 23:41 dan secara efektif untuk mengikut 23:45 sertakan ee mereka di dalam proses. Nah, 23:49 terutama di rumah nih. Kalau di rumah 23:53 sudah terbiasa 23:55 selalu ee tolong pikirkan apa 23:58 [Musik] 24:00 pendapatmu. Meskipun anak itu tidak 24:02 memiliki kemampuan untuk berbicara, 24:04 tetapi dia bisa menggambar atau dia 24:09 mampu menggunakan bahasa isyarat untuk 24:12 menyampaikan. Selalu tuh awal-awal 24:15 selalu harus. Karena bagaimana kita 24:18 memastikan untuk melakukan proses 24:22 habilitasi kalau kita tidak mengekplore 24:26 atau ee bertanya kepada dia untuk 24:30 meminta apa sebetulnya yang diinginkan 24:35 dan yang diharapkan oleh anak itu. Kalau 24:39 proses dengan anak-anak yang tidak 24:42 penyandang disabilitas saja, kita harus 24:43 bertanya apalagi dengan mereka ini. Nah, 24:46 ini terutama yang ditujukan kepada Bunda 24:51 dan ayahanda di rumah. 24:54 Bagaimana kita 24:55 harus melatih ee anak-anak kita yang 25:00 penyandang disabilitas ini. 25:03 Dia menyampaikan apa yang ia 25:07 pikirkan melalui ee pendapat-pendapat 25:09 dia. Dan ini bisa juga diekspresikan 25:13 dalam bentuk apapun yang itu minimal 25:17 seperti dulu 25:19 waktu saya melakukan ee kajian bagaimana 25:23 mempersiapkan sebuah kota yang ramah 25:26 anak itu bertanya kepada anak. Ada 25:30 beberapa anak yang tidak mampu ee 25:33 mengekspresikan pendapat dia melalui ee 25:37 suara atau kata-kata. Tetapi itu bisa 25:40 dalam bentuk tulisan atau dalam bentuk 25:43 gambar. Dan salah satu yang masih selalu 25:46 saya ingat itu, Bunda, ada satu anak 25:49 yang menggambarkan bagaimana pada saat 25:52 dia mau menyeberang sebuah jalan, dia 25:55 menggambar sebuah mobil sedan dan itu di 25:59 garis di belakang roda itu ada garis 26:03 hitam yang seperti ular. Saya tanyakan 26:06 itu apa maksudnya? 26:08 Ternyata dia bercerita dulu waktu dia 26:12 menyeberang itu ada mobil yang kecepatan 26:15 tinggi dan mengerem mendadak dan itu 26:19 yang membuat dia agak trauma dan sangat 26:23 hati-hati selalu kalau mau menyeberang. 26:26 Ah, begitu juga dengan anak-anak yang 26:28 penyandang disabilitas. Ini juga perlu 26:30 kita ee biasakan untuk ee berbicara. Dan 26:35 ini juga 26:36 sebetulnya apa yang dilakukan oleh 26:40 Montesori dalam dia mendampingi 26:43 anak-anak yang berkebutuhan khusus itu 26:46 selalu dia menganggap bahwa setiap anak 26:49 itu memiliki kekhususan. 26:53 baik itu anak penyandang disabilitas 26:55 maupun anak yang tidak penyandang 26:57 disabilitas. sebetulnya dia punya 26:59 kekhususan dan di Indonesia sebetulnya 27:02 pada tahun-tahun awal ee kemerdekaan 27:07 kita ya belum 27:09 kemia Hajar Dewantara itu tahun 2002 27:13 tahun 27:15 1922 membangun Taman Indri lalu ee apa 27:20 Taman Siswa itu sudah memperhatikan apa 27:22 yang dipikirkan oleh Montessor yang di 27:26 kita lalu apa yang terjadi tuh Pak itu 27:28 hilang karena ee Ki Hajar Dewantara 27:32 hanya diberi kesempatan oleh negara 27:35 untuk memimpin kementerian itu 3 bulan, 27:39 tidak setahun, Bunda. Coba bayang kalau 27:42 ee satu periode suatu periode dan beliau 27:45 berhasil ee menancapkan apa yang beliau 27:49 pikirkan. 27:50 Nah, ada sebetulnya yang beliau pikirkan 27:52 melalui ee taman siswa, tetapi itu hanya 27:56 e beberapa. Saya sering ke Jogja dan ada 28:00 beberapa peserta yang kalau ada 28:02 pertemuan itu ada wakil-wakil dari itu 28:05 berbagi cerita dan ee sangat ee menarik 28:09 kalau itu semua diimplementasikan di 28:11 Indonesia. itu yang prinsip bagaimana ee 28:16 partisipasi anak penyandang disabilitas 28:19 itu perlu ee didengar terutama terkait 28:22 dengan proses habilitasi. Lalu yang 28:25 paling penting ini 28:27 adalah bagaimana kita 28:30 memastikan ee anak-anak ini dia 28:34 mendapatkan ee kesempatan. 28:37 Kesempatan di sini adalah kita 28:40 memastikan bahwa setiap anak itu sudah 28:45 di beri atau dikeria oleh Allah sebuah 28:50 keistimewaan dan keistimewaan itu yang 28:53 kemudian termuncul melalui ee berbagai 28:57 eksplorasi dia. Sebetulnya setiap kita 29:01 itu sudah diberi oleh Allah potensi yang 29:04 sama. 29:05 tinggal 29:07 bagaimana mengasa potensi ini itu secara 29:11 optimal itu melalui bagaimana pembacaan 29:15 bakat dan minat dari si anak itu 29:17 sendiri. E anak-anak yang penyandang 29:20 disabilitas mereka memiliki ee hal yang 29:25 sama seperti anak yang biasa. Tapi kalau 29:28 ini membaca dengan ee cerdas sejak dari 29:31 awal dan ini adalah sebetulnya tugas 29:34 ayahanda dan bunda. Kalau sudah terbaca 29:38 ini yang kemudian menjadi tantangan dan 29:40 peluang. Harus ada batas umur enggak 29:43 sih, Pak? Harusnya potensi anak ini 29:44 sudah terbaca ketika mereka berusia 29:46 berapa atau sebenarnya enggak juga? 29:49 Sebetulnya 29:50 dari si anak 29:53 itu sudah bisa berbicara atau melakukan 29:56 gerak atau apa sebetulnya bisa kebaca 29:59 tapi mungkin makin mengkristal makin ya. 30:02 Iya. Kadang yang tidak diikuti itu 30:05 adalah ini yang jadi tantangan dan 30:07 peluangnya adalah Bunda memfasilitasi. 30:11 memfasilitasi di sini adalah seperti 30:14 yang pernah saya ee ceritakan ada teman 30:18 saya anaknya dulunya ee lahir di 30:21 Indonesia terus dibawa ke Australia 30:24 karena dia mengikuti studi di sana. Tapi 30:26 studinya kan ee masih di level S2 30:30 akhirnya batas waktunya akan terbatas. 30:33 ee waktu dia di sana anak ini mendapat 30:37 fasilitas apa yang dia inginkan 30:40 eksplorasilah sampai terbaca anak ini 30:43 memiliki minat di bidang 30:45 ee game ee untuk apa yang ating gitu ya, 30:50 atletik untuk apa menjadi gimnastik. 30:53 Oke. Akhirnya pada saat dia di Indonesia 30:56 balik, ah itu yang jadi masalah. 30:59 sekolah di mana ada fasilitas itu jauh 31:02 dari rumah dia. Akhirnya saya bilang 31:05 kalau mau menyelamatkan kesempatan emas 31:09 ee yang ada pada diri anak kita, ya kita 31:14 harus memfasilitasi dia. Minimal pindah 31:17 kontrakan atau pindah rumah untuk 31:20 mendekati ee rumah itu. Tapi ini butuh 31:24 tantangan. Makanya jadi tantangan, 31:25 Bunda. Iya. Karena kan apa kalau anaknya 31:28 banyak terus minatnya sekolahnya dijal 31:32 itu tangan sendiri ya. Persoalan tapi 31:33 ada satu anak yang ee anak dia yang 31:37 lebih tua itu dia disekolahkan di 31:39 sekolah alam. W malah justru hampir sama 31:42 dia dapatkan di Australia dan itu dia 31:45 explore dan menarik. Dan yang jadi soal 31:49 yang akhirnya anaknya ini yang satu 31:52 memang ada kendala ayah bundanya juga ee 31:55 bekerja. Jadi harus ada yang harus 31:58 dikorbankan dan ini menjadi menarik. 32:00 Begitu juga dengan ee ayahanda dan bunda 32:04 yang memiliki anak-anak penyandang 32:06 disabilitas. 32:08 Eh, kemarin kita baru dibuka mata kita 32:12 oleh ee melalui ee para games di mana 32:17 anak-anak yang tadinya nih 32:20 dianggap masa bisa mereka bisa main 32:23 bowling, melempar apa memanah terus 32:25 segala. Tapi ternyata ee 32:29 mereka 32:31 memperlihatkan ee bakat-bakat yang ada 32:34 pada diri mereka. Nah, tinggal bagaimana 32:36 nih? Ee sudah ada wadah untuk mereka 32:43 dikompetisikan. Tinggal ee ayahanda dan 32:47 bunda yang mendapat amanah seperti 32:51 anak-anak yang ada di rumah kita, kita 32:54 munculkan mereka ke publik. tidak ada 32:57 yang harus ditutup-tutupi. Kalau bisa 33:00 semua orang yang dijumpai atau kita 33:04 jumpai itu sangat respek terhadap anak 33:09 kita. Tapi itu semua kalau terjadi 33:13 apabila ayahanda dan bunda yang memiliki 33:16 anak penyandang disabilitas itu 33:18 melakukan 33:20 kempin ke mana saja berjumpa. 33:24 seperti ada teman saya di Kementerian ee 33:28 Koordinasi ee 33:31 koordinator ee 33:33 pembangunan ee manusia dan 33:36 kebudayaan itu dia selalu bangga 33:39 bercerita bahwa dia memiliki anak 33:41 penyendang disabilitas sebetulnya untuk 33:44 berbagi pengetahuan dengan peserta lain 33:46 agar memiliki minimal pemahaman lalu 33:51 keterampilan dan sikap yang sama saya 33:54 membayangkan atlet-atlet yang ee ikut 33:56 berkompetisi di para games itu adalah 33:59 akhir cerita dari perjuangan panjang 34:01 bukan hanya ee anak itu, tapi juga 34:04 seluruh keluarganya ya, semua. Dan di 34:06 situ, Bunda, kalau kita telusuri dari 34:11 omanya, kakek neneknya, Paman, Bibi, 34:15 kemudian otomatis ayahandanya, ya, lalu 34:19 guru-gurunya, pelatih 34:21 dan yang mengorganisir kegiatan itu. Dan 34:26 akhirnya pada saat 34:29 mereka 34:32 ee menyembah apa mempersembahkan sebuah 34:36 medali dan lagu Indonesia Raya 34:39 dinyanyikan dan bendera otomatis naik 34:42 itu kemudian terobati itu semua terbalas 34:45 apa yang uh kemarin mereka keringat 34:48 darah air mata semua orang itu. Iya. 34:52 e 34:54 energi yang seperti ini yang 34:56 terus-menerus di 34:59 disebarluaskan dan semoga Allah 35:02 memberikan cahaya kepada kita semua dan 35:06 akhirnya kita akan ee 35:08 mendapatkan atau mampu mendampingi 35:11 anak-anak penyandang disabilitas. Ah, 35:13 lalu 35:15 apa saja yang 35:17 sebetulnya tadi saya sampaikan dengan 35:21 konvensi penyandan disabilitas itu 35:23 diundangkan melalui Undang-Undang Nomor 35:25 ee 19 tahun 2011. 35:28 Nah, ada beberapa peraturan yang 35:32 berubah, terutama peraturan terkait 35:34 dengan undang-undang penyandang ee cacat 35:37 yang kemudian dirubah menjadi 35:40 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang 35:45 penyandang disabilitas. Apa saja 35:47 sebetulnya yang diatur di sana? itu sama 35:50 seperti yang ada di konvensi tadi, 35:54 Bunda, 35:55 asasnya ada yang bagaimana meninggikan 35:58 martabat anak, lalu ee mendengarkan 36:01 suara mereka lalu tidak diskriminasi. 36:04 Tetapi 36:06 yang lebih detail diatur itu terkait 36:09 dengan hak-hak mereka. Hak-hak mereka 36:13 ini pertama otomatis hak hidup. hak 36:17 hidup anak sebagai 36:21 manusia dia 36:23 memiliki hak asasi manusia otomatis dia 36:27 memiliki harkat dan martabat untuk itu 36:29 harus ditinggikan. 36:32 Ee ini sudah disetujui oleh semua 36:36 anggota PBB sebelumnya atau tidak ya, 36:38 Pak ya sebelum diturunkan menjadi 36:40 undang-undang karena ada beberapa negara 36:42 yang misalnya proaborsi. 36:44 Ee saya pernah ee melihat wawancara ee 36:47 mereka bilang, "Ya, kalau misalnya saya 36:48 hamil terus saya dinyatakan anak saya 36:50 akan lahir cacat, ya saya akan buang 36:52 anak itu," gitu. Ah, itu masih di di 36:55 tataran beberapa ee etik aja di diskusi 36:59 etik di teman-teman kedokteran. Baik. 37:02 Tapi sebetulnya ee pada prinsipnya 37:05 seluruh negara sudah ee menerima ee 37:09 konvensi ini, tetapi proses 37:12 ratifikasinya itu yang kalau kita ee 37:16 Indonesia itu waktu itu 37:18 saya ee sepengetahuan saya menteri itu 37:22 pada saat hadir bulan 37:25 Maret 2011 di New York itu langsung 37:28 balik. itu beliau pengaruhi DPR berarti 37:32 otomatis Presiden waktu itu ee Pak SBY 37:38 dan itu tidak butuh 2 tahun tapi 37:42 langsung 2011 ditandatangani lalu 2011 37:46 juga diundangkan keluar baik dikeluar 37:49 tetapi proses ah setelah konvensi ini 37:53 diterima kan salah satu poin yang 37:57 harapannya dengan adanya nya konvensi 37:59 itu adalah adanya ee harmonisasi semua 38:03 kebijakan peraturan perundangan di 38:06 sebuah negara yang telah meratifikasi. 38:09 salah satu yang ee dirubah itu kalau 38:14 dulu kita masih menggunakan istilah 38:16 cacat ee 38:18 sejak ee tahun 2016 melalui 38:22 Undang-Undang Nomor 8 itu istilah itu 38:25 dirubah dan sampai ada definisi ee 38:29 penyandang disabilitas itu sampai ke ee 38:33 kemampuan sensori dulu itu ee masih 38:38 sangat sulit bagi 38:40 aktivis-aktivis ee pendamping anak-anak 38:42 penyandang disabilitas untuk memasukkan 38:44 konsep ee tentang ee refleks refleksi ke 38:49 dalam dokumen-dokumen negara. Tapi itu 38:53 akhirnya dengan undang-undang ini sudah 38:54 ada. Ah, salah satu hal yang terutama di 38:58 pasal 5 itu terkait dengan hak 39:01 hak-hak yang harus dipenuhi 39:04 oleh negara tapi otomatis oleh ayah 39:08 bunda di rumah yaitu menyangkut hak 39:11 hidup. Anak itu tidak boleh 39:16 diplototiototioti, tidak boleh 39:18 mengeluarkan kata-kata yang membuat anak 39:21 terendahkan martabat dia. Anak yang 39:24 tidak disabilitas saja 39:27 disampaikan dan menyakiti hati dia, dia 39:30 akan mundur dan kepercayaan diri dia 39:32 akan ee berkurang. Apalagi anak-anak 39:36 yang mengalami ee keterbatasan di 39:40 beberapa bagian saya. Tapi sebetulnya 39:43 mereka memiliki potensi yang sangat ee 39:46 dahsyat kalau benar-benar kalau dibaca 39:49 itu. Yang pertama. Lalu anak ini bebas 39:53 dari stigma. 39:54 stigma ini ini 39:56 otomatis 39:58 ee salah 40:00 satu hal yang oleh 40:05 UNICEF itu telah mengidentifikasi ada 40:09 sekitar 53 item membuat anak terstigma. 40:14 Salah satu adalah anak-anak penyandang 40:16 disabilitas. Untuk itu, ayahanda dan 40:20 bunda, terutama mereka yang nantinya 40:22 akan menjadi juga 40:24 pejabat atau jadi guru atau memberikan 40:27 pelayanan langsung kepada anak-anak ini 40:30 untuk menghindarkan, mengeluarkan 40:33 kata-kata gerak, lalu mimik atau apa. 40:38 Otomatis ini butuh keterampilan. Dan 40:42 mungkin di sini pentingnya ee fungsi 40:44 sekolah inklusi ya. Iya. untuk 40:46 membiasakan anak-anak untuk ee berteman 40:49 dengan teman-teman yang menyandang 40:51 disabilitas dengan biasa-biasa saja 40:53 gitu. Iya. Dan harapannya seharusnya 40:56 setiap sekolah itu adalah sekolah 40:59 inklusi. Tidak harus butuh guru yang 41:03 berpengetahuan tentang e penyandang 41:05 disabilitas. Tetapi setiap individu 41:09 dengan memiliki pemahaman seperti ini 41:12 dia harusnya ee dia menghindarkan ee 41:17 kalau apa Bunda 41:20 dulu-dulu dari omongan dari apa kasihan 41:24 anak ini ya. Jadi berkata begitu saya 41:27 tidak dibenarkan karena si anak itu dia 41:32 perlu motivasi atau dorongan. Lalu 41:35 otomatis dia 41:38 mengharapkan di setiap tempat yang 41:42 didatangi oleh anak-anak penyandang 41:45 disabilitas itu, itu seperti 41:49 ee mana Bunda? Ada seorang tamu agung 41:54 yang disambut di sebuah pesta. Jadi 41:57 semua orang itu menyambut dengan ee 42:00 riang gembira. Ah, untuk mencapai sampai 42:04 ke posisi seperti 42:06 itu di ee apa memori bahwa sadar manusia 42:13 atau sadar itu kalau bisa terhindar dari 42:17 ee 42:19 stigma merendahkan ee martabat individu 42:23 termasuk di situ adalah martabat anak 42:25 penyandang disabilitas. Kalau itu sudah 42:28 ee tidak ada, wah enak sekali ee dunia 42:32 ini. Dan apapun yang terjadi kita sangat 42:36 damai mencapai ke sana itu butuh 42:39 perjuangan. itu hak-hak ada banyak hak 42:42 dia. Tapi saya mau lebih 42:45 spesifik ee terkait dengan di pasal 5 42:49 itu anak penyandang disabilitasi itu 42:53 memiliki hak 42:55 pertama mendapatkan ee perlindungan 42:59 khusus ee dari diskriminasi. 43:04 Yang pertama 43:05 otomatis 43:07 penelantaran, 43:09 pelecehan, eksploitasi, serta kekerasan 43:13 dan kejahatan seksual. Sekarang apa yang 43:16 saya sampaikan itu banyak kasusnya di 43:19 beberapa daerah. Iya. Ada anak yang 43:23 dieksploitasi karena kecacatan agar 43:26 mendatangkan iba dari orang lain. Ini 43:31 bagaimana kita mengatasi ini? ini butuh 43:34 perhatian kita ee sama-sama ini otomatis 43:37 kita harus bergerak bagaimana memastikan 43:40 anak-anak yang 43:43 hidrospalus yang digelatakan di pinggir 43:46 ee trotoar lalu 43:50 seharusnya ada dinas 43:54 yang ee diberi amanah oleh negara untuk 43:57 menangani itu tidak berbuat apa-apa 44:00 karena mereka tidak mendapat informasi 44:03 dari orang-orang yang melewati tempat 44:07 itu 44:09 atau informasi itu sudah disampaikan 44:12 juga ke dinas karena orang di dinasnya 44:17 juga tidak 44:19 memiliki apa ee kesadaran tinggi terkait 44:23 dengan itu. Karena apa? Karena 44:25 keterbatasan pengetahuan, keterampilan, 44:27 dan sikap. Dan itu akhirnya bisa 44:30 terlihat dari kebijakan dan layanan yang 44:34 mereka buat. Itu ada tuh, Bunda. Ada 44:37 sampai 44:38 yang anak mengalami ee kekerasan 44:42 seksual, h 44:45 terbangun. Kalau anak-anak disabilitas 44:47 itu mereka kalau mengenal lawan jenis 44:51 sangat tinggi itu kemudian dimanfaatkan 44:53 oleh orang-orang. 44:56 ini otomatis kita harus lindungi 44:58 anak-anak itu. Kemudian mendapatkan 45:01 perawatan dan pengasuhan dari ayah dan 45:05 bunda yang 45:07 berpengetahuan. Otomatis ya memiliki ee 45:10 sebagai pendidik pertama dan utama. Yang 45:14 ketiga adalah dilindungi kepentingannya 45:18 dalam pengambilan keputusan. 45:21 tadi yang partisipasi Bunda ini yang ee 45:24 tolong pikirkan apa pendapatmu. Nah, 45:28 anak-anak penyandang disabilitas kalau 45:31 sejak dia di rumah sudah diberi 45:33 kesempatan untuk menyampaikan 45:36 pandangannya, 45:38 kita menggunakan istilah pandangan 45:39 Bunda, itu otomatis suara, tulisan atau 45:43 gambar atau 45:46 ee wajah ee raut wajah dia untuk 45:49 mengekspresikan apa yang ee dia 45:52 inginkan. 45:53 Kemudian perlakuan anak secara manusia 45:56 sesuai dengan martabat dan hak anak. Hak 45:59 anak banyak sekali ini yang juga perlu 46:02 diketahui oleh 46:05 ayahanda dan bunda di rumah. mereka itu 46:08 hak-haknya sudah diatur di konvensi hak 46:11 anak dan sudah diratifikasi oleh 46:13 Indonesia dan sudah 46:17 di atur di dalam Undang-Undang Dasar 46:21 tahun 1945 terutama di pasal 46:25 28B ayat 2 yaitu setiap anak berhak 46:29 hidup tumbuh berkembang, terlindungi 46:32 dari kekerasan dan diskriminasi. 46:36 otomatis anak-anak penyandang 46:38 disabilitas itu sudah masuk ke 46:40 konstitusi ya dan itu kemudian ee setiap 46:45 kebijakan yang ada di negeri ini itu 46:48 sudah mengakomodasi. Tapi yang tinggal 46:51 persoalannya adalah 46:53 implementasinya. Implementasi seperti 46:56 apa wujudnya sekarang? Kalau Bunda ee 47:00 sekarang berjalan-jalan di Jakarta 47:04 Pusat itu trotuarnya sekarang 47:08 luas-luas dan di trotuar itu sudah 47:11 difasilitasi untuk ee mereka sebagai 47:14 penyandang disabilitas. Tapi yang jadi 47:17 soal ada 47:19 individu-individu yang menyalahgunakan 47:22 menyalahgunakan terutama dari proses 47:25 desain. Tapi sekarang ee setiap individu 47:28 dengan adanya ee gadget itu sudah bisa 47:32 memotret lalu melaporkan melaporkan dan 47:36 kita senang ee gubernur kita saat 47:39 sekarang itu sangat respon untuk 47:42 menanggapinya dan itu bisa kita lihat 47:46 dan apalagi sekarang kalau MRT itu jadi 47:51 udah sudah mulai dan sangat ramah 47:55 terhadap peny nyandang disabilitas. 47:57 Tinggal persoalan adalah sekarang 47:59 mereka-mereka yang tidak diberi 48:02 kesempatan oleh Allah mendampingi 48:04 anak-anak penyandang 48:06 disabilitas. Saat sekaranglah kita untuk 48:10 menggali pengetahuan bagaimana kita 48:14 perlu meninggikan martabat anak-anak 48:16 penyandang disabilitas. 48:18 Lalu bagaimana kita harus memiliki 48:20 keterampilan untuk bersikap dengan 48:23 mereka, terutama dari suara, lalu sikap 48:27 apa gerak itu otomatis ee kita anggap 48:32 anak-anak penyandang disabilitas adalah 48:35 tamu istimewa yang datang di rumah kita 48:37 atau di tempat kita sehingga dia merasa 48:40 diterima dan dia merasa dimiliki oleh 48:44 siapapun seperti kejadian waktu beberapa 48:48 bulan yang lalu dengan dinyanyikan 48:51 Indonesia Raya lalu mereka ee 48:55 dikalungkan medali seperti itulah 48:57 harapannya anak-anak kita. Demikian 48:59 Bunda. Baik ee ikhwan dan akhwat, 49:02 demikian tadi penjelasan dari Pak 49:03 Hamitati 5 mengenai hak anak penyandang 49:07 disabilitas. Kami masih mengundang 49:09 ikhwan dan akhwat untuk mengirimkan 49:11 WhatsApp e ke nomor 49:15 0811999720 atau nanti setelah jeda 49:18 nasyid berikut, ikhwan dan akhwat dapat 49:20 menelepon kami di nomor 49:24 0218451512. Kami akan segera kembali. 49:27 [Musik] 49:49 Asalamualaikum warahmatullahi 49:51 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang 49:53 dirahmati Allah. 49:56 Tidak ada yang 49:57 menduga kapan ujung umur tiba. 50:01 Sebetulnya 50:03 sederhana. Pohon itu dikenali karena 50:06 tiga 50:07 hal. 50:09 Daunnya, 50:10 bunganya, atau 50:13 buahnya. Maka dengan tiga hal ini kita 50:17 mengenali itu pohon apa. Sebetulnya 50:19 manusia hampir juga sama. 50:22 Manusia itu dikenali karena 50:24 imannya, karena 50:26 amalnya, karena 50:29 akhlaknya. 50:31 Maka pilihlah tiga hal ini sebagai ciri 50:35 khas kita. Imannya 50:38 tinggi, akhlaknya 50:40 mulia, amalnya luar biasa. Jadi, 50:43 teman-teman ikhwan dan akhwat yang 50:46 dirahmati Allah, para sahabat sekalian, 50:47 pendengar rasil yang saya muliakan. 50:50 Meskipun kecil, maka selalu istikamahlah 50:54 melakukan 50:56 amaliah. Meskipun berat, selalu 50:59 berusahalah memperbaiki 51:02 iman. Dan meskipun susah, selalu 51:05 tunjukkan akhlak yang 51:08 mulia. Maka tanamkan pada diri untuk 51:13 selalu menampakkan wajah yang mulia 51:15 kepada saudara. 51:18 Betapun hati sedang dalam keadaan berat 51:22 cobaannya. Tampakkan wajah yang mulia. 51:25 Karena di situlah ujiannya. 51:28 Mudah-mudahan senyum selalu menghiasi 51:31 wajah kita agar kita mampu melakukan 51:34 kebaikan sekurang-kurangnya menghibur 51:37 hati-hati saudara kita. Wallahuam. Saya 51:40 Herli. Semoga Anda bermanfaat. 51:43 Asalamualaikum warahmatullahi 51:44 wabarakatuh. 51:49 [Musik] 52:03 Khairukum man taalamal Quran waamahu 52:07 rawahul 52:10 Bukhari. Sebaik-baik kalian adalah orang 52:12 yang belajar Al-Qur'an dan 52:14 mengajarkannya. 52:23 Inilah amalan yang bisa membuat seorang 52:26 muslim menjadi yang terbaik di antara 52:29 saudara-saudaranya, yaitu belajar 52:32 Al-Qur'an dan mengajarkan 52:34 Al-Qur'an. Sebab Al-Qur'an adalah sumber 52:37 pertama dan acuan utama dalam ajaran 52:40 Islam. 52:52 [Musik] 53:07 Masih di acara perlindungan anak Ikhwan 53:09 dan Akhwat bersama narasumber kita Pak 53:12 Hamid Pati 5. Kita sudah masuk ke sesi 53:14 tanya jawab. Kami kembali mengundang 53:16 ikhwan dan akhwat untuk mengirimkan 53:18 pertanyaan dalam bentuk WhatsApp ke 53:19 nomor 53:24 0811999720 dan line telepon kami juga 53:26 sudah mulai terbuka di nomor 53:30 0218451512. Baik, Pak Hamid. Saya akan 53:33 bacakan eh WhatsApp dari Ibu Helma. 53:36 Asalamualaikum, Pak Hamid. 53:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:39 wabarakatuh. Mohon maaf, saya Bu Helma 53:42 bukan berlatar belakang pendidikan guru, 53:45 namun saya ingin sekali membantu anak 53:48 yang susah sekali hafal dengan huruf 53:51 baik Latin maupun Arab. Karena saya 53:54 senang berkumpul dengan anak-anak usia 53:56 TK. Mohon solusi, Pak Hamid. Apa 53:59 pendidikan yang harus saya ikuti. Luar 54:01 biasa nih, Pak. Bu Helma. Terima kasih 54:04 Bunda Helma. ini 54:08 menjadi hal yang menarik dan Bunda 54:12 memiliki ketertarikan untuk mendampingi 54:15 anak-anak yang di usia TK dan 54:19 sebetulnya pada usia itu lebih banyak 54:22 kita memperkenalkan melalui bermain 54:25 bukan langsung 54:27 otomatis ee calistung 54:31 ee baca tulis menghitung tapi ee ee 54:36 Bunda kalau 54:38 bisa pengalaman Bunda waktu masih kecil 54:41 itu apa sebetulnya? Itu yang kemudian 54:44 dieksplore dan disesuaikan dengan 54:47 kondisi ee anak-anak kita sekarang ya. 54:51 Kalau sudah memiliki pengetahuan seperti 54:54 itu, tinggal kita 54:56 tambahkan ee apa nih yang perlu 55:01 kita lakukan kepada anak-anak kita. ajak 55:04 mereka untuk ee 55:07 bercerita, mereka berbagi apa sih 55:10 sebetulnya yang mereka inginkan, lalu 55:13 yang mereka harapkan dari Bunda. Dan 55:17 otomatis dari proses itu Bunda memang 55:21 harus 55:23 ee pelan-pelan dan butuh proses. Tidak 55:27 hanya satu kali pertemuan dengan 55:28 anak-anak untuk mendengarkan cerita itu. 55:32 Kalau itu sudah terjadi berarti kan 55:34 sudah mulai ada kesepakatan. 55:36 Kesepakatan-kesepakatan itu yang 55:38 kemudian harus dilaksanakan. Ah untuk 55:40 melaksanakan kesepakatan itu, otomatis 55:43 Bunda tadi memanggil kembali pengalaman 55:46 waktu masih 55:48 kecil lalu dilengkapi dengan membaca. 55:52 carilah bacaan-bacaan 55:55 yang ee memudahkan bagaimana kita ee 56:00 memastikan apa yang kita sampaikan itu 56:02 bisa diikuti oleh 56:04 anak-anak. Otomatis selalu ingat dulu 56:09 waktu Rasulullah diminta oleh malaikat 56:13 Jibril untuk membaca Iqra itu 56:18 prosesnya tidak ada tekanan. 56:22 Tapi justru ada pelukan pelukan. Nah, 56:25 bagaimana kita memastikan itu terjadi? 56:28 Jadi, dan Jibril juga enggak menampakkan 56:30 dirinya dalam wujudnya yang asli ya 56:31 ketika meminta Rasul dan bagaimana itu 56:34 yang sebetulnya yang ideal. Tapi 56:37 belakangan 56:39 kok banyak orang yang mau mengajarkan 56:42 tentang ee kalam ilahi dengan ada rotan. 56:47 Ah, itu sebetulnya tidak ada di ee 56:50 sistem pendidikan kita. Itu sebetulnya 56:52 ada di Amsal ayat 24. Berarti bukan ada 56:57 di kitab suci kita. Ah, tetapi justru ee 57:02 tradisi itu ada di ee masyarakat kita. 57:06 ada yang perlu juga kita sedikit ee 57:10 kritisi dan kita koreksi bahwa yang 57:14 diinginkan bersama anak itu adalah 57:18 memastikan dia merasa dihargai dan dia 57:23 merasa dihormati. Bunda kalau mau 57:27 membantu mereka mengenal ee beberapa 57:31 huruf baik huruf Latin maupun huruf Arab 57:34 itu pada usia TK itu lebih baik melalui 57:39 permainan dan ee hafalan karena melalui 57:44 nyanyi ee dan nada dan lagu itu akan 57:48 mereka ee mengenal. Berarti Bunda 57:51 selanjutnya harus memiliki keterampilan 57:54 menyanyi dan 57:56 mengkreasikan huruf-huruf yang mungkin 57:59 kalau kita pakai huruf yang ee standar 58:04 itu tidak akan menarik dan tidak akan 58:06 selalu mereka ingat. Berarti kita harus 58:08 rubah bentuknya. Tapi intinya nanti ada 58:12 satu rangkaian kalau huruf latin berarti 58:15 ada 58:16 26 huruf. Kalau huruf ee Arab ada 58:21 sekitar 29 atau 30. Nah, itu nanti 58:24 otomatis ee dibuat. Itu mungkin saran 58:27 saya. Tapi yang harus selalu perhatikan, 58:31 jangan pernah ee merendahkan martabat 58:34 mereka 58:36 dan pilih di antara ada teman-temannya 58:41 itu ada yang jadi leader dan melalui 58:45 leader itulah ee berbagi ee kemampuan. 58:49 Demikian, Bunda. Baik, semoga terbantu 58:51 Bu Helma. Eh, mungkin Pak Hamid eh ada 58:54 beberapa keluarga yang saya lihat gitu 58:57 ya. Ee ada satu anak penyandang cacat. 59:00 Oke, orang tuanya ini sudah ee 59:02 sepertinya ee bisa menjadi orang tua 59:04 baik bagi anak penyandang cacat ini. 59:06 Tapi masalahnya akhirnya kok 59:08 saudara-saudaranya banyak yang malah iri 59:11 kepada anak ini gitu. Sudahlah anak ini 59:14 menyandang disabilitas gitu. ee tapi ee 59:17 saudara-saudaranya tidak akur dengan dia 59:19 karena dianggap orang tua mereka terlalu 59:22 mengistimewakan anak ini. Mungkin bisa 59:24 dijawab sekalian sebagai penutupnya. 59:26 Iya, terima kasih Bunda. Menarik 59:28 pertanyaan ini. Ini yang kemudian 59:31 menjadi ee tantangan bagi ayahanda dan 59:34 bunda kalau memiliki anak lebih dari 59:37 satu dan salah satunya adalah anak 59:40 penyandang disabilitas. 59:43 memang bagaimana kita memastikan ee ada 59:47 rasa 59:48 keadilan ee sebetulnya melalui surat 59:51 Yusuf itu anak-anak yang normal semua ya 59:54 iya mengalami masalah dalam proses 59:58 pendampingan ee anak-anaknya itu juga 1:00:02 seorang nabi dan keluarganya ada yang 1:00:05 menjadi nabi juga anaknya ya. Ah, 1:00:07 bagaimana dengan ada anak penyandang 1:00:09 disabilitas? Nah, di sinilah kita perlu 1:00:13 ee 1:00:16 berbagi pengetahuan, keterampilan, dan 1:00:19 sikap. 1:00:20 Kalau kita lihat di gambar-gambar atau 1:00:24 di YouTube ee teman-teman kita di luar 1:00:28 Indonesia ya, terutama yang ada di Eropa 1:00:30 atau di Amerika, malah justru anak-anak 1:00:34 yang penyandang disabilitas ini itu 1:00:37 disuput oleh setiap anggota keluarganya 1:00:40 sampai ke ee tempat-tempat wisata karena 1:00:43 di sana juga tempat wisatanya sudah ee 1:00:46 sangat ramah untuk penyandang 1:00:48 disabilitas. Kapan itu di Indonesia? Ah, 1:00:51 kita bermohon semoga ee dari 1:00:54 keluarga-keluarga yang memiliki ee anak 1:00:58 penyandang disabilitas ini perlu membagi 1:01:02 pengetahuan dan keterampilan dan sikap 1:01:04 kepada ee semua orang. Salah satunya 1:01:07 adalah anggota keluarga. 1:01:09 di anggota di 1:01:12 di salah satu anggota keluarga itu juga 1:01:16 ada kakek, ada nenek dari pihak ibu, 1:01:22 pihak ayah itu juga mereka mungkin yang 1:01:25 masih memiliki pengetahuan yang sangat 1:01:31 ee tertinggal untuk meninggikan martabat 1:01:34 itu masih ada membangun istilah stigma 1:01:38 Ma adalah anak ee 1:01:41 apa? Karena ayahnya mungkin ibunya yang 1:01:45 bermasalah sehingga mendapat kutukan. 1:01:48 Itu sebetulnya tidak ada istilah itu. 1:01:51 Ada mancing atau ada apa ayahnya mancing 1:01:55 gitu ya, Kak. Padahal 1:01:57 ee anak yang mengalami penyimpangan sel 1:02:02 atau bagian tubuh itu pada saat proses 1:02:07 pembuahan awalnya itu oleh Allah sperma 1:02:12 yang berkualitas lah yang terpilih 1:02:15 sampai membuahi. Tinggal yang jadi soal 1:02:19 sejak dari detik pertama kehidupan di 1:02:22 dalam 1:02:23 ee rahim bundanya itu sejak amanah itu 1:02:26 mulai turun gitu. Iya. Lingkungannya 1:02:29 bermasalah. Nah, ini yang pengetahuan 1:02:31 itu yang harusnya kita ee sebarluaskan 1:02:34 dan yang paling banyak memiliki atau 1:02:38 yang berkompetensi untuk menjelaskan itu 1:02:40 adalah teman-teman dari ee berlatar 1:02:42 belakang kedokteran ya. Karena yang ee 1:02:46 ada konsultasi saat pra ee kehamilan 1:02:51 atau pada saat hamil itu sebetulnya 1:02:54 banyak pengetahuan atau keterampilan. 1:02:56 Tetapi kalau mereka membuat 1:02:59 anak tanpa rencana akhirnya bermasalah. 1:03:02 Ah, di sini juga dengan anggota keluarga 1:03:06 ini kita perlu jelaskan secara 1:03:08 jelas-jelasnya. Kalau kita tidak 1:03:10 memiliki kemampuan undang yang memiliki 1:03:14 ee 1:03:16 pendidikan khusus anak penyandang 1:03:18 disabilitas atau sekarang Bunda sudah 1:03:21 banyak komunitas penyandang disabilitas 1:03:24 di Jakarta ada banyak di seluruh 1:03:27 Indonesia. Tinggal bagaimana ee apakah 1:03:31 anggota keluarga kita ini sudah 1:03:32 tergabung tidak dan sekali-sekali 1:03:36 menghadiri ee family 1:03:39 gathering. Ada kakek yang tidak 1:03:42 menghargai cucunya sekali-sekali diajak 1:03:45 untuk hadir di sana sehingga terbangun 1:03:48 sebuah pemahaman. Oh, 1:03:51 ternyata anak atau cucuku ini atau 1:03:54 keponakanku ini dia memiliki ee talenta 1:03:59 yang tidak dimiliki oleh ee orang atau 1:04:02 anak-anak lain. Justru dialah yang 1:04:04 sangat di ee bangga-banggakan. 1:04:07 Dan melalui pertemuan itu ada semacam 1:04:14 terbangun stigma yang dulunya ee 1:04:18 tersusun rapi dan sangat ee mengakar di 1:04:22 pikiran itu sudah mulai terkikis. 1:04:26 Lalu yang paling 1:04:28 penting sudah 1:04:30 ada peninggian ee 1:04:32 martabat dari 1:04:35 tadinya berbicara dengan cucu atau 1:04:38 keponakan karena dia memiliki e 1:04:41 keterbatasan 1:04:42 kita ee sangat berbeda ee sikapnya. Ah 1:04:46 sekarang terbalik. Itu bisa terjadi, 1:04:49 Bunda, 1:04:50 kalau ayahanda dan bunda yang memiliki 1:04:54 ee anak penyandang disabilitas dan 1:04:57 individu-individu yang 1:04:59 memiliki pengetahuan, keterampilan 1:05:02 tentang 1:05:03 ee disabilitas untuk berbagai 1:05:06 pengetahuan. Terutama ada yang arsitek. 1:05:11 Kalau arsitek tidak memiliki ee 1:05:13 pengetahuan tentang penyanian dibilitas, 1:05:15 dia bukan seorang arsitek yang sudah 1:05:18 memiliki pemahaman tentang desain 1:05:20 universal. 1:05:22 Lalu 1:05:24 kemudian 1:05:25 ee 1:05:27 guru, lalu dokter, 1:05:30 teman-teman pekerja sosial, lalu aparat 1:05:33 hukum. Ini semua harus kita paparkan 1:05:36 informasi tentang bagaimana 1:05:38 bersikap terhadap penyandang disabilitas 1:05:41 sehingga 1:05:42 nantinya kita akan memiliki satu 1:05:46 fasilitas 1:05:47 seperti ada beberapa hotel sekarang 1:05:50 Bunda sudah mulai 1:05:53 menyediakan parkir untuk 1:05:56 disabilitas. Kemudian sudah menyediakan 1:05:59 toate untuk e disabilitas. 1:06:03 Padahal jumlah mereka itu tidak terlalu 1:06:07 banyak. Tetapi begitu cara 1:06:11 negara, pemerintah, lalu para aktivis 1:06:15 untuk meninggikan martabat ee penyandang 1:06:18 disabilitas. Kok kenapa kita sebagai 1:06:21 anggota keluarga yang sangat dekat 1:06:23 dengan saudara kita kok kita bersikap 1:06:27 seperti 1:06:28 ee tidak menghargai? apa yang seperti 1:06:32 penghargaan negara kepada mereka. Dan 1:06:35 ini yang terus-menerus Bunda kalau bisa 1:06:37 kita ee diseminasikan ke 1:06:41 semua orang, 1:06:45 terutama orang tua sebagai pendidik 1:06:48 pertama dan utama, kedua keluarga besar, 1:06:51 kemudian Pak RT, Pak RW ini tidak 1:06:54 tertinggal. Lalu yang terakhir adalah 1:06:57 para tokoh budayawan. Dari mereka-mereka 1:07:01 inilah 1:07:02 harapannya nantinya anak-anak penyandang 1:07:05 disabilitas akan dihitung menjadi warga 1:07:10 ee yang ee berkualitas di antara warga 1:07:14 yang lain. Demikian. 1:07:16 Semoga Allah memberikan cahaya kepada 1:07:19 kita dan otomatis kita akan mengikuti 1:07:23 apa yang dilakukan oleh Rasul Lula yang 1:07:27 tergambarkan di surah ee Abbasah ayat 1 1:07:31 sampai 5. Demikian. Asalamualaikum 1:07:34 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:36 wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak 1:07:38 Hamid Fati atas pencerahannya kepada 1:07:40 kita semua dan terima kasih juga kepada 1:07:42 seluruh ikhwan dan akhwat yang telah 1:07:44 mengikuti acara perlindungan anak hari 1:07:46 ini. Semoga banyak pelajaran yang bisa 1:07:49 kita ambil baik itu untuk anak-anak kita 1:07:51 maupun untuk anak-anak yang ada di 1:07:53 lingkungan sekitar kita. Baik ikhwan dan 1:07:56 akhwat. Insyaallah kita bertemu lagi 1:07:57 minggu depan. Saya Nurfitri Tahir dan 1:08:00 segenap kru undur diri. 1:08:01 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:08:04 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:08:06 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:08:09 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:08:11 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:17 Berjalanku 1:08:19 menjauh berjalan aku tak sadar. Cobaan 1:08:24 semakin mendekat. 1:08:26 [Musik] 1:08:28 Tak kuasa lagi untuk 1:08:38 menghindarinya. 1:08:41 Manusia takkan selalu 1:08:48 ingat. Mementingkan egonya sendiri. 1:08:53 [Musik] 1:08:55 Hanya ya 1:08:59 Allah tempatku mengadu. H 1:09:07 [Musik]