Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi pagi hari ini dalam acara
- psikologi keluarga untuk pendengar hasil
- di mana pun Anda berada di Jakarta, di
- Sukabumi, di Batam, di Banyuwangi, di
- Aceh, di Semarang dan lain-lain. Ee kita
- jumpa lagi dalam acara psikologi
- keluarga. Ada dua kasus yang masuk nanti
- akan dibahas oleh Ustaz Husein dan Ustaz
- Abu Bakar Baraja yang alhamdulillah
- sudah hadir di studio 3 Rasil. Salam
- Ustaz Husin, Ustaz Abu Bakar. Baik, di
- sini juga ada Gustaf dan juga eh Atep
- Setiabudi, Hasan Sajali dan AGI. Baik eh
- kita mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta alaihim
- [Musik]
- in.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menghadapi berbagai persoalan
- kita hadapi sehari-hari. Ada dua kasus
- yang masuk. Yang pertama tentang seorang
- suami yang kesepian
- walaupun dia ada di rumah gitu ya,
- istrinya suka marah-marah. Yang
- kedua, seorang suami yang meminta
- anaknya untuk dites DNA karena ada
- kecurigaan istrinya bermain serong
- ketika dia di luar kota. Nanti detailnya
- akan dibacakan oleh Mbah Haj Nur Ning.
- Silakan Mbak Nuning dibacakan. Kita
- satu-satu ya bahasnya. Ee mau dibacakan
- dua sekaligus atau dua? Dua boleh dua
- sekaligus. Baik. Terima kasih Mas
- Krisna. Asalamualaikum Ustaz Abu Bakar.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- bersama-sama psikologi keluarga. Saya
- ini seorang suami yang penuh dengan
- harapan. Harapan saya ketinggalan.
- Sepertinya harapan kepada istri tidak
- saya dapatkan. Karena istri saya ini
- senang jalan. Tidak bisa di rumah. Kalau
- tidak jalan di rumah kerjaannya
- marah-marah sehingga tidak bisa diam dan
- tenang, Ustaz. Jadi, perasaan saya tidak
- mendapatkan apa yang saya harapkan ini,
- tidak bisa berkomunikasi dengan baik
- dengan istri. Apa yang harus saya
- lakukan? Itu yang pertama, Ustaz.
- Kemudian yang kedua, seorang suami
- datang ke dokter minta anak perempuannya
- dites DNA karena anak itu mau menikah.
- Dokternya bertanya, "Kenapa harus tes
- DNA?" Sang suami menjawab, "Saya sering
- keluar kota dalam waktu lama. Saya
- curiga, istri saya selingkuh." Oh,
- setelah tes, ternyata DNA anak
- perempuannya tidak sama dengan DNA
- ayahnya. Artinya betul bahwa anak
- perempuannya adalah hasil dari
- perselingkuhan istrinya. Istrinya yang
- dicurigai itu, Ustaz, sudah wafat.
- Meskipun demikian, sang ayah tetap
- sayang pada anaknya. Nah, yang jadi
- pertanyaan, boleh enggak sih sang suami
- ini menikahkan anaknya yang bukan anak
- kandungnya? Itu, Ustaz, silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Hamdan katsiran thyyiban
- mubarokan fih kama
- [Musik]
- yuhibbu. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali Muhammad.
- Assalamualaika ya rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Allahumma atina minika rahm waimna
- minadunka ilman nafi wfana bimaamtana.
- Rabbana zidna
- ilmannain. Amma
- ba'. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Sebagaimana yang sering kita
- sampaikan
- bahwa
- rusaknya kehidupan rumah tangga dan
- hilangnya keharmonian.
- Karena salah satu dari keduanya atau
- kedua-duanya hanya pandai
- menuntut haknya tapi tidak menjalankan
- kewajiban.
- Baik itu suami kalau tidak menjalankan
- kewajibannya dengan sendirinya tidak
- patut dia menuntut haknya.
- Sikap suami yang tidak menjalankan
- tugasnya akhirnya mendorong istri untuk
- melakukan hal yang sama.
- atau seorang istri tidak menjalankan
- kewajiban dia sebagai
- istri, akhirnya menimbulkan perasaan
- yang tidak
- nyaman di hati
- suami. Akhirnya berefek seperti yang
- tadi
- ditanyakan. Oleh karena itu, kehidupan
- rumah tangga ini sebetulnya membutuhkan
- edukasi.
- Kita sebagai seorang muslim dengan
- ininya kita harus terikat dengan aturan
- Islam yang menjelaskan apa kewajiban
- suami, apa kewajiban istri, apa hak
- suami, apa hak
- istri. Nah, kalau istri biasa keluar
- dari rumah meninggalkan suami dan
- anak-anak dengan sendiri dia mengabaikan
- kewajiban.
- Suami juga
- kalau selesai bekerja, berkumpul bersama
- teman-teman, bukan kembali ke rumah,
- duduk bersama istrinya, berkomunikasi
- dengan komunikasi yang baik juga
- mengabaikan kewajiban
- dia. Allah perintahkan agar suami
- menggauli istrinya dengan cara yang
- baik, makruf waasyiruhunna bil ma'ruf.
- Gauli mereka dengan cara yang makruf.
- Allah gunakan kata makruf di sini yang
- sewajarnya bagaimana suami memperlakukan
- istrinya dengan baik dan mulia.
- Fainum
- faasallahu fihair manusia enggak
- sempurna. Kalau ada sesuatu yang kamu
- enggak suka pada pasangan kamu, mungkin
- di balik semua ini ada kebaikan yang
- banyak.
- Boleh cari pasangan yang
- ideal. Kemudian tanyakan, kalian punya
- persoalan enggak? mungkin persoalnya
- lebih banyak lagi,
- apalagi yang gaya hidupnya juga
- mengendalikan mereka bukan dikendalikan
- bukan mengendalikan gaya hidup tapi
- mereka dikendalikan oleh gaya hidup ini
- akan semakin banyak problem yang mereka
- hadapi. Jadi
- kesimpulannya untuk memperbaiki keadaan
- ini kalau bisa Bapak minta dari orang
- yang bisa didengar oleh istri untuk
- memberikan nasihat, menjelaskan
- kewajiban dia, memperingatkan dia
- akan azab Allah Subhanahu wa taala di
- saat dia sibuk dengan teman-temannya,
- keluyuran. Padahal dia seorang istri,
- padahal dia juga seorang ibu. Ini
- merupakan dosa besar. Begitu juga kalau
- laki-laki melakukan hal yang sama di
- mata Allah, salah dari mana pun
- datangnya sama, tidak berbeda dari
- laki-laki maupun dari
- wanita. Jadi kalau seandainya suami
- merasa harapannya pupus dengan tindakan
- istri ini hendaknya suami berdoa pada
- Allah pada saat sujud minta kepada Allah
- memberikan hidayah kepada istrinya.
- Kemudian minta orang yang bisa didengar
- memberikan nasihat pada istrinya, apa
- yang kamu lakukan ini
- salah. Kemudian juga kita kan belum
- dengar keluhan wanita ini kenapa tidak
- betah di rumah? Apakah ada kesalahan
- dari pihak suami apa tidak? Yang jelas
- hendaknya kedua-duanya menjalankan
- kewajibannya baru setelah itu menuntut
- haknya.
- Dan kasus yang kita dengar ini bukan
- kasus yang ganjil, tapi banyak kasus.
- Tapi biasanya yang saya dengar perempuan
- mengeluh karena terputus komunikasi
- dengan suaminya. Pulang kerja dia paling
- hanya kumpul beberapa saat. Setelah itu
- berkumpul bersama teman-temannya pulang
- tengah malam. Ini banyak kasus seperti
- ini. Jadi hanya dengan kesadaran kemauan
- berubah.
- Karena keluhan datang dari pihak
- perempuan di sini artinya keluhan
- persoalan dari perempuan, maka perempuan
- coba diajak untuk mendengarkan
- nasihat-nasihat yang baik yang
- menjelaskan hak maupun kewajiban dia.
- Tanya pada si perempuan, "Kira-kira apa
- kesalahan saya hingga kamu bersikap
- seperti ini? Kalau ada yang perlu saya
- perbaiki, saya berusaha untuk
- memperbaikinya. Karena tidak mungkin
- padi tubuh dengan sendirinya. Dengan
- sendirinya ada yang menanam, ada yang
- memupuk. Ada yang menyiram, mari pupuk
- dan suburkan, sirami hal-hal yang
- positif dalam kehidupan rumah tangga.
- Yang negatif hindari. Dan wanita ini
- pada saat jaya mungkin dia merasa enak,
- tapi begitu nanti mulai melayu, menua,
- mengering, pada saat itu bakal timbul
- penyesalan karena dia tidak pernah
- menanam apa-apa yang dapat membuat
- suaminya semakin dekat, semakin terikat
- dengan dirinya. malah pengabaiannya
- membuat akhirnya kecintaan menjadi
- kering, kerontang, dan gersang pada hati
- kita
- semuanya. Jadi
- kesimpulannya pada saat salah satu laki
- atau istri tidak menjalankan
- kewajibannya dan ini berlangsung lama
- tinggal tunggu tanggal main. Heeh.
- Jadi suami berdoa mohon pada Allah kalau
- dia enggak bisa memberikan nasihat
- karena dibantah, diajak bertengkar, coba
- minta orang tua, istri atau katakan
- pamannya atau seorang ustaz yang diikuti
- mau didengar untuk memberikan nasihat
- pada istri. Dan ingat Bu, ini tanggung
- jawab yang akan dipikul hingga menghadap
- ke hadapan Allah. Kulukum roin wukum
- masulunati. Tiap orang bertanggung
- jawab. Suami tanggung jawab, istri
- tanggung jawab. Begitu pula sebagai ibu,
- sebagai anak, semua ada tanggung jawab
- masing-masing. Dan subhanallah mungkin
- gaya hidup sekarang ini membuat orang
- ini banyak yang jemu tinggal di rumah.
- Saya just sebaliknya saya lebih suka
- tinggal di rumah daripada keluyuran
- tidak menentu. Kecuali kalau ada tujuan
- yang jelas. Dan orang keluar dari rumah
- itu mau enggak mau kan keluar biaya
- lagi. Paling tidak tol Rp100.000. Betul
- gak? Sedangkan gaji dia
- pas-pasan. Kemudian bisa juga dia mampir
- makan di restoran berapa yang
- dikeluarkan dan bisa juga setan merusak
- masuk masuk ke dalam hatinya. Akhirnya
- memandang suami dengan pandangan yang
- tidak menarik. Memandang pria di luar
- menjadi pria-pria yang menarik yang mau
- mendengarkan curhat dia. Begitu juga
- laki-laki kalau biasa keluyuran keluar
- makan di luar akhirnya lebih tertarik ya
- untuk dekat dengan wanita-wanita.
- yang bukan istrinya dan memandang
- istrinya dengan pandangan yang tidak
- betul-betul tidak sama sekali menarik.
- Nanti kalau sudah bencana turun baru
- timbul penyesalan. Heeh. Kita dalam
- bertindak jangan pernah kita merasa
- kuat, merasa mampu dapat berbuat sesuka
- hati kita.
- Ketahuilah kita ini terikat dengan
- aturan dan sunah-sunah Allah. Ke mana
- pun kamu pergi, kamu tidak akan mampu
- melarikan diri.
- Kemudian kasus yang
- kedua, seorang
- laki-laki datang ke dokter memohon agar
- melakukan pemeriksaan DNA terhadap anak
- perempuannya karena dia mau menikah. Si
- dokter
- bertanya,
- "Kenapa?" Dia bilang, "Saya curiga ini
- bukan anak saya. Karena saya banyak
- meninggalkan istri. Istri di rumah ya
- dalam waktu lama bisa saja terjadi
- antara dia dan pria
- lain. Memang
- sebetulnya ada aturan dalam Islam agar
- suami istri tidak berpisah terlalu lama.
- Pernah sekali
- waktu Sayidina Umar ketika berjalan di
- malam hari pada saat itu dia sebagai
- khalifah mendengarkan pantunan seorang
- wanita.
- yang
- berpantun
- ya sambil mengutarakan keluh kesahnya
- istrinya yang jauh meninggalkan dia
- tidak kembali. Kalau bukan karena takut
- kepada Allah niscaya ranjang ini telah
- goyang terisi dengan
- Sayidina Umar kaget luar biasa.
- Langsung dia pulang ke rumah bertanya
- pada putrinya Hafsah, "Kira-kira berapa
- lama wanita itu dapat bertahan kalau
- ditinggalkan suaminya?" Dibilang 4
- bulan. Dan Quran memberikan batasan 4
- bulan kepada
- wanita-wanita yang disumpah oleh
- suaminya untuk tidak menggaulinya.
- Dikasih waktu 4 bulan. Kalau mau terus
- kembali, kalau tidak mau pisahkan
- baik-baik. Jangan kalian.
- Bagi pria-pria yang beril bersumpah
- untuk tidak menggauli suaminya hanya
- diberikan batas waktu 4
- bulan. Kalau mau terus, terus dengan
- cara baik-baik. Kalau tidak berpisah,
- biarkan dia menikah dengan pria lain.
- Akhir mulai saat itu Sayidina Umar
- memutuskan bahwa para pejuang yang
- berperang akan dirolling setiap 4 kali
- harus kembali kepada keluarganya.
- Ini banyak laki-laki meninggalkan istri
- setahun 2 tahun hanya untuk mengumpulkan
- uang. Jerinya bisa kerja walaupun tidak
- berlebihan. Kalau mau istrinya bawa
- untuk bekerja sama-sama keluar. Akhirnya
- kasihan wanita yang ditinggalkan.
- Kasihan juga suami yang merana kesepian.
- Akhirnya mereka menjadi korban kebutuhan
- hidup yang tidak menentu. Jadi kalau di
- kampung halaman gaji R juta, di luar
- negeri gaji R juta, tapi harus berpisah
- dengan istri, mendingan terima yang R
- juta. Tapi kumpul bersama istri, bisa
- mengawasi anak kita, bisa menumbuhkan
- betul-betul rasa cinta, sayang satu sama
- lain. Karena enggak mungkin bisa
- digantikan dengan uang. Begitu kita
- kehilangan kecintaan atau orang yang
- mencintai kita, baru timbul penyesalan
- pada saat itu. Apa artinya harta yang
- banyak kita kumpulkan? Tiba ditanya sama
- istri, dia mengatakan, "Untuk siapa saya
- kumpulkan kalau bukan untuk kalian?"
- Tahu-tahu salah satunya meninggal dunia
- timbul penyesalan.
- Jadi
- kesimpulannya ee jangan kita biarkan
- penyebab terjadinya perselingkuhan ya.
- Karena kebutuhan naresak akhirnya
- membuat kita berdosa. Kita korbankan hal
- yang lebih penting. Adapun menjawab
- pertanyaan dari Bapak kita
- tadi, sebetulnya tidak perlu dia
- memeriksa lagi kalau seandainya istrinya
- sudah meninggal atau dia katakan mau
- ambil keputusan tidak mau mengakui anak
- ini kalau bukan anak ini. Tapi kalau dia
- masih cinta sayang pada anaknya walaupun
- bukan anak biologisnya.
- Dan pada
- saat anak ini katakan dikandung, si ibu
- sudah menikah dengan dia. Rasul
- mengatakan, "Alwalad lil firas walil
- akhiri aljur." Anak ini menjadi hak
- pemilik ranjang yang sah. Adapun yang
- berzina, yang naik ranjang
- istrinya, dia menaiki ranjang orang
- lain, dia tidak punya hak untuk
- mengklaim anak tersebut sama dengan
- orang menanam di kebun orang lain.
- Oleh karena itu yang berhak terhadap
- anak ini suami ya dari wanita tersebut
- yang sah. Walaupun dia berselingkuh
- kalau dia siap menerima anak ini
- dinasabkan kepada suami yang sah.
- Seperti terjadi pada masa Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Seorang
- sahabat berkata pada Rasulullah itu Saad
- bin Abi Waqqas. Ya
- Rasulullah, saudara saya Utbah bin Abi
- Waqqas berkata bahwa itu anaknya fulan
- sebetulnya anaknya dia. Dia berselingkuh
- dengan wanita yang statusnya sebagai
- istri orang lain.
- Coba lihat wajahnya Rasulullah mirip
- dengan saudara saya.
- Rasulullah mengatakan, "Alwalad lil
- firasy, anak untuk pemilik ranjang yang
- sah. Walil akhir yang berzina menaiki
- ranjang orang lain. Alhajru tidak punya
- hak untuk
- mengaku." Jadi bapak bapak pemilik
- ranjang ini berhak untuk menjadi wali
- menikahi anak perempuan.
- Ini keindahan Islam. Tapi kalau dia
- menolak untuk mengakui anak ini karena
- bukan dari DNA-nya, itu hak dia.
- Dan kejadian lagi yang hampir mirip,
- seorang wanita mengadu kepada
- saya pada saat ibunya mau meninggal
- dunia mengatakan, "Sebetulnya kamu tuh
- bukan anak bapak yang jadi suami saya
- saat ini." P si bapak tuh sayang betul
- sama dia. He.
- Tapi dulu saya digauli oleh bos si
- Bapak. Ya Allah. Oh. Si bos langsung
- setelah itu karena saya hamil diserahkan
- pada suami ibu.
- [Musik]
- Sekarang bapak ini merawat kamu hingga
- dewasa penuh kecintaan
- seperti ayah
- kandung. Jadi si ibu menceritakan hal
- ini kepada anaknya. Mungkin dia berpikir
- si anak bakal mencari bapa biologis.
- Ada si perempuan tanya, "Ustaz,
- bagaimana? Saya dulu waktu nikah
- dinikahi oleh bapak ee yang menjadi
- suami ibu saya. Sedangkan bapak biologis
- saya tidak tahu he
- bagaimana nikah saya sah apa tidak?
- Nikah kamu sah. Nikah kamu sah. Enggak
- ada
- persoalan. Allah Subhanahu wa taala
- tidak akan ngorek-ngorek ke belakang
- dalam masalah ini. Kemudian saya perlu
- enggak bertanya pada bapak biologi saya?
- Saya bilang dia tidak mencari kamu,
- tidak peduli kamu. Dan dia tahu bahwa
- pada saat dia meninggalkan wanita yang
- menjadi pasangannya ini dalam keadaan
- habil. Kalau kamu datang ke sana
- bertanya padanya mungkin dia akan
- mengingkari. Apalagi mungkin dia takut
- sama istrinya.
- Dia akan mengingkari hati kamu lebih
- kecewa. Dan bisa-bisa juga ayah yang
- merawat membesarkan kamu hatinya akan
- bersedih. J kamu tidak perlu bercerita
- pada ayah ya yang menjadi suami ibu kamu
- ya. Kamu tidak perlu datang pada bapak
- biologismu karena sebetulnya dia tidak
- punya hak dia berzina.
- Dia berzi sedangkan bapak ini menikah
- secara baik-baik merawat membesarkan,
- masa kamu akan sakiti bapak yang merawat
- kamu demi bapak yang tidak peduli
- terhadap kamu betul gak betul.
- Jadi kesimpulannya alwalad lil firas.
- Dan kita di umatan wahidah telah bicara
- mengenai status anak zina. Apakah
- dinasabkan pada bapak biologisnya pada
- saat dia berzina dengan seorang wanita
- yang single? Apakah dia tetap akan
- dinasabkan kepadanya pada saat dia
- menggauli wanita yang sudah bersuami?
- pada umatan wahidah insyaallah mungkin
- besok sudah di-upload kita bicara
- panjang lebar di seputar ini. Jadi
- kesimpulannya dalam hal ini yang sudah
- tersembunyi jangan dikorek-korek.
- Akhirnya membuat hati kita biru. Jadi
- kembalikan pada Allah. Allah maha
- pengampun lagi maha penyayang. Dan kita
- harus tahu bahwa anak zina itu tidak
- berdosa sedikit dan dia tidak terkena
- kutukan seperti sebagian orang-orang
- yang bodoh.
- Oleh karena itu pada masa Nabi
- diperebutkan anaknya diperebutkan oleh
- Saad bin Abi Waqqas. Kemudian Abdullah
- bin Zamah juga saudara saudara apa? Anak
- dari wanita yang dizinai mengatakan ini
- saudara saya. Diperebutkan di antara
- mereka. Jadi anak zina tidak berdosa
- apa-apa. tetap suci sebagaimana manusia
- dilahirkan. Ya, dia enggak bertanggung
- jawab atas kejahatan kedua orang tuanya.
- Jadi, jangan kita remehkan sepelekan,
- tapi kita bekerja sama untuk mengarahkan
- dia dekat kembali pada Allah. Kemuliaan
- seorang bukan dilihat dari nasabnya
- semata, tapi iman, takwanya itu yang
- paling penting. Oleh karena itu, tak
- heran Bilal menjadi manusia mulia,
- sedangkan Abu Lahab paman Nabi menjadi
- manusia yang idiot.
- sia-sia dan celaka. Waliyadubillah
- karena keingkaran. Wallahuam.
- Masyaallah. Jadi, Mas Krisna, dari dua
- kasus ini, manakah yang benar-benar
- menjadi bagian dari perjalanan hidup
- kita sebagai pasangan tadi yang pertama
- atau yang kedua? Tetapi kedua-duanya
- sangat mempersuasi kita untuk
- langkah-langkah berikutnya. Apa pula
- kata Pak Abu Bakar Baraja? Ya, mari kita
- simak.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, segala puji dan puja
- kepada Allah yang senantiasa memberikan
- kita sesuatu yang besar. Apa itu yang
- besar?
- sesuatu kenikmatan yang luar biasa.
- Kenikmatan yang tidak ada
- tandingannya, kenikmatan yang selalu
- hadir di hadapan kita. Kenikmatan apa
- itu? Kenikmatan
- interaksi antara kita dengan orang yang
- kita tentukan.
- kenikmatan yang bagaimana yang bisa kita
- nikmati. Kenikmatan itu sangat luar
- biasa. Oleh karena itu, ketika kita
- mendapatkan
- kenikmatan, rasakan
- nikmatnya. Rasakan bagaimana sesuatu itu
- menjadikan suatu yang
- besar. Kenikmatan itu tidak akan pernah
- bisa hilang. Dia selalu
- menunggu, menanti bagaimana
- hadirnya
- kenikmatan
- itu. Suatu hari seorang ayah yang ingin
- mendapatkan sesuatu yang besar nikmatnya
- berkomunikasi dengan seorang
- istri. Kenikmatan yang luar biasa.
- Bagaimana seorang
- berkomunikasi dengan seorang
- istri, dengan anaknya, dengan istri,
- semua itu adalah merupakan kenikmatan
- yang luar
- biasa. Namun apa jadinya ketika
- kenikmatan yang terjadi itu tidak
- ada kenikmatan itu hilang.
- Kenapa kok bisa hilang? Karena kehadiran
- seorang istri yang tidak pernah
- ada. Kehadirannya cuman sia-sia. Dia
- datang pergi, datang
- pergi. Ketika suami
- pulang dari kantor enggak ada pulang
- dari kantor, istrinya pulang dia sudah
- mulai capek. Bagaimana kita bisa
- mengajak
- komunikasi ketika capek, enggak kuat,
- enggak bisa
- berkomunikasi. Apa yang
- terjadi? Pulang dari pergi ke mana-mana
- sudah capek. yang dikeluhkan capek,
- enggak enak, tapi tetap
- pergi. Sudah tahu enggak enak, sudah
- tahu enggak nyaman ketika pergi, tapi
- tetap
- pergi. Sudah
- diinformasikan, sudah dikatakan kamu
- daripada capek, kamu tinggal di sini
- duduk tenang. pulang dari kantor saya,
- kita ngobrol, kita cerita, kita
- berkomunikasi. Iya. Iya. Dia hanya
- mengatakan iya iya. Begitu suami pergi
- ke kantor, dia cepat-cepat untuk
- merapikan. Dia pergi ke mall, dia pergi
- ke pasar mana? Dia pergi terus dia
- pergi tidak pernah ada pada sesuatu
- tempat. Dia pergi ke sana, dia pergi
- kemari. Nah, suami pulang kantor, istri
- pulang dari pasar atau dari rumah
- temannya atau dari mana saja yang sudah
- sumpek.
- dengerin
- pembicaraan, ngomongan orang. Nah,
- sekarang ketika ketemu sama suami, mau
- diinformasikan sesuatu, mau disampaikan
- sesuatu, enggak bisa, enggak masuk
- karena sudah
- penuh. Bukan hanya seorang istri,
- seorang suami pun begitu. Kalau misalnya
- dia pergi kantor, pulang dari kantor,
- pergi ke mana-mana, pulang bukan
- permasalahan kantor, pulang sampai di
- rumah enggak bisa ngomong
- juga. Ini namanya
- komunikasi yang
- salah. Komunikasi yang
- salah.
- Nah, dengan seperti ini keduanya
- harus bagaimana dia harus bisa pertama
- sampaikan kepada istri jangan
- pergi. Karena dia menjadi seorang suami.
- Menjadi seorang suami itu menentukan
- sikapnya.
- Dia harus bisa mengatakan bahwa jangan
- [Musik]
- pergi. Bagaimana dia harus jangan pergi.
- Perhatikan kata-kata jangan
- pergi. Kata-kata satu kita tidak perlu
- membicarakan ngapain kamu pergi. Kamu
- nanti ke sana juga capek, enggak ada
- artinya. Begimana begitu. Enggak ada
- artinya.
- Percuma omongan kita itu akan dijawab
- dengan berbagai macam alasan yang dia
- bisa
- sampaikan. Jadi, bagaimana? Katakan
- satu, jangan
- pergi. Jadi, kita hanya mengatakan
- jangan
- pergi. Dan kita menjadi seorang suami
- pulang pada tempatnya, pada waktunya.
- itu yang menjadikan kesenangan seorang
- istri, anak, dan keluarga.
- Tapi ketika misalnya jangan pergi, dia
- tetap
- pergi. Ini yang terjadi.
- Mungkin ya si suami sudah mengatakan
- jangan pergi, tapi dia tetap
- pergi. Dia tetap menjalankan tugasnya
- pergi ke mana? ke pasar, ke rumah teman,
- ke ee ke mana saja yang dia akan
- pergi. Apa yang terjadi ketika suami
- sudah mengatakan jangan pergi, tapi dia
- tetap
- pergi? Kita
- tegaskan. Kita tegaskan.
- [Musik]
- Ketika dia pulang, kita
- katakan jangan pergi. Kok kita katakan
- jangan pergi lagi? Artinya
- bagaimana? Ya dia kita katakan jangan
- pergi. Kalau dia sudah
- berkali-kali sudah
- diingatkan, ambil satu
- tindakan. Ambil satu
- tindakan. Apa itu
- tindakannya? Bisa dengan kita
- diamkan. Kita diamkan. Kita tidak ajak
- bicara, kita enggak ajak
- komunikasi. Kita
- biarkan. Sampai
- kapan? Sampai 40
- hari. Dia akan merasakan risih.
- Seorang istri yang enggak diajak bicara
- sama suaminya, dia
- akan ketika misalnya lagi mandi
- diambilkan baju warna biru, ambil baju
- warna kuning. Dia pakai kuning, enggak
- pakai yang biru. Katakan, "Karena saya
- tidak suka kamu pergi."
- Jadi misalnya dia lagi taruh
- sarapan, dia taruh sarapan, kita ambil
- yang lain. Tidak yang dia
- ambilkan. Itu tindakan kita dengan
- tegas. Kenapa kamu enggak mau makan
- habis yang saya ambil? Saya katakan,
- "Jangan pergi." Kata-kata itu yang
- menjadikan poin pertama.
- Jadi kata-kata jangan pergi itu
- utamakan. Karena kepergihannya itu
- mengganggu
- komunikasi, mengganggu interaksi.
- Jadi enggak ada pertama kali jangan
- pergi. Ketika dia tidak mau berkali-kali
- dia sudah dikasih tahu jangan pergi
- tidak mau ambil
- tindakan
- diamkan. Kalau sudah didiamkan 40 hari
- dia masih juga seperti itu. Ambil
- [Musik]
- sikap kita putuskan.
- kamu mau bersama atau tidak
- bersama? Karena dengan seperti ini kita
- enggak tahu dia mau pergi ke mana, dia
- pergi ke sini, pergi ke rumah temannya,
- apa yang
- dilakukan. Tidak mengetahui apa yang dia
- lakukan.
- Apa yang diperlakukan kita tidak tahu
- dia memperlakukan atau dia bersama
- laki-laki atau tidak bersama laki-laki.
- Kita tidak pernah tahu. Kenapa loh kita
- kan bisa ngecek dari HP-nya, kita bisa
- mengecek dari apa yang dia pergi ke mana
- ke mana. Tidak perlu. Kita tidak
- perlukan.
- Karena pengecekan-pengecekan itu
- mengakibatkan hal-hal yang lain yang
- bisa
- berbagai macam peristiwa yang terjadi.
- Ngapain kita ngecek? Kita jelas. Kita
- katakan jangan pergi. Dia tidak mau
- pergi. Kita tegaskan dan kita tegaskan.
- Kita punya sikap. Ya sudah.
- Karena ketika seorang istri yang tidak
- bisa kita katakan sudah seorang suami
- yang bisa yang enggak mau memperlakukan
- kita
- pertanyakan kok enakan suami daripada
- istri bukan enakan suami. Kalau dia
- selingkuh dia baru kita tekan. Tapi
- kalau dia menikah apa boleh buat? Nah,
- itu perlu
- dipertanyakan. Jadi,
- tegaskan
- bagaimana dia
- melakukan. Jadi, seorang istri itu harus
- tegas. Kita harus tegaskan.
- katakan jangan pergi. Tetap kita sekali
- mengatakan jangan
- pergi. Insyaallah dengan kata-kata
- seperti itu bisa
- mengurangi
- ketegangan insyaallah.
- Nah, yang
- kedua ee masalah
- DNA. DNA. Saya sudah
- tahu
- dia kurang lebih apakah kita tidak
- tahu apakah dia selingkuh atau tidak
- selingkuh. Kita tidak tahu. Ya sudah
- kita enggak perlu ngasih tahu. Tapi
- kalau kita
- mengetahui, kita tahu dari awal dia
- selingkuh di sini yang kita harus
- tegaskan.
- Kalau dari awal kita tahu dia selingkuh,
- dari awal kita katakan sudah selesai.
- Tapi kalau dari awal kita tidak tahu,
- cuman kita curiga, curiga, curiga, tapi
- kita tidak pernah berbicara sama orang
- itu, apa yang terjadi? Kecurigaan
- ini. Nah, kecurigaan ini membuat hati
- kita yang tidak
- tenang sampai meninggal.
- bikin bingung sampai dia sudah besar,
- dia sudah menikah, dia bingung nih siapa
- yang menikahkan. Nah, tadi sudah dijawab
- sama Ustaz bahwa yang menikahkan adalah
- yang haknya. Haknya siapa? Kita sebagai
- seorang
- suami. Tapi DNA enggak perlu DNA. H
- kita enggak perlu memperhatikan DNA.
- Jadi enggak perlu lagi DNA. Yang penting
- sekarang dia bersama dengan saya.
- Ya, walaupun dia bukan anak kita, tapi
- dia tetap menjadi anak kita karena kita
- yang piara
- dia. Nah, di sini bahwa maka ketika kita
- tahu suami eh istri kita selingkuh, kita
- tegaskan.
- Jadi ketika seorang yang sedang ee
- seorang wanita selingkuh ya sudah
- selesai. Untuk apa kita
- teruskan? Untuk apa kita
- perbaiki. Nah, di sini kita tegaskan
- bahwa kamu menikah sama orang
- selingkuhan. Selesai.
- Ya. Jadi apa yang
- terjadi? Perhatikan bahwa ketika dia
- selingkuh kita
- tegaskan oke dia adalah dia bukan
- saya. Karena dia sudah melakukan aturan
- yang tidak benar. Tapi ketika kita cuman
- curiga, enggak tahu harus di DNA, enggak
- perlu ya kita sudah selesai. kita curiga
- hanya
- curiga. Jadi kalau cuman curiga, nah itu
- kan cuman curiga doang, perasaan kita
- doang. Ya sudah kita katakan tidak akan
- pernah terjadi sesuatu
- DNA-nya enggak. Jadi kita enggak perlu m
- DNA. He.
- Apakah kita perlu DNA? Enggak.
- tetap yang menikahkan ya kita karena
- kita yang miliki. Kalau benar-benar dia
- selingkuh kemudian
- kita ee lihat bahwa dia
- tidak atau misalnya dia e hamil duluan
- kemudian sampai punya anak dan sudah
- punya anak baru kita
- nikahkan. Berarti kan anak itu bukan
- anak kita, anak orang selingkuhan.
- Nah, itu baru kita tegaskan bahwa dia
- bukan anak
- kita. Jadi, dia bukan anak kita karena
- bukan yang kita tetapkan. Nah, oleh
- karena itu tegaskan kalau dia memang
- melakukan sesuatu ya kita
- tinggalkan. Kalau dia baik-baik oke kita
- terima dengan baik.
- Itu yang terjadi yang kita harus
- perhatikan.
- Insyaallah.
- Ya. Iya. Iya. Saya mendengar ini Mas
- Krishna rasanya eoh tadi kenapa jadi
- jangan pergi, jangan pergi melulu ya?
- Kalau perginya penting enggak boleh
- juga. Tapi itulah sebagai seorang kepala
- rumah tangga mungkin ya. Kita masih
- punya waktu Mas Krisna. Ustaz Hustin ada
- yang bisa ditambahkan?
- Memang zaman sekarang ini kita lihat
- banyak pria wanita berkaki 1000.
- Enggak betah di rumah. Enggak betah di
- rumah. Yang repot kalau dua-duanya
- keluyuran anak sama
- pembantu akhirnya mereka terpengaruh
- oleh apa? oleh akhlak dan pengetahuan
- yang ada pada pembantu. Si pembantu
- bercerita walaupun saya membantu
- cerita cerita yang tidak mendidik yang
- kadang-kadang berisikan mistik,
- berisikan ini, berisikan itu. Banyak
- kita jumpai hal seperti ini. Orang tua
- pada saat muda lupa diri. Nanti kalau
- sudah tua baru
- gimana? Pada saat dia tua dia butuh ada
- orang di sisinya tapi ternyata anaknya
- tidak peduli padanya. Jadi saat dia
- dirawat di rumah sakit, anak tidak mau
- mendampingi, alasannya sibuklah, kasihan
- ini itu. Baru pada saat itu dia
- menyadari selama ini dia telah mengikuti
- hawa
- nafsunya, angan-angannya mengejar
- kebebasan, berkumpul bersama teman, anak
- yang bukan buah hatinya, yang bisa
- menjadi teman,
- pendamping juga penghibur dirinya.
- Ternyata sang anak mengabaikan kedua
- orang tuanya.
- Inilah
- merupakan ee hasil dari perbuatan kita.
- Lahabat waaiha.
- Kita akan menanggung akibat buruk dari
- perbuatan kita juga. Kita akan menikmati
- hasil kebaikan yang kita tanam. Kata
- Laha itu menjelaskan e kebaikan yang
- kita buat semuanya kembali kepada kita.
- Waaihaktasabat. Perbuatan buruk dia kan
- juga berbalik.
- sebelum orang lain yang kita sakiti,
- sakit kita sebetulnya yang sakit.
- Walaupun dia berusaha untuk mengelak,
- menyibukkan diri, tapi hatinya akan
- dipenuhi kegelisahan. Nanti dia lupa
- yang menyebabkan dia gelisah itu
- pelanggarannya. Tapi dia cerita, "Saya
- ini sumpah enggak tahu sebabnya apa ya."
- Dia enggak tahu perbuatan dia ya yang
- membuat dia sumpah. Iya. Oleh karena itu
- Allah mengatakan, "Ma asobaka min
- hasanatin faminallah." kebaikan yang
- kamu terima sepenuhi dari Allah. Tapi w
- asaka miniatin nafs keburukan yang
- menimpa kamu itu kembali kepada sampean.
- Jangan menyalahkan takdir Allah. Wa kafa
- billahi eh syahida. Allah subhanahu wa
- taala cukup sebagai saksi. Oleh karena
- itu, kita kan semua namanya
- manusia. Saya ya bapak-bapak, Ibu-ibu
- tidak luput dari kesalahan.
- Kita enggak mungkin bisa merubah masa
- lampau. Mari dengan datangnya Ramadan
- kita rubah sikap kita, perbuatan kita,
- kebiasaan kita dan nikmati rumah kita.
- Walaupun dia sempit kecil, tapi kalau
- hati kita lapang akan terasa lapang.
- Masyaallah. Tapi walaupun rumah kita
- luas, kalau sepi, Heeh. Kita sedih
- sekali mendengarkan ratapan yang
- dituangkan pada wasiat terakhir, Habibi.
- Heeh.
- yang meratap kesepian, kesendirian,
- hubungan dengan cucunya bagaikan orang
- asing, tubuh gemetar. Kalau seing dia
- punya kesempatan, dia ingin mempelajari
- agama. Bahkan kalau ditawarkan memilih
- di antara
- dua ya pengetahuan yang dia pelajari
- sama agama, dia akan memilih belajar
- agama. Karena anak-anaknya pun yang
- dibesarkan dicintai sibuk dengan urusan
- mereka.
- Mereka tidak mengenal kewajiban anak
- pada orang tuanya.
- Orang tua pada masa jaya juga mabuk oleh
- kebanggaannya. Nah, diungkapkan dalam
- keluh kesahnya dan dia sebarkan ini
- dengan harapan dia mendapatkan rahmat
- dari Allah
- ampunannya atas nasihat-nasihat yang
- diberikan sebelum dia kembali kepada
- Allah subhanahu wa taala. Dan saya
- banyak jumpai kasus-kasus di mana orang
- tua mengabaikan
- anaknya. Di hari tua anak tidak mengenal
- orang tuanya. Astagfirullah. Bukan orang
- tua mengharapkan balasan dari anak, tapi
- didampingi anak pada saat kita tua itu
- kebahagiaan kita. Bahkan kita saksikan
- orang-orang yang harmoni rumah tangganya
- itu. Bapak ibunya diperebutkan.
- Bapak Ibu maunya di rumah si fulan saja.
- Mana bagian kita ditarik ke sana,
- ditarik kemari. Walaupun si bapak
- merasakan apa namanya? Merasakan
- perasaan, tapi ada kebahagiaan di mana
- anak-anaknya itu semuanya memperebutkan.
- Bahkan kalau satu memberikan ini, yang
- lain buru-buru berlomba-lomba enggak mau
- lagi. Karena kecintaan mereka pada
- siapa? Pada orang tua mereka.
- Masyaallah. Oleh karena
- itu, nah seperti yang tadi saya bilang,
- ibu yang berkaki 1000 ya, coba diberikan
- nasihat, minta kepada orang yang bisa
- didengar, mengingatkan kamu ini salah.
- kamu melangkah semakin jauh dari
- kebahagiaan kamu. Suami kamu di rumah
- itu, itu merupakan pasangan yang Allah
- halalkan yang siap membela kamu,
- khawatir terhadap kamu. Begitu juga
- suami-suami yang biasa di luar, ingat
- istri kamu di rumah khawatir merindukan
- kamu. Begitu juga anak-anak kamu jangan
- kamu pandang remeh. Kamu lihat mereka
- orang-orang yang kalah dibandingkan
- teman-teman kamu dalam bidang pendidikan
- atau dalam bidang status. Mereka orang
- yang mulia yang Allah anugerahkan buat
- kamu, yang peduli kepada kamu, yang
- merasa sakit di saat kamu sakit. Tapi
- orang di luar hanya berteman dengan kamu
- pada masa kamu jaya. Begitu kamu
- kehilangan kejayaan kamu, mereka semua
- akan berpura-pura tidak mengenal kamu.
- Jadi saya kira mungkin cukup sampai di
- sini. Insyaallah kita lanjutkan kembali
- pada ee pertemuan berikutnya mungkin ee
- sementara waktu penutupan berikutnya.
- Iya. Nanti setelah lebaran mungkin. Iya.
- Setelah habis lebaran insyaallah kita
- akan lanjutkan kembali psikologi
- keluarga kita. Bahkan kita harapkan
- insyaallah Mbak Nuning bisa jadi
- perantara juga bagi perempuan-perempuan
- yang menjadi pasangan. Amin. Krisnanya
- sebagai perantara bagi laki-laki juga
- yang menjadi pasangan dipertemukan atau
- katakan suami istri yang ribut. Kalau
- hanya satu pihak yang
- bercerita, kadang-kadang obat yang kita
- berikan enggak sesuai. Kita dengarkan
- keluhan suami, kita enggak tahu apa yang
- dirasakan istri. Kita dengarkan keluhan
- istri menangis-nangis, kita enggak tahu
- suami sebetulnya menjadi korban
- istrinya.
- Jadi dalam hal ini mesti dua-duanya
- perlu dua-duanya untuk berbicara atau
- kalau perlu by Zoom gitu. Kalau perlu
- apa? Kalau mereka malu untuk datang bisa
- berbicara by Zoom. Dari Zoom dua-duanya
- berbicara kepada kita. Kita bisa
- membantu untuk menyelesaikannya tanpa
- harus bertemu dengan kita. Kalau perlu
- untuk tidak terlihat wajahnya, matikan
- dia punya kamera. Heeh. Jadi hanya suara
- saja.
- Demikianlah subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik minkum wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini
- betul-betul e pembelajaran yang luar
- biasa di Ramadan ini. Kita sebagai orang
- yang punya pasangan, siapapun yang
- merasa keberatan kayaknya memang perlu
- introspeksi diri ya. Iya. Ya, waktu kita
- habis. Iya. Jadi memang pada saat ee
- salah satu pasangan yang tidak
- menjalankan fungsinya, tunggulah saat
- yang tidak menyenangkan atau
- membahagiakan. Dan suami jangan terlalu
- lama meninggalkan istri bila tidak ingin
- terjadi hal yang tidak diinginkan. Yang
- paling penting iman dan takwa itu yang
- paling penting ya. Baik. Saya Muhammad
- Krishna Gustaf kemudian ee A Setiabud
- dan Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.