Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [Musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:20 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:22 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:24 berjumpa lagi pagi hari ini dalam acara 0:27 psikologi keluarga untuk pendengar hasil 0:29 di mana pun Anda berada di Jakarta, di 0:31 Sukabumi, di Batam, di Banyuwangi, di 0:34 Aceh, di Semarang dan lain-lain. Ee kita 0:38 jumpa lagi dalam acara psikologi 0:39 keluarga. Ada dua kasus yang masuk nanti 0:42 akan dibahas oleh Ustaz Husein dan Ustaz 0:45 Abu Bakar Baraja yang alhamdulillah 0:46 sudah hadir di studio 3 Rasil. Salam 0:49 Ustaz Husin, Ustaz Abu Bakar. Baik, di 0:52 sini juga ada Gustaf dan juga eh Atep 0:56 Setiabudi, Hasan Sajali dan AGI. Baik eh 1:01 kita mulai acara ini dengan membaca 1:02 al-Fatihah. 1:11 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:12 Bismillahirrahmanirrahim. 1:20 Alhamdulillahirabbil 1:22 alamin 1:27 arrahmanirrahim maiki 1:31 yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka 1:37 nasta' 1:39 ihdinasirathal 1:41 mustaqim 1:44 shathalladzina an'amta alaihim 1:51 [Musik] 1:56 in. 1:59 Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca 2:02 al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan 2:03 kita dalam menghadapi berbagai persoalan 2:06 kita hadapi sehari-hari. Ada dua kasus 2:08 yang masuk. Yang pertama tentang seorang 2:10 suami yang kesepian 2:13 walaupun dia ada di rumah gitu ya, 2:16 istrinya suka marah-marah. Yang 2:18 kedua, seorang suami yang meminta 2:23 anaknya untuk dites DNA karena ada 2:25 kecurigaan istrinya bermain serong 2:28 ketika dia di luar kota. Nanti detailnya 2:30 akan dibacakan oleh Mbah Haj Nur Ning. 2:32 Silakan Mbak Nuning dibacakan. Kita 2:34 satu-satu ya bahasnya. Ee mau dibacakan 2:37 dua sekaligus atau dua? Dua boleh dua 2:38 sekaligus. Baik. Terima kasih Mas 2:40 Krisna. Asalamualaikum Ustaz Abu Bakar. 2:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:44 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 2:46 bersama-sama psikologi keluarga. Saya 2:49 ini seorang suami yang penuh dengan 2:51 harapan. Harapan saya ketinggalan. 2:54 Sepertinya harapan kepada istri tidak 2:56 saya dapatkan. Karena istri saya ini 2:59 senang jalan. Tidak bisa di rumah. Kalau 3:03 tidak jalan di rumah kerjaannya 3:05 marah-marah sehingga tidak bisa diam dan 3:08 tenang, Ustaz. Jadi, perasaan saya tidak 3:10 mendapatkan apa yang saya harapkan ini, 3:14 tidak bisa berkomunikasi dengan baik 3:15 dengan istri. Apa yang harus saya 3:18 lakukan? Itu yang pertama, Ustaz. 3:21 Kemudian yang kedua, seorang suami 3:23 datang ke dokter minta anak perempuannya 3:26 dites DNA karena anak itu mau menikah. 3:29 Dokternya bertanya, "Kenapa harus tes 3:32 DNA?" Sang suami menjawab, "Saya sering 3:35 keluar kota dalam waktu lama. Saya 3:37 curiga, istri saya selingkuh." Oh, 3:40 setelah tes, ternyata DNA anak 3:43 perempuannya tidak sama dengan DNA 3:45 ayahnya. Artinya betul bahwa anak 3:48 perempuannya adalah hasil dari 3:50 perselingkuhan istrinya. Istrinya yang 3:52 dicurigai itu, Ustaz, sudah wafat. 3:55 Meskipun demikian, sang ayah tetap 3:57 sayang pada anaknya. Nah, yang jadi 4:00 pertanyaan, boleh enggak sih sang suami 4:02 ini menikahkan anaknya yang bukan anak 4:06 kandungnya? Itu, Ustaz, silakan. 4:12 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 4:14 rabbil 4:15 alamin. Hamdan katsiran thyyiban 4:18 mubarokan fih kama 4:20 [Musik] 4:21 yuhibbu. Allahumma sholli ala Muhammadin 4:26 wa ali Muhammad. 4:28 Assalamualaika ya rasulullah. 4:31 Asalamualaina wa ala ibadillah shihin. 4:34 Wasalamualaikum warahmatullahi 4:37 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 4:40 Allahumma atina minika rahm waimna 4:42 minadunka ilman nafi wfana bimaamtana. 4:46 Rabbana zidna 4:48 ilmannain. Amma 4:51 ba'. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 4:56 Sebagaimana yang sering kita 5:00 sampaikan 5:02 bahwa 5:04 rusaknya kehidupan rumah tangga dan 5:07 hilangnya keharmonian. 5:09 Karena salah satu dari keduanya atau 5:13 kedua-duanya hanya pandai 5:16 menuntut haknya tapi tidak menjalankan 5:19 kewajiban. 5:21 Baik itu suami kalau tidak menjalankan 5:24 kewajibannya dengan sendirinya tidak 5:26 patut dia menuntut haknya. 5:30 Sikap suami yang tidak menjalankan 5:32 tugasnya akhirnya mendorong istri untuk 5:35 melakukan hal yang sama. 5:37 atau seorang istri tidak menjalankan 5:39 kewajiban dia sebagai 5:41 istri, akhirnya menimbulkan perasaan 5:44 yang tidak 5:46 nyaman di hati 5:48 suami. Akhirnya berefek seperti yang 5:51 tadi 5:53 ditanyakan. Oleh karena itu, kehidupan 5:55 rumah tangga ini sebetulnya membutuhkan 5:59 edukasi. 6:01 Kita sebagai seorang muslim dengan 6:04 ininya kita harus terikat dengan aturan 6:06 Islam yang menjelaskan apa kewajiban 6:08 suami, apa kewajiban istri, apa hak 6:10 suami, apa hak 6:12 istri. Nah, kalau istri biasa keluar 6:15 dari rumah meninggalkan suami dan 6:17 anak-anak dengan sendiri dia mengabaikan 6:19 kewajiban. 6:22 Suami juga 6:23 kalau selesai bekerja, berkumpul bersama 6:26 teman-teman, bukan kembali ke rumah, 6:29 duduk bersama istrinya, berkomunikasi 6:31 dengan komunikasi yang baik juga 6:33 mengabaikan kewajiban 6:37 dia. Allah perintahkan agar suami 6:39 menggauli istrinya dengan cara yang 6:42 baik, makruf waasyiruhunna bil ma'ruf. 6:46 Gauli mereka dengan cara yang makruf. 6:48 Allah gunakan kata makruf di sini yang 6:50 sewajarnya bagaimana suami memperlakukan 6:53 istrinya dengan baik dan mulia. 6:56 Fainum 6:59 faasallahu fihair manusia enggak 7:01 sempurna. Kalau ada sesuatu yang kamu 7:04 enggak suka pada pasangan kamu, mungkin 7:06 di balik semua ini ada kebaikan yang 7:08 banyak. 7:10 Boleh cari pasangan yang 7:12 ideal. Kemudian tanyakan, kalian punya 7:15 persoalan enggak? mungkin persoalnya 7:16 lebih banyak lagi, 7:19 apalagi yang gaya hidupnya juga 7:21 mengendalikan mereka bukan dikendalikan 7:23 bukan mengendalikan gaya hidup tapi 7:25 mereka dikendalikan oleh gaya hidup ini 7:27 akan semakin banyak problem yang mereka 7:30 hadapi. Jadi 7:32 kesimpulannya untuk memperbaiki keadaan 7:36 ini kalau bisa Bapak minta dari orang 7:40 yang bisa didengar oleh istri untuk 7:42 memberikan nasihat, menjelaskan 7:44 kewajiban dia, memperingatkan dia 7:48 akan azab Allah Subhanahu wa taala di 7:51 saat dia sibuk dengan teman-temannya, 7:53 keluyuran. Padahal dia seorang istri, 7:56 padahal dia juga seorang ibu. Ini 7:58 merupakan dosa besar. Begitu juga kalau 8:00 laki-laki melakukan hal yang sama di 8:02 mata Allah, salah dari mana pun 8:05 datangnya sama, tidak berbeda dari 8:07 laki-laki maupun dari 8:10 wanita. Jadi kalau seandainya suami 8:13 merasa harapannya pupus dengan tindakan 8:17 istri ini hendaknya suami berdoa pada 8:20 Allah pada saat sujud minta kepada Allah 8:23 memberikan hidayah kepada istrinya. 8:25 Kemudian minta orang yang bisa didengar 8:28 memberikan nasihat pada istrinya, apa 8:29 yang kamu lakukan ini 8:31 salah. Kemudian juga kita kan belum 8:34 dengar keluhan wanita ini kenapa tidak 8:36 betah di rumah? Apakah ada kesalahan 8:39 dari pihak suami apa tidak? Yang jelas 8:43 hendaknya kedua-duanya menjalankan 8:45 kewajibannya baru setelah itu menuntut 8:47 haknya. 8:50 Dan kasus yang kita dengar ini bukan 8:53 kasus yang ganjil, tapi banyak kasus. 8:55 Tapi biasanya yang saya dengar perempuan 8:58 mengeluh karena terputus komunikasi 9:01 dengan suaminya. Pulang kerja dia paling 9:04 hanya kumpul beberapa saat. Setelah itu 9:05 berkumpul bersama teman-temannya pulang 9:07 tengah malam. Ini banyak kasus seperti 9:10 ini. Jadi hanya dengan kesadaran kemauan 9:14 berubah. 9:16 Karena keluhan datang dari pihak 9:18 perempuan di sini artinya keluhan 9:20 persoalan dari perempuan, maka perempuan 9:23 coba diajak untuk mendengarkan 9:25 nasihat-nasihat yang baik yang 9:27 menjelaskan hak maupun kewajiban dia. 9:29 Tanya pada si perempuan, "Kira-kira apa 9:31 kesalahan saya hingga kamu bersikap 9:34 seperti ini? Kalau ada yang perlu saya 9:36 perbaiki, saya berusaha untuk 9:38 memperbaikinya. Karena tidak mungkin 9:40 padi tubuh dengan sendirinya. Dengan 9:43 sendirinya ada yang menanam, ada yang 9:45 memupuk. Ada yang menyiram, mari pupuk 9:47 dan suburkan, sirami hal-hal yang 9:51 positif dalam kehidupan rumah tangga. 9:52 Yang negatif hindari. Dan wanita ini 9:55 pada saat jaya mungkin dia merasa enak, 9:58 tapi begitu nanti mulai melayu, menua, 10:01 mengering, pada saat itu bakal timbul 10:04 penyesalan karena dia tidak pernah 10:06 menanam apa-apa yang dapat membuat 10:09 suaminya semakin dekat, semakin terikat 10:11 dengan dirinya. malah pengabaiannya 10:14 membuat akhirnya kecintaan menjadi 10:16 kering, kerontang, dan gersang pada hati 10:19 kita 10:21 semuanya. Jadi 10:23 kesimpulannya pada saat salah satu laki 10:28 atau istri tidak menjalankan 10:30 kewajibannya dan ini berlangsung lama 10:32 tinggal tunggu tanggal main. Heeh. 10:36 Jadi suami berdoa mohon pada Allah kalau 10:39 dia enggak bisa memberikan nasihat 10:41 karena dibantah, diajak bertengkar, coba 10:43 minta orang tua, istri atau katakan 10:46 pamannya atau seorang ustaz yang diikuti 10:49 mau didengar untuk memberikan nasihat 10:51 pada istri. Dan ingat Bu, ini tanggung 10:54 jawab yang akan dipikul hingga menghadap 10:56 ke hadapan Allah. Kulukum roin wukum 10:59 masulunati. Tiap orang bertanggung 11:01 jawab. Suami tanggung jawab, istri 11:03 tanggung jawab. Begitu pula sebagai ibu, 11:07 sebagai anak, semua ada tanggung jawab 11:11 masing-masing. Dan subhanallah mungkin 11:13 gaya hidup sekarang ini membuat orang 11:16 ini banyak yang jemu tinggal di rumah. 11:18 Saya just sebaliknya saya lebih suka 11:20 tinggal di rumah daripada keluyuran 11:22 tidak menentu. Kecuali kalau ada tujuan 11:24 yang jelas. Dan orang keluar dari rumah 11:27 itu mau enggak mau kan keluar biaya 11:29 lagi. Paling tidak tol Rp100.000. Betul 11:32 gak? Sedangkan gaji dia 11:35 pas-pasan. Kemudian bisa juga dia mampir 11:38 makan di restoran berapa yang 11:39 dikeluarkan dan bisa juga setan merusak 11:42 masuk masuk ke dalam hatinya. Akhirnya 11:45 memandang suami dengan pandangan yang 11:47 tidak menarik. Memandang pria di luar 11:49 menjadi pria-pria yang menarik yang mau 11:51 mendengarkan curhat dia. Begitu juga 11:54 laki-laki kalau biasa keluyuran keluar 11:56 makan di luar akhirnya lebih tertarik ya 12:00 untuk dekat dengan wanita-wanita. 12:02 yang bukan istrinya dan memandang 12:05 istrinya dengan pandangan yang tidak 12:08 betul-betul tidak sama sekali menarik. 12:11 Nanti kalau sudah bencana turun baru 12:13 timbul penyesalan. Heeh. Kita dalam 12:15 bertindak jangan pernah kita merasa 12:17 kuat, merasa mampu dapat berbuat sesuka 12:19 hati kita. 12:21 Ketahuilah kita ini terikat dengan 12:23 aturan dan sunah-sunah Allah. Ke mana 12:26 pun kamu pergi, kamu tidak akan mampu 12:27 melarikan diri. 12:31 Kemudian kasus yang 12:33 kedua, seorang 12:36 laki-laki datang ke dokter memohon agar 12:39 melakukan pemeriksaan DNA terhadap anak 12:41 perempuannya karena dia mau menikah. Si 12:44 dokter 12:45 bertanya, 12:47 "Kenapa?" Dia bilang, "Saya curiga ini 12:51 bukan anak saya. Karena saya banyak 12:53 meninggalkan istri. Istri di rumah ya 12:56 dalam waktu lama bisa saja terjadi 12:59 antara dia dan pria 13:01 lain. Memang 13:03 sebetulnya ada aturan dalam Islam agar 13:07 suami istri tidak berpisah terlalu lama. 13:10 Pernah sekali 13:11 waktu Sayidina Umar ketika berjalan di 13:14 malam hari pada saat itu dia sebagai 13:16 khalifah mendengarkan pantunan seorang 13:18 wanita. 13:22 yang 13:24 berpantun 13:25 ya sambil mengutarakan keluh kesahnya 13:29 istrinya yang jauh meninggalkan dia 13:32 tidak kembali. Kalau bukan karena takut 13:34 kepada Allah niscaya ranjang ini telah 13:36 goyang terisi dengan 13:41 Sayidina Umar kaget luar biasa. 13:44 Langsung dia pulang ke rumah bertanya 13:47 pada putrinya Hafsah, "Kira-kira berapa 13:49 lama wanita itu dapat bertahan kalau 13:51 ditinggalkan suaminya?" Dibilang 4 13:56 bulan. Dan Quran memberikan batasan 4 13:59 bulan kepada 14:00 wanita-wanita yang disumpah oleh 14:02 suaminya untuk tidak menggaulinya. 14:04 Dikasih waktu 4 bulan. Kalau mau terus 14:08 kembali, kalau tidak mau pisahkan 14:11 baik-baik. Jangan kalian. 14:17 Bagi pria-pria yang beril bersumpah 14:20 untuk tidak menggauli suaminya hanya 14:22 diberikan batas waktu 4 14:24 bulan. Kalau mau terus, terus dengan 14:27 cara baik-baik. Kalau tidak berpisah, 14:29 biarkan dia menikah dengan pria lain. 14:32 Akhir mulai saat itu Sayidina Umar 14:34 memutuskan bahwa para pejuang yang 14:36 berperang akan dirolling setiap 4 kali 14:39 harus kembali kepada keluarganya. 14:42 Ini banyak laki-laki meninggalkan istri 14:43 setahun 2 tahun hanya untuk mengumpulkan 14:45 uang. Jerinya bisa kerja walaupun tidak 14:48 berlebihan. Kalau mau istrinya bawa 14:50 untuk bekerja sama-sama keluar. Akhirnya 14:54 kasihan wanita yang ditinggalkan. 14:56 Kasihan juga suami yang merana kesepian. 14:59 Akhirnya mereka menjadi korban kebutuhan 15:02 hidup yang tidak menentu. Jadi kalau di 15:04 kampung halaman gaji R juta, di luar 15:06 negeri gaji R juta, tapi harus berpisah 15:08 dengan istri, mendingan terima yang R 15:11 juta. Tapi kumpul bersama istri, bisa 15:13 mengawasi anak kita, bisa menumbuhkan 15:17 betul-betul rasa cinta, sayang satu sama 15:20 lain. Karena enggak mungkin bisa 15:21 digantikan dengan uang. Begitu kita 15:24 kehilangan kecintaan atau orang yang 15:26 mencintai kita, baru timbul penyesalan 15:28 pada saat itu. Apa artinya harta yang 15:30 banyak kita kumpulkan? Tiba ditanya sama 15:32 istri, dia mengatakan, "Untuk siapa saya 15:34 kumpulkan kalau bukan untuk kalian?" 15:36 Tahu-tahu salah satunya meninggal dunia 15:38 timbul penyesalan. 15:41 Jadi 15:42 kesimpulannya ee jangan kita biarkan 15:45 penyebab terjadinya perselingkuhan ya. 15:48 Karena kebutuhan naresak akhirnya 15:51 membuat kita berdosa. Kita korbankan hal 15:54 yang lebih penting. Adapun menjawab 15:56 pertanyaan dari Bapak kita 15:59 tadi, sebetulnya tidak perlu dia 16:01 memeriksa lagi kalau seandainya istrinya 16:04 sudah meninggal atau dia katakan mau 16:06 ambil keputusan tidak mau mengakui anak 16:09 ini kalau bukan anak ini. Tapi kalau dia 16:11 masih cinta sayang pada anaknya walaupun 16:13 bukan anak biologisnya. 16:17 Dan pada 16:18 saat anak ini katakan dikandung, si ibu 16:22 sudah menikah dengan dia. Rasul 16:24 mengatakan, "Alwalad lil firas walil 16:26 akhiri aljur." Anak ini menjadi hak 16:29 pemilik ranjang yang sah. Adapun yang 16:32 berzina, yang naik ranjang 16:35 istrinya, dia menaiki ranjang orang 16:37 lain, dia tidak punya hak untuk 16:39 mengklaim anak tersebut sama dengan 16:41 orang menanam di kebun orang lain. 16:44 Oleh karena itu yang berhak terhadap 16:47 anak ini suami ya dari wanita tersebut 16:51 yang sah. Walaupun dia berselingkuh 16:54 kalau dia siap menerima anak ini 16:56 dinasabkan kepada suami yang sah. 16:59 Seperti terjadi pada masa Nabi kita 17:01 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 17:03 Seorang 17:04 sahabat berkata pada Rasulullah itu Saad 17:07 bin Abi Waqqas. Ya 17:10 Rasulullah, saudara saya Utbah bin Abi 17:12 Waqqas berkata bahwa itu anaknya fulan 17:15 sebetulnya anaknya dia. Dia berselingkuh 17:18 dengan wanita yang statusnya sebagai 17:20 istri orang lain. 17:22 Coba lihat wajahnya Rasulullah mirip 17:24 dengan saudara saya. 17:26 Rasulullah mengatakan, "Alwalad lil 17:28 firasy, anak untuk pemilik ranjang yang 17:31 sah. Walil akhir yang berzina menaiki 17:33 ranjang orang lain. Alhajru tidak punya 17:35 hak untuk 17:37 mengaku." Jadi bapak bapak pemilik 17:40 ranjang ini berhak untuk menjadi wali 17:43 menikahi anak perempuan. 17:46 Ini keindahan Islam. Tapi kalau dia 17:47 menolak untuk mengakui anak ini karena 17:49 bukan dari DNA-nya, itu hak dia. 17:52 Dan kejadian lagi yang hampir mirip, 17:56 seorang wanita mengadu kepada 17:59 saya pada saat ibunya mau meninggal 18:02 dunia mengatakan, "Sebetulnya kamu tuh 18:04 bukan anak bapak yang jadi suami saya 18:06 saat ini." P si bapak tuh sayang betul 18:08 sama dia. He. 18:10 Tapi dulu saya digauli oleh bos si 18:13 Bapak. Ya Allah. Oh. Si bos langsung 18:16 setelah itu karena saya hamil diserahkan 18:18 pada suami ibu. 18:20 [Musik] 18:22 Sekarang bapak ini merawat kamu hingga 18:25 dewasa penuh kecintaan 18:28 seperti ayah 18:29 kandung. Jadi si ibu menceritakan hal 18:32 ini kepada anaknya. Mungkin dia berpikir 18:35 si anak bakal mencari bapa biologis. 18:39 Ada si perempuan tanya, "Ustaz, 18:40 bagaimana? Saya dulu waktu nikah 18:42 dinikahi oleh bapak ee yang menjadi 18:45 suami ibu saya. Sedangkan bapak biologis 18:49 saya tidak tahu he 18:54 bagaimana nikah saya sah apa tidak? 18:56 Nikah kamu sah. Nikah kamu sah. Enggak 19:00 ada 19:01 persoalan. Allah Subhanahu wa taala 19:03 tidak akan ngorek-ngorek ke belakang 19:05 dalam masalah ini. Kemudian saya perlu 19:08 enggak bertanya pada bapak biologi saya? 19:10 Saya bilang dia tidak mencari kamu, 19:12 tidak peduli kamu. Dan dia tahu bahwa 19:16 pada saat dia meninggalkan wanita yang 19:18 menjadi pasangannya ini dalam keadaan 19:21 habil. Kalau kamu datang ke sana 19:23 bertanya padanya mungkin dia akan 19:25 mengingkari. Apalagi mungkin dia takut 19:27 sama istrinya. 19:29 Dia akan mengingkari hati kamu lebih 19:31 kecewa. Dan bisa-bisa juga ayah yang 19:34 merawat membesarkan kamu hatinya akan 19:36 bersedih. J kamu tidak perlu bercerita 19:38 pada ayah ya yang menjadi suami ibu kamu 19:42 ya. Kamu tidak perlu datang pada bapak 19:44 biologismu karena sebetulnya dia tidak 19:46 punya hak dia berzina. 19:49 Dia berzi sedangkan bapak ini menikah 19:51 secara baik-baik merawat membesarkan, 19:53 masa kamu akan sakiti bapak yang merawat 19:55 kamu demi bapak yang tidak peduli 19:57 terhadap kamu betul gak betul. 20:00 Jadi kesimpulannya alwalad lil firas. 20:03 Dan kita di umatan wahidah telah bicara 20:06 mengenai status anak zina. Apakah 20:08 dinasabkan pada bapak biologisnya pada 20:12 saat dia berzina dengan seorang wanita 20:14 yang single? Apakah dia tetap akan 20:16 dinasabkan kepadanya pada saat dia 20:18 menggauli wanita yang sudah bersuami? 20:21 pada umatan wahidah insyaallah mungkin 20:22 besok sudah di-upload kita bicara 20:25 panjang lebar di seputar ini. Jadi 20:28 kesimpulannya dalam hal ini yang sudah 20:31 tersembunyi jangan dikorek-korek. 20:34 Akhirnya membuat hati kita biru. Jadi 20:37 kembalikan pada Allah. Allah maha 20:39 pengampun lagi maha penyayang. Dan kita 20:43 harus tahu bahwa anak zina itu tidak 20:45 berdosa sedikit dan dia tidak terkena 20:48 kutukan seperti sebagian orang-orang 20:50 yang bodoh. 20:52 Oleh karena itu pada masa Nabi 20:53 diperebutkan anaknya diperebutkan oleh 20:55 Saad bin Abi Waqqas. Kemudian Abdullah 20:58 bin Zamah juga saudara saudara apa? Anak 21:01 dari wanita yang dizinai mengatakan ini 21:04 saudara saya. Diperebutkan di antara 21:08 mereka. Jadi anak zina tidak berdosa 21:11 apa-apa. tetap suci sebagaimana manusia 21:14 dilahirkan. Ya, dia enggak bertanggung 21:16 jawab atas kejahatan kedua orang tuanya. 21:20 Jadi, jangan kita remehkan sepelekan, 21:22 tapi kita bekerja sama untuk mengarahkan 21:24 dia dekat kembali pada Allah. Kemuliaan 21:27 seorang bukan dilihat dari nasabnya 21:29 semata, tapi iman, takwanya itu yang 21:31 paling penting. Oleh karena itu, tak 21:34 heran Bilal menjadi manusia mulia, 21:36 sedangkan Abu Lahab paman Nabi menjadi 21:39 manusia yang idiot. 21:42 sia-sia dan celaka. Waliyadubillah 21:44 karena keingkaran. Wallahuam. 21:47 Masyaallah. Jadi, Mas Krisna, dari dua 21:49 kasus ini, manakah yang benar-benar 21:54 menjadi bagian dari perjalanan hidup 21:56 kita sebagai pasangan tadi yang pertama 21:59 atau yang kedua? Tetapi kedua-duanya 22:02 sangat mempersuasi kita untuk 22:05 langkah-langkah berikutnya. Apa pula 22:07 kata Pak Abu Bakar Baraja? Ya, mari kita 22:10 simak. 22:15 Bismillahirrahmanirrahim. 22:19 Asalamualaikum 22:21 warahmatullahi wabarakatuh. 22:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 22:25 wabarakatuh. 22:28 Alhamdulillah, segala puji dan puja 22:31 kepada Allah yang senantiasa memberikan 22:35 kita sesuatu yang besar. Apa itu yang 22:38 besar? 22:40 sesuatu kenikmatan yang luar biasa. 22:44 Kenikmatan yang tidak ada 22:48 tandingannya, kenikmatan yang selalu 22:51 hadir di hadapan kita. Kenikmatan apa 22:55 itu? Kenikmatan 22:59 interaksi antara kita dengan orang yang 23:03 kita tentukan. 23:06 kenikmatan yang bagaimana yang bisa kita 23:09 nikmati. Kenikmatan itu sangat luar 23:15 biasa. Oleh karena itu, ketika kita 23:18 mendapatkan 23:20 kenikmatan, rasakan 23:23 nikmatnya. Rasakan bagaimana sesuatu itu 23:26 menjadikan suatu yang 23:30 besar. Kenikmatan itu tidak akan pernah 23:33 bisa hilang. Dia selalu 23:36 menunggu, menanti bagaimana 23:41 hadirnya 23:42 kenikmatan 23:46 itu. Suatu hari seorang ayah yang ingin 23:52 mendapatkan sesuatu yang besar nikmatnya 23:57 berkomunikasi dengan seorang 24:01 istri. Kenikmatan yang luar biasa. 24:05 Bagaimana seorang 24:07 berkomunikasi dengan seorang 24:11 istri, dengan anaknya, dengan istri, 24:15 semua itu adalah merupakan kenikmatan 24:17 yang luar 24:19 biasa. Namun apa jadinya ketika 24:22 kenikmatan yang terjadi itu tidak 24:27 ada kenikmatan itu hilang. 24:33 Kenapa kok bisa hilang? Karena kehadiran 24:37 seorang istri yang tidak pernah 24:42 ada. Kehadirannya cuman sia-sia. Dia 24:46 datang pergi, datang 24:50 pergi. Ketika suami 24:54 pulang dari kantor enggak ada pulang 24:58 dari kantor, istrinya pulang dia sudah 25:02 mulai capek. Bagaimana kita bisa 25:06 mengajak 25:07 komunikasi ketika capek, enggak kuat, 25:12 enggak bisa 25:13 berkomunikasi. Apa yang 25:18 terjadi? Pulang dari pergi ke mana-mana 25:21 sudah capek. yang dikeluhkan capek, 25:25 enggak enak, tapi tetap 25:30 pergi. Sudah tahu enggak enak, sudah 25:34 tahu enggak nyaman ketika pergi, tapi 25:37 tetap 25:39 pergi. Sudah 25:41 diinformasikan, sudah dikatakan kamu 25:44 daripada capek, kamu tinggal di sini 25:47 duduk tenang. pulang dari kantor saya, 25:51 kita ngobrol, kita cerita, kita 25:56 berkomunikasi. Iya. Iya. Dia hanya 25:59 mengatakan iya iya. Begitu suami pergi 26:02 ke kantor, dia cepat-cepat untuk 26:05 merapikan. Dia pergi ke mall, dia pergi 26:07 ke pasar mana? Dia pergi terus dia 26:14 pergi tidak pernah ada pada sesuatu 26:19 tempat. Dia pergi ke sana, dia pergi 26:22 kemari. Nah, suami pulang kantor, istri 26:26 pulang dari pasar atau dari rumah 26:29 temannya atau dari mana saja yang sudah 26:33 sumpek. 26:35 dengerin 26:37 pembicaraan, ngomongan orang. Nah, 26:39 sekarang ketika ketemu sama suami, mau 26:44 diinformasikan sesuatu, mau disampaikan 26:47 sesuatu, enggak bisa, enggak masuk 26:51 karena sudah 26:53 penuh. Bukan hanya seorang istri, 26:56 seorang suami pun begitu. Kalau misalnya 26:58 dia pergi kantor, pulang dari kantor, 27:01 pergi ke mana-mana, pulang bukan 27:04 permasalahan kantor, pulang sampai di 27:07 rumah enggak bisa ngomong 27:10 juga. Ini namanya 27:13 komunikasi yang 27:16 salah. Komunikasi yang 27:20 salah. 27:21 Nah, dengan seperti ini keduanya 27:25 harus bagaimana dia harus bisa pertama 27:30 sampaikan kepada istri jangan 27:36 pergi. Karena dia menjadi seorang suami. 27:39 Menjadi seorang suami itu menentukan 27:43 sikapnya. 27:46 Dia harus bisa mengatakan bahwa jangan 27:50 [Musik] 27:53 pergi. Bagaimana dia harus jangan pergi. 27:58 Perhatikan kata-kata jangan 28:03 pergi. Kata-kata satu kita tidak perlu 28:07 membicarakan ngapain kamu pergi. Kamu 28:09 nanti ke sana juga capek, enggak ada 28:11 artinya. Begimana begitu. Enggak ada 28:14 artinya. 28:16 Percuma omongan kita itu akan dijawab 28:20 dengan berbagai macam alasan yang dia 28:22 bisa 28:24 sampaikan. Jadi, bagaimana? Katakan 28:28 satu, jangan 28:33 pergi. Jadi, kita hanya mengatakan 28:35 jangan 28:37 pergi. Dan kita menjadi seorang suami 28:41 pulang pada tempatnya, pada waktunya. 28:46 itu yang menjadikan kesenangan seorang 28:49 istri, anak, dan keluarga. 28:54 Tapi ketika misalnya jangan pergi, dia 28:58 tetap 29:00 pergi. Ini yang terjadi. 29:04 Mungkin ya si suami sudah mengatakan 29:09 jangan pergi, tapi dia tetap 29:14 pergi. Dia tetap menjalankan tugasnya 29:19 pergi ke mana? ke pasar, ke rumah teman, 29:22 ke ee ke mana saja yang dia akan 29:28 pergi. Apa yang terjadi ketika suami 29:31 sudah mengatakan jangan pergi, tapi dia 29:34 tetap 29:36 pergi? Kita 29:39 tegaskan. Kita tegaskan. 29:41 [Musik] 29:43 Ketika dia pulang, kita 29:46 katakan jangan pergi. Kok kita katakan 29:50 jangan pergi lagi? Artinya 29:54 bagaimana? Ya dia kita katakan jangan 29:56 pergi. Kalau dia sudah 30:00 berkali-kali sudah 30:02 diingatkan, ambil satu 30:06 tindakan. Ambil satu 30:09 tindakan. Apa itu 30:12 tindakannya? Bisa dengan kita 30:17 diamkan. Kita diamkan. Kita tidak ajak 30:21 bicara, kita enggak ajak 30:24 komunikasi. Kita 30:27 biarkan. Sampai 30:30 kapan? Sampai 40 30:34 hari. Dia akan merasakan risih. 30:40 Seorang istri yang enggak diajak bicara 30:43 sama suaminya, dia 30:47 akan ketika misalnya lagi mandi 30:50 diambilkan baju warna biru, ambil baju 30:54 warna kuning. Dia pakai kuning, enggak 30:57 pakai yang biru. Katakan, "Karena saya 31:00 tidak suka kamu pergi." 31:06 Jadi misalnya dia lagi taruh 31:09 sarapan, dia taruh sarapan, kita ambil 31:11 yang lain. Tidak yang dia 31:16 ambilkan. Itu tindakan kita dengan 31:19 tegas. Kenapa kamu enggak mau makan 31:22 habis yang saya ambil? Saya katakan, 31:25 "Jangan pergi." Kata-kata itu yang 31:29 menjadikan poin pertama. 31:34 Jadi kata-kata jangan pergi itu 31:38 utamakan. Karena kepergihannya itu 31:42 mengganggu 31:44 komunikasi, mengganggu interaksi. 31:49 Jadi enggak ada pertama kali jangan 31:52 pergi. Ketika dia tidak mau berkali-kali 31:56 dia sudah dikasih tahu jangan pergi 31:58 tidak mau ambil 32:01 tindakan 32:04 diamkan. Kalau sudah didiamkan 40 hari 32:07 dia masih juga seperti itu. Ambil 32:10 [Musik] 32:13 sikap kita putuskan. 32:18 kamu mau bersama atau tidak 32:23 bersama? Karena dengan seperti ini kita 32:27 enggak tahu dia mau pergi ke mana, dia 32:29 pergi ke sini, pergi ke rumah temannya, 32:32 apa yang 32:33 dilakukan. Tidak mengetahui apa yang dia 32:38 lakukan. 32:39 Apa yang diperlakukan kita tidak tahu 32:43 dia memperlakukan atau dia bersama 32:45 laki-laki atau tidak bersama laki-laki. 32:48 Kita tidak pernah tahu. Kenapa loh kita 32:52 kan bisa ngecek dari HP-nya, kita bisa 32:55 mengecek dari apa yang dia pergi ke mana 32:58 ke mana. Tidak perlu. Kita tidak 33:01 perlukan. 33:04 Karena pengecekan-pengecekan itu 33:08 mengakibatkan hal-hal yang lain yang 33:11 bisa 33:12 berbagai macam peristiwa yang terjadi. 33:16 Ngapain kita ngecek? Kita jelas. Kita 33:19 katakan jangan pergi. Dia tidak mau 33:21 pergi. Kita tegaskan dan kita tegaskan. 33:24 Kita punya sikap. Ya sudah. 33:29 Karena ketika seorang istri yang tidak 33:32 bisa kita katakan sudah seorang suami 33:36 yang bisa yang enggak mau memperlakukan 33:39 kita 33:43 pertanyakan kok enakan suami daripada 33:47 istri bukan enakan suami. Kalau dia 33:51 selingkuh dia baru kita tekan. Tapi 33:53 kalau dia menikah apa boleh buat? Nah, 33:56 itu perlu 33:58 dipertanyakan. Jadi, 34:01 tegaskan 34:03 bagaimana dia 34:06 melakukan. Jadi, seorang istri itu harus 34:09 tegas. Kita harus tegaskan. 34:12 katakan jangan pergi. Tetap kita sekali 34:15 mengatakan jangan 34:18 pergi. Insyaallah dengan kata-kata 34:21 seperti itu bisa 34:24 mengurangi 34:27 ketegangan insyaallah. 34:30 Nah, yang 34:33 kedua ee masalah 34:37 DNA. DNA. Saya sudah 34:40 tahu 34:42 dia kurang lebih apakah kita tidak 34:46 tahu apakah dia selingkuh atau tidak 34:50 selingkuh. Kita tidak tahu. Ya sudah 34:53 kita enggak perlu ngasih tahu. Tapi 34:55 kalau kita 34:57 mengetahui, kita tahu dari awal dia 35:01 selingkuh di sini yang kita harus 35:03 tegaskan. 35:06 Kalau dari awal kita tahu dia selingkuh, 35:09 dari awal kita katakan sudah selesai. 35:13 Tapi kalau dari awal kita tidak tahu, 35:15 cuman kita curiga, curiga, curiga, tapi 35:18 kita tidak pernah berbicara sama orang 35:20 itu, apa yang terjadi? Kecurigaan 35:25 ini. Nah, kecurigaan ini membuat hati 35:30 kita yang tidak 35:31 tenang sampai meninggal. 35:35 bikin bingung sampai dia sudah besar, 35:38 dia sudah menikah, dia bingung nih siapa 35:41 yang menikahkan. Nah, tadi sudah dijawab 35:44 sama Ustaz bahwa yang menikahkan adalah 35:47 yang haknya. Haknya siapa? Kita sebagai 35:51 seorang 35:53 suami. Tapi DNA enggak perlu DNA. H 36:00 kita enggak perlu memperhatikan DNA. 36:05 Jadi enggak perlu lagi DNA. Yang penting 36:07 sekarang dia bersama dengan saya. 36:13 Ya, walaupun dia bukan anak kita, tapi 36:15 dia tetap menjadi anak kita karena kita 36:18 yang piara 36:20 dia. Nah, di sini bahwa maka ketika kita 36:26 tahu suami eh istri kita selingkuh, kita 36:30 tegaskan. 36:33 Jadi ketika seorang yang sedang ee 36:35 seorang wanita selingkuh ya sudah 36:39 selesai. Untuk apa kita 36:43 teruskan? Untuk apa kita 36:49 perbaiki. Nah, di sini kita tegaskan 36:52 bahwa kamu menikah sama orang 36:55 selingkuhan. Selesai. 36:59 Ya. Jadi apa yang 37:02 terjadi? Perhatikan bahwa ketika dia 37:06 selingkuh kita 37:08 tegaskan oke dia adalah dia bukan 37:13 saya. Karena dia sudah melakukan aturan 37:17 yang tidak benar. Tapi ketika kita cuman 37:22 curiga, enggak tahu harus di DNA, enggak 37:26 perlu ya kita sudah selesai. kita curiga 37:29 hanya 37:33 curiga. Jadi kalau cuman curiga, nah itu 37:35 kan cuman curiga doang, perasaan kita 37:37 doang. Ya sudah kita katakan tidak akan 37:40 pernah terjadi sesuatu 37:42 DNA-nya enggak. Jadi kita enggak perlu m 37:44 DNA. He. 37:48 Apakah kita perlu DNA? Enggak. 37:51 tetap yang menikahkan ya kita karena 37:54 kita yang miliki. Kalau benar-benar dia 37:57 selingkuh kemudian 37:59 kita ee lihat bahwa dia 38:03 tidak atau misalnya dia e hamil duluan 38:07 kemudian sampai punya anak dan sudah 38:10 punya anak baru kita 38:14 nikahkan. Berarti kan anak itu bukan 38:17 anak kita, anak orang selingkuhan. 38:24 Nah, itu baru kita tegaskan bahwa dia 38:26 bukan anak 38:29 kita. Jadi, dia bukan anak kita karena 38:32 bukan yang kita tetapkan. Nah, oleh 38:36 karena itu tegaskan kalau dia memang 38:40 melakukan sesuatu ya kita 38:43 tinggalkan. Kalau dia baik-baik oke kita 38:47 terima dengan baik. 38:50 Itu yang terjadi yang kita harus 38:53 perhatikan. 38:57 Insyaallah. 38:58 Ya. Iya. Iya. Saya mendengar ini Mas 39:01 Krishna rasanya eoh tadi kenapa jadi 39:05 jangan pergi, jangan pergi melulu ya? 39:07 Kalau perginya penting enggak boleh 39:08 juga. Tapi itulah sebagai seorang kepala 39:12 rumah tangga mungkin ya. Kita masih 39:14 punya waktu Mas Krisna. Ustaz Hustin ada 39:15 yang bisa ditambahkan? 39:17 Memang zaman sekarang ini kita lihat 39:21 banyak pria wanita berkaki 1000. 39:25 Enggak betah di rumah. Enggak betah di 39:28 rumah. Yang repot kalau dua-duanya 39:30 keluyuran anak sama 39:33 pembantu akhirnya mereka terpengaruh 39:37 oleh apa? oleh akhlak dan pengetahuan 39:41 yang ada pada pembantu. Si pembantu 39:43 bercerita walaupun saya membantu 39:46 cerita cerita yang tidak mendidik yang 39:49 kadang-kadang berisikan mistik, 39:51 berisikan ini, berisikan itu. Banyak 39:53 kita jumpai hal seperti ini. Orang tua 39:57 pada saat muda lupa diri. Nanti kalau 39:59 sudah tua baru 40:00 gimana? Pada saat dia tua dia butuh ada 40:04 orang di sisinya tapi ternyata anaknya 40:07 tidak peduli padanya. Jadi saat dia 40:09 dirawat di rumah sakit, anak tidak mau 40:11 mendampingi, alasannya sibuklah, kasihan 40:14 ini itu. Baru pada saat itu dia 40:16 menyadari selama ini dia telah mengikuti 40:19 hawa 40:20 nafsunya, angan-angannya mengejar 40:23 kebebasan, berkumpul bersama teman, anak 40:25 yang bukan buah hatinya, yang bisa 40:28 menjadi teman, 40:30 pendamping juga penghibur dirinya. 40:33 Ternyata sang anak mengabaikan kedua 40:35 orang tuanya. 40:37 Inilah 40:38 merupakan ee hasil dari perbuatan kita. 40:43 Lahabat waaiha. 40:47 Kita akan menanggung akibat buruk dari 40:50 perbuatan kita juga. Kita akan menikmati 40:54 hasil kebaikan yang kita tanam. Kata 40:56 Laha itu menjelaskan e kebaikan yang 40:59 kita buat semuanya kembali kepada kita. 41:03 Waaihaktasabat. Perbuatan buruk dia kan 41:05 juga berbalik. 41:07 sebelum orang lain yang kita sakiti, 41:09 sakit kita sebetulnya yang sakit. 41:12 Walaupun dia berusaha untuk mengelak, 41:14 menyibukkan diri, tapi hatinya akan 41:16 dipenuhi kegelisahan. Nanti dia lupa 41:19 yang menyebabkan dia gelisah itu 41:21 pelanggarannya. Tapi dia cerita, "Saya 41:23 ini sumpah enggak tahu sebabnya apa ya." 41:24 Dia enggak tahu perbuatan dia ya yang 41:28 membuat dia sumpah. Iya. Oleh karena itu 41:30 Allah mengatakan, "Ma asobaka min 41:33 hasanatin faminallah." kebaikan yang 41:35 kamu terima sepenuhi dari Allah. Tapi w 41:38 asaka miniatin nafs keburukan yang 41:40 menimpa kamu itu kembali kepada sampean. 41:43 Jangan menyalahkan takdir Allah. Wa kafa 41:47 billahi eh syahida. Allah subhanahu wa 41:50 taala cukup sebagai saksi. Oleh karena 41:54 itu, kita kan semua namanya 41:56 manusia. Saya ya bapak-bapak, Ibu-ibu 42:00 tidak luput dari kesalahan. 42:02 Kita enggak mungkin bisa merubah masa 42:04 lampau. Mari dengan datangnya Ramadan 42:07 kita rubah sikap kita, perbuatan kita, 42:10 kebiasaan kita dan nikmati rumah kita. 42:14 Walaupun dia sempit kecil, tapi kalau 42:18 hati kita lapang akan terasa lapang. 42:20 Masyaallah. Tapi walaupun rumah kita 42:22 luas, kalau sepi, Heeh. Kita sedih 42:24 sekali mendengarkan ratapan yang 42:28 dituangkan pada wasiat terakhir, Habibi. 42:31 Heeh. 42:32 yang meratap kesepian, kesendirian, 42:35 hubungan dengan cucunya bagaikan orang 42:37 asing, tubuh gemetar. Kalau seing dia 42:41 punya kesempatan, dia ingin mempelajari 42:44 agama. Bahkan kalau ditawarkan memilih 42:46 di antara 42:47 dua ya pengetahuan yang dia pelajari 42:51 sama agama, dia akan memilih belajar 42:53 agama. Karena anak-anaknya pun yang 42:57 dibesarkan dicintai sibuk dengan urusan 42:59 mereka. 43:01 Mereka tidak mengenal kewajiban anak 43:03 pada orang tuanya. 43:05 Orang tua pada masa jaya juga mabuk oleh 43:09 kebanggaannya. Nah, diungkapkan dalam 43:12 keluh kesahnya dan dia sebarkan ini 43:15 dengan harapan dia mendapatkan rahmat 43:17 dari Allah 43:19 ampunannya atas nasihat-nasihat yang 43:21 diberikan sebelum dia kembali kepada 43:23 Allah subhanahu wa taala. Dan saya 43:26 banyak jumpai kasus-kasus di mana orang 43:29 tua mengabaikan 43:31 anaknya. Di hari tua anak tidak mengenal 43:34 orang tuanya. Astagfirullah. Bukan orang 43:36 tua mengharapkan balasan dari anak, tapi 43:39 didampingi anak pada saat kita tua itu 43:41 kebahagiaan kita. Bahkan kita saksikan 43:45 orang-orang yang harmoni rumah tangganya 43:47 itu. Bapak ibunya diperebutkan. 43:50 Bapak Ibu maunya di rumah si fulan saja. 43:52 Mana bagian kita ditarik ke sana, 43:55 ditarik kemari. Walaupun si bapak 43:58 merasakan apa namanya? Merasakan 44:00 perasaan, tapi ada kebahagiaan di mana 44:03 anak-anaknya itu semuanya memperebutkan. 44:06 Bahkan kalau satu memberikan ini, yang 44:08 lain buru-buru berlomba-lomba enggak mau 44:09 lagi. Karena kecintaan mereka pada 44:11 siapa? Pada orang tua mereka. 44:14 Masyaallah. Oleh karena 44:17 itu, nah seperti yang tadi saya bilang, 44:20 ibu yang berkaki 1000 ya, coba diberikan 44:24 nasihat, minta kepada orang yang bisa 44:26 didengar, mengingatkan kamu ini salah. 44:28 kamu melangkah semakin jauh dari 44:30 kebahagiaan kamu. Suami kamu di rumah 44:33 itu, itu merupakan pasangan yang Allah 44:36 halalkan yang siap membela kamu, 44:39 khawatir terhadap kamu. Begitu juga 44:43 suami-suami yang biasa di luar, ingat 44:45 istri kamu di rumah khawatir merindukan 44:48 kamu. Begitu juga anak-anak kamu jangan 44:49 kamu pandang remeh. Kamu lihat mereka 44:51 orang-orang yang kalah dibandingkan 44:53 teman-teman kamu dalam bidang pendidikan 44:55 atau dalam bidang status. Mereka orang 44:57 yang mulia yang Allah anugerahkan buat 45:00 kamu, yang peduli kepada kamu, yang 45:03 merasa sakit di saat kamu sakit. Tapi 45:05 orang di luar hanya berteman dengan kamu 45:07 pada masa kamu jaya. Begitu kamu 45:09 kehilangan kejayaan kamu, mereka semua 45:11 akan berpura-pura tidak mengenal kamu. 45:15 Jadi saya kira mungkin cukup sampai di 45:17 sini. Insyaallah kita lanjutkan kembali 45:20 pada ee pertemuan berikutnya mungkin ee 45:24 sementara waktu penutupan berikutnya. 45:27 Iya. Nanti setelah lebaran mungkin. Iya. 45:29 Setelah habis lebaran insyaallah kita 45:31 akan lanjutkan kembali psikologi 45:33 keluarga kita. Bahkan kita harapkan 45:35 insyaallah Mbak Nuning bisa jadi 45:36 perantara juga bagi perempuan-perempuan 45:39 yang menjadi pasangan. Amin. Krisnanya 45:42 sebagai perantara bagi laki-laki juga 45:45 yang menjadi pasangan dipertemukan atau 45:47 katakan suami istri yang ribut. Kalau 45:50 hanya satu pihak yang 45:52 bercerita, kadang-kadang obat yang kita 45:55 berikan enggak sesuai. Kita dengarkan 45:57 keluhan suami, kita enggak tahu apa yang 45:59 dirasakan istri. Kita dengarkan keluhan 46:01 istri menangis-nangis, kita enggak tahu 46:03 suami sebetulnya menjadi korban 46:04 istrinya. 46:05 Jadi dalam hal ini mesti dua-duanya 46:07 perlu dua-duanya untuk berbicara atau 46:10 kalau perlu by Zoom gitu. Kalau perlu 46:13 apa? Kalau mereka malu untuk datang bisa 46:16 berbicara by Zoom. Dari Zoom dua-duanya 46:19 berbicara kepada kita. Kita bisa 46:21 membantu untuk menyelesaikannya tanpa 46:23 harus bertemu dengan kita. Kalau perlu 46:26 untuk tidak terlihat wajahnya, matikan 46:28 dia punya kamera. Heeh. Jadi hanya suara 46:30 saja. 46:32 Demikianlah subhanakallahumma wabihamdik 46:34 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 46:37 wa atubu ilaik minkum wasalamualaikum 46:40 warahmatullahi wabarakumsalam 46:41 warahmatullahi wabarakatuh. Ini 46:43 betul-betul e pembelajaran yang luar 46:46 biasa di Ramadan ini. Kita sebagai orang 46:50 yang punya pasangan, siapapun yang 46:52 merasa keberatan kayaknya memang perlu 46:55 introspeksi diri ya. Iya. Ya, waktu kita 46:58 habis. Iya. Jadi memang pada saat ee 47:02 salah satu pasangan yang tidak 47:04 menjalankan fungsinya, tunggulah saat 47:06 yang tidak menyenangkan atau 47:07 membahagiakan. Dan suami jangan terlalu 47:10 lama meninggalkan istri bila tidak ingin 47:13 terjadi hal yang tidak diinginkan. Yang 47:16 paling penting iman dan takwa itu yang 47:18 paling penting ya. Baik. Saya Muhammad 47:21 Krishna Gustaf kemudian ee A Setiabud 47:24 dan Algi mohon pamit. Wabillahi taufik 47:26 walhidayah. Wasalamualaikum 47:27 warahmatullahi wabarakatuh. 47:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:30 wabarakatuh.