Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil 0:23 alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa 0:25 ala ali Muhammad. Selamat pagi ikhwan 0:28 dan akhwat pecinta radio dan TV 0:31 silaturahim di mana saja Anda berada. 0:34 Selamat berjumpa kembali di acara 0:36 perlindungan anak. Insya Allah saya 0:38 Nurfitritahir dan juga Atep dan Anis 0:41 akan menemani ikhwan dan akhwat sampai 0:44 dengan pukul 11.30 nanti. 0:47 Ikhwan dan akhwat pada acara 0:49 perlindungan anak kali ini insya Allah 0:51 kita akan membahas mengenai forum anak 0:54 sebagai pelopor dan pelapor pada bidang 0:58 pencegahan perkawinan anak. Bersama 1:01 narasumber kita Pak Hamid Fatilima. 1:03 Assalamualaikum Pak Hamid. 1:04 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? 1:06 Baik alhamdulillah. Bagaimana dengan Pak 1:08 Hamid sendiri? 1:09 Alhamdulillah. 1:10 Ini sepertinya seru sekali ya Pak ya 1:12 forum anak sebagai pelopor dan pelapor 1:15 pada bidang pencegahan perkawinan anak. 1:18 Nanti insya Allah kita akan dengar 1:20 penjelasannya lebih lengkap dari Pak 1:22 Hamid Fatilima. Kami mengundang ikhwan 1:25 dan akhwat untuk mengirimkan pertanyaan 1:27 dalam bentuk WhatsApp ke nomor 0 08 1:31 111999720 1:35 atau ikhwan dan akhwat dapat menelepon 1:37 kami di studio di nomor 021 8451512. 1:43 Silakan Pak Hamid. 1:44 Terima kasih Bunda. 1:45 Bismillahirrahmanirrahim. 1:46 Assalamualaikum warahmatullahi 1:48 wabarakatuh. 1:50 Pendengar Rasil di mana saja berada 1:54 terutama yang ada di 1:59 Batam, 2:00 Kota Palembang, Kota Pontianak, 2:04 Kota Sukabumi, Jabodetabek, 2:07 kemudian di Magelang, 2:09 Semarang, Yogyakarta, 2:12 Bondowoso, dan Banyuwangi. 2:17 Alhamdulillah kita masih diberi 2:18 kesempatan untuk berbagi informasi hari 2:20 ini, insya Allah tentang 2:23 Forum Anak sebagai 2:26 pelapor dan pelapor 2:29 pada bidang 2:30 pencegahan perkawinan anak. 2:33 Bunda, mereka ini sebetulnya di 2:39 Forum Anak 2:40 itu terlibat di banyak eh hal. Apa saja 2:44 yang mereka bisa pelopori antara lain 2:48 untuk memastikan 2:50 setiap anak-anak yang ada di sekitar 2:54 mereka itu 2:55 memiliki 2:57 kutipan akta kelahiran. 3:00 Jadi mereka mengkampanyekan pentingnya 3:03 eh anak teregistrasi di Dinas eh 3:07 Kependudukan dan Catatan Sipil, kemudian 3:10 setiap anak itu perlu memiliki kutipan 3:14 akta. 3:15 Anak-anak ini 3:17 mereka akan melakukan sosialisasi lalu 3:21 mengkampanyekan ke 3:23 eh setiap orang-orang yang ada di 3:25 sekitar mereka, termasuk teman-teman 3:27 mereka 3:29 yang kemungkinan 3:31 belum memiliki kutipan akta. Lalu 3:34 kemudian mereka itu bisa melaporkan, 3:37 bisa saja melaporkan ke instansi 3:40 terkait, baik itu dari tingkat 3:44 kelurahan, 3:45 kecamatan, atau langsung ke Dinas 3:47 Dukcapil, 3:49 atau melalui Dinas Pemberdayaan 3:51 Perempuan dan Perlindungan anak. Itu 3:53 yang pertama. Yang kedua, mereka juga 3:57 aktif untuk mengkampanyekan pentingnya 4:00 eh mengakses informasi layak anak. 4:04 Pentingnya eh internet sehat atau 4:08 menggunakan eh gadget dengan penuh eh 4:14 kehati-hatian. Mereka me memelopori hal 4:17 ini. 4:18 Selain apa yang mereka pelopori yang 4:21 hari ini kita akan bahas itu, 4:24 memastikan bagaimana 4:26 teman-teman mereka itu jangan sampai 4:30 eh 4:31 terlibat di hal-hal yang kemudian 4:35 membuat teman-teman mereka itu 4:38 kawin pada usia anak. 4:42 Apa saja yang dapat mereka pelopori? 4:46 Di 4:48 perkawinan anak ini yang menjadi 4:50 tantangan Indonesia 4:52 dan ini juga menjadi perhatian eh 4:55 presiden, gubernur, bupati, walikota 4:58 untuk memastikan 5:00 bagaimana meninggikan 5:02 IPM, indeks pembangunan manusia. 5:05 Salah satunya itu adalah memastikan 5:09 setiap anak di tempat baik itu di 5:13 kabupaten, kota, atau di provinsi, itu 5:16 mereka terakses ke pendidikan yang 5:19 layak. Sekarang diperjuangkan untuk 5:23 pendidikan eh wajib belajar 12 tahun 5:28 yang sebelumnya 9 tahun ini didorong. 5:30 Untuk memastikan 5:32 agar setiap anak itu terakses ke 5:36 pendidikan, eh forum anak ini mereka 5:39 mendorong bagaimana memastikan 5:42 teman-temannya itu 5:45 dari 5:46 usia SD, SMP, kalau bisa sampai lulus 5:50 SMA. Kemudian 5:52 eee 5:54 kalau sudah memiliki ijazah, pilihan 5:57 untuk melanjutkan ke pendidikan yang 6:00 lebih lanjut, mereka bisa eee 6:03 dimungkinkan atau ingin kuliah atau 6:07 ingin bekerja, mereka sudah punya modal 6:10 minimal pendidikan itu sudah 12 tahun 6:13 atau berijazah 6:14 SMA 6:16 atau SMK atau sederajat. 6:20 Baik 6:21 pendidikan yang dikelola oleh 6:23 Kementerian Pendidikan eee dan 6:25 Kebudayaan maupun oleh Kementerian Agama 6:29 atau yang dikelola oleh eee 6:32 lembaga-lembaga masyarakat. Nah, 6:34 anak-anak ini terus mendorong untuk 6:37 memastikan jangan sampai 6:41 teman-temannya 6:42 drop out atau teman-temannya putus 6:46 sekolah. 6:47 Itu yang mereka upayakan sehingga 6:51 kalau teman-temannya ini fokus dalam 6:55 belajar 6:57 lalu fokus untuk menyelesaikan 6:59 pendidikan menengah mereka 7:02 insya Allah 7:03 anak-anak ini dia akan eee tercegah 7:07 untuk perkawinan pada usia anak. Karena 7:10 mereka terus didorong bagaimana 7:14 memastikan untuk tetap bersekolah. Itu 7:17 dari aspek eee pendidikan. 7:20 Kemudian aspek kedua ini yang menjadi 7:21 penting Bunda, yaitu terkait dengan 7:24 kesehatan. 7:26 Bunda Kak 7:28 Ayahanda dan Bunda di rumah banyak eee 7:31 kasus-kasus yang diketemukan 7:34 eee anak-anak yang menikah di usia anak 7:38 itu mereka proses tumbuhnya itu tidak ee 7:43 utuh. 7:44 Mereka langsung mengalami ee berbagai 7:47 masalah dan 7:49 rentetan 7:51 kasus ee bermunculan dengan anak-anak 7:54 yang masih anak sudah punya anak dan ada 7:57 yang sebagian yang sudah menjadi janda 8:00 dan untuk 8:02 itu mereka harus mendampingi ee 8:05 anak-anak mereka 8:06 itu sebagian mengalami ee gagal dalam 8:09 proses tumbuhnya. Sehingga sekarang yang 8:12 jadi tantangan pemerintah atau negara 8:15 ini adalah munculnya stunting. Itu di ee 8:20 salah satu faktor penyebabnya itu dari 8:22 proses perkawinan anak. Nah, untuk itu 8:25 bagaimana forum anak ini 8:28 dapat ambil bagian 8:30 terutama untuk mengkampanyekan 8:33 pentingnya 8:34 ee 8:35 hidup sehat lalu memperhatikan 8:39 ee kesehatan reproduksi. Nah, ini yang 8:42 ee melalui media ini dan ini sebetulnya 8:46 didorong oleh Komite Hak Anak PBB 8:50 bagaimana memastikan setiap anak remaja 8:54 itu [berdehem] 8:55 sejak dari 8:56 usia anak mereka itu sudah di 9:00 latih atau dikapasiti oleh 9:03 kedua orang tuanya. 9:05 Terutama untuk 9:07 anak pria itu dilatih oleh ayahnya 9:12 bagaimana menjadi 9:14 seorang anak laki-laki yang penuh 9:17 tanggung jawab terkait dengan 9:20 bagaimana dia tidak sembarang ee 9:24 mengganggu 9:26 ee teman 9:28 perempuannya. 9:29 Melalui ada banyak muncul ee kasus-kasus 9:34 kejahatan seksual itu yang dialami oleh 9:38 anak-anak remaja perempuan yang 9:41 dilakukan oleh anak remaja pria itu 9:44 karena 9:46 anak laki-laki ini tidak banyak 9:48 mendapatkan 9:50 pendampingan, pembimbingan, yang paling 9:52 utama adalah kapasitas. Untuk itu 9:56 ayah dan bunda yang memiliki 10:00 anak pria ini perlu banyak berkonsultasi 10:06 dengan teman-teman kita di kesehatan 10:09 untuk mendapatkan pengetahuan ba banyak 10:13 terutama bagaimana mempersiapkan anak 10:15 remaja prianya di bidang kesehatan 10:18 reproduksi sehat. Jadi si ayah itu 10:22 kalau bisa dia banyak berkunjung ke 10:25 puskesmas 10:27 atau ke rumah sakit atau kalau punya 10:30 kolega teman dokter banyak berkonsultasi 10:34 dengan mereka untuk menanyakan bagaimana 10:37 mempersiapkan 10:39 agar anak laki-lakinya ini benar-benar 10:43 menjadi 10:44 anak remaja laki-laki yang penuh 10:47 tanggung jawab yang terhindar dari 10:50 masalah-masalah 10:52 yang kemudian itu yang menyebabkan 10:54 mereka menjadi 10:57 pelaku 10:59 kejahatan seksual 11:01 atau mereka itu dipaksa untuk menikah 11:05 pada usia anak. Untuk itu si ayah 11:08 benar-benar dia harus kaya pengetahuan. 11:13 Selain itu otomatis si ayah ini juga 11:16 punya pengalaman pernah jadi seorang 11:19 anak dan punya pengalaman menjadi 11:22 seorang remaja 11:24 yang mungkin dulu 11:27 itu belum menjadi fokus. 11:30 Komite HAM PBB itu baru menyadari 11:33 belakangan ini bahwa pentingnya 11:37 pembimbingan, pendampingan kepada anak 11:40 remaja laki-laki oleh ayahnya. 11:44 Karena 11:45 itu eh langsung si ayahnya punya 11:48 pengetahuan banyak karena dia banyak 11:51 membaca atau banyak bertanya kepada eh 11:54 para ahli dan dia juga punya pengalaman. 11:57 Pengetahuan ini eh 11:59 sudah dibakukan kah, Pak? Seperti apa? 12:02 Karena sepertinya masih banyak orang 12:04 yang memiliki banyak versi gitu. Ada 12:06 yang malah memilih untuk 12:08 misalnya menunjukkan anatomi tubuh orang 12:10 dewasa kepada anaknya secara langsung 12:12 gitu kan ya. Ada yang menentang itu. Ini 12:15 sudah dibakukan belum? Bagaimana cara 12:17 pendidikan anak ini? 12:18 Sebetulnya kalau kita langsung bertanya 12:21 ke teman-teman eh ahli di bidang 12:24 kesehatan itu mereka akan menjelaskan 12:27 sesuai dengan apa yang tadi digambarkan 12:29 oleh Bunda. Tergantung bagaimana kita me 12:33 melihat itu lalu kemudian otomatis kan 12:36 kita sudah punya rambu-rambu yang harus 12:40 kita perhatikan sesuai dengan 12:42 nilai-nilai agama yang dan nilai-nilai 12:45 yang berlaku di masyarakat. Dengan eh 12:48 filter itu, itu yang kemudian menjadi 12:50 salah satu penguat bagi kita untuk eh 12:53 memberikan penjelasan kepada anak-anak 12:56 kita nanti. Tapi yang 12:58 paling utama itu Bunda adalah kita harus 13:01 si ayah ini perlu yang paling utama si 13:03 ayah harus memiliki pengetahuan yang 13:07 komprehensif terkait dengan 13:09 eh kesehatan reproduksi sehat ini dari 13:13 orang yang berkompeten. Nah, siapa saja 13:15 ya orang berkompeten? Ya, kalau mau 13:17 lebih spesifik ke dokter ahli eh 13:21 kandungan. Karena di sana dia yang 13:22 paling tahu eh apa dampaknya dan apa 13:26 pengaruhnya terhadap ee proses tumbuh 13:29 dari si anak itu sendiri. Kalau ini dia 13:32 dipaksa, apa yang akan terjadi? Apakah 13:36 ada 13:37 ee semacam itu, Bunda? 13:39 Ee ketertarikan, lalu menjadi kebiasaan, 13:42 dan itu yang menjadi 13:44 ee penyakit bagi diri anak karena dia 13:47 sejak dari awal merasakan hal-hal yang 13:51 ee hanya orang dewasa yang ee paling 13:54 tahu. Ah, si ayah ini, dia harus banyak 13:57 bertanya. Ah, dengan bekal bertanya, 14:00 kemudian bekal ee membaca, dan dia juga 14:04 punya pengalaman-pengalaman bi bisa saja 14:07 bukan yang dialami sendiri oleh si ayah, 14:10 tetapi dia pernah 14:13 atau punya teman 14:15 yang melakukan kejahatan seksual karena 14:18 ketidaktahuan atau karena ikut-ikutan 14:21 atau karena pengaruh sering membaca 14:24 buku-buku yang konten yang 14:28 ee 14:30 tidak atau belum boleh diakses oleh 14:33 anak-anak, itu dia pernah mengaksesnya. 14:35 Lalu kemudian menonton 14:38 ee video atau film-film yang 14:42 ee tidak pas 14:44 untuk usia anak. Ah, si 14:46 si ayah ini, dia punya pengalaman 14:48 temannya karena sering atau ee mengakses 14:53 hal-hal seperti itu, kemudian membuat 14:55 temannya mengalami ketergantungan. Nah, 14:59 informasi ini menjadi satu kekuatan bagi 15:02 si ayah untuk berdiskusi pada diri si 15:05 anak. Ah, 15:06 Ini menarik nih, Pak Hamid. Eh, maaf 15:07 saya potong sebentar. Tadi kan Pak Hamid 15:09 mengatakan ceritakan tentang teman si 15:11 Bapak gitu ya. Kalau misalnya si Bapak 15:14 ini pernah melakukan kesalahan kecil 15:16 pada waktu ia muda, itu juga boleh 15:18 diceritakan apa enggak sih ke anak atau 15:20 harus kita hindari sebagai orang tua? 15:22 Untuk ee sebagai materi pembelajar itu 15:26 bisa di 15:27 di rekayasa 15:29 seakan-akan bukan diri si ayah tetapi 15:31 juga 15:32 jangan sampai juga 15:34 si anak ini mendapatkan informasi 15:37 tentang keburukan kita dari orang lain. 15:39 Hal lebih baik juga kita ee menyampaikan 15:42 itu tetapi dengan bahasa yang sudah di 15:45 ee kemas yang kemudian hasil kemasan itu 15:49 membuat si anak mendapatkan informasi 15:53 yang ee jelas dan benar terutama dari 15:56 mereka yang pernah mengalami hal-hal 15:59 yang bertentangan dengan nilai-nilai 16:01 agama nilai-nilai masyarakat yang 16:04 kemudian 16:05 oleh 16:06 kepolisian itu bisa diproses menjadi 16:08 kejahatan seksual. Ah, 16:10 pengalaman-pengalaman ini ini yang perlu 16:13 kita ee informasikan kepada anak. Kapan 16:17 hal itu perlu kita lakukan? 16:20 Bunda, [mendengus] 16:21 ee seorang anak pria itu untuk masuk ke 16:25 usia transisi 16:27 itu berarti dari usia anak masuk ke 16:29 remaja diawali dengan masuk ke usia 16:32 balik. 16:34 Yang banyak ee orang 16:38 mengatakan mimpi basah pertama atau ada 16:41 perubahan ee suara dari seorang anak. 16:45 Satu tahun menjelang usia itu atau masa 16:49 itu si ayah sudah mulai mengawali 16:52 pelatihan, pendampingan, pembimbingan 16:54 itu kepada anaknya. Dan 16:57 pada saat hari H dan si anak mengetahui 17:00 itu, itu yang kemudian si ayah 17:04 benar-benar 17:06 sudah 17:07 plong. 17:08 Sudah memberikan informasi yang lengkap 17:10 kepada anak. Ah, 17:12 informasi-informasi yang diperoleh oleh 17:15 anak dari 17:17 informan atau dari sumber yang 17:19 berkompeten ini atau yang memiliki 17:23 hubungan dekat dengan si anak itu 17:25 sendiri, ini jadi bekal bagi si anak ini 17:28 terutama yang mereka aktif di forum anak 17:31 untuk mengkampanyekan, 17:33 untuk mensosialisasikan 17:36 kepada teman-temannya betapa 17:38 berbahayanya 17:40 melakukan hal-hal yang bertentangan 17:42 dengan nilai-nilai agama 17:44 atau nilai-nilai masyarakat yaitu 17:46 melakukan kejahatan seksual karena 17:49 ketidaktahuan mereka. 17:51 Dengan informasi ini, si anak-anak forum 17:55 anak dia akan menjadi orang yang 17:59 lebih 18:00 percaya diri. Itu yang pertama. 18:03 Bagaimana dengan anak remaja putri? Nah, 18:06 ini menjadi domainnya si ibu. 18:09 Karena si ibu yang 18:12 paling tahu tentang eh bagaimana 18:16 menghadapi hari pertama datang bulan. 18:21 Ini kan akan dialami oleh anak remaja 18:23 putrinya juga. Lalu kemudian 18:26 hal-hal apa yang perlu dia perhatikan 18:29 dan bagaimana menjaga, mempertahankan eh 18:33 harga diri untuk tidak mudah terutama 18:38 eh yang sekarang ini menjadi tantangan 18:40 dengan adanya 18:42 eh gadget yaitu 18:44 eh 18:46 orang dengan mudah memberi akses kepada 18:49 siapapun untuk berbagi foto, berbagi 18:52 video. Kalau sejak dari awal 18:56 si bunda 18:58 eh mempersiapkan 19:00 anak ini 19:03 dengan pengetahuan 19:05 lalu dengan keterampilan dan akhirnya 19:08 nanti dia memiliki sikap, si anak itu 19:11 sendiri memiliki sikap untuk tidak mudah 19:14 me 19:15 melakukan hal-hal yang kemudian 19:18 merugikan diri dia dan memaksa dia harus 19:22 ee menikah di usia anak. Nah, untuk itu 19:27 si ibu tidak cukup hanya berbekal dari 19:30 pengetahuan diri dia. 19:32 Tetapi 19:34 pertama terkait dengan toharah ini 19:36 berarti dia perlu berkonsultasi dengan 19:39 ee ustazah yang memiliki pengetahuan 19:42 yang banyak tentang fikih perempuan dan 19:45 fikih ee tentang kebersihan. Lalu 19:48 kemudian kalau bisa datang ke puskes, 19:52 datang ke klinik-klinik yang memiliki 19:56 ruang untuk konsultasi untuk bertanya 19:59 hal-hal apa yang perlu dipersiapkan oleh 20:02 seorang ibu untuk memberikan ee 20:06 pembimbingan dan membangun kapasitas 20:09 pada diri si anak itu sendiri. Jadi, 20:13 Bunda dua ee kekuatan ini, ini yang 20:17 kemudian ditransformasi kepada 20:19 anak-anaknya dan anak-anak yang sudah 20:23 ada di forum anak itu punya bekal untuk 20:26 memelopori bagaimana terus mendorong 20:29 teman-temannya jangan sampai ee 20:32 terjerumus ke hal-hal yang merugikan 20:35 diri ee mereka. Salah satunya adalah 20:39 mereka akan ee 20:42 dikawinkan 20:45 pada usia anak karena 20:48 pada 20:49 sebelumnya me mereka melakukan hal-hal 20:52 yang bertentangan dengan ee 20:53 aturan-aturan yang ada di masyarakat. 20:56 Itu, Bunda, terkait dengan apa yang 20:59 harus mereka ee 21:03 pelopori. Tidak cukup informasi ini dari 21:06 ayah dan bundanya. 21:09 Bagi anak-anak yang sudah aktif di forum 21:11 anak ini, 21:13 ini mereka akan mendapatkan pembimbingan 21:16 juga kapasitas dari dinas 21:20 terkait terutama dari dinas kesehatan, 21:24 lalu dari dinas yang mengurusi 21:28 keluarga berencana karena di sana ada 21:30 program penundaan usia perkawinan. Jadi 21:34 mereka di cap pasti 21:36 dengan kapasitas yang sudah dimiliki 21:38 oleh setiap anak ini, ini yang kemudian 21:41 mereka akan melakukan kampanye ke 21:45 teman-teman mereka untuk menghindarkan 21:48 diri dari perbuatan-perbuatan 21:51 yang dilarang oleh aturan-aturan yang 21:53 berlaku di masyarakat. Itu salah 21:55 satunya. 21:56 Kalau mereka melampaui aturan-aturan 21:59 itu, mereka akhirnya 22:03 orang tua mana yang eee 22:07 menerima 22:08 ketidaklengkapan 22:10 dari kondisi tubuh dari anak remaja laki 22:14 atau anak remaja 22:17 putri mereka. Akhirnya 22:19 ya tidak mau mereka untuk me 22:23 menghindarkan dari 22:26 cemoohan masyarakat dan me memaksa diri 22:31 mereka supaya kembali lagi ke kehidupan 22:34 normal. 22:35 Akhirnya anak-anak ini mereka paksa 22:38 untuk menikah pada usia anak. Ah ini 22:41 yang kita perlu hindarkan. 22:43 Meskipun ada beberapa 22:46 pejuang-pejuang yang 22:48 bertentangan dengan apa yang kita bahas 22:51 ini, tapi intinya adalah bagaimana kita 22:54 memastikan 22:56 pertama anak itu kalau bisa tuntas dia 23:00 dalam mengakses pendidikan. Karena kalau 23:03 dia tidak me 23:05 menyelesaikan 23:07 pendidikannya berarti hak pendidikan 23:10 dari si anak itu sendiri akhirnya 23:12 terlampaui. Dan ini yang kemudian 23:15 tidak sesuai dengan apa yang 23:18 dikehendaki oleh pasal 28 dan pasal 29 23:23 konvensi hak anak. Yaitu setiap anak itu 23:28 berhak atas pendidikan. 23:31 Kalau mereka 23:33 sudah terlanjur 23:36 berumah tangga pada usia anak, akhirnya 23:38 mereka tidak mendapatkan hak itu secara 23:42 utuh. Meskipun ada upaya-upaya lain yang 23:46 terus didorong oleh negara yaitu melalui 23:50 program-program pendidikan nonformal 23:52 atau melalui paket atau homeschooling 23:55 bagi anak-anak yang sudah melampaui 23:58 aturan. 23:59 Lalu yang kedua adalah 24:02 anak-anak yang terlanjur 24:06 mereka dinikahkan pada usia anak, Bunda. 24:10 Itu hak kesehatan anak otomatis 24:15 prosesnya itu juga akan terganggu. 24:18 Dan itu yang kemudian 24:20 yang dikehendaki oleh konvensi hak anak 24:22 di pasal 24 24:25 mereka tidak dapat. Yaitu mendapatkan 24:28 kualitas kesehatan yang paling tinggi. 24:31 Karena mereka 24:34 masih anak 24:36 lalu sudah punya anak. 24:38 Sehingga mereka tidak menikmati 24:43 bagaimana hak-hak kesehatan itu yang 24:46 mereka harus dapatkan 24:48 sehingga mereka menjadi individu yang 24:52 tumbuh sehat 24:53 lalu kemudian mereka menjadi individu 24:55 yang berkembang secara optimal. 24:58 Karena mereka sudah terganggu harus 25:01 menikah pada usia anak. Nah, 25:04 apa yang harus dilakukan oleh forum anak 25:06 ini? Yaitu forum anak terus membuka mata 25:10 kepada teman-temannya 25:13 agar mereka 25:15 tidak mudah 25:18 untuk melakukan hal-hal yang 25:20 tidak sesuai dengan norma di masyarakat 25:23 dan mereka 25:25 terus termotivasi untuk tetap 25:29 bersekolah dan mereka benar-benar 25:32 menjadi 25:33 individu yang 25:36 diharapkan oleh pemerintah untuk mengisi 25:40 bagian-bagian di dalam pembangunan. 25:42 Karena mereka memiliki pendidikan yang 25:44 berkualitas. Kalau bisa 25:47 selesai dari SMA atau SMK itu mereka 25:50 melanjutkan ke pendidikan 25:52 perguruan tinggi atau ke sekolah vokasi, 25:56 sehingga mereka menjadi 25:58 sumber daya manusia yang berkualitas. 26:02 Itu dari aspek pendidikan dan kesehatan. 26:06 Ah, bagaimana dengan hal lain yang perlu 26:09 harus diperjuangkan oleh 26:12 anak-anak 26:13 melalui forum anak ini. Yaitu mereka 26:17 terus mengkampanyekan ke para pihak. 26:22 Bunda, 26:23 anak-anak ini dia akan banyak 26:25 berdiskusi, harapannya 26:27 dengan tokoh-tokoh masyarakat yang 26:31 di tokoh masyarakat itu ada dua kubu, 26:35 yang pro dan kontra. Kalau yang 26:38 pro, otomatis 26:40 tidak masalah untuk pencegahan 26:44 perkawinan anak. Bagaimana dengan yang 26:46 kontra? Ini juga perlu si anak-anak ini 26:50 dia di 26:51 capacity juga oleh para tokoh. Jadi, 26:54 mereka saling berdiskusi dengan para 26:57 tokoh masyarakat sehingga anak-anak yang 26:59 ada di forum anak ini menjadi lebih eh, 27:03 kaya atas pengetahuan mereka terkait 27:06 dengan 27:07 eh, norma-norma yang berlaku di 27:10 masyarakat yang 27:13 norma-norma yang disepakati oleh eh, 27:16 para tetua kampung. 27:18 Itu yang pertama, yang kedua adalah 27:20 si forum anak ini juga akan bekerja sama 27:25 dengan 27:26 para pihak yang jangan sampai 27:30 eh, 27:32 si 27:33 anak-anak itu menikah pada usia anak, 27:37 itu dikarenakan oleh 27:39 eh, 27:40 ayah ibunya 27:42 tidak memiliki sumber 27:45 eh, daya keuangan yang banyak untuk 27:48 melanjutkan pendidikan anaknya. 27:51 Apalagi untuk bayar hutang ya, Pak? 27:53 Iya. 27:54 Di salah satu forum anak di kabupaten 27:58 Iya. 27:59 itu mereka di 28:01 beri tantangan oleh bupati untuk 28:04 menyeleksi 28:06 calon-calon penerima beasiswa karena 28:10 eh, anak-anak tersebut berasal dari 28:13 orang tua-orang tua yang 28:15 memiliki 28:17 eh, kemampuan terbatas untuk 28:19 menyekolahkan anaknya. Eh, oleh bupati 28:21 itu diberi eh, tantangan untuk mencari 28:25 10 anak. Eh, apa yang dilakukan oleh 28:28 forum anak agar 28:30 beasiswa yang dipercayakan oleh bupati 28:34 pengelolaannya kepada forum anak 28:37 justru si 28:39 forum anak ini malah 28:42 mencari tambahan lagi. Tidak cukup hanya 28:44 10, tapi malah justru sampai ee akhirnya 28:47 totalnya jadi 100 dengan bekerja sama 28:51 dengan perusahaan-perusahaan yang ada di 28:54 daerah di mana mereka tinggal. Ah, itu 28:57 yang kemudian ee menjadi 29:00 ee hal yang membanggakan 29:03 bagi bupati itu sendiri dan bagi daerah 29:06 itu sendiri bahwa ternyata 29:09 si anak-anak ini dengan dia diberi 29:13 tantangan untuk mencari siapa calon 29:17 penerima beasiswa yang tepat sasaran 29:20 otomatis si anak ini kan dia punya 29:24 jaringan yang kuat antara teman-temannya 29:27 dan mereka itu punya basis yang kuat 29:31 menemukan anak 10 sampai ke 100 anak 29:35 untuk mendapatkan beasiswa itu tidak 29:38 ee jadi 29:40 halangan karena mereka punya informasi 29:43 yang banyak. 29:46 Dan 29:47 si anak-anak itu tidak cukup juga, 29:48 Bunda, untuk mengatasi 29:52 ee halangan keterbatasan 29:55 ee orang tuanya, mereka itu bisa 29:58 menggalang dana dengan cara menjual ee 30:01 kue yang kemudian dilelang. 30:04 Mungkin dari yang kecil-kecil itu yang 30:07 kemudian mereka mampu untuk ee membantu 30:12 mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh 30:15 teman-temannya 30:17 punya banyak alasan kenapa tidak mau 30:19 bersekolah karena tidak punya uang. Ah, 30:21 forum anak itu menjadi salah satu wadah 30:25 untuk mencari solusi. 30:27 Lalu kemudian ini yang menjadi satu 30:30 pembelajaran yang menarik, Bunda, ada 30:33 seorang anak dari NTT 30:35 kerjanya itu hanya mempengaruhi seperti 30:38 apa yang saya ceritakan tadi dia itu 30:41 diberi kesempatan untuk presentasi di 30:46 forum yang diadakan oleh PBB di New York 30:50 untuk meminta apa yang dia upayakan agar 30:55 jangan sampai 30:57 teman-teman yang ada di sekitar dia itu 31:00 menikah di usia anak. 31:02 Ini dia inisiatif sendiri, Pak, mungkin? 31:05 Itu diawali karena di daerah itu ada 31:08 satu NGO 31:09 Hmm. 31:09 yang memiliki program untuk mengkapasiti 31:13 mereka. 31:14 Baik. 31:14 Dan 31:16 ruang-ruang seperti ini itu sebetulnya 31:18 bisa dibangun, Bunda, dari rumah. 31:21 Dengan 31:22 si anak sudah diberi kapasitas 31:26 yang seperti yang hari ini kita bahas 31:28 tentang bagaimana mencegah terjadi 31:31 perkawinan anak 31:33 akan muncul kesadaran diri dari si anak 31:36 itu sendiri memperjuangkan diri dia 31:39 untuk terhindar dari apa yang 31:41 dikehendaki oleh ayah ibunya. 31:44 Lalu kemudian yang tidak dikehendaki 31:46 oleh ayah ibunya. Kemudian dia juga 31:49 tidak pingin 31:51 hal 31:52 yang tidak dikehendaki itu terjadi 31:54 kepada teman-temannya. Akhirnya melalui 31:56 wadah 31:58 forum anak ini mereka dapat 32:01 mengekspresikan 32:03 apa yang kemudian 32:06 ee 32:08 menjadi solusi bagi teman-temannya. Itu 32:11 mungkin sesi ee awal. Semoga ada hal-hal 32:16 yang perlu kita diskusikan lebih lanjut 32:18 terkait dengan apa yang harus mereka 32:20 perankan 32:21 di dalam forum anak 32:23 dalam rangka pencegahan perkawinan di 32:26 usia anak. 32:27 Baik. Terima kasih, Pak Hamid Fatlima. 32:29 Ikhwan dan akhwat ee kita akan jeda dulu 32:32 sejenak. Kami kembali mengundang ikhwan 32:34 dan akhwat untuk mengirimkan pertanyaan 32:37 dalam bentuk WhatsApp ke nomor 32:39 08111999720 32:43 atau telepon kami di studio di nomor 32:46 0218451512. 32:50 Kami akan segera kembali. 33:02 [musik] 33:16 [musik] 33:29 [musik] 33:39 Masih di Radio Silaturahim 720 AM dan 33:44 bersama Pak Hamid 45 di acara 33:46 perlindungan anak. Ikhwan dan akhwat, 33:48 jika Anda baru bergabung bersama kami 33:51 hari ini kami membahas mengenai forum 33:53 anak sebagai pelopor dan pelapor pada 33:57 bidang pencegahan perkawinan anak. 33:59 Kembali kami mengundang ikhwan dan 34:01 akhwat untuk mengirimkan pertanyaan ke 34:03 nomor WhatsApp kami di 08111999720 34:10 atau telepon kami di nomor 0218451512. 34:16 Pak Hamid, ada pertanyaan dari Bapak 34:19 Ariyanto. 34:20 Assalamualaikum warahmatullahi 34:25 wabarakatuh. 34:26 Jika si anak sudah terlanjur nikah muda, 34:29 misal di usia 15 tahun atau lebih kecil 34:32 lagi. 34:34 Apa yang harus kita atau negara lakukan 34:37 untuk mengantisipasi perceraian atau 34:40 KDRT, Pak Hamid? Mohon pencerahannya, 34:42 syukran. 34:43 Terima kasih, ee Pak 34:46 atas pertanyaannya. 34:48 Kalau 34:50 melihat apa yang 34:52 atau mendengarkan apa yang disampaikan 34:55 oleh Bapak 34:57 adalah 34:58 terus mengkapasitikan anak itu sendiri, 35:01 ada beberapa hal yang 35:03 ee terlampau, misalnya dia sudah 35:05 terlanjur ee menikah pada usia tersebut 35:09 beri dia akses ee ke pendidikan baik itu 35:13 dalam bentuk home schooling atau ee 35:16 paket A, paket B, paket C sehingga 35:20 itu jadi modal bagi diri dia 35:23 untuk ee 35:26 terus mengembangkan diri. Dengan bekal 35:30 itu, si anak ee dia tidak merasa 35:33 kehilangan pada saat nanti di usia yang 35:37 lebih dewasa atau lebih tua lagi dia 35:40 tidak akan menyesal dengan apa yang 35:43 sudah dia lalui. Itu yang pertama, yang 35:46 kedua adalah 35:47 ee 35:48 kalau ada hal-hal yang terkait dengan 35:52 permasalahan kesehatan, ini yang 35:54 terus-menerus 35:55 ee kita konsultasikan kehadiran 35:59 ee posyandu 36:01 kehadiran 36:02 puskesmas pembantu, lalu kehadiran 36:05 puskesmas ee yang lengkap, itu sudah 36:09 disediakan oleh negara 36:12 untuk memastikan warganegaranya sehat. 36:15 Salah satunya adalah ee anak ini yang 36:19 terlanjur, dia tetap harus terus 36:22 dipantau 36:24 agar 36:26 kematangan dari 36:28 eh tumbuh 36:29 di bidang kesehatan si anak itu 36:31 benar-benar eh terperhatikan. Jangan 36:34 sampai nanti pada saat usia 36:37 eh lanjut itu baru ketahuan 36:41 dampak-dampak dari 36:43 eh apa yang eh dia lakukan pada usia 36:46 anak. Lalu kemudian 36:48 apa lagi yang harus perlu juga 36:52 eh diberi kekuatan pada diri si 36:56 anak ini yang sudah 36:58 menikah. 36:59 Saat ini Ibu Bapak di setiap kabupaten 37:02 kota itu sudah dibangun pusat 37:05 pembelajaran keluarga, Puspaga. 37:08 Di sana ada psikolog yang siap eh 37:14 menerima siapa pun termasuk apa ya eh 37:18 anak yang Bapak sampaikan tadi 37:21 untuk menjaga keutuhan keluarga dia 37:25 untuk terhindar dari hal-hal yang tidak 37:28 kita eh kehendaki dan kita mengharapkan 37:32 eh 37:33 kemampuan dari si Ibu ini 37:37 atau suaminya untuk mempertahankan 37:42 keluarga yang utuh, sakinah, mawadah 37:45 warahmah. 37:47 Bagaimana me 37:50 membimbing, mengasuh si anak itu 37:52 sendiri, si Ibu ini bisa datang ke 37:55 Puspaga. Di sana memang menjadi pusat 37:58 pembelajaran keluarga untuk belajar apa 38:02 saja terkait dengan pengasuhan. Sekarang 38:05 didorong pengasuhan berbasis hak anak. 38:09 Jadi tidak lagi pengasuhan yang 38:11 eh mengandalkan apa kedisiplinan yang 38:17 keras, tapi yang diperkenalkan itu 38:19 pengasuhan berbasis hak anak dan nanti 38:22 di sana juga akan mendapat pengetahuan 38:24 tentang disiplin positif. Nah, disiplin 38:27 positif ini tidak saja didapat dari 38:29 Puspaga, juga nanti akan ada di sekolah 38:33 ramah anak. Di sana 38:36 setiap orang tua itu 38:38 akan diikutkan di kelas parenting. Bagi 38:42 sekolah-sekolah yang sudah eh 38:44 mengembangkan konsep sekolah ramah anak, 38:46 Bunda atau Ayah di rumah. 38:49 Lalu kemudian, ada hal lain lagi kalau 38:53 eh di dalam kehidupan keluarga itu ada 38:56 juga kekerasan yang sering muncul. Nah, 38:59 ini yang perlu 39:01 eh Ayahanda dan Bunda lakukan adalah 39:04 memberi akses kepada anak kita informasi 39:08 yang tertuang di dalam undang-undang 39:12 nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan 39:16 kekerasan dalam rumah tangga. 39:18 Undang-undang itu intinya adalah 39:20 bagaimana memastikan 39:23 keharmonisan keluarga itu terjaga secara 39:27 utuh. 39:29 Nah, bagaimana menjaga keutuhan itu? 39:33 Kalau kita tidak mengetahui isi dari 39:35 undang-undang itu, akan 39:37 ada hal-hal yang kita lakukan, yaitu 39:40 melakukan kekerasan baik dalam bentuk 39:42 fisik, psikis, lalu kekerasan eh 39:47 seksual, atau penelantaran. Di 39:49 undang-undang itu dijelaskan. 39:51 Dan bagi mereka yang melanggar aturan 39:56 itu, 39:57 itu akan dicap oleh undang-undang itu 39:59 sendiri melalui hakim, yaitu pelaku 40:03 kejahatan terhadap kemanusiaan. 40:06 Untuk itu, 40:07 ini perlu kita beri akses kepada eh 40:12 Ibu tersebut undang-undang, agar dan 40:15 kepada suaminya agar mempelajari 40:18 eh kelengkapan dari undang-undang itu 40:21 yang intinya adalah mewujudkan keluarga 40:25 yang harmonis, sakinah, mawadah warahmah 40:28 yang selalu diucapkan oleh 40:31 eh apa 40:33 petugas KUA pada saat 40:35 ijab kabul. Jadi, undang-undang itu-itu 40:38 yang dikehendaki. Tapi 40:40 eh disalahpersepsikan 40:41 oleh orang dengan ada undang-undang ini 40:45 adalah 40:46 eh para pelaku 40:48 eh kekerasan terhadap eh 40:51 rumah tangga itu akan dihukum berat 40:54 atau-atau di 40:57 dipaksa untuk eh berpisah. 41:00 Padahal tidak. Itu keagungan keagungan 41:03 dari undang-undang itu. Tapi ini menjadi 41:05 penting perlu diketahui. Itu yang 41:08 pertama. Yang kedua adalah 41:10 kalau toh 41:12 terjadi kekerasan di dalam rumah tangga 41:15 nanti 41:17 negara itu sudah membentuk UPTD 41:21 unit pelayanan teknis eh daerah 41:26 perlindungan perempuan dan anak. Itu ada 41:30 di level kabupaten kota. 41:32 Dan di provinsi ada dan di nasional itu 41:34 ada di Kementerian Pemberdayaan 41:36 Perempuan dan Perlindungan Anak. Di sana 41:39 kita akan 41:40 eh bisa melaporkan 41:43 hal-hal yang dialami oleh eh 41:47 ibu ini 41:49 lalu kemudian di sana akan didampingi 41:52 dan akan eh dimediasi 41:55 dan paling akhir itu ada pengakhiran 41:58 program. Jadi, intinya adalah untuk 42:00 memastikan kalau sudah terlanjur itu si 42:05 ibu yang memiliki anak dia akan 42:08 memperhatikan tumbuh kembang anaknya 42:11 secara eh optimal 42:13 sehingga jangan sampai 42:15 muncul 42:17 dampak-dampak lanjut gara-gara 42:19 perkawinan anak lalu kemudian 42:22 melahirkan anak-anak yang tidak 42:24 berkualitas itu bagi yang sudah 42:26 terlanjur tapi yang kita kehendaki di 42:28 sini adalah bagaimana jangan sampai itu 42:31 terjadi begitu Bunda 42:33 baik ada bedanya enggak Pak ya kalau 42:37 misalnya 42:38 forum anak ini 42:39 digiati oleh anak-anak sendiri dengan 42:43 forum untuk anak yang pegiatnya adalah 42:47 orang-orang dewasa bedanya apa Pak 42:49 kira-kira 42:50 ada berbeda ini keuntungan dari forum 42:53 anak 42:54 forum anak ini terkait dengan 42:58 poin yang kita bicarakan ini 43:01 kalau si 43:03 temannya 43:05 mengalami masalah 43:07 ini dapat dikonsultasikan bersama 43:10 remaja bersama dengan mereka 43:12 dan lebih terbuka mungkin ya 43:13 dan itu lebih terbuka dan 43:16 si 43:18 anak dia akan menceritakan segala 43:21 sesuatu dan ini kekuatan dari forum anak 43:24 ini Bunda sebelumnya mereka aktif di 43:27 forum anak itu sebelumnya mereka di 43:29 capacity diberi pengetahuan dan yang 43:32 paling penting ini 43:34 apa yang tadi 43:36 item-item yang saya sebutkan Puspaga 43:39 lalu P2TP2A 43:42 si forum anak ini diberi pengetahuan 43:45 tentang itu sehingga 43:47 kalau ada muncul-muncul ada pemaksaan 43:50 pada temannya 43:52 itu bisa saja dia melaporkan ke dua 43:56 institusi ini yang kemudian akan 43:59 terselamatkanlah 44:00 si anak itu sendiri 44:02 dibandingkan kalau forum itu yang 44:04 diselenggarakan oleh ee, orang dewasa 44:10 ada 44:11 keterbatasan dari orang dewasa. Karena 44:16 frekuensinya 44:17 apabila kalau yang 44:19 terpengaruh dengan ee, gaya otoriter. 44:22 Jadi yang mau didengar itu adalah hanya 44:25 orang dewasa. 44:27 Dan akhirnya 44:28 si anak yang ditangani oleh mereka itu 44:32 mengalami ee, permasalahan. 44:34 Dan mungkin ada jarak ya, anak sungkan. 44:37 Iya. 44:38 Ketidak keterbukaan juga ee, itu akan 44:41 terjadi. Berbeda dengan forum anak ini. 44:44 Jadi sembari mereka mengkapasity 44:47 ee, atau mensosialisasikan ke 44:50 teman-teman sebayanya, juga mereka 44:53 menjadi 44:54 ee, tempat curhat 44:56 bagi temannya yang mengalami masalah. 44:59 Misalnya 45:01 ee, dia sedang 45:04 atau sudah menjadi korban 45:07 itu dia akan dibantu oleh teman-teman 45:10 ini. Dan yang paling penting adalah 45:13 si forum anak ini, ini kekuatannya ya, 45:15 Bunda. 45:16 Mereka ini diangkat 45:20 atau dibentuk sesuai dengan SK. Kalau di 45:24 tingkat kabupaten kota itu SK-nya 45:26 ditandatangani oleh bupati dan oleh 45:30 walikota. 45:31 Lalu kemudian kalau di tingkat ee, 45:34 provinsi otomatis oleh gubernur. Nah, 45:37 bagaimana kalau di tingkat 45:39 ee, kecamatan dan desa, itu sesuai 45:42 dengan ee, level ee, pemimpin yang ada 45:44 di sana. Sehingga 45:46 si anak-anak yang tergabung di forum 45:50 anak ini 45:52 ini memiliki 45:54 ee, legitimasi yang kuat. Terutama 45:59 ada 46:01 anak-anak yang ambil bagian. Jadi tidak 46:04 semua anak yang ambil bagian menjadi 46:06 pelopor dan pelapor. Nah, di forum anak 46:09 itu mereka sudah berbagi tugas. Ada yang 46:12 menjadi 46:13 eh pelopor pelapor di bidang pencegahan 46:16 perkawinan anak, ada yang memelopori 46:19 untuk eh 46:22 registrasi dan kepemilikan akte, ada 46:25 yang memelopori bagaimana memastikan 46:28 tidak ada 46:30 eh 46:31 orang atau teman-teman yang merokok itu. 46:34 Jadi menjadi hal yang menarik. Ketika 46:37 anak-anak ini menjadi pelapor, 46:40 posisi mereka menjadi anonim kah atau 46:44 bagaimana Pak demi keamanan mereka 46:46 sendiri? 46:47 Karena mereka ini sudah 46:50 eh diketahui oleh yang akan menerima 46:53 laporan, 46:54 yaitu 46:55 UP UPTD PPA, 46:59 itu tidak 47:01 perlu lagi harus eh menutup jati diri 47:04 mereka. Tetapi 47:06 ada 47:07 eh teman-teman yang bukan di ba ba di 47:11 bagian itu melaporkan itu bisa saja me 47:16 me 47:18 singkatkan atau me nutup identitas diri 47:22 dari si anak agar dia lebih aman. Tetapi 47:26 itu semua 47:27 kerahasiaan 47:29 terkait dengan siapa yang melapor dan 47:32 siapa yang dilaporkan itu dengan penuh 47:35 kerahasiaan tinggi. Dan si forum anak 47:39 ini 47:40 itu juga sudah dikapasti 47:42 dan sudah diingatkan 47:44 terutama terkait dengan 47:46 Undang-Undang Keterbukaan Informasi 47:48 Publik. 47:50 Itu mereka 47:51 eh tidak mudah untuk menyampaikan 47:55 identitas temannya itu secara vulgar di 47:58 ruang publik. Nah, bagaimana kalau 48:01 ada data-data yang eh lengkap atau 48:05 jumlah-jumlah kasus itu nanti mereka 48:08 akan eh 48:09 tampilkan di publik dalam ber dalam 48:11 bentuk grafik atau dalam bentuk tabel. 48:14 Jadi, terkait dengan siapa, di mana 48:19 eh lalu eh apa latar belakang dari 48:23 orang-orang itu itu di rahasiakan 48:27 dan disesuaikan dengan aturan yang 48:29 berlaku di Indonesia. 48:31 Baik. Mungkin terakhir nih eh sambil 48:34 penutup dan mungkin insyaallah bisa 48:35 menginspirasi kita semua bisa 48:37 diceritakan sedikit enggak Pak tentang 48:40 anak NTT yang melakukan presentasi PBB 48:43 New York ini Pak bagaimana ceritanya? 48:45 Terima kasih Bunda. Eh anak yang ada di 48:48 NTT ini 48:50 saat 48:51 waktu dia eh hadir di PBB itu berusia eh 48:56 SMP. Sekarang dia sudah 48:58 eh 49:00 melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi 49:02 lagi. 49:03 Itu diawali dengan permasalahan yang 49:06 dihadapi oleh 49:08 si anak itu sendiri dan oleh 49:10 teman-temannya di 49:12 tempat dia berada. Yaitu eh tingginya 49:17 eh perkawinan anak lalu kemudian 49:20 kejahatan seksual pada anak 49:23 kemudian eh tingkat migrasi penduduk 49:27 eh keluar dari eh daerah dia untuk 49:31 bekerja keluar daerah dengan 49:35 bekal pengetahuan atau pendidikan yang 49:38 sangat rendah. Nah, 49:40 hadirlah satu NGO 49:42 eh di sana mendampingi dan memiliki 49:45 program dan salah satu program yang ada 49:48 itu untuk memastikan bagaimana 49:51 partisipasi anak itu benar-benar tumbuh 49:55 dari ee level bawah dan dari anak itu 49:58 sendiri. Untuk itu 50:00 si 50:02 lembaga ini mengkapasitasi anak itu 50:04 sendiri melalui ee kelompok anak 50:08 lalu yang kemudian kalau di tingkat 50:10 kabupaten kota itu, itu ada penamaan 50:13 sendiri yaitu forum anak. Jadi si 50:16 anak-anak ini sudah dikapasiti 50:19 dan salah satu item yang mereka bisa 50:23 kapasiti itu atau pelopori adalah 50:26 bagaimana mencegah 50:29 jangan sampai terjadi perkawinan anak. 50:32 Itu pintu masuknya, tapi yang mereka 50:34 pengaruhi itu adalah bagaimana setiap 50:37 anak 50:38 ee mereka harus menyelesaikan pendidikan 50:41 baik itu dari tingkat ee sekolah dasar, 50:45 menengah sampai kalau bisa 50:48 kalau punya kelebihan keuangan dari 50:51 orang tuanya itu terakses ke pendidikan 50:54 ee lebih ee tinggi lagi sehingga 50:57 mereka itu tidak mudah ee 51:02 apa terlibat di kegiatan-kegiatan yang 51:05 kemudian dapat diidentifikasi menjadi 51:08 kejahatan seksual, lalu mereka terhindar 51:11 dari apa putus sekolah lalu yang paling 51:15 penting mereka 51:16 terhindar dari perkawinan pada usia 51:19 anak. 51:21 Oleh ee lembaga ini si anak yang 51:25 memiliki kemampuan ee mendesain 51:29 ee publikasi dia untuk mengkampanyekan 51:32 kegiatan-kegiatan dia di desa dia itu 51:35 didaftarkan 51:37 untuk menjadi pembicara di tingkat PBB. 51:41 Akhirnya 51:43 oleh panitia yang ada di New York 51:46 melihat bahwa apa yang dilakukan oleh eh 51:51 anak ini, kerja-kerja yang dia lakukan 51:54 terhadap teman-temannya, itu dihargai 51:57 dengan dia diundang untuk berbagi 52:00 informasi ke teman-temannya di PBB. Dan 52:04 itu yang kemudian sebetulnya 52:06 eh wadah ini 52:08 menjadi wadah yang 52:11 sangat eh penting untuk mempersiapkan 52:16 seorang anak untuk 52:20 siap pada saat dia di usia dewasa, dia 52:23 sudah memiliki bekal apa yang harus dia 52:25 perjuangkan, apa yang bisa dia pelopori, 52:29 lalu apa yang dia bisa dia laporkan 52:32 kepada pihak yang eh berwenang atas 52:35 ketidakadilan atau eh ketidakaturan 52:40 atau ada hal-hal yang melanggar eh 52:43 norma-norma yang ada di masyarakat. 52:45 Kan 52:46 kita sudah diberi 52:48 eh 52:49 sesuatu hal oleh Allah, pertama adalah 52:53 dua pasang mata untuk melihat apa saja 52:57 yang ada di 52:59 depan kita, yang kemudian 53:01 itu bisa kita kemas, kita olah, itu yang 53:04 kemudian oleh Allah kita sudah diberikan 53:07 eh dua pasang bibir dan satu lidah untuk 53:11 menyampaikan. Ah, melalui forum anak ini 53:14 akhirnya 53:15 anak-anak akan dipersiapkan menjadi 53:19 individu 53:20 untuk 53:22 kapasitas diri dia juga menjadi eh lebih 53:24 kuat, tapi intinya pada saat dia menjadi 53:27 orang dewasa, dia akan menjadi ayah atau 53:30 ibu atau menjadi orang yang diberi 53:33 kepercayaan oleh negara me bekerja di 53:36 pemerintahan atau di di swasta, dia 53:39 sudah memiliki kapasitas yang mumpuni. 53:43 Itu poin dari adanya forum anak 53:47 dan ini sebetulnya kalau kita telusuri 53:50 Bunda 53:51 itu sudah dipesankan atau diceritakan 53:54 melalui kisah yang dialami oleh Nabi 53:58 Ibrahim dan Nabi Ismail di mana Nabi 54:03 Ibrahim meminta anak untuk 54:07 berpikir kemudian dia berpendapat. Itu 54:10 yang kemudian informasi ini oleh Allah 54:14 dituliskan melalui Alquran di surat 54:17 As-Saffat ayat 102 itu yang kemudian 54:19 disampaikan oleh Rasulullah dan baru 54:22 diingatkan kembali oleh dunia pada saat 54:27 tahun 89 54:28 itu terkemas di pasal 12 dan di pasal 15 54:34 Konvensi Hak Anak PBB dan oleh Indonesia 54:39 itu tercatat dengan rapi di pasal 24 54:44 Undang-Undang 54:45 35 tahun 2014 bahwa 54:49 pemerintah masyarakat menjamin suara 54:54 anak itu perlu didengar sesuai dengan 54:57 usia dan kematangan 54:59 yang oleh Kementerian Pemberdayaan 55:01 Perempuan dan Perlindungan Anak itu 55:02 dikemas menjadi forum anak dan forum 55:05 anak itu salah satu yang dia upayakan 55:08 adalah bagaimana orang memastikan 55:11 jangan sampai terjadinya perkawinan 55:15 anak. Demikian semoga informasi yang 55:18 kami sampaikan ini mendorong setiap ayah 55:22 dan ibu untuk selalu mengkapasiti 55:25 anaknya 55:27 agar 55:28 anaknya itu memiliki bekal 55:31 sebagai pelopor dan sebagai pelapor 55:35 untuk kemaslahatan hidup diri dia dan 55:39 teman-temannya yang ada di masyarakat 55:41 sehingga menjadi individu yang 55:43 berkualitas di kemudian hari. Demikian, 55:45 asalamualaikum warahmatullahi 55:46 wabarakatuh. 55:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:48 wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak 55:50 Hamid Patima atas pencerahan dan juga 55:52 inspirasinya kepada kita semua. Terima 55:55 kasih juga ikhwan dan akhwat yang telah 55:57 mengikuti acara perlindungan anak kali 55:59 ini. Insyaallah kita dapat mendorong 56:01 anak-anak kita untuk dapat menjadi lihat 56:05 bagi sesama mereka. Sebelum ee kita 56:09 berpisah, 56:10 izinkan kami membacakan berita dukacita. 56:14 Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah 56:18 wafat Ibu Rosita Talib dalam usia 84 56:22 tahun jam 10.45 tadi. Beliau Beliau 56:27 merupakan Ibu dari Bapak Saladin Talib. 56:30 Rumah duka berada di Jalan Nilam 2 nomor 56:34 2, Kranggan Poncol, Jatisampurna, 56:38 Bekasi. 56:40 Disalatkan insyaallah ba'da asar nanti 56:43 di Masjid Asy-Syuhada, Kranggan Permai, 56:46 Jatisampurna, Bekasi. 56:49 Setelah disalatkan insyaallah akan 56:51 langsung dimakamkan di TPU Pondok 56:54 Rangon. 56:55 Keluarga Rasel turut berdukacita atas 56:58 meninggalnya Ibu Rosita Talib. Kita 57:01 doakan beliau husnul khotimah, 57:04 diterima amal baiknya, dan diampuni 57:07 segala dosanya. Mari kita bacakan 57:09 Al-Fatihah bersama-sama untuk Ibu Rosita 57:12 Talib. Al-Fatihah. 57:25 Amin ya rabbal alamin. 57:26 Baik ikhwan dan akhwat, demikian acara 57:29 perlindungan anak kali ini. Ee sekali 57:32 lagi kita ucapkan terima kasih kepada 57:33 Pak Hamid Fatilima dan juga kepada Anda 57:36 semua yang telah mengikuti dan 57:38 mendengarkan 57:39 acara kami. Insya Allah kita bertemu 57:41 lagi di kesempatan yang akan datang. 57:43 Saya Nurfirly Taher juga ada Atep dan 57:46 Anis undur diri. Subhanakallahumma 57:49 wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta 57:51 astagfiruka wa atubu ilaik. 57:53 Wassalamualaikum warahmatullahi 57:55 wabarakatuh.