Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [Musik] 0:13 Brasil 0:14 [Musik] 0:22 [Musik] 0:28 TV 0:30 [Musik] 0:38 [Musik] 0:43 TV rasil 0:46 [Musik] 0:54 [Musik] 0:58 TV 1:01 braasil 1:02 [Musik] 1:09 [Musik] 1:15 TV Brasil 1:17 [Musik] 1:25 [Musik] 1:28 TV 1:32 braasil 1:33 [Musik] 1:41 [Musik] 1:47 TV Brasil 1:49 [Musik] 1:57 [Musik] 1:58 TV 2:04 braasil 2:05 [Musik] 2:13 [Musik] 2:18 TV rasil 2:21 [Musik] 2:28 TV 2:36 braasil 2:37 [Musik] 2:44 [Musik] 2:50 TV braasil 2:52 [Musik] 2:58 TV 3:00 [Musik] 3:07 kasil 3:08 [Musik] 3:16 [Musik] 3:23 tvil 3:24 [Musik] 3:28 TV 3:32 [Musik] 3:39 braasil 3:40 [Musik] 3:48 [Musik] 3:54 TV braasil 3:56 [Musik] 3:58 TV 4:04 [Musik] 4:11 braasil 4:12 [Musik] 4:19 [Musik] 4:25 TV Brasil 4:28 TV 4:35 [Musik] 4:42 Brasil 4:43 [Musik] 4:51 TV 4:53 [Musik] 4:58 alhamdulillahilladzi 5:07 amaju 5:09 iwaja qiman 5:13 liyunir 5:14 ban 5:17 syadidam 5:18 minadunhu wa 5:21 yubasyiral 5:22 [Musik] 5:28 Mukminin 5:29 [Musik] 5:35 [Musik] 5:37 ti lahum ajran 5:42 Hasana 5:44 makifina fihi 5:47 abada 5:49 [Musik] 5:51 wuniralladina 5:53 [Musik] 5:58 qahu 6:00 [Musik] 6:05 [Tepuk tangan] 6:09 Wim kaburat 6:13 Kalimatan takruju min 6:17 afwahihim in 6:20 yaquuluna Illa 6:28 kadibaakaun 6:30 [Musik] 6:37 naminu 6:39 bihadzal hadisi 6:42 asafa 6:45 Inna 6:46 ja'alna Maa Alal ardhi 6:50 zinatan lahaa 6:54 linabahum 6:55 ayyuhum ahsanu Amala 7:00 wa 7:00 [Musik] 7:03 innajailun Ma 7:08 alaiha 7:10 jurza am hasibta Anna 7:15 asabal Kahi 7:18 [Musik] 7:20 warqimiu Min 7:22 [Musik] 7:28 ayatin 7:32 q 7:37 rabbanaa 7:40 minaduna 7:41 Rahmah 7:43 wahy Lana Min 7:46 amrina 7:49 rasyada 7:54 sadaqallahulim asalamualaikum 7:56 warahmatullahi 7:58 wabarakatuh 8:06 dear Leaders dan calon Leaders di 8:08 seluruh Indonesia eh dan luar negeri 8:11 kembali lagi kita pada acara Indonesia 8:13 Leaders talk setiap Jumat malam yang 8:16 pada malam ini mengambil tema yang 8:19 sedikit 8:20 e mengambil sudut pandang berbeda e 8:23 Bagaimana peran negara dalam 8:25 meningkatkan pendapatan rakyat 8:27 sahabat-sahabat sekalian ee eh negara 8:30 dikelola oleh para politisi dan ketika 8:34 politisi ini tidak ee memiliki kemampuan 8:36 dan pemahaman yang cukup tentang ekonomi 8:39 e bagaimana meningkatkan pendapatan 8:42 rakyat Bagaimana memberantas kemiskinan 8:45 Bagaimana 8:47 eh meningkatkan e pendapatan bruto eh 8:51 negara dan daerah mengakibatkan 8:54 eh Kepemimpinan negara dan juga 8:57 pemerintahan daerah hanya putar pada ee 9:00 oligarki dan rebut-rebutan kekuasaan 9:03 tanpa dampak pengaruh tercapainya tujuan 9:06 negara untuk meningkatkan kesejahteraan 9:08 rakyat dan e meningkatkan kualitas hidup 9:11 rakyat di sini eah yang menjadi salah 9:14 satu tantangan dan masalah utama di 9:16 bangsa kita ketika ee banyak para 9:19 pemimpin yang orientasinya hanya masalah 9:21 politik dan kekuasaan tetapi tidak 9:23 memiliki kemampuan secara serius untuk 9:27 mampu meningkatkan kesejahteraan 9:29 dan pendapatan rakyat banyak sehingga ee 9:32 negara kita setelah sekian puluh tahun 9:35 merdeka masih ee berada pada ee negara 9:40 menengah kelas menengah ya yang sebagian 9:42 istilahnya kita terkena ee middle income 9:46 Trap ya jebakan negara kelas menengah 9:48 dan kita merindukan banyak sosok 9:51 pemimpin di negara kita yang memiliki 9:54 kemampuan untuk meningkatkan 9:55 kesejahteraan rakyat dan pendapatan 9:57 rakyat dan bagaimana sebenarnya cara 10:00 ya Mengapa selama ini 10:02 ee negara itu peran negara untuk 10:05 meningkatkan pendapatan rakyat eh sangat 10:08 dirasakan minim ataupun kalaupun ada 10:11 hanya mungkin segelintir orang elit e 10:14 yang pemodal atau mungkin yang sudah 10:16 sejahtera yang semakin meningkat 10:18 kesejahteraannya sementara rakyat banyak 10:21 masih belum memiliki kemampuan untuk itu 10:24 ee sudah hadir bersama kita beberapa 10:27 pembicara kita yang nanti nya akan 10:29 mengulas sebenarnya Bagaimana seharusnya 10:32 peran negara dalam meningkatkan 10:33 pendapatan rakyat dan kesejahteraan 10:36 masyarakat secara umum ya yang pertama 10:39 ee sudah hadir ee bersama kita ya Ee 10:43 ekonom indef 10:47 ee dan juga ee peneliti 10:52 dari ee walhi dan juga nanti akan 10:56 bergabung juga ee bersama kita 11:00 [Musik] 11:02 eh eh gubernur NTB 11:05 pulimans yang nanti eh menyusul ya Eh 11:09 ekonomf Pak tauhid Ahmad Asalamualaikum 11:11 sudah hadir eh dan juga Pak zzi Suhadi 11:15 direktur eksekutif nasional walhi juga 11:17 sudah hadir bersama kita kita akan 11:20 melihat dari perspektif ekonomi dan juga 11:22 perspektif sustainable development ya eh 11:26 dari lingkungan dan juga pak Zul kifli 11:29 masa kita pengin mendengar e bagaimana 11:32 ee rencana dan kisah sukses beliau yang 11:35 sudah beliau lakukan karena beliau 11:37 memiliki background ekonomi juga sebagai 11:39 kepala daerah Bagaimana membangun 11:40 pendapatan rakyat dan pendapatan 11:43 daerahnya secara masif dan yang nanti 11:46 juga akan bersama kita eh selalu bersama 11:49 tua rumah Pak marani ala dan juga eh 11:53 Bung RI Gerung sebelum kita masuk eh 11:56 kepada paparan awal dari Pak tauhid 11:59 Ahmad ee saya in mengucapkan terima 12:01 kasih kepada seluruh rekan-rekan Setia 12:03 pemirsa Indonesia leader talk ee yang 12:07 terus Setia membersamai acara ini 12:10 menyaksikan acara ini ee yang bisa 12:13 disaksikan secara langsung melalui 12:15 eh channel YouTube PKS TV eh rasil TV ya 12:21 dan juga Mar dan elisera kemudian 12:24 ee disiarkan juga melalui siaran 12:27 langsung melalui radio channel radio eh 12:30 Rasel 720 am bagi sahabat-sahabat ingin 12:33 mendengarkan melalui chel radio 12:35 dipersilakan ee membuka channel radio 12:38 Rasel 720 am dan juga Saya mengucapkan 12:42 terima kasih kepada seluruh rekan-rekan 12:44 media wartawan yang 12:46 eh terus e Meliput membersamai 12:49 menyaksikan acara ini dan juga membantu 12:51 pemberitaan konten konten acara ini 12:54 mudah-mudahan eh masukan-masukan dari 12:56 para narasumber Ini bisa memberikan 12:59 pencerdasan politik dan juga memasukkan 13:01 kepada para pemimpin kita untuk 13:02 mengambil kebijakan yang Peru rakyat ee 13:05 berdasarkan akal sehat ilmu dan hati 13:08 nurani yang luhur baik sahabat-sahabat 13:11 sekalian Ee kita masuk kepada Oh pak 13:15 gubernur NTB sudah hadir bersama kita 13:18 pak gup 13:19 bangzulimansah Asalamualaikum Pak 13:23 gup Baik ee untuk ee sambil menunggu Pak 13:29 gup nanti kita eh minta pengantar dulu 13:32 dari Pak tauhid Ahmad sebagai e ekonom 13:35 indef kepada Pak tauhid Ahmad 13:37 dipersilakan Pak ya Makasih Mas 13:41 Asalamualaikum Pak Gubernur 13:43 Asalamualaikum bapak zun pak teman-teman 13:47 dari 13:48 ilt dan Bapak Ibu sekalian yang 13:50 menyaksikan acara ini Terima kasih atas 13:53 kesempatannya eh untuk bisa sharingledge 13:57 ataupun Saya menerima masukan atau input 14:01 dari semua narasumber dan Bapak Ibu 14:03 sekalian Nah bicara peran pemerintah 14:06 tentu saja eh banyak hal yang kalau kita 14:09 bicara secara konseptual eh tentu Eh 14:13 kalau kita bicara ekonomi kita akan 14:15 melihat dari berbagai perspektif ya 14:18 Misalnya saja bagaimana pemerintah bisa 14:21 ee memberikan satu ee situasi bahwa 14:25 masyarakat bisa bekerja dengan baik bisa 14:28 memberikan situasi Bagaimana investasi 14:30 masuk termasuk menggunakan sumber daya 14:33 yang dikelola e negara melalui 14:35 pemerintah terutama APBN memang 14:38 dipergunakan sebesar-besarnya untuk 14:40 kemampuran rakyat nah sebelum eh itu 14:44 terjadi Saya kira kita harus memahami 14:47 konteks eh apa persoalan yang dihadapi 14:50 terutama ekonomi kalau kita lihat banyak 14:52 survei ternyata problem ekonomi menjadi 14:55 problem utama baru kemudian politik 14:58 sosial dan sebagainya karena menyangkut 15:01 kebutuhan hajat hidup orang banyak Nah 15:04 ee salah satu yang EE dikadang-kadang 15:07 Katakanlah bahwa the way out agar kita 15:10 tumbuh Sejahtera pada pencapaian visi 15:13 2045 adalah bagaimana kita bisa 15:16 mengembangkan industri sebagai jalan 15:19 Bagi seleluruh EE masyarakat bisa ee apa 15:22 namanya ee jalan keluar ya agar ee ee 15:27 apa bertumbuh ekonomi bisa lebih sustain 15:30 lapangan kerja tercipta dan tentu saja 15:32 nilai tambah bisa terjadi nah saya akan 15:35 mencoba dalam perspektif itu dan akan 15:38 coba menyinggung berapa hal yang EE bisa 15:41 menjadi e jalan keluar bagaimana kita 15:43 bisa meningkatkan pendapatan masyarakat 15:46 tentunya dalam beberapa perspektif yang 15:49 Nanti akan saya sajikan Oke saya apakah 15:52 boleh sampaikan PPT 15:56 begitu bisa Pak dipersilakan tanggung 16:00 karena 15 20 menit ya tapi eh Oke saya 16:04 bisa Share screen ya masih 16:10 disable Apa sudah 16:13 bisa 16:20 belum bisa tolong tim host sudahudah 16:25 sudah 16:27 Pak 16:30 masih belum ya Atau eh saya engak tahu 16:33 apa bisa cerita ya 16:35 Oke Eh 16:42 kalau oke kalau tidak bisa saya 16:45 sampaikan saja bahwa kalau kita lihat 16:47 dalam 16:48 eh 20 tahun terakhir kalau kita lihat 16:52 perkembangannya sebenarnya dari sisi 16:54 ekonomi kita mengalami transformasi 16:57 struktural yang ee luar biasa yang EE 17:00 diindikasikan dengan beberapa hal 17:02 pertama memang ee cenderung ee 17:06 pertumbuhan Bahkan dalam pertumbuhan 17:08 ekonomi dalam ee 15 tahun terakhir itu 17:12 ee semakin turun begitu Jadi kalau kita 17:16 lihat memang dulu kita sempat ee sampai 17:18 di 20042 ee5 ee Pertumbuhan ekonomi bisa 17:23 ee lebih baik begitu 78% 7% begitu Ee 17:30 namun sekarang agak susah untuk mencapai 17:32 6% Bahkan dalam 5 tahun terakhir 17:35 kelihatannya kita hanya berkutat sekitar 17:37 5% atau 5,5% nah ee dan EE dengan 17:42 situasi tersebut Memang e pengangguran 17:44 cenderung turun kemiskinan cenderung 17:47 turun namun yang menarik adalah eh apa 17:50 ee ketimpangan semakin tinggi begitu 17:53 jadi eh menarik bahwa eh tidak semua 17:57 indikator-ik indikator e perkembangan 17:59 ekonomi itu menunjukkan Sisi kualitas 18:01 yang terjadi meskipun memang Katakanlah 18:05 sudah terjadi ee perbaikan dari sisi 18:08 Katakanlah pengangguran dan kemiskinan 18:10 yang turun meskipun kalau kita lihat 18:13 dibandingkan negara lain angka-angka 18:15 kita misalnya masih lebih tinggi 18:17 Katakanlah pengangguran kemarin baru 18:19 dirilis 6,445 itu saya kira masih lebih 18:22 tinggi dibandingkan beberapa negara 18:24 ASEAN e lainid bisa sudah mulai bisa 18:27 share presentasi ya Oke boleh ya oke 18:32 eh Nah ini dia sudah ya Iya bisa diful 18:37 screen aja Oke jadi Eh ini yang saya 18:40 katakan bahwa kita memang agak sedikit 18:42 mengalami e ekonomi stakan begitu saya 18:45 akan cerita Kenapa kita berkutat pada 18:47 angka 5% dalam eh Katakanlah 10 tahun 18:50 terakhir jadi ini yang transformasi ini 18:53 yang menarik karena kita agak sulit 18:55 keluar di dalam jangka panjang untuk eh 18:58 berada pada 6 sampai 7% seperti 19:01 disampaikan pemerintah bahwa kita visi 19:03 2045 ya kalau kita lihat sangat muskil 19:07 terjadi karena asumsinya berbeda 19:09 asumsinya pertumbuhan ekonomi itu 6 19:12 sampai 7% tapi kalau kita cilat bukan 19:15 saya cerita ini tapi long term growth 19:17 kita itu tidak sulit terjadi dan dari 19:20 nanti ada persentasi data dari OECD 19:23 longterm grow kita bahkan pertumbuhan 19:25 ekonomi bahkan bisa di bawah 5% atau 4% 19:28 ini yang saya kira menjadi eh problem 19:31 kita di ee ekonomi kita Kenapa ini 19:34 terjadi salah satunya adalah ee struktur 19:37 ekonomi kita itu melakukan perubahan 19:39 yang luar biasa di mana ee ekonomi 19:42 berbasis jasa menjadi lokomotif 19:45 sementara 19:46 ek apa industri akan semakin turun dan 19:50 pertanian relatif stagn namun e nyatanya 19:54 adalah bahwa eh di jasa tenaga kerja 19:57 semakin meningkat sementara industri ee 20:01 agak sedikit stabil dengana kerja namun 20:03 struktur pdb-nya ee apa semakin menurun 20:07 artinya ee nilai tambah semakin turun 20:09 dari sisi ini nah ini yang saya kira ee 20:12 menyebabkan ee industri yang diharapkan 20:15 bisa terjadi lebih besar ya menopang 20:18 dari sektor jasa ini tidak terjadi dan 20:20 ini ada lompatan yang luar biasa kita 20:22 keluar lebih cepat ke sektor jasa 20:25 sementara sektor basisnya relatif ee apa 20:28 Ee tidak mendukung begitu seperti halnya 20:31 di negara maju meskipun ee jasanya 20:34 meningkat tapi Pertanian kuat industri 20:36 juga kuat begitu ya trennya Menurut saya 20:38 agak kurang bagus se harusnya industri 20:41 yang bisa mengikuti di sektor jasa yang 20:44 kedua Saya kira memang 20:46 eh challenging-nya adalah bahwa eh 20:49 perdagangan kita mulai terjadi perubahan 20:52 bahwa dulu ee Amerika menjadi dan Jepang 20:55 begitu menjadi Senter dari perdagangan 20:58 tetapi sekarang sudah tidak lagi seluruh 21:00 ee apa ee sistem perdagangan kita itu 21:04 sudah mengarah ke Cina bukan hanya kita 21:06 dengan cita tapi seluruh negara juga ee 21:09 pusat Senter dari ee sektor perdagangan 21:12 maupun nilai tambah sudah berubah dan 21:14 dalam jangka panjang ini juga patut 21:17 diwaspadai karena 21:18 eh ketika dominasi satu negara sebagai 21:22 Mitra dagang itu kita tidak punya 21:25 alternatif ee pilihan pasar pilihan ee 21:29 nilai tambah ekonomi yang jauh lebih 21:31 baik ee ke depannya begitu ini yang saya 21:33 kira menjadi tantangan ee struktur 21:35 ekonomi memang menggantungkan satu 21:37 negara ada si positif tapi si negatifnya 21:39 juga ee menjadi hal yang cukup krusial 21:42 di dalamnya dan di dalam negeri memang 21:46 terjadi perubahan struktural yang 21:47 terjadi kalau tadi luar negeri ada 21:50 kekuasaan ekonomi dunia berubah dengan 21:52 Cina sebagai Champion dan sudah terjadi 21:55 di dalam negeri pergerakannya adalah 21:57 Jawa Ya mulai berkurang memang hampir e 22:00 20 tahun terakhir dulu pdb-nya 58,6 22:04 sekarang 22:06 58,69 2020 22:08 58,5 tapi pergerakannya adalah ke 22:11 Sumatera jadi eh apau yang yang EE yang 22:16 meningkat adalah eh Sor di wilayah 22:18 Sulawesi ee itu terjadi ee peningkatan 22:21 cuma Sumatera agak sedikit bergeser 22:24 Kalimantan justru ee bergeser 22:26 daerah-daerah yang berbasis justru 22:29 sumber daya alam terutama Kalimantan dan 22:32 Sumatera denganil perkebunan justru 22:34 tidak bagus dari sisi pergerakan 22:37 harusnya ini yang mereka punya sumber 22:38 daya alam besar mengandalkan sumber daya 22:40 lahan tinggi ini menarik karena memang 22:43 ternyata eh sumber day juga tidak cukup 22:46 menjanjikan bahwa satu faktornya adalah 22:49 harga komoditas mempengaruhi E 22:52 ekonomiara atau di daerah-daerah 22:54 tersebut begitu nah Halin yang saya kira 22:58 e terjadi perubahan struktural yang ke 23:00 depan patut diwaspadai bahwa sumber 23:02 pertumbuhan ekonomi kita adalah sangat 23:05 tergantung dari labor productivity nah 23:09 labor productivity Eh ini akan sangat 23:11 mengganggu tingkat GR dalam jangka 23:14 panjang harusnya Capital productivity 23:17 maupun teknologi itu bisa meningkat 23:19 sejalan dengan lab productivity yang eh 23:23 yang ideal begitu kalau kita lihat fback 23:25 di data gambar kiri bahkan ya kita 23:28 enggak begitu bagus untuk di ee it kital 23:31 maupun non it kital begitu bandingkan 23:35 dengan Filipina yang bisa pergerakannya 23:37 bagus dengan kapital produki maupun 23:40 total faktor produki Ya ini yang saya 23:42 kira menjadi dasar Kenapa Filipin dalam 23:45 beberapa tahun terakhir growthnya jauh 23:46 lebih baik dibandingkan kita begitu 23:49 karena mereka konern serius Bagaimana 23:51 pengembangan teknologi maupun 23:53 produktivitas modal ketimbang e tenaga 23:56 kerja begitu nah ini yang saya kira 23:59 menjadi ancaman serius Saya kira saya 24:01 kalau berani mengatakan bahwa 2045 satu 24:05 hal yang sangat tidak mungkin terjadi 24:07 kalau hasil OECD mengatakan juga data ya 24:10 bukan mengatakan perkiraan GR kita itu 24:13 semakin turun negara-negara dunia juga 24:15 semakin turun karena kasity ekonominya 24:18 sudah semakin relatif terbatas 24:21 yaal 24:23 gnyaak jangkajang begitu Jadi kalau kita 24:27 menju visi Indonesia 2045 dengan situasi 24:30 e bahwa sumber pertumbuhannya modelnya 24:33 seperti itu ya agak sangat sulit begitu 24:36 ini yang saya kira eh secara 24:38 komparableel bagi kita eh cukup sulit 24:41 Kalau misalnya tidak ada perubahan yang 24:43 mendasar begitu nah eh di di tor juga 24:47 bagaimana di sektor industri juga 24:50 terjadi penurunan e peranan begitu di 24:52 semura semua jenis hanya kita hanya yang 24:55 berbasis makanan dan minuman saja yang 24:57 masih bertahan atau lebih baik karena di 24:59 kebutuhan pokok tapi yang lain trennya 25:01 sudah turun begitu karena apa Karena 25:04 investasi yang masuk kalau kita lihat 25:07 belum cukup untuk mendorong pertumbuhan 25:09 industri begitu cenderung eh trennya 25:13 pertumbuhannya e lebih eh apa 25:16 pertumbuhan industri lebih rendah begitu 25:18 ketimbang investasi yang masuk Nah ini 25:20 yang saya kira menjadiatat Padahal tadi 25:23 seharusnya dalam transformasi struktural 25:26 industri Harusnya bisa Angi perubahan 25:28 dari ee cepatnya ke sektor jasa begitu 25:32 nah ini yang dan dan dan investasi juga 25:35 masuk ke sektor jasa ini yang saya kira 25:37 sulit dihindari karena apa ada dua hal 25:40 pertama kita ee penduduk banyak penduduk 25:42 banyak itu butuh ee apa konsumsi yang 25:46 tinggi konsumsi yang tinggi itu menjadi 25:49 pasar negara lain untuk membangun publik 25:51 di sini dan memasarkan hasil yang bukan 25:53 ee milik kita begitu nah ini yang 25:56 akhirnya sektor jasa semakin berkembang 25:59 misalnya untuk ee apa jasa 26:02 telekomunikasi jasa pendidikan jasa 26:05 sosial lainnya itu berkembang ini yang 26:07 saya kira eh apa menjadi satu hal yang e 26:11 sulit dihindari kalau kita tidak punya 26:13 benteng tidak punya strategi 26:15 industrisasi yang tepat di dalamnya 26:17 begitu Padahal kalau kita lihat ya 26:20 hampir eh relevan kalau eh antara ee 26:24 ekonomi dan industri itu karat kaitannya 26:27 gitu kalau industri kita lemah eh growth 26:30 ekonomi juga lemah nah ini yang yang 26:32 akhirnya longterm growth kita akhirnya 26:34 ekonomi kita sulit untuk tumbuh maksimal 26:37 begitu dan kelihatan juga dari sisi 26:39 Ekspor kita bandingkan dengan Vietnam 26:42 kita masih masih senang dengan eh CPO 26:46 masih senang dengan beberapa hasil karet 26:49 dan sebagainya paper sementara Vietnam 26:52 sudah telepon dan sudah smart card dan 26:55 sebagainya jadi e dominasi si ee 26:57 negara-negara Ini sudah beralih tidak 26:59 mengandalkan sumber daya alam karena apa 27:02 ya kalau pakai sumber daya alam nilai 27:04 tambahnya ee apa tidak begitu 27:07 menguntungkan ketimbang ee beberapa ee 27:10 produk ekspor yang berbasis n tambah 27:12 tinggi seperti produk elektronik dan 27:13 sebagainya begitu Thailand juga 27:16 dominasinya sudah tidak lagi ke sana 27:18 begitu ya Ee mereka sudah langsung 27:20 komputer data storage unit sampai eh 27:23 lampu juga dikerjain kita masih jadi CPO 27:26 di Batu 27:28 sekarang Saya kira ini ya memang tuh 27:30 karunia Tuhan tapi saya kira kalau in 27:33 long ter suatu saat akan habis 27:36 sangensiah saya kira ini yang menjadi 27:38 catatan penting bahkan denganipin kita 27:42 jauh gitu ya Tertinggal mereka tidak 27:44 lagi berbasis sumber daya alam nah ini 27:47 yang saya kira dominasi sumber daya alam 27:50 Memang betul kalau sayaanya Apakah kut 27:54 bisa Jadi kalau misalnya kita tidak bisa 27:57 mengembangkan sumber daya alam tersebut 27:59 ee hilirisasinya berkembang gitu nah 28:02 sementara ini kan ee kita sulit untuk 28:06 hilirisasi kalau teknologinya tidak kita 28:08 bangun industrinya tidak kita bangun dan 28:11 senang kita senang dengan ekspor CPO 28:14 senang dengan eh batu bara senang ekspor 28:17 dengan veronikel tapi industrialisasinya 28:20 kita tidak pikirkan begitu nah yang saya 28:22 kira menjadi problem di kemudian hari 28:25 dan memang akhirnya apa ya pertumbuh 28:27 ekonomi di sektor industri sendiri agak 28:29 sangat sulit Kalau trennya rata-rata 28:32 masih di bawah ee 5% bahkan 4% gitu 28:36 terakhir kalau tahun 2020 bahkan ya itu 28:39 pandemi ya turun tapi saya kira ini 28:41 menjadi problem ketika ee industrinya 28:44 tidak Mpu tumbuh lebih tinggi dan di 28:47 saat pandemi pun ya ini industri yang 28:50 muncul yang tinggi itu karena dorongan 28:53 ee apa fasilitasi pemerintah alat angkut 28:57 tuh karena fasilitasi ee apa pembebasan 29:01 untuk ppnbm begitu nah kimia farmasi 29:05 pada saat Pi tumbuh tinggi termasuk 29:08 logam dasar karena mulai membangun yang 29:10 lain Saya kira tidak bisa bertahan lebih 29:13 lama e pada masa pandemi Nah saya kira 29:16 ada berapa hal yang e penting saya juga 29:18 sudah sampaikan e apa di di banyak 29:21 kesempatan bahwa eh eh RN kita tuh lemah 29:26 banget begitu ini kalau data World Bank 29:28 sampai 29:29 2018 kita hanya berada ee paling 29:32 rendahlah di negara-negara lain kita 29:34 0,2% ya dari data Bank Dunia ee lihat 29:38 Cina mulai 96 itu 29:41 0,5% tapi eh dalam jangka waktu 29:45 Katakanlah hampir eh lebih dari eh 12 eh 29:49 sori hampir 20 tahun dia sudah bisa ee 29:52 mendekati angka 2 2,2 29:55 2,1% dan itu luar biasa ee 29:58 pertumbuhannya antar negara Cina yang 30:01 lebih dominan dibandingkan bahkan dengan 30:03 Jepang ataupun dengan Amerika itu 30:06 sendiri Meskipun mereka secara GDP sudah 30:08 tinggi tapi percepatannya Cina jauh 30:11 unggul dan akhirnya dibuktikan mereka 30:13 bisa menguasai pasar dunia begitu di 30:16 kita G bayangkan anggarannya 2019 ya 30:20 anggaran RN kita rnya ini data benas 5,4 30:24 triliun kecil sekali anggaran print yang 30:27 untuk riset rnd itu 20 miliar kecil 30:30 banget sekarang bahkan anggaranen 30:33 printnya 2021 itu sekitar 2 triliunan 30:36 jadi mau bicara apa kalau misalnya 30:38 memang dukungan anggaran tidak saling 30:40 mendukung begitu dan EE dan memang 30:43 justru yang paling besar eh eh apa 30:46 namanya riset and design-nya ini justru 30:49 di sektor pangan dan pertanian begitu ya 30:52 justru yang untuk masa depan misalnya ee 30:55 menguasai dunia tidak tidak didukung 30:57 oleh dukungan anggaran yang besar saya 30:59 kira kuncinya di sini harus ada 31:02 keberpihakan dari banyak pihak termasuk 31:04 Pemerintah Bagaimana ee ini bisa besar 31:07 saya tidak yakin meskipun sudah ada Brin 31:10 ini bisa lebih baik begitu karena ini 31:12 soal political Will eh anggaran yang eh 31:16 tidak mudah ya kita tahu anggaran 31:19 walaupun Sebesar apapun tetap anggaran 31:21 kemenahan anggaran kepan kepolisian 31:23 tetap paling tinggi dalam situasi apapun 31:26 ee timbang untuk anggaran memang 31:28 membangun ekonomi kita di masa depan 31:30 begitu dan yang kedua adalah bagaimana 31:33 kita bisa menyiptakan memilih industri 31:35 masa depan yang nilai tambah tinggi 31:37 ketimbang memang industri yang saya kira 31:39 menjadi basis dan EE ini yang akan 31:43 menjadi sumber Bagaimana E potensi untuk 31:46 ekonomi atau menjakan masyarakat di 31:48 pasar dunia begitu harus kita rubah kita 31:50 sekarang surplus tapi karena harga CPO 31:53 lagi naik batubara lagi naik kita harus 31:56 rubah bukan karena diuntungkan oleh eh 31:59 harga tapi memang karena nilai tambah 32:02 kita punya produk-produk yang nilai 32:04 tambahnya tinggi untuk basis ekspor 32:06 begitu yang ketiga tentu saja kita harus 32:08 merubah pendekatan Global value CH jadi 32:12 merubah kita tahu China sekarang Eh 32:14 China Amerika dan Jerman sebagai 32:16 centernya Global Vin harusnya memang 32:19 kita menjadi bagian tapi bukan sebagai 32:22 negara pasar saja tapi juga pemasuk 32:25 beberapa negara-negara lain dan tidak 32:27 lagi tergantung di satu negara begitu 32:29 nah ini yang saya kira ee menjadi kunci 32:32 dan Ee tidak lagi Katakanlah kita 32:35 bermain di sisi production karena Sisi 32:38 production itu nilai tambahnya lebih 32:40 tinggi justru di rnd kemudian di desain 32:44 di marketing sampai di eh apa Services 32:48 itu yang eh apa nilai tambahnya untuk 32:51 kemakmuran Raya itu yang paling tinggi 32:52 Jadi kalau jangan bangga kalau pabrik 32:55 banyak di Indonesia tenaga kerja banyak 32:57 tapi uangnya yang besar bukan di sini 32:59 begitu uangnya yang punya yang punya 33:01 desainnya begitu Itu yang saya kira 33:03 penting jadi ee apa namanya men jatatan 33:06 ya tidak cukup hanya bangun pabrik kalau 33:09 rn-nya tidak kita miliki begitu dan saya 33:12 kira menjadi catatan penting ini kita 33:14 punya Kawas e kawasan ekonomi kek begitu 33:18 dan saya kira ya kek ini yang kita 33:21 anggap berhasil belum begitu banyak 33:24 ee semangke aja yang kita ee 33:27 idam-idamkan dari dulu hanya terbatas 33:30 berapa perusahaan dan belum banyak 33:33 begitu Padahal rencananya besar tapi 33:35 efektivitasnya rendah Kenapa karena 33:37 memang eh dihitung-hitung costnya 33:41 dibandingkan di kawasan industri mending 33:43 di luar kawasan industri begitu Meskipun 33:46 tidak teratur tapi dihitung costnya 33:48 lebih murah nah ini yang menyebabkan 33:50 Bagaimana eh apa kawasan ekonomi khusus 33:53 tidak terlalu efektif gitu karena knya 33:56 ternyata sama aja tidak meskipun sudah 33:58 ada insentif yang diberikan oleh 34:00 pemerintah terakhir saya kira 34:03 ee perbaikan ikasi menjadi penting tapi 34:07 yang eh yang kalau kita lihat justru 34:10 tren eh hambatan eh apa hambatan Untuk 34:14 fdi 34:17 regticnya itu kita enggak bergerak 34:20 begitu China drop eh turun drastis 34:23 Mereka banyak melakukan perubahan 34:25 Vietnam apalagi nya Indonesia ya 34:28 bergerak aja sedikit begitu nah ini yang 34:30 saya kira menjadi ee catatan begitu dan 34:34 dan ini yang menurut saya eh tidak 34:37 banyak pergerakan di kita ya bukan 34:39 karena undang-undangnya saja tapi soal 34:41 implementasi di lapangan yang eh yang 34:44 menjadi e problem begitu dan dan 34:47 problemnya ada di mana begitu ya 34:49 kebanyakan memang eh banyak terkait 34:52 dengan di sektor konstruksi mesin 34:54 perlengkapan dan sebagainya Saya kira 34:56 ini eh apa menjadi jatatan khusus 34:59 demikian Mas haldi beberapa yang 35:01 sifatnya makro begitu mudah-mudahan ini 35:05 memang terlalu general tapi saya kira 35:07 bisa 35:08 eh narah sumber yang lain justru bisa 35:11 mempertajam dari apa yang saya sampaikan 35:13 sebagai pembuka diskusi Terima kasih 35:15 Asalamualaikum war wabarakatuhikumsalam 35:18 war sebelum kita ke pak gubernur ini ada 35:22 satu pertanyaan Pak tauh 35:25 Eh bagaimana cara memastikan eh secara 35:29 kebijakan ekonomi itu 35:31 memang berpengaruh langsung pada 35:33 peningkatan pendapatan rakyat eh 35:36 terutama rakyat secara umum 35:39 ya gitu kan salah satu parameter ekonomi 35:43 itu kan selain pertumbuhan kan ada juga 35:45 soal pasan kemiskinan soal ketimpangan 35:49 gitu ya Saya kira memang jalannya banyak 35:52 ya eh pertama ya Eh ada instrumen yang 35:57 kita kelola langsung itu melalui APBN 36:00 jadi ya APBN Bagaimana dipergunakan 36:03 sebagaimana mestinya untuk kesejahteraan 36:05 rakyat tentu Ee kita mengacu pada dua 36:09 pendekatan ya pendekatan ekspansif 36:12 Bagaimana ekspansi fiskal bisa dilakukan 36:15 ee proporsi daripada belanja modal lebih 36:18 tinggi transfer ke daerah lebih baik 36:20 kemudian pemanfaatan skema 36:23 program-program memang yang yang 36:25 menyentuh ke ee ke pada kelangsungan 36:28 ekonomi masyarakat kelas menengah bawah 36:30 di ee di di pendapatan di pajak juga 36:34 harus melihat ee siapa yang harus ee 36:37 dikenakan pajak sehingga tidak 36:39 memberatkan masyarakat gitu Jadi ini 36:41 menjadi kunci misalnya melalui ee APBN 36:45 yang nonapbn saya kira juga penting 36:47 begitu misalnya ee berkaitan dengan ee 36:50 Bagaimana investasi bisa masuk ke 36:52 Indonesia lebih besar begitu ya Ee 36:55 Apakah memang kita bisa Arahkan pada 36:58 satu lokasi-lokasi yang EE selama ini ee 37:01 kurang beruntung atau ee Katakanlah 37:04 tidak punya ee sumber daya jadi bisa 37:07 diarahkan kepada lokasi tersebut ee 37:09 misalnya Apakah di luar Jawa pada daerah 37:11 tertentu yang EE mungkinkan orang bisa 37:14 terlibat lebih banyak dan tenaga kerja 37:16 lebih ee banyak tapi lepas dari situ 37:19 adalah e Bagaimana peran swasta juga 37:21 lebih banyak karena kalau kita lihat 37:23 mengandalkan pemerintah struktur GDP 37:26 kita ee Anggar apa eh kontribusi ee 37:29 pemerintah itu hanya sekitar ee apa 37:32 sekitar 8% ekspor impor sekitar Plus 37:36 minusnya 4% jadi dominasinya adalah 37:39 konsumsi nah konsumsi terjadi kalau 37:41 lapangan kerja tercipta jadi lapangan 37:44 kerja itulah yang saya kira harusnya ee 37:46 dibuat oleh pemerintah Apakah tadi ee 37:49 iklim investasi ee melalui anggaran 37:52 pemerintah yang berbasis Padat Karya 37:55 ataupun tadi ee menciptakan Katakanlah 37:58 stabilitas makro maupun harga yang EE 38:01 baik bagi masyarakat gitu kayak sekarang 38:03 misalnya ya harga minyak goreng tidak 38:06 bisa dikendalikan ya Otomatis sejahteran 38:09 masyarakat turun Bui daya beli turun 38:11 bagaimana itu dikendalikan itu saja 38:13 sudah bisa berbuat sesuatu bagi 38:15 masyarakat 38:17 Begitu baik terima kasih Pak Taufik atas 38:20 eh penjelasannya ini pencerahan kita ya 38:23 dari sisi ekonomi dan sekarang kita 38:26 langsung ke pak gubernur NTB Pak Dr 38:31 zulkifsah Asalamualaikum Pak gup Apa 38:34 sudah bisa bergabung bersama 38:37 kita Asalamualaikum Pak 38:42 gup Oh baik masih 38:46 ee ternyata 38:48 ee masih belum bisa bergabung baik 38:51 sekarang kita ke Pak Pak Asalamualaikum 38:55 Pak 38:59 Waalaikumsalam Warahmatullahi 39:01 Wabarakatuh I Baik Pak zenzi Eh sekarang 39:05 kita pengin mendengar nih dari 39:07 perspektif eh lingkungan juga ya dan 39:11 bagaimana agar e kebijakan pemerintah 39:14 ini dan peran negara ini benar-benar 39:16 bisa mendat kesejahteraan dan 39:18 meningkatkan ee kehidupan dan pendapatan 39:21 bagi rakyat P Pak janji persilakan Pak 39:24 Iya saya mesti ee e Share screen Atau 39:28 tidak Silakan 39:33 dibebaskan Iya eh masih disabel eh oh ya 39:38 saya eh Oh sudah sudah Pan banyak ya 39:48 oke sudah sudah bisa Pak 39:55 oke 39:58 I eh saya eh hanya akan bicara soal 40:01 ekonomi yang eh relevan untuk 40:05 eh Bicarakan ya karena kami juga bukan 40:08 ahli ekonomi 40:10 Eh tapi saya tidak akan bicara soal 40:13 pendapatan tapi akan bicara Soal e 40:16 kesejahteraan karena ini dua hal yang 40:18 berbeda menurut kami 40:21 eh antara masyarakat yang berada di 40:24 daerah dengan masyarakat yang berada di 40:26 ee kota ya di kota ee pendapatan itulah 40:30 sumber pendapatannya begitu Ee input 40:33 dari kesejahteraannya sedangkan kalau di 40:36 ee kedesaan atau di daerah 40:39 ee 40:41 pendapatan ee secara ekonomi income-nya 40:44 bisa jadi dia cuman 40% dari eh input 40:47 terhadap 40:50 kesejahteraannya 40:52 Oh tidak bisa ini ya sudah Pak 40:57 eh tidak 40:59 bisa berjalan ininya 41:06 ee atau diin 41:12 dulu nah Coba diulang lagi pak 41:16 oke Bisa Oke Baik e eh kita coba 41:22 membandingkan antara sistem ekonomi 41:24 global yang sedang berjalan juga di 41:26 Indonesia dengan ee sistem ekonomi 41:30 ee yang berjalan di tingkatan masyarakat 41:33 yang mana Wali selama ini bekerja di 28 41:37 provinsi 41:38 eh ada sistem ekonomi yang berjalan 41:41 di di mana Eh bisa dilihat dengan jelas 41:46 dalam proses produksi ekonominya itu 41:49 berapa input dari lingkungan dan eh 41:53 berapa produksi dari eh kerja serta 41:56 dalam tingkat kesejahteraannya itu eh 41:59 berapa input dari produksi ekonominya 42:02 Terus eh berapa input dari 42:04 eh lingkungan sederhananya 42:08 eh antara masyarakat di kota dengan 42:12 masyarakat di desa yang di kota mungkin 42:14 berpenghasilan 10 juta di desa 42:16 penghasilan ee ekonominya R juta 42:19 setengah bisa jadi yang di desa akan 42:22 lebih sejahtera karena kebutuhan mereka 42:25 lainnya dan bentuk ee pangan ee rumah 42:29 ee lingkungan itu disediakan gratis oleh 42:33 alam e 42:37 ekonomi yang eh kami dalami eh kami 42:40 sebut ekonomi Nusantara ini yang 42:43 dilahirkan dari proses Adaptasi manusia 42:47 terhadap alamnya bukan 42:50 ekonomi yang 42:52 ditumbuhkan dengan proses memodifikasi 42:55 atau 42:56 terhadap alam ini dua ekonomi yang 42:58 berbeda ee kalau ekonomi yang 43:01 memodifikasi alam atau mengeksploitasi 43:04 alam akan menimbulkan eh beban 43:08 lingkungan dan beban ekonomi secara 43:10 langsung terhadap masyarakat maupun 43:12 terhadap 43:15 negara sedangkan 43:18 ekonomi nusantara yang kita adalah 43:21 ekonomi yang eh tumbuh eh dengan proses 43:25 adaptasi terhadap alam sehingga tidak 43:27 ada beban yang di ee timbulkan ekonomi 43:30 ini ee hemat ee air menahan air lebih 43:34 lama di daratan tidak menimbulkan 43:36 bencana ekologis ee Air Dan Api itu 43:40 diposisikan sebagai bagian dari alat 43:42 produksi ee dan teman dan dua ini dalam 43:46 ekonomi yang memodifikasi alam duanya 43:50 menjadi bencana ee karena penggunaannya 43:53 dalam ruang yang Ee tidak terkendali eh 43:56 ketika musim panas kita selalu 43:58 dihadapkan dengan kebakaran hutan dan 44:01 asap di Sumatera dan Kalimantan eh 44:04 ketika musim kering E ketika musim hujan 44:06 kita dihadapkan dengan eh banjir bandang 44:08 dan eh banjir yang eh lama seperti di 44:12 Sintang saat ini ekonomi berbasis 44:16 ekosistem kuncinya adalah kedaulatan 44:17 pangan dan keberlanjutan eh 44:20 bumi manusia di nusantara sudah ribuan 44:23 tahun tinggal eh tapi mewariskan Rimba 44:27 Sungai jerni kepada kita tapi sistem 44:30 ekonomi yang dibangun di Indonesia dalam 44:32 berapa dekade terakhir 44:34 eh belum terlihat secara langsung 44:37 peningkatan kesejahteraannya kepada 44:39 manusia Nusantara tapi telah memberikan 44:41 beban lingkungan yang sangat eh besar eh 44:44 keberagaman budaya terlikat dengan 44:46 keberagaman ekosistem di eh 44:50 Indonesia nah 44:54 eh saya mau mengingatkan kita di tahun 44:58 98 ketika krisis politik krisis 45:01 lingkungan dan krisis ekonomi melanda 45:03 Indonesia salah satu pondasi ee ekonomi 45:07 di Indonesia terutama di daerah-daerah 45:09 adalah ee sektor pertanian perkebunan 45:11 dan Kehutanan yang dikelola oleh eh 45:14 masyarakat Eh di mana ekspor tetap 45:17 terjadi eh berkontribusi dalam 45:20 menyeimbangkan dolar dan EE rupiah dan 45:23 menjadi pondasi kehidupan masyarakat di 45:25 pedesa itu tidak Limbung Ee tidak 45:27 seperti masyarakat di kota ketika 98 45:30 sampai 99 itu ee mengalami ee krisis Nah 45:35 ada PR besar di kita 45:38 eh rencana dari perluasan sektor 45:42 eksploitasi di Indonesia ada eh HPH 45:46 hambahan hutan itu sampai 2025 itu 45:50 targetnya 26 eh juta hektar hutan 45:52 tanaman industri atau HTI itu ee 12 ,5 45:56 juta hektar ee sawit itu 26,3 juta 46:00 hektar sedangkan tambang 3,2 juta hektar 46:03 nah kami 46:04 melihat antara ruang Daratan di 46:06 Indonesia yang dikelola oleh eh petani 46:10 atau komunitas Indonesia dengan ruang di 46:13 Indonesia yang dikelola oleh korporasi 46:15 besar itu memberikan dampak yang berbeda 46:18 dalam ekonomi kalau selama Daratan di 46:21 Indonesia itu dikuasai oleh komunitas ee 46:24 atau petani ee eh setiap eh gram 46:28 ekspornya uangnya itu akan langsung 46:31 datang ke kampung-kampung di mana Eh 46:34 komoditi penghasilnya itu dibudidayakan 46:37 sehingga berkontribusi langsung kepada 46:38 pendapatan kesejahteraan serta mata 46:41 rantai ekonomi di 46:43 daerah-daerah sedangkan ketika lahan eh 46:47 tanah dan hutan ini dipindahkan kepada 46:49 korporasi penguasaannya eh Dan sekarang 46:52 itu sudah mencapai 56 juta hektar eh 46:56 yang masuk ke desa-desa itu adalah 46:59 belanja modal ketika perkebunannya eh 47:02 dibuka yang kedua itu eh biaya 47:05 operasional untuk e pekerja sedangkan 47:09 benefit dari 47:11 eh masing-masing sektor ini itu dia 47:14 mengalir kepada eh pemegang eh sahamnya 47:18 dan sebagian besar industri di eh sektor 47:21 ini di sektor sumaya Al Indonesia 47:24 walaupun perusahaannya berbas Indonesia 47:26 eh pemegang sahamnya atau 47:30 ehent company-nya itu berada di eh luar 47:34 seperti sawit itu Eh sebagian besar itu 47:37 di dari Malaysia eh Singapura eh Europe 47:42 Jepang dan us 47:45 nah ini patut di eh koreksi oleh eh 47:49 pemerintah 47:51 eh seberapa besar sebenarnya sumbangan 47:54 sumbangs ya ekonomi dari masing-masing 47:56 sektor ini terhadap perekonomian negara 48:00 apakah meningkatnya pendapatan negara 48:02 dari ee pajak eh 48:04 eh pajak eh bumi ataupun pajak ekspor 48:08 dari eh sektor ini itu berbanding lurus 48:10 dengan perekonomian negaraan 48:13 perekonomian yang tumbuh di 48:14 daerah-daerah ini bisa jadi menjadi 48:17 jawaban dari EE tadi yang disampaikan 48:19 oleh eh masahib soal beberapa sektor itu 48:23 yang eh stagman di eh Indonesia dan EE 48:27 sektor-sektor yang dikelola oleh 48:29 masyarakat secara langsung ini pada 48:32 umumnya 48:33 ee berupa rempa ee di ee Sumatera Jawa 48:39 ee Maluku sulawesi dan EE wilayah timur 48:43 ee Ini ekonomi yang tumgu dari masa ee 48:48 sebelum kolonial masa kolonial hingga ee 48:53 sekarang Nah ini gambaran ee dari 192 48:58 juta daratan Indonesia 49:00 ee Ini adalah wilayah yang dikuasai oleh 49:03 eh sektor kehutanan eh HPH hutan tanaman 49:07 industri dan EE seterusnya ee Ini yang 49:10 dikuasai oleh tambang dan Eh ini yang 49:14 dikuasai oleh sektor eh perkebunan pada 49:16 umumnya eh sawit nah 49:20 ee sama Dari tiga sektor ini walaupun 49:24 perusahaannya berbasis Indonesia eh 49:27 benef ownernya eh itu berada di di luar 49:32 lagi kalau kita lihat lebih dalam eh 49:35 fenomena banyaknya perusahaan-perusahaan 49:37 di Indonesia itu terafiliasi dengan eh 49:41 perusahaan-perusahaan cangkang di 49:43 negara-negara eh surga Pajar nah kalau 49:46 mau dihitung antara pendapatan negara 49:49 terus beban negara dalam menanggulangi 49:52 eh kerusakan lingkungan bencana ekologis 49:55 yang terjadi ya 49:56 Ee mestinya ee neraca arus Maya alam dan 50:02 ekonomi Indonesia pertumbuhan ekonomi 50:04 Indonesia itu akan lebih 50:09 terkoreksi nah saya mau zoom in 50:13 soal dari pertumbuhan ekonomi yang coba 50:17 dibangun oleh negara dari sektor sumber 50:20 daya alam di tiga sektor tadi ya hutan 50:23 tambang ee dan EE kebunan 50:26 ee Ini ekonomi yang tunggu 50:30 ee bukan dari nol tapi ini ekonomi yang 50:34 tumbuh dengan mengoreksi atau 50:38 menghancurkan ekonomi yang sudah ada 50:40 artinya eh ekonomi yang tumbuh di sini 50:43 itu ee bukan tanpa menghancurkan eh 50:47 sistem ekonomi yang lain eh saya ambil 50:50 contoh ini satu ee Indonesia merupakan 50:53 salah satu negara yang mempunyai e 50:56 ekosistem gambut ee terluas di dunia dan 50:59 selama ini kawasan ekosistem gambut yang 51:01 merupakan kawasan ekosistem perairan ini 51:04 diperuntukkan untuk 51:06 eh sawit dan Akasia karena dianggap 51:10 tidak 51:11 produktif nah ketika kawasan perairan 51:14 ini dia dipaksa menjadi 51:16 eh budidaya daratan dalam hal ini 51:19 perkebunan maka eh konsekuensinya 51:23 wilayah ini harus dikeringkan nah selama 51:26 ini kacamata eh publik maupun pemerintah 51:29 itu hanya melihat konsekuensi dari 51:31 kebakaran yang terjadi tetapi tidak 51:34 melihat Ketika suatu wilayah itu 51:36 dikeringkan Eh ada 51:39 eh pengaliran air ke tempat lain kalau 51:42 yang di kanan ini ee Ini bukan 51:44 perkampungan di atas Danau ini 51:46 perkampungan yang ditinggalkan oleh 51:48 masyarakat setelah terendam akibat ee 51:52 perusahaan itu eh mengalirkan air dari 51:55 kawasan perkebunannya itu ke tempat lain 51:58 Dan desa-desa ini menjadi terendam 52:00 dahulunya ini merupakan desa yang bentuk 52:02 ee daratan dan 52:04 EE merupakan penghasil ee pangan utama 52:08 di ee Sumatera Selatan dan sekarang 52:10 menjadi ee lumpuhu 52:15 ee yang kedua masih dari ekosistem 52:18 perairan 52:20 ee kalau kita lihat gambar di sini ya 52:23 kami mencoba membandingkan antara nilai 52:26 ekonomi ketika ekosistem gambut itu 52:28 dibiarkan ee dia seperti Rimba eh dengan 52:32 ketika ekosistem gambut dikeringkan dan 52:35 eh dibangun perkebunan kelapa sawit di 52:37 sana mana sebenarnya eh pendapatan 52:41 ekonomi yang lebih besar nah kami 52:44 mendalami dari eh sampling 1000 eh 52:48 10.000 hektar eh di Ogan kumering Ilir 52:52 itu ditemukan 78 jenis mata pencari 52:56 78 jenis mata pencarian ini eh dalam 52:59 satu tahunnya itu menghasilkan nilai 53:02 ekonomi 441 miliar per tahun 53:05 eh tetapi ini wilayah seluruh di 53:09 Indonesia ekosistem gambut ini dipandang 53:11 tidak produktif selama ini karena 78 53:14 jenis mata pencarian dan 441 miliar per 53:18 tahun ini tidak masuk dalam statistik 53:21 ataupun akuntansi perekonomian eh 53:24 keuangannya eh 53:28 negara sedangkan kalau dia dirubah 53:31 menjadi perkebunan ee kelapa sawit 53:33 10.000 hektar itu nilai ekonominya 53:36 Eh sekitar 220 miliar 53:39 eh dan uang yang akan berputar di sini 53:42 itu hanya eh belanja modal dan eh 53:45 operasional sedangkan benefit dari 53:47 produksi itu eh setiap tahunnya eh 53:51 mengalir kepada 53:52 eh parent company ya ee perusahaan ee 53:57 ada yang mengalir ke kembali ke sumber 54:00 ee pinjaman uangnya pinjaman modal ee 54:03 dalam bentuk bank atau dari ee penanam 54:06 saham 54:06 ee dari Eropa Malaysia ee Jepang atau 54:11 Amerika 54:14 eh atau Dia ee mengalir ke daerah 54:18 perkotaan eh dalam bentuk 54:20 eh properti eh oleh parent eh eh ekonomi 54:25 yang EE bermain dalam tisu ee sawit 54:28 maupun ee Tambang serta eh hutan tanaman 54:32 industri jadi uangnya diputar ke daerah 54:34 perkotaan membangun eh kluster-klustter 54:37 eh perumahan baru eh properti eh 54:41 sehingga eh beban lingkungan yang muncul 54:44 di satu wilayah kebakaran bangkit dan 54:46 yang lain 54:47 eh itu dia tidak berbanding lurus dengan 54:50 pertumbuhan ekonominya karena benefit 54:52 dari pertumbuhan ekonomi di sini itu di 54:55 ee bawa ke tempat 54:56 lain ini saya 54:59 mauemberikan sedikit contoh saja 55:01 bagaimana 55:02 ee Pak diare lagi pak mana tahu 55:05 presentasinya bisa 55:07 Oh ini tadi terputus ya iya oke Saya 55:12 pikir tadi sudah ini sudah masuk ee 55:16 oke saya coba Share lagi 55:24 ya 55:25 ini sudah masuk sudah oke sor nah ini 55:30 wilayah-wilayah yang 55:33 eh dari masing-masing sektor ya yang 55:36 sudah dikuasai oleh korporasi di 55:37 Indonesia di mana pemegang saham atau 55:40 pemberi pinjamannya itu berada di luar 55:42 negeri saat ini 56 juta hektar daratan 55:45 Indonesia itu sudah dikuasai oleh 55:48 korporasi beralih dia dari sistem 55:50 ekonomi yang dipangku atau di ownernya 55:53 dari rakyat itu menjadi jadi ee 55:55 korporasi yang saya maksud tadi 55:57 ee kalau itu tadi angkanya ini Saya 56:00 tunjukkan wilayahnya ini sektor 56:03 kehutanan HPH maupun hutan tanam 56:05 industri 56:06 ee yang ini perkebunan 56:09 ee yang ini ee tambang Nah kalau kita 56:13 lihat peta ini Jadi wajar Indonesia ee 56:17 saat ini mulai marak ya ketika musim 56:19 hujan ada banjir eh ketika musim kering 56:22 kita ee 56:23 kebakaran 56:27 nah ini yang tadi saya maksud ee ketika 56:30 satu wilayah itu dikeringkan ada kampung 56:33 yang terendam ini kampung yang dulu 56:36 menjadi ee basis produksi ee pangan atau 56:40 beras di Sumatera Selatan dia menjadi 56:42 terendam dan 56:44 ditinggalkan ini tadi yang 78 jenis mata 56:47 pencarian eh di em gambut 56:51 ee dan ini ee apa namanya n mata rantai 56:56 ekosistem yang dihancurkan ketika ee 56:59 gambut dikeringkan demikian ee pengantar 57:02 dari eh saya 57:04 e Jadi intinya Bagaimana kebijakan 57:08 ekonomi negara ini benar-benar nyentuh 57:10 ee kehidupan sehari-hari masyarakat ya 57:13 Pak ya tidak hanya ekonomi berputar di 57:16 tangan Para kapitalis kita 57:19 ee kebijakan ekonomi kita bukan 57:22 menyentuh ya tetapi menginjak ee 57:24 menghancurkan sistem ekonomi yang tumbuh 57:26 di ee di daerah-daerah yang selama ini 57:29 sebenarnya tanpak dientuh negara dia 57:32 sudah tumbuh tapi justru sentuhan negara 57:34 itu menghancurkannya ketika 56 juta 57:37 hektar daratan itu diserahkan kepada 57:39 perusahaan eh 56 juta hektar itu ekonomi 57:44 rakyatnya jadi hilang karena 56 juta 57:47 hektar itu selama ini kan berproduksi 57:49 dia ketika dia beralih kepada korporasi 57:52 ee maka ekonomi rakyat yang berada di l 57:55 juta itu ee tumbangu habis ee 57:59 persoalannya bukan hanya Merak menjadi 58:01 ee miskin begitu tetapi ini berkaitan 58:03 dengan eh perputaran uang yang e beredar 58:07 ee di daerah tersebut ataupun di 58:10 Indonesia itu jadi eh berubah gitu yang 58:12 saya maksud baik eh terima kasih Pak 58:17 zenzi menarik sekali ini ee supaya ini 58:20 bisa menjadi perhatian ya para ee 58:23 pengambil kebijakan bagaimana agar 58:26 kebijakan pemerintah negara ini 58:28 ee bisa berpihak kepada rakyat banyak ya 58:32 bukan hanya ke korporasi pemilik modal 58:35 dan kapitalis Ya baik sekarang apa Pak 58:39 gup sudah bisa bergabung Pak zulifansyah 58:44 eh dapat info beliau karena sedang 58:46 berada di tengah jalan juga sinyal 58:49 beliau agak susah pak gup Apa sudah bisa 58:53 bergabung 58:56 baik sekarang kita ke Bung Roki 59:01 buoki Apa sudah bisa bergabungi 59:06 Oke 59:08 Baik saya juga 59:11 agak lagi di Gorontalo jadi 59:14 mudah-mudahan i i 59:18 oke apa Masalah saya ya 59:21 bagaim agar negara ini Ben bisa 59:25 menjahrak meningkatkan pendapatan rakyat 59:27 eh moroki tidak hanya berputar-putar di 59:30 elit yang 59:32 menikmati ini yang kita sebut selalu 59:36 sebagai paling tidak ada konsep baru 59:39 yang diusulkan atau ditawarkan oleh 59:42 siapa ya pasti oleh oposisi kan gak bisa 59:44 kita minta negara e menghasilkan konsep 59:47 baru dia udahudah berhenti pada soal 59:50 yang diterangkan tadi 59:52 oleh tadi jadi coba kita bayangkan 59:58 bahwa konstitusi 1:00:01 kita mewajibkan bukan sekedar 1:00:04 mengindikasikan 1:00:06 mewajibkan 1:00:08 distribusi 1:00:10 ituribusi ware apagi dilakukan oleh 1:00:13 negara ada fungsi 1:00:16 korporasiporassya melakukan 1:00:19 akumulasiporas makan 1:00:23 akumulap adalah tugas negara untuk 1:00:26 menghasilkan distribusi itu Jadi dua 1:00:30 kapasitas ini yang 1:00:32 sebetulnya salah diasuh oleh pemerintah 1:00:35 sekarang Sehingga eh negara 1:00:41 justru bertindak juga sebagai akumulator 1:00:43 melalui BUMN itu ajaib kan BUMN disuruh 1:00:47 jadi akumulator fungsi Bu melakukan 1:00:49 distribusi itu perintah konstitusi kita 1:00:52 sementara koperasi yang seharus harusnya 1:00:54 jadi sokoh guru dari masyarakat bawah 1:00:58 dalam upaya untuk mempertahankan ekonomi 1:01:00 subsisten dia kalau betul-betul 1:01:03 memerlukan safety net melalui Koperasi 1:01:05 koperasi justru diterkam oleh BUMN 1:01:08 diterkam oleh korporasi kan dan itu yang 1:01:12 jadi soal Ideologi itu Nah kalau kita 1:01:16 pahami itu tentu kita berpikir bahwa ada 1:01:18 yang kacau Dari awal kan Nah kalau kacau 1:01:21 dari awal kalau ada oposisinya 1:01:22 pemerintah sudah jatuh supaya ada 1:01:24 oposisi yang mengatur ulang sistem 1:01:26 perekonomian kita kan kan begitu rumus 1:01:29 gampangnya begitu Sebelum kita pergi 1:01:31 pada ee macammacam problem yang sifatnya 1:01:34 teknis itu intinya sebetulnya 1:01:38 tuh nah hari ini misalnya kita lihat 1:01:41 seluruh dunia itu berupaya untuk 1:01:43 menghasilkan satu pikiran baru yang 1:01:45 betul-betul lain dari yang kita sebut 1:01:48 sebagai eh rezim akumulator itu yaitu 1:01:52 rezim yang beror pada growth growth 1:01:55 growth kan sekarang orang seluruh dunia 1:01:58 bicara tentang growth apalagi karena 1:02:01 eh ada 1:02:03 soal apa namanya cptourrenci ada soal 1:02:06 Green economy ada macam-macam tu 1:02:09 sehingga fasilitas orang untuk 1:02:11 menghidupkan kembali prinsip solidaritas 1:02:13 manusia itu timbul terutama pada 1:02:16 generasi muda generasi muda bukan 1:02:17 sekedar main kriptourency yangptonya 1:02:20 lebih banyak dari curencinya tetapi juga 1:02:23 berupaya untuk pergi pada 1:02:25 pikiran-pikiran filosofi yang basisnya 1:02:28 adalah keadilan sosial orang baca lagi 1:02:31 Andre gross pergi bolak-balik melihat eh 1:02:35 potensi dari 1:02:37 ekonomi hijau untuk menghasilkan ulang 1:02:39 distribusi karena krisis segala macam 1:02:42 jadi pemerintah enggak punya alternatif 1:02:45 dan memang dia enggak boleh punya 1:02:47 alternatif lagi karena dia sudah diijon 1:02:49 oleh oligarki kan kita selalu mau 1:02:52 melihat potensi negara untuk melakukan 1:02:54 enggak bisa karena sudah secara struur 1:02:57 itu dihisab oleh oligarki sehingga 1:03:01 eksploitasi terhadap alam pun itu 1:03:03 terjadi karena ada eksploitasi orang 1:03:04 terhadap orang gitu kan jadi 1:03:07 E soal-soal ini yang mesti clear dulu di 1:03:11 di benak kita supaya kita enggak terlalu 1:03:14 buang-buang harapan untuk memulihkan 1:03:17 ekonomi dengan berharap pada pemerintah 1:03:19 yang sekarang saya baca tadi Eh laporan 1:03:22 dari diekonomis eh apa namanya kan Ini 1:03:27 akhir tahun ekonomis majalah ekonomis 1:03:29 itu biasanya bikin eh semacam overview 1:03:33 the world ah 1:03:38 eh jadi dunia 2022 itu seperti apa itu 1:03:43 kan nah di bagian belakang majalah itu 1:03:46 biasanya ada obituar ekonomis itu ada 1:03:48 rubrik pituar itu tentang siapa yang 1:03:50 mati tokoh siapa yang meninggal atau 1:03:52 sejarah apa yang harus ditulis ada 1:03:54 editornya sendiri ini uniknya majalah 1:03:56 ekonomis dalam edisi akhir tahun 1:03:59 ini judul dari 1:04:03 eh obituar itu adalah 1:04:07 Eh saya coba Saya ingat-ingat 1:04:10 tadi ini menarik kita kita ma liihat 1:04:13 Bagaimana Indonesia bereaksi terhadap 1:04:15 cara dunia memahami ekonomi itu setelah 1:04:18 covid judulnya adalah Asis to Asis dari 1:04:22 Abu ke Abu gitu 1:04:24 jadi obituari majalah ekonomis hari ini 1:04:28 menulis tentang matinya industri dan 1:04:31 energi batu bara lalu diterangkan secara 1:04:34 pendek 1:04:35 Bagaimana kota London sat abad lalu itu 1:04:39 di setiap sudut kota adalah debu hitam 1:04:43 nah kita engak ngomong itu tadi betul 1:04:46 menerangkan B ya Indonesia cuman doyan 1:04:50 untuk pacu pertumbuhan dengan sering 1:04:53 saya katakan gali-gali di ee fosil nenek 1:04:56 moyang terus di obral tuh 1:05:00 kebetulan Cina lagi mandek ekonominya 1:05:03 obralan 1:05:05 eh tulangbuang tanakenek moyang kita 1:05:07 dalam bentuk batu bara Eh jatuh harganya 1:05:10 itu mungkin juga nanti puli tapi tetap 1:05:12 kita cuma bisa gali-gali kan terus 1:05:16 apalagi ya kita jualan galian itu dan 1:05:20 lalu kita manjat-manjat pohon dapat 1:05:22 sawit lalu kita jual kan jadi itu itu 1:05:25 yang betul-betul ekonomi yang disediakan 1:05:26 dimanjakan oleh alam tapi sekaligus 1:05:28 merusak alam itu ini yang enggak terjadi 1:05:31 padahal orang bicara tentang 1:05:33 spacex orang bicara tentang 1:05:37 eh apa namanya perdagangan yang sifatnya 1:05:41 eh tidak lagi berbasis pada konsumsi 1:05:44 tapi pada kebutuhan dasar gitu enggak 1:05:47 sampai di situ pikiran kita padahal 1:05:50 menial sudah enggak peduli dengan yang 1:05:52 disebut growth E atau mengukur ekonomis 1:05:55 dengan e prinsip-prinsip konvensional 1:05:58 nah ini yang enggak berlangsung jadi 1:06:00 saya enggak enggak menganggap bahwa ada 1:06:03 sesuatu yang dipikirkan oleh pemerintah 1:06:05 jadi negara kita ini betul-betul dibuat 1:06:09 terkoyak hanya karena enggak ada konsep 1:06:11 kan itu intinya kan jadi sekali lagi 1:06:14 Setiap kali kita bicara tentang upaya 1:06:16 untuk memperbaiki bangsa selalu 1:06:18 terbentur pada siapa yang akan memimpin 1:06:21 kan intinya begitu kan jadi kita taruh 1:06:24 dulu kuda di depan baru kita pasang 1:06:26 kereta supaya Kuda itu narik kereta itu 1:06:28 bukan keretanya kita taruh dulu terus 1:06:30 kudanya kita cari-cari tuh kalau kudanya 1:06:32 enggak ada ngapain kita punya kereta itu 1:06:35 itu intinya sebetulnya yang yang secara 1:06:38 konyol bahkan diperlihatkan oleh 1:06:41 Keputusan Mahkamah Konstitusi tadi pagi 1:06:42 kemarin itu bahwa 1:06:44 eh demi menserve ego presiden demi eh 1:06:49 tidak mengganggu 1:06:51 agenda oligarki Mak maka Mahkamah 1:06:54 Konstitusi membuat keputusan yang konyol 1:06:56 itu bahwa omnias itu ya dia 1:06:58 inkonstitusional tapi dia tetap 1:07:00 undang-undang itu kemarin saya ledek W 1:07:03 Iya itu ada orang jual 1:07:05 mangga penjaganya bilang ya silakan Beli 1:07:07 mangga ini mangga busuk tapi dia tetap 1:07:09 mangga loh kalau mau dapat yang baru 1:07:11 Tunggu lagi 2 tahun gua baru tanam 1:07:12 mangga barunya itu yang yang terjadi 1:07:16 sekarang artinya kalau kita berupaya 1:07:19 untuk melihat apa yang terjadi pada 1:07:21 bangsa yang terjadial an koordinasi 1:07:26 bolehak itu diperbaiki boleh aja dengan 1:07:29 cara apa dengan cara mengubah cara 1:07:31 mengambil 1:07:33 keputusan pertanyaan berikutnya 1:07:36 Memangnya vol mengambil 1:07:39 keputusan Bu 1:07:41 ada sudah jadi baku di 1:07:45 dalamil keputusan dia gak konsultasi DPR 1:07:49 dia 1:07:50 konsultasiig nah soalsal semam ini kita 1:07:54 urkan pada potensi Indonesia untuk untuk 1:07:57 bertanding nanti itu dia akan diganggu 1:07:59 oleh ketidakmampuan Indonesia membaca 1:08:01 Global Politics ini juga faktor yang ada 1:08:05 di depan mata kita tuh Ya tentu saja 1:08:09 Amerika sedang giat-giatnya mencari cara 1:08:13 membangun kembali industri militernya 1:08:15 karena Tertinggal oleh Cina itu Cina 1:08:17 sudah punya hipersonic Indonesia eh 1:08:20 Amerika kewalahan untuk menghalangi 1:08:22 hipersonik eh Cina yang bisa 1:08:26 berputar mengili dunia lalu 1:08:30 melepaskan ee balistiknya itu jadi kalau 1:08:35 kita lihat per hari ini upaya Indonesia 1:08:37 untuk keluar dari jebakan kedunganya 1:08:39 sendiri itu berat sekali itu pertama 1:08:42 karena permintaan Cina itu menurun kedua 1:08:45 karena industri militer Amerika itu 1:08:48 justru sedang diaktifkan untuk 1:08:50 menghalangi eskalasi Cina di Taiwan dan 1:08:52 di Cina Selatan dan itu 1:08:55 artinya ekonomi Amerika akan bertumbuh 1:08:57 di bidang industri militer perusahaan 1:09:00 semacam lck akan kebanjiran pesanan dari 1:09:03 negara lagi dan itu berarti dolar akan 1:09:05 dibawa pulang lagi kan Joe biden akan 1:09:07 minta dolar pulang untuk menghidupkan 1:09:11 ekonomi yang betul-betul basisnya ad 1:09:13 military industry komleks ini ini faktor 1:09:17 yang MTI menerangkan kalau kita mau 1:09:19 membaca Indonesia kita engak bisa baca 1:09:21 Indonesia tanpa perbandingan dengan luar 1:09:22 negeri kan kita bisa bolak-balik lihat e 1:09:26 seluruh statistik makro tapi enggak ada 1:09:28 gunanya yang 1:09:30 kedua seluruh persiapan untuk menjemput 1:09:34 kembali kapitalisme itu bahkan 1:09:36 dibatalkan oleh si e pemikir utama 1:09:39 kapitalisme siapa namanya itu Master 1:09:41 swap yang jadi CEO dari World Economic 1:09:46 forum di D itu jadi perubahan-perubahan 1:09:49 itu enggak ada di kita Nah kalau kita 1:09:51 mau bersiap untuk melihat bagaimana 1:09:53 distribusi Dikembalikan pada rakyat kita 1:09:55 mesti membaca kemampuan kita untuk deal 1:09:58 dengan ide-ide baru di dunia tu nah kita 1:10:01 enggak lihat itu semua Talk Show kita 1:10:03 itu basisnya adalah bahkan 1:10:06 eh dalam soal lingkungan tetap 1:10:08 orientasinya adalah pada pembangunan 1:10:10 manusia bukan pada perlindungan 1:10:12 lingkungan yang kita sebut sebagai 1:10:14 sustainable development itu tetap 1:10:16 sustain untuk manusia bukan untuk alam 1:10:18 nah karena itu eh the sustainability of 1:10:21 the ide of sustainabity eh e grow itu 1:10:24 justru yang mesti dipertanyakan jadi 1:10:26 sekali lagi mindset kita tidak di situ 1:10:29 padahal ekonomi akan berubah Setelah 1:10:31 covid semua orang di dunia bicara 1:10:34 tentang new Global order pasca covid dan 1:10:38 pertarungan itu yang juga masuk di dalam 1:10:41 eh wilayah-wilayah baru di pusat-pusat 1:10:44 pemikiran ekonomi dunia itu Nah 1:10:46 milenials justru tergiur untuk bicara 1:10:50 itu nah di Indonesia enggak ada 1:10:52 fasilitas untuk membicara ide baru 1:10:54 tentang distribusi itu semua Kementerian 1:10:57 buta huruf terhadap ide itu karena 1:11:00 enggak ada Bukan dia enggak punya ide 1:11:02 sebetulnya enggak ada pemicu ide gitu 1:11:05 bayangkan sidang kabinet bicara apa 1:11:07 Presiden Jokowi habis Presiden Jokowi 1:11:09 bicara semua menteri saling wa di antara 1:11:11 mereka dan bingung untuk menentukan apa 1:11:14 sebetulnya yang diputuskan dalam sidang 1:11:16 e barusan itu kan lalu saling ngeledek 1:11:18 tu jadi itu itu soalnya tuh dan 1:11:22 eh 1:11:24 gampangnya enggak ada urgensi yang 1:11:26 terlihat dari pemerintah untuk bring 1:11:30 people ideas market itu ke dalam sistem 1:11:34 perekonomi yang yang yang dituntut 1:11:36 secara normatif atau bahkan secara eh 1:11:40 imperatif oleh konstitusi kita ini ini 1:11:43 soalnya kalau kita buka lebih jauh lagi 1:11:45 ya kita tahu dari awal bahwa model 1:11:49 Indonesia itu yang mau disebut sebagai 1:11:52 eh eh komprador pun masih bekerja tuh 1:11:56 akumulasi primitifnya juga masih 1:11:58 berlangsung kemudian orang sibuk untuk 1:12:00 menerangkannya ini adalah oligarki ya 1:12:02 tapi keterangan tentang oligarki itu kan 1:12:06 yang kita sebut oligarki itu bisa kita 1:12:08 Terangkan secara webar bahwa di dalam 1:12:10 setiap organisasi pasti ada kelompok 1:12:13 kecil yang menguasai jalannya organisasi 1:12:16 tapi kita juga bisa Terangkan secara 1:12:17 marksian bahwa di dalam oligarki selalu 1:12:20 ada imperatif modal di situ yang 1:12:23 eksploitatif tapi Apun sudut pandang 1:12:26 kita tentang praktik oligarki 1:12:27 oligarkinya sama juga dia- juga yang 1:12:30 Carry over dari orde baru kan jadi 1:12:32 evaluasi ini harus menyeluruh bahwa 1:12:36 pertama kita gagal untuk mengubah 1:12:38 struktur ekonomi kita dari yang sifatnya 1:12:41 akumulasi pergi pada distribusi karena 1:12:43 kita masih e mengizinkan oligarki lama 1:12:47 itu car over ke dalam sistem yang baru 1:12:49 itu masalah strukturalnya yang kedua 1:12:52 konsep tandingan kita tidak bunyi secara 1:12:54 akademis karena enggak ada ide untuk 1:12:57 menghasilkan konsep tandingan itu jadi 1:12:59 kalau kita bilang Sekarang sistem dunia 1:13:02 berubah karena itu Indonesia harus adapt 1:13:04 dengan itu lalu orang tanya apa ide baru 1:13:07 tentang Indonesia menyumbang apa 1:13:09 Indonesia pada eh e teori-teori atau 1:13:12 Perkembangan Paradigma baru ekonomi itu 1:13:14 enggak ada karena kita balik lagi pada 1:13:17 ekonomi Pancasila yang isinya enggak 1:13:20 jelas kita balik lagi pada pikiran Bung 1:13:22 Karno tentang eh apa namanya kemandirian 1:13:25 bangsa itu jadi Brin bahkan ketuanya 1:13:28 adalah Ibu Megawati yang harusnya 1:13:30 memikirkan tentang teori ekonomi tentang 1:13:32 paradigma ekonomi itu Ibu Megawati 1:13:34 enggak tahu mikirin apa di situ kan 1:13:36 karena Brin itu isinya ideologi bukan 1:13:39 metodologi itu karena Ibu Megawati 1:13:40 adalah seorang ideolog jadi sekali lagi 1:13:44 kita berupaya betul memang untuk 1:13:47 menghasilkan keadilan dan kesejahteraan 1:13:49 Kita percaya PKS punya ide tentang itu 1:13:53 tapi nanti dipersoalkan bahwa ide 1:13:54 keadilan dan kemakmuran itu basisnya 1:13:56 adalah ekonomi Islam tuh dan itu tidak 1:13:59 diberi kesempatan juga untuk diuji 1:14:01 secara akademis potensi itu padahal di 1:14:04 seluruh dunia orang juga mengolah 1:14:06 potensi ekonomi Islam untuk jadikan 1:14:08 alternatif terhadap komunisme maupun 1:14:10 sistem sosialisme maupun sistem 1:14:12 kapitalisme karena sentimen karena 1:14:15 eh apa namanya sense of Politics itu 1:14:19 lebih jauh mendahui daripada sense of 1:14:21 metodology di dalam upaya menemukan 1:14:24 model ekonomi yang eh basisnya ee ajaran 1:14:28 Islam misalnya kan jadi sekali lagi kita 1:14:31 ingin ada forum Nah itu intinya Ada 1:14:33 forum untuk mempertengkarkan Konsep nah 1:14:35 forum itu dikuasai oleh mereka yang 1:14:38 enggak paham tentang konsep Brin itu 1:14:41 enggak paham konsep Jadi ngapain ada 1:14:43 Brin itu padahal kita butuh sebetulnya 1:14:45 ank yang betul-betul hanya bekerja untuk 1:14:49 mengantisipasi dunia di 2 tahun ke depan 1:14:52 itu Saya kira itu eh pengantaranya dan e 1:14:55 hal-hal yang teknis ya kita tahulah 1:14:57 bahwa kalau ada dispute di kabinet 1:15:00 misalnya 1:15:01 antara kan kabinet ini kita bisa bagi 1:15:04 dua kabinet yang 1:15:06 eh apa namanya menghasilkan uang dan 1:15:09 yang menghabiskan uang yang menghasilkan 1:15:11 uang ini 1:15:12 eh kementerian-kementerian yang dianggap 1:15:15 mampu untuk menumbuhkan ekonomi tapi 1:15:17 memang ada juga Kementerian yang 1:15:19 tugasnya adalah e menerima pertumbuhan 1:15:23 itu Departemen Sosial kan enggak bisa 1:15:24 ngumpulin uang tugasnya adalah 1:15:27 mendistribusikan hasil akumulasi itu 1:15:29 kalau misalnya terjadi konflik antara 1:15:32 menteri perdagangan dan menteri 1:15:33 perindustrian misalnya menteri 1:15:35 perindustrian ingin ekspor karena itu 1:15:38 e ee apa namanya manufaktur diperbanyak 1:15:42 G sementara menteri perdagangan 1:15:44 menganggap ngapain Ekspor kita 1:15:47 import aja kan itu comparative 1:15:50 advantage-nya lebih enak sekarang kalau 1:15:52 terjadi perselisihan paradigmatik antara 1:15:55 Menteri Pertanian yang sor ya menteri 1:15:59 perdagangan yang 1:16:01 orientasinya impor dan menteri 1:16:03 perindustrian yang orientasinya ekspor 1:16:06 Siapa yang mau mutuskan tentunya Menko 1:16:10 yang mesti putuskan tetapi menkonya 1:16:13 orang politik jadi dia akan pakai ukuran 1:16:16 politiknya untuk menentukan mau ekspor 1:16:19 atau mau impor lapor pada presiden 1:16:21 presiden engak ngerti soal Har maacam 1:16:23 itu jadi kelihatannya kita terjebak aja 1:16:26 di situ jadi E saya senang-senang aja 1:16:29 ada kekacauan ini baru sekarang Saya 1:16:31 merasa senang setiap kali ada kekacauan 1:16:33 di kabinet saling amputasi di kabinet 1:16:35 saling ee membatalkan kebijakan Mahkamah 1:16:39 Konstitusi bikin kekacauan Saya senang 1:16:41 karena itu adalah pertanda bahwa end 1:16:42 game bisa dipercepat Nah karena itu kita 1:16:45 siap-siap kalau end game dipercepat kita 1:16:48 cari swaka ke eh NTB itu supaya 1:16:51 ditampung oleh Gubernur nya di 1:16:54 situ baik terima kasih Bung RI langsung 1:16:57 kita sambut gubernur NTB Asalamualaikum 1:17:00 Bang Zul bisa Dim 1:17:02 duluikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 1:17:04 Sor di jalan ini Iya Enggak apa-apa Bang 1:17:07 Zul Terima kasih Bang 1:17:09 gup terbiasa manggil bangzul jadi ke 1:17:11 pagup pakagup kita Pengin dengar cerita 1:17:14 nih e dari NTB dan juga konsep dari Pak 1:17:17 agob nih bagaimana agar negara punya 1:17:20 peran e signifikan dalam meningkatkan 1:17:23 kesihatan rakyat dan pendapatan rakyat 1:17:24 Gimana Pak 1:17:26 G ini saya coba walaupun tidak 1:17:29 sepenuhnya mengikuti ya karena on off 1:17:32 sinyal ini berat-berat pembicaranya 1:17:38 ini nah kalau boleh saya bagi pengalaman 1:17:42 terhadap apa yang kami sudah lakukan nah 1:17:45 tema ini kan tema yang sangat menarik 1:17:47 Bagaimana menghadirkan kesejahteraan 1:17:49 kemudian menciptakan peningkatan 1:17:52 pendapatan masyarakat gitu Iya Nah apa 1:17:55 yang coba kami lakukan di NTB mungkin 1:17:58 entah terlampau sederhana atau Bagaimana 1:18:00 menurut teman-teman Tapi menurut kami 1:18:02 menarik untuk sedikit diceritakan pada 1:18:04 audiens yang lebih 1:18:06 luas yang pertama kami melihat bahwa 1:18:11 untuk meningkatkan pendapatan 1:18:13 menghadirkan kesejahteraan itu perlu ada 1:18:16 peningkatan 1:18:17 produktivitas kalau tadi Kalau 1:18:20 bahasa jargonnya itu kapasitas ekonomi 1:18:24 itu makin lama makin besar atau kurvanya 1:18:27 bergeser ke arah 1:18:28 kanan dan ini memang butuh eh 1:18:31 peningkatan nilai tambah ya Misalnya 1:18:33 tadinya 1:18:35 ee hanya memproduksi jagung sekarang 1:18:37 harus punya keberanian ee mengolah 1:18:40 jagung jadi pakan ternak 1:18:42 misalnya Kenapa ini penting karena 1:18:45 sebagaimana disebutkan oleh pembicara 1:18:47 yang pertama Kalau tidak salah ada yang 1:18:49 disebut dengan Marginal productivity of 1:18:52 lab Jadi kalau di sektor pertanian terus 1:18:56 sebenarnya ketika terjadi penambahan 1:18:58 jumlah pekerja di sektor pertanian itu 1:19:00 kadang-kadang tidak dibarengi dengan 1:19:02 peningkatan 1:19:03 produktivitas S hektar menghasilkan 10 1:19:05 ton mempekerjakan 10 orang ketika ada 1:19:09 tambahan tenaga kerja akibat ee jumlah 1:19:12 orang yang bekerja meningkat jadi 15 1:19:15 orang misalnya yang yang bekerja di 1 1:19:17 hektar 1:19:19 ituitasnya enggak nambah dari 10 hektar 1:19:21 tetap staknan bahkan menurun karena 1:19:23 kebanyakan ngomong jadinya kira-kira 1:19:25 gitu secara 1:19:27 secara nah oleh karena itubenarnya lahan 1:19:31 yang mestinya dikelola oleh dikerjakan 1:19:33 oleh 10 orang sekarang dikerjakan oleh 5 1:19:35 orang itu ada sebenarnya kalau dalam 1:19:38 ilmu ekonomi itu kelebihan pekerja di 1:19:40 sektor 1:19:41 pertanian nah l orang yang lebih ini 1:19:44 dengan hasil output yang sama itu 1:19:45 mestinya bisa diserap oleh sektor lain 1:19:47 Inah yang disebut dengan sektor 1:19:49 Perindustrian sehingga semuanya jadi 1:19:51 optimal optimal di pertanian optimal 1:19:54 juga di sektor yang lain yang namanya 1:19:56 industrialisasi 1:19:57 itu nah industrialisasi ini dalam 1:20:01 pengertian kami tidak harus identik 1:20:03 dengan pabrik-pabrik besar gitu yang 1:20:06 asapnya mengepul kemudian ee 1:20:10 menghasilkan polusi ada urbanisasi tapi 1:20:13 yang kami lakukan di NTB ini adalah 1:20:15 adanya kesadaran untuk lebih berani 1:20:18 untuk melakukan pendalaman struktur 1:20:20 industri gitu seperti saya katakan tadi 1:20:23 kalau tadi hanya nangkap ikan dari oleh 1:20:27 nelayan gitu sampai siang harganya 1:20:30 terbatas tapi kalau dia diolah sedikit 1:20:32 misalnya jadi ikan kering ikan asin akan 1:20:35 ada durasi yang lebih panjang untuk 1:20:37 busuknya sehingga outputnya bisa ee 1:20:39 pendapatannya ada kelebihan di situ nah 1:20:42 jadi industri pengolahan yang 1:20:43 sederhana-sederhana aja Nah untuk sampai 1:20:46 pada industri pengolahan ini memang ada 1:20:49 keterlibatan mesin keterlibatan 1:20:51 teknologi ilmu pengetahuan dan lain-lain 1:20:54 oleh karena itu salah satu variabel 1:20:57 penting dalam peningkatan produktivitas 1:20:59 ini adalah introduksi mesin dalam proses 1:21:03 produksi misalnya bikin tas saja 1:21:06 kadang-kadang satu tas seminggu gitu nah 1:21:09 sekarang karena ada mesin pemotong bambu 1:21:11 tadinya sehari motong 10 bambu dipolah 1:21:13 kecil-kecil sekarang bisa jadi 1000 1:21:15 bahkan 1:21:17 r.000 nah introduksi mesin sederhana 1:21:21 yang mampu memotong bamb dari 10 bambu 1:21:24 per hari menjadi 1000 bahkan 10.000 itu 1:21:27 otomatis akan meningkatkan produktivitas 1:21:29 ini akan lebih banyak tas yang 1:21:31 diproduksi akan lebih banyak tas yang 1:21:33 dijual akan lebih banyak income yang 1:21:35 akan diproleh kira-kira sederhananya itu 1:21:37 untuk eh Begitu juga dengan sektor yang 1:21:40 lain introduksi mesin dalam proses 1:21:43 produksi akan meningkatkan produktivitas 1:21:48 produktivitas akan meningkatkan 1:21:49 penghasilan dari masyarakat kita Nah 1:21:52 untuk meningkatkan produktivitas ini 1:21:54 setiap sektor cara pembelajarannya 1:21:56 beda-beda jualan kopi sama jualan ikan 1:21:59 beda jualan g sama jualan R industried 1:22:03 jadi introduksi sains dan teknologi Mes 1:22:06 di setiap jenis industri punya cara dan 1:22:08 pembelajaran yang beda-beda nah orang 1:22:11 sering keliru ketika mengintroduksi 1:22:13 seakan-akan teknologi 1:22:16 ituakakan tekni itu 1:22:19 hahalelajaran 1:22:21 t 1:22:23 beda itu dengan eh introduksi mesin 1:22:26 sederhana misalnya nah kita sering latah 1:22:29 kita 1:22:31 harus.0 padahal di negeri-negeri atau 1:22:33 daerah-daerah seperti NTP jangankan 4.0 1:22:36 3.0 pun masih ada 2.0 pun masih ada 1.0 1:22:41 bahkan di bawah S pun masih ada 1:22:43 kira-kira gitu nah Oleh karena itu 1:22:46 peningkatan produktivitas 1:22:51 yang katan di sektor industri dengan 1:22:54 yang berbeda pula nah Oleh karena itu 1:22:56 menurut saya ini yang perlu digesah oleh 1:22:59 pemerintah Nah sudah betul menurut saya 1:23:01 Ya walaupun Pak bangoki mengkritik 1:23:04 banyak Pak Jokowi dan lain sebagainya 1:23:05 saya termasuk orang yang melihat 1:23:08 kesederhanaan ide Pak Joko ini kalau 1:23:10 diterapkan sudah bagus misalnya pada 1:23:13 membeli produk dalam negerial Betul gitu 1:23:17 tapi ini banyak ide yang menurut saya 1:23:18 betul itu tapi Dalam praktiknya tidak 1:23:20 dilaksanakan oleh para menterinya karena 1:23:22 lebih senang mengimpor karena ada fe-nya 1:23:26 jadi senang misalnya ee impor karena 1:23:29 lebih murah Harganya kualitasnya lebih 1:23:31 bagus Nah padahal sebenarnya ada 1:23:33 pembelajaran yang cost of learningnya 1:23:35 yang kita hilang nah Oleh karena itu 1:23:38 saya simpel saja untuk memperkaya 1:23:40 diskusi ini untuk menghadirkan 1:23:42 kesejahteraan kita perlukan peningkatan 1:23:45 produktivitas produktivitas itu perlu 1:23:47 adanya pendalaman struktur industri di 1:23:50 mana kita Rela berpindah kepada 1:23:53 industri-industri atau produk-produk 1:23:55 yang punya nilai Tambi Saya kira itu 1:23:57 pengantarnya Ya baik terima kasih Bang 1:24:01 mudah-mudahan bisa silaturahim lagi 1:24:04 kalau masih bisa mengikuti sebentar ya 1:24:06 nanti ada closing 1:24:11 stating sahabat-sahabat sekalian 1:24:13 Alhamdulillah akhirnya Bang bisa 1:24:15 bergabung danbalah kita 1:24:18 Diara 1:24:21 sebel masing pembicara ee ada salam dari 1:24:24 Pak manielera ternyata beliau Ee tidak 1:24:27 bisa bergabung karena sama masih dalam 1:24:29 perjalanan juga dan beliau menitip video 1:24:32 mungkin bisa ditayangkan ee oleh 1:24:34 teman-teman sebentar video dari beliau 1:24:37 ke tim dipersilakan untuk menayangkan 1:24:51 sebentar 1:24:58 suaranya tidak 1:25:21 kedengaran 1:26:38 keti satu 1:26:42 negara tidak ini ya tapi dia 1:26:45 ada turun Baru kemudian naik tetapi 1:26:48 turun di zoom sih engak setidaknya tahun 1:26:52 dalam pandangan saya saya sampaikan yang 1:26:54 pertama 1:26:55 adalah eh hadirkan sistem politik 1:27:00 yang yang ent tonya sedikit 1:27:05 yang ini udah gua 1:27:08 polin tegas sehingga orang baik mau 1:27:12 masuk ke Politik Politik tidak menjadi 1:27:15 tempat pari tetapi betul-betul menjadi 1:27:18 tempat di mana aspirasi rakyat 1:27:21 di 1:27:22 yang kedua tentu perbaiki pendidikan 1:27:25 pendidikan dan pendidikan karena tidak 1:27:35 ada kita Anggaplah satu suar 1:27:46 kengan peluang bes 1:27:49 kitaas pendidik berkualitas di Indonesia 1:27:52 tentu yang berkarakter dan saat yang 1:27:54 sama betul-betul menyiapkan SDM kita 1:27:58 menjadi 1:27:59 SDM yang ketiga tentu inovasi inovasi 1:28:02 dan 1:28:03 inovasi di sini diperlukan komiten besar 1:28:07 pemerintah andment Bagaimana 1:28:21 menyatukan 1:29:55 baik teman-teman eh demikian video dari 1:29:58 Pak Mardani eh di YouTube bisa terdengar 1:30:02 suara beliau kalau di kita di zoom ada 1:30:05 masalah teknis tidak bisa terdengar tapi 1:30:07 mudah-mudahan teman-teman yang di 1:30:08 YouTube dan di radio bisa mendengar dan 1:30:11 sekarang tibalah kita di akhir acara 1:30:14 closing statement dari para narasumber 1:30:18 dipersilakan eh dari Pak tauhid pertama 1:30:20 untuk bisa memberikan closing statement 1:30:22 Pak Ya terima kasih eh mas saldi saya 1:30:25 kira memang ee peran negara dalam 1:30:28 meningkatkan kesejahteraan rakyat sangat 1:30:31 strategis ya Ee banyak instrumen yang 1:30:34 bisa ee digunakan dan saya kira 1:30:38 menerjemahkan 1:30:50 undang 1:30:52 cabut 1:30:55 I Halo 1:30:58 Pak 1:31:05 tauhid apa 1:31:08 terdengar Oh Pak tauhid mungkin 1:31:13 putus Sekarang kita ke 1:31:16 Pak zenzi Pak 1:31:20 zenzi Iya 1:31:23 e persoalan 1:31:33 ekonomi bisa diunmute 1:31:36 pakoke eh persoalan ekonomi kita itu 1:31:40 eh Muncul itu ketika 1:31:44 eh praktik politik kita itu eh salah 1:31:48 eh di mana dalam setiap momentum 1:31:52 pemilihan kepemimpinan di daerah maupun 1:31:54 di Nasional EE 1:31:58 rakyat menitipkan kepentingannya itu 1:32:01 menitipkan harapannya itu kepada 1:32:03 pemimpin tapi masalahnya setiap pemimpin 1:32:06 yang terpilih di Indonesia 1:32:09 memberikan kekayaan Indonesia itu kepada 1:32:12 pihak ketiga dan penguasaan ee kekayaan 1:32:17 Indonesia oleh pihak ee ketiga ini 1:32:20 melampaui usia rezim dari pemimpin yang 1:32:22 EE memberikannya sehingga pada periode 1:32:26 kepemilihan kepemimpinan berikutnya yang 1:32:30 dititipi kekuasaan terhadap ee Kekayaan 1:32:32 ini tadi ee menentukan siapa yang EE 1:32:36 bisa memimpin Saya rasa ini dulu yang 1:32:38 harus di ee koreksi dan didalami 1:32:41 EE ketika kita mau ee mendorong 1:32:44 perubahan ekonomi melalui ee perubahan 1:32:47 di ee politik demikian Saya rasa ee 1:32:50 wasalamualaikum warahmatullahi 1:32:52 wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah 1:32:56 Waalaikumsalam Pak zenzi atas closing 1:32:58 statement-nya Pak tauhid Apa sudah bisa 1:33:01 bergabung bisa kelihatannya sinyal jadi 1:33:03 saya enggak pakai video Ya silakan 1:33:05 silakan Pak ya makasih Masdi I Saya kira 1:33:08 eh peran e negara ya dan juga pemerintah 1:33:12 dalam menjahteran menjahakan masyarakat 1:33:15 itu ee sangat strategis dan EE menjadi 1:33:19 kewajiban ee dengan satu catatan bahwa 1:33:23 eh kesejahteraan benar-benar dimiliki 1:33:26 oleh seluruh lapasan masyarakat dengan 1:33:29 indikasi ketimbangan tidak semakin 1:33:31 meningkat begitu nah tapi nyatanya bahwa 1:33:35 memang di saat pandemi justru 1:33:37 ketimbangkan ketimbangan semakin 1:33:40 memburuk begitu nah saya melihat memang 1:33:43 ada Ada banyak hal yang harus diperbaiki 1:33:47 terutama dari eh sisi regulasi skenario 1:33:50 regulasi kita yang menurut saya banyak 1:33:53 hal yang tidak bisa kita ee buat ya 1:33:56 dengan ee penerjemahan dari 1:33:58 undang-undangang Dasar 1:34:00 1945 baik pasal 33 maupun yang hal lain 1:34:04 tidak ada konsep ekonomi yang jelas dari 1:34:07 penerjemahan ee undang-undang Dasar 45 1:34:10 tidak ada ee konsep pembangunan yang 1:34:14 yang bisa dipastikan dengan 1:34:16 ee bisa mencapai tujuan ee ekonomi 1:34:20 jangka panjang begitu itu Nah yang kedua 1:34:23 Saya kira memang ee Bagaimana memang ee 1:34:26 sumber ee ee perubahan itu yang 1:34:29 didasarkan atas anggaran itu harus benar 1:34:32 dikawal dan juga bisa 1:34:35 dimanifestasikan Bah memang berujung 1:34:37 pada ee peningkatan kesejahteraan dan Ee 1:34:41 Kita lihat alokasi ke depan distribusi 1:34:44 alokasi dan sebagainya ini menjadi satu 1:34:46 prasarat penting dan terakhir adalah ee 1:34:50 ya dari sisi 1:34:52 Katakanlah dari sisi e implementasi ini 1:34:55 yang menjadi problem Meskipun banyak hal 1:34:58 desain-desain itu bagus tapi 1:34:59 implementasi nyatanya banyak hal terjadi 1:35:02 pelanggaran ataupun e ketidaksesuaian 1:35:05 apa yang e banyak e Katakanlah 1:35:08 direncanakan begitu saya kira ini 1:35:11 menjadi PR bersama baik dari sisi 1:35:13 kebijakan anggaran maupun dari sisi 1:35:16 implementasi begitu saya kira itu mas 1:35:19 sebagai penutup dari saya terima kasih 1:35:22 Assalamualaikum 1:35:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:35:26 wabarakatuh Terima kasih Pak tauhid dan 1:35:29 sekarang dari Bung Roki closing ideas Bu 1:35:32 Roki 1:35:37 Oke kita tinggal pilih kita optimis 1:35:40 dengan ide-ide baru atau kita pesimis 1:35:45 eh seolah-olah kita kehilangan kemampuan 1:35:50 untuk ikut di dalam kompetisi ide-ide 1:35:54 ekonomi baru di dunia Padahal kalau kita 1:35:57 perhatikan 1:36:00 misalnya creatconomy itu pembuat konten 1:36:05 yang kemudian 1:36:09 eh dibeli oleh tiktokh YouTube gu kalau 1:36:14 saya perhatikan bangsa ini itu 1:36:17 sebagaiator itu sangat 1:36:20 inovatifud sekali untuk menemukan konten 1:36:23 untuk kemudian dijual ke platform media 1:36:26 sosial dengan sedikit olok-olok dengan 1:36:29 sedikit 1:36:30 eh humor dengan sedikit keajaiban karena 1:36:34 berita di daerah itu langsung viral tapi 1:36:36 dia belum nyampai menjadi sumber 1:36:39 pendapatan manusia Indonesia itu beda di 1:36:41 luar negeri itu ada seorang anak di 1:36:44 Inggris eh tiktok-nya atau kontennya itu 1:36:47 diikuti oleh 1:36:50 tiga 3 miliar orang 3 miliar view eh dan 1:36:55 dia mungkin pendapatannya 100 bilon do 1:36:58 eh followernya 30 juta orang tapi tetap 1:37:02 dia adalah proletar karena dia tidak 1:37:04 bisa menentukan polisi dari YouTube 1:37:07 tidak boleh menentukan polisi dari 1:37:09 tiktok jadi dia memproduksi sesuatu tapi 1:37:12 dia tidak punya ownership terhadap 1:37:15 barang itu dia tergantung pada 1:37:17 platformnya ini kan semacam ketimpangan 1:37:20 tuh kita sebetulnya bisa promosikan satu 1:37:24 perubahan di dalam pengelolaan kator 1:37:26 ekonomi ini supaya betul-betul yang 1:37:29 membuat kreasi itu si kreator itu ada 1:37:32 bagian pemilik saham juga di platform 1:37:35 itu kan Nah bagian ini kan pemerintah 1:37:36 mesti MTI pikirkan jangan tinggal 1:37:40 nunggu-nunggu e impor ekspor komoditas 1:37:44 terus banggain buat ekonomi tumbuh 1:37:46 padahal ekonomi bertumbuh kalau ada ide 1:37:48 yang bertumbuh itu intinya sebetulnya 1:37:50 kitati masuk di dalam cara bervu baru 1:37:53 Setelah orang menemukan bahwa ya yang 1:37:55 disebut ekonomi konvensional itu ya 1:37:58 memang harus diakhiri karena enggak ada 1:38:00 sumbangan otak di situ kan manjat-manjat 1:38:03 pohon pohon e sawi terus jual gali-gali 1:38:06 tambang batu bara terus jual itu otaknya 1:38:09 apa enggak ada otaknya di situ kan itu 1:38:11 cuman soal keahlian teknis saja tidak 1:38:13 ada konsep yang dihasilkan dari pikiran 1:38:15 manusia jadi saya kira itu 1:38:17 ee kita hanya bisa dorong atau kasih WK 1:38:21 call supaya kita bisa pikirkan B 1:38:23 kemampuan rakyat Indonesia untuk 1:38:25 menghasilkan 1:38:26 ee membiaya hidupnya sendiri itu justru 1:38:30 bisa berguna kalau pemerintah Enggak 1:38:32 banyak cekcok Enggak banyak ret karena 1:38:35 janji pemerintah untuk menghasilkan 1:38:37 kemakmuran diandalkan pada BUMN 1:38:39 sementara BUMN tidak didesain sebetul 1:38:42 oleh konstitusi untuk menghasilkan 1:38:43 menghasilkan akumulasi BUMN harus bisa 1:38:46 juga merugi asal rakyatnya untung ini 1:38:48 terbalik nih bumn-nya untung terus 1:38:50 rakyatnya nya Papah terus paria terus 1:38:52 Kan itu itu itu sudahah konsep yang 1:38:55 kacau saja jadi kira-kira itu ee intinya 1:38:58 dioronglah eh Civil Society untuk 1:39:01 menghidupi diri sendiri dan kita dorong 1:39:03 eh pemerintah kabinet untuk 1:39:05 gontokontok-gontokan di dalam dirinya 1:39:07 sendiri supaya lebih mempercepat endgame 1:39:09 kira-kira 1:39:11 Begitu baik terima kasih Bung Roki atas 1:39:15 eh closing idas-nya dan sahabat-sahabat 1:39:18 sekalian dari seluruh narasumber tadi 1:39:21 kita ada satu benang merah yang bisa 1:39:23 kita tangkap bahwa 1:39:25 ee sebagai pemimpin kepala negara kepala 1:39:29 daerah para menteri haruslah ee 1:39:31 mencurahkan semua energi waktu 1:39:34 pikirannya Bagaimana masyarakat rakyat 1:39:36 ini bisa meningkat kesejahteraan dan 1:39:40 pendapatannya sehingga bisa meningkatkan 1:39:42 kualitas hidup ee keluarga pendidikan 1:39:46 kesehatan masyarakat dan bisa 1:39:49 mendatangkan ee kebahagiaan keadilan dan 1:39:52 kemakmuran bagi bangsa kita sampai 1:39:54 ketemu pada Indal ST eh pekan depan ee 1:39:58 pada channel dan waktu yang sama terima 1:40:01 kasih asalamualaikum warahmatullahi 1:40:19 wabarakatuh