Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar Bang Ihsanuddin 0:20 Nursi? 0:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. Insyaallah. Kirhir. Macam 0:28 mantap mantap. Ini Bang ini ada istilah 0:32 baru ini. Ekonomis ekonomi religius. 0:36 Mantap. Saya jadi garu-garu kepala ini 0:38 kata orang Betawi ini tiba masa datang 0:41 akal gitu ya. Belum lagi urusan DSI itu 0:44 apa tuh danantara sumber daya Indonesia. 0:48 Pak Purbayaanya bingung dampaknya DSI 0:50 kekas negara bagaimana ya. Nanti-nanti 0:52 dihitung dulu kok bikin kebijakan 0:54 dulu-duluan begitu ya. Nah, nampaknya 0:57 terus berjuang karena banyak pula yang 0:59 berdukung tentang DSI ini. Ini terobosan 1:02 kembali terkenal pasal 33 lagi nih. 1:05 Undang-undang yang mana nih, Bang? 22 1:07 apa 45 nih? Kita pengin tahu juga ini 1:09 tentang pasal perpasalan ini dan juga 1:12 tentang dunia nampaknya terus 1:15 berpengaruh. Hari ini tadi terpaksa kami 1:17 beritakan awal akankah blokir ee apa nih 1:22 ee perjanjian antara Amerika yang 1:25 menyerang negeri berdaulat bernama Iran 1:27 akan terjadi karena Libanon nampaknya 1:30 dijadikan pancingan untuk menggagalkan 1:32 perundingan ini oleh Zionis Israel. Dan 1:36 tentu Eropa pun sudah mulai 1:38 uring-uringan, perekonomian dan 1:40 energinya mulai ee mengalami wah 1:43 kebakaran jenggot mereka semuanya ya. 1:46 Dan Indonesia nampaknya luar biasa. Ini 1:50 sudah krisis atau menuju krisis. 1:52 Berita-berita yang simpang siur ini 1:54 mungkin bisa diluruskan oleh seorang 1:57 Ihsanuddin Nursi, pengingat dari segala 2:00 cerita yang ada. Silakan, Bang 2:01 Ihsanuddin Nursi. 40 menit ke depan. 2:04 [berdehem] 2:06 Baik. 2:08 Bismillahirrahmanirrahim. 2:23 Allahumidina Muhammadidina Muhammad. 2:27 Kita mulai dari serangan Israel ke 2:29 Libanon. 2:30 H. 2:32 Kita mulai juga dari Amerika pun 2:34 menyerang. 2:35 Iya. 2:36 Dan Israel kemudian menyerang. Menyerang 2:39 ee 2:39 Kuat. 2:40 Qatar. 2:41 Qatar. 2:41 Dobai. 2:46 Eh, 2:46 dan pesawat Amerika pertama kali jatuh 2:48 pula sekarang ini ya, 2:50 katanya pakai senjata Cina gitu. 2:53 Iya. 2:53 Jadi ee 2:57 lagi-lagi terbukti bahwa 3:00 putaran dialog ketiga ini enggak ada 3:02 artinya 3:03 kan. Pada saat kami sedang berupaya 3:05 untuk mencari kesepakatan. 3:07 Kalau pakai Alzazira 3:10 Iran menuntut ganti rugi 300 miliar di 3:12 US dolar. 3:14 Jadi tuntutannya katanya tadinya beredar 3:16 sat triliun. Sekarang tiba-tiba Alzazira 3:18 memberitakan 3:20 secara meyakinkan 3:22 Iran menuntut kalau mau berhenti perang 3:24 boleh 3:25 tapi ganti rugi 300 miliar ya. 3:29 Dan saat yang sama blokade pelabuhan 3:32 eran tetap dilakukan dan saat yang sama 3:33 salat hormus tetap tidak dibuka. 3:35 Walaupun sejumlah analis dari barat 3:38 menyebut ee pada saatnya nanti hormus 3:42 akan dibuka. Ya iyalah pasti akan dibuka 3:46 pada saat tapi persoalan pokoknya kapan 3:48 gitu. 3:49 [berdehem] 3:50 Karena pada saat yang sama Iran menutup 3:52 hari ini harga minyak mencapai 93 3:56 koma sekian he 3:57 ee dolar per barel. 4:00 Sementara harga minyak Amerika growth 4:03 American growth katanya 90,29 4:07 dolar per baret. 4:09 ee 4:10 itu menunjukkan 4:12 ee bagaimana pengaruhnya terhadap 4:14 inflasi, suku bunga yang tukar 4:17 ee standarpor 4:19 500 dan macam-macam. 4:23 Nah, dari situ kelihatan 4:26 bahwa ee sikap Iran tetap mempengaruhi 4:30 gejolak ekonomi dunia. 4:33 Itu [berdehem] yang saya bilang ee 4:35 perang tidak akan berhenti 4:38 sepanjang 4:40 e Amerika yang salah langkah ini 4:42 memperbaiki salah langkahnya. 4:44 Dan salah langkah itu adalah menyerang 4:46 Iran karena Iran akan tetap 4:47 mempertahankan dirinya. Heeh. 4:50 [berdehem] 4:51 Dan yang menarik adalah Amerika istilah 4:54 saya kalau istilah saya Amerika terseret 4:56 dalam konflik ee Israel yang memang 5:00 harus menihilkan kemampuan Iran karena 5:03 Iran adalah ee bukan batu sandungan, 5:07 hambatan besar bagi Israel untuk 5:08 menguasai kawasan Teluk. He. 5:12 Satu-satunya negara yang dianggap 5:15 menghalangi 5:17 ee kemampuan Israel untuk menguasai 5:20 teluk adalah Irak. Dan karena itu tidak 5:23 boleh perang ini dihentikan kalau pakai 5:25 kacamata tel afif. Walaupun Tel Afif 5:28 mungkin hari juga makin berkurang 5:29 kemampuannya untuk menyerang Iran. 5:30 Karena itu dia tidak dia tidak langsung 5:32 menyerang Iran, dia menyerang 5:35 proksinya Iran. Nah, itulah diserang 5:37 diseranglah Libanon. H 5:39 itu adalah Hubah di Libanon yang menurut 5:42 pemberitaan kekuasaan daerahkan Israel 5:45 di Libanon makin meluas gitu ya. Begitu 5:48 juga di Gaza makin meluas. 5:52 Nah, ini menggambarkan 5:55 ee perekonomiannya, 5:57 politik ekonominya 5:59 tidak dalam 6:01 ee jalan menuju 6:05 ee [berdehem] 6:06 perdamaian, tidak dalam jalan menuju 6:09 kestabilan, tidak dalam jalan menuju 6:12 penghormatan dan pengakuan penghargaan 6:16 terhadap sesama, apalagi terhadap 6:17 nilai-nilai kemanusiaan. 6:20 Kalau dalam bahasa artikel saya yang 6:22 terakhir ee ini gambaran bahwa ee ketika 6:29 ee kekuasaan politik di panggung global 6:32 didasari atas kekuatan dan kekuatan 6:35 adalah sebagai sebuah kebenaran. 6:37 Jangan berharap akan ada kestabilan. 6:40 Jangan berharap akan ada kedamaian. 6:43 Jangan berharap ada kesejahteraan 6:45 bagi umat manusia di panggung global. 6:49 Dan itu berarti yang disebut dengan ee 6:54 setan tidak pernah akan berhenti 6:56 mengganggu manusia. [tertawa] 6:59 Setan tidak akan pernah menentramkan 7:01 kehidupan gitu. 7:03 Karena setan e sudah 7:05 sudah merasa terpojok, sudah merasa 7:07 tersudut oleh keputusan Allah yang 7:09 melaknatnya hingga akhir zaman. Dan 7:12 karena itu dia akan menarik 7:13 sebanyak-banyak manusia untuk ikut dia. 7:16 Nah, di situlah bukti bahwa 7:19 ajaran yang disebar luaskannya 7:22 ini kajiannya dari kajian realitas naik 7:24 ke kajian ideologis. Kalau kayak 7:27 [berdehem] 7:27 kalau kita naik ke dalam kajian 7:29 ideologis, itulah bukti bahwa ee 7:32 materialisme 7:34 tidak akan pernah bisa 7:37 ee mati. dia akan terus hidup karena 7:40 memang mereka mengajarkan berdasarkan 7:42 Albaqarah ee 30 sampai 34 akan 7:44 terus-menerus diajarkan 7:47 dan saat itu sesungguhnya juga yang hak 7:49 tidak akan pernah bisa dikalahkan, 7:51 disingkirkan karena tetap berlaku hukum 7:54 mizan, hukum keseimbangan. 7:57 Nah, sekarang persoalannya sampai 7:58 seberapa jauh keseimbangan itu muncul ee 8:01 tentuah yang punya ketentuan secara 8:03 ideologis tapi tetap berjalan 8:05 berdasarkan 8:07 ee umatnya yang mau memperjuangkan 8:09 ajarannyaum 8:14 itu akan akan tetap muncul begitu. Nah, 8:18 menariknya ee kita melihat ee 8:22 Cina H 8:24 itu tidak mau lagi bicara dengan ee 8:29 Elbert Elbert Colby. Cina bahkan 8:33 mengingatkan Israel 8:36 jangan terus-menerus 8:38 menyerang Irak 8:41 karena akan mengganggu terus-terus 8:42 betul-betul mengganggu. [berdehem] 8:45 Dan pada saat yang sama Rusia juga 8:47 menunjukkan sikap gitu. 8:49 Artinya sesungguhnya Amerika memang 8:52 sudah dalam posisi dari perspektif 8:53 legitimasi global. Sebenarnya bersama 8:56 Israel sudah dalam posisi terpojok. 8:59 Bisa dilihat dari bagaimana sikap Uni 9:00 Eropa juga akhirnya menarik jarak. 9:02 Betul. 9:03 Spanyol yang tadinya bersikap gitu ya ee 9:06 terhadap 9:08 terhadap ee Amerika yang menyebut 9:10 sebagai perilaku memalukan. kali ini 9:14 tegas-tegas gitu untuk tidak melakukan 9:18 perdagangan dengan Israel. 9:21 H. 9:22 Jadi artinya eh 9:24 sebagai sebuah bangsa yang pernah 9:26 berjaya gitu ya menjelajah dunia Spanyol 9:29 itu 9:30 kali ini dia tunjukkan riwayatnya. 9:34 Nah, dari situasi itu 9:36 hubungan internasional dalam bahasa 9:40 mencari wajah baru, mencari yang baru, 9:43 masih mencari model kelembagaan yang 9:45 baru. Karena model dominasi tunggal yang 9:48 memaksa. Model dominasi tunggal yang 9:51 melukai hati masyarakat global yang 9:55 menindas nilai-nilai kemanusiaan dan ee 9:58 menyetujui genosida gitu ya. itu tidak 10:01 lagi bisa diterima secara 10:04 ee di situ diam-diam ee masyarakat 10:08 global lihat para pemimpinnya kecuali 10:12 mungkin hanya beberapa Indonesia kali ya 10:13 termasuk di dalamnya yang menyetujui per 10:16 loh dengan anda ikut BP anda ngapain 10:19 walaupun 10:21 Iya iya 10:22 padahal kita pendiri nonblok harusnya 10:25 harusnya nonblok itu dimainkan tapi kok 10:27 bop jadinyaah inilah 10:31 Nah, itu yang saya maksud dalam tulisan 10:33 saya. 10:34 Dia punya kesenjangan pengetahuan, 10:37 kesenjangan keyakinan akan nilai 10:39 universal, nilai-nilai universal dalam 10:41 kata pembukaan. Nah, [berdehem] 10:43 nah dari sana saya menyebut ee karena 10:47 saya juga mengikuti perdebatan di di 10:50 berbagai ee kajian akademis 10:53 di Amerika dan Uni Eropa gitu ya. Saya 10:57 ngelihat ee ketidakpuasan kalangan 11:00 intelektual itu juga muncul walaupun 11:01 juga sebagian besar tetap mendukung. 11:03 Tetapi kalau membacanya 11:07 ee 11:09 kesadaran orang akan nilai-nilai 11:10 kemanusiaan juga tinggi di 11:13 dan itu bisa kelihatan di di Inggris 11:16 gitu ya, bisa kelihatan di Prancis gitu. 11:20 Dalam bahasa yang lain, terangan 11:21 terhadap terhadap mereka yang 11:23 memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan 11:25 juga tinggi. Nah, di situ kalau di 11:28 Amerika itu nampak dari ee 11:31 e pulling, jajak-jajak pendapat yang 11:33 dibikin oleh VI Risch dan Gilup. H 11:36 eh itu kelihatan di situ gitu. 11:38 [berdehem] Bagaimana posisi Trump, 11:39 bagaimana posisi ejekan orang terhadap 11:42 GDP, terhadap Marco Rubio, terdapat paid 11:45 bexet gitu. Itu kelihatan di situ sampai 11:48 mereka menghitung Tram sudah enggak 11:49 mungkin tiga kali katanya. Karena itu 11:52 kalau kita mau lihat pulang dari mereka 11:54 untuk melanjutkan kerusakan ini sampai 11:56 kayak begitu ngomongnya [tertawa] 11:59 [berdehem] 12:00 itu akan dilakukan oleh oleh GD F the 12:04 Headset dan Marco Rubio katanya sampai 12:06 mereka bacanya begitu gitu jadi mereka 12:08 sudah menduga ini kerusakan akan 12:10 dilanjutkan oleh tiga orang itu gitu. 12:12 [tertawa] 12:13 Nah, artinya kalau kita balik ke 12:15 panggung global 12:17 ini sebenarnya kelihatan ee 12:21 negara-negara yang cukup berpengaruh 12:24 tetap dalam kerisauan, tetap dalam 12:26 kecemasan dalam mencari bentuk baru 12:29 hubungan internasional 12:31 yang saling menghormati istilah saya 12:32 saling menghargai, 12:34 menjunjung tinggi nilai-nilai 12:36 kemanusiaan dan berwujud pada wajah 12:38 keadilan yang memanusiakan manusia. Nah, 12:41 itu masih dalam proses. Eh, saya tidak 12:44 tahu cikap Indonesia 12:46 ee karena saya ngelihat cikap Indonesia 12:49 ee mungkin condong ke barat di tengah 12:51 yang namanya Barat 12:53 ditinggalkan dunia. [berdehem] 12:55 Iya. Hegemoninya mungkin parah. 12:57 Bayangkan kalau orang Amerika sendiri 12:59 menyebut 13:00 h 13:00 bahwa negerinya adalah hegemon 13:02 predatorik kan menyedihkan itu. 13:04 Iya. Seorang intelektual Stephen Walts 13:06 dari Harvard University bisa menyebut 13:09 bahwa yang namanya negerinya, 13:11 pemerintahannya itu adalah hegemon 13:14 predatorik, [tertawa] 13:17 penguasa tunggal yang suka memangsa gitu 13:19 loh. Itu kan itu kan enggak enak benar 13:22 kalimatnya kayak gitu gitu. 13:24 Walaupun kampanyenya tuh kalau saya jadi 13:26 presiden gak ada perang, tapi kok orang 13:29 sekarang apa ya paradoks ya 13:31 berbalik-balik gitu ee apa se kanan 13:33 belok kiri gitu. di mana-mana, Pak. 13:36 [mendengus] 13:36 Nah, itu karena ee ee 13:42 perilaku dari 13:44 apa yang mereka sadari citra itu lebih 13:47 utama daripada esensi. 13:49 Persepsi. Ya, betul. 13:51 Iya. Memainkan persepsi. 13:54 Jadi dalam politik katanya yang penting 13:55 persepsi. Heeh. 13:57 Dalam politik kanya artinya sesungguhnya 13:59 kalau pakai cerita post trut gitu ya, 14:01 pakai post trut 14:03 ee yang penting adalah soal persepsi, 14:06 soal tindakan nomor dua gitu. 14:08 Nom dua. He. 14:09 Dan saya kira itu bagian dari ee ya 14:14 bagian dari setan gitu. [tertawa] 14:17 Tegas-tegas aja kali saya. Itu bagian 14:19 dari perilaku setan gitu. 14:21 Soalnya dari api itu dari tanah. Kenapa 14:24 jadi gue kok kagak [tertawa] itu kan? 14:27 Iya betul begitu gitu. Gua lebih hebat 14:30 dari lu gitu. 14:32 Nah. Nah. Ee ee tetapi ketika kita 14:36 ngelihat saya jadi membandingkannya 14:39 membandingkan format ee format format 14:43 hubungan internasional ini melihat 14:45 berbagai ukuran. Kalau pakai daelio kan 14:48 dia pakai delan indikator. Saya 14:50 menambahkan ke beberapa indikator 14:53 menambah misalnya begini, Amerika masih 14:55 merasa bahwa tingkat pendidik unggul 14:58 karena itu dia masih digemari oleh 15:00 kalangan misalnya dengan menunjukkan 15:02 betapa banyaknya negara-negara itu 15:04 mengirim ke sekolah-sekolah ternama 15:06 mereka gitu. 15:07 H 15:08 ee tapi pada saat yang sama 15:10 ee Iya. termasuk Cina termasuk tapi pada 15:13 saat yang sama misalnya 15:15 Amerika sendiri mengirim jumlah 15:16 pemudanya ke Cina itu banyak sampai 15:18 50.000 orang 15:21 gitu 15:21 dalam rangka belajar. Nah, dari situ 15:24 kelihatan tapi nanti ujungnya begini 15:26 kalau kita begini ee kalau kita melihat 15:30 kan saya sudah presentasi di berbagai 15:33 kalangan termasuk dihasil dari sebelum 15:35 COVID hingga sekarang gitu ya. H 15:37 kan melihat pertarungannya melihat 15:39 pertarungan 15:40 ee sistem apa yang disebut dengan 15:44 h 15:45 kapitalisme korporasi dan kapitalisme 15:47 negara. Ingat ya ketika itu ya. 15:50 Nah, ketika masuk dalam posisi 15:51 kapitalisme, kapitalisme korporasi dan 15:54 kapitalisme negara dan diskusi yang 15:58 terjadi pada ee apa yang saya sebut 16:00 dengan rangkaian perang dari perang 16:03 industri manufaktur, perang nilai tukar, 16:06 h 16:07 perang IT, 16:08 perang sistem ekonomi, 16:10 perang C, perang macam-macam gitu ya. 16:13 termasuk di dalamnya sebenarnya 16:15 menggambarkan bahwa antara Cina dengan 16:18 Amerika misalnya kalau kita ambil dalam 16:20 kerangka perang tadi 16:23 Heeh. 16:23 sebenarnya bermain dalam ruang yang 16:26 sama, dalam landasan yang sama cuma cuma 16:31 berbeda ruangan gitu. [tertawa] 16:35 Jadi mereka tetap bermain dalam 16:37 materialisme. 16:38 Dan karena itu di sini saya mendapat 16:42 satu simpulan walaupun kita sudah lama 16:45 kalau misalnya saya ngomong di 16:46 Petamburan saya bilang antara kuning 16:48 sama putih itu sama aja. Saya bilang itu 16:50 saya ngomong saya ingat banget Maret 16:52 2016 saya ngomong di Petamburan saya 16:54 bilang antar jadi jangan curiga jangan 16:56 curiga banget sama kuning. Saya bilang 16:58 tapi jangan juga ee percaya betul sama 17:00 putih kan gitu bahasa sederhananya. 17:02 Heeh. 17:02 Ee kalau saya ngomongnya begitu di 17:04 Petamburan waktu itu gitu ya. 17:05 Jadi kita enggak bisa percaya banget 17:06 sama putih 17:08 tapi kemudian curiga banget sama kuning. 17:09 Enggak bisa juga begitu gitu. H 17:11 kita proporsional aja sikap mereka. 17:13 Karena memang 17:14 ee seperti Allah menyampaikan dalam 17:16 Quran ini bukan soal soal ras, ini bukan 17:20 soal suku. Kalau pakai pendekatan ajaran 17:22 rahmatan lil alamin. 17:24 Ini soal bagaimana perilaku manusia. 17:26 Apakah hawa nafsunya dipengaruhi oleh 17:29 setan apa enggak gitu berhasil 17:31 dipengaruhi oleh setan apa enggak. Kan 17:33 kata kuncinya itu sesungguhnya kalau 17:34 perdebatan 17:35 perdebatan apakah alam pikirnya alam 17:37 pikir setan atau alam pikir 17:39 yang hak gitu. [tertawa] Kalau kalau 17:42 sampai pada sangka itu, nah ee ee di 17:45 situlah ee dunia panggung global, 17:48 panggung geopolitik masih belum 17:50 menemukan bentuknya. 17:52 Jadi bayangkan kalau kajian saya sejak 17:54 2000 tahun 2000 masuk ke beberapa kajian 17:56 dalam perang 17:57 perang dagang masuk kemudian ke dalam 18:00 ini saya menguji ya terus terang saya 18:01 menguji apa-apa yang saya pikirkan sejak 18:03 lama saya uji ke 18:05 ke AI saya uji ke AI yang tertentu gitu 18:08 ya. 18:09 Iya. saya uji nih bagaimana melihatnya 18:10 dan he 18:11 akhirnya saya ngedapetin satu simpulan 18:13 gitu 18:14 he 18:14 bahwa memang 18:16 hakikat 18:18 kehidupan itu tidak akan pernah bisa 18:20 dicapai dalam makna yang disebut dengan 18:23 rahmatan il alamin dalam makna apa yang 18:26 disebut dengan nafsul mutmainah itu. 18:28 Jika tidak memang basisnya ajaran Allah 18:30 bukan dah. Kalau basisnya ajaran setan 18:32 tidak akan pernah bisa dapat. 18:34 Itu simpulan sederhananya begitu. He 18:36 ini bukan persoalnya kalau pakai kalau P 18:39 AI bilang ini itu perdebatan ideologi 18:41 saya itu karena mereka feeder 18:43 algoritmananya orang-orang 18:45 realism kan 18:47 orang maka mereka bilang itu perdebatan 18:49 yang ideologis 18:50 padahal antara 18:52 antara iman sama ilmu kan enggak bisa 18:53 dipisahkan 18:54 h 18:56 ketika kita memisahkan ilmu dengan iman 18:59 maka yang terjadi adalah menjadi apa 19:01 yang disebut dengan terpisahnya negara 19:03 dengan agama 19:04 H 19:06 ee akan sampaiitu akan sampai pada 19:07 posisi sekularisme gitu posisinya. 19:10 Nah, itu kita enggak bisa ngomongnya 19:11 begitu gitu. 19:12 Jadi kita bukan bukan soal berdebat 19:14 ideologis, tapi persoalan perdebatannya 19:16 adalah hudalinas sama hudalil muttaqin 19:19 itu berhadapan dengan ee petunjuk setan 19:23 gitu ya atau petunjuk Allah gitu. 19:25 [tertawa] 19:26 Nah, itu yang kalau ambil kerangka 19:28 besarnya begitu gitu. Tapi kalau mau 19:30 didetailkan ee kita memang sudah masuk 19:32 ke dalam gauzul fikri yang makin 19:35 mendalam, perang pemikiran makin 19:37 mendalam. Dan itu terasa di Indonesia. 19:41 Di mana terasanya? Terasanya 19:44 ketika banyak orang Indonesia masih 19:46 tetap mendukunga laku liberal yang dalam 19:48 bahasa Amerika sendiri perilaku liberal 19:51 itu seperti saya sebut sebagai ee 19:54 sebagai tidak menyejahterakan, 19:55 mendamaikan, menentramkan. Bahkan isinya 19:58 adalah soal bagaimana saling mau menang 20:01 sendiri gitu. Dan itu tidak akan pernah 20:03 berhasil mendudukkan [tertawa] 20:05 sebagai sesama saudara. Orang mau menang 20:07 sedih ini kok gimana? 20:09 Dan mereka bangga dengan mendukung 20:10 panggung liberal itu, panggung kebebasan 20:12 itu gitu. Panggung kebebasan ekonomi, 20:15 panggung kebebasan sosial, panggung 20:16 kebebasan politik gitu. dan ee lalu 20:19 mereka memperingati Pancasila gitu 20:22 [tertawa] 20:24 yang [berdehem] ketuhanan yang maha 20:25 esanya dibawa ditaruh paling bawah waktu 20:27 itu ya 1 Juni 18 Agustus. 20:30 Iya betul 20:32 betul. Dan makanya makanya Jos bilang 20:34 itu bukan lahirnya Pancasila 20:36 itu usulan dan lagi bukan butir-butirnya 20:39 enggak sama kok. Butir-butir yang satu 20:41 sampai dengan butir itu enggak sama 20:43 dengan apa yang dirumuskan dalam kata 20:45 pembukaan kok. bagaimana itu dibilang 20:47 lahirnya sebagai Pancasila gitu. 20:50 ada perbedaan terminologi 20:52 misalnya soal kebangsaan sama 20:54 internasionalisme gitu, kemanusiaan sama 20:57 internasionalisme dan dan sampai soal 20:59 mufakat istilahnya demokrasi gitu kalau 21:01 sampai 1 Juni. Nah, poinnya adalah ee 21:08 saya sampai saya masuk begini, salah 21:10 satu perdebatan menariknya 21:12 ini kalau kita temukan pemimpin yang 21:13 baik di panggung global 21:16 h 21:16 dari sebuah negara yang begitu 21:17 berpengaruh, apakah dunia akan masuk 21:19 juga ke dalam suasana yang saling 21:22 menentramkan? Eh, oh dijawab secara 21:25 realism oleh oleh EAI gitu ya. Saya 21:27 bilang, "Anda menjawabnya dalam 21:29 perspektif yang tidak menemukan antara 21:31 sistem sama aktor gitu. Sementara kajian 21:34 saya sudah sampai pada masuk kuadran 21:37 sistemnya benar, aktornya benar gitu. 21:39 Jadi tidak mungkin hanya sistemnya 21:44 hanya aktornya benar enggak enggak 21:46 dua-duanya 21:48 dua-duanya itu harus ada. Itulah yang 21:50 dimaksud sebagai 21:54 gitu. 21:58 Artinya sudah selesai. Anda harus memang 22:01 sistem itu harus melahirkan aktor yang 22:03 benar. Aktor itu harus menegakkan sistem 22:05 yang benar. Gitu. Itulah yang namanya 22:07 akimalafat zakah gitu loh. [tertawa] 22:12 Itulah begitu loh. Jadi akimwat 22:14 [berdehem] 22:14 zakah pasalika wanhar yaitu artinya dua 22:18 tegaknya sistem dan benarnya aktor gitu 22:22 loh. Baiknya aktor gitu. Nah, 22:25 balik lagi persepsi Bang ini Pak Prabowo 22:29 bilang di hari yang dimaksud kesaktian 22:32 Pancasila kemarin ada nyebut-nyebut 22:35 ekonomi syariah hingga berprianusiaan. 22:39 Ini persepsi lagi dan menyebut-nyebut 22:41 pasal 33. Banyak pula para tokoh yang 22:43 mengatakan ini baru terobosan ini yang 22:46 selama ini. Tapi kan baik tetap masalah 22:48 pajak yang diambil bukan produksi apa 22:51 sumber daya alam itu dikuasai oleh 22:53 negara. Macam mana, Bang? Menteri 22:55 Keuangan MPL masih bingung. Untuk 22:58 Amerika dikecualikan karena ada 22:59 perjanjian khusus kan ini. Nah, silakan 23:01 Bang 23:03 nanti ini nanti akhirnya hubungannya 23:05 dengan DSI nih ya. 23:06 Oh, iya iya [tertawa] 23:08 iya. Saya lihat ini tinggal 12 menit 23:10 lagi ini Bang. Lanjut, Bang. 23:11 Iya iya. [tertawa] 23:13 Jadi [berdehem] ee kalau kita balik lagi 23:16 ke pidato kemarin 23:18 soal ekonomi syariah gitu ya. He 23:21 e 23:22 ya hubungan dengan pasal 33 ini soal 23:24 kemajuan 23:25 ee 23:28 ya ada beberapa ulama menjadi saksi 23:31 hidup ee ketika saya berhadapan dengan 23:33 beberapa tokoh ternama yang yang 23:35 menyebut diri sebagai ahli ekonomi 23:37 syariah. 23:38 Hm. 23:38 Tegas ya saya ngomong ya. 23:40 Yang menyebut diri sebagai ahli ekonomi 23:41 syariah. 23:42 Bukan bukan syariah ya. Syariah ini 23:44 bukan syariah. Yang ujungnya yang 23:47 ujungnya saya bilang, "Oh, itu sih babi 23:48 bersorban tuh. [tertawa] 23:54 [tertawa] 23:56 Maaf ya, maaf, maaf banget. 23:58 Saya minta maaf gitu ya. Karena Aisan 24:00 Talib tahu presentasi saya soal ekonomi 24:03 ekonomi Islam kayak gimana tahu persis 24:05 gitu sampai pada aplikasi bisnisnya 24:08 sampai dengan akuntansinya sudah saya 24:09 sodorkan gitu. [tertawa] 24:12 Jadi artinya kalau 24:15 kalau akuntansi dalam ekonomi syariah 24:17 masih tunduk pada model akuntansi Barat. 24:20 Mbok ya jangan ngomong ekonomi Islam ya. 24:22 Mungkin mereka bolehlah ngomong syariah 24:24 tapi bukan syariah Islam itu h 24:26 gitu 24:27 ya. Jangan ngomong ekonomi syariah 24:29 Islam. Apa kalau dihubungkan dengan 24:32 pasal 33 ya kalau pasal 33 Undang-Undas 24:35 45 pasal 33 Und 45 ayat yang mana? 45 24:40 kan ayatalis. 24:42 Oh ada rentetannya itu. Itu itu 24:45 kepalanya doang. Pasal 33 sekarang tuh 24:47 ada ada [tertawa] 24:48 ada anak asuhnya gitu banyak ya. Hmm. 24:51 Iya. Apa ayat yang mana yang Anda mesti 24:53 pakai gitu. Apalagi dihubungkan dengan 24:55 yang namanya apalagi dihubungkan dengan 24:57 pasal 23 yang tadi dihubungkan dengan 24:58 pajak. Terus kemudian kita tarik dalam 25:00 konstruksi menjalankan negara dalam 25:01 rujukan pasal 6 ayat 2. Wah mungkin 25:04 berantakan. 25:05 Mereka akan bilang konstitusional kami 25:07 gitu kan. 25:08 Oh iya, konstitusional tapi 25:09 konstitusional palsu. [tertawa] 25:13 Konstitusional yang mengkhianati. 25:15 Konstitusional yang yang tidak yang 25:18 mengakui sebagai sama dengan Undang 25:20 Dasar 45 18 Agustus 45. Tapi pada 25:23 hakikatnya beda, sangat beda bahkan 25:25 memalsukan gitu. 25:26 Yang Pak Amin sampai nyari-nyari Bang 25:27 Ihsanuddin Nursi Kerasil gitu karena 25:30 kesalahan [tertawa] yang ketok palu dulu 25:31 itu ya. Iya. Jadi artinya artinya kalau 25:36 ya kalau ya 25:38 ngomong di atas panggung B ya mungkin 25:42 iyalah tapi kalau kontennya ternyata 25:44 tetap menjalankan ee tadi yang saya 25:47 bilang akuntansinya akuntansi Barat, 25:50 regulasinya regulasi tunduk pada barat 25:53 bahkan dengan dengan model nah masuk di 25:55 sini DSI bahkan dengan model DSI hanya 25:58 terbatas pada nikel, terbatas 26:00 batu-batuara dan terbatas pada sawit. 26:03 itu nunjukin [tertawa] 26:05 Mas ke mana itu Freeport? Ya, 26:08 benar. 26:09 Nah, itu yang saya bilang di di sebuah 26:12 stasiun TV kalau sampai berani 26:14 ngebongkar transfer pricing ke seluruh 26:16 perusahaan-perusahaan besar di 26:18 Indonesia. 26:19 Hm. 26:20 Saya cium, saya cium tangan. Saya bilang 26:22 kan saya bilang gitu. 26:24 Saya cium tangan. 26:25 Enggak mungkin kamu. 26:27 Hampir dia mustahil itu. 26:29 Oh, 26:29 gitu. Nah, apalagi kalau ee yang kita 26:32 dengar ada 26:35 25 kontainer yang ketangkap oleh 26:37 Batam Mar 26:38 TNI di Bangka Belitung itu. He. 26:42 Eh, itu membawa mineral strategis gitu 26:45 ya. 26:46 PLN sama timah ini punya kerja ya. 26:48 [tertawa] 26:49 Nah, itu kan itu kan nunjukin bahwa 26:53 sesungguhnya kalau DSI mau itu 26:56 begini ngelihatnya. H 26:58 begini saya tidak hanya 27:03 mengambil kajian 27:05 ee apa yang disebut dengan knowled based 27:08 economic yang berbasis IT gitu ya. 27:11 Ekonomi berbasis pengetahuan dan 27:13 berbasis pada IT. Tapi mari kita lihat 27:16 sumber daya apa yang menjadi ee sangat 27:20 strategis bagi tubuh berkembangnya 27:22 industri IT. 27:24 H 27:24 salah satunya tanah jarang dan timah. 27:27 itu dia 27:27 berikut di dalam tembaga tiga itu. Jadi 27:30 tanah jarang, tembaga, dan timah. 27:33 Hm. 27:35 Dan itu dibutuhkan. Benar. Jadi kalau 27:38 kalau kemudian dalam DSI tidak masukin 27:40 timah itu aneh gitu loh. [tertawa] 27:42 Iya. Ini ini yang mungkin yang mungkin 27:44 menteri keuangan uring-uringan kok ini 27:46 ini. Tapi ya karena ada Libanonnya di 27:49 sini itu kan diacak-acak dengan KUS dan 27:51 lain-lain gitu [tertawa] 27:53 ya. Lanjut. Jadi artinya artinya kalau 27:56 kita bicara ee bicara tentang satu pintu 28:00 he 28:01 ee layanan ekspor untuk kelapa sawit, 28:05 IPO maksudnya. 28:06 He 28:06 IPO Batuara dan Nikel. Ee 28:11 itu yang saya sebut sebagai kebijakan 28:13 setengah hati. 28:14 Hmm. 28:15 Ee jadi pernah satu saat saya diundang 28:18 oleh teman-teman BI. 28:19 He. 28:20 Ee ini e terjadi sekitar tahun 2004 28:25 2000 20046 28:28 gitu ya. [berdehem] 28:30 Dalam sebuah kajian kita bicara tentang 28:32 hasil ekspor. Saya bilang memang kita 28:34 butuh reformasi moneter dan salah satu 28:37 bentuk reformasi moneter adalah karena 28:39 hubungannya perdagangan itu dengan nilai 28:41 tukar ya ekspornya kita atur. 28:44 Hm. Nah, ekspornya kita atur hasilnya 28:47 itu enggak boleh ditaruh di luar karena 28:49 itu punya kita gitu. [mendengus] Wah, 28:51 itu wah tapi mereka sadar ternyata 28:54 berhadapan dengan sejumlah kekuatan yang 28:56 punya lobi langsung ke istana gitu. Nah, 28:59 sekarang istana mampu mengatasi misalnya 29:00 katakan tadi CPO gitu ya, 29:03 nikel dan batubara. Oke, 29:05 tapi yang lain gimana? Karena ternyata 29:07 juga yang lain itu besar semua. 29:10 Iya. emas misalnya sampai kenapa mesti 29:13 diburu sampai diperpanjang 2061 itu kan 29:16 mengindikasikan ee sumber daya yang luar 29:19 biasa gitu. [tertawa] 29:21 Itu contohnya bahwa saya baru saja kalau 29:24 baca kalau baca bangsa terbelah 29:27 kan saya sebut di situ bahwa di balik 29:28 emas itu ada mineral ikutan strategis 29:31 lainnya juga nilainya tinggi. Bisa 29:34 enggak dikontrol? Kan enggak bisa gitu. 29:36 He. 29:36 Begitu juga ketika bicara gitu, 29:38 aluminium 29:39 kan itu juga dibutuhkan. 29:41 Negeri ini luar biasa harus tinggal 29:43 tinggal pemimpinnya mau apa tidak dan 29:45 punya keberanian 29:46 tanpa beban yang masa lalu entah gimana, 29:49 Bang. Lanjut, Bang. 29:50 Dua, ada dua hal ya. 29:52 Jadi yang pertama memang soal 29:54 e kita tidak ee 29:57 dunia pemilu berbasis eh put one man one 30:00 put 30:00 demokrasi liberal 30:02 memang sulit mencari pemimpin 30:03 berkualitas. 30:05 Oh. 30:06 Sulit. 30:07 Iya. Tidak 30:08 sulit sekali. Karena dimainkan 30:10 habis-habisan oleh partai politik yang 30:12 menjadi pemegang kedaulatan. 30:15 Jadi kedaulatan rakyat diambil alih 30:16 berdasarkan konstitusi, diambil alih 30:19 partai politik. Partai politik 30:20 berkolaborasi dengan yang namanya 30:22 pengusaha. 30:23 Muncul pemimpin-pemimpin yang mereka 30:25 setujui, 30:26 yang belum tentu cocok. Ah, itu yang 30:27 saya sebut sebagai bagian dari 30:29 perwakilan parta ya, bukan perwakilan 30:31 rakyat jadinya. Ya, betul. 30:33 Iya. Jadi perwakilan korporasi, 30:35 korporasi partai dibeli sama korporasi 30:38 gitu. 30:40 Betul. Nah, di situlah jadilah ee rakyat 30:43 cuma legitimator. 30:44 Hah? 30:45 Lah legitimasinya juga palsu karena 30:47 legitimasinya diberikan berdasarkan 30:48 uang. Coba bayangkan kesalahannya berapa 30:50 kali itu 30:51 sudahlah partai politiknya begitu 30:54 begituah rakyatnya juga memberikan 30:55 legitimasi palsu. 30:57 Nah, itu bukan hanya terjadi deh. Bukan 30:59 terjadi bukan hanya terjadi di Indonesia 31:01 di semua negara yang mengikuti modal 31:03 Amerika 31:05 modal model ekonomi politiknya Amerika 31:08 baik sistem politik, sistem sosial, 31:10 sistem ekonomi dan sistem hukumnya 31:12 Amerika itu mengal mengindap hal yang 31:14 sama. 31:16 H 31:16 menghadap hal yang sama dan itu bukti 31:19 bahwa ternyata kita memang total 31:20 berkiblat ke Amerika. 31:23 Nah, kiblat itu yang yang kita koreksi. 31:26 Makanya tidak hanya bicara soal aktor 31:28 pemimpin, kita juga harus bicara soal 31:30 sistem. 31:31 Nah, kemarin waktu pidato 31:33 lanjut 31:33 waktu pidato 20 Mei mengakui tentang 31:36 sistem, tapi pertanyaannya dia tidak 31:39 boleh berhenti cuman kajian pada sistem. 31:41 Apa yang Anda maksud dengan kajian pada 31:43 sistem? Apa sistem itu menggambarkan 31:45 input proses output? Bukan. Sistem itu 31:48 bukan hanya bicara input proses output 31:50 gitu loh. 31:51 Coba coba e banyak tulisan-tulisan 31:55 sayaajan 31:57 saya tukar gitu. L saya ingat sistem 32:00 jadi ingat sistem yang sedang 32:01 berlangsung di Iran ini kan yang sedang 32:03 difitnah luar biasa selama ini. Tapi 32:05 terbukti tangguh sistem ini dibangun. 32:08 Bukan begitu, Bang? 32:09 Ya. Ee iya betul. Tetapi juga beberapa 32:11 teman-teman di Indonesia ada yang 32:13 sok-sokan melakukan kajian 32:15 he 32:15 perpecahan di Iran. 32:17 Oh iya katanya ada Pak Pezeskian 32:19 mengundurkan diri tahu beritanya 32:20 sebelum. 32:20 Iya betul. [berdehem] Jadi ada kalau 32:22 Anda menyaksikan satu stasiun TV swasta 32:25 gitu ya. 32:26 Oh mengkaji perpecahan di Iran 32:27 kelihatannya dia bangga banget gitu loh 32:29 bicara bicara tentang perpecahan. 32:32 Serius? Serius. 32:34 Dia dia senang banget gitu dia bangga 32:35 bangkut dan dia merasa betul hebat gitu 32:38 ya 32:38 si orang itu gitu bicara tentang 32:40 perpecahan di Iran 32:41 ee dan ternyata dengan kajian perpecahan 32:45 seperti bagaimana ee propaganda Barat 32:47 tentang kehancuran Cina dalam 32:49 perekonomiannya yang terjadi sebaliknya. 32:51 Wih, 32:52 artinya begini, pendekatan konflik itu 32:55 penting. 32:56 H 32:56 kenapa penting? Karena kita harus 32:58 menyatukan konflik dalam rangka 33:00 menyatukan. Karena memang 33:01 ee ee ee ketika konfliknya adalah 33:03 konflik kebaikan, boleh dong Anda pakai 33:06 Anda pakai katakan kita konflik soal 33:08 fungsi gitu. Satu pakai 33:10 sahabat juga berkonflik kok ada 33:11 musyawarah. 33:12 Iya. Iya. 33:13 E misalnya Anda berkonflik pada tiga 33:15 hal. Yang satu pakai tang, yang satu 33:17 pakai kunci inggris, yang satu pakai 33:18 kunci pipa, yang satu pakai kunci pas. 33:20 Tujuan [tertawa] 33:21 itu kan konflik tuh di situ. 33:24 Oh, contohnya begitu gitu. itu fine aja 33:27 di situ. Tapi jangan sampai ke persoalan 33:29 tidak menyelesaikan akar masalah gitu. 33:31 Nah, kita suka betul berkonflik di situ. 33:34 Makanya saya ngelihat Indonesia sudah 33:36 masuk dalam Gauzul Fikri yang mendalam. 33:38 H 33:39 dan Gauzul Fikrinya jelek. Ini nih. Ini 33:41 sekali lagi debat saya. Debat saya 33:43 dengan 33:45 jeleknya debatnya itu diskusi dalam 33:47 Gauzul Fikri itu cuma di kulit cuma 33:49 dikasing. 33:50 Hm. 33:52 Iya. dia begitu masuk ke oke dia masuk 33:54 ke dalam konteks gitu ya tapi begitu 33:57 konteks jadi casing konteks content 33:59 comprehensif konsisten 5C ya casing 34:03 kontekst content comprehensif konsisten 34:06 begitu kita aja masuk ke konten dalam 34:09 rangka melihat kedalaman komprehensif 34:11 dan dalam rangka melihat konsistensi 34:13 lari atau tidak atau menghindar gitu 34:16 [tertawa] 34:17 itulah yang kita banyak saksikan di 34:19 Indonesia maka perdebatan-perdebatan 34:21 kata-kata kata itu lebih mencuat ke 34:24 permukaan daripada perdebatan ee makna 34:26 di balik kata-kata itu, gitu. 34:28 Nah, saya kira ini bukti bahwa kita 34:31 memang membutuhkan pembelajaran lebih 34:33 dalam. 34:34 I 34:34 literasi kita mesti rendah. Itu betul. 34:37 Jadi kalau lihat dari berdebat kalangan 34:40 kampus yang masih asik dengan kata-kata 34:42 gitu tampak mengejar serius saya 34:44 ngomong. 34:44 Iya betul. 34:45 Saya ngikuti perdebatan-perdebatan 34:46 kampus yang saya mesti ketawa. Kalau 34:48 enggak ketawa kita bisa gila Bang lihat 34:50 ngeri kayak begini gitu. [tertawa] 34:53 gitu kan 34:53 ya. Iya itu makanya saya kalau dengar 34:57 pertanyaan a kan terkadang saya ketawa 34:58 sendiri gitu. [tertawa] 35:01 Jadi artinya artinya begini kalau kita 35:03 mau belajar secara benar 35:04 h 35:05 wajar kalau ayat pertama itu iqra 35:08 gitu 35:10 wajar kalau kemudian disebut aku adalah 35:13 pemberi peringatan yang jelas yang 35:16 nyata, yang terbuka. 35:17 Aku adalah pemberi penjelasan yang 35:20 terbuka. Maka kalimatnya jelas sekali 35:23 bagaimana petunjuk itu digelar secara 35:25 terhampar dan kemudian ditantang 35:27 petunjuk itu. Silakan buat kalau bisa 35:29 bikin petunjuk ini, katanya. Itu itu 35:31 menunjukkan bahwa kita tidak mungkin 35:35 hanya bicara pada kata-kata. Kita harus 35:37 lebih dalam dari itu. Dan 35:39 makna kata-kata itu makna ee misalnya 35:42 begini, kita sibuk dengan haji gitu ya. 35:45 Oh, tapi kita tidak sibuk di balik 35:47 kata-kata haji sebagai sebagaimana 35:49 dalamnya gitu. kita tadi tadi yang saya 35:51 bilang apa relasi akimwat zaka dengan 35:54 Pak Rika Wanhar misalnya dalam 35:56 konstruksi dalam konstruksi buni isalah 35:59 homen dalam konstruksi salatnya dalam 36:01 konstruksi hajinya itu asik kajiannya 36:03 itu gitu [tertawa] 36:05 itulah penting 36:05 asik benar kajiannya kalau kita enggak 36:07 lihat yang kayak gitu gitu 36:08 nah sebagai penutup 36:10 sebagai penutup 36:11 silakan silakan 36:14 jadi ee 36:17 kita dalam posisi memang 36:19 ee ee di dunia dalam posisi sedang 36:22 mencari nilai-nilai baru, sedang mencari 36:26 bentuk hubungan baru, 36:28 sedang mencari bentuk kelembagaan baru 36:30 dan norma-norma baru. 36:32 He 36:33 dan itu dalam [berdehem] rangka ee 36:36 memelihara dan menjaga kepentingan 36:38 nasional masing-masing. 36:39 Artinya nilai norma kelembagaan dan 36:41 aturan baru itu sesungguhnya tetap 36:43 bersifat pragmatis. 36:45 Nah, dalam kerangka itu [berdehem] 36:48 itu artinya kalau saya baca dari 36:49 perdebatan yang muncul dari sejumlah 36:52 media bergengsi misalnya dari Wall 36:55 Street Journal, dari Bloomberg yang 36:57 sudah mulai 36:59 risau dengan posisi kapitalisme Barat 37:01 yang kayak gitu-gitu ya. Sampai menyebut 37:03 sebagai kapitalisme Barat di 37:05 persimpangan jalan, 37:07 kapitalisme barat dalam posisi ditantang 37:09 gitu ya. Kalau kayak itu gitu ya. He 37:11 itu menunjukkan bahwa ee ketika kita 37:14 sibuk hanya di prapatisme, kita sibuk 37:17 hanya pada posisi materi yang diajarkan 37:20 cuma di depan mata, 37:22 maka kita pasti tersesat. 37:24 Nah, lagi-lagi untuk tidak tersesat mari 37:27 kita pelajari secara baik hubungan 37:29 antara hudainas dan huda lil muttaqin. 37:32 Supaya kita tahu bahwa hudalinas, 37:34 hudalil muttaqin itu memang 37:36 menyelamatkan kita dunia akhirat. 37:39 menyelamatkan kita bagaimana di dunia 37:41 ini untuk hidup tidak tidak melulu sibuk 37:44 soal tahta harta gitu. 37:46 Kita tidak disibukkan dulu hanya 37:48 persoalan mencari uang, uang, uang, 37:50 uang, dan uang padahal uangnya 37:53 money. [tertawa] 37:54 Yes. 37:58 Dan itu khayalan saya bilang itu 37:59 khayalan ee karena basisnya cuma 38:02 legitimasi kepercayaan gitu ya. He. 38:04 Legitimasi global, legitimasi kekuatan 38:06 dan ternyata kepercayaan kekuatan global 38:08 itu disalahgunakan. 38:10 Nah, 38:11 ya akhirnya memang Allah lagi-lagi 38:13 menyodorkan bukti pada masyarakat dunia 38:15 dan khususnya kepada umat Islam bahwa 38:18 Anda tidak mungkin lepas dari perjanjian 38:21 yang Anda lakukan. 38:24 Maka penuhilah perjanjian itu agar hidup 38:27 kita tentam demas. 38:28 Masyaallah. 38:36 Alamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.