Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Brail [musik] TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil Pisual yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa di pagi hari ini di acara
- perlindungan anak bersama Bapak Hamid
- Pati 5 yang alhamdulillah telah hadir di
- studio kita saf Iwan Akhwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Hamid.
- Waalaikumsalam.
- Apa kabar Bung Fahri?
- Alhamdulillah. Gimana Pamid? Sehat ya?
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Kita di tahun baru nih
- 2021 ya.
- 2021 kalau kita mengikuti tradisi yang
- kemarin-kemarin
- Heeh.
- Sebetulnya ini masih tahun 2020.
- Iya. Karena 2021 ditunda
- ditunda tapi ternyata ee tetap jalan.
- Tetap jalan ya tidak ditunda karena
- pandemi tetap a jalan
- jalan.
- Ini ee tahun kemarin ada agenda yang
- belum tersampai tercapai atau gimana Pak
- Hamil atau ada agenda baru di tahun ini?
- Kalau agenda tahun ini kita akan lebih
- banyak bercerita tentang pelaksanaan ee
- seluruh peraturan perundangan.
- Heeh. He.
- Kalau yang
- tahun lalu
- tahun lalu kita melihat terkait dengan
- pengabaian-pengabaian
- berbagai pemenuhan hak anak dan
- perlindungan khusus anak. Ee apa
- dampaknya itu nanti akan kita rasakan
- ee dengan kasus kemarin yang baru
- dibongkar oleh [berdehem]
- dua kepolisian, dua negara langsung
- Malaysia dan Indonesia.
- itu menandakan
- ada pengabaian
- pengabaian
- yang dilakukan orang dewasa yang ada di
- sekitar anak-anak. Salah satu terkait
- dengan bagaimana menghargai ee
- simbol-simbol negara
- dan akhirnya
- baru terasa tuh oh itu penghabaian
- yang
- dilakukan oleh orang dewasa. Tetapi
- teman-teman dari Mabes Polri yang
- harusnya kalau mereka yang menjadi
- individu yang cerdas di dalam menggali
- ee persoalan itu sebetulnya anak ini
- adalah korban ee korban dari pengabaian
- banyak pihak dan itu yang sebetulnya
- yang harus diungkap bukan justru si anak
- ini. Tapi
- kembali lagi orang dewasa yang belum
- berperspektif terhadap anak masih
- melihat kasus ini adalah ya fakta di
- lapangan anak yang menjadi pelaku ya
- anak itulah yang kemudian akan dicecar.
- Tetapi ee beruntung ee Humas Polri sudah
- menyampaikan bahwa penanganan kasus ini
- akan menggunakan peraturan
- perundang-undangan terkait dengan anak
- dan hari ini juga akan coba kita bagi
- informasinya. Demikian Bung Fahri.
- Baik dan hari ini akan dijelaskan oleh
- Pak Hamid tentang tinjauan atas
- pelaksanaan perundangan tentang
- perlindungan anak. Dan yang nanti ingin
- bergabung berkomentar silakan di
- 0811999720
- ataupun di 0218451512.
- Silakan pamit.
- Terima kasih Bung Fahri.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- pemirsa Rasil TV, pendengar Radio Rasil
- di mana saja berada, terutama yang ada
- di Pulau Batam,
- Kota Palembang, Kota Puntianak, Kota
- Sukabumi,
- di Jabot Tabek, Kota Semarang, Kota
- Magelang, Yogyakarta, Bondowoso, dan
- Banyuwangi. Insyaallah hari ini kita
- akan berbagi informasi tentang
- tinjauan pelaksanaan atas ee peraturan
- perundangan mengenai
- perlindunganak. Perlindungan anak. Bung
- Fari. Yang terkait dengan perlindungan
- anak itu ada dua persoalan sebetulnya.
- Yang terkait dengan pemenuhan hak-hak
- anak dan yang terkait dengan
- perlindungan khusus.
- kita yang perlu diketahui oleh ayahanda
- dan bunda bahwa sejak tanggal
- 18 Agustus 2000 terjadi amandemen
- Undang-Undang Dasar tahun 1945
- terutama terkait dengan pasal 28B
- ayat 2. Ini yang Bung Fahri perlu
- diketahui oleh setiap orang tua
- i
- dan orang dewasa yang ada di sekitar
- anak. terutama pada saat kita masuk ke
- tahun 2021, banyak hal yang perlu kita
- dalam
- ini merupakan periode penegakan hukum.
- Kalau kita melihat ee RPJMP
- ee rencana pembangunan nasional jangka
- panjang
- itu periode sekarang adalah periode
- keempat. keempat
- berarti periode terkait dengan periode
- penekakan aturan-aturan yang sudah
- dibuat oleh ee negara yang kemudian itu
- ditegakkan. Tapi yang jadi persoalan
- adalah
- pada masa-masa sebelumnya itu kita
- melakukan pengabaian yang banyak
- terutama terkait dengan
- sosialisasi
- kurang
- atau diseminasi terhadap peraturan
- perundangan. Ah, salah satu hari ini
- yang perlu kita tinjau adalah Bung Fari.
- Adanya amandemen Undang-Undang Dasar
- Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun
- 1945
- dengan dimasukkannya pasal 28B ayat 2
- adalah setiap anak itu pertama berhak
- hidup.
- Iya. Ah, berhak hidup itu artinya anak
- itu sejak di dalam kandungan dia tidak
- boleh mengalami perendahan martabat.
- Untuk itu mulai dipersiapkan itu
- pasangan suami istri yang nanti akan
- berubah status awalnya calon ayah
- menjadi ayah sesungguhnya
- itu dia tidak boleh melakukan perendahan
- martabat kepada anak.
- Karena anak itu dia memiliki hak hidup.
- H
- hak hidup itu ee selalu ditinggikan
- martabatnya. Itu yang pertama. Yang
- kedua, dia harus tumbuh. Tumbuh itu
- berarti segala sesuatu yang terkait
- dengan pemenuhan hak anak itu harus
- dipenuhkan oleh si ayah si ibu.
- Kalau si ayah si ibu ini tidak memiliki
- kemampuan, itu yang kemudian harus
- dipastikan oleh keluarga besar. Keluarga
- besar di sini adalah Bung Fahi. Tidak
- lepas adalah
- kakek nenek,
- paman, Bibi dari bagian ee kedua belah
- pihak. Jadi dari
- ayah dan dari bagian ee bundanya. Jadi
- tidak tidak ada lagi yang lepas tangan
- terkait dengan pembunuhan ee
- hak tumbuh dia.
- Hak tumbuh itu berarti terkait dengan ee
- gizi atau ee hal-hal yang lain sehingga
- dia benar-benar ee fisiknya itu tumbuh.
- Lalu yang ketiga, anak itu harus
- berkembang. berkembang itu artinya dari
- hal-hal yang dari detik [berdehem] ke
- menit ke jam lalu ke hari kemudian ke
- minggu, minggu ke bulan itu dipastikan
- informasi yang diperoleh oleh anak itu
- hanyalah hal-hal yang positif.
- Nah, bagaimana kita mempotensikan itu?
- itu yang kemudian menjadi tugas kedua
- orang tua. Kalau toh kedua orang tua
- tidak sanggup, keluarga besar, keluarga
- besar tidak sanggup, itu yang kemudian
- oleh masyarakat.
- Lalu yang terakhir, kalau masyarakat
- juga sudah tidak sanggup, di situlah
- yang kemudian yang sangat berperan
- adalah peran tokoh budayawan. Tetapi itu
- semua mereka seharusnya saling ee
- kait-mkait,
- sinergi ya,
- bersinergi lalu tidak saling salah
- menyalahkan, tapi
- ee saling mengisi apa yang kurang dari
- si ayah dan bunda itu. Kemudian diisi
- oleh kakek nenek. Kakek nenek juga masih
- juga ada bolongnya. itu diisi oleh paman
- Bibi. Kebetulan Paman Bibi ada yang
- sudah memiliki kemampuan dan sesuai
- dengan pengetahuan keterampilan dia yang
- kemudian dioptimalkan kepada ee
- keponakannya. Kalau keluarga besar juga
- masih bolong, itu akan diisi oleh
- masyarakat. Ah, masyarakat di sini, Bung
- Fahri, di sana ada Pak RT, Pak RW, lalu
- siapa lagi nih?
- Tokoh pemuda, tokoh wanita, tokoh agama,
- Pak tokoh
- pokoknya yang semua yang jadi ditokohkan
- itulah yang harus ambil peran. Kemudian
- masih tetap kosong
- untuk menjaga keseimbangan nilai-nilai
- yang berkembang di masyarakat yang akan
- diikuti oleh anak-anak. Itu di situlah
- peran para tokoh budaya. Itu yang
- keempat. bagaimana ee Undang-Undang
- Dasar itu mengatur tentang hak anak
- untuk berkembang. Ah, yang ke
- sekarang ke berapa nih? Keempat. Keempat
- terkait dengan pastikan anak itu
- terlindungi dari kekerasan. H
- kekerasan itu, Bung Fari, ada empat
- bentuk kekerasan yang sudah diatur oleh
- peraturan perundangan yang
- salah satunya bentuknya itu anak tidak
- boleh mengalami perendahan martabat.
- Salah satu ee kekerasan yang banyak
- dialami oleh anak-anak yang dilakukan
- oleh orang dewasa itu berkata ah kepada
- anak.
- Itu perendahan martabat. Dan yang
- terakhir, Bung Fari, Undang-Undang Dasar
- Tahun 1945,
- setiap anak itu harus terlindungi dari
- diskriminasi.
- Diskriminasi ee kalau ee komite anak PBB
- itu mengidentifikasi ada sekitar 53 item
- yang membuat anak itu terdiskriminasi.
- Jadi poinnya Bung Fari dari lima hal ini
- kalau benar-benar di penuhi oleh empat
- unsur di masyarakat dari orang tua, lalu
- keluarga, masyarakat dan tokoh budaya
- dan di dalamnya itu sebetulnya di sana
- itu ada orang yang berperan sebagai
- perencana pembangunan.
- Di dalamnya juga ada yang menjadi
- pemerintah. Di dalam juga ada penegakan
- hukum. dan di dalam juga ada ee para
- auditor atau para inspektorat.
- Ah mereka-mereka ini sebetulnya kalau
- benar-benar menegakkan
- aturan-aturan
- yang ada di Undang-Undang Dasar Tahun
- 1945
- itu sebetulnya mereka telah
- menginvestasikan
- ee
- sumber daya manusia yang berkualitas.
- Berkualitas. Tapi persoalannya bagaimana
- kalau itu diabaikan?
- Pengabaian ini yang kemudian yang kita
- sudah alami ee tahun-tahun kemarin.
- Tapi dengan mekanisme Allah ee mencoba
- kita dengan mendatangkan COVID19
- itu juga kemudian kita perlu harus
- merrestore atau memperbaiki atau merubah
- hal-hal yang dulunya kita abaikan.
- Sekarang kita harus mulai ee tegakkan.
- Ah, mulai hari ini coba mulai ayahanda
- dan bunda
- ambil gadget.
- Kenapa gadget, Bung Fari? Karena kita
- pengin tahu apa yang kami sampaikan itu
- ada enggak dasarnya. Coba sekarang
- searching di
- Google.
- Google
- Undang-Undang Dasar Tahun 1945.
- Lalu kemudian kalau sudah ketemu itu
- cari yang ee
- hasil akhir dari amandemen. Beberapa
- kali kita cari yang pasal 28 ayat 2
- tadi.
- Karena sejak tahun 2000, tepatnya
- tanggal 18 Agustus tahun 2000 itu setiap
- anak berhak hidup,
- tumbuh, berkembang, terlindungi dari
- kekerasan, dan diskriminasi. itu yang
- kemudian
- pasal ini oleh Presiden bersama anggota
- DPR yang dipilih oleh rakyat itu
- dijadikan dasar untuk menyusun
- undang-undang perlindungan anak. Jadi,
- Bung Fari, bagaimana caranya ee
- undang-undang ini dia dapat
- terimplementasi
- oleh Presiden dan bersama anggota DPR
- itu menjadi dasar mereka menyusun
- Undang-Undang Perlindungan Anak. Itu
- yang pertama setelah Undang-Undang Dasar
- terbentuk.
- [mendengus]
- Lalu yang kedua, kalau tidak cukup coba
- sekarang ayahanda dan bunda searching
- nih
- Undang-Undang Nomor 39
- tahun 1999
- tentang hak asasi manusia. Ah, coba Bung
- Fari searching di sana.
- Itu ada satu bab khusus tentang anak. I.
- Nah, ayahanda dan bunda tolong baca
- bagian perbagian
- dari bab tentang anak itu. Apakah kita
- sudah melaksanakan belum apa yang sudah
- diamanahi
- oleh undang-undang ini.
- Lalu yang kemudian selanjutnya, Bung
- Fari, tidak cukup ee Undang-Undang
- Perlindungan Anak ini sudah kita buat.
- maksudnya kita buat di sini adalah
- Presiden dan anggota DPR sudah
- membuatnya,
- tapi ternyata ada perubahan lagi karena
- di disadari ee ada beberapa bagian yang
- belum kuat terkait dengan pelaksanaan
- undang-undang ini. Akhirnya pada masa
- pemerintahan
- SBY,
- SBY
- bersama anggota DPR itu merubah
- Undang-Undang 23 tahun 2002 menjadi
- Undang-Undang 35 tahun 2014. Ah,
- searching lagi ayahanda dan bunda.
- Undang-undang ini kenapa perlu kita ee
- baca, perlu kita pahami? Karena itulah
- yang kemudian menjadi dasar
- dasarnya ya. Selain kita punya dasar
- Al-Qur'an, lalu punya dasar ee hadis,
- kemudian dasar dasar yang lain fikih,
- lalu kita punya ee undang-undang atau
- aturan internasional
- yang terkait dengan anak itu adalah
- konvensi anak yang sudah diratifikasi
- oleh Indonesia sejak tahun 90. Lalu
- kemudian terkait dengan kita, kita punya
- Undang-Undang Dasar. H ah dengan
- undang-undang atau peraturan perundangan
- yang saya sebutkan hari ini, ini kalau
- bisa kita miliki di rumah. Kita baca
- bagian perbagian, lalu ee pasal per
- pasal, ayat perayat sehingga
- ayah dan bunda itu memiliki pengetahuan
- yang komprehensif terkait dengan anak.
- Jadi pada saat kita ee [berdehem]
- menumbuh kembangkan anak itu bukan hanya
- ilmu ee asal-asalan. Oke, ini yang
- menjadi penting.
- Kemudian ternyata Bung Fahri
- Undang-Undang 23 tahun 2002 itu juga
- belum kuat
- pada saat
- anak mengalami kejahatan seksual yang
- pernah kita bahas ee 2 minggu yang lalu
- pada tahun 2020. He
- oleh Presiden Jokowi. Pasal itu kemudian
- dikuatkan kuatkan lagi
- dengan diterbitkannya peraturan
- pemerintah nomor 70 tahun 2020. di sana
- Bung Fahri.
- Kalau pelaku kejahatan seksual atau ee
- kejahatan seksual itu orang dewasa
- dan korbannya adalah anak, si pelakunya
- akan ditambah hukuman yaitu [berdehem]
- dikebiri.
- Ah, sekarang peraturan ee pemerintah itu
- sudah ada. Tinggal apakah kita sudah
- memiliki tidak? Ah, ini untuk itu hari
- ini sudah berapa undang-undang yang saya
- sudah sebut, Bung Fahri?
- Empat. Empat ya?
- Sudah empat.
- Sudah empat undang.
- Kalau bisa ayahanda dan bunda sudah
- memiliki empat undang-undang. Tetapi itu
- tidak sampai di sini saja tapi coba kita
- mulai bahas pertama yang ada di kluster
- hak sipil dan kebebasan. Apa saja
- peraturan perundangan yang perlu kita
- kuasai lalu kita perlu pahami? Dengan
- kita memahami ini, akhirnya pada saat
- kita membimbing, mendampingi
- ee mengasuh anak kita itu sesuai dengan
- peraturan perundangan yang ada di
- Indonesia. Pertama, Bung Fari, apa itu?
- Yaitu undang-undang
- terkait dengan administrasi
- kependudukan. H
- ah di sana itu ternyata anak-anak
- dia pada saat lahir itu segera
- didaftarkan
- h
- ke
- catatan sipil.
- Catatan sipil
- bikin akte ya. Oke.
- Untuk kepentingan apa? Untuk kepentingan
- agar anak itu segera diakui oleh negara
- dan anak itu segera mendapatkan nomor
- induk kependudukan. He.
- Kalau anak sudah mendapat nomor induk
- kependudukan, otomatis dia akan segera
- diaku menjadi warga negara dan fasilitas
- yang terkait dengan pemenuhan-hak dia
- itu segera akan e terpenuhi. H.
- Nah, untuk itu ayah Anda dan bunda
- jangan tunda-tunda proses ini. Untuk itu
- kita baca Undang-Undang itu.
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006
- tentang administrasi kependudukan yang
- juga sudah mengalami perubahan pada
- tahun ee 2014. Tapi kita
- jadikan pegangan dulu ee undang-undang
- ini. Jadi, administrasi kependudukan.
- Apa
- keuntungan kalau kita mengetahui
- undang-undang ini, Bung Fari?
- Otomatis
- kita akan mengetahui, oh ternyata setiap
- anak itu dia segera didaftarkan ke
- ee catatan sipil.
- Bagaimana mekanismenya itu nanti kita
- akan coba bahas. Tapi intinya hari ini
- kita hanya membahas
- undang-undang ini. Untuk itu, Ayah Anda
- dan Bunda segera searching di internet,
- ambil ee gadget kita. Jadi gadget itu
- bukan hanya buat ee isi hal-hal yang
- hox, tapi hari ini kita coba
- ketik
- Undang-Undang Administrasi Kependudukan.
- H
- baca itu pelan-pelan
- sehingga pada suatu waktu ee ayahanda
- dan bunda sering ngobrol dengan tetangga
- kok kayaknya Bapak itu kok tahu banget
- ya undang-undang tentang administrasi
- kependudukan.
- Padahal yang jadi mitra ee obrolan itu
- adalah orang dari Dukcapil yang juga
- tidak paham. Ahah. Ini berarti si ayah
- berarti sudah menambah informasi. Tapi
- tidak mungkin orang dari Dukcapil tidak
- membaca undang-undang itu. Tapi ini
- menjadi penting.
- Iya.
- Apakah
- sebegitu pentingnya kita harus membaca
- undang-undang ini? Bung Fari muncul
- pertanyaan.
- He gimana tuh? penting. Karena di setiap
- akhir dari sebuah undang-undang itu ada
- ee pernyataan bahwa dengan dia sudah
- diundangkan itu siapapun yang baru lahir
- itu harus sudah tahu tentang
- undang-undang ini. Jadi
- jangan pada suatu waktu pada saat
- teman-teman dari polisi menegakkan
- aturan terus kelabakan
- kenapa saya ditangkap? bar dia sadar
- Bapak telah melanggar aturan. Nah, ini
- menjadi penting.
- Di Undang-Undang Administrasi
- Kependudukan itu banyak hal yang harus
- diketahui oleh setiap orang tua
- dengan dia mengetahui jangan sampai dia
- melakukan hal-hal yang melampaui yang
- diatur oleh undang-undang. Karena banyak
- orang yang suka melampaui aturan-aturan
- itu karena ee misalnya pemalsuan
- informasi.
- atau hal-hal yang lain, dia tidak sadari
- bahwa dia sudah melakukan tindak pidana
- sesuai dengan undang-undang administrasi
- kependudukan. Untuk itu, ayahanda dan
- bunda hari ini segera cari undang-undang
- itu. Itu yang pertama. Yang kedua,
- undang-undang tentang kewarganegaraan.
- Kewarganegaraan.
- Ahah. Itu menjadi penting juga. Terutama
- kalau bagi ee
- ayah atau bunda yang berbeda
- kewarganegaraan, bagaimana dengan status
- anaknya ini? Apakah mau ikut ayah atau
- mau ikut bunda?
- Ah, di situ sudah diatur.
- Kalau kita tidak akan menjelaskan apa
- saja isi dari undang-undang itu, tapi
- penting hari ini
- searching lagi Undang-Undang
- Kewarganegaraan.
- Yang ketiga,
- searching lagi masih terkait dengan hak
- sipil ini, Bung Fahri,
- undang-undang tentang keimigrasian.
- Keimigrasian
- karena menyangkut ee ada mungkin kita
- akan melakukan perjalanan ee ke luar
- negeri, bagaimana nih? Apakah anak ini
- perlu dibuatkan pasport atau seperti
- apa?
- Iya. Ah, dengan kita memiliki pemahaman
- terkait dengan undang-undang ini,
- akhirnya kita akan tahu apa saja yang
- diatur oleh ee undang-undang
- tersebut yang perlu kita pahami, yang
- perlu kita dalami, lalu yang perlu kita
- siapkan persyaratan-persyaratan
- agar anak-anak kita itu terlindungi. Itu
- yang masih terkait dengan hak sipil dan
- kebebasan.
- Apakah ada lagi yang menyangkut hal ini?
- Masih banyak. He.
- Yaitu terkait dengan
- karena di hak sipilan kebasan itu
- terkait dengan bagaimana seorang anak
- itu memiliki kemampuan atau pemahaman
- menghargai simbol-simbol negara. Eah.
- ada undang-undang terkait dengan ee
- simbol negara atau ee lambang-lambang
- negara, bendera dan lagu kebangsaan.
- He
- itu undang-undang sudah lama, Bung Fahi.
- Iya. baru hari ini atau belakangan ini
- mendapat perhatian karena ada kasus yang
- dialami oleh dua anak
- yang tinggal di dua negara yang berbeda,
- tapi warga negara Indonesia
- mereka membuat parodi
- ee merendahkan ee simbol negara dan lagu
- kebangsaan
- itu tidak bakal terjadi apabila setiap
- orang tua itu sudah ada di handphone-nya
- atau di gadgetnya undang-undang tentang
- ee lambang-lambang negara, lalu bendera
- dan lagu kebangsaan. Karena di sana itu
- ada aturan-aturannya bagaimana
- ee mengibarkan bendera itu pada saat
- kapan, ukurannya seperti apa, lalu
- bagaimana kita bersikap
- atau menghargai bendera itu seperti apa.
- Lalu bagaimana kita ee pada saat lagu
- kebangsaan Indonesia Raya itu
- dinyanyikan, bagaimana sikap kita?
- Itu diatur dan kita tidak sembarang
- untuk ee menyanyikan itu diatur secara
- detail.
- Karena kalau kita berharap kepada
- orang lain yang akan membimbing
- mendampingi anak kita itu mungkin ee
- butuh waktu. Nah, sekarang ayah dan
- bunda hari ini perkaya gadet kita dengan
- undang-undang,
- lambang-lambang negara, lalu bendera dan
- kebangsaan sehingga kita bisa baca, oh
- ternyata
- begitu pentingnya ee jiwa kebangsaan itu
- ditanamkan kepada anak kita.
- Nah, ini
- itu undang-undang yang perlu juga harus
- diperhatikan. Selanjutnya adalah
- undang-undang apa nih? kebebasan
- berekspresi. Apakah kita bebas
- berekspresi?
- Bebas berekspresi kecuali ada batasan
- Ibu Fari. Tidak boleh menyinggung
- perasaan orang lain, tidak boleh
- meresahkan, dan tidak boleh mengganggu
- ketertiban umum.
- Ah untuk itu
- ayahanda dan bunda, lengkapi gadget kita
- dengan Undang-Undang ITE.
- Kalau Bung Fari kalau kita lihat dengan
- aturan ee pidana atau sanksi yang ada di
- Undang-Undang eeemb lambang-lambang
- negara itu sebetulnya sangat rendah,
- tetapi dia akan menjadi ee besar
- ee sanksinya, pidananya itu karena ada
- Undang-Undang IT. Kita belum bicara
- dengan undang-undang ee KUHAPI,
- Undang-Undang ITH aja dulu. Ah, untuk
- itu, oh
- apa penting saya sebagai ayah, apa
- penting saya sebagai bunda,
- apa penting saya sebagai kakek ee paman
- bibi perlu mengoleksi undang-undang ini
- untuk kita bimbing keponakan. Lalu
- begitu juga Pak RT penting ini melalui
- siaran hari ini Bung Fari kita harus
- perkaya ee pendengar Radio Rasil lalu
- pemirsa Rasil TV untuk mendalami ee
- mendalami memahami yang penting juga
- mengoleksi.
- Apakah sulit kita mengoleksi
- undang-undang itu? Tidak. Karena itu
- semua sudah ada di website-nya
- sekretariat negara. Tinggal kita akses
- saja, kita cari ee undang-undang lengkap
- dengan sampai ke peraturan presiden,
- lalu keputusan presiden terkait dengan
- satu pas satu undang-undang itu ada
- turunan-turunannya. Tapi hari ini kita
- coba bahas menyebutkan nama-nama
- undang-undang itu agar setiap orang tuh
- paham. Lalu boleh enggak kita mengejek
- ee agama orang lain?
- Tidak boleh.
- Tidak boleh. Ah, ada undang-undang
- tentang agama. Itu Undang-Undang Nomor 1
- tahun ee 5. Di sana tuh ada tuh yang
- kemudian masih banyak dipergunakan oleh
- aparatur negara untuk menjerat banyak
- orang.
- E apakah kita perlu memiliki itu penting
- agar setiap anak kita itu tidak meluncur
- dari mulut dia hal-hal yang bertentangan
- dengan undang-undang karena dia sudah
- diatur.
- Kemudian ini menjadi penting juga
- Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
- Apa itu Bung Fah? Undang-undang tentang
- keterbukaan
- informasi publik.
- Wah, kita perlu tahu apakah semua hal
- yang terkait dengan diri kita itu bisa
- kita publikasikan.
- He. [berdehem]
- Atau
- apakah setiap negara atau setiap
- kementerian, setiap dinas, setiap
- kabupaten, kota, provinsi itu ee bebas
- mempublikasikan semua informasinya.
- Ternyata tidak ada di pasal 17 khususnya
- terkait dengan persoalan anak itu tidak
- boleh kita sembarang menginformasikan
- ee kepada publik
- terkait
- informasi
- informasi berhubungan dengan anak kita.
- Apalagi kalau kita mengacu pada
- Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012
- tentang sistem peradilan pidana anak
- itu mengatur
- kalau ada seorang anak yang menjadi
- pelaku
- lalu menjadi korban atau menjadi saksi
- identitasnya itu tidak boleh
- terpublikasi ke publik.
- Dirahasiakan. D.
- Dirahasiakan. Kenapa begitu pentingnya
- ee hal itu ee tidak boleh dipublikasi?
- Karena [berdehem]
- setiap anak yang menjadi pelaku, menjadi
- saksi atau menjadi korban itu sebetulnya
- dulunya mereka adalah korban pengabaian.
- Hm.
- Coba kalau dari awal-awal mereka lahir
- lalu dibesarkan dengan penuh
- keteraturan,
- insyaallah mereka akan memperhatikan itu
- dan pikir dua berpikir dua kali untuk
- melakukan hal-hal yang bertentangan
- dengan aturan-aturan. Untuk itu,
- Presiden
- juga sudah menerbitkan peraturan
- presiden nomor 75 tahun 2020, terutama
- menyangkut anak yang menjadi korban dan
- menjadi saksi itu identitasnya tidak
- boleh terpublikasi ee oleh media.
- Iya.
- Kalau sampai dia terpublikasi melalui
- media,
- kemungkinan
- identitas anak itu bisa berubah. Nah,
- begitu ee pentingnya. Ini juga
- menyangkut terkait dengan privasi anak.
- Jadi, privasi anak ini
- barang siapa yang
- menjaga aib anak, insyaallah aib orang
- dewasa itu akan tertutupi. Undang-undang
- apa yang mengaturnya tadi? Undang-Undang
- Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan
- Informasi Publik. Lalu kemudian
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012
- tentang sistem peradilan pidana anak.
- Itu coba cek sudah berapa undang-undang
- yang kita ceritakan ini. Bungari hitung
- satu-satu. Sudah berapa?
- En lebih
- sudah lebih dari AS. Semua undang-undang
- itu
- kami berharap harus dimiliki oleh setiap
- ayah, setiap bunda, lalu setiap ee
- anggota keluarga, lalu kemudian
- tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh budaya.
- sehingga pada saat mereka berjumpa
- dengan anak-anak yang ada di depan
- mereka itu, informasi-informasi terkait
- isi-isi dari undang-undang itu bisa
- menjadi bagian dari obrolan. Sehingga
- anak-anak itu mengetahui, oh ternyata
- hidup ini penuh keteraturan. H
- bukan hidup hanya ee semau si anak itu
- sendiri.
- Ada aturan-aturan,
- ada aturan. Baik itu aturan yang sudah
- dibuat oleh Allah Quran,
- lalu dibuat oleh Rasulullah, lalu dibuat
- oleh internasional, lalu dibuat oleh
- seluruh anggota MPR. Karena
- Undang-Undang Dasar itu yang berhak
- membuat itu hanya anggota MPR. Lalu
- kemudian undang-undang baru itu dibuat
- oleh Presiden bersama anggota DPR yang
- kita pilih. Dengan kita mengetahui semua
- undang-undang ini, akhirnya kita akan
- menjadi ayah dan ibu yang memiliki
- status sebagai pendidik pertama dan
- utama yang berpengetahuan. H
- itu baru hak sipil dan kebebasan. Apakah
- masih ada? Masih ada.
- Kelompok kedua terkait dengan lingkungan
- keluarga dan pengasuhan alternatif.
- Berapa undang-undang yang harus kita
- kuasai di sana?
- Pertama, undang-undang
- tentang perkawinan.
- Hm.
- Ada dulunya Undang-Undang Nomor 1 tahun
- 74, tetapi
- atas rekomendasi Mahkamah ee Konstitusi,
- undang-undang itu
- di bahas lagi oleh DPR bersama ee
- Presiden
- itu mengalami perubahan menjadi
- Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang
- dulunya
- salah Salah satu pasal yang mengatur
- bahwa yang kalau anak perempuan itu
- dapat ee izin dari ayah ibu itu usia 16
- tahun,
- anak laki-laki 19 tahun. Tetapi dengan
- undang-undang yang terbaru terkait
- dengan perkawinan ini yang dapat ee
- kompensasi itu harus di atas usia 19
- tahun. Ah, kenapa itu perlu diketahui?
- agar para ayah dan bunda, lalu para
- tokoh masyarakat terutama
- itu harus bersama-sama memastikan jangan
- sampai anak ini dia mengalami ee apa?
- kasus
- kasus
- sehingga menjadi dasar bagi masyarakat
- untuk mengkawi menikahkan secara dini.
- Ah, dengan adanya undang-undang ini yang
- ditekankan adalah bagaimana pencegahan
- itu lebih utama. Ah, muncul lagi
- pertanyaan pencegahan seperti apa?
- Nah, pencegahan yang sekarang ini adalah
- tidak boleh berdua-duaan. Ahah. Itu juga
- harus segera kita tegur tuh.
- Ada orang bertanya, "Kan kami cuma
- duduk, ini hak kami." Oh, tidak boleh.
- ada undang-undang yang mengatur ini.
- Jangan sampai ee gara-gara kalian ee
- duduk berdua-duaan lalu kemudian di sana
- ada setan. Lalu
- ee mereka melakukan hal-hal yang
- ee tidak diinginkan oleh aturan
- masyarakat, aturan negara atau aturan
- agama. Akhirnya dipaksa untuk
- dikawinkan. Ah, itu bertentangan dengan
- undang-undang ini. Untuk itu, apa upaya
- yang harus dilakukan oleh masyarakat
- kalau mereka sudah mengetahui
- undang-undang ini?
- Intinya adalah harapannya
- dengan ditegakkan aturan ini, Bung
- Fahri, setiap anak itu kalau bisa dia
- menyelesaikan sekolahnya itu 12 tahun.
- Iya.
- Berarti lulus SMA atau SMK. Lalu
- kemudian didorong mereka menjadi
- anak-anak yang berkualitas, jadi sumber
- daya manusia yang dapat mengisi
- pembangunan.
- Karena kalau mereka dinikahkan lebih
- awal, akhirnya itu awal dari perendahan
- martabat. Bisa begitu.
- Karena orang-orang yang menikah secara
- awal yang tampak dampingan dari ee orang
- dewasa akhirnya mereka melakukan
- kekerasan.
- Iya. KDRT.
- KDRT. Lalu yang kedua, mereka
- menghasilkan sumber daya manusia yang
- tidak berkualitas
- karena lahir rendah lalu tidak terakses
- ke air susu ibu.
- Lalu ayah ibunya adalah berpendidikan
- rendah karena putus sekolah. H
- akhirnya menjadi pekerja yang
- tidak mampu mengakses ke ee
- pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan
- pengetahuan lalu keterampilan yang
- tinggi karena mereka tidak memiliki.
- Nah, untuk itu ayahanda dan bunda
- sebegitu pentingnya membaca
- Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Nah,
- itu menjadi penting agar setiap kita itu
- mulai sadar, oh anak itu jangan kita
- biarkan begitu saja dia ee berdua-duaan
- harus kita segera atau ada orang dewasa
- yang dua-duaan dengan anak remaja. Ini
- juga banyak yang sering kita lihat itu
- kasus-kasus beberapa tahun yang lalu itu
- terjadi. Ini karena tidak ada orang yang
- segera menegur.
- Hm. Karena dia menegurnya juga tidak
- mengetahui ada dasar.
- Iya.
- Dengan hari ini kita menyampaikan
- berarti kita punya dasar yaitu
- Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019
- tentang perkawinan.
- Perkawinan.
- Apakah ada lagi? Ada lagi Bung Fahri.
- Undang-undang tentang keluarga. Nah, itu
- berhubungan dengan BKKBN. Tetapi
- undang-undang itu bukan untuk BKKBN,
- tapi undang-undang untuk setiap
- keluarga. Karena di sana mengatur
- bagaimana menjadi ayah dan bunda yang
- memiliki ee perencanaan keluarga. He
- perencanaan keluarga itu bukan hanya ee
- membatasi kelahiran anak, tetapi dengan
- dia sudah diikat dengan ee lembaga
- perkawinan itu sudah berarti setiap
- detik, setiap menit dia sudah mulai
- merencanakan. Nantinya kalau
- mereka diamanahi oleh Allah seorang
- anak, harus diapakan anak ini sampai dia
- tuntas menjadi anak yang saleh salehah
- itu berpendidikan yang berkualitas
- sehingga akan menggantikan kedua ayah
- ibunya.
- Dia akan menjadi generasi yang
- berkualitas. Kita baca undang-undang
- itu, Bung Fari. Undang-undang tentang
- keluarga. Kemudian Undang-Undang
- Kesejahteraan Sosial
- ada juga itu
- ada juga
- lengkap sekali
- juga Undang-Undang Kesejahteraan Sosial
- itu ada satu bab khusus Bung Fari itu
- bab tentang kemiskinan
- di sana mengatur secara detail bagaimana
- kita terhindar dari kemiskinan
- bukan yang seperti sekarang ini kita
- terus-terus di ee beri ee bantuan
- akhirnya
- kita keasikan buat apa kita mau kerja.
- Kemarin itu saya temukan ee cerita itu
- waktu kami memiliki ee program diskusi
- perlindungan anak dengan teman-teman
- dari seluruh Indonesia. Salah satu
- informasi yang saya dapat dari Papua,
- buat apa kita kerja?
- Heeh.
- Toh nanti
- pemerintah yang membantu
- kita dapat ee
- belti. Ah, di sini ada ee mindset yang
- perlu kita ee
- ubah. perlu ubah, perlu kita pengaruhi
- bahwa dan peluang-peluang itu akan
- terjadi kemarin kan korupsi yang
- dilakukan oleh Menteri Sosial. Nah,
- ini karena ada ruang-ruang untuk
- melakukan kejahatan.
- Kalau kita memiliki
- pemahaman,
- kita memiliki informasi terkait dengan
- Undang-Undang Kesejahteraan Sosial ini,
- itu nomor 11 tahun 2000 ee 11.
- Kita bisa baca undang-undang itu secara
- detail, Bung Fari.
- Kita cari searching di Google
- Undang-Undang Kesejahteraan Sosial. Ah,
- di sana kita akan mengenal ada
- orang-orang yang akan mendampingi kita.
- H.
- Apakah ayahanda dan bunda mengenal
- adanya ee tenaga kesejahteraan sosial?
- H
- di samping rumah itu kita punya ada itu,
- tapi kan kita tidak tahu.
- He.
- Ah, kita ah itu dia cuma kerja di
- Kemensus atau di Dinas Sosial. Padahal
- orang itu nanti akan membantu kita.
- Kalau kita tahu informasi terkait dengan
- undang-undang ini, kita akan menjadi
- orang yang akan berpikiran lebih luas
- lagi.
- Lalu di sana ada namanya bantuan sosial.
- Apa itu bantuan sosial? Lalu siapa nih
- yang harus bertanggung jawab? Ternyata
- untuk ee kegiatan kesejahteraan sosial
- itu bukan hanya tanggung jawab dari
- pemerintah, tapi juga tanggung jawab
- bersama.
- Bersama. Ah, tinggal kalau kita ee
- terpengaruh atau mendapatkan informasi
- hadis dari Rasulullah tentang 40 rumah
- ke kiri ke kanan itu sebetulnya
- sudah menjadi referensi pada saat
- penyusunan undang-undang itu.
- Iya.
- Mengatur tentang bagaimana mencegah
- kemiskinan. Kemudian undang-undang
- apaagi pun terkait dengan ee
- lingkungan keluarga dan pengasuhan
- alternatif. Ternyata ada satu profesi
- yang baru diakui oleh ee negara itu
- melalui undang-undang
- Undang-Undang Pekerjaan
- Sosial. Ah, searching lagi
- Texas.
- Hm. itu dia profesi yang dia tidak
- begitu saja menjadi peksos. Dia harus ee
- lulus dari
- uji-ujian
- perguruan tinggi yang berbasis pekerjaan
- sosial. Lalu kemudian dia harus
- diakreditasi,
- lalu kemudian dapat ee status sebagai
- profesi pekerja sosial. Kalau kita
- mengetahui tentang ee undang-undang itu,
- akhirnya oh ternyata ada orang yang
- perlu kita minta bantuan. Kalau kita
- mengalami musibah, mengalami bencana,
- atau ada anak-anak kita yang atau anak
- tetangga kita yang tidak bisa
- bersekolah, ke siapa nih kita harus
- berkonsultasi?
- Ada orang-orang itu yang sudah ditunjuk
- oleh negara untuk melakukan itu. Tetapi
- sekarang jumlahnya masih terbatas, Bung
- Fari.
- Iya. Karena Kementerian Sosial itu masih
- membangun satu kelompok namanya pekerja
- sosial atau Sakti Pekos. Itu satu
- kabupaten masih ee satu atau dua atau
- maksimal itu empat orang.
- Empat orang
- yang didistribusikan. Karena saking
- banyaknya kabupaten kita
- ada 5 ada 514 kabupaten Bung Fari. Coba
- dikali dua berarti ada 1000 peksus. He.
- Padahal satu kabupaten itu seperti di
- Kabupaten Bogor saja ada 41 kecamatan.
- Heeh.
- Bagaimana dia bisa bekerja?
- Ah untuk itu apakah setiap kita bisa
- jadi Peksos? Baca detailnya di
- undang-undang itu. Ah jadi akhirnya
- dengan kita memiliki undang-undang ini,
- kita akhirnya tahu tentang ee pekerjaan
- sosial. Apakah sampai di situ? Tidak
- cukup. Ada lagi Bung Fari.
- Kelompok yang ketiga yang ada di
- kelompok kesej ee kesehatan dasar dan
- kesejahteraan.
- Ada beberapa undang-undang yang perlu
- juga kita harus baca secara detail.
- Pertama, undang-undang tentang
- penyandang disabilitas.
- Disabilitas. Baca tuh ayahanda dan
- bunda. Bagaimana kalau kami diamanahi
- oleh Allah memiliki anak disabilitas?
- Apa yang harus kita ee perlakukan
- terhadap anak ini? Itu yang pertama.
- Yang kedua, bagaimana kami yang tidak
- diamanahi anak disabilitas itu bersikap
- kepada anak ini. Untuk itu tidak ada
- orang yang terbebas dari undang-undang
- ini. Jadi semua orang perlu membaca,
- menguasai undang-undang ini. Karena di
- Undang-Undang Penyandang Disabilitas ini
- itu mengatur semua hal. H
- bagaimana dia bersikap, bagaimana dia
- harus memperlakukan ee anak penyandang
- disabilitas, bagaimana
- ee pemerintahan daerah itu menyediakan
- fasilitas-fasilitas seperti kita di DKI
- Jakarta, Bung Fari
- coba sempatkan keliling aja satu hari di
- DKI. kemarin saya sudah lakukan
- itu semua jalan yang ada di DKI Jakarta
- itu sudah memfasilitasi
- ee orang disabilitas. Itu berarti DKI
- Jakarta menjadi kota inklusi. Tapi
- pertanyaannya bagaimana dengan sikap
- warganya?
- Iya.
- Ah, ternyata ada beberapa warga yang
- belum memahami pentingnya
- ee menghargai fasilitas-fasilitas untuk
- orang disabilitas. dia menaruh tenda
- untuk jualan.
- Hm.
- Akhirnya ada yang memotret
- atau ee ada yang dari ee pekerjaan itu
- berarti kontraktor.
- He.
- Pada saat dia menerjemahkan ee proyek
- itu,
- masa jalan ee jalur untuk disabilitas
- itu langsung menabrak tiang listrik. Ah,
- bagaimana kalau orang yang tidak bisa
- melihat
- menggunakan itu sebagai pemandu? Dia
- ketabrak. Tapi itu yang lalu-lalu. Tapi
- sekarang juga Bung Fari. Tapi di
- beberapa daerah yang saya kunjungi itu
- masih terjadi. Ada Bung Fari
- jalan
- ee trotuar
- difasilitasi jalur untuk disabilitas
- itu pas ee trotoarnya tinggi, curang. H
- itu dihilangkan informasi terkait dengan
- itu. Ah, bagaimana itu? Nah, untuk itu
- ayahanda dan bunda,
- dengan kita membaca undang-undang
- penyandang disabilitas itu baru kita
- menyadari, "Oh, ternyata
- di Indonesia itu
- dari segi aturan tidak ada lagi sikap
- diskriminasi terhadap warga ee negara.
- Salah satu adalah mereka yang
- disabilitas.
- Disabilitas. Untuk itu bagaimana
- orang tua yang diamanahi anak
- disabilitas itu bersikap terhadap
- anak-anaknya, memfasilitasi
- anak-anaknya. Begitu juga bagaimana
- dengan ayah ibu yang tidak diamanahi
- mendampingi anak disabilitas, tetapi
- bagaimana mereka bersikap.
- Iya.
- Sikap yang paling utama adalah non
- diskriminasi.
- Tidak diskriminasi.
- Bagaimana kita mengetahui tentang
- informasi secara detail? Kita baca
- undang-undang ini. Jadi sudah berapa
- undang-undang nih untuk kelompok ini?
- Baru satu ya untuk kesehatan dasar dan
- kesejahteraan. Itu yang pertama. Yang
- kedua, Undang-Undang
- Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
- Ah, undang-undang ini menjadi penting.
- Bukan hanya orang dari kedokteran atau
- dari Fakultas Hukum harus membaca
- undang-undang ini. Kita sebagai ayah,
- sebagai ibu, sebagai paman, sebagai bibi
- itu harus menguasai undang-undang ini.
- Apa poin dari undang-undang ini, Bung
- Fari? di definisi kesehatan juga itu
- merujuk pada definisi WHO yang disebut
- sehat itu adalah sehat fisik,
- mental,
- rohani, dan sosial.
- Sosial.
- Ah, coba kita kalau ayah dan ibu suka
- marah-marah
- kepada anaknya,
- itu berarti
- dia ini mengalami masalah apa?
- Ada seorang ayah, seorang ibu yang suka
- melarang, "Nak, jangan kamu bermain
- dengan anak ini." Itu berarti
- si ayah ibunya sehat. Tidak.
- Tidak.
- Karena dia membatasi anaknya melakukan
- kegiatan sosial.
- Sehat. Sosial itu artinya dia selalu
- bersilaturahim.
- Kalau ada orang yang dia tidak lagi suka
- bersilaturahim, itu sebetulnya dia
- mengalami gangguan kesehatan dari aspek
- sosial.
- Lalu dia tidak lagi mau bersyukur kepada
- Allah
- yang menciptakan dia, yang memberikan ee
- kehidupan setiap detik dengan lengkap
- oksigen.
- H
- itu berarti dia mengalami gangguan
- kesehatan di bidang rohani.
- Rohani.
- Intinya adalah bahwa kesehatan itu bukan
- nanti kalau pada saat kita ee luka atau
- kena flu atau sakit itu baru kita ke
- dokter, baru kita ee memenuhi atau
- mencari obat. Tapi sebetulnya semua hal
- yang
- menyangkut gangguan, nah itu kita cari
- Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
- tentang kesehatan. Ah, cari ibu di
- undang-undang itu, Bung Fari. Ini yang
- menjadi sangat penting
- terkait dengan air susu ibu.
- Hm. Ada undang-undang ya?
- Ada pasalnya itu.
- Pasalnya ada. Barang siapa yang
- menghalang-halangi pemberian ASI di
- ruang publik atau ruang swasta itu
- hukumannya
- 1 tahun denda R juta.
- Misalnya nih kita datang ke satu mall
- yang pertama kita cek dulu kalau kita
- punya anak sedang memberi ASI.
- Pak Satpam adakah ee ruang AS di Oh
- ada. Ah, berarti dia sudah menjalankan
- undang-undang itu.
- Tapi kita tanya, "Pak, adakah ruang ASI
- di sini?" Tidak ada.
- Si pengelola mall itu
- melanggar undang-undang
- melanggar undang-undang itu. Kita perlu
- lapor. Kalau kita tahu, kita harus
- segera laporkan karena telah
- menghalang-halangi pemberian air
- seseibu. Begitu pentingnya. Apakah ada
- rujukannya di Quran? Ya kita lihat. Ada
- di surah Albaqarah, ada di surah
- at-Talaq, ada di surat apa lagi? tentang
- pemberian air susu ibu.
- Begitu ee penting kita membaca
- undang-undang ini. Ada lagi larangan
- tidak boleh merokok sembarang.
- Ee dengan
- Iya.
- Seperti [berdehem]
- Bung Fardi, hanya dua kota di Indonesia
- itu yang sudah benar-benar menegakkan
- aturan itu adalah kota Bogor. Kota Bogor
- itu mereka tidak ada lagi iklan. Coba
- sekali-sekali ke Kota Bogor masih ada
- enggak iklan? Tidak ada rokok ya.
- Dan DKI Jakarta sudah tidak ada.
- Kecuali ada yang suka apa ee
- berani-berani. Kalau di daerah kita
- sekarang masih ada karena kita masih
- temukan karena mereka belum tegas.
- Itu diatur oleh undang-undang. Bagaimana
- cara kita mencegah ayah ibu jangan
- merokok di rumah? Ah, baca undang-undang
- ini sebetulnya. Karena sekarang itu
- banyak orang yang tidak membaca
- undang-undang, jadi dia tidak ee berani
- menugur. H
- itu. Yang kedua. Kemudian undang-undang
- tentang jaminan kesehatan sosial
- nasional apa? JKSN. He.
- Ada undang-undangnya itu. Itu diatur
- secara detail. Meskipun mulai tanggal 1
- Januari kemarin kita
- ee apa? BPJS-nya naik
- naik iurannya. iurannya. Tapi kita
- dibantu oleh negara. Kebetulan saya
- ambil kelas 3 kan
- dibantu R.000. Alhamdulillah.
- Berarti kita bayar hanya Rp35.000.
- Di sana
- sudah diatur. Kita baca undang-undang
- itu secara detail. Wah, berarti kan
- semakin kaya.
- Hm.
- orang. Coba bayangkan, Bung Fari, kalau
- ada satu ibu yang sudah membaca
- undang-undang ini, terus dia berbicara
- dengan ee suaminya yang belum membaca,
- akan semakin ee
- berbagi informasi. H
- atau sebaliknya
- ayah ibu ini sudah membaca undang-undang
- ini secara detail, tapi mereka menemukan
- ada beberapa pasal yang sangat merugikan
- ee hak konstitusi dia
- itu bisa diajukan ke Mahkamah
- Konstitusi. Apakah ada pengalaman
- seperti itu? Ada. Waktu kejadian ada
- seorang tukang parkir di Surabaya pada
- saat ee penerapan Undang-Undang Nomor 23
- Tahun 2006 tentang administrasi
- kependudukan itu ada salah satu pasal
- dan di salah satu pasal itu ada satu
- ayatnya itu yang
- menyebutkan bahwa kalau terlambat
- setahun
- seorang ayah atau ee si orang tua
- itu harus ke pengadilan. Ee dia
- membayangkan kalau setiap ayah itu
- terlambat mengurus
- ee akta kelahiran anaknya, berarti
- setiap ayah di Indonesia itu harus ke
- pengadilan. Wah, berapa itu penghasilan
- ee pengadilan dan diversikan?
- Oh, negara itu bisa mengambil uang dari
- rakyat melalui aturan itu. Ah, Bapak ini
- dia datang ke Mahkamah Konstitusi, lalu
- oleh Mahkamah Konstitusi pasal itu
- dihapus. Lalu oleh
- Kementerian Dalam Negeri dan DPR merubah
- undang-undang itu. Akhirnya siapa yang
- diuntukkan? Bukan hanya tukang parkir
- itu kan, tapi seluruh ayah di seluruh
- Indonesia. Ah, begitu juga dengan undang
- setiap undang-undang yang kita sebutkan
- tadi itu. Kalau setiap ayah membaca lalu
- memahami lalu kemudian menjadikan
- Undang-Undang Dasar sebagai referensi
- untuk melihat apakah ini sesuai dengan
- konstitusi atau bertentangan dengan
- konstitusi. Kalau bertentangan berarti
- ada ruang kita untuk memperkarakan pasal
- itu agar tidak berlaku h
- sebagaimana yang dilakukan oleh jaksa
- dan oleh hakim
- yang menangani anak. Pada saat mereka
- merasa dirugikan dengan adanya
- Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 itu.
- Mereka memperkerakan beberapa pasal.
- Akhirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun
- 2012 itu, Bung Fari, beberapa pasal itu
- sudah tidak berlaku. H
- karena
- jaksa dan hakim yang kena imbas terkait
- dengan ee pelaksanaan undang-undang itu
- ee mengajukan seperti ke depan lagi
- dengan diterapkannya undang-undang
- Omnibus Law
- itu kan kalau ada beberapa pasal yang
- diajukan itu bisa diterima atau bisa
- saja ditolak. Nah, ini menjadi penting.
- Bagaimana kita bisa mengetahui pemahaman
- tentang ini kalau kita tidak membaca?
- Berarti di kelompok kesehatan dasar dan
- kesejahteraan ada beberapa undang-undang
- Bung Fari yang perlu dibaca oleh ayah
- ibu. Pertama, undang-undang penyandang
- disabilitas. Kedua, Undang-Undang
- Kesehatan
- kesehatan. Dan ketiga, undang-undang
- jaminan kesehatan ee nasional menjadi
- penting.
- Kemudian
- yang masuk ke kelompok pendidikan,
- pemanfaatan waktu luang dan kegiatan
- budaya. Ah, ini ada beberapa
- undang-undang yang perlu ayah dan bunda
- perlu memilikinya.
- Membaca lalu kemudian
- mengkaji lalu kemudian menjadi dasar
- untuk kita berdiskusi dengan anak-anak
- kita. Pertama adalah
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003,
- Undang-Undang tentang sistem pendidikan
- nasional. Apa saja itu ee isi dari
- undang-undang itu? Kenapa nih kok setiap
- ganti menteri, ganti presiden,
- Undang-Undang Baru datang
- kok ee kurikulumnya berubah-rubah. Ini
- sebetulnya mana yang benar nih?
- Undang-undangnya yang bermasalah atau ee
- menterinya yang bermasalah atau
- presidennya yang ee tidak memahami
- undang-undang? Ah, untuk itu ayahanda
- dan bunda,
- ini ruang yang luas yang perlu saya
- sampaikan hari ini.
- Kita harus membaca secara detail terkait
- dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
- ini.
- Apalagi ada tantangan dari saya, sejak
- pasal 29
- Konvensi Hak Anak diterima oleh
- Indonesia pada tanggal 11 Januari 2005
- itu tidak ada perubahan terhadap
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 karena
- bertentangan dengan konvensi H anak.
- Untuk itu hari ini setiap ayah dan ibu
- coba kita ee bahas terkait dengan pasal
- 28 ayat 2 terkait dengan setiap anak
- harus memiliki hak untuk berkembang.
- Berkembangnya itu sesuai tidak dengan
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ini?
- He.
- Ah, kalau tidak sesuai ah di situlah
- ruang setiap ayah sebagaimana laksana
- seorang tukang parkir yang berhasil
- merubah atau menghapuskan satu bagian di
- pasal undang-undang ee
- administrasi kependudukan. Ini tantangan
- bagi setiap ayah ibu. Coba sekarang
- searching di Google Ayahanda dan Muda
- Undang-Undang
- Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
- pendidikan nasional. Kemudian kalau kita
- menguasai undang-undang ini, kita ikuti
- tuh statement dari setiap menteri sesuai
- enggak tidak dengan undang-undang ini.
- Kalau tidak sesuai, kita punya ruang
- untuk
- mengajukan komplain. Tapi yang menjadi
- penting, Bung Fari, adab itu harus kita
- utamakan. Nah, bagaimana kita ya
- sebagaimana
- adab yang dilakukan oleh Nabi Musa
- bersama Nabi Harun menghadapi Firaun?
- Ah, itu yang kalau bisa bagaimana
- caranya kita punya ilmu terkait dengan
- kita mau ketemu orang yang sangat ee
- apa ini otoriter
- tetapi berkuasa banget tuh
- dengan cara Nabi Musa dan Nabi Harun.
- Berarti kita harus banyak mendengarkan
- sirah nabawiyah e supaya memiliki
- sebetulnya penjelasannya lebih detail
- ada di Quran bagaimana cara Allah me
- persiapkan Nabi Musa dan Nabi Harun
- untuk menghadapi orang-orang yang
- otoriter.
- Otoriter. Ah, ayah Anda dan bunda. Kita
- punya undang-undang berarti
- Undang-Undang Dasar kita kuasai. He.
- Lalu kemudian undang-undang yang mau
- kita minta koreksi lalu kita lihat
- dengan kebijakan-kebijakan seorang
- menteri atau seorang presiden. Sesuai
- tidak dengan apa yang ada di aturan yang
- sudah mereka bangun? Kalau itu
- bertentangan berarti ini menjadi
- perjuangan dari ayah dan ibu. Jangan
- memasrahkan itu semua kepada orang lain.
- Kita harus mengikuti
- sebagaimana perjuangan dari seorang
- tukang parkir yang ada di Surabaya yang
- dapat
- menguntungkan setiap ayah yang terlambat
- mengurus akta kelahiran itu tidak harus
- lagi ke pengadilan. Banyak undang-undang
- ini. Itu Undang-Undang pertama.
- Undang-undang
- Sistem Pendidikan Nasional. Yang kedua
- ini Bung Fari, Undang-Undang Nomor
- ee 3 tahun 2000 [berdehem]
- 17
- adalah sistem perbukuan. Nah, coba kita
- baca itu.
- Apakah Undang, coba ketik saja
- Undang-Undang Sistem Perbukuan.
- Perbukuan.
- Apa yang bisa kita lakukan sebagai ayah
- dan ibu untuk mendampingi anak-anak kita
- ini ke depan?
- dengan kita membaca undang-undang itu,
- oh ternyata membuat buku itu ada
- proseduralnya, ada tata caranya. Lalu
- bagaimana kita harus bisa berkontribusi
- agar setiap anak kita dulu Bung Fari
- sebelum masa pandemi itu kan setiap
- orang tua harus beli buku, beli apa tuh
- yang kemudian kok bukunya ini kok tidak
- sesuai dengan kurikulum lalu ini kok
- sesuai ada apa ini sebetulnya
- sebagai
- informasi penting bagi ayah dan bunda,
- kita harus menget mengetahui
- undang-undang ini dulu secara detail.
- Lalu kemudian apa keuntungannya bagi
- kita? Kalau kita sudah mengetahui
- informasi dari undang-undang ini, kita
- bisa mempengaruhi
- atau bisa komplain
- terhadap buku-buku yang didapat oleh
- anak-anak kita, terutama buku-buku
- pelajaran.
- Pelajaran.
- Siapa yang menyusunnya? Apakah yang
- menyusunnya itu sesuai tidak dengan ee
- ee kompetensi dia, kemampuan dia. Lalu
- apakah buku-buku yang beredar itu sudah
- dikaji tidak oleh bagian perbukuan? Ada
- itu di Kementerian Pendidikan Nasional
- itu bagian perbukuan. Apakah buku itu
- sudah dibaca secara detail terkait
- dengan informasinya? Apakah ini
- menyinggung atau mengandung il ee
- kekerasan atau pornografi atau membuat
- orang lain terendahkan atau dia
- diskriminasi itu harus
- diceknya
- dicek ah seorang ayah, seorang ibu yang
- sudah memiliki informasi dengan membaca
- tentang undang-undang sistem perbukuan
- dia memiliki pemahaman ini. Jadi pada
- saat dia membimbing anaknya, mendampingi
- anaknya dalam proses belajar dan
- mengajar,
- dia akan cek dulu, "Oh, ini buku ini
- sesuai tidak?"
- Kalau dengan begitu akhirnya si ayah dan
- si ibu tidak cukup lagi.
- Tadi saya sampaikan kalau ayah ibu ini
- memiliki keterbatasan berarti paman,
- bibi, kakek, nenek, Pak RT, Pak RW, lalu
- tokoh budaya. Jadi akhirnya setiap
- informasi yang didapat oleh anak ini
- benar-benar sudah sesuai dengan aturan
- sistem perbukuan. Hm.
- Ah, begitu pentingnya Bung Fari. Lalu
- yang terakhir, Undang-Undang tentang
- pemajuan kebudayaan. Oh, apa ini lagi?
- Masa ada undang-undang seperti ini?
- Kebudayaan.
- Undang-undang pemajuan
- kebudayaan. kebudayaan
- di sana
- itu memang
- tidak secara ee rinci mengatur apa yang
- harus dilakukan oleh orang tua kepada
- anak, tapi lebih ke lembaga-lembaga yang
- memiliki sanggar.
- Kalau si setiap ayah, setiap ibu
- memiliki ee akses kepada undang-undang
- ini dan dibaca. Ah, berharap ada yang
- baca, Bung Fardin setelah kita ceramah
- ini.
- Iya.
- Baca di sana. Oh, ternyata
- sanggar-sanggar itu ada bantuan dari
- pemerintah.
- Ahah. Bagaimana cara mengeceknya? Apakah
- bantuan itu benar-benar digunakan untuk
- membeli membelikan fasilitas? Lalu
- bagaimana kebudayaan yang sesuai dengan
- Kuncurining itu ada enam enam aspek
- kebudayaan itu berkembang di setiap
- budaya
- karena Undang-Undang Dasar juga mengatur
- budaya nasional itu adalah gabungan dari
- unsur-unsur budaya daerah.
- Bagaimana budaya kita maju berkembang?
- itu akan lahir dari setiap rumah,
- rumah-rumah yang berkualitas akan
- melahirkan anak-anak yang akan memajukan
- kebudayaannya. Ah, muncul pertanyaan,
- bagaimana cara seorang ayah, seorang ibu
- dapat berkontribusi terkait dengan ini
- kalau dia tidak membaca undang-undang
- ini? Untuk itu, Ayah dan Bunda searching
- lagi sekarang di Google Undang-Undang
- Pemajuan Kebudayaan. Ah, baca
- pelan-pelan.
- Jangan hari ini.
- H nanti lain waktu lawan.
- Yang penting kita download dulu.
- Heeh.
- Kita simpan. Kalau bisa kita buat
- PowerPoint. Ah, supaya pada saat ada
- pengajian, ada pengajian dari ustaz ini.
- Terus, "Pak Ustaz, boleh enggak saya
- berbagi informasi tentang undang-undang
- ini?" Ah, undang-undang apa itu?
- Undang-undang pemajuan kemudayaan. Oh,
- ada. Ah, Pak Ustaz kan enggak tahu. Nah,
- sekarang saya kasih tahu, Pak Ustaz.
- Jadi penting kan? Akhirnya Pak Ustaz ke
- depan dia akan wah kayaknya saya harus
- nih setiap saya ee menjadikan Quran
- sebagai referensi apakah setiap ayat di
- Quran ini sudah ada enggak turunannya di
- undang-undang negara kita? Kalau kita
- wild kan secara detail itu sudah ada.
- Ambil contoh kan terkait dengan air susu
- ibu,
- lalu informasi,
- lalu apa saja harus ee tabayun, harus
- apa itu semua ada. Tinggal bagaimana
- kita harus memastikan
- apakah cuma sampai sini undang-undang
- yang harus saya sebutkan? Ternyata ada
- lagi.
- Masih ada lagi
- Undang-Undang Olahraga.
- Apa itu Undang-Undang Olahraga?
- undang-undang yang mengatur bagaimana
- anak kita itu menjadi atlet. Ada
- olahraga yang untuk ee olahraga hanya
- untuk kesegaran atau ada olahraga untuk
- prestasi. Jadi tahu tuh ayah, oh anak
- saya kayaknya ini dia memiliki ee minat
- di olahraga ini. Kayaknya aku harus
- memfasilitasi dia menjadi olahraga
- prestasi. Akhirnya anaknya itu akan
- menjadi atlet-atlet yang terkenal. Dari
- mana atlet terkenal, Bung Fari? Itu
- bukan dari desa, tapi itu dari rumah
- awalnya. rumah.
- Ah, dari rumah si ayah sudah membaca
- undang-undang tentang keelolahragaan
- ini. Lalu kepada siapa dia harus
- berkonsultasi, harus berdiskusi.
- Ternyata setiap organisasi ee setiap ee
- cabang olahraga itu ada organisasi. Ah,
- organisasi-organisasi itu ternyata
- bergabung di satu induk organisasi
- tertinggi yaitu KONI,
- KONI Pusat.
- Ada lagi yang internasionalnya. Oh,
- ternyata kalau anak kita menjadi orang
- yang berprestasi di bidang olahraga, dia
- harus tergabung di ee salah satu induk
- organisasi. Nanti di sana dia akan
- terakses fasilitas-fasilitas,
- dukungan-dukungan. Bukan hanya keluar
- dari kantong si ayah atau kantongnya si
- ibu atau keluarga, tetapi dari
- organisasi. Tapi itu semua akan terjadi
- kalau ada fasilitasi yang dibangun.
- terlebih dahulu oleh setiap ayah dan
- bunda. Coba bayang Bung Fari,
- kalau setiap ayah sudah memahami tentang
- undang-undang ini, dia sudah memiliki
- perencanaan. Oh,
- aku itu ternyata bukan hanya melahirkan
- anak saja begitu saja, tetapi harus
- memfasilitasi dia. Lalu, bagaimana cara
- memfasilitasi? Otomatis kita harus cari
- dulu dasar hukumnya yaitu Undang-Undang
- Olahraga.
- Ada berapa undang-undang yang kita sebut
- ni? Ah, sekarang yang terakhir Bung Fari
- yang ada di kelompok
- ee perlindungan khusus ini anak-anak
- yang harus terlindungi secara khusus.
- Pertama adalah Undang-Undang Nomor 24
- Tahun 2007 tentang
- penanggulangan bencana. Apa itu kok?
- Kenapa undang-undang ini perlu dibaca
- oleh ayah dan oleh bunda? Karena
- penyiapan kesiapan anak menghadapi
- bencana, baik itu bencana yang dahsyat
- atau bencana yang ee kecil itu dari
- rumah.
- Hm.
- Bukan seperti sekarang
- ada tanah bergerak. Semua-semua kita
- harus mengeluh ke pemerintah. Harusnya
- kita siapkan nih. Kita sudah bisa
- memitigasi
- ee bencana melalui undang-undang ini. Di
- undang-undang ini ada salah satu pasal
- yang menekankan Bung Fari bahwa anak itu
- adalah salah satu kelompok yang rentan.
- Bagaimana dia agar tidak menjadi
- individu yang rentan pada saat terjadi
- bencana? Kalau bukan si ayah dan si ibu
- menguasai undang-undang ini. Kalau si
- ayah dan ibu sudah menguasai
- undang-undang ini, pertama dia harus
- memiliki kemampuan
- membuat rencana mitigasi.
- Wah, saya ini tinggal di RT ini. Di RT
- ini kalau terjadi banjir kita akan ke
- mana?
- Iya.
- Ah, jadi si ayah, si ibu itu harus sudah
- mulai mempersiapkan diri. Coba kebayang
- oleh Bung Fari, kalau setiap keluarga
- itu sudah memikirkan tentang kesiapan
- menghadapi bencana itu kalau sudah
- berkumpul menjadi satu komunitas,
- komunitas siap bencana,
- daya tahan menghadapi bencana apapun itu
- dia akan tangguh.
- Iya.
- Tapi ini semua apa-apa harus BNP. Apa
- BNPB?
- BNPB kan jaraknya jauh sekali.
- Sekarang juga kita bisa manfaatkan
- dengan undang-undang ini
- agar orang itu tidak khawatir. BNPB
- sudah membuat satu aplikasi atau BMKG
- juga sudah me menyiapkan aplikasi. Ada
- angin kencang, ada gempa bumi, ada
- longsor. Itu di aplikasi sudah ada.
- Tapi aplikasi itu tidak akan berguna
- kalau si ayah tidak memilikinya. Untuk
- itu, coba
- sekarang pastikan setiap handphone
- gadget kita itu ada ee
- aplikasi
- B aplikasi dari BMKG. Dengan aplikasi
- itu lalu kita tambahkan kita memiliki
- undang-undang ini, kita baca menjadi
- bahan diskusi bersama anak-anak. Nak,
- kalau banjir bagaimana kamu sikapnya?
- Nah, itu kan jadi bahan diskusi.
- Ah, kalau saat sekarang setiap orang
- yang mengalami kedaruratan itu
- seakan-akan mereka itu sendiri. Padahal
- mereka juga punya Allah.
- Tapi itu semua tidak akan terbentuk
- kalau mereka tidak membaca undang-undang
- ini. Untuk itu, ayahanda dan bunda baca
- Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
- tentang kebencanaan.
- Kebencanaan. penanggulangan bencana itu
- yang pertama. Yang kedua,
- bagaimana memastikan anak-anak kita
- terhindar dari pornografi.
- Ah, kita baca Undang-Undang Nomor 43
- tentang pornografi.
- Ah, tapi sebelumnya ada satu
- Undang-Undang yang saya tidak sampaikan
- di pendidikan dan ee pemanfaatan waktu
- lain itu Undang-Undang Perpustakaan.
- Ada undang-undang perpustakaan. Ah,
- sekarang di perlindungan khusus ini
- adalah undang-undang pornografi.
- Sekarang ah kita beruntung punya Kominfo
- ada gambar pornografi sedikit saja itu
- langsung diblokir. Nah, sekarang coba
- kita cek apakah handphone kita masih
- mudah terakses ke gambar pornografi.
- Kita tes
- H
- mengetikkan kata-kata yang porno. Kalau
- masih keluar itu berarti handphone kita
- tidak aman.
- H perlu diblokir.
- Perlu kita blokir. Tetapi sekarang
- Kementerian ee Kominfo itu sudah
- membersihkan dia agak sedikit
- lebih tinggi dari Thailand. Karena saya
- juga mau ngecek di sana itu masih ada
- yang lolos. Tapi di Indonesia kita cari
- itu tidak bisa. Ah ini beruntung kita.
- Undang-undang pornografi perlu dibaca
- itu.
- Heeh. Pahami oleh ayah ibu apa itu
- pornografi.
- Ini menjadi penting. Anak-anak itu tidak
- perlu dia menonton gambar-gambar
- pornografi. Tapi kok setiap malam
- anaknya itu tidak mau tidur menunggu
- dulu kegiatan ayah dan ibu.
- He.
- Karena anaknya
- masih sekamar dengan
- orang tuanya.
- Orang tuanya. Harusnya kan setelah dia
- usia 2 tahun itu harus segera dia
- diungsikan ke kamar si anak. Nah, untuk
- itu ibu bapak yang ngontrak
- sekarang berupaya untuk mencari rumah
- yang lebih luas lagi supaya anak itu
- sudah memiliki kamarnya sendiri. Tapi
- pada saat kamar sendiri jangan gabungkan
- anak laki dan anak perempuan.
- Dipisah juga harus
- bisa bermasalah juga. dipisah lagi anak
- laki dengan anak laki disatukan
- bermasalah juga harus dipisah. Untuk itu
- baca undang-undang tentang pornografi
- sehingga kita akan menjadi ayah ibu yang
- bertanggung jawab terhadap anak-anak
- kita agar mereka tidak terakses dengan
- suara
- atau kegiatan, gambar atau desahan yang
- berisi pornografi itu bisa dijerat. Ah,
- untuk itu, Ibu Bapak menjadi penting
- kita membaca undang-undang ini sehingga
- rumah kita menjadi rumah yang bebas
- pornografi. Ni [berdehem]
- undang-undang ketiga terkait dengan
- narkoba. Undang-undang nomor 35
- tahun 2009 itu berdekatan dengan
- Undang-Undang Kesehatan.
- He.
- Narkoba. Baca tuh pelan-pelan apa saja
- itu jenis-jenis narkoba. Lalu kemudian
- sekali-sekali datang dong ke kantor BNN
- datang bersama anak tur
- Pak ee BNN bisakah kami dijelaskan
- tentang jenis-jenis narkoba itu seperti
- apa supaya anak kami itu paham? Ah,
- jelaskan tuh.
- Kalau sekarang kan mereka
- atau dari media sosial,
- dari media sosial lalu mereka tidak ada
- ee
- bimbingan gitu.
- Bimbingan ah dengan orang tuanya aktif
- datang lalu punya Pak BNN sesuai dengan
- undang-undang ini.
- Ini sebetulnya sangat dilarang. Tapi
- kenapa kami bisa ketemukan? Ah, kami
- bisa berdiskusi dengan orang BNN. ABNN
- itu adalah orang-orang yang sudah
- dipersiapkan untuk menjelaskan tentang
- itu.
- Itu yang terkait dengan narkoba. Ada
- undang-undang psikotropika
- bahas lagi bersama ee orang-orang yang
- menangani dan cukup di situ
- undang-undang lagi Bung Fari.
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
- tentang ketenagakerjaan.
- Dapatkah kita mempekerjakan anak kita?
- Ah, di situ ada
- aturannya.
- Aturannya
- batas usaha
- baca lagi.
- Boleh enggak anak kita itu kita
- suruh-suruh? Baca. Anak itu boleh
- bekerja tapi tidak boleh lebih dari 3
- jam. Lalu tidak boleh mengganggu
- sekolahnya, tidak boleh mengganggu waktu
- dia bermain,
- keterampilan dia, lalu tidak mengganggu
- kesehatan moral dan mental dia
- menjadi penting.
- Lalu yang lain, Undang-Undang Nomor 21
- Tahun 2007 tentang penanggulangan ee
- tentang ee pemberantasan tindak pidana
- perdagangan orang. Wah, undang-undang
- ini detail juga. Bagaimana kita harus
- memastikan anak-anak itu terhindar dari
- ee perdagangan orang? Baca itu
- undang-undang ayah, Ayah, dan Bunda.
- Searching di internet. Lalu
- undang-undang yang terakhir ini perlu
- kita kuasai dan ini menjadi sangat
- penting untuk siapapun
- yang memiliki anak, terutama anak-anak
- yang sedang berkasus di kepolisian.
- Undang-undang apa itu, Bung Fari?
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012
- tentang sistem peradilan pidana anak.
- Dengan setiap orang tua memiliki
- undang-undang ini, dia akan menyadari,
- "Oh, ada anak yang menjadi pelaku atau
- ada anak yang menjadi korban itu karena
- kelalaian atau pengabaian dari orang
- dewasa." Untuk itu kalau ada anak yang
- melampaui nilai-nilai yang berlaku di
- masyarakat, segera mereka dirangkul lalu
- aibnya ditutup. Jangan sampai
- terinformasi ke publik. Karena bagi
- mereka yang membocorkan informasi itu ke
- publik melalui media hukumannya 5 tahun
- denda 500 juta dalam rangka untuk
- menjaga aib anak itu tetap tertutup.
- Dengan ditutupi aib anak, insyaallah aib
- orang dewasa akan tertutup. Demikian
- Bung Fahri. Semoga
- list-list dari undang-undang yang kita
- sampaikan ini menjadi satu kekayaan bagi
- setiap ayah, setiap bunda,
- lalu setiap paman, bibi, kakek, nenek,
- lalu Pak RT, Pak RW,
- lalu yang paling penting juga ini para
- tokoh budayawan yang harus memastikan
- keseimbangan
- ee berkembangnya nilai-nilai sosial yang
- ada di masyarakat. Demikian semoga apa
- yang kita sampaikan hari ini bermanfaat
- dan kita bermohon kepada Allah agar kita
- diberikan cahaya
- yang sudah lembut akan lebih menjadi
- lembut. Demikian Bung Fari.
- Baik, terima kasih Bapak Hamid Fati atas
- pencerahannya di hari ini. Tadi banyak
- sekali list-lis undang-undang yang
- disampaikan ya. Jadi buat ee Bapak, Ibu,
- buat semua warga yang terlibat agar bisa
- mempelajari semua yang tadi ee Pak Hamid
- sebutkan ya. Ternyata banyak sekali
- undang-undang sampai olahraga juga ada
- tentang ee perbukuan, pendidikan,
- keimigrasian, dan lain-lain.
- Itu perlu kita pelajari Pak Hamid ya.
- Ee bukan perlu,
- wajib
- penting.
- Wajib supaya
- pada saat kita mendampingi anak-anak
- kita, kita
- memiliki pengetahuan. ya. Tinggal yang
- perlu kita tambahkan nanti
- keterampilan untuk mendeliveri informasi
- ini. Lalu kemudian sikap kita.
- Cara menyampaikan sikap kita.
- Iya. Kalau metode yang diperkenalkan
- oleh Rasulullah sebagai pendidik adalah
- yang paling utama itu belajar dan
- mengajar. Bagaimana ini mengutamakan
- proses itu.
- Baik, Subhanallah. Terima kasih pam atas
- ee waktunya di hari ini dan terima kasih
- untuk Anda yang sudah menyimak acara
- perlindungan anak bersama Bapak Hamid
- FTI 5 dengan tema tinjauan atas
- pelaksanaan perundangan tentang
- perlindungan anak yang sudah bergabung
- terima kasih banyak saya Fahri temani
- Neza dan juga Anis pamit
- subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- anta astagfiruka wauubu ilaik
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuhik