Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 [musik] 0:27 Brazil 0:38 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:40 warahmatullahi wabarakatuh. 0:42 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:45 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 0:48 Selamat pagi ikhwan dan akhwat pecinta 0:50 radio dan TV silaturahim di mana saja 0:52 Anda berada. Selamat berjumpa kembali di 0:55 acara perlindungan anak. Insyaallah hari 0:57 ini saya Nurfitri Tahir, ada Neja, Anis, 1:01 dan Nawal juga esar dari kampus BSI akan 1:04 menemani Ikhwan dan Akhwat sampai dengan 1:06 pukul 10.30 nanti. Ikhwan dan akhwat, di 1:10 acara perlindungan anak kali ini kita 1:12 insyaallah akan membahas mengenai 1:14 pengabaian terhadap hak anak atas 1:17 pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan 1:20 kegiatan budaya bersama narasumber kita 1:23 Pak Hamid Pati 5. Asalamualaikum Pak 1:25 Hamid. Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda 1:28 hari ini? 1:28 Baik, alhamdulillah. Semoga Pak Hamid 1:30 juga sehat-sehat selalu ya. 1:31 Alhamdulillah. 1:32 Katanya habis jalan-jalan Pak Hamid. 1:33 Baru jalan-jalan keliling untuk 1:37 menelusuri program-program IOM terkait 1:41 pemberantasan tindak pidana perdagangan 1:43 orang di Kabupaten Sambas dan Sanggau, 1:47 Kalimantan Barat. 1:48 Berat nih 1:49 1 minggu di sana. Baik, insyaallah kita 1:52 akan membahas ee lebih penuh lagi 1:54 mengenai pengabaian terhadap hak anak 1:56 atas pendidikan, pemanfaatan waktu 1:58 luang, dan juga kegiatan budaya, Pak 2:00 Hamid ya. Ee kami mengundang Ikhwan dan 2:03 Akhwat untuk mengirimkan pertanyaan 2:05 dalam bentuk WhatsApp ke nomor 2:07 0811999720 2:12 atau telepon kami di studio di nomor 2:14 0218451512. 2:18 Silakan, Pak Hamid. Terima kasih Bunda. 2:21 Bismillahirrahmanirrahim. 2:23 Asalamualaikum warahmatullahi 2:24 wabarakatuh pemirsa Rasil TV di mana 2:29 saja berada. Mendengar Radio Rasil di 2:32 mana saja berada, terutama yang ada di 2:35 Pulau Batam, 2:38 Kota Palembang, Kota Puntianak, Kota 2:41 Sukabumi, di Jabotabek, 2:46 Semarang, Magelang, Yogyakarta, 2:50 Bondowoso, dan Banyuwangi. Insyaallah 2:53 hari ini kita akan membahas satu hal 2:56 yang sangat penting. Alhamdulillah 2:59 ee Bunda, pembicaraan terkait dengan 3:03 pengabaian hak anak atas pendidikan, 3:07 pemanfaatan waktu luang dan kegiatan 3:10 budaya ini menjadi hal yang perlu 3:13 mendapat catatan terutama dari ayahanda 3:17 dan bunda sebagai pendidik pertama dan 3:20 utama. 3:22 Lalu kemudian keluarga besar, kakek, 3:25 nenek, paman, bibi, kemudian masyarakat, 3:29 dan para tokoh budaya. Kenapa hal ini 3:33 menjadi catatan penting? Karena 3:37 dengan kita diberi 3:39 ee cobaan oleh Allah melalui Covid-19 3:43 baru terasa bahwa ternyata ee 3:46 sebelum-sebelumnya itu kita banyak 3:49 mengabaikan peran-peran kita sebagai 3:51 pendidik pertama dan utama. Sehingga 3:55 dengan adanya program belajar dari rumah 3:59 atau PJJ yang saat ini Bunda sudah ada 4:03 beberapa anak yang harus mengakhiri 4:05 hidupnya dengan ee bunuh diri karena 4:09 mendapat tekanan yang bertubi-tubi, 4:12 terutama mendapat PR yang kemudian PR 4:16 itu tidak bisa terselesaikan karena 4:19 masalah teknologi, 4:21 karena ee jaringan dengan internet yang 4:25 tidak memungkinkan anak bekerja secara 4:29 efektif. Lalu kemudian teknologi yang 4:32 ada di rumah juga tidak mendukung dan 4:34 kemudian orang tua yang juga menghadapi 4:38 banyak persoalan. Kalau sebelum-sebelum 4:43 orang tua sebagai pendidik pertama yang 4:46 sudah terlatih untuk menghadapi situasi 4:50 anak, insyaallah itu bisa terselesaikan. 4:54 Untuk itu banyak ayahanda dan bunda yang 4:57 berhasil dan lolos mendampingi 5:00 anak-anaknya dan anak-anaknya 5:04 dengan senang hati dan mereka masih 5:07 tetap dapat melakukan kegiatan belajar 5:10 selama ini. Itu berarti mereka memiliki 5:13 orang tua-orang tua yang hebat. Tapi 5:15 yang bagaimana dengan orang tua-orang 5:18 tua yang banyak mengeluh, yang banyak 5:21 berkelut kesah, lalu banyak juga tidak 5:24 mendapat dukungan dari ee kakek, nenek, 5:28 paman, bibi, dan juga masyarakat. Nah, 5:33 ini yang ke depan menjadi hal penting 5:37 dengan kita diberi 5:39 ee satu ujian yang maha dahsyat dari 5:43 Allah. Lalu kita bisa melewati ini. Ini 5:47 yang kemudian akan menjadi satu 5:48 kekuatan. Jadi daya tahan atau 5:52 resiliensi dari setiap anak dan kemudian 5:56 mereka insyaallah menjadi orang dewasa 6:00 yang diamanahi 6:03 oleh Allah menempati 6:06 posisi-posisi yang ee baik baik sebagai 6:10 eksekutif 6:12 lalu legislatif mereka akan 6:15 memperhatikan apa yang mereka alami 6:17 selama ini yang kemudian Kemudian mereka 6:19 akan menyusun kebijakan kebijakan yang 6:23 sangat pro pada anak. Dan yang paling 6:27 penting adalah ee mereka akan memiliki 6:30 program-program yang sangat ee 6:33 memperhatikan anak dan menyesuaikan diri 6:35 anak pada masa-masa yang akan datang. 6:38 Ah, untuk mempersiapkan itu, itu butuh 6:40 kesiapan hari ini. Untuk itu, kenapa 6:43 topik ini dipilih Bunda? Karena pertama 6:48 di pasal 28 konvensi hak anak yang telah 6:51 diratifikasi oleh Indonesia pada tanggal 6:56 25 Agustus tahun 1990 7:01 yang kemudian dikuatkan dalam keputusan 7:04 Presiden Nomor 36 tahun 1990. 7:08 Harapannya 7:11 kebijakan-kebijakan dan program-program 7:14 terkait dengan hak anak atas pendidikan 7:17 itu harus diharmonisasikan. 7:19 Ah, untuk mengharmonisasikan itu kan 7:21 butuh sosialisasi. Hari ini kita coba 7:24 ambil bagian Bunda adalah jangan sampai 7:28 anak-anak kita mengalami pengabaian 7:31 terhadap hak anak atas akses kepada 7:34 pendidikan. Siapa saja yang mereka yang 7:38 selama ini terabaikan? Bunda ambil 7:41 contoh adalah anak-anak yang berada di 7:44 lingkungan yang mereka itu tidak punya 7:50 kesempatan untuk mengakses pendidikan 7:52 yang maksimal. Waktu sebelum pandemi 7:56 saja mereka menghadapi masalah, apalagi 8:00 dengan saat sekarang. Coba kalau ee 8:04 pemerintah sejak dari awal itu sudah 8:07 memiliki ee konsep mitigasi menghadapi 8:12 masa-masa darurat, 8:14 tidak akan ada tekanan yang bertubi-tubi 8:17 yang dialami oleh anak-anak ini. Yang 8:19 kemudian kita sekarang mengenal ada 8:22 paket internet. 8:26 paket internet itu akan menjadi tidak 8:29 optimal kalau tidak didukung oleh 8:32 jaringan internet yang di mana banyak 8:34 perusahaan-perusahaan yang menyediakan 8:37 ee 8:38 program ini. Ini yang kemudian tidak 8:41 didukung oleh perangkat keras lalu 8:44 perangkat lunak yang memudahkan 8:47 anak-anak ini. mungkin ee di rumah kita 8:52 anak-anak kita tidak mendapat masalah. 8:55 Tapi coba Bunda di hanya di luar ee 9:00 jaringan internet itu mereka harus naik 9:03 bukit atau naik tempat-tempat pohon yang 9:07 lalu mereka harus berbaris di beberapa 9:10 tempat karena di sana ee dianggap ada 9:13 sinyal yang mau lewat. Itu yang kemudian 9:16 mereka bisa tangkap. Kalau ee kesiapan 9:20 itu sudah dipikirkan pada awal-awal, itu 9:24 tidak akan 9:26 terjadi. Dan itu yang kemudian ini yang 9:30 menjadi tantangan bagi beberapa 9:33 kabupaten, kota dan provinsi yang sedang 9:37 akan memilih para pemimpinnya. Untuk 9:41 itu, ayahanda dan bunda, pilihlah ee 9:45 calon-calon pemimpin kita yang memiliki 9:47 konsep yang ke depan yang pro pada anak. 9:51 Salah satunya terkait dengan hak anak 9:54 atas akses pendidikan terutama anak-anak 9:57 yang kurang beruntung. Anak-anak yang 10:00 kurang beruntung lain itu, Bunda, adalah 10:02 anak-anak yang ada di lembaga 10:05 pemasyarakatan 10:06 atau lemb lembaga pembinaan khusus anak. 10:10 Mereka itu sejak dari awal proses ee 10:16 ditangani oleh kepolisian, ada beberapa 10:19 anak kemarin yang diproses itu harus 10:22 mereka diberi akses ke pendidikan dengan 10:26 catatan mengundang guru atau ee tim dari 10:31 Dinas Pendidikan untuk 10:35 melakukan layanan di kantor polisi agar 10:38 anak-anak itu jangan sampai dia sudah 10:41 menjadi korban pengabaian sampai dia 10:43 ikut-ikutan dan melakukan ee hal yang 10:46 tidak diinginkan oleh masyarakat atau 10:48 oleh negara. Sekarang dia kehilangan 10:51 kesempatan untuk bersekolah. Nah, ini 10:54 kelompok yang kedua ini yang menjadi 10:55 penting juga. Jadi, 10:58 berapa banyak mereka kita tidak lihat ee 11:02 harus 10, 20, 30. ada satu anak pun di 11:06 kantor polisi atau ada anak yang sedang 11:09 diproses di tingkat kejaksaan atau di 11:12 pengadilan atau sampai mereka ee 11:15 menempati lembaga pembinaan khusus anak 11:18 itu mereka memiliki hak. Untuk itu, 11:21 ayahanda dan bunda yang memiliki 11:23 anak-anak yang ee dalam proses ini, 11:29 tolong beri akses mereka berbagai buku 11:32 bacaan atau akses-akses untuk 11:36 pembelajaran. Dan bagi sekolah yang 11:39 mengetahui ada anak-anaknya yang ee 11:43 diproses oleh kepolisian, itu kewajiban 11:46 kepala sekolahlah yang harus memberi 11:48 akses kepada anak-anak. Karena mereka 11:51 yang 11:54 diproses itu kan adalah kebebasan dia 11:57 untuk 11:59 melakukan kegiatan di luar, tetapi akses 12:02 terhadap pendidikan itu menjadi utama, 12:04 Bunda, untuk 12:05 pada saat ini apakah anak-anak itu sudah 12:07 difasilitasi? 12:08 Ah, itu yang kemudian belum optimal. 12:11 Hari ini kita coba ee semoga Allah 12:16 memancarkan cahaya ini sampai ke mereka 12:20 yang sedang mendampingi anak-anak yang 12:24 awalnya melaku telah ee mengalami 12:27 pengabaian. Ah, sekarang ini mereka 12:29 harus mendapatkan akses pendidikan. ini 12:32 menjadi penting. Yang kedua, yang ketiga 12:36 adalah Bunda adalah anak-anak yang 12:40 terlanjur 12:41 dia dia dieksploitasi 12:44 oleh orang tua atau orang yang ada di 12:47 sekitar dia. Akhirnya dia harus bekerja. 12:50 Ah, jangan sampai anak ini sudah tidak 12:53 terakses ke sekolah karena harus mencari 12:56 uang. ada di beberapa tempat tuh, Bunda. 12:59 Pada beberapa 13:01 ee kesempatan ayahnya sedang panen, 13:05 mereka itu tidak sekolah. Ah, akhirnya 13:08 ee diajak 13:10 sekarang memang masa pandemi. Ah, ini 13:13 adalah ruang yang luas bagi banyak orang 13:17 tua yang akan melakukan eksploitasi pada 13:20 anaknya. 13:22 mereka pasti akan punya alasan kan toh 13:25 sekarang tidak bersekolah di ee offline 13:28 tetapi sekarang online itu bisa 13:30 dilakukan di mana saja 13:32 pokoknya fleksibel juga 13:33 fleksibel tetapi ingat 13:36 anak-anak ini juga mereka harus ee 13:39 mendapatkan ee akses kepada ee 13:42 pendidikan yang secara optimal itu 13:44 adalah pekerja di perkebunan 13:47 ada anak yang kemarin ee oleh pemda ada 13:52 ee Kota Tegal atau Kabupaten Tegal itu 13:56 mengidentifikasi ada anak-anak yang ada 13:58 di pantai itu yang kemudian mereka di ee 14:03 dampingi agar bersekolah. Jangan sampai 14:06 mereka tereksploitasi. Untuk itu, 14:08 Kementerian ee Kelautan dan Perikanan 14:12 harus juga ee tidak boleh tutup mata 14:17 karena ada beberapa nelayan anak itu 14:20 adalah anak yang itu kemudian harus 14:22 mereka terakses ke pendidikan. Ketika 14:24 kita berbicara tentang eksploitasi anak 14:27 ini, apakah eksploitasi itu hanya dalam 14:29 bentuk misalnya anak-anak dipekerjakan 14:31 atau ee mungkin enggak misalnya ee saya 14:34 dengar banyak orang tua yang meminta 14:36 agar sekolah memberikan banyak sekali PR 14:38 untuk anak-anak mereka. Jadi misalnya 14:41 anak-anak mereka ee tidak banyak bermain 14:44 di di masa pandemi ini dan akhirnya 14:46 sekolah itu ee memfasilitasi keinginan 14:48 orang tua mereka sampai kadang-kadang 14:51 jadwal sekolah itu sampai malam gitu, 14:53 Pak. Ah, itu yang salah satu itu masuk 14:56 ke pengabaian. 14:57 Baik. 14:58 Sebetulnya tinggal agak sedikit tipis e 15:01 dengan eksploitasi karena yang dibangun 15:04 itu adalah mindsetnya orang dewasa, 15:07 bukan apa yang sedang dihadapi oleh 15:11 anak-anak. anak-anak mereka hanya 15:15 gara-gara internet putus juga mereka 15:18 langsung ee mencari jalan keluar itu 15:22 menghadapi masalah kalau apalagi dapat 15:24 PR yang banyak. Yang kemarin yang bunuh 15:27 diri itu gara-gara sampai 11 PR yang ini 15:31 yang disampaikan oleh teman-teman 15:32 kepolisian ee yang tidak terselesaikan 15:36 dan dia mendapat ee tekanan dari orang 15:39 tuanya. Jadi mana yang harus aku dengar 15:41 nih? Guru memberi PR yang banyak, lalu 15:45 orang tua yang tidak memfasilitasi tapi 15:49 banyak menuntut. Nah, ini ruang-ruang 15:51 seperti ini yang perlu juga harus kita 15:53 perhatikan, Bunda. 15:54 Padahal mungkin tanpa tekanan dari orang 15:57 tua dan sekolah pun sebenarnya anak-anak 15:59 itu mengalami stres yang berat juga 16:00 dengan adanya pandemi ini kan, Pak? 16:02 Iya. Nah, itu yang kemudian ee kita 16:04 identifikasi orang-orang ini. Lalu 16:07 kenapa itu bisa terjadi pengabaian? Nah, 16:11 ini yang kemudian menjadi catatan 16:13 penting yang perlu kita bangun pemahaman 16:17 bersama-sama. Pertama adalah anak sangat 16:21 senang, ada aturan. Itu perlu dicatat 16:24 oleh kita semua bahwa anak itu sangat 16:28 senang ada aturan. Tetapi aturan itu 16:33 yang mereka inginkan adalah bagaimana 16:36 disusun secara bersama-sama. Ah, coba 16:39 sekarang pernahkah Bunda mendengarkan 16:43 ada proses 16:45 antara kepala sekolah dan murid itu 16:50 melakukan Zoom bersama untuk menyusun 16:53 kesepakatan-kesepakatan 16:54 apa ini yang harus ee dibuat? Itu baru 16:57 kepala sekolah. belum kita mau 17:00 mengidentifikasi 17:02 ke mana kepala dinas pendidikan saat 17:04 sekarang apakah mereka itu sudah tidak 17:09 bersama ee Kanwil agama itu melakukan 17:13 zoom bersama dengan perwakilan ee 17:16 siswa-siswa dari wilayah dia 17:18 masing-masing. Lalu kemudian kita lihat 17:21 apakah ada Menteri Pendidikan dan 17:24 Kebudayaan. 17:26 kita tidak mau menunjuk ee Dirjennya 17:29 karena menterinya yang langsung harus 17:32 melakukan Zoom bersama anak untuk 17:35 mendengarkan apa yang 17:37 ee mereka inginkan. Nah, ini 17:40 kalau Kementerian Pendidikan dan 17:42 Kementerian Pemberian Perempuan dan 17:44 Pelindung Anak itu sudah punya fasilitas 17:46 forum anak. Forum anak itu Bunda sudah 17:49 dibentuk baik itu di tingkat nasional, 17:53 di tingkat provinsi, kabupaten, kota, 17:56 kecamatan sampai desa. Pertanyaannya 17:59 adalah apakah wadah-wadah ini sudah 18:04 digunakan tidak oleh kepala-kepala dinas 18:07 untuk menyusun 18:09 kebijakan? Pertama, kebijakan. Kita 18:11 tanyakan, "Nak, kalian itu seperti apa 18:16 posisi jaringan internet?" Ah, kalau 18:19 Bunda saya tanya, "Bagaimana coba tolong 18:21 ceritakan kepada saya apakah jaringan 18:25 internet di tempatmu dan teman-temanmu 18:30 itu seperti apa?" 18:31 yang kemudian kalau bisa ada perwakilan 18:35 dari ee 18:38 penyedia jasa jaringan itu bersama 18:41 Menteri Kominfo yang diberi amanah oleh 18:44 negara untuk memfasilitasi kekuatan 18:47 jaringan itu di mana saja. Lalu begitu 18:50 juga TVRI atau RRI juga hadir untuk 18:54 mendengarkan apa yang akan diceritakan 18:57 oleh anak-anak ini. Kalau anak-anak akan 18:59 bercerita, kemungkinan dia akan 19:02 menyampaikan seperti yang kita 19:04 identifikasi tadi, ada anak-anak harus 19:07 mencari jaringan internet atau mencari 19:11 itu yang pertama. Yang kedua, apakah 19:14 selama ini 19:16 materi-materi pembelajaran yang on 19:20 offline dan online itu seperti apa 19:22 kalian ee menghadapinya? Kalau offline 19:26 kami masih bisa buat ee PR mencari ke 19:30 lapangan lalu ee identifikasi 19:33 sama teman 19:34 sama teman karena tidak ada ee COVID 19:37 yaing 19:38 lalu kalau dengan online seperti apa? 19:41 kami, Pak, bisa mengakses ke 19:45 Perpustakaan Nasional. Sekarang 19:46 Perpustakaan Nasional sudah, tetapi yang 19:48 jadi kendala kembali lagi kalau 19:52 bandwid-nya tidak kuat, akhirnya ee 19:55 jaringan juga tidak optimal. Kalau ini 19:58 semua dilakukan, Bunda, apa yang sudah 20:01 disusun oleh orang dewasa yang selama 20:04 ini merasa dewasa yang mungkin mereka 20:08 dapat dari mana informasi itu sehingga 20:10 mereka menyusunkan program yang kemudian 20:13 banyak berdampak pada anak yang tidak 20:16 enjoy. 20:18 Itu menjadi catatan. Jadi 20:21 setiap orang dewasa yang diberi 20:23 kebijakan ini 20:25 bertanya kepada anak-anak itu, 20:27 insyaallah mereka akan terbantu. Ini 20:31 yang kemudian yang paling penting adalah 20:34 yang terakhir, Bunda. Setelah 20:38 proses diskusi itu sudah dilaksanakan 20:41 kan harus ada kesepakatan. kesepakatan 20:45 kesepakatan itu bukan ee tergantung dari 20:48 apa yang menjadi usulan anak, tetapi 20:51 usulan anak itu dipertimbangkan 20:55 itu menjadi utama. Saya jadi ingat ee 20:58 dengan perkataan seorang ibu yang 21:00 mengatakan ee kalau rapat tentang waris 21:05 itu ada anak bayi pun yang belum 21:07 mengerti apa-apa harus dihadirkan 21:09 walaupun dia belum bisa mengerti, belum 21:12 bisa mendengar, belum bisa berbicara. 21:13 Itu mungkin 21:14 betapa Islam perhatikan kehadiran 21:16 siapapun dalamat kesepakatan ya. 21:18 Iya. Coba kebayang oleh Bunda, anak dari 21:22 yang mengalami kesulitan internet sampai 21:25 yang punya fasilitas internet itu 21:28 dihadirkan itu akhirnya akan muncul. Oh, 21:32 kalau begitu aku dong mau bantu temanku 21:35 di sana. sekarang ini tidak 21:37 terfasilitasi dan semua itu pemikiran 21:40 orang dewasa yang kemudian 21:43 idealis, konseptual, 21:45 dan itu mungkin ada masukan-masukan dari 21:50 anak yang juga kita tidak tahu. Iya. 21:52 Sekarang, Bunda, kita apapun yang kita 21:55 lakukan sekarang sudah ada zoom. Yang 21:58 dibesarkan adalah bagaimana membesarkan 22:01 orang tua yang akan mendampingi anak. 22:04 Yang menjalankan persoalan itu adalah 22:06 anak itu sendiri. Kalau orang tua juga 22:08 tidak pernah bertanya, ini kan menjadi 22:11 tantangan. Ini kenapa Bunda kita 22:14 masukkan ini dalam pengabaian? tadi 22:16 penekanan saya adalah yang paling 22:19 penting adalah penegakan terhadap 22:21 kesepakatan. Nah, sekarang Bunda sudah 22:25 mendengarkah dengan ada program yang 22:28 diluncurkan oleh kementerian terkait 22:30 dengan ee 22:32 paket-paket internet. Apakah sudah 22:35 sampai ke semua anak-anak di negeri ini? 22:39 Apakah sudah sampai ke semua guru-guru? 22:42 Apakah itu sudah ter ee fungsikan dan 22:46 dioptimalkan? 22:47 Oke, ada 22:49 ee paket pulsa, tapi kalau gadgetnya 22:53 tidak men-support 22:55 sama saja, nah itu juga harus mendapat 22:58 ee perhatian dan kalau bisa 23:01 program-program itu perlu segera 23:03 dievaluasi. Cara mengevaluasinya jangan 23:06 tanya sama orang dewasa, 23:09 tanya langsung kepada anak-anak. 23:13 Kita masih punya waktu, Bunda, November 23:16 dan awal Desember. Karena sudah akhir 23:20 Desember mereka sudah ee selesai 23:24 semesteran pertama. Ah, ini menjadi 23:26 catatan. Tetapi 23:28 bagaimana ini 23:30 untuk Januari awal? Apakah kita sudah 23:34 mempersiapkan ee jalan keluar lanjutan 23:37 sebelum ada ee vaksin? 23:42 beberapa orang menyampaikan masih 23:44 pertengahan 2021 atau akhir 2021. Ini 23:49 berarti program-program yang selama ini 23:53 yang sudah dikembangkan oleh Kementerian 23:55 Pendidikan dan Kebudayaan arti perlu 24:00 kita mulai siapkan 24:02 melakukan Zoom bersama anak-anak 24:05 menanyakan. Nak, tolong ceritakan kepada 24:08 Bapak ini yang mau ingin tahu tentang 24:12 apa yang sudah kalian lakukan selama 6 24:14 bulan. 24:15 Kendala, tantangan. 24:17 Iya. Lalu usulan 24:19 apa yang kalian ingin sampaikan kepada 24:22 Bapak? Nah, ini terutama calon-calon 24:25 gubernur nih yang mau akan dipilih. Ini 24:29 harus dilakukan Bunda. Itu yang terkait 24:32 dengan hak anak atas pendidikan. Kita 24:35 belum mendalami lagi tentang tujuan dari 24:39 pendidikan itu sendiri. Bunda, banyak 24:42 juga yang dilakukan pengabaian oleh 24:45 orang dewasa termasuk ayahanda dan bunda 24:48 di rumah selama ini. Apa itu? pertama 24:50 adalah 24:52 kita menuntut 24:54 anak itu 24:57 akan menghargai kita, menghormati kita. 25:01 Ah, pertanyaannya sekarang, 25:04 apa yang sudah kita lakukan kepada anak 25:06 kita agar anak kita itu menjadi saleh 25:09 salehah? 25:12 Apakah kita sudah penuhkan 25:15 tugas kita sebagai pendidik pertama dan 25:18 utama dengan pengetahuan yang 25:21 komprehensif tentang anak? Lalu kemudian 25:24 keterampilan kita untuk berbicara dengan 25:26 anak kita apakah sudah penuh dengan 25:29 kelemahlembutan 25:30 yang diatur sesuai dengan Quran lalu 25:34 perilaku Rasulullah dalam hadis lalu 25:36 kemudian itu dicontohkan dalam 25:40 sirah-sirah nabawiyah dan sirah sahabat. 25:43 Apakah orang tua sudah merekam atau 25:47 melatihkan? Akhirnya kemudian setiap 25:50 orang tua itu memiliki sikap 25:53 yang selalu 25:55 menghormati anaknya dan yang paling 25:59 utama terakhir lagi mendengarkan 26:01 pandangan anak. Nah, apakah ini sudah 26:03 dilakukan? 26:04 Kalau itu belum, inilah 26:08 kesempatan kita untuk coba bagaimana apa 26:12 yang kita doakan kepada Allah 26:15 mendapatkan anak yang saleh-salehah itu, 26:18 itu bukan hanya ucapan saja, tetapi 26:22 harus diikuti dengan pertama harus 26:25 berpengetahuan 26:27 lalu memiliki keterampilan, lalu 26:29 kemudian kita memiliki sikap yang 26:32 benar-benar selalu menjunjung tinggi 26:35 harkat martabat anak sehingga kemudian 26:38 anak itu tidak akan pernah merendahkan 26:42 orang lain termasuk kita karena dia 26:45 selalu ditinggikan harkat dan 26:48 martabatnya oleh kedua orang tua. Itu 26:50 pertama. 26:51 Tidak mendengarkan pendapat anak ini 26:53 dampaknya buruk enggak sih, Pak? 26:55 Sangat. Dan itu yang kemudian akan 26:59 melahirkan anak-anak yang tidak 27:02 ekspresif. 27:04 Karena apa yang dia pelajari, 27:08 apa yang dia alami, apa yang dia rasakan 27:13 sudah dimatikan salurannya. Saluran itu 27:16 kan sudah diberi jatah oleh Allah 27:18 melalui anak itu diberi hak untuk 27:22 bersuara. Bersuara itu bukan hanya 27:25 melalui mulut, Bunda, 27:27 melalui tangan. Itu dalam karya-karya. 27:30 Nah, apakah setiap orang dewasa ini siap 27:34 tidak 27:36 untuk 27:38 mendengarkan 27:39 apa yang dipikirkan, yang dirasakan atau 27:44 yang dialami oleh anak selama ini? Salah 27:46 satunya yang seperti kita bicarakan hari 27:48 ini tentang seperti anak-anak 27:52 dengan seenaknya saja 27:54 pesantren-pesantren membuka ee akses 27:57 untuk offline. Dampaknya kita sudah bisa 28:00 dengarkan sekarang sudah banyak keluhan 28:03 dari orang dewasa karena mereka tidak 28:06 pernah bertanya kepada anak-anak. 28:09 Padahal materi tentang itu sudah kita 28:11 sampaikan awal-awal, Bunda. Dari mereka 28:14 menyusun, lalu mereka apa? 28:17 Mempraktikkan, lalu kemudian apa yang 28:19 mereka ee ingin e upayakan itu. 28:22 Tapi kan mungkin orang tua-orang tua 28:23 juga berabat, "Kami kan berpikir yang 28:25 terbaik untuk kalian." 28:28 itu yang kemudian hanya 28:32 bayangan mereka saja 28:35 yang yang tahu tentang diri seseorang 28:38 itu hanya diri orang itu sendiri. 28:43 Itu yang pertama. Yang kedua sekarang 28:45 adalah pengabaian. 28:48 Bunda, setiap anak itu dituntut untuk 28:52 menghargai orang lain tanpa 28:55 mempertimbangkan latar belakang suku 28:58 bangsa. Nah, sekarang pertanyaannya, 29:01 apa investasi yang sudah dilakukan oleh 29:04 orang tua untuk memperkenalkan 29:06 kelebihan-kelebihan 29:08 temannya 29:10 atas 29:12 dasar misalnya dia dari suku mana ini? 29:15 Apa kelebihan orang ini? 29:18 Kita belajar dari Ibu Tin Soarto dengan 29:21 menyediakan fasilitas taman mini 29:23 Indonesia Indah itu sebetulnya sedang 29:25 beliau meminta kepada orang dewasa 29:29 setelah beliau bahwa inilah 29:31 keunggulan-keunggulan dari setiap suku 29:33 bangsa yang memiliki enam aspek 29:35 kebudayaan yang kemudian kalau setiap 29:40 anak itu mengenal temanku ini orang 29:42 Batak dia memiliki kelebihan apaah teman 29:46 Temanku ini orang Sunda. Temanku ini 29:49 orang Jawa, temanku ini orang Betawi, 29:52 temanku ini orang Madura. Yang tertonjol 29:55 itu adalah kelebihan, keunggulan. 29:59 Kepikir tidak 30:01 seorang anak untuk membully temannya? 30:04 Yang dia ketahui yang ada di kepala dia 30:06 itu hanyalah kelebihan 30:08 informasi yang positif saja. 30:09 Positif. Ah, sekarang itu yang yang 30:13 kebalik justru adalah 30:16 kekurangan-kekurangan orang-orang yang 30:18 ada di sekitar itu yang kemudian 30:20 ditonjolkan dan itu yang kemudian 30:22 menjadi modal untuk kalau dia 30:27 merendahkan aku nanti aku bully dengan 30:30 hal ini. Akhirnya apa? Stereotype 30:32 munculkan. Bunda, 30:34 ini stereotype bukan ciri khas 30:39 dari orang-orang yang bersyahadat. 30:43 Membeda-bedakan. Nabi itu sudah 30:45 menekankan kita ya, bahwa 30:49 orang muslim itu hanya dibedakan atas 30:53 apakah dia bertakwa atau tidak. Itu yang 30:57 di selalu diperkenalkan. 31:01 kamu diberi kebasan untuk mengenal satu 31:03 sama lain. Berarti apa di sana, Bunda? 31:08 Untuk bersilaturahim. Masa kita mau 31:11 bersilaturahim hanya 31:14 menonjolkan yang negatif kan tidak. yang 31:16 positif. Ini Bunda yang menjadi 31:20 tantangan kita hari ini yang kemudian 31:23 saya sebut sebagai pengabaian yang 31:26 dilakukan oleh orang tua kepada 31:29 anak-anaknya. Untuk itu, ayahanda di 31:31 rumah mulai identifikasi siapa teman 31:35 kita. 31:36 Adakah teman kita dari berbagai suku 31:39 bangsa, berbeda agama, berbeda profesi, 31:43 berbeda latar belakang, berbeda 31:45 kekayaan. Kita perkenalkan ini semua 31:48 kepada anak-anak kita, 31:52 terutama terkait dengan 31:54 keunggulan-keunggulan mereka. Sehingga 31:57 akhirnya anak-anak itu memiliki database 32:02 yang banyak. Itu yang kedua. Yang ketiga 32:05 sekarang Bunda ini kita sudah tidak 32:08 punya lagi batas dunia ya. Semua orang 32:12 itu sudah terakses. Orang Amerika 32:16 kejadian di Amerika hari ini. Lalu orang 32:20 ee Arab, orang Tiongkok, orang Eropa 32:23 sekarang sudah tidak ada batas. Ah, apa 32:26 yang harus dilakukan oleh setiap orang 32:29 tua kepada anaknya agar setiap anaknya 32:33 itu mengenal keunggulan-keunggulan 32:35 orang-orang dari bangsa-bangsa ini? 32:38 agar pada saat dia berbicara dengan 32:41 temannya dari berbagai negara itu yang 32:45 akan dimunculkan itu adalah 32:49 keunggulan mereka, 32:51 respek kita terhadap mereka yang itu 32:54 yang kemudian akan berbalik seperti 32:57 sikap kita kepada mereka. Seperti cermin 33:00 saja, Bunda. Ini harus mulai kita 33:04 tekankan. Kenapa begitu? Karena ke depan 33:09 Indonesia itu bukan lagi menjadi negara 33:12 yang ee menjadi apa? Negara yang hanya 33:16 dikenal Bali, tetapi Indonesia yang 33:20 melalui Presiden sekarang semua tempat 33:22 diperkenalkan. Berarti kita harus 33:24 mempersiapkan anak-anak kita. Jadi 33:27 misalnya kalau sudah offline ya, Bunda, 33:30 ada orang Amerika datang, yang kita 33:32 perlihatkan adalah bagaimana kita 33:34 bersikap kepada mereka. 33:38 Kita memang dikenal sebagai negara yang 33:41 ramah, tapi akan lebih ramah lagi kalau 33:45 orang-orang itu kita perlakukan 33:47 sebagaimana ee dia sebagai manusia. 33:50 Saya pernah menonton sebuah dokumenter 33:52 bagaimana ee keluarga kerajaan Inggris 33:56 gitu ya bila mereka mau bertemu orang. 33:58 Jadi di sepanjang perjalanan itu semua 34:01 biodata orang-orang yang akan ditemui 34:03 itu dibacakan. paling tidak namanya 34:05 sudah berkeluarga apa belum dan juga 34:07 prestasinya. Jadi setiap menegur itu, 34:10 "Oh, ya ee saya senang sekali dengar 34:12 kabar bahwa Anda telah melakukan ini. 34:14 Terima kasih." Terus setiap orang itu 34:16 jadi disapa dengan kata-kata yang baik 34:18 gitu, dengan pujian. 34:19 Kapan itu di rumah kita akan terjadi? 34:21 He. 34:22 Nah, kalau di setiap rumah itu seperti 34:24 itu, Bunda. Jadi, di rumah itu akan 34:27 menjadi kerajaan yang seperti Bunda 34:29 ceritakan bagaimana kita akan berjumpa 34:32 dengan meskipun 34:34 pasti orang-orang yang didatangi oleh ee 34:37 keluarga kerajaan itu adalah 34:38 daerah-daerah jajahan atau koloni-koloni 34:41 mereka. Tapi karena mereka sudah 34:45 dibangun tentang bagaimana kita 34:47 menghargai orang-orang yang akan kita 34:48 datangi itu akan terpancul. Coba Bunda, 34:51 kalau orang itu datang lalu 34:54 mengolok-olok yang terjadi apa? 34:56 Iya, 34:57 pasti lemparan atau kita ditolak. Ah, 35:00 kita punya satu referensi yang selalu 35:05 saya selalu ee sampaikan dan selalu 35:08 diingatkan oleh Pak Nuim Hayat adalah 35:12 Rasulullah itu pernah dilempar, beliau 35:15 tidak pernah membalas. Dan beliau hanya 35:19 berdoa semoga orang-orang yang ada di 35:22 sana itu diberi cahaya. Ini yang perlu 35:25 kita bangun bagaimana setiap ayah dan 35:28 bunda terkait dengan hak anak atas 35:32 pendidikan. terutama tujuan pendidikan 35:35 itu adalah bagaimana dia mengenal 35:39 orang-orang dari berbagai negara yang 35:42 kemudian itu menjadi kekayaan bagi dia. 35:45 Kemungkinan pada suatu waktu anak kita, 35:48 Bu Bunda bersekolah ke Turki misalnya. 35:53 Kalau dia dari sini sudah mengenal orang 35:55 Turki seperti apa? Kebayang tentang yang 35:58 positif-postif. 36:00 Kalau ada yang negatif itu hanya ee apa? 36:04 Sikap individu, bukan sikap suatu 36:07 negara. Lalu kita ke Eropa, bagaimana 36:11 kebaikan orang Eropa atau 36:14 orang Tiongkok atau orang Arab? Itu 36:20 semua kalau didapat tidak akan terjadi 36:23 seperti hari ini kita suka membully 36:25 orang. 36:26 tadi ee menarik Pak Hamid cerita tentang 36:29 bagaimana Nabi Muhammad ee dilempar oleh 36:31 batu tapi tidak ee pernah marah dan 36:33 mendoakan. 36:35 Ee sepertinya yang saya lihat gitu ya, 36:38 mungkin saya salah gitu, ada anak-anak 36:40 yang sejak kecilnya disuruh sabar gitu, 36:43 sabar terhadap apapun yang terjadi pada 36:45 dia. Tapi ketika dewasa sepertinya semua 36:47 itu meledak gitu loh, Pak Hamid. Apa 36:50 yang terjadi di situ? 36:52 Tidak ada saluran. 36:54 Jadi dia 36:56 diberi contoh yang apa tetapi tidak ada 37:00 saluran yang optimal. Tidak di 37:03 hanya disuruh sabar berhenti di situ. 37:04 Tetapi tidak ada argumen. 37:07 Kalau Rasulullah argumennya adalah orang 37:11 itu tidak tahu. Coba kalau seseorang itu 37:16 tahu tentang satu individu itu secara 37:20 detail, terutama tentang keunggulannya. 37:23 dia tidak akan 37:25 terlintas pun untuk mau menyakiti. Itu 37:28 tidak akan terjadi. Karena yang ada di 37:31 depan dia ini meskipun orang itu dari 10 37:35 item, il item itu ee negatif semua, tapi 37:39 ada satu yang positif yang kita 37:42 tunjukkan yang positif itu. itu kalau 37:45 itu yang kemudian ee ada argumennya lalu 37:48 ada ee testimoni kemudian ee di kemudian 37:53 hari itu benar-benar akan terwujud. Yang 37:57 kamu lakukan hanyalah hanya karena Allah 38:00 dan kamu hanya bermohon kepada Allah. 38:05 Ilmu itu yang tidak tuntas. 38:09 bagaimana menjadikan anak itu tidak 38:11 merasa korban gitu ya ketika ada sesuatu 38:13 yang terjadi. 38:13 I dia punya ee esip-nya itu dia punya 38:16 argumen yang lengkap. Siapa yang 38:19 memiliki argumen yang lengkap itu? Kalau 38:22 bukan ayah dan bunda yang mengetahui 38:27 sejarah dan latar belakang anaknya. 38:31 Jadi kita tidak boleh mengajarkan anak 38:33 kita untuk menekan kemarahannya, tapi 38:36 melepaskan dengan cara yang baik. 38:37 Iya. Baik. 38:38 Jadi, ada saluran-saluran yang itu yang 38:41 kemudian itu butuh latihan. 38:44 H 38:44 latihan sebetulnya sederhana, Bunda. 38:46 Kalau di rumah kita punya cermin, di 38:49 situlah ee bagaimana kita bisa 38:51 mengekspresikan itu. Yang pertama, 38:54 pengabaian di bidang pendidikan. 38:56 Bagaimana dengan pemanfaatan waktu 38:58 luang? Nah, ini terkait dengan 39:00 eksploitasi tadi, Bunda. Banyak sekarang 39:04 anak-anak ini, terutama para dosen itu 39:08 dampaknya juga pada ee anak saya 39:11 sekarang sudah jadi mahasiswa. 39:13 Lalu 39:15 ee banyak juga dialami oleh anak-anak 39:19 PAUD juga sudah mendapat tekanan untuk 39:23 buat PR. Se harusnya kan PR itu enggak 39:25 boleh, Pak, Pak [berdehem] TK sekalipun 39:27 enggak boleh kan? 39:28 Iya, enggak boleh. Jadi SD, lalu SMP, 39:32 SMA. Ini mahasiswa yang di depan kita 39:35 juga ini mereka juga banyak PR dari 39:37 dosennya yang tidak pernah merasa 39:41 menjadi mahasiswa. Nah, ini yang menjadi 39:44 catatan. He. 39:45 Jadi mereka itu harusnya mengetahui 39:50 dokter itu sudah menyampaikan waktu 39:54 untuk istirahat itu 8 jam. Lalu Quran 39:58 sudah menekankan waktu yang tepat itu 40:01 disediakan oleh Allah beristirahat itu 40:03 pada malam hari. di malam hari itu semua 40:07 energi atau proses-proses pertumbuhan 40:10 sel, pergantian sel itu akan terjadi. 40:13 Tapi sekarang Bunda apa yang terjadi? 40:15 Anak-anak 40:17 pada malam hari mereka menghabiskan 40:21 waktu di depan internet 40:24 untuk buat PR dari dosennya yang 40:27 kemudian PR itu kita belum tahu untuk 40:30 tujuan apa. 40:32 Sementara di satu sisi jangan kecanduan 40:34 gadget, jangan berlawan-lawan. [tertawa] 40:36 Nah, ini ini yang kemudian apa yang 40:39 dikampanyekan oleh teman-teman dokter ee 40:42 ahli mata, kemudian oleh para ahli 40:47 neurolog 40:48 atau yang berb dari 40:51 kesehatan mental yang kemarin saya juga 40:54 pernah dites kesehatan mental ternyata 40:56 pertanyaannya banyak Bunda. 360 41:00 pertanyaan. 41:01 Wow. Salah satu pertanyaan, apakah kamu 41:04 merasa ada orang yang memata-matimu 41:07 atau apakah pekerjaanmu itu ada merasa 41:11 orang mengawasimu? 41:13 Itu berarti kalau kita merasa ada itu 41:16 kan kita sudah bisa tahu bahwa kita 41:19 mengalami masalah. Ah, sekarang 41:21 anak-anak kita itu menghadapi tantangan 41:25 PR sampai mengakhiri kehidupan itu. 41:27 Bunda sudah terbayang 41:30 berapa PR dan berapa kemampuan seorang 41:33 anak untuk menyelesaikan? Untuk itu, Ibu 41:35 Bapak sebagai guru, sebagai dosen, 41:40 Ibu Bapak akan dimintai 41:41 pertanggungjawaban oleh Allah atas ee 41:46 pengabaian 41:48 ibu bapak. Mengambil waktu anak untuk 41:53 beristirahat. 41:55 Anak itu memiliki hak untuk 41:56 beristirahat. Seluruh kepala negara itu 42:00 bersepakat melalui pasal 31 Konvensi Hak 42:04 Anak. 42:06 bahwa anak itu punya waktu 28 jam. 42:11 8 jam 42:12 24 jam. 42:13 24 jam itu kita bagi tiga. 8 jam untuk 42:18 tidur, 8 jam untuk belajar, 8 jam untuk 42:23 istirahat-istirahat. 42:25 Terserah anak untuk memanfaatkannya. 42:28 Jadi, Ibu Bapak jangan melakukan 42:32 eksploitasi kepada anak-anak kita 42:35 sekarang. Nanti anak-anak ini akan 42:38 menjadi juga dosen karena dia punya 42:41 pengalaman yang sama dari dosennya. 42:44 Kalau tidak mendapatkan cahaya dari 42:46 Allah, dia akan mengeksploitasi 42:48 cucu-cucu 42:49 lingkarannya berulang. 42:50 Iya, akan berulang. Untuk itu, bagaimana 42:53 caranya? 42:55 Bapak, Ibu sebagai dosen jangan mengejar 42:59 target. Sekarang yang kita kejar adalah 43:03 bagaimana seorang anak itu memiliki 43:05 pengetahuan sesuai dengan minat dan 43:08 bakat dia. Untuk itu, coba telusuri 43:11 portofolio dari anak-anak kita. Untuk 43:13 itu, Ibu Bapak, portofolio anak itu yang 43:17 paling mengetahui adalah kedua orang 43:18 tuanya. Pada saat dia masuk SD, sekarang 43:22 sudah diganggu oleh PAUD. 43:25 perkembangan anak usia dini portofolinya 43:27 sudah ada juga di SD, SMP, SMA. Ah, pada 43:31 saat mereka akan kuliah juga bisa 43:33 digunakan oleh para dosen 43:38 dengan banyak argumen. Ini seperti 43:40 teman-teman dari broadcast ini kan ah 43:43 itu katanya baru dapat ee 43:46 ide pada saat malam hari. Itu adalah 43:49 perbuatan yang mengada-ada. 43:53 Kita tidak boleh melawan 43:56 hukum alam. Hukum alam itu malam untuk 43:59 tidur, 44:01 siang untuk bekerja. Sudah manfaatkan 44:04 itu. Kalau kita lawan yang rugi adalah 44:08 orang-orang itu sendiri. Memang awalnya 44:10 dia dapat ide, tapi pada saat dia akan 44:13 masuk ke dunia kerja dia, situasi yang 44:17 seperti itu mereka akan alami dan akan 44:20 mereka menjadi seorang pemimpin. 44:21 Akhirnya akan di kejar apa? 44:25 Deadline. Deadline. Deadline. 44:27 Dan benar-benar enggak worth it kok. 44:29 Saya kenal betul dengan orang yang 44:31 akhirnya jadi insomnia di saat dia 44:33 kuliah dan sekarang itu kesehatannya 44:36 sungguh enggak bagus. Dan semua itu 44:37 sepertinya diakibatkan karena kebiasaan 44:40 tidur dia yang enggak sehat. 44:42 Tanggung jawab siapa itu? 44:44 Hm. 44:45 Bapak, Ibu, Guru, dosen yang pernah 44:50 menjadi mahasiswa, yang pernah 44:52 dieksploitasi oleh dosen-dosennya dan 44:55 oleh guru-gurunya melakukan yang 44:57 seserupa. Untuk itu, hari ini jangan 45:00 melakukan pengabaian. 45:02 Manfaatkan 45:04 waktu, luang anak memang benar-benar 45:07 untuk istirahat dan berekreasi. 45:11 Jadi mereka itu rekreasi ya terserah 45:15 anak dong dia mau rekreasi tapi sebagai 45:18 orang tua tidak tahu filter. Nah, ada 45:21 tiga informasi yang tidak boleh kalian 45:23 akses. Pertama adalah kegiatan yang 45:27 terkait dengan kekerasan. Lalu kemudian 45:29 yang berhubungan dengan pornografi. Lalu 45:32 yang ketiga terkait dengan intoleransi 45:35 di luar itu lakukanlah supaya kalian itu 45:39 punya ruang untuk enjoy yang enjoy kan. 45:45 Kalau Bunda 45:47 kita sudah menyelesaikan satu pekerjaan 45:50 dengan kegembiraan pada saat akan masuki 45:53 pekerjaan yang baru penuh dengan 45:56 kegembiraan juga itu insyaallah akan 45:59 terselesaikan dan pekerjaan itu tidak 46:02 pernah akan selesai. Ada di satu surat 46:05 kan kalau setelah selesai kamu 46:07 menyelesaikan satu pekerjaan 46:09 beralih 46:09 beralih ke pekerjaannya. Tetapi itu 46:13 harus ada rileks, santai 46:17 yang kemudian 46:19 ee yang tahu mengukur kemampuan diri 46:23 kita itu saat kapan kita istirahat dan 46:26 saat kapan kita mulai hanya diri kita. 46:30 Coba Bunda, kapan Bunda mau istirahat? 46:32 Bunda kan yang sudah diberi ee warning 46:36 oleh tubuh kita. ngantuk terus apaagi 46:40 sekarang tidak ngantuk dikasih apa? 46:43 Kopi. 46:43 Kopi. Lalu kasih apa lagi? Akhirnya 46:46 [tertawa] 46:47 boba 46:48 setelah lulus sekarang mahasiswa 46:51 menderita. Ah tepuk tangan untuk para 46:53 mahasiswa yang menderita di depan saya. 46:56 [tertawa] 46:57 Lalu pengabaian yang terakhir ini, 47:00 Bunda, adalah 47:02 kegiatan budaya. 47:05 kegiatan budaya yang sekarang juga sudah 47:09 mulai hilang dari anak-anak kita. Coba 47:12 kita identifikasi masih adakah enam 47:15 unsur kebudayaan itu masih ditancapkan 47:19 oleh ayah ibunya di rumah? Pertama 47:22 terkait dengan tes rasa, makanan. 47:27 Makanan ini, Bunda, sekarang coba lihat 47:30 saluran televisi dan YouTube yang banyak 47:33 laku apa? 47:35 yang jadi saf 47:36 makanan-makanan ada yang makanan apa 47:40 saja dan di rumah itu setiap anak kalau 47:45 sudah dibimbing oleh bundanya untuk 47:47 mengenal makanan bundanya dari dia 47:51 berproses membuat itu oleh ee chef yang 47:58 senior di Indonesia Pak William itu yang 48:00 menjadi kekuatan bagi anak itu pada Saat 48:04 dia akan merantau, 48:06 dia tidak akan mati kelaparan dan dia 48:10 tidak akan kehilangan akal untuk 48:14 melakukan pekerjaan. Asal dia sudah 48:18 memiliki kemampuan mengenal dapur, 48:20 survival skill-nya ada gitu ya, Pak ya. 48:23 I nanti pada saat coba Bunda pada saat 48:26 Bunda waktu di Australia mungkin ada 48:29 kegiatan malam kebudayaan. Salah satu 48:32 yang diperkenalkan adalah 48:34 makanan. 48:34 Makanan. 48:35 Ah, itu yang kemudian beberapa kutaan 48:37 juga memperkenalkan cara itu. Akhirnya 48:40 kalau setiap anak itu memiliki kemampuan 48:44 untuk bagaimana memanfaatkan, 48:48 mengekspresikan lidahnya itu karena 48:50 diajarkan oleh bundanya, dia akan 48:52 menjadi individu yang percaya diri, 48:56 rasa. 48:56 Tapi mungkin banyak orang tua yang 48:58 bilang, "Udahlah belajar aja dulu, fokus 49:00 sekolah." itu yang kemudian disebut 49:03 pengabaian 49:04 itu enggak tepat ya, Pak ya. 49:05 Iya. 49:05 Baik. 49:06 Dan itu yang kemudian akhirnya yang ada 49:09 di dan sekarang juga menjadi tantangan 49:12 di beberapa daerah dengan kasus tanting. 49:16 Mereka tidak lagi mengenal masakan 49:19 bundanya. Yang dikenal itu hanya yang 49:21 ada ee Cita Rasa, lalu ada yang di 49:26 ada mereknya. ada merek lalu ada yang di 49:28 televisi. Jadi sebelum makan yang 49:31 instan-instan itu belum dianggap makan. 49:35 Dan kalau kita telusuri tanya ke kenapa 49:38 bisa seperti itu teman-teman kesehatan 49:41 anak-anak ini ada yang stunting karena 49:44 pola asuh dari kedua orang tuanya. 49:47 Kembali lagi yang menjadi persoalan 49:51 adalah 49:53 ee orang tua 49:55 0 sampai 8 tahun Bunda anak itu 49:58 berkembang kemampuan kecerdasan dia itu 50:01 pada saat dia usia dewasa 80% ditentukan 50:05 apa yang dia dapat dari ayah dan ibu. Ah 50:07 salah satu ini adalah terkait dengan 50:09 cita rasa. 50:11 Sebagai orang Betawi berarti perkenalkan 50:14 masakan Betawi kepada anak kita sebagai 50:17 orang Jawa, masakan Jawa, orang Sunda 50:20 begitu. Tetapi ini yang menjadi kekuatan 50:23 yang disampaikan oleh salah satu guru 50:25 besar dari Institut ee Pertanian Bogor, 50:30 Prof. Vinarno waktu didiskusi kalau bisa 50:35 sejak anak itu lahir diperkenalkan 50:39 dengan berbagai jenis makanan. Jadi 50:43 supaya di database anak nanti itu dia 50:47 akan berkunjung di berbagai tempat. Dia 50:50 tidak mengalami 50:52 ee penolakan terhadap masakan-masakan. 50:55 Iya. Sekarang banyak sekali masalah 50:56 orang yang traveling itu. Aduh, 50:58 makanannya enggak kuat, saya sampai 50:59 sakit. 51:00 [tertawa] 51:00 karena tidak dapat ee memori untuk 51:04 tidak mengeksplore makanan. 51:05 Iya. Untuk itu siapa yang bertanggung 51:07 jawab dalam hal ini, Bunda? 51:08 Orang tua, 51:09 ibunya, dan ayahnya. Untuk itu, ini 51:13 menjadi satu ee kekuatan. Jangan sampai 51:16 ini terabaikan. Masih ada waktu yang 51:19 kedua terkait dengan fashion, 51:24 pakaian kulit. kita beruntung saat 51:27 sekarang setiap pejabat sekarang ee pada 51:30 saat hari-hari apa ee 51:34 ulang tahun atau peringatan hari-hari 51:37 nasional mereka pakai adat pakaian. 51:39 Kemarin saya nonton ada orang yang sudah 51:42 berwarganegara Amerika karena 51:45 diwawancara oleh televisi nasional. 51:49 dia dari ee pendukung salah satu 51:52 presiden. Dia dengan bangga ee 51:55 memperlihatkan pakaian ee adatnya. Ah, 51:58 ini menjadi satu 52:00 fashion juga. Coba Bunda, kalau kita di 52:04 cultureler night, di kedutaan atau di 52:08 satu seminar besar di luar negeri, pasti 52:11 delegasi Indonesia akan menampilkan 52:15 malam kebudayaan, pakaian itu akan 52:17 keluar. Mungkin kita menganggap ih baju 52:20 baju budaya, baju daerah apa sih? Tapi 52:23 padahal bagi warga negara lain itu luar 52:26 biasa loh, Pak. 52:27 Iya. Dan itu jadi identitas. 52:29 I 52:30 coba kalau kita pakai itu dengan ee apa? 52:33 Senang. Itu kan kepercayaan diri dia. 52:35 Tinggal sekarang apakah itu ee islami 52:40 atau tidak. 52:42 itu yang kemudian tinggal kita masukkan 52:45 unsur-unsur 52:46 dan sekarang banyak yang sudah 52:47 menyesuaikan itu ya. 52:48 I dan itu menjadi kekuatan. 52:50 Iya. Baik, Pak Hamid ada pertanyaan nih 52:52 sebelumnya takut waktunya enggak cukup. 52:54 Asalamualaikum warahmatullahi 52:56 wabarakatuh, Pak Hamid. 52:57 Waalaikumsalam. 52:58 Memang semenjak pandemi anak-anak 53:00 melakukan PJJ dan kuliah online. Dan 53:04 yang saya lihat hampir tiap malam anak 53:06 yang kuliah tidur larut. Bahkan anak 53:09 tetangga ada yang sering tidak tidur 53:11 karena harus mengerjakan tugas-tugas 53:13 yang sangat banyak. Bahkan di saat libur 53:16 pun masih ada jadwal acara dari kampus. 53:19 Bagaimana dengan hal tersebut, Pak 53:21 Hamid? Apa yang bisa kami lakukan 53:23 sebagai orang tua untuk anak-anak dari 53:26 Ibu Hani? 53:28 Terima kasih, Ibu Hani. Ini yang 53:30 kemudian perlu Bunda diskusi dengan anak 53:34 kita jalan yang terbaik seperti apa? 53:38 Apakah harus memenuhi yang diinginkan 53:41 oleh universitas atau oleh dosennya yang 53:45 juga mengejar target harus selesai 16 53:49 minggu lalu harus ada UTS kemudian harus 53:52 ada UAS yang kemudian ee diskusi dengan 53:58 baik dan ini juga menjadi salah satu ee 54:02 tantangan yang dihadapi oleh saya 54:06 sebagai ayah yang juga memiliki seorang 54:08 anak mahasiswa yang seperti situasi yang 54:11 dihadapi oleh ee anak Bunda adalah kita 54:17 meminta dia untuk mengatur waktu. 54:19 Kemarin ee waktu dia harus menjadi 54:23 seorang sutradara 54:26 itu agak sedikit mengalami tekanan. Cuma 54:29 apa yang saya bisikkan? 54:31 Boleh atur waktu. 54:34 Kita sudah diberi jata kalau mau salat 54:37 tahajud itu kan mulai dari jam .00. Ah, 54:41 bangun waktu itu yang kemudian kamu 54:45 menyelesaikan tugas-tugas kamu. Dan saya 54:48 kembali dari Kalimantan menemui dia. Dia 54:51 sudah enjoy 54:54 sebelumnya itu stres benar. 54:58 agak sedikit mengalami tekanan sampai 55:00 dia harus ee karena dia menjadi ambil 55:04 gambar sendiri. Kemudian dia di dari 55:06 brokes 55:07 ambal gambar sendiri, dia menyutradai 55:10 sendiri. Jadi dan mengatur ee apa? 55:15 Light sendiri 55:15 light sendiri. Akhirnya nangis [tertawa] 55:19 dan tidak ayahnya juga memiliki tugas 55:22 juga yang sama. Akhirnya itu bisa 55:24 terselesaikan dengan memanfaatkan waktu 55:28 setelah ee malam. 55:30 Kan Pak Hamid juga selain orang tua dan 55:32 juga dosen ya, Pak. Jadi sebenarnya 55:34 dosen ini bisa enggak sih mengkondisikan 55:36 agar murid-muridnya bisa ya sebenarnya 55:39 bisa 55:39 bisa yang jadi soal itu adalah kan ada 55:44 24 SKS. He. 55:46 24 SKS itu berarti kalau bagi tiga delan 55:49 mata kuliah. Delapan mata kuliah itu 55:53 setiap dosen 55:55 kerjanya mau ngejar target. 55:58 Kalau bisa pada masa-masa seperti ini, 56:01 kenapa harus seperti itu yang kita harus 56:03 lakukan? Apakah tidak ada jalan keluar 56:06 untuk kita mendiskusikan dengan 56:08 mahasiswa kita? Apa yang bisa kamu 56:10 lakukan? Lalu jangan sampai ee mahasiswa 56:15 atau ee siswa itu merasa dia habis waktu 56:20 istirahatnya sampai hari Minggu loh, 56:22 Bunda. Apalagi kalau dia aktif di 56:26 organisasi ee kemahasiswaan yang harus 56:30 menyambut mahasiswa baru atau siswa 56:32 baru. Kemudian dia harus melakukan tour 56:35 ke berbagai kota meskipun online. 56:40 Itu yang kemudian menjadi hal yang perlu 56:43 kita perhatikan. Musyawarahkan dan cari 56:46 waktu enjoy yang menurut dia. Jadi 56:49 jangan dipaksakan Bunda. Nanti akhirnya 56:52 yang akan meledak dia sendiri. Ds itu 56:55 yang kemudian siapa yang dirugikan 56:58 adalah anak kita sendiri. Untuk itu 57:00 sebagai ayah dan bunda yang cerdas, 57:03 ajak anak kita untuk berdiskusi untuk 57:06 mengantisipasi 57:08 ee ruang-ruang yang dilakukan oleh orang 57:10 dewasa yang tidak memahami kebutuhan 57:13 dari anak-anak kita juga. Mereka juga 57:17 dituntut oleh pimpinannya untuk 57:19 menyelesaikan target. Ah, gara-gara 57:22 target semua jadi korban. 57:26 Itu Bunda. 57:26 Baik. Eh, lalu dengan kegiatan budaya 57:32 tadi baru taste nih, fashion. Yang 57:35 kedua, fashion. Yang ketiga adalah 57:38 terkait dengan teknologi. 57:41 Bunda, ternyata orang-orang dulu itu 57:44 teknologinya 57:45 lebih canggih dari kita. Yang tahu itu 57:49 adalah para tokoh budayawan. Ah, 57:51 sekarang ini 57:54 jangan sampai anak-anak kita itu 57:57 kehilangan informasi terkait dengan 57:59 teknologi yang ee dimiliki oleh 58:02 orang-orang di suku bangsa kita. Dan itu 58:06 yang kemudian bisa mencirikan kita. 58:08 teknologi itu bisa ditandai dengan ee 58:11 apa ee alat 58:14 mereka apa dari alat bantu di dapur 58:19 terus alat bantu untuk mengembangkan 58:21 fashion-nya itu kan tek 58:23 itu finis itu luar biasa loh Pak Hamid 58:25 ya bagaimana mereka 58:27 kan sebenarnya kan kalau enggak lurus 58:29 sedikit aja perahu itu akan oleng gitu 58:31 ketika dilepas 58:32 kalau yang kayak ini Bu ya 58:34 iya 58:35 mereka itu cuma ketok-ketok aja 58:38 tapi bisa menghasilkan 58:40 motif yang kualitas tinggi seperti ee 58:43 orang-orang di NTB, di NTT atau yang ada 58:46 di Palembang atau yang ada di berbagai 58:49 tempat yang memiliki fashion itu 58:52 teknologinya sederhana tetapi 58:55 itu yang orang ee tinggalkan. Akhirnya 58:59 yang untung siapa sekarang? adalah 59:02 orang-orang yang menaruh perhatian di 59:04 bidang itu dan mereka mendapatkan ee 59:07 penghasilan yang berlimpah dari hal itu. 59:11 Coba bayangkan kalau setiap anak kita 59:13 itu memiliki kemampuan di bidang itu, 59:17 akhirnya apa yang mereka kuliahkan itu 59:20 hanya menjadi ee penguat apa yang 59:24 didapat dari ayah dan bundanya. 59:26 teknologi. 59:27 Waktu itu saya pernah ngobrol dengan 59:29 adik saya gitu ya. Apa banyak yang 59:31 menganggap orang sebelum kita 59:33 orang-orang zaman dulu itu kurang 59:35 pengetahuan, mungkin kurang ee 59:38 intelijensinya agak kurang tapi apa 59:41 akhirnya kita sepakat bahwa kalau mereka 59:43 bukan orang-orang yang brilian, kita ini 59:45 enggak ada loh. 59:47 Pasti enggak akan bisa survive gitu. 59:49 Coba sekarang kita lihat dari teknologi 59:51 dalam dari segi membangun. 59:53 Hm. membangun bangunannya. 59:57 Jangan jauh-jauh bangunan Bunda. Di 59:59 bagian dapur saja. alat-alat yang 1:00:02 dihasilkan di dapur kemudian yang ada di 1:00:05 atas meja kita itu kan semua di berbagai 1:00:09 daerah itu mereka menemu kenali 1:00:13 teknologinya mereka masing-masing dan 1:00:16 akhirnya itu ee teradaptasi 1:00:19 dan hanya orang di kebudayaan itu yang 1:00:22 tahu. Nah, ini tidak ada lagi sekarang 1:00:24 di rumah-rumah kita yang ada udah beli 1:00:27 aja di supermarket atau di age hardware 1:00:31 yang dapatkan mereka padahal kita sudah 1:00:34 punya dan kalau itu 1:00:37 ada kaitannya dengan universitas dan 1:00:40 universitas itu mendukung apa yang 1:00:43 mereka lakukan akan semakin memperaya 1:00:47 dan memper ee kuat apa yang ada di suku 1:00:51 bangsa itu sendiri. Tapi sekarang tidak, 1:00:53 Bunda. Yang ada adalah apa yang dia 1:00:57 pelajari di universitas dengan dengan 1:00:59 kebudayaan mereka itu tidak saling 1:01:01 terkait. Yang kita kenal hanyalah 1:01:04 orang-orang dari arkeolog yang berhasil 1:01:07 menemukan tembikar, menemukan tembok. 1:01:11 Itu yang sebetulnya harusnya di 1:01:15 transformasikan kepada anak-anak kita. 1:01:17 Itu yang ketiga. Jadi teknologi. 1:01:20 Kemudian yang keempat terkait dengan 1:01:23 Bunda ee Rasulullah itu sudah memberi 1:01:27 catatan terkait dengan adat istiadat. 1:01:31 Yang dimaksudkan oleh Rasulullah terkait 1:01:33 dengan adat kebiasaan itu adalah hal-hal 1:01:37 yang mengarah kepada pengagungan kepada 1:01:40 Allah. 1:01:42 Jadi adat istiadat yang selalu 1:01:44 meninggikan harkat martabat kemanusiaan. 1:01:49 Nabi mencontohkan itu dulu orang tidak 1:01:53 terbiasa salat lalu dia salat. Itu 1:01:58 adalah adat istiadat kebiasaan. Kemudian 1:02:02 dulu orang itu tidak bersedekah. 1:02:06 Kemudian melalui Rasulullah meskipun 1:02:09 dari setiap nabi itu sudah mengingatkan 1:02:10 untuk bersedekah itu sudah menjadi 1:02:13 kebiasaan dia memotong penghasilannya 1:02:16 10% setiap dia dapat uang. Lalu ah 1:02:20 kebiasaan-kebiasaan ini di suku bangsa 1:02:23 kita itu ada hal-hal yang positif 1:02:26 seperti ee yang ada di Banyuwangi. 1:02:30 Kebiasaan ada seorang anak yang dibully 1:02:34 oleh teman-temannya yang memiliki jiwa 1:02:37 sosial itu mengumpulkan uang dan uang ee 1:02:40 kebiasaan itu oleh bupati dianggap 1:02:43 positif dibuat jadi kebijakan bupati. 1:02:47 Akhirnya tidak ada lagi orang yang suka 1:02:50 membully temannya. Itu kebiasaan. 1:02:52 Coba Bunda identifikasi apa 1:02:55 kebiasaan-kebiasaan dari orang Jawa yang 1:02:58 positif, orang Betawi yang positif, 1:03:00 orang e Minang yang positif. 1:03:03 Kebiasaan-kebiasaan 1:03:04 itu 1:03:06 otomatis selalu mengarah ke arah yang 1:03:09 posti. Nah, sekarang ada orang berdali 1:03:13 itu sudah kebiasaan orang sini untuk 1:03:16 marah-marah anak. Itu bukan kebiasaan, 1:03:18 tapi itu adalah kejahilan. Lalu ada 1:03:20 orang bilang, "Sini, Pak. Kebiasaannya 1:03:23 menikahkan anak ee menikahkan ee anak 1:03:27 itu di bawah umur. Itu adalah perendahan 1:03:31 martabat kemanusiaan yang dilakukan oleh 1:03:33 orang-orang yang memanfaatkan 1:03:37 atau berdalil di dalil-dalil yang mereka 1:03:40 gunakan untuk ee apa? melanggengkan e 1:03:44 perbuatan perendahan martabat 1:03:46 kemanusiaan. itu banyak terjadi Bunda. 1:03:48 Sekarang jadi tantangan pemerintah itu 1:03:50 penghapusan perkawinan anak. Karena di 1:03:54 beberapa ee tradisi-tradisi itu 1:03:56 menganggap itu sudah menjadi kebiasaan. 1:03:58 Padahal kalau ditelusuri Bunda ternyata 1:04:01 tidak ada. 1:04:03 Cuma ada adalah membangun itu dan mereka 1:04:07 berdali di bidang di di bagian itu. Itu 1:04:10 kebiasaan. Lalu kemudian terkait yang 1:04:13 kelima 1:04:15 adalah kepercayaan. 1:04:17 ee kepercayaan 1:04:19 kita ee beruntung diperkenalkan oleh 1:04:24 Rasulullah terkait dengan agama 1:04:26 terakhir. Nah, ini yang kemudian yang 1:04:30 banyak tidak dilakukan oleh kedua orang 1:04:34 tua adalah memperkenalkan 1:04:38 sejak dini terkait dengan Al-Qur'an dan 1:04:42 isinya. Yang ada kita disuruh menghafal 1:04:45 saja. Saya sangat senang dengan 1:04:47 penekanan oleh Ustaz Husein. Jadi, kita 1:04:52 jangan hanya menghafal, tetapi bagaimana 1:04:57 mengimplementasikan dari setiap ayat itu 1:05:01 ke kebiasaan kita sehari-hari. Ambil 1:05:05 contoh sekarang Bunda. Di negara ini di 1:05:09 Albaqarah 233, pemberian air susu ibu. 1:05:14 Apa yang dilakukan oleh negara dengan 1:05:16 menyediakan ruang ASI? Karena sudah ada 1:05:20 undang-undang kesehatan yang memintakan 1:05:23 agar pemerintah menyediakan fasilitas 1:05:25 itu. Itu yang berarti penerjemahan 1:05:29 Al-Qur'an itu bukan hanya dihafal tetapi 1:05:33 dimaknai dalam kehidupan sehari-hari. 1:05:36 Itu religi atau agama. Dan yang terakhir 1:05:41 adalah tata ee pemerintahan atau 1:05:46 orang-orang dulu itu sudah mengenal 1:05:48 tentang ee clean 1:05:53 government apa kejujuran 1:05:56 yang juga kita beruntung memiliki 1:06:00 Rasulullah yang awal beliau dilibatkan 1:06:04 dalam diskusi untuk memindahkan apa? 1:06:07 Hajar Aswad. 1:06:08 Hajar Aswad. karena kelebihan beliau 1:06:11 untuk 1:06:11 terpercaya. 1:06:12 Terpercaya. Nah, ini yang 1:06:14 kita inginkan. Anak-anak kita harus kita 1:06:17 perkenalkan terkait dengan hal-hal itu 1:06:20 yang sekarang sudah mulai diabaikan. 1:06:24 Karena 1:06:24 Iya. Banyak yang menganggap bahwa 1:06:27 berbohong itu ya pastilah semua orang 1:06:28 berbohong. 1:06:30 Dan itu yang kemudian menjadi tantangan 1:06:32 buat kita ke depan. Demikian Bunda. 1:06:35 Semoga materi hari ini terkait dengan 1:06:38 pengabaian 1:06:39 hak anak atas pendidikan, pemanfaatan 1:06:43 waktu luang dan kegiatan budaya ini 1:06:45 tidak terjadi lagi. Itu kuncinya ada 1:06:49 pada ayah dan bunda sebagai pendidik 1:06:52 pertama dan utama. Lalu kedua, otomatis 1:06:57 keluarga besar di sana ada kakek, nenek, 1:07:00 paman, bibi yang selalu menjadi orang 1:07:04 memberi peringatan. Lalu kalau semua 1:07:08 orang tua ini akan menjadi masyarakat 1:07:10 yang cerdas, akhirnya masyarakatlah yang 1:07:13 penuh tanggung jawab. Tapi yang paling 1:07:15 akhir, Bunda, adalah orang-orang yang 1:07:18 ditokohkan di masyarakat. Itulah yang 1:07:22 diberi amanah oleh Allah dan juga itu 1:07:25 diakui oleh seluruh kepala negara yang 1:07:29 selalu menjaga keseimbangan nilai-nilai 1:07:33 yang berlaku di masyarakat. Jadi 1:07:36 merekalah yang harus turun 1:07:40 ke rumah-rumah, ke keluarga-keluarga, 1:07:44 dan ke masyarakat untuk selalu 1:07:45 mengingatkan agar setiap anak-anak yang 1:07:49 baru lahir dan yang berkembang itu 1:07:52 mengenal 1:07:54 apa saja yang ada di masyarakat. 1:07:56 Demikian. Baik, terima kasih banyak Pak 1:07:58 Hamid Fatih Lima. Semoga eh semua pihak 1:08:00 yang terkait ee dengan aspek 1:08:03 perlindungan anak dapat merespon paling 1:08:05 tidak dengan apa yang terakhir terjadi 1:08:07 dengan ee salah satu anak murid yang 1:08:09 harus mengakhiri hidupnya. Karena 1:08:11 kebanyakan PR itu sedih sekali ya, Pak 1:08:13 M45. 1:08:14 Baik, Ikhwan dan Akhwat. Alhamdulillah 1:08:16 kita sudah membahas mengenai banyak 1:08:19 sekali ee mengenai hak-hak dari acara 1:08:21 perlindungan anak kali ini. Insyaallah 1:08:23 kita bertemu lagi minggu depan. Saya 1:08:25 Nurfitri Tahir dan juga segenap kru 1:08:28 undur diri. Subhanakallahumma 1:08:29 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:08:32 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:08:34 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:08:36 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:08:37 warahmatullah.