Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:06 [Tepuk tangan] 0:12 [Musik] 0:17 [Tepuk tangan] 0:18 [Musik] 0:27 [Tepuk tangan] 0:33 [Musik] 0:41 Rasil 0:42 TV untuk Islam yang satu. 0:54 Asalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. 0:58 Bismillahirrahmanirrahim. 0:59 Alhamdulillahiabbil alamin 1:01 arrahmanirrahimiki yaumiddin. Apa kabar 1:04 ikhwan dan akhwat pecinta radio dan 1:06 media silaturahim di mana saja Anda 1:09 berada. Senang berjumpa kembali di acara 1:11 perlindungan anak. Insyaallah saya 1:13 Nurfitri Tahir, ada Ondi dan juga ada 1:16 Anis akan menemani Ikhwan dan Akhwat 1:18 sampai dengan pukul 11.30 30 nanti. 1:21 Ikhwan dan akhwat, seperti kita sudah 1:23 tahu di penghujung tahun lalu dan juga 1:26 diperkirakan tahun ini kita akan 1:28 mengalami banyak sekali bencana alam. 1:30 Untuk itu narasumber kita sudah siap 1:33 dengan tema hari ini yaitu kesiapan anak 1:36 hadapi bencana. Kita sapa dulu 1:38 narasumber kita, Pak Hamid Pati. 1:40 Asalamualaikum Pak Hamid. 1:41 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? Baik, 1:43 alhamdulillah. Bagaimana dengan Pak 1:44 Hamid? Alhamdulillah sehat. Tema ini 1:46 pastinya penting untuk semua keluarga di 1:48 Indonesia pada khususnya ya, Pak Hamid. 1:51 Harapannya ayah dan bunda di 1:54 rumah menyempatkan waktu sedikit saja 1:58 untuk mencatat atau mengambil iktibar 2:02 dari materi hari ini. Insyaallah. Baik, 2:05 kami juga mengundang ikhwan dan akhwat 2:07 untuk mengirimkan WhatsApp baik mengenai 2:10 kesiapan anak untuk menghadapi bencana 2:12 maupun juga mengenai topik-topik lain 2:14 yang berhubungan dengan perlindungan 2:16 anak kita ke nomor 2:22 0811799 ee 2:24 999720 atau telepon kami di studio di 2:27 sesi tanya jawab nanti di nomor 2:31 0218451512. Silakan Pak Hamid. Terima 2:33 kasih Bunda. Bismillahirrahmanirrahim. 2:36 Asalamualaikum warahmatullahi 2:38 wabarakatuh. Pendengar Radio Rasil di 2:41 mana saja berada. Begitu juga dengan 2:44 pemirsa TV Rasil. Alhamdulillah hari ini 2:46 kita dipertemukan oleh 2:48 Allah terutama para pendengar yang ada 2:52 di 2:53 Sukabumi yang kemarin baru mendengarkan 2:57 tetangganya mengalami musibah. 3:00 Lalu pendengar di Palembang, 3:05 Batam, Semarang, Banyuwangi, dan 3:08 Pontianak. Insyaallah hari ini kita akan 3:11 mendiskusikan satu tema yang sangat 3:14 penting, yaitu terkait dengan kesiapan 3:17 anak menghadapi bencana. Tema ini 3:20 sebetulnya ee perlu mendapat perhatian 3:24 dari ayah dan bunda di rumah karena 3:26 sehari-hari ee dekat dengan mereka. 3:29 Untuk 3:30 itu, hal-hal apa yang perlu kita 3:33 catatkan? Allah melalui surat Yusuf itu 3:36 ada di ayat 43 sampai 3:40 49 itu sebetulnya 3:43 memberikan ee informasi yang sangat 3:47 detail sampai ke bagaimana seorang atau 3:51 nabi sampai ee merencanakan sebuah 3:55 tindakan yang harus dipersiapkan oleh 3:58 suatu negara untuk menghadapi ee bencana 4:02 kelaparan waktu itu. itu. Lalu 4:06 melalui ayat-ayat itu sebetulnya banyak 4:09 informasi yang seharusnya menjadi 4:12 pembelajaran bagi kita. Dan yang menarik 4:16 terkait dengan bagaimana menangani anak 4:19 yang mengalami musibah bencana itu di 4:23 konvensi hak anak yang sudah 4:25 diratifikasi oleh Indonesia dan itu 4:28 menjadi instrumen internasional itu ada 4:31 di pasal 22 apa yang harus dilakukan. 4:35 Kemudian 4:37 pada kejadian ee tsunami di Banda Aceh, 4:42 akhirnya ee Indonesia itu 4:47 me dapat pelajaran yang sangat besar. 4:50 Ternyata kita tidak memiliki perangkat 4:52 peraturan perundangan. Akhirnya pada 4:55 2007 lahirlah Undang-Undang 4:58 Penanggulangan Bencana. dan tidak cukup 5:01 terkait dengan bagaimana upaya negara 5:05 untuk meningkatkan kemampuan untuk 5:09 mempersiapkan 5:11 ee segala sesuatu terkait dengan 5:15 kesiapan menghadapi bencana di dalam 5:18 Undang-Undang Perlindungan Anak itu juga 5:21 khusus sudah diatur di pasal 5:24 50 ee 4. di sana sudah detail apa yang 5:28 harus dilakukan. Nah, tinggal sekarang 5:30 persoalannya bagaimana 5:33 mengimplementasikan apa yang sudah 5:35 diatur oleh Allah. Lalu kemudian di 5:38 hukum internasional dan di hukum 5:40 nasional itu di keseharian kita di rumah 5:45 terutama ayah dan bunda sebagai pendidik 5:48 pertama dan utama. ini yang perlu 5:52 memberikan pengetahuan yang banyak 5:54 terkait dengan kesiapan anak menghadapi 5:57 bencana. Tidak cukup pengetahuan, tapi 6:00 juga keterampilan dan sikap. Ini menjadi 6:03 penting. Jadi, Bunda, ee kesiapan 6:07 menghadapi bencana ini menjadi salah 6:09 satu kebutuhan untuk mempersiapkan 6:12 anak-anak kita. tidak hanya menghadapi 6:14 bencana yang ditimbulkan oleh alam, tapi 6:17 bencana yang mungkin kita tidak 6:21 terpikirkan oleh 6:23 kita. Ee berpisah antara anak atau 6:27 berpisahnya ayah dan ibu karena kas ee 6:31 ada beberapa kasus atau karena 6:33 dipisahkan oleh Allah melalui kematian 6:36 itu kalau tidak kita siapkan anak-anak 6:39 kita juga dia akan menghadapi masalah. 6:41 Nah, fokus hari ini kita bahas bagaimana 6:44 mempersiapkan anak menghadapi bencana. 6:47 Apa ini yang harus dilakukan oleh ayah 6:51 dan bunda di rumah? Pertama adalah 6:53 Bunda mengumpulkan informasi. Informasi 6:57 ini menjadi sangat penting. 7:01 Terutama kita sampaikan ini kepada 7:03 anak-anak. Informasi-informasi apa saja 7:06 yang harus kita kumpulkan? yang paling 7:09 ee utama itu terkait dengan kondisi 7:12 daerah kita. Di daerah kita sekarang ini 7:17 rawan bencana apa? Jadi, lalu bencana 7:21 itu tidak saja ditimbulkan oleh bencana 7:24 alam, tapi ada juga bencana yang 7:25 disebabkan oleh teknologi atau ee 7:28 kondisi sosial. Jadi, si ayah, si bunda 7:33 itu juga perlu mengetahui apakah daerah 7:35 kita ini rawan bencana apa saja. 7:37 Ay paling mengetahui informasi terkait 7:41 dengan kebencanaan di satu wilayah itu 7:44 berarti si ayah dan ibu perlu 7:47 mengunjungi tempat-tempat di mana 7:49 informasi itu berada. Antara lain adalah 7:53 kantor 7:54 polisi. Itu bisa saja kita ee mintai ee 7:58 keterangan. 8:00 Kemudian Palang Merah Indonesia atau 8:04 yang paling mungkin dekat dengan kita 8:06 adalah pemadam kebakaran. Lalu ada yang 8:11 juga dekat dari kita juga ada kantor 8:15 pramuka. Pramuka itu mereka juga punya 8:19 informasi-informasi yang terkait dengan 8:21 kebencanaan. dari informasi-informasi 8:24 itu tidak cukup dari institusi itu. 8:27 Sekarang juga ada yang setiap hari di 8:30 televisi atau di radio itu menyampaikan 8:33 tentang ee cuaca berarti ke BMKG. Di 8:38 sana mereka juga 8:40 menyediakan aplikasi terkait dengan ee 8:44 kondisi alam. si ayah, si bunda tidak 8:48 hanya ee asik 8:51 berwatsapp, menyebarkan informasi yang 8:53 tidak akurat. Ah, kalau mau pengin 8:56 akurat, kita cari ke aplikasi-aplikasi 8:58 yang sangat ee membantu kita di dalam ee 9:03 mendapatkan informasi. Tidak cukup di 9:06 situ. Mungkin kita perlu tahu apakah ee 9:09 daerah kita misalnya seperti di Sukabumi 9:13 itu kan ee daerah la longsor, rawan 9:17 longsor. Ke siapa nih yang paling 9:20 mengetahui? Minimal ke 9:22 badan ee yang mengurus tentang kegempan 9:26 atau ee kegunung apian. Mereka yang 9:30 punya informasi. atau kalau sedikit kita 9:34 bersusah payah ke kantor SAR. Nah, 9:38 informasi-informasi itu tidak cukup kita 9:41 mendapatkan informasi dari mereka, tapi 9:43 yang paling ee menguntungkan bagi kita 9:48 adalah ee si anak atau si ayah itu sudah 9:52 mengenal atau familiar dengan 9:54 orang-orang 9:55 yang nantinya mungkin kita tidak 9:58 harapkan kehadiran mereka, tapi suatu 10:01 waktu kalau terjadi sesuatu orang-orang 10:05 yang saya sebutkan itu itulah yang 10:07 pertama yang akan mendekati ee diri 10:09 mereka kepada kita untuk menyelamatkan 10:11 kita. Nah, kalau sejak dari awal kita 10:14 tidak mengenal mereka apalagi anak-anak 10:16 kita. Nah, untuk itu ayah dan bunda 10:19 sempatkanlah waktu. Minimal sekarang 10:22 awal-awal tahun mungkin belum banyak 10:23 kegiatan ya. ee jadwalkan mungkin hari 10:27 Sabtu atau hari Minggu atau ada selang 10:30 waktu kita berkunjung ke tempat-tempat 10:32 yang saya sebutkan tadi untuk menggali 10:35 informasi atau mungkin kita bisa minta 10:37 sekolah memfasilitasi murid-murid ya 10:40 termasuk anak kita. Iya. Dan itu yang 10:43 kemudian nanti akan dirancang oleh 10:45 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 10:47 Tapi yang paling ee utama itu adalah 10:50 bagaimana si ayah, si ibu untuk membantu 10:53 untuk menggali informasi ini. Ini 10:57 kemudian akan menjadi kebutuhan itu yang 10:59 kalau di lokasi ee di mana kita tinggal. 11:03 Ah, sekarang bagaimana kalau si ayah, si 11:09 bunda melakukan rencana untuk berdarma 11:13 wisata ke satu tempat misalnya ke 11:15 pegunungan. atau ke perkotaan atau ke 11:18 daerah ee pantai ini otomatis pertanyaan 11:22 yang perlu juga harus digali oleh ayah 11:26 dan bunda. Dan ini nanti akan menjadi 11:28 bahan informasi ke anak-anaknya untuk 11:31 jadi materi diskusi. Bertanya kepada ee 11:35 manajer hotel atau di mana tempat ee 11:39 hiburan atau tempat ee rekreasi itu 11:41 berada. Pertanyaan pertama itu yang 11:43 harus segera diajukan adalah di sini 11:47 rawang bencana apa? Jadi ada satu 11:50 pertanyaan kunci. Jadi tidak langsung 11:52 menanyakan fasilitas apa saja yang ada 11:54 di situ, tapi yang paling utama adalah 11:56 terkait dengan gambaran ee kondisi alam 12:01 yang ada di daerah itu. Kalau itu sudah 12:04 menjadi ee satu kebutuhan dan kita 12:08 mendapatkan penjelasan yang sangat 12:10 lengkap dari tempat-tempat yang mau kita 12:13 tuju, akhirnya kita punya gambaran lalu 12:17 punya kesiapan untuk menghadapi itu. 12:20 Kalau itu tidak kita lakukan, akhirnya 12:23 kalau terjadi akhirnya tidak siap. Dan 12:27 banyak orang yang trauma itu karena di 12:30 ee tidak ada informasi yang membekas 12:33 atau ada sedikit keterampilan yang 12:35 kemudian dia bisa gunakan untuk 12:37 mengatasi itu. Itu akhirnya tidak tidak 12:40 ada karena dia tidak punya basic 12:43 informasi. Untuk itu ayah dan bunda ini 12:46 menjadi 12:47 penting itu tempat-tempat wisata lalu 12:51 tempat di mana anak kita 12:53 bersekolah. Karena 12:56 antara rumah dan sekolah kita itu akan 12:59 dibatasi oleh ee jalan atau oleh 13:03 situasi-situati yang kemudian ee 13:07 menghambat bila ee terjadi sesuatu kita 13:11 untuk menyelamatkan anak kita. Misalnya 13:13 nih ee ayah di kantor, ibu di rumah, 13:17 anak di sekolah. Ini bagaimana? ini juga 13:20 kita harus ee ketahui 13:23 informasi-informasi itu. Itu yang 13:25 pertama, Bunda. Kalau kita sudah lengkap 13:27 informasi dan kita sudah tahu 13:31 ee ke mana informasi itu kita ee 13:35 dapatkan, ini menjadi satu hal ee yang 13:40 kemudian ke depan perlu kita ee 13:43 rancang hal-hal apa nih yang harus kita 13:46 lakukan. Setelah kita memiliki informasi 13:49 yang banyak, ini yang tahap kedua, 13:50 Bunda. Nah, di tahap kedua ini adalah 13:53 langkah-langkah 13:55 keselamatan. Di langkah-langkah 13:56 keselamatan ini ada beberapa tahapan. 13:59 Antara lain, yaitu temukan apa yang 14:03 dapat terjadi dengan keluarga dan 14:06 anggotanya. 14:07 Berarti si ayah dan si bunda sudah bisa 14:11 berdiskusi dengan anak. Misalnya di 14:13 daerah ee kita ini misalnya di Jakarta 14:17 rawan banjir. Apa ini yang harus 14:20 dilakukan? rawan 14:23 kebakaran atau kalau daerah Sukobumi 14:26 yang baru terjadi dan semoga tidak akan 14:29 terjadi lagi adalah rawan longsor ee 14:33 tanah longsor. Kemudian yang seperti 14:35 terjadi beberapa minggu yang lalu di 14:39 Banten itu tsunami dan di daerah Jogja 14:45 atau Magelang di sana ada gunung berapi. 14:48 Berarti sudah lebih tahu lagi dengan 14:53 kita sudah mengetahui bencana apa saja 14:55 yang terjadi di daerah kita itu akhirnya 14:58 kita sudah mulai mengkerucutkan apa nih 15:01 yang harus kita lakukan. Kalau misalnya 15:04 ada tsunami atau dapat informasi tsunami 15:07 dari BMKG atau ada brokes 15:12 dari media ini, si ayah, si bunda sudah 15:18 mulai memikirkan. Nah, bagaimana 15:20 mengatasinya? Ini kan perlu diskusi. 15:23 Jadi, langkah pertama itu temukan ini 15:26 apa yang harus kita lakukan. Lalu 15:29 kemudian apa yang harus juga kita perlu 15:34 bantukan kepada diri anak kita. Misalnya 15:37 kalau terjadi sesuatu perlu anak ini 15:40 ee menget evakuasi untuk berkumpul 15:44 mungkin ya. Iya. Dan itu kita harus 15:46 sudah mulai ee lakukan. Nah, ini yang 15:49 tambahan lagi Bunda. Ini yang 15:51 kadang-kadang juga orang sering lupa 15:54 kalau misalnya terjadi bencana. 15:56 Bagaimana nih kalau si anak itu punya 16:01 mainan yang sangat dia senangi, lalu ada 16:04 buku bacaan yang selalu melekat pada 16:07 diri dia. Tidak cukup itu juga kalau dia 16:10 punya hewan 16:11 peliharaan. Kalau itu terjadi, apa yang 16:14 harus dilakukan? si ayah, si bunda juga 16:18 sudah mulai ee 16:22 otomatis ke depan sudah ada pembagian 16:25 peran nanti dengan kita menemukan ee 16:29 hal-hal apa nih yang akan terjadi dengan 16:32 satu bencana dan apa nih yang harus kita 16:34 bantukan kepada ee anak-anak kita. 16:38 Lalu kita juga perlu temukan nih 16:41 misalnya 16:42 kalau kejadian itu pada siang hari dan 16:46 orang sedang di aktivitasnya 16:49 masing-masing seperti kejadian di mana 16:53 itu tapi itu hari Minggu ya yang waktu 16:56 tsunami di Aceh. Jadi, ada orang yang 17:01 masih sedang berbaring, lalu ada yang 17:03 sudah olahraga, lalu ada yang melakukan 17:06 aktivitas. Misalnya tadi bagaimana kalau 17:09 ayah sudah di kantor, ibu di rumah atau 17:13 di pasar, lalu anaknya di sekolah. Apa 17:15 nih yang harus ee mereka lakukan dan 17:19 bagaimana mereka bisa berjumpa di satu 17:22 titik? Nah, ini juga perlu ee ada 17:26 pembacaan ee lokasi. Jadi tidak cukup 17:29 hanya menunggu apa pengumuman dari 17:33 pemerintah atau membaca jalur-jalur 17:38 evakuasi itu juga perlu ada ee menemuk 17:41 kenali hal-hal seperti itu. Itu yang 17:44 pertama. Yang kedua, Bunda, yaitu 17:46 kesiapan anak kalau hari H itu akan 17:51 terjadi bencana. 17:54 ada 17:56 melakukan pertemuan yang mungkin 17:59 pertemuan-pertemuan itu di dalam satu 18:02 minggu ee berarti ada 7 hari sempatkan 18:06 mungkin ada satu setengah jam atau 18:09 setengah jam di di hari apa tuh hari 18:13 Sabtu kah atau hari ee Minggu atau 18:16 menjelang tidur mendiskusikan itu dulu 18:18 atau pada saat sedang salat magrib 18:22 kebetulan makan malam mungkin ya atau 18:24 makan malam ada ayah ada bunda. Nah, itu 18:26 berbagi ee 18:29 ceritaah berdiskusi. Fokuskan satu 18:32 diskusi yaitu bagaimana kalau terjadi 18:36 bencana si ayah bisa berbuat apa, si 18:39 anak bisa berbuat apa dan si bundanya 18:42 berbuat apa. Ah, tidak cukup di situ. 18:45 Kalau misalnya nih ini yang juga sering 18:49 dilupakan oleh orang kalau misalnya di 18:53 rumah itu masih ada kakek nenek atau 18:57 saudara yang tinggal di situ yang 18:59 kebetulan mereka punya 19:02 keterbatasan ee bergerak atau apa. Yang 19:05 lain lagi kalau misalnya ada ee anggota 19:08 keluarga yang disabilitas, apa nih yang 19:11 harus kita ee bantukan kepada mereka? 19:16 Jadi orang-orang yang memiliki kekuatan 19:18 ini juga perlu diberi peran dan tidak 19:21 cukup ee itu juga tapi si 19:24 individu-individu yang memiliki 19:27 keterbatasan juga diberi peran juga 19:29 kalau misalnya terjadi sesuatu ee mereka 19:33 ee harus berbuat apa itu bisa terjadi 19:36 kalau ada wadah diskusi. Jadi mulai hari 19:39 ini mungkin coba ee rancang di di 19:42 kegiatan kita di rumah 1 hari atau di 19:46 dalam 1 minggu ada hari Sabtu atau hari 19:50 Minggu. Nah, kita mendiskusikan tentang 19:52 kesiapan anak menghadap bencana dan 19:55 individu atau anggota keluarga yang lain 19:59 yang ada di rumah. Itu yang ee penting 20:02 juga. Kemudian kita mendiskusikan pada 20:06 saat ee bencana itu misalnya terjadi 20:10 bencana, kebutuhan-kebutuhan apa yang 20:12 harus di ee siapkan? Nah, minimal ada 20:18 yang di radio Rasil sudah 20:20 menginformasikan menyediakan satu ee tas 20:26 atau yang kemudian tas itu bisa dibawa 20:30 kapanpun. di situ otomatis lengkap ada 20:34 pakaian ee siap pakai untuk 3 hari. 20:40 Kalau di rumah ee memiliki anak yang 20:44 masih bayi, berarti ada kebutuhan untuk 20:47 bayi. Lalu kalau anak yang masih sering 20:52 ee 20:54 apa ke belakang tidak teratur, otomatis 20:57 menyiapkan pampers yang sesuai dengan 20:59 kebutuhan selama 3 hari. Pakaian dalam. 21:02 Tapi jangan lupa juga yang perlu juga 21:05 didiskusikan kebutuhan anak itu apa 21:08 saja. otomatis kita perlu tanyakan 21:10 kepada dia. Misalnya dia suka biskuit 21:13 atau ada makanan-makanan ringan yang 21:16 tahan sekian waktu yang tidak 21:19 dikonsumsi. Tapi itu juga perlu 21:23 dipertimbangkan kapan ee isi tas itu 21:27 terkait dengan makanan-makanan atau 21:29 minuman yang ee punya batas waktu kadar 21:33 luarsa itu diganti. Jadi mereka 21:36 mendiskusikan sampai ke hal yang 21:38 diskusikan itu adalah bagaimana kalau 21:41 mainannya atau hewan peliharaan yang 21:44 disayangi oleh anak itu ke siapa nih 21:48 dititipkan? Kalau belajar kejadian waktu 21:53 Gunung Agung di Denpasar, ada satu ee 21:56 komunitas khusus untuk mengamankan ee 21:59 hewan-hewan peliharaan. Lalu ada 22:01 komunitas khusus yang memasak. 22:06 Lalu diskusi lain misalnya kalau ada ee 22:10 anggota keluarga yang disabilitas 22:12 misalnya dia menggunakan kursi roda atau 22:16 masih menggunakan alat bantu apa 22:19 pendengaran atau kruk kruk untuk yang ee 22:24 tidak bisa bergerak 22:27 itu perlu kita 22:29 ketahui ada enggak ee resep dokter yang 22:34 sewaktu-waktu bisa ditebus tapi ee 22:38 kebutuhan obat sudah tidak ada. Nah, 22:40 kita siapkan juga catatan-catatan 22:42 seperti itu. Atau anak-anak yang ee 22:46 berkebutuhan khusus 22:48 misalnya dia sangat superaktif atau dia 22:54 itu tidak mau mendengar cerita orang. 22:56 Tapi kalau dia mendapat catatan dalam 22:59 bentuk tulisan dia si anak itu langsung 23:03 respon. berarti ada ee kebutuhan untuk 23:07 seperti itu atau 23:10 ada ee kebutuhan lain misalnya kalau 23:13 orang yang tidak bisa melihat atau orang 23:16 yang tidak bisa mendengar atau 23:21 ee ada anggota keluarga yang harus 23:24 dipapah ini kan otomatis harus kita 23:27 diskusikan dengan kita mendiskusikan dan 23:30 menemu kenali kebutuhan-kebutuhan apa 23:32 yang terkait dengan yang ee kita 23:35 butuhkan selama terjadi bencana itu juga 23:39 harus ee menjadi materi-materi yang 23:44 kemudian perlu dicatat dan tidak hanya 23:47 cukup itu tapi segera di ee 23:50 implementasikan. Misalnya butuh tas 23:54 berarti kita harus membeli tas. Lalu 23:57 butuh makanan atau pakaian itu kita 24:00 harus siapkan. lalu copyan 24:05 resep. Kemudian kita diskusikan juga nih 24:09 kan otomatis ada dokumen-dokumen penting 24:13 juga yang ee perlu diselamatkan kalau 24:17 terjadi 24:18 bencana misalnya ijazah atau polis akta. 24:24 Ah, otomatis si ayah, si 24:27 ibu perlu memikirkan bagaimana nih kalau 24:30 terjadi di rumah kita. Lalu 24:35 kalau insyaallah kita masih bisa hidup, 24:38 ah otomatis kita butuh dokumen-dokumen 24:40 ini. Itu juga harus dipikirkan apakah 24:43 harus di digandakan atau 24:47 di buatkan video. di video atau foto 24:52 yang kemudian semua informasi terkait 24:54 ini kita upload ke ee Google Drive atau 24:58 ke fasilitas lain yang kemudian ee ini 25:03 yang membantu kita di kemudian hari. Ini 25:07 harus 25:08 didiskusikan. Itu yang kedua. Nah, yang 25:10 ketiga sekarang adalah melengkapi semua 25:13 kebutuhan-kebutuhan yang kita diskusikan 25:15 tadi. Jadi, apa saja nih yang harus kita 25:19 ee 25:21 siapkan, kita lengkapi, lalu kita 25:25 ee kita siapkan dan otomatis ee ada 25:31 semacam ee apa? Minimal ada satu 25:36 kebutuhan ekstra. Jadi ada anggaran 25:39 khusus untuk itu, Bunda. Jadi mulai 25:41 disisikan. Tidak cukup ee makan minum 25:46 yang sehari-hari kita siapkan. Tapi 25:47 sudah mulai dari keuangan kita yang 25:51 misalnya ada 10 ah satunya itu harus 25:54 sudah mulai dipikirkan untuk untuk 25:56 emergency. G emergency. Emergency yang 25:59 paling penting itu adalah adanya polisah 26:04 juga perlu kita 26:06 ee siapkan. Karena sekarang kalau 26:10 misalnya terjadi sesuatu, ambil contoh 26:12 Bunda, kalau kita baru beli kenderaan 26:15 baru, pasti si dealer memberikan 26:19 informasi kepada kita ini perlu 26:21 diasuransikan 26:24 agar kita tidak kehendaki sesuatu, tapi 26:26 itu akan terjadi. Kita akan diringankan. 26:30 Jadi, ini yang menjadi 26:32 penting. Ah, ini yang 26:35 keempat, mempraktikkan. Nah, 26:38 mempraktikkan. Apa saja yang harus kita 26:40 praktikkan, Bunda? Pertama yang perlu 26:43 dipraktikkan terkait dengan kesiapan di 26:45 rumah. Misalnya kalau terjadi 26:48 gempa, otomatis kita sudah dapat 26:51 informasi dari ee Pramuka atau dari PMI 26:57 atau dari Tagana atau dari mereka-mereka 27:00 yang aktif di penanggulangan bencana. 27:03 Berarti dari Badan Penanggulangan 27:04 Bencana itu kan ada informasi yang kita 27:07 bisa upload juga di YouTube. Ah, si 27:11 ayah, si bunda mempraktikkan itu. Yang 27:15 kedua, setelah mempraktikkan di rumah, 27:18 otomatis kan kalau terjadi bencana 27:20 mereka 27:21 perlu mencari titik kumpul. 27:25 Sekarang di beberapa kantor yang ee 27:29 sudah memiliki manajemen ee kesiapan 27:33 menghadapi bencana, mereka sudah punya 27:36 ee tempat titik kumpul yang dilengkapi 27:39 dengan rambu-rambu. Lalu ada dilengkapi 27:42 juga dengan jalur evakuasi. Nah, di sini 27:45 si ayah, si bunda juga perlu tahu 27:49 informasi. Misalnya kalau banjir di satu 27:52 tempat itu mereka kumpulnya di mana? 27:55 Lalu kalau 27:57 misalnya ada gempa lalu sampai diikuti 28:01 dengan tsunami 28:03 itu berkumpulnya di mana? Si ayah, si 28:07 bunda, dan anak-anak mungkin ini butuh 28:10 waktu satu hari. Jadi hari Minggu atau 28:14 hari Sabtu itu mereka mengikuti jalur 28:19 ee evakuasi. 28:22 pada saat di jalur evakuasi itu ini 28:26 mereka mengikuti lalu dilengkapi dengan 28:29 diskusi. 28:31 mungkin pada saat bencana yang bisa 28:36 melakukan aktivitas 28:38 itu bisa hanya ayah saja sendiri, si 28:42 bunda sendiri atau si anak sendiri kalau 28:44 mereka terpisah dengan ee lokasi atau 28:47 mungkin di salah satu anggota keluarga 28:50 itu sudah tidak mampu lagi melakukan 28:53 gerakan-gerakan, tapi mereka si di 28:56 antara mereka ini kan harus ada yang 28:58 menyelamatkan diriah itu juga harus 29:00 harus menjadi 29:03 ee 29:05 materi pada saat mereka ee praktik untuk 29:10 berevakuasi. Pada saat di jalur mereka 29:14 sampai ke titik kumpul dan dari titik 29:15 kumpul itu otomatis harus pindah ke 29:18 tempat pengungsian. 29:22 Si ayah, si bunda juga perlu 29:25 memperkenalkan kepada anak pada saat 29:28 mereka di tempat 29:30 pengungsian, ada hal-hal yang tidak 29:33 mengenakkan dan ada hal-hal yang 29:36 kemudian membuat mereka tidak nyaman. 29:40 Lalu mereka juga akan berjumpa dengan 29:44 orang-orang yang sebelumnya mereka tidak 29:46 kenal dan siap membantu mereka. Otomatis 29:51 si ayah, si bunda juga perlu 29:53 mendiskusikan ini. 29:55 Itu pada saat kejadian. 29:59 Kalau si anak punya memori sedikit 30:02 terkait dengan ini, dia tidak akan 30:04 mengalami ee persoalan untuk adaptasi. 30:07 mungkin ada sedikit kendala tapi ee 30:10 minimal dia akan selalu ingat kemarin 30:13 atau beberapa waktu yang lalu Bunda 30:16 pernah bercerita kalau ini terjadi ee 30:20 adik atau kakak akan berjumpa dengan 30:22 ini. Sekarang pada kejadian mereka 30:25 bertemu dengan orang-orang seperti ini 30:27 itu mereka akan lebih mudah untuk 30:30 beradaptasi 30:32 daripada di memori mereka itu tidak 30:35 pernah di ee kenalkan. Ah di tempat 30:39 pengungsian otomatis kalau biasanya 30:42 mereka ingin tidur nyenyak atau enak ini 30:46 tidak ada kasur, tidak ada apa? AC. AC 30:51 tidak punya bantal. Lalu kemudian ini 30:54 hanya satu orang 30:57 sekarang banyak sekali di 30:59 satu ruang apa gedung olahraga lalu 31:03 tidur. Nah, ini si anak perlu juga 31:07 diperkenalkan dengan situasi seperti 31:09 ini. Begitu juga dengan 31:10 individu-individu yang di rumah mungkin 31:12 agak sedikit apa ee bawel ya. apa-apa 31:17 harus 31:18 yang apa yang mengenakkan buat dia. Tapi 31:21 sekarang itu tidak ada. Ini juga perlu 31:24 diinformasikan kepada mereka dan ini 31:27 perlu didiskusikan. Tidak cukup hanya 31:30 ee ceramah dari ayah dan bunda, tapi 31:35 tolong ee mintakan mereka untuk berpikir 31:39 dan kemudian mereka berpendapat. dari 31:41 hasil ee mereka berpikiran, pendapat ini 31:45 yang kemudian menjadi hal-hal yang perlu 31:47 dicatat dan itu yang kemudian selalu 31:50 menjadi materi untuk mengingatkan kepada 31:52 mereka. 31:54 Dan setelah kita mendiskusikan apa saja 31:59 yang terkait dengan ee kesiapan 32:01 menghadapi 32:04 bencana ini yang momen 32:07 ketiga adalah otomatis pada saat mau 32:12 menidurkan anak ini harus selalu 32:17 diceritakan. 32:19 Tidak cukup hanya kita 32:21 punya kesempatan di hari Sabtu atau 32:24 Minggu kita berdiskusi khusus, tapi pada 32:28 saat anak mau tidur itu selalu menjadi 32:31 materi untuk diceritakan. 32:33 Ingat nih, kalau ini kalau terjadi 32:36 bencana seperti ini misalnya gempa, 32:39 gunung merapi, lalu ada tsunami, ada 32:43 banjir, lalu ada kebakaran, kemudian 32:46 mungkin di dekat rumah kita ada pabrik 32:49 dan kemudian ee 32:52 mengeluarkan gas yang berbahaya. Apa 32:55 yang harus dilakukan? Kemudian kalau ada 32:57 yang terjadi kebakaran, bagaimana nih? 33:00 si bunda atau si ayah perlu menyempatkan 33:04 waktu untuk menceritakan ini semua 33:08 karena tidak cukup hanya berdiskusi 33:11 tadi, tapi juga ada satu monolog yang 33:14 mungkin ada transisi mau ke tidur itu 33:19 ee memori anak akan mudah menangkap dan 33:24 tidak akan sampai ee terbawa dia ke 33:28 dalam alam mimpi dia. ya, tapi minimal 33:30 itu akan terekam dan itu menjadi ee hal 33:34 penting, Bunda. Lalu selain 33:38 itu 33:40 kalau 33:42 di rumah-rumah itu sudah diajarkan 33:45 tentang kesiapan menghadapi bencana, 33:48 berarti kan ini yang tahap selanjutnya, 33:51 Bunda. 33:52 Berarti di komunitas 33:56 itu berarti kumpulan ayah dan bunda yang 34:01 sudah memiliki pemahaman menghadapi ee 34:06 bencana. Ini harus dimotori oleh Pak RT, 34:10 Pak RW. Ah, bagaimana Pak RT, Pak RW 34:13 untuk menyelamatkan anak-anak yang ada 34:16 di daerah dia? 34:19 Otomatis Pak RT, Pak RW, langkah pertama 34:22 yang harus dilakukan 34:27 mengidentifikasi orang dewasa yang ada 34:30 di komunitas itu yang memiliki keahlian 34:33 masing-masing. 34:35 Misalnya di komunitas itu 34:38 ada ayah yang memiliki kemampuan 34:43 bertugas menjadi petugas keamanan. 34:45 berarti berlatar belakang polisi atau 34:48 tentara kemungkinan pada saat kejadian 34:50 bencana mereka itu ada di komunitas. 34:53 Nah, mereka itu yang nanti akan 34:55 berperan. Yang kedua, ada orang yang 35:01 bertugas untuk menjadi tenaga kesehatan. 35:04 Kemungkinan besar di komunitas itu kan 35:06 ada yang berlatar belakang dokter atau 35:10 berlatar belakang medis. mereka nanti 35:12 yang ee segera menyelamatkan nanti kalau 35:16 terjadi sesuatu ada perlukaan atau ada 35:20 yang mengalami lecet, nah mereka-mereka 35:22 ini yang ee akan ee segera ambil bagian. 35:27 Kemudian 35:29 si Pak RT juga jangan lupa 35:32 mengidentifikasi ada enggak psikolog. 35:35 psikolo ini yang nanti akan melakukan 35:37 trauma healing. Jadi ada di mana dia? 35:41 Lalu apakah masih mahasiswa atau yang 35:44 sudah lulus atau yang sudah praktik? Ini 35:46 juga perlu diketahui oleh ee RT atau RW. 35:51 Kemudian guru. Nah, yang guru ini juga 35:55 mulai 35:56 diklasifikasikan. Ada yang bisa 35:58 menangani anak di usia dini, ada yang 36:01 SDS, ada yang SMP, ada SMA. 36:04 Mereka-mereka ini nanti kalau terjadi 36:07 sesuatu 36:09 bencana tidak selalu mengharapkan 36:12 bantuan dari pihak luar dari mereka 36:15 sendiri nanti yang segera ee yang 36:18 menyelamatkan. Kemudian ada yang 36:22 berprofesi sebagai ee pengemudi atau 36:25 driver. Nanti kalau 36:28 terjadi ee proses pengungsian 36:31 besar-besaran, siapa nih yang harus ee 36:34 membawa kenderaan, membawa truk atau 36:37 membawa apa kenderaan yang kemudian ini 36:41 harus diorganisasikan dengan 36:44 baik. 36:46 Karena saya pernah ee mengal ee 36:50 mengalami secara langsung waktu ee 36:53 kejadian di Padang. Jadi ada 36:57 informasi dari BMKG terkait dengan 37:00 adanya tsunami. Jadi ee sirene tsunami 37:04 itu sudah berbunyi. 37:07 Kemudian di jalan itu ada yang lari 37:12 tanpa panik. Jadi lalu ada kenderaan 37:14 yang dengan kecepatan tinggi lalu tidak 37:18 beraturan. Dan 37:19 seharusnya mereka itu harus selamat 37:22 tetapi tidak jadi selamat karena 37:24 ketidaktahuan. Padahal Bunda di Padang 37:27 itu sebelum ada kejadian kejadian 37:31 berikut ini karena sudah ada sirene itu 37:34 mereka sering melakukan latihan ada 37:38 kesiapan menghadapi pencat tapi pada 37:40 saat hari terjadi bencana kekacauan itu 37:43 muncul karena tidak selalu diingatkan 37:46 dan tidak ada yang mengorganisir di 37:49 komunitas karena selalu apa-apa 37:51 pemerintah apa-apa pemerintah sekarang 37:54 Sekarang bagaimana kita bisa bertahan 37:57 diri dengan kemampuan kita. Nah, 38:00 komunitas inilah Pak RT, Pak RW tidak 38:03 cukup hanya bertugas memungut apa ee 38:07 kebersihan atau kaman, tapi terkait 38:09 dengan ini menjadi satu kebutuhan. 38:11 Karena kalau sudah kumpulan orang 38:13 tua-orang tua yang memiliki pengetahuan 38:16 tentang kebencanaan menjadi satu 38:18 kesatuan itu menjadi satu kekuatan. 38:21 Adik di kementerian sebetulnya sudah ada 38:25 programnya yaitu komunitas tanggap 38:28 bencana, ada desa tanggap bencana. Itu 38:33 tidak akan optimal kalau yang basicnya 38:36 rumah itu tidak memiliki pengetahuan. 38:38 Nah, kita hari ini fokus bagaimana 38:41 memastikan anak-anak itu siap menghadapi 38:44 bencana. Ah, kalau 38:46 Bunda si Pak RT, Pak RW sudah mampu 38:50 mengorganisir 38:52 ee individu-individu yang nantinya pada 38:55 satu kejadian ee itu terjadi dan 39:00 mereka akan selalu respon itu tidak akan 39:05 khawatir. 39:08 Jadi pasti anaknya atau anggota keluarga 39:12 lainnya akan diselamatkan oleh orang 39:14 lain yang sudah dimintai peran dan 39:18 tanggung jawab. Ah, ini yang mungkin 39:21 tidak tidak pernah terjadi saat sekarang 39:24 karena itu tidak ada. 39:26 Dan ada semacam kekhawatiran, bagaimana 39:30 kita bisa menyelamatkan orang lain 39:33 sedangkan anggota keluarga kita tidak 39:35 ada yang membantu. Karena tadi kita 39:37 tidak diberi peran. Tapi dengan kita 39:39 sudah diberi peran misalnya teman-teman 39:41 yang menjadi anggota masyarakat di 39:44 komunitas itu anggota polisi atau 39:46 tentara lalu dokter atau mantri atau 39:50 guru atau ustaz lalu psikolog lalu yang 39:53 bagian masak lalu yang bagian menangani 39:57 ee apa hewan peliharaan lalu yang 40:01 menangani orang-orang yang berkebutuhan 40:03 khusus itu sudah bersatu. Insyaallah 40:06 kalau terjadi sesuatu yang kita tidak 40:10 kehendaki tapi itu terjadi, kita sudah 40:12 memiliki kesiapan. Ah, apa ini 40:15 keuntungan kalau sudah kita memiliki 40:17 pengetahuan ini? Minimal Bunda terjadi 40:22 kalau terjadi bencana si anak itu akan 40:25 selalu ee teringat apa yang dikata oleh 40:29 ayah dan apa dikata oleh bundanya. itu 40:33 yang selalu dia ingat. Misalnya kalau 40:37 terjadi 40:39 gempa, kebetulan anak itu bersekolah di 40:44 sekolah yang ee memiliki lantai berlebih 40:48 satu, dua atau dia otomatis akan ee 40:52 menyelamatkan ke satu titik di mana 40:56 titik itu memiliki ee daya tahan untuk 40:59 bisa melindungi dia. Lalu kalau terjadi 41:02 gempa, dia tidak segera buru-buru ee 41:07 keluar gedung tanpa membaca situasi. 41:10 Nah, ini kan dia harus sudah mulai ee 41:13 memiliki pengetahuan 41:15 itu akan menjadi satu kekuatan atau 41:19 menjadi satu keterampilan dan dia 41:21 memiliki sikap untuk menghadapi itu 41:23 kalau ada selalu pertemuan, ada selalu 41:27 diskusi, ada selalu latihan. Nah, untuk 41:30 ini menjadi satu kebutuhan di rumah 41:34 untuk menghadapi bencana ini. Lalu 41:37 kemudian tidak cukup itu, Bunda, adalah 41:41 ini yang selalu 41:44 berdoa. Kata akhir dari segala sesuatu 41:48 kita harus berpasrah kepada Allah. 41:51 Tetapi kepasrahan itu akan semakin 41:54 menguatkan ee keimanan kita kalau kita 41:58 sudah mempersiapkan diri kita dulu 42:02 daripada tidak memiliki pengetahuan 42:06 kemudian tidak memiliki keterampilan dan 42:08 sikap. Akhirnya kita menjadi individu 42:11 yang mati konyol kalau itu semuanya 42:15 tidak kita ee persiapkan kepada anak 42:17 kita. Keuntungan selanjutnya adalah anak 42:21 memiliki daya 42:23 tahan. Dia tidak akan ee mengalami 42:27 masalah pada saat terjadi bencana itu 42:30 secara berlebihan. Misalnya dia 42:32 ditinggalkan ayahnya atau bundanya atau 42:36 hewan 42:37 peliharaannya. Dia selalu bersyukur 42:39 dengan dia masih hidup. Berarti dia 42:43 masih dipercaya oleh Allah untuk 42:44 melanjutkan kehidupan. 42:47 apa yang diajarkan, apa yang dipesatkan 42:49 oleh ibundanya itu yang kemudian selalu 42:51 dia ingat untuk diteruskan untuk 42:54 kemaslahatan orang lain. Dan mungkin 42:55 kalau dia juga mengalami musibah, 42:57 mungkin orang tua atau binatang, dia 42:58 bisa menganalisa, oh sebabnya ini. Iya, 43:01 gitu ya, Pak. Ya, itu yang bisa menerima 43:03 menerima dan akhiran dari itu semua kita 43:08 berpasrah kepada Allah. Demikian Bunda. 43:11 Semoga Allah memberikan cahaya kepada 43:14 kita dan Bunda dan ayahanda di rumah. 43:17 Mulai hari ini tidak cukup kita ee 43:22 apa mengharap bantuan dari orang lain, 43:26 tetapi yang paling penting diri kita 43:29 harus ee kita bantu untuk mempersiapkan 43:33 ee kehidupan kita di kemudian hari. Tapi 43:36 yang paling penting, salah satu 43:38 kebutuhan yang harus kita catat hari ini 43:42 adalah kebutuhan ee mempersiapkan anak 43:46 kita menghadapi bencana. Demikian. Baik, 43:49 terima kasih banyak Pak Hamid Pati Lima. 43:51 Ikhwan dan akhwat jangan ke mana-mana. 43:53 Setelah jeda, kami akan segera kembali 43:55 dengan lanjutan penjelasan dari Pak 43:57 Hamid Pati 5. Kami masih mengundang 43:59 ikhwan dan akhwat untuk mengirimkan 44:01 pertanyaan ke nomor WhatsApp 44:07 0811999720 atau sebentar lagi ikhwan dan 44:09 akhwat dapat menelepon kami di studio di 44:12 nomor 44:16 0218451512. Kami akan segera kembali. 44:23 [Musik] 44:28 [Tepuk tangan] 44:33 [Musik] 44:38 [Tepuk tangan] 44:39 [Musik] 44:48 [Tepuk tangan] 44:54 [Musik] 45:06 [Tepuk tangan] 45:11 [Musik] 45:16 [Tepuk tangan] 45:19 [Musik] 45:26 [Tepuk tangan] 45:32 [Musik] 45:44 [Tepuk tangan] 45:50 [Musik] 45:54 [Tepuk tangan] 45:55 [Musik] 46:04 [Tepuk tangan] 46:10 [Musik] 46:18 [Musik] 46:22 [Tepuk tangan] 46:27 [Musik] 46:32 [Tepuk tangan] 46:38 [Musik] 46:42 [Tepuk tangan] 46:48 [Musik] 46:56 Rasil 46:57 TV untuk Islam yang satu. 47:09 Masih di acara perlindungan anak Ikhwan 47:11 dan Akhwat bersama narasumber kita Pak 47:13 Hamid Pati 5. Kami masih mengundang 47:16 Ikhwan dan Akhwat untuk mengirimkan 47:17 pertanyaan via WhatsApp di nomor 47:24 0811999720. Dan kami juga sudah membuka 47:26 Line telepon di nomor 0218451512. 47:31 Baik, Pak Hamid. Ee sebelum kita melihat 47:34 pertanyaan, saya pernah baca di satu 47:36 buku eh bahwa ada seorang psikolog kalau 47:40 enggak salah yang mengatakan bahwa kita 47:42 jangan jangan menceritakan yang 47:44 buruk-buruk sama sekali kepada anak-anak 47:45 kita. Kalau misalnya mereka menonton di 47:48 berita ada musibah, ada bencana alam, 47:50 pastikan pada mereka bahwa itu tidak 47:52 akan terjadi dengan mereka. Gimana nih, 47:54 Pak? 47:55 itu yang perlu mendapat 47:57 catatan ee penting bagi ayah dan bunda. 48:01 Sebelum kita menggali 48:03 atau membagikan informasi kepada anak 48:07 kita, kita terlebih dahulu harus punya 48:11 ee pengetahuan yang lengkap sehingga 48:13 kalau 48:14 ada kejadian-kejadian seperti itu atau 48:17 ada pertanyaan yang muncul dari anak 48:19 kita lalu kita tidak siap, itu kan 48:21 otomatis ee menjadi sesuatu yang membuat 48:24 mereka ee trauma atau mereka akan 48:29 kehilangan pijakan. karena kita 48:32 ee tidak menjelaskan secara utuh apa 48:37 yang ada di belakang ee itu semua. 48:41 Misalnya si anak kalau menonton atau 48:44 mendapatkan sebuah informasi yang 48:47 kemudian membuat dia 48:49 harus ee membuat gambaran lain yang 48:54 lebih berbahaya lagi kalau kita tidak 48:58 lengkapi dengan pengetahuan tentang ee 49:01 media literacy atau melek media. 49:06 Kalau di media itu otomatis apa yang 49:09 kita tonton atau apa yang kita lihat, 49:11 apa yang kita baca itu itu akhiran 49:14 akhir. Tapi sebetulnya itu ada sebuah 49:17 proses. Ah, sebetulnya proses-proses itu 49:19 yang harus dijelaskan secara detail 49:22 kepada anak kita. Misalnya nih, Ibu 49:25 Bunda, 49:27 kenapa menghadapi bencana itu perlu kita 49:31 diskusikan? diawali dengan menggali 49:35 informasi. Nah, dengan kita memiliki 49:39 informasi yang lengkap, tidak cukup 49:43 hanya informasi terkait dengan ee 49:46 kebencanaan, tapi informasi itu dari 49:49 mana? Nah, juga perlu juga kita harus ee 49:52 sampaikan kepada anak misalnya BMKG. 49:55 BMKG itu apa sih, Bunda? Nah, itu apa 49:59 itu semua kan sebelum kita berdiskusi 50:03 dengan mereka, kita harus tahu dulu itu 50:05 BMKG tugasnya apa. Kemudian PMI, Palang 50:10 Merah Indonesia yang banyak diketahui 50:14 oleh masyarakat umum, PMI itu hanya 50:18 kalau tanggal ee 17 September mereka 50:21 punya penggalangan dana atau ada yang 50:24 donor darah. Padahal tidak cukup di 50:26 situ. Mereka akan ee membantu atau 50:30 mereka itu punya satu kegiatan atau 50:32 mitigasi. Nah, itu juga perlu kita tahu. 50:35 Lalu pramuka. Pramuka itu apa itu yang 50:38 kita tahu? Hanya nyanyi-nyanyi aja. 50:40 Terus kalau tepuk tangan kemudian ada 50:44 yang ditandu atau apa, kita harus juga 50:48 ee jelaskan kepada anak kita apa itu 50:50 peran pramuka dan mereka di mana. Kalau 50:53 bagus langsung kita bawa anak itu ke 50:56 institusi atau lembaga-lembaga yang ee 50:59 mereka di sana selain mendapatkan 51:02 informasi dari bundanya, tapi mereka 51:05 langsung mendapat dari sumber informasi 51:08 yang kredibel. Nah, di situlah akan 51:10 terbangun kepercayaan diri dia. Jadi, 51:12 dia tidak akan mudah ee dipengaruhi oleh 51:16 informasi yang hoa atau informasi yang 51:19 menakut-nakuti. Tapi dengan proses ini 51:22 butuh proses benda tidak langsung ee 51:25 serta-merta kita menyampaikan itu, tapi 51:28 kita sendiri yang ee memiliki informasi, 51:33 tidak memiliki pemahaman yang e secara 51:36 ee optimal. Lalu kemudian tidak cukup 51:40 informasi yang dituntut. Yang kedua ini 51:43 adalah 51:44 keterampilan. Keterampilan di sini 51:47 adalah keterampilan mengolah informasi, 51:50 lalu menyampaikan informasi, lalu yang 51:53 kemudian bagaimana mengimplementasikan 51:56 atau melaksanakan informasi yang kita 51:58 dapat. Nah, ini butuh ee keterampilan 52:02 yang tidak cukup. misalnya, "Oh, saya 52:05 sudah baca buku tentang 52:08 menu kan harus butuh keterampilan 52:11 memotong bawang itu bagaimana." Nah, 52:13 sama juga dengan ee kesiapan keluarga 52:16 menghadapi bencana. Ah, siapa nih yang 52:19 memiliki keterampilan atau informasi 52:21 terkait dengan keterampilan menghadapi 52:23 bencana? Yang paling banyak dan sering 52:26 ee berlatih itu adalah tim SAR. Kita 52:30 perlu ke sana. Lalu teman-teman yang ada 52:34 di ee Tagana itu ada di Kementerian 52:39 Sosial. Kemudian teman-teman yang sering 52:42 hampir setiap hari itu kerjanya hanya 52:46 memelototi monitor dan telepon ya kalau 52:50 terjadi kebakaran berarti ke dinas 52:52 kebakaran. Kemudian ini juga yang jadi 52:56 ee orang selalu lupa itu yang memiliki 52:59 keterampilan menghadapi bencana itu 53:01 teman-teman di 53:02 kepolisian. Kepolisian lalu tentara. 53:06 Kalau mungkin di jalan kita melewati 53:09 satu tangsi militer sedikit-sedikit kita 53:12 ambil coba ee berbelok ke kiri. 53:16 Kebetulan kita berhombongan dengan 53:18 anak-anak kita. kita belok ke kiri masuk 53:20 ke gedung itu kalau ditanya oleh petugas 53:23 keamanan mau ke mana kami pengin tahu 53:26 informasi menghadapi bencana ke bagian 53:29 mana perlu kita kan ee orang di depan 53:32 pasti bertanya dulu ke atasannya ini ada 53:35 tamu yang tidak diundang otomatis kan 53:38 ada semacam satu kebutuhan oh selama ini 53:42 kami tidak pernah membagikan informasi 53:45 seperti ini padahal masyarakat butuh ada 53:47 terbangun sebuah kesadaran kesadaran. 53:50 Karena sekarang itu tidak pernah ada 53:53 orang yang merencanakan, yang melakukan 53:55 atau ada yang 53:57 menginisiasi, menginisiatif atau 53:59 mengawali ini semua. Akhirnya 54:02 masing-masing orang-orang atau 54:05 lembaga-lembaga yang harusnya membantu 54:07 masyarakat itu baru ada kalau terjadi 54:12 bencana. Padahal yang dibutuhkan itu 54:15 sebelum terjadi bencana dan di 54:18 masyarakat itu 54:20 terbangun seakan-akan segala sesuatu itu 54:22 harus dari pemerintah. Inisiatif dari 54:25 ayah dan bunda untuk menyiapkan anaknya 54:29 itu tidak ada. Melalui pertemuan hari 54:32 ini, Bunda, kita harus ee mendorong ayah 54:36 dan bunda jangan hanya 54:39 berpasrah kepada keadaan, tetapi 54:41 bagaimana kita bisa keluar dari 54:43 kepasrahan itu, tetapi harus dilengkapi 54:46 dengan pengetahuan kembali lagi 54:49 keterampilan dan sikap. Akhirnya kalau 54:53 itu dilaksanakan kekhawatiran dari 54:57 seorang psikolog tadi insyaallah tidak 54:59 akan terjadi. Tetapi kalau ujuk-ujuk 55:02 segera 55:03 diinformasikan, itu yang kemudian akan 55:06 membuat anak ee trauma dan dia akan 55:09 mencari jawaban sendiri. Misalnya 55:13 ee Bunda besok pagi atau hari ini 55:17 meninggal bagaimana kamu? tidak 55:20 diceritakan nih eh langsung akhirnya 55:23 anaknya nangis kan dia ee shok dan 55:27 sedih. Tetapi itu harus ada 55:29 tahapan-tahapan menceritakan bahwa 55:32 setiap makhluk hidup itu akan merasakan 55:37 kematian. Ah, kematiannya itu kapan? 55:41 Hanya Allahlah yang tahu. Tetapi untuk 55:45 me nanti atau sampai ke titik itu, apa 55:49 nih yang harus kita persiapkan? A si 55:51 anak itu harus sudah mulai. Lalu 55:54 kemudian ee misalnya kalau Bunda tidak 55:58 ada lalu pada saat penerimaan rapot 56:01 siapa nih yang akan membantu kamu? Ah, 56:04 tolong coba kamu pikir. Ah, di situ 56:06 mulai ada proses ee cerita atau misalnya 56:10 nih ee Bunda enggak 56:13 ada ee kalau kamu kan seharian selalu 56:17 dibantu Bunda untuk cuapin, menyiapkan 56:20 makanan, pakaian. Ini apa yang harus ee 56:24 adik atau kakak lakukan? Coba ee tolong 56:28 pikirkan. Lalu apa pendapat kamu? Nah, 56:30 kalau itu proses terjadi, insyaallah apa 56:33 yang dikhawatirkan oleh para ahli jangan 56:38 serta-merta kita menyampaikan tentang 56:41 hal-hal yang menakutkan kepada anak-anak 56:43 kita. Itu mungkin baik. Ee lalu sejak 56:47 umur berapa ya, Pak Hamid, kita bisa 56:50 mulai mengajarkan anak-anak kita untuk 56:51 siap menghadapi bencana? Kalau bisa 56:54 sejak mulai anak itu sudah siap untuk 56:57 kita ajak diskusi atau kita e si anak 56:59 itu sudah mulai ee atau mampu 57:02 berkata-kata dengan kita. Itu usia ee 2 57:05 tahun ana sudah mulai dan di 2 tahun itu 57:09 si anak sudah mulai masuk ke kemandirian 57:12 diri. Jadi anak 57:14 sudah belajar berdiri, belajar berjalan, 57:18 lalu sudah mulai berkata-kata. itu sudah 57:20 mulai di diceritakan ya. 57:25 Lalu mungkin sebelum kita bercerita 57:31 mungkin sudah ada di benak ayah, di 57:33 benak 57:35 bunda menjadwalkan di kalender 57:38 handphone-nya itu pada kapan-kapan si 57:42 anak ee diajak ke satu tempat. Ambil 57:45 contoh Bunda. Misalnya si ayahahanda 57:49 pergi ke museum Taman Mini. Di museum 57:53 itu di di tangan Mini beberapa museum 57:57 atau ee ke pemadam kebakaran. Ah, dia 58:02 datang ke sana dan ini yang akan menjadi 58:05 ee menarik dan akan berkesan bagi anak 58:09 kita. 58:11 Pada saat sekolah punya kegiatan serupa 58:16 lalu berkunjung ke tempat itu, si anak 58:20 itu insyaallah akan menjadi leader. 58:23 karena dia pernah ke sana lalu dia 58:27 minimal dia akan dari sekolah ke tempat 58:31 itu sepanjang jalan si anak itu akan 58:35 bercerita kalau dia sudah ee memiliki 58:39 kemampuan atau sampai di sana pas dia 58:43 berkunjuk ke tempat yang pernah dia 58:45 datangi, dia mengenal si bapak itu 58:49 mungkin yang berkumis atau apa dan itu 58:52 akan teringat pada diri dia, dia akan 58:56 atau dia langsung menyapa dan tidak ada 58:59 ee rasa ee ketakutan pada diri dia untuk 59:03 berjumpa dengan orang baru. Lalu yang 59:06 dia selalu ingat, "Aku pernah diajak 59:09 Bunda ke sini, aku pernah diajak ayah ke 59:12 sini." Itu yang menjadi hal yang menarik 59:15 itu mungkin. Baik. Eh, lalu mungkin saya 59:19 juga terpikir misalnya gitu ee anak-anak 59:22 kita sudah diberi kesiapan dan suatu 59:25 bencana terjadi ketika anak kita di 59:26 sekolah gitu, malah mungkin dia bisa 59:29 membantu teman-temannya gitu. Begini 59:30 begini caranya, ini yang bisa dilakukan 59:32 gitu. itu keuntungan keuntungan yang ee 59:36 individu-individu yang sudah mendapat ee 59:38 pelatihan dan ini menjadi satu ee 59:42 kebutuhan dan menjadi satu 59:46 pembeda ee pada diri anak kita kalau dia 59:51 sudah mendapat pengetahuan ini. Coba 59:54 ambil contoh saja, Bunda. Kalau anak 59:56 kita itu sudah memiliki kelebihan 59:59 menyelesaikan 1:00:01 matematik, otomatis dia akan menjadi ee 1:00:05 minimal akan mementori temannya. Kalau 1:00:08 ini dia dapat ee salah satu ee 1:00:11 pengetahuan keterampilan dan akhirnya 1:00:14 pada satu titik dia memiliki sikap ayah 1:00:17 Bunda, kalau misalnya terjadi ini aku 1:00:20 harus seperti ini, Bunda. Bagaimana kata 1:00:22 ee menurut Bunda itu akhirnya dia mau 1:00:25 minta pengakuan dan itu kalau sudah ke 1:00:29 level itu 1:00:33 insyaallah 1:00:34 pertama wartawan tidak lagi akan berkata 1:00:38 seperti ini Bunda. Baru terjadi 1:00:41 bencana lalu keluar dari pernyataan 1:00:44 wartawan, pemerintah belum turun tangan. 1:00:47 Benar-benar kejadian. Lalu kemudian 1:00:50 pertanyaan dari wartawan akan 1:00:52 berubah. Kalau sekarang bantuan apa yang 1:00:56 sudah diberikan oleh pemerintah kepada 1:00:58 Bapak? Dia akan berubah untuk bertanya 1:01:02 apa yang sudah dilakukan. Ah, itu di 1:01:06 teman-teman media yang saat sekarang 1:01:08 juga mereka perlu harus diberi 1:01:11 pengetahuan tentang ilmu kebencanaan. 1:01:14 Lalu pertanyaan-pertanyaan apa yang 1:01:16 harus mereka ee ajukan kepada si korban? 1:01:20 Lalu gambar-gambar apa yang perlu dan 1:01:24 yang tidak perlu di itu ini sekarang 1:01:27 semua 1:01:29 di padahal baru sepakat tuh media-media 1:01:32 itu dengan kejadian yang di Palu tidak 1:01:35 akan mudah menyebarkan informasi. Pas 1:01:38 kejadian ya ada di Banten mereka expos 1:01:43 pada saat terjadi ee bencana di 1:01:46 Sukabumi. Jadi ee diinformasikan semua. 1:01:51 Padahal itu akan ee tadi yang 1:01:54 dikhawatirkan oleh Bunda dari pernyataan 1:01:58 psikolog karena takutan anak itu si 1:02:01 penontonnya tidak memiliki pengetahuan 1:02:03 yang banyak. akhirnya dapat informasi 1:02:06 broadcast hoax saja mereka sudah ee 1:02:10 khawatir dan coba kalau anak-anak kita 1:02:16 atau orang-orang tua yang sudah 1:02:19 berpengetahuan dan mereka orang 1:02:22 pembelajar mendapatkan informasi dari 1:02:25 luar yang menurut dia aku cek pertama 1:02:28 informasi ini dari mana? Dari kantor 1:02:31 polis kah? Dari BMKG kah? atau dari BE 1:02:34 dari Badan Penanggulangan Bencanaah atau 1:02:37 dari Pramukaah atau dari PMI. Kalau itu 1:02:41 tidak ada berarti ini informasi bohong. 1:02:45 Nah, itu yang perlu juga kita ee 1:02:49 informasikan kepada masyarakat dan 1:02:51 akhirnya kunci juga pada anak kita itu 1:02:55 Bunda nanti 1:02:56 akhirnya ke depan ee akan berubah juga 1:03:01 teman-teman di pemerintah pada saat 1:03:05 menganggarkan itu mereka tidak main-main 1:03:08 lalu tidak korupsi kayak untuk ee air 1:03:14 guna 1:03:15 Nah, korban di Palu eh di disunat, 1:03:20 dikorupsi. Ya Allah. Lalu yang paling 1:03:23 penting ini yang menjadi hal yang sangat 1:03:26 ee kita harapkan ke depan itu, Bunda, 1:03:29 ada semacam tanggung jawab dari setiap 1:03:33 institusi yang diberi 1:03:35 ee peran oleh negara melalui 1:03:38 undang-undang atau melalui peraturan itu 1:03:42 mereka benar-benar bekerja secara 1:03:44 optimal. 1:03:46 Sekarang mereka tidak optimal karena 1:03:49 dari basic pengetahuannya terkait dengan 1:03:52 kebencanaan tidak 1:03:55 ada. Dan yang menarik Bunda, dengan 1:03:58 adanya kejadian bencana ini selalu ada 1:04:01 pembelajaran. Kita kembali lagi belajar 1:04:04 dari kisah Nabi Yusuf dengan diawali 1:04:09 dengan adanya informasi dari seorang 1:04:12 raja bermimpi lalu kemudian di 1:04:18 ee jelaskan atau di diterjemahkan oleh 1:04:23 Nabi Yusuf bahwa nanti 7 tahun mengalami 1:04:28 ee kesuburan. Jadi harus menanam. 1:04:31 Kemudian selama 7 tahun itu juga tidak 1:04:34 semua yang dikonsumsi tapi sebagian 1:04:38 harus di tempatkan di lumbung yang aman 1:04:42 yang kemudian bisa berusia sampai 7 1:04:46 tahun. Kemudian pada 7 tahun yang akan 1:04:49 datang akan mengalami 1:04:52 kekeringan. Negara siap untuk menghadapi 1:04:55 itu. Malah bisa membantu negara 1:04:57 sekitarnya ya. I negara sekitar. Dan 1:04:59 terjadilah ee silaturahim antara 1:05:03 keluarga Nabi Yusuf dengan keluarganya 1:05:06 dan sampai berjumpa dengan ayah 1:05:09 bundanya. Lalu dengan iktibar ini 1:05:13 sebetulnya di berbagai negara yang 1:05:17 seperti Jepang ee atau 1:05:20 Amerika mereka sudah mempersiapkan 1:05:23 warganya. Tapi meskipun banyak 1:05:26 kejadian-kejadian yang tetap terjadi, 1:05:29 ada sebuah teknologi yang terus berubah. 1:05:33 Seperti yang diinformasikan tadi oleh 1:05:35 Bung Noim Hayat dari Australia. Ada 1:05:38 kejadian kebakaran di Australia. Lalu 1:05:42 ada apa? Bukan kebakaran tapi ada 1:05:45 bencana. Lalu semua rumah rusak. Lalu 1:05:48 ada seorang jenderal yang mengajak semua 1:05:51 para ilmuwan untuk mengatasi masalah ini 1:05:54 terkait dengan desain rumah. Nah, itu 1:05:57 kan berarti ada hal-hal yang baru 1:06:00 seperti 1:06:01 di ee Jogja Bantul dengan adanya gempa 1:06:07 yang besar waktu itu akhirnya muncullah 1:06:09 teknologi rumah ee tahan bencana. Lalu 1:06:14 di NTB kemarin ada beberapa rumah yang 1:06:17 langsung dipasang tahan bencana juga. 1:06:20 Jadi teknologi terus berubah tetapi yang 1:06:22 belum berubah adalah 1:06:24 masyarakatnya 1:06:26 terkait kalau terjadi bencana mereka 1:06:30 tidak ee berpasrah begitu saja, tidak 1:06:33 mengeluh. Tetapi dengan ee penuh percaya 1:06:38 diri mereka siap menghadapi itu karena 1:06:42 memiliki pengetahuan, keterampilan, dan 1:06:45 sikap yang sebelumnya diajarkan oleh 1:06:50 ayah dan bundanya dan itu menjadi ee 1:06:54 bekal bagi diri dia dan kemudian 1:06:56 dikuatkan oleh komunitas dan selanjutnya 1:07:00 oleh pemerintah yang berasal dari ayah 1:07:03 dan bunda yang memiliki pengetahuan, 1:07:05 keterampilan, sikap menghadap bencana. 1:07:08 Akhirnya pada saat mereka menyusun 1:07:11 kebijakan lalu menyusun program dan 1:07:14 anggaran itu tidak ada kata untuk 1:07:17 menghadapi bencana aja harus 1:07:19 mengeluarkan anggaran yang besar. Tapi 1:07:21 dengan mereka sudah mempertimbangkan. 1:07:24 Dan 1:07:25 terakhir, pastikan ayah dan bunda punya 1:07:29 tabungan dan asuransi untuk menghadapi 1:07:34 hal-hal semacam ini. Demikian Bunda. 1:07:36 Baik, terima kasih banyak Pak Amit Patul 1:07:38 atas penjelasannya kepada kita semua dan 1:07:40 juga terima kasih Iwan dan Akhwat yang 1:07:42 telah mengikuti acara perlindungan anak 1:07:45 kali ini mengenai mempersiapkan 1:07:47 anak-anak kita dalam menghadapi bencana. 1:07:49 Memang kita berharap itu tidak pernah 1:07:51 terjadi kepada kita. Tapi jika itu 1:07:53 teradi, paling tidak kita siap untuk 1:07:56 membantu diri kita sendiri dan 1:07:58 syukur-syukur bisa membantu orang lain. 1:08:00 Baik, ikhwan dan akhwat. Ee sampai di 1:08:02 sini perjumpaan kita. Insyaallah kita 1:08:04 bertemu lagi minggu depan. Saya Nurfitri 1:08:06 Tahir dan juga Ondi dan Anis undur diri. 1:08:09 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:08:12 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:08:14 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:08:17 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 1:10:18 [Musik] 1:10:24 Rasil 1:10:25 TV untuk Islam yang satu. 1:10:33 Allah