Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. Alhamdulillah 0:23 wasyukurillah dikaruniai kesempatan 0:25 untuk bersama-sama kembali di acara 0:29 perlindungan anak yang mudah-mudahan 0:32 mempersuasi kita, menjadikan kita sosok 0:34 yang jauh lebih dapat membantu kehadiran 0:39 dan perkembangan mereka semua. Seperti 0:41 biasa bersama Dr. Hamid Patil 5. Dan 0:44 sebelumnya kita lantunkan salam selawat 0:47 kepada junjungan umat kekasih [berdehem] 0:50 kita Rasulullah sallallahu alaihi 0:52 wasallam. Semoga kelak kita dipertemukan 0:55 dengan beliau di saat yang sangat kita 0:57 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 1:01 kalau ada satu di antara sekian yang 1:04 kita hadapi adalah anak-anak dengan 1:07 perilaku yang menyimpang. Kira-kira apa 1:11 nih bekal yang harus kita genggam erat 1:13 untuk menghadapi hal-hal semacam ini? 1:15 [berdehem] 1:17 Kita tanyakan persisnya bahasan hari ini 1:20 kepada beliau yang sudah hadir di sini. 1:22 Asalamualaikum warahmatullahi 1:23 wabarakatuh. 1:24 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:26 Alhamdulillah. 1:28 Jadi, terkait dengan perilaku yang 1:29 menyimpang nih, gimana persisnya? 1:32 ee ada hal-hal yang dilakukan oleh 1:35 anak-anak yang kemudian 1:38 membuat kita tidak sepakat atau menurut 1:42 kita perbuatan itu melanggar aturan yang 1:46 ada di masyarakat. Nah, itu salah 1:48 satunya. 1:49 Iya. Jadi anak dengan perilaku sosial 1:53 menyimpang itu pun perlu kita pahami 1:56 dengan benar sehingga ketika kita 1:59 menghadapinya pun akan membuahkan hasil 2:03 yang tidak kalah penting ya. Mari kita 2:08 simak dengan telinga jiwa kita. Silakan 2:10 Dr. Hamid. 2:11 Baik terima kasih Bunda. 2:13 Bismillahirrahmanirrahim. 2:15 Asalamualaikum warahmatullahi 2:17 wabarakatuh. Waalaikumsalam pendengar 2:19 Radio Rasil di mana saja berada. 2:22 Alhamdulillah hari ini kita masih diberi 2:25 kesempatan oleh Allah untuk berbagi 2:28 informasi. Insyaallah topik lanjutan 2:31 terkait dengan pengasuhan berbasis hak 2:34 anak khususnya terkait dengan anak 2:39 dengan ee perilaku sosial menyimpang. 2:42 ini sebetulnya menjadi topik yang sedang 2:46 hangat hari ini bila kita merujuk pada 2:51 kebijakan yang dikeluarkan oleh seorang 2:54 gubernur yang ada di 2:57 salah satu provinsi di Indonesia. Semoga 3:00 Bapak Ibu juga mengikuti apa yang 3:02 diupayakan oleh seorang gubernur sebagai 3:07 kewajiban dan tanggung jawab beliau 3:09 untuk memastikan anak-anak yang ada di 3:12 wilayah 3:13 pemerintahannya atau kekuasaannya itu 3:16 benar-benar mendapatkan perhatian. 3:18 He. 3:20 Untuk itu apa yang perlu kita sama-sama 3:25 perhatikan? Sebagaimana kita ketahui, 3:29 Indonesia telah meratif konvensi 3:33 hak anak sejak tanggal 25 Agustus tahun 3:38 1990 3:40 melalui keputusan Presiden Nomor 36 3:45 Tahun 1990. 3:48 sebagai orang tua menjadi 3:51 pendidik pertama dan utama sekaligus 3:54 sebagai pengasuh terkait dengan anak 3:59 dengan perilaku sosial menyimpang ini 4:01 menjadi salah satu tantangan dan 4:06 untuk mengukur apakah 4:09 ayah dan bundanya itu benar-benar telah 4:13 melakukan peran-peran dia sebagai 4:17 pendidik pertama dan utama. Kita lihat 4:19 saja 4:21 kalau anak sangat menyenangkan hati 4:24 setiap orang yang berinteraksi dengan 4:28 dia, itu berarti wujud yang telah 4:31 diupayakan secara positif. Ah, bagaimana 4:35 dengan anak-anak yang berperilaku sosial 4:38 menyimpang, 4:40 suka membolos, 4:43 suka melakukan perundungan atau 4:46 bullying, memindahkan 4:49 barang orang yang seharusnya bukan 4:51 barang dia atau ee kecanduan digital. 4:56 sekarang itu sebetulnya perilaku sosial 5:00 menyimpang yang ada di sekitar kita. Dan 5:05 ini yang perlu kita perhatikan. Kalau 5:08 ada anak yang 5:11 menunjukkan perilaku bertentangan dengan 5:13 norma-norma sosial atau norma-norma yang 5:17 berlaku di masyarakat, 5:20 itu sebetulnya anak-anak yang perlu 5:24 mendapatkan perhatian dari kita. 5:27 ini jadi tantangan buat kita hari mulai 5:31 kemarin ya di Provinsi Jawa Barat 5:35 Gubernur ee 5:38 Dedi Mulyadi telah 5:41 menerbitkan surat edaran terkait jam 5:44 malamah ini salah satu upaya untuk 5:47 menjawab tantangan yang dihadapi oleh ee 5:52 setiap orang tua yang menghasilkan 5:54 anak-anak yang berperil Perilaku sosial 5:57 menyimpang. Ini perlu kita perhatikan 6:00 bersama-sama. Karena dengan 6:05 kewajiban negara melalui gubernur telah 6:09 ambil bagian penting untuk memastikan 6:12 pengasuhan berbasis hak anak itu perlu 6:15 mendapatkan perhatian dari kita semua. 6:18 Nah, untuk itu apa sebetulnya 6:23 pengasuhan berbasis hak anak? Nah, ini 6:26 yang perlu setiap ayahanda dan bunda 6:30 yang ada di rumah supaya ee mencatat 6:34 baik-baik. 6:36 Kita sebagai orang tua seharusnya 6:39 memiliki kompetensi sebagai pendidik 6:42 pertama dan utama. Ah, Bunda Nuning, 6:44 apa ukuran seorang ayah, seorang ibu itu 6:47 disebut berkompeten 6:50 berkompetensi atau memiliki kemampuan 6:53 sebagai pengasuh? pertama adalah 6:57 memiliki pengetahuan tentang anaknya itu 7:00 sendiri. Coba pertanyaannya Bunda 7:02 Nuning, 7:03 siapa sesungguhnya yang tahu tentang 7:05 anaknya di rumah? Ayah bunda. 7:07 Ayah dan bunda 7:09 yang 7:10 sejak sebelum anak itu lahir ke dunia 7:15 mereka akan mendiskusikan, mempersiapkan 7:19 nantinya anaknya ini mau jadi apa. Lalu 7:22 kemudian 7:24 pada saat di dalam kandungan dan pada 7:27 saat detik pertama 7:31 berlanjut ke menit, berlanjut ke jam, 7:34 berlanjut ke hari, hari ke minggu, 7:37 minggu ke bulan, dan kemudian bulan 7:39 beranjak ke tahun. 7:41 Yang mau tahu itu semua terkait dengan 7:44 tentang anaknya itu sebetulnya 7:47 ayah dan ibu itu sendiri. Nah, untuk itu 7:50 apa yang harus diperhatikan terkait 7:53 dengan 7:54 ee pengetahuan kita tentang anak? Ya, 7:57 pertama sekali 8:00 terkait dengan apa yang seharusnya kita 8:04 upayakan menjadi seorang ayah, menjadi 8:07 seorang ibu. Itu pertama. Yang kedua, 8:12 masih di pengetahuan ini yaitu terkait 8:15 dengan perkembangan anak. Ben noning. 8:18 He 8:19 sejak kapan orang tua itu perlu 8:22 mengetahui 8:24 perkembangan anaknya itu dari 8:30 kapan? 8:32 Jawabannya itu saja dalam kandungan. 8:36 Untuk itu ada enam aspek perkembangan 8:39 yang harus diperhatikan oleh setiap 8:41 orang tua terkait dengan 8:44 bagaimana proses tumbuh kembang mereka. 8:48 Pertama adalah coba kita pastikan apakah 8:52 ayah dan bunda sudah memperhatikan 8:55 terkait dengan perkembangan nilai-nilai 8:58 agama dan moral anak kita. Nah, ini 9:00 terkait dengan perilaku sosial 9:02 menyimpang. Kuncinya ada di sini, Bundi. 9:04 Iya. Coba kalau sejak di dalam kandungan 9:08 setiap ayah dan setiap bunda itu selalu 9:12 memastikan 9:14 apa saja yang dia lakukan atau mereka 9:17 lakukan untuk anak mereka itu hanya 9:19 karena Allah. 9:21 Dan itu yang kemudian ee di 9:26 ikuti oleh 9:28 anak itu sendiri. Dan kita lihat 9:30 bagaimana proses perkembangannya. Apakah 9:32 anak kita ini segala sesuatu dia 9:35 melakukan hanya karena Allah atau hanya 9:37 karena Bunda? Nah, ini menjadi menarik. 9:40 Ada titik penting yang harus kita 9:44 perhatikan di situ. Ilmu ihsan. Hal-hal 9:47 yang baik itu hanya karena Allah. 9:50 Insyaallah setiap anak kalau itu 9:53 mendapatkan penekanan dari ayah ibunya 9:56 dan ayah ibunya memastikan anakku ini 10:00 insyaallah apa saja yang dia lakukan 10:02 hanya karena Allah dan dia merasa 10:05 diawasi oleh Allah. Ini poin penting. 10:08 Yang kedua adalah terkait dengan moral. 10:12 Bagaimana dengan perkembangan moral anak 10:15 kita. 10:17 Tapi itu semua selalu diawali oleh 10:21 ayah dan oleh ibu. He. 10:24 Dan itu yang kemudian nanti akan 10:26 dipraktikkan oleh anak kita. Bunda, 10:29 boleh enggak aku memiliki ini? Itu 10:31 berarti anak kita sudah 10:34 mendapatkan ee asupan yang terbaik. Jadi 10:38 segala sesuatu itu dia melakukan harus 10:42 selalu minta izin. Izin di sini adalah 10:45 untuk memastikan apakah dia benar-benar 10:49 melakukan ini on the track tidak. atau 10:53 dia ingin memiliki sesuatu benda itu 10:55 memang benar-benar itu hak dia atau 10:58 masih ada hak orang lain itu berarti dia 11:01 dapat membedakan, oh ini 11:03 bukan punya aku, ini punya ayah, ini 11:06 punya bunda. Untuk itu aku harus minta 11:09 izin meskipun benda itu sudah sah milik 11:13 dia, dia harus selalu mengucapkan terima 11:16 kasih. Makasih Bunda telah memanfaatkan 11:19 uang ayah yang diperoleh dengan susah 11:22 payah. Untuk itu, aku harus berterima 11:25 kasih kepadamu. Kalau itu sudah 11:28 diupayakan oleh anak kita, insyaallah 11:31 apa yang dikhawatirkan oleh semua orang 11:36 bahwa nanti anak kita ini akan 11:38 menyusahkan orang lain, seolah itu 11:40 tidak. I. 11:41 Lalu yang dari enam perkembangan, 11:44 perkembangan yang terakhir yang ingin 11:45 saya tekankan Buning apa itu? 11:48 Perkembangan 11:50 emosi dan sosial anak kita. Kalau sejak 11:55 di dalam kandungan anak kita itu 11:59 dikandung oleh Bunda yang 12:03 mendapatkan rasa aman, kenyamanan, 12:07 ketenangan 12:09 dari ayah atau dari calon ayah atau dari 12:15 suami dari seorang istri ini insyaallah 12:20 anak dalam kandungan itu emosinya nya 12:23 akan benar-benar terkontrol. 12:26 Tapi sebaliknya kalau hari ini kita 12:29 lihat anak ini ya 12:32 kayaknya apa yang 12:36 membuat dia menjadi seperti ini. ini 12:39 juga menjadi pertanyaan ee menarik untuk 12:42 kita coba ee dalami ini menjadi sangat 12:46 penting 12:49 dan seorang ayah dan seorang ibu itu 12:52 sebetulnya sudah dapat mengikuti dalam 12:55 kandungan 12:57 dan 12:59 emosi itu sebetulnya dia 13:03 lahir 13:04 dari proses yang panjang benar-benar 13:07 bukan ujuk-ujuk 13:09 saat 13:12 saat anak keluar langsung dia itu ini 13:16 berproses. 13:17 Iya. 13:18 Lalu yang kedua terkait dengan 13:21 sosialnya. Sosial itu kan tergantung 13:24 dari siapa yang ee mengawalinya. 13:28 Walaupun Bunda 13:30 hak sosial itu menjadi salah satu hak 13:33 asasi yang diberikan oleh Allah 13:37 kepada setiap manusia, tapi itu 13:40 berproses juga dari transfer apa yang 13:44 dilakukan oleh 13:45 orang tua 13:46 seorang ayah kepada istrinya atau kepada 13:50 ibu dari anak itu. Lalu kemudian itu 13:53 yang kemudian diupayakan oleh seorang 13:56 ibu bagaimana dia sangat ee berbaik 14:00 dengan siapa saja yang ada di 14:02 sekitarnya. Tidak pernah menyakiti orang 14:05 lain, tidak pernah melanggar 14:07 aturan-aturan yang ada di masyarakat. 14:10 Insyaallah kita akan menemukan anak yang 14:14 lahir dari ibu yang hebat. 14:16 Untuk itu kalau sebaliknya ada ada anak 14:20 yang berperilaku sosial menyimpang itu 14:23 sebetulnya kita dapat langsung merujuk 14:26 ini produk dari siapa siapa 14:28 ini menjadi penting ayahanda dan bunda, 14:31 kita harus mengetahui terkait tentang 14:35 anak kita itu sendiri. Lalu kita tahu 14:38 juga bagaimana proses perkembangan. 14:40 proses perkembangan itu sejak dari dalam 14:43 kandungan sampai anak itu dari 0 5 tahun 14:48 8 tahun kemudian 9 tahun lanjut sampai 14:52 dia ee 18 tahun lalu kemudian menjadi 14:57 anak remaja lalu kemudian menjadi 15:00 seorang orang dewasa. Ini menjadi 15:03 perhatian dan juga menjadi ee tantangan 15:05 untuk kita semua menjadi seorang ayah 15:08 dan seorang ibu. He. 15:10 Coba Bunda Nuning, kalau kita tahu 15:12 tentang anak kita yang membuat orang 15:16 lain ee merasa terganggu, otomatis kita 15:20 sebetulnya segera ee dapat mencegahnya, 15:25 tapi karena kita tidak pernah 15:27 memperhatikan. 15:29 Untuk itu 15:30 tantangan buat setiap ayah dan setiap 15:33 bunda di rumah. berkuat kompetensi kita 15:37 dengan cara tadi meningkatkan 15:39 pengetahuan kita tentang anak kita dan 15:42 terkait dengan perkembangan mereka. Dan 15:45 ini Bunda tidak cukup hanya diingat. 15:50 Nah, kita juga perlu catat, kita juga 15:53 perlu tanya kepada tetangga, kepada 15:58 siapa nih teman-temannya yang ee 16:02 berinteraksi dengan anak kita. kita 16:04 tanya. 16:04 He 16:05 ini ini hal ini menjadi sangat penting 16:09 supaya kita ee lebih diperkaya lagi. 16:13 Memang di rumah mungkin anak kita 16:16 menjadi anak yang sangat baik. 16:18 He 16:18 berinteraksi dengan kita. Tapi pada saat 16:20 dia di luar kok berbeda ya? Ada apa nih? 16:24 Ini juga menjadi hal yang menarik untuk 16:27 kita ketahui secara bersama-sama. Itu 16:29 yang pertama pengetahuan. Yang kedua, 16:32 keterampilan. 16:34 Bunda Nuning, 16:35 I 16:35 anak-anak yang bermasalah 16:40 atau berperilaku sosial menyimpang itu 16:44 sebagian besar 16:46 di temukan adalah mereka yang tidak 16:50 taat. 16:52 Kenapa mereka itu bisa tidak taat, 16:54 Bunda? Ini ketaatan itu akan muncul bila 17:00 ada komunikasi dua arah antara seorang 17:05 anak 17:06 dengan 17:06 orang tuanya. 17:08 Iya. 17:09 Orang tidak taat itu kemungkinan di 17:12 rumah otoriter. Sudah sederhana saja. 17:15 Anak ini kok kalau bicara dengan orang 17:18 lain hanya dia yang ee merasa benar. dia 17:22 sangat ee egois atau dia suka menentang. 17:28 Sudah sederhana ini kita coba cek 17:30 bagaimana nih keterampilan berkomunikasi 17:35 seorang ayah dan seorang ibu kepada 17:38 putra-putri di rumahnya. Untuk itu 17:41 seorang ayah dan seorang ibu sebagai 17:45 pengasuh atau sebagai pendidik pertama 17:48 dan utama ini harus memiliki kemampuan 17:51 untuk ber salah satunya berkomunikasi. 17:55 Nah, berkomunikasi 17:57 ini syaratnya sangat sederhana 17:59 sebetulnya kalau ee diperhatikan oleh 18:03 setiap ayah dan ibu. Pertama 18:06 pertanyaannya Bunda Nuning pernah 18:09 menjadi seorang ibu kan? 18:10 Iya. 18:11 Tapi juga pernah jadi seorang anak kan? 18:14 Yes. 18:15 Itulah sekarang banyak orang tua kalau 18:18 berbicara dengan orang tua dengan 18:20 anaknya menggunakan frekuensi orang tua. 18:24 Seharusnya 18:26 frekuensi anak. 18:27 Nah, ini ini perlu dipelajari tidak, 18:29 Bunda? 18:30 Iya. 18:31 Perlu dipahami tidak? 18:32 Sangat. 18:34 Tapi banyak orang tua lupa bahwa mereka 18:37 itu pernah jadi anak-anak. Mereka punya 18:40 adik, mereka punya keponakan, mereka 18:44 punya tetangga. 18:46 Kan sebetulnya pada saat mereka jadi 18:49 orang tua harusnya kalau berbicara 18:51 dengan anak gunakanlah frekuensi anak 18:55 sehingga 18:57 komunikasi dua arah itu akan 19:02 terselenggara dengan baik. Untuk itu 19:05 menjadi penting juga kalau boleh di 19:08 setiap rumah ayah dan bunda atau mereka 19:11 yang menjadi calon ayah dan calon ibu 19:14 kalau boleh 19:16 kuatkan keterampilan ini. Keterampilan 19:20 berbicara, 19:21 keterampilan mendengar, 19:24 keterampilan untuk ee memilih ee diksi, 19:30 memilih kata-kata. Perlu enggak 19:32 dipelajari itu, Bunda Nuni? 19:34 Iya. 19:34 Jadi tidak ee datang begitu saja. Ini 19:38 harus berproses, harus dipelajari. 19:41 Apakah saat kita mengeluarkan satu kata 19:44 kemudian berkumpul menjadi satu kalimat 19:47 dapat dipahami tidak oleh anak kita? 19:50 Lalu kemudian apakah anak itu merasa 19:57 muncul rasa hormat dia kepada kita atau 20:00 sebaliknya? Itu juga penting, Bundai. 20:02 Iya. 20:03 Begitu. Ayahanda dan bunda berkata saja 20:06 kepada anak tidak boleh apalagi 20:08 melakukan hal-hal yang intimidasi atau 20:11 melakukan pemaksaan. Dan itu akan 20:13 terlihat hasil didikan kita itu akan 20:17 terlihat apakah anak kita memiliki 20:21 perilaku sosial menyimpang atau tidak. 20:24 Kalau ini menjadi perhatian kita semua, 20:27 insyaallah Gubernur Dede Mulyadi akan 20:30 terbantu nih. Untuk itu, coba kita ambil 20:34 bagian. 20:36 Ambil bagian untuk memastikan kita 20:39 sebagai orang tua harus memiliki 20:41 keterampilan berbicara dengan anak-anak 20:43 kita. Insyaallah kalau keterampilan 20:46 berbicara kita itu 20:51 dapat diterima oleh anak kita dan kita 20:55 dapat merespon apa yang mereka katakan 20:58 dan mereka anak-anak kita dapat memahami 21:02 apa yang kita sampaikan. Tidak ada 21:06 satu titik penekanan apa intimidasi. 21:09 Insyaallah anak kita tidak menjadi 21:12 intimidator. Nah, itu jadi catatan. Kita 21:15 lihat aja kalau ada kok anak ini kalau 21:18 bicara dengan orang lain hmm kayak siapa 21:21 gitu. Kita sederhana lihat saja cermin. 21:25 Kalau seperti itu itu. Ah untuk itu 21:28 ayahanda dan bunda yang mendengarkan 21:33 perbincangan ini atau pembicaraan ini, 21:36 coba mulai ee flashback ke belakang. 21:39 Apakah 21:40 iya tuh 21:42 [tertawa] 21:43 produkku? 21:44 Apakah produk yang saya ee dampingi 21:48 sejak di dalam kandungan sampai hari ini 21:51 dia menjadi seorang ee yang hebat itu? 21:54 Apakah seperti itu? Coba Bunda, Bunda 21:59 dan ayah yang ada di rumah ini tidak ada 22:03 kata terlambat untuk menuju ke hal yang 22:07 terbaik. Untuk itu jangan sampai nanti 22:10 anak kita ee 22:13 terkesan di masyarakat ini menyusahkan 22:17 orang lain kalau sudah begitu. Itu 22:19 sebetulnya sudah dapat dibaca waktu dia 22:21 masih ee umur 2 tahun tuh benar ni. 22:24 Iya. 22:25 Sampai dia pas masuk PAUD juga sudah 22:27 bisa kebaca ini kok ada anak sangat 22:29 disenangi oleh siapa saja tapi kok ini 22:32 anak ada yang tidak menyukai dia. 22:35 Gampang saja. 22:37 ada sesuatu hal yang perlu coba cek itu 22:42 sederhana Buing 22:43 kalau kita melakukan kunjungan home 22:46 visit ke rumah orang tuanya itu akan 22:49 terlihat tuh komunikasi 22:52 kita belum bicara tetangga ya Buning 22:54 iya 22:54 belum bicara keluarga ni baru ayah dan 22:57 ibu 22:59 semoga ayah Anda dan ibu yang 23:02 menghasilkan anak-anak berkualitas ee 23:05 dapat ambil ambil bagian untuk 23:07 menyebarluaskan kebaikan-kebaikan kepada 23:09 tetangganya. Nah, ini menjadi penting. 23:13 Lalu yang ketiga nih, yang ketiga 23:17 tadi keterampilan. Saya cuma menekankan 23:19 keterampilan ee berkomunikasi atau 23:23 berbicara dan keterampilan untuk 23:25 mendengar benda ni. 23:26 Iya. Kalau itu ee diupayakan oleh aya 23:31 dan bunda terhadap anak, insyaallah kita 23:34 akan menemukan anak yang sangat 23:36 menyenangkan orang lain. Lalu yang 23:39 ketiga nih, yang ketiga adalah sikap. 23:42 Sikap kita sebagai orang tua itu akan 23:45 terlihat Bunda Noning. 23:47 He 23:47 dari apa yang akan diekspresikan oleh 23:50 anak kita. 23:51 Heeh. He. 23:52 Kalau anak-anak yang 23:55 sangat menyenangkan, insyaallah itu 23:57 hasil produk dari ayah dan ibu yang 24:00 hebat. Bagaimana kalau ada anak yang 24:02 berperilaku sosial menyari 24:09 tetangga, cari apa itu? Pertama ini 24:13 Bunda Nuning, sikap kita sebagai orang 24:17 tua itu non diskriminasi. 24:21 Iya. 24:22 Nondiskriminasi itu pemilihan kata, 24:27 pemilihan apa? Sentuhan dengan anak. 24:30 Coba bayangkan tuh pada saat Bunda 24:33 sedang memberi ASI, 24:35 sedang memberi ASI, saat anak kita 24:38 kebetulan giginya sudah mulai 24:42 tumbuh 24:43 itu pasti ada 24:45 hal yang dia lakukan yang membuat 24:48 bundanya sakit. Reaksinya itu seperti 24:50 apa? Ah, kalau reaksi Bunda yang ee 24:54 sudah mungkin mendengarkan testimoni 24:57 dari siapa saja, dia belajar, bagaimana 25:00 nih mengatasi pas kalau ada anak ini ee 25:04 aku menyusui terus menggigit dia nih, 25:06 apa yang harus aku lakukan nih? Kalau 25:08 dia sudah pelajari, dia sudah dapat 25:10 mengantisipasi 25:12 saat anak itu menggigit, 25:15 dia akan melakukan reaksi jangan sampai 25:19 membuat anak itu terganggu. Nah, itu tuh 25:23 tidak mudah kesakitan kok. latihan 25:26 [tertawa] 25:27 uning itu me melakukan gerakan yang 25:31 membuat anak itu agak ee matanya melihat 25:36 ke kita itu, wah sesuatu terjadi. Itu 25:39 berarti diskriminasi itu benar mending. 25:41 Jadi 25:42 ini 25:43 sikap 25:45 ee perhatian ee sensitivitas. Jadi kita 25:50 jadi orang tua itu harus memiliki 25:52 sensitivitas. Salah satunya adalah non 25:56 diskriminasi. Bukan hanya apa itu 26:01 perbedaan suku bangsa. Bukan itu saja. 26:04 Ini kita harus inklusif. Bunda Nuning 26:08 sebagai ayah dan ibu yang hari ini ee 26:11 orang milenial harus kita memiliki 26:15 pengetahuan, 26:16 memiliki keterampilan dan sikap-sikap 26:18 ini salah satu non 26:21 diskriminasi. 26:22 Ini penting. Yang kedua, 26:25 segala sesuatu yang akan kita lakukan 26:27 untuk anak kita hanya untuk kepentingan 26:30 anak kita. Masa ada orang tua memiliki 26:33 kepentingan apa ada anak yang mau jadi 26:37 berperilaku sosial menyimpang. 26:39 Tidak mungkin kan? Kita tidak pernah 26:42 berharap anak kita akan melakukan 26:44 bullying kepada temannya. Begitukah? 26:47 Setiap ayah dan bunda di rumah tidak 26:49 pengin kan? I. 26:50 Untuk itu, 26:51 segala sesuatu yang akan kita lakukan 26:54 pada anak kita itu harus selalu kita 26:57 pertanyakan. Ada enggak kepentingan 26:59 terbaik anak kita di sana? Untuk itu 27:03 saat pemilihan 27:05 kata, pemilihan ee tindakan 27:10 atau pada saat mau merespon segala 27:13 sesuatu pada diri anak itu kita harus 27:16 selalu memperhitungkan. Dan tidak ada 27:19 satu orang tua pun yang menginginkan 27:23 anaknya menjadi orang pengganggu di 27:26 sekitar teman-temannya. 27:28 Iya. 27:29 Untuk itu bagaimana akan menghasilkan 27:31 anak seperti itu? Itu tergantung dari 27:34 akarnya. Siapa akarnya? 27:37 Akar dari seorang anak otomatis ayah. 27:41 Untuk itu ayah yang hebat itu akan 27:45 terlihat kelembutan seorang ibu kepada 27:49 anaknya. Tapi sebaliknya, seorang ibu 27:53 yang sangat ee membuat anak kita merasa 27:58 mengalami sesuatu itu sangat ditentukan 28:02 bagaimana 28:05 upaya dari seorang suami kepada ee 28:08 ibunya. Ahah. Ini menjadi menarik. Untuk 28:11 itu ayah dan bunda menjadi sangat 28:14 penting untuk kita harus selalu 28:17 mengecek, "Dek, apa kabar hari ini? 28:22 Apakah ayah, apakah bunda hari ini telah 28:25 membuat kamu, 28:27 membuat kamu tertekan atau membuat kamu 28:30 menjadi resah atau membuat kamu merasa 28:33 terintimidasi?" Ah, ini menjadi catatan 28:37 penting. Angkat tangan yang pernah 28:39 berkata [tertawa] 28:42 tandai kalau yang sedang nonton di 28:44 YouTube ee like apa 28:47 ini menjadi penting atau yang 28:49 mendengarkan boleh jadi catatan atau 28:53 memberi respon positif. Itu kepentingan 28:57 terbaik bagi anak. Lalu yang ketiga nih 29:01 kepentingan terbaik. 29:03 Prinsip yang ketiga adalah 29:07 hidup 29:09 tumbuh dan berkembang. untuk memastikan 29:12 anak kita menjadi individu yang hebat 29:14 itu sangat ditentukan bagaimana kita 29:18 mengakui anak kita sejak di dalam 29:22 kandungan dan dia lahir dan dia 29:26 berkembang dari hari ke hari. Pengakuan. 29:30 Kenapa dia harus kita akui? Karena anak 29:34 adalah manusia. Dia makhluk ciptaan 29:37 Allah yang memiliki harkat dan martabat 29:41 untuk itu selalu ditinggikan. 29:43 He. 29:44 Anak itu hanya butuh pengakuan. Apa saja 29:47 yang dia upayakan kita akui. Seperti dia 29:53 saat mau berkata mama ee papa itu 29:58 langsung kebahagiaan itu kan muncul. He 30:01 pengakuan sebetulnya kita sudah lakukan 30:03 sejak awal saat Bunda dinyatakan positif 30:08 hamil. Wah, itu 30:09 betapa bangganya menjadi 30:12 ee tadinya jadi calon ayah langsung tuh 30:15 dapat status. Begitu juga kakek nenek. 30:18 Nah, kita belum bicara kek ini. Kita 30:20 masih fokus dulu kepada orang tua 30:23 yang 30:25 menjadi salah satu sumber menghasilkan 30:28 anak-anak yang berperilaku sosial 30:31 menyimpang. Ini menjadi tantangan untuk 30:33 kita ke depan ya. Lalu 30:37 anak itu harus tumbuh Bunda Nuning. 30:40 Iya. 30:41 Sikap orang tua yang menghasilkan anak 30:43 ini tergantung apa yang dia kasih. 30:48 melalui minum dan makanan. Insyaallah 30:51 kalau bersumber dari uang yang halal dan 30:55 thaib, lalu kemudian memilih 30:58 produk-produk yang halal dan thaib dan 31:01 itu yang kemudian dimakan, diminum oleh 31:04 anak kita. itu yang kemudian oleh proses 31:08 ee 31:10 melalui proses pencernaan dan kemudian 31:13 berubah menjadi ee darah dan darah itu 31:17 kemudian mengalir ke seluruh tubuh anak 31:20 dan itu yang kemudian membentuk daging 31:23 tulang sehingga anak kita menjadi 31:26 individu yang halalan dan thaib. Dan itu 31:28 yang kemudian Buning bagaimana dengan 31:31 anak-anak yang berperilaku sosial 31:34 menyimpang tinggal kita identifikasi 31:38 saja. 31:40 Kalau itu diketahui oleh seorang bunda 31:44 bahwa ayahnya 31:46 me dapatkan uang itu sumbernya yang 31:49 tidak jelas, sederhana kita minta maaf 31:52 kepada anak kita itu sebetulnya. Tapi 31:56 ada enggak orang tua bertanya itu kenapa 32:00 nih? Untuk itu flashback ke belakang ini 32:03 menjadi penting untuk kita ee lakukan 32:07 dan ini sebetulnya menjadi antisipasi ke 32:10 depan untuk setiap siapa yang akan 32:13 mengaku atau siapa yang akan bersedia 32:16 menjadi seorang atau calon ayah, calon 32:19 bunda ke depan untuk anak-anak mereka. 32:22 untuk itu menjadi sebuah tantangan 32:26 yang perlu kita hadapi. 32:29 Untuk itu kita sebagai seorang ayah dan 32:33 seorang ibu itu harus coba identifikasi 32:38 apa nih yang sudah diberikan kepada anak 32:40 kita ini benar-benar sudah benar-benar 32:43 halal dan thayib atau penuh dengan tanda 32:47 tanya. Insyaallah yang mampu menjawab 32:49 hanyalah ayah dan bunda yang memiliki 32:53 anak yang hari ini 32:56 kalau menyenangkan siapapun itu berarti 32:59 sebagai ukuran. Tapi bagaimana kalau ada 33:02 anak-anak yang ee membuat tetangga itu 33:05 resah, guru resah, Pak ee gubernur 33:09 sampai gubernur resah dan itu kemudian 33:11 gubernur di ada yang pro dan kontra. 33:14 Nah, ini yang pro otomatis ee mampu 33:18 membaca yang kontra juga mereka juga 33:21 punya hak untuk bersuara untuk berbicara 33:23 ke depan. Ini tinggal kita tanggapi 33:27 dengan melakukan upaya-upaya perbaikan. 33:30 Tadi sebetulnya gampang kan lewat 33:33 ceramah halal dan thaib sederhana itu 33:35 bisa kita atasi. Ini penting sekali 33:38 untuk kita harus ketahui bersama-sama. 33:41 Lalu terkait dengan perkembangan anak 33:43 perkembangan tadi ini menjadi 33:46 pengetahuan juga bagi seorang ayah dan 33:48 seorang ibu. Kita di perkembangan anak 33:51 itu ada enam as perkembangan Bunda 33:53 Nuning. Salah satu aspek yang diatur 33:56 oleh peraturan pemerintah nomor 4 tahun 33:59 2020 Bunda Ning 34:01 itu ada di pasal 4 sampai hafal saya. 34:05 Coba cek pasal 5 di ayat 2 itu ada enam 34:11 aspek perkembangan anak. Salah satunya 34:15 aspek perkembangan itu Ban Nuni. Dan itu 34:17 menjadi sikap kita untuk memastikan 34:19 anak-anak kita itu benar-benar harus 34:22 berkembang. Nilai-nilai Pancasila. Hari 34:25 ini kita ee masih dalam rangka bulan 34:31 lahirnya Pancasila. tadi presiden sudah 34:35 sangat dengan tegas dan nyata dalam 34:39 upacara peringatan ee 1 Juni 34:44 hari lahir Pancasila. Beliau menghendaki 34:47 tuh 34:48 para 34:50 koruptor-koruptor itu kalau boleh tidak 34:52 ada. Tapi sekarang kita mau ambil ee 34:57 nilai-nilai yang ada di Pancasila. 34:59 Pertanyaan Bunda Nuning ke Bunda Nuning 35:01 hari ini saya tanya Bunda Nuning, 35:04 Pancasila di Indonesia hari ini berapa 35:07 sila? Sesungguhnya 35:08 empat. Eh, salah. 35:10 Berapa sila Bu? 35:11 Harusnya lima kan? 35:12 Harus lima. Ah, sekarang saya mau tanya. 35:14 Sila pertama itu kan tentang ketuhanan. 35:18 Sila kedua kemanusiaan. 35:20 Kemanusiaan. 35:22 Kalau ada 35:24 anak yang diperlakukan tidak layak oleh 35:29 orang tua itu berlaku enggak sila itu? 35:32 Jadi tentang itu 35:35 kemanusiaan, 35:36 lalu persatuan, 35:39 keempat musyawarah, kelima 35:43 sosial, 35:44 keadilan sosial. He. 35:46 Adil enggak setiap orang tua untuk 35:48 menjadi orang tua hari ini? Tidak cukup 35:50 tuh hafal Pancasila tapi harus 35:54 memastikan apa yang kandungan 35:57 nilai-nilai. Kalau dulu waktu zaman 35:59 Presiden Soeharto ya 36 butir 36:02 nilai-nilai Pancasila tuh harus hafal 36:04 mati tuh. 36:06 Dan kita harus ikut penaranempat. Hari 36:09 ini banyak ayah dan bunda yang menjadi 36:12 orang tua mungkin tidak lagi mengenal 36:15 itu. Tapi coba pastikan apakah kita 36:19 sudah memastikan 36:22 anak-anak kita itu sudah memahami tidak 36:27 nilai-nilai 36:29 ee Pancasila? 36:31 pertama itu ketuhanan, lalu kemanusiaan, 36:35 ketiga persatuan, 36:38 keempat musyawarah, kelima adil. 36:42 Dari lima sila ini, ini yang menjadi 36:45 sikap yang keempat pendoning yang 36:46 menjadi penting untuk harus dikuasai 36:49 oleh setiap orang tua itu apa itu? 36:51 Selalu bermusyawarah dengan 36:54 nah 36:54 anak. Untuk itu 36:58 sikap yang keempat itu adalah selalu 37:02 mendengarkan pandangan anak. 37:06 Dan itu yang kemudian kalau ada orang 37:08 bertanya, "Apakah di Indonesia sudah ada 37:11 yang mengatur itu?" Sudah ada. Untuk itu 37:14 saya ingin tekankan ayahanda dan bunda 37:16 di rumah tolong coba ambil gadgetnya 37:19 lalu ketik Undang-Undang 35 tahun 2002 37:24 tahun 2014. Coba ambil pasal 24. Pasal 37:29 24 itu redaksinya benar nih. 37:31 He 37:32 negara, pemerintah, pemerintah daerah 37:36 menjamin suara anak didengar 37:39 sesuai dengan usia dan kecerdasan. 37:42 Bagaimana anak itu mampu mengekspresikan 37:47 pandangannya kalau di rumah dia tidak di 37:51 fasilitasi, dia tidak dijamin suaranya. 37:54 Untuk itu, Ayah Handa dan Bunda pastikan 37:57 kita selalu meminta anak untuk berpikir 38:02 lalu kemudian berpendapat. 38:04 Kalau hukum internasional ada enggak 38:06 yang mengatur? Ada. Lihat. 38:09 Ketik lagi konvensi hanak ambil pasal 38:12 12. 38:14 Ah, tanggal 6 insyaallah kita akan 38:16 praktikkan tentang ini. Bunda Nuning. 38:19 He 38:20 ada di surat Assafat ayat 102. Wahai 38:24 anakku semalam ayahanda bermimpi. Ada 38:28 itu Bunda Nuning. 38:29 Iya. koma tolong pikirkan apa 38:32 pendapatmu. 38:35 Itu menjadi salah satu tarbiyatul yang 38:39 harus kita pastikan. itu yang harus kita 38:41 praktikkan dan ini menjadi sikap seorang 38:45 ayah, sikap seorang bunda untuk 38:48 memastikan selalu ya selalu bersikap 38:51 segala sesuatu apa yang dilakukan untuk 38:54 anak dia, dia selalu meminta anaknya 38:57 untuk berpikir lalu kemudian 39:01 berbicara 39:04 atau berpendapat. 39:06 Coba bayangkan kalau ini semua 39:08 insyaallah dilakukan, masih adakah anak 39:11 yang akan membolos? 39:13 Masih adakah anak yang suka merundung? 39:16 Masih adakah anak yang memindahkan 39:18 barang orang lain yang bukan hak dia? 39:21 Masih adakah anak-anak yang mengalami 39:24 ketergantungan? Main gadget, main 39:27 legend, tidur sampai malam-malam. 39:29 Akhirnya kita akan menyaksikan mulai 39:35 dari tanggal 1 Juni sampai 5 tahun yang 39:39 akan datang. Apa yang diupayakan oleh 39:41 Gubernur Jawa Barat melalui jam malam? 39:44 Ah, ini coba kita lihat 39:46 apakah produknya ini akan berhasil atau 39:49 tidak. Sangat ditentukan oleh siapa? 39:52 sangat ditentukan oleh pertama ketua RT, 39:58 kedua ketua RW, ketiga lurah, Kades, 40:04 camat, bupati, otomatis gubernur itu 40:08 sudah jadi instruksi gur 40:10 untuk memastikan 40:12 apakah setiap ayah dan setiap ibu itu 40:16 memperhatikan 40:18 mengawasi anaknya ada di rumah. 40:21 Iya. Untuk itu coba kita lihat ini 40:24 pergerakan ke depan apa yang akan 40:27 terjadi. Padahal kita sudah lama ini 40:31 berbicara tentang ini ya Bunda ya. 40:33 Pastikan bagaimana nih seorang ayah dan 40:36 seorang ibu yang hebat harus 40:38 memperhatikan itu menjadi penting. Ah, 40:41 untuk itu apa yang harus kita upayakan 40:44 nih ke depan supaya anak kita ini 40:48 menjadi individu yang sangat 40:51 menyenangkan seluruh orang di dunia. 40:54 Kita berharapkan selalu berdoa kepada 40:57 Allah, memohon kepada Allah 41:00 nama anak kita itu selalu disebut-sebut 41:03 oleh penduduk dunia atau penduduk bumi 41:07 dan penduduk langit. Kenapa? Kita 41:09 berharap anak kita menjadi anak yang 41:12 sangat menyenangkan orang lain. Untuk 41:14 itu, untuk itu apa yang harus kita 41:16 upayakan? Prinsip dasar dalam pengasuhan 41:20 berbasis hak ini pertama kita harus 41:22 pastikan. 41:24 Cinta tanpa syarat. Ah, ini bukan 41:26 berdasarkan ketaatan anak. [tertawa] 41:29 Kita harus memastikan 41:32 Bunda Nuning, kapan seorang calon ayah 41:36 itu mendapatkan status sebagai ayah? 41:43 Ketika istrinya melahirkan kan harusnya. 41:45 Harusnya kalau kita ada anak berarti 41:49 kita harus berperilaku sebagai 41:52 ayah, 41:53 seorang ayah yang hebat. Untuk itu 41:57 kehadiran seorang ayah 42:00 di sekitar anak itu menjadi penting dari 42:05 data atau dari hasil temuan ee Gubernur 42:09 Jawa Barat 42:10 itu rata-rata anak-anak yang berperilaku 42:13 sosial menyimpang sebagian besar mereka 42:17 tidak lagi memiliki ayah. 42:20 Pertanyaannya 42:21 pada ke mana ayah-ayah dari anak-anak 42:24 tersebut? Ini jadi tantangan untuk kita 42:26 semua. Untuk itu hal-hal yang seperti 42:30 ini sebetulnya harusnya jadi materi di 42:33 masjid-masjid untuk menceramahi 42:36 bagaimana selalu menjaga 42:39 marwah lembaga perkawinan. 42:42 Iya. Kalau lembaga perkawinan itu 42:46 menjadi 42:47 tinggi marwahnya, insyaallah ikatan 42:51 hubungan suami istri itu tetap langgeng 42:55 dan itu yang kemudian akan berdampak 42:57 pada anak. Dan ini yang menjadi menarik. 43:01 Untuk itu, 43:03 siapa yang harus bertanggung jawab kalau 43:06 sudah tidak ada ayahnya? 43:09 Iya. Berarti kalau dia anak gadis, 43:12 paman. 43:13 Hm. H 43:13 tinggal telusuri siapa ini yang ee 43:17 berbangga mendapat gelar paman nih. para 43:21 paman, para bibi ini harus coba 43:24 perhatikan keponakan-keponakan kita itu 43:27 jangan sampai mereka meresahkan 43:30 tetangga, membuat tetangga itu tidak 43:33 senang, membuat guru tidak nyaman atau 43:37 semua orang dibuat resah ujung-ujung 43:42 jadi tukang itu, Bunda. 43:44 Iya. tukang tawuran, 43:47 tukang apa ganggu ee orang-orang di 43:50 jalan ini sebetulnya kita akan telusuri. 43:53 Lalu kemudian 43:55 siapa nih yang harus memastikan kalau 44:00 orang tuanya sudah tidak ada? Bunda 44:02 Nuning 44:04 tetangga. Ah tetangga itu berarti di 44:07 bawah koordinasi 44:09 RT. 44:09 RT. Pak RT, Anda kan sudah dipilih. 44:15 Salah satu tugas dan tanggung jawab 44:18 adalah menggantikan 44:21 ee posisi ayah dari anak-anak yang tidak 44:25 [berdehem] lagi memiliki ayah. Untuk itu 44:28 kenapa Pak RT selalu sangat dihargai di 44:31 RT-nya? Karena dia akan menjadi 44:34 pengganti orang tua, 44:35 pengganti orang tua dari setiap 44:38 anak-anak tersebut. Untuk itu pastikan 44:41 ini tanggung jawab dan itu bukan hanya 44:45 di dunia akan dimintai 44:46 pertanggungjawaban juga di akhirat. 44:49 Kemudian 44:51 RW H 44:52 RW nih. Jadi pastikan cek setiap rumah 44:58 mana ini yang sudah tidak punya orang 44:59 tua ini. Nah, ini kita cek, kita 45:02 pastikan mereka 45:05 tetap berada di dalam ee hubungan yang 45:10 terbaik dengan akarnya. akarnya itu 45:13 pasti paman, Bibi. Kemudian 45:17 Pak Kepala Desa, 45:18 He. 45:19 Kepala Lurah ini jadi tambah lagi 45:22 tugasnya ya. Jadi jangan hanya 45:25 mendapatkan gelar sebagai lurah atau 45:27 kepala desa dan itu membanggakan semua 45:30 orang. Salah satu yang harus 45:33 diperankan adalah menjadi pengganti 45:36 orang tua, 45:37 ayah bagi anak ini. 45:40 Karena masalahnya itu semua. 45:43 Rata-rata anak ini ada ee ibunya Bunda 45:47 Nuning. 45:47 Tapi 45:48 ibunya karena bekerja anak ini 45:51 dititipkan ke neneknya. Ah neneknya 45:54 kita tidak banyak dapat berharap banyak 45:57 kepada kakek nenek karena mereka adalah 46:01 orang-orang yang dulunya melakukan 46:03 pengabaian juga pada anak-anak mereka. 46:06 Dan itu mereka akan menjawab itu dengan 46:09 cara yang berlebihan kepada cucunya. Ada 46:13 cucunya itu tidak ee sangat saking 46:17 disayangi, dimanja. Ah, itu kalau ada 46:20 kaki nenek memanjakan cucunya itu 46:23 sebetulnya orang-orang yang telah 46:26 mempraktikkan pelanggaran hak anak. Nah, 46:28 ini tantangan tuh. Ya, ini penting. 46:32 Camat, Babinsa, Babtip 46:36 ini semua akan dimintai 46:38 pertanggungjawaban. Apakah cukup hanya 46:41 di situ? Benar tidak. 46:44 Pengurus, takmir masjid, apalagi 46:48 lembaga-lembaga yang ada di sekitar anak 46:51 itu yang harus ambil bagian. Untuk itu 46:54 kenapa hari ini negara 46:57 telah menerbitkan 46:59 Undang-Undang 35 tahun 2014 47:04 tentang 47:06 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 47:08 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di 47:12 pasal 59. 47:14 Salah satu yang harus kita pastikan 47:19 anak-anak yang berperilaku sosial 47:22 menyimpang itu dia mendapatkan 47:24 perlindungan khusus. Anak-anak yang 47:27 berperilaku sosial menyimpang itu 47:31 sesungguhnya adalah cerminan di mana 47:34 masyarakat yang ada di sekitar anak itu 47:37 melakukan pengabaian. He he. 47:40 Jadi 47:42 yang kena itu Bunda Nuning, apa yang 47:45 sekarang sedang diupayakan di Jawa Barat 47:48 oleh gubernur itu sebetulnya sedang 47:50 menyelamatkan 47:52 orang-orang yang hari-hari sebelum 47:55 gubernur ini berkuasa itu melakukan 47:59 pengabaian. 48:01 Dan hari ini gubernur minta dukungan 48:04 semua orang untuk ayo kita harus ambil 48:08 bagian bagaimana memastikan 48:12 anak-anak yang ada di sekitar kita dan 48:14 semoga contoh Jawa Barat ini akan 48:18 merembet ke seluruh Indonesia dan 48:20 akhirnya menjadi perhatian Indonesia. 48:22 Karena pada tanggal 30 48:28 Mei 48:29 2025, 48:31 Komite Hak Anak PBB itu sidang ke-99 48:36 itu mendapatkan ee temuan bahwa kita 48:40 sudah 35 tahun telah menerima konvensi H 48:43 anak, tapi masih ada ada anak-anak yang 48:48 mengalami pengabaian. Iya. 48:50 Salah satu pengabaian itu adalah 48:52 anak-anak yang hari ini mendapatkan 48:58 status sebagai anak berperilaku sosial 49:02 menyimpan. Untuk itu apa yang harus kita 49:05 lakukan? 49:07 Upaya yang harus kita lakukan kalau 49:09 menghadapi anak-anak ini, kita harus 49:13 membuat dia nyaman, dia merasa diterima, 49:18 dan yang paling penting kita 49:20 berkomunikasi dengan dia secara dua 49:23 arah, empati dan tidak menghakimi. Ah, 49:29 menarik ini ya. 49:31 Kemudian 49:33 kita perlu bangun anak ini supaya 49:36 disiplin korektif yang mendidik bukan 49:40 menghukum. Ahah. Ini kehairan banyak 49:43 orang nih kemarin-kemarin. Tapi akhirnya 49:46 dengan banyak ee tekanan atau catatan 49:49 dari banyak pihak, Gubernur Jawa Barat 49:52 sudah memikirkan untuk mengembangkan 49:55 sekolah karakter. Nah, ini tidak akan 49:59 ditempatkan di ee barak-barak atau di 50:02 tempat lain. Ini menjadi tantangan bagi 50:03 semua orang nih. Lalu kemudian ruang 50:07 aman untuk anak mengekspresikan 50:11 emosi dan pendapat dia. Wah, ini perlu 50:15 kita ketahui hari ini di Indonesia itu 50:17 sudah ada forum anak dan unik. He 50:20 anak-anak yang kita identifikasi seperti 50:24 ini, kita mulai beri dia ruang untuk 50:27 ekspresi. Dia sebetulnya sedang mencari 50:30 perhatian 50:32 karena orang-orang di sekitarnya tidak 50:34 mau perhatikan. Nanti kalau sudah 50:37 terjadi sesuatu baru itu sudah mulai 50:40 mencari kambing atau orang-orang yang 50:44 hitam 50:46 yang disalah-salahkan. Ah, ini sekarang 50:48 kalau kita sudah ketahui untuk itu ada 50:51 tiga undang-undang 50:54 yang paling penting itu bagaimana kita 50:57 harus menjaga identitas anak itu jangan 50:59 sampai terekspose 51:01 karena akan memunculkan stigma. 51:03 Untuk itu ayah dan bunda perlu kita 51:07 hadir benar-benar nyata sebagai ayah dan 51:10 sebagai ibu. Coba kebayang kalau setiap 51:14 rumah itu hadir seorang ayah, seorang 51:18 ibu yang menjadi pendidik pertama dan 51:20 utama berpengetahuan seperti yang kita 51:23 jelaskan tadi, insyaallah itu akan 51:25 menjadi tetangga kan. 51:27 Iya. menjadi ee kumpulan tetangga jadi 51:31 RT kan Bunda butuh RT yang peduli. 51:34 Insyaallah kita berdoa, berharap nanti 51:37 tidak ada anak-anak yang 51:41 berperilaku sosial menyimpang. Karena 51:43 semua warga yang ada di sana itu 51:47 memiliki orang tua-orang tua yang hebat. 51:50 Bagaimana kalau yang tidak hebat? Nah, 51:52 itu berarti hari ini negara melalui 51:56 Kementerian Pemberan Perempuan mendorong 51:59 setiap gubernur, 52:01 Bupati, Walikota untuk membentuk pusat 52:05 pembelajaran keluarga. Puspag. 52:08 Untuk itu setiap ayah, setiap ibu coba 52:14 kalau kita tidak memiliki kompetensi 52:17 sebagai orang tua, segera 52:20 datang 52:21 datang ke Puspaga. 52:24 Di Depok ada, di Bogor ada, di Bandung 52:29 ada, di mana lagi? di Jogja, di 52:31 Semarang, di Banyuwangi, di Batam, di 52:35 Kalimantan itu semua sudah ada. Nah, 52:38 tinggal apakah 52:41 kita sudah datang atau belum. Nah, itu 52:43 penting. Lalu yang kedua, kalau kita 52:46 menemukan anak-anak yang berperilaku 52:49 sosial menyimpang seperti ini, jangan 52:52 didiamkan segera telepon atau WA. 52:56 Nomornya kalau boleh dicatat ini sapa 53:00 129 53:03 0 53:05 8 1 53:09 291. 53:11 Insyaallah di sana data-data ibu bapak 53:15 yang melaporkan akan diproses dan yang 53:19 paling penting adalah yang melaporkan 53:21 akan dijaga kerahasiaannya. Ah, 53:23 itu menjadi penting. 53:24 Iya, itu mungkin yang bisa kita 53:27 sampaikan hari ini. Semoga kita berharap 53:30 Allah 53:33 akan memberikan cahaya yang 53:37 seterang-terangnya kepada setiap ayah 53:38 dan ibu bunda sehingga saat membimbing 53:43 mengasuh anak-anak mereka akan 53:45 melahirkan anak-anak yang sangat 53:47 membanggakan oleh penduduk bumi dan 53:51 penduduk di langit. Amin. Allahumma 53:55 amin. Ikhwan akhwat, menarik sekali 53:57 bahasan terkait dengan bagaimana anak 54:01 dengan perilaku sosial yang menyimpang 54:04 adalah tanggung jawab kita semua, 54:06 tanggung jawab orang tua. Sementara 54:08 tadi, wahai para ayah, perilaku istri 54:11 terhadap anak itu juga tanggung jawab 54:13 Anda. Nah loh, sayang sekali waktu kita 54:16 sudah dibatasi untuk acara selanjutnya. 54:19 Jadi untuk pertanyaan-pertanyaan yang 54:21 sudah dikirim insyaallah nanti akan 54:24 dibahas di kesempatan lain. Terima kasih 54:26 dramati 5 dan juga untuk radio-radio di 54:29 daerah yang juga menyebarlaskan 54:31 siaran-siaran dari radio silaturahim 54:35 ini. Mudah-mudahan semuanya memberikan 54:37 manfaat ya. Sekali lagi, mari kita asah, 54:42 asih dan asuh. Bagaimana keterampilan 54:44 berbicara, mendengar, dan membuat 54:46 anak-anak menjadi anak-anak yang tidak 54:50 berperilaku menyimpang. Baik, sekali 54:52 lagi terima kasih. Billahi taufik wal 54:54 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 54:56 wabarakatuh. 54:57 Waalaikumsalam.