Lansia dalam Pandangan Islam : Buah dari Amal di Masa Muda

“Materi tausiyah ini dikutip dari Program Fiqih Wanita bersama Ustazah Herlini Amran dengan tema ‘Lansia Bahagia, Keluarga Berkah’, yang membahas pentingnya mempersiapkan masa tua dengan amal saleh, memuliakan para lansia, serta menumbuhkan budaya berbakti kepada orang tua sebagai jalan meraih keberkahan dalam keluarga.”

Rasilnews – Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia melalui berbagai fase kehidupan. Dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga akhirnya memasuki usia senja. Setiap fase memiliki ujian, tanggung jawab, dan keutamaannya masing-masing. Usia lanjut bukanlah sekadar tanda bertambahnya umur, tetapi juga pengingat bahwa perjalanan menuju akhirat semakin dekat.

Allah SWT berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

(QS. Ar-Rum: 54)

Ayat ini menggambarkan bahwa masa tua adalah bagian dari sunnatullah yang akan dialami hampir setiap manusia. Oleh karena itu, Islam mengajarkan bagaimana mempersiapkan diri menjadi lansia yang bahagia sekaligus bagaimana memperlakukan mereka dengan penuh penghormatan.

Ikhwan dan Akhwat, Lansia (lanjut usia) adalah kelompok usia yang telah memasuki tahap akhir dalam siklus kehidupan manusia, yang umumnya merujuk pada individu berusia 60 tahun ke atas. Pada fase ini, seseorang mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara alami sebagai bagian dari proses penuaan, baik dari aspek fisik, biologis, psikologis, maupun sosial.

Secara fisik, lansia biasanya mengalami penurunan fungsi organ tubuh, berkurangnya kekuatan otot, menurunnya daya tahan tubuh, serta meningkatnya risiko berbagai penyakit. Dari sisi psikologis, sebagian lansia dapat mengalami perubahan suasana hati, penurunan daya ingat, hingga tantangan dalam beradaptasi dengan perubahan peran sosial dan lingkungan. Sementara itu, secara sosial, banyak lansia yang memasuki masa pensiun, berkurangnya aktivitas di luar rumah, atau mengalami perubahan dalam hubungan keluarga dan masyarakat.

Dalam perspektif Islam, lansia merupakan fase kehidupan yang harus dihormati dan dimuliakan. Usia lanjut dipandang sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, serta menjadi sumber hikmah dan teladan bagi generasi yang lebih muda. Karena itu, Islam menekankan pentingnya memberikan perhatian, kasih sayang, penghormatan, dan perawatan yang baik kepada orang-orang yang telah lanjut usia.

Keberadaan lansia dalam keluarga dan masyarakat bukanlah beban, melainkan amanah yang harus dijaga. Dengan dukungan keluarga, lingkungan yang peduli, serta pemenuhan kebutuhan fisik dan spiritual yang memadai, para lansia dapat menjalani masa tuanya dengan sehat, bahagia, bermartabat, dan penuh keberkahan.

Amal Masa Muda Akan Terlihat di Masa Tua

Meninggal dunia bukan semata-mata karena faktor usia, kesehatan, atau penyakit. Kematian adalah ketentuan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak manusia diciptakan.

Allah SWT berfirman:

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Apabila ajal mereka telah datang, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

(QS. Al-A’raf: 34)

Meski demikian, pengalaman hidup menunjukkan bahwa kebiasaan seseorang ketika muda sering kali terbawa hingga masa tua. Orang yang membiasakan dirinya shalat berjamaah sejak muda, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan menghadiri majelis ilmu, biasanya tetap memiliki keterikatan yang kuat dengan ibadah ketika memasuki usia senja.

Tidak sedikit kisah para ulama dan orang saleh yang ketika daya ingatnya mulai melemah, lisannya tetap basah dengan dzikir dan ayat-ayat Al-Qur’an. Sebab amal yang dilakukan terus-menerus telah menjadi bagian dari kehidupannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula orang yang terbiasa menjaga lisannya sejak muda. Ketika memasuki usia lanjut, ia cenderung menjadi pribadi yang lembut, tenang, dan penuh kebijaksanaan. Sebaliknya, kebiasaan buruk yang tidak diperbaiki sejak muda sering kali ikut terbawa hingga masa tua.

Karena itu, masa muda sesungguhnya adalah masa menanam, sedangkan masa tua adalah masa memanen hasil dari apa yang telah ditanam selama bertahun-tahun.

Islam memberikan penghormatan yang sangat besar kepada orang-orang yang telah lanjut usia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.”

(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Hadis tersebut adalah prinsip utama dalam akhlak Islam (akhlakul karimah) yang mengajarkan pentingnya saling menghormati dan menyayangi antargenerasi. Rasulullah SAW menekankan bahwa adab dan kasih sayang adalah cerminan utama dari keimanan seseorang

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ

“Sesungguhnya termasuk bentuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan seorang muslim yang telah beruban karena Islam.”

(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa menghormati lansia bukan sekadar norma sosial, tetapi bagian dari ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.

Rambut yang memutih bukan hanya tanda usia, tetapi juga saksi panjangnya perjalanan hidup seseorang dalam menghadapi berbagai ujian dan pengalaman. Oleh karena itu, seorang muslim diajarkan untuk menghargai dan memuliakan mereka.

Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Lanjut Usia

Di antara lansia yang paling berhak mendapatkan penghormatan adalah kedua orang tua.

Allah SWT berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

(QS. Al-Isra: 23)

Ayat ini menunjukkan betapa agung kedudukan orang tua dalam Islam. Bahkan ucapan “ah” yang merupakan bentuk keluhan ringan saja dilarang, apalagi perkataan kasar, bentakan, atau perlakuan yang menyakitkan hati mereka.

Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan bahwa memandang orang tua dengan pandangan kesal termasuk bentuk kedurhakaan. Sebaliknya, memandang mereka dengan kasih sayang merupakan salah satu bentuk kebaikan yang mendatangkan ridha Allah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”

(HR. Tirmidzi)

Sabar Menghadapi Orang Tua yang Menua

Salah satu tantangan terbesar ketika mendampingi lansia adalah bersabar menghadapi perubahan yang terjadi pada mereka.

Penurunan daya ingat, perubahan emosi, berkurangnya kemampuan fisik, hingga kebiasaan mengulang cerita merupakan hal yang wajar terjadi pada usia lanjut.

Ketika orang tua mengulang cerita yang sama berkali-kali, jangan terburu-buru memotong pembicaraan mereka. Dengarkan dengan penuh penghormatan. Ingatlah bahwa dahulu mereka berulang kali mengajari kita berjalan, berbicara, makan, dan berbagai hal lainnya tanpa pernah mengeluh.

Allah SWT berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil.”

(QS. Al-Isra: 24)

Ayat ini mengajarkan bahwa kesabaran kepada orang tua bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Membantu dan Menjaga Kehormatan Lansia

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

(HR. Ath-Thabrani)

Karena itu, ketika bertemu lansia yang membutuhkan bantuan, baik saat menyeberang jalan, membawa barang, maupun keperluan lainnya, hendaknya kita membantu semampunya.

Mereka yang kini berjalan perlahan dahulu pernah berlari mengejar cita-cita. Mereka yang kini membutuhkan bantuan dahulu mungkin telah membantu banyak orang. Maka menjaga kehormatan mereka merupakan bagian dari akhlak mulia seorang muslim.

Persiapan Menjadi Lansia yang Bahagia

1. Memperbanyak Amal Saleh

Masa tua yang baik diawali dari masa muda yang dekat dengan Allah. Perbanyaklah shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan menghadiri majelis ilmu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu…”

(HR. Al-Hakim)

2. Menjaga Kesehatan

Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”

(HR. Muslim)

Menjaga pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup merupakan bagian dari ikhtiar agar tetap produktif dan beribadah dengan baik hingga usia lanjut.

3. Menjaga Keharmonisan Keluarga

Keluarga yang harmonis adalah investasi besar di masa tua. Hubungan yang dibangun dengan kasih sayang, saling menghormati, dan komunikasi yang baik akan menjadi sumber kebahagiaan ketika usia senja tiba.

Pelajaran yang Dapat Diambil

  1. Masa tua adalah fase kehidupan yang pasti akan dialami manusia.
  2. Kebiasaan baik di masa muda akan menjadi bekal kebahagiaan di masa tua.
  3. Islam memerintahkan umatnya untuk menghormati dan memuliakan para lansia.
  4. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan jalan menuju ridha Allah SWT.
  5. Kesabaran dalam merawat orang tua yang lanjut usia memiliki pahala yang sangat besar.
  6. Persiapan menjadi lansia yang bahagia dimulai dari sekarang dengan memperbanyak amal saleh, menjaga kesehatan, dan membangun keluarga yang harmonis.

Penutup dan Doa

Usia senja bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan fase yang mengingatkan manusia akan perjumpaan dengan Allah SWT. Mereka yang mengisi masa mudanya dengan kebaikan akan merasakan manisnya buah amal ketika memasuki usia tua. Sebaliknya, mereka yang lalai akan merasakan beratnya penyesalan.

Karena itu, muliakanlah para lansia, terutama kedua orang tua kita. Hormati mereka, layani mereka dengan penuh kasih sayang, dan jangan pernah merasa terbebani oleh kehadiran mereka. Sebab bisa jadi pintu surga kita ada pada pelayanan dan bakti kepada mereka.

اللهم اغفر لوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا، وبارك في أعمارنا وأعمالنا، واجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك.

“Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kecil. Berkahilah umur dan amal kami, jadikan sebaik-baik amal kami adalah penutupnya, dan jadikan hari terbaik kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu.”

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *