Melalui Festival Budaya ke-4, Masjid Pantai Bali Perkuat Dakwah, Ekonomi Umat, dan Wisata Religi

Cibubur, Rasilnews – Masjid Pantai Bali terus mengembangkan perannya tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, penggerak ekonomi lokal, dan destinasi wisata religi. Memasuki tahun ketujuh keberadaannya, pengelola masjid memperkuat sinergi dengan Radio Silaturahim (Rasil) sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Festival Budaya Pantai Bali ke-4 yang akan digelar dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Firmansyah Dimmy (60) Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) yang juga berperan sebagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Pantai Bali. Dirinya menjelaskan bahwa kerja sama dengan Radio Silaturahim telah terjalin sejak beberapa tahun lalu dan diharapkan semakin kuat dalam mendukung syiar Islam serta pemberdayaan masyarakat.

“Memasuki tahun ketujuh keberadaan Masjid Pantai Bali, kami berharap sinergi antara Masjid Pantai Bali dan Radio Silaturahim semakin erat, khususnya dalam bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, Festival Budaya Pantai Bali merupakan bagian dari implementasi visi dan misi masjid yang berupaya menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat melalui konsep 5E, yaitu Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertainment.

Melalui konsep tersebut, berbagai program dirancang agar dapat diterima seluruh lapisan masyarakat. Di bidang edukasi, misalnya, Masjid Pantai Bali menyelenggarakan pelatihan pertanian, pembuatan jamu, pengolahan hasil pangan, serta berbagai pelatihan keterampilan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat.

Pada sektor ekonomi, keberadaan masjid dinilai turut mendorong pertumbuhan usaha masyarakat di kawasan sekitar. Berbagai usaha mikro dan kecil mulai berkembang, mulai dari kafe, penginapan, hingga usaha berbasis pariwisata yang melibatkan warga setempat.

Firmansyah mengatakan bahwa dampak ekonomi tersebut semakin terasa seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan jamaah ke kawasan masjid. Bahkan, terdapat rencana pembangunan hotel berbintang di sekitar kawasan yang diharapkan dapat semakin menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kehadiran masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah,” katanya.

Salah satu fasilitas unggulan yang menjadi daya tarik utama adalah Bali Manasik Center, fasilitas manasik haji permanen pertama di Bali yang dilengkapi miniatur Ka’bah dan sarana pendukung lainnya. Fasilitas tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di Bali yang selama ini belum memiliki pusat manasik haji permanen yang representatif.

Menurut Firmansyah, Bali Manasik Center kini rutin dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Selain menjadi sarana edukasi ibadah haji, fasilitas tersebut juga dimanfaatkan oleh berbagai lembaga untuk pelaksanaan kegiatan manasik haji.

Ia menambahkan bahwa keberadaan miniatur Ka’bah yang berpadu dengan panorama pantai menjadikan kawasan Masjid Pantai Bali memiliki karakteristik wisata religi yang berbeda dibandingkan destinasi sejenis di daerah lain.

Di sisi lain, hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan Masjid Pantai Bali. Firmansyah menuturkan bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan selalu melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pecalang, tokoh agama Hindu, serta pemerintah daerah.

Hubungan baik tersebut, lanjutnya, terlihat saat penyelenggaraan Festival Budaya Pantai Bali pertama pada 2023 yang berdekatan dengan perayaan Galungan. Dukungan dari masyarakat Hindu dan unsur desa adat turut membantu suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain fokus pada pengembangan wisata religi, Masjid Pantai Bali juga berupaya memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Salah satunya melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Jembrana Chocolate Festival, sebuah ajang berskala internasional yang bertujuan memperkenalkan potensi kakao unggulan Kabupaten Jembrana kepada masyarakat luas.

Sebagai Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara, Firmansyah dikenal aktif memimpin berbagai program syiar Islam, pembangunan fasilitas religi, serta pengembangan pariwisata ramah muslim di Indonesia. Melalui berbagai program tersebut, ia berharap Masjid Pantai Bali dapat terus menjadi contoh bagaimana masjid mampu berperan sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, Masjid Pantai Bali akan terus mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, lembaga pendidikan, hingga masyarakat lintas agama. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Ini merupakan salah satu wisata religi yang unik karena memadukan miniatur Ka’bah dengan panorama pantai. Karena itu kami terus mengembangkan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak,” tutup Firmansyah.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *