Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. [musik] 0:02 Asalamualaikum warahmatullahi 0:03 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:05 sayyidina Muhammad waa ali sayyidina 0:07 Muhammad. Berjumpa lagi hari ini, hari 0:10 Kamis [musik] tanggal e 26 Rajab 144 0:15 Hijriah atau tanggal [musik] 15 Januari 0:19 2026. Malari 15 Januari. 0:24 Ingat ya Malari [musik] ya. Oke, kita 0:26 jumpa lagi dalam acara Bincang Wakaf. 0:29 Silakan ee [musik] 0:31 siapkan pertanyaan Anda. Untuk masalah 0:33 wakaf ini. Kita akan mengambil tema ee 0:37 dana wakaf menopang kebun sayur mayurik 0:40 [musik] dengan pola setiap hari menanam, 0:43 setiap hari memanen. Waduh, mantap. 0:45 setiap hari [musik] eh menanam, setiap 0:48 hari memanen. Di sini juga kami ditemani 0:51 tentu saja oleh Ondi Saputra, Algi, 0:54 kemudian juga ada dari SMK4 [musik] 0:58 yang sedang PKL, Sela dan Vina. Selamat 1:02 datang Sela dan Vina. Selamat datang 1:05 ilmu [musik] ya. Asalamualaikum Mas 1:06 Afril. 1:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. 1:09 Masil adalah ketua lembaga wakaf [musik] 1:11 silaturahim. 1:13 Jadi seperti biasa kita akan 1:16 mendengarkan Pakil membaca surah 1:18 Albaqarah ayat 261 1:22 Auzubillahiminasyaitanirjim 1:26 bismillahirrahmanirrahim 1:31 [musik] 1:44 [musik] 1:51 [musik] 1:53 Wallahuun 1:57 perumpama 1:59 Orang [musik] yang menginfakkan hartanya 2:02 di jalan 2:04 seperti 2:05 biji [musik] 2:06 yang menumbuhkan tujuh tangkai. 2:10 Pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah 2:14 melipat gandakan bagi siapa yang Dia 2:15 kehendaki. Dan Allah maha luas, maha 2:18 mengetahui. 2:20 Masyaallah, 2:21 Mas Krisna. Ayat ini, Mas Krisna. 2:23 Heeh. 2:24 Adalah salah satu 2:28 pola perhitungan ganjaran dari Allah. 1 2:32 700 tadi dijelaskan ringkas. Ada satu 2:36 biji butir bibit. 2:37 He. 2:38 Kemudian tubuh tumbuh tujuh tangkai. 2:41 Setiap tangkai ada 100. 2:43 Dan masih ditambah lagi dengan ganjaran 2:47 kebaikan pahala sekehendaknya Allah 2:49 tergantung kepada kita. Oh, 2:51 jadi dahsyat sekali 2:52 ayat ini menggambarkan betapa kalau kita 2:55 cernak kita rasanya tidak akan mungkin 2:59 akan segera 3:00 untuk beramal jari termasuk di 3:02 srulang-ulang ya karena bagus sekali ya 3:05 karena luar biasa 3:06 untuk motivasi kita 3:08 di mana ada penggantian yang satu 3:10 diganti 700 3:13 tentu 700 ini bukan uang diganti uang 3:16 tapi bermacam-macam 3:18 kita akan dengar dari guru-guru kita 3:19 tentang hal itu. itu bahwa 3:21 penggantiannya bisa kesehatan, rumah 3:24 tangga yang rukun, anak-anak yang saleh 3:27 salehah 3:28 dan seterusnya. Kesehatan bagian dari 3:32 penggantian di Bri luar biasa. 3:33 Ngomong-ngomong soal tangkai. Iya. 3:35 Ngomong-ngomong soal tangkai jadi ingat 3:37 kebun ini ya. Karena kita hari ini kita 3:39 mengambil tema dana wakaf. Jadi 3:42 menggunakan dana wakaf untuk menopang 3:45 kebun sayur mayurik dengan pola setiap 3:48 hari menanam, setiap hari memanen. 3:52 Itu bagaimana? Setiap hari menanam, 3:54 setiap hari memanen. 3:56 Iya. Tapi sebelum bicara tentang setiap 3:59 hari menanam, setiap hari memanen, saya 4:02 mau jelaskan dulu Mas Krishna tentang 4:04 peran wakaf uang dalam menggerakkan 4:08 usaha, membangun usaha. Jadi semua 4:12 wakaf, semua wakaf yang diwakafkan oleh 4:16 wakif 4:18 kepada khususnya lembaga-lembaga wakaf 4:22 atau yayasan wakaf, maka 4:25 nazir wakaf itu yang mengelola wakaf itu 4:29 berkewajiban menjaga nilai dari wakaf 4:34 itu. Wakaf uang dalam hal ini tidak 4:36 boleh turun. 4:37 Hm. Kalau dipakai harus kembali. 4:40 H 4:41 ya. Dan tentu saja suka-suka ada bagi 4:44 hasilnya bukan riba ya, bukan bunga. Dan 4:48 dengan begitu wakaf itu menjadi 4:50 bermanfaat. 4:52 Nah, dalam konteks ini Mas Krishna 4:55 ee 4:57 banyak usaha-usaha kecil itu tidak 4:59 dilakukan karena keterbatasan modal 5:02 kerja awal ya. Nah, atau pada sisi lain 5:07 uang wakaf 5:10 karena tidak digunakan 5:12 untuk kegiatan produktif, nongkronglah 5:15 di bank. 5:15 Hm. 5:16 Dan sebagian besar itu kita tidak mau 5:19 mengambil manfaat atau bunga dari situ, 5:21 ya. 5:21 Nah, akibatnya dana wakaf itu tidak 5:23 produktif. Nah, dengan pola ee 5:28 menggunakan dana wakaf itu untuk 5:31 kegiatan produktif, 5:33 maka kita bisa turut 5:38 menanggulangi kemiskinan. Contoh, 5:40 membuka lapangan kerja. Nah, jadi yang 5:43 seperti ini wakaf peran peran wakaf uang 5:47 khususnya bisa menjadi lebih luas kalau 5:51 penggunaannya itu untuk kegiatan ekonomi 5:53 produktif. Hari ini kita mau cerita 5:55 salah satu contoh dari ee 6:01 kegiatan usaha produktif itu adalah 6:03 kebun-kebun kecil 6:05 H 6:06 yang dibuat setiap hari menanam, setiap 6:10 hari menanam 6:10 panam. Masyaallah. 6:12 Dan itu sesuatu yang sudah kita terapkan 6:16 di lingkungan saya. 6:18 setiap hari menanam, setiap hari menanam 6:21 walaupun dalam konteks yang lebih kecil 6:23 skalanya ya. Nah, nanti kita cerita 6:26 tentang kebun rasil, Mas Krisna. 6:27 Hm. 6:28 Ya. Oke. Baik, silakan yang mau bertanya 6:32 kami tunggu di 0811 6:35 999720. 6:39 Ee oh ini ada yang langsung ada yang 6:42 bertanya tapi berat juga pertanyaan nih. 6:43 Mengapa potensi wakaf besar tetapi belum 6:48 optimal? 6:48 Nah. 6:49 Heeh. 6:50 Ini kita bisa bandingkan Mas Krishna di 6:55 Indonesia. 6:56 He. 6:56 Di Malaysia. Kemudian di Bangladesh, 7:00 He. 7:01 Pakistan dan sebagainya. Indonesia punya 7:04 potensi paling besar itu ribon triliun 7:08 ya, 7:10 tetapi 7:12 ee masih kurang terkumpul, baru potensi 7:16 saja pengumpulannya belum terealisasi. 7:20 Sedangkan di Bangladesh, Bangladesh itu 7:23 secara 7:24 ee apa namanya? penghasilan per orang 7:29 nasional produk itu lebih rendah dari 7:32 Indonesia. Mereka condong 7:34 lebih bagus kita ya lebih ke Indonesia 7:37 ya. Tetapi 7:40 peran wakaf dalam pembangunan di 7:42 Bangladesh 7:44 atau di Malaysia jauh lebih tinggi dari 7:47 di Indonesia. Nah, kemudian pemerintah 7:49 mengintensifkan peran dari Badan Wakaf 7:52 Indonesia untuk mendorong tumbuhnya 7:56 lembaga-lembaga wakaf atau 7:57 yayasan-yayasan wakaf. Nah, permasalahan 8:00 utama adalah literasi, pemahaman 8:04 tentang wakaf, khususnya wakaf uang. 8:07 Selama ini, Mas Krisna, kesan wakaf itu 8:11 pertama ada tanah. Saya mau tanah ini 8:16 dibuat untuk masjid. Tidak ada yang 8:19 salah dengan itu. 8:20 H 8:21 cuman waktu tanahnya dibuat bangun 8:23 masjidnya kan biayanya lebih besar. He. 8:25 Jadi cenderung lama baru produktif. 8:28 Bahkan zaman dulu sekali tanah wakaf itu 8:32 cenderung diartikan sebagai tanah 8:35 pemakaman. Kan kita sering bilang tanah 8:38 wakaf yang di Kebun Jeruk misalnya gitu 8:41 ya. Nah, jadi 8:44 pemahaman bahwa wakaf itu orientasinya 8:48 adalah menyerahkan tanah, kemudian tanah 8:51 itu diolah sesuai dengan kehendaknya 8:53 wakif. Nah, akibatnya adalah pemanfaatan 8:58 tanah-tanah yang diberikan itu tidak 9:01 bisa segera. 9:02 H 9:02 misalnya begini, ada wakih penyerahkan 9:04 tanah 2000 m 9:07 ke lembaga wakaf silaturahim atau 9:10 lembaga wakaf mana saja. dengan syarat 9:12 bahwa di situ dia ingin dibangunkan 9:15 pesantren. 9:17 Nah, oke kita bisa terima. Tetapi kan 9:20 kita harus menghimpun dana yang cukup 9:25 untuk membangun bangunan pesantren itu 9:27 sendiri. Katakanlah tanahnya mungkin 9:29 nilainya ee 1 atau 2 miliar. Tapi untuk 9:33 membangun pesantren dengan ukuran 9:35 dikehendaki boleh jadi dananya itu bisa 9:37 10 miliar. He. 9:38 Nah, tentu lembaga wakaf itu kalau sudah 9:41 mau menerima dia wajib mencari tambahan 9:44 dana itu sehingga 9:46 terealisasilah 9:48 niat dari wakif. 9:50 Dalam konteks pembicaraan kita kali ini, 9:52 Mas Krishna, lingkupnya lebih sederhana. 9:55 Kalau seorang wakif 9:57 berniat untuk berwakaf, ya yang berwakaf 10:01 itu namanya wakif, penerimanya namanya 10:04 nazir, ya. Kalau dia berniat berwakaf, 10:07 maka dia bisa mewakafkan uang. Dan uang 10:11 ini digunakan untuk kegiatan produktif, 10:14 tidak hanya disimpan di bank, 10:17 tapi misalnya contoh yang kita mau 10:18 bicarakan hari ini adalah bagaimana 10:20 membangun kebun-kebun kecil. 10:23 Saat ini ee pemirsa pendengar sekalian 10:26 Rasil ee Lembaga Wakaf Silaturahim itu 10:30 sedang membuat kebun-kebun kecil ya kita 10:34 sebut dengan kebun Rasil. Ini ada kebun 10:37 Rasil satu 10:39 di kompleks silaturahim 1 apa namanya? 10:41 Komplek Silaturahim Residen 1. Di situ 10:45 ada tanah perumahan yang tidak kunjung 10:48 dibangun bertahun-tahun. 10:51 kemudian tumbuh pisang segala macam yang 10:54 tidak produktif. Nah, ini kita olah 10:57 menjadi kebun sayur ya. Nah, ini 10:59 contohnya bagaimana pemanfaatan dari 11:03 dana wakaf itu untuk membuka kebun 11:06 sayur. Itu barangkali ada contohnya bisa 11:07 dilihat. Ini 11:09 tanamannya baru ditanam kira-kira 10 11:12 hari. 11:13 Sudah mulai tumbuh tuh 2 cent ada tuh 11:14 ya. 11:15 Ada yang 2 cent ada di situ salah 11:17 satunya sawi 11:20 marakat namanya. Itu sawi pahit yang 11:22 enak sekali Mas Krisna. 11:23 Sawi. Lalu apa lagi sebelah sana? Apa 11:25 itu? Kemudian ada bayam merah, ada 11:27 kangkung, ada caisim. Nanti macam-macam. 11:30 Ini baru kita tanam kira-kira 11:32 kurang lebih 10 hari yang lalu ya, 10 12 11:34 hari. Dan 11:36 ini sekarang baru dipindahkan karena 11:38 terlalu rapat dipindah nanti perlu waktu 11:41 kira-kira 20 hari lagi panen. Itu 11:45 tanaman yang umur 30 atau 40 hari. 11:47 He. 11:48 Nah, gulutan kita itu jumlahnya di sini 11:51 kira-kira nantinya sekitar 45 gulutan. 11:54 Hm. 11:54 Jadi satu hari bisa panen 11:57 h 11:57 1 seteng gulutan kurang lebih gitu ya. 12:00 Dan itu sudah cukup untuk ee 12:05 memberi hasil kira-kira antara 25 sampai 12:08 40 kilo sayuran. 12:09 Hm. ya. Nah, jadi pendengar pemirsa 12:12 sekalian, contoh pemanfaatkan 12:15 pemanfaatan dana wakaf yang para wakif 12:21 tempatkan di ee Lembaga Wakaf 12:23 Silaturahim 12:25 yang berada di bawah Yayasan Wakaf Rumah 12:28 Quran Silaturahim. antara lain kita 12:31 ingin gunakan untuk mendorong tumbuhnya 12:34 kebun-kebun ee sayur-mayur organik ini 12:38 seperti yang kita lihat ya biayanya itu 12:41 tidak terlalu banyak. Misalnya satu 12:43 kebun ini ya kira-kira 25an juta 12:46 membukanya aja. 12:47 He. 12:48 Karena pembukaannya itu yang akan mahal. 12:50 Tapi yang kita ingin ee 12:55 pemirsa pendengar sekalian memahami 12:57 adalah bahwa kalau pemirsa 13:02 pendengar berwakaf 13:04 kemudian wakaf itu kita gunakan untuk 13:07 kebun sayur seperti ini, bolehkah mereka 13:11 ikut ee misalnya ada dua orang atau tiga 13:16 orang atau lima orang bahkan 13:18 mengumpulkan dana wakaf? Heeh. 13:20 Kami dana wakaf sekian. Silakan buka 13:22 kebun sayur yang itu. Tapi kami ingin 13:24 juga menikmati sayurnya ee sebagian. 13:28 Boleh saja. 13:29 Hm. 13:29 Boleh menikmati 13:32 ya wakif boleh menikmati 13:36 hasil dari uang wakaf yang mereka 13:39 tempatkan. Contohnya seperti ini. Kalau 13:42 ada kebun sayur kemudian nanti sayurnya 13:45 dipanen, bolehkah sebagian dari 13:47 headsilnya di ee 13:50 serahkan ke mereka? Boleh ya. Nah, jadi 13:54 sangat fleksibel. Tetapi kalau para 13:58 wakif mempercayakan kepada lembaga wakaf 14:02 silaturahim untuk pemanfaatannya, 14:04 insyaallah kita akan jaga dengan 14:06 sebaik-baiknya. Ini ada satu kebun lagi 14:08 yang kita akan buka. biayanya kira-kira 14:11 juga kurang lebih R juta aja di mana 14:15 tetap di di depan kebun Rasil satu 14:18 ya karena itu kebun apa namanya ee 14:22 tanam-tanaman yang enggak produktif di 14:24 situ sudah dibersihkan. Kalau kebun 14:27 rasil satu yang pertama itu harus pakai 14:29 ekskavator kecil membongkar 14:31 bonggol-bonggol pisang baru bersih. 14:35 Nah, yang ini yang sekaligus yang kedua 14:36 ini juga sudah kita bersihkan tinggal 14:38 diolah. 14:39 menjadi kebun rasil seperti tadi yang 14:42 kita perlihatkan. Pendengar nanti kalau 14:44 ada yang mau lihat tunggu kira-kira 15 14:46 hari lagi 14:47 boleh lihat datang kemari 14:49 itu sudah bisa panen belum? 14:51 Atau belum kira-kira 20 hari lagi panen. 14:53 Tapi kalau mau panen sekalian ingin 14:56 panen boleh juga ya. Pendengar yang mau 14:59 ingin memanfaat menikmati sayur panen 15:02 sendiri petik sendiri boleh datang ke 15:05 kebun Rasil. 15:05 Hm. 15:06 Bayarnya berapa seikhlasnya? Nah, 15:09 seikhlasnya 15:10 boleh enggak enggak bayar? Boleh juga 15:12 cuma tega enggak sih gitu? 15:14 Masa tega enggak bayar? 15:17 Nah, atau mau bayar lebih banyak? Ya 15:18 tentu itu akan kita gunakan. 15:21 Uang yang diperoleh dari kebun sayur ini 15:24 itu sebagian untuk membayar pinjaman 15:26 wakaf. Kemudian sebagian digunakan 15:29 menopang dakwah termasuk ke silaturahim 15:32 e ke rasil. Kemudian juga untuk kegiatan 15:37 bagi hasil untuk dua apa dan sebagainya 15:40 dan nanti kita cadangkan supaya bisa 15:42 berkembang lebih lanjut. 15:43 Jadi insyaallah dikelola. 15:45 Oke. Baik. Silakan yang mau mencatat 15:48 nomor Pak Safril. Pak Safril adalah 15:51 ketua lembaga wakaf silaturahim. Silakan 15:53 dicatat nomornya. Nomornya 0816 15:57 kemudian 855 16:00 488. 16:02 0816 16:04 855 16:06 488. 16:08 Salam Pak Sapril. Pak Sapril, kalau kami 16:10 punya tanah dan ingin dibuat kebun 16:13 seperti Derasil, apakah bisa? 16:17 Baik. Dari siapa, Mas Krishna? 16:18 Dari Bu Tuti. 16:20 Bu Tuti. Asalamualaikum Bu Tuti. Tentu 16:23 saja bisa, tapi dengan pertimbangan 16:26 begini. Misalnya 16:28 kebun ibu tidak terlalu jauh. Walaupun 16:31 jauh sebetulnya bisa ya. 16:32 Nanti saya ceritakan sedikit tentang 16:35 bagaimana sekarang karena kesulitan 16:38 lahan di daerah Brebes dan sebagainya 16:40 untuk tanam bawang ke beberapa daerah di 16:45 ee di luar Garut itu orang mulai datang 16:48 bahkan bukit juga bisa diolak gitu kan. 16:50 Jadi jawabannya bisa Bu Tuti. 16:52 Dan kita contoh tadi itu adalah tanah 16:57 seluas 740 16:59 m. 17:00 Ya. Tetapi kalau Ibu punya lahan itu 17:03 hanya 300 400 m, tentu saja juga bisa. 17:08 Sebetulnya kalau ibu berminat, kita bisa 17:10 latih ibu mengelola sendiri atau ada 17:14 orang yang ibu tempatkan untuk 17:16 mengelolanya, kita bisa latih sehingga 17:18 nanti ibu bisa 17:21 ee memanfaatkan kebun itu. Tetapi 17:23 intinya begini, kalau Ibu memang suatu 17:26 waktu ingin berwakaf 17:29 panah untuk dibikadkan kebun sayur, 17:31 tentu saja sangat bisa. He. 17:33 Tetapi kalau Ibu hanya ingin berwakaf, 17:35 saya berwakaf uang jumlahnya sekian 17:39 untuk digabungkan dengan wakif-wakif 17:41 lain cukup untuk membiayai satu kebun 17:44 sayur kecil. 17:46 Tentu saja kita bisa atur. 17:47 Heeh. 17:48 Katakanlah misalnya Bu Ibu apa, Bu? Bu 17:51 Tuti Tuti 17:52 dengan teman-teman berwakaf, "Oh, 17:54 uangnya terkumpul Rp20 juta ya. Walaupun 17:58 jumlah kurang pun tetap saya bisa. Tapi 18:00 kalau uang Ibu Tuti dan teman-teman 18:02 mengumpulkan, tolong dong buatin kami ee 18:06 kebun model kebun Rasil. Kita bantu 18:09 buatkan itu ya. Nah, Ibu sudah berwakaf 18:14 uang di tootal jumlahnya katakanlah 18:17 misalnya Rp20 juta. Kita gunakan itu 18:20 untuk membangun satu kebun ee sayur. 18:23 Apakah uang ibu itu hilang? Tidak. 18:26 Oh, tidak. Tidak hilang ya? 18:27 Tidak. Tidak hilang. Uang itu nanti akan 18:29 diambil kembali 18:31 dari hasil kebunnya. Sebagian dari hasil 18:34 kebun. Contoh ini untuk kebun rasil ya. 18:37 Dari kurang lebih hasilnya per bulan itu 18:41 kita hitung kurang lebih ee 12 jutaan. 18:46 Kemudian nanti netnya itu kira-kira R 18:49 juta itu 30%-nya mengembalikan pinjaman 18:53 wakaf tadi. 15%-nya bagi hasil menopang 18:58 dakwahnya 25% dan ada cadangan lagi. 19:01 Nah, Ibu kalau berwakaf, mengumpulkan 19:04 wakaf dengan teman-temannya seperti 19:06 tadi, kemudian kita bukakan satu 19:10 kegiatan wakaf di lahan yang Ibu buat 19:12 tadi, maka 19:15 uang wakaf yang Ibu kumpulkan itu tetap 19:18 akan di lengkapi kembali 19:21 dari hasil kebun yang sudah ee 19:26 sudah Ibu sediakan. Jadi gini, Bu Tuti, 19:29 lahannya enggak perlu Ibu wakafkan. 19:32 H 19:32 lahannya masih tetap lahan Ibu. 19:35 Uang saja, 19:37 wakaf uang saja untuk membukanya menjadi 19:39 kebun sayur. 19:40 Tapi kalau Ibu mau mewakafkan lahannya, 19:43 tentu saja dengan segala senang hati 19:45 Rasil ee lembaga wakaf silaturahmi akan 19:48 menerimanya. 19:49 Cuman mungkin ee kita perlu lihat boleh 19:52 enggak Bu Tuti kirim WA lagi di mana 19:55 daerahnya itu gitu ya. gambarannya 19:58 seperti itu, Mas. 19:59 Oke, 20:01 silakan yang mau bertanya atau memberi 20:03 masukan, kami tunggu di 08111999 20:08 7 20:09 20. 20:11 Pak 20:13 Sari, silakan. 20:14 Ini ada yang bertanya, "Mengapa ee 20:18 potensi wakaf?" Oh, tadi sudah ya 20:20 sudah. 20:21 Ee apa konsekuensinya jika wakaf diolah 20:26 ee di salah salah apa nih ya? 20:29 Enggak subur gitu misalnya 20:31 disalah 20:32 disalahgunakan. 20:33 Nah, disalahgunakan. Oke. 20:36 Jadi ee pendengar pemirsa, tentu saja 20:40 lahan-lahan wakaf yang mau dijadikan 20:42 kebun itu 20:44 tidak serta-merta begitu saja kita olah 20:48 tanpa lebih dulu diteliti, diperiksa ya. 20:52 Sehingga dalam memilih 20:55 misalnya kebun yang akan kita ee olah 20:59 menjadi kebun model kebun hasil ini, 21:01 kita tuh lihat dulu apakah layak, apakah 21:06 pemasaran di sekitarnya baik ya. Kalau 21:09 sudah layak maka kita akan buka dalam 21:13 mengelola usaha ini. Khususnya 21:15 kebun-kebun kecil ini, itu diterapkan 21:18 konsep manajemen penuh Mas Krishna. 21:21 perencanaan, planning ya, 21:23 pengorganisasian atau penataan, 21:26 kemudian pelaksanaan pengawasan itu kita 21:29 akan terapkan sebagaimana layaknya 21:31 manajemen. Jadi tidak hanya sekedar 21:34 dibuka, dibiarkan begitu saja, tetapi 21:37 aspek manajemennya juga akan kita ee 21:40 terap terapkan dalam pengelolaannya. 21:42 Kemudian marketingnya kita sudah siapkan 21:45 juga kalau mau ditanam ke mana, siapa 21:49 pembelinya. He. 21:50 Karena ini adalah tanaman-tanaman khas 21:53 organik dan ini adalah produk dari 21:57 pemanfaatan 21:58 uang wakaf. Sehingga idealnya 22:02 konsumennya juga konsumen di samping 22:05 menikmati sayur dia juga bisa berinfak 22:08 walaupun sedikit ya. Katakanlah misalnya 22:11 ee sawi marokot 22:14 itu kalau sekilonya kira-kira Rp2.000. 22:18 Kalau satu ikat itu kira-kira 3 atau 22:22 4.000-an itu 1 kilo bisa atau bahkan 22:25 tiga atau empat lima ikat gitu ya. 22:27 Nah, kalau beli di pasar 1 kilo 22:31 katakanlah atau satu ikat R.000 mungkin 22:35 kalau wakaf dia mau saya beli R5.000 22:38 yang 1.000 saya berwak berinfak ya. 22:41 Belinya R.000 infaknya 1.000 misalnya. 22:43 Tapi kalau mau bayar juga 4.000-an 22:45 misalnya enggak apa-apa. Kalau mau 22:47 datang ke kebun mau panen juga tidak 22:49 apa-apa. Kalau mengajak teman-teman 22:51 untuk ikut panen bersama-sama sekalian 22:53 berwakaf tidak apa-apa. Karena kebun ini 22:56 menjadi nantinya lingkungannya itu 22:58 sehat, Mas Krishna. Nyaman, indah lagi 23:01 gitu 23:02 ya. Jadi, Ibu-ibu khususnya yang ingin 23:05 berwakaf, silakan berwakaf. Uang himpun. 23:10 kita akan bukakan ee lahan wakaf yang 23:13 Ibu seperti tadi Bu Tuti punya tanah 23:16 kita bisa gunakan sebagai model kebun 23:18 rasil yang setiap hari menanam setiap 23:21 hari membanun. 23:22 Hm. 23:25 Oke, silakan yang mau bertanya kami 23:26 tunggu di 0811999720. 23:32 Pak Sapril, tanaman di kebun Rasil ee 23:35 pohon apa saja yang ditanam? 23:38 Ya, konsepnya memang setiap hari 23:40 menanam, setiap hari memanen, tetapi itu 23:44 pada gulutan-gulutan seperti yang tadi 23:47 diperlihatkan Mas Ondi ya, di kebun 23:49 rasil itu ada diatur gulutan-gulutan. 23:53 Satu gulutan ada boleh kita antara lain 23:56 ini kita tanam 23:58 dengan sawi pahit ee merokat namanya. 24:03 Ada bayam merah, 24:05 ada apa namanya? Ada kangkung dan 24:09 sebagainya. Itu yang digulutan. Tetapi 24:12 di samping gulutan nanti akan ada 24:15 terong, ada cabai, ada kecipir. 24:20 Kita bahkan mau tanam macam-macam 24:22 sayuran. He. 24:23 Ee boleh jadi ada tennikir, ada 24:27 macam-macam. 24:27 Hm. 24:29 sehingga semua bagian dari lahan itu 24:32 termat. 24:33 Yang dipilih yang usianya pendek atau 24:35 yang laku dijual atau yang bagaimana? 24:37 Pilihan pertama adalah yang 24:39 permintaannya tinggi. 24:41 H 24:41 ternyata di di Jakarta khususnya yang 24:45 permintaan tinggi itu adalah salah satu 24:48 sawi 24:48 ee sawong, 24:51 kemudian ee kangkung. kangkung itu 24:56 menjadi sayur yang demandnya paling 24:59 tinggi 25:01 ya. Nah, jadi itu Mas Krishna yang kita 25:03 akan tanam. Yang pertama permintaannya 25:06 tinggi. Yang kedua umurnya tidak terlalu 25:09 panjang. 25:10 Ya, kalau dia umurnya seperti cabe atau 25:15 terong, dia baru berbuah kira-kira usia 25:18 50 atau 60 hari. Tetapi dia dapat 25:21 berbuah selama 2 atau 3 bulan gitu. 25:23 Heeh. 25:24 Tomat. Jadi di samping itu menghasilkan 25:27 semuanya indah sekali, Mas. 25:29 Dan pendengar sekalian, bagi yang ingin 25:31 ee misalnya berpartisipasi, 25:34 saya berwakaf sekian ingin ikut ee ikut 25:40 menjadi bagian dari 25:43 kebun rasil yang nomor dua gitu ya. 25:45 Boleh ikut. Kita akan sertakan 25:48 wakaf Bapak itu bagian dari kebun rasil 25:51 nomor dua. Wakaf itu sesudah dipakai 25:54 nanti untuk membuat mengelola dan 25:57 menumbuhkan kebun akan kita kembalikan 25:59 lagi ke rekeningnya Rasil sehingga siap 26:02 dipakai untuk kebun yang ketiga, kebun 26:04 yang keempat dan seterusnya gitu. 26:06 Hm. 26:08 Jadi, 26:09 jadi ee pemirsa pendengar sekalian yang 26:13 ingin berwakaf, kalau Bu Tuti mau 26:15 berwakaf tanah tentu dengan segala 26:16 senang hati. Tapi kalau Ibu mau berwakaf 26:18 uang untuk mengelola kebun-kebun yang 26:21 lain juga dengan segala senang hati. 26:25 Oke, 26:26 sambil menunggu Mas Krishna, saya ingin 26:29 singgung sedikit. Bulan lalu kita 26:31 berbicara tentang warung komunitas 26:34 Rasil. 26:35 Heeh. Ya, itu peminatnya banyak sekali. 26:38 Saat ini kita sedang merancang skemanya 26:42 dengan Aman Maret. Bagaimana 26:46 konteks konsep e warung komunitas Rasil 26:51 itu akan dikelola. Jadi itu kan 26:53 mirip-mirip Warung Madura, Mas Krishna. 26:57 Hm. 26:57 Warung Madura itu kan 24 jam. Tapi kalau 27:00 ini tidak. Tapi di dalam komunitas kecil 27:03 juga akan sudah bisa hidup. Nanti 27:05 bagaimana skemanya kita masih belum 27:08 tuntas kita siapkan tapi insyaallah akan 27:10 kita siapkan. 27:12 Dan nanti kalau pemirsa ingin berwakaf 27:16 silakan ditransfer ke rekening Bangsari 27:20 Indonesia, Mas. 27:21 Iya. Di tujuh eh 27 22 ya. 27:23 Iya. 27:24 Di mana tadi? Dua. 27:25 Ini rekeningnya ini, Mas. 27:27 2 duanya empat kali. I. 27:29 Kemudian 30307 27:32 ya 27:33 2 2nya 27:36 4 kali. Kemudian 300 307 27:40 BSI atas nama lembaga 27:42 Wakaf Silaturahim. 27:43 Wakaf silaturahim atas nama LWS lembaga 27:46 wakaf silaturahim. 27:52 Pak Sapril ee jadi semangat nih. Saya 27:56 pengin lihat e kebunnya di YouTube saya 27:59 lihat. Wah, bagus sekali. Eh, ini saya 28:02 baru ambil shootnya itu tadi pagi, Mas 28:04 Kris. Nah, Ibu ee itu baru dipindah 28:09 2 hari yang lalu ya karena terlalu 28:11 padat. Tapi yang sudah dipindahkan itu 28:14 sekarang sudah tumbuh lagi. Dia 28:16 kira-kira tingginya hanya sekitar 4 28:20 centtian gitu ya. Dan nanti kalau itu 28:22 sudah menjelang umur panen 28:25 itu insyaallah akan bagus kelihatan. Dan 28:27 sayurnya ini sayur organik. Benar ya. 28:30 Kita tidak menggunakan bahan-bahan yang 28:33 berbasis kimia apapun. 28:36 Hm. 28:36 Pupuknya kita gunakan kotoran kambing 28:39 yang difermentasi. 28:41 He. 28:41 Untuk pupuk organik cair kita gunakan 28:44 kencing kambing yang juga difermentasi. 28:47 Dan kalau ada nanti ee hama, maka kita 28:51 juga akan gunakan pestisidanya nabati. 28:55 Ada mungkin ada cabai di situ, ada 28:58 macam-macam dicampur sehingga itu yang 29:00 kita semprotkan insyaallah akan organik. 29:04 Oke. Tadi Pak Sapril mengatakan organik. 29:08 Apakah sama sekali tidak menggunakan 29:11 pupuk kimia? 29:12 Ya, barusan saya jawab kita sama sekali 29:14 tidak menggunakan pupuk kimia. 29:16 mulai dari pengolaan pengolahan pertama 29:20 ya itu diolah secara manual tanahnya 29:23 dicampur dengan dedak dicampur dengan 29:28 ee pupuk 29:30 h 29:30 apa namanya pupuk organik kotoran 29:32 kambing yang sudah difermentasi 29:34 nanti begitu sayurannya tumbuh kita akan 29:37 semprot dengan pupuk organik cair dari 29:40 kencing kambing juga ya kencing kambing 29:42 itu kita fermentasi kemudian kita 29:44 semprotkan dengan campuran 1 lit kencing 29:47 kambing sudah fermentasi ditambah dengan 29:49 10 L air. 29:50 Hm. 29:51 Ya. Jadi itu insyaallah murni ee 29:55 organik. 29:56 I 29:56 kalau ada hama kita akan semprot juga 29:59 dengan pestisida nabati. 30:02 Pakai daun pepaya. 30:03 Campuran ada daun pepaya, ada cabai 30:05 tergantung hamanya apa gitu. 30:07 Oh gitu ya. 30:07 Ya kalau dia kutu dicabai kita kasih di 30:10 kita kasih 30:12 apa namanya yang organiklah insyaallah. 30:15 Oke, dari Bapak Muhammad. 30:16 Asalamualaikum, Pak Safril. Saya ada 30:18 beberapa kavling tanah kosong. Ada yang 30:21 500 m, ada yang 200 m. Totalnya 5.000 m. 30:25 Di lokasi lokasinya di Kecamatan 30:27 Kelapanunggal, Bojong, Cilengsi. Bisa 30:30 dikelola itu sehingga hasilnya bisa bagi 30:32 hasil dan jadi sebagian wakaf dan 30:35 sedekah dari Bapak Muhammad. 30:37 Muhammad. Bapak Muhammad. Bapak 30:39 Muhammad. 30:39 Iya. 30:41 ee Pak Muhammad 30:44 di Kelapa Nunggal itu 30:47 daerah yang sangat dekat dengan konsumen 30:50 ya. Sehingga dalam analisa dasar itu 30:56 insyaallah bisa kita kelola. 30:58 Kita enggak perlu harus sekaligus 31:02 yang 1000 m atau berapa meter itu pun 31:05 kita pertama siapkan kita bikin satu 31:08 misalnya gulutannya lima saja. Gulutan 31:11 yang kita pakai di kebun Rasil ini 31:13 ukurannya 80 cm * 4 m. 31:18 80 * 4 m. 31:21 Nah, itu ee 31:25 akan ditambah terus. Kita cukup menanam 31:28 tiga atau empat gulutan satu hari. Bikin 31:30 gulutan baru. Bikin gulutan baru. Sampai 31:33 pada hari ke-30 kita sudah dapat gulutan 31:37 banyak. Gulutan pertama sudah bisa 31:39 dipanen gitu. H. 31:40 Jadi jawabannya adalah bisa Pak 31:42 Muhammad. Kalau boleh setelah ini kita 31:44 nanti berbincang-bincang 31:47 apalagi celengsi itu lingkungannya 31:51 adalah pasar yang sangat potensial. 31:53 Apalagi kalau itu 31:55 adalah organik ya. Insyaallah kita bisa 31:59 kelola bersama-sama ya. Tim Bapak 32:02 disiapkan. kita akan mengedukasi 32:05 bagaimana mengelolanya dan ini walaupun 32:08 kelihatan sederhana tapi kalau Bapak 32:10 menempatkan satu orang atau dua dua 32:12 orang tenaga kerja di situ itu sudah 32:14 bikin buka lapangan kerja baru Mas 32:16 Krisna 32:17 ya 32:19 ini pertama meng apa bagaimana 32:22 ee wakaf dalam pembangunan 32:25 peran dalam pembangunan umat tadi sudah 32:28 dijelaskan ya 32:28 baik mungkin saya tambahkan lagi Mas 32:31 Krishna seperti di 32:34 ee 32:36 di Malaysia mereka fokus sekali untuk 32:39 membangun klinik klinik yang kecil-kecil 32:42 sehingga bisa melayani 32:45 ee yang membutuhkan perawatan kesehatan 32:48 termasuk sampai ke desa-desa. He 32:50 ya. Kalau di Bangladesh mereka membangun 32:55 sekolah-sekolah 32:57 ya sama dengan kalau di Indonesia ee 33:00 organisasi keagamaan Muhammadiyah mereka 33:04 dengan dana wakaf bisa membuat 33:05 bermacam-macam. Mau sekolah kemudian 33:10 sampai ke perguruan tinggi aspek 33:12 pertanian belum terlalu banyak ya. 33:15 Padahal dengan wakaf sedikit saja itu 33:18 aspek pertanian bisa tumbuh dengan 33:20 sangat berkualitas. 33:21 Dalam skala lebih besar, pendengar 33:23 pemirsa, kita bisa memanfaatkan dana 33:26 wakaf ini untuk membangun aspek apa 33:31 namanya? Persawahan yang tingkat 33:34 produktivitasnya 33:35 ee bisa sangat produktif. He. 33:38 Ya, saya beberapa kali sampaikan di 33:40 Bengkulu, 33:42 satu orang yang dari komunitas Total 33:44 Organik Indonesia itu membangun mereka 33:46 sudah bisa ee gabah kering giling itu 33:51 kira-kira 33:52 8 tahun lebih 9 ton. 33:54 Karena itu kalau gabah kering panennya 33:56 13,3 ton ya. itu kalau pemirsa pendengar 34:01 punya sawah yang luas, kita bisa 34:04 masukkan skema wakaf ini menjadi wakaf 34:07 produktif yang menopang ee kegiatan 34:11 pertanian persawahan misalnya gitu. 34:14 Oke, ini ada yang tanya nomor telepon 34:15 Pak Sapril. Silakan dicatat ya. Nomor 34:18 telapak Safril Lubis. Beliau adalah 34:21 ketua lembaga wakaf silaturahim. 34:23 nomornya 0816 34:26 kemudian 855 34:29 488 34:32 0816 34:34 858 34:41 ee Pak Sapril berapa ukuran restbed-nya? 34:45 Kita buat yang di sini itu ee 80 cm di* 34:51 4 m. Kemudian jaraknya kira-kira 50 34:55 centara 34:56 bet yang satu, bet itu gulutan. 34:58 Heeh. 34:59 Antara bet yang satu dengan bet yang 35:01 lain tingginya sekitar 15 cm. 35:06 15 sampai 20 cm dari permukaan. 35:10 Hm. 35:11 Dan ini kita pagar dengan kalau Mas 35:14 Wandi bisa perlihatkan kita pagar dengan 35:16 genteng bekas. 35:18 He. 35:18 Apakah harus pakai genteng bekas? Enggak 35:20 juga boleh bambu. Bambu itu sederhana 35:24 ya. Ini setelah ini kita mau bikin yang 35:25 pakai bambu sederhana dan itu akan ee 35:30 juga rapi 35:31 karena tanahnya tidak 35:33 tidak 35:34 itu kan dilapis dulu ya. Dilapis dulu 35:36 kan. 35:37 Nah, ini skema yang baru yang akan kita 35:40 buat. 35:41 Kalau nanti kita bikin gulutan atau 35:43 Bapak tadi mengatakan rice bed 35:46 itu 35:46 itu kita taruh dulu di bawah. 35:49 apa namanya? Potongan-potongan kedbak 35:51 pisang 35:52 kasih daun-daunan 35:54 baru ditimbun tanah baru dicampur pupuk 35:57 di atasnya baru boleh dicampur jerami 36:00 bakar seperti itu. 36:02 Apakah mahal semuanya? Enggak mahal. 36:04 H 36:04 ya enggak mahal. Pupuk organik 36:08 padat yang saya ceritakan tadi kalau 36:10 dibeli 36:12 kira-kira mungkin 2.000-an atau 2.500 36:15 per kilo. 36:16 H 36:16 ya. Dan itu 1 m cukup 2 kiloan lah. Jadi 36:22 kalau itu tadi ukuran 80 cent 4 m itu 36:26 kan kira-kira hanya 8 36:29 kilo aja ya. 36:31 E 4 m * 2 8 kilo saja. 36:34 8 kilo ini sekali dia kita tanam waktu 36:39 panen berikutnya hanya tambah sedikit 36:41 saja. H 36:42 apalagi kalau kita semprot siram dengan 36:45 pupuk organik cair. Jadi kebutuhan untuk 36:47 pupuk padatnya cukup satu kali saja itu 36:51 mungkin dua tiga kali tanam sudah bisa 36:53 cukup tinggal nanti semprot padat 36:55 semprot organik cairnya saja. Nah ini 36:58 semua bisa ditopang oleh uang wakaf Mas 37:01 Kris 37:02 untuk membukanya. 37:04 Jadi membukanya aja agak susah 37:06 tergantung lahannya ya. Kalau lahannya 37:08 sudah relatif bersih, kita tinggal bikin 37:10 guludan. Dan pendengar pemirsa, kita 37:14 ukur dulu kualitas tanahnya. PH-nya 37:16 berapa, haranya berapa, berapa banyak 37:20 rata-rata. 37:21 Sudah diukur belum pH-nya berapa? 37:22 Kita sudah waktu itu pH-nya agak sedikit 37:24 rendah 5 kom sekian. 37:27 Tapi begitu 37:27 idealnya berapa? En 37:28 idealnya adalah paling sedikit 5,5 yang 37:32 idealnya adalah 6 sampai 6,5. Hm. Untuk 37:35 meninggalan pH pakai apa? 37:37 Biasanya pakai kapur. Kapur dolomit. 37:39 Kapur dolom. 37:40 Apakah kapur dolomit itu bahan kimia? 37:42 Bukan. 37:43 Bukan. 37:43 Kapur dolamit itu adalah batu-batuan. 37:47 Kalau Mas Kristina kita ke Bat ke 37:49 Bandung zaman dulu 37:51 itu penuh denganang 37:53 apa? Kapur dolomit dari gunung-gunung 37:55 itu ya. 37:56 Jadi itu dihampar 37:57 ditebar itu tidak banyak juga 37:59 bisa menekan. Kalau rendah sekali 1 m 38:03 itu mungkin kira-kira 12eng kilo juga 38:05 cukup. 38:05 He. 38:06 Dan itu cukup sekali saja. Nanti 38:08 kalau sudah pupuh sudah tumbuh apa 38:10 namanya dihampar tanaman itu maka 38:12 tanaman itu akan menjadi sehat 38:15 ee bisa lebih alami gitu Mas Krisna. 38:18 Hm. Salam Pak Safril. Saya Ibu Titi di 38:22 Citerep Bogor. Izin bertanya. Saya punya 38:25 mesin juki dua dan mesin biasa satu. mau 38:29 saya wakafkan dan lu sudah pernah 38:31 bertanya dikirim ke Radio Rasil dan akan 38:34 dikenarkan wakafnya di Radio Rasil. 38:36 Hanya saya bisa kirim waktu hari Sabtu 38:39 atau Minggu dan akan memberitahu lebih 38:43 dulu apakah bisa Bapak. Saya tidak 38:46 berkeberatan kalau mesin itu dijadikan 38:48 uang untuk keperluan yang lain. Saya 38:50 dulu belinya Rp4.300. Mohon 38:53 penjelasannya. 38:53 Mohon maaf dengan Bu Titi. 38:55 Bu Titi ya. 38:57 di Cerep mesin apa tadi Mas Kris? 38:59 Juki. 39:00 Oke. Baik pendengar pemirsa memang ada 39:04 sejumlah mesin-mesin pengolah tanah. 39:07 Asumsi saya 39:09 yang di ingin diwakafkan oleh Bu Titi 39:12 ini adalah mesin-mesin yang berkaitan 39:14 dengan ee mengolah tanah mungkin 39:16 ini untuk sawah ya biasanya ya. 39:17 Nah, mesin cuki itu ada yang bahkan ada 39:19 bisa pikir dia jalan bikin gulutan 39:21 sendiri. 39:21 H 39:22 ya. Tadinya kita mau pakai seperti itu, 39:26 cuman karena ada beberapa orang yang 39:28 bisa dimanfaatkan tenaganya, dia juga 39:30 dapat penghasilan, kita kerjakan manual. 39:34 Boleh minta nomor telepon Bu Titi, nanti 39:36 kita telepon Bu Titi. Oke. Baik. 39:38 Insyaallah tentu saja kita dengan segala 39:40 senang hati menerimanya, Bu Titi ya. 39:42 Setelah ini insyaallah saya telepon Ibu. 39:45 Oke. 39:45 Dan mudah-mudahan ee niat Ibu untuk 39:48 berwakaf diteguhkan Allah sehingga bisa 39:51 terealisasi. Oke. 39:56 Oh, tadi ini udah yang kelapan sudah, 40:00 Pak Spril. Ee kenapa saya punya pohon 40:03 mangga kok enggak berbuah-buah padahal 40:05 sudah lama. Apa yang kurang itu? 40:08 Baik. Biasanya satu pohon itu 40:11 membutuhkan tiga jenis 40:14 ee kandungan pupuklah ya, 40:17 nutrisi 40:18 namanya ya, NPK. Hm. 40:21 Kalau Ibu lihat 40:23 pohon mangga ibu subur banget, daunnya 40:25 hijau. 40:26 Heeh. 40:26 Ya, subur. 40:28 Boleh jadi dia kebanyakan unsur N. 40:31 N ya, 40:31 dia enggak bisa bunga. H. 40:33 Karena itu masih perlu diberi lagi pupuk 40:37 jenis P. 40:39 P itu untuk mendorong tumbuhnya bunga. 40:42 P itu dari mana diambilnya? 40:44 P itu kalau dari Ibu mau bikin sendiri 40:47 itu dari gedebok pisang aja. Heb dicacah 40:51 direndam airnya itu menjadi P. 40:54 Hm. 40:55 Ya. Jadi ibu rendam apalagi Bu 40:57 fermentasi dalam waktu 12 hari itu 41:01 menjadi P yang sangat. 41:02 Kalau sabuk sabut kelapa itu 41:04 sabut kelapa itu menjadi K. 41:06 Oh K K K untuk apa? 41:08 K-nya itu untuk mendorong bunga tadi 41:10 menjadi buah. 41:12 Jadi Bu bisa cek jangan-jangan dia 41:14 berbunga terus. Berbunga terus tapi 41:15 enggak pernah jadi buah. 41:17 Itu dia kekurangan surka. 41:19 He. 41:20 Jadi, Ibu bisa ee fermentasi sabut 41:23 kelapa direndam 41:26 12 hari kasih campuran MA1. 41:30 Nanti boleh ditaruh di di apa disiramkan 41:33 ke batangnya. 41:35 Atau sering saya lakukan di rumah 41:38 sabut kelapa itu ditumpuk aja dekat 41:39 batangnya dia dapat K sehingga buahnya 41:42 insyaallah dari bunga menjadi buah. 41:45 Hmm. Hm. 41:46 Sama juga dengan sayur-sayuran misalnya 41:49 tomat. 41:50 Dia kan perlu dari bunga menjadi buah 41:52 sehingga dia harus seimbang NPK. 41:55 Hmm. 41:56 Yang paling sederhana adalah sabut 41:58 kelapa 42:00 difermentasi disu 42:01 direndam gitu 42:02 disuwir-suwiram 42:03 kemudian direndam dicampur dengan M11 42:06 tutup. Sederhana sekali. 42:08 Oh. 42:08 Kapan waktu kita boleh cerita tentang 42:10 membuat suku UNPK Mas Krina. Tapi karena 42:13 hari ini kita bincang wakaf, kita hanya 42:15 ingin mendorong para 42:19 ee pendengar pemirsa untuk berwakaf. 42:22 H 42:22 wakaf sekali Bapak Ibu berwakaf, maka 42:25 Ibu, Bapak, Ibu pada dasarnya 42:27 menyerahkan harta itu berhenti 42:30 kepemilikannya dari Bapak menjadi milik 42:32 Allah. Wakaf itu kan artinya berhenti. 42:35 Hm. Jadi, ibu kalau tadinya memiliki 42:38 uang ya, kemudian ibu berwakaf artinya 42:42 pemilihan atas uang yang Ibu Bapak Ibu 42:44 wakafkan berhenti menjadi milik Allah 42:48 sekarang. Nah, itu yang kita gunakan 42:51 untuk berbagai kepentingan pengembangan 42:53 wakaf. Hari ini kita cerita tentang ee 42:57 kebun kecil, kebun sayur mayurik ya. 43:01 Dengan konsep setiap hari menanam, 43:03 setiap hari memanen. 43:05 Kalau tanahnya 300 m, Bapak Ibu, itu 43:08 sudah bisa sekali membuat 30 gulutan. 43:12 Hm. 43:12 Ya, 30 gutan. Sehingga pada saat kita 43:15 sampai di gulutan paling ujung, 43:17 yang pertama sudah panen. Begitu setiap 43:19 hari. Oh, Pak Sarpil karena tidak 43:21 menanam cabai dan jagung. 43:24 Ah, cabe tetap kita tanam tapi bukan di 43:28 gulutan t bagian pinggir-pinggir. 43:30 Hm. 43:30 Ya. Kenapa kita tidak menanam jagung? 43:33 Karena jagung dalam volume kecil itu 43:38 kurang 43:40 ee dari sisi ekonomisnya tidak 43:42 semenguntungkan tanaman-tanaman 43:45 sayur-semayur. H 43:47 ya. 43:48 Kalau cabai memang dia baru berbuah ada 43:50 yang 45 hari, 50 hari tetapi dia berbuah 43:55 kalau cabai kecil, cabai rawit 43:57 itu bahkan dia berbuah terus-menerus. 44:00 Kalau pohonnya sudah tua, kita potong 44:01 nanti tumbuh lagi tunas. Oh gitu. 44:03 Kita pupuk dia terus-menerus. Tapi kalau 44:06 cabai 44:06 dia bukan semusim ya. Cabai itu 44:07 enggak. Cabai merah keriting semusim. 44:10 Hm. 44:11 Bahkan merah keriting bisa tiga kali 44:13 panen Mas Krus. 44:14 H. 44:14 Tapi kalau cabe rawit terus-menerus. 44:17 Oh gitu. 44:18 Di Banjarmasin sekali waktu ada apa 44:21 namanya? Cabai rawit itu tingginya 44:24 setinggi hampir 2 m. Jadi kalau kita 44:26 berdiri di situ hilang kita ya. 44:27 Oh iya. 44:28 2 m dan buahnya banyak sekali 44:30 cabe rawit. Dan itu kalau sudah dipotong 44:34 nanti dia tumbuh lagi. 44:35 Oh gitu. 44:37 Tapi kalau cabai merah keriting tidak 44:40 bisa. Cabe-cabe lain enggak bisa. 44:42 H 44:42 ya. Jadi dia kalau sudah habis berbuah 44:45 dua tiga kali dia cenderung akan mati 44:47 gitu. 44:48 Hm. 44:48 Jadi kita harus ganti lagi. 44:49 Cabai merah keriting cabe yang 44:50 besar-besar itu ya. 44:51 Cabai merah keriting cabai yang besar 44:53 yang untuk sayur gule paling utama ya. 44:56 Kalau cabe rawit kan cabe yang pedas 44:58 banget. 44:58 Heeh. 44:59 Nah, itu kita akan juga tanam di bagian 45:02 sisi-sisi non gulutan. 45:03 Hm. 45:05 Jadi, ee semua tanahnya termanfaatkan. 45:08 Jadi, seperti ibu-ibu, bapak-bapak punya 45:10 tanah 300 m itu sangat menyenangkan 45:13 gitu, Bapak, Ibu. Kalau sudah pensiun, 45:16 punya tanah lahan 300 m, mengolah itu 45:19 saja pada dasarnya untuk kebutuhan dapur 45:23 sebulan itu sudah 45:24 hm 45:25 pastikan cukup gitu. Di rumah saya, Mas 45:27 Krishna, istri saya nanam macam-macam. 45:30 Ada merokot, ada tomat, ada ini, 45:33 ada 45:35 caisim. He. 45:36 Nah, dekat rumah kita itu ada apa 45:39 namanya? Ada 45:41 tukang bikin nasi goreng. 45:43 Heeh. 45:43 Dia sekarang pesannya, "Jangan lupa ya 45:45 itu cai simnya untuk saya." [tertawa] 45:47 Karena dia bilang itu lebih kertas, 45:49 lebih enak gitu loh. 45:51 Oh, gitu. Nah, jadi yang seperti itu 45:54 kita bisa ee manfaatkan lahan di depan 45:57 rumah saya itu lahannya hanya lebarnya 46:00 kira-kira 46:02 ee 3 m 46:04 ya kurang lebih 3 m sehingga yang bisa 46:07 dipakai 2 meteran. 46:09 Gulutannya saya buat lebih kecil sedikit 46:11 75 cm 46:12 ya. Jaraknya tidak sampai 50 cent saja. 46:17 Nah, itu tetap terus-menerus saja keluar 46:20 apa hadir sayurnya. itu istri saya 46:22 mengelola. Jadi, [tertawa] 46:24 jadi pemirsa berdengar sekalian dengan 46:26 lahan kecil 300 m sangat cukup bagi 46:30 Bapak Ibu untuk mengelolanya. Nah, 46:33 sekarang Mas Krisna karena topik kita 46:35 adalah wakaf khususnya wakaf uang 46:38 konteksnya adalah wakaf produktif. Kita 46:41 mendorong pemirsa pendengar berwakaflah. 46:45 ini insyaallah insyaallah akan 46:47 dimanfaatkan dalam program kali ini 46:50 adalah untuk membangun kebun-kebun 46:53 kecil. 46:53 Hm. 46:54 Yang konsepnya adalah setiap hari 46:56 menanam, setiap hari memanen. 46:58 Manen. Mantap. 46:59 Dan itu uangnya kan tiap hari ada gitu 47:01 ya. He. 47:02 Jadi kalau Bapak Ibu di rumah tiap hari 47:04 panen kalau bisa bikin gulutan 30 47:06 walaupun kecil-kecil maka tiap hari 47:10 panen dan menanam cuman satu gulutan, 47:13 dua gulutan kok satu hari tidak 47:15 merepotkan. 47:16 Oke. 47:18 Dari Bu Titi lagi nih. Asalamualaikum 47:19 Pak Safril. 47:21 Saya juga punya mesin jahit bukan mesin 47:23 pertanian. Kalau memang bis ini bisa 47:26 saya mau kalau memang tidak bisa mohon 47:29 penjelasannya dari Bu Titi Citurupp. 47:32 Baik Bu Titi kelihatan Ibu punya banyak 47:35 mesin macam-macam ni ya. [tertawa] 47:37 kita pendengar sekalian. Bagi pendengar 47:41 yang membutuhkan mesin jahit, silakan 47:44 hubungi kita di Rasil dan kalau memang 47:48 sudah ee 47:51 ada peminatnya maka kita akan terima 47:56 apa namanya wakaf mesin jahe dari Bu 47:59 Titi diterima sebagai 48:02 perantara sebagai wakaf. 48:04 Wakaf. Kemudian itu akan dimanfaatkan 48:07 oleh yang memang membutuhkan. Nanti kita 48:10 berikrar dengan membutuhkan itu bahwa 48:12 dia harus jaga apa namanya mesin jahit 48:15 ini untuk tetap bermanfaat. 48:16 He. 48:17 Jadi silakan Bu Titi ya nanti kita 48:19 komunikasi setelah acara ini. 48:22 Waduh senang sekali ternyata wakaf itu 48:25 luas ya cakupannya. 48:27 Iya, Mas Krisna. Sekarang gini satu lagi 48:32 misalnya begini. Saya punya lahan, tapi 48:35 selama ini lahan itu enggak begitu 48:39 produktif. 48:39 He. 48:40 Cuman saya kehidupan saya juga 48:43 ee apa ya? Sederhana. Bolehkah saya 48:47 mengambil sebagian dari manfaat yang 48:51 saya wakafkan itu? 48:52 Heeh. Boleh. Misalnya saya wakafkan 48:55 tanah 400 m, 300 m untuk bikin kebun 48:59 sayur. Ya boleh. Tapi nanti sebagian 49:02 hasil penjualannya saya dibagi juga 49:05 karena saya 49:07 sudah pensiun, saya hidup sendiri 49:09 sehingga saya perlu sumber 49:12 penghasilan, sumber kehidupan misalnya 49:14 gitu. Itu boleh gitu, Mas Krisna 49:16 boleh. Atau ada lagi, saya mau berwakaf 49:21 tapi hanya untuk 3 tahun ya. Silakan 49:25 bikin kebun. Setelah 3 tahun nanti saya 49:29 saya wakaf saya kembali. Ada kontraknya? 49:31 Boleh. Boleh. 49:32 Namanya wakaf berjangka. 49:34 Jadi dia berwakaf hanya jangka waktu 3 49:37 tahun. 49:38 Setelah itu nanti kita kembalikan ke 49:39 berarti harus ada ahli warisnya juga 49:41 untuk mengetahui ya. Nah, kalau sudah 49:44 wakaf seperti itu, kalau itu adalah 49:47 harta waris memang Bapak Ibu sekalian 49:50 harus atas persetujuan dari para ahli 49:53 waris. 49:54 H 49:55 ya, ada hukum-hukum faraidnya silakan 49:57 dipelajari. Karena kalau tanah itu mau 50:00 diwakafkan 50:02 prosesnya melibatkan ee kantor urusan 50:06 agama 50:07 dan itu melibatkan juga serangkaian 50:09 surat-surat. Ada tujuh jenis 50:10 surat-menyurat. yang membuktikan itu 50:13 laha tanah 50:16 baik tanah saja maupun ada rumah di 50:18 atasnya ee melibatkan kepala desa dan 50:21 sebagainya dan harus atas persetujuan 50:25 dari ee istri ya. 50:27 Oke. Baiknya dari Bapak Pepen Supendia. 50:31 Asalamualaikum Pak Safril. Saya Pak 50:34 Pepen pensiunan. Saya mau membantu 50:36 tenaga mengelola kebun. Alhamdulillah 50:38 sedikit bisa mengelola pertanian karena 50:40 saya orang kampung kalau berkenan bisa 50:43 menyumbangkan tenaga sambil belajar 50:46 pertanian di kebun Rasil. 50:48 Iya. Masalahnya Bu Pak PPN Bapak tinggal 50:51 di mana? Ya, idealnya kalau mungkin 50:54 begini justru kalau di dekat tempat 50:57 tinggal Pak Pepen Supendi itu ada tanah 51:01 yang kosong ya, Bapak bisa hubungi 51:04 pemiliknya kemudian ceritakan apa yang 51:08 kita paparkan pada hari ini. Ee itu bisa 51:11 dibuat menjadi kebun model kebun rasil 51:15 ya. Biayanya nanti atas biaya wakaf yang 51:19 dihimpun dari wakif. He. 51:22 Dan hasilnya nanti bisa dimanfaatkan 51:26 bersama-sama. Jadi, Pak Supendi tidak 51:28 harus pindah, tidak harus bepergian jauh 51:31 dan sebagainya. Silakan cari, Pak 51:32 Supendi di dekat Bapak, adakah 51:35 tanah-tanah yang kosong yang pemiliknya 51:39 bersedia itu dijadikan lahan wakaf, 51:42 maaf, lahan kebun. Kebun ee seperti ini 51:46 ya. Nanti kalau memang layak, kita akan 51:49 usahakan bagaimana ee pembiayaan pertama 51:55 itu dibantu oleh wakaf. 51:57 Oke, untuk penjelasan lebih lanjut 52:00 silakan hubungi saja langsung ke Pak 52:02 Safril di 0816 52:05 kemudian 855 52:07 488. 0816 52:10 8548. 52:13 Mau yang mau berwakaf uang silakan 52:16 transfer ke BSI di 222nya 52:20 4 kali 300 52:22 307 atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim 52:27 ini banknya Bank BSI ya Pak Spril 52:30 sepertinya kita sudah dibatasi oleh 52:31 waktu ada yang mau disampaikan ter 52:33 sebagai penutup saja bagi pendengar 52:35 pemirsa yang ingin fokus kepada apa 52:38 namanya pembuatan kebun-kebun produktif 52:41 seperti ini bisa bersama teman-temannya 52:45 menghimpun dana kemudian Bapak wakafkan 52:49 sehingga dana itu menjadi dana abadi 52:51 diwakafkan dan nanti khusus akan kita 52:54 gunakan untuk membangun kebun-kebun 52:57 sayur yang kecil. Kebun-kebun kecil itu 53:00 akan membuka lapangan kerja walaupun 53:02 terbatas. Kemudian hasilnya menjadi 53:05 sayur organik yang sehat. Kemudian dia 53:08 insyaallah akan mampu membayar kembali 53:11 pinjaman dari wakaf dan sebagian juga 53:15 bisa digunakan untuk men ee program 53:18 penanggulangan kemiskinan. Mohon 53:20 pendengar pemirsa ya mohon minta kepada 53:24 Allah agar diikhlaskan niat untuk 53:27 berwakaf. 53:28 Oke. Baik, terima kasih Pak Safril. 53:31 Mudah-mudahan siaran ini bermanfaat. 53:33 Baik, saya Muhammad Krishna. Kemudian 53:35 ada Sela sama 53:40 Vivi eh Sela sama Vina. Sela sama Vina. 53:43 Wandi Saputra dan Algi. Mohon pamit. 53:45 Wabillahi taufik walhidayah. 53:46 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:47 wabarakatuh.