Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:00 [Tepuk tangan] 0:00 [Musik] 0:00 [Tepuk tangan] 0:05 [Musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:15 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:17 akhwat rahimakumullah. Syukur 0:19 alhamdulillah kita bersama-sama kembali 0:21 di acara jendela sekolah dari Insan 0:25 Mandiri Cibubur yang mudah-mudahan 0:29 apapun yang dibahas mempersuasi kita 0:32 semua demi anak-anak tercinta kita. 0:36 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:39 kepada junjungan umat kekasih kita 0:41 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:43 wasallam. Semoga kelak kita dipertemukan 0:45 dengan beliau di saat-saat yang sangat 0:47 kita rindukan di yaumil akhir. Untuk 0:50 hari 0:51 ini hadir bahasan yang cukup menarik 0:55 nih. Karena biar bagaimanapun juga kita 0:58 semua sepakat bahwa membaca itu sangat 1:02 baik sekali untuk latihan otak kita, 1:05 untuk pikiran kita. Karena membaca bisa 1:08 membantu 1:09 menjaga otak itu berfungsi secara 1:12 optimal ya. Saat membaca kita dituntut 1:16 untuk berpikir, menganalisa berbagai 1:19 masalah apapun yang kita baca dan bahkan 1:23 mencari jalan keluar atau solusi sampai 1:26 menemukan hal-hal baru. Itu semua kita 1:28 dapat dari membaca. Nah, topik kali ini 1:32 ada kaitannya dengan itu. Tapi 1:34 sebelumnya saya ingin dulu perkenalkan 1:38 yang hadir 1:40 ini seorang pustakawan Ibu Miska. 1:43 Asalamualaikum warahmatullahi 1:45 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:47 warahmatullahi wabarakatuh. 1:49 Alhamdulillah bisa mencerahkan kita-kita 1:51 yang dengar dan nanti untuk siswa yang 1:54 hadir kita perkenalkan kemudian ya 1:57 terkait dengan Ibu Miska terlebih dahulu 2:00 nih kalau profesi pustakawan 2:04 itu kayaknya memang keren banget dulu 2:07 gimana ceritanya tuh bisa ambil itu oke 2:10 menarik sekali ya ini Bu Nuni yaul oke. 2:13 Asalamualaikum warahmatullahi 2:14 wabarakatuh. 2:16 Sebelumnya perkenalkan nama saya 2:18 Suryoktia Zuarni Mishka. Eh, anak-anak 2:22 biasa memanggil saya dengan Ibu Miska. 2:25 Mesti kaget enggak nih ya? Ibu nama Ibu 2:27 ternyata panjang ya. Tapi kan sudah ada 2:29 di papan itunya ya. Iya. Nama saya 2:32 Suryoktia Zuarni Mishka. Anak-anak 2:35 manggil saya Miska. Ini unik Bu. Ee 2:38 profesi pustakawan ini lumayan profesi 2:41 yang cukup unik ya. Karena saya sendiri 2:44 mengetahui profesi pustakawan ini justru 2:46 di detik-detik terakhir saya mau ee 2:50 daftar UMPTn. Kalau dulu zaman saya 2:51 masih UMPTn ya, Bu. Jadi dulu itu ee 2:56 saya justru sebenarnya bercita-cita jadi 2:58 pengacara awalnya karena Bapak saya 3:00 punya advokat ya kan. Wah kan keren tuh 3:03 Bu ngelihat ee pakai sidang jubah jubah 3:06 sidang tuh kayaknya keren banget ya. Eah 3:08 tapi ternyata enggak boleh sama papa 3:10 saya gitu. Nah, kemudian saya beralih 3:12 jadi psikolog. Nah, ternyata belum belum 3:16 sepertinya belum beruntung di situ 3:18 karena saya nyoba tryout berkali-kali 3:19 belum lulus gitu. Akhirnya 3:21 terakhir-terakhir saya mau ee apa UMPTn 3:25 tuh bimbingan dengan alumni-alumni gitu. 3:29 Ada salah satu alumni dia alumni dari 78 3:33 waktu itu saya kebetulan kanang tinggal 3:34 di Jakarta Barat ya Bu Nuning. Saya 3:36 besar ee kecil dan besar di Jakarta 3:38 Barat di 278. 3:41 itu dia kuliah di Universitas Indonesia 3:44 jurusan Perpustakaan. Nah, dia bercerita 3:46 tuh tentang ee perpustakaan. Wah, saya 3:48 pikir menarik ya karena memang dari 3:50 kecil saya sudah diajak orang tua saya 3:53 untuk membaca di perpustakaan. 3:55 Berkunjung ke perpustakaan dulu kami 3:57 seringnya ke perpustakaan KONI di 3:59 Jakarta Pusat di dekat Harmoni Tanah 4:01 Abang. Nah, ke situ jadi saya memang oh 4:04 keren ya saya bisa baca buku sesuka 4:08 saya, sepuas saya gitu. Sesimpel itu 4:10 namanya anak SMA ya Bunging ya. Nah, 4:12 akhirnya nah itulah profesi pustakawan. 4:14 Ternyata ketika di sana kok ya makin 4:17 mengikuti mata kuliahnya makin ini, wah 4:19 kok senang banget ya gitu. Sampai 4:22 akhirnya ya saya memutuskan untuk wah 4:25 benar nih saya enggak salah pilih. 4:26 Sampai saya lulus. Kemudian saya sempat 4:30 saya sempat juga bekerja di perpustakaan 4:33 ee ee kantorlah istilahnya. Ternyata kok 4:37 bosan ya gitu. Karena kan lebih serius 4:39 ya Bu Nuning. Udahlah sehari-hari kita 4:40 dengan buku ya kan. Kemudian ee tambah 4:44 lagi kantor gitu dengan ininya gitu kan 4:47 serius gitu. Kemudian saya memutuskan 4:49 untuk pindah ke perpustakaan sekolah. 4:51 Dulu saya di ee salah satu sekolah di 4:54 Jakarta Selatan. Uh menarik ya ternyata 4:57 gitu. Sampai akhirnya saya sampai 4:59 sekarang kebetulan saya menekuni dunia 5:01 perpustakaan itu dari tahun 2006. Saya 5:04 lulus di tahun 2004. dari 2006 sampai 5:07 sekarang. Jadi sudah berapa tahun tuh, 5:08 Bu? Ya, sudah hampir 20 tahun ya. Nah, 5:12 seperti itu. Saya jatuh cinta banget 5:14 namun dengan dunia perpustakaan. Mungkin 5:16 seperti itu kalian 5:19 kalau di sekolah yang sekarang di IMC 5:22 ini itu emm ada visi-misi tertentukah 5:27 terkait dengan ini? Oh, ada pastinya. 5:29 Itu juga kenapa saya ingin jadi 5:30 pustakawan. Saya ingin ee untuk visi 5:33 utamanya saya ingin menciptakan generasi 5:37 yang cerdas 5:39 berintelektual. Saya ingin menciptakan 5:42 generasi yang cerdas berintelektual. 5:44 Maksudnya tuh mereka tidak hanya sekedar 5:47 cerdas nih Bu Nuning, tapi mereka harus 5:49 punya intelektual yang baik. Mereka 5:51 punya kepekaan sosial yang baik. Mereka 5:54 punya ee 5:57 apa komunikasi yang baik. bagaimana 6:00 berpikir kritis yang baik. Enggak enggak 6:02 cuma sekedar kritis-kritis aja, tapi 6:04 kritisnya by data seperti itu kan, by 6:07 pengetahuan yang mereka dapatin. Seperti 6:09 itu visi misinya. Nah, misinya untuk 6:11 saya mewujudkan itu otomatis yang paling 6:14 pertama itu saya harus meningkatkan ee 6:17 kecintaan mereka terhadap ee buku. He. 6:22 Saya harus 6:23 menc apa meningkatkan kecintaan mereka 6:27 terhadap buku. Karena dengan membaca kan 6:29 dengan mereka tahu buku mereka mau 6:32 membaca ya kan. Nah kemudian visi 6:34 selanjutnya tadi itu setelah mereka tahu 6:37 mencintai buku, mereka jadi otomatis ee 6:40 meningkatkan mereka untuk mencintai ee 6:43 baca ya kan mereka sudah tahu nih buku. 6:46 Oh ini buku mereka ini. Kemudian mereka 6:48 mencintai ee membacanya membaca bukunya 6:51 gitu kan. Karena itu proses ya Bu Nuning 6:53 ya ternyata ya gitu. apa enggak enggak 6:55 maksudnya anak enggak ee enggak se 6:58 waktu-waktu atau seujuk-ujuk tiba-tiba 7:01 jadi suka buku kan tidak gitu butuh 7:03 proses panjang. 7:05 Kemudian ee misi selanjutnya gimana nih 7:09 caranya mereka suka buku gitu kan. Nah 7:11 karena mereka anak boarding Bu Nuning 7:13 sehari-hari mereka menghabiskan waktu 7:15 hanya di sekolah asrama sekolah asrama 7:18 gitu kan. otomatis sarana mereka untuk 7:21 mendapatkan buku-buku yang baik, yang 7:23 menghibur tapi penuh ee syarat akan 7:27 isinya ya otomatis di perpustakaan. Jadi 7:29 saya juga 7:30 meningkatkan kecintaan mereka terhadap 7:34 perpustakaan itu sendiri. Seperti itu Bu 7:36 Noni secara praktis kegiatan untuk 7:39 membuat mereka cinta baca cinta ee 7:43 perpustakaan itu berapa persen sudah 7:45 tercapai kalau dihitung sampai sekarang? 7:48 Mm. Alhamdulillah kalau untuk 7:51 keberhasilan ini bisa nanti ditanyakan 7:52 anak-anak ya. Tapi kalau menurut saya 7:54 sih mungkin sekitar sudah 80% lah ya 7:58 anak-anak mulai ini. Mudah-mudahan semua 8:01 memang jatuh cinta pada literasi ya. 8:03 Amin. Itu target saya. 8:06 Kalau em cara-cara tertentu agar membuat 8:09 perpustakaan ini dan kegiatannya 8:15 disukai silakan. Oh. 8:18 Ee cara pertama yang saya lakukan ee 8:22 kita tidak bisa apa ya mengingkari bahwa 8:26 ini sebuah perpustakaan sekolah, 8:28 perpustakaan yang bisa berkembang kalau 8:32 semuanya ee bisa ber apa berkolaborasi 8:35 dengan baik seperti itu. Jadi cara yang 8:38 paling pertama saya lakukan adalah saya 8:40 melakukan kolaborasi dengan ee 8:43 pihak-pihak sekolah seperti misalkan 8:46 dengan kepala sekolah dan guru. Karena 8:48 di sini saya pegang tiga unit, Bu 8:49 Nuning. Saya pegang pustakawan SD, SMP, 8:52 dan SMA. Jadi otomatis untuk 8:54 keberhasilan semua kegiatan-kegiatan 8:56 yang paling utama saya lakukan adalah 8:59 berkolaborasi dengan kepala sekolah dan 9:01 guru-guru di tingkat SD, SMP, SMA. 9:06 Kemudian setelah itu tak kenal maka tak 9:10 sayang ya Bu Noning. Jadi saya harus 9:13 mengenalkan diri saya sebagai pustakawan 9:16 dan saya harus mengenalkan ini loh 9:18 perpustakaan IMC gitu. Itu ee langkah 9:22 pertama saya itu biasanya saya lakukan 9:25 setelah tadi saya kolaborasi dengan 9:26 pihak-pihak unit. Otomatis mereka 9:28 menyediakan waktu ketika MPLS masa 9:32 pengenalan lingkungan sekolah itu mereka 9:34 masuk, mereka diberi waktu untuk 9:36 mengenalkan saya sebagai pustakawannya. 9:38 Dan ini loh perpustakaan kalian dengan 9:41 ragam koleksi yang ada. Ada koleksi 9:44 fiksi, ada koleksi nonfiksi seperti itu. 9:47 Kebetulan kita sudah lumayan banyak ya, 9:50 Bu Nuning koleksi fiksinya itu sekitar 9:53 ada 500-an lah. 500 lebih lah gitu. 500 9:57 lebih. Koleksi nonfiksinya pun sama gitu 10:01 karena berimbang ya gitu. Koleksi 10:03 nonfiksinya. Ada juga koleksi buat guru, 10:06 ada juga koleksi referensi seperti itu. 10:09 Nah, itu saya kenalkan semua tuh Bu 10:10 karena ya kan mereka enggak tahu nih ada 10:13 apa aja sih di sini seperti itu kan. 10:15 Nah, bahkan untuk koleksi fiksi dan 10:16 nonfiksi aja mereka banyak yang belum 10:18 paham ya kan. Apa sih koleksi fiksi, apa 10:20 sih koleksi nonfiksi? seperti itu. 10:23 Kemudian untuk kegiatan selanjutnya ada 10:26 juga ee tadi setelah mereka mengenal 10:28 saya nih ee mengenal oh di IMC ternyata 10:32 ada perpustakaan ya gitu kan. Nah, ada 10:35 kegiatan lainnya juga yaitu ee kegiatan 10:38 ee rutin kegiat ee kegiatan rutin. 10:42 Kegiatan rutin di 10:44 sini saya masuk ke jam pelajaran, Bu 10:48 Nuni. Jadi, ada namanya kegiatan 10:50 literasi gitu. Kegiatan literasi sama 10:53 dari SD sampai SMP, SMA setiap minggu 10:57 mereka berkunjung ke perpustakaan gitu. 11:01 Kalau SD memang saya wajibkan untuk 11:03 meminjam gitu. Kalau SMP dan SMA tidak 11:06 gitu karena kan mereka juga sudah banyak 11:08 aktivitas juga ya Bu Nuning. Tapi 11:10 alhamdulillah banyak juga yang pinjam 11:13 gitu. Dan kalau SMP SMA itu kan jam 11:16 kunjungnya lebih fleksibel seperti itu. 11:19 Lebih fleksibel ada di jam istirahat 11:21 atau di jam kosongnya mereka gitu kan. 11:23 Karena mereka juga sudah besar kan Bu 11:25 ya. Bebas bebas ee beraktivitas 11:28 istilahnya ee dibanding anak SD gitu. 11:30 Kalau anak SD memang harus lebih 11:32 diarahkan. Nah, itu mereka ee kegiatan 11:36 literasi SMP dan SMA. SMP ini kegiatan 11:39 literasinya banyak Bu Nuning. saya isi 11:41 dengan untuk rutinnya tuh yang pertama 11:44 saya mengenalkan ke mereka berbagai 11:46 koleksi dari berdasarkan subjek terutama 11:49 ya mungkin ee seperti misalkan kalau di 11:52 perpustakaan itu di ilmu perpustakaan 11:54 kita menyebutnya du decimal 11:57 classification klasifikasi duimal 11:59 clasifikasi itu ada urut tuh Buing ada 12:02 tentang karya umum psikologi agama dan 12:05 lain sebagainya sampai sejarah itu 12:07 dikenalkan ke mereka jadi mereka saya 12:10 apa ya paksa tanda kutip untuk membaca 12:13 ya Zat ya. Nah dibaca sama Ibu pokoknya 12:16 sekarang baca tentang sejarah. Nah jadi 12:18 mereka tahu kan Bu oh ada buku tentang 12:20 sejarah ya. Misalkan ee minggu ini baca 12:23 tentang sport ya ee Fiza ya baca tentang 12:27 sport. Awalnya kan mereka enggak tahu 12:28 tuh Bu ee tentang seni 700 tentang seni 12:31 tentang sport enggak kebayang sama 12:32 mereka gitu kan. Oh, ternyata banyak ya 12:35 macam buku itu. Nah, seperti itu. 12:37 Kemudian ada juga mengenalkan mereka 12:39 tentang buku bajakan. Ini yang juga 12:42 menjadi PR kita kanya buku bajakan ya. 12:45 Ternyata ya kadang-kadang mereka beli 12:48 bukan karena mereka sengaja beli, karena 12:49 mereka enggak tahu gitu. Itu buku 12:51 bajakan. Saya jelasin gitu kan nih 12:54 perbedaan antara buku bajakan dan tidak. 12:56 Kemudian ada juga banyak sih Buunding, 12:58 ada juga tentang hoa. Jadi mereka harus 13:01 pintar nih karena sekarang lawannya 13:03 enggak cuman buku, tapi lawannya juga 13:05 internet. I kan apa itu berita hoa? 13:08 Kemudian ada lagi tentang ee oh 13:12 bagaimana ee etiket dalam menyiarkan 13:17 sebuah kejadian atau berita di internet. 13:19 Jangan sampai mungkin niat mereka baik, 13:22 tapi karena mereka enggak tahu 13:23 rules-nya, ya kan, main 13:25 nge-share-nge-share aja kenalah mereka 13:27 ee kasus hukum. Nah, itu bahaya ya, 13:29 Bening. Nah, seperti itu. Ada juga 13:32 kegiatan yang berjenjang menuning. Nah, 13:34 ini juga menarik nih. Jadi, kegiatan 13:35 yang saya lakukan untuk kelas 7 dan 10, 13:38 8 dan 8 dan 11, 9 dan 12. 7 7 dan 10 13:44 saya ajak mereka ke perpustakaan 13:46 sehingga dengan tujuan mereka tahu kayak 13:50 apa sih perpustakaan. Jangan-jangan 13:52 sayanya aja nih yang berlebihan di Buun 13:54 ya kan. Ah Bu Miska mah enggak boleh 13:56 enggak boleh berisik di perpus enggak 13:58 boleh minum dan makan di perpus gitu 14:00 kan. Tapi ketika saya ajak mereka ke 14:02 perpustakaan untuk kelas 7 saya ajak ke 14:04 mana waktu ee Fizah? Perpustakaan 14:06 nasional. Perpustakaan nasional Bu 14:08 Nuning. Kalau kelas 10 saya ajak ke 14:10 Perpustakaan Cikini. Jadi mereka tahu, 14:13 oh iya memang begitu ya perpustakaan ya 14:14 seperti itu Bu Noning. Memang seperti 14:16 itu perpustakaan. Kemudian kelas 8 kelas 14:19 8 dan kelas 11. Kelas 8 ini saya mau 14:23 ajak ke penerbit. Kebetulan insyaallah 14:25 tanggal 14 nanti Bu Nuning, hari Rabu 14:28 insyaallah saya akan ajak anak-anak ee 14:31 ke perpustakaan tanggal eh tanggal 14 14:33 hari Kamis saya akan ajak anak-anak ke 14:34 perpustakaan eh ke penerbit di Gema 14:37 Insani Persada GP. 14:40 saya ajak ke sana untuk mereka tahu tuh 14:42 Bu. Jadi kan setelah mereka tahu dunia 14:44 perpustakaan, mereka tahu dunia 14:46 bagaimana sih sebuah buku sampai bisa 14:49 menjadi sebuah buku gitu kan. Prosesnya 14:51 bagaimana. Kemudian kelas 9 dan 12 saya 14:55 ajak mereka ke ee saya ajak mereka 14:59 workshop buku. Jadi mereka tahu bahwa 15:02 menulis buku tuh enggak mudah loh gitu. 15:04 Semua tuh ada prosesnya. Ya, Raka ee 15:07 Izat sekarang sedang berlangsung kelas 9 15:10 sedang berlangsur ee sudah sampai mana 15:12 sih prosesnya? 15:15 Rahka sudah sudah menentukan tema, judul 15:18 dan sinopsisnya sih tema, judul dan 15:20 sinopsis Bu Nuning. Jadi nanti tema 15:22 judul itu akan dikembangkan menjadi 15:25 sebuah seperti itu kurang lebih sih 15:26 sedikit banyaknya tentang kegiatan 15:28 literasi. Iya, informasi dari Ibu Miska 15:31 luar biasa, Ikhwan Akhwat. Betapa yang 15:35 sudah kita dengar mempersuasi anak-anak 15:38 sampai di ujungnya malah nulis nih. 15:40 Keren banget. Oke, sekarang ke anak-anak 15:44 yang hadir di sini coba perkenalkan diri 15:47 masing-masing 15:49 untuk Faiza terlebih 15:53 dahulu 15:55 ya. Asalamualaikum warahmatullahi 15:57 wabarakatuh. Perkenalkan nama saya F 16:00 Diner Kabila. 16:03 Saya eh sekolah SD-nya itu ada di SD 16:07 Salama Rawa Kuning, Jakarta Timur. Rawa 16:10 Kuning. Oke, nanti pertanyaannya ya. 16:13 Sekarang yang ada di sebelahnya Raka. 16:17 Nama saya Raka Anahel Gifari dan 16:20 saya berasal dari SD eh Pondok Pesantren 16:25 Al-Qur'an Darus Saofa di Citayam. 16:28 Citayam. Satu lagi 16:30 dari Izat. Ya, nama saya Izat Atala 16:34 Takif dari kelas 9 SMP Tisan Mandiri 16:36 Cibubur. Sebelumnya saya sekolah di SD 16:39 Silaturahim Islamic School. Oh, di 16:41 sini-sini juga ya. Oke, pertanyaannya 16:44 sama nanti dijawab masing-masing. Kesan 16:46 kalian nih ketika pertama kali 16:49 berkunjung ke perpustakaan sekolah di 16:53 Insan Mandiri Cibubur? 16:57 [Musik] 17:00 Coba kamu duluan deh. Ya, kalau mungkin 17:03 saya pertama kali datang ke perpustakaan 17:06 itu waktu MPLS ya. Waktu MPLS itu 17:09 pertama kali pertemuan dengan Bu Miska, 17:12 pertama kali ketemu sama yang lain. Oh, 17:14 nyata begini. 17:16 Perpustakaan SMP sama SMA ternyata 17:19 nyaman juga. Ternyata ada karpet, ada 17:22 bantal, nyaman. pertama kali saya masuk 17:25 sebagai formalitas cuman ngikutin acara 17:28 tapi lama-kelamaan bisa berubah menjadi 17:31 ya udahlah asik juga ternyata di 17:32 perpustakaan itu. Enggak cuman melulu ee 17:35 baca ini udah ditentuin enggak 17:38 lama-kelamaan kita bisa nentuin apa yang 17:40 mau kita baca gitu. Hm. Kemudian em bisa 17:44 enggak? 17:47 Ya udah lanjut aja dulu. Kalau 17:49 berkunjung ke perpustakaan 17:52 itu untuk apa aja persisnya? Selain 17:54 melihat buku-buku, mendengarkan ee 17:56 penjelasan dari ee petugas di sana atau 18:00 apa gitu? 18:01 Kalau saya mungkin pertama kali tuh 18:03 datang ke perpustakaan tuh cuman 18:05 ngikutin jadwal, cuman ngikutin kayak oh 18:08 ya udah ada jadwal perpus ikut aja 18:10 jadwal perpus. Masih awal-awal tuh kayak 18:13 formalitas ngikutin doang ngikutin 18:15 kegiatan. Oh, ada kegiatan. Ya udah saya 18:17 ikutin. Terus lama-kelamaan mungkin 18:20 karena di Insan Mandiri ini kan 18:22 dibatasin handphone ya. Jadi nyari 18:24 hiburan lain. Aduh, hiburan tuh dari 18:27 mana lagi? Selain dari main handphone, 18:29 main gadget, olahraga. Lama-kelamaan 18:31 saya berpikir, "Oh, mungkin buku buku 18:33 salah satu 18:35 ee 18:37 hiburan ee hiburan. Kalau kita ada waktu 18:40 senggang, ya udahlah baca buku aja." 18:41 Jadi lama-kelamaan tuh mindset tentang 18:44 buku tuh berat. Buku itu melulu tentang 18:47 pengetahuan buku tuh hilang. Iya. 18:50 Gantinya apa? Digantinya jangan buku tuh 18:52 hiburan. Buku tuh mengasikkan menarik. 18:55 Enggak melulu tentang buku tuh bosan, 18:58 buku tuh berat. Enggak. Lama-kelamaan 19:00 mulai hilang, mulai saya sadarin 19:02 ternyata banyak loh buku-buku yang bisa 19:04 jadi hiburan. Enggak cuman buku-buku 19:06 pelajaran, buku-buku pengetahuan 19:08 sejarah. Enggak. Oke, itu bagi ee Izat 19:11 ya. Sementara Faizah sendiri gimana 19:14 terkait dengan pertanyaan yang 19:17 sama ya? Pada awal-awal masuk 19:21 perpustakaan sih saya ngerasa biasa aja 19:23 gitu. Nah, tapi setelah membaca buku 19:27 coba-coba dulu lama-kelamaan jadi 19:29 serulah gitu ya. Jadi tentang buku itu 19:34 bukan hanya tentang pelajaran aja, tapi 19:36 juga bisa tentang hiburan misalnya kayak 19:38 novel atau komik gitu. 19:42 Itu juga dibaca ee di maksudnya di 19:46 lihat-lihat gitu ya. I. Oke. 19:48 Ngomong-ngomong pelayanan dan fasilitas 19:51 dari perpustakaan yang didatangin 19:52 gimana? 19:54 Ya bagus sih itu fasilitasnya banyak 19:57 juga. Selain buku-buku, ada juga 19:59 permainan-permainan seperti contohnya 20:00 catur ataupun game yang lainnya lah 20:03 sebenarnya seperti itu. He. 20:06 Oke. Bagaimana dengan ee Raka? 20:12 Kalau pendapat saya, pertama kali masuk 20:14 perpustakaan IMC tuh ya biasa aja sih. 20:18 Karena saya juga bosan ya kan di asrama 20:20 enggak ada hiburan. Saya awal tanya ke 20:22 Bu Miska tuh ada komik yang bagus 20:25 enggak? Terus bilang, "Di sini kurang 20:27 komik." Ya udah saya jadi cuma kayak 20:29 ngambil komik-komik 20:31 yang Muhammad Alfatih 20:34 Salahudin. Dan sampai akhirnya di 20:36 jam-jam istirahat tuh saya udah bosan 20:39 baca komik tuh. Komik di situ ya enggak 20:41 sebanyak novel. Sampai saya tanya ke Bu 20:44 Miska, "Bu, novel yang rekomendasi yang 20:46 enggak terlalu berat tuh apa?" 20:48 Terus kata Bu Miska, "Ya untuk pemula 20:50 coba baca salah satunya tuh ini dompet 20:53 ayah sepatu ibu novel Jiren." 20:56 Dompet ayah sepatu ibu. 20:59 Iya, keren banget. Terus ee sebelum yang 21:03 lain juga nanti menjawab dengan ee 21:05 jawaban pertanyaan yang sama 21:08 itu selama berada di dalam ranah baca 21:13 membaca ini, apa perbedaan yang 21:15 dirasakan? 21:17 dengan sebelumnya. Tentu saya ngerasa 21:19 kayak kosakata yang saya dapat terus 21:23 pengalaman membanca dan saya juga baca 21:25 kan enggak nonfiksi doang. Dari fiksi 21:27 ternyata oh ternyata sebelum saya saya 21:31 lahir mungkin ya saya juga kadang suka 21:33 baca buku sejarah pernah terjadi 21:36 sejarahsejarah seperti ini di Indonesia 21:38 entah di Indonesia atau di luar negeri. 21:40 Dan saya ngerasa tuh kayak ada hiburan 21:42 lain selain HP dan ternyata buku bisa 21:44 jadi hiburan itu selain HP. Oke, 21:47 bagaimana dengan 21:52 Faizah? Ee perubahannya sih saya jadi 21:55 lebih senang baca buku ya. Soalnya pada 21:58 sebelum masuk sini saya lebih suka main 22:01 game daripada baca lah gitu. 22:03 Nah, semenjak saya masuk sini, saya 22:05 merasa ee kan HP sama laptop kan 22:08 dibatasin kan itu. He megang benda-benda 22:11 kayak gitu dibatasin. Jadi saya coba 22:13 cari hiburan lain selain olahraga atau 22:16 aktivitas main atau tidur lah gitu. Nah, 22:19 saya datang coba-coba ke purpose gitu. 22:21 Ternyata banyak ya buku situ. Saya coba 22:24 baca satu-satu ee tentang apa aja gitu 22:27 ee sejarah seni 22:30 ee bahasa gitu. 22:35 Jadi 22:36 sosokmu beberapa saat sebelum berada di 22:41 ranah baca membaca beda dengan yang 22:42 sekarang gitu. Iya. Tapi cintanya sama 22:44 gadget masih besar enggak? Ee udah 22:47 enggak lagi ya berkurang. Kalau bisa 0% 22:50 meskipun enggak mungkin juga sih. 22:53 Oke. Iya. 22:56 Kalau 22:57 membaca tadi Ibu Miska bilang bisa jadi 23:01 hiburan nih untuk anak-anak di IMJ. 23:05 Sebesar apa sih perannya sebagai hiburan 23:08 kalau tadi bisa menggantikan gadget dan 23:11 mengalahkan yang lain-lain? Tapi tentu 23:13 bacaan-bacaan tertentu juga kan enggak 23:15 semuanya. Kalau baca sejarah menghibur 23:18 apa enggak jelas. Coba dijelaskan 23:22 termasuk juga nanti em Raka dan Izat 23:27 terkait dengan ini tadi. Nah, coba Fizza 23:31 kasih unjuk Bu Nuning buka apa yang 23:32 Fizza baca. Sejarah kota Jakarta, Bu. 23:36 Aku tahu itu dia tinggal di Jakarta kan 23:38 masa enggak tahu sejarahnya. Jadi dia 23:41 baca sejarah, Bu. Dia baca. Oke, silakan 23:43 Fa jawab 23:46 ya. Jadi itu sebenarnya bukunya itu 23:49 enggak terlalu berat juga sih kalau 23:51 sesuai kesukaannya lah. Kalau sukanya 23:53 misalnya kayak action atau apa gitu ya 23:55 itu lebih ke komik. Nah, kalau untuk 23:57 yang suka pelajaran misalnya kayak IPA, 24:00 IPS gini atau PJOK itu ada bukunya 24:03 sendiri gitu. Misalnya kayak PJOK itu 24:05 ada buku olahraganya sendiri. He. IPS 24:07 ada bukunya sendiri sama IPAnya buka 24:09 sendiri gitu. Iya. Iya. Raka gimana 24:12 terkait dengan pertanyaan yang sama? 24:15 Kalau bagi saya peran buku selama saya 24:18 dibarding ini ya itu cukup besar sih. 24:21 Soal kan tadi yang dikatain sama 24:23 dibilang sama FZA tuh HP dan laptop tuh 24:26 dibatasi dan saya juga menemukan hiburan 24:29 membaca buku dan sebenarnya saya tuh 24:31 kurang suka novel Bu. Saya tuh lebih 24:33 suka ke komik awalnya sampai akhirnya 24:36 pas bomka tawaran baca novel cobalah 24:39 satu selesai tuh terus saya ngelihat 24:41 teman saya ada yang baca tereli seri 24:44 bumi dan kelihatannya seru akhirnya saya 24:47 juga coba coba ikutan baca walaupun 24:50 serinya banyak dan emang banyak dan ini 24:51 juga salah satu serinya yang ada di 24:53 perpustakaan IMC. He. Sampai sekarang 24:56 juga saya masih baca beberapa serinya 24:58 sih belum selesai. Itu kalau setebal 25:00 gitu berapa lama itu bacanya? stabel 25:02 gini kalau misalnya tergantung mood aja 25:04 Bu kalau misalnya beneran lagi capek 25:06 biasanya cuma biasanya seminggu seminggu 25:08 kelar e iya tapi kalau misalnya lagi 25:10 mood banget mah kayak waktu saya baca 25:12 salah satu serinya yang seri komet itu 25:14 cuma 3 hari oke ini termaksud seri 25:17 tereli yang rebutan bukunya ada berapa 25:21 padahal 16ya satu satu judul satu item 25:24 kan saya k nah itu maksud dan sekarang 25:27 sudah 16 seri ya 16 sama lagi nung seri 25:30 terakhir Heeh. Itu benar-benar terbutan, 25:33 Bu. Kayak jadi aduh udah deh pokoknya 25:35 udah enggak rupa-rupa itu buku. Iya. 25:36 Iya. Iya. Dan juga itu ada seri terakhir 25:39 yang masih ditungguin. Masih ada sekitar 25:40 2 bulan lagi ya, Bu? Iya. Desember 25:42 insyaallah. Desember insyaallah tuh ada 25:44 series-seri rilisan seri terakhirnya 25:46 Aldebaran. Iya. Mempersuasi mereka untuk 25:50 menyukai saja ada sesuatu ya. Bagaimana 25:52 dengan Izat? Iya. Kalau mungkin kalau 25:55 dari saya ee akhirnya saya bisa merubah 25:59 pola pikir saya gitu dengan membaca tuh 26:02 bukan sekedar pengetahuan. Membaca tuh 26:05 bukan 26:06 sekedar baca tuh bosan. Baca tuh ee 26:10 suatu hal yang berat. Enggak 26:11 lama-kelamaan pola pikir saya berubah. 26:13 Jadi yang awalnya baca itu cuman nyari 26:17 ilmu. Enggak lama-lama baca ini jadi 26:19 hiburan. Baca ini jadi mengasikkan. Ya, 26:23 mungkin perannya saya jadi lebih banyak 26:24 kosakata. Yang biasanya saya ngomong 26:27 biasa-biasa aja mungkin jadi lebih 26:28 banyak tanpa saya sadari. Lebay ini ya. 26:31 Iya. Jadi lebih lebay kata tapi keren 26:33 ya. Oke. Tadi kan ada keinginan untuk 26:37 menulis menjadi penulis apapun yang 26:40 ditulis bisa enggak berbagi sedikit 26:42 terinspirasi dari membaca. Wah, kayaknya 26:44 bisa juga nih gue nih nanti bikin ini, 26:46 bikin itu. Gitu. Seperti apa, Izan? 26:48 Kalau saya mungkin tuh melihat beberapa 26:51 penulis ee penulis yang sebenarnya dia 26:54 atlet tapi dia jadi penulis. Yang 26:57 sebenarnya dia guru tapi dia seorang 26:58 penulis. Jadi lama-kelamaan saya 27:00 berpikir, "Oh, ternyata penulis ini 27:02 bukan pekerjaan yang monoton. Penulis 27:04 ini siapapun bisa jadi penulis." Iya, 27:05 siapapun itu bisa jadi penulis. Bahkan 27:07 seorang atlet yang mungkin disibukkan 27:09 bisa menjadi seorang 27:10 penulis. Ee dia guru tapi dia masih jadi 27:13 penulis. Jadi menulis ini enggak 27:17 sekedar jadi siapapun bisa jadi penulis 27:20 yang ada di benak Izat menulis apa? 27:22 Kalau saya waktu itu ngambil tema 27:24 tentang sekolah. He saya ngambil judul 3 27:28 tahun tak 27:29 terasa tentang insan mandiri yang saya 27:32 tulis. Heeh. 3 tahun tak terasa temanya 27:35 putih biru. Bentar lagi abu-abu putih 27:38 biru. Iya. Kalau Raka gimana terkait 27:42 dengan menjadi ee hobi menulis? Kalau 27:46 saya sih sebenarnya enggak ada niatan 27:47 buat menulis ya pas tahu kalau misalnya 27:51 bikin buku tuh capek, pegal. Heh. Terus 27:54 ternyata pas saya ketemu waktu itu Bu 27:56 siapa yang diundang? Bu Neni. Iya, Bu 27:59 Neni dari Sis ya. Iya, dari Sis. Dari 28:01 Sis. Dan beliau juga 28:03 mempresentasikan sebagai penulis itu 28:05 kayak gimana. Dan juga saya ngerasa 28:06 entar coba kali ya di 28:08 samping-samping pekerjaan saya, saya 28:10 coba ingin menulis dan menulis itu kan 28:12 bukan bisa jadi bukan pekerjaan utama 28:14 ya. He. Bisa jadi kerjaan sampingan dan 28:17 bisa fun ternyata ya. Iya. Bisa ngisi 28:19 waktu luang kayak anggap penulis tuh 28:20 enggak dikejar deadline terus kecuali 28:21 pesanan ya. Emang ada gitu? Ada 28:26 pesanan. Kirain cuman bikin nasi 28:28 goreng. Iya. Sementara Faiz sendiri 28:30 gimana terkait dengan kemudian muncul 28:33 inspirasi untuk menulis? 28:37 Ya, saya juga dulu punya niatan buat 28:39 nulislah coba-coba gitu. Saya juga ee 28:42 sedang ngebuat dulu waktu saya coba 28:45 ngebuat komik lah istilahnya gitu buat 28:47 ngisi waktu luang aja selain belajar 28:49 gitu kan. 28:52 Habis itu selain bermain juga kalau ada 28:54 waktu luang saya juga coba coba ee nulis 28:58 buku atau komik ya aja gitu sebagai 29:01 sampingan aja gitu. 29:05 Sampingan kalau jadi keren banget ya. Di 29:07 samping aja udah keren. Jadi samping aja 29:09 bisa jadi ya buku. 29:11 Oke, ini aktivitas yang sangat 29:14 menyenangkan. Tapi bukan berarti bahwa 29:18 asik dengan perpustakaan menghambat 29:21 kalian meraih prestasi tertentu, kan. 29:25 Nah, kalau boleh tahu nih untuk Feza 29:28 sekaligus katanya ikut lomba coding ya, 29:33 terus bisa masuk ke babak apa nih? Coba 29:36 cerita soal ini dong. 29:39 Dan ya dari dulu saya memang suka coding 29:42 ya. Saya coba-coba buat game juga di 29:45 salah satu eh Roblox gitu ya. Misalnya 29:49 sama itunya Roblox Studio. Saya 29:51 coba-coba ngebuas itu walaupun enggak 29:53 jadi tapi udah punya itulah ee kemeran. 29:57 Iya, basic buat ee coding itu 30:06 masuk ke babak apa kemarin waktu ikut 30:07 lomba? Semifinal. Semifinal. Iya. Nanti 30:10 tanggal 16 November ada semifinal itu. 30:15 Habis itu kalau 30:17 misalnya meraih angka antara 1 2 3 30:20 sebagai pemenang mau punya ini apa 30:25 gambaran apa terkait dengan coding ini 30:27 sendiri? 30:29 Mm gambaran sebagai bisa coding 30:32 istilahnya. Jadi bisa ngebuat game juga 30:35 gitu. 30:36 Selain ikut lomba juga, saya juga bisa 30:39 ngembuat beberapa game nanti setelah 30:41 selesai lomba gitu. Hm. Hadiahnya gede 30:44 enggak sih? Hm. Hadiahnya gede enggak? 30:47 Lumayanlah. Juara satu itu F trip ke 30:50 Jepang. Keren Jepang, cuy. Terus yang 30:54 kedua itu dapetin kalau enggak salah 30:57 dapetin set gaming atau set laptop lah 30:59 gitu. Yang juara ketiga dapat set 31:02 laptop. buat belajar coding gitu. Jadi 31:04 hanya juara pertama yang kelayapan jauh 31:06 ke luar negeri ya. Iya, keren banget. 31:09 Mudah-mudahan sih kapan ee ininya hasil 31:12 akhirnya akan keluar apanya dari yang 31:17 kemarin ini eh yang di yang sedang kita 31:19 bahas ini ee hasil akhir nanti kalau 31:22 yang jadi pemenang kemudian ke Jepang 31:24 itu nanti kira-kira kapan gitu. Kalau 31:26 enggak salah Desember. Desember ya. Ya, 31:29 minta doa deh ya dari ikhwan akhwat. 31:31 Mudah-mudahan emm Faiza bisa lolos jadi 31:36 pemenang pertama terus main ke Jepang 31:39 deh. Oke, sekarang ke Raka. Raka ex 31:43 schol apa kegiatan apa yang disukai ini? 31:47 Saya sebenarnya tuh es schol ada dua. 31:49 Kalau misalnya esol futsal tuh biar 31:52 pagina tuh ada olahraga aja sebelum ada 31:54 kegiatan-kegiatan lainnya. Heeh. Dan 31:56 yang kalau misalnya yang saya tekunin 31:57 tuh broadcasting sih 32:00 buat kayak kamera. Belajar kamera. Oke. 32:06 Broadcasting menyenangkan sekali sih 32:08 memang ini enggak tahu kamera kita siapa 32:10 yang pegang 32:11 nih. Nah, ngomong-ngomong kalau boleh 32:15 tahu di antara sekian banyak sosok yang 32:17 menjadikan kita siswa yang 32:21 berprestasi, ustazah atau ustaz atau 32:23 guru, siapa yang jadi favoritmu? 32:26 Kalau kan ada kan ada musyrif ada guru 32:29 ya. Kalau di Mahat tuh musyrif. Musyrif 32:31 tuh saya Ustaz Deni sih. Kenapa Ustaz 32:34 Deni? Karena beliau sabar banget sih 32:37 ngadapin saya dari kelas 7 sampai kelas 32:39 9 ini. H. Jadi perlu genggam kesabaran 32:42 ya menghadapi Raka ya. Iya. Kalau enggak 32:44 sabar gimana tuh? Kalau misal enggak 32:45 sabar mungkin beliau udah enggak udah 32:47 enggak megang kelas 9 lagi mungkin 32:48 sekarang. 32:49 Sekarang ke Izat nih. Katanya 32:53 pernah aku dengar ikut lomba paskibra 32:56 ya. Iya. Alhamdulillah. Kemarin itu hari 33:00 Sabtu tanggal 9 November tim Paskibra 33:03 SMP Tsan Mandiri lomba 33:05 di Seman 2 Tambun Utara. Tambun. Ohun. 33:10 Oke. Tambun di acara Gepataka Kopastra. 33:14 acaranya itu lumayan lama itu sampai 33:17 pulang-pulang ke sini tuh .30 baru 33:20 nyampai. Alhamdulillah kemarin bawa 33:23 piala perintis 3. Wow. Juara perintis. 33:27 Heeh. Di sana kemarin juga sempat ee di 33:31 bulan Juni apa Juli ya lomba di Winus 33:35 Widya Nusantara itu alhamdulillah dapat 33:38 harapan perintis satu. H. Jadi ada 33:40 sedikit perkembangan dari tim Paskibra. 33:42 Alhamdulillah keren ya. Itu sudah bikin 33:44 nama sekolah lebih bercahaya tuh karena 33:48 memenangkan apa porsi porsi tertentu di 33:51 dalam lomba tersebut. Kembali ke Ibu 33:54 Miska dengan apa yang kita dengar dari 33:56 anak-anak ini. Kira-kira apaagi nih 34:00 program atau rencana sebagai pustakawati 34:04 di IMC untuk mengembangkan minat baca 34:07 mereka, minat menulis mereka dan 34:11 sebagainya. 34:12 Wah, menarik ini Bu ya. PR banget memang 34:15 buat saya ee sebagai pustakawan itu 34:20 sekarang ini kan ee melawannya ini pada 34:24 gadget ya. Heeh. Pada apa? Dunia maya. 34:28 Alah 34:29 dunia maya. Jadi, tapi memang kalau 34:33 untuk saya pribadi di sini tidak terlalu 34:35 sulit karena gadgetnya kan enggak ada 34:38 gitu. Jadi, nah cara saya, 34:41 langkah-langkah saya selanjutnya, 34:42 rencana-rencana saya selanjutnya untuk 34:45 anak-anak ini lebih mencintai buku 34:48 seperti mungkin bisa juga ee ee pernah 34:51 juga saya mengadakan bedah buku Bu 34:53 Nuning. Bedah buku ya kan kepada ee 34:56 maksudnya ee supaya mereka memahami buku 34:59 itu sendiri. Waktu itu saya bedah buku 35:01 tentang Nusantara Bercerita. Bukunya 35:04 Ustaz Heri Nurdin. Heri Nurdin ya kan 35:06 anak ini belum belum belum ada ya waktu 35:08 itu ya gitu. Nah, kemudian ada juga 35:10 kalau kayak di SD. 35:13 Di SD itu saya ee mengadakan pojok baca 35:17 Bu Nuning. H pojok baca dan itu 35:20 alhamdulillah lumayan alhamdulillah 35:23 bukan lumayan ya alhamdulillah anak-anak 35:24 antusias gitu. Jadi ee di setiap kelas 35:28 itu mereka ada pojok ee baca gitu. Itu 35:32 mereka menghabiskannya ketika di jam-jam 35:34 kosong ya kan. Atau misalkan ada 35:37 anak-anak yang ee sudah selesai nih 35:40 ngerjain tugas ngapain lagi gitu kan ya 35:43 mereka ke sana. Bahkan kalau yang saya 35:45 dengar dari teman-teman guru yang 35:46 memegang di kelas itu bisa menjadi 35:49 reward buat mereka. Ayo siapa yang 35:51 duluan selesai boleh baca. Wah akhirnya 35:54 mereka ngerjain buru-buru ya. 35:56 Nah, jadi Heeh. dan terus ee kan 35:59 koleksi-koleksi di pojok baca itu 36:01 sebenarnya koleksi di perpustakaan juga, 36:02 Bu. Gitu kan. Jadi mereka setiap sebulan 36:05 sekali mereka diberi kesempatan ee untuk 36:08 mengganti buku-bukunya. Nah, seperti 36:10 itu. Kemudian di SD juga ada kegiatan 36:13 kita book seminggu tentang buku. 36:17 Macam-macam tuh kegiatannya Bu Nuning. 36:19 Ada untuk kelas bawah itu 36:23 mewarnai kemudian menunjukkan buku 36:26 kesukaan mereka seperti itu kan. 36:30 Kemudian bercerita tentang buku mereka. 36:32 Nah, kalau kelas atas tuh mungkin lebih 36:35 waktu yang pernah saya lakukan tuh ee 36:37 kelas atas mendesain, membikin nama 36:40 perpustakaan apa nih, gitu. Makanya 36:42 kalau di SD itu perpustakaan namanya 36:44 Istana Baca. Oke, ya, Zat. Ya, masih 36:47 ingat ya waktu SD ya, Zat? Jadi di 36:49 polling tuh ada macam-macam. Nah, ada 36:51 yang ngusulin istana baca. Wah, mereka 36:54 ternyata senangnya istana baca. Kenapa 36:55 istana baca? Jadi, istana itu kan 36:57 sesuatu yang megah, sesuatu yang mewah 37:00 gitu. Jadi, saya memang ingin me apa ee 37:04 merubah mindset mereka tentang 37:05 perpustakaan juga. Jadi, perpustakaan 37:07 tuh bukan aduh bosan banget ya buku 37:10 semua gitu kan. Nah, beginilah istana 37:12 baca seperti itu. Kemudian ee ada juga 37:15 kegiatan mereka membikin desain purpus. 37:18 H gitu dilombakan juga desain layout 37:21 purpus. Sebetulnya sih ee ya saya 37:24 bingung aja ya ini perpus digimanain 37:26 lagi ya modelnya. Saya anak-anak deh 37:28 saya suruh mereka mendesain, mereka 37:30 gambar. Nah, seperti itu. Kemudian 37:32 langkah-langkah saya lainnya itu kalau 37:34 di SD. Kalau di SMP, SMA ini kan mereka 37:37 lebih aktif ya, Bu Nuni. Iya. Makanya 37:40 saya meningkatkannya itu dengan gimana 37:44 perpustakaan menjadi tempat yang nyaman. 37:48 Ya, balik lagi tadi itu perpustakaan tuh 37:50 bukan sesuatu bukan tempat yang 37:54 membosankan gitu kan. Perpustakaan tuh 37:57 tempat yang menyenangkan gitu. Tidak 38:00 hanya nyaman tapi menyenangkan gitu kan. 38:02 Ah, kalau nyaman, kalau enggak 38:03 menyenangkan juga malas juga ya, Bu 38:05 Nuning ya. Gitu. Makanya e makanya itu 38:08 tadi gimana caranya? Nah, saya bikin tuh 38:12 ee ada bantal-bantal, ada karpet, ada 38:15 sofa, mereka nyaman. Terus 38:17 menyenangkannya gimana? Ya enggak cuman 38:19 ada buku di sana, Bu Nuning. J seperti 38:21 tadi Fa bilang kan menghabiskan waktu 38:23 dengan bermain ya. Nah, ada ada 38:25 mainannya juga Bu Nuning. Jadi mereka 38:27 bisa main catur, bisa main ludo, ular 38:31 tangga. kan menyenangkan. Tinggal pilih 38:34 ya. Ah, tinggal pilih. Kemudian nyaman 38:36 buat mereka juga nyaman, menyenangkan. 38:38 Dan kan Bu Nuning, Bu Nuning mungkin 38:41 dulu tahu orang yang jaga perpustakaan 38:43 tuh sosok yang seperti apa 38:46 coba? Zaman Bu Nuning atau mungkin ini 38:49 biasanya kan sosok yang marah, melotot 38:54 ya, boleh ya pokoknya gitu. serius 38:57 jangan berisik gua 39:00 gangguin orang yang gitu. Nah, saya 39:02 menciptakan komunikasi personal ke 39:05 mereka. Nah, itu kan juga pengaruh 39:06 Bunding ya. Seperti Raka bilang kan ya 39:09 tadi tadinya enggak suka buku terus 39:10 direkomendasiin sama Bu Miska gitu kan. 39:13 Jadi memang otomatis sih Bu Nunding 39:15 setiap buku yang ada di perpustakaan tuh 39:18 hampir semuanya sudah saya baca ya. 39:20 Karena itu ini nih mereka-mereka ini 39:22 yang memaksa saya juga untuk baca ya. 39:24 Kalau saya enggak baca kan saya enggak 39:25 tahu ketika ditanya sama 39:27 mereka. Jadi saya juga harus baca. Jadi 39:30 ketika ee Rahka nanya, "Bu, buku apa 39:33 yang bagus?" Kamu suka buku apa, Rahka? 39:35 Karena novel juga kan macam-macam ya, Bu 39:37 Nuning klasifikasinya kan ada tentang 39:39 apa tuh? Raka baca yang dompet ayah ibu 39:42 berarti kisah inspirasi ya. Ini kan 39:44 tentang kehidupan atau tentang seri 39:46 bulan itu tentang apa? Petualangan, Bu. 39:50 Nah, enggak semua anak Feza enggak suka 39:52 Bu petualangan. He. Dia enggak suka, dia 39:55 suka yang seperti ini, sejarah, 39:57 biografi. Dia suka tuh. Kemudian anak e 40:01 Rahka juga. Raka saya suruh baca sejarah 40:03 enggak mau, Bu. Dia senangnya yang ini 40:06 apa namanya? Kisah inspirasi gitu. Sama 40:08 dengan Izat. Izat juga entar dia nanya 40:10 lagi, "Bu, buku apa lagi yang bagus?" 40:12 Ini, Nak. Ini. Dan saya harus detail, 40:14 Bu, menjelaskannya ke mereka supaya 40:16 mereka tertarik. itu. Jadi komunikasi 40:18 juga merupakan komunikasi personal ke 40:20 mereka itu merupakan cara efektif buat 40:22 saya untuk meningkatkan mereka pada 40:24 minat baca. Seperti itu sih Bu Nuning. 40:26 Kebayang enggak sih ikhwan akhwat? Ibu 40:28 Miska ini harus tahu dari berapa banyak 40:32 nih yang suka ke perpustakaan? Wah 40:35 lumayan Bu 50 40:37 lebih ya. 40:38 Taruh masing-masing sukanya buku apa, 40:41 Ibu Miska harus tahu karena yang akan 40:44 dipersuasi untuk dibaca yang ini, kamu 40:46 yang ini. Itu kan karena beda-beda Bu. 40:48 Betul, beda-beda. Dan saya harus tahu 40:50 kadang-kadang mereka yang tadinya enggak 40:51 suka nih, saya harus ini dulu apa 40:53 cenayang apa nerawang. Kamu kira-kira 40:55 sukanya apa ya? Gitu. Jadi cenayang, 40:58 jadi dukun deh. Iya. Karena mereka juga 41:00 kadang-kadang enggak tahu, Bu. Enggak 41:01 tahu, Bu. Apa dong, Bu, yang seru. Nah, 41:03 gitu loh, Bu. Jadi memang harus 41:04 benar-benar pas buat mereka seperti itu. 41:07 Dan ini menyenangkan sekali bagi Ibu 41:10 Miska yang kebetulan 41:12 pustakawati mempersuasi anak-anak suka 41:15 membaca dan berkutat di area buku-buku 41:20 itu luar biasa sekali ya. Betul sekali. 41:22 Betul sekali. Jadi agar perpustakaan ini 41:25 sejak didirikan sampai sekarang berjalan 41:27 dengan baik, banyak diminati anak-anak 41:31 dan em mereka bukan cuman sekedar hanya 41:34 karena patuh, tapi karena memang butuh 41:37 itu ada tips enggak? Siapa tahu ada 41:39 sekolah lain yang dengar nih yang 41:40 kemudian mau ikutan gitu. Iya. Yang 41:43 pertama itu tadi, Bu ee apa 41:46 namanya? Anak-anak kita dekat dulu ke 41:49 mereka. He kita ee saya pribadi karena 41:52 saya dulu punya pengalaman punya 41:55 pustakawan sekolah yang cukup wow gitu. 41:58 Maksudnya kok begini ya gitu kan. Saya 42:00 suka perpustakaan tapi saya enggak suka 42:02 ke perpustakaan sekolah gitu karena ya 42:04 itu. Nah saya pengin merubah itu gitu. 42:07 Jadi perpustakaan harus ramah apalagi 42:09 mereka kan Heeh. Mereka jadi pustakawan 42:12 sor jadi pustakawannya harus ramah. 42:14 Apalagi kan mereka boarding ya Bu. 42:16 mereka mereka jarang bertemu dengan 42:18 orang tua. Jadi kita harus dekat dengan 42:19 mereka dulu nih. Kita buka komunikasi 42:21 dengan mereka seperti itu. 42:24 Kemudian ee udah dekat, udah dekat tapi 42:28 koleksinya enggak bagus. Percuma, Bu. 42:30 Iya kan? Nah, 42:33 alhamdulillah yayasan support dengan 42:36 perpustakaan. Jadi kita setiap bulan ya, 42:39 Zat ya belanja buku, belanja buku dan 42:42 anak-anak. Nah, ini juga yang menarik, 42:43 Bu. Mereka diberi kesempatan untuk 42:45 ngasih masukan ke saya buku apa yang 42:48 akan diberi karena kan saya kan 42:50 gimanapun juga tambah umur nih. Tambah 42:52 umur. Jadi enggak kadang enggak nyambung 42:53 dengan pemikiran mereka kan. Ya udah 42:55 daripada saya capek-capek mikir, ayo 42:57 silakan neraka mau buku apa nanti 42:58 tinggal saya ini. Bu, ada buku bagus Bu 43:01 ini nih. Oke, nanti saya lihat. Oh, iya 43:03 boleh nih anak-anak ada apa ada 43:05 value-nya apa nih apa pembelajaran 43:08 seperti itu, Bu. Jadi mereka 43:09 kadang-kadang kalau udah akhir bulan nih 43:11 udah tuh Bu buku apa nih Bu ya? Apa ayo 43:14 omong ke Ibu gitu. 43:17 Untung didukung sekolah ya enggak apapun 43:19 yang kalian perlukan disediakan. 43:21 Alhamdulillah itu saya salut sama sama 43:24 yayasan ee support sekali dengan 43:27 begituun dengan kegiatan bahkan ee Bu 43:30 kegiatan apaagi nih dan sekolah ya Bu 43:33 termasuk kepala sekolah dan guru itu 43:34 tadi saya awal bilang sebagus apapun ide 43:37 saya tentang kegiatan kalau enggak ada 43:39 kolaborasi yang baik dengan guru dan 43:41 kepala sekolah nihil Bu gitu. Nah, balik 43:45 lagi saya bersyukur ee tidak hanya 43:48 yayasan tapi sekolah pun pihak kepala 43:51 sekolah, guru itu support sekali dengan 43:53 kegiatan saya. Bahkan mereka selalu ayo 43:55 Bu Miska apaagi nih kita ngapain lagi 43:57 nih? Gitu. Jadi alhamdulillah Bu saya 44:00 bersyukur ee berada di lingkungan circle 44:02 yang pas gitu karena jiwa Ibu Miska ada 44:06 di situ. Iya betul sekali. Kalau enggak 44:09 waduh bete banget. Aduh iya Bu. 44:12 Oke, sekarang kembali ke putra-putra 44:14 kita ini. Emm, kalau menurut Faiza, apa 44:20 kesan Bapak Ibu terkait dengan 44:24 aktivitas berada bersama dengan 44:27 buku-buku 44:29 ini? Komentar mereka apa atau harapan 44:32 mereka apa? 44:34 Ya, biar itu sih ee main HP-nya itu 44:39 dikurangin gitu. Jadi biar lebih ke buku 44:42 aja gitu. Soalnya saya setiap pulang 44:45 juga minta buku juga gitu ke gara-gara 44:48 media atau apa gitu. Jalan jalan-jalan 44:49 buat nyari-nyari buku. Kalau ada yang 44:51 bagus beli gitu baca biar ngisi waktu 44:53 pang juga selain ee main game juga gitu. 44:57 He. Jadi dukung banget ya ayah bunda ya. 45:01 Misalnya pengin beli apa buku jenis ini 45:03 pengin punya di perpustakaan belum ada 45:06 boleh dong beli gitu. Mereka mendukung 45:08 sepenuhnya ya. Kalau ada waktunya juga. 45:11 Tapi iyalah mereka kan sibuk. Cuman 45:14 maksudnya adalah kan apa? Siapa tahu ada 45:17 yang bilang apaan sih jadi kutu buku 45:19 gitu. Emang orang yang suka baca buku 45:22 dibilang kutu ya. Iya. Raka gimana ayah 45:24 ibu terhadap aktivitas ini? 45:27 Kalau orang tua saya sih pasti dukung 45:30 banget ya. Apalagi ayah. Ayah tuh kayak 45:33 coba bukan kasih usul ya kasih saran 45:36 atau masukan seringin baca buku. Soalnya 45:39 buku itu jendela dunia ya kan 45:41 kata-katanya pasti buku itu jendela 45:43 dunia. Dan kata ayah juga kalau misalnya 45:45 baca buku tuh berbanyak kosakata enggak 45:47 semuanya tuh bisa dicari di gadget 45:49 walaupun di masa depan pasti gadget 45:50 dipakai tapi jadi lebih kaya diksi nih 45:52 ye gitu ya. Oke. Emm Izat gimana ayah 45:57 ibu? Kalau ayah ibu saya mungkin lebih 46:01 bangga mungkin. Oh nyata anak saya yang 46:04 dulunya suka banget sama HP. Anak saya 46:07 yang fokus banget sama HP, ternyata bisa 46:09 juga dia baca fokus diam lama. Ternyata 46:12 bukannya ngelihatin HP tapi baca gitu. K 46:15 ibu saya mungkin heran. Uhuh bisa juga 46:17 ternyata dia lama baca 46:20 buku. Bisa juga ternyata dia buku stabel 46:22 ini habis. Oh 46:24 keren. Alhamdulillah jadi membanggakan. 46:27 Ya lebih baik memang sih karena kan iqra 46:31 bacalah kan gitu. Jadi membaca itu 46:33 bagian dari yang penting dalam 46:35 perjalanan hidup kita. Oke, sekarang 46:38 saya kembali ke Ibu Miska nih. Ada yang 46:39 nanya nih, Ibu Bonita. Asalamualaikum. 46:42 Waalaikumsalam. Salut ya dengan 46:44 anak-anak siang ini dengan Ibu Mea. 46:48 Kebiasaan membacanya luar biasa sekali. 46:50 Tolong dong tipsnya dari Ibu 46:53 Meiska. Bagaimana caranya menarik minat 46:56 baca dan ke perpustakaan pada anak-anak 47:00 generasi Genzi saat ini? Anak saya 13 47:03 tahun, tapi enggak tertarik membaca buku 47:04 tuh. Selain baca buku-buku pelajaran 47:06 sekolah karena kewajiban tugas pelajaran 47:09 di sekolah. 47:11 Silakan dipersuasi. 47:14 Menarik ya memang ya kalau ee 47:17 menciptakan budaya baca itu tidak hanya 47:20 karena anak ya Bu Noning ya. Karena anak 47:23 dia punya dunia dua dunia kan sekolah 47:26 dan rumah. Saya bilang dunia karena ee 47:30 ya tinggalnya mereka kan kalau enggak 47:32 kalau yang full day aja misalnya 47:34 taruhlah misalkan dari jam . sampai jam 47:36 berapa ya sekarang anak-anak sekolah? 47:38 Jam .00 atau jam .00. Nah itu mereka di 47:40 sekolah. Nah sisanya mereka di rumah 47:44 gitu kan atau kalau yang les-eles 47:46 mungkin ya kan gitu. Nah, berarti 47:49 sebetulnya peran membaca itu bisa 47:54 dikatakan mm mungkin bisa diciptakan 47:56 dulu di perpustakaan sekolah nih. H 47:58 gitu. Nah, bagaimana caranya? 48:02 Yait sekolah harus sangat support dengan 48:06 perpustakaan. Gimana caranya? Yang 48:08 pertama yaitu sediakan dulu nih koleksi 48:11 yang bagus ya kan. Pustakawannya harus 48:14 bisa dekat dengan anak. 48:17 Nah, setelah itu bikin nyaman mereka. 48:21 Otomatis, Bu, mereka yang tadinya enggak 48:24 tahu, enggak tahu dulu deh, bukan enggak 48:26 senang. Kadang-kadang enggak senangnya 48:27 itu bukan enggak senang sebetulnya, Bu. 48:29 Karena enggak tahu gitu. Itu tadi saya 48:31 bilang kan kayak bagi ke anak-anak ini 48:32 nih. Izat itu dia dari SD kan, Bu. Dia 48:35 diis ya kan sama ada kegiatan literasi. 48:39 Tapi saya selalu bilang ke anak-anak, 48:41 Sis tuh, pokoknya ibu memang memaksa 48:44 tanda kutip ya, memaksa kalian untuk 48:46 baca. Kadang-kadang mereka nanya, 48:47 "Ngapain sih, Bu?" gitu kan kita minjam 48:50 ya. Pokoknya kamu baca dan saya tanya 48:52 misalkan saya tanya random. Nah, jujur 48:55 ketika SD tuh sepertinya Izat kurang ini 48:57 ya baca ya. Kurang suka dengan membaca. 49:00 Nah, kurang suka. Tapi begitu. Tapi kan 49:02 karena sudah dicekokin dulu nih Bu dari 49:04 SD ya kan dari sekolah di SD kan. 49:07 Kemudian ketika SMP dia mulai bisa 49:09 berpikir baru tuh ternyata oh ada buku 49:12 ini ya oh ada buku ini itu bisa 49:14 menumpuhkan kecintaan juga Bu. 49:16 Jadi peran perpustakaan sekolah itu juga 49:19 sangat penting Bu Nuning untuk 49:21 meningkatkan minat baca anak gitu. 49:23 Karena saya lihat juga saya sebagai 49:25 pustakawan ya sudah berkecimpung di 49:27 dunia perpustakaan sudah lebih dari 10 49:30 tahun gitu ya. Cukup juga buat saya 49:32 melihat ya masih banyak juga sekolah 49:34 yang belum support pada perpustakaan 49:36 sekolah. Nah, itu juga jadi ayolah 49:39 support perpustakaan sekolah untuk 49:40 meningkatkan minat baca dan kecintaan 49:43 anak terhadap buku. Karena dengan 49:46 generasi anak suka baca, dengan generasi 49:48 anak suka buku akan menjadikan generasi 49:51 anak-anak yang cerdas dan 49:52 berintelektual. Mereka cerdas karena 49:55 kaya wawasan. Intelektualnya juga 49:57 terasah karena mereka jadi peka, tahu 49:59 pengalaman dari buku buku dompet ayah 50:03 dan ibu ini kan kisah inspirasi tentang 50:04 pengalaman hidup. He ya kan. Nah, itu 50:07 kan mereka jadi lebih peka, Bu. Atau 50:09 misalkan kembara rindu tentang bagaimana 50:11 ee apa kisah romantisme tapi secara 50:15 Islam kan mereka jadi lebih tahu. Nah, 50:17 seperti itu. Jadi salah satunya itu 50:20 meningkatkan minat baca itu dengan peran 50:22 perpustakaan sekolah. Kemudian di rumah 50:25 juga Bu gitu ya. Udah ketika anak-anak 50:29 pegang gadget orang tuanya pun juga 50:31 harus mengingatkan. Orang tuanya juga 50:32 baca Bu, jangan cuma nyuruh doang. 50:35 Ayo jangan main gadget terus baca. Tapi 50:37 orang tuanya juga sambil pegang gadget. 50:39 Nah, itu juga jangan, Bu. Gitu. Jadi 50:40 orang tua juga ayo yuk Bu, Bapak yuk 50:42 baca yuk gitu. Yuk bisa yuk kita baca 50:44 yuk gitu. 50:46 Iya keren banget. Jadi ikhwan akhwat 50:49 bahasan terkait dengan jendela sekolah 50:52 kali ini yang membuat kita semua semakin 50:56 yakin bahwa membaca adalah sesuatu yang 51:00 jadi modal bagi langkah ke depan. Terima 51:03 kasih untuk Raka, untuk Izat dan juga 51:08 untuk serta Ibu Miska. Tapi sebelumnya 51:12 saya ingin menyampaikan bahwa 51:16 PPDB untuk 2025-2026 ini sudah dibuka 51:20 khusus untuk putri di 51:23 SMP IT Insan Mandiri Cibubur yang full 51:27 day school ya. Nanti nomor telepon yang 51:29 bisa dihubungi saya sebutkan di 51:31 belakang. Kemudian juga untuk SMP IT 51:35 Insan Mandiri Cibubur yang boarding 51:38 school ini, PPDB juga dibuka dengan 51:41 program unggulan yang keren banget. 51:43 Project based on Quran, Quran Cam, 51:46 kemudian English and Arabic Cam, dan 51:48 multiple intelligence research serta 51:50 assembly performance. Kemudian satu lagi 51:53 untuk yang SMA IT Insan Mandiri Cibubur 51:58 Boarding School ini dengan program 52:01 unggulan yang hampir sama yang jelas ada 52:05 ASN Tour keren banget kemudian juga ada 52:10 exol pilihan yang beragam ini. Nah, 52:13 informasi pendaftarannya kalau Anda mau 52:16 catat di 52:19 0822 52:22 5899 52:24 2414 sekali lagi sama ya. Baik untuk 52:27 yang ee SMP IT dan SMA IT ini yang keren 52:33 banget nih sekarang putri sudah ada ya. 52:35 Iya. 52:36 itu sama nomor telepon yang bisa 52:38 dihubungi untuk pendaftaran di 52:41 0822 kemudian 52:44 5899 52:45 2414 untuk yang SMPIT Insan Mandiri 52:49 Cibubur Full Day School untuk putri 52:51 khusus ini katanya limited ya. 52:56 Oke. Iya Bunda karena masih baru mungkin 52:58 ya. Ehe, itu informasi dari Insan 53:01 Mandiri Cibubur. Kalau seandainya Ibu 53:04 Miska mau menambahkan sesuatu sebagai 53:06 closing statement, monggo. 53:10 Iya. Ee semoga ee kita bisa kita sebagai 53:16 orang tua semuanya bisa meningkatkan ee 53:21 kecintaan anak-anak terhadap bacaan, 53:24 terhadap buku, terhadap bacaan sehingga 53:27 negara kita tidak menjadi negara yang 53:30 rendah literasi, tapi negara kita 53:32 menjadi negara yang cerdas literasinya. 53:36 Semua itu pertama memang dibangun dari 53:38 lingkungan rumah dulu baru kemudian 53:42 meluas ke lingkungan sekolah. Nanti akan 53:44 menjadi ke lingkungan yang lebih besar 53:47 seperti itu. Yuk, Ayah Bunda bantu ee 53:51 kami pustakawan untuk meningkatkan minat 53:54 baca anak dan kecintaan anak terhadap. 53:56 Terima kasih. Mungkin itu kali Bu Nuning 53:58 sedikit closing I terima kasih Ibu Miska 54:01 juga terima kasih Faizah Izat dan juga 54:04 Raka untuk kehadirannya di jendela 54:06 sekolah. Baik ikhwan akhwat. Billahi 54:08 taufik wal hidayah wasalamualaikum 54:10 warahmatullahi wabarakatuh. 54:12 Waalaikumsalam warahmatullah.