Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Brazil 0:12 [musik] 0:22 [musik] 0:31 [musik] 0:40 [musik] 0:44 Bismillahirrahmanirrahim. 0:46 Asalamualaikum warahmatullahi 0:47 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:49 sayyidina Muhammad Ali Sayidina 0:51 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:52 lagi hari ini hari Kamis tanggal 22 0:56 Safar 1448 Hijriah atau tanggal 6 0:59 Agustus 1:00 2026. Kita jumpa lagi dalam acara tamu 1:03 kita. Kami hadirkan tamu kita yang 1:05 istimewa. Tapi sebelumnya saya akan 1:07 nyebut dulu para kru-kru kita nih. Mas 1:12 apa? 1:12 Saputra. [tertawa] 1:14 Mas Saputra. 1:16 Di sini juga ada yang lagi PKL eh Kiza, 1:20 dan Rafa dan e Ustaz Algi eh Fahrul Roji 1:25 sebagai operator. Kita menghadirkan 1:30 eh Mas Ondi eh Mas Algi nanti langsung 1:32 putarkan dulu lagu itu ya. Indonesia 1:34 Raya ya. 1:35 Oke. Kita sering sekali mendengar lagu 1:37 Indonesia Raya, apakah sedang upacara 1:40 atau di radio atau di mana-mana. 1:42 Sekarang kami menghadirkan keluarga 1:44 besar dari pencipta 1:47 ee penyanyit itu almarhum Wage Rudolf 1:51 Supratman. Ini adalah keluarganya 1:53 keturunan. Jadi, Wager Rudolf Spotman 1:56 itu eh en eh sembilan bersaudara yang 2:01 kami hadirkan ini adalah anak dari 2:05 anak keenam 2:07 Wage Rus Praton sendiri itu anak 2:10 keetujuh 2:12 Wage 2:14 Pratman itu ee menik tidak menikah tidak 2:18 punya anak ya usianya 2:20 waktu wafat usia 34 tahun tanggal 35. 2:23 Oh, 35 tahun ya. 2:25 Meninggal di Surabaya tanggal 17 2:26 Agustus. 2:28 Oke, ini 2:30 kami hadir sini keturunan dari eh WR 2:34 Supratman yaitu Endang Wayu Ningsi 2:37 bersama dengan suaminya Dari Otruk, 2:40 Spog. Dokter dari UI juga. Beliau adalah 2:44 anak angkat dari Gus Dur, anak angkat 2:46 dari Habibi, anak kesayangan ya. 2:49 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 2:51 warahmatullahi wabarakatuh. 2:53 Dokter Dario 2:55 eh Mbak Endang. 2:56 Iya, Mas. 2:57 Eh, ini gimana ceritanya bisa ketemu nih 2:59 ya? 3:02 Dokter dari kenalan gimana? Gimana 3:04 katanya? 3:05 Eh, iya. Ayah saya itu alum eh Dr. Yoso 3:09 panggilannya namanya Muhammad Yakob Yoso 3:11 Prawiro. Beliau eh SpOG, spesialis objin 3:14 juga, 3:15 dosen di UI. 3:17 Heeh. 3:18 Dan waktu itu 3:19 dia mahasiswanya nih Dario. 3:20 Iya. Beliau itu dosen khusus 3:22 uroginekologi. 3:23 Oh, masyaallah. 3:25 Dan ini Mas Dario adalah murid di situ. 3:30 Luar biasa beraninya ya. 3:31 Jadi ketemunya dari situ 3:32 ngambil anak dosen ya. [tertawa] 3:36 Masyaallah. Ini ada banyak yang bertanya 3:38 belum apa-apa sudah banyak nanya. N 3:40 konfirmasi dulu. WR Rudolf Supratman itu 3:43 agamanya apa? 3:44 Islam. 3:45 Islam. 3:46 Lahir Islam. meninggal Islam. 3:48 Oh, pakai kopia lagi ya. Nah, Rudolf itu 3:51 dari mana? 3:52 Waktu dia diangkat anak oleh kakak 3:55 paling tua nomor satu namanya Rukiem kan 3:57 menikah sama Van Eldik waktu itu Indo 3:59 Belanda dibawa ke Makassar 4:02 karena pas umur 9 11 tahun itu ibunya 4:04 meninggal jadi karena enggak ada sosok 4:06 ibu di keluarga itu kakaknya sedih gitu 4:09 ngelihat ee adiknya ini kok sedih gitu 4:12 ya. Yuk ikut kakak yuk ke Makassar tapi 4:14 ya. ya mau. Nah, di Makassar 4:17 disekolahkan. Nah, waktu itu sama kakak 4:19 iparnya Van Eldik mau dimasukkan ke 4:21 sekolah Belanda. Sedangkan syarat untuk 4:23 masuk sekolah Belanda harus orang 4:25 Belanda asli atau campuran. Sedangkan 4:28 dia sama sekali tidak dia pribumi asli. 4:32 Akhirnya Kakak ipar bilang, "Udah kamu 4:34 tambahin nama Belanda deh di nama kamu. 4:36 Kamu suka apa nama apa?" Nah, WR itu 4:39 suka banget nonton drama teater. 4:44 Ada salah satu karakter yang namanya 4:45 Rudolf. 4:46 Itu favorit dia. Jadi dia bilang, "Oke, 4:48 saya mau tambah nama Rudolf di nama 4:50 saya." Jadi Wage Rudolf Supratman. 4:53 H. Oke. 4:56 Doter Dariu tahu enggak waktu itu dia 4:59 adalah keluarga dari WR Supratman. Tahu 5:02 enggak waktu dekatin itu? Waktu PDKT 5:04 enggak? Enggak tahu sama sekali. 5:05 Selama 14 tahun. 5:06 Heeh. H 5:07 enggak tahu 5:09 setelah 14 tahunnya dari TV dari nonton 5:13 YouTube anak kita masuk 50 besar di 5:16 Indonesian Idol Junior. Nah, ketika juri 5:20 nanya, "Kamu bisa bakat begini nyanyi 5:22 dan main piano dari siapa?" Kan papa 5:25 kamu Ob Jin. 5:27 Hm. 5:27 Eh, bakatnya dari siapa? Dia tiba-tiba 5:30 bilang saya cicit. Ini cicit dari kakak 5:33 kandung Supratman. 5:35 [tertawa] 5:35 Terus semua juri berdiri salut sama dia. 5:39 Ya, saya baru tahu terus saya bilang 5:40 istri jangan bohong ya, malu ya. 5:42 [tertawa] 5:43 Akhirnya dibawa buku dengan silsilah dan 5:46 baru [berdehem] di 5:47 baru 5:48 infokan ya 5:49 setelah 14 tahun. Terus lama-lama karena 5:54 istri nyanyi dan main piano nyanyi di 5:57 paduan suara sampai sekarang dan anak 6:00 dua-duanya anak ee itu penyanyi dan 6:03 pencipta lagu. 6:05 dan mungkin ee turun karena Mama Endang 6:09 cucu dari kakak Kanu Versu Bratman 6:11 adalah Jawa Batak. Jawa dari Pemalang, 6:15 dari Versu Pratman, 6:16 Batak dari Sibolga. Nah, mereka semua 6:19 nyanyi. 6:20 Mamanya nyanyi, apa neneknya nyanyi, 6:23 buyutnya nyanyi. [tertawa] 6:25 Jadi emang turun ke anak. Emang turun ke 6:28 anak. Jadi dapat dua-duanya. Dapat dari 6:30 Bataknya dapat suara emas dari 6:33 Bupratman. dapat pencipta lagu. 6:35 Hm. 6:36 Ya, cok. Pas kaminya pas itu. [tertawa] 6:41 Oke, Iwan dan kami masih 6:43 berbincang-bincang dengan 6:46 Dario Turk ya, Spog. Ini suami dari Mbak 6:49 Enang. Mbak Enang adalah keturunan dari 6:51 e pencipta lagu Indonesia Raya, Wage 6:54 Rudolf Suparatman ya. Mm. 6:58 Sejauh mana ee Dr. Dario punya apresiasi 7:03 terhadap lagu Indonesia Raya? Ini kan 7:05 ada stansa tiga. Kenapa lalu pemerintah 7:09 memakainya yang cuma stansa satu saja? 7:12 Dirhasil stansa tiga nih. Bagaimana itu? 7:14 Itu 7:14 apakah karena kepanjangan atau apa? 7:16 Kenapa? 7:19 Iya. Kemungkinan pertama kali dipotong 7:21 sebenarnya 7:22 seperti 7:25 apa namanya? 7:28 Ee ada yang bilang ee saya pencipta lagu 7:31 juga ya. Jadi bagi saya Supratman adalah 7:34 sakral. 7:35 Hm. 7:36 Itu ee 7:39 saya baru ditelepon sama Pak Jaya 7:41 Suprana terus beliau bilang, "Saya 7:44 sendiri pencipta lagu. Kalau saya kalau 7:46 lagu saya dipotong saya pasti enggak 7:48 rela, 7:49 enggak setuju. 7:51 Nah, lagu Versu Pratman dipotong setelah 7:53 dia meninggal. 7:55 Hm. 7:55 Dia meninggal pada usia 35 tahun. Tahun 7:59 7 tahun sebelum merdeka. Ya. 8:00 H. Jadi dari awal itu selalu tiga stansa 8:03 dan tiga stansa ada arti doanya 8:06 beda-beda. 8:08 Jadi dengan berat hati itu keluarga 8:11 selalu minta sekarang kalau anak kita 8:15 nyanyi di mana-mana kita minta diizinkan 8:18 tiga stansa karena itu lengkap ya. 8:21 Hm. 8:22 Mungkin dulu karena terlalu panjang 8:24 lagunya. Seperti kami dapat info dari 8:27 ADMS juga ketika dipaksa di luar negeri 8:30 nyanyi itu pada saat upacara resmi ee 8:34 atau atlet Indonesia minta tiga stans up 8:38 di tengahnya suka dipotong 8:41 karena kepanjangan. Karena Indonesia 8:43 Raya tiga stansa itu 4 menit 20 detik. 8:47 Tapi ada beberapa negara di dunia lebih 8:49 panjang lagi 8:50 dari itu. 8:52 Jadi ya pertimbangan itu cuma kita ingin 8:56 ee 8:58 ee mahasiswa apa namanya ee anak sekolah 9:04 kenal lagu asli Tiga Stanza. Jadi kita 9:08 appreciate, sangat appreciate keputusan 9:11 Menteri Pendidikan ee 2018 ketika dia 9:14 keluarin surat mengimbau bahwa seluruh 9:17 sekolah swasta dan pemerintah 9:20 menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga 9:22 stansa pada saat upacara bandera. 9:25 Nanti Bapak akan nanya, kok bisa 4 menit 9:28 4 menit 20 detik hampir 4,5 menit kok 9:31 bisa bandera itu kapan nyampainya? 9:33 [tertawa] 9:34 Tidak begitu. Jadi cukup ikuti seperti 9:37 biasa satu stansa bandera itu nyampai di 9:40 atas. Selama dia di atas dinyanyikan 9:42 stansa kedua ketiga. Jadi enggak ada 9:44 masalah. 9:44 Heeh. 9:45 Enggak ada masalah sebenarnya. 9:46 Heeh. 9:47 Cuma niat aja kalau sering dinyanyi 9:51 ee pasti orang akan hafal. [berdehem] 9:53 Seperti kami menyaksikan waktu anak kita 9:57 nyanyi tiga stansa kemarin 9 Maret hari 10:00 ulang tahun versus pratman di makamnya 10:02 beliau di Kenjeran di Surabaya. 10:05 dihadiri oleh Bapak Pamen ee Kebudayaan 10:09 Bapak Giring H 10:11 Ganesah. Ya, saya salut karena beliau 10:14 hafal lagunya. 10:15 Hafal. Saya bilang saya kita hatinya 10:18 gembira banget 10:19 mungkin karena sering dinyanyikan, 10:21 sering jadi beliau udah 10:23 sudah hafal ya. 10:25 Ee ya gitulah kalau enggak dinyanyikan 10:27 orang enggak akan tahu. Lama-lama hilang 10:30 lama-lama jadi lagu yang terlupakan. 10:32 Oke. Baik. Ini sudah ada pertanyaan dari 10:34 pendengar dari Bapak Toro. Bagaimana 10:37 pendapat keluarga dari WR Supratman? Ada 10:41 anggota DPR yang ketika nyanyi lagu 10:42 Indonesiaara tidak hafal. 10:45 [tertawa] 10:46 Gimana pendapatnya? 10:47 Saya terus terang ya sedih sekali kalau 10:49 tidak hafal ya karena kan itu wajib 10:51 dinyanyikan apalagi ya saya ang ee saya 10:54 SMA angkatan-an. He. 10:56 Jadi di mana setiap hari Senin tuh pasti 10:58 upacara harus lagu Indonesia Raya. 11:00 Paling hayat dulu budut ya? 11:02 SMA 1 i. 11:03 Oh SM 11:04 K Budut [tertawa] 11:06 setiap Senin itu upacara bendera 11:08 pagi itu gimana enggak mau hafal 11:11 mesti hafal. Enggak tahu yang anggota 11:12 DPR itu udah dia SMA-nya tahun berapa 11:14 itu dia [tertawa] 11:16 ya juga sekarang juga lihat anak-anak 11:18 yang muda-muda khususnya Genzi Gen Alfa 11:21 ya sekarang yang sudah mulai bahkan 11:22 dikasih lihat gambar wajah WR Superatman 11:25 itu enggak bisa bilang ini ini muka 11:27 siapa ini pahlawan nasionalis siapa ya 11:30 kayak terkenal ya siapa ya gitu enggak 11:32 ada yang bisa kasih tahu dan banyak juga 11:35 yang enggak tahu siapa pencipta 11:36 Indonesia Raya namanya siapa itu pun 11:38 aduh saya tuh kadang-kadang suka gemes 11:40 gitu ya Apakah dari pendidikannya kurang 11:45 di ee sosialisasikan atau mungkin 11:49 sekarang juga selain sekolah negeri ada 11:50 sekolah internasional di mana mungkin di 11:52 sekolah internasional tidak diwajibkan 11:54 untuk upacara bendera setiap hari Senin 11:55 mungkin ya saya juga 11:57 kurang tapi sekarang sepertinya saya 11:58 dengan kurikulum 12:00 yang baru sudah harus masuk PMP masuk 12:03 lagi pendidikan moral masuk lagi 12:05 pendidikan Pancasila Civic PPKN itu 12:07 namanya masuk lagi. kemarin saya baru 12:09 dengar dan ya cukup ee senang juga. Nah, 12:13 sebenarnya kami dari yayasan ee saya 12:16 sebagai ketua umum di situ Yayasan Wage 12:18 Rudolf Supratman Mr. Corneli Jatinegara 12:21 ee suami saya sebagai pembina di situ. 12:24 Ee kami ada membuat satu gerakan namanya 12:27 gerakan ee Persatuan Indonesia. Ee di 12:31 situ Antea, anak kami Antea Turk ee 12:35 sebagai duta Indonesia Raya 12:38 dengan memperkenalkan Indonesia Raya ke 12:40 sekolah-sekolah menari SD, SMP, SMA. Ee 12:44 tapi kita ada juga karena ada beberapa 12:46 karya WR yang kami sudah himpun bisa 12:49 dilihat di YouTube Antea Turk eh konser 12:52 perdana eh karya WR Supratman 12 lagu di 12:56 situ ada beberapa lagu karya W Supraton 12:58 selain Indonesia Raya kami rearrange 13:01 ulang dengan gaya rap, gaya pop, gaya 13:04 IDM yang di mana anak-anak muda yang 13:07 gensi khususnya bisa lebih 13:09 kena gitu ya dibanding kalau suruh 13:10 dengar lagu nasional kan pada ngantuk 13:12 [tertawa] ya. E jadi kita bikin yang 13:15 versi seperti itu produknya sudah ada 13:17 lagu apa yang yang di kan banyak sekali 13:20 tu 13:20 Nah lagu-lagu sebelumnya coba saya mau 13:24 tanya Mas Krishna dulu selain Indonesia 13:26 Raya yang Mas Krishna tahu 13:27 Ibu Kartini Indonesiaku apa 13:32 ee apa nih ya? enggak apa-apa. Rata-rata 13:36 orang hanya tahu dia bikin Indonesia 13:37 Raya. Sebenarnya dia bikin ee 13:40 lima lagu Wajimasi. 13:41 Ibu kita 13:42 Bu Kita Kartini 13:44 Pahlawan Merdeka. 13:46 Kemudian 13:48 judul asli adalah barat sampai ke timur 13:50 tapi diubah oleh Bung Karno waktu itu 13:53 jadi Sabang sampai Merauk. 13:55 Dari dari 13:56 dari barat sampai ke timur. Kemudian di 13:59 timur matahari. 14:01 Kemudian apa lagi? 14:03 Indonesia Raya. 14:04 Ee lagu 14:06 iya Indonesia Raya itu wajib nasional. 14:09 Nah, Indonesia Hibook. Nah, kemudian 14:11 dari beberapa ee karya WR yang kami 14:14 temukan ee khususnya suami saya sih yang 14:16 banyak membaca ya ee kami ada dua lagu. 14:20 Satu lagu Indonesia Cantik itu dibikin 14:23 tahun 24 itu adalah ee itu terdiri dari 14:28 tujuh stanza. Aslinya itu adalah lagu 14:31 untuk tunil. Zaman itu tunil yang 14:33 sekarang orang tahu drama sandiwara. 14:36 Iya. 14:37 Jadi ee lirik lagu tersebut enggak lirik 14:41 itu dibuat WR di koran terus ditulis 14:44 silakan dipakai boleh untuk lagu, boleh 14:47 untuk puisi, boleh untuk tunil, 14:50 terserah. Pokoknya saya kasih gratis. 14:52 Nah, itu tidak ada party tour. Akhirnya 14:55 suami saya sama Antea, 14:58 waktu itu Antea masih umur berapa ya? 15:00 14. 15:01 14 tahun. Masuk ke ruangan terus 15:05 diminta, "Coba Antea, kalau kamu jadi 15:08 buyutmu 15:09 h 15:09 kira-kira melodi apa yang cocok untuk 15:12 Indonesia cantik ini?" 15:14 Dan waktu itu juga cari-cari jendrennya 15:17 apa, Pak? Tanya 15:19 kita waktu itu ada sekitar delan lagu. 15:21 Jadi dia nyanyi delapan lagu yang tadi 15:24 sudah disebut ya sebagian dengan lirik 15:27 yang sama. 15:28 Pas kita review ini cocok enggak? Enggak 15:30 cocok enggak cocok? Semua enggak cocok. 15:32 Akhirnya saya frustrasi saya bilang dari 15:34 delan lagu ini paling cocok yang mana 15:36 mungkin masuk. 15:37 Terus dia jawab mungkin bisa pahlawan 15:40 merdeka. Nah begitu dia ngomong itu 15:42 langsung klik di kepala saya. Versi 15:45 pertama pahlawan merdeka adalah 15:47 keroncong. 15:48 H 15:49 saya bilang berarti keroncong. Kita coba 15:51 cari keroncong Hindia Belanda di 15:53 YouTube. [berdehem] 15:53 Ternyata ada dua album banyak lagu. 15:56 Terus dia sebentar dengerin e skip skip 15:58 skip gitu dengerin semua lagu. Bisa 16:01 enggak kamu bikin kayak gini? Oh bisa 16:02 bisa langsung jadi on the spot langung 16:05 jadi keroncong. 16:06 Iya jadi 16:07 keroncong Hindia Belanda 16:09 untuk ini pas cocoknya luar biasa. 16:11 Di YouTube ada ya? di YouTube, 16:12 di YouTube, di TikTok ada udah lebih 16:14 dari 8 juta viewers. 16:16 Wih, masyaall. 16:20 Oke. 16:20 Nah, selain Indonesia cantik, satu lagi 16:22 karya WR judulnya Indonesia Hai Ibuku 16:25 itu juga tante yang bikin melodinya 16:27 cuman liriknya memang W Supratman dan 16:29 itu juga ada di dalam YouTube bisa 16:31 didengar lagi ratap sipat. Oh, terakhir 16:34 ini ya baru tahun ini. Tahun ini kita 16:36 ketemu ee judulnya Ratap si Parto 16:41 Parto itu adalah Supratam pada saat umur 16:43 usia 9 tahun bocah [berdehem] 16:46 ketika ibunya meninggal. 16:47 Hm. He. 16:48 Jadi dia dengar lagu dari Broadway yang 16:51 namanya Forever Blowing Bubbles yang eh 16:54 dibuat 1919 ya 1919 16:59 dan masuk ke Indonesia 1920-an di dalam 17:02 ee piringan hitam dan dia mungkin merasa 17:05 itu ini cocok banget dengan ee ee 17:09 kesedihan dia ya sebagai bocah. Jadi 17:12 bikin ee parto itu menangisi apa 17:15 memanggil ibu. Hai, Ibu. Ibu ke mana? 17:18 Ayah dan Parto mau ketemu gitu. Akhirnya 17:22 stansa pertama, stansa kedua ee ayah 17:25 Parto namanya Subroto. 17:27 Hm. 17:27 Subroto itu ngomong ee Parto jangan 17:31 nangis ee ee ee anak ee luka, ayah pun 17:36 luka. Terus ee stansa ketiga ibunya 17:40 datang dari langit. Karena itu lagu 17:42 Tonil. Tonil itu adalah pertunjukan 17:44 sandi panggung. Santiwara seperti 17:47 Teater Rakyat 17:49 atau Wayang Jawa. 17:51 Ya. Jadi ibunya terbang dari langit 17:53 bila, 17:54 ee hai Parto biji mataku, 17:57 jangan nangis ee harus nurut sama ayah 18:00 dan guru dan harus 18:01 berguna untuk manusia. Begitulah ya. 18:04 Selalu dia kasih ini pelajaran ya. H 18:07 menarik itu dia refleksi diri sendiri 18:09 karena dia sangat dekat sama ibu dan 18:11 lebih dekat daripada sama bapaknya dan 18:15 sangat merindukan ibu. Nah, itu lagu 18:18 Tonil kita menemukan dua Indonesia 18:20 cantik dan Ratap siarto. 18:23 Kita ingin ingin melanjutkan riset 18:25 supaya lagu-lagu Tonil pasti dia bikin 18:28 banyak. 18:29 Heeh. di banyak ee ee teman ee pasien 18:34 atau ya kita orang kita nanya ee tahu 18:38 enggak tonil itu apa ya? Enggak tahu. 18:41 Itu kayak ee sebelum teater kayak 18:44 induknya teater modern sekarang ya. 18:46 Dan menarik ada satu hal menarik ketika 18:49 Bung Karno dibuang ke Pulau Ende. Ende 18:53 ya di 18:54 ee apa namama Flores dekat Ambon. ee 18:58 selama pengasingan oleh Belanda ya, 19:00 selama pengasingan beliau di sana, dia 19:03 minta orang lokal bikin 17 ee 19:06 pertunjukan tonil buat dia karena dia 19:08 seninya tinggi ya. 19:10 Jadi selama dia di pengasingan mereka 19:12 itu apa karya-karya Tonil. Jadi itu itu 19:15 sebenarnya dunia lain W pratman ya yang 19:18 belum di belum disentuh ini belum orang 19:20 tahu e sifat-sifat dia 19:22 hanya tahu pencipta lagu ee kebangsaan 19:26 Indonesia Raya itu jadi 19:28 beliau juga wartawan kalau saya 19:29 dia wartawan, dia redaktor juga redaksi 19:32 dia pemikir menyumbang pemikiran dalam 19:35 bidang banyak bidan termasuk Islam juga 19:38 ee dia sentuh itu semua banyak sekali 19:40 ada artikel yang itu harus di ee dicari 19:44 dipublikasikan lagi ya 19:47 supaya analisa ee verratman itu dapat 19:51 keseluruhan ya bukan cuma satu sisi. 19:54 H oke 19:54 ya. Dan dia perju ee ikut perjuangan ya 19:58 sebagai wartawan Kongres Pemuda 1, 20:00 Kongres Pemuda 2. 20:03 Oke, ada pertanyaan 20:05 dari Ibu siapa nih? 20:08 Ibu Lestari. Eh, 20:12 itu lagu itu diciptakan kan 7 tahun 20:17 sebelum merdeka. Berarti ketika itu 20:19 masih di Jada Belanda dan itu di lagu 20:22 Indonesia Raya ada kata merdeka merdeka 20:24 merdeka. Apa enggak bahaya? Katanya 20:28 Indonesia Raya itu pertama kali 20:30 diciptakan ya asal asal mulanya tuh gini 20:34 ee ketika dia tinggal di Makassar ee dia 20:37 hidup dengan glamor ya ee iparnya punya 20:39 klub jazz band namanya Black and White. 20:42 Eh dia dapat uang banyaklah dari 20:45 orang-orang Belanda di situ. Dia 20:46 menghibur dia main biola, main gitar, 20:48 main piano juga. Tapi dia tidak puas 20:51 dengan kebahagiaan semu yang menurut dia 20:54 waktu itu. Saya punya banyak uang, tapi 20:56 kok saya kok merasa kayak masih ada yang 20:58 kurang. Apa ya? 21:00 Ee titik balik dia ee dia tinggalkan 21:03 semua kehidupan e happy itu malam itu 21:06 dia em akhirnya pergi ke Jawa. Ke Jawa 21:10 terus dia mulai ee jadi wartawan dan dia 21:13 ikut kongres pemuda pertama tahun 1926 21:17 di Jakarta. dia ikutin tuh K sebagai 21:20 wartawan ikut ee senang dia dengan 21:23 pergerakan-pergerakan pemuda nih untuk 21:25 kemerdekaan kan. 21:27 Terus ee di situ dia sudah mulai 21:30 rasa cintanya kepada negara ini mulai 21:32 tumbuh. Ikutlah dia ke Kongres Pemuda 21:36 Kedua H 21:37 1928 [berdehem] 21:38 kan yang kita tahu sekarang Hari Sumpah 21:39 Pemuda 28 Oktober 1928. Nah, di situ dia 21:43 ee ketika kongres hari terakhir dia ee 21:48 mendekati ketua kongres patah berani 21:50 namanya. Apa yang 21:53 apa yang bisa saya lakukan untuk 21:56 membantu kemerdekaan? Saya bisa membuat 21:58 lagu. 21:59 Ah, kamu bisa buat lagu apa? Kamu kan 22:01 wartawan. Dia bilang gitu. 22:02 Bisa. Saya bisa buat lagu. Saya bisa 22:04 main biola. He. 22:05 Ya udah, nanti kongres berikutnya, 22:08 kongres kedua kamu bikin. Jadilah itu di 22:11 tahun 28. 22:12 28 ya. 22:13 Ee diarkan 22:16 seketika kongres pemuda. Tapi awalnya 22:18 dengan biola dan Yukele. Dulu pas 22:21 penutupan dinyanyikan oleh anaknya 22:24 pahlawan Agus Salim namanya Doli Salim 22:26 yang waktu itu berumur [berdehem] 15 22:28 tahun. He 22:29 dia dengan baju pramuka waktu itu, baju 22:31 pandu. Karena dia kecil, dia naik di 22:33 atas kursi dia nyanyi biar semua 22:35 dan terlalu loncat dan terlalu jauh 22:37 loncat. Jadi 22:38 e beliau itu bikinnya aslinya itu 22:42 referennya Indonesia-Indonesia 22:43 merdeka-merdeka. 22:45 H 22:45 tapi karena dia kasih lagu itu ke ke 22:48 beberapa ee pengurus kongres [berdehem] 22:50 pemuda 2 termasuk Sugondo ketua, 22:53 mereka bilang ini enggak mungkin 22:54 merdeka-merdeka. 22:56 Belanda akan membubarkan kongres kedua. 22:59 Jadi dia terpaksa ganti ee 23:02 Indonesia-Indonesia mulia-mulia. 23:04 Hmm. Tadinya mulia-mulia. 23:06 Iya. Awalnya merdeka dia bikin menurut 23:08 testimoni buku biografi Matomona dan 23:11 testimoni buku biografi iparnya di 23:14 Surabaya ee Urip Kasangari. Dan menurut 23:18 testimoni dari Sugondo, ketua kongres 23:21 pemuda kedua, dia bilang, "Ini enggak 23:24 bisa, ini terlalu banyak kata merdeka." 23:27 Ngomong dia. 23:28 Padahal masih ada Belanda. Akhirnya dia 23:29 terpaksa dan Indonesia Mulia-Mulia itu 23:32 adalah versi pertama yang terpublikasi 23:35 setelah Kongres Pemuda 23:37 di banyak majalah ee pribumi. Bukan cuma 23:40 di Sino, tapi di Persatuan Indonesia 1 23:43 November, 2 November di Fajar Asia, 7 23:48 November di Hanpo Palembang, dan seluruh 23:50 rakyat Indonesia. 23:52 Jadi ee 23:55 dia itu dikasih kesempatan pada kongres 23:58 pemuda hanya instrumental main biola. 24:01 Tapi yang masyarakat tidak tahu bahwa 24:04 dia sudah latihan 1 tahun sama band 24:07 kayak orkestra kecil lima orang pakai ee 24:10 ukelele, gitar, piano, 24:14 dan satu lagi mereka itu latihan 1 24:16 tahun. Jadi lagu itu sudah jadi dari 1 24:20 tahun yang lalu 1927. 24:22 Jadi tahun depan 24:23 termasuk dengan kata-katanya. 24:24 Iya. Dan dia sempat rekam itu di e 24:27 studio di rumah ee rumahnya Yokim Chan 24:30 Studio rekaman 24:32 1927 24:34 ya. Jadi itu setelah 1 tahun mereka 24:37 latihan baru dia tampil di kongres 24:41 penutupan jam 10.00 malam persis sebelum 24:44 penutupan karena mereka takut Belanda 24:47 akan reaktif, akan bubarkan kongres. 24:50 Begitu selesai penutupan kongres itu, 24:53 begitu diketok Palu, selesai kongres, 24:57 semua mulai teriak, "Ayo kita sekarang 24:59 nyanyikan." [tertawa] 25:01 Enggak peduli. Jadi 25:03 ee mereka minta anaknya Agus Salim, Doli 25:06 Salim naik meja karena dia kecil, umur 25:08 15 tahun dia pakai baju kepanduan 25:11 pramuka. Dia naik meja dan ketika dia 25:14 diwawancara 25:15 jauh setelah itu ya waktu dia sudah ee 25:18 usia lanjut dia bilang bukan saya nyanyi 25:22 karena suara saya paling bagus bukan 25:24 juga saya nyanyi karena hanya saya yang 25:26 hafal kita ngomongin tiga stan saya 25:29 tapi karena saya berani hanya dia mereka 25:33 minta saya nyanyi karena saya berani 750 25:36 peserta di situ mereka semua hafal 25:39 Indonesia Raya tanpa dibaca dan dia 25:42 nyanyi juga tanpa baca liriknya. Artinya 25:45 lagu itu dinyanyikan di mana-mana 25:48 dalam ee perkumpulan pemuda dalam ee 25:50 kepanduan ya 25:52 sudah dan mereka sudah hafal sebelum 25:54 kongres. Cuma di kongres itu gong 25:56 jadinya pertama kali resmi di itu dan 26:00 habis itu meledak ya karena banyak ee 26:04 ini yang tadi saya sebut ee koran surat 26:07 kabar yang publikasikan terutama dia 26:10 kerja di Simpo. Simpo itu dia Simpo itu 26:13 pertama kali publikasikan notasi bukan 26:16 liriknya tapi notasi 26:18 liriknya dan notasi tapi setelah itu 26:22 itu satu stansa 26:23 hanya satu stansa dan anehnya cuma judul 26:26 Indonesia dengan e di semua koran yang 26:28 tadi sebut sebelumnya Indonesia raja ya 26:30 raya 26:31 tulisannya raja 26:33 nah habis itu disimpo dibantu oleh quick 26:37 kenek eh apa namanya ee 26:42 ee dibantu untuk cetak 5.000 sampel 26:45 Indonesia Raya. 26:46 Eksemplar. 26:46 Eksemplar itu pamflet. Pamflet yang satu 26:49 kertas yang dilipat dua itu dia terjual 26:53 5.000 kayak laku kayak kacang gorengnya 26:56 habis terjual. 26:58 Nah, Belanda itu mulai reaktif karena 27:00 dia di liflet itu tulis ee Indonesia 27:03 Raya raja dulu ya, lagu kebangsaan 27:06 Indonesia. Nah, Belanda enggak suka itu 27:09 tulisannya lagu kebangsaan Indonesia. 27:11 Jadi, ketika mereka mau cetak 10.000 27:13 lagi dicegah oleh Belanda. 27:15 Hm. 27:16 Ya, itu urutannya kurang lebih begitu 27:18 ya. Jadi, habis itu tahun 1929, 19 ee 30 27:25 banyak pemuda yang ganti ee 27:27 Indonesia-Indonesia mulia-mulia jadi 27:29 Indonesia merdeka-merdeka dan beranda 27:31 itu reaktif sampai lagu itu dilarang. 27:33 Hm. sampai mereka cari piring hitam 27:36 untuk dibuang, dibakar. 27:39 Ya, itu cerita panjang. 27:41 He. 27:42 Kisah e Mbah Wage ini sedih sih 27:45 sebenarnya ya. Jadi dia tuh juga sempat 27:47 di penjara di Kalisosok di Surabaya 27:51 gara-gara dia membuat lagu Matahari 27:53 Terbit. 27:53 Matahari Terbit. 27:54 Dikira waktu itu lagu itu untuk 27:56 propaganda Jepang. 27:58 Padahal itu tahun berapa ya? Jepang kan 28:00 baru masuk tuh tahun. 28:02 Iya. Enggak ada kaitan sama sekali. 28:03 Pokoknya dicarilah alasan eh dicarilah 28:05 alasan biar dia di penjara. Nah, di 28:07 penjaranya sih enggak lama 3 hari. Tapi 28:10 ee kondisi penjara itu sangat 28:13 menyedihkan 28:15 hingga dia kena TBC. 28:17 Hm. 28:18 Sepulang dari penjara itu, keluar dari 28:20 penjara beliau tambah sakit, tambah 28:22 tambah sakit. Akhirnya ee beliau kayak 28:25 seperti udah tahu ini waktunya udah mau 28:27 dekat. Dan waktu itu juga beliau miskin, 28:29 tidak punya apa-apa. Jadi dia ee 28:33 mendapatkan uang sehari-hari makan itu 28:34 dengan menjual lagu-lagu beliau. 28:36 He. 28:37 Dia jual di koran denganas 28:39 iklan harga 5 sen gitu ya waktu itu ya. 28:43 Ee kemudian buku bekas, baju bekas, 28:46 koran bekas. Dia dengan sepeda ontelnya 28:49 dia keliling. Dia di Surabaya ya karena 28:51 kakaknya tinggal di Jalan Mangga di 28:52 Surabaya. Dia e bertahan hidup dengan 28:55 menjual-jual barang dia dan dia sakit 28:57 pun sampai terakhir hari terakhir dia 28:59 sebelum meninggal. 29:01 di tempat tidurnya beliau sempat menulis 29:04 suatu seperti puisi di secari kertas dan 29:08 yang mendampingi beliau waktu itu adalah 29:09 iparnya Urip Kasang Sengari. Beliau 29:12 bilang, "Saya titipkan negara ini jangan 29:16 sampai perjuangan saya berhenti di sini. 29:18 Ee tolong teruskan perjuangan saya ini." 29:21 Sampai detik terikirkan negara dan itu 29:24 berjudul 29:24 dia yakin Indonesia akan merdeka. 29:25 Iya. Dia yakin Indonesia akan merdeka. 29:27 berjudul Selamat Tinggal dan itu ada di 29:30 dalam YouTube dinyanyikan Antea juga 29:32 waktu itu. Dan waktu itu ee almarhumah 29:35 Titi Puspa ikut datang ke konser di 29:37 Sapta Pesona dan beliau terharu sampai 29:39 menitikkan air mata. Dia bilang, "Antea, 29:43 jiwa mbahmu ini masuk ke dalam tubuhmu. 29:47 Ketika kamu menyanyikan lagu itu, saya 29:48 sampai menitikkan 29:50 air mata." 29:51 Dia bilang, "Dia merasa seperti Versu 29:53 Pratman hadir dan peluk dia." 29:55 Ya, segitu. Heeh. 29:57 Dan dia ikut kontribusi, ikut nyanyi 29:59 juga 30:00 ada di YouTube channel. 30:03 Dan saat terakhir sebelum detik-detik 30:05 beliau meninggal hanya 10 orang yang apa 30:09 yang ikut 30:09 sekitar 30 orang yang datang di 30:11 30 orang. Iya. Heeh. Yang makam 30:13 keluarga ya terutama keluarga dan berapa 30:17 sahabat ee rekam rekan ee sekitar hanya 30:21 30-an. Jadi, Matona yang nulis buku itu, 30:24 dia bilang ee selama hidup kamu selalu 30:27 menderita, enggak punya uang untuk 30:29 makan. Enggak mungkin punya istri karena 30:31 enggak ada uang buat keluarga. 30:33 Dia jual baju bekas ee buku bekas ee apa 30:37 koran bekas supaya bisa hidup. 30:39 [berdehem] 30:40 Ee dia bilang selalu dia bilang saya 30:42 tidak penting. Yang penting Indonesia 30:44 Raya. 30:45 Masyaallah. Jadi begitu meninggal cuma 30:47 sedikit yang e hadir di pemakaman dia. 30:49 Dia bilang persis seperti kamu selalu 30:52 ngomong kamu emang tidak penting ini. 30:55 Kita merasa kesedihan ini sampai hari 30:58 ini dan kita enggak tahu sekarang ke 31:02 arah mana ee negara tercinta kita ini. 31:05 Tapi sangat sedih, sangat sedih sampai 31:08 saya bikin balada versus pratman ya. 31:11 Saya bikin balada itu eh sangat-sangat 31:14 sedih tumpahan isi hatiku bahwa Verratma 31:17 lahir di Mr. Cornellis 9 Maret. Di 31:21 Jakarta tidak ada nama jalan versus 31:23 Bratman. 31:24 Hmm. 31:24 Tidak ada patung, tidak ada taman, tidak 31:28 ada prasasti, tidak ada museum versus 31:31 Bratman. Itu sedih sekali. 31:33 Hanya di Semarang ada ya? 31:34 Ee di Surabaya. 31:35 Surabaya. 31:36 Di di rumah wafat di [berdehem] Jalan 31:38 Mangga ya. 31:39 Heeh. Ada ee di Semarang nama jalan ada 31:42 di Semarang ada nama jalan. 31:43 Iya. Di mana-mana ada nama jalan. 31:45 Di Bekasi ada. Iya. Jawa Barat ada. 31:48 Di Tangsel ada juga. Tangerang Selatan 31:50 ada nama jalan Wiratman, tapi di Jakarta 31:52 sendiri enggak ada. 31:53 Hm. 31:54 Jadi apa namanya itu kita mengimbau 31:57 sudah kita ee minta sudah berapa tahun 31:59 ini 3 tahun 4 tahun kita minta 32:02 pemerintah berbuat sesuatu 32:04 memberi nama jalan. zaman eee Bung Karno 32:08 ada apa blueprint denah denah Monas di 32:13 mana ditulis taman versu pratman tapi 32:16 sama Soeharto enggak diteruskan. Jadi 32:18 sampai sekarang tidak di terwujud itu. 32:22 Jadi sangat-sangat sedih. Jadi ee setiap 32:24 hari dinyanyikan Indonesia Raya itu 32:28 mungkin pahlawan yang paling dekat 32:29 dengan masyarakat Indonesia tapi dia 32:32 sendiri terlupakan. Memang dia enggak 32:34 penting sepertinya. Yang penting 32:36 Indonesia Raya aja. Sedih sekali. Sedih 32:39 sekali. 32:39 Iya, betul. 32:40 Jadi kita ee mohon Bapak Prabowo, Bapak 32:43 Presiden berbuatlah sesuatu untuk Wup 32:47 Pratman untuk legasi. 32:49 H 32:49 masa begini terus ya. 32:53 Apalagi kita mau berkarya, anak kita mau 32:55 berkarya enggak dikasih kesempatan 32:58 untuk nyanyi Indonesia Raya satu stansa 33:01 atau tiga stansa. Itu sedih sekali ya. 33:03 Karena kita enggak enggak minta uang. 33:07 Emang dari Indonesia Raya sudah dikasih 33:09 sudah diambil itu jadi 33:11 lagu kebangsaan. 33:13 Sudah dapat keluarga saat itu dapat uang 33:15 apresiasi. Uang sebenarnya. Terima kasih 33:18 ya uat penghargaan di 33:20 enggak ada reality setiap bulannya 33:21 masuknya enggak ada 33:22 tidak sama sekali ada 33:23 tapi kita enggak berhak ngomong untuk 33:25 lagu Indonesia Raya karena itu sudahik 33:28 public domain sudah milik negara semua 33:30 lagu dia public domain sekarang karena 33:32 dia meninggal lebih dari 70 tahun yang 33:34 lalu. Tapi kalau dipikir, pikir-pikir 33:38 sehat ya, begitu banyak lagu yang dia e 33:42 buat selain Indonesia Raya. Ada lagu 33:44 dari barat sampai ke timur, di timur 33:46 matahari, ibu kitaini, pahlawan merdeka 33:50 dan lagu-lagu lainnya itu berapa kali 33:53 dinyanyikan sejak merdeka sampai 33:55 sekarang. 33:56 Keluarga tidak pernah dapat speser pun. 33:59 Di luar Indonesia Raya, kita enggak 34:01 ngomong. Kita enggak berhak ngomong 34:02 Indonesia Raya ya. Tapi di luar ini dari 34:05 ibu kita kartini berapa kali dinyanyikan 34:08 dari barat sampai dari Sabang sampai 34:09 Marauke 34:11 di timur matahari itu semua enggak 34:13 pernah dapat apa-apa yaitu 34:15 pernah sih ee wajah WR Supratman ditaruh 34:18 di uang Rp50.000 waktu itu pernah dan 34:22 makam beliau di Surabaya sempat 34:24 direnovasi oleh Ibu Megawati pada saat 34:26 itu. Jadi 34:27 uang dari itu dikasih ke keluarga untuk 34:30 membuat makam. Tapi uang itu tidak cukup 34:33 menurut keluarga di Surabaya hanya 34:35 sepertiga. 34:36 Jadi dibantu oleh pemerintah daerah Jawa 34:39 Timur supaya itu bisa jadi megah seperti 34:42 sekarang ya. 34:44 Itu ya itu buat memang emang dia pantas 34:51 mempunyai makam seperti itu. Makam 34:52 pahlawan di Kenjeran yang luar biasa. 34:55 He. [berdehem] 34:56 Cuma ada cerita lagi di samping makam ee 34:59 40 m ada TPS. 35:02 Hm. 35:02 Setiap hari bau sampah di makam WBR. 35:05 Hm. 35:05 Orang yang mengharumkan cok. 35:09 Iya. Ironis gitu kayaknya mengharumkan 35:11 nama bangsa dengan lagu kebangsaan. Tapi 35:14 dekat makamnya ada tempat pembuangan 35:17 sampah gitu. Jadi kami sedih aja sih. 35:19 Tapi ee pemda lokal sih sudah 35:22 mengusahakan dengan berbuat sesuatu ya 35:25 dengan sampah itu ya. Tapi masih tetap 35:27 ee baunya masih tercium sampai ke makam 35:31 gitu. 35:31 Masyaallah. Iwan danad kita sudah dengar 35:35 ya kisah yang mengharukan dari sedih 35:40 dari Wage Rudolf Supratman. 35:42 Kalau diizinkan saya boleh enggak baca 35:44 balada versi? 35:45 Boleh. Boleh. Boleh. Silakan. 35:46 Bismillahirrahmanirrahim. 35:48 Balada Wagir Rudol Supratma ciptaan Dr. 35:51 Dario Turk, SpOG, pembina Yayasan Wagir 35:54 Rudol Supratma, Mr. Korneli Jatinegara. 35:58 Katanya merdeka, katanya hormat sejati, 36:02 tapi pahlawan bangsa ditinggal sepi di 36:04 tanah kelahirannya sendiri. 36:07 Di Mester Corneli Jatinegara tempat pagi 36:10 lahir. Tiada prasasti, tiada patung 36:12 hadir, hanya langit yang menghafal 36:14 jasanya abadi. Muzium lain berdiri megah 36:18 di sana. Padahal Wagelah yang sulut jiwa 36:21 bangsa nyalakan api pertama. Di 36:24 kota-kota Nusantara namanya terukir di 36:26 jalan utama. Namun di Jakarta tanah 36:29 kelahiran tercinta tak satu pun jalan 36:31 menyebut namanya. 36:33 Wahai Jakarta, jawablah dengan nurani, 36:36 apakah hatimu telah padan tanpa empati? 36:40 Di kenjeran makan wage berdiri 40 m dari 36:43 TPS, bau sampah menusuk hati. Pahlawan 36:47 Indonesia Raya dihina tiap hari. Oh 36:50 Surabaya, apakah nuranimu ikut mati? 36:53 Indonesia Raya kau nyanyikan lantang, 36:56 tapi karya lain bage hilang di 36:58 telanjaman. 100 tahun berlalu, siapa 37:00 yang peduli? 100 tahun berganti masa 37:03 menanti Antea sang penurus bangsa darah 37:06 buyut nan sejati. Ia bangkitkan lagu 37:09 yang nyaris mati. Indonesia cantik 37:12 Indonesia. Hai ibuku sebuah warisan 37:14 abadi. Dalam konser perdana penuh 37:17 harmoni di gedung Sapta Pesona yang 37:19 berseri. Muri pun mengukirnya dalam 37:23 sejarah. Namun negeri tetap sepi tanpa 37:26 empati tanpa suara hati. Ironisnya 37:28 negeri ini kau nyanyikan lagunya tapi 37:30 lupakan jasanya. Karena sejarah 37:33 diacak-acak dan filmage menyimpan jauh 37:36 maka berdirilah Yayasan Versu Pratna Mr. 37:38 Korneli Jatinegara meluruskan sejarah 37:41 menjaga marwa menuruskan legasi sang 37:43 pencipta jiwa bangsa. Harimau mati 37:46 meninggalkan belang. 37:48 Eh, gajah mati meninggalkan eh 37:52 gading. 37:52 Gading versus pratma wafat meninggalkan 37:55 keluarga kesatriaan dan setia berdiri 37:57 dalam yayasan mulia menjaga kebenaran 37:59 sejarah bangsa kita. 38:01 Masyaallah. Itu sudah dibuat lagu balada 38:03 ya? 38:04 Iya. 38:04 Sudah ya. Kalau ada yang mauharar dari 38:07 mana? Ada di YouTube ya. 38:08 Belum [tertawa] 38:10 belum belum. Itu perlu di-upload ya. Ya. 38:12 Iya. 38:12 Masyaallah. Antum ini bisa bakat lagu 38:16 juga dari mana? tidak tidur ee 2 minggu, 38:19 14 hari saya enggak bisa tidur. Setiap 38:21 malam saya bangun nangis dan ee 38:23 tumpahkan isi hati saya di situ. Dan ini 38:26 kenyataan 38:27 ini bukan ee emang kritik ya kritik 38:31 sedikit kritik tapi kenyataan pahit. 38:34 Iya. 38:35 Oke, silakan pendengar yang mau bertanya 38:37 kami tunggu di 08 38:40 111999720. 38:45 Hm. 38:48 Oke. Ee 38:50 lama jalan di di mana saja yang ada di 38:54 Indonesia yang ada jalan WR Supratman? 38:57 Hampir semua kota besar ada. 38:59 Kalimantan ada ya? 39:01 Kalimantan ada 39:01 Masin ada Semarang, Solo 39:05 banyak usah disebut satu-satu 39:07 kecuali Jakarta. 39:08 Kecuali Jakarta. Iya. 39:09 Katanya di Jakarta ada Jakarta Timur 39:11 cuman enggak panjang cuma 200 m apa 39:13 betul? 39:14 Bahkan enggak segitu. Bahkan cuman 10 m, 39:17 empat mobil [tertawa] 39:17 dan itu ambil jalan lain 39:19 5 m 39:20 itu jalan raya ambil jalan itu cuma 39:22 ditaruh enggak ada tandanya. Jadi itu 39:24 orang is orang iseng ya orang iseng 39:27 bikin itu di eh Google Map sama di Vace. 39:31 Jadi kalau Bapak nyetir di situ akan 39:33 bilang belok kiri masuk jalan Wratma. 39:35 Padahal enggak ada tandanya sama sekali. 39:38 Enggak adaang. 39:39 Hanya sepanjang 20 30 m 39:42 sepotong di atas jalan ee jalan lain. 39:47 Jadi itu 39:48 itu terusan bypass itu ee 39:51 cawang 39:52 bukan bukan itu itu error sebenarnya. 39:56 Sama seperti pas kita pertama kali 39:58 dengar itu kita bilang ini kayak tanda 40:00 ini jalan hantu ya. [tertawa] Jalan apa 40:03 tuh? Fiktif ya. [berdehem] Fiktif. Jalan 40:05 hantu ini seperti Ver Supratma mau 40:07 bilang ini segini mereka appreciate saya 40:10 ya. Segini mereka menghargai jasa saya. 40:13 Itu sebelah mana? Jalan Panjahitan 40:15 kayaknya di atas jalan itu. 40:17 Di atas jalan itu dikasih cuma sepanjang 40:19 lima mobil sedih. 40:21 Sebelumnya ada Ahana Sut terus tiba-tiba 40:24 di PJ terus tiba-tiba W Supratman terus 40:26 tiba-tiba enggak jelas. 40:28 Itu harusnya comigi langsung take down 40:31 ya. Eh comdgi Kominfo harusnya bereaksi 40:34 dan diturunkan dari Google. 40:37 masa semua kami yang harus ee kerjakan 40:40 sendiri. Kita juga 40:43 capek kerja, 40:45 banyak urusannya. 40:47 Oke, dari Bapak Fajar mau tanya, apakah 40:50 ada 40:53 museum dari Ratna? 40:55 Ada di Surabaya, di Mangga 40:57 Surabaya. Isinya apa saja? Itu 40:58 kecil. Ee semua sih replika ya baju 41:01 beliau, terus foto-foto, 41:04 ee hanya ruangan-ruangan tempat dia 41:06 biasa tempat dia meninggal ee 41:10 direnovasi. Itu aja sih. Enggak banyak 41:12 karena ee barang-barang peninggalan 41:14 beliau itu 41:15 kami enggak sempat ee simpan. Waktu itu 41:17 kan zaman perang itu Belanda ngambil 41:21 semuanya catatan dia, semua partitur, 41:24 naskah-naskah itu di 41:25 diambil sama Belanda semua. Jadi 41:27 peninggalan beliau itu sama sekali tidak 41:28 ada, hanya ada biola yang sekarang di 41:31 alhamdulillah disimpan di musim sumpah 41:33 pemuda di Jalan Keramat Raya. Tapi yang 41:36 aslinya disimpan di gudang yang di 41:39 display itu adalah replika. 41:41 Dan itu juga kami dari keluarga juga 41:45 ingin ee apa ya 41:47 yang biola itu dikasih tempat 41:49 Iya. di pakai Minecraft 41:52 ya ingin di tempat yang 41:55 bersama dengan bendera pusaka dan naskah 41:58 proklamasi karena tanpa tiga unsur ini 42:01 tidak ada negara Indonesia. 42:03 Halo. 42:04 Naskah proklamasi bendera dan biola. 42:06 Iya. Buat Indonesia Raya dengan biola 42:09 itu. Jadi kalau enggak ada biola itu 42:10 enggak ada 42:11 Indonesia Raya. 42:12 Enggak ada Indonesia Raya. 42:13 Halo. 42:13 Lawer Pratpan sendiri dia 42:16 punya kemampuan musik seperti itu dari 42:18 mana? ketur ada keturunannya dari 42:21 kakek-kakek. 42:22 Beliau itu dari keluarga seniman. Jadi 42:24 ayahnya itu pemain gamelan 42:28 waktu itu ee sebelum 42:30 dan buyut kakeknya itu juga ee lebih ke 42:35 wayang-wayang gitu ya. Seni ibunya itu 42:37 penari dan ee dia itu [berdehem] ee kok 42:42 bisa main biola itu karena diajarin oleh 42:44 kakaknya yang paling tua namanya Rukiem 42:46 yang bisa main biola juga. diajar 42:49 diajarin not balok sehingga dia bisa 42:52 not balok dari Vanck. 42:54 Iya berdua ya. Jadi Van Eldik untuk not 42:56 balok biola rukiem ngajarin dia sampai 43:00 dia bisa makanya dikasih hadiah ee biola 43:03 itu pas dia berumur 17 tahun. Dari situ 43:06 dia mulai e latihan terus ee dibantu 43:10 sama kakaknya. 43:12 Drter Dario dan Mbak Endang. Tapi kan 43:14 tanggal 9 Maret dijadikan Hari Musik 43:17 Indonesia. Itu kan sebuah penghargaan 43:19 juga. 43:19 Betul. Betul. Iya. itu kami juga 43:21 berterima kasih waktu itu di zaman Bapak 43:24 Presiden Susilo Bambang Yudoyono ya 43:26 mencanangkan 43:28 9 Maret sebagai hari musik nasional 43:31 dan di mana diperingati sih sekarang 43:33 setiap tanggal 9 oleh Menteri Kebudayaan 43:36 dan kemarin alhamdulillah 43:38 dapat kesempatan juga bernyanyi di acara 43:41 tersebut dan ee diperdengarkan juga ee 43:46 Bapak Menteri waktu itu meluncurkan 43:49 piringan hitam Delan versi Indonesia 43:52 Raya. 43:53 Delapan versi. 43:54 Ada delapan versi Indonesia Raya. 43:55 Versi pertama kroncong. 43:56 Pakai mic. 43:57 Versi pertama Indonesia Raya. 1928 44:00 Kroncong. 44:01 H. 44:02 E sebenarnya ada versi yang sebelum itu 44:05 Vir Supratman rekam hanya biola dan 44:07 vokal 44:08 tapi lagu ee piring hitam itu hilang. H 44:11 dan kita akan upayakan mencari piringan 44:14 hitam itu yang hilang perdana. Ya, itu. 44:18 Terus ee 44:19 ada juga rekaman suara beliau ya. 44:21 H 44:21 iya ada rekaman suara itu perlu 44:23 diverifikasi juga. 44:25 Tapi Anda mungkin bisa cerita mengenai 44:28 Pengadilan Negeri Purborejo 2007. 44:32 Mereka memaksa dan memutuskan sepihak 44:34 bahwa B Suatma lahir di Desa Somonggiri, 44:39 Somongari Purworejo 19 Maret. 44:42 Oh. Dan itu semua sejarawan dari UI dan 44:46 kami bikin ee focus group discussion 30 44:50 Oktober eh tahun lalu di Perpustakaan 44:53 Nasional di mana hadir lima sejarawan 44:56 dari Profesor dokt doktor dari UI dan ee 45:01 ee semua ee bikin ee riset baru dan 45:06 semua menyetujui dia lahir di Jatinegara 45:08 9 Maret bukan 45:09 9 Maret ya. 45:10 Iya. di Purworjo adalah ee Desa 45:13 Sumengari adalah rumah mamanya aja. H. 45:16 Jadi mereka bilang di samping rumah 45:18 mamanya itu ada makam ada tempat ee 45:21 plasenta versma 45:22 hari-hari. 45:23 Ari-ari 45:24 sebagai [berdehem] bukti dia lahir di 45:25 situ. Tapi itu hanya dari Bapak Fadli 45:29 Zon juga tidak percaya dan beliau bilang 45:32 itu hanya kata-katanya tetangga tanpa 45:35 bukti. 45:37 sehingga itu perlu di perlu kami 45:39 meluruskan dan kami rencana menuntut ke 45:43 PTUN dulu 45:45 h 45:45 di Jawa Tengah. Jadi kami sudah siapkan 45:49 semua tinggal ee menuntut e keputusan 45:52 pengadilan Purworejo ke PTUN dengan 45:55 harapan seluruh keluarga, seluruh 45:57 keluarga satu suara bahwa dia lahir di 45:59 Jatinegara. Dan ada surat ee otentik ee 46:03 bukti primer di buku Matumona 1941 yang 46:07 bukunya yang keluar di Medan ya, dicetak 46:09 oleh Bapak Matona ee 3 tahun setelah dia 46:12 meninggal wafat. Ada surat tujuh halaman 46:16 dari Rukiem di mana dia bilang Versu 46:19 Bratman almarhum lahir di Mr. Cornelis J 46:24 sekarang Jatinegara 9 Maret 46:26 di rumah sakit itu ya 46:28 Kakak dia lahir di barak-barak tentara 46:30 Belanda. Heeh. Jadi bapaknya itu kan 46:32 kenil tentara kenil sebenarnya tentara 46:34 Belanda. Heeh. Dan itu adalah 46:37 barak-barak tempat tentara waktu itu di 46:39 situ. 46:39 Jandar barengnya sekarang 46:41 sekarang Matraman Raya ya kalau enggak 46:43 salah ada Berlin di seberangnya. 46:46 Kebetulan ada ada muzium Benjamin Sueb 46:48 di situ. 46:49 Oh. 46:50 Yang semua sejarah bililan itu keputusan 46:52 emang sekarang jadi cagar budaya Betawi 46:55 kita senang ya ee daripada enggak ada 46:57 yang pakai itu Betawi silakan pakai ya. 47:00 Tapi agak kurang tepat taruh Benjamin 47:02 sweb di situ. Karena Bapak Benjamin 47:04 tidak pernah berjasa, tidak pernah 47:05 berkarya di Jatinegara. Beliau toko 47:07 kemayoran. H. 47:09 Jadi kita minta kalau emang enggak bisa 47:11 dipindahkan dari situ, ya sudah bagi 47:13 aja. H 47:14 bagi itu kita minta pemerintah 47:17 kebijaksanaan karena di situ Versup 47:19 Pratman lahir. 47:20 Oke. 47:20 Dan pantasnya di Jatinegara mungkin 47:22 Jatinegara Jalan Jatinegara Timur ada 47:25 nama jalan dia sebagian jalan atau ya 47:28 mestinya 47:29 mestinya 47:30 pemerintah lebih responsif ya. 47:34 Oke. Dari Bapak Pen. Asalamualaikum 47:37 ee Dr. Dario dan Mbak Endang. Saya ikut 47:40 prihatin dan sedih kenapa seorang 47:42 pahlawan nasional sampai tidak ada nama 47:44 jalan OR Supratman di Jakarta dari Bapak 47:48 PPN Supendi. 47:50 Heeh. 47:50 Terima kasih apresiasinya. Memang ini 47:53 yang kami keluarga besar masih 47:55 perjuangkan. Mohon doa dari seluruh 47:57 pendengar dan juga ee penonton di 48:00 YouTube ya. Semoga niat baik kami ini 48:03 bisa didengar oleh pemerintah dan bisa 48:06 terealisasi. Oke, dari Mbak Titi 48:09 Indrawati. Asalamualaikum, Dr. Dario dan 48:12 Mbak Endang. Semoga almarhum 48:14 W 48:14 Supratman diterima amal ibadahnya. 48:17 Keturunan anak cucu senantiasa 48:20 diberikan keberkahan Allah Subhanahu wa 48:22 taala. 48:22 Aminabalamin. Terima kasih doanya. 48:24 Ini sebenarnya kita nanti akan ikut 48:27 siapa? E Dani apa? Siapa putrinya? 48:31 Antea dan 48:31 Antea. Tapi beliau sedang ujian ya. 48:34 Iya. Harusnya Antea datang tadi sudah 48:36 disiapkan dia bisa main biola. Main 48:39 biola Indonesia Raya yang satu stansa 48:42 asli 48:43 yang dibikin 48:44 tiga stansa 48:45 eh tiga stansa yang asli yang dibikin 48:47 tahun 48:48 1927. 48:49 27 itu. Heeh. Karena nadanya ada yang 48:52 berbeda sedikit dengan yang sekarang 48:54 kita dengar. Iya. Heeh. 48:57 Asalamualaikum. Apakah Mas Adi MS ee 49:00 pernah mengundang atau mengajak ee 49:03 pegelaran lagu-lagu WR Supratman? Tentu 49:06 dengan konsernya tentu lebih ini lagi 49:09 untuk konser Pak Gelar Nware Superatman. 49:12 Waktu itu kami mengundang beliau datang 49:14 yang di Sapta Pesona tanggal 11 November 49:17 tahun 23 beliau hadir. Tapi ee Mas Adi 49:22 itu ngundang anak kami Antea ee di acara 49:25 konser beliau ee 35 t 49:29 Iya. ya 30 tahun 49:31 ee koris paduan suara Twilight eh Koris 49:34 yang ee kondu ADMS dan Antea menjadi 49:39 Solois 49:40 tahun lalu ya November 49:41 November awal November 49:42 menyanyikan lagu 49:44 Tanah Air 49:44 e Tanah Airku. Iya. Oke, seperti biasa 49:47 kami akan ee membacakan nomor telepon 49:51 yang Anda bisa hubungi untuk 49:53 bertanya-tanya tentang segala sesuatu 49:56 tentang WR Supratman pencipta lagu 49:58 Indonesia Raya. Ini nomor teleponnya 50:00 0819. 50:03 Sudah. Kemudian 09 50:07 ini 9 tanggal lahirnya itu ya 50:09 9 Maret. 50:09 Hm. 0903 50:12 1903. 50:15 Jadi ee saya ulangi lagi 0819 50:19 kemudian 09 50:21 kemudian 03 1903. 50:27 Ini ada yang bertanya apakah ada 50:28 yayasannya [berdehem] 50:29 WR Superatman? 50:30 Ada. Eh namanya Yayasan Wage Rudolf 50:33 Supratman Master Cornelis Jatinegara. 50:37 Alhamdulillah saya sebagai ketua umum 50:38 dan suami saya sebagai pembina. 50:41 Di mana itu ya tepatnya di jalan? 50:43 Lokasinya di Jakarta Selatan, di 50:45 Kasablanka dengan Prof. Dr. Satrio. 50:47 Oh, oke. Asalamualaikum. 50:49 Waalaikumsalam warahmatullah. Semoga 50:51 semoga Bapak W Supratman disatukan 50:54 dengan hamba-hamba Allah yang dicinta 50:55 Allah. Amin. Dari Bu Lise. Terima kasih 50:59 Bu Lis. 51:03 Saya pernah nyanyi lagu Indonesia Raya 51:04 nangis waktu di Kanbera waktu itu 51:07 bersama rombongan matching band Madana 51:10 pas 17 Agustus sana. He. 51:12 Jadi kita wacara waduh 51:14 sadu sekali 51:16 terlalu terharu. [tertawa] 51:17 Selalu terharu karena tiga stansa itu 51:19 ada artinya masing-masing stansa loh 51:20 Mas. 51:21 Bisa di 51:21 stansa satu mengenai keindahan Indonesia 51:25 dan kekayaan alamnya. 51:26 Stansa kedua itu adalah doa. 51:29 H 51:29 doa yang waktu itu kan belum merdeka ya. 51:31 Doa agar segera merdeka. Dan stansa 51:34 ketiga itu adalah janji suci pemuda. 51:36 Hm. untuk Indonesia akan menjaga 51:39 Indonesia. Jika nanti merdeka akan 51:41 mempertahankan kemerdekaan itu. 51:43 Bagaimanapun caranya generasi muda 51:45 sekarang mungkin anak-anak kami lewat 51:48 musik, orang lain mungkin dari segi 51:50 akademik, mungkin lewat olahraga segala 51:53 macam. Pokoknya kita sebagai generasi 51:56 teruskanlah ee semangat W Supratman 52:01 dalam menjaga kemerdekaan. 52:03 Oke. Jan. Eh, asalamualaikum. Saya mau 52:05 bertanya, apakah fotonya 52:08 Bapak WR Supratman hanya yang pakai 52:10 kopiah itu atau ada foto lain? 52:13 Sebelum beliau meninggal, tepatnya 52:15 sebulan sebelum beliau meninggal di 52:17 Surabaya. Oh, 3 bulan sebelum beliau 52:19 meninggal itu beliau minta khusus 52:21 ngomong ke adik iparnya, "Aku mau difoto 52:25 di studio foto dong yang resmi." 52:27 Jadi kami ada foto 52:29 terakhir dan itu yang asli dan kami 52:31 sudah publikasikan juga. Jadi di 52:34 beberapa media cetak 52:35 saat ini foto itu ada di keluarga di 52:37 Surabaya. 52:37 Saat ini foto aslinya ada di keluarga 52:39 kami yang di Surabaya, sepupu saya Mas 52:41 Erlangga. Dia dari keluarga Urip 52:43 Kasangsengari. Ee mereka yang simpan dan 52:45 mereka juga banyak sekali 52:47 peninggalan-peninggalan dari karena kan 52:49 dekat sama Urip ya. Jadi dia masih yang 52:52 living apa masih hidup saksi hidup gitu 52:54 ya. Kalau masih mau nanya-nanya bapaknya 52:55 itu masih bisa masih ada. Alhamdulillah 52:57 Pasurahman masih bisa ditanyakan di 52:59 Surabaya. Oke, nih saya tidak sempat 53:02 dengar hari ini, hanya sepinas saja. 53:04 Saya mau dengarkan ulang. Ada lihat aja 53:05 di YouTube ya, di YouTube Rasil TV nanti 53:09 akan ketemu siaran ini bersama Dr. 53:14 Dario, drotter Spog. Ini ada yang tanya 53:18 e kalau lagu kebangsaan Kroasia apa? 53:21 [tertawa] 53:22 Liepanas. 53:23 Iya. Our beautiful Liepanas domomina. Eh 53:29 eh apa sih? Our beautiful homeland ya. 53:32 Ibu lupa ya [tertawa] sudah mulai lupa 53:34 bahasa kerasi negara sendiri lupa ya. 53:37 Masyaallah 53:39 ya. Kami sebenarnya ee semua kami nanya 53:43 semua orang boleh enggak sebut lagu Veru 53:45 Pratman selain Indonesia Raya? 53:48 Dan itu ee jarang ada orang yang bisa 53:50 jawab ya. [tertawa] Tahunya hanya 53:52 Indonesia Raya. Jadi cita-cita kami 53:55 supaya 53:57 Bapak Presiden dan ee e calon 1 semua 54:00 menteri, pejabat, gubernur bisa 54:03 mendengar lagu lagu Veru Pratma pada 54:05 satu konser yang dapat digelar di 54:10 ist 54:10 istana 54:11 di mana Anda bisa nyanyi lagu buyutnya 54:14 dan ee aneh tapi nyata ya selain aneh 54:18 tapi nyata di Jakarta gak ada nama jalan 54:20 pratman 54:21 ini aneh tapi nyata 54:24 Sejak sejarah ee sejak berdiri ee 54:29 Republik Indonesia 1945 54:32 sampai sekarang di Istana Negara, 54:34 Istana Merdeka tidak pernah dinyanyikan 54:37 Indonesia Raya tiga stansi. 54:40 Oh, 54:41 itu sedih. 54:43 kami sudah bilang eman e protokol wajib 54:46 sekarang itu apa namanya Indonesia Raya 54:49 satu stansa 54:50 instrumental ya dan pembukaan penutupan 54:53 tapi bukan artinya tidak boleh 54:56 dinyanyikan Indonesia Raya diakui oleh 54:58 undang-undang juga jadi apa namanya 55:01 cita-cita kita anak kita bisa main biola 55:05 dan nyanyikan ee versi asli Indonesia 55:09 Raya yang pertama kali diciptakan tahun 55:11 1927 28 itu ee bisa nyanyikan di Istana 55:17 Merdeka. Semoga suatu hari diizinkan. 55:20 Amin. Oke, ya. Sayang sekali kita sudah 55:23 dibatasi oleh Allah waktu ini. Mungkin 55:26 ini ada yang baru dengar nih. 55:28 Ee WR Supratman agamanya Islam. Tadi 55:31 sudah dijawab di awal ya 55:33 sudah dijawab. Jadi WRSu Supratman itu 55:35 agamanya Islam. 55:37 Islam. Oke, terakhir ada yang mau 55:39 disampaikan ini? 55:42 Em semoga apa yang kami sedang ee 55:46 perjuangkan yaitu tadi nama jalan dan 55:50 apa? 55:51 Naman jalan di Jakarta ya. 55:52 Iya. Dan Indonesia Raya dikenal 55:55 masyarakat luas itu ee 55:57 sekolah ya supaya 55:58 di sekolah-sekolah. Heeh. Mohon 56:01 nanti putter 3 set ya. Oke, kita akan 56:04 dengarkan lagu Wage Rudolf Fratman 56:08 dengan Indonesia Raya tiga stansa yang 56:10 selalu diputar di Rasil. Rasil selalu 56:12 putar tiap hari tiga stansa. 56:15 Alhamdulillah. [tertawa] 56:16 Terima kasih. 56:17 Oke, terima kasih. 56:19 Terima kasih. 56:19 Eh, Dr. Dario Turk juga Mbak Endang 56:23 Wahyu Ningsih atas kehadirannya, atas 56:25 sharingnya. Jadi, kita dapat pengetahuan 56:27 tentang Wage Rudolf Supratman. Saya 56:30 Muhammad Krishna. Kemudian juga Rianto 56:33 Kiza dan Rafa juga Ondi Saputra 56:37 dan e Algi Rozi. Mohon pamit. Wabillahi 56:41 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 56:43 warahmatullahi wabarakatuh. 56:44 Waalaikumsalam.