Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail [musik] 0:17 [musik] 0:22 [musik] 0:29 [musik] 0:33 Bismillahirrahmanirrahim. 0:34 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:35 kiriban barokan fih kama yuhibbunaard. 0:39 Allahumma shalli wasallim wabarik ala 0:41 sayyidina Muhammadin wa ala ali 0:42 sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan 0:44 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:47 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio 0:49 Silaturahim dan juga Rasil TV untuk 0:52 Islam yang satu. Asalamualaikum 0:54 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:55 akhwat yang dirahmati Allah. 0:57 Senang sekali di siang hari ini kami 0:59 bisa kembali menjumpai ikhwan akhwat 1:02 dalam program acara renungan di bawah 1:05 naungan Al-Qur'an. Untuk Kamis siang ini 1:08 sudah masuki tanggal yang ke-23 ya di 1:12 bulan Safar 1446 bertepatan juga dengan 1:16 tanggal 6 di bulan Agustus 2026. Semoga 1:20 di siang hari ini di waktu istirahat 1:23 ikhwan akhwat ya semoga selalu dalam 1:25 lindungan Allah dan juga dalam keadaan 1:28 sehat walafiat. Amin. Amin ya rabbal 1:30 alamin. 1:31 Alhamdulillah guru kita telah hadir di 1:32 Asalamualaikum warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:35 wabarakatuh. Alhamdulillah bisa bertemu 1:37 Ustaz kembali setelah 1:38 3 hari apa 4 hari Ustaz kemarin 1:41 istirahat ya Ustaz [tertawa] ya. 1:42 Alhamdulillah. Dan ikhwan akhwat di 1:45 siang hari ini kami membuka ee sesi 1:48 tanya jawab atau dialog. Kami persilakan 1:49 bagi ikhwanat yang ingin menyampaikan 1:51 pertanyaannya 1:52 di nomor 081199720. 1:57 Kami persilakan Ikhwan Awat. Dan untuk 1:58 itu kita buka terlebih dahulu dengan 2:00 pembacaan Quran surah Al-Fatihah. Kami 2:02 persilakan Ustaz. 2:03 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:09 Bismillahirrahmanirrahim. 2:15 Alhamdulillahirabbil 2:18 alamin 2:22 arrahmanirrahim. 2:26 Maiki yaumiddin. 2:30 Iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:36 ihdinasirathal 2:39 mustaqim 2:41 shathalladzina 2:43 an'amta alaihim 2:47 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:58 Amin. 2:58 Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. 3:01 Ustaz, izin yang pertama, Ustaz. Ee di 3:03 awal diskusi kita 3:05 yang [berdehem] apa istilahnya dinamika 3:07 sosial, Ustaz, di masyarakat yang sudah 3:10 terjadi, sudah ya lamalah turun-menurun 3:13 mungkin ee masih dipertahankan tradisi 3:15 ini, Ustaz. Mengenai tradisi keagamaan 3:18 Indonesia khususnya dalam momen duka, 3:20 Ustaz. Nah, seperti tahlilan atau ziarah 3:25 kubur, Ustaz. Ini ada satu kebiasaan 3:27 yang hampir tidak pernah absen, Ustaz, 3:30 di masyarakat kita, yaitu mengenai e 3:33 dinamika sosial masyarakat, tradisi 3:35 memberi dan menerima amplop, Ustaz. Nah, 3:38 di satu sisi tadi sini kan tumbuh dari 3:40 [berdehem] spirit ee gotong-royong 3:43 mungkin Ustaz ya, kepedulian sosial dan 3:46 amplop yang diberikan kepada misalnya 3:49 tamu yang menyalatkan, yang apa membaca 3:52 Quran, yang berdoa atau pengurus 3:54 pemakaman itu dimaknai sebagai bentuk 3:57 penghormatan mungkin terima kasih kepada 3:59 mereka. Kemudian juga ee mungkin simbol 4:02 sedekah, keikhlasan. Tapi di sisi lain, 4:06 seiring berjalannya waktu, Ustaz, 4:08 pergeseran kondisi ekonomi terutama 4:12 timbul pula ya riak-riaklah perdebatan 4:14 Ustaz 4:15 di masyarakat mengenai hal ini karena 4:17 terutama ban ekonomi Ustaz. Nah, 4:19 beberapa waktu lalu juga sempat ramai 4:21 juga diperbincangkan di beda sosial 4:24 kalau enggak salah salah satu penulis 4:25 namanya Terelie, Ustaz. Beliau 4:27 memposting ee dengan gambar dengan 4:31 tulisan salat jenazah. amplop tahlilan 4:36 besek dan rokok. Kemudian ngaji besek 4:39 dan amplop ceramah besek dan amplop. 4:42 Duduk depan kuburan amplop. Mengiri ke 4:45 mengiringi ke kuburan amplop. Dia tidak 4:49 apa istilahnya dia tidak memperdebatkan 4:51 tahlilannya mengajinya. Tapi mengenai 4:53 tradisi memberi amplop tersebut. Sampai 4:55 dia mengajak jika di tempat kalian tidak 4:58 begini tuh alhamdulillah. Kalau ada 5:00 masih seperti ini, coba hentikan katanya 5:03 tradisinya. Nah, bagaimana Ustaz melihat 5:06 ee dinamika di masyarakat seperti ini, 5:08 Ustaz? Tradisi seperti ini. 5:11 Bismillahirrahmanirrahim. 5:13 Alhamdulillahi rabbil alamin. 5:17 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 5:20 abdika wa rasulika 5:23 sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi 5:26 wasohbihi wasallim. 5:30 Allahumma atina minika rahmah waimna min 5:34 ladunka ilman nafi wfa'na bimaamtana. 5:38 Allahumma ahdina subalam waakrijna 5:41 minadumati nur wahdina ilaatikal 5:45 mustaqim. 5:47 [berdehem] 5:48 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 5:50 Salamullahi warahmatullahi wabarakatuh. 5:56 Islam 5:58 di samping menekankan, mewajibkan kepada 6:01 kita 6:03 untuk beribadah kepada Allah Subhanahu 6:06 wa taala juga mengerjakan amalan-amalan 6:10 saleh yang kita lakukan semata-mata 6:13 untuk Allah. 6:15 La nusyriku bihi saai. Kita tidak 6:18 mempersekutukan Allah baik dalam 6:21 beribadah kepadanya maupun dalam 6:24 amalan-amalan saleh yang kita lakukan 6:27 hanya semata-mata untuknya. 6:33 Oleh karena itu, 6:36 Al-Qur'an menekankan kepada kita 6:41 al-Ikhlas. Apa arti al-Ikhlas? alikhlas 6:46 tanqiatusaii 6:48 takluhu minib dalam arti bahasanya 6:52 murnikan sesuatu dari campuran-campuran 6:55 yang bercampur 6:56 dengannya. 7:00 Sedangkan dalam istilah memurnikan 7:02 ibadah kita hanya kepada Allah. Begitu 7:05 pula dalam mengerjakan amalan-amalan 7:07 saleh semata-mata untuk Allah. 7:10 Ini yang akan diterima oleh Allah 7:12 sebagaimana firmannya, "Ala 7:14 lillahiddinul 7:16 khalis." Ketahuilah yang diterima oleh 7:19 Allah hanyalah pengabdian yang 7:20 benar-benar murni semata-mata untuk 7:23 Allah, kepada Allah dan untuk Allah. 7:27 Ini merupakan asas agama kita yang 7:29 paling utama yang menentukan lurus dan 7:33 bengkoknya hidup kita 7:36 yang akan mengantarkan kita menuju 7:38 cahaya Allah. 7:40 masuk ke dalam rahmatnya. Apabila kita 7:44 mengikhlaskan ibadah kita hanya teruntuk 7:47 Allah dan kepada Allah Subhanahu wa 7:50 taala. 7:51 Kemudian di samping asas ini yang paling 7:54 utama sebagai fondasi hidup kita dan ini 7:58 merupakan amalan hati yang tertinggi 8:01 karena yang akan menentukan diterima dan 8:03 tidak diterimanya amal kita. Yang kedua 8:07 adalah 8:09 mentauhidkan kalimat kita. Artinya 8:12 menyatukan 8:14 kalimat kita. 8:17 Artinya 8:19 kita kaum muslimin yang mengaku 8:22 beribadah kepada Allah, hidup juga 8:25 teruntuk Allah, beramal juga semata-mata 8:28 teruntuk Allah Subhanahu wa taala. Kita 8:31 harus bersatu di jalan Allah Subhanahu 8:33 wa taala. 8:35 Dan ini yang digambarkan oleh Allah 8:37 dalam surah at-taubah [berdehem] 8:39 wal mukminun wal mukminat ba'duhum 8:42 auliya ba'b orang-orang yang beriman 8:45 baik pria maupun wanita sebahagian dari 8:48 mereka menjadi wali sebagian yang lain. 8:51 Ini merupakan asas kehidupan sosial di 8:55 antara sesama kaum muslimin. 8:58 Yang kuat membantu yang lemah, 9:01 yang kaya menjadi penopang yang miskin. 9:07 Begitu pula yang berilmu menjadi apa? 9:09 Penopang, pembimbing mereka-mereka yang 9:11 bodoh. 9:15 Demikian pula ya mereka-mereka yang 9:20 berkedudukan, 9:22 mereka bertanggung jawab atas rakyat di 9:24 bawahnya. Kalau ada 9:27 orang-orang yang berada di bawah 9:29 naungannya, 9:31 katakan hidup dalam keadaan lapar atau 9:33 bermalam dalam keadaan lapar, 9:36 lalu pemerintah mengabaikan dan tidak 9:38 memberikan perhatian kepadanya. Atau ada 9:41 di antara rakyat yang tidak memiliki 9:42 rumah tinggal yang merupakan kebutuhan 9:44 dasar 9:46 menjadi tanggung jawab mereka. 9:49 negara dan seluruh kekayaannya 9:53 bukan milik pemerintah. 9:55 Mereka hanya diberikan amanat selama 5 9:58 tahun untuk mengurus kesejahteraan 10:01 rakyat, mendistribusikan kekayaan negara 10:04 untuk kepentingan rakyat. 10:06 Kalau mereka tidak menjalankan tugas dan 10:08 amanat yang diamanatkan kepada mereka, 10:11 maka mereka lebih buruk daripada rakyat 10:13 biasa. 10:16 Jadi orang yang beriman sebagian mereka 10:19 menjadi wali sebagian yang lain. Maka 10:21 lahirlah yang dinamakan fardu kifayah 10:24 atau alwajibul kifayai. Itu kewajiban 10:28 yang dibagi-bagikan oleh Allah sesuai 10:31 dengan potensi yang ada pada setiap 10:33 orang. H 10:35 kewajiban ulama sama kewajiban pengusaha 10:38 beda. Kewajiban ulama dengan kewajiban 10:41 pejabat juga berbe berbeda. Kewajiban 10:44 ulama dengan seorang dokter 10:47 yang bekerja di bidang medis berbeda. 10:50 Nah, kalau setiap orang dengan potensi 10:53 masing-masing berpegang kepada konsep 10:55 wal mukminun wal mukminat ba'buhum 10:57 auliyau ba'bin rakyat akan menjadi satu. 11:03 akan melahirkan kekuatan yang mampu 11:05 untuk melindungi rakyat juga menolak 11:08 ancaman yang datang dari luar. Karena 11:11 apa? Kerja sama yang begitu indah. 11:16 Alhamdulillah ya. Jadi kerja sama ini 11:20 merupakan satu keharusan. 11:23 Merupakan satu 11:24 keharusan. 11:24 Keharusan. Nah, pada saat katakan salah 11:28 seorang dari lingkungan kita, saudara 11:31 kita sesama muslim meninggal dunia, 11:34 [mendengus] 11:36 maka kita wajib bersama-sama 11:39 mengurus jenazah tersebut. 11:43 Dari mulai 11:45 memandikannya, 11:47 kemudian menguburkannya, 11:49 ya 11:50 menyalatkannya. Semua ini merupakan 11:52 tanggung jawab kita sesama kaum 11:54 muslimin. [mendengus] Kalau seandai dia 11:57 orang yang tidak berada, yang tidak 11:59 mampu, maka semua ditanggung oleh 12:01 masyarakat di sekitarnya. 12:03 Bukan malah mereka menuntut 12:07 dari keluarga yang ditinggalkan salah 12:09 satu anggotanya untuk menjamu mereka, 12:13 untuk memberikan katakan pemberian 12:16 kepada mereka pada saat salat atau pada 12:19 saat dimandikan, pada saat salat, pada 12:21 saat dikuburkan. 12:23 Ini tidak sesuai dengan aturan dan 12:25 ajaran Islam. [mendengus] 12:29 Ketika 12:31 Jafar at-Tayyar 12:33 yang wafat bersama Zaid bin Haritah ya 12:37 bersama 12:40 sahabat-sahabat yang berjuang pada 12:42 peperangan Mukta. 12:45 Ketika sampai beritanya ke Madinah, 12:49 kaum Anshar datang kepada keluarganya 12:50 Abdullah bin Rawahah 12:53 juga. Mereka datang kaum Muhajirin 12:55 datang kepada siapa? kepada Zaid bin 12:57 Haritah. Sedangkan istri Jafar, Jafar 13:00 ini sepupu Rasulullah sallallahu alaihi 13:03 wasallam bin Abi Thalib. Yang mati 13:05 syahid tidak ada yang mendatangi 13:07 keluarganya. 13:10 Rasulullah langsung mengatakan, "Isnau 13:12 li Ali Jafar thaman." Buatkan makanan 13:14 buat keluarga Jafar. Maka mulai kaum 13:17 Anshar keluarga datang ke rumah keluarga 13:20 Jafar menghibur, membawakan makanan. 13:22 Indah tidak? 13:23 Iya. 13:24 Indah kan? 13:24 Indah. Jadi seharusnya kalau satu 13:26 keluarga, salah satu anggotanya 13:29 meninggal dunia, 13:31 masyarakat yang mengurus. 13:33 Dari mulai memandikan ya, kemudian dari 13:36 mulai apa? Kemudian menyalatkan 13:40 penguburan. Keluarga kalau perlu 13:42 dibebaskan dari semua beban yang membi 13:44 mereka. [mendengus] 13:48 Di satu daerah Allah kasih subhanallah 13:52 masyarakat mengumpulkan yuran sesuai 13:54 dengan kemampuan mereka. Ada yang 5.000, 13:56 10.000 13:57 dipersiapkan untuk keluarga yang 13:59 meninggal dunia. 14:01 Waktu acara katakan dari mulai 14:05 pemandikan, menguburkan eh memandikan, 14:07 menyalatkan, hingga menguburkan semua 14:09 ditanggung ramai-ramai 14:11 dana yang dikumpulkan 14:13 pada saat tahlil ya yang laki-laki di 14:16 masjid atau di musala. 14:19 Kalau saya disediakan minuman kopi jahe, 14:21 bukan keluarga yang menyediakan. 14:22 Keluarga tenang, sulit, tidak ikut 14:24 campur apa-apa. 14:26 Kemudian masyarakat 14:28 dari kalangan istri perempuan datang 14:30 kepada keluarganya selama 3 hari 14:32 mengaji, membaca Yasin, membaca tahlil 14:35 untuk menghibur keluarga yang ditinggal. 14:37 Karena kalau teman ramai-ramai kumpul 14:38 lain perasaannya. Apalagi dengan baca 14:40 Al-Qur'an, 14:41 kemudian baca doa, baca lailahaillallah, 14:44 tasbih mendoakan yang meninggal dunia. 14:47 Itu perempuan terhibur daripada kumpul 14:49 ngobrol-ngobrol, ketawa-ketawa atau main 14:51 gafle. H 14:52 atau main ceki. 14:54 Banyak orang kumpul-kumpul pada saat 14:56 meninggal dunia merokok, ketawa-tawa dan 14:58 lain sebagainya. Ini tidak datang ke 15:00 rumah keluarga perempuan yang datang 15:02 perempuan semuanya. 15:02 Iya. 15:03 Sedangkan untuk laki-laki di masjid 15:05 habis salat magrib kelar salat salat 15:07 sunah afdal zikri lailahaillallah paling 15:10 10 menit. 15:11 Tidak mengeluarkan biaya, tidak harus 15:13 mengundang orang 15:14 apa yang ada di masjid. 15:18 Karena ini dilakukan secara berjamaah. 15:20 beban dipikul secara bersama. Mereka 15:23 merasakan tidak ada beban. Bahkan 15:25 terkadang keluarga menerima 34 juta 15:29 tunjangan. He. 15:30 Karena mereka dalam kondisi enggak 15:32 mampu. Apalagi suaminya meninggal tulang 15:34 punggungnya. Kalau kalangan yang biasa 15:36 kan susah 15:37 diberikan uang, 15:38 diberikan beras supaya keluarga 15:41 sementara waktu apa. Nah, pada saat 15:44 nanti habis bekalnya kalau belum ada 15:46 yang bekerja kalian tidak perlu takut. 15:47 kita masyarakat akan bersama-sama mikur 15:49 bebannya. 15:51 Masyaallah ya. 15:52 Tapi kalau salat jenazah pakai undangan. 15:56 Saya ketika pulang dari Mesir tahun 6, 15:59 saya mengajar di satu masjid. Kebetulan 16:01 saya mendapatkan undangan. Saya tanya 16:03 untuk apa? Untuk salat jenazah. Saya 16:07 bilang, "Ya Fulan, alanazah bin nai 16:10 walimah biddai." Jenazah itu diumumkan 16:13 kita datang enggak pakai undangan. 16:16 Kalau walimah baru pakai undangan. Yang 16:18 datang tanpa diundang tufaili. 16:20 He. 16:21 Saya masih belum paham. Begitu salat 16:23 jenazah 16:25 kelar salat setiap yang diundang 16:27 diberikan amplop. Saya kaget pada saya 16:31 itu pengalaman pertama buat saya. Saya 16:33 bilang, "Maaf seharusnya saya yang 16:35 memberi bukan kalian yang memberi. 16:36 Kalian dalam kesusahan." 16:39 Nah, ini sudah menjadi tradisi budaya 16:42 karena sering dilakukan berulang-ulang 16:43 dianggap biasa. 16:47 Saya ceramah satu orang minta supaya 16:50 dibacakan al-Fatihah untuk keluarganya. 16:52 Disediakan uang di amplop. 16:55 Saya buka, ternyata amplop ongkos 16:59 pembacaan Al-Fatihah. Masa doa dibayar? 17:03 Coba bayangkan. Kemudian mengaji di 17:06 kuburan 17:09 diproyekkan ada yang R juta tergantung 17:11 berapa hari. Ada yang 10 juta, ada yang 17:13 20 juta. 17:15 Nah, bertepatan atau berkaitan dengan 17:17 hal ini, ada sebuah kisah menarik. 17:22 Seorang kebetulan di kampung tempat saya 17:24 tinggal ada seorang ustaz bacaan 17:26 Al-Qur'annya bagus. 17:30 Bacaan Al-Qur'annya amat indah. 17:33 Di samping dia menjadi imam di masjid, 17:35 dia juga menjadi pimpinan 17:39 rombongan yang membacakan Al-Qur'an di 17:41 kuburan. 17:43 Jadi kalau ada yang meninggal ditawarkan 17:44 mau baca Al-Qur'an berapa hari? 17:47 [berdehem] 17:50 Berlangsung lama ini kejadian 17:53 dan kebetulan saya juga sering salat 17:56 dalam masjid sebagai imam. 17:59 Terkadang kalau dia menjumpai saya dari 18:01 belakang ditepok. Kalau salat jangan 18:03 lama-lama. [tertawa] 18:06 Saya biasalah anggap orang tua ya kita 18:08 hargai. Sampai satu hari dia bermimpi 18:12 minum darah dan nanah. 18:14 Oh. 18:15 Akhirnya seorang mengajak ini orang ke 18:17 rumah saya. Pada saat itu saya masih 18:19 ngontrak. Masih 18:21 ngon ngontrak. 18:23 Di depannya kuburan, rumah kecil. 18:27 datang ke rumah saya kaget enggak 18:29 sehari-sarinya orang Jakarta bilang 18:31 enggak biasanya datang ke rumah lalu dia 18:34 bercerita tadi malam dia bermimpi minum 18:37 darah dan mana 18:40 saya langsung tersentak 18:43 di bertanya apa maknanya ustaz saya 18:46 bilang bapak ustaz dengan segala hormat 18:50 mimpi bapak ini menunjukkan profesi 18:52 bapak yang makan dari nanah dan darah 18:55 masyarakat 18:56 yang susah, yang menderita, 18:59 Bapak tambahkan penderitaannya. 19:02 Walaupun membaca Al-Qur'an itu baik, 19:05 tapi cara yang Bapak lakukan ya 19:08 mengambil dana dari mereka yang sedang 19:10 kesusahan ini yang tidak diridai Allah. 19:15 Akhirnya dia pada saat itu tergetar 19:17 kemudian dia nyatakan dirinya bertobat 19:18 dari perbuatan tersebut. 19:22 dia tinggalkan teman-temannya dan mulai 19:24 saat itu dia diasingkan. 19:26 Hm. 19:27 Padahal tadi dia tokoh. 19:28 Iya. 19:29 Saya bilang begini, "Mulai sekarang, 19:31 Ustaz duduk di masjid mengajar 19:34 Al-Qur'an. Siapa saja yang mau belajar 19:37 terima tapi jangan minta apa-apa. 19:41 Insyaallah kita ramai-ramai nanti akan 19:42 memberikan imbalan buat kebutuhan Bapak 19:44 setiap bulan." 19:47 Setuju. Dia mulai duduk di masjid 19:49 mengajar Al-Qur'an. Siapa sih anak-anak 19:51 orang tua yang mau baca Al-Qur'an tanpa 19:53 minta iman? 19:56 Karena dia kan kerja untuk Allah. Iya. 19:58 Allah kasih. Alhamdulillah kebutuhan dia 20:00 dipenuhi. 20:02 Nah, satu hari datang ke rumah. Datang 20:05 ke rumah Kang Rizal. Dia bilang, "Ustaz, 20:09 saya butuh untuk biaya sekolah 20:13 buat anak saya masuk sekolah." Biaya 20:14 cukup besar. 20:17 Pada saat itu kira-kira mungkin sekitar 20:20 berapa ratus ribu besar. 20:22 Jadi tahun sekian saya bangun rumah pada 20:26 saya itu cuma R juta. 20:27 Oh. 20:27 Heeh. 20:29 Saya bilang, "Ustaz, saya ini tidak 20:32 lebih baik dari Pak Ustaz. Saya juga air 20:34 kosong sama sekali." 20:37 Enggak bisa membantu Ustaz. Tapi ada 20:39 yang bisa bantu. Siapa? Saya bilang, 20:43 "Allah." Mari kita doa sama-sama. 20:46 Kita doa sama-sama. Mohon pada Allah 20:49 untuk memenuhi hajat orang ini. 20:52 Subhanallah, Kang Riza. Setelah kita doa 20:56 mungkin enggak berlalu, mungkin 10 menit 20:58 atau 15 menit datang dua orang masuk ke 21:01 rumah. 21:03 Ustaz, kita mau titip 21:06 fisabilillah sama ustaz. 21:10 Tolong bagikan. Saya bilang, "Ahlan 21:13 wasahlan. Saya doakan semoga diterima 21:15 salaman. Enggak apaapa dia pulang ke 21:17 rumah. Saya bilang, "Ustaz, coba buka 21:19 nih." Dibuka jumlahnya sesuai dengan apa 21:22 yang diinginkan. 21:23 Allahu Akbar. 21:25 Saya bilang, "Kalau kita bersama Allah, 21:26 Allah tidak akan pernah tinggalkan 21:28 kita." Masa hidup kita gantungkan 21:31 kebutuhan kita kepada sesama makhluk 21:33 yang lemah tanpa membedakan yang susah 21:35 maupun yang yang kaya. He. 21:38 Jadi kalau kita mendoakan yang meninggal 21:40 dunia, menyalatkan mereka, memandikan 21:43 mereka, menguburkan mereka, jangan 21:45 dijadikan proyek. Tapi bagi tukang gali 21:47 kubur, kita harus hormati dong. Mereka 21:49 kerja ya sebagai tukang gali kita 21:52 berikan. Tapi jangan sampai kita 21:54 beratkan keluarga yang meninggal dunia. 21:56 Jadi biar keluarga tersebut duduk di 21:58 rumah dengan tenang, meresapi bagaimana 22:02 keberangkatan salah satu keluarganya, 22:04 masyarakat menjadi penghibur buat 22:06 mereka. 22:08 Jadi apa yang disebutkan tadi apa saja 22:11 uang sampai juga ceramah ada tarifnya. 22:14 Bahkan ketika saya pulang dari Mesir 22:17 sewaktu saya baru pulang ada satu kiai 22:20 undang saya, "Ustaz, kita minta Ustaz 22:22 ceramah di tempat kami untuk peringatan 22:25 Maulid." Saya bilang, "Insyaallah kalau 22:27 enggak ada halangan." T dikasih amplop 22:29 sama dia. Ini apaan? Uang buka. 22:34 Saya bilang ini bukan jual beli rumah, 22:36 bukan persekot. Saya ngajar, saya 22:39 harapkan rida Allah. Doakan saja saya 22:41 enggak terima hal ini. 22:43 Nanti di samping persekot itu ya dengan 22:46 embel-embel bawaan nanti ada lagi 22:48 bayarannya. 22:49 Ini yang tidak pasang tarif. yang pasang 22:51 tarif. 22:53 Saya punya tarif katakan R10 juta, ada 22:57 yang R25 juta. Nah, satu kali waktu ada 23:01 satu jemah masjid yang kalangannya 23:03 sederhana 23:04 mau ngundang satu ustaz yang kondang. 23:06 Hm. 23:07 Dibang, "Saya punya tarif R10 juta. Kita 23:09 punya hanya sekian 5 juta, Ustaz. Kalau 23:12 gitu saya nanti akan berangkat ke satu 23:14 daerah liwat di tempat kamu setengah jam 23:17 Rp5 juta. 23:20 Jadi kalau kita lihat yang rusak nih 23:22 ternyata apa? Yang rusak justru orang 23:25 yang seharusnya memperbaiki umat, 23:27 meluruskan hidup mereka, mengingatkan 23:30 mereka semua untuk kembali pada Allah 23:32 dan berlomba-lomba menggapai ridanya. 23:34 Justru mereka yang merusak masyarakat, 23:37 mengeksploitir ya 23:40 kebutuhan dan kelemahan mereka. 23:43 Jadi ini perbuatan-perbuatan yang 23:45 diharamkan dalam agama. Jadi ini bahagia 23:47 dari fardu kifayah wal mukminun wal 23:49 mukminat ba'duhum auliyau ba'dih. Nah 23:51 bagi doa-doa pada saat tahlil semuanya 23:54 merupakan hal yang tidak bertentangan 23:57 dengan agama. 23:59 di masjid. Katakan saya di Purwakarta 24:01 sehingga di masjid Raudah begitu ada 24:03 yang meninggal dunia salat magrib 24:05 langsung afdal zikri enggak sampai 10 24:08 menit. Lalu mesti sediakan kopi jahe 24:10 sedikit buat jemaah yang hadir selesai. 24:13 Enggak ada beban. Tapi pihak perempuan 24:17 didatangi oleh tetangga-tetangga 24:18 perempuan. Karena perempuan kalau 24:19 seorang laki 24:21 meninggal dunia tinggal isi rumah sama 24:23 anak yang kecil-kecil kan bagaimana 24:24 perasaannya? 24:25 Iya. 24:26 Coba kita dalam saat seperti ini berbuat 24:29 kebaikan yang akan membawa bekal buat 24:31 kita di hari kemudian nanti. Menumbuhkan 24:34 cinta, menumbuhkan kerja sama, jangan 24:37 apa saja uang. Sampai saya pulang dari 24:40 Mesir ada uang. Uang apa? Uang 24:42 pelangkah. 24:43 Uang pelangkah itu apa, Ustaz? 24:44 J kalau mau kawin 24:46 adik ngelangkahin kakaknya. Saya kaget 24:47 juga lu tuh 24:48 ada uang dengar, 24:50 ada uang kaget lagi. [tertawa] 24:52 Saya bilang, "Indonesia ni 24:54 lailahaillallah. Apa 24:57 saja ada apa saja 24:59 ada 24:59 ada. Jadi tradisi yang tidak sehat, yang 25:02 tidak baik, yang tidak sama sekali 25:04 mendukung persatuan kecintaan di antara 25:08 kita wajib untuk ditinggalkan. Nah, kita 25:11 berharap para ulama yang menyampaikan 25:13 dakwah, 25:14 sampaikan dakwah mereka. Dan kita harap 25:18 nanti ada lembaga yang bisa membiayai 25:20 kebutuhan ulama seperti di Mesir, di 25:23 Alazar. Allazar yang memberikan biaya 25:24 buat para ustaz sehingga mereka tidak 25:26 terima imbalan sama sekali. Datang ke 25:28 Indonesia paling di sekolah disediakan 25:30 tempat tinggal 25:32 tapi yang membayar semua Alazhar 25:35 dengan wakaf yang sudah berlangsung 1000 25:38 tahun lebih, Kang Rizal. 25:39 Iya. 25:40 Alangkah indahnya kalau Indonesia bisa 25:42 melakukan hal yang sama tapi repotnya 25:44 harta wakaf pun mau ditilp. 25:46 Ya Allah akbar. 25:47 Betul enggak? Yayasan juga yang milik 25:49 Allah mau dikuasain kan repot. Cetak 25:52 Al-Qur'an aja dikorupsi. 25:53 Aduh, luar biasa. Luar biasa. 25:55 Betul-betul. Mudah-mudahan Allah 25:56 selamatkan kita semuanya. Jadi kalau 25:59 adakan tahlil buat laki-laki di masjid 26:02 habis magrib tanpa diundang. 26:05 Kalau ini dibiasakan lama-lama orang 26:07 bakal kumpul sendiri. 26:08 Iya. 26:08 Kemudian untuk perempuan adakan di 26:11 rumah. Nanti pihak perempuan bawa dari 26:13 rumah masyarakat masing-masing. 26:14 Betul. Enggak. Yang ini katakan bawa 26:16 ketibawa itu bawa lontong isi atau bawa 26:19 makan menghibur keluarganya. sambil 26:21 makan ramai-ramai kan indah tapi bukan 26:23 sebagai apa suguhan yang disediakan tuan 26:26 rumah kan enak sekali betul gak ustaz 26:29 masyaallah 26:30 hidup ini sebetulnya yang paling penting 26:31 cinta walaupun kaya raya uang banyak 26:34 kalau enggak ada cinta enggak ada rahmat 26:35 apa artinya cinta merupakan cahaya 26:38 sedangkan kegersangan berasal dari 26:41 kegelapan dan hilangnya rasa rahmat di 26:43 hati kita wallahuam 26:45 baik tadi Ustaz cerita mengenai ustaz 26:47 yang sampai bermimpi seperti itu kan 26:49 apalagi beliau tadi Jadi bisa dibilang 26:51 [berdehem] ee pemimpin pengajian gitu, 26:53 Ustaz. Sampai diasingkan seperti itu. 26:55 Dan di masyarakat pun kan seperti itu, 26:57 Ustaz. Kadang-kadang ada Ustaz 26:58 takut diasingkan, masyarakat pun takut 27:01 dinyinyirin dengan masyarakat lainnya. 27:03 Itu bagaimana, Ustaz, supaya kita bisa 27:06 teguh gitu, Ustaz? 27:07 Allah kasih. Alhamdulillah mungkin sadar 27:08 dia setelah mimpi 27:10 berubah dan dia merasa nyaman. Dia 27:11 bilang, "Pelong hatinya." Iya. I 27:13 kalau tadi merasa ya katakan terima 27:16 uang, tapi hati enggak bahagia. Begitu 27:18 dia tinggalkan itu hatinya bahagia dan 27:21 subhanallah setelah itu meninggal dunia. 27:23 Oh, masyaallah. 27:24 Dalam keadaan husnul khatimah. Amin ya 27:26 rabbal alamin. 27:28 Jadi uang itu bukan segala-galanya. Nah, 27:30 kalau ustaznya doyan uang, kita enggak 27:32 heran kalau wakil rakyat itu gila uang. 27:34 Iya. 27:35 Begitu juga pejabat-pejabat di atas. 27:39 Kenapa mikirin pajak dari pedagang kecil 27:43 yang susah payah, untungnya enggak jelas 27:46 dikenakan pajak juga? Kalau mau dipajak 27:48 tukang lomrah di atas oligarki. 27:50 He. 27:51 Termasuk pejabat-pejabat berapa 27:53 pendapatan mereka keluar pajak enggak? 27:57 Mau bilang apa? P 27:59 terus 28:00 kita bacakan pertanyaan Ustaz dari Pak 28:02 Yudi. Wah ini pendengar setia kita nih 28:04 Ustaz Yudi. 28:06 Asalamualaikum Ustaz. Bagaimana Ustaz? 28:08 Mohon nasihatnya agar kita bisa sabar 28:11 dan tabah Ustaz dalam menghadapi cobaan 28:14 dan ujian hidup Ustaz terutama saat ini, 28:16 Ustaz. 28:18 Pertanyaan. 28:18 Bismillahirrahmanirrahim. 28:21 Yang membuat Nabi Allah Ayub bersabar 28:24 apa? 28:27 Dia mengetahui karakteristik kehidupan 28:29 di dunia ini sebagai ujian dan cobaan. 28:32 He. 28:33 Yang kaya dicoba, yang miskin dicoba. 28:36 Mungkin orang beranggapan, "Kita pengin 28:38 dicoba dengan kekayaan dah. 28:41 kita sudah dicoba dengan kemiskinan, 28:43 kita mau dicoba dengan kekayaan atau 28:45 kita mau dicoba dengan kesehatan, 28:48 sudah pernah merasakan dicoba dengan 28:49 penyakit yang cukup lama. Allah dalam 28:52 mencoba hambanya sesuai dengan 28:54 kemampuannya. 28:55 Ada orang yang kalau dicoba dengan 28:57 kekayaan lupa diri, bisa menjerumuskan 29:00 dirinya ke dalam api neraka. Ada orang 29:03 yang kalau dicoba dengan kesempitan, 29:05 putus asa. Allah berikan cobaan yang 29:07 sesuai dengan kemampuannya. 29:12 Di samping Ayub menyadari bahwa 29:14 karakteristik kehidupan dunia ini adalah 29:17 ujian untuk menguji siapa yang syukur 29:19 dan siapa yang sabar. Beliau tidak 29:21 berkecil hati, tidak berputus asa. 29:23 Karena apa? Karena beliau berpegang 29:25 kepada Tuhan yang maha pengasih lagi 29:26 maha penyayang. Beliau merasakan ketika 29:30 anaknya satu persatu diambil oleh Allah. 29:33 Ini titipan dari Allah. Kapan Allah 29:35 mengambil? Saya tidak punya hak untuk 29:37 menolak. Dan ini bukan perpisahan 29:39 selama-lamanya. 29:40 Hanya beberapa saat dalam kehidupan 29:42 dunia. Ketika hartanya diambil oleh 29:45 Allah, dia mengatakan innalillahi ma 29:48 walillahi ma milik Allah semuanya. Dia 29:50 memberi kapan dia mau mengambil itu 29:52 menjadi haknya. Begitu juga ketika 29:54 tubuhnya dicoba dengan penyakit dia 29:56 tidak mengeluh. 29:58 Setelah menjalani cobaan baru memohon 30:00 pada Allah kesembuhan Allah sembuhkan 30:02 penyakitnya Allah gantikan apa yang 30:04 hilang dengan yang lebih banyak lagi. 30:06 Jadi setiap orang sebetulnya menjalani 30:08 cobaan belum tentu orang yang sedang 30:11 tertawa-tawa senang jiwanya bahagia. 30:16 Tapi orang-orang yang bersyukur pada 30:18 saat menerima nikmat, bersabar pada saat 30:20 menghadapi kepahitan hidup, mereka sadar 30:23 bahwa semua tidak lepas dari pengawasan 30:25 Allah yang Rahman dan Rahim. Merekalah 30:28 yang akan damai dan tentram hidup 30:30 mereka. [mendengus] Maka Nabi 30:32 mengatakan, "Sungguh menakjubkan keadaan 30:34 umatku ini. Seorang mukmin di saat dia 30:38 diuji dengan kebaikan, dia bersyukur. 30:41 Allah tambahkan nikmatnya." di saat 30:43 diuji dengan kesabaran, dia bersabar, 30:47 Allah ampuni dosa-dosanya, Allah juga 30:50 balas dia tanpa hisab. Jadi dalam dua 30:52 keadaan dia beruntung sama sekali. 30:54 Jadi kalau Bapak katakan dicoba dengan 30:56 sesuatu, lihat kehidupan dunia sebentar 30:58 lagi Bapak dan Ibu bakal tinggalkan. 31:01 Kita bakal menuju kehidupan yang lebih 31:02 kekal. Bumi di tengah-tengah alam 31:05 semesta ini hampir dikatakan ketiadaan. 31:08 Tak berarti apa-apa. yang kecil tapi 31:12 diperebutkan oleh bermiliar-miliar 31:14 manusia yang serakah dan rakus. 31:19 Padahal kalau mereka meninggalkan 31:21 kehidupan dunia yang usianya mungkin 80, 31:24 90 atau 100 tahun hanya 1/10 satu hari 31:28 akhirat. 31:29 Satu hari di sana sama dengan 1000 tahun 31:31 hitungan kita. Bedanya hari akhirat 31:33 tiada akhir. H 31:35 dan surga yang Allah sediakan bagi yang 31:37 beriman sebagaikan luas langit dan bumi. 31:40 Luas langit 31:41 dan bumi. 31:42 Ketahuilah bahwa dari hasil penelitian 31:46 bahwasanya 31:48 diameter dari alam semesta ini atau 31:51 universe yang teramati diperkirakan 31:55 sepanjang 93 miliar tahun cahaya. 31:59 93 miliar tahun 32:01 cahaya. 32:02 Cahaya. Padahal cahaya kecepatannya 1 32:04 detik itu 300.000 km. Kalau dari bumi 32:08 menuju ke bulan dengan kecepatan cahaya 32:09 hanya butuh 1 detik koma sekian. Dari 32:12 bumi ke matahari hanya membutuhkan 8 32:14 menit koma sekian. 32:17 Nah, bagaimana coba surga yang luasnya 32:18 bagikan langit dan bumi 32:20 dan diameternya sekarang yang teramati 32:22 yang diketahui manusia 93 miliar tahun 32:26 cahaya. Kira-kira mana yang lebih enak? 32:29 Bumi yang sempit, dempet-dempetan, 32:31 sesak-sesakan. Sekarang sampai napas 32:33 saja mesti antri sekarang. Bayangkan 32:36 coba. 32:36 Iya. 32:37 Apalagi dengan manusia-manusia yang 32:39 bermusuh-musuhan, yang rakus, yang 32:41 serakah, yang kehilangan rasa rahmat dan 32:44 rasa keadilan. Apa nyaman kehidupan 32:46 dunia? 32:48 Yang kita minta 32:50 hidup berbekal, amalan saleh yang Allah 32:53 ridai. Bukan bekal yang nyelamatkan 32:55 kita, tapi mengharapkan rahmat Allah 32:57 ditutup dalam keadaan husnul khatimah, 32:59 dikumpulkan bersama para kekasih Allah. 33:01 Itu yang kita rindukan. Adapun dunia al 33:04 kadarnya yang kita pakai, yang kita 33:06 makan, yang kita minum memberikan nafkah 33:08 buat keluarga. 33:10 Adapun lebih belum tentu bermanfaat buat 33:12 kita. Nah, kalau diberikan kelebihan 33:14 kita berinfak, membantu sesama sebagai 33:17 bekal akhirat, itulah merupakan 33:18 sebaik-baiknya harta di tangan orang 33:20 yang bersyukur kepada Allah. Wallahuam. 33:23 Baik ya. Terima kasih Ustaz jawabannya. 33:25 Pertanyaan dari Pak Yudi. Kemudian 33:26 pertanyaan dari Ibu 33:29 Cani Hujaifah nih ya. 33:30 Iya. 33:31 Ee Ustaz pertanyaannya mengenai bertanya 33:35 bagaimana berwudu waktu kita ee ingin 33:38 berangkat ke Surabaya, Ustaz ee memakai 33:41 kereta. Mohon pencerahannya Ustaz. 33:43 Mungkin dari Jakarta sampai Surabaya 33:45 nih, Ustaz. Jaraknya 33:46 cukup jauh dan berjam-jam Ustaz. 33:48 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna 33:51 ilman wa alhikna bisolihin. 33:54 Ada orang yang menganjurkan bertayamum, 33:57 tapi di kereta enggak ada enggak ada 34:02 abu atau pasir kan. 34:03 Kalau bawa ya bisa bawa. Tapi sebetulnya 34:06 kita di kereta api di kamar mandi itu 34:08 bisa berwudu dengan baik. 34:11 Biasa menggunakan pencetan kan. 34:13 H 34:13 kita ambil pencet ya. Tangan kanan kita 34:16 pakai ini 34:17 kita dengan niat bismillah kemudian 34:20 tangan kanan kita kita gunakan untuk 34:23 menyapungnya. 34:25 Ratakan pelan-pelan sambil berdoa. Mohon 34:27 agar Allah Subhanahu wa taala 34:29 membersihkan wajah kita yang 34:31 melambangkan hati kita ini. 34:33 Mensucikannya, menghapuskan dosa dari 34:35 pandangan kita, lisan kita, pendengaran 34:37 kita. Mohon pada Allah Taala. Nah, 34:40 tangan 34:42 kita pencet knot pakai apa? Tangan kita 34:46 yang sebelah kiri untuk menyapu. 34:48 H 34:49 menyapu bukan dari sini, 34:50 dari atas 34:51 supaya jangan berbalik ke 34:52 ke atas. Dari atas ke bawah. 34:55 Mungkin orang mengatakan kan Quran 34:56 mengatakan apa namanya? Filu wujuhakum 34:59 wa aidiyakum ilal marofiq. 35:02 Ilal 35:02 marfiq. 35:04 Basuh dari mulai apa? Ujung sampai ke 35:06 marafik. itu menjelaskan marofik bukan 35:08 memulai membasuhnya menjelaskan batasan 35:11 yang dibasuh 35:12 batasan yang 35:13 dibasuh 35:14 dibasuh karena kalau kita dari sini 35:16 kemari pasti berbahasa kemari tapi dari 35:18 atas sekali cukup jadi ambil pencet 35:21 tangan kanan ambil air sambil berdoa 35:25 agar dibersihkan tangan kita dari noda 35:26 dan dosa kemudian kita apa pencet pakai 35:30 tangan kiri ya kemudian kita basuh 35:33 tangan kanan kita basuh tangan kiri kita 35:35 dengan tangan kanan kita begitu ambil 35:36 air 35:37 basuh setelah itu sapu. 35:39 Mudah kan? Nah, bagian kaki ya ada yang 35:43 berpendapat menyapu apa menyapu di atas 35:46 apa? Menyapu di atas sepatu. Kalau saya 35:50 condong untuk mengikuti 35:52 pendapat sebagian sahabat. Menyapu di 35:54 atas kaki langsung. Ya, telapak kaki 35:57 kita sapu begini. Ambil air sedikit sapu 35:59 yang sebelah kanan ya sama yang sebelah 36:02 kiri seperti di pesawat juga begitu. 36:03 Maksudnya sepatunya enggak dibuka ustaz. 36:05 Apa? 36:05 Ada yang almas alhufin kan? 36:07 Iya. 36:07 Ya. Kalau saya lebih cocok menyapu 36:10 langsung di atas kaki. 36:11 Maksudnya sepatunya dibuka gitu, Ustaz. 36:13 Sepatu dibuka. 36:13 Iya. 36:14 Kita bisa pakai sendal langsung sapu di 36:16 atas kaki. 36:17 Yang karena itu sebagian sahabat 36:18 melakukan hal. 36:19 Iya. 36:20 Sapu. Jadi enggak membasahkan apa? 36:23 Lantai. 36:24 Lantai. Betul. 36:25 Enggak membasahkan lantai. Jadi ringan 36:26 sekali, simpel. Agama itu mudah sekali. 36:29 Iya. 36:30 Jadi kita mulai dari membasuh ya wajah. 36:34 dengan mengambil air dengan tangan kanan 36:37 kita sambil pencet dia punya knop. 36:39 Setelah itu untuk tangan kanan kita kita 36:41 pencet dengan tangan kanan kita basuh 36:44 tangan kanan kita dengan tangan kiri 36:45 kita. Setelah itu menyapu rambut 36:47 kemudian menyapu di atas telapak kaki. 36:49 Nah, yang condong untuk menyapu di atas 36:50 sepatu silakan. 36:52 Iya. 36:52 Nah, kalau saya memilih menyapu di atas 36:56 telapak bagian bagian atas telapak kaki 36:58 kita begitu. 37:00 Dan Allah Subhanahu wa taala la 37:02 yukallifulahu nafsan illa wus. 37:06 Jadi meskipun maksudnya tidak sesempurna 37:08 ketika di rumah gitu ya sudah cukup 37:11 Ustaz ya. 37:12 Baik Ustaz 37:12 cuma menyapu ada pandangan yang menyapu 37:14 dari sini ke at basuh kemari cuma 37:16 berbalik ke baju semuanya. 37:18 Hmm. 37:18 Jadi yang dan paling simpel kalau begini 37:22 air turun dan enggak banyak-banyak buang 37:24 air 37:24 dari sikut ke bawah gitu ya. 37:26 Dari sikut ke bawah. 37:26 Buat pendengar radio kayaknya enggak 37:27 ngelihat Ustaz ya. Iya. Jadi resiko dari 37:30 sikut ya resiko ke bawah ke apa namanya 37:33 sampai ke ujung jari. 37:34 Ujung jari ya. 37:35 Nah itu tidak akan berbalik. 37:36 Iya. 37:37 Walaupun ada pendapat mengikuti ee teks 37:39 Al-Qur'an 37:40 teksnya bukan pemahamannya. Jadi wujuhum 37:44 waidakum marfiq dianggap memulainya dari 37:48 ujung jari sampai ke sikut. Padahal 37:49 sebetulnya itu menjelaskan batasan yang 37:51 harus dibasuh. 37:53 Baik. Baik. Semoga terjawab ya Ibu Cani. 37:56 Insyaallah ee lebih mudah ya. Baik, 37:58 Ustaz, kita cobaan mungkin penutupnya, 38:00 Ustaz, sebelum kita akhiri. 38:01 Jadi, kesimpulannya dalam hidup ini 38:03 kalau kita betul-betul memurnikan ibadah 38:07 kita hanya kepada Allah, beramal juga 38:10 untuk Allah, menerima juga cobaan yang 38:14 datang dari Allah dengan penuh 38:15 keikhlasan, insyaallah dalam hidup ini 38:17 tidak akan pernah guncang dan akan 38:19 meleruskan hati kita tidak terbawa 38:21 kefanatikan pada kelompok, pada 38:23 golongan, pada sekta, pada mazhab. 38:25 Kenapa? Semuanya menuju Allah. Tapi 38:27 kalau kita melupakan al-ikhlas, akhirnya 38:31 berbalik semua untuk kepentingan kita, 38:33 untuk golongan, untuk ini, untuk itu dan 38:35 lain sebagainya. Tapi kalau yang ikhlas, 38:38 jangankan dia meminta dari orang, dia 38:40 rela berkorban untuk mendapatkan 38:42 keridaan Allah. 38:43 Nah, terjadinya 38:45 besek ya, kemudian juga pembayaran ini, 38:48 pembayaran itu. 38:49 Karena beramal bukan lagi untuk Allah. 38:53 Alasannya kita kan manusia butuh makan, 38:55 butuh minum kan. Kamu bekerja untuk 38:57 Allah sebagai apa? Sebagai ulama. Masa 38:59 Allah enggak berikan? 39:01 Kalau kamu percaya kepada Allah, pasti 39:02 Allah akan hidupkan kamu. Bahkan lebih 39:04 baik daripada mengharap dari manusia. 39:06 Jangan seperti kucing nungguin makanan 39:08 dari atas meja. Dikasih tulang kucing eh 39:11 tulang ikan yang tinggal tulangnya aja. 39:13 Kalau minta sama Allah, Allah berikan 39:15 yang terbaik buat kita. 39:16 Masyaallah. 39:16 Ini yang menyebabkan kenapa ustaz, kiai, 39:19 ulama diremehkan sama pengusaha, sama 39:20 pejabat. 39:22 Karena tidak punya wibawa harga diri. 39:25 Dia menginginkan apa yang di tangan 39:26 pengusaha, yang di tangan penguasa. Coba 39:29 inginkan di sisi Allah Taala. Walaupun 39:31 miskin, tegap kepalanya di hadapan 39:32 mereka. Bahkan berani mengitik, menegur 39:35 mereka. 39:36 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 39:38 Allah. Subhanakallahumma wabihamdik 39:40 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 39:43 wa atubu ilaik wal afu minkum. 39:45 Wassalamualaikum warahmatullahi 39:47 wabarakatuh. 39:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:49 wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat 39:51 renungan di bawah naungan Al-Qur'an 39:53 edisi dialog atau tanya jawab. Terima 39:55 kasih Ustaz atas jawaban-jawabannya dan 39:57 Iwan terima kasih juga atas 39:58 kebersamaannya. 40:00 Kami undur diri saya Rizal Hak bersama 40:03 teman yang bertugas ada Bang Ondi, Bang 40:04 Algi, dan teman-teman PKL nih ya. Bang 40:07 Yusuf sudah hadir belum ya? Unduruh 40:09 diri. Billahi taufik walhidah. 40:10 Wasalamualaikum warahmatullahi 40:11 wabarakatuh.