Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Tahir silaturahim dan rasil visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat masih
- bersama kami dalam kajian sirah sahabat
- bersama Ustaz Basuni. Dan kali ini kita
- sudah masuki sesi yang kedua. Ustaz,
- sudah ada beberapa pertanyaan yang
- masuk. Iya, saya bacakan. Yang pertama
- datangnya dari Ibu Liza Emilda.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Kamaruddin Basuni.
- Waalaikumsalam, Bu Lija. Tafadol, Ustaz,
- banyak sekali penentang keras Islam yang
- akhirnya justru berbalik membela Islam.
- Semoga masih bisa terjadi di zaman now
- saat ini, Ustaz. Amin. Apa sebab yang
- bisa membuat Abu Sufyan berbalik menjadi
- pembela Islam? Berapa lama Abu Sufyan
- bersama para sahabat lain membela Islam
- sampai akhirnya ia meninggal? Jazakallah
- khair, Ustaz. Ya. Baik, Bu Lisa. Abu
- Sufyan adalah salah satu sahabat yang
- mendapatkan hidayah dari
- Allah. Sekalipun keislamannya dia dalam
- posisi masuk dalam kategori tulaqo, tapi
- masih beruntung. Kenapa? Ya, yang
- membolak-balikkan hati itu kan bukan
- manusia. sampai Allah mengatakan
- inahum kalau kamu begitu kesengsrem
- begitu menghendaki agar mereka
- mendapatkan petunjuk kalau Allah enggak
- berkehendak ia tidak akan dapat petunjuk
- nah ini beliau termasuk orang yang
- diberikan petunjuk kenapa karena dia
- mengakui setelah dia melihat kebesaran
- Islam melihat kejayaan Islam masa
- kekafiran masih
- dipertahankan selama ini dia membela
- mati-matian harta bendanya kekuatan,
- kemampuan dibela untuk Quraisy untuk
- menjgal dakwah Nabi. Ternyata dakwah
- Nabi semakin kemari kok bisa diterima.
- Orang-orang awam bisa menerima apalagi
- orang cerdas. Nah, apa dia sama bisa
- mengand dengan orang bodoh? Dia orang
- intelijen, pintar, pintar, cakep,
- pimpinan. Wah, otaknya kan jalan
- loh. Apalagi setelah dia melihat dengan
- mata kepala, dia tahu Nabi dari sejak di
- Mekah. Nah, tiba-tiba dalam tempo
- singkat pindah ke Madinah, dia
- menggerakkan pasukan Madinah sehingga
- 10.000 pasukan tempur mati-matian
- membela Nabi. Wah. Nah, sementara orang
- Korea semakin kemarin semakin luntur,
- semakin amburadul.
- Ahah. Akhirnya di depan mata dia
- bagaimana kebesaran Allah. Sampai
- setelah dia masuk Islam, Rasul menyuruh
- kepada Abbas supaya nahan Abu Sufyan.
- Biar Abu Sufyan tahu bagaimana kekuatan
- Islam. Setelah satu persatu dia lewat,
- Abu Su nanya, "Abbas, ini pasukan
- siapa?" Kata Abbas, "Ini Sulaim." "Hah?"
- "Sulaim. Apa hubungannya Bani Suleim
- dengan saya? Saya enggak ada urusan."
- Mereka sahabat Nabi. Dia mendukung Nabi.
- Oh, iya ya. Kalau gitu. Heeh. Datang
- lagi pasukan. Wuh, ini siapa ini?
- Oh, ini pasukan sahabat Ansar dan
- Muhajirin. Uh, itu pasukannya
- hitam-hitam itu kan hanya kelihatannya
- baju besi. Itu pasukan Muhajirin dan
- Ansar di dalamnya ada
- Rasulullah. Apa dia
- bilang? Wahai
- Abbas, anak
- keponakanmu telah berhasil menjadi
- seorang raja besar. Bilangnya raja. Ya.
- Kata Abbas la bukan hua annuwah. Dia
- adalah
- kenabian. Jadi di depan mata Abu Sufyan
- tuh. Jadi Abu Sufyan karena ilmunya
- masih sedikit, Nabi disamakan dengan
- kerajaan. Kata Abbas, "Bukan, dia bukan
- raja, dia nabi." Oh, kalau itu iya oke
- baru dia iya dah kalau gitu dia nabi
- bukan raja. Nah, makanya sekarang juga
- ada orang menyamakan nabi itu raja. Ya
- salah. Nabi itu presiden ya salahlah dia
- nabi lebih mulia daripada presiden.
- Lebih mulia daripada raja. Nah ini harus
- bisa
- membedakan. Baik. Jadi kalau di zaman
- sekarang ada orang murtad mudah-mudahan
- kembali ya mudah-mudahanlah. Karena
- Allah senanti mengatakan faminhum man
- hadallah waminhum man yadillu. Ada orang
- yang diberikan petunjuk oleh Allah
- karena dia pengin petunjuk. Ada orang
- yang disesatkan karena dia enggak mau
- kembali. Banyaknya sesat terus. Maka
- kata Allah wusikir rasul. Barang siapa
- yang menentang
- rasul ma
- tawalla ke mana dia
- berpalw maka Allah akan memalingkan ke
- mana dia berpaling. Oh. Jadi orang kalau
- sudah menentang rasul ke mana dia
- berpaling orangnya dipalingkan oleh
- Allah yang jauh lebih jauh lagi. Maka
- memang kenapa orang itu tersesat? Karena
- dia enggak mau benar. Karena dianya,
- Ustaz, ya. Karena dianya enggak mau
- benar. Orang kalau pengin benar berarti
- kan ada keinginan. Ya Allah, berikan
- petunjuk. Ya, jangan jauh-jauhlah. Kita
- sekarang ada orang tiga orang ditawarin
- mau susu apa mau enggin. Oh, angrin.
- Apa? Engrin itu ya kalau kita mah
- pemampuslah. Heeh. Racunlah gitu.
- Mau susu apa mau anggin? Susu apa mau
- racun? Yang orang beriman pasti pengin
- susu kan cocok. Yang satu udah itu aja
- tuh yang
- mabuk itu gambarannya. Jadi Allah
- mengatakan wahadainahun.
- Kami tunjukkan kepada pada manusia dua
- jalan. Ini jalan hak ini jalan salah.
- Pilih mana? Yang pengin benar ya
- kembalilah kepada jah. Yang pengin salah
- pasti tidak mau di diatur. Makanya
- manusia itu ternyata ada dua. Faminhum
- mukmin waminhum kafir. Ada mukmin ada
- kafir. Maka oleh karena itu kita
- bersyukur kepada Allah menjadi orang
- mukmin daripada orang menjadi orang
- kafir. Demikian ya. Baik Ustaz kita
- angkat telepon Ustaz. Ada satu telepon.
- Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam.
- Dengan siapa, Pak? Di mana? Dengan Pak
- Rahmat di Kender. Pak Rahmat di Klender.
- Silakan, Pak. Iya. Saya mau tanya nih
- sama Pak Ustaz. Kan tadi menurut Pak
- Ustaz
- ee pernikahan boleh diwakilin. Hm. Iya.
- Terus kesatu, keduanya saya juga mau
- tanya itu anaknya Abu Sufyan itu kan
- nikah sama Nabi apasah kan kagak ada
- wali wali dari ini ya wali dari orang
- tuanya. Gimana tuh pas berlaku enggak
- tuh zaman sekarang tuh?
- Ya, cukup Pak Rahmat. Iya. Ee itu saja
- pertanyaannya. Iya, itu aja. Iya. Terima
- kasih. Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Pak Rahmat yang dimuliakan Allah. Ya,
- betul. Nah, kalau tadi pertanyaan kan
- menikah itu ada walinya? Ada. Yaitu
- walinya kan waktu itu yang diamanati
- oleh Nabi Raja Raja Najasi. Nah, terus
- siapa yang menyaksikan? Nah, yang
- menyaksikan kan ada saudaranya di situ.
- Nah, Nabi mengangkat kepemimpinan yang
- ada di negeri Habsi waktu itu amirnya
- Jafar. Jadi, Jafar itu sebagai amir.
- Kalau sekarang disebutnya amir waliyun.
- Nah, ulil amri. Nah, jadi walinya itu
- jadi ulil amri itu bisa jadi wali. Ya,
- jadi tidak mesti kalau bapaknya ada ya
- bapaknya, kalau bapaknya enggak ada ya
- saudaranya. Saudaranya enggak ada ulil
- amri di situ. Orang yang memimpin kaum
- muslimin di situlah. Itulah demikian.
- Nah, ya. Baik. Semoga tadi Pak Rahmat
- menyimak jawaban dari Ustaz Kanten Mas.
- Ustaz, selanjutnya SMS ini dari
- Bunda Rido, Ustaz. Iya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam. Pada zaman Rasulullah,
- apakah orang yang murtad itu mendapat
- hukuman, Ustaz? Ya, di zaman Nabi jelas
- setiap orang murtad pertama diingatkan
- kalau dia tetap bertahan itu sampai Nabi
- kan memerangi sampai keluarlah fatwa
- Nabi. Man
- baddaluhu siapa yang merubah agamanya
- bunuh kata Nabi. Jadi jangan main-main
- ya.
- Jadi merubah agama itu resikonya ya
- kematian. Kecuali kalau dia to tobat.
- Maka banyak di antara sahabat di zaman
- Nabi ada yang murtad hanya diingatkan
- kembali lagi tobat. Jadi itu halal
- darahnya, Ustaz? Halal darahnya.
- Maksudnya ee kita tahu siapapun yang
- tahu dia itu murtad enggak apa-apa,
- Ustaz. Ya, kalau memang dia siap
- berhadapan dengan resiko.
- Tapi kalau di zaman sekarang mungkin
- susah untuk menegakkan. Iya. Iya. Nah,
- karena sekarang ya mungkin
- perhitungannya panjang ya, pasti akan
- kena hukum undang-undang negerinya ya.
- Kalau di zaman Nabi karena dipimpin oleh
- Nabi hukumnya Islam ya berlakulah hukum
- Islam. Maka Musalemah Alkadzab setelah
- dinasiti oleh Abu Bakar sudah kembali
- dan dia tetap bertahan menjadi nabi
- palsu. Akhirnya diperangi kan oleh
- sampai terjelah peperangan yang
- disebutkan peperangan ridah. Ridah.
- Perang ridah itu peperangan antara
- pasukan Abu Bakar Siddiq dan pasukan
- Musalimah alkadzab. Dan dia punya
- pasukan sebanyak 40.000. Bayangkan
- 40.000 pasukan 40.000 pasukan Nabi palsu
- berhadapan dengan pasukan Abu Bakar yang
- sebanyak 11.000 kan jauh bedanya. Tapi
- dengan takdir dan izin Allah just yang
- 11.000 ini menang menghadapi pasukan
- Musailama yang banyaknya 40.000.
- Demikian ya. Baik. Ee terima kasih Ustaz
- atas jawabannya. Semoga tadi Bunda Rido
- menyimak jawaban dari Ustaz Kinas ini.
- Ini Ustaz ee pertanyaan terakhir mungkin
- Ustaz ya. Ya. Ee pada ini tadi sudah
- dijawab yang ini pertanyaan sama ini ada
- satu lagi ya. Ustaz tadi Ustaz
- menyebutkan ada peristiwa sibun. E maaf
- siib. Apakah peristiwa siib itu Ustaz?
- Iya. Peristiwa siib adalah peristiwa
- sebelum terjadi hijrahnya Nabi dari
- Makkah ke Madinah. Jadi peng alialihan.
- Jadi semua kaum muslimin dan orang-orang
- yang berpihak kepada kaum muslimin itu
- ditempatkan di satu tempat yang di
- tempat itu mereka tidak boleh bergaul
- dengan orang Quraisy selama kurang lebih
- 3 tahun setengah sampai Nabi dan para
- sahabat di tempat itu makan dedaunan
- karena tidak ada tempat halaman, tidak
- ada ruang yang membolehkan mereka untuk
- bergaul dengan orang Quraisy. Namun
- dengan takdir Allah dan izinnya akhirnya
- undang-undang yang mereka buat yang
- digantung di apa di dinding Ka'bah yang
- menyatakan bahwa mereka selama ini masih
- tegak maka tidak akan dihapus. Tiba-tiba
- e Nabi mimpi bahwa surat perjanjian yang
- dibuat oleh Quraisy itu dimakan rayap.
- He. Ah, tahu-tahu begitu beberapa tokoh
- Quraisy termasuk ee Abul Bukhtari, Adi
- bin dan lain
- sebagainya dia malamnya mimpi. Kemudian
- Rasul juga mimpi. Kemudian tokoh kisnya
- tiga orang teh pasti lah ya. Kalau itu
- tulisan tuh ya tulisannya sudah enggak
- ada.
- Cuma yang tidak dimakan ayam hanya
- kalimat bismillah
- alallah. Cuma itu aja. Yang lainnya
- dimakan rayap.
- Akhirnya setelah mereka lah siapa yang
- makan ya rayap itulah. Maka itulah
- kemudian batal itu perjanjian kemudian
- mereka kembali ke rumahnya masingasih.
- Demikian iya. Baik, Ustaz. Ee mungkin
- karena kita dibatasi waktu Ustaz. Iya.
- Baik. Mungkin ee bisa ditarik
- kesimpulan, Ustaz untuk pelajaran kali
- ini karena masih akan dilanjutkan ke
- depan pada pertemuan yang akan datang. I
- ya. Baik, Ikhwan dan Akhwat. Demikian
- tadi telah kita simak bersama pemaparan
- yang disampaikan oleh Ustaz Komaruddin
- Basuni dalam kesempatan kali ini sirah
- sahabat yang mengangkat ee tema sahabat
- Abu Sufyan Alhar. Baik, ikhwan dan
- akhwat, kami mohon maaf jika SMSnya
- tidak dibacakan semua karena
- keterbatasan waktu. Saya Khalid Mustofa
- ditemani Ondi juga Fahri dan Zen di
- switcher mohon pamit. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]