Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- wabarakatuh hamdan kirsir thyiban
- mubarokan f kama yuhibuna masih
- dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 kalimanggisur
- Bekasi inilah radio silaturahim dan
- rasil visual untuk Islam yang
- Ikhwan dan akhwat, seperti biasa di hari
- Senin ini edisi 23 Rabiul Awal 1439
- Hijriah atau bertepatan dengan tanggal
- 11 Desember 2017, Sirah Sahabat bersama
- Ustaz Komaruddin Basuni akan mengisi
- ruang dengar Anda. Dan senang sekali
- saya Khalid Mustofa ditemani Kang Fahri
- juga Bang Ondi
- akan bersama-sama mengkaji ee sirah
- sahabat bersama Ustaz Komaruddin Bosni
- dan alhamdulillah Ustaz sudah berada di
- tengah-tengah kita. Asalamualaikum.
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana kabar di pagi
- hari ini, Ustaz? Alhamdulillah lancar
- perjalanan dan tidak ada apapun.
- Demikian kemarin juga sudah silaturahim
- dari Jawa, Ustaz. Ya, I betul. Baik.
- Baik, Ikhwan dan Akhwat. Ee mari kita
- simak bersama pemaparan yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Komaruddin Basuni
- dalam edisi kali ini, yaitu sahabat Abu
- Sufyan bin Har. Siapakah beliau? Mari
- kita simak bersama. Tafadal, Ustaz.
- Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nastainuhu wafiruh wa naud
- nazubillahi min syururi anfusina
- wasayiati a'malina. May yahdillah fala
- mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah.
- Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa asyhadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Amma ba'd.
- Para pendengar Radio Rasil di mana saja
- berada dan juga TV Rasil. Alhamdulillah
- di hari yang cerah ini kita kembali
- untuk mengkaji sirah sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Pada pertemuan yang lalu kita
- menyampaikan sejarah tentang perjalanan
- sahabat Nabi yang bernama Anas bin
- Nador. Ya, untuk kali ini kita akan
- mengkaji sahabat Abu Sufyan bin
- Harb. Sering kita dengar nama Abu Sufyan
- itu selalu identik dengan kekafirannya.
- Jarang diungkap Abu Sufyan sebagai
- muslim. Nah, jadi ini perlunya ada
- keadilan ya. Jadi jangan satu sisi
- saja. Betul. Beliau sebelum masuk Islam
- itu menjadi musuh
- wahid dalam gerakan dakwah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Namun
- Allah memberikan hidayah kepadanya,
- kepada Abu Sufyan bin Harb ini. Dan
- akhirnya tidak hanya beliau yang masuk
- Islam, termasuk istri dan
- anak-anaknya. Ini kalau Allah sudah
- menghendaki hidayah kepada hamb-Nya,
- maka tidak bisa ada yang
- menolak. Nah, Abu Sufyan bin Harb ini
- lahir 10 tahun lebih awal dari
- Rasulullah.
- Jadi 10 tahun akan terjadi peristiwa
- tahun gajah beliau
- dilahirkan. Jadi dengan Rasul ya umurnya
- beda 10 tahun kurang lebih. Nah, beliau
- punya istri
- dua. Yang satu kita kenal namanya yaitu
- Hindun ya.
- Yang kedua istri beliau namanya Sub
- Sofiah
- yaitu binti Abul
- As. Nah, dari dua istri ini beliau
- memiliki
- anak. Dari Hindun lahirlah anak beliau
- yang bernama
- Muawiyah bin Abi Sufyan dan seorang lain
- Utbah. Itu dari Hindun. Kemudian dari
- isi yang satunya lagi dari Sofiah
- lahirlah seorang wanita yang dikenal
- dalam sejarah yaitu
- Romlah atau juga disebut namanya Ummu
- Habibah. Inilah ee
- perjalanan dalam keluarga Abu Sufyan bin
- Harb.
- Kalau diurut dari sisi keturunan dengan
- Nabi memang tidak ada ya, kecuali nama
- Abu Sufyan bin Alis. Nah, jadi dua tokoh
- Abu Sufyan sama-sama e preman Quraisy,
- pendekar Quraisy dan mereka memusuh
- Islam. Namanya sama-sama Abu Sufyan,
- hanya binnya yang beda. Abu Sufyan bin
- al-Haris ini anak uanya Nabi. Nah,
- kemudian yang kedua Abu Sufyan bin Harb.
- Ini tokoh Quraisy dan menjadi juga
- pemusuh Islam. Jadi dua-dua Abu Sufyan
- itu ditakdirkan oleh Allah masuk Islam
- di tahun yang sama, yaitu pada peristiwa
- tahun pembebasan kota Makkah atau Fathu
- Makkah.
- Baik saudaraku kaum muslimin yang
- dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Bagaimana langkah-langkah Abu
- Sufyan pada saat beliau menerima dakwah
- Nabi, maka beliaulah orang yang sering
- memberikan gelora semangat untuk
- menentang dakwah
- Nabi. Nah, didukung oleh seorang lagi
- yang namanya Abu Sufyan bin Al-Harit.
- Sama-sama ini orang. Dua orang ini
- memang penggerak inspirator ya terhadap
- orang-orang Quraisy yang membangkitkan
- semangat kebencian terhadap Islam. Jadi
- kalau umpamanya ada sekarang ini orang
- yang memberikan semangat untuk kebencian
- kepada Islam memang ada contohnya dari
- sono.
- Artinya ada keturunannya. Namun
- keturunan itu mestinya mengaca gitu ya.
- dulu yang
- membjinakan oleh Allah menjadi mualaf
- dan menjadi pembela Islam. Maksudnya
- sekarang pun seperti itu kalau kita
- ingin mengikuti sejarah peradaban
- tentang Islam berkembang melalui
- sahabat-sahabat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Baik saudaraku, bahwa Abu Utsman bin
- Harbah itu beliau memusuhi Nabi enggak
- tanggung-tanggung sampai terjadi suu
- peristiwa yang kita kenal yang namanya
- peristiwa Syiun.
- Peristiwa Syib. Di Syib ini
- Rasulullah diberikan satu ultimatun.
- Tidak boleh ada hubungan pihak Nabi
- Muhammad dan keluarganya serta
- orang-orang yang beriman dengan pihak
- Quraisy. Tidak boleh jual beli, tidak
- boleh ada pernikahan, tidak boleh ada
- persaudaraan lagi. Pokoknya
- putus. Sehingga Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dengan perasaan baca
- diungsikan di satu tempat yang dikenal
- namanya Syib. Nah, di si
- itulah yang sudah masuk Islam, yang
- belum masuk Islam. Pokoknya mereka yang
- pro kepada Nabi itu masuk dalam satu
- tempat, dalam satu
- perkemahan. Nah, sementara yang lain
- berada di pihak Quraisy. Sehingga Nabi
- tinggal di tempat itu kurang lebih 3
- tahun setengah. Itu yang
- mempelopori adanya itu dan adanya
- tokohnya Abu Sufyan bin Harb. Di situ
- ada Abu Jahal, di situ ada Abu Lahab, di
- situ ada Ikrimah. Nah, dari nama-nama
- ini ada di antara mereka yang gugur dan
- mati dalam keadaan kekafiran. Seperti
- Abu Jahal mati dalam kekafiran, Abu
- Lahab mati dalam keadaan kekafiran. Ya.
- Namun demikian, ada juga tokoh-tokoh
- Quraisy yang menjadi pembenci Islam.
- Wafatnya menjadi muslim, menjadi khusnul
- khatimah. Di antaranya Ikrimah, anaknya
- Abu Jahal. Terus siapa lagi? Abu Sufyan
- bin Harb. Nah, terus lagi Abu Sufyan bin
- Harit. Jadi Abu Sufyan ini dua-duanya
- dua-duanya alhamdulillah pulang kepada
- Allah dalam keadaan husnul
- khatimah. Ah, bagaimana itu tingkah
- perjalanan Abu Sufyan? Abu Sufyan bin
- Harab beliau punya profil tubuh besar
- ya, tinggi besar.
- Dan beliau punya
- kecerdikan lebih dari rata-rata orang
- Quraisy pada saat itu. Dan beliau
- diberikan oleh Allah ketajaman, berpikir
- cepat, tanggap, dan
- tepat. Itu Abu Sufyan. Dan beliau memang
- salah satu di antara tokoh Quraisy yang
- mengerti
- tentang
- gerak-gerik, isyarat-isyarat musuh bahwa
- di situ ada musuh dan ada TIR. itu bukan
- langsung dia melihat
- orang. Jadi kalau dia mengamati apakah
- di depan ada Musa atah tidak itu kalau
- dilakukan secara ee utusan mungkin
- ketahuan, tapi beliau ngirim mata-mata
- dan mata-mata ini susah
- diterk. Yang kemudian yang kedua beliau
- punya kelebihan apa? Pengetahuan yang
- tajam. Jadi kalau umpamanya ada
- gundukan kotoran karena di Makkah
- gundungan kotoran tercap unta itu beliau
- ingin mengetahui bahwa di depannya itu
- ada unta mana mana itu tahu beliau
- apakah orang Madinah apakah orang Makkah
- itu begitu lihat kotoran dibuka
- kotorannya terus ada
- biji-bijian itu beliau bisa menentukan
- dengan bijian itu. Ini untanya Madinah.
- Bahaya nih kalau kita kan berobol ke
- situ ya ada apa hubungannya tapi boleh
- dengan ketajaman berpikirnya cepat dan
- memang betul terjadi. Sehingga pada saat
- ee Abu Sufyan pulang dari Syam barang
- dagang Rasulullah menginstruksikan
- kepada para sahabatnya yang sudah ada di
- Madinah. Kata Nabi, "Cegat pasukan Abu
- Sufyan. Kenapa kita akan membalas
- perilaku mereka? Karena mereka telah
- banyak menggugurkan para sahabat. Ada
- yang dibunuh para sahabat, ada yang
- dicaci maki, ada yang disiksa. Itu oleh
- Abu Sufyan dan
- pasukannya. Nah, pada saat Abu Sufyan
- terdengar akan pulang lewat di Kota
- Madinah, Nabi langsung keluar dan
- disertai oleh para sahabatnya kurang
- lebih 300 orang. Nah, dalam peristiwa
- inilah
- akhirnya berita tiba-tiba sampai kepada
- Abu
- Sufyan bahwa Nabi sudah keluar dari
- Madinah. Nah, itu berita itu kok dari
- mana itu tiba-tiba sampai? Bisa tahu,
- Ustaz. Bisa tahu itu hebatnya Abu
- Sufyan. Dan untuk mengetahui Nabi
- posisinya di mana itu tahu herannya.
- Padahal jalannya kan banyak tuh
- lalikunya. Wah, itu hebatnya bukan main
- itu. Tadi di ananya bekas
- kaki, kaki unta, terus kotoran kotoran
- binatang. Maka pada saat ee Nabi
- mengirim intelijennya yang tidak bisa
- diketahui, langsung dia laporan langsung
- Abu apa? Mengambil strategi yang lain,
- tidak menggunakan jalan yang biasa
- dilalui langsung set menghilang.
- Tahu-tahu dia lolos dari sergapan. Ah,
- itulah hebatnya Abu
- Sufyan. Kemudian lagi, begitu Abu Sufyan
- sudah mendekati kota Makkah, diutus
- seseorang untuk
- menyampaikan. Pertama dia pesan sebelum
- e dia lolos agar pasukan Makkah
- mengirimkan bantuan. Kami terancam
- dengan pasukan Madinah. Maka salat ini
- sampai dengan cepat. Kemudian bergerak
- mereka di pimpinan Abu Jahal.
- Kemudian mereka berangkat kurang lebih
- 1000 orang. Kemudian setelah itu kembali
- laporan utusan Abu Sufyan. Enggak lama
- Bu Sufyan memberitahukan lagi bahwa
- bantuan yang sudah disiapkan enggak
- perlu karena kami sudah selamat. Ayo
- pulang. Jadi dua utusan tuh. Kemudian
- setelah utusan yang pertama saudara
- saya, utusan yang kedua ditolak
- jawabannya oleh Abu Jahal.
- Ngapain kita sudah keluar kok kembali
- lagi?
- Kita harus melanjutkan perjalanan sampai
- terjadilah perang Badar. Padahal Abu
- Sufyan sudah mengingatkan pulang pulang.
- Tapi Abu Sufyan dengan pongahnya harus
- melanjutkan perjalanan perjalanan ini
- dan kita tidak boleh menyerah. Kita akan
- memberitahukan kepada penduduk Makkah
- dan sekitarnya bahwa kami menang. Kami
- siap berhadapan dengan siapapun dan
- kapanpun. Tapi Abu Sufan mengingatkan,
- "Sudah pulang aja enggak diterima."
- Akhirnya terjadilah perang Badar dan Abu
- Jahal pemimpinnya mati terbunuh.
- Nah, kemudian dengan berita kekalahan
- perang Badar dibawa oleh seseorang budak
- ke kota Makkah pas waktu itu ketemu
- dengan Abu Lahab. Nah, Abu Lahab kenapa
- tidak ikut? Dia belum apa-apa sudah
- ketarkut mati. Maka dia menyeruh
- seseorang istilah kita preman
- bayaran atau prajurit bayaran. Ah,
- dikirimlah seseorang. Pokoknya kamu
- bergantikan saya, saya kasih upah sekian
- dijamin segalnya. Jadi ini saking
- takutnya Bu Lahab. Nah, begitu berita
- sampai kemudian diterima oleh orang
- Makkah
- di sambut berita ini oleh Abu Lahab
- dengan kecewa
- berat. Maka si anak muda yang memberi
- laporan tadi ditampar sama dia, dipukul.
- Nah,
- tuannya, tuan hamba saya ini di kota
- Makkah ini tahu nih hambanya ini
- diperlakukan kasar seperti itu. Akhirnya
- diambil tombak padahal perempuan itu
- dari belakang langsung dibidik pakai
- tombak mati. Jadi yang membunuh Abu
- Lahab itu
- bukan laki-laki gagal itu perempuan
- ternyata.
- Nah, inilah. Jadi udah kalah tokohnya di
- perang Badar. Kemudian tokoh yang tidak
- ikut mati juga habis itu. Nah, ini
- akibat apa? Akibat mereka mendapatkan
- berita yang membuat kecewa orang Makkah
- kemudian tidak suka berita itu
- disebarkan, dia lakukan kezaliman
- terhadap pembawa berita. Akhirnya oleh
- tuannya dibalas, matilah. Nah. Nah,
- terus bagaimana Abu Sufyan?
- Nah, Abu
- Sufyan memang orangnya cerdas
- ya. Maka beberapa
- peristiwa Abu Sufyan telah melakukan
- satu tindakan
- biadab. Maka Rasulullah mengutus dua
- orang termasuk salah satunya yaitu
- Abdullah bin Amr Adamri. Abdullah bin
- Amr Addomri. Nah, dia diutus oleh Nabi
- untuk membunuh Abu Sufyan. Karena banyak
- sahabat Nabi yang jatuh korban itu
- gara-gara perilaku Abu Sufyan. Sekalipun
- dia tidak bertindak tapi pasukannya
- dikerahkan dia. Termasuk salah satu
- sahabat Nabi adalah Khubaib bin Adi. Adi
- apa? Khubaib bin Adi ini di tarik di
- tiang gantungan kemudian disiksa sampai
- mati. Coba bayangkan. Nah
- kemudian dua sahabat ini masuk ke kota
- Makkah. Kemudian dengan cara
- meraba-raba. Jadi kalau malam dia ber
- apa? Bergerak. Nah, kalau siang dia
- bersembunyi di gua.
- Nah, suatu saat dia mengadakan aksi, dia
- kendaraannya ditaruh di bukit ya. Terus
- dia ngeluyur. Nah, istilahnya ngeluyur.
- Bag ketahuan
- dia, "Ini ada orang Madinah nih." Wah.
- Nah, waktu itu ee dia lewat di jenazah
- Khubaib bin Adi yang masih dalam keadaan
- bergantung. Dia copot itu jenazahnya tuh
- dia bawa lari. Nah, dari kejauhan
- padahal waktu dia lewat itu orang tidak
- ada yang melihat. H sampai dia
- menurunkan, sampai dia membawa itu
- jerajah itu. Tapi begitu sudah jauh baru
- mereka sadar lah ternyata itu pencuri
- dikejar. Nah, waktu dikejar takut-takpat
- jelajah hanya ditahu sudah lari. Nah,
- alhamdulillah dia selamat tidak
- didapatkan. Kemudian dia masuk lagi ke
- dalam gua bersembunyi. Nah, tiba-tiba
- ada orang namanya Umayyah bin siapa itu?
- Oh, dia mau mengejar nih Amr bin Domri
- ini pasti orang ini belum keluar dari
- kota Makkah. Pokoknya kita kejar. Ah,
- waktu dia mendekati gua dua
- persembunyiannya. Nah, pas waktu malam
- dia keluar. H keluar dia kan orang luar
- enggak ketahuan gitu. H bahwa di dalam
- ada orang langsung keluar langsung
- ditusuk pakai honjar. K itu
- belati dipukul bet bet bet bet bet bet.
- Nah, kaget dia teriak teriak minta
- tolong hampir penduduk Makkah keluar
- semua. Akhirnya mereka begitu keluar kok
- tokoh Mekah mati ini siapa pembunuhnya?
- Kata Amr bin Abi, "Kalau mereka masuk
- pasti saya kena." Tapi herannya kok
- mereka tidak mempedulikan siapa
- pembunuhnya. Jadi mereka hanya
- memperhatikan korbannya. H kata Amar,
- "Untung saya enggak ada yang ee menyerbu
- saya." Sehingga akhirnya setelah mereka
- menyelesaikan korban mereka jatuh
- kemudian mereka bawa. Nah, setelah 1
- hari 2 hari saya enggak langsung keluar
- karena khawatir ada apa-apa saya
- renungkan, saya lenyapkan, ternyata
- sudah tidak membicarakan lagi baru saya
- keluar. Jadi niat mereka Amr bin Amri
- itu adalah untuk membunuh Abu Abu
- Sufyan. Tapi ternyata gagal ya. Nah, ini
- rahasianya kenapa Allah tidak
- mengizinkan pasukan itu membunuh Abu
- Sulaiman tidak berhasil. Itulah
- rahasianya Allah yang maha tahu.
- Baik. Nabi di Madinah, Abu Sufyan
- akhirnya tahun berikutnya diangkat
- menjadi panglima, yaitu perang Uhud.
- Nah, tahun ke-3 Hijriah terjadi
- peperangan Uhud.
- Menang perang Uhud. Orang Quraisy menang
- secara kalkulasi menang. Kenapa? Karena
- muslimin waktu itu yang gugur syahid
- sebagai 70 orang. Tapi yang ee tidak ada
- satuun yang tertawan ya.
- Kemudian kaum muslimin yang gugur tadi.
- Nah, setelah itu Abu Sufyan naik
- gunung. Waktu naik gunung dia bersumpah
- atas nama Hubal. Begitu dia bersumpah
- atas nama Hubal kata dia, "Celaka
- Muhammad, kami menang." Hubal
- menang. Nabi langsung bilang sama Umar.
- Umar jawab, "Itu dia." Umar tampil dia
- bilang, "Hubal tidak menang. Yang menang
- Allah." Wuh. Kata Umar, "Iya saya. Kamu
- masih hidup?" "Masih?" Saya mau nanya,
- apakah Muhammad masih ada? "Masih," kata
- dia.
- "Nah?" "Saya percaya kepada Anda
- daripada saya percaya kepada Ibnu
- Qamiah. Karena Ibnu Qamiah sudah
- mengatakan Muhammad mati." Ternyata
- engkau mengatakan Muhammad masih hidup.
- Saya percaya kepada engkau daripada Ibnu
- Qamiah. Karena waktu itu Ibnu Qamiah ni
- tokoh Quraisy besar badannya gede itu
- dia dengan gagahnya melempar lembing dan
- membunuhnya. Yaitu ada orang mirip
- seperti dia. Seperti Nabi. Ternyata
- siapa? Banyak orang yang seperti Nabi.
- Di antaranya Mus'ab bin Umair. Mus'ab
- bin Umir. Nah. dan dia gugur di perang
- Uhud tadi itu. Maka dikira dia Nabi mati
- karena wajahnya mirip padahal itu bukan
- Nabi sahabat itu. Dan juga di situ peman
- Nabi wafat yaitu Hamzah bin Abdul
- Muthalib. Ah Abu Sufyan kata dia, "Sudah
- kalau gitu
- Umar kalau gitu perang kita
- seri. Artinya sama-sama. Ee dulu kamu di
- Badar menang, sekarang di HUD saya
- menang. Kalau gitu kita kembalian perang
- lagi untuk menentukan siapa pemenang,
- siapa yang kalah. Oke, kata Umar, kita
- jadian lagi perang.
- Loh,
- akhirnya ee mereka selesai dan Nabi
- sebelumnya kemudian mengurus jenaz
- jenazah jenazah yang gugur. Ah, kemudian
- satu persatu Nabi mempersilakan para
- sahabatnya, "Siapa yang masih kehilangan
- keluarganya silakan cari. Silakan cari."
- Sudah diumumkan semuanya. Mereka sudah
- berkata, "Sudah ya Rasulullah, sudah
- saya cariin dan ada kata Nabi." Namun
- saya pun kehilangan. Ahah. Kata Nabi,
- "Khirangan apa ya Rasulullah?" Julaibib.
- Julaibib belum kelihatan. Cari dicari
- oleh para sahabat ke sana ke mereka.
- Tahu-tahu di ujung sana ada sabir. Iya,
- saya menemukan ini
- Julaibib. Begitu dilihat Julaibib berada
- pada tumpukan ketujuh atau keedelapan.
- Jadi orang numpuk begini ini orang
- orangorang begini. Ternyata begitu Nabi
- datang kata Nabi, Julaibib sudah
- membunuh tujuh orang. Kemudian dia
- dibunuh. Nah, ini orangnya.
- Jadi, Julaibib itu waktu itu dia habis
- nikah. He. Nah, habis nikah kan
- dia selesai nikah punya pikiran karena
- apa? Dapat uang hadiah dari para
- sahabat. Habis nikah nih saya ini uang
- mau dikenain nih? Heeh. Belanjalah ke
- pasar. Kalau istilah kita ni umpamanya
- mau beli sarung,
- beli tempat tidur, perkakas rumah tangga
- lah semuanya. Tapi begitu dia di pasar
- sedang mencari-cari bahan, terdengar
- suara pemberitahuan, "Hai muslimin taal
- taalu. Pasukan Quraisy sudah siap mau
- menyerang kita. Ayo kita songsong. Ayo
- kita
- lawan." JBB
- mikir, "Apa beli terus? Apa beli apa
- ya?"
- Akhirnya kalau saya menghadapi mereka,
- masa saya ngegelincing. He. Akhirnya
- enggak bawa apa-apa. Akhirnya uang itu
- dibelikan senjata, dibelikan kuda.
- Bayangkan lengkap dengan peralatannya.
- Masyaallah.
- Akhirnya begitu dia maju ke medan
- tempur, apa yang
- terjadi? Gugur sebagai syuhada.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Nah,
- kemudian Nabi memberitahukan kepada
- istrinya, ya karena secara zahir Julaib
- itu wajahnya enggak baiklah. Kalau
- bahasa orang S mah goreng goreng lain
- goreng pisang.
- Jadi secara zir orang kalau nikah sama
- dia nyeselah gitu loh. Kurang ganteng,
- kurang gantenglah gitu. Tapi dia
- bersyukur itu suaminya apa istrinya itu
- mendapatkan karena kesalehannya. Tapi ya
- Allah
- takdirkan justru istrinya itu belum
- disentuh sama dia. Oh jadi belum malam
- pertama pun belum malam pertama itu jadi
- dia sudah disiapkan dengan
- bidadari-bidadari di sana. Masyaallah
- dan ternyata istrinya itu dalam sejarah
- itu seorang janda yang paling dermawan
- dan terkaya di Madinah. Itu mantan
- istrinya Julaibib. Masyaallah. Kena doa
- Rasulullah hartanya melimpah ruah.
- Masyaallah. Inilah salah satu darya
- pernak-perni apa yang terjadi setelah
- peristiwa perang
- Uhud. Terus akhirnya Nabi dengan Quraisy
- mengadakan perjanjian. Nah, dari
- perjanjian ini yang kita kenal yaitu
- yang namanya perjanjian Hudaibiyah. Nah,
- dari perjanjian ini terjadi salah satu
- hal yang sangat mengejutkan karena isi
- perjanjian dicoreng oleh orang Mekah
- sendiri.
- Maka salah satu tindakan untuk
- menyelesaikan melerai jangan sampai ini
- berkembang maka harus ada orang yang
- diutus. Nah, diutuslah Abu Sufyan. Wah,
- yang isinya bahwa mereka mengauki
- kesalahan ya minta izinlah kalau perlu
- dirubah lagi, dirobah lagi. Nah, Abu
- Sufyan ini pertama dia masuk ke rumah
- anaknya yaitu Ummu Habibah ini. Ummu
- Habibah ini yang menjadi istri istri
- Nabi. Kenapa? Nah, ini sejarahnya lagi
- nih. Waktu Ummu Habibah dinikah oleh
- seseorang yang bernama Ubaidullah.
- Ubaidullah. Nah, Ubaidullah ini adiknya
- Abdullah bin Jahsyi. Nah, Abdullah bin
- Jah seorang sahabat yang gagah, yang
- perkasa, yang gugur di medan tempur.
- Nah, sementara
- adiknya dia ikut hijrah bersama sahabat
- yang lainnya ke negeri
- Habsyi. Nah, istrinya itu Ummu Habibah
- Ubaidullah. Nah, begitu sampai di Nab
- apa? di Habs Ubaidullah ini murtad masuk
- Kristen. Coba bayangkan. Jadi kalau
- sekarang ada orang dari Islam masuk
- Kristen di zaman Nabi juga ada. Oh.
- Yaitu Ubaidullah itu adiknya Abdullah
- bin Jahsi.
- Nah. Nah. Waktu suaminya murtad kan
- istrinya itu merasa lah kenapa suami
- saya kok jadi murtad? H. Nah, saya
- sebagai istrinya istikamah dalam
- keislaman. Akhirnya singkatnya dengan
- takdir
- Allah
- cerai karena ee yang satu musyrik kafir,
- yang satu
- muslim. Akhirnya terjadilah penceraian
- dan enggak lama dia meninggal
- Ubaidullahnya
- di negeri sana dalam keadaan Nasrani. Ya
- sudah.
- Ah, setelah ee dicerai
- sebelumnya kemudian kan
- jatuh talak ya. Setelah
- idah, Rasul
- diberitahu ya kalau Rasul sih gampang
- yang beritahunya bukan kita langsung
- Allah mati malaikat. Nah, Rasul tahu nih
- seorang anak pemimpin besar anaknya Abu
- Sufyan namanya Ummu Habibah dibawa pergi
- jihad bersama suaminya dan sekarang
- suaminya sudah beda agama kemudian dia
- dicerai dia sudah selesai idahnya.
- Rasulullah ngisim surat, ngirim surat ke
- Raja Najasi yang
- isinya dengan mohon maaf istilah bahasa
- kita tolong dilamarkan Ummu
- Habibah agar Najasi melamarkan Ummu
- Habibah untuk
- Nabi.
- Akhirnya begitu selesai surat Nabi
- dibaca oleh
- raja-rajaasi kemudian dipanggil itu Ummu
- Habibah yang singkatnya bahwa dia
- diamanati oleh Nabi untuk melamar Ummu
- Habibah. Bagaimana?
- Siap ya? Siapa yang enggak siaplah nikah
- sama rasul? Dinikah sama Rasul ya
- siaplah. Akhirnya langsung enggak lama
- setelah itu diajarkan akad nikah
- wakilnya regenasi. Jadi nikah wakil itu
- boleh dalam Islam. Oh, cuma enggak boleh
- disentuh.
- Oh, gitu. Enggak boleh digauli ya.
- Bahaya hanya wakil aja ya. Nikah wakil
- nih. Jadi Nabi nahwakil mewakilkan
- kepada Raja Najasi agar menerima
- pernikahan dengan Ummu Habibah. Nah,
- karena Nabi minta tolong kepada Raja
- Najasi, maka maharnya yang saya baca itu
- seisi kopiah. Ini kan kopiah nih contoh.
- Jadi perhiasan ini emas, macam-macam itu
- penuh itu ya. Kalau diuangkan ya enggak
- kehitunglah saking banyak. Mungkin kopi
- yang dulu juga besar, Ustaz. Ya, kopi
- dulu. Ya mungkin gede. Jadi dari mulai
- perhiasan, cincin, gelang, macam-macam.
- Waduh ya orang
- kaya. Begitu selesai pernikahan langsung
- aja sih menyuruh ajudannya
- agar penganten baru ini diserahkan ke
- Madinah. Bayangkan coba.
- Masyaallah. Bagaimana baiknya dan
- bagaimana bijaknya seorang raja yang ada
- di negeri hak jauh karena dia raja itu
- sudah masuk Islam. Jadi siapa yang
- menerima keislaman raja najasi? Jafar
- bin Abi Thalib. Ya. Waktu sahabat Jafar
- dikirim ke Habsyi, dia memimpin pasukan
- muslimin. Diminta di oleh Raja Najasi.
- Dialah yang ditunjuk oleh kawan-kawannya
- untuk maju menghadapi Raja Najib. Nah,
- waktu terjadi
- dialoh, di antaranya, "Ada enggak ayat
- yang dibacakan oleh Nabimu dan kamu
- hafal?"
- "Ada bacakan" kata dia. Nah, ternyata
- yang dibaca surah
- Maryam kaf ha ya insod zikru rahmati
- rabbahu abdahu zakaria. Waktu itu
- dibaca semua yang hadir tidak ada satuun
- yang tidak meneteskan air mata pada
- nangis semua termasuk Raja Najasi dan
- para menterinya. Sehingga peristiwa ini
- diabadikan oleh Allah dalam juz yang
- ketujuh yaitu yang berbunyi
- azubillahiminasyaitanirrajim wa
- [Musik]
- samasulum minal. Begitu mereka
- mendengarkan apa yang dibacakan oleh
- Utusan tadi, maka kamu
- lihat air mata mengalir dan membasahi
- pipi-pipi. Karena mereka mengakui ini
- kebenaran yang halal. Masuk Islam semua.
- Rajanya masuk Islam, para menterinya
- masuk Islam. Ah, dengan peristiwa itulah
- maka berita sampai kepada Nabi dan
- akhirnya Nabi percaya kepada najasi agar
- dia melamarkan seseorang yang diminati
- oleh Nabi. Nah, inilah kisah perjalanan
- bagaimana Nabi menikah dengan Ummu Habib
- Ummu Habibah.
- Begitu mendengar ayahnya Ummu Habibah
- jadi istri Nabi, makin
- jadi. Bukannya sadar Abu Suan kalau
- bahasa kita mah makin gelo
- makin pikirannya makin bencinya. Waduh.
- Terus dia
- mengadakan ah manuver-manuver
- lagi. Sampai
- akhirnya satu saat waktu dia datang ke
- anaknya di Madinah, maksudnya mau menta
- ya karena dia punya kekeliruan
- pasukannya karena mengadakan tindakan
- yaitu Banu Huja'ah diserang oleh Banu
- Bakar. Nah, Banu Bakar ini adalah orang
- yang pro kepada Quraisy. Nah, bagaimana
- tindakan Banu Bakar terhadap Banu Huzani
- supaya tidak ada keterusan? Maka dia
- Banu Bakar lapor kepada Quraisy. Nah,
- Quraisy ketakutan. Takut tapi menyerang.
- Diutus Abu Sufyan
- supaya menyelesaikan. Nah, waktu dia
- masuk ke rumah anaknya Ummu Habibah.
- Nah, pas dia mau
- duduk kan tiker Nabi mau dudukin ditarik
- tikernya.
- Tikernya dia marah. Beginikah perlakuan
- seorang anak kepada ayahnya? Apa jawaban
- dari anaknya? Kata anaknya, "Ayah tidak
- pantas duduk di tempat Rasulullah suka
- duduk karena ayah masih musyrik.
- Sedangkan musyrik itu najis." Waduh.
- langsung dengan berang Abu Sufyan
- meninggalkan rumah ini dengan marah
- istilah bahasa
- ngomel-ngomelah. Waduh
- sudah jadi Abuan dengan dongkol
- diperlakukan begitu oleh anaknya karena
- dia mau duduk di tempat Rasul du duduk
- jadi anaknya enggak suka karena apa?
- Binaan akhlak ya. Jangan sampailah
- tempat Nabi terkotori dengan
- perilakunya. Nah, ya dari situlah Abu
- Sufat semakin ah gemes lagi. Kok jadi
- begini perilaku anak saya? Padahal Nabi
- tidak mengajarkan begitu. Hanya
- pemahaman Ummu Habibah aja. Nah,
- sudah itu
- akhirnya tadilah tahun yang disebut
- tahun Fathu Mekah. Tahun ah tahun
- pembebasan kota Makkah.
- Jadi tahun pembebasan kota Makkah ini
- Nabi mengerahkan 10.000
- pasukan. Nah, di satu malam yang 10.000
- ini
- megang obor. Bayangkan 10.000 obor.
- Kayak apa
- terangnya? Ya mungkin satu desa terang
- semua. Orang 10.000 berbaris dengan
- senjata lengkap dengan kuda, dengan baju
- besi segala macam. Bayangkan di tengah
- malam sama dinyalakan.
- Dan mereka berbaris rapat itu. Nah,
- orang-orang Makkah termasuk Abu Sufyan
- malam itu dia gelisah dia bisa tidur.
- Ada apa kata dia nih? Kok kayak ada
- suara gemuruh. Akhirnya dia keluar
- bersama temannya dua orang
- malam-malam. Kata dia, "Ada apa
- ya itu? Ada terang benderang.
- Jangan-jangan ini ada satu pasukan yang
- akan menyerang Makkah nih. Nah, dia
- malam-malam keluar. Nah, dengan seorang
- berama Budel. Budel. Budel namanya. Itu
- satu lagi saya lupa namanya. Dia sedang
- ngobrol
- bertiga tengah malam melihat cahaya di
- sebelah utara kota Makkah. Saya waktu ke
- kota Makkah terus Madinah saya
- membayangkan bagaimana waktu itu Abu
- Zfan di tengah malam kok bisa melihat
- cahaya itu? Karena memang Mekah Madinah
- enggak ada poboh memang hanya Indonesia.
- Dikit-dikit gunung. Di sana enggak ada
- gunung. Kalaupun gunung batu enggak
- seperti gunung kayak kita. Gunung gede,
- gunung cerme enggak ada di sana.
- Gunungnya pendek-pendek dan enggak ada
- pepohonan. Kalau ada pepohonan ya
- pohonnya pendek-pendek kecil. Pantes
- kata saya Abu Sufyan bisa melihat nyala
- api yang begitu besar tengah
- malam. Ahah. Tahu-tahu sudah ngobrol.
- Nabi pada saat itu
- mengutus Abbas bin Abdul
- Muthalib. Abbas diutus oleh Nabi untuk
- memberitahukan kepada penduduk Makkah
- agar mereka
- menyerah. Nah, dua tiga orang ini Abu
- Sufyan dengan teman sedang ngobrol. Kan
- suara tengah malam beda dengan suara
- siang hari. Iya. Kita dengar. Jadi
- begitu bersuara itu kan terbawa angin
- dan lepas itu kedengaran sama Abu Sufan.
- Jaraknya itu kurang lebih e sama Abbas
- mungkin antara 2 3 kilo jauhnya itu. Itu
- Abbas dalam keheningan tengah malam kok
- bisa ngedengar suara memangnya telepon
- belum ada telepon apalagi
- HP apalagi TV. Kata Abbas Abal
- Fadol. Jadi Abu Sufyan ee mengatakan
- Abadol kepada Abbas. Terus Abbas anta
- Abu Sufyan loh. Naam. Ana Abu Sufyan.
- Anta Abadol. Iya saya Badol. Wah jadi
- dikit telepon aja saling mengenal tapi
- mereka jarak jauh walau telepon wala
- HP. Akhirnya ngobrol dari jarak jauh
- akhirnya ketemu
- itu ketemu dia bilang Abu
- Sufy kamu sudah tidak
- bisa berhujah atau kamu melawan. Lihat
- pasukan Muhammad. Uh, itu pasukan. Iya,
- itu lihat cahayanya. Uh. Nah, sekarang
- saya ngasih tahu kau kalau mau siap
- siapkan pasukan. Tapi saya rasa kamu
- enggak akan mampu. Kamu ikut
- saya. Yuk, siap. Menurut satu riwayat
- yang doa suruh pulang. Hm. Abu Sufyan.
- Abu Sufyan ikut. Tapi menurut riwayat
- dia ikut di belakang. Tapi Abu Sufban
- naik kendaraan ee begol yang ditumpangi
- oleh Abu Abbas.
- Dipecut itu
- kendaraannya. Ah, waktu dia dipecut
- akhirnya lihat beberapa pasukan. Ini
- siapa? Ini siapa? Nah, dia tahu
- kendaraannya. Kendaraan Rasul. Ya, ami
- Rasulillah selamat datang bahagia. Nah,
- begitu lihat di pasukan Umar nih, kata
- Umar ini siapa ini?
- Abu Sufyan. Iya. Tunggu. Kata dia. Ada
- apa
- nih? Musuh adubullah. Kata dia musuh
- Allah nih. Nanti dulu harus berhadapan
- dulu dengan saya. Kata Abbas, "Memangnya
- siapa yang dapat dia?" Akhirnya Abu
- Sufyan cepat apa? Dibawa Abu oleh Abbas
- ke hadapan Rasul. Hadapan Rasul. Umar
- bin Khattab cepat lari untuk minta izin.
- H.
- Ternyata dua orang ini niatnya beda.
- Larinya sama. Lari sama-sama ke Rasul
- tapi niatnya beda. Ternyata yang duluan
- sampai
- Abbas sedang disampaikan, "Ya
- Rasulullah, saya bawa Abu Sufyan, saya
- mohon izin untuk melindungi." Oke.
- Datang Umar, "Ya Rasulullah, saya minta
- izin. Izinkan saya, saya mau menggal Abu
- Sufyan." Wah, jadi yang satu melindungi,
- yang satu mau menggal. Ribut di situ
- antara Abbas dengan Umar. Kata
- Nabi Bas cik orang init init init pergi
- pergi pergi init pergi pergi. Ribut di
- depanku ya. Bu Sufyan Abbas bawa Bu
- Sufyan ke kemahmu. Besok kamu menghadap
- saya. Jadi ribut ya cek bahasanya mah
- cek cok. Heeh. Jadi memperebutkan yang
- satu mau membunuh, yang satu mau
- melindung. Akhirnya dibawalah Abu Sufyan
- oleh Abbas ke kemahnya. Nah,
- pagi-pagi dibawa
- itu Abu
- Sufyan kemah Nabi. Nah, di situ ditanya
- oleh
- Nabi, "Abu
- Sufyan, apakah kamu mengakui bahwa tidak
- ada Tuhan kecuali Allah?" Iya, saya
- sudah
- mengakui. Nah, sekarang saya bertanya,
- bagaimana dengan keadaan kerasulan aku
- sebagai utusan
- Allah? Nah, ini yang masih ragu. Oh,
- waktu Umar ngomong, Umar ngomong minta
- izin. Kata
- Abbas, "Jangan bertindak begitu."
- Jadi artinya waktu dia masih ragu Abbas
- juga marah itu tadi ditarik dadanya oleh
- Nabi
- ditepak. Nah, waktu
- ditepak tiba-tiba hatinya luluh. H
- gimana ya? Sekarang saya mengakui engkau
- utusan Allah. Absidak ulurkan tanganmu
- langsung baiat. Masuk Islamlah Abu
- Sufyan. Abu Sufyan takbir sabar. Nah,
- itulah sejarah awal mula Abu Sufyan
- masuk Islam. Karena keislaman dia adalah
- masuk dalam kategori Islam
- tulakoqo
- kepepet. Itu yang dikenal dalam sejarah.
- Maka Islamnya orang-orang di masa
- terjadinya patuh Mekah itu masuk mereka
- ketag Islam tulako. Kenapa? Lihat
- pasukan hebat begitu rek lari ke mana
- manehna?
- Nyumput kenal orang irung enggak bisa.
- Nyumput orang cocopet enggak bisa.
- Sampai ada yang lari ke pantai laut
- merah dikejar sama keluarganya langsung
- dibawa ke hadapan Nabi. Akhirnya masuk
- Islam. Siapa dia? Ikrimah bin Abi Jahal.
- Demikian saudaraku ini masih kita
- lanjutkan mungkin dalam pertemuan
- berikutnya. Sejarah setelah dia masuk
- Islam ternyata Allah punya rencana dan
- punya rahasia tersendiri. Kenapa Abu
- Sufyan kok masuk Islamnya di tengah
- peristiwa patuh Mekah? Tidak seperti
- Umar, tidak seperti Ali. Ternyata Allah
- punya rahasia lain. Dia akan menghadapi
- satu peristiwa yang lebih besar lagi,
- yaitu menghadapi kerajaan Parsi dan
- Romawi. Dan ternyata dakwah dia itu
- alhamdulillah termasuk salah satu karya
- beliau, dia punya anak yang namanya
- Muawiyah. Dan Muawiyah ini anaknya Abu
- Sufyan. Dialah orang pertama yang
- diangkat oleh Abu Bakar sebagai wali
- atau gubernur di negeri Syam. Abu Bakar
- wafat dan Umar sebagai khalifah
- dikokohkan lagi oleh Umar. Muawiyah
- anaknya menjadi wali atau menjadi
- gubernur di negeri Sab.
- Wah, bapaknya Abu Sufyan masih hidup itu
- jadi anaknya. Karena Muawiyah itu
- anaknya jenius orangnya bisa baca, bisa
- nulis dan sebagainya. Nah, di situlah
- mulai berkiprahnya Abu Sufyan bersama
- anaknya Muawiyah melebarkan dakwah ke
- negeri Parsi dan Roma. Demikianum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- silaturahim dan rahasil visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat,
- demikian tadi telah kita simak bersama
- pemaparan yang disampaikan oleh Ustaz
- Komaruddin Bostin dalam kajian sirah
- sahabat kali ini, yaitu mengangkat tema
- sahabat Abu Sufyan bin Har. Baik, ikhwan
- dan akhwat. Untuk ikhwan dan akhwat yang
- bisa ee bisa kirimkan SMS pertanyaan di
- nomor
- 0811999720 atau di Line telepon kami di
- 0218451512. kami akan segerakan
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]