Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat,
- masih bersama kami dalam acara sirah
- sahabat kali ini bersama Ustaz
- Komaruddin Basuni. Baik, Ikhwan dan
- Akhwat. Kami masih menunggu ka SMS dari
- Ikhwan dan Akhwat di nomor
- 0811999720 atau telepon kami di
- 0218451512. Dan baik ee Ustaz, kita
- sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk
- saya bacakan saja. Pertama datangnya
- dari Bapak Budi di Jakarta. Ya,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak. Ustaz,
- apakah Abu Basir pernah mengikuti
- peperangan bersama Rasulullah dan pada
- perang apa? Apa saja, Ustaz? Syukran.
- Baik. Abu Basir termasuk salah satu
- sahabat yang memang dalam perjalanan
- Islam sangat singkat.
- dia tidak sempat mengikuti peperangan
- yang lain kecuali peperangan yang dia
- bawa sendiri. Oh, jadi di peperangan
- yang ee menghalang para
- pedagang-pedagang. Iya, pedagang itu aja
- yang dia memang lakukan karena dia
- merasa orang yang teraniaya waktu di
- kota Makkah. Kemudian dia disiksa maka
- dia mengadakan gerakan di lembah itu
- karena merupakan sebagai uji balas lah
- atau dia karena selama di Makkah disiksa
- oleh orang Quraisy maka dia mengadakan
- perlawanan pada saat dia bersama
- teman-temannya berada di lembah IS tadi.
- Demikian di dalam apa
- persembunyiannya di lembah IS itu tanpa
- semataan Rasulullah atau iya tanpa
- semataan Rasul kan Rasul pokoknya
- silakan kamu pergi tapi yang penting
- kamu jangan di Madinah di artinya apa
- dengan kalimat itu dia bisa mengambil
- kesimpulan berarti saya boleh tinggal di
- mana saja yang penting tidak di Madinah
- makanya pertanyaan dia apakah Rasulullah
- rida kepada saya nah waktunya ya rida
- nah kalau sudah tolong sampaikan salam
- saya. Jadi itu seolah-olah sudah menjadi
- satu peluang bagi dia. Demikian.
- Baik, terima kasih Ustaz. Ini SMS
- selanjutnya dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- ketika berada di lembah IS, apakah Abu
- Basyir masih dalam keadaan dalam
- keislamannya, Ustaz? Ini mungkin tadi
- kurang tidak menyimak, Ustaz ya. Oh,
- iya.
- Lanjut aja.
- Oke. Ini Oh, ini tadi perjan ee
- pertanyaan selanjutnya. Ustaz, siapakah
- yang menulis isi perjanjian Hudaibiyah,
- Ustaz? Dan apa sajakah isinya? Sekron
- tadi siapa itu? Tidak disebutkan juga
- namanya.
- Kalau yang menulis perjanjian Hudaibiyah
- adalah sahabat Ali bin Abi Thalib. Ali.
- He. Jadi dari dua pihak, baik dari
- Quraisy, baik dari Nabi, maka mereka
- setuju bahwa yang menulis perjanjian Ali
- bin Abi Thalib. Ali sehingga kalau ada
- sesuatu yang kurang cocok di antara
- kedua belah pihak, maka bisa mereka
- berunding. Nah, sehingga pada saat
- penulisan
- bismillahirrahmanirrahim itu kan
- terjadi ee deklok ya. Artinya utusan
- Quraisy tidak mau menerima kalimat itu
- ditulis. Nah, cukup dengan kalimat ee
- bismillah
- saja, enggak perlu pakai arrahman
- arrahim atau bismillah
- tawakaltu. Terus yang kedua pada saat
- penulisan min Muhammad
- Rasulillah itu pihak Quraisy tidak mau
- nerima kalimat Rasulillah.
- Kalaupun mau ditulisnya min Muhammad bin
- Abdillah tidak disebutkan rasulillahnya.
- Rasulillahnya sehingga Ali kukuh tidak
- mau
- menghapus. Kata utusan Quraisy kalau
- saya menerima kalimat itu berarti untuk
- apa ada perjanjian ini?
- Justru perjanjian ini terjadi karena
- kami Quraisy belum menerima hal itu. Min
- kata Nabi, "Sudah biarin enggak apa-apa
- hapus aja." Hanya Nabi sendiri menghapus
- dan Nabi menulis dengan kalimat min
- Muhammad bin
- Abdillah ila suhail rasuli ee
- Quraisy. Kepada utusan Quraisy. Suhail
- utusan Quraisy. Artinya hal-hal yang
- tidak disepakati oleh ke salah satu itu
- bisa dirundingkan dan bisa diatasi.
- Demikian mungkin isi perjanjian yang
- paling apa paling bisa dikenang adalah
- itu tadi, Ustaz. Apa orang Madinah yang
- kita isi perjanjian itu banyak di
- antaranya satu bahwa setelah peristiwa
- ini tidak ada lagi peperangan selama 10
- tahun. Satu tuh.
- Yang
- kedua, kalau ada orang Makkah datang ke
- Madinah, orang Madinah harus
- [Musik]
- mengembalikan. Tiga, kalau ada orang
- Madinah ke Makkah, orang Makkah enggak
- boleh mengembalikan. Ini yang dianggap
- curang
- nih. Karena kalau ada orang Makkah ke
- Madinah, orang Madinah mengembalikan.
- Sebaliknya kalau ada orang Madinah ke
- Makkah, orang Makkah tidak boleh
- mengembalikan. Ini yang dianggap oleh
- para sahabat curang
- ini. Tapi Rasulullah kok setuju? Kenapa?
- Nah, Rasul punya pandangan lain dan
- masih banyak lagi yang lainnya.
- Demikian. Iya. Baik, terima kasih Ustaz
- atas jawabannya. Kirin ini selanjutnya
- SMS dari Bapak Ahmad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz
- Komaruddin Bahsuni. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- berapa lama Abu Basyir dan
- teman-temannya dalam pengasingan sampai
- akhirnya beliau meninggal? Iya, beliau
- dalam pengasingan enggak lama, hanya
- beberapa bulan saja, bisa 2 sampai 3
- bulan. Jadi setelah di ee katakan diusir
- oleh Rasulullah, silakan pergi. Di
- Madinah itu 4 bulan sampai kurang
- lebihlah enggak enggak sampai 1 tahun
- sedikit sekali hanya beberapa bulan
- saja. Karena gerakan mereka itu sangat
- kentara sekali karena setiap orang lewat
- tidak ada yang dibiarkan. Kalau mereka
- lari
- mati. Kalau pengin hidup lari gitu.
- Kalau mereka pengin mati tempur dulu
- gitu. Makanya pasukan Abu Basir enggak
- pernah dia nyerah. Pokoknya kalau tidak
- nyerang dia kemudian bersikap brutal.
- Itulah. Jadi yang inilah yang dijadikan
- ee satu sandaran oleh orang-orang yang
- mengatasnamakan teroris. Katanya
- buktinya ada contohnya dari Nabi. Maka
- kalau kita lihat itu Abu Bas itu
- bertindak bukan atas izin Rasul. dia di
- luar sepengetahuan Rasul itu. Jadi kalau
- mengatasnamakan ada orang sekarang
- teroris itu ada contohnya Abu Basir lah.
- Abu Basar bertindak bukan instruksi dari
- Rasul bukan. Karena karena ingin
- memperlihatkan karena dia ingin
- memperlihatkan saya ini punya kekuatan,
- saya ini punya ijah. Kalau selama ini
- saya di Mekah diperlakukan zalim kepada
- kamu, sekarang saya akan membalas
- kezaliman kamu kepada saya. Lihat. Nah,
- ternyata dia punya pasukan, kan? Nah,
- itulah. Jadi, teman-teman yang dulu di
- Makkah yang dizalimi ikut semua ikut
- sama dia yang satu angkatan dengan dia,
- yang satu profesi yang banyak dihina.
- Karena sekarang dia siap untuk membela
- keijahan dia. Pokoknya siapa yang dulu
- pernah berbuat kepada saya, apakah si
- fulan ada hubungan ah pokoknya rasa lah
- gitu. Demikianlah. Jadi di situ juga ee
- yang mengampikan peperangan-peperangan
- yang dialami oleh Abu Basir sebenarnya
- peperangan menghalang itu ya. Ee bukan
- peperangan yang sifatnya seperti perang
- Badar bukan bukan seperti Uhud ya
- peperangan kecillah kalau istilah kita
- mah ya amatiran lah. Amatiran Ustaz ya.
- Ya. Baik Ustaz ini ada pertanyaan tapi
- di luar tema ini, Ustaz. Heeh. E
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Dari Bunda Rido,
- Ustaz. Iya.
- Ustaz, apakah sewaktu Salahuddin
- Al-Ayyubi membebaskan Al-Aqso pasukannya
- sebanyak masa kemarin yang berkumpul di
- Monas? Ustaz Syukran. Ulangi waktu.
- Apakah sewaktu Salahuddin al-Ayyubi
- membebaskan Al-Aqso pasukannya sebanyak
- masa kemarin yang berkumpul di Monas,
- Ustaz? Wah, kebetulan kemarin saya juga
- hadir di Monas, ya. Oh, siap. Itu
- manusia sampai enggak bisa ngitung ya
- saking banyaknya.
- Saya jalan dari mulai RSPAD itu dapat
- Subroto
- terus jalan begitu sampai di Menlu
- Menteri Luar Negeri itu orang sudah
- mulai berjubal situ tuh. Waduh kendaraan
- sudah mulai padat di situ tuh. Itu baru
- mau masuk tuh. Iya. Begitu masuk ke
- Gambir sama juga. Waduh enggak bisa
- lewat. Enggak bisa lewat. Kendaraan
- macet total di situ. Itu waktu mau masuk
- apalagi mau pulang.
- Ya, kalau dihitung kemarin berapa juta
- lah ya mungkin antara 3 4 juta ada kali,
- Pak. Karena itu di dalam juga penuh, di
- Monas, di luar juga penuh, di mana-mana
- penuh. Masyaallah. Tapi kalau kita
- melihatnya di atas Monas ya situ kalau
- saya kan di Monas juga ngelihat, di luar
- Monas juga ngelihat, di depan kedutaan
- besar Amerika ngelihat, di bawah
- jembatan ngelihat. Ya Allah, itu orang
- belum di sebelah
- sonhnya ya. Kalau dikalkulasikan sama
- apa tidak? Wallahuam bawabah. Pokoknya
- banyak. Demikian. Iya. Baik. Ee Ustaz,
- ini pertanyaan terakhir nih, Ustaz. Iya.
- Ee bagaimana cara
- menjaga hati ketika seperti Abu Basir
- tadi, Ustaz? Ee Rasul mengusirnya, tapi
- Abu Basir malah tidak marah kepada
- Rasul. Bagaimana untuk ya ini mon
- merupakan salah satu kebijakan seorang
- pemimpin ya jadi tahu nih kalau orang
- ini pulang dia sudah sampaikan akan
- alasannya saya enggak mau pulang karena
- apa saya diperlakukan dengan kezaliman
- nah sementara kita kan disuruh kata Nabi
- unsur zaliman au madluman tolonglah
- orang yang berbuat zalim dan yang
- dizalimi.
- unsur doiman au
- madluman. Ditolong orang yang zalim dan
- yang dizalim. Kalau menolong orang yang
- dizalim tahu. Nah, ini orang yang zalim.
- Maksudnya apa? Cegah kezaliman itu
- sampai tidak terjadi. Maksudnya itu.
- Nah, Rasulullah tahu nih kalau dia
- pulang ke sana berarti menolong orang
- zalim nih. Dia dibiarkan dalam keadaan
- ked qadim. Nah, akhirnya yang penting
- kamu tidak di sini. Nah, itulah kan
- salah satu. Jadi ee menghujat atau
- melanggar perjanjian juga tidak. Kenapa?
- Karena dia sekarang sudah tidak nerima.
- Karena kan perjan kalau ada orang Mak
- datang ke Madin kembalikan sudah
- dilaksanakan, sudah dikembaliin. Adapun
- dia nanti pergi itu bukan urusan dia
- urusan urusan orang yang bersangkutan.
- Nah itulah memang di situlah patonahnya
- Rasulullah. Fatonah patonah ee bukan
- politik bukan patonah. cerdasnya
- Rasulullah dalam memimpin umat. Demikian
- ya. Baik, Ustaz. Ee mungkin karena
- keterbesan waktu mungkin ee hikmah apa
- yang bisa kita ambil ee dari pelajaran
- dari sahabat Abu Basyir ini, Ustaz?
- Ya, hikmah dari perjalanan sahabat Abu
- Basir ini yang
- pertama selalu menjunjung tinggi
- perjanjian. Bagaimanapun itu berat
- rasanya, resikonya, tapi demi menjaga
- aufu bil unquud.
- Maka
- seluruh
- keterikatan
- emosional kemudian
- ketidakcocokan tunduk dengan peraturan
- Allah dan Rasul. Nah, jadi dia sekalipun
- kan jiwanya berani dia, tapi karena
- pimpinannya adalah Allah dan Rasul
- samina
- watona padahal dia rasakan begitu berat
- rasanya ya. Terus tapi karena Rasul
- sudah mengatakan udah kamu sabar aja
- karena aku sudah mengadakan perjanjian
- sudah
- samulah yang oleh Allah dikatakan dalam
- surat almukminun 51 inana mukminin
- duallahulih bainahum
- sam. Jadi orang mukmin itu hendaknya
- bersikap seperti Abu Basir tadi. Kalau
- ada perintah siap
- samina. Itu yang pertama. Yang kedua,
- kalau kita ingin jaya dalam segala apa
- saja, ingin berhasil
- usaha. Nah, Abu Basir kalau dia tidak
- punya usaha demikian, mungkin dia secara
- zohir,
- pertama prestasi dia tidak pernah
- dikenal.
- Kemudian harakah yang dia lakukan juga
- tidak pernah didengar, tapi karena dia
- ada usaha. Nah, usaha itu untuk apa?
- dalam rangka untuk mengatakan kepada
- dunia, "Saya masih ada, saya masih ada
- dan saya siap menghadapi
- permasalahan." Nah, itulah Abu Basir ya.
- Jadi, sekalipun dia di ee apa dibiarkan
- hidup, tapi dia tidak menggantungkan
- kepada orang lain, tetap dia berusaha
- karena Allah menciptakan dia ada tangan,
- ada kaki. Itu sebagai modal dalam
- berjalan, dalam berusaha. maka dia
- selalu bergantung kepada Allah. Kemudian
- yang terakhir, yang
- ketiga,
- saat yang sangat
- kritis itu dia selalu ingat kepada
- pimpinan. Bagaimana pimpinanku? Rida apa
- enggak?
- Nah, kalau pimpinan rida ya tolong
- sampaikan salam. Memang pimpinan orang
- beriman siapa lagi kalau bukan rasul.
- Itulah keteladanan dari Abu Basir.
- Dialah selalu mendahulukan pimpinan
- Allah dan Rasulnya. Demikian
- ya. Baik. Ee terima kasih Ustaz Kurudin
- B jazakallah khair atas ilmu yang telah
- diberikan di pagi hari ini. Semoga
- bermanfaat dan mempertebal keimanan.
- Baik ikhwan dan akhwat. Eh kami mohon
- maaf karena ketebasan waktu. Saya Khalid
- Mustofa ditemani Fahri Ondi juga Zin
- pamit undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- เฮ
- [Musik]