Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Rabbi zidni
- ilman allahumfani bima alamtani warzuqni
- ilma yangfauni. Masih dipantarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibur Bekasi. Inilah radio
- silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satuan dan akhwat. Senang sekali
- saya Khalid Mustofa bisa menemani Anda
- dalam acara sirah Sahabat. Seperti biasa
- di hari Senin kali ini edisi 18 Desember
- 2017 atau bertepatan dengan tanggal 30
- Rabiul Aal 1439 Hijriah. Dan seperti
- biasa di sirah Sahabat akan diisi oleh
- guru kita yakni Ustaz Komaruddin Basuni.
- Dan alhamdulillah Ustaz sudah berada di
- tengah-tengah kita. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana kabar di pagi
- hari ini, Ustaz? Alhamdulillah. Khair.
- Alhamdulillahir. Perjalanan lancar,
- Ustaz. Lancar. Alhamdulillah. Baik,
- ikhwan dan akhwat, mari kita simak saja
- bersama pemaparan yang akan disampaikan
- oleh Ustaz Kamaruddin Basuni dalam sirah
- sahabat kali ini, ya. Ini sahabat Abu
- Basyir. Siapakah beliau? Mari kita
- simak. Tafad, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- waastainuhu wasastagfiruhubillah.
- Ahdillah fala
- mudillalahudlil fala hadalah asadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma
- ba'd. Para pendengar radio silaturahim
- dan pamiarasa TV Rasil.
- Alhamdulillah di pagi yang cerah ini
- kita kembali untuk mengkaji tentang
- perjalanan sirah sahabat yang insyaallah
- hari ini akan kami sampaikan yaitu sirah
- sahabat Nabi yang bernama Abu
- Basir. Abu Basir adalah salah seorang
- tokoh muda dari kalangan
- Quraisy
- yang keislaman
- dia di kota
- Makkah
- itu
- ter hambat dengan hal-hal yang dia
- sendiri tidak bisa untuk melakukannya.
- Namun demikian, terjadilah satu
- peristiwa yang sangat membuat dia sebuah
- peluang untuk bisa dia hadir bersama
- Nabi, yaitu peristiwa Hudaibiyah.
- Karena di peristiwa
- Hudaibiyah itu disaksikan oleh orang
- banyak, baik dari kelompok orang-orang
- Quraisy dan juga dari kalangan Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- yang setelah perjanjian
- ditandatangani maka diberitahukan kepada
- seluruh yang hadir. Siapa yang akan
- bergabung dengan pihak Madinah silakan
- bergabung dan siapa yang akan bergabung
- dengan pihak Quraisy silakan bergabung.
- Jadi kesempatan ini membuat ya para
- sahabat yang tadinya mereka mau keluar
- dari kota Makkah mereka terhalang,
- mereka dijaga dan lain sebagainya. Nah,
- ini sekarang seolah-olah ada peluang ya
- karena sudah ada kesepakatan perjanjian
- Hudaibiyah dan di antaranya di situ
- diberitahukan secara terbuka karena
- disaksikan di sebuah tempat yang kita
- kenal namanya Saniatul Wada atau yang
- juga sering disebutkan istilahnya
- perjanjian Hudaibiyah. Nah, di tempat
- itulah Nabi ee dengan para sahabatnya
- sebanyak 1400 orang. Nah, dari Quraisy
- juga cukup banyak dan diwakili oleh
- seorang tokoh yaitu yang
- bernama Suel bin Amr. Nah, kemarin kita
- sudah menyampaikan yaitu anaknya Suhail
- ya, yaitu yang bernama ya Abu Jandal bin
- Suhail.
- Sekarang Abu Jandal. Nah. sekarang ada
- namanya agak mirip dikit. Nah, bukan Abu
- Jandal, Abu
- Janda. Nah, kita sekarang ini akan
- berkisah tentang Abu Basyir. Nah, kalau
- kita berbicara Abu Basyir itu selalu
- identik dengan Abu
- Jandal. Kenapa? Karena ini dua karakter
- ini sama-sama.
- dua anak muda yang punya keinginan kuat,
- namun mereka ee
- ter halang atau terkendala oleh hal-hal
- yang sangat-sangat mereka sikapi di
- keluarganya, yaitu orang tuanya sendiri.
- Abu Jandraal tidak bisa bebas karena
- orang tuanya begitu
- keras. Begitu Abu Basir juga. Abu Basir
- ya pemiliknya lebih keras.
- Nah, kita kembali kepada Abu Basir ini.
- Nah, Abu
- Basir begitu Nabi pulang dari perjanjian
- Hudaibiyah ke kota Madinah, maka Abu
- Basir dengan senang
- hati dia pokoknya mau ikut. Cuma waktu
- Nabi pulang dia mungkin enggak ada
- sesuatu sehingga tidak bisa bareng. Maka
- dia ikut belakangan. Nah, begitu dia
- sampai di
- Madinah, maka singkatnya dia langsung,
- "Ya Rasulullah, saya ikut di
- sini." Kata ee Rasulullah singkatnya,
- "Ya sayanglah katanya, ini kami sudah
- mengadakan
- perjanjian yang isinya yaitu kami harus
- memenuhi isi perjanjian. Kalau ada orang
- Makkah datang ke Madinah harus
- mengembalikan." Ya enggaklah. Nah, kalau
- bahasa kita
- amnya kan sudah ada pengumuman ya waktu
- di
- sono. Nah, di sono aja waktu diumumkan
- waktu itu ee Suhel melihat anaknya
- gabung minta
- dikembaliin. Artinya di saat itu, di
- menit itu waktu siapa yang mau bergabung
- silakan. atau anaknya yang mencatat
- administrasi perjanjian ikut ke barisan
- Nabi
- ditarik harus sesuai dengan perjanjian.
- Nah, ini juga kami
- bagi eh sedang
- ngobrol-ngobrol datang dua utusan dari
- Makkah yang isinya menyampaikan, "Ya
- Rasulullah, sesuai dengan perjanjian
- kalau ada orang Makkah datang ke Madinah
- harap dikembalikan."
- Kata Nabi, Abu Basir, "Thuh kan belum
- saya lama tuh datang tuh orang ngejemput
- kamu." Ah, Abu Bas bilang, "Enggak,
- enggak mau
- saya enggak mau." Kata Nabi, "Ya, Abu
- Basir, ini saya sudah mengadakan
- perjanjian, maka saya tidak mau
- mengkhianati
- perjanjian." Abu Basri menyampaikanlah
- alasannya, "Nanti kalau saya sana
- disiksa terus." Dia kan tiap hari
- disiksa itu disuruh kembali murtad lagi.
- Enggak mau saya. Nah, kata
- Nabi, "Kamu mohon pertolongan pada
- Allah." Ya, tapi sekarang karena mereka
- itu datang menjemput engkau, engkau
- ikut. Dengan berat hati itu Abu
- Basir dikawal oleh dua pemuda Quraisy
- untuk kembali ke Makkah.
- Ya, bagaimana orang lari ya kalau
- istilah sekarang mah kabur dari
- penjara tapi penjaranya penjara Quraisy
- lari ke Madinah disusul ya larinya ke
- mana lagi kalau tidak pada Nabi pasti.
- Nah, akhirnya ya Nabi dengan ikhlas ya
- mengembalikan mereka. Cuma Nabi pesan
- mohon perlindungan sama Allah ya yang
- sabar. Tapi hatinya tetap aja saya kalau
- sekarang pulang pasti saya disiksa.
- Wah, dicaci, dimaki. Sudah terbayanglah
- hari-hari yang dia lakukan di Makkah tuh
- seperti itu. Nah, sekarang dia digiring
- tuh oleh tokoh muda Quraisy untuk
- pulang. Nah, di satu
- tempat yang dia anggap aman, kata
- mereka, "Bro, kita istirahat dulu lah.
- Capek nih. Nih kita kan bawa bekal nih.
- Kita makan-makan dulu lah. Menghilangkan
- lelah, capeklah.
- Duduklah mereka
- bertiga.
- Nah, waktu duduk istirahat menikmati
- rezeki yang dia bawa sebagai bekal
- perjalanan makan minum ini. Abu Basir
- melihat kata Abu Basir kalau bahasa
- gampangnya, wah hebat amat pedangnya
- ya. Tajam ya. Oh ya tentulah.
- Sudah berkali-kali aku coba
- ini. Mungkin kalau bahasa kita jangan
- main-main
- kau. Ini sudah aku coba
- ini. Kata Abu Basir, "Wah, bagus amat.
- Kalau gitu boleh lihat enggak?" Ya
- bolehlah. Nah, jadi tidak ada curiga,
- tidak ada apa karena sudah dianggap
- sekarang dia Abu Basir sudah menjadi
- kelompok mereka bertigalah. Sudah.
- Nah, begitu pedang diserahkan kepada Abu
- Basir
- tuh ditatap oleh Abu
- Basir. Tetap bagus
- timbul. Wah, ini kesempatan nih. Aku
- sikat aja langsung disikat. Itu yang
- ngasih pedang langsung ditusuh
- bat. Nah, yang satunya kan ngelihat.
- Wah, begitu dipukul langsung darah
- tertumpah. Hanya kan dia lari lari
- dikejar.
- Nah, larinya ke mana? Ke arah Madinah.
- Temannya
- itu dalam rangka apa? Mohon perlindungan
- kepada
- Nabi. Saya bisa membayangkan bagaimana
- orang yang dalam keadaan ketakutan
- dikejar sambil yang ngejar bawa pedang.
- Waduh, itu kayaknya ciutnya lebih ciut
- daripada ayam dikejar sama temannya
- kalah
- bertempur. Putat petot kata orang Sunda.
- Lari sana, lari sini.
- Ucir enggak lama waktu itu Nabi sedang
- di masjid. Masuk ke
- masjid ada
- apa itu? Abu Basir bunuh teman saya tuh.
- Bahkan dia sekarang mau membunuh saya
- juga. Kata Abu Basir, "Habis sekaligus
- saya
- habisin." "Hei, Abu Basir," kata
- Nabi, "Kamu ini sudah mengadakan masalah
- yang lain lagi. Tidak ada seorang ibu
- yang mencetuskan masalah pengebaran api,
- pasti dia akan mendapatkan akibatnya."
- Artinya apa? Dia disindir oleh Nabi ni
- gara-gara anak seorang ibu. Maksudnya
- dia, dia kan mengebarkan api peperangan
- nih. Kan dia sudah bunuh. Waduh. Sudah
- sini kamu ya sama nam manut dia
- sidin. Hai Abu Basir
- bagaimanapun kamu pengin tinggal saya
- tidak izinkan kau tinggal di sini
- karena gara-gara ini. Heeh. Pokoknya
- Madinah tidak ada tempat bagi kamu.
- Terserah kamu mau ke mana aja.
- Terus orang ini diamankan udah kamu
- pulang yang dikejar yang dikejar tuh
- pulang. Nah Abu Basir
- sekarang nah Abu Basir mikir kan tidak
- ada tempat di
- Madinah. Ke mana aku nih? Pulang ke
- Makkah pasti kata dia. Kalau tidak
- dicaci maki disiksa sudah.
- Nah, dia melihat gelagat Nabi. Katanya
- Nabi e mempersilakan silakan aja yang
- penting tidak di tidak di Madinah. Saya
- enggak mau ke Makkah. Ah, saya mau kalau
- bahasa saya g ah lamun itu saya arek
- luntang-lantung aja. Anu penting saya
- mah hirup
- gitu. Ternyata Bapak saya jalan tuh
- jalan jalan dia pamit sama Nabi. Saya
- pamitlah. Iya silakan. Pokoknya kamu
- tidak ada tempat untuk tinggal di
- Madinah. Sudah setelah pamit dia pergi
- ke mana dia peraginya? Ke arah yang
- menuju pantai laut
- merah. Ini dari Madinah itu ke arah
- barat
- dia.
- Nah, jalan dia. Dia kan memang tukang
- jalan. orang ini tahu nih dia ternyata
- ee dia tahu bahwa di suatu tempat itu
- ada tempat khusus lalu-lalang pasukan
- Makkah. Kalau mereka dagang ke negeri
- Syam itu mereka pasti lewat situ. Wah,
- sekarang nama tempat itu apa, Ustaz?
- Nah, akhirnya ketemulah tempat itu
- namanya Lembah Is. Lembah
- IS yang berada di tempat
- itu. Nah, berita kehadiran dan berita
- hilangnya Abu Basir dari Madinah
- tertangkap oleh intelijen-intelijen
- Mekah. Kalau bahasa kita mah gawat nih.
- Gawat
- geus lamun orang ieu yeuh keluyuran
- gawat lah kitu.
- Ternyata informasi ini langsung disadap
- oleh tokoh-tokoh muslim yang mereka
- dipenjara dan mereka dikungkung oleh
- masyarakat
- Quraisy. Akhirnya mereka seolah-olah
- punya tempat nih gabung ke Madinah
- enggak boleh karena ada surat perjanjian
- Hudaibiyah. Udah akhirnya mereka kumpul
- dengan Abu Basir termasuk anaknya Suhail
- yang namanya Abu Jandal. I ah Abu Jar
- gabung ke situ. Nah, ini kan tadinya
- sahabat nih berpisah beberapa saat
- kemudian kumpul
- lagi. Kemudian dia kedengaran lagi oleh
- muslimin yang lainnya. Akhirnya
- bergabung sampai kurang lebih mencapai
- 40
- orang. Dalam satu riwayat bahkan hampir
- 80 orang. Jadi orang-orang Makkah yang
- mereka
- di tekan, dihinakan, kemudian mereka mau
- pindah ke Madinah sudah ada garis
- pemisah. Akhirnya mereka bergabung di
- Lembah Is. Nah, di lembah IS mereka
- mengadakan
- strategi. Apa strateginya?
- Pokoknya setiap orang lewat ke tempat
- itu, apalagi orang Quraisy
- sikat. Ada orang Qurais pulang dagang
- serbu ya. Diserbu mereka kan
- ketakutan barangnya ditaruh orangnya
- pergi ngacir
- hampir. Kemudian lagi ada orang mau
- dagang ketahuan kejar lagi. Uhuh. Lari
- terbit habis gitu terus.
- Kadang kala di antara mereka ada yang
- berani melawan. Terjadilah perang.
- Pokoknya kelompok Abu Basir enggak
- pernah
- nyerah. Dia ingin menampilkan di depan
- tokoh-tokoh Quraisy. Saya sekarang sudah
- punya satu wilayah. Anda berani lewat
- siap berhadapan denganku. Wah.
- Seolah-olah nangtang ni Abu Basir.
- Sampaikan kepada tokoh-tokoh Quraisy.
- Saya siap di sini menanti kau. Waduh.
- Akhirnya para pemimpin
- Quraisy yang tadinya mereka dengan
- adanya perjanjian Hudiabiyah akan
- membawa dampak keuntungan yang banyak.
- Tapi ternyata apa terak?
- Justru kenyataannya mereka banyak
- kerugian karena ada pasukan yang tidak
- diduga yaitu pasukan Abu Basir
- ini. Sesudah
- demikian akhirnya tokoh-tokoh
- Quraisy berpikir ulang
- nih gimana ya
- caranya. Udah bikin surah kepada Nabi.
- Mereka bikin surah kepada Nabi yang
- isinya supaya kelompok Abu Basyir
- ditarik.
- dan tidak ada di tempat itu.
- Dipersilakan kepada Nabi. Wah, begitu
- Nabi baca surat ya sudah hanya Nabi
- ngutus seseorang bikin surat. Abu Basir
- dan kawan-kawannya sudah sekarang Anda
- pulang ke Madinah. Aku menerima
- kehadiranmu. Balik lagi. Iya. Akhirnya
- utusan sampai.
- Oh, begitu sampai
- ternyata Abu Basir sedang dikeroyokin
- orang. Apa bukan dikeroyokan?
- Dikerumunin. Terus kata utusan ini ada
- surat dari Rasulullah kepada Anda dan
- lain. Abu Basir begitu dengar kata
- beliau, "Apakah
- Rasulullah telah rida kepada saya?"
- Maksudnya posisi saya, keadaan saya yang
- sekarang saya di sini. Saya mau nanya,
- apakah Rasul rida kepada
- saya? Kata utusan kalau Rasulullah
- enggak rida, enggak mungkin diterima.
- Balik lagi menerima engkau kembali
- memberikan
- surat. Yang ditanya tuh diam juga. Tanya
- lagi, "Apakah Rasulullah rida kepada
- saya?"
- Iya, Rasulullah rida kepada kamu. Begitu
- dia jawab, Rasulullah rida, kalau gitu
- tolong sampaikan salam saya kepada
- Rasul. Itu kalimat terakhir
- tuh. Waktu dia bilang, "Sampaikan salam
- saya kepada Rasul." Wafat Ibu Mesir.
- Jadi belum sempat kembali ke Madinah.
- Belum sempat ke
- Madinah. Coba. gitulah. Inilah yang
- dalam tarik disebutkan ada orang yang
- singkat hidup di dalam
- Islamnya hanya beberapa saat, enggak
- sampai tahunan. Kemudian dipanggil oleh
- Allah dalam keadaan husnul khatimah.
- Masyaallah. Masyaallah. Itulah dia Abu
- Basyir ya. Nah, sementara teman-temannya
- yang lain tuh pindah semuanya ke Madinah
- ya, termasuk Abu Jandal dan lain
- sebagainya. Kemudian mereka diberikan
- tempat oleh Nabi dengan seluas-luasnya.
- Dan akhirnya mereka inilah yang sisanya
- daripada Abu Basir ini mereka bisa
- memimpin pasukan besar setelah Rasul
- wafat pada saat mereka hidup di zaman
- Khulafaur Rasyidin almahdiin.
- Demikian walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]