Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu
- bilhuda winil haq liudhirahu aladdini
- kulli wa kafa billahi syahida. Ashadu
- alla ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadar rasulullah. Allahumma sholli
- ala sayyidina Muhammad wa ali sayidina
- Muhammad. masih dipancaruaskan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi, Radio
- Silaturahim, dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu untuk Indonesia bersatu.
- Alhamdulillah berjumpa lagi dengan saya
- Muhammad Arifin ditemani oleh rekan saya
- Ondi di balik eh kamera dan juga ada
- Bung Andre Seruput di balik meja
- operatol dan juga Anis Mualim dalam
- acara sirah Sa bersama Ustaz Komaruddin
- Basuni yang akan mengangkat sahabat
- Rasulullah
- yakni Hasan bin Ali bin Ali yang
- insyaallah beliau akan memaparkan
- seperti apa karakter dan juga
- kepribadian sahabat Hasan bin Ali
- tersebut. Baik, Ustaz. Seperti apa ee
- beliau ini kepribadiannya serta di dalam
- pandangan ataupun di lingkungan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan para sahabat? Tafadul, Ustaz. Iya.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nasta'inuhu wafiruh wa naud
- nazubillahi min syururi anfusina
- wasayiati a'malina.
- May yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma ba'd.
- para pendengar Radio
- Silaturahim khususnya yang ada di Jabo
- Detabek, kemudian
- Sukabumi,
- Semarang, kemudian Jawa
- Timur,
- Batam, Singapura, Malaysia, Thailand,
- Filipina, dan negara-negara yang ada di
- Asia juga yang ada di belahan dunia
- seperti di Australia, di Eropa, di
- Amerika.
- Mudah-mudahan pada pagi ini Allah
- memberikan kemudahan serta kelancaran
- dalam segala aktivitas.
- Demikian
- pula para pemirsa
- TV yang selalu
- mengikuti acara qisah ashabur rasul.
- Sahabat-sahabat Rasul ini oleh Allah
- diberikan pencerahan sehingga bisa
- mengambil ibrah dari perjalanan sahabat
- Nabi ini. Untuk kali ini kami akan
- sampaikan tentang sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dan sekaligus
- beliau adalah
- cucu dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yaitu Hasan bin Ali.
- Jadi Hasan bin Ali
- ini
- merupakan anak dari sang ibu yang
- bernama
- Fatimah atau disebut Fatimatuz
- Zahra. Fatimatuz Zahra menikah dengan
- Ali bin Abi
- Thalib. Berarti masih
- sepupuan. Rasulullah kan anaknya
- Abdullah.
- Ali anaknya Abu Thalib. Nah, Abu Thalib
- sama Abdullah itu adik
- kakak.
- Nah, Ali dinikahkan dengan anaknya Rasul
- yang bernama
- Fatimah. Dari pernikahan
- ini punya anak di antaranya
- Hasan, ada lagi Husein dan lain
- sebagainya.
- Nahasan pada saat
- beliau diberikan karunia oleh Allah
- Subhanahu wa taala, yaitu beliau itu
- punya wajah mirip seperti Rasul.
- Subhanallah. Bayangkan yang memang dari
- sonhnya air laksana air yang bersih,
- otomatis ya ke bawahnya air bersih juga.
- Subhanallah. Jadi Rasulullah punya anak
- bernama Fatimah. Fatimah punya anak
- Hasan. Nah, Hasan ini wajahnya hampir
- menyerupai Rasul.
- Putihnya bentuknya hampir
- sama. Dan beliau sangat dikagumi oleh
- kaum
- Hawa karena
- kegantengannya. Kemudian cara tutur
- katanya. Kalau beliau berbicara itu
- seolah-olah menusuk hati seseorang.
- ini hebatnya Hasan bin Ali dan
- beliau memiliki istri yang cukup banyak
- ya. Nah, saking banyak orang pengin
- dinikah sehingga beliau sudah sampai ke
- puncaknya empat sehingga ada yang
- dicerai nikah
- lagi. Beliau menurut riwayat yang kami
- baca punya isi sampai sembilan. He. Tapi
- bukan berarti sembilan itu ada semua ya.
- ada yang meninggal, ada yang dicerai dan
- lain sebagainya, tapi tetap tidak
- melebihi kapasitas dari yang diwenangkan
- oleh Allah bagi kaum laki-laki.
- Nah, beliau punya
- anak kurang lebih anaknya 13 ni Hasan
- ini. Nah, bagaimana ini Hasan bin Ali
- ini kisah perjalanan hidupnya?
- Pada saat beliau dilahirkan oleh ibunya
- yang bernama
- Fatimah, pada waktu
- itu pernikahan Ali dengan
- Fatimah itu
- pernikahan seperti seorang
- putri karena beliau Fatimah putri
- Rasulullah dan beliau punya wajah yang
- masyaallah cantik ya Fatimah putri istri
- Rasulullah. Maka digelari
- Azzahra. Fatimah tu Zahra. Zahra itu
- kalau bahasa gampangnya bunga yang
- sedang
- mekar. Ini biasanya identik dengan
- keumuman kaum wanita itu selalu identik
- dengan bunga. Maka kalau orang senang
- kepada seorang perempuan itu hadiahnya
- bunga. Jadi bunga ini identik dengan
- seorang gadis yang sedang tumbuh mekar.
- Jadi hampir semua kepada bunga itu
- senang. Jarang orang yang tidak senang
- dengan bunga. Dari mulai anak kecil
- sampai orang dewasa itu senang sama
- bunga. Dan bunga
- ini disentuh tidak sembarangan
- makhluk. Kalaupun ada yang nyentuh
- makhluk itu tidak bisa atau tidak
- mengganggu posisi itu bunga sendiri.
- Jadi bunganya utuh seperti
- binatang-binatang pada saat dia
- mengambil e sari bunganya itu bunganya
- enggak rusak. Nah itu gambarannya
- seperti itu. Karena
- menjaga eksistensi bunga itu sendiri dan
- menjaga keindahan warna bunga dan lain
- sebagainya.
- Nah, Fatimatuz seorang gadis yang
- manis, berharkat mulia,
- berwibawa, dinikah oleh seorang sahabat
- bernama Ali, seorang pemuda yang gagah,
- yang
- pemberani, yang punya wajah yang
- lumayan. Ya, masyaallah. Nah, dari
- pernikahan ini
- maka selama Ali dengan Fatimah berumah
- tangga itu sempat Fatimah ngadu sama
- Rasulullah, yaitu beliau hari-hari
- bekerja layaknya seorang ibu.
- Kadang-kadang beliau menumbuk
- gandum, kemudian masak dan lain
- sebagainya itu ditangani
- sendiri. Ya, kalau gampang bahasa kita
- ya nyuci, yang ngegosok ya masak, ya
- ngasuh anak. Nah, maka peristiwa ini
- akhirnya membuat beliau
- ingin ada orang yang membantunya.
- Maka tidak lama beliau mendengar bahwa
- Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mendapatkan
- hadiah dari seseorang. Kemudian
- terdengar oleh Fatimah. Maka Fatimah
- datang kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sallallahu alaihi wasam.
- Nah, dengan
- harapan ya beliau memahami apa yang
- dilakukan oleh Fatimah. Namun sayang
- waktu itu Rasulullah sedang tidak ada di
- rumah yang ada istrinya Aisyah
- radhiallahu
- anha. Begitu sampai Fatimah menyampaikan
- kepada Aisyah. Kata
- Aisyah, "Apa yang kau
- maksudkan? Karena Rasul enggak ada,
- barangkali saya bisa menyampaikan."
- Nah, Fatimah enggak sampai hatilah
- menumpahkan apa yang akan disampaikan
- kepada ibunya, yaitu ibu tirinya
- Aisyah. Akhirnya dia salam saja terus
- dia pulang. Begitu Rasulullah pulang
- sallallahu alaihi wasallam disampaikan
- oleh
- Aisyah, kata Aisyah, "Ya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, bahwa tadi
- Fatimah datang ingin menyampaikan
- sesuatu kepada
- engkau." Waduh. Rasulullah begitu dengar
- laporan dari Aisyah, maka akhirnya
- beliau tidak banyak berpikir
- panjang. Pasti anakku ini ingin ketemu
- dengan aku langsung ingin menyampaikan
- sesuatu. Sehingga Aisyah waktu nanya,
- "Barangkali aku bisa menyampaikan,
- ternyata dia tidak bisa." Akhirnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- datang ke rumahnya. Pas waktu itu
- sudah cukup malam.
- Nah, sehingga Rasulullah datang kepada
- Ali kemudian ketok pintu. Beliau salam.
- Nah, beliau sedang siap-siap menuju ke
- tempat
- tidur. Nah, begitu Rasulullah salam
- mengucapkan salam kepada keluarga Ali.
- Dibuka pintu oleh Ali. Nah, Ali dia
- sambil jalan duduk kemudian dibuka
- pintunya.
- Begitu Ali mau bangun katanya, "Ya udah
- enggak usah naik. Sudah di situ aja
- engkau."
- Katanya. Enggak lama Fatimah
- datang. Kata Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, "Wahai
- Fatimah
- bahwa apa yang engkau sampaikan kepada
- aku," Padahal Fatimah belum
- menyampaikan. Sesungguhnya ada sesuatu
- yang lebih baik daripada apa yang kau
- inginkan.
- Artinya Rasulullah
- memahami bahwa
- Fatimah ya
- ingin ada yang membantulah di
- keluarganya. Tapi Rasul mengatakan, kata
- Rasulullah, "Wahai
- Fatimah, bahwa seorang
- istri
- yang meladeni keluarganya, anak dan
- istri.
- Kemudian sebelum
- tidur dia membaca
- tasbih
- 33, tahmid 33 dan takbir 34 genap jadi
- 100. Itu lebih baik daripada seseorang
- yang membantumu di rumahmu. Nah,
- jadi Rasulullah tahu bahwa niat
- kedatangannya supaya ada yang bantu di
- rumahnya. N kata kata Rasulullah, "Kalau
- engkau mewiridkan ini sebelum tidur, itu
- lebih baik daripada pembantu yang engkau
- hadapi hari-hari di
- rumah." Mungkin kalau bahasa kita, "Aduh
- kebuka
- rahasianya." Ah, di situlah akhirnya
- Aisyah apa? Fatimah e terus dia menekuni
- apa yang dia hadapi dalam keluarganya.
- Nah, di saat
- anak-anaknya Hasan dan Ali itu apa?
- Hasan dan Husein ini kan beliau itu
- lahir
- tidak jauh ya. Jadi kurang lebih
- jaraknya mungkin antara satu atau 1
- seteng tahun lah. Jadi Hasan dan Husein
- itu kalau dia berjalan itu hampir mirip,
- hampir sama itu. Nah, sehingga dua orang
- cucu Nabi ini kalau pergi saku pergi ya
- dua-duanya. Jadi ke mana dia main di
- situlah. Jadi adik kakak ini enggak bisa
- lepas. Sehingga Rasulullah kalau melihat
- Hasan dan Han begitu bahagia dan
- gembira. Sehingga m riwayat pada saat
- Rasulullah diberitahu bahwa Fatimah
- melahirkan
- Hasan, maka Rasulullah langsung datang.
- Maka pada saat sudah sampai kepada hari
- yang ketujuh itu beliau sendiri yang
- melaksanakan
- akikah, yaitu beliau menyembelih
- kambing, kemudian beliau mencukurnya
- kemudian beliau memberi nama. Pada hari
- ketujuh bukan pada hari ke-40. pada hari
- ketujuh tuh itu dilakukan oleh
- Rasulullah terhadap cucunya yang bernama
- Hasan. Kemudian lagi, nah Hasan ini
- terus
- berkembang usianya besar besar besar.
- Nah, sehingga beliau ee
- sering diajak oleh Rasulullah, baik
- kalau Rasulullah mau ke masjid atau ke
- tempat yang lain, itu Hasan selalu
- ngikutin ya bagaimana cucu
- pertamalah indahnya seorang
- ayah kemudian dia punya anak. Nah,
- kemudian anaknya ini merupakan
- kesayangan kakeknya ya, kakeknya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu kalau ke masjid kadang kala kalau
- dibawa oleh Nabi ke masjid, Nabi sedang
- sujud itu dia kadang-kadang naik di
- punggungnya bersama adiknya Husein.
- Sampai Rasulullah membiarkan, biar dia
- tenang dulu. Kalau sudah selesai baru
- bangun. Begitu terus. Bagaimana
- kecintaan Rasul kepada Hasan? Kemudian
- Rasulullah suatu saat
- memeluk wajah Hasan dipeluk oleh beliau.
- Kemudian beliau menciumnya setelah itu
- bahwa anak ini yang aku cium di wajahnya
- itu nanti satu saat justru tempat itu
- akan
- menjadi
- penghinaan penziman seseorang kepada
- anakku. disebutnya anakku," kata Nabi.
- Nah, dan Rasulullah sering mengatakan
- ini anakku.
- Karena maksudnya cucunya, karena sayang
- ayahnya dan sayang kakeknya itu kakeknya
- lebih sayang kepada anak. Itu selesai
- itu
- kemudian Rasul pernah mengatakan pula
- bahwa anakku ini nanti satu saat akan
- menjadi juru
- damai. Dua kelompok besar yang sedang
- bertikai.
- ia akan menyelesaikan masalah itu.
- Nah, jadi bagaimana masih kecil Nabi
- sudah menyampaikan ini akan jadi juru
- damai. Nah, kalau sudah jadi juru damai
- berarti
- wawasan
- fasilitas, kemampuan ilmu itu harus
- luas. Karena apa? Karena orang yang
- dihadapi ini yang bermasalah ini
- orang-orang besar.
- Dan ternyata dalam sejarah pada saat
- beliau Hasan bin Ali
- dewasa menjamani zaman
- Rasulullah, zaman khulafa rasyidin mulai
- Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali.
- Nah, di
- zaman setelah Ali
- wafat, maka kaum
- muslimin di situ terbagi
- dua. Ada yang berpihak kepada Muawiyah
- bin Abi Sufyan yang ada di Syam. Dan ada
- yang mereka yang membaiat Hasan sebagai
- khalifah pengganti Ali.
- Nah, Hasan bin Ali dengan ketajaman
- berpikir dan keluasan ilmu yang begitu
- luas melihat peristiwa-peristiwa baik
- pada saat di zaman ayahnya. Beberapa
- kali peristiwa terjadi seperti peristiwa
- Jamal, peristiwa
- Sifin, peristiwa Nahawan.
- Bahkan pada saat beliau diangkat jadi
- khalifah Hasan ini terjadi masalah juga
- yaitu akan terjadi
- ketegangan dengan Muawiyah bin Abi
- Sufyan. Artinya
- karena hampir
- setiap salat itu seorang khatib kadang
- kala menyampaikan kata-kata kepada Ali
- dan keluarganya.
- Nah, Ali Hasan bin Ali tahu peristiwa
- yang tidak mengenakkan di kalangan tubuh
- kaum
- muslimin. Nah, beliau punya kesimpulan
- nih kalau begini terus kaum muslimin
- saling caci, saling
- cerca, bagaimana mereka akan bersatu
- kembali. Kemudian lagi kaum muslimin kok
- bisa terbelah jadi dua, berpihak kepada
- dirinya dan berpihak kepada Muawiyah bin
- Abi Sufyan. Padahal beliau paham bahwa
- tidak boleh terjadi dua kepemimpinan
- atau dua khalifah dalam satu
- masa. Kalau ada itu harus dihapuskan
- yang satu.
- Maka dengan
- itu
- akhirnya Hasan bin
- Ali beliau punya satu trik bagaimana
- permasalahan ini sehingga terjadi
- kedamaian. Nah, beliau mendahulukan
- kedamaian. Nah, dari kedamaian inilah
- beliau mengutus beberapa orang untuk
- berdialog dengan Muawiyah.
- Muawiyah menerima dialog tersebut dan
- disampaikan isinya kepada Hasan.
- Kemudian Hasan membuat satu
- proposal untuk mengadakan perdamaian
- dengan Muawiyah. Di antara isi
- persyaratan perdamaian yang akan
- diajukan oleh Hasan kepada Muawiyah di
- antaranya bahwa kepemimpinan akan
- dipegang oleh satu orang.
- Kemudian kalau sudah sepakat itu kami
- pihak Hasan akan
- menyerahkan kepada engkau wahai Muawiyah
- dengan beberapa persyaratan. Di
- antaranya satu bahwa sebagian harta
- maliah yang ada di Kupah akan diambil
- sebanyak sekian. Bahkan menurut riwayat
- pada saat beliau memimpin itu akan
- diambil untuk memenuhi membayar
- utang-utang
- beliau. Nah, kemudian yang
- kedua di antaranya yang lebih penting
- lagi kalau satu saat Muawiyah wafat
- setelah diserahkan kepemimpinan kepada
- dirinya
- maka kepemimpinan harus diserahkan
- kepada kaum muslimin. Tidak boleh kepada
- keluarga apalagi kepada anak.
- Muawiyah menyetujui.
- Oke. Maka akhirnya terjadilah satu
- pertemuan di satu tempat
- namanya
- Maskan. Ah, jadi satu tempat namanya
- Maskan. Ada yang mengatakan
- miskan. Nah, di tempat itulah di daerah
- Kufah terjadilah pertemuan antara pihak
- Ali eh pihak Hasan bin Ali dan pihak
- Muawiyah. Nah,
- bagaimana setelah Ali eh setelah Hasan
- bin Ali melihat bahwa ada niat baik dari
- pihak Muawiyah dan Muawiyah pun tahu
- niat baik daripada Hasan agar tidak
- terjadi konflik lagi di tengah-tengah
- kaum muslimin. Nah, sementara
- pihak-pihak luar baik Yahudi maupun
- Nasrani menghendaki muslimin ini agar
- ribut terus.
- Sebab kalau muslimin ini damai, berarti
- produk-produk mereka enggak
- laku. Karena peperangan memerlukan
- senjata. Nah, senjata yang diproduksi
- waktu itu kebanyakan oleh orang di luar
- muslim
- ya. Kebanyakan dari bangsa Yahudi bikin
- senjata, panah dan lain sebagainya kan
- mereka beli. Nah, kalau tidak ada perang
- berarti kan nganggur nih, enggak
- laku. Akhirnya mereka berusaha bagaimana
- sehingga kehadiran Hasan bin Ali
- menciptakan kedamaian ini menjadi apa?
- Menjadi bumerang bagi
- mereka. Menjadi dendam Kesumat. Karena
- apa? karena produk mereka enggak laku
- lagi, senjata-senjata yang dibuat enggak
- laku, akhirnya mereka tetap
- berusaha. Nah, sehingga usaha ini
- menimbulkan
- kecemburuan, menimbulkan
- kedendaman. Ada beberapa kabilah yang
- dendam kepada Hasan. Ini Hasan enggak
- bisa dibarkan, harus dilenyapkan.
- Nah, bahkan ada orang datang kepada
- seseorang menyampaikan itu
- Hasan bukan manusia yang baik, harus
- dilenyapkan dari muka
- bumi.
- Seorang sahabat
- Qais bin Sa'ad bin Ubadah bilang, "Buruk
- lu." gitu. Masa Hasan dikatakan orang
- yang tidak baik, dia tahu dia keturunan
- Rasul. Enggak mungkin
- dia. Nah,
- akhirnya kelompok tersebut karena mereka
- banyak dengan pasukannya, bagaimana
- caranya menghempaskan
- Hasan? Ah, dia secara terusterang enggak
- berani. Kenapa? Karena Muawiyah sendiri
- cinta kepada
- Hasan. Apalagi setelah beliau
- menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah
- Hasan ini. Sehingga peristiwa itu
- dikenal dengan istilah amul jamaah.
- tahun kesatuan kaum muslimin. Nah,
- dengan adanya ini itu tidak ada lagi itu
- cekcok enggak ada lagi. He. Saling
- serang enggak ada lagi. Alhamdulillah.
- Ah. Nah, dengan peristiwa inilah
- orang-orang yang tadinya begitu senang
- dengan adanya persengketaan di tubuh
- kaum muslimin seperti adanya perang
- Nahrawan, perang Jamal, perang Sifir.
- Nah, sekarang tiba-tiba
- dihapus tahun kedamaian amul jamaah
- tahun
- kesatuan. Akhirnya mereka membuat satu
- rekayasa.
- Menurut sebagian riwayat ada istrinya
- Hasan
- didekatin kemudian diajak bicara
- kemudian dijanjikan beberapa hal yang
- menggiurkan dengan syarat membunuh
- Hasan. Waduh, gimana suamiku
- dibunuh dengan
- pertimbangan ini dan itu, lalu
- dijanjikan dengan sesuatu. Akhirnya apa?
- Hasan dikasih
- racun. Jadi berupa minuman, dikasih
- racun bahkan tega amat ya seorang istri
- meracuni suaminya.
- Ya, ternyata
- memang kezaliman
- kekhianatan seorang istri kepada suami
- itu tidak hanya dulu itu berjalan sampai
- hari
- ini. Tidak sedikit seorang istri terjadi
- sengketa dengan suaminya, apalagi
- suaminya punya istri lagi. Heeh.
- itu sampai ada yang
- tega kejantanan suaminya
- ditembak dengan
- peluru ya teman si mati
- saking gemesnya ada yang sampai dipotong
- dengan silet ya Allah itulah perempuan
- kalau sudah mungkin nafsunya sudah tidak
- terkendali bahkan ada yang sampai tega
- sedang tidur suapnya dibunuh bayangkan
- Kenapa? Karena mengharapkan harta
- warisan. Ya, ternyata hukum tidak
- begitu. Harta warisan itu akan diberikan
- kepada seseorang yang seseorang itu satu
- yang tidak murtad dari Islam. Yang
- kedua, tidak membunuh. Nah, kalau
- membunuh
- haram, la yuris. Tidak dapat warisan.
- Nah, ini bagi orang-orang yang tidak
- mengerti hukum kadang-kadang berpikir
- sepintas. Kalau dia mati kan ee hartanya
- warisannya ke saya. Nah, kalau matinya
- wajar, tapi kalau matinya dibunuh, e dia
- gigit jari enggak dapat. Nah, ternyata
- pada saat Hasan sedang
- sakit, dia terbujur di atas tempat
- tidur. Datang itu adiknya
- Husein. Begitu dia datang, dia peluk
- kakaknya.
- Kalau bahasa kita, Bang. Nah, kan
- panggilnya Abu
- Muhammad ya. Abu
- Muhammad coba beritahukan kepada saya
- siapa sih yang meracun engkau ini?
- Karena pada saat dia diperiksa oleh
- dokter, dokternya mengasih tahu bahwa
- penyakit hasan ini adalah bagian usus
- yang ada di dalamnya itu
- hancur karena akibat minum racun.
- Ini yang membuat beliau sakit dan
- penyakit itu terus menjalar ke bagian
- yang lainnya. Nyerang ke jantung,
- nyerang ke ini dan sebagainya sehingga
- semakin hari semakin parah. Nah, Husein
- sebagai adiknya punya rasa tanggung
- jawab. Coba sampaikan
- siapa kalau memang yang berbuat itu
- orang yang di sekitar ini, saya akan
- berdiri dan saya akan berangkat. Saya
- akan penggal dengan pedang saya sendiri.
- Kalau yang berbuat ini jauh dari sini
- dan mereka punya pasukan, saya akan
- kirimkan pasukan kepada mereka biar
- mereka ditumpas
- habis. Itu kata Husein kepada kakaknya
- Hasan. Tolong
- sebutkan itu. Hasan begitu didesak oleh
- adiknya supaya menyebutkan apa
- jawabannya?
- Saya tidak mau kalau saya kembali kepada
- Allah membawa darah kaum
- muslimin. Artinya sampai terjadi
- peperangan sehingga
- menimbulkan tetesan darah di mana-mana.
- Saya kan sebagai pemimpin akan diminta
- pertanggung jawab. Artinya apa? Dalam
- rumah tangga ini karena yang menyebabkan
- peperangan kan dari saya. Pasti saya
- akan ditanya. Saya enggak
- mau. Jadi udahlah masalah ini biar saya
- aja kata
- Hasan. Tapi Husein
- mendesak.
- Kakakku
- sebagai adik punya rasa tanggung
- jawab. Iya biar aku sendiri aja cukup.
- Masyaallah. Jadi beliau itu betul-betul
- ingin umat muslim ini tidak terpancing
- dengan permasalahan adu domba.
- Tapi orang-orang di luar itu justru
- menghendaki muslimin ini pecah terus,
- berantem
- terus. Tapi Hasan sedikit pun ada celah
- untuk menghidupkan kedendaman dia
- tutup. Itu hebatnya cucu Rasulullah ini.
- Beliau tidak mau kaum muslimin dalam
- keadaan ribut terus, berpecah belah
- terus. Biar muslimin sekarang sudah satu
- dalam satu komando, dalam satu pimpinan
- seorang khalifah sehingga tidak ada
- pecah belah lagi. Beliau sudah cukup
- aman damai. Nah,
- ternyata ajal pun gak bisa ditahan.
- Akhirnya pada bulan Ramadan beliau
- dipanggil menghadap kepada Allah dalam
- keadaan bahagia. Nah, beliau sempat
- berpesan. Kata Hasan, "Wahai Husein,
- kalau saya
- meninggal tolong saya kuburkan dekat
- kuburannya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam." Berarti kan di yang sekarang
- itu posisinya di tengah masjid di masjid
- Madinah. Kata Husein, "Iya, tapi kata
- Hasan, tapi ada caranya. Engkau datang
- dulu kepada Aisyah, sampaikan minta izin
- boleh enggak bawa Hasan dikuburkan di
- samping jenazah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, kalau diizinkan
- laksanakan, tapi kalau mereka tidak
- mengizinkan jangan di tempat yang lain
- aja. Sebab khawatir ada kelompok yang
- tidak suka dengan adanya saya dikuburkan
- di samping Rasul. Ternyata setelah dia
- wafat, Husein melaksanakan amanat
- langsung ketemu Aisyah radhiallahu anha
- menyampaikan. Nah, begitu
- disampaikan Aisyah
- dengan hati terbuka
- silakan. Berarti kalau dibolehkan waktu
- itu di samping Rasulullah sahu alaih
- wasallam itu kan ada Abu Bakar, ada
- Umar. Nah, kalau digali lagi berarti ada
- tambah ada tambahan Hasan. Tapi ternyata
- pada saat mau
- dikuburkan walikota Madinah Marwan waktu
- itu
- menolak tidak
- boleh. Kalaupun kami membolehkan yang
- pantas itu
- Utsman di samping jenajah Rasul Abu
- Bakar Umar itu Utsman. Utsman aja enggak
- di situ dipakai.
- Maka saya harapkan Hasan dipakai saja.
- Akhirnya Husein setelah mendapatkan
- masukan, karena Hasan pun waktu itu
- mengatakan, "Ya, kalau tidak ada yang
- suka jangan dipaksakan daripada terjadi
- nanti gencatan apa terjadi konflik
- bersenjata di antara kaum muslimin.
- Akhirnya
- Huseinus mengendalikan diri. Kemudian
- digalilah kuburan dan Hasan bin Ali
- dikuburkan di tanah Bakai. Itulah
- perjalanan sahabat Hasan bin Ali.
- Seorang sahabat yang punya dedegasi yang
- tinggi. Bagaimana muslimin ini hidup
- tentram, aman, dan damai dalam satu
- komando, dalam satu pimpinan sehingga
- mereka tidak terpecah belelah. Beliaulah
- orang yang menjadi pionirnya untuk
- mengembalikan kaum muslimin dalam satu
- kepemimpinan. Demikian walaupun pemikum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- [Musik]
- wabarakatuh. Radio Silaturahim dan Rasil
- TV untuk Islam yang satu untuk Indonesia
- bersatu. Alhamdulillah ikhwan
- akhwatillah rahimakumullah. Berjumpa
- lagi sesi kedua dalam sirah Sabah
- bersama Ustaz Komaruddin Basuni. Yakni
- membahas tentang sahabat Hasan bin Ali.
- Beliau adalah seorang perdamaian itu
- mendamaikan dua kubu ataupun dua sahabat
- yang bertikai di masa itu. Dan
- alhamdulillah sudah ada beberapa
- pertanyaan yang masuk. Yang pertama,
- Ustaz ini datangnya dari Bapak Samsul
- Bahri di Sukabumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana pendapat orang
- yang anggap kalau kita sayang dan cinta
- kepada keturunan Sayidina Ali
- radhiallahu anha itu dianggap golongan
- tertentu. Padahal kita cinta kepada
- Rasulullah dan juga cinta kepada
- keluarga Rasulullah. Dan kita seharusnya
- sesama muslim yaitu saling mencintai
- karena kita bersaudara. Terima kasih,
- Ustaz.
- Ya, mencintai Rasulullah dan keluarganya
- itu
- merupakan tanda bahwa kita betul-betul
- mahabbah kepada Rasul. Jadi, mahabbah
- kepada Rasulullah, mencintai Rasulullah,
- maka tidak boleh dipotong, disekat.
- Kemudian, ah Rasulullahnya saja yang
- saya sayangi, keluarganya enggak. Ah,
- itu namanya menggunting dalam lipatan.
- Jadi kalau Rasulullah punya anak,
- Rasulullah punya keturunan itu termasuk
- ahli Rasulullah. Keluarga Rasulullah itu
- kan dalam selawat disebut Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali tuh. Jadi
- kita berdoa kepada Allah untuk Nabi
- Muhammad juga untuk keluarganya
- wasallam. Jadi
- itu merupakan sunah dari sunah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi kita mencintai Ali, mencintai
- Hasan, mencintai Husein, mencintai
- istri-istri Nabi yang lain itu merupakan
- satu kemahabahan seorang muslim kepada
- Rasulullah dan keluarganya. Dan tidak
- boleh diklaim oleh kelompok yang lain
- karena itu memang merupakan fitrah.
- Fitrah seorang muslim yang meneladani
- kehidupan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Demikian i terima kasih Ustaz
- atas jawabannya dan semoga semakin
- menyatukan saudara-saudara kita sesama
- muslim. Amin ya rabbal alamin. Amin. Dan
- pertanyaan kedua juga masih di Sukabumi,
- Ustaz dari Bapak Tarsidi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Tarsidi mau bertanya.
- Dari sekian banyak sahabat-sahabat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- setelah beliau wafat, adakah
- sahabat-sahabat yang kembali berpaling
- dari ajaran yang diberikan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?
- Terima kasih, Ustaz. I apa yang
- ditanyakan? Apakah ada orang yang di
- zaman Rasulullah murtad?
- Kembali kepada ajaran ada.
- Bahkan tidak hanya pada saat Rasulullah
- wafat saja, waktu Rasulullah masih hidup
- pun he itu ada orang yang
- murtad. Seperti
- siapa? Saya kasih contoh. Orang yang
- murtad itu seperti
- seseorang yang pada saat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam hidup
- sallallahu alaihi wasallam. Nah, dia
- ditugaskan oleh
- Nabi
- sebagai orang yang diamanati mencatat
- wahyu. Tapi begitu murtad, dia kembali
- ke Makkah, dia caci Nabi Muhammad. Maka
- pada saat Rasulullah membebaskan kota
- Makkah, orang ini dicari nih yang murtad
- tadi. Ternyata pencarian itu berhasil.
- Dia justru berlindung
- di apa nih? Riswah. Kalau kita riswah
- itu di hordengnya Ka'bah bagian atas.
- Nah. Nah, kemudian ketahuan akhirnya
- orang ini dibunuh. Jadi ada kemudian
- apalagi pada saat Rasulullah wafat itu
- banyak. Kecuali yang tidak murtad itu
- penduduk Makkah, Madinah dan Thaib. Jadi
- yang lain yang jauh tuh kebanyakan
- murtad. Tapi dengan usaha Abu
- Bakar mendamaikan kembali, mengingatkan
- kembali, maka satu persatu akhirnya
- mereka ada juga yang kembali ke dalam
- Islam. Demikian. Baik, terima kasih
- Ustaz. Ada penelepon yang ingin
- bergabung bersama kami di pagi hari,
- silakan. Halo, asalamualaikum.
- Halamikumsalam.
- Waalaikumsalam. Dengan siapa? Di mana
- Pak? Dengan I silakan bertanya kepada
- Ustazarudin terkait dengan sirah
- sahabah.
- Fadol ini e ini tadi dengar ceramahnya
- mengenai Husein I Husin tapi sangat
- menarik sekali itu saya dengar seperti
- itu. Nah, kemudian nih Ustaz yang
- sekarang kita lihat kan nih ada aliran
- yang berbeda nih.
- ada yang berbeda yang mengatakan bahwa
- ee
- seharusnya Ali
- adalah Rasulullah gitu yang yang
- harusnya di diangkat gitu kan.
- Nah, kemudian itu aliran itu sekarang
- sudah banyak ya. Dan saya juga di Saudi
- itu melihat itu ah
- dari
- sekitar 10% atau 15% dari penduduk
- mereka itu sudah mengikuti ajaran itu
- gitu loh. Iya. Ee mau tanya nih, Ustaz
- itu gimana ya awalnya terus kemudian
- kira-kira gimana caranya biar kita
- bisa ee membawa mereka lagi gitu?
- menceramahi mereka ke jalan yang benar
- gitu. Gitu aja sih, Ustaz kira-kira. I
- soalnya sekarang juga udah udah masuk ke
- Indonesia ya, enggak bisa dipungkiri
- gitu loh. Ada beberapa kita tahu gitu
- kan. Dan ajarannya itu kalau saya lihat
- ya itu
- sepertinya ada berbau-bau dengan Nasrani
- gitu. Ya, waktu itu pernah di sana
- tanggal 10 Muharam itu mereka melakukan
- suatu ritual dengan baju warna hitam
- seperti itu. Mereka
- itu terkesan menyiksa diri mereka gitu
- loh. Seperti agama lain gitu loh yang
- mengikuti hal itu gitu loh di Vatikan.
- He ya. Cukup sekian Ustaz dari saya
- pertanyaannya itu aja. Iya. Jadi pengin
- tahu itu awalnya kok bisa begitu gimana,
- kemudian gimana sih cara kita untuk bisa
- kalau bisa nih membawa mereka agar
- mereka mendapat hidayah kembali gitu,
- Ustaz? I terima kasih, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Silakan,
- Ustaz, untuk I. Baiklah
- saudaraku, apa yang disampaikan dalam
- bentuk pertanyaan tadi memang ada di
- kalangan sebagian kaum muslimin yang
- mereka punya pandangan yang berhak
- meneruskan kepemimpinan sesudah Rasul
- itu Ali.
- Tapi ternyata di dalam buku-buku sejarah
- yang kami baca apa itu
- alyaqui, Addamaski, kemudian Ibnu
- Katsir, At-Thabari dan lainnya itu pada
- saat mereka melihat jenazah Rasulullah
- sudah
- terbujur itu yang pertama membicarakan
- itu justru orang Ansar H di Sakipah Bani
- Saidah. Kemudian seseorang yang
- menyaksikan lapor kepada Abu Bakar. Lalu
- Abu Bakar akhirnya dia datang ke
- Sakifah. Kemudian oleh Abu Bakar
- dijelaskan bahwa sesungguhnya masalah
- kelanjutan kepemimpinan sesudah
- Rasulullah itu maka beliau
- menyampaikan yaitu harus sesuai dengan
- aturan. Pertama Abu Bakar menyampaikan
- pertanyaan. Kata Abu
- Bakar, apakah Islam itu datang dari
- Makkah apa dari Madinah?
- Kenapa? Karena waktu itu orang Ansar
- yang yang sudah mendahului orang
- Muhajirin itu sudah menetapkan
- kelanjutan kepemimpinan itu akan
- dipimpin oleh orang Ansar yaitu oleh
- orang Madinah. Dan orang itu sudah sudah
- ditunjuk namanya Sa'ad bin Ubadah.
- Maka Abu Bakar mengatakan, "Sebentar
- dulu saya akan menyampaikan beberapa
- pertanyaan." Akhirnya, apakah Islam itu
- datang dari Makkah? Dari Madinah? Mereka
- menjawab, "Dari Makkah?" Iya. Oke.
- Kemudian kata Abu Bakar, "Siapa yang
- menemani Nabi hijrah dari Makkah ke
- Madinah? Apakah orang Muhajirin apa
- orang Anshar?"
- Mereka menjawab, "Ya, orang Muhajirin."
- Ya, baik.
- Kemudian Abu Bakar bertanya, "Bukankah
- Allah selalu
- mengatakan minal muhajirin wal ansar?"
- Muhajirin didahulukan, ansar barik.
- Kemudian mereka, "Iya benar." Nah, kata
- Abu Bakar, "Di depan saya ada orang
- Muhajirin. Di sebelah kanan Umar, di
- sebelah kiri Abu Ubaidah. Nih calon
- pemimpin kalian silakan kalian angkat."
- Maka tiba-tiba Umar menarik diri. "Bukan
- saya," kata Umar. Anda kan Anda yang
- menemani Rasul hijrah dari Makkah ke
- Madinah yang masuk ke dalam gua.
- Akhirnya Abu Bakar dibaiat sebagai
- khalifah. Kemudian kaum muslimin yang
- lain juga ikut. Nah, besoknya hari
- selanjutnya,
- nah Abu Bakar di masjid bersama Umar.
- Nah, waktu Abu Bakar tampil, Abu Bakar
- nanya. Kata Abu Bakar, "Mana
- Ali?" "Enggak ada." Imam khalifah.
- "Enggak ada. Panggil, panggil Ali.
- Begitu dipanggil kata Rasulullah, kata
- Abu Bakar, "Wahai Ali, apakah kamu ingin
- mencerai-beraikan kaum muslimin?"
- "Enggaklah. Kalau gitu kenapa Anda tidak
- mau biat kepada saya?" Akhirnya Ali
- datang kemudian membaiat Abu Bakar.
- Tuh, sudah itulah Ali baiat. Ditanya
- lagi, "Mana Jubair?" "Enggak ada."
- Panggil. Panggil. Datang. Ditanya lagi
- seperti kepada Ali. Akhirnya Jubir
- membiat Abu Bakar. Begitu Thalhah. Dan
- akhirnya mereka sepakat kata Umar bin
- Khattab, "Di depan saya ada orang yang
- saya angkat jadi khalifah. Sekarang yang
- belum menyatakan biat kepada dia biat
- semua." Maka muslimin yang di masjid
- baiat semua kepada Abu Bakar sebagai
- pengangkatan khalifah yang baru. Oh.
- Nah, di situ Ali
- menyetujui dan ada memang hujah-hujah
- katanya Ali enggak mau ikut berbaat
- kepada Abu Bakar. Disebutkan dalam
- albidayah w nihayah hadza batil. Ini
- pandangan yang tidak benar. Batil.
- Demikian ya. Terima kasih Ustaz atas
- jawabannya. Dan ini ada pertanyaan yang
- datang dari Ummu Hanif di Batam. Ustaz
- ya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Mohon
- diulang penjelasan, Ustaz. Kenapa istri
- Hasan bin Ali tega meracuni suaminya?
- Mohon maaf tadi agak menyimaknya
- ketinggalan. Ustaz ada ini terakhir ya.
- Heeh.
- Jadi
- kenapa ada seorang istri apalagi istri
- sahabat berani? Iya. Nah, itu tadi
- karena beliau itu kan punya
- istri tidak hanya di kalangan orang
- Madinah, ada juga yang bukan di kalangan
- orang Madinah. Heeh. Dan beliau memang
- punya kelebihan ya. Beliau ini salah
- satunya mirip wajahnya dengan Rasul.
- Maka banyak para gadis yang senang
- kepada Hasan. Kalau melihat Hasan itu
- masyaallah bel tarik. Maka
- istri-istri yang
- kelihatannya oleh orang-orang yang tidak
- suka kepada Ali didekatin. Ah kemudian
- bicaralah. Kemudian mereka dikasih janji
- yaitu bagaimana Anda bisa membunuh
- Hasan.
- Jadi
- secara gentil mereka berani berkata
- bahwa Hasan harus dilenyapkan. Nah,
- caranya
- melewati keluarganya sampai orang lain
- gak mungkin berani. Caranya itu diracun.
- Dan memang wanita itu kalau kita lihat
- sejarahnya, saya ingat pada saat Ali bin
- Abi Thalib mau dibunuh oleh kaum
- Khawarij
- itu orang yang ditugaskan mau membunuh
- Ali datang ke satu tempat ketemu dengan
- seorang perempuan berbelok
- pikirannya jadi pengin menikahi
- perempuan tadi. Nah, ternyata perempuan
- tadi itu adalah dia yang punya kebencian
- kepada Ali. Katanya, "Kalau kamu memang
- senang kepada saya boleh. Tapi ada
- syaratnya." Apa? Bunuh Ali. "Memang saya
- datang ke sini membunuh Ali," katanya.
- Nah, begitu dia nikah, begitu selesai
- nikah dia tanya, "Janjimu kan membunuh
- Ali?" "Ayo bunuh Ali."
- Nah, itu jadi memang kebencian kepada
- sahabat Ali itu dan keturunannya itu
- memang sudah ada. Nah, siapa mereka itu?
- Sebagian riwayat mengatakan itulah
- kelompok
- Sabaiyah. Sabayah itu pasukan-pasukan
- yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba.
- Nah, itu Sabaiyah namanya ya. Mereka
- kadang kala dia menyukai, kadang-kadang
- membenci. Nah, nah itu yang ekstrem.
- Makanya dalam kelompok itu ada beberapa
- aliran. Ada Imamiah, ada Jaidiah, ada
- macam-macam itu hampir ada 12 aliran.
- Nah, saya tidak akan menyebut satu
- persatu secara garis besar saja. itu
- yang tadinya pendukung Ali keluar dari
- pasukan Ali dan mereka dikenal dengan
- sebutan kelompok Khawarij dan mereka
- berani membunuh para sahabat Nabi. Nah,
- jadi kalau banya Hasan dianggapnya
- kecil, Ali aja oleh mereka, bapaknya
- dibunuh, apalagi Hasan. Apalagi kalau
- mereka punya ya harapan dengan tindakan
- ini akan dapat hadiah. Saya rasa cukup
- sampai di sini karena waktu juga
- membatasi. Walafu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
- Ustaz atas penjelasan di pagi hari ini.
- Semoga bermanfaat untuk kita dan juga
- semakin cinta kita kepada keluarga
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan juga para sahabat dan juga cinta
- kepada sesama muslim agar bersatu
- menguatkan untuk tujuan mencapai ridanya
- Allah Subhanahu wa taala. Dari studio
- saya Muhammad Arifin yang bertugas
- ditemani oleh Ondi dan juga ada Anis
- Mualim di balik operator dan juga Bung
- Andre. Mohon undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta. astagfiruka
- waubuaiqalam asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam