Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TVrahmanirrahim. 0:11 [musik] 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:20 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:22 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:23 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:25 ini hari Selasa tanggal 20 Safar 1448 0:29 Hijriah atau tanggal 4 Agustus 2026. 0:33 Kita jumpa lagi dalam Ahlan Wasahlan 0:37 ya. Di sini juga ada teman-teman ya, ada 0:40 Maca, ada Reva, ada Dananya yang sedang 0:44 PKL, tentu saja ada Oni Saputra dan Algi 0:48 Fakrji. Kita jumpa lagi dalam acara 0:50 Alhan wasalan. Kita mengundang orang 0:53 yang luar biasa ini lahirnya di Jombang 0:56 tanggal 25 Juni 2000 eh 1982 1:00 SDNI Jombang. SMP-nya di Madrasatul Tebu 1:04 Ireng. SMA-nya juga di sana. S1 dan 1:06 S2-nya diambilin 1:08 e Syarif Hidayatullah. Beliau adalah 1:11 ahli di bidang kaligrafi. 1:14 Beliau sudah menulis ee kaligrafi 1:16 panjang sekali. Sudah masuk MURI. 1:18 Istiqlal juga banyak karya-karya beliau 1:21 dipajang di sana ya. Namanya 1:24 Ustaz Saifudin M. Hum. 1:28 Pang Udin juga bisa. Asalamualaikum. 1:31 Waalaikumsalam. Warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. kasih selamat datang diil 1:35 sama selamat datang 1:36 ustaz itu di dulu saya masih tinggal 1:39 dekat rumah saya itu ada masjid yang ada 1:40 kubahnya nah bagian kuba itu 1:44 dilirik ee di ditulis kaligrafi 1:48 kan [mendengus] nondga gitu [tertawa] 1:50 saya ngebayangnya pegalinya bukan tapi 1:51 bagus sekali masyaallah itu pekerjaan 1:55 sayaudin juga seperti itu ya 1:57 iya dulu alhamdulillah bisa kuliah salah 1:59 satunya berkah kaligrafi [tertawa] 2:02 jadi nulis dari masjid ke masjid gitu 2:04 untuk bayar SPB [tertawa] bulan. 2:07 Kaligrafi adalah seni menulis huruf 2:09 dengan indah dan harmonis. 2:11 Kata kaligrafi berasal dari bahasa 2:13 Yunani, kalos itu indah, grafin artinya 2:17 menulis. Dalam Islam, kaligrafi 2:19 berkembang menjadi seni yang sangat 2:21 dihormati, terutama untuk menuliskan 2:24 ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, dan 2:26 lafaz-lafaz zikir. 2:29 Oke. Ee bagaimana ceritanya ee Ustaz 2:32 Saifuddin ini berkenalan dengan 2:35 kaligrafi? 2:38 Baik. Eh, mungkin jauh dulu waktu SMP ya 2:43 saya terinspirasi ya enggak tahu ya 2:45 namanya. Kalau kalau di pesantren itu 2:47 kan memang setiap hari 2:48 nulis 2:49 ngalog ya. Jadi menerjemahkan 2:51 kitab-kitab dalam [berdehem] bahasa Arab 2:53 pakai pakai aksara Arab gitu ya 2:56 dibagus-bagusin dan semua pelajaran itu 2:58 kan ditulisnya pakai aksara pegon 3:00 namanya Pak. 3:01 Jadi aksara Arab untuk membahasakan 3:03 bahasa Jawa itu disebut dengan pegon ya. 3:06 Itu yang setiap hari ditulis. Nah, 3:08 berawal dari situ sebenarnya kalau 3:10 melihat catatan guru, catatan 3:12 teman-teman, kok bisa ya bagus-bagus 3:13 banget tulisannya gitu kan. Itu yang 3:16 awal kali saya tuh tertarik dengan 3:19 kaligrafi sebenarnya hanya untuk 3:21 kebutuhan sehari-hari ya. 3:22 Makanya dulu zaman saya masih SMP itu ke 3:25 mana-mana saya selalu mengantongi spidol 3:27 yang dipotong ujungnya. 3:29 He. 3:29 Jadi tebal tipis gitu. Selalu ada di 3:31 kantong tuh. Kalau misalnya sambil 3:33 nunggu gurunya belum hadir di kelas atau 3:36 lagi kosong itu ada kertas itu seringnya 3:38 nulis-nulis gitu. 3:41 Ee enggak pernah punya apa ee bayangan 3:46 nanti akan jadi kaligrafer atau apa ya 3:49 ngalir aja hidungnya ngalir aja 3:50 [tertawa] gitu sekedar menjalani apa 3:52 yang jadi hobi seperti itu aja Pak. 3:54 Itu yang saya bingung kalau di masjid ya 3:56 kaligrafi begitu indah, bagus, rapi. 3:59 Bagaimana itu? Masa enggak ada 4:00 blepotannya sih? Kan kadang-kadang suka 4:03 meleber gitu. Gimana menghindari itu 4:05 tuh? 4:06 Iya. Jadi kalau di kaligrafi ini ada 4:10 terstandarkan ya, Pak ya. Sudah 4:12 terstandarkan. Nah, sejak zaman Ibnu 4:14 Muklah 4:15 di waktu Daulah Abbasiyah dulu itu 4:18 kaligrafi kan terstandarkan. Artinya 4:20 mau menulis sebesar apapun itu ada 4:24 ukurannya. Jadi mereka biasanya pakai 4:25 sketnya namanya kapur tulis. Dulu Pak. 4:28 Kalau misalnya nanti media yang ditulis 4:30 misalnya 1 m gitu kan. Nah, jadi nanti 4:33 cara ngukurnya itu kapurnya dipotong 4:36 kemudian ditulis-tulis pakai ee apa 4:40 titik-titiknya. Nah, berapa panjang? 4:42 Apakah dia kaligrafi biasanya kan sulus 4:46 ya yang pakai buat yang 4:47 nyambung-nyambung semuanya gitu kan. Ah, 4:50 itu nanti pakai ukurannya itu. Jadi, 4:51 sebelum mereka pakai kuas itu pakai sket 4:55 dulu pakai kapur. 4:57 Jadi ngukur ngukur ee panjang kanan 5:01 kirinya nanti ketemu tuh. Kalau misalnya 5:03 enggak ketemu dihapus nanti proses itu 5:05 yang lama ya. Mungkin sekarang sudah ada 5:08 komputer ya lebih mudah 5:10 sket-sketnya di situ. 5:11 Saya juga bingung di dari ujung dinding 5:13 satu ke ujung dinding yang satunya lagi 5:16 kok jatuhnya ayat bisa pas gitu. 5:18 [tertawa] 5:19 gimana itu teknisnya tuh? Masyaallah. 5:23 Ee jadi itu namanya keseimbangan ya, 5:25 salah satu unsur kese keindahan 5:27 sebelumnya sudah diukur ya. 5:29 Ee ada yang langsung diketch semacam 5:32 itu. Tapi sekarang banyak yang sudah 5:34 diukur pakai komputer dulu ya. Meskipun 5:37 nanti akan ditulis ulang biasanya 5:39 setelah itu diprint. 5:40 Artinya hanya patokan aja sebenarnya ee 5:43 apa ya semacam reflek juga sebenarnya. 5:45 Ini yang banyak dikagumi oleh para 5:47 kaligrafer luar negeri ini Pak. He. 5:48 Jadi refleks reflek orang Indonesia itu 5:51 dahsyat sekali. 5:52 Hm. Oh iya. 5:53 Ee saya dulu pernah belajar kaligrafi di 5:55 Lemka ya, lembaga kaligrafi 5:58 iya. Pak Didin Surajudin. Nah, beliau 6:00 guru saya juga. Beliau sering cerita 6:03 salah satu yang dikagumi oleh orang luar 6:06 negeri bahkan oleh orang Arab ketika 6:08 berkunjung ke sana itu kecepatan orang 6:10 Indonesia dalam menulis. 6:12 Hm. He. 6:12 Karena ee saya pernah mengunjungi 6:15 pameran art di Museum Nasional ya. Ada 6:19 orang ibu-ibu itu nulis nulis hanya satu 6:23 lembar kecil gitu. Saya tanya waktu itu 6:25 pakai bahasa Arab ya. Ee jadi udah 6:28 berapa lama ini ditulis? Ternyata sudah 6:30 6 bulan, Pak. [tertawa] 6:32 Sudah 6 bulan. 6:33 6 bulan prosesnya. Masyaallah. Ini ee 6:36 kalau bahasa Pak Didin ee kapan kita 6:41 belajarnya? kapan kita kawinnya kalau 6:42 satu karya aja 6 bulan gitu. 6:44 Makanya orang Indonesia ini sudah 6:46 dilatih dari 6:49 awal 6:50 nanti kan disiapkan untuk event-event 6:52 MTQ, Pak. 6:53 Jadi MTQ ini bagaimana membuat karya 6:55 sebagus mungkin, seindah mungkin dalam 6:57 waktu hanya 8 jam dipotong waktu 7:00 istirahat juga ya. Ini artinya orang 7:02 Indonesia dari awal ini sudah dilatih 7:05 dengan kecepatan tinggi, akurasi tinggi, 7:07 keindahan tinggi, 7:09 dipacu dengan waktu yang seperti itu. 7:11 Nah, ini yang beda sama orang luar. 7:13 Kalau orang Iran tadi yang Bapak katakan 7:15 ya, orang Mesir, orang Turki sana. 7:17 Nah, mereka bisa membuat karya satu 7:20 karya 2 bulan, 3 bulan tapi sekali laku 7:23 bisa ee belasan ribu dolar gitu. Artinya 7:27 mungkin 7:28 Oh, kalau yang orang Indonesia malah 7:29 lebih cepat 7:30 cepat sekali. Cepat sekali kalau di 7:32 Indonesia dalam hal untuk menghasilkan 7:35 karya tapi tidak mengurangi keindahan 7:37 kaidahnya gitu. 7:39 Karena ya lagi-lagi dilatih tadi itu ya 7:41 mereka nanti harus bertemu dengan event 7:43 MTQ yang dalam sehari hanya 8 jam itu 7:47 semuanya harus sudah kelar gitu kan. 7:49 Jadi dipacu dari awal itu memang 7:51 persiapannya harus serba cepat kilat ya. 7:54 Saya juga baru tahu ternyata MTQ itu ada 7:57 juga ini ya kategori kaligrafi ya. Saya 8:01 pikir MTQ itu 8:01 ada lima sekarang malahan Pak 8:02 apa aja apa aja aja. 8:03 Jadi kaligrafi naskah ini yang kaligrafi 8:06 murni ya tanpa ada hiasan ornamen apapun 8:09 jadi hanya hitam putih atau warna-warna 8:12 mono-mono gitulah ya. Kemudian ada 8:14 hiasan mushaf. Yayasan Musaf ini cabang 8:17 kaligrafi yang diperuntukkan untuk 8:20 menghias mushaf-mushaf Al-Qur'an, 8:21 ornamen-ornamen dan sekaligus 8:23 tulisannya. Yang ketiga, cabang 8:26 kaligrafi dekorasi. 8:28 Nah, cabang dekorasi untuk 8:30 keindahan-keindahan ruangan, arsitektur, 8:34 ee pajangan rumah dan lain sebagainya. 8:36 Itu yang di masjid-masjid itu makudnya 8:39 cabang kaligrafi dekorasi. Itu, Pak. 8:40 He. 8:41 Yang keempat ini kaligrafi kontemporer 8:44 namanya. Ya. Jadi kaligrafi yang di ee 8:48 tulis dilukis di atas kanvas. 8:51 Heeh. 8:51 Yang tadi kita sempat berbincang sedikit 8:53 yang [berdehem] dikembangkan oleh orang 8:55 ITB, Pak Prof. Sadali waktu itu ya. 8:58 Nah, ini perkawinan antara dunia seni 9:00 rupa dengan kaligrafi ya, kaligrafi 9:02 kontemporer ini 9:03 untuk mewadahi para seniman lukis. He 9:06 berkarya kaligrafi ya, kaligrafi 9:08 kontemporer. Jadi enggak harus ee 9:11 kaidah-kaidahnya enggak harus presisi 9:13 bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Nah, 9:16 yang terakhir kaligrafi digital, Pak. 9:18 Ini yang baru ee sekarang event yang 9:21 kedua mungkin ya kalau enggak salah 2024 9:24 ya kemarin waktu di Padang kalau enggak 9:26 salah launching pertama ya. Itu namanya 9:28 kaligrafi digital. Jadi bagaimana 9:31 berkarya kaligrafi tapi medianya alatnya 9:33 adalah komputer 9:36 atau pakai tab juga bisa gitu. Jadi 9:38 menulis langsung diab. Jadi sekarang 9:40 sudah ada lima cabang Pak di MTQ 9:41 Nasional secara elekorelek. 9:43 E AI bisa juga bikin bikin kaligrafi 9:46 AI sejauh ini 9:48 [berdehem] akurasinya yang belum bisa, 9:50 Pak. Dia Pak 9:51 akurasi dalam hal apa? Bunyi ayat apa? 9:54 Iya, bunyi ayat semacam itu masih ngacau 9:56 dia. Ya, mungkin suatu saat ketika a 9:58 semakin cerdas, 10:00 semakin hafiz Al-Qur'an [tertawa] gitu, 10:01 ainya mungkin suatu saat bisa presisi, 10:04 mungkin bisa juga, Pak. 10:06 Tapi beberapa kali kita coba ya ee 10:08 buatkan kaligrafi ee mungkin kalau yang 10:13 sederhana tuliskan Allah Muhammad ee 10:17 semacam itu mungkin mungkin masih bisa 10:19 nangkap dengan baik ya. Tapi ketika 10:21 ayatnya sudah agak panjang ngawur dia. 10:23 [tertawa] 10:24 Visualnya bagus tapi ayatnya ngacak 10:27 ngawur gitu. 10:29 Dirhasil tuh pernah dipajang kaligrafi 10:31 dibaca-baca tahunya qul huallahu ahad 10:35 pakai ma pakai ha h kecil 10:38 ha. Kalau aslinya kan H 10:41 gitu 10:41 ini ng dicopot itu kok bisa salah ya 10:46 dalam nanti mesti teliti ya kok bisa 10:48 salah gitu. Masyaallah. Apakah ee setiap 10:52 ee kalimat yang ditulis oleh para ee 10:55 kaligrafer ini harus selesai ee ayatnya? 10:59 Boleh sepotong aja enggak? 11:01 Bisa aja, Pak. Jadi beberapa jadi gini 11:04 ya, kita bicara seniman kaligrafi ini 11:06 kan punyanya hanya bukan hanya persoalan 11:08 keindahan semacam ini ya, tapi ada pesan 11:11 yang mau disampaikan gitu ya. Nah, 11:13 biasanya pesan ini mewakili perasaan 11:17 atau apa ya, inspirasi yang muncul pada 11:20 waktu itu ya. Misalnya saja dia sedang 11:23 bahagia, sedang ekspresi nikmat itu dia 11:27 menulis alhamdulillah misalnya. E bisa 11:31 aja dia hanya nulis aslinya kan 11:33 alhamdulillahiabbil alamin gitu ya. Nah, 11:36 kadang-kadang kita hanya melihat 11:38 sepotong aja alhamdulillah kayak gitu 11:40 aja gitu ya. ya yang penting tidak 11:43 merubah struktur maknanya gitu ya. Sudah 11:45 sudah [berdehem] lengkap segala puji 11:47 bagi Allah. Yang ingin disampaikan oleh 11:50 senimannya adalah ee ekspresi 11:53 syukurnya. Kira-kira seperti itu, Pak. 11:56 Baik. Nih salah satu contoh ini nih. 11:57 Saya enggak bisa baca apa dia yang la 12:00 apa ini tulisannya apa itu 12:01 ini. Bismillahirrahmanirrahim. Ini 12:03 beberapa yang saya bawa ini hasil 12:06 pelatihan anak-anak Pak. Ini karya anak 12:08 SMP ini. 12:09 Ini apa nih yang ini? ini hasbunallah 12:11 wanikmal wakil. 12:13 Jadi saya punya karya kecil-kecil kayak 12:15 gini banyak ya. Ada puluhan itu yang 12:17 biasanya saya bawa kalau lagi pelatihan. 12:20 Jadi saya pengin merubah mindset 12:22 teman-teman ya anak-anak Gen Z sekarang. 12:25 Eh kalau sekarang sudah 12:27 gen alpa ya sekarang ya. 12:28 Heeh. 12:29 Sekarang serba instan, Pak. Tadi yang 12:31 Bapak contohkan AI. Terus mereka udah ya 12:35 semuanya dipermudah lah sekarang lah. 12:37 Jadi sebenarnya mereka kan sedang 12:39 kehilangan sebuah proses gitu. He. 12:41 Apa-apa aja ee sangat mudah dan langsung 12:44 loncat jadi loncat jadi gitu ya. He. 12:47 Makanya saya sekarang banyak aktivitas 12:49 saya ini mengisi pelatihan-pelatihan 12:51 kaligrafi yang pada akhirnya 12:54 ee saya dulu banyak ya metode-metode 12:57 gimana klasik. Pada akhirnya seperti 12:59 inilah yang paling disenangi anak-anak 13:01 ya. He. 13:02 Jadi banyak bermawain warna, kemudian 13:05 ada apa ada frame-nya sekalian gitu. 13:09 He. 13:10 Nah, semacam itu. Jadi ee sekarang saya 13:13 lebih banyak ee memberikan apa 13:17 pelatihan-pelatihan kepada segmen-segmen 13:19 anak-anak muda dalam rangka dakwah juga 13:21 gitu. 13:22 Media-media apa yang bisa dilakukan 13:24 untuk ee ee kaligrafi ini? Kan ada yang 13:27 dari kayu, ada logam. 13:29 Iya. Banyak sekali. 13:30 Itu luar biasa kesulitannya. Heeh. 13:32 Kalau ada gumpil gimana? Apa bisa 13:34 diulang apa gimana itu? Kalau yang dari 13:35 kayu 13:37 ee iya itu salah setiap bahan ada 13:41 resikonya. Kalau kayu mungkin nanti 13:44 resikonya akan patah dan lain sebagainya 13:45 ya. 13:46 Iya. Sehingga 13:47 masing-masing seniman biasanya punya apa 13:49 ya semacam brand gitu ya. 13:51 Ee ada seniman yang ee khusus di atas 13:55 kayu. Ada yang kemarin kita lihat yang 13:57 viral itu ya di video-video itu bikin 13:59 dari grinda gitu. ee bikin dari kaca apa 14:04 dari dari gerinda tuh set bagus sekali 14:07 itu. E masing-masing memang punya khas 14:10 masing-masing. 14:11 Ada beberapa negara yang punya tulisan 14:12 sendiri seperti Jepang, Cina, India. 14:14 Apakah mereka punya semacam kaligrafi 14:17 juga? Versi mereka punya enggak? 14:20 Ee kaligrafi banyak fungsi ya. Ada 14:24 secara fungsional memang untuk menulis, 14:26 untuk dibaca semacam itu. Ada. ada 14:29 secara fungsional memang untuk hiasan 14:32 menyampaikan pesan-pesan dakwah dan lain 14:34 sebagainya. 14:35 Ee setiap negara paling tidak yang 14:38 berbahasa Arab itu pasti berkembang 14:40 paling tidak untuk yang bahasa tulisan 14:43 mereka ya. 14:44 Jadi ini yang saat ini sedang saya 14:47 geluti, Pak. Jadi mohon izin saya 14:48 sampaikan juga di sini 14:50 ada kekurangan yang sangat ee timpang ya 14:53 di Indonesia sebagai agam apa ee Islam 14:56 yang sebagai mayoritas. Tetapi dari sisi 14:59 perkembangan Quran digital saat ini kita 15:02 hanya baru punya satu font Al-Qur'an. 15:06 Yaah ini yang yang berkembang di banyak. 15:08 Harusnya ada berapa harusnya? 15:10 Ee 15:12 ee seharusnya Bu enggak bukan masalah 15:14 ini ya angka tapi kualitas itu. 15:16 Oh. di Indonesia punya ratusan 15:19 ee punya puluhan kaligrafer yang kalau 15:22 event internasional itu banyak juaranya 15:25 dari 15:25 ada berapa itu kira-kira ratusan, 15:27 ribuan? 15:28 Kalau setiap MTQ itu kita bisa total, 15:30 Pak. MTQ itu ada lima cabang. Setiap 15:33 cabang ini menghasilkan juara satu 15:36 sampai harapan itu enam. Artinya setiap 15:38 tahun ini lahir paling tidak 5 * 6 15:43 berapa tuh? 36 ya. He 15:45 36 ahli profesional kaligrafi itu 15:49 satu [berdehem] cabang setiap tahun. 15:50 Jadi ya sudah ada ratusan lah ya. 15:52 Nah, tapi yang saya garis bawahi dari 15:54 sisi fungsional untuk tulisan kita 15:56 sangat minim, Pak. Baik itu tulisan 15:58 kaligrafi mushaf Al-Qur'an 30 juz 16:02 ataupun yang Quran digital yang basicnya 16:05 font itu sangat-sangat [berdehem] 16:07 ee minim sekali. Yang ada saat ini baru 16:09 ada Pak Isep Misbah yang bikin satu 16:11 karya. Ya, ini saat ini mohon doanya 16:14 saya sedang menyusun ini saya sedang 16:15 mengembangkan kaligrafi digital ini, 16:17 Pak. He. 16:18 Jadi font bagaimana font font Arab ini 16:21 menjadi teks Al-Qur'an 30 juz bisa 16:25 dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini sedang 16:28 alhamdulillah sudah selesai 30 juz dan 16:31 insyaallah nanti di muktamar NU di 16:33 Jombang nanti insyaallah akan diunching, 16:35 Pak. Ini diterbitkan oleh NU online. 16:38 Heeh. Jadi NU online ini menggunakan 16:42 mushaf digital tapi yang bikin orang 16:44 Pakistan. [tertawa] 16:45 Iya. Yang bikin orang Pakistan. Habis 16:48 itu karena prosedur dan syarat yang 16:51 sangat ketat dan mahal, Pak. [tertawa] 16:53 Mereka harus bayar setiap tahun ee dan 16:56 hanya boleh dipakai buat website itu 16:57 aja. 16:58 Ketika dipakai untuk kebutuhan yang lain 17:01 ee ternyata ketahuan mereka kena denda 17:03 sampai ratusan juta. 17:05 Akhirnya kenapa enggak bikin sendiri 17:06 aja? Orang Indonesia kan banyak 17:08 kaligrafer gitu. 17:09 Heeh. 17:09 Akhirnya dibukalah sayembara tuh kan ee 17:12 mengirim portofolio. Alhamdulillah saya 17:14 dan teman saya masuk gitu untuk jadi 17:17 memang ngelamar, Pak. [tertawa] 17:19 Tapi memang obsesi saya kayak gitulah. 17:21 Jadi obsesi saya dari dulu sejak kenal 17:24 kaligrafi memang gimana nanti suatu saat 17:26 saya punya tulisan 30 juz. Nah, saat ini 17:30 memang di manual ee belum ya 30 juz. 17:34 Tapi kalau dari sisi digital 17:36 alhamdulillah sudah khatam Pak 30 juz. 17:39 Sebentar lagi bisa kita nikmati bersama 17:41 kita baca gitu. 17:42 Ini ada Ibu Ayu ya di rumahnya di Cinere 17:45 itu 17:47 usianya sudah 96 tahun. 17:49 Masyaallah. 17:50 Dia nulis surat Yasin pakai tangan itu. 17:52 Masyaallah. 17:53 Nanti insyaallah kita akan wawancara 17:54 beliau tuh ya. Oke. Iwan Danawat masih 17:57 di acaraan Wasalan di mana kami 17:59 mengundang Ustaz Syfuddin. Beliau adalah 18:03 kaligrafer ya. 18:04 Beliau adalah ahli dalam menulis 18:06 kaligrafi Islam dan insyaallah nanti 18:08 akan membuat pelatihan di Rasil. 18:10 Insyaallah. 18:11 Amin. Insyaallah, Pak. 18:12 Oke. Ee yang mau kontak langsung kami 18:17 kasan kasih nomor teleponnya Ustaz 18:20 Syaifudin. Nomor teleponnya 0852. 18:24 Kemudian 16. Kemudian 4 4nya 18:29 3 kali 501 18:32 0852 18:34 1644 18:36 4nya 3 kali 501. 18:39 Baik, kita baca 18:42 WA dulu dari pendengar. Pertanyaan dari 18:44 pendengar. 18:45 Eh, asalam. Asalamualaikum, Pak 18:47 Saifudin. Masyaallah, luar biasa Pak 18:50 Saifudin. Saya mau tanya nih, apa 18:52 hukumnya menulis kaligrafi berbentuk 18:56 manusia dalam posisi attahiyat? Asadu 19:00 allahah gitu ya. Jadi, kaligrafinya dua 19:03 kalimat syahadah, tapi bentuknya orang 19:05 sedang melakukan tahiyat. Bagaimana 19:07 hukumnya gitu dari He 19:10 Bapak Tara. Silakan. 19:13 Iya. Baik. Eh, saya bekerja di Lajnah 19:17 Pentasihan Mushafal Quran Kementerian 19:19 Agama ya 19:20 yang sehari-hari kerjaan saya tuh dulu 19:23 ya, sekarang sudah pindah unit yang 19:25 lain. Ini emang mengoreksi Al-Qur'an. 19:28 Siapa Al-Qur'an yang mau dicetak itu 19:29 kita koreksi. Jadi ada kode etik di 19:32 situ. Semua ornamen apalagi kaligrafi 19:37 itu tidak boleh dari makhluk-makhluk 19:39 yang bernyawa. 19:41 Baik itu dari unsur hewan ataupun 19:43 manusia. itu kalau dalam seni mushaf itu 19:47 ee secara kode etik tidak diperbolehkan 19:49 bahkan dibunyikan dalam regulasi 19:52 pemerintah, Pak. He. 19:53 Bahwasanya setiap Al-Qur'an yang dicetak 19:55 tidak boleh ada unsur ornamen ataupun 19:58 kaligrafi yang apa ee 20:02 ee zomorfis apa yang yang inilah 20:06 mengandung yang bernyawa di kaligrafi 20:08 seperti itu. 20:10 Nah, kadang-kadang memang ini nanti akan 20:13 masuk dunia seni ya. Dunia seni adalah 20:16 dunia ekspresi dan lain sebagainya. Jadi 20:18 masing-masing seniman ini biasanya punya 20:20 alasan masing-masing. Kadang-kadang 20:23 kalau kita ke Cirebon di sana banyak 20:25 sekali kaligrafi yang bertuliskan 20:27 asyhadu alla ilahaillallah tapi 20:29 bentuknya adalah ee macan. Macan macan 20:33 ali namanya. Nah, ini bahkan menjadi 20:36 bendera mereka. Nah, 20:39 tapi mereka kan tidak apa ya 20:41 sekonyong-konyong membuat itu. Ada 20:43 filosofi yang karena Sayidina Ali ad 20:47 beliau adalah macannya umat Islam pada 20:49 waktu itu disimbolkan dengan 20:51 kaligrafi macan Ali itu dalam rangka 20:54 untuk ee memberikan semangat 20:57 kerajaan Cirebon pada waktu itu 21:00 mengambil ruh atau semangatnya seperti 21:04 Sayidina Ali. Jadi ini ee 21:08 nanti seniman macam-macam ya ada yang 21:11 tapi biasanya ee 21:15 yang sejauh ini kita tahu dari ayat-ayat 21:17 Al-Qur'an sangat sedikit saya belum 21:19 lihat ya 21:20 ada ayat Al-Qur'an terus kemudian di apa 21:24 dimodifikasi sedemikian rupa. Jadi 21:26 membentuk seperti makhluk hidup 21:28 sangat jarang kurang populerlah sangat 21:30 jarang sekali. 21:32 Ee sementara kalau yang pepatah 21:35 kata-kata motivasi kayak gitu itu banyak 21:38 ya kita temui model-model semacam itu. 21:42 Kalau masalah pembahasan hukumnya apa 21:45 nanti mungkin sama ahli fikih nanti bisa 21:47 di suatu saat nanti bisa di 21:50 bahas secara lebih mendalam ya. Masih 21:53 memang khilaf ya 21:54 persoalannya khilaf panjang babnya. 21:57 Panjang. Oke, [tertawa] 21:59 dari Bapak Teguh ee untuk memberikan 22:03 apresiasi kepada galigrafi, apa-apa saja 22:05 yang tidak boleh 22:08 dilakukan ee pada kaligrafi misalnya 22:11 menulis di celana atau bagaimana itu 22:13 apresiasi seharusnya yang dilakukan oleh 22:16 umat Islam terhadap seni kaligrafi? 22:19 Iya, betul sekali Bapak. Jadi ini 22:22 lagi-lagi misal apa konteksnya adalah 22:25 etik-etika kita terhadap apalagi yang 22:28 kita tulis adalah ayat suci ya e la 22:31 yamasuhu ilal mutahaharun. Jadi ya 22:34 Al-Qur'an adalah 22:36 yang suci. 22:37 H. 22:37 Jadi gimana kita bisa menempatkan sebaik 22:41 mungkin, sehormat mungkin di tempat yang 22:44 sebagus mungkin. 22:46 Kalaupun itu di tembok ya diusahakan 22:48 temboknya itu di atas ya. kayak seperti 22:50 ini ya. 22:50 Heeh. 22:51 Nah, ini masih di atas lutut. Nah, 22:53 kira-kira seperti itu. Apalagi kalau 22:55 kita 22:56 bikin kaligrafi kok ditempelin di baju, 22:59 di celana apalagi ini ya ini tidak 23:03 kurang menghormati ya. 23:05 Kalau di kaca mobil itu enggak apa-apa 23:06 kali ya. kaca mobil ya. Yang terpenting 23:09 itu ya dia tidak di paling tidak kalau 23:11 ukuran kita di bawah lutut kita lah. 23:13 Dia harus tempatnya lebih tinggi. 23:16 Kecuali kalau kaligrafi ini bukan ayat 23:18 Al-Qur'an. Misalnya man jadda wajada. 23:21 Ini kan kata-kata motivasi ya, 23:23 kata-kata hikmah gitu. Itu ya boleh aja 23:27 misalnya di yang lebih bawah dari lutut 23:30 itu ya silakan aja karena dia bukan 23:33 hadis ataupun ayat-ayat suci Al-Qur'an 23:35 ya. 23:35 Hm. Jadi ya intinya kalau kaligrafi ini 23:38 masih seni murni lah ya, 23:40 seni kaligrafi Arab indah itu disebut 23:43 kaligrafi. 23:45 Nah, adapun yang ditulis ee banyakan 23:48 nanti macam-macam. Ada yang disampaikan 23:49 ayat suci Al-Qur'an, berisi hadis, 23:53 berisi kata-kata hikmah ataupun sekedar 23:57 ungkapan-ungkapan 23:58 ee orang-orang Arab dalam menulis 24:00 sesuatu 24:01 gitu, Pak. Kira-kira ya. He 24:04 dari Pak Budi alangkah bagusnya kalau 24:06 rasil juga mengadakan 24:08 ee pelatihan ee kaligrafi kami mau 24:13 daftar bilang ee Pak mau tanya ke Ustaz 24:16 ee Saifudin apakah kalau belajar itu 24:19 huruf per huruf atau bagaimana cara 24:21 belajar kaligrafi? 24:24 Iya. Jadi kaligrafi ini kan dulu memang 24:29 kalau kita lihat dari sisi sejarahnya 24:31 kan panjang sekali ya. Kita berhutang 24:33 budilah sama para kaligrafer ini yang ee 24:35 mentransformasikan 24:38 Al-Qur'an dari dulu sampai sekarang itu 24:40 para kaligrafer ya, para penulis mushaf. 24:43 Jadi jasanya luar biasa. Sebelum ada 24:45 percetakan semuanya harus disebarkan 24:47 pakai kaligrafi ya. 24:49 Nah, itu memang ee perkembangan 24:51 kaligrafi itu tidak ee tidak bisa 24:54 dilepaskan dari perkembangan mushaf 24:57 Al-Qur'an itu semakin hari. Kalau dulu 25:00 saya pernah rekor m tadi itu, Pak. Ya, 25:02 itu tapi kaligrafinya hijazi, Pak. 25:04 Hijazi. 25:05 Jadi kaligrafi yang paling tua gitu yang 25:07 dipakai oleh para sahabat dalam nulis 25:10 Al-Qur'an 25:10 itu saya tulis ulang sampai 2000 m. 25:12 Diri ee di Murri kena panjangnya atau 25:14 apa itu? 25:15 Karena panjangnya dan karena udah 25:17 punahnya. Jadi, kaligrafi ini sudah 25:20 enggak digunakan. Nah, dalam rangka 25:22 waktu itu pesantren Sahid. 25:24 sakit sedang. 25:25 Oh, sudah punah apa maksudnya? 25:27 Sudah tidak dipakai lagi skripnya atau 25:29 kaligrafinya. Udah, udah 25:31 yang model seperti itu. 25:32 Model seperti itu. Saya kan waktu itu 25:34 dapat inspirasi ketika diundang oleh 25:37 pemerintah Kementerian Pariwisata 25:39 Uzbekistan waktu itu. 25:40 Oh, masyaallah. 25:41 Diundang ke sana melihat langsung 25:42 manuskrip dari zaman sahabat, Pak. 25:44 Masih pakai Hijazi gitu kan. Nah, 25:47 akhirnya tercetuslah 25:50 ide waktu itu untuk membuat itu supaya 25:54 untuk ya edukasiilah ya menang masa 25:56 lalu. 25:57 Jadi memang ini untuk belajar kaligrafi 25:59 semacam ini, kaligrafi tradisional ya, 26:02 itu belajar ee huruf per huruf itu ada 26:06 wazannya, ada timbangannya gitu. Ee 26:09 misalnya menulis alif itu ukurannya tadi 26:13 adalah titik ya. Jadi kalau yang kita 26:17 pakai misalnya kita menggunakan 5 mili 26:19 nih ujungnya. Nah, 26:21 jadi panjangnya alif itu adalah ee 5 26:25 titik misalnya. Jadi kita bikin 26:26 ukurannya adalah 5 titik. Nah, semacam 26:29 itu nanti jatuhnya berapa senti? Nah, 26:32 demikian juga kalau kita mau bikin 26:34 kaligrafi yang 2 m 26:35 ya sama aja 26:37 ee medianya tulisannya ujungnya yang 26:39 dibesarkan 26:40 lima titik lagi. Nah, jadi dia 26:43 ee akan selalu proporsional semacam itu. 26:46 Nah, ini yang biasanya untuk belajar 26:48 kaligrafi tradisional seperti ini memang 26:51 perlu waktu yang sangat panjang, 26:53 ketekunan, kesabaran, dan keuletan 26:57 sehingga semua huruf demi huruf itu 26:59 sesuai dengan proporsinya, sesuai dengan 27:03 timbangannya. 27:04 Ada semuanya ukurannya ada, Pak. 27:06 Panjangnya berapa? Tingkat kemiringannya 27:09 ketat sekali. Ada [tertawa] 27:10 Iya. 27:11 Yang di MTQ yang dinilai itu, Pak. Oke. 27:13 Nah, makanya ini yang pengin saya 27:15 sampaikan juga pada pemirsa juga ya. 27:18 Saya sedang mengembangkan kaligrafi yang 27:20 ada di sebelah ini. 27:22 Ini dilukus oleh anak-anak SMP ya. Ini 27:25 adalah kaligrafi SMP 53 si Kampung Pulau 27:28 ini. 27:28 Iya, bagus sekali ya. 27:30 Heeh. Jadi ini pemula banget. Jadi saya 27:32 hanya pengin 27:33 pemulanya kayak gini. 27:34 Iya. membuat anu ya ee 27:39 stigma bahwasanya kaligrafi itu asik, 27:42 mudah, dan indah gitulah kira-kira. Jadi 27:46 ee siapapun bisa 27:47 ini hanya dikerjakan dalam waktu 3 jam 27:49 maksimal ya 2 jam 3 jam jadi satu karya 27:52 jadi satu karya. Jadi saya ee belakangan 27:57 sering seperti itu. Yang terpenting 27:58 mereka selain ee membuat karya seperti 28:01 ini, mereka harus bisa menjelaskan apa 28:04 yang dia tulis gitu. Jangan sampai kamu 28:07 jadi seniman kaligrafi sudah punya karya 28:09 bagus. Ditanya orang ini tulisannya apa? 28:11 Apa ya? Wah, [tertawa] kecelaka ini. 28:14 Jadi 28:16 ee dalam pelatihan itu harus ditekankan 28:19 mesti lengkap itunya ya. 28:21 Saat ini Anda adalah seniman. kaligrafi 28:25 Anda bertanggung jawab dengan apa yang 28:26 Anda tulis, apa yang ee Anda membuat 28:30 background warna dan lain sebagainya. 28:32 Minimal Anda nanti bisa menjawab maksud 28:34 ayatnya ini, pilihan warnanya ini. Nah, 28:38 syukur-syukur orang juga bisa memahami 28:40 apa yang dia 28:42 apa yang dia tulis ya. Pesannya sampai 28:45 kira-kira gitu, Pak. 28:46 Oke. Baik, pertanyaan dari Ibu Nina. 28:51 Asalamualaikum Ustaz Saifudin. Mau tanya 28:54 kalau Bait Al-Qur'an di Taman Mini itu 28:56 apa? Rumah apa itu? 28:58 Bait Al-Qur'an Musum Istiqlal. Ini taman 29:00 e di Taman Mini ini rumah rumah 29:03 Al-Qur'an ya. Jadi museum Al-Qur'an lah 29:06 kira-kira seperti itulah. Jadi yang 29:07 menyajikan 29:08 Quran dari berbagai apa ya? 29:10 Dari berbagai 29:13 tahun, dari berbagai daerah, dari 29:15 berbagai negara juga ada di sana. Jadi 29:18 memang saya bekerja sehari-hari di Bait 29:19 Al-Qur'an Musum Siklal ya di sana ya. 29:22 Jadi di sana memang dipamerkan bagaimana 29:26 Al-Qur'an masa zaman sahabat itu kayak 29:28 gimana? 29:28 Ada titik komanya. Ada titik apa 29:30 ya? Masih belum ada masih bundul, Pak. 29:32 [tertawa] 29:33 Masih bismillah gitu bnya ya enggak ada 29:36 titiknya. 29:37 Masyaallah. 29:37 Rengget-rengget aja, namrh-nambroh 29:39 [tertawa] 29:39 aja gitu ya. Luar biasa ya. Terus 29:42 kemudian zaman Umaiyah seperti apa? 29:45 Terus kemudian zaman Abbasiyah, zaman 29:47 Turki Utsmani seperti apa? Sampai 29:50 di Indonesia itu seperti apa Qurannya? 29:52 Mulai dari Aceh sampai Maluku sana kan 29:56 ee semuanya pada nulis ya. Zaman dulu 29:58 kan enggak ada cetakan jadi enggak ada 29:59 yang sama gitu, Pak. 30:01 Ternyata masing-masing daerah tuh punya 30:03 mushaf yang ornamennya ini mencerminkan 30:07 seni budaya masing-masing, Pak. Indah 30:09 sekali. Nanti bisa dilihat di 30:11 Baitul Alqur'an dan Museum Istiqlal itu. 30:13 Oke. 30:13 Indah sekali. 30:14 Bu dari Ibu Riri saya pernah jumpai 30:17 kurang kecil sekali sebesar kuku. 30:19 Bagaimana teknik pembuatannya tuh, 30:22 Ustaz? 30:23 Oh, ya itu dinamakan Quran Istanbul, 30:26 Pak. Quran stambul. 30:28 Tapi betul tulisannya enggak? Enggak. 30:30 Dia itu udah cetak nih. Udah cetak gitu. 30:33 Heeh. Udah kecanggihan mesin cetak 30:35 itulah. 30:36 Oh, begitu ya. 30:37 Heeh. Jadi salah satu biasanya untuk 30:39 souvenir-sovenir orang yang berangkat 30:42 haji gitu ya. Tapi ya mohon maaf ya, 30:44 kadang-kadang dulu pernah ada berita ini 30:47 dipakai buat gantungan kunci ini salah 30:49 ya. [tertawa] 30:50 Jadi saya enggak tahu ya motif 30:53 percetakannya itu ee membuat secara 30:56 massal Quran ini untuk kepentingan apa. 30:58 Tapi sebenarnya kita punya punya banyak 31:00 Pak koleksi di Baitul Quran tuh ada 31:02 empat atau tiga atau empat gitu. 31:04 Ukuran kecil 31:06 1,5 31:07 cm 31:11 2 cm Pak. 30 juz. Itu 30 juz. 31:14 30 juz itu kalau pakai kaca pembesar 31:16 gitu kita besarin itu memang bisa dibaca 31:19 juga masih bisa. 31:21 Tapi ini udah teknologi ya, sudah cetak 31:23 ya. 31:24 Sudah cetak. Nah, kalau ee dulu memang 31:28 zaman kemerdekaan ini memang banyak 31:31 masyarakat kita para pejuang ini dipakai 31:33 buat jimat, Pak. [tertawa] 31:35 dibungkus-bungkus pakai kain gitu, 31:38 dikantongin maju ke medan tempur. 31:42 Ee ada sugesti, ada ada amalan-amalan 31:45 tertentu mungkin ya. 31:47 Nah, itu yang ada di Bait Al-Qur'an 31:49 ceritanya seperti itu. 31:50 Beberapa mushaf itu memang dulu 31:52 warisan nenek moyangnya ketika zaman 31:55 kolonial itu memang untuk berangkat 31:57 Medan berang. 32:00 Asalamualaikum, 32:02 Pak Syfuddin. Apa perbedaan kaligrafi 32:04 yang ada di Madinah, di Nabawi dengan 32:07 Makkah? Apakah orang yang membuatnya 32:08 sama? 32:11 Ee kalau yang di Makkah yang di Oh, ini 32:14 ya yang di Kiswa ya, Ka'bah ya? 32:17 Kalau enggak salah. Kiswa itu saya belum 32:21 tahu persis ya yang dibuat ya. Itu 32:22 disulam dari benang emas ya. Kalau yang 32:24 di atas Kiswa Ka'bah ya. 32:27 Ee sementara kalau yang di Madinah 32:29 sejarah sejauh yang saya tahu di sana 32:31 kayaknya itu ee peninggalan dari era 32:34 Turki Utsmani kayaknya tuh. 32:36 Hm. 32:37 Yang sampai sekarang masih di 32:38 maintenance terus gitu. 32:40 Saya bahkan pernah waktu di Nabawi itu 32:43 lihat sedang dicat ulang gitu, sedang 32:45 diperbaiki lagi gitu. ee saya melihat 32:47 kayaknya itu anu peninggalan era Turki 32:50 Utsmani ya, termasuk di Masjid Nabawi 32:52 kan masih ada mihrab untuk khutbah itu 32:55 yang tinggi itu kan masih ada beberapa 32:59 motif ornamen Turki Utsmani itu ya. Ya, 33:02 mungkin kalau dibedakan dari sisi ee ee 33:06 masa mungkin itu ya dari era Turki 33:09 Utsmani yang di Masjid Nabawi. 33:12 Kalau yang di Makkah khususnya di Kiswah 33:14 ini kan memang setiap 33:15 tahun ya, setiap tahun diperbaiki, 33:17 diganti gitu. 33:19 Bahannya juga beda. 33:21 Dari Bapak Syarif. Asalamualaikum, Pak 33:24 Saifudin, Pak Haji Saifuddin, Pak Ustaz 33:27 mau tanya, apakah setiap huruf-huruf di 33:29 Al-Qur'an punya karakter keinan 33:30 masing-masing? Ada saya lihat banyak 33:32 yang menggunakan ya tuh diekplore ininya 33:35 panjang jadi apa ke bawahnya itu 33:38 oh i 33:38 diplore gitu ya. 33:40 Ee setiap huruf atau mim alif itu 33:43 semuanya ada 33:45 ee 33:45 peristiwa masing-masing dalam dalam 33:47 bentuknya gitu. Apa? 33:48 Iya. Ini pilihan kalau di kaligrafi 33:50 namanya tatwil ya. 33:52 bagaimana kita memanjangkan huruf 33:54 seperti itu. Ini sebenarnya kalau 33:57 teman-teman kaligrafer ini lebih pada 33:59 aspek layout dan keindahan memang. 34:01 Iya. 34:02 Jadi kalau kita tengok manuskrip yang 34:05 usianya sudah ratusan tahun gitu kan ini 34:07 Pak artinya tidak semua ayat itu habis 34:11 di pojok. 34:13 Oh. 34:13 Nah, ada ayat pojok. Ayat pojok 34:16 layout-nya. Kalau Quran Quran dulu waktu 34:18 kita masih kecil itu kan rata-rata 34:21 enggak ada 34:21 hurufnya tebal-tebal. 34:22 Hurufnya tebal-tebal terus ayatnya 34:24 enggak habis di pojok kan. He. 34:26 Nah, kadang-kadang lompat di sini baru 34:29 ayatnya selesai nanti baru ee surat kan 34:33 seperti itu. Nah, kalau yang Quran Quran 34:34 sekarang rata-rata kan ayat pojok. 34:37 He. 34:37 Jadi pas di pojok halaman dia ayatnya 34:39 selesai. Nah, ini buat kaligrafernya 34:43 adalah bagaimana PR-nya itu supaya rata 34:47 kiri, rata kanan di awal ayat ada di 34:51 pojok atas, akhir ada di pojok bawah, ya 34:54 kan? Nah, ini yang kemudian memunculkan 34:57 tatwil tadi tuh. 34:58 Oh, ini karena biar nanti ketemu kanan 35:01 kiri berarti nunnya kita panjangkan nih 35:04 set. Nah, dipanjangkan. 35:06 Oh, gitu. Tapi secara kaidah memang ada 35:09 ee kaidah kalau enggak salah itu ada 35:11 berarti ada manualnya juga ya? 35:13 Iya semua mushafal Quran cetak awalnya 35:15 manual Pak. 35:16 Oh 35:17 manual dian habis itu ditaseh di lembaga 35:20 kita lajen pentasihan mushafal Quran 35:23 distempel baru boleh diedarkan. 35:27 Jadi ya unsur keindahan dan layout tadi 35:30 itu ya. He 35:31 bahkan ada itu ee kemarin ada mushaf itu 35:37 dari Turki itu pokoknya ada setiap lafaz 35:42 Allah atau kata ganti Allah atau asmaul 35:46 husna itu satu susun, Pak. 35:48 Jadi misalnya rata di sebelah sini gitu 35:51 kan 35:52 itu Allah rabbukum rbuhu misalnya kan. 35:57 Itu itu sret gini nih kanan rata rata. 36:01 Jadi persoalan layout ya layout layout 36:04 dalam dunia permushafan itu apakah betul 36:07 ee seni kaligrafi ini ee bisa 36:11 mempengaruhi kepada kesehatan 36:13 ya. 36:14 Ee di mana letak itunya? H 36:17 ee baik dari sisi seorang karya yang 36:22 berkarya ataupun penikmatnya ya. Ee saya 36:27 ambil contoh salah satu 36:29 ya saya menimba ilmu juga sama beliau 36:31 Pak almarhum Adi Piros. He 36:33 beliau sudah sangat sepuh sebenarnya 36:35 sudah 80 tahun lebih sekarang sudah 36:36 almarhum ya dosen seni rupa ITB itu di 36:40 usianya yang di atas 80 memang rata-rata 36:43 anu ya para kaligrafer ini mereka 36:47 menyenangi dengan dunianya asik dengan 36:49 dunianya 36:50 jadi sehari-hari lukis ya saya lihat Pak 36:53 Ad Piros itu di Bandung rumahnya sana 36:56 tuh punya galeri sendiri jadi 36:58 sehari-hari memang menulis ee kaligraf 37:02 Jadi ada efek tidak langsung ya antara 37:08 orang yang 37:09 menyenangi dunianya. Ini kan problem 37:12 manusia ya biasanya kalau sudah uzur 37:15 umurnya 37:16 dia kadang-kadang meskipun saya belum 37:18 mengalami ya suatu saat pasti akan 37:19 mengalami ada disorientasi dalam dunia 37:23 dalam hidup gitu. 37:24 Mau ngapain ya usia [tertawa] sudah 37:25 segini mau kerja sudah enggak kuat sudah 37:28 enggak produktif gitu ya. Nah, di satu 37:31 sisi kaligrafi menawarkan hal itu 37:33 dengan goresan yang semakin tua mungkin 37:35 filosofis menjadi ya. 37:38 Jadi, ada kepuasan batin mungkin ada 37:42 efek ke sana ya antara kesehatan sama 37:46 aktivitasnya. Jadi dia menemukan nilai 37:48 yang sangat 37:51 indah, nilai spiritual, nilai ee 37:55 keindahan yang disalurkan dalam 37:56 seni-seni kaligrafi itu. 37:58 Apakah sambil dia membuat kaligrafi 38:02 tentang suatu ayat sambil juga 38:03 menghayati bunyi dari ayat itu artinya 38:06 apanya? Seharusnya memang idealnya 38:09 idealnya seperti itu, Bapak 38:10 dihayati gitu ya. Jadi seniman tidak 38:12 hanya persoalan bagaimana indah, 38:15 bagaimana ee kesan apa ee estetikanya, 38:19 tapi juga pada pesan yang dimunculkan 38:22 itu gitu ya. 38:24 Jadi ee ada dua orientasi bagaimana 38:27 masuk internalisasi pada dirinya 38:30 sendiri. 38:31 Bagaimana yang dia tulis ini adalah 38:33 perenungan gitu ya. He. 38:35 Ee nah kemudian yang kedua, bagaimana 38:37 orang yang membaca juga bisa 38:39 ee masuk dalam pesan-pesan tersebut 38:41 gitu. 38:42 Iya. 38:43 Ee jadi kalau kita niatkan dengan ikhlas 38:46 mungkin ya para kaligrafer baik 38:47 kaligrafer mushaf ataupun kaligrafer 38:49 seperti ini ya 38:51 insyaallah banyak jariahnya lah ya. Kita 38:53 buat basmalah ditempelkan di dinding 38:56 orang. 38:57 Masyaallah 38:57 sebelum makan dia baca dia lihat itu 39:01 sambil baca bismillah. Insyaallah buat 39:03 kaligrafernya itu dapat 39:06 mansana 39:07 kayak di gedung apa 165 di Jalan 39:10 Simatupang kan di atas di puncak 39:12 gunungnya eh di muncat gedungnya Allah 39:14 tulisannya. Jadi kalau orang naik mobil 39:17 lewat tol Simat Tupang tuh sambil baca 39:19 Allah 39:20 di Menara 165 ya. 39:21 Betul. Kaligrafi Kufi itu Allah Kufi Oh 39:24 ya. Hm. 39:25 Kufi murabba namanya. Jadi yang dibikin 39:28 kotak-kotak 39:29 dari Bapak Dodo. Asalamualaikum Ustaz 39:32 Saifudin. Senang sekali bisa mendengar 39:34 penjelasan dari Pak Sifud. Kenapa di 39:36 dalam kaligrafi titik itu ditulisnya 39:40 tidak bundar tapi kotak seperti dadu? 39:43 [tertawa] 39:44 I terotak ya. Ee soalnya ngikutin mata 39:47 pena, Pak. 39:48 Oh. 39:48 Mata pena itu 39:49 tidak mundur ya. 39:51 Ee kotak. H. Jadi hanya satu gores. 39:53 Titik ini menjadi pondasi utama dalam 39:56 struktur apa ee kaligrafi ya. 39:59 Karena titik ini nanti yang ngukur ee 40:02 ketepatan kita megang pena. 40:04 Kalau agak miring ke kiri berarti nanti 40:07 titiknya itu agak miring gini. Jadi itu 40:10 ee memang satu gores saja gitu. 40:12 H. 40:13 Ini bedanya sama dulu kalau kaligrafi 40:16 Kufi ah Kufi kan kalau hijazi tadi masih 40:20 gundul. Kufi kufi awal itu masih juga 40:23 masih gundul lah. Kemudian kufi-kufi 40:25 berikutnya ini kan sudah mulai mengenal 40:27 namanya ee titik namanya naqtul rab. 40:32 Nah, kalau di dunia Arab mengenalnya 40:34 dengan naqtul irab. Jadi 40:36 titik untuk menandakan bunyi bacaan. 40:40 H. 40:40 Nah, jadi dulu itu pakai titik semua, 40:42 Pak. Iya. 40:43 Fathah itu pakai titik satu di atas. 40:45 Heeh. 40:46 Eah. Kalau kasrah pakai pakai titik satu 40:49 di bawah. 40:49 Heeh. 40:50 Padahal ba juga titik satu di bawah. 40:53 [tertawa] 40:53 Ini yang mungkin ee pengetahuan yang 40:56 lain ya. Tapi ee para pemirsa juga ee 41:00 sangat bermanfaat untuk tahu bahwasanya 41:03 ee dulu itu memang ada ketika 41:07 ee belum ditemukan fathah itu dari huruf 41:11 alif. 41:12 Domah dari huruf wawu itu pakainya dah. 41:15 Oh, pakainya titik-titik itu 41:17 hanya yang membedakan antara warna. He. 41:20 Kalau warnanya hitam kayak tulisannya 41:22 berarti dia naqtul ijam. Jadi dia untuk 41:25 menandakan membedakan antara ba tak sa 41:27 itu dengan titik satu bawah titik dua. 41:30 Nah, kalau naqtulrab yang untuk 41:32 membunyikan huruf itu dengan titik warna 41:35 hijau. 41:36 H. 41:37 Jadi titik-titik banyak sekali dulu. Ee 41:40 kemudian baru ditemukan 41:43 ee tanda-tanda fathah, kasrah, domah 41:46 semacam itu. [berdehem] 41:48 Hm. Kalau menurut apa Profesor Mansur 41:53 ngata bilang itu batik itu asal kata 41:56 dari ba dan titik. 41:58 Jadi huruf batik tuh asalnya ba dan 42:00 titik. [tertawa] 42:01 Oh iya ya ya. 42:02 Wallahu alam ya. Oke, Ivan dan Ahmad, 42:06 kami masih berbincang-bincang dengan 42:09 Ustaz Syaifuddin, Mom. 42:12 Beliau adalah seorang ee apa? 42:17 kaligrafi kaligrafi kaligrafer ya 42:21 yang sudah profesional ya. 42:23 Silakan yang mau menghubungin dia mau 42:25 tanya-tanya soalang kaligrafi kami akan 42:28 bacakan nomor HP beliau. silakan dicatat 42:31 yaitu 0852 42:35 sudah kemudian 16 kemudian 44 4 42:41 jadi 4nya tiga kali kemudian 50 42:45 0852 42:47 16 42:49 44nya 42:52 3 kali 501 42:55 Ustaz Saifudin Mahum yang lihat di 42:58 Jombang tanggal 25 Juni tahun 43:02 1982. 43:06 Ee beliau juga pernah menjuarai MTQ 43:09 Nasional Korpri ya. 43:11 Iya 43:11 betul ya. 43:12 MTQ yang cabang untuk para ASN itu 43:17 [tertawa] 43:17 cabang kaligrafi digital waktu itu Pak. 43:19 Masyaallah. 43:21 Ini sayang sekali kita sudah dibatasi 43:23 waktu padahal masih banyak pertanya yang 43:24 yang ingin ditanyakan. Ada pengin tanya 43:27 hadahli, 43:29 ada had apa sulut, ada had kopi, ada had 43:34 diwani, ada riah, kemudian had farisi 43:38 dan ijazah. 43:40 Oke ya, Mas Andi masih ada waktunya. 43:43 Hah? 1 menit lagi. 43:44 Enggak, satu pertanyaan boleh. 43:46 Oh, gitu. Satu pertanyaan lagi ya. Oke. 43:50 Hm. 43:52 Eh 43:56 ee 43:58 asalamualaikum. Apakah berkenan dia 44:00 dengan pelatihan kaligrafi di masjid 44:01 terhasil? Berbayar tak apa-apa. Pernah. 44:04 Kedua, pernahkah Pak Ustaz digunakan 44:06 sebagai juri wasit di dalam kompetisi 44:09 kaligrafi? Asbab suka ada yang curang 44:12 diproses penilaian oleh panitia kelompok 44:14 kerja madrasah di acara kompetisi 44:16 kaligrafi dari [tertawa] Bapak Wahyu. 44:20 Baik, untuk pelatihan-pelatihan 44:22 ee saya sering ngisi pelatihan di 44:25 mana-mana gitu ya. Ee beberapa waktu 44:28 saya ajak Bang Lutfi di sini. Di depan 44:29 kita ada Bang Luthfi di situ. Saya 44:32 cerita ke Bang Luthfi, "Saya punya 44:33 keahlian seperti ini, Bang. Saya 44:35 menyenangi dunia ini, tapi saya kan 44:37 hanya seniman murni nih. Nah, beliau ini 44:40 yang kemudian mendirikan namanya Sila 44:43 Art. Silaturahim art [tertawa] 44:46 silaturahim art ya. 44:47 Jadi nanti kalau misalnya mau 44:48 bikin-bikin pelatihan dan lain 44:50 sebagainya nanti mungkin bisa kontak ke 44:51 Bang Lutfi ee kita bisa sharing. Kalau 44:55 untuk perlengkapan saya lengkap ya mulai 44:57 dari kuas chat segala macam itu nanti 44:59 tinggal datang ikut macam itu bisa. Jadi 45:02 kalau orang mau pelatihan dia [berdehem] 45:04 tang kosong airnya sudah peralatan sudah 45:05 disiapkan ya. 45:06 Iya. Biasanya kita seperti itu. 45:09 Ee kalau yang cabang kontemporer seperti 45:11 ini pelatihannya ya nanti kita siapkan 45:14 dari kanvas. Kanvasnya, koasnya, catnya. 45:18 Terus 45:20 e kita ajarkan juga cara bagaimana 45:22 membuatkan membuat kaligrafi timbul yang 45:24 seperti ini. 45:25 Karena ternyata dari sekian ee banyak 45:28 karya-karya 45:30 yang sudah saya buat itu yang paling 45:33 laris itu yang paling banyak disukai 45:34 orang yang model-model timbul, Pak. 45:37 Heeh. 45:37 Biar ada bedanya antara yang printing 45:39 sama yang yang lukis gitu ya. Ee kalau 45:42 di masyarakat kita seperti itu. 45:45 Oke, yang berminat untuk ikut pelatihan 45:47 kaligrafi bisa hubungin Abi Agus di 45:50 Rasil. Ini nomor telan Abi Agus 0858. 45:54 Kemudian 11 45:57 77 45:58 9399. 46:01 Silakan yang berminat untuk ikut ee 46:04 pelatihan kaligrafi silakan hubungi Abi 46:08 Agus di 0858. 46:11 Kemudian [mendengus] 11, 46:13 kemudian 77 46:15 93 46:17 99. Abi Agus Abi kapan ni diadainnya? Di 46:20 mana syarat-syaratnya? Oke, tanya saja 46:23 sama Abi Agus. Ee 46:28 ada 46:28 mungkin nanti bisa ini Pak dalam rangka 46:31 Maulid Nabi gitu ya kan jatuhnya kalau 46:33 enggak salah tanggal 25 Agustus ya 46:35 sekitar 46:36 ee ya boleh boleh setelah itu atau 46:39 sebelumnya gitu ya. Dalam rangka 46:41 peringatan Maulid Nabi, kita abadikan 46:43 nama beliau. Eah, kita bisa membuat 46:46 nama, kita bersama-sama membuat nama 46:49 Muhammad dalam bentuk kaligrafi yang 46:51 indah, selawat semacam itu. Bisa 46:54 beda-beda ya, 46:54 bisa beda-beda gitu ya. Jadi nanti 46:57 para peserta itu datang mereka berkarya 47:01 membuat Muhammad Rasulullah atau 47:03 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 47:05 apa-apa gitu kan. Nah, [mendengus] 47:07 kemudian bawa pulang bawa karya sudah 47:10 frame seperti ini tinggal dipasang gitu 47:12 ya. 47:13 Tapi bikinannya sendiri gitu ya. 47:14 Kalau beli mahal semuanya, Pak. 47:15 Iya. Iya. [tertawa] 47:16 Itu kalau saya umrah kan e ke Madinah 47:19 atau Makkah kan nama-nama toko di sana 47:21 kan tulisan Arab tuh itu bagus-bagus 47:23 kali itu gimana bikinnya ya? 47:25 Ee rata-rata sudah digital itu, Pak. 47:28 Digital. Iya. 47:29 Jadi desain-desain Arab semacam itulah. 47:32 Itu pekerjaan saya dulu, Pak. Jadi, 47:34 dulu saya sering jadi desainer Arab 47:37 seperti itu. 47:38 He. 47:39 Jadi membuat logo-logo Arab gitu. 47:41 To, 47:41 nama-nama toko perusahaan itu. 47:45 Jadi aktivitas dulu saya banyak seperti 47:47 itu ya sambil-sambil jadi ASN gitu. 47:49 Kalau malam itu iseng-iseng ikut 47:50 kompetisi logo. Arap. 47:52 Kalau nulis yang nulis logo halal itu 47:54 siapa yang bikin logo logo halal? 47:56 Saya enggak tahu persisnya ya. Tapi 47:58 rata-rata modelnya sayembara, Pak. Kayak 48:00 gitu. itu biasanya sayembara nanti semua 48:04 peserta mengirimkan logo beserta 48:06 filosofinya, makna 48:09 simbolisnya apa gitu biasanya dikirim 48:11 yang menang nanti dapat hadiah sekian 48:13 gitu biasanya kayak gitu. 48:15 Kalau yang paling jago kaligrafi mana 48:17 sih Indonesia, Pakistan, Mesir, Arab? 48:20 Untuk saat ini sebenarnya kalau dari 48:21 sisi ee jumlah ya jumlah Indonesia itu 48:26 event-event internasional itu hampir 48:28 selalu ada yang juara gitu. Paling 48:31 banyak dari Indonesia malah. 48:32 Oh gitu. Iya. Yang buat apa? Mimbar 48:34 Masjid Aqsa tu pernah kebakar tuh 48:36 mimbarnya. 48:38 Itu orang Indonesia tuh kita siapa 48:40 namanya? Lupa ya. 48:41 Iya iya iya. 48:41 Kita perawancara tuh rumahnya di daerah 48:44 tempat ukir di Jeparang kalau salah. 48:47 Oh. 48:47 Hm. Kita perawan cerada dia membuat itu 48:50 mimbar 48:52 ee Masjidil Aqsa. Karena waktu kebakar 48:54 dikasih lomba. Siapa yang bisa nih 48:56 beliau yang sanggup lama? 48:58 Karena di Indonesia ini ada MTQ 49:00 nasional, Pak. Ini sangat berkontribusi 49:03 pada lahirnya para kaligrafer baru 49:05 sekarang ini. Jadi 49:07 ee mulai dari tingkat kecamatan sampai 49:09 kabupaten itu kan ada lomba-lomba MTQ 49:13 semacam itu ya. Jadi memang penyiapan 49:16 kader-kadernya pembinaannya memang dari 49:18 tingkat yang paling kecil sampai 49:21 nasional. ini yang enggak pernah di 49:23 enggak pernah enggak ada di dunia lain 49:25 seperti itu. Bahkan saya pernah ada 49:27 study banding ya dari Kementerian 49:29 Agamanya Malaysia ya waktu itu 49:32 yang dia kagumi itu Indonesia gimana sih 49:34 bisa ee semasif ini melahirkan para 49:38 kaligrafer yang banyak segala macam gitu 49:40 kan. 49:41 Ee karena baha saya jawab waktu itu 49:43 karena kita punya MTQ Pak. MTQ ini 49:45 setiap 2 tahun sekali gitu kan itu para 49:49 kalau di PON namanya atlet ya kalau kita 49:52 para senimannya itu mempersiapkan diri 49:54 terus diasa terus. Nah, itu mereka yang 49:57 sampai sekarang belum punya h 49:59 ee event-event yang diadakan secara 50:01 rutin baik support pemerintah ataupun 50:05 apa ee swasta itu kita yang kayak gini 50:08 nih kita sudah sangat 50:11 ee rutin ini ya. Makanya nanti ee para 50:15 siswa-siswi juga gitu ya kalau mau ada 50:18 pelatihan, mau ada lomba-lomba seperti 50:20 ini. Nah, kita nanti bisa 50:21 membuat kita bisa bikin pelatihan di 50:24 sini pakai mungkin Mas Lutfi nanti bisa 50:26 ada bimbingan untuk cabang kaligrafi apa 50:30 gitu ya. 50:32 Oke, hubungin aja Abi Agus. Untuk Anda 50:34 yang berminat bikin pelatihan kaligrafi 50:36 di Rasil, hubungin saja Abi Agus di 50:39 0858. 50:41 Kemudian 11 77 50:45 berapa? 93 99 insyaallah begitu ya. Hm. 50:50 Saya enggak hafal nomornya nih. Habis 50:51 Agus 0858117 50:56 9399. 50:58 Abi Agus Sisolo Samuan. Oke ya. 51:03 Ustaz Saifudin, kalau saya ingin membeli 51:06 kaligrafi, pusatnya kaligrafi di mana 51:09 sih yang untuk pajangan rumah yang 51:10 bagus-bagus di mana? Kalau bisa ada 51:13 media kayunya. 51:15 Media kayu ya. Kalau kayu rata-rata di 51:18 daerah-daerah ini ya, Jepara gitu ya, 51:20 ungkiran-ungkiran ya. 51:22 Ee kalau untuk lukisan 51:26 tapi yang banyak untuk saat ini yang 51:30 bagus-bagus ya itu di Lemka, lembaga 51:32 kaligrafi di Sukabumi sana. 51:34 Oh, di sana ada 51:35 di sana ada galeri yang besar sekali 51:37 isinya macam-macam. Mulai dari kaligrafi 51:40 kayu ya ada kaligrafi 51:42 kanvas ya ada 51:43 dan lain-lain ya macam-macam medianya 51:46 gitu ya. 51:47 Ustaz [berdehem] Deri Sulaiman juga suka 51:49 buat kaligraf. Kalau dia aliran apa itu? 51:52 ee kontemporer lah bel kontemporer di 51:54 atas 51:55 di atas kanvas jadi 51:58 ee ekspresionis mungkin ya cepat 52:01 bikinnya ya set mahal-mahal itu 52:04 iya [tertawa] 52:05 [terkesiap] 52:06 masyaallah 52:08 ee ada yang lain tanya Ustaz Saibudin 52:11 apakah ada orang yang masuk Islam 52:13 gara-gara melihat kaligrafi 52:17 ee 52:17 terkesan dengan kaligrafinya gitu? 52:21 Saya belum pernah dengar ceritanya ya. 52:24 Ya. Ya. Mungkin kalau baca-baca 52:28 ayat-ayatnya ya mungkin banyak termasuk 52:30 Sayidina Umar. [tertawa] 52:32 Sayidina Umar kan berawal dari ee 52:35 pendengaran thaha ma anzalna alaikal 52:41 qurana litasqo. Waktu itu kan kepo dia 52:45 kan. Ini apaan? Saya belum pernah dengar 52:47 puisi kayak gini. 52:49 Dan akhirnya sama Hafsyah itu kan di 52:51 dilihat ini kamu baca apaan? Baca surah 52:54 Thaha. Ternyata dia beliau kan gemeteran 52:57 dari situ ya gemeteran. Ini 52:59 bukan bikinan manusia ini. 53:01 Saya hafal betul puisi-puisi Arab 53:04 jahiliyah enggak ada yang kayak gini 53:05 [tertawa] gitu. Nah, setelah dilihat 53:07 akhirnya akan dapat hidayah. 53:08 Heh. Siap. 53:09 Akhirnya akan jadi ee kekuatan Islam 53:12 pada waktu itu ya. 53:14 Ee jadi ya melalui kaligrafi ya 53:17 tulisan-tulisan ya banyak sekaliah ya 53:19 orang-orang yang dapat hidayah dari situ 53:21 ya tulisan-tulisan Al-Qur'an. Karena 53:24 kaligrafi ini kan hanya apa ya alat ya. 53:26 Sementara pesan-pesan ayat-ayat suci 53:28 Al-Qur'an yang disampaikan itu yang 53:30 punya energi yang punya apa ee nur yang 53:35 luar biasa ya. Ustaz, ini ada permintaan 53:37 daripada Ustaz baca Quran dong atau doa 53:41 sebagai penutup dari acara ini. Silakan, 53:43 Ustaz mau berdoa atau baca Quran 53:45 lafadol. 53:47 Ee baik, mari kita akhiri ee pertemuan 53:51 ini dengan membaca ummul kitab. 53:54 Ee semoga hajat kita bersama, semoga 53:57 niat baik kita bersama, permasalahan 54:00 kita bersama dimudahkan oleh Allah 54:02 subhanahu wa taala dengan membaca ee 54:06 al-Fatihah. 54:08 Alfatihah. 54:10 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 54:15 Bismillahirrahmanirrahim. 54:22 Alhamdulillahirabbil 54:24 alamin 54:26 arrahmanirrahim 54:30 maiki yaumiddin 54:33 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 54:39 ihdinasirathal 54:41 mustaqimathalladzina 54:45 an'amta alaihim ghairil magdubi 54:56 Amin. Sqallahulim. Terima kasih waktunya 54:58 Bapak. Semoga suatu saat bisa bertemu 55:01 kembali. 55:01 Iya. Mohon maaf SMS yang masuk banyak 55:03 sekali ee tidak di tidak dapat dibaca. 55:06 Salah satunya adalah pengalaman dia 55:08 ketika naik haji ada koran tulisannya 55:11 Arab. Dia keinjam astagfirullah 55:12 astagfirullah [tertawa] 55:14 koran tapi tulisan tulisan Arab. 55:17 dikiranya semua Arab itu Al-Qur'an 55:19 [tertawa] gitu ya. 55:20 Dia langsung astagfirullahalazim. 55:23 Oke, terima kasih sekali lagi Ustaz 55:25 Sududin ee atas kehadirannya juga Ustaz 55:28 Luthfi ya yang telah membantu 55:31 mm acara ini sehingga terlalu senggara. 55:35 Terima kasih juga untuk siapa tadi? Ee 55:39 Marsa ee ee Macha, Reva, dan Dananya. 55:45 Terima kasih Kang Ondi Saputra yang di 55:48 Sweet juga 55:50 Ustaz Algi Farzi. Alhamdulillah acara 55:54 ini dapat terselenggara. Terima kasih 55:56 sekali lagi. Mudah-mudahan bermanfaat. 55:57 Saya Muhammad Krishna dan teman-teman di 55:59 sini mohon pamit. Wabillahi taufik 56:01 walhidayah. Wasalamualaikum 56:02 warahmatullahi wabarakatuh. 56:03 Waalaikum.