Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:17 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:19 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:21 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:24 akhwat, pendengar ada silaturahim dan 0:25 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:27 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:30 berjumpa Iwan Akhwat di Selasa siang 0:31 hari ini tanggal 21 Safar 1448 0:36 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 4 0:39 Agustus 2026. Kembali hadir acara 0:43 tausiah siang bersama Ustaz Fawas 0:45 Abizawiyah yang alhamdulillah telah 0:47 hadir di tengah-tengah kita. Kita sapa 0:49 Ustaz Akhwat. Asalamualaikum 0:51 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 0:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:55 wabarakatuh. 0:56 Masyaallah kabar sehat Ustaz? Ya, 0:57 alhamdulillah sehat 0:58 selalu sehat selalu bahagia dan selalu 1:01 dalam lindungan Allah Subhanahu wa 1:02 taala. 1:02 Alhamdulillah ya nikmat Allah Subhanahu 1:05 wa taala. 1:06 Karena ingat setiap orang 1:08 Heeh. 1:08 pasti mendapat nikmat dari Allah sang 1:11 pemberi nikmat. 1:11 Pasti betul. 1:12 Namun enggak setiap orang 1:14 bisa menikmati nikmat Allah. 1:16 Masyaallah. Mantap itu kata-kata. 1:19 Jadi enggak setiap orang bisa menikmati, 1:20 Ustaz. Ya. 1:21 Oh, iya dong. 1:21 Kendalanya apa tuh? Ya, bisa gitu 1:22 banyak hal. 1:23 Banyak hal. 1:23 Ada dari dalam ada, dari luar juga ada. 1:26 Faktor eksternal internal. 1:27 Contohnya ketika Allah berikan nikmat 1:31 berupa makanan. 1:32 Heeh. 1:33 Eh, bibir atau lidah sayawan. Betul. 1:35 Enggak bisa nikmatin dong. 1:36 Enggak bisa. Benar. 1:37 Gigi sakit, enggak bisa gigit dong. 1:40 Makanya syukurlah nikmat ya kan 1:42 kepada kepada Allah Subhanahu wa taala 1:44 berbanyak mengucap alhamdu. 1:47 Itu 1:47 termasuk siang hari ini kita menikmati 1:50 nikmat ilmu yang akan kita sama-sama 1:52 nikmati, Ustaz, ya. Insyaallah dari 1:54 Allah pemberidan ilmu itu 1:56 dari Allah kita sebarkan kita sampaikan 1:57 kepada semua ikhwan akhwat 1:58 semua pendengar akhwat kita 2:00 jangan lupa ya jangan lupa sabtu tanggal 2:03 sekarang 4 hari lagi Ustaz ya. 2:04 Ya Allah enggak berasa sudah berasa ya 2:06 sekarang Selasa, Rabu, Kamis, Jumat 3 2:09 hari Sabtu 4 hari. 2:10 Iya. Mungkin ada yang belum tahu acara 2:11 apa, Ustaz? 2:12 Acara kita namanya Majelis Hamami. 2:15 Majelis Hamami. 2:16 Iya. Yang adakan adalah zawiyah bubur 2:18 subuh. 2:19 Ya, tempat kami. Sekelis hamam. Hamami 2:22 itu singkatan dari hnya hauliyat, 2:26 haul. 2:27 Peringatan haul ya kan? 2:29 Peringatan haul syahadahnya 2:31 banyak orang. Di antaranya baginda Nabi 2:34 Muhammad 2:34 sallallahu alaihi wasallam, 2:35 ahlil baitnya, ahlil kisa, para zuriah 2:40 ahlul bait, 2:41 para sahabat Nabi, para ulama. Walaupun 2:45 saya juga ikut sertakan khususnya niat 2:47 haul dari dua orang yang menurut saya 2:50 sangat sangat berperan dalam hidup saya. 2:53 Saya punya budi banyak pada beliau. Di 2:55 antaranya ibunda saya, 2:58 ibunda Hajah Sofyani Ghazali binti Datuk 3:02 Sulaiman bin Quraisy. 3:04 Kemudian guru kami Alhabib Alwalid Hasan 3:08 bin Abdullah bin Umar Asyatri yang wafat 3:11 di bulan Rabiul Aal 3:13 lebih kurang 15 tahun yang lalu ya. 3:15 Iya. 3:15 Kemudian juga ee 3:19 guru-guru kami yang lain tentunya banyak 3:20 kalau disebutin ya. Intinya hauliat itu 3:22 H-nya. Terus kemudian ma. Ma ini artinya 3:25 singkatan dari kata maulid. 3:27 Maulid 3:27 peringatan Maulid Nabi Muhammad 3:29 sallallahu wasallam wabaraka alaih. 3:31 Sekalipun hari Sabtu, 8 Agustus itu 3:34 belum masuk bulan Maulid, tapi kita 3:36 ekspresi menyambut dari bulan Maulid 3:39 Nabi Muhammad yaitu Rabiul Awal. 3:41 Kemudian yang ketiga mi artinya milad. 3:44 Hm. 3:44 Kalau maulid untuk baginda Nabi, 3:46 milad digunakan untuk selain baginda 3:48 Nabi. 3:49 Apa itu? Milad sama hari kelahiran juga. 3:51 H 3:52 cuma ini peringatannya hari kelahiran ee 3:55 madrasah kami. 3:56 He. 3:56 Madrasah diniah Quran Al-Musonnif 4:00 ya. Ee sebuah madrasah untuk level 4:02 anak-anak. 4:03 He 4:03 ya. Yang fokus pada bagaimana anak-anak 4:06 cinta kepada Al-Qur'an. Yang kedua ee 4:10 milad majelis bubur subuh. 4:12 Bubur subuh 4:13 ee majelis bedah ilmu tadabur Quran 4:16 selepas subuh disingkat bubur subuh. 4:18 Subuh. 4:19 Iya. yang mana sebuah majelis yang 4:22 mudah-mudahan menjadi oase Quran 4:24 di tengah kehidupan metropolitan. 4:26 Majelis atau zawiyah bubur subuh ini 4:29 lebih kurang berusia 9 tahun karena 4:31 berdiri pada tanggal 4:33 15 Juli 4:34 he 4:35 2015 ya 2017 ya ee itu 4:41 sebuah majelis yang didirikan mengikut 4:44 arahan dan juga disertakan oleh 4:47 guru-guru kami. 4:48 He. 4:49 Yaitu pertama murabbi kami Al Ustaz 4:51 Husein bin Hamid Al-Attas. 4:52 Iya. 4:53 Guru kami Al Ustaz Hamzah bin Attas 4:55 Al-Attas. sebuah kumpulan kajian bakda 4:59 subuh yang fokusnya adalah bagaimana 5:02 orang bisa memahami Al-Qur'an 5:04 sesuai penjelasan Al-Qur'anQuran 5:06 yaitu sebuah tempat kita merenung 5:10 tentang maksud dari ayat suci-suci 5:12 Al-Qur'an ya intinya mentadaburkan 5:15 Al-Qur'an, merenungi Al-Qur'an, 5:17 mempelajari Al-Qur'an, memahami 5:19 keinginan Al-Qur'an sesuai penjelasan 5:22 Al-Qur'an. 5:22 H 5:23 nah itu miladnya. Nah, itu kita adakan 5:25 pada hari Sabtu 5:27 i 5:27 8 Agustus 5:30 2026 atau 25 Safar. 5:32 Iya. 5:33 Ee mulai startstart itu insyaallah 5:35 paling telat 6.30 jam 5:37 0.30 pagi gitu ya. 5:38 0.30 pagi ee jam .00 sudah kita sudah 5:40 sudah prepare bersiap ya. 5:42 Pembukaan dulu ada praacara tentunya. 5:46 Ee kita closing acara jam 09.00 pagi. 5:48 H. 5:49 Nah, isinya isinya apa? Isinya kita 5:51 pertama mengkhatamkan Al-Qur'an 5:53 bersama-sama, kemudian membaca doa 5:56 khatmul Quran. Yang kata keterangan para 5:59 ulama 6:01 ketika kita mengkhatamkan Al-Qur'an itu 6:03 malaikat hadir 6:05 ribuan untuk mengaminkan doa. 6:07 Sedangkan bangsa kita ini sangat perlu 6:09 membutuhkan do 6:10 doa. Nah, kita berdoa bersama di sana. 6:12 Kemudian berzikir, lalu mendengarkan 6:16 selawat dan pujian kepada baginda Nabi 6:18 Muhammad. Itu biasanya dengan kita baca 6:21 kitab rawi. Kalau bahasa orang Betawi, 6:23 apa tuh kitab rawi? Sebuah kitab yang 6:26 isinya tentang kisah pra atau saat 6:29 kelahiran baginda Nabi. Setelah itu 6:32 ngapain lagi kita? Setelah itu kita 6:34 duduk menyimak pesan-pesan keagamaan, 6:37 pesan-pesan moral. 6:39 He 6:39 ya ee dari para guru. 6:42 Iya. 6:42 Yang akan menyampaikan tausiahnya. 6:44 Banyak enggak? Banyak. 6:45 Banyak ustaz. Siapa aja? Ustaz 6:47 nempel enggak kira-kira? Insyaallah 6:48 nempel. 6:48 Nempel. Insyaallah. Ya, karena kan 6:50 santai nih karena pagi hari otak masih 6:54 fresh. 6:54 He 6:55 disiapkan snackbox untuk ganjel 6:57 ganjalnya ya kan. dalam mendengarkan 6:59 habis kita baca selawat bergembira ya 7:01 kan mengaspirasikan cinta kita kepada 7:04 Rasul kita mendengarkan pesan-pesan 7:06 para ulama yang tema utamanya adalah 7:10 memahami 7:12 pesan ayat dari Quran surah Ali Imran 7:15 ayat 103 yaitu waasimu bihablillah 7:20 jamian w tafarqu memahami maknaisam yang 7:25 pada pekan lalu sudah kita bahas tuh 7:27 bahwa bukan hanya berpegang teguh dengan 7:29 tali Allah yaitu Al-Qur'an tetapi 7:31 melilitkan 7:33 kita punya tubuh dengan sebuah tali yang 7:36 bernama Al Al-Qur'an. Jadi tubuh kita 7:38 kita pintal, kita lilit, kita kepang 7:41 dengan tali Al-Qur'an 7:42 supaya lebih kuat lagi, 7:43 supaya melekat Al-Qur'an dalam diri 7:45 kita. Kan Allah gunakan waasimu bi 7:48 hablillah. Huruf ba saja, Kang Fahri. 7:51 Dalam kaidah 7:52 ilmu Al-Qur'an itu, bahasa Al-Qur'an itu 7:54 atau lisanul arabi, ba itu memiliki 7:57 makna ilsaq, artinya melekat. 8:00 Jadi pesan Allah itu bukan pegang karena 8:03 kalau memegang tali 8:04 bisa lepas 8:05 susah susah lekat kan. 8:06 Susah lekat 8:06 malah potensinya lebih mudah lepas. 8:09 Tapi kalau kita ikat diri kita 8:12 kita pintal diri kita, kita kepang diri 8:15 kita dengan tali Al-Qur'an, 8:17 melekatlah itu ke dalam diri kita. lebih 8:19 kuat lagi ya kalau gitu ya. 8:21 Lebih lagi. Nah, itu 8:22 itu berangkat dari pesan itu nanti 8:24 banyak guru yang kita minta untuk 8:26 menjelaskan dan memberikan bermacam apa 8:29 namanya pesan melalui berangkat dari 8:31 ayat tadi. 8:32 Ali Imran 103. 8:34 Sesiapa di antaranya akan hadir 8:36 menyampaikan pesan satu Prof. Dr. Sayid 8:40 Aqil Husein almunawar 8:42 guru besar nih 8:43 di Institut Ilmu Quran dan UIN. Kemudian 8:47 yang kedua, guru kita 8:49 yang biasa menyampaikan pesan Al-Qur'an 8:50 di Rasid ini, 8:52 murabbi kami, Al Ustaz Husein bin Hamid 8:55 bin Hud Al-Attas. 8:57 Kemudian kita ee undang lagi selain 9:00 beliau 9:02 ee Al Habib Jindan bin Naufal bin Jindan 9:06 untuk menyampaikan pesan juga. 9:08 Kemudian kita undang bermacam tokoh 9:10 ormas. 9:11 Hm. 9:12 Ini kan milad Nabi ya. 9:14 Iya. Jadi semua umat Nabi apapun 9:17 latar belakang 9:17 latar belakang pemikirannya kita undang 9:20 dan alhamdulillah mau hadir. 9:22 Di antaranya adalah Ketua PWNU DKI 9:26 I 9:26 K. H. Muhyiddin Ishaq. Kemudian Ketua PP 9:30 Muhammadiyah 9:32 ya kan kalau kita kan Amaliah kita orang 9:34 NU nih. 9:35 Kita undang juga nih Prof. Dr. 9:37 Agus Suradika dari Muhammadiyah. 9:40 Kemudian salah satu pengisi rasil 9:43 yang nota benda beliau ini murid dari 9:46 Syekh Abdul Aziz bin Baz. 9:49 Artinya not B ini pemikirannya dikenal 9:50 dengan pemikiran Salafi ya. 9:52 Siapa itu? Ustaz Umar Rasyid 9:54 tuh 8 tahun setahun beliau belajar sama 9:57 Syekh Abdul Aziz bin Bas. Ini belajar 9:59 tentang konsep pemikiran salafiyah. 10:01 Kemudian kita undang lagi dari kelompok 10:06 Ahlul Bait Indonesia. 10:08 Hm. He 10:08 ee Ustaz Umar Syihab. Oh, semua kelompok 10:12 ada kan? 10:13 Iya. 10:13 Kita undang juga dari kelompok Al-Irsyad 10:16 ya, Ustaz Za Bahmid. 10:19 Semoga beliau bisa hadir katanya sehat 10:21 afiat. He 10:22 betul. Kemudian kita undang juga ee dari 10:27 Ormas 10:29 Masyarakat nih. 10:29 Heeh. 10:30 Ketua Forum Keluarga Betawi. 10:32 Betawi. 10:33 Forkawi, 10:34 Bang Haji Abdul Ghani. 10:36 Masyaallah. 10:36 Tuh. Jadi kita undang banyak. Tapi 10:39 jangan salah loh. 10:39 Heeh. 10:40 Yang ada yang perempuan juga kita undang 10:41 loh. 10:42 Hm. 10:42 Perempuan 10:43 siapa tu? 10:44 Jangan nanti bilang ini maulid laki-laki 10:45 doang nih. Perempuan 10:47 kita undang ee dari kaum wanita 10:49 yang pastinya cantik loh ya. 10:51 He. 10:51 Kan wanita kan. 10:52 Kalau yang tadi ganteng-ganteng semua 10:53 tuh. 10:54 Siapa itu? Prof. Dr. Ustazah Hajah Amani 10:58 Lubis. 10:59 Masyaallah. 11:00 Guru besar UIN. 11:02 Kemudian ustazah yang sering tampil di 11:04 TV itu 11:05 dai nasional nih. He 11:06 Ustazah Qatrun Nada. 11:08 Iya. 11:08 Alawi Rasyid tuh. 11:10 Insyaallah beliau hadir. Ini beliau ini 11:13 putri dan penerus dari Ustazah Suryani 11:16 Thair ya. Ee sebuah majelis kaum ibu 11:21 dan juga pendidik para ustazah-ustazah 11:24 gitu ya. Ustazah Suryani Thahir. Nah, 11:27 beliau ini putrinya penerusnya Ustazah 11:30 Qatrunada Suryani. 11:32 Ee dan beliau adalah istri dari Kiai Al 11:34 Muhammad Ali Rasyid, penerus apa 11:37 namanya? Lembaga pendidikan Albarkah 11:39 Assyafi'iyah. 11:40 Punya Betawi ya. Betawi punya gaya nih 11:42 semua. 11:43 Lengkap lengkap banget. 11:44 Lengkaplah banget. Kelompok-kelompoknya 11:47 ada semua ya kan? NU-nya ada. Oh jangan 11:50 lupa dari kelompok Tareqah sufi kita 11:52 undang. H 11:53 semoga bisa hadir. Di antaranya siapa? 11:56 Ketua Majelis Muasalah Al Habib Ahmad 11:58 Mujtaba 11:59 bin Syihab tuh. Kemudian Syekh Hamzah 12:03 ya bin Triqah. Tarikah juga lengkaplah 12:06 ini. 12:06 Lengkaplah. 12:07 Kenapa sih undangnya macam-macam 12:08 kelompok lah? 12:09 Ini kan umat Nabi Muhammad semua. Wajar 12:12 dong mau bergembira. 12:14 Iya 12:14 ya memperingati hari lahir Nabi 12:16 Muhammad. Apalagi pesannya kanasimu 12:19 bihablillahi jamian wala tafarraqu yang 12:22 itu merupakan 12:24 kesimpulan dari siratun mustaqim. 12:28 Orang yang berpegang apa? Mengikat 12:30 dirinya, melilit dirinya, bukan hanya 12:32 memegang tali Allah yang bernama 12:34 Al-Qur'an hingga melekat dalam dirinya. 12:37 Faqad hudya ilaat mustaqim. Maka sungguh 12:41 dia telah dibimbing ya kepada jalan 12:44 Allah yang lapang dan lurus. 12:47 Jangan lupa ya pendengar termasuk Pak 12:49 Hari 12:50 insyaallah 12:51 jangan pulang dulu, libur dulu pulangnya 12:53 yaakni Algi ya semuanya nih 12:56 ya kita minta gabung di mana ya di 13:00 majelis atau zawiyah bubur subuh 13:02 tempatnya di mana di di pelataran 13:06 madrasah diniah quraniah almusanif. 13:10 Kalau yang jauh dari mana-mana mau naik 13:12 kendaraan bisa naik bermacam nomor 13:15 kendaraan deh. 13:17 Bisa MRT turun di stasiun Hajinawi. Bisa 13:20 naik bas dari arah mana sajal lah turun 13:23 di ITC Fatmawati. Lalu jalan kaki. Nah, 13:26 kalau bawa kendaraan mau pasang map 13:28 gimana tulisnya alamatnya? Cukup ketik 13:32 madrasah atau madinahku almusanif. 13:35 Keluar tuh madinahku almusanif. Ya, 13:38 madrasah dinya Quran Almusonif. Ketik 13:41 nanti keluar. I 13:42 usahain paling telat jam 0.30 nyampai. 13:45 He. 13:46 Kalau nyampai jam 0.00 ada tambahan apa 13:49 itu? Dapat sarapan bubur Arab. 13:51 Bubur Arab 13:53 ya. Bukan bubur Arab bukan. Bubur Arab. 13:55 Bubur Arab. 13:56 Enak ya? Pasti mantap. 13:57 Heeh. Gitu. Nah, kalau sudah jam 6.30 ya 14:00 kan udah berarti dapatnya apa ya? 14:02 Dapatnya snack box. 14:04 Ganjel dulu. Enggak. Tapi makanannya kan 14:06 ada karbonya. He 14:08 ada ada glukosanya, ada minumannya yaak 14:12 ada 14:13 aman semua deh. Aman deh ya. 14:14 Perut aman, hati aman. 14:16 Hati aman. Jam 09.00 selesai makan deh. 14:18 Masyaallah. 14:19 Dan makanannya juga enak. Insyaallah 14:22 kita siapin setelah mendengarkan 14:24 bermacam santapan rohani 14:26 ya kan 14:27 kan biasanya tuh kalau makin fokus tuh 14:29 makin lapar tuh. 14:30 Energi terkuras tuh. Fokus. 14:31 Iya. Energi itu karena apa? Karena fokus 14:33 kan 14:33 dengan mendengar kajian ilmu dan nasihat 14:36 agama. 14:37 Makan deh kita siapin santapan 14:38 jasmaninya. 14:40 Cuman kita ingin karena ingin berjamaah. 14:43 Mohon maaf nih mungkin tidak model orang 14:46 prasman di pesta enggak? 14:47 Kan majelis kan kita 14:48 kumpul bareng-bareng ya. 14:49 Apa ngariung gitu? 14:50 Ngariung. Ngeriung Sunda teh ngariung 14:51 ya. 14:52 Ngariung 14:52 ngariung ya. Ya cuman 14:53 botram. Botram gitu ya. 14:54 Heeh. Botram. Cuman mungkin bnya enggak 14:56 pakai daun panjang enggak tapi pakai 14:57 apa? Nampan. 14:59 Senampan tiga orang atau empat orang ya. 15:01 Itu kebersamaannya luar biasa. 15:02 Kebersamaan itu kebersamaan yang kita 15:03 inginkan ya. He. 15:04 Dan itu aja jenis masakannya kita 15:07 macam-macam. 15:07 Macam-macam juga, Ustaz. Ya. 15:08 Ada nasi kebuli. 15:10 Hm. 15:10 Ya. Aya nasi mandi. 15:13 Nasi mandi. 15:14 E nomor tiluna aya nasi salik. Tahu 15:17 enggak? 15:18 Wah, belum tahu nih. Salik. 15:20 Datang dong makanya besok. Ya enggak itu 15:22 kenapa? Biar biar paham pesan pesan 15:25 majelis ini. Heeh. He. 15:26 Itu sampai urusan makanannya aja tiga 15:29 macam pilihannya. Masyaallah. 15:31 Artinya kalau Anda enggak suka, jangan 15:32 lihat 15:33 orang lain ya. Jangan juga mencela orang 15:36 lain yang punya pilihan yang Anda enggak 15:37 suka. He he. 15:38 Kalau engak suka pilih yang lain aja. 15:40 Iya. 15:40 Gitu kan. 15:40 Jangan mencela-cela gitu. Kan sama-sama 15:43 beras. 15:43 Iya. Iya. 15:44 Kemudian jadi nasi ya kan. Cuman ada 15:46 masakannya. Ini namanya, itu namanya, 15:49 yang lain namanya. 15:50 Itu gambaran tuh kalau dalam kita 15:52 bersikap yang penting teh makan nasi. 15:54 Iya. Yang penting berkah dan juga 15:55 mengenyangkan gitu ya. Racikannya 15:57 beda-beda. 15:57 Mengenengankan. Acara beda-beda sama 15:59 yang penting Teh Islam. 16:01 Betul 16:01 mau ikut mana jangan urusan. Sudah kalau 16:04 kita sudah biasa di NU ya jangan mencela 16:07 orang yang berbeda pandangan dari 16:08 kalangan Muhammadiyah 16:10 ataupun dari kalangan salafi atau yang 16:11 lainnya. Udah yang pentingnya Islam. 16:13 Yang penting Islam sebagaimana makan 16:15 yang penting nasi kan gitu ya kan. E 16:19 lauknya dua macam juga. 16:22 Ada kambing. Aduh saya teh enggak berani 16:24 kambing darah tinggi. Ada ayam. Ada ya? 16:26 Udah jangan ribut. Yang penting makan. 16:29 Yang penting makan. 16:29 Heeh. Allahumma bariklah. Ana berkah 16:31 deh. Nah, insyaallah juga nanti ada 16:35 ee doorpres. 16:38 Hm. 16:38 Ada souvenir dari Rasil nih. Insyaallah 16:42 ada hadiah mushaf gitu ya. Enggak. 16:45 Udah pokoknya mah senang tah. 16:47 Iya 16:47 senang. Insyaallah berkah. Bawa istri 16:49 kalau punya istri. 16:51 Ajak suami kalau masih ada suaminya. 16:54 Ajak anak-anak dan bilang, "Enggak usah 16:55 masak. 16:56 Hari ini sarapan ada, snack dapat, makan 17:00 juga kenyang gitu. Yang penting cinta 17:03 Nabi hadir kumpul bersama-sama di bawah 17:06 naungan Al-Qur'an." 17:07 Masyaallah. 17:08 Jadi itu berangkatnya temanya apa? 17:10 Memahami pesan Ali Imran 103. Nanti para 17:14 guru akan menjabarkan itu ya. Motonya di 17:17 bawah panduan naungan Al-Qur'an kita 17:20 berkumpul bersama. Jangan lihat 17:22 perbedaan. Tapi selama di bawah naungan 17:24 Alquran. 17:25 Al-Qur'an semua sama. Insyaallah. Begitu 17:29 diiklan dulu. Ini kita belum mulai 17:30 kajian ya. Enggak tahu sia-sia. 17:32 Jangan lupa 8 Agustus ya, Ustaz ya. 17:34 Agustus besok besok. Yang punya acara 17:37 mohon setelah itu aja ya kan ya. Setelah 17:39 itu baru pergi ke mana? Mau kondangan, 17:41 mau jalan-jalan mau ke mana wae. Mak tuh 17:43 dan siap-siap hari Sabtu mah macet. 17:46 Iya. 17:47 Prepare dari pagi ya. 17:48 Prepare dari pagi. 17:49 Masyaallah. 17:50 Insyaallah. Baik Ustaz, kita masih 17:52 melanjutkan tema minggu yang lalu 17:54 mengenai memahami penjelasan Al-Qur'an 17:56 tentang siratal mustaqim. 17:57 Sekarang sesi yang kedua kemarin sampai 17:59 poin ketiga, Ustaz ya. 18:01 Poin ketiga ya sudah kita ada 12 poin 18:03 itu ya tentang arti atau maksud dari 18:06 asiratal mustaqim sesuai penjelasan 18:08 Al-Qur'an. Nah, sekarang kita masuk pada 18:11 poin yang ke berapa ini? Poin yang 18:13 keempat ya. Kelemaran pertama arti 18:16 asiratul mustaqim adalah jalan hidup, 18:19 gaya hidupnya. Para orang-orang yang 18:23 Allah berikan nikmat pada mereka. 18:25 Siapa itu jalan hidupnya? Jalan hidupnya 18:26 para nabi, para siddiq, para syuhada, 18:29 para salihin. Yang kedua, arti asiratal 18:32 mustaqim adalah kemurnian iba ibadah 18:35 hanya pada Allah semata, bukan yang 18:37 lain. 18:38 Karena beribadah pada selain Allah 18:40 berarti sama dengan beribadah kepada 18:42 setan. 18:43 Sedangkan Allah larang kita mengabdikan 18:45 diri kepada setan. Kenapa? Karena setan 18:48 makhluk Allah. 18:49 Betul. kita dibolehkan beribadah menjadi 18:52 pengabdi, penyembah sesuatu yang 18:55 mencipta bukan yang sama-sama dicipta. 18:59 Yang berikut yang ketiga, arti daripada 19:02 asiratal mustaqim adalah ee beriktisam. 19:07 Artinya mengikat diri, memintal diri ee 19:12 kemudian me apa namanya? Mengepang diri 19:15 dengan sebuah tali milik Allah. dari 19:19 Allah yaitu hablullah adalah Al-Qur'an 19:22 alias beriktisam kepada Al-Qur'an. 19:26 Itu makna asiratal mustaqim. Yang 19:29 ketiga, sekarang kita masuk pada makna 19:31 asiratal mustaqim. Kita buka 19:33 penjelasannya dalam Quran suratul An'am 19:36 ayat 125 19:38 126. 19:40 Kita mulai dulu dengan baca ummul Quran, 19:43 suratul fatihah seraya bermohon semoga 19:46 arwah orang tua kita, guru-guru kita, 19:48 leluhur kita yang sudah meninggal dunia, 19:50 yang dengan sebab mereka kita wujud di 19:52 alam dunia dan mengenal Islam serta 19:55 mengenal Al-Qur'an. Semoga Allah berikan 19:57 rahmat dan ampunan. Allah jadikan kubur 20:00 mereka raudah min riyadil jinan. 20:02 Begitupun kita niatkan bermohon pada 20:04 Allah dengan kemuliaan suratul fatihah 20:06 dan al-Quranul Karim. Semoga orang tua 20:08 kita yang masih hidup, ayah, ibu, 20:11 mertua, guru, sahabat, saudara ya, 20:14 seiman, saudara seislam, semoga mereka 20:17 semua senantiasa dibimbing Allah 20:19 subhanahu wa taala, dirahmati dan 20:22 kemudian diampuni. Dan Allah subhanahu 20:25 wa taala mudah-mudahan jadikan kita 20:26 semua min ahlil Quran zahiran wa 20:29 batinan. 20:31 Kita niatin khususnya buat siapa? Buat 20:33 guru-guru kita di radio Rasil ini 20:35 khususnya founder Radio Silaturrahim 20:37 Ustaz Murabbi Husein bin Hamid Al-Attas. 20:40 Guru kami Al Ustaz Hamzah bin Attas 20:42 Al-Attas. Guru kami Al Habib Umar bin 20:44 Ahmad bin Abdullah Hasan Al-Attas. 20:47 Kemudian ayahanda Buya Kia Ghazali 20:49 Musnif Abina K.H. Muhammad Ihya 20:51 Ulumiddin, Ammina Kiai Syihabuddin di 20:54 Nurul Haramain Pujian Malang. Kemudian 20:56 untuk guru-guru kami di Langitan, di 20:58 Sarang dan juga di belahan di belahan 21:01 negeri jiran Malaysia dan Thailand. 21:03 Kemudian juga untuk guru-guru kami yang 21:05 berada di Timur Tengah khususnya Abuya 21:07 Sayid Ahmad bin Muhammad Almiki Makkah, 21:09 Al Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaid 21:11 Madinah dan para ulama haramain dari 21:13 guru-guru kami semua juga guru-guru kami 21:16 yang ada di negeri Tarim Hadr Maut Yaman 21:18 di antaranya Al Habib al Syekhina Al 21:20 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Faqih 21:22 di Ribat Tarim Abna Al Habib Hasan bin 21:24 Abdullah Syatri di Ribad Tarim ee 21:26 kemudian Al Habib eh Habibana Al Habib 21:29 Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafid di 21:32 Daril Mustofa Tarim. 21:33 Kemudian juga Dr. Fadil Shamir 21:36 Albaghdadi di Iraq. Kemudian Syid Kamal 21:39 Bagir Al-Haidari di Iraq. Kemudian eh 21:42 Dr. Adnan Ibrahim Alhasni di Austria. 21:46 Dr. Alimansur Alkayali di sana. 21:48 Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 21:50 jaga mereka, lindungi mereka. Begitupun 21:52 ulama-ulama Nusantara kita Allah berikan 21:55 usia yang panjang. Fi taatillah. 21:57 Salimin, ganimirin 22:01 marzuqin manzurin inahu arhamahimin alah 22:05 waatin shihah wa hadratin nabi mustofa 22:09 Muhammadin sallallahu alaihi wa alihi 22:12 wasallam. Alfatihah. 22:15 Auzubillahis samiil alimi 22:18 minasyaitanirrajim. 22:20 Bismillahirrahmanirrahim. 22:24 Alhamdulillahi rabbil alamin 22:27 arrahmanirrahim 22:30 maiki yaumiddin 22:32 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 22:36 ihdinasirathal 22:38 mustaqim 22:40 shathalladzina 22:41 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 22:46 waladin 22:49 rabbighfirli 22:50 waliwalidaiya walil mukmin 22:53 Amin. 22:55 Baik pendengar setia radio Silaturahim 22:58 yang ada di Jabor Tabek maupun 23:01 radio-radio Islam yang bersinergi untuk 23:03 menyiarkan ee siaran dari radio 23:06 silaturahim ini di mana saja berada. 23:08 Yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, 23:10 Jawa Timur hingga Banyuwangi dan Bali. 23:13 Kemudian ada di Sumatera hingga Batam ee 23:16 bahkan Aceh. Kemudian yang ada di 23:18 Kalimantan, Pontianak. Kemudian yang ada 23:21 di Sulawesi, Palu, hingga Papua ataupun 23:25 yang mendengarkan di Australia ataupun 23:27 yang menyimak melalui kanal Radio Garden 23:30 Internasional dan yang menyimak melalui 23:33 kanal TV YouTube yaitu Rasil TV di mana 23:37 saja berada. 23:39 Kita sambung pada pertemuan kali ini 23:41 tentang pemahaman Al-Qur'an dan 23:43 penjelasannya 23:45 akan maksud ayat yang Allah sebutkan 23:48 dalam Quran suratul fatihah yang 23:50 memerintahkan kita untuk berdoa 23:52 kepadanya memohon bimbingan hantaran ya 23:57 kepada jalan Allah yang lapang yang 24:00 lurus. Nah, yang keempat Allah jelaskan 24:02 dalam Quran surah Al-An'am ayat 125 dan 24:06 126 dengan firmannya, "Ba'da 24:09 anzubillahis 24:12 samiil alim minasyaitanirrajim." 24:17 Fam yuridillahu ay yahdiyahu 24:21 yasrah sadrahu lil islam. 24:26 Wamay yurid ay yudillahu 24:29 yaj'al sadrahu 24:32 diiqon haraja kaama yas'adu fisama 24:40 kadzalika yaj'alullahursa 24:43 alalladina 24:45 laa yumminun 24:48 wahza 24:50 shatub rabbika mustaqima 24:54 qad falna 25:03 wag rasul nabi habibul karim wahnu 25:06 alaika minahidinaakirin 25:09 walhamdulillahiabbil 25:11 alamin. 25:12 pada ayat 125 25:15 dari Quran suratul An'am. Ini sebuah 25:18 surah yang penekanannya berisikan 25:23 pelajaran di seputar keimanan, 25:25 ketauhidan. 25:27 Makanya banyak para ulama menyebut 25:29 suratul an'am ini suratul tauhid ya, 25:33 surah at-tauhid karena berisikan tentang 25:35 apa? Tentang pelajaran, berisikan 25:37 keesaan kita. Bagaimana mengesakan Allah 25:40 Subhanahu wa taala. Nah, termasuk dalam 25:42 ayat ini di ayat 125 dari Quran suratul 25:45 An'am, Allah Subhanahu wa taala di ayat 25:48 126 nantinya memberikan kesimpulan wa 25:52 hadza siratu rabbika mustaqima. 25:57 Dan inilah jalan Tuhanmu, 26:00 pencipta, pemilik hidupmu yang begitu 26:03 lurus. Nah, apa yang dimaksudkan dengan 26:06 jalan ini? Di ayat 125 Allah Subhanahu 26:09 wa taala rincikan 26:11 dengan firmannya, "Faman yuridillahu 26:14 ayyahdiah 26:16 an yahdiahu yasrah sadrahu lil Islam." 26:20 Siapa di antara manusia yang Allah 26:25 ingin memberikan iradahnya, 26:29 keinginannya, 26:30 kehendaknya untuk mendapatkan bimbingan, 26:34 petunjuk, arahan hidup, maka Allah 26:38 berikan dia yasrah kelapangan. 26:41 Allah lapangkan sadrahu. Dia punya dada, 26:45 dia punya hati untuk apa? Pada apa? Lil 26:48 Islam untuk mengikuti ajaran Islam. Lil 26:53 Islam kepada agama Islam. Nah, jadi 26:56 makna 26:58 dari sirat rabbi mustaqimah, jalan Allah 27:01 yang lapang, yang lurus adalah 27:04 kelapangan dada menerima ajaran Islam. 27:08 Jadi ini arti yang keempat dari sirat 27:10 mustaqim. Apa tadi? kelapangan dadah 27:14 menerima ajaran 27:15 Islam tanpa tapi-tapi, 27:19 tanpa ee eh tanpa jadinya eh 27:24 tanpa-tampa pokoknya 27:25 tanpa alasan-alasan gitu ya, 27:26 tanpa-tanpa menerima dengan begitu 27:29 lapang 27:31 membuka dadanya begitu lebar dan luas 27:34 menerima seluruh ajaran-ajaran 27:37 Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an 27:41 itu. 27:43 Itu yang dimaksudkan dengan wadza satu 27:47 mustaqima. Dan inilah 27:50 Islam dan mener melapangkan hati untuk 27:53 menerima ajaran Islam adalah bukti dari 27:56 atau bentuk dari aplikasi dari maksud 28:00 dari jalan Tuhan yang begitu lurus. 28:04 Qod fasalnal ayati yadakarun. Dan 28:08 sungguh kata Allah kami telah rincikan. 28:12 Apa Allah rincikan? Penjelasan ayat-ayat 28:15 Quran tuh. Jadi jangan salah paham 28:18 jemaah sekalian. Jangan pernah ada orang 28:20 punya pemikiran kalau kitanya belajar 28:23 Islam dari Al-Qur'an 28:24 belum belum bisa jelas dong. 28:26 Heeh. 28:27 Belum bisa jelas. Harus ada perincian 28:30 dari dari luar Al-Qur'an. dari riwayat 28:32 hadis, dari kalam fulan, dari pendapat 28:36 fulan. Sebagian orang menghami begitu, 28:38 Kang 28:39 Kang Fahri. 28:40 Padahal di ayat ini Allah sudah 28:42 tegaskan, qad sungguh nyata 28:46 fassalna. Kami telah jelaskan dengan 28:50 rinci atau dibalik kami telah rincikan 28:53 penjelasan 28:54 h 28:55 alayat ayat-ayat kami. Namun memang kata 28:58 Allah nih enggak semua orang bisa 29:00 menerima 29:01 penjelasan rinci ya atau rincian 29:04 penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an. 29:06 Iya 29:06 ya dari Al-Qur'an ya semua orang bisa 29:09 nerima. Hanya sekelompok orang kata 29:12 Allah. Siapa mereka yang menerima? 29:14 liquumin 29:16 bagi sekelompok manusia yadzakkarun 29:21 yang mau menerima peringatan dan 29:23 pelajaran. 29:25 Hm. 29:25 Enggak semua orang bisa. Enggak semua 29:27 orang. 29:27 Berarti khusus orang-orang tertentu tuh 29:29 gimana? 29:30 Iya. Sekarang kita mau enggak menjadi 29:32 orang yang yadzakarun. 29:33 H 29:34 dalam Quran surah Al-Qamar ada empat 29:36 ayat terulang ki. Hm. 29:38 Jaminan dari Allah tentang kemudahan 29:41 mempelajari, memahami, dan mengamalkan 29:44 Al-Qur'an. 29:46 Kalau tidak salah di ayat 32 ya, 40 ya, 29:51 maaf 17, 22, 32 dan 40 dari Quran surah 29:55 Al-Qamar. Allah Subhanahu wa taala 29:56 berfirman, "Walaqad yassarnal qurana 30:01 lidzikr." 30:02 fahal minuddakir. 30:04 H. Itu pertanyaannya. Fahal min 30:07 muddakir. Sungguh kami telah mudahkan 30:11 dengan begitu mudah. Apa yang Allah 30:14 mudahkan? Al-Qur'an. 30:16 Untuk apa Allah mudahkan? Lizzikri untuk 30:19 diingat. 30:21 Lizzikri untuk dipelajari. 30:23 Iya. 30:23 Lizzikri untuk jadi sebuah pering 30:25 peringatan. Lizzikri untuk menjadi 30:27 sebuah rambu alarm dalam kehidupan. 30:30 Heeh. 30:31 Pertanyaannya kata Allah, "Fahal 30:33 minuddakir." Siapa dari kita yang mau 30:37 mempelajari 30:38 dan menjadikan Al-Qur'an sebagai alarm 30:42 rambu peringatan? 30:44 Itu pertanyaan kan? 30:45 Heeh. Heeh. 30:46 Enggak semua orang loh mau ya. 30:48 Berarti kemauan kita ya kuncinya ya mau 30:50 apa tidak gitu. 30:51 Itu itu fahal minakir. Fahal min 30:53 muddakir. 30:54 Heeh. Kalau sudah mau berarti hal yang 30:57 lain tidak tidak perlu, Ustaz. Hah? 30:59 hal-hal yang lain di luar Al-Qur'an 31:01 tidak perlu atau bagaimana? 31:02 Pertanyaannya, 31:03 pertanyaannya 31:05 sekarang orang sudah benar-benar belum 31:07 mempelajari Al-Qur'an? 31:09 Hm. 31:10 Itu kemudian ketika mempelajari 31:12 Al-Qur'an, memahaminya sudah benar-benar 31:14 belum? Sesuai pemahaman atau penjelasan 31:17 Al-Qur'an 31:19 itu jug masalah kan. 31:20 Iya. Iya. 31:21 Makanya Allah bilang tadi, "Laumin qod 31:23 fasalnal ayat liquumin 31:26 yatadakkarun. 31:29 Rupanya enggak semua alias ada 31:32 kaum lain yang tidak mau yatadzakarun. 31:35 He. 31:36 Tidak mau belajar, tidak mau ambil 31:39 peringatan, tidak mau mengingat, tidak 31:43 mau memahami. 31:44 Iya. 31:45 Penjelasan rinci atau rincian-penjelasan 31:47 tentang kebenaran Al 31:49 Al-Qur'an dari dalam Al-Qur'an. 31:53 Jadi makna asiratul mustaqim yang 31:55 keempat dari 12 penjelasan Al-Qur'an 31:58 adalah lapangnya dada menerima Islam 32:04 apa adanya. 32:06 Hm. 32:07 Semula jadi 32:09 tanpa tapi 32:11 tanpa anu, tanpa tapi tanpa gimana, 32:15 tanpa kalau 32:16 itu 32:17 itu gambarannya. 32:18 Masyaallah. 32:19 Jadi makna yang keempat. Baik, kita 32:22 lanjut. setelah jeda berikutnya. Baikat 32:25 kita jeda terlebih dahulu yang ingin 32:26 bergabung bertanya berkomentar juga 32:28 silakan di 0811999720. 32:32 Kami share kembali 32:42 Brasil 33:02 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 33:03 bersama kami Ikhwan Awat di acara 33:05 tausiah siang bersama Ustaz Fawas 33:06 Abizawiyah membahas tema mengenai 33:09 memahami penjelasan Al-Qur'an tentang 33:11 siratul mustaqim. Ini sesi yang kedua 33:13 tadi. Poin yang keempat tentang menerima 33:15 dengan lapang dada ajaran Islam. Ustazah 33:18 itu yang tadi sudah disampaikan dan 33:20 sekarang akan Ustaz lanjutkan kembali ke 33:21 poin 33:22 sadrhulil Islam. 33:23 Betul. Kita ke poin selanjutnya, Ustaz. 33:25 Silakan. 33:25 Oke. Mau ada pertanyaan dulu apa enggak? 33:27 Oh, ada yang pertanyaan Mas kemarin 33:29 sudah ini ya. 33:30 Iya, minggu lalu juga ada yang ngiri 33:31 pertanyaan tapi belum sempat terbacakan 33:33 karena waktu sekarang insyaallah saya 33:34 akan bacakan. Jadi 33:35 ini yang dibacain nanti datang satu ya. 33:37 Saya mau kenal nih. 33:38 Harus datang ya. 33:39 Apak Baron tuh Pak Baron. 33:42 Baik, ada ini pertanyaan dari Bapak 33:45 Amsir Tabrani. Pak Ustaz, asalamualaikum 33:46 warahmatullahi wabarakatuh. 33:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:49 wabarakatuh, 33:50 Ustaz. Semoga Ustaz dan kurasil sehat 33:52 walafiat, dimudahkan segala macam 33:54 urusannya. Amin ya rabbal alamin. Karim, 33:56 izin bertanya, bagaimana caranya agar 33:59 kita senantiasa bisa istikamah dibimbing 34:01 ke jalan siratal mustaqim? Soalnya 34:04 banyak sekali godaan-godaan dan 34:05 halangan-halangan untuk mencapai itu 34:07 semua. bagaimana menghadapi 34:09 rintangan-rintangan itu. Apalagi di 34:11 zaman sekarang 34:14 ini pertanyaannya sebenarnya buat saya 34:15 nih. I 34:16 pertanyaan saya ini 34:18 ya. Bagaimana istiqamah di atas siratal 34:21 mustaqim? 34:23 Ikhwan dan akhwat 34:26 jangankan istiqamah dalam asiratal 34:28 mustaqim. Dan tentunya istiqamah itu 34:31 khairun min alfi karamah. 34:32 H. Istikamah artinya konsisten 34:35 konsisten 34:36 dalam apa yang kita ucapkan dan kita 34:37 ikrarkan dan juga hati benarkan. Karena 34:41 Allah Subhanahu wa taala berfirman, 34:42 allina 34:44 Allahu 34:47 tatanazalu alaihimula malaikatu alla 34:51 taku wala tahzanu wa absyiru bil 34:55 jannatillati kuntum tuadun. Nahnu 34:58 auliyaukum 35:00 fil hayatid dunya wafil akhirah. Kata 35:03 Allah Subhanahu wa taala dalam 35:04 Al-Qur'an, "Dan orang-orang 35:08 yang mengucapkan 35:11 ikrar Rabbuna Tuhan kami 35:16 adalah Allah." 35:18 Kemudian dia konsisten. Istiqamah 35:21 artinya jejak enggak goyang, 35:23 enggak berubah. istiqamah dalam apa yang 35:26 diucapkan tadi 35:27 dengan melaksanakan pembuktian dari 35:29 ucapannyaucapan 35:31 bahwa Allah adalah rabbuna maka apa yang 35:34 akan didapatkan olehnya dari Allah 35:36 subhanahu wa taala satu tatanazzalu 35:39 alaihimul malaikah 35:41 para malaikat 35:43 secara bergantian 35:45 turun 35:47 menyampaikan doa membacakan doa untuk 35:51 orang yang istiqamah dalam ikrar rab 35:53 Rabbunallah tadi 35:56 apa doa malaikat? Apa ucapan malaikat? 35:58 Alla takhafu. Jangan kalian pernah 36:01 merasa takut. Wala tahzanu. Dan kalian 36:05 enggak usah bersedih hati. 36:06 Artinya ada doa dari malaikat yang jadi 36:09 kenyataan 36:11 orang tersebut hidupnya senantiasa 36:13 tenang, tentram, 36:15 tidak ada kekhawatiran, tidak ada 36:17 ketakutan apapun. 36:19 Urusan dunia dan akhiratnya tenang. 36:22 Kemudian tidak pernah merasa sedih, 36:25 tidak ada traumatik dalam hidupnya. He. 36:28 Kemudian yang ketiga, malaikat ini mau 36:29 mengucapkan doa apa? Wa absyiru bil 36:31 jannatillati kuntum tuadun. 36:35 Dan bergembiralah kalian 36:38 akan surga 36:40 surga yang Allah janjikan tempat bagi 36:43 kalian nanti. Jadi tiga doa malaikat tu 36:46 all takfu w tahzanu wairu bil jannah 36:50 allit kuntumadun. 36:52 Gak cukup sampai situ. Allah berfirman, 36:54 "Nahnu, kami Allah 36:56 iya 36:56 dan para malaikat kami adalah auliyaukum 37:00 fil hayatid dunya." Pelindung-pelindung 37:03 kalian, 37:04 kepercayaan kalian dalam kehidupan dunia 37:07 kalian 37:09 itu istiqamah. Nah, terlebih lagi kalau 37:12 istiqamah di atas siratal 37:14 mustaqim. 37:16 Nah, tapi memang ujian pasti ada. 37:19 Selalu ada ya? I don't know. 37:22 Quran surah Alangkabut. Contohnya 37:23 he 37:25 Allah Subhanahu wa taala memberikan 37:27 pelajaran yang mesti kita pasang dalam 37:29 mindset atau pola berpikir kita 37:32 dalam berkehidupan. Kata Allah Subhanahu 37:35 wa taala, "Ahasibanasu 37:37 an yutrqu yaquulu amanna wahum la 37:41 yftanun." 37:44 Apakah manusia mengira? Artinya jangan 37:46 pernah ngirabian, 37:50 ditinggalkan oleh Allah 37:52 setelah mereka mengikrarkan amanna Tuhan 37:56 kami beriman Tuhan. 37:58 Lalu Allah biarkan 38:00 he 38:00 wahum la yftanun tanpa diuji. 38:02 Tanpa ujian enggak mungkin. 38:05 Kenapa? Allah beritahukan walaqad 38:07 fatannalladzina min qoblihim. Sungguh 38:11 kami telah memberikan fitnah ujian 38:16 sebagai batu loncatan terhadap pengakuan 38:18 iman 38:19 orang-orang sebelum kalian. 38:21 Bukan hanya kalian dituntut oleh Allah 38:23 Taala untuk menyalan ujian iman. 38:25 Semua yang pernah 38:27 semua yang pernah mengaku beriman pada 38:28 Allah 38:29 dari umat terdahulu pun diberikan ujian. 38:31 Apa tujuannya? Fala yalamannallah 38:35 alladzina shodqu wala yalamannal 38:38 kadibin. Untuk memastikan 38:42 Allah memastikan nih Allah maha tahu 38:44 dong 38:44 cuman Allah tidak mau menghukum 38:47 seseorang atau hambanya tanpa dasar il 38:50 ilmu 38:51 ya tanpa dasar fakta tanpa data. Enggak 38:54 mungkin. Nah, Allah beritahukan bahwa 38:57 ujian itu untuk memastikan 39:00 siapa di antara orang-orang ini atau di 39:02 antara kita 39:03 yang mengaku beriman yang jujur 39:05 pengakuannya. 39:06 Iya. 39:07 Yang benar imannya. 39:09 Bukan hanya sekedar ikrar. Karena iman 39:11 itu kan gabungan dari tiga versi. 39:13 H. 39:13 Iqrarun bilisan, 39:16 ucapan melalui lisan. 39:19 Tasdiqun bil janan, pembenaran hati. Wa 39:23 amalun bil arkan. pembuktian dengan 39:25 gerak anggota tubuh 39:27 dengan perilaku dan tindakan kita. 39:29 Iya. 39:29 Itu untuk membuktikan iman seseorang 39:32 benar, jujur, asli. Wala yalamanal 39:36 kadibin. Ataukah 39:39 orang ini hanya bohong saja? 39:43 Mulutnya beriman, hatinya tidak munafik 39:46 dong. 39:46 Munafik 39:47 ya. 39:49 Perilakunya benar tapi enggak beriman. 39:51 Orang kafir dong. 39:52 H. Nah, orang mukmin bagaimana? Yang 39:55 antara ucapan dan perbuatannya seiring 39:58 se sejalan. 39:59 Nah, untuk menjaga keistikamahan itu 40:01 berarti 40:03 penting untuk apa namanya? Peran 40:06 lingkungan sekitar kita. 40:08 Pastikan 40:09 itu yang punya banyak pengaruh dan 40:10 dampak untuk keimanan kita. Kalau 40:13 lingkungan kita tidak mendu mendukung, 40:16 lingkungan sekitar kita tidak ada orang 40:18 beriman. Yang adanya orang fasik, orang 40:22 munafik. orang musyrik, orang mulhid dan 40:26 yang lain-lain. 40:27 Iya, 40:28 berat itu. 40:28 He. 40:29 Maka pilih pilih tempat, cari tempat dan 40:34 lingkungan yang baik yang ikut 40:36 mendukung, menjaga keimanan dan 40:38 keistiqamahan kita di atas siratal 40:41 mustaqim. 40:42 Iya. 40:43 Yang kedua, lingkungan kan? Lingkungan. 40:46 Berikutnya pertemanan. 40:48 Pertemanan juga ya. 40:49 Oh, iya. Punya pengaruh. Kita enggak 40:51 bisa istikamah kalau temannya 40:53 mencah-mencre. 40:54 Heeh. Terbawa arus nantinya. 40:55 Terbawa arus nantinya. 40:56 I 40:57 ya kan? Makanya dalam Al-Qur'an Allah 40:59 firmankan bagaimana? Ya ayyuhalladzina 41:01 amanutqulah 41:03 waunu ma shodiqin. 41:06 Kunu maasodiqin. 41:09 Bahwa almaiyah kebersamaan itu punya 41:12 peran dalam mentakwin 41:15 mencetak perilaku seseorang. 41:18 Takwinul qulub. Takwinil nafas, takwinul 41:22 aqal, takwinil amal semua punya pengaruh 41:25 tuh. H. 41:26 Makanya Allah bilang, "Kunu maodqin." 41:29 Jadilah kalian 41:31 selalu bersama orang-orang yang sodq. 41:35 Tuh. Kalau ada ungkapan kalau enggak 41:37 salah punya al Imam Muhammad bin Idris 41:39 Assyafi'i. 41:41 Anil mari tasal fasal an qarinihi 41:45 fainnal qarina bil muqarani yaktadi. 41:49 Kalau mau tahu seorang Kang Fahri, 41:52 he 41:52 jangan tanya langsung sama dia. 41:55 Eh, karakter kamu gimana ya? 41:57 Iya. 41:58 Akhlak kamu bagus enggak sih? 42:00 Jangan. 42:00 Pasti langsung bilang bagus. 42:02 Bagus. Biar percaya sama kita dong. Ya 42:04 enggak? 42:05 Cukup tanya siapa teman-teman sekitar 42:08 dia, 42:08 temannya. 42:09 Siapa bestinya, 42:11 siapa solmate-nya, 42:14 dengan siapa gaulnya. Kenapa? Fainnal 42:17 qarina bil muqarani yaqtadi. Sommet itu 42:21 bisa memberikan efek dampak 42:23 pada perilaku orang yang bergaul 42:25 dengannya. 42:26 Iya, 42:26 itu yang kedua. Lingkungan pergaulan, 42:29 pertemanan. Dan ada ungkapan lain juga 42:31 kalau tidak salah sebuah riwayat bahwa 42:33 disebutkan almaru alini khilihi falyan 42:39 man yukil. 42:40 Sesungguhnya seseorang itu 42:43 mengikut keyakinan temannya. 42:47 Khil, teman dekatnya Khalil. 42:49 Iya. 42:49 Kata Khalil ini, Kang Fahri, pertemanan 42:52 yang jarak kedekatan dalam pertemanan 42:54 ini 42:54 he 42:55 seperti jarak antara dua gigi. 42:58 H dekat gitu ya. Wah, dekat banget ini. 43:01 Cuman celanya dikit doang celanya. He. 43:02 Kalau dua jari kan masih lebar nih. 43:04 Iya. 43:05 Ya kan antara dua gigi 43:07 kecil banget. Hampir rapat gitu ya. 43:09 Hampir rapat. 43:10 Hampir rapat. 43:10 Hampir satu. Itu pertemanan namanya 43:13 khalil. 43:13 H. 43:14 Wal maru aladini khalilih. Seseorang itu 43:17 mengikut agama 43:19 dan keyakinan teman dekatnya. 43:22 Berarti saling mempengaruhi ya temannya 43:24 ya. 43:24 Iya dong. Best dan salmnya pasti. 43:27 Waddin wal akhlak. Kan din itu kan 43:29 akhlak. 43:30 H 43:30 ya. Disebutkan addin hual akhlak. 43:36 Yang namanya agama itu adalah perilaku. 43:39 Perilaku. 43:40 Nah, seorang yang mengaku agama Islam 43:42 tapi pelakunya enggak sejalan ya bukan 43:44 orang Islam. 43:45 Nah, begitu pun tadi orang itu 43:47 bergantung pada agama 43:50 sahabat dekatnya, soulmatnya. Falyanzuru 43:54 man yukil. Maka suruh dia lihat 43:57 siapa sih yang menjadi temannya itu. 44:01 Itu yang ketiga. Asupan. 44:04 Kari 44:05 asupan. 44:06 Asupan 44:08 input-input. 44:10 Wah, asupan makan. 44:11 H 44:12 asupan lingkungan ya. Asupan bacaan. 44:16 Hm. 44:17 Nah, yang paling berat, yang paling 44:17 punya parah itu juga asupan makan. 44:21 Makanan. 44:21 Oh, iya. 44:22 Dari halal haramnya gitu ya. 44:24 Iya. Kalau kita tidak memakan makanan 44:25 yang Allah sebutkan dua kriterianya 44:29 halalan 44:29 thayiban 44:30 thayiban dua nih 44:32 h 44:32 enggak bisa pisah halal saja enggak 44:35 thayib juga enggak bagus 44:36 enggak ada kesehatan ya 44:37 thayib juga enggak halal 44:39 apalagi itu 44:40 apalagi maka satu paket halalan thayiban 44:44 kenapa dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu 44:46 wa taala beritahukan Kang Fahri 44:49 bahwasanya 44:50 ya bahwasanya 44:53 orang kalau salah makan makan tidak 44:56 memakan makanan yang halalan dan 44:58 thayiban nanti akan terjebak pada 45:01 bisikan dan godaan setan. 45:04 Setan sudah masuk tuh. 45:05 Jadi jalan setan itu ya. 45:06 Iya. Jadi asupan itu adalah jalan 45:09 masuknya se 45:10 setan 45:12 tuh. Hati-hati. Allah berfirman, "Ya 45:14 ayyuhanas 45:16 klu mimma fil ardhi halalan thyiban 45:21 wabi khutan. 45:24 Innahu lakum aduwum mubin. 45:29 Wahai manusia, 45:32 sembahlah, hambakan diri kalian kepada 45:35 Allah Tuhan kalian 45:37 dan makanlah oleh kalian dari apa yang 45:40 ada di atas permukaan bumiku ini. 45:43 Makanannya apa? Asupannya apa? Dua. 45:45 Halalan thyiban. Halalan thayiban. 45:48 Halalan thayiban. 45:51 Ya. Ya. Ayyuhannas. 45:54 ardialaniban 45:56 wabi 45:59 dan jangan kalian mengikuti langkah demi 46:02 langkah setan. Lihat nih ayat perintah 46:05 makan dan minum yang halal dan thayib 46:09 dilanjutkan oleh Allah langsung satu 46:10 ayat larangan tentang mengikuti 46:14 setan 46:16 w tatabiu khutwati setan. Jangan 46:18 mengikuti langkah demi langkah bisikan 46:20 godaan setan. Kenapa 46:24 mubin? Sungguh setan bagi kalian adalah 46:27 musuh yang begitu nyata. 46:29 Namun jangan lupa yang dimaksudkan ini 46:31 apa sih? Ketika Allah berfirman, 46:33 mimardaniban 46:36 Allah melarangnya. 46:39 Artinya 46:41 makanan yang halal dan makanan yang 46:43 thayib atau halal sekaligus thayib punya 46:46 pengaruh 46:48 secara kejiwaan bagi seseorang. 46:51 agar tidak terjebak masuk dalam kubangan 46:55 mengikuti bisikan-bisikan 46:58 setan. Ini pengaruh tuh ketika Allah 47:00 berfirman qulu wala tattabiu. Qulu wala 47:03 tattabiu. Dalam kaidah ilmu bahasa 47:06 Quran, Kang Fahri 47:07 ada sebuah kaidah begini 47:09 dalam memahami tadabur Al-Qur'an. I 47:12 setiap ada satu ayat atau ketika ada 47:15 satu ayat, 47:15 He 47:16 yang dalam satu ayat itu ada dua atau 47:21 berisikan dua paket. Perintah lanjut 47:24 larangan. 47:26 Tadi kan kulu makanlah oleh kalian 47:28 larangan apa? Wala tattabiu. 47:31 Nah, ketika ada perintah dalam satu ayat 47:34 Al-Qur'an dipaketkan dengan larangan, di 47:37 situ ada pesan yang sangat penting. Apa 47:40 itu? 47:41 Kalau seseorang tidak mengikuti perintah 47:45 Allah di ayat tadi itu 47:47 he 47:47 yang bersambung dengan larangan, 47:49 I 47:49 maka dia akan terjebak masuk ke dalam 47:52 larangan. 47:54 Mau tidak mau? 47:55 Iya. 47:55 Jadi ketika seorang tidak sudah tidak 47:57 memperhatikan perintah Allah untuk 47:59 memberikan asupan dan mengkonsumsi yang 48:00 halal dan yang thayib, maka dia otomatis 48:04 akan terjebak 48:06 untuk mengikuti langkah-langkah 48:07 setan. 48:08 Setan, step by stepnya setan. 48:12 Ya, innahu lakum adubun mubin. Nah, itu 48:14 gambarannya. 48:15 Baik. Oleh karenanya, bagaimana cara 48:17 menjaga keistikamahan agar kita selalu 48:19 berada dalam sirat mustaqim tadi? Lihat 48:22 lingkungan. 48:23 Heeh. 48:24 Lihat 48:24 pergaulan. 48:25 Pergaulan. Yang ketiga, lihat asupan. 48:28 Asupan-asupan makanan. 48:29 Lihat asupan. Tahu enggak kisah Nabi 48:31 Adam dalam Al-Qur'an? Begitu salah 48:33 asupan, 48:35 apa yang pertama tampak? Auratnya. 48:38 Aurat. 48:39 Auratnya. 48:41 itu sampai berdua ini ada dan 48:43 pasangannya mencari di daunan di surga 48:45 untuk menutupi aurat yang terbuka 48:48 tuh. Nah, kalau orang sudah berani 48:49 membuka aurat diri sendiri akan mudah 48:52 membuka aurat orang 48:53 orang lain. Semua berangkat dari apa? 48:56 Salah asupan. Dan orang yang begini 48:59 salah asupan tidak mungkin bisa 49:02 berjalan sesuai panduan asiratal 49:06 mustaqim. 49:07 Wallahu taala aam bisabat. 49:10 E begitu, Kang Fari. 49:11 Masyaallah. 49:12 Ada pertanyaan lagi atau ada ada waktu 49:13 lagi nih? 49:14 Gimana Ustaz? Ada waktu atau satu 49:16 pertanyaan lagi? 49:16 Mangga gimana Kang Ondinya nih? Masih 49:19 ada penut lagi nih. 49:20 Satu lagi ya. Berarti satu lagi ya. Ini 49:22 dari Ibu Juni. Pak Ustaz. Asalamualaikum 49:24 warahmatullah. 49:24 Ibu Juni sekarang sudah habis Juli nih. 49:26 Ee Agustus 49:27 bulan Agustus. 49:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:30 wabarakatuh. 49:31 Izin bertanya dan mohon nasihat dan juga 49:33 pengetahuannya mengenai musik. Musik 49:37 Ustaz. Oh. Apakah musik bisa tetap 49:39 disebut setitan jika tidak melalaikan 49:42 dan menjauhkan dari Allah? Pak Ustaz, 49:44 mohon pencerahannya. 49:45 Masallah. Masyaallah tabarakallah. 49:47 Pertanyaan yang sangat bagus. Tapi ee 49:49 Ibu Juni nanti kita di bulan lain ya, di 49:53 bulan lain 49:54 akan memberikan pelajaran mungkin 49:56 insyaallah setelah s mustaqim ini 49:57 selesai ya 12 poin kita boleh ambil tema 50:00 tentang memahami 50:02 musik. Hukum musik yaitu alat musik. 50:06 Heeh. 50:07 Bermusik. 50:08 Bermusiknya itu 50:09 dan melantunkan lagu-lagu dengan musik. 50:11 Heeh. 50:12 Satu paket dalam tiga tiga kasus itu. 50:15 Apa? Bermusik. 50:16 Musik. Alat musik 50:17 ya. Artinya menggunakan alat musik. 50:20 Kemudian apa tadi? Hukumnya 50:23 hukumnya alat musik. 50:24 Alat musik. Kemudian yang kedua 50:25 bermusik. 50:27 Ya. 50:27 Yang ketiga. Jadi hukum alatnya. Yang 50:29 kedua hukum penggunaan alatnya 50:31 memainkannya. Ya. 50:33 Yang ketiga, 50:33 yang ketiga 50:35 bernyanyi, melantunkan lagu 50:38 syair menggunakan alat musik. Nanti akan 50:41 kita bahas yang kesimpulannya 50:44 ya. Kesimpulannya 50:46 bahwa 50:49 alat musik 50:51 bermusik 50:53 dan berlagu menyanyi dengan menggunakan 50:57 alat musik tidak ada dasar keharamannya 51:01 dalam Al-Qur'an. 51:04 Bahkan di antara 51:07 perhiasan Allah yang Allah 51:11 berikan anugerahkan untuk manusia di 51:14 dalam semesta ini adalah indahnya 51:17 suara-suara 51:19 atau suara-suara yang indah itu bahagian 51:23 dari zinatallah dalam dalam di dunia 51:26 kita ini. 51:27 He he. 51:28 Suara indah. Bahagian dari perhiasan 51:30 milik Allah. Perjasan itu milik Allah. 51:33 Allah berikan anugerahkan buat 51:35 hamba-hambnya. 51:36 Nah, suara yang indah bisa melalui mulut 51:40 kita secara langsung. 51:42 Bacaan indah, 51:43 h 51:44 suaranya memang indah, 51:46 merdu gitu ya. 51:46 Merdu dari dalam diri sendiri nih. 51:49 Lalu diasah ya kan. Ada suara indah yang 51:53 sifatnya natural. 51:55 Heeh. Alamiah. 51:57 Alam. Contohnya suara angin yang 51:59 bertiup. 52:00 Hm. H 52:01 kan ada tu kan 52:03 sekarang ini saking enaknya 52:06 berjalan ya alam yang menggerakkannya 52:09 Allah yang yang semua yang mengaturnya 52:11 he 52:12 kita dengar enak contohnya misalnya 52:14 suara angin 52:17 deru ombak 52:18 iya betul 52:19 suara bukan tuh 52:19 suara 52:20 suara dari geskan air kan dan angin 52:23 kemudian aliran sungai 52:25 mericik air gitu ya 52:27 air pancuran apa 52:28 air terjun Kan suaranya beda-beda suara 52:31 itu 52:31 ya kan apalagi suara burung-burung 52:34 berkicau. 52:35 Iya pagi hari itu 52:36 gesekan dedaunan 52:38 yang terbawa angin 52:40 ya kan ada yang sudah kek 52:43 krekek daun bambu tuh bisa berisik gitu 52:46 ya. 52:46 Itu suara alamnya bukan tuh 52:47 suara alam 52:48 indah kan 52:48 menenangkan itu. Kadang gua bikin terapi 52:51 buat enak tidur tuh. 52:52 Iya. Saya di rumah nih Kang Pari 52:54 di depan kamar saya 52:56 saya taruh pancuran. 52:58 Hm. Karena saya mau tidur 53:01 ada ada suara-surung atau sambil baca 53:04 krecuk krecuk kcuk ya karena pengin 53:06 punya rumah di pinggir sungai kan belum 53:08 ada 53:08 ya kan jauh juga 53:10 iya karena jarang ada sungai sungainya 53:12 ada sungai ciliwung 53:13 sungai ciliwung yang heeh tuh saya beli 53:16 tuh 53:17 pancuran air 53:17 h 53:18 saya merasa kalau kalau di kamar tuh kan 53:21 di teras saya tarot ya 53:22 iya 53:23 tenang 53:24 tenang dia bapaknya ya 53:25 itu namanya zinatullah 53:27 itu seperti musik-musik suara juga 53:29 entar musik itu apa? Alat kan? 53:31 Alat 53:31 alat coba air aja ke batu ting atau ke 53:35 air lagi. 53:35 Heeh. 53:36 Ting 53:37 gimana? 53:38 Tes. 53:39 Tes. Itu kan 53:41 bawa suara. 53:41 Heeh. 53:43 Batu dan batu bertemu 53:45 dentingan yang lain-lain. Nah, lalu 53:48 Allah berikan ilham manusia mampu 53:52 membuat alat 53:53 hm 53:54 yang jika alat itu digunakan akan ada 53:57 suara merdu terdengar. 53:58 Iya. Betul. Betul. 53:59 Nah, ketika suara merdu itu, suara indah 54:03 itu adalah perhiasan Allah yang hasil 54:06 dihasilkan dari ketukan, petikan, 54:10 gesekan, tiupan. 54:13 Saya ya. 54:14 Heeh. 54:14 Ketukan. 54:15 Ketukan. Apaagi? 54:16 Gesekan. 54:17 Gesekan. 54:17 Tiupan. 54:18 Tiupan. Petikan. 54:20 Petikan. Gitar gitu ya. 54:22 Itu yang memberikan ilham. He. 54:25 Untuk membuat alat petik, membuat alat 54:28 pukul, membuat alat tiup, 54:31 iya. 54:31 Membuat alat gesek. 54:32 Iya. 54:33 Sehingga 54:34 terlahir dari itu suara yang begitu 54:37 indah didengar. 54:38 Siapa yang berikhamnya? 54:40 Allah jalla jalaluhu. 54:41 Dan katanya notasi not-note juga dari 54:44 Islam katanya. 54:45 Oh iya dong. 54:46 Dori pasolasi 54:47 Al-Qur'an itu ada 54:49 ya kan? 54:49 Betul enggak? 54:50 Nah maka kesimpulannya Ibu siapa tadi? 54:52 Ibu Juni, 54:53 Ibu Juni walaupun sekarang sudah Agustus 54:55 ya, Bu Juni. Tidak ada dalil dalam 54:58 Al-Qur'an yang mengharamkan alat musik, 55:03 bermusik dan ber apa? Menyanyi, 55:07 melantunkan syair 55:09 menggunakan alat musik 55:12 yang ada dari sumber lain tapi semua 55:15 sumbernya bermasalah. 55:18 Ya Allah. 55:18 Dapat kita katakan dari riwayat hadis 55:20 misalnya, katanya haram. 55:22 Beginilah begitulah semua hadis ini 55:24 kesimpulannya nih 55:25 kita akan adakan kajiannya 55:27 seluruh hadis 55:29 yang menyebutkan katanya Nabi 55:32 mengharamkan 55:34 bermusik, 55:36 mengharamkan alat musik, mengharamkan 55:39 orang menyanyi dengan alat musik. 55:44 itu semua hadisnya bermasalah 55:47 lemah ee secara validasi 55:51 bahkan palsu. 55:53 Nanti kita buktikan kita dalam kajian 55:57 khusus di radio silaturahim 55:59 kita bedah lagi nanti. 56:00 Kita bedah lagi insyaallah. Nah, 56:02 kemudian 56:03 lalu pertanyaan Ibu tadi, bagaimana 56:05 kalau musik tidak melalaikan melalaikan 56:07 kita dari Allah? Apakah itu setan? 56:10 yang namanya setan. Ibu Juni dan 56:12 pendengar sekalian pemirsa Rasil. 56:14 Setan itu definisinya apa sih? Segala 56:16 sesuatu. 56:18 Saya ulang ya. Segala sesuatu. 56:20 Apapun bentuknya. 56:22 He. 56:23 Ayo diingat. Apapun bentuknya 56:27 siapapun wujud dan sosoknya 56:30 he 56:31 yang bisa melalaikan kita, menjauhkan 56:34 kita dari Allah dan Al-Qur'an itu setan. 56:39 H 56:39 enggak usah musik 56:41 apapun juga. 56:42 Iya apapun bentuknya. 56:44 Mau manusia, mau apapun, 56:45 apapun handphone, 56:47 kesibukan, 56:48 ya 56:49 apa saja, apapun bentuknya. 56:51 He. 56:53 Dan siapapun sosoknya. 56:55 Bahkan ada ustaz setan, ada kiai setan, 57:00 ada guru setan, ada ayah setan, ada anak 57:05 setan, ada suami setan, ada istri setan. 57:09 Nah, repot nih. 57:10 Apapun bentuknya itu ya, 57:11 apapun bentuknya. Handphone kah itu, 57:14 alat musikkah itu? Apa saja, kendaraanah 57:17 itu, 57:18 perhiasanah itu, apapun bentuknya yang 57:21 buat kita lalai, 57:23 lengah, 57:25 bahkan menjauh, jauh dan menjauh dari 57:27 Allah dan menjauh dari Al-Qur'an itulah 57:29 setan. Repot enggak kira-kira? Tuh 57:31 repot. 57:32 Nah, kalau punya suami yang bikin istri 57:36 menjauh dari Allah, berarti suaminya 57:38 setan. punya istri yang menjauhkan suami 57:42 dari Allah, berarti 57:44 istrinya setan. Kalau suami model 57:47 begini, istri model gini, berkumpul dia 57:50 punya anak lahir dari mana? 57:52 Setan. 57:53 Dari pasangan 57:54 setan. 57:54 Setan. 57:55 Iya. 57:56 Makanya di antara doa ketika suami istri 57:58 mau berkumpul, Allahumma jannibitan 58:02 jannibitan maaktana. 58:05 Jangan sampai setan ikut serta di situ. 58:07 Nah, masalahnya itu setan dari luar. 58:10 Iya. 58:10 Bagaimana kalau ayah ibunya 58:12 setan juga 58:13 suami istrinya setan? Ah, anaknya gimana 58:16 kira-kira nanti? 58:17 Bahaya setan. 58:18 Nah, ayah bisa jadi setan, anak bisa 58:21 jadi setan, ibu bisa jadi setan. Minal 58:24 jinnati 58:25 was. 58:26 Apalagi alat mu 58:28 musik 58:28 musik gitu 58:29 ya. Semua berpotensi jadi setan ya. 58:31 Semua punya punya potensi menjadi setan. 58:34 Kan I 58:35 itu yang penting ingat ya ini kaidahnya. 58:37 Iya. 58:38 Segala sesuatu apapun bentuknya, 58:41 siapapun wujudnya dan sosoknya yang 58:44 menjauhkan kita dari Allah, 58:45 menjauhkan kita dari Al-Qur'an, dialah 58:48 setan. 58:48 Setan. 58:50 Wallahu taala alam bisawab. 58:53 Masyaallah. 58:54 Waktu pada habis. 58:55 Kita sudah dibatasi waktunya, Ustaz. 58:57 Mungkin ada yang disampaikan sebelum 58:59 kita pamit, Ustaz. 59:00 Stay tun. Stay tune nih. Masih baru. 59:02 Baru berapa? baru empat kan dari 12 poin 59:05 tentang maksud dari asiratal mustaqim 59:07 setiap Selasa jam .00 Siang stay terus 59:10 di mana? di Rasil AM720 59:14 untuk Islam yang satu dan 1 59:17 8 Agustus jangan lupa 59:19 saya itu penasaran loh dengan para 59:21 pendengar S bertanya itu ada Pak Baron 59:23 Betawi ada Ibu Fulanah Bapak Fulan tadi 59:27 ya juga Ibu Ani 59:29 wah itu banyak banget itu ya kan yang 59:32 mana orangnya gitu kan kalau diah Sunda 59:34 eh 59:35 yang mana teh 59:37 yang mana orangnya ya 59:38 kalau yang Jawa sinten iki ya. Nah, 59:41 apalagi yang ada Betawinya di siapa sih 59:43 pergi nih orangnya? Ana mau tahu nih, 59:45 mau kenal nih. Begitu ya. 59:47 Insyaallah kita nanti bersilaturahmi 59:49 Ustaz ya bersama-sama 59:49 I jadi wadah untuk berkumpul ya. 59:51 Insyaallah. 59:52 Baik Ustaz terima kasih atas caranya. 59:54 Insyaallah kita akan ketemu lagi di 59:56 Selasa mendatang dengan ee poin-poin 59:58 berikutnya dan Iwan Awat juga yang sudah 1:00:00 bergabung. Terima kasih banyak yang 1:00:01 sudah mendengarkan. Semoga tadi apa yang 1:00:03 ustaz sampaikan banyak sekali manfaat 1:00:05 untuk saya yang bertugas pahli ditemani 1:00:08 Oni dan juga Algidur pamit. 1:00:10 Subhanakallahum wamdika asadu allaha 1:00:12 anta astagfiruka. 1:00:14 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:16 wabarakatuh. 1:00:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:18 wabarakatuh.