Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Assalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 Syukur alhamdulillah kita dapat 0:21 bersama-sama lagi di acara Jendela 0:24 Sekolah yang hadir 0:26 setiap 2 minggu sekali yang 0:29 mudah-mudahan bahasan-bahasannya 0:31 mempersuasi kita semua sebagai ayah 0:34 bunda atau sebagai putra-putri terkait 0:37 dengan pendidikan. Dan tidak lupa tentu 0:41 saja salam selawat kita lantunkan untuk 0:43 junjungan umat kekasih kita 0:46 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:48 wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan 0:51 syafaat beliau dan dipertemukan dengan 0:54 beliau di saat yang sangat kita rindukan 0:56 di yaumil akhir. 0:58 Ikhwan akhwat Jendela Sekolah hari ini 1:02 spesial sekali menyampaikan 1:04 eh bahasan Quran Camp. Bagaimana nih 1:08 mencetak pemimpin masa depan. Wow. 1:11 Luar biasa sekali dan nanti eh ada dua 1:15 sesi. Yang pertama dengan 1:18 para guru 1:20 dan nanti baru dengan siswa di sesi yang 1:22 kedua. 1:24 Kita perkenalkan. Bisa jadi sih sudah 1:27 kenal ya 1:28 dengan 1:29 Bapak 1:30 Arif Afandi. 1:33 Mana nih? Yang mana nih? Kan dua orang. 1:35 Iya. 1:36 Silakan. 1:37 Perkenalkan diri Pak Arif Afandi. 1:40 Assalamualaikum warahmatullahi 1:41 wabarakatuh. 1:44 Senang sekali di pagi yang berbahagia 1:46 ini. Alhamdulillah kami bisa 1:48 bersilaturahim 1:50 di Radio Silaturahim. Semoga 1:53 silaturahim ini membawa 1:55 kempermanfaatan dan keberkahan untuk 1:57 kita semua. 1:58 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:00 Inna hadzal Qur'ana yahdi lillati hiya 2:03 aqwam wa yubasyirul mukminin. 2:06 Al ayah. 2:09 Alhamdulillah. 2:10 Pada kesempatan yang berbahagia ini, 2:13 kami bisa bersilaturahim. Insyaallah 2:16 nanti akan sharing, berbagi berkaitan 2:19 dengan Qur'an Camp yang akan yang kami 2:23 laksanakan di sekolah kami. Insyaallah 2:25 nanti kita ngobrol-ngobrol, 2:27 sharing-sharing berkaitan dengan 2:29 Iya. yang 2:31 mencetak generasi pemimpin masa depan. 2:33 Nah, ikhwan akhwat, beliau ini merupakan 2:36 koordinator rumah tahfiz di eh sekolah 2:41 Insan Mandiri Cibubur. Satu lagi yaitu 2:44 Ustaz Bagas Dinata. 2:48 Baik, terima kasih. Assalamualaikum 2:50 warahmatullahi wabarakatuh. 2:52 Izin memperkenalkan diri. Nama saya 2:53 Bagas Dinata. Saya di sini eh selaku 2:56 musyrif atau pendamping di asrama. 2:58 Sekaligus kemarin penyelenggara eh acara 3:01 kegiatan TLM yaitu Training Leader Muda 3:03 Bir. Yang ini berkaitan eh tentang 3:06 kepemimpinan. Dan alhamdulillah waktu 3:08 ini bertepatan dengan eh berbarengan 3:10 dengan kegiatan Qur'an Camp. Ehm, ehm. 3:13 Iya, jadi yang satunya koordinator rumah 3:17 tahfiz, yang satunya lagi pendamping 3:19 asrama yang akan menjadi narasumber kita 3:22 pagi hari ini. Ikhwan akhwat, terkait 3:25 dengan Qur'an Camp mencetak pemimpin 3:29 masa depan dari balik mushaf. 3:32 Masyaallah. Itu kalau setiap lembaga 3:35 punya sejarah awal mula berdirinya kan? 3:38 Apa yang melatarbelakangi 3:41 berdirinya rumah tahfiz ini? 3:43 Kemudian ada juga mungkin dari 3:45 mimpi-mimpi tertentu yang ingin 3:47 diwujudkan pada saat pertama kali rumah 3:50 tahfiz didirikan. 3:53 Berharap sih dua-duanya memberikan 3:54 informasi terkait ini, silakan. 3:57 Baik, Mbak Nuning, terima kasih. Eh, 3:59 kami akan coba paparkan berkaitan dengan 4:03 latar belakang berdirinya rumah tahfiz. 4:06 Jadi, para pendiri Yayasan Pendidikan 4:08 Silaturahim Jadi Karya 4:11 eh melihat bagaimana presentasi baca 4:16 Alquran Indonesia, He eh. terutama 4:18 remaja sangat mengkhawatirkan, Bu 4:21 Nuning, saat itu. 4:23 Sekitar 38% 4:26 ya yang mampu membaca Alquran dengan 4:28 baik. Masih ada sekitar 60% yang bacaan 4:32 Qurannya perlu harus belajar. 4:34 Nah, lewat itulah eh para pendiri kami 4:38 ingin punya mimpi yang bagaimana 4:40 menjadikan Kalimanggis ini menjadi 4:44 kampung Qurani. 4:46 Jadi, akhirnya muncullah ide membuat 4:49 sekolah yang berbalut program Alquran. 4:53 Nah, lewat mimpi itu 4:55 kami kemudian melaksanakan beberapa 4:58 program. 4:59 Program kegiatannya saat itu masih 5:02 kegiatan yang menginduk kepada kegiatan 5:04 di asrama yang pelaksanaannya hanya 5:07 dilaksanakan setelah salat magrib dengan 5:11 salat subuh. 5:14 Nah, seiring berjalannya waktu kemudian 5:16 evaluasi dari kami ini sepertinya feel 5:20 dan kedekatan anak dengan Alquran kok 5:23 tidak dapat gitu, kurang maksimal. 5:25 He em. Maka, muncul beberapa ide 5:27 bagaimana kalau kita 5:29 eh 5:30 plotting waktu saja dengan anak-anak. 5:33 Jadi, kita bikin camp supaya anak-anak 5:35 itu lebih fokus dan untuk belajar 5:38 akademisnya mereka nanti direduksi dulu 5:41 gitu, Mbak Nuning. Akhirnya, muncullah 5:44 eh kegiatan program Quran Camp. 5:48 Jadi, anak-anak selama kurang lebih 1 5:51 bulan, mereka belajar eh mendalami 5:55 Alquran, menghafal, kemudian dari mulai 5:58 menuntaskan tahsin, kemudian menghafal, 6:01 kemudian murojaah, kemudian mentadaburi 6:04 Alquran. Nah, itu di sekitar 1 bulan 6:06 itulah anak belajar interaksi dengan 6:09 Alquran lebih dekat dan lebih 6:12 bersahabat, gitu. 6:13 Jadi, selama 1 bulan anak-anak belajar, 6:17 itu ngomong-ngomong sebagai pendamping 6:20 asrama eh 6:22 Ustaz Bagas juga 6:24 ada di kegiatan itu? 6:26 Ya, eh selama 1 bulan tentu saya juga 6:29 ikut mendampingi langsung. Heeh. Dan 6:30 bagi saya dengan adanya program Quran 6:32 Camp mungkin tidak eh banyak memberikan 6:34 waktu jawaban karena eh berbicara 6:37 tentang sejarah didirikannya tadi oleh 6:39 beliau sudah disampaikan. Eh tapi tentu 6:42 ini sangat eh membantu saya karena ini 6:45 eh pendekatannya luar biasa. Selama 1 6:46 bulan itu lebih banyak dekatnya dengan 6:48 anak-anak gitu dalam pendampingan 6:50 khususnya. Gitu kalau untuk program 6:52 Quran Camp ini. 6:54 Ada hal-hal yang 6:56 kira-kira istimewa banget enggak itu 6:57 selama 1 bulan bulan? Eh tentu eh dengan 7:00 adanya Quran Camp selama eh 1 bulan 7:02 khususnya ini di pekan ketiga ada 7:04 kenaikan eh eh anak-anak perubahan 7:06 khususnya di perkembangan gitu. Segi 7:08 kedisiplinan, kemudian ubudiahnya juga. 7:10 Di salat jamaahnya terutama, gitu. 7:13 1 bulan pendidikan lumayan tuh ya. Dan 7:17 ini terkait dengan program yang 7:19 dilaksanakan seperti apa nih gerangan? 7:23 Jadi gini, kalau di Quran Camp karena 7:26 proses masuknya anak-anak ke sekolah 7:28 kita itu adalah proses eh menjadi 7:32 manusia yang lebih baik Heeh. gitu. Eh 7:37 variatif sekali kemampuan anak-anak 7:39 Bunaning ketika masuk ke sekolah kami, 7:42 jadi ketika kami 7:44 klasifikasi ada beberapa memang tidak 7:46 seragam dalam kemampuan membaca Alquran. 7:50 Jadi ada anak yang memang belum bisa 7:52 baca Alquran sama sekali, ada yang sudah 7:55 bisa tapi belum lancar, ada yang bahkan 7:59 sudah punya hafalan. 8:01 Tapi enggak banyak, ada yang bahkan 8:02 sudah hafalannya lebih dari 15 juz. Nah 8:05 itu kami klasifikasi, kemudian setelah 8:08 itu kami menyesuaikan program sesuai 8:11 dengan kemampuan anak-anak. Bagi anak 8:13 yang memang baru pertama belajar 8:15 Alquran, kita ada program namanya tuntas 8:18 tahsin. 8:19 Jadi di di tahun pertama itu ada namanya 8:23 program mudah baca Alquran. Ini bagi 8:26 anak-anak yang mereka tidak ada basic 8:29 membaca Alquran. 8:31 Setelah 8:32 program baca Alquran, mudah baca Alquran 8:34 ini selesai kemudian di tahun kedua kita 8:36 fokusnya di mudah hafal. 8:39 Nah mudah hafal karena sudah tadi di 8:42 tahun pertama dia menyelesaikan tajwid, 8:45 tahsin dan yang lainnya. 8:46 Di tahun kedua dia akan fokus ke 8:49 menghafal. 8:50 Nah di tahun ketiga itu anak nama 8:53 programnya adalah mudah murojaah. 8:56 Setelah 8:57 tuntas tahsinnya, kemudian dia punya 8:59 hafalan, kemudian hafalan itu 9:02 dibuat program supaya murojaahnya lebih 9:05 mudah. Nah di anak-anak yang diampu oleh 9:09 Ustaz Bagas ini anak-anak di tahun kedua 9:11 dia mulai menghafal. 9:13 Nah di kelas itu bervariatif, jadi 9:16 kemampuannya bervariatif karena memang 9:18 dari berbagai macam sekolah yang 9:20 berbeda-beda kemampuannya seperti itu. 9:22 Nah ini anak-anak sedang mulai menghafal 9:24 Alquran dan karena mereka juga kebetulan 9:27 adalah OSIS. 9:29 Jadi fokusnya kita juga membuat 9:31 kegiatan-kegiatan tadabbur, 9:33 kegiatan-kegiatan yang Islamiyah 9:36 bernuansa kepemimpinan 9:38 maka nanti mungkin Ustad Bagas bisa 9:41 menyampaikan lebih detail terkait dengan 9:43 program anak-anak Quran Camp yang 9:45 pesertanya adalah OSIS dan ke depannya 9:48 akan menjadi mudabbir mudabbir itu 9:50 adalah pengurus eh asrama yang membantu 9:54 para musyrif Ustadnya jadi anak-anak itu 9:57 belajar memimpin eh di mim ini kan kelas 10:00 11 jadi dia memimpin adik-adiknya 10:03 membantu mengkoordinir kegiatan membantu 10:05 para asatiz yang nanti eh bisa 10:08 mengoperasionalkan 10:10 kegiatan-kegiatan yang ada di MA 10:13 seperti itu kalau 10:16 OSIS dengan siswa yang biasa itu 10:19 dibedakan enggak kelasnya? 10:20 maksudnya pada saat eh Quran Camp-nya 10:26 untuk pembedaannya ini beda sih kalau 10:28 enggak salah Quran Camp itu setiap 10:30 tahunnya bergantian misalkan sekarang 10:32 tuh bulan ini yaitu kelas 11 10:34 he em maka mungkin ke eh setelah lebaran 10:36 nanti bulan depannya itu kelas 8 atau 10:38 kelas 10 jadi saling bergantian tapi 10:41 bukan berarti yang OSIS sendiri gitu 10:43 enggak ya tapi dicampur dengan yang lain 10:45 jadi gini eh Mbak Nuneng eh anak-anak 10:48 ini kegiatannya per kelas jadi sudah ada 10:51 schedule-nya misalkan bulan Juli ini 10:55 kelas 7 iya iya 10:57 tapi Agustus kelas yang lain kebetulan 10:59 anak-anak yang kelas 11 ini semuanya 11:01 adalah pengurus OSIS 11:03 oh yang 11:05 semua kelas 11 ya 11:06 kita [berdehem] 11:07 eh berdiskusi yuk karena ini mereka 11:10 pengurus OSIS dan juga nanti membantu 11:13 kepengurusan di Ma'had atau di asrama 11:16 maka eh tadabbur-tadabbur Qurannya 11:18 pendalamannya itu tentang kepemimpinan 11:20 Islam gitu 11:22 jadi programnya tiga eh kurang lebih 1 11:24 bulan per kelas dan dia tidak belajar di 11:28 sekolah dia fokus mulai bangun tidur 11:30 sampai tidur lagi adalah interaksi 11:33 dengan Alquran. 11:34 Masyaallah. Karena memang eh 11:38 anak-anak yang ada di OSIS itu perlu 11:41 kemampuan untuk menjadi pemimpin yang 11:44 lebih tinggi dibanding yang tidak 11:47 menjadi anggota OSIS kan. 11:49 Terkait dengan kepesertaan ini nih, emm 11:53 siapa saja di samping tadi kan anak-anak 11:55 Heeh. emm 11:57 dan kalau guru-gurunya atau yang 11:59 membimbing selama Quran Camp itu gantian 12:03 juga kah atau bagaimana? 12:05 Jadi kalau di Ma'had kami ada Ma'had 12:09 secara umum, ada Rumah Tahfidz. 12:12 Nah, di Rumah Tahfidz ini ada timnya 12:14 jadi kalau sebutan di Ma'had namanya 12:17 Musyrif, kalau di Rumah Tahfidz namanya 12:20 Muhafidz. Oh. Nah, yang Muhafidz di kami 12:23 ada empat anggota atau ada empat tim, 12:25 saya kemudian ada tiga Muhafidz yang 12:29 membantu mengelola dan mendampingi 12:31 anak-anak. Nah, yang di Rumah Tahfidz 12:33 ini tugasnya mendampingi kegiatan 12:35 Alquran mulai dari bangun tidur sampai 12:38 tidur lagi, ada programnya tadi ada 12:41 tuntas tahsin, kemudian setoran hafalan 12:44 kemudian murojaah, kemudian ada tadabbur 12:48 eh kajian-kajian bersama para asatidz 12:51 terus kemarin eh bikin program TLM yang 12:54 berkaitan dengan kepemimpinan dan kita 12:57 eh kegiatannya di luar, di luar sekolah 13:00 kita 13:01 di Puncak Bogor untuk pendalaman 13:04 training leadership tersebut gitu. Nah, 13:07 eh teman-teman yang di Quran Camp yang 13:09 Muhafidz ini merekalah yang mendampingi 13:12 anak-anak selama kurang lebih satu bulan 13:15 dalam kegiatan Quran Camp. 13:17 Dan di Quran Camp kami 13:19 eh menggunakan 13:21 multi metode 13:23 yang kita gunakan metode Yadain kemudian 13:26 metode talaki dan metode auditori. 13:31 Jadi kemampuan mereka dalam menghafal 13:32 bervariatif. 13:33 Iya. Anak-anak yang suka visual berarti 13:36 kita arahkan ke yadain. Anak-anak yang 13:39 suka 13:41 eh ketemu langsung dengan para asatidnya 13:43 setoran langsung apa kita pakai metode 13:45 talaki. Ada anak-anak yang bisanya 13:48 eh simai jadi listening aja maka kita 13:51 gunakan eh media untuk mereka 13:53 mendengarkan Alquran mempermudah untuk 13:56 menghafal Alquran. Jadi ada yang visual, 13:59 ada yang audio, ada yang kinestetik itu 14:02 pemberiannya ke mereka juga dibedakan 14:04 disesuaikan dengan gaya menghafal 14:06 anak-anak. Aha. 14:07 Terus ngomong-ngomong tadi eh Ustaz 14:10 Bagas kan mendampingi terkait dengan 14:13 mudah menghafal ada tips tertentu kah 14:16 untuk menghafal Alquran sebab siapa tahu 14:18 ikhwan akhwat yang ada di rumah dengar 14:20 itu juga iya juga ya pengen tahu deh ya. 14:22 Silakan. 14:25 Eh kalau untuk tips mungkin tidak semua 14:27 orang bisa diterapkan ya. Mhm. Eh jadi 14:29 mungkin yang saya dampingi anak-anak 14:31 selama ini 14:33 jadi kebanyakan mereka itu mungkin masih 14:35 kesulitan dalam baca 14:37 jadi sepertinya mudah lupa kalau dari 14:39 saya eh menyampaikan ke mereka ke 14:41 anak-anak itu coba kamu baca artinya 14:43 gitu. 14:44 Jadi misalkan kalau kita eh hafal 14:46 mufradat bahasa Arab itu itu tentu 14:48 sangat membantu bagi saya. 14:50 Diterapkanlah ke anak-anak disampaikan 14:51 coba kalau misalkan kamu eh tahu 14:53 mufradat ini misalkan itu dalam bahasa 14:55 Arab itu kurang lebih sama. Jadi 14:57 misalkan kalau misalkan kita tahu 14:58 artinya itu seolah-olah kita baca Quran 15:01 eh se- sedang membicarakan eh maknanya 15:03 gitu. 15:04 Jadi kan anak-anak sejauh ini masih 15:05 belum membaca eh artinya juga Mhm. 15:08 terjemahnya. Paling itu aja tips dari 15:10 saya gitu. Jadi anak-anak itu metode 15:12 yadain Mbak Nana. Untuk eh lebih 15:14 fokuskan ke membaca artinya juga. Iya. 15:17 Yadain istilahnya ya. 15:19 betul. Iya. 15:20 Jadi memang 15:22 ini apa namanya ya? Agenda yang 15:24 betul-betul bagi yang merasakan dan 15:28 melaksanakan itu perlu banget karena 15:30 enggak di semua tempat ter sedia 15:33 layanan-layanan seperti ini kan. 15:35 Kalau metode yang dipakai untuk 15:39 program-program yang tadi dibahas 15:42 selain itu apa ya? Yadain tadi ada 15:44 Yadain dan metode talaqqi. Jadi 15:46 anak-anak sebelum menghafal He em. kita 15:49 bacakan dulu ayat-ayat yang mau dihafal. 15:52 Kita kalau orang Jawa bilang dituntun 15:56 bacaannya seperti ini nanti mereka ikuti 15:58 bacaannya. Misalkan 16:03 terus ikuti. Nah, setelah mereka mulai 16:05 lancar lisannya kemudian mereka mencoba 16:08 menghafal. Nah, dalam menghafal itu kan 16:10 anak-anak berbeda 16:12 cara-cara dan metodenya. Maka kita 16:15 menggunakan 16:16 minimal metode tiga multi metode tadi. 16:19 Oh iya. Yadain itu visualisasi 16:22 dengan visual artinya atau 16:25 terjemahannya. Kemudian talaqqi tadi 16:28 dipermudah dengan dituntun oleh para 16:31 asatidz dan muhafidznya. He em. Yang 16:33 ketiga tadi auditori mereka 16:36 mendengarkan apa yang mereka hafal untuk 16:39 mempermudah hafalan-hafalan mereka. 16:43 Seandainya di eh 16:46 diperhitungkan atau dibandingkan antara 16:48 yang visual dengan yang auditori mudahan 16:51 mana membuat mereka menghafal? 16:54 Kita tidak bisa bandingkan apple to 16:55 apple Mbak Nunung karena memang 16:58 gaya menghafal anak-anak berbeda-beda. 17:00 He em. Kan sekolah kita memang multiple 17:02 intelijen ya Mbak Nunung. Jadi kita 17:05 pendekatan dulu bahwa si A ini 17:07 sepertinya cocoknya metode apa nih? Jadi 17:09 kita tanya kamu pakai metode yang mana? 17:11 Nanti mereka yang memilih. Jadi 17:13 disesuaikan dengan kebutuhan ya. 17:16 itu. 17:17 Itu sudah berjalan berapa lama sih? 17:20 Kalau Quran Camp 17:22 sekitar 17:24 4 4 tahun kayaknya, 3 sampai 4 tahun. 17:27 3 sampai 4 tahun dan betul-betul yang 17:31 ikut dalam Quran Camp itu 17:34 bisa dirasakan 17:36 betapa bersyukurnya mereka ikut itu 17:39 karena itu tadi. Heeh. Hafal juga 17:42 mungkin belum seluruhnya 30 juz, tapi 17:45 caranya 17:47 paling tidak yang kami inginkan dan 17:50 mimpikan adalah anak-anak bisa 17:52 berinteraksi dengan Alquran. 17:54 Karena metode Yadain itu kan memang 17:57 visualisasi, kemudian kita arahkan untuk 17:59 membaca artinya. Nah, kebetulan di Mahad 18:02 kami ada namanya program Tamyiz. Ehm. 18:05 Nah, Tamyiz ini adalah metode 18:07 menterjemah Alquran dengan lagu. 18:11 Nah, itu anak-anak sudah pernah menya 18:13 apa belajar tentang metode Tamyiz, 18:15 metode terjemah Alquran itu dan metode 18:17 mempermudah baca kitab kuning. Jadi, 18:20 sudah ada bayangan bagaimana mempelajari 18:23 makna Alquran tapi dengan rileks, dengan 18:25 bernyanyi dan lain-lain sebagainya. Nah, 18:27 jadi dikombain dan lain sebagainya. Tapi 18:29 paling tidak ehm kami membuat program 18:32 Quran Camp itu tadi kedekatan interaksi 18:35 anak-anak dengan Alquran itu lebih 18:37 melekat dan lebih dekat gitu, Mbak 18:38 Nuniek. Itu sih sebenarnya poin dari 18:40 kita. 18:42 Ustaz Bagas, ketika menyaksikan, melihat 18:45 dan mendampingi anak-anak yang auditori 18:47 atau yang visual dan itu tadi kalau kita 18:51 bayangin ya, Ikhwan Akhwat, pakai lagu, 18:53 cuy. Asyik banget itu ehm memang ada 18:55 perbedaannya ya dengan misalnya 18:58 menghafalnya lewat senandung 19:00 Alquran tadi. 19:04 Kalau diminta pendapat ehm karena di 19:06 sini saya belum lama ya, masih baru 19:09 kurang lebih 1 tahun. 19:10 Setahun juga kan sudah ada pengalaman 19:12 dong dengan anak-anak. Nah, ini untuk 19:14 yang khususnya di SMP gitu ya saya lihat 19:16 itu cukup membantu dengan metode seperti 19:18 itu. 19:19 Karena kemarin tuh lebih apa ya eh 19:23 hidup ya suasananya tidak membosankan 19:25 mungkin dengan cara tamyiz itu. Eh 19:27 kemarin sih saya lihat khususnya 19:29 anak-anak SMP itu lebih aktif dengan 19:30 metode tersebut dan ini sangat membantu 19:32 gitu. 19:34 Sebagai pendamping nih contohin dong 19:36 kayak apa sih lagunya apa kemudian sur- 19:39 surat atau ayatnya apa gitu? 19:41 Eh 19:42 jadi untuk pendamping tamyiz berhubung 19:44 saya belum menggunakan metode tersebut 19:47 jadi belum 19:47 ini cukup enggak pengalaman yang belum 19:50 ada. 19:51 Oke. Kemudian 19:54 kalau ada yang nanya nih yang menarik 19:56 program di bulan ini naon teh? Iya. 19:59 Kalau program di bulan ini tadi eh kami 20:03 sampaikan karena memang peserta Quran 20:06 Camp-nya adalah anak-anak OSIS 20:08 He eh. dan nanti setelah Quran Camp 20:11 mereka akan punya amanah menjadi 20:13 mudabbir maka kita bikin program Quran 20:16 tadabburnya adalah tadabbur alam dan 20:20 pendalaman tentang leadership muslim 20:22 Mbak Noni. Jadi kemarin kita membuat 20:24 kegiatan training leader manajemen 20:28 eh didampingi oleh Ustaz Bagas di Puncak 20:31 Bogor berkaitan dengan pemimpin-pemimpin 20:34 muslim yang 20:35 harus bagaimana sih kita belajar menjadi 20:37 pemimpin yang muslim itu seperti apa 20:40 siapa terjang dan tokoh-tokoh pemimpin 20:42 muslim itu siapa dan apa yang bisa kita 20:45 ambil dari tokoh-tokoh tersebut gitu 20:48 Mbak Noni. 20:50 Jadi itu sudah 20:52 di Bogor ya ngambilnya? 20:54 di Bogor. 20:55 Karena 20:55 Supaya ada Suasana beda. 20:57 gitu motivasi berbeda. 21:00 Iya iya. Terus tadi kan disebut juga 21:02 terkait dengan training leader manajemen 21:05 yang TLM tadi itu ya. Heeh. Itu 21:07 persisnya 21:08 untuk definisi daripada pelaksanaannya 21:11 sendiri seperti apa? 21:13 Jadi anak-anak karena mereka setelah 21:16 Quran Camp nanti akan membantu 21:20 musyrif atau para asatid membimbing, 21:23 mendampingi anak-anak dalam pelaksanaan 21:26 program, bukan mengajar tapi ikut 21:28 mensukseskan pelaksanaan kedisiplinan 21:30 program, maka kita 21:33 pakai program training leadership itu 21:35 dengan kemarin kita ada beberapa agenda, 21:38 di antaranya adalah pendalaman tentang 21:41 eh leadership muslim. Heeh. Kemudian 21:43 manajemen waktu. Kemudian ada beberapa 21:47 kegiatan. Mungkin Ustaz Bagas sendiri 21:50 bisa menambahkan. Jadi di kegiatan di 21:52 Bogor kemarin ada beberapa sesi tentang 21:55 pendalaman kepemimpinan eh baik secara 21:58 manajemen maupun idola muslim gitu. 22:02 Heeh. Mungkin Ustaz Bagas nanti bisa 22:04 menambahkan. 22:04 cocok banget deh. 22:06 Silakan. Eh baik eh 22:08 jadi untuk kegiatan TLM itu training 22:11 leader mudabbir. Jadi ini pelatihan 22:13 tahun kedua. 22:14 Sempat berjalan 2 tahun lalu. 22:17 Jadi ini difokuskan untuk eh siswa 22:19 sifatnya OSIS SMA di tahun ini. Eh 22:22 mereka dilatih dengan eh disajikan 22:25 materi yang sudah penyelenggara atau 22:28 ketua pelaksana eh siapkan. Pertama itu 22:30 kan ini goal-nya itu nanti eh harapan 22:33 dari kegiatan TLM ini 22:35 eh siswa OSIS itu dapat membantu atau 22:38 menghidupkan kembali eh 22:39 kegiatan-kegiatan yang ada di asrama. 22:41 Yang disebut dengan menjadi mudabbir. 22:43 Tentu mudabbir ini eh harus menjadi 22:45 sosok eh pemimpin menjadi contoh bagi 22:48 adik-adiknya, membimbing, membina juga. 22:52 Nah maka diadakanlah training leader 22:54 mudabbir ini yang bertempat di Cisarua, 22:56 Bogor. 22:57 Eh kurang lebih acaranya 2 hari 1 malam. 23:00 Nah 23:01 eh dengan adanya kegiatan ini, eee, 23:05 tentu kita menyesuaikan apa yang akan 23:07 menjadi harapan ke depan. Untuk materi 23:10 pun, eee, pertama itu ada materi tentang 23:12 kepemimpinan Islam. Jadi, di sana 23:15 kemarin anak-anak itu, eee, di berikan 23:18 pertanyaan. He he he he he he. 23:20 [berdehem] 23:20 Eee, untuk menjadi siapa sosok pemimpin 23:22 yang diidolakan dan relate dengan 23:24 dirinya sendiri. 23:25 Dan kebetulan, eee, untuk, eee, 23:27 narasumber tersebut adalah Ustaz Arif 23:29 sendiri. 23:30 Kemudian ada materi kedua itu tentang, 23:32 eee, kepemimpinan dasar dan komunikasi 23:34 efektif. 23:35 Nah, di sini kan masih banyak, eee, 23:37 siswa atau anak-anak itu yang 23:39 eee, belum, eee, eee, baik dalam seperti 23:42 mengkritik teman, itu kemarin diajarkan. 23:44 Kemudian cara berko, eee, komunikasi 23:47 dengan teman juga. Nah, ini sudah 23:49 diajarkan kemarin pematerinya itu oleh 23:50 Ebah Oni. Kemudian untuk materi 23:53 selanjutnya yaitu tentang solidaritas, 23:55 kebersamaan, 23:57 dan di sini juga ada materi tentang 23:58 manajemen waktu. 24:00 Manajemen waktu ala santri ini, 24:02 kita sempat ambil, eee, materi tersebut 24:05 di Welas Asih. Jadi, TLM ini sebenarnya 24:08 tadinya mau diadakan di Welas Asih 24:10 Garut, pondok pesantren di sana. Jadi, 24:12 harapan dari manajemen itu 24:14 ingin, eee, siswa atau OSIS Mudabbir ini 24:17 melihat apa yang diterapkan di sana, 24:20 baik, eee, segi dis, posnya disiplin 24:21 positif, kemudian bisa diimplementasikan 24:24 dan diterapkan di Ma'had 24:26 Khulafaurasyidin ini. He he. Tapi, 24:28 berhubung mungkin belum bisa terlaksana, 24:30 akhirnya kita membuat eee, kegiatan TLM 24:32 ini di Puncak. Maka, harapan kami, eee, 24:35 untuk materi tersebut, anak-anak bisa 24:38 mengimplementasikan, Mudabbir itu bisa 24:40 mampu setelah diadakannya TLM itu 24:42 menerapkan di asrama, itu harapannya. 24:45 Jadi, 24:46 kalau mau dites Mudabbirnya sesudah dari 24:48 sana itu lebih oke dibanding 24:51 sebelumnya, ya? 24:53 Tadi milih di Bogor bukan di mana tadi 24:55 yang satunya? 24:56 Di Garut. Jadi awalnya 24:58 Jadi awalnya di Garut di pesantren di 25:00 pesantren Welas Asih namanya. Heeh. 25:03 Kita kerja sama kemudian sharing 25:05 informasi di sana kan konsep 25:08 pendisiplinannya dengan konsep disiplin 25:10 positif. 25:11 Oke. 25:11 Jadi kalau anak-anak gaya sekarang kan 25:13 Mbak Noni tahu ya cara mendisiplinkannya 25:15 harus pakai disiplin yang soft kemudian 25:19 eh komunikasinya harus komunikasi yang 25:21 asertif dan lain sebagainya maka 25:24 kok kayaknya cocok nih pesantren 25:27 Welas Asih dengan pesantren kita yang 25:28 humanis gitu. Hmm. Akhirnya kita coba 25:31 kolaborasi kemudian kita berniat 25:35 sama-sama belajar kita mau di sana mau 25:36 lihat seperti apa sih eh pendisiplinan 25:39 tapi disiplin yang positif disiplin yang 25:41 muncul dari kesadaran diri anak-anak dan 25:44 disiplin itu bagian dari tanggung jawab 25:46 kita gitu bukan kita harus teriak sana 25:48 teriak sini gitu kok kayaknya relate 25:50 sama kita gitu. 25:51 Nah karena kesibukan dan yang lain 25:53 sebagainya dan jadwal yang belum sinkron 25:56 Ehem. akhirnya ya sudahlah kita pakai 25:59 plan B kita melaksanakan TLM di Puncak 26:02 Bogor. Walaupun beda tempat tapi 26:06 eh inside dan isinya kan sama gitu. Oke. 26:11 Tapi insya Allah kalau berkesempatan 26:12 kita juga nanti akan ke sana lagi 26:15 Bisa untuk jadi pembanding atau untuk ya 26:19 banyak hal deh kalau enggak ke satu 26:20 tempat doang ya. 26:21 Iya di sana hampir sama model karakter 26:23 remajanya Ehem. Jadi humanisnya aturan 26:27 main di pesantrennya itu relate dengan 26:29 kita gitu. 26:31 Iya. 26:33 Oke sebelum nanti kita ganti ngobrol 26:36 dengan siswa yang ikut nih ikhwan akhwat 26:39 kita mau dengar tambahan terkait dengan 26:43 Quran Camp yang akan em mencetak 26:47 pemimpin masa depan ini silakan 26:50 dua-duanya ditunggu 26:52 closing statement-nya. 26:57 Eee, jadi kalau saya boleh memberikan 27:00 masukan bahwa 27:03 remaja saat ini itu jauh sekali dengan 27:05 Alquran, dengan budaya-budaya yang masuk 27:08 ke negara kita, kemudian 27:11 proses pesatnya 27:13 digitalisasi yang luar biasa. He em. 27:16 Kalau anak-anak remaja kita tidak kita 27:20 arahkan menuju kedekatan dengan Alquran, 27:23 rasanya ini sangat berbahaya untuk masa 27:25 depan Indonesia. 27:27 Maka kami 27:29 berkesempatan untuk mari bersama-sama 27:32 kita 27:33 bekali anak-anak didik kita, bekali anak 27:36 kita, bekali remaja-remaja kita untuk 27:39 lebih dekat dengan Alquranul Karim 27:41 karena Alquran ini adalah 27:44 apa? Jalan yang paling lurus, petunjuk 27:47 yang paling lurus yang nanti untuk bekal 27:50 kehidupan kita baik di dunia maupun di 27:52 akhirat. 27:53 Semoga 27:55 kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan, 27:57 walaupun sepertinya tidak nampak dengan 28:01 waktu dekat ini, kelak di dalam 28:03 kehidupan mereka ada asar atau ruh yang 28:09 mendidik mereka bahwa dengan dekat 28:11 Alquran 28:13 ini adalah jalan terbaik untuk 28:14 kesuksesan mereka. 28:16 Itu, Mbak Noni. 28:18 Iya, mudah-mudahan ini kan sebentar lagi 28:21 Ramadan ya. Iya, betul. Nanti setelah 28:25 Ustaz 28:26 Bagas menyampaikan 28:29 apa yang tadi juga sebagian sudah kita 28:30 dengar dari Ustaz 28:32 kami ingin tahu juga deh bagaimana 28:34 kira-kira nih untuk bekal anak-anak dan 28:37 kita semuanya di bulan Ramadan ini. 28:40 Anak-anak tuh terlebih-lebih di eee 28:42 ibadah bukan cuman ritual yang biasa 28:44 tapi sosial itu kan perlu di Tapi Mbak 28:47 yang tadi diingatkan sebentar lagi kita 28:49 memasuki bulan Ramadan, Syahrul Quran. 28:51 He em. Yang kemuliaan Ramadan itu bagian 28:54 terbesar karena turunnya Alquran. Nah, 28:57 ini momentum terbaik untuk mendampingi 28:59 anak-anak kita 29:01 eee dalam program dekat dengan Alquran. 29:05 Apalagi momentum Ramadan ini, mari 29:07 bersama-sama kita 29:09 gugah anak kita, kita dampingi anak kita 29:12 lebih cinta, lebih dekat, lebih lekat 29:14 dengan Alquran Alkarim. 29:16 Iya, Ustaz Bagas. 29:19 Eee 29:19 cukup banyak tadi Ustaz Ari 29:21 menyampaikan. He em. Sedikit dari saya 29:22 mungkin berbicara tentang kepemimpinan, 29:24 khususnya harapan dari TLM kemarin 29:26 khususnya yaitu mencetak pemimpin yang 29:29 inovatif, inspiratif, dan eee tanggung 29:32 jawab. Eee maka harapan 29:35 jadilah pemimpin yang adil 29:37 karena sangat sulit menemukan, eee 29:41 melihat juga pemimpin yang adil. 29:43 Karena eee kalau dilihat dari sejarah 29:46 Konstantinopel itu kan eee bisa 29:48 ditaklukan itu karena Sultan Muhammad 29:50 Alfatih itu 29:51 menjadi pemimpin yang adil gitu. Jadi, 29:53 di Quran surat An-Nisa ayat 58 kan eee 29:56 Allah memerintahkan kita adalah untuk 29:58 ber 29:58 berperilaku adil 30:00 ketika memberikan hukuman, maka 30:02 berikanlah sesuai keadilannya. 30:04 Jadi, 30:05 semoga anak-anak kita mampu menjadi 30:08 sosok pemimpin yang dirindukan 30:11 eee umat, kemudian bisa bertanggung 30:14 jawab dan adil dan amanah. Itu saja dari 30:17 saya. Masya Allah, Ikhwan Akhwat. 30:19 Mudah-mudahan kerinduan Ustaz Bagas dan 30:22 juga eee 30:25 kita semua tentu sama ya, anak-anak 30:27 menjadi sosok yang atau pribadi yang 30:30 bukan cuman 30:32 takwa, tetapi juga sukses menjadi 30:35 pemimpin. Baik, kita jeda sejenak. Nanti 30:38 kami kembali ke ruang dengar Anda, 30:41 Ikhwan 30:42 menghadirkan anak-anak kita yang ikut di 30:45 dalam Quran Camp ini. 30:54 [musik] 31:00 [musik] 31:02 Terima kasih, masih bersama Rasil untuk 31:05 Islam yang satu di acara Jendela Sekolah 31:08 yang hari ini 31:10 ehm membahas terkait dengan Quran Camp. 31:13 Bagaimana mencetak pemimpin masa depan 31:16 dari balik 31:18 mushaf. 31:19 Nah, Ikhwan Akhwat, kalau tadi para 31:22 pembimbing, pembina, sekarang siswa yang 31:26 ikut dengan eh Quran Camp ini, coba 31:29 perkenalkan dirinya. Siapa nih? 31:34 Ehm. Assalamualaikum warahmatullahi 31:36 wabarakatuh. Ehm. Sebelumnya sebelumnya 31:39 perkenalkan nama saya Dirgam Nafi dari 31:41 kelas 11. Saya dipanggil Nafi sih. 31:45 Nafi dari Dir Dirgam Nafi. 31:48 Gam Nafi. Oke, kelas berapa sekarang? 31:50 Kelas 11. 11. Terus, yang satunya? 31:54 Assalamualaikum warahmatullahi 31:55 wabarakatuh. Eh perkenalkan nama saya 31:58 adalah Darrel Jeffriananda, bisa disebut 32:01 dengan Darva. Saya kelas 11. 32:04 Satu angkatan dengan Nafi. 32:06 Oke, jadi dua-duanya kelas 11 nih, 32:09 Ikhwan Akhwat. 32:11 Gimana ngomong-ngomong perasaan kalian 32:13 berdua, nanti masing-masing tolong 32:14 jelasin ya, ketika mengikuti kegiatan 32:18 Quran Camp ini. Sebulan kan? 32:21 Oke, silakan satu masing-masing. 32:24 Eh 32:25 kalau dari perasaan 32:27 [berdehem] 32:27 ehm 32:29 senang sih mungkin bisa jem 32:31 apalagi di waktu-waktu yang sibuk ini 32:32 tuh 32:33 dengan adanya Quran Camp ini tuh kita 32:35 bisa lebih banyaklah ee, baca Quran, 32:37 hafal Quran. 32:39 Kalau ditanya mungkin lelah, pasti ada 32:41 rasa lelah karena 32:43 hafal Quran itu 32:45 sebenarnya 32:47 asik. Itu asik, cuman 32:49 kadang memang ada suka ada rasa lelah, 32:51 tapi rasa lelah itulah yang bikin kita 32:52 lebih semangat lagi buat hafal Quran. 32:54 Itu lagi sih. Iya, itu perasaan yang ada 32:57 ya. Itu ngomong-ngomong terkait dengan 32:59 yang tadi dijelaskan bahwa belajar 33:02 menghafalnya sambil dengan 33:05 nyanyi, kayak apa tuh? 33:07 Ee, 33:09 kalau 33:10 saya sendiri 33:12 kalau nyanyi itu kurang cocok ya, kalau 33:14 saya lebih membaca sih. Oh, berarti 33:16 visual nih ya. He he he. 33:18 Kalau yang auditori mungkin lebih asik 33:20 kalau dengan disenandungkan ya. Heeh. 33:23 Oke, pertanyaan yang sama untuk Arfa. 33:27 Ya, kalau perasaan saya sih 33:30 saya jadi lebih disiplin dan lebih 33:32 mandiri sih di Quran Camp saya. Karena 33:35 jadwal tidur, ee, kami di 33:39 diatur dengan baik oleh muhaffizh-nya. 33:42 Lalu untuk daily activities-nya sih 33:46 ya 33:47 lebih bagus sih ketimbang di ma, ma itu 33:49 kan masih lebih bebas ketimbang di Quran 33:52 Camp. Jadi ya lebih teratur saja gitu. 33:56 Enggak ada merasa terpaksa tuh? Dari 33:58 bangun tidur sampai tidur lagi gitu. 34:01 Jujur saja bagi saya ya memang seperti 34:04 itu sih, tapi apapun yang terjadi itu 34:06 untuk diri kita sendiri. Mana ada 34:08 pelatihan tidak beban, iya enggak sih? 34:10 Pendidikan tuh pasti ada saja yang 34:11 membuat kita merasa 34:13 kudu musti, cie elah. 34:15 [tertawa] 34:15 Kudu musti ya, oke. Kalau, em, 34:19 Arfa sendiri termasuk kinestetik, audio, 34:23 audio tuh ada, aduh, visual atau 34:25 auditori? Saya sih, saya lebih senang 34:28 sesuatu yang menggambar sih, jadi ke 34:30 visualis. Visual ya, Oke. 34:33 Kemudian, perubahan apa nih yang kalian 34:35 alami? 34:37 Perubahan terbesar apa yang dirasakan 34:39 juga setelah ikut Quran Camp? 34:43 Selain lebih tabah tadi itu. Ya, 34:45 silakan. 34:47 Bagi saya sih eh dalam proses Quran Camp 34:50 ini, saya jadi lebih banyak hafalannya 34:53 gitu, lebih ngingat daripada eh sekolah 34:57 sebelumnya. Saya kan termasuk orang yang 35:00 eh susah hafal dari SMP. Mhm. Jadi, pas 35:03 saya masuk ke SMA, masuk ke Quran Camp, 35:06 saya jadi lebih 35:08 eh menghafalnya tuh daya ingatnya lebih 35:10 tinggi gitu ketimbang dulu. 35:13 Jadi, itu eh perubahannya, ya. Kalau 35:17 boleh tahu, sampai sekarang ada berapa 35:19 banyak sudah surat yang dihafal? 35:21 Eh 35:22 kalau surat yang sudah hafal sih, saya 35:24 sudah mencapai 35:26 16 halaman sih. Jadi, satu eh setengah 35:30 juz yang sudah saya hafal. Mhm. 35:33 Harapannya nanti le puasa lebih tinggi 35:35 lagi enggak? 35:36 Insyaallah saya akan lebih banyak eh 35:39 murajaah dan 35:40 eh meng bukan menghafal sih, lebih 35:43 membacanya ketimbang menghafal karena 35:45 saya 35:46 butuhnya murajaah ketimbang eh 35:49 ziyadah. 35:51 Iya, oke. 35:53 Sementara untuk 35:56 Nafi? 35:57 Eh 36:00 kurang lebih enggak jauh beda sih dari 36:02 Darfa sih. Mungkin dari yang tadinya 36:05 saya 36:06 kalau soal hafalan 36:08 kurang, terus kalau murajaah juga 36:10 kurang. Di Quran Camp ini lebih jadi 36:12 lebih maksimal. 36:13 Cuma saya dulu di SMP kan memang sempat 36:16 juga punya hafalan. Nah, di Quran Camp 36:18 ini saya jadiin buat 36:20 ajang saya buat nambah yang belum 36:22 kesampaian dihafal sama murajaah yang 36:25 dulu-dulu pernah sempat dihafal sih. 36:29 Ya tadi kan eh ada juga di samping 36:32 menghafal ada pelatihan terkait eh 36:35 menjadi pemimpin ya. Nah itu seperti apa 36:38 gambarannya sekarang terkait dengan 36:41 bagaimana bersikap, bagaimana mau 36:43 memandang ataupun menghadapi hal-hal? 36:47 Ehm. 36:49 Kalau masalah bersikap eh dalam 36:51 menghadapi beberapa hal tuh 36:54 yang paling penting menurut saya 36:55 komunikasi ya, komunikasi yang baik. 36:58 Komunikasi yang baik terus 37:00 eh setiap 37:02 menghadapi sesuatu kita terima dulu 37:03 dengan baik itu. 37:04 Jangan langsung di self defending. 37:07 Jadi kita 37:08 masukin dulu ke hati terus kita renungin 37:11 baru kita 37:12 apa berusaha untuk memperbaiki itu sih, 37:15 paling itu. Gampang tuh? Enggak gampang 37:17 itu susah. Karena biasanya kan emosi itu 37:20 perannya di atas ya. Iya. Oke. Banyakkan 37:24 orang 37:25 emosinya dulu dikeluarin baru mikir atau 37:28 ini. Heeh. 37:30 Ngomong-ngomong Daffa sendiri pernah 37:31 ngalamin hal-hal seperti apakah gerangan 37:33 terkait dengan pengendalian emosi tadi? 37:37 Oke saya [berdehem] sih pengendalian 37:38 emosi itu 37:40 eh saat SMP lumayan menggejolak sih 37:43 karena saya orangnya itu yang easy going 37:46 jadi bad 37:47 kadang-kadang bad mood, kadang-kadang 37:49 good mood gitu. 37:51 Tapi kalau untuk orang yang sekarang 37:53 saya bisa eh Menahan diri. Menahan diri 37:55 gitu 37:56 Jadi ikhwan akhwat ternyata efek 37:58 utamanya yang sangat-sangat membanggakan 38:01 adalah ketika remnya mulai pakem ya. 38:03 Iya. Rem marah, rem egois dan segala 38:06 macamnya. Ya ya. 38:09 Kemudian ini kan 38:11 eh bersama-sama 38:12 teman ya enggak sendiri. Heeh. Itu 38:15 interaksi dengan teman 38:18 itu apakah pernah juga muncul hal-hal 38:20 yang membuat 38:22 kita merasa 38:23 ih, terus akhirnya ngritik atau akhirnya 38:26 gimana? Pernah? 38:28 Eee 38:29 pasti yang dalam pertemanan pertemanan 38:31 itu pasti ada yang kayak gitu. 38:33 Dan kita memang enggak bisa ngatur semua 38:35 halnya jadi Sesuai maunya kita gitu. 38:38 Karena manusia itu punya keberagaman 38:40 sifat yang beda ya. 38:41 Yang kita bisa lakuin 38:43 mungkin 38:44 eee 38:45 kita bisa sabar dulu, mungkin kita bisa 38:47 ingetin kalau teman kita kalau itu 38:49 berlebihan. Dan karena di TLM juga kita 38:51 diajarin cara kita nyampein kritik ke 38:53 teman gitu. Dan cara gimana kita 38:56 nerima kritik juga dari teman gitu. 38:58 Contohin dong ngritik teman yang 39:00 nyebelin banget, udahlah males, sok 39:02 seenaknya sendiri gitu. 39:03 [tertawa] 39:05 Eee pastinya 39:07 kita enggak boleh seenak kayak woi, eee 39:09 Ngomel gitu ya. ngomel [tertawa] gitu. 39:11 Pertama kita kayak mmm mungkin bisa 39:13 sabar dengan ada yang sedikit lebih 39:16 tenang kayak 39:18 bisa enggak sih eee jangan kayak gini 39:20 begitu soalnya enggak enak atau enggak 39:21 nyaman gitu. 39:23 Awal-awal mungkin bisa dengan lebih 39:25 pelan dan lebih lembut sih. 39:27 Tenang aja. Misalnya nih, Dafa nih 39:30 bandel banget deh. Orang dibilang suruh 39:32 on time kok susah banget. Bagaimana 39:34 mengkritiknya? 39:36 Itu Dafa di sebelahmu. 39:37 [tertawa] 39:39 Mungkin cara ngritiknya kayak eee 39:41 Dafa 39:43 kamu 39:44 bisa kok datang lebih cepat. Kalau kamu 39:46 datang lebih cepat 39:47 lebih banyak juga manfaatnya buat kamu 39:49 bisa ngelakuin hal-hal lain yang lebih 39:50 penting duluan daripada kamu terlambat 39:53 gitu. Oh, keren banget ya Ikhwan Akhwat. 39:55 Jadi bukan diomelin, bukan dikasih 39:57 nasehat tapi diminta atau di bahkan 40:01 bertanya kalau mungkin ya, bisa enggak 40:02 sih datang lebih awal gitu ya. Nah, 40:04 terkait dengan hal yang sama, apa kabar 40:06 Dafa? 40:08 Kalau saya sih realistis saja ya. Saya 40:10 tuh 40:11 pasti gampang emosian kepada orang lain 40:13 itu. Apalagi orang-orang yang enggak 40:14 sesuai dengan aturan yang telah berlaku 40:17 gitu. He em, he Jadi ya kalau ada orang 40:19 yang terlambat yang enggak sesuai dengan 40:22 aturan ya saya marahin saja ketimbang 40:25 diminta-minta soalnya pasti mereka tuh 40:29 mengulangin lagi pasti. 40:32 Kebiasaan sih ya kan alah bisa karena 40:34 biasa. 40:35 [tertawa] 40:36 Dan itu enggak ada efek negatif ngomel 40:39 gitu kalau kan tadi kan beda dengan Nafi 40:41 kan 40:42 kalau diomelin gitu enggak apa-apa juga 40:45 teman-teman. 40:46 Kalau saya sih enggak apa-apa ya 40:48 diomelin yang penting kan 40:49 tahu rasa saja mereka. 40:51 He em. 40:53 Itu enggak enggak dari pembimbing 40:55 pembina enggak ada 40:57 teguran? 40:58 Ada sih dari mereka 41:00 dalam apa mereka tuh meminta 41:03 untuk enggak terlalu apa ya enggak 41:06 sesuai saja dengan 41:08 aturan gitu. He em. Jadi 41:11 walaupun ada ustaz pasti teman tuh harus 41:14 di diingatin juga ke teman sesama. 41:18 Iya jadi berbagi peduli ya ceritanya ya. 41:20 Iya. 41:22 Terus di sana itu kan mulai dari mata 41:24 terbuka sampai mata tertutup lagi itu 41:26 kan banyak banget waktunya itu bagaimana 41:28 manajemen waktunya? 41:31 Untuk manajemen waktu sih 41:33 sudah pas ya karena kan kita bangunnya 41:36 tuh jam 03.30 03.30 itu kita qiyamul 41:39 lail salat tahajud gitu bisa 41:41 bareng-bareng bisa sendiri tapi 41:43 seringnya sih bareng-bareng ya. 41:45 Lalu pas 41:46 jam 04.30 itu kan sudah azan subuh kami 41:50 salatnya tuh di masjid Masjid 41:52 Silaturahim. 41:53 Kami tuh halaqahnya di sana juga setelah 41:57 salat di sana sampai jam 41:59 07.00 iya. 42:02 Setelah jam 07.00 kita tuh dapat 42:03 istirahat istirahatnya itu 42:05 kita bisa ngapain lah kayak mau 42:07 persiapan untuk mandi atau main-main 42:10 sama main bareng sama teman contoh kayak 42:12 futsal gitu. Kami seringnya setiap hari 42:14 itu main futsal sih. 42:16 Lalu pas jam 08.30 kita tuh 42:20 halaqah lagi sih. Halaqah sampai tidur 42:22 siang itu jam 11.00. 42:25 Iya, jam 11.00. 42:26 Pas sudah jam 11.00 kita tidur, tidurnya 42:29 sampai jam 12.00. 12.00 ya? 42:32 Iya, sampai jam 12.00 kita salatnya cuma 42:34 salatnya bukan di masjid, tapi salatnya 42:36 di 42:37 eee rumah tahfiz. 42:39 Setelah itu kita pergi, pergi lagi ke 42:42 eee masjid halaqah lagi sampai asar. 42:46 Pas asar itu, setelah asar 42:48 kita tuh ada public speaking, jadi 42:50 ngetes kemampuan komunikasi 42:53 eee masing-masing individu gitu. 42:56 Eee bisa dibilang kultum lah gitu. 42:59 Sampai jam 04.30, eh 43:01 04.30 ya? 43:03 Setelah 04.30 kita persiapan lah untuk 43:05 mandi, untuk eee olahraga 43:07 sampai jam Jam berapa? 43:10 Jam 06.00 ya? Jam 06.00 magrib itu 43:12 halaqah sampai jam 09.00. He em, he em. 43:16 Jam 09.00. 43:16 Eh, 08.30 ya? Oh, iya 08.30, maaf. 43:19 Setengah setengah 09.00 kita langsung 43:21 tidur, sudah. 43:23 Kalau menurut Navi terkait dengan 43:25 aktivitas ini, mengatur waktu dan segala 43:28 macamnya enggak ada yang jadi beban? 43:31 Berat di mana nih, bagian mana nih? Apa 43:32 enggak bisa bangun untuk sebelum subuh 43:34 sudah bisa qiyamullail gitu? 43:37 Kalau ditanya beban mungkin paling berat 43:39 itu bangun subuh ya. Cuman kan 43:42 eee buat bangun subuh itu memang harus 43:44 dipaksakan juga sih loh, karena 43:47 yang namanya kebiasaan itu karena ada 43:48 keterpaksaan. Kalau kita enggak Enggak 43:50 dipaksa enggak biasa. 43:51 biasa, [tertawa] iya. Iya, iya. 43:53 Makanya sama kawan kami ini sih 43:57 selalu berusaha terus selalu memaksa 43:58 diri buat bangun sih, buat salat 44:00 qiyamullail. Sangat untuk apapun tetap 44:01 harus bangun sih, buat salat. 44:03 Yang lainnya aman ya? Kalau sudah bangun 44:05 sudah sudah sehat, apa Matanya terbuka, 44:08 sudah enggak jadi masalah. Oke. 44:11 Kita masih ada waktu, pengin tahu juga 44:12 deh pesan terhadap remaja-remaja di luar 44:16 sana, teman-teman ikhwan akhwat di luar 44:19 yang sedang menyimak Kerasil ini. 44:22 Pesannya apa kira-kira biar dekat dengan 44:25 Alquran? Ya, silakan Nafi dulu juga 44:28 boleh. 44:29 Eee, buat teman-teman remaja di luar 44:32 sana, pesannya nih kalau mau dekat sama 44:34 Alquran, 44:36 enggak harus kok mulai dari kalian bisa 44:38 baca, mungkin bisa pelan-pelan dari 44:40 dengerin, dengerin 44:42 kayak murotal-murotal atau dengerin 44:44 tadabur-tadabur yang 44:46 disayang sama ustaz-ustaz di internet, 44:48 sekarang kan banyak ustaz-ustaz di 44:49 internet juga. 44:50 Terus kalau kalian pengin lebih dalam 44:51 bisa mulai dari belajar tahsinnya, 44:53 tajwidnya, baru bisa ngafal sih. 44:56 Iya. 44:58 Paling segitu sih. Darfa? 45:00 Untuk saya sih eee untuk para remaja, 45:03 tolong untuk ngatur lagi eee cara hidup 45:08 kalian. 45:09 Kalian itu pasti kita semua kan pasti 45:11 ada akhir hayatnya kan, makanya kita 45:14 harus tahu apa tujuan kita hidup di 45:16 dunia ini. Makanya dari itu, 45:19 eee cobalah untuk membaca Quran 45:20 sesekali-sekalilah, mungkin eee sekali 45:23 sekali sehari gitu pas setelah magrib. 45:25 Jadi biar kita tuh 45:28 eee ada rasa religiusnya gitu. 45:32 Iya. 45:32 saya sih segitu saja. Dan karena ini 45:34 sebentar lagi Ramadan, ada pesan khusus 45:37 enggak Darfa untuk yang 45:39 siapa tahu bersama kita ini untuk 45:41 meningkatkan ibadah eee 45:45 kita, sekalian juga ibadah sosial kita. 45:49 Eee untuk saya sih 45:51 eee ada seberapa, 45:53 yang paling penting tuh 45:55 eee setelah salat itu coba untuk eee 46:00 komunikasi 46:01 baik dengan 46:03 di masjid gitu kayak kultum atau gimana 46:06 coba untuk baca Quran juga pas ee ada 46:09 waktu-waktu senggang pas Ramadan karena 46:11 kan kita nih 46:12 Ramadan kan bukan untuk hawa nafsu apa 46:14 untuk bertahan dari ee dari lapar dan 46:18 haus doang bukan ya 46:19 saja bukan 46:21 kita harus menambahkan juga untuk pahala 46:23 kan pahala kan kita dikali kali-kali 46:25 berapa gitu kan 46:27 dikali sebanyak-banyaknya em 46:30 oke jadi lebih semangat dong berarti ya 46:33 iya Nafi sebelum kita akhiri 46:35 ee kalau dari saya sih 46:39 kalau untuk bulan puasa nih ya 46:41 saya ini saya rasa cukup tidurnya cukup 46:43 karena harus bangun sahur ya jangan 46:44 sampai baru awal-awal puasa sudah 46:46 kesiangan enggak sahur 46:48 terus 46:50 ee kalau subuh itu usahain kalau 46:53 misalkan ada waktu senggang mungkin bisa 46:55 berdiam dulu sejenak di masjid kayak 46:59 mungkin 47:00 setengah jam atau 15 menit buat zikir 47:01 baca Quran 47:03 ya 47:04 se 47:06 kalau bisa nyari waktu bukan nyempetin 47:07 waktu nyari waktu buat baca Quran se 47:10 halaman dua halaman sehari enggak 47:12 apa-apa yang penting jangan sampai 47:13 sehari itu di bulan Ramadan itu kita 47:15 enggak baca Quran sama sekali 47:17 iya jadi ikhwan akhwat dari Dafa dan 47:20 Nafi itu jangan enggak baca Quran sama 47:23 sekali dan kalau mungkin juga 47:29 di bulan di mana kita semuanya 47:32 harus bertahan untuk tidak makan tidak 47:34 minum dari subuh sampai maghrib apalagi 47:36 yang harus kita tahan tentu banyak agar 47:38 ibadah Ramadan kita nanti juga jadi 47:41 optimal ya 47:42 baik Darpa Nafi terima kasih banyak 47:44 untuk kebersamaan kali ini untuk em 47:49 yang bimbing kita tadi Ustaz Bagas 47:52 Dinata dan juga 47:54 untuk em 47:58 kok jadi lupa yang satunya siapa? 48:02 Ustaz, Ustaz Arif Effendi. Terima kasih 48:05 sekali untuk persuasinya di bahasan 48:07 Jendela Sekolah kali ini. Sekali lagi 48:09 juga untuk radio-radio di daerah yang 48:12 menyebarkan atau menyebarluaskan acara 48:14 ini ya. Subhanaka Allahumma wabihamdika, 48:18 asyhadu alla ilaha illa anta, 48:20 astagfiruka wa atubu ilaih. Billahi 48:21 taufik wal hidayah. Wassalamualaikum 48:24 warahmatullahi wabarakatuh.