Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 braasil 0:01 [Musik] 0:11 [Musik] 0:15 TV braasil 0:17 [Musik] 0:27 [Musik] 0:28 TV 0:32 braasil 0:33 [Musik] 0:46 TV braasil 0:49 [Musik] 0:58 TV 1:04 braasil 1:05 [Musik] 1:18 TV Brasil 1:25 TV Azizul 1:28 Hakim 1:30 ya 1:32 ayyuhalladina amanu lima taquuluna ma 1:44 tafalabanallahi 1:47 [Musik] 1:48 maal 1:52 [Musik] 1:58 kabanallahi 2:00 Innallaha 2:03 luhibbulladina 2:04 yuqatiluna Fi sabilihi 2:09 Sha 2:11 biabilihi Sha 2:14 kaannahum 2:16 bunyanum 2:19 marsud 2:20 waidzqala Musa 2:23 liqaumihi ya quaumi lima 2:26 tuunani waqad tlamu 2:32 waqam Anni 2:36 rasulullahi 2:38 ilaikum 2:40 [Musik] 2:42 falammaagu 2:44 aagallahu 2:46 qulubahum 2:48 wallahu yahdil quumal 2:53 [Musik] 2:57 fasqinqallahulim asalamualaikum 2:59 warahmatullahi wabarakatuh 3:04 Waalaikumsalam Leaders dan 3:10 Jal 3:12 eh kembali lagi kita pada malam ini pada 3:15 acara iniaders Talk eh dengan tema plin 3:19 plan janji pemimpin eh kereta cepat 3:23 sahabat sahabat sekalian 3:25 eh pemerintah kembali mengangkat ee 3:28 opung saya ya sebagai ketua tim 3:31 percepatan ee 3:33 ee proyek kereta cepat ya opung luhud 3:37 binsarpanjaitan 3:39 eh dan kemudian dalam beberapa 3:41 kebijakannya 3:43 eh pemerintah ingin mengambil alih dan 3:46 juga mensubsidi ee apa kekurangan dana 3:50 dari proyek k cepat ini dengan 3:52 menggunakan APBN ee di satu sisi di 3:56 tengah situasi e ekonomi dan juga krisis 3:59 p demi kesehatan yang lagi sulit 4:02 ee pemerintah beberapa waktu terakhir 4:04 ini malah ee menggulirkan kembali proyek 4:08 kereta cepat dan EE ibuota negara baru 4:11 ya di ee Kalimantan yang secara 4:15 prioritas itu sebenarnya sangat tidak ee 4:18 tepat ee beberapa lembaga survei e 4:21 terakhir beberapa hari ee belakangan 4:25 sudah sangat gamblang 4:27 ee menyatakan bahwa permasalahan utama 4:29 dari bangsa kita ini adalah masalah 4:31 ekonomi dan kesehatan ya yang masalan 4:35 ekonomi ini disebabkan juga dengan ee 4:37 pandemi 4:38 covid19 dan 4:40 eh masyarakat sangat membutuhkan kerja 4:43 konkret pemerintah untuk menyelesaikan 4:46 masalah ekonomi ini 4:48 ee sudah pasti dengan e kebijakan 4:51 prioritas anggaran ee dan 4:53 langkah-langkah EE strategis lainnya 4:56 untuk meningkatkan taraf hidup 4:58 masyarakat yang sedang sulit 5:00 Tapi beberapa hari kemarin kita 5:02 dikejutkan dengan kembali adanya ee ide 5:06 untuk ee mengambil alih dan menalangi 5:09 semua kekurangan dan kebutuhan dana 5:11 proyek kereta cepat yang EE katanya Ibu 5:14 kota mau dipindahkan malah ee kereta 5:17 cepatnya masih mau dibangun gitu ya 5:19 untuk Bandung Jakarta dan polemik ini 5:23 menjadi bahasan ee di ee media baik di 5:28 media masa TV cetak ataupun di sosial 5:31 media yang banyak sekali mengkritik 5:33 proyekita cepat ini untuk itu sudah 5:36 hadir pada malam ini e narasumber kita 5:39 yang eh sangat 5:42 eh menguasai permasalahan ekonomi dan 5:45 beberapa hari terakhir juga mengomentari 5:47 ee terkait dengan kebijakan kereta cepat 5:50 ini sudah hadir bersama kita Bang Faisal 5:54 B Asalamualaikum Bang Faisal 5:57 Waalaikumsalam Warahmatullahi 5:58 wabarakatuhasih sudah hadir kembali pada 6:01 acara 6:02 inalad Bang Faisal ini sejak saya 6:05 mahasiswa dulu mungkin kok Bang Faisal 6:08 ingat pernah kita undang ke ITB acara 6:09 Dik Mas ITB Bang saya panitianya Wak itu 6:13 saya belum 6:14 dikenal itu memaparkan data-datanya 6:18 membuat kita semua 6:20 terbukau training mahasiswa dipaparkan 6:22 data-data 6:24 ekonomi luar 6:26 biasang sudahir bers kita 6:30 Bang ekonom muda kita yang juga sangat 6:33 luar biasa 6:35 Asalamualaikum 6:37 masimalikumsalam saya sapa dulu ada Pak 6:42 faal selalu ya begini 6:49 Pang dan tuan rumah kita yang duet yang 6:58 senantiasaers ung Sultan 7:03 Sentul itu salah itu engak ada ekonom 7:07 muda atau ekonom tua Junior atau senior 7:10 ekonom itu cuma dua atau dia pintar atau 7:12 dia dungu itu 7:18 aja dan sahabat-sahabat Tema kita malam 7:21 ini sangat menarik karena ini menjadi 7:24 perhatian banyak pihak ya karena 7:25 masyarakat dikejutkan dengan situasi 7:27 ekonomi yang lagi sulit tiba-tiba 7:30 pemerintah mengeluarkan kebijakan yang 7:31 menghambur-hamburkan uang tidak sesuai 7:33 dengan kebutuhan yang sedang dialami 7:35 bangsa kita saat ini Nah untuk itu nanti 7:38 kita akan Bahas eh secara mendalam dan 7:40 fundamental Univ selalu menghadirkan 7:44 tema dan pembahasan secara fundamental 7:47 agar memberikan e pencerdasan bagi 7:51 seluruh rakyat Indonesia dan memberikan 7:53 juga 7:54 masukan yang mendasar kepada para 7:56 pengambil kebijakan di negeri ini agar 7:59 eh mau mengambil kebijakan sesuai dengan 8:02 akal sehat basis data dan knowledge yang 8:05 kuat eh dan juga hati nurani yang luhur 8:08 sahabat-sahabat sekalian Sebelum kita 8:10 mulai acara ini 8:11 eh Saya ingin mengucapkan terima kasih 8:14 kepada seluruh pemirsa Setia eh 8:17 Indonesia le di seluruh Indonesia dan 8:19 juga di luar negeri yang terus 8:21 menyaksikan acara ini dan juga 8:23 rekan-rekan media Dan wartawan yang 8:24 terus senantiasa mersemai dan Meliput 8:27 acara ini acara ini bisa disaksikan 8:30 secara langsung melalui siaran live 8:32 streaming di channel YouTube dan 8:34 Facebook Mardani alisera di channel 8:36 YouTube PKS TV channel YouTube rasil TV 8:39 dan juga yang spesial disiarkan juga 8:41 secara langsung melalui channel radio eh 8:44 rasil am 720 am bagi rekan-rekan yang 8:48 ingin mendengarkan melalui siaran radio 8:50 tidak melalui live streaming bisa 8:52 membuka channel channel radio rasil AM 8:55 dan bagi rekan-rekan yang menyaksikan 8:57 melalui channel YouTube dan Facebook 8:59 Jangan lupa untuk subscribe dan follow 9:02 akun YouTube dan Facebook e Mardani 9:04 alisera PKS TV dan juga rasil TV baik 9:07 sahabat-sahabat sekalian langsung kita 9:09 mulai diskusi dengan tema yang sangat e 9:12 Bernas dan menarik pada malam ini e 9:14 kepada Pak Mar persilakan memberikan 9:17 pengantar diskusi kita 9:18 pak kasih Bang Aldi izin Kang Faisal eh 9:23 Mas Bima dan Bro 9:26 RG Bismillahirrahmanirrahim 9:30 asalamualaikum warahmatullahi 9:33 wabarakatuh 9:35 waalaikumsalamatuh alhamdulillah 9:37 Allahumma Shi ala sayidina Muhammad 9:41 am Selamat malam dan salam 9:44 sejahtera bagi kita semua bahagia sekali 9:47 eh malam ini eh Indonesia Leaders talk 9:51 edisi 9:52 ke-63 ini Mas Bima dan 9:58 kangun sudah berkali-kali ngisi kami ini 10:01 bersyukur wabil khusus Bro RG nih ya 63 10:05 pekan tanpa henti Natal jalan terus 10:08 Ramadan jalan terus eh lebaran jalan 10:12 terus ya 10:14 dan Eh kenapa karena buat eh kami 10:19 komitmen edukasi publik ee adalah nomor 10:22 satu ya Eh bangsa ini tidak besar karena 10:25 seorang Jokowi tidak besar karena 10:27 seorang SBY apalagi Mar atau kita tetapi 10:30 besar ketika rakyatnya memang cerdas 10:33 rakyatnya memang bijak rakyatnya memang 10:36 memiliki etika dan logika yang kuat 10:39 karena itulah Indonesia leader talk 10:42 hadir 10:43 eh untuk 10:46 eh mengexercise ya untuk menggugat 10:51 kadang-kadang untuk ee melihat akar dari 10:54 masalah sehingga dengan demikian kita 10:57 tidak terjebak dan jatuh kepada lubang 10:59 yang sama berkali-kali karena memang eh 11:02 di eh industrial leader ST kita bebas 11:05 berdiskusi bebas beroposisi bebas juga 11:09 bernarasi ee sehingga mudah-mudahan dari 11:12 situ muncullah edukasi yang menjadi 11:15 dasar bagi polisi kebijakan publik yang 11:19 berorientasi 11:20 eh kepada rakyat rakyat dan rakyat yang 11:24 kedua tentu mengingatkan kita semua 11:27 Kenapa dinamakan Indonesia 11:29 ya karena selalu persp leadership 11:31 leadership leadership ya Everything Res 11:34 and fall on leadership ya saya apresiasi 11:37 sekali 11:38 eh Kang Faisal Basri eh ekonom punya 11:42 data punya solusi maju eh di Pilkada bab 11:47 menang kalah urusan 1000 semua sudah ada 11:49 ya sama seperti saya apresiasi walaupun 11:52 saya beda dengan Giring ketika Giring 11:54 mengajukan diri ingin jadi presiden 11:56 Monggo kemarin RK Monggo ayo yang pengin 11:59 memajukan Indonesia jangan takut ya 12:02 lantangkan saya siap maju ini konsep 12:05 saya ini gagasan saya ini pikiran saya 12:08 ini narasi saya ini analisa saya dengan 12:12 demikian mudah-mudahan akan ada 12:14 kontestasi karya dan gagasan pada malam 12:16 ini eh satu tema lagi ya betapa Leaders 12:21 itu harus punya etika etika dan etika ya 12:25 Kenapa 12:27 karena Mudah Saja 12:29 mengoreksi tanpa alasan yang jelas 12:31 adalah sebuah pengkhianatan ketika 12:34 dikatakan kereta cepat yang dasar 12:37 pengadaannya juga Que and unque kalau 12:40 Bima mungkin eh akan lebih sistematis ya 12:43 kalau buat saya sudah ada jalan tol yang 12:46 itu menghabisi demikian banyak sawah 12:49 ladang dan pohonan kita gitu loh sudah 12:53 ada kereta normal sudah apa eh eh 12:57 neitynya itu bisa dibongkar sekarang 13:00 tanpa necessity kalau pandangan saya itu 13:03 bukan eh Premier bukan primer bukan 13:08 sekunder bukan tersier gitu l tapi 13:10 sekarang costnya demikian besar nah 13:13 etikan seorang pemimpin dia tidak bisa 13:16 lagi cuma bicara tentang kalkulasi 13:19 ekonomi kalkulasi risiko tapi dia harus 13:22 bicara tentang kalkulasi nilai kalkulasi 13:25 eh Heritage kalkulasi tentang prinsip ya 13:30 karena ee sudah 13:33 diketahui saya ketemu Satu orang mentri 13:37 G loh kalau nego dengan Cina apapun yang 13:41 kita minta pasti diterima gitu Bima gitu 13:43 loh tapi habis itunya banyak revisi satu 13:46 revisi du revisi 3 revisi EMP kalau 13:48 dengan katakan Amerika atau Jepang susah 13:51 di awal tapi mungkin lebih mudah 13:52 dua-duanya quote and unquote bukan bukan 13:56 Eh National interest tetapi kita hidup 13:59 di dunia Global di dunia yang connected 14:01 sehingga memang kita harus betul-betul 14:03 mampu jadi bang haldi catatan pertama 14:07 saya adalah etika kepemimpinan ketika 14:10 dikatakan tidak menggunakan uang APBN 14:13 tiba-tiba Perpres mengatakan dapat ada 14:16 skema pembiayaan melalui APBN Ini adalah 14:18 sebuah cacat etika dan pemimpin 14:23 itu 14:25 Val sehingga dengan per iniet 14:29 tidak by Law ya tapi 14:31 eh by hati menurut saya kepemimpinan 14:36 bisa digugat menurut saya kepemimpinan 14:40 pasti e punya cacat e tentu e 14:44 pengikutnya mengatakan demikian banyak 14:46 ada batu yang tidak bisa ditembus ada 14:49 terowongan yang melebar ada perkara 14:51 teknis eh itu bukan urusan pemimpin 14:55 mestinya pemimpin stick to 15:01 jadi buat kita semua ini pelajaran besar 15:04 betapa 15:06 bahwa to be leader is to be Guardian of 15:11 Val Guardian of EIC Guardian of word 15:15 penjaga mulut kita sendiri nah ini berat 15:18 berat berat Sehingga tadi saya terima 15:21 kasih di 15:22 pembukaan 15:27 keka marah ketika kita mengatakan apa 15:30 yang tidak kita ucapkan atau kita 15:32 mengucapkan apa yang tidak kita kerjakan 15:35 jadi poin satu ini bab nilai nilai-nilai 15:38 poin dua eh tentu ini menjadi bukti 15:42 amburadulnya proses governing Ya 15:45 mestinya bisa dijaga Mestinya Bisa 15:49 dikawal mestinya betul-betul di awal 15:52 term and condition apply-nya itu bisa 15:55 betul-betul dijaga nanti saya yakin ee 15:58 Kang Faisal sama Mas Bima akan punya 16:01 data-data yang lebih e teknikal yang 16:05 lebih economical yang mungkin juga 16:08 berdampak kepada politikal betapa bahwa 16:10 eh kereta cepat ini bisa menjadi cermin 16:13 Eh bagaimana pengelolaan negara kita 16:17 teman-teman sekalian eh reformasi kita 16:19 sudah hampir 23 tahun tetapi kita 16:23 melihat sendiri kemajuan bangsa kita 16:26 yang masih jauh dari eh arah yang benar 16:30 Speed yang benar dan etika yang benar 16:33 sehingga ini perlu menjadi perhatian 16:35 kita bersama dan Eh ini sekaligus wake 16:39 up call ya ketika sekarang ini 16:42 dinarasikan eh ibuota negara yang juga 16:45 tidak punya alasan fundamental alasan 16:49 economical ecological Apun alasan untuk 16:52 pindah dan tidak menggunakan spesialun 16:55 uang APBN ini menjadi preseden yang 16:58 perlu Peru untuk betul-betul kita 16:59 perhatikan nah di titik ini ee 17:03 membongkar Seperti apa sebetulnya eh 17:08 borok-borok cacat-cacat eh governing 17:10 quality gitu ya Eh governing 17:13 transparansi dari negara kita 17:15 pemerintahan kita bisa dibuka oleh para 17:18 narasumber kita terakhir tentu 17:20 eh bagaimanapun eh kita harus terus maju 17:24 ke depan ambil semua ini jadi pelajaran 17:28 ee bahwa tanpa memiliki kapasitas baik 17:32 kapasitas intelektual kapasitas moral 17:35 maupun kapasitas 17:37 eh profesional maka kita hanya akan 17:40 menjadi Eh penonton kita hanya akan Aji 17:44 jadi objek Nah karena itu Indonesia 17:46 leader ST hadir untuk menjadikan kita 17:49 subjek orang yang punya kapasitas baik 17:51 itu kapasitas intelektual kapasitas 17:54 moral kapasitas profesional dan 17:56 kapasitas yang lain sehingga 17:57 mudah-mudahan ketika amanah itu 17:59 diberikan Allah 18:02 Eh kepada kita Allah mampu kita Jawab 18:06 dengan baik sehingga rakyat tidak perlu 18:09 menunggu rakyat tidak perlu lama lagi 18:11 Eh mencari Siapa Ratu adilnya Mereka ada 18:15 di sini dan siap untuk deliver terima 18:18 kasihang itu yang bisa disampaikan Hatur 18:20 Nuhun Kang Faisal B 18:24 hatuhunuhunar biasa Bung siap kumpul 18:28 lagi Terima kasih 18:34 semuanya alamualaikum warahmatullahi 18:38 wabarakatuhikumsalam warahmatullahi 18:40 wabakatuh Terima kasih pakani atas 18:44 pengantar diskusinya dan penangan 18:47 awalnya e baik kita segera masuk kepada 18:52 bangisal sebelum bangal memaparkan 18:56 pandangannya terkait dengan tem kita 18:58 malam ini tentang ee kereta cepat 19:01 Jakarta Bandung saya ingin mengingatkan 19:03 kembali bahwa ee acara ini disiarkan 19:06 secara langsung melalui channel YouTube 19:08 dan Facebook Mardani alisera PKS TV dan 19:10 rasil TV dan juga melalui siaran radio 19:14 rasil 720 am eh silakan sahabat-sahabat 19:18 yang ingin menyaksikan bisa melalui 19:20 channel secara live streaming ataupun 19:22 channel radio dan jangan lupa untuk 19:24 subscribe di Channel eh PKS TV Mar il TV 19:29 baik kepada Bang Faisal waktu dan tempat 19:32 dipersilakan untuk memberikan 19:35 pandangan Makasih Asalamualaikum 19:37 warahmatullah 19:40 wabarakatuh salam sejahtera buat kita 19:43 semua Salam sehat 19:47 masang Mas Bima 19:51 dan 19:53 Bang saya 19:57 inginashbik aman eh menarik eh 20:00 sebelumnya di era Pak SBY JK eh Monorail 20:05 ya Kebetulan saya dapat informasinya 20:08 dari tangan pertama saya enggak usah 20:10 sebut namanya eh monorel itu tadinya 20:13 bisnness to Business tidak ada APBN 20:16 tidak ada jaminan pemerintah sekalipun 20:19 Ya tadinya konsorsiumnya swasta lead 20:24 konsorsiumnya swasta juga bukan 20:27 BUMN kemudian 20:29 eh 20:31 pindah pindah lantas akhirnya 20:34 Bukaka waktu itu Pak Je Wapres 20:40 eh pendanaan gak ada kemudian Pak 20:44 Je meyakinkan pemerintah bahwa ada dana 20:48 dari apa dana dari sukuk dari Timur 20:52 Tengah begitu 20:54 eh tapi syaratnya ada jaminan 20:59 nah pada satu malam eh Pak Bud 21:04 eh Ibu Sri muani dan beberapa lagi e 21:10 dipanggil oleh Pak J dan sebelum eh ke 21:15 rumah Pak JK Pak Budo mengatakan ke 21:19 timnya tidak ada di sini yang punya 21:22 konflik kepentingan ya gak ada Oke 21:25 bismillah kita kemu ee akhirnya Pak JK 21:29 marah waktu pertemuan itu karena 21:32 Eh Pak Budiono dan Ibu Sri Mulyani 21:35 enggak mau nand tangan eh paraf eh 21:38 jaminan pemerintah itu 21:43 eh akhirnya mangkrak itu proyek Masih 21:46 kelihatan itu ee sisa-sisanya di 21:48 Kuningan itu ya Nah jadi ada orang yang 21:53 berani mengatakan tidak berdasarkan 21:56 kajian ilmiah 21:59 karena eh 22:01 argumen-argumen apa monorel itu eh penuh 22:06 dengan manipulasi penuh bukan manipulasi 22:09 ya rekayasa tentang jumlah penumpang 22:12 kapasitas dan sebagainya itu nah jadi 22:16 kuncinya adalah semua diputuskan 22:19 berdasarkan 22:21 ee eh argumen yang eh berbasis 22:27 perhitungan ik lah ya Ee pendekatan 22:30 saintifik nah ee pendekatan saintifik 22:35 menunjukkan bahwa ee kereta cepat ini 22:39 tidak visibel Jakarta Bandung ya kita 22:42 bukan anti kereta cepat tidak 22:45 visibel karena apa Karena umumnya kereta 22:48 cepat itu kalau boleh saya share screen 22:51 supaya saya 22:53 ee bisa 22:56 ini silakan Bang oke teman-teman tolong 22:59 di 23:01 ee pertama kereta cepat ini adalah 23:04 substitusi dari 23:07 ee pesawat jadi kuncinya adalah jarak 23:11 tempuh dan itu 23:13 tercapai sekedar dari jarak tempuh 23:16 Jakarta Jakarta eh apa Halim ee Tegal 23:21 luar itu kira-kira 35 menit tapi 23:26 ingat yang harus kita hitung adalah 23:29 jarak ee dari poin ke poin Nah jadi saya 23:33 ee mulai dari ini dulu deh 23:35 karakteristiknya ee supaya kita tahu ya 23:38 oke menggunakan generasi terbaru yang 23:40 kecepatan maksimumnya itu 23:43 350 km/j e panjang terasenya 23:48 143,2 KM mungkin salah satu yang 23:53 terpendek Ya di dunia rata-rata dunia 23:56 itu 500 23:58 k eh ada l Stasiun pemberhentian 24:03 sehingga kereta walaupun kecepatannya 24:06 350 tapi kalau banyak pemberhentian dia 24:09 tuh harus e e memperlambat dulu 24:12 mendekati Stasiun dan untuk 24:15 akselerasinya jadi semakin banyak 24:17 Stasiun semakin lama dia baru ditambah 24:21 satu e pada 24:23 larang kemudian Eh kalau kita lihat 24:27 kakter kereta cepat itu seperti saya 24:31 katakan tadi karakteristik e dekat 24:34 dengan pesawat tapi unggul dia kereta 24:37 cepat ini karena lebih mudah dan cepat 24:40 menjangkau stasiun kereta api cepat yang 24:44 biasanya di tengah atau di pusat kota 24:46 sedangkan bandara pada umumnya di luar 24:48 kota jadi jarak tempuh titik awal ke 24:52 bandara itu 24:53 lama proses check in dan boarding sangat 24:56 cepat dan tidak ada boarding tidak ada 24:59 check in kalau kita udah punya tiket kan 25:02 bisa online tak perlu menunggu bagasi di 25:05 stasiun 25:06 tujuan jadi ketiga faktor itu membuat 25:09 waktu tempuh dari titik awal dari rumah 25:12 saya sampai rumah tujuan di Bandung itu 25:16 lebih 25:17 lama karena saya harus ke Halim dulu ya 25:22 macet lagi Kemudian dari Tegar luar ke 25:26 bandungumah tua saya juga lama ya dan 25:31 akhirnya 25:33 ujung-ujungnya hampir sama dengan kereta 25:36 parayangan 3 jam bahkan bisa 2 jam untuk 25:40 e mobil jadi tidak ada 25:43 superioritas dari waktu tempuh 25:47 Oke ee tarif tidak terlalu masalah kalau 25:51 memenuhi apa namanya ee kecepatan itu ya 25:55 kenyamanan juga setara Nah jadi kita 25:58 lihat 26:01 eh seperti masani katakan banyak pilihan 26:06 moda transportasi Jakarta Bandung kereta 26:09 parahangan 3 jam tapi di tengah kota ada 26:13 Bu Ada pesawat kalau di Bandara Husein 26:16 dekat juga dengan kota travel 26:19 pemberhentiannya sangat fleksibel 26:22 kendaraan pribadi jauhh ekisa dengan 26:26 keluuk kuliner di Bandung gitu jadi 26:30 eh ujung-ujungnya nanti ee ee apa eh 26:36 bisnis nih kan perjalanan bisnis dan 26:39 perjalanan bisnis juga membuat tidak 26:41 nyamanu jadi siapa yang akan eh naik ke 26:45 sana ya Eh kalau ongkosnya dari waktu ke 26:49 waktu naik lagi r300.000 26:51 350.000 Saya dengar sekarang saya enggak 26:54 tahu ya tapi membaca eh kemungkinan 26:56 400.000 IB gitu jadi eh Agak repot nah 27:01 yang ideal sebetulnya Jakarta 27:04 Surabaya jaraknya 800 e kira-kira 700 KM 27:10 ya kalau jarak lurusnya kan 663 KM 27:14 eh dia singgah di Cirebon 27:18 Semarang kemudian Surabaya jadi 27:21 penumpangnya juga potensial gitu eh 27:24 daerah bisnis kalau Bandung kan bukan 27:27 daerah bisnis ya kalau ini kan daerah 27:30 bisnis di Jawa ini eh Cirebon Semarang 27:33 dan eh Surabaya 27:36 Eh kalau pakai argobromo eh anggrek eh 27:40 argobromo Anggrek Gambir Eh pasaruri itu 27:44 8,eng jam ya tapi tapi pemerintah akan 27:48 membangun kereta semi cepat gitu Saya 27:50 juga jadi bingung kecepatannya separuh 27:53 dari kereta cepat Bandung 5,5 jam kalau 27:57 mau mobil sekitar 10 jam Jadi kalau 27:59 kereta benar cepat seperti yang Jakarta 28:01 Bandung itu cocok sekali di Surabaya 28:03 bisa 2,eng jam jadi 2,eng jam dari 28:07 Gambir misalnya ke Pasar Turi 2,eng jam 28:11 kalau naik pesawat Kita bisa 5 jam itu 28:14 dari titik ke titikan jadi Superior 28:17 sekali sama superiornya dengan 28:20 eh eh KL Singapura walaupun Superior dia 28:26 dibatalkan karena mahatir takut eh 28:29 dililit hutang karena ini 28:32 pengembaliannya lama takut seperti Laos 28:35 Laos juga punya proyek dililit utang eh 28:39 dengan China China bilang enggak apa-apa 28:42 deh tapi saya minta kompensasi konsesi 28:45 tambang nah itu yang saya takut juga di 28:48 Indonesia jadi jarak KL Singapura itu eh 28:52 350 28:53 KM nilai proyeknya 1 miliar us dolarar 28:58 sekitar bayangkan ya 30.000 frekuensi 29:02 penerbangan KL Singapura dalam 29:04 setahun Wah itu empuk sekali jadi ini ee 29:09 ee ee frekuensi 29:12 penerbangan terbesar di dunia antara dua 29:16 kota dan enggak bisa lagi di tambah 29:20 karena apa keselamatan udara menjadi ee 29:25 taruhannya jadi masuklah kereta cepat 29:29 dengan jarak bisa ditempuh 90 menit Ah 29:34 bayangkan tuh Padahal kalau naik pesawat 29:37 ke Singapura kan dari pusat Kota ke k 29:41 klia Ya itu sejam sendiri kan oh itulah 29:45 superioritas tapi di tengah kota gitu 29:48 itu pun dibatalkan oleh mahatir dengan 29:52 pertimbangan-pertimbangan yang EE sudah 29:55 lama ya karena ini kan 29:57 ee Najib ini proyeknya Najib Nah jadi 30:02 eh rasanya sangat sangat apa sangat 30:07 sangat eh 30:09 eh perlu kita desakkan bagaimana ya 30:13 masalahnya ini kan pembangunan 30:15 infrastruktur sekali 30:17 dimulai dia itu enggak bisa 30:20 distop lampi dia enggak bisa dipisah 30:23 dipisah-pisah gitu ya gak bisa 30:25 dipotong-potong begitu oleh karena 30:27 itulah maka proses perencanaannya harus 30:31 benar Nah kereta cepat ini tidak ada di 30:34 program pembangunan jangka panjang 30:36 maupun 30:38 RPJM bukan primer sekunder thier seperti 30:41 eh dikatakan tadi Eh Oleh karena itu dia 30:45 bisnis to bisnis gitu oke silakan kalau 30:48 bisnis to bisnis gitu ya tapi di 30:51 Indonesia kan belum ada yang kompeten 30:53 belum ada yang macam-macam belum ada 30:55 yang 30:56 pengalaman ya baiknya tuh kalau seperti 30:58 itu ya serahkan seperti MRT itu sudah 31:02 loan dari Jepang Sebelumnya kan Jepang 31:04 menawarkan loan juga itu 40 tahun 31:07 bunganya 1% Saya tidak tahu dengan China 31:10 Bunganya berapa dan sepenuhnya ini di eh 31:14 dorong oleh Rini Sumarno dan tentu saja 31:18 Atas Restu Pak Jokowi ya sebagai 31:20 presiden gitu sebagian besar menteri 31:22 atau mayoritas menteri menolak bahkan 31:24 kita tahu kan Eh Pak Jonan Ee tidak mau 31:28 ikut ground breaking waktu itu karena 31:30 secara prinsip dia ngerti perkereta 31:33 apian dia ngerti macam-macam itu ya 31:35 enggak masuk akal gitu jadi 31:37 eh apa yang harus kita lakukan ya saya 31:41 enggak tahu deh inilah eh e ongkos yang 31:46 mahal yang harus kita bayar kalau ee 31:49 proses pengambilan keputusan segala 31:51 sesuatunya tidak berdasarkan 31:54 eh penelitian yang seksama terakhir yang 31:58 ingin saya Garis bawahi adalah Pak 32:02 Jokowi Makin sering melakukan ee eh 32:05 langkah-langkah seperti ini sebelumnya 32:08 saya juga terlibat secara langsung 32:11 terkait dengan eh proyek masela gas 32:15 terbesar eh dalam sejarah Indonesia itu 32:18 ya cadangan gas di masela 32:20 eh eh saya diminta jadi wakil ketua 32:25 ee tim pendamping kajian yang dilakukan 32:28 oleh poten internasional dan kajian itu 32:31 sudah dipresentasikan hasilnya adalah 32:34 yang paling baik adalah 32:35 eh offshore tapi tiba-tiba pada satu 32:39 kesempatan di pontianaak Pak Jokowi 32:41 mengumumkan onshore 32:44 eh tanpa argumen tanpa 32:47 eh kajian tanpa yang bisa diuji gitu 32:52 yang bisa diuji nah akibatnya apa Shell 32:56 mundur 32:58 eh sampai sekarang proyeknya 33:00 terbengkalai dan kita kehilangan 33:02 kesempatan untuk memproduksi 33:05 gas 10 tahun lebih ya 5 tahun deh begitu 33:08 ya 5 tahun yang menyebabkan 33:11 opportunityost kalau ekonom 33:14 bicaranyaortunity itu akan besar sekali 33:18 jadi karena apa lingkungan sekeliling 33:20 Pak Jokowi itu kita tidak tahu proses 33:23 pengilan kepusannya 33:25 seperti dan tidak ada yang mengingatkan 33:28 atau berani Mengatakan kata tidak lagi 33:32 jadi bagi saya Ini ancaman yang bisa 33:36 lama-kelamaan mengarah P kebangkrutan 33:39 pemerintah gitu ya karena banyak sekali 33:41 yang ingin dilakukan padahal sumber 33:44 dayanya terbatas pajaknya turun terus 33:47 begitu karena fasilitas perpajakan pada 33:50 saat yang sama di di e obral ya 33:54 penurunan PPH kemud royalti batubara 33:58 dinolkan dan macam-macam gitu jadi e 34:01 istilahnya ini ngelola negara tanpa 34:05 kerangka yang jelas sehingga menurut 34:08 saya berpotensi sangat berbahaya bagi 34:11 keberlanjutan e pemerintah 34:16 Makasih terima kasih eh Bang Faisal Bang 34:19 Faisal terkait dengan eh konsorsium 34:23 pembangunan kereta cepat 34:25 ini melibatkan BUMN ya Ee bagaimana Bang 34:30 Fais melihat ini apakah 34:32 Eh ada beberapa pandangan yang EE 34:37 mencoba menganalisis kalau projek ini 34:39 terus dilakukan dan mwani bbmn ini akan 34:42 menjadi modus baru untuk mengambil alih 34:44 BUMN Indonesia ee oleh swasta atau oleh 34:49 luar negeri seperti kasus industat 34:51 kemarin 34:54 ee saya rasa sih tidak tidak secara 34:57 langsung ya Ini konsorsiumnya juga kan 34:59 aneh pemimpinnya itu Wika 35:03 38% kemudian ptkiai-nya 35:06 25% 18% PTPN yang menguasai walini itu 35:12 dan 18% lagi Jasa Marga tapi tidak ada 35:16 yang stor 35:17 uang karena Jasa Marga itu dimonetisasi 35:22 sewa atas lahan yang dipakai oleh i PTI 35:27 KCI di atas di atas itu kan walini ya 35:30 tanah walininya itu kan perkebunan eh 35:34 apa namanya perkebunan 35:36 eh teh nah kemudian 35:39 eh di perp saya enggak tahu kalau enggak 35:42 salah akan dijadikan lead konsorsiumnya 35:45 e Kai i bukan Wika kan bkan bukan bisnis 35:50 utama Wika gitu kemudian walini ini mau 35:53 di apa kawasan wisata ini proyek wisata 35:56 apa proyek 35:58 transportasi kemudian Tegal Alur 36:00 pemilihan Tegal Alur e coba dicek ada 36:03 pengusaha besar di sana enggak e kalau 36:06 di Gede Bage kan ada Sumarekon heeh heeh 36:09 nah di Tegar alurnya siapa nih punya 36:12 kepentingan karena pilih pemilihan itu 36:15 juga menjadi sangat sensitif gitu jadi 36:17 eh saya rasa sih tidak sampai ke arah 36:20 sana tapi itu dia tadi Kalau pemerintah 36:23 e tidak mampu menyuntik ee dana 36:27 ya enggak apa-apa deh udah santai aja 36:29 kata Cina kemudian Kan Bunga berbunga 36:31 gitu enggak usah dibayar deh saya minta 36:33 konsesi tambang aja sekarang Cina sudah 36:36 mulai menguasai eh tambang 36:38 eh nikel ya Eh aturan tuh hanya 36:42 membolehkan asing itu 40% tapi China 36:45 lewat nomini tentu saja eh sudah 36:47 menguasai banyak sekali lahan nikel 36:50 sehingga smelter nikel mereka tidak lagi 36:53 perlu membeli nikel dari e pengusaha 36:56 Indonesia jadi itu saya ee eh garis 37:00 bawahi baik 37:02 eh dan ini sebelum kita ke Bang satu 37:06 pertanyaan lagi sebelum ke mas Bim Kalau 37:08 kata Bang Arya Sinulingga kan ini Eh 37:12 Bang Faisal bahwa 37:14 Eh ini sama aja dengan proyek k cepat di 37:18 seluruh negara di mana Payback pernya 37:21 gitu ya itu Eh sekitar 40 tahun atau 37:24 lebih karena ini public ilitis gitu ya 37:27 seperti halnya juga pembangunan jalan 37:29 tol gitu Jadi orientasinya bukan profit 37:32 oriented sehingga wajar negara 37:34 mengeluarkan dari APBN untuk Membangun 37:38 fasilitas publik dan jangka waktu 37:40 eh apa E roy-nya atau Payback periodnya 37:45 itu sampai 40 atau puluhan tahun ke 37:47 depan bagaimana Bang Faisal menjawab ini 37:50 ya ngawur Lah ini kan bisnis to bisnis 37:55 profit ini PT semua loh PT itu dilarang 37:59 untuk merugi di undang-undang PT itu nah 38:04 ternyata tidak realistis kan salah kan 38:07 memang tidak bisa bisn to bisnis 38:10 government Harus hadir he Ya tapi kan 38:14 government yang bilang ini Bis buisnis 38:17 loh yang bilang gitu kan pemerintah 38:18 sendiri tidak Satu sen pun dana dari 38:22 APBN kata Pak Jokowi Oke yaudah 38:25 hitungannya kan kok sekarang jadi balik 38:28 lagi 38:30 oke kan tidak konsisten Oh ternyata 38:33 begini ya proyek ini tapi kan kita lihat 38:36 lihatlah proyek kereta cepat di dunia 38:38 kan enggak ada yang sedekat 38:40 ini kompetitornya juga enggak ada bayang 38:43 banyak itu seperti tadi Kuala Lumpur kan 38:46 udah jelas Kuala Lumpur Singapura Iya 38:48 kan pesawat sudah enggak bisa lagi 38:50 30.000 setahun terlalu dekat jaraknyait 38:54 kudit terlalu dekat dan banyak 38:57 alternatif Coba kalau naik kereta 39:00 kereta kereta konvensional dari KL ke 39:04 Singapura itu 10 jam lebih iya iya kan 39:08 naik bus ya 10 jam lebih juga gitu kalau 39:11 ini 90 menit Superior dia kalau kita 39:15 naik naik mobil sekarang ke Bandung 2 39:17 jam sampai sampai 2 jam ya naik kereta 39:20 juga 2 jam travel 2 jam karena Jakarta e 39:24 apa pusat kota Halim 39:27 Tegal Alur pusat kota lebih barangkali 2 39:31 jam Jadi apa yang ingin digapai 39:35 i betul terima kasihur dia 39:39 itu Biasa beliau kan juru bicara 39:43 pemerintah baik terima kasih Bang Faisal 39:46 Sekarang kita ke mas Bim Bagaimana Mas 39:48 Bima lihat dalam perspektif ekonomi mas 39:52 i Oke 39:54 E saya mulai m buuka dulu tadi dari segi 39:58 pembiayaan nih cukup menarik ya tadi 40:01 kalau kita lihat dari studi kelayakannya 40:03 sudah cukup bermasalah dulu kan awalnya 40:06 Jepang Jepang itu menawarkan nilai 40:09 proyeknya 60,7 triliun dan sekarang 40:12 justru diserahkan ke konsorsium China 40:15 juga pinjaman dari China Development 40:17 Bank itu jadinya 114 triliun kan naik 40:21 27,7 triliun itu selisihnya berarti 53,3 40:27 triliun dari kelayakan awal apabila ya 40:30 apabila ini menggunakan studi kelayakan 40:33 dari Jepang jadi ini proyek sudah 40:36 bengkaknya cukup besar dari awal artinya 40:39 dari visibilityud kalau memang ini 40:42 adalah bisnis to bisis sudah gak layak 40:44 dari awal kemudian berikutnya lagi juga 40:47 soal Berapa bunga 40:49 pinjamannya nah bunga pinjaman dari 40:52 Jepang itu menawarkan 0,1% tennya tahun 40:57 China itu hanya membiayai 60% dari total 41:01 Project kemudian bunganya Justru lebih 41:04 mahal bunganya 2% Nah jadi dari sini 41:08 saja udah kelihatan nih Sebenarnya apa 41:10 yang mau dikejar tadi gitu pinjaman 41:12 pinjamannya lebih mahal daripada Jepang 41:16 itu satu berikutnya lagi kan kita harus 41:19 lihat storyya pemerintah nafsu untuk 41:22 bikin proyek 41:23 infrastruktur 41:25 kantnya 41:26 apalagi rasio pajak ya Saya kira semua 41:30 sudah lihat rasio pajaknya parah ya 41:33 Bahkan turun terus sejak adanya ta 41:35 amnestti gitu jadi enggak bisa 41:37 mengharapkan pembiayaan memang awalnya 41:39 dari APBN nah di tengah situasi Itu 2013 41:45 kan mulai belt road inisiatif atau jalur 41:48 sutra baru atau one belt onenya program 41:53 China di situ mulai dimulai adanya obor 41:57 pemerintah nafsu bikin proyek Indonesia 42:00 Ini pertama kali tahap obor itu 2015 42:04 tanda tangan gitu jadi 2013 mereka 42:08 officialn negara mana nih yang lagi 42:10 butuh percepatan 42:12 infrastruktur pemerintah China akan 42:14 bantu pemerintah China maupun melalui 42:17 bumnnya itu akan bantu 2015 Indonesia 42:22 oke deal dengan proyek berbagai proyek 42:25 dan salah satunya cepat Jakarta Bandung 42:27 ini adalah proyek tahap awal dari 42:29 kesepakatan bel inisiatif nah saya akan 42:33 buka Bagaimana nih jadi kita melihat 42:36 proyek kereta cepat ini satu bagian dari 42:40 jalur sutra barunya China dan ternyata 42:44 betul ya dari segi data yang diperoleh 42:48 dari data ini Dat ini yang baru publish 42:51 terkait dengan Hiden De 42:54 atauenarioutang yang an-akan utangnya 42:57 adalahutang BUMN atau juga menggunakan 43:01 skema Jo ventur ada juga special 43:05 purpv tapi ujungnya Sebenarnya ini 43:08 adalah government De juga jung-ujungnya 43:12 kalau bermasalah dari proyeknya meskipun 43:14 itu Bun Yang car pinjaman tetap saja 43:17 jungnyaal ada jaminan dari pemerintah 43:19 jadi 43:25 secaras satu negara yang utang 43:27 tersembunyinya cukup 43:29 tinggi dan Indonesia selalu masuk dalam 43:32 top ya Bahkan top 43:34 pertama bahwa Indonesia masuk dalam 43:38 kategori sebagai 43:39 negara yang memperoleh proyek paling 43:43 besar dari beltrot inisiative untuk 43:46 infrastruktur dan nilainya 20,3 miliar 43:49 US Dollar di tahun 43:52 2017 nomor satunya adalah Pakistan Nomor 43:55 duanya adalah Indones Kazakhstan baru 43:58 nomor nya adalah Malaysia itu per 44:01 2017 Indonesia juga masuk nomor t yang 44:06 paling besar mendapatkan pendanaan 44:08 proyek 44:08 infrastruktur jumlah proyeknya adalah 71 44:12 proek jadi nilainya 20,3 miliar dengan 44:16 71 proek dari proek-proek 44:20 iniah satunya keta cepat Jakarta 44:25 Band dalam deretan proyek-proyek yang 44:28 bermasalah ini diurutan dari banyak 44:31 negara Indonesia masuk peringkat kedua 44:36 Sebagai negara yang proyeknya dipenuhi 44:39 skandal kontroversi dan juga pelanggaran 44:42 terhadap 44:43 regulasi dengan total 9 44:45 proyek nilainya 5,2 miliar us do nomor 44:50 satunya 44:52 Pakistan Indonesia juga masuk peringkat 44:55 nomor t 44:56 dari negara-negara yang menerima 44:58 pinjaman dari China secara langsung 45:00 maupun tadi melalui hidden Deb itu 45:03 sebanyak empat proyek 45:05 bermasalah Yang terduga atau 45:08 terindikasi merugikan keuangan karena 45:10 adanya korupsi nilainya 45:14 80 juta us do di Indonesia juga masuk 45:18 negara nomor 45:20 1 yang menerima pinjaman dan berdampak 45:23 negatif terhadap lingkungan hidup 45:25 totalnya ada 6 proyek ini menurut data 45:28 ID data dan nilainya 4,6 miliar us Doll 45:33 jadi kita menerima pinjaman yang 45:36 seakan-akan lunak padahal juga Bunganya 45:38 juga relatif ee lebih tinggi daripada 45:41 kompetitor kreditur lainnya plus bedanya 45:45 proyek yang didanai oleh China melalui 45:48 program jalur sutra baru ini sebagian 45:51 menabrak aturan soal lingkungan hidup 45:54 aturan soal 45:56 Pemberantasan Korupsi atau governance 45:58 yang baik dan juga secara studi 46:01 kelayakan itu banyak dipertanyakan nah 46:05 ini yang publik harusnya tahu gitu ya 46:07 tapi gak ada nih diskusi Soal e membedah 46:10 Bagaimana hidden De ini juga menciptakan 46:13 resiko konensi bagi BUMN ke 46:17 depannya itu satu yang berikutnya lagi 46:19 juga kalau kita lihat dari dampak 46:22 terhadap apbnnya 46:24 sendiri eh saya baru dapat kabar dari 46:27 salah satu jurnalis bahwa pemerintah 46:30 sudah ancang-ancang ingin memasukkan 46:32 silpa tahun lalu artinya silpa tahun 46:36 2020 estimasi nilainya 4,3 triliun itu 46:40 untuk pendanaan kereta cepat nah ini 46:44 sebagai bocoran berarti sudah mulai ada 46:46 komitmen langsung setelah perpresnya 46:48 keluar anggaran langsung disiapkan nah 46:51 problemnya adalah ini kan tadinya bisnis 46:55 to bisnis kemudian sekarang menjadi 46:57 government masuk atau pemerintah masuk 46:59 pakai pajak dari masyarakat sudah 47:02 tiketnya kemudian juga jelas ini bukan 47:04 untuk kelas bawah gitu ya bukan bentuk 47:07 PSO ataupun subsidi yang layak ini juga 47:10 nanti yang pakai kebanyakan adalah tadi 47:13 Kalau Pak Faisal Jelaskan ini substitusi 47:15 salah satunya dari pesawat berarti kelas 47:18 menengah atas nah ini berarti artinya 47:21 pajak masyarakat melalui APBN ini 47:24 digunakan untuk mensubsidi yang tidak 47:26 tepat itu satu yang kedua dari 47:29 pembengkakan 27,7 triliun saja itu kalau 47:34 dihitung cukup untuk mendanai 47:37 13.500 KM pembangunan jalan aspal baru 47:40 di daerah luar Jawa ini artinya bukan 47:43 menentang pada infrastrukturnya tapi 47:46 kenapa kita harus punya kereta cepat 47:48 Jakarta Bandung sementara G kekurangan 47:52 infrastruktur yang paling dasar di luar 47:54 Jawa itu tangani secara serius kemudian 47:58 juga kalaupun kereta misalnya Kenapa 48:00 bukan kereta logistik yang dibangun dari 48:03 kawasan industri sampai ke pelabuhan itu 48:06 bisa menurunkan biaya logistik karena 48:08 biaya logistiknya masih cukup tinggi 48:09 salah satu yang termahal di Asia 48:11 Tenggara jadi mulai dari pendanaan dan 48:14 ke depannya juga kita generasi muda 48:17 enggak pernah ditanya dan tahu laporan 48:19 lengkapnya transparansi soal Kenapa 48:21 biaya membengkak dan Kenapa butuh kereta 48:24 cepat Jakarta Bandung di tengah 48:26 banyaknya alternatif sudah ada jalan tol 48:29 layangnya mbz ya kemudian juga Jalan Tol 48:33 Cipularang dari kereta reguler juga 48:35 sebenarnya Enggak ada problem bahkan 48:37 kadang-kadang okupansinya kan enggak 48:38 mungkin penuh banyak yang kursinya 48:41 kosong ee sebagian kursinya masih kosong 48:44 atau utilitasnya belum penuh bahkan 48:45 sebelum pandemi jadi tidak ada satu 48:49 pembenaran pun mulai dari sisi ekonomi 48:53 kelayakan dari segi finansial Bahkan ini 48:55 akan jadi jadi beban dalam jangka 48:57 panjang yang akan diteruskan kepada 48:59 pajak masyarakat n ini kita tidak pernah 49:01 tahu laporan lengkapnya tidak pernah 49:04 dipublikasikan secara detail Kenapa ada 49:07 proyek ini pembengkakannya kenapa hanya 49:09 tahunya setengah-setengah karena ada 49:12 biaya pembebasan lahan yang naik karena 49:14 ada pandemi dan lain-lain alasan 49:15 pemerintah padahal sudah jelas bahwa 49:17 setiap proyek konstruksi setidaknya 40% 49:21 itu secara rata-rata habis untuk 49:22 pembebasan lahanah tapi kita engak 49:25 pernah dikasih tahu secara jadi 49:26 transparansinya juga jelek nah ini yang 49:29 membuat kemudian publik pastinya 49:31 bertanya nih Apakah kereta cepat Jakarta 49:33 Bandung ini adalah next-nya kert jaati 49:36 next-nya lrt Palembang dan proyek-proyek 49:39 yang seperti mercusuar tapi sebenarnya 49:42 utilitasnya rendah manfaat terhadap 49:44 ekonominya juga ee 49:46 dipertanyakan ya itu jadi eh laporan 49:50 dari 49:51 data ini sangat membantu kita untuk 49:53 memahami 49:54 sebenarnya Kenapa kita akhirnya meminjam 49:58 begitu banyak dan terjadi kenaikan yang 50:01 luar biasa sejak Indonesia masuk di 50:04 dalam bel inisiatif ini karena sebelum 50:08 adanya jalur 50:10 sutraaru itu rata-rata pinjaman dari 50:14 China itu mencapai 50:16 1,8 miliar us Nah sekarang langsung naik 50:22 256% menjadi 50:24 6,4 us ini Jadi ini salah satu 50:27 pertanyaan Kenapa naiknya sampai 50:30 256% bahkan di beberapa negara yang 50:33 mungkin cukup hati-hati seperti Vietnam 50:36 itu dengan adanya proyek jalur sutra 50:38 baru merekaru mengurangi ketergantungan 50:40 utang terhadap China jadi banyak yang 50:42 gak ikut banyak proyek atau proposal 50:44 yang Diel jadi Vietnam itu 50:48 turunnya99% sebelum dan sesudahanya 50:51 proyek BRI kemudian negar seperti eh 50:56 Malaysia tadi berani untuk melakukan 50:58 cancelation meskipun proposal yang 51:01 ditawarkan nilainya cukup e tinggi atau 51:04 11,5 miliar us dolar tapi Malaysia 51:07 berani untuk bilang tidak karena ini 51:10 tidak punya 51:12 utilitas atau pemanfaatan untuk 51:14 menumbuhkan industri menumbuhkan 51:16 pariwisata ataupun juga meningkatkan 51:18 perekonomian lokal Malaysia justru akan 51:20 jadi utang yang akan diturunkan pada 51:22 generasi setelahnya itu mungkin dari 51:24 saya sekedar ee pengantar Terima kasih 51:28 Mas i terima kasih Mas Bima ee Mas Bima 51:34 dari apakah EE dari data-data tadi 51:38 kebijakan kereta cepat ini memang akan 51:41 mendorong peningkatan 51:44 ekonomi masyarakat kita ya atau ekonomi 51:47 ee bangsa kita gitu Karena kan 51:50 sebenarnya ee kebijakan pemerintah atau 51:54 ee eh keuangan negara itu menurut 51:57 und-undang dasar kan harus dipergunakan 51:59 untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat 52:01 Nah dengan kondisi ini Apakah proyek k 52:04 cepat ini memang ada dampaknya untuk 52:06 meningkatkan kemakmuran rakyat atau 52:08 tidak karena beberapa analisis juga ada 52:10 menyatakan ini hanya menguntungkan 52:13 segelentir mafia tanah gitu ya mafia 52:16 proyek infrastruktur dan 52:18 lain-lain ya Mulai dari teknologinya 52:21 pasti 52:22 impor bahan baku sebagian akan impor 52:26 tenaga kerjanya asing juga impor ya Jadi 52:31 kalau kita lihat dari proses 52:32 konstruksinya saja kan ini sudah jadi 52:34 pertanyaan besar karanya mungk ya 52:37 kalauudah 52:39 highed atau keta cepat ini nanti 52:41 harapnya akan ada alih teknologi 52:45 biasitu ini kan Jadi pertanyaan bes yang 52:48 berikutnya 52:49 lagiu 52:51 ituenang 52:54 ketaan-uhan ekonomi baru tapi tadi Pak 52:56 Faisal sudah menjelaskan walini itu kan 52:59 apa itu perkebunan teh dan sekarangjadi 53:01 pertanyaan Apakah pusat-pusat 53:03 pertumbuhan ekonomi barunya dibangun 53:05 paralel gu karena enggak juga gitu 53:08 artinya sudah banyak alternatif 53:10 transportasi berarti ini kan cuma jadi 53:12 substitusi aja jadi enggak ada 53:15 penambahan sebenarnya eh m transport 53:18 yang baru ataupun kemudian penumpang 53:19 yang baru juga atau jangan jangan hanya 53:21 mengambil pasar dari kereta reguler 53:24 misalnya Jadi selain mengambil pasar 53:26 dari tol yang sudah ada dia menggeser 53:29 dari kereta reguler Nah ini kan artinya 53:32 juga Jadi pertanyaan besar Sebenarnya ya 53:34 terkait dengan manfaat dan dalam jangka 53:36 panjang ee kalau misalkan belum balik 53:40 modal dalam kurun waktu 40 tahun seperti 53:42 yang dibilang oleh Kementerian BUMN gitu 53:46 itu kan artinya pemerintah harus 53:48 mensubsidi secara kontinu proyek yang 53:50 jelas komersil ini bukan untuk subsidi 53:53 transportasi yang 53:55 dibutuhkan masyarakat gu secara umum 53:57 khususnya kelas bawah itu jadi saya kira 54:01 gak dapatlah dari sisi pembangunan 54:04 ekonominya ketimangan antar wilayah juga 54:06 di mananya jadi ini kan lebih ke arah 54:09 proyek yang memang menguntungkan siapa 54:10 menguntungkan tadi Kalau Pinjam ke 54:12 Jepang 54:13 0,1% Pinjam ke China 2% ya 54:17 kiturever kit setidaknya akan dapat 54:24 2%ah sat pemirsa Setia 54:28 Ind dari Bang Faisal Basri dan Mas Bima 54:32 tadi kita sudah mendengarkan data-data 54:34 yang bagaimana 54:36 sebenarnya di balik proek ini dan siapa 54:39 yang diuntungkan dan bagaimana beban 54:42 keuangan negara yang harus ditanggung di 54:44 masa depan ya untuk itu kita pengin 54:47 mendengar saat ini analisis Akal Sehat 54:51 dari Bung terkait dengan proyek kereta 54:53 api cepat Bandung 54:56 iniilakan 54:57 Bu Oke analisa sudah diucapkan 55:04 oleetulnya sekarang tinggal kita 55:07 tunggu komentar 55:10 dari 55:13 misnyaahadi leaturicaranya yang juga 55:17 sukses jadi 55:21 presiden 55:24 satu khus yang sudah beberapa tahun lalu 55:27 dibicarakan bahkan seluruh ekonom yang 55:32 punya otak itu sudah menyatakan ini 55:35 irasional tuh pemerintah Masih enggak 55:37 percaya dia sewa e apa namanya tuh 55:41 konsultan dunia yang sangat eh hebat itu 55:44 apa Boston Consulting itu intinya sama 55:49 jadi kita dibuat bingung apa alasan 55:53 rasional di balik proyek ini ini jadi 55:56 kalau secara ekonomi dia tidak bisa 56:00 dibuktikan kemasuk akalannya maka kita 56:02 mesti cari keterangan lain Mengapa 56:04 presiden Jokowi itu ngotot kan itu 56:07 intinya 56:08 kan ya cuman ada dua jawaban atau itu 56:12 adalah upaya 56:14 untuk memamerkan arogansi Ambisi 56:18 kedungguan itu sehingga kereta Ini mesti 56:20 Jalan demikian juga 56:23 ee ibu kota baru atau ini bisikan 56:28 dukun jadi begitu cara melihat tu kalau 56:32 kalau kita tanya pada 56:33 [Musik] 56:35 eh Sherlock Holmes sebagai eh reser 56:40 dunia dia akan bilang begitu yang 56:43 elementer kita hilangkan dulu maka 56:46 tinggal dua alasan tadi itu yaitu kereta 56:49 cepat dan ibukota baru dasar 56:52 rasionalitasnya enggak ada itu hitungan 56:54 skala ekonominya enggak masuk itu 56:57 tapi hendak dilanjutkan maka cuman ada 57:00 dua kemungkinan atau Itu Memang ambisi 57:03 terakhir Presiden Jokowi untuk bikin 57:05 semacam eh apa namanya Babel Tower itu 57:08 menara Babel atau ini bisikan dukun Nah 57:12 sekarang kita cari dukunnya di mana 57:15 dukunnya ada di lima titik yang akan 57:17 akan e jadi Stasiun pemberhentian itu 57:21 tuh di situ kita mungkin berupaya untuk 57:25 memahami bahwa ya 57:27 kalau balik modalnya enggak cukup ya Ada 57:30 agunan lain bayangkan misalnya di L 57:33 titik itu juga kan kita ngapain kera 57:36 cepat dengan jarak yang sangat pendek 57:38 ada L titik pemberhentian itu artinya 57:41 mungkin akan ada properti baru dibangun 57:44 di situ atau mall baru di situ tu atau 57:46 Resort baru di situ sehingga Li titik 57:49 itu sekaligus adalah agunan yang belum 57:52 bisa kita e bicarakan tapi kita bisa 57:55 duga kuat karena soal tadi itu secara 57:58 rasional enggak mungkin tapi itu poin 58:01 saya selalu berupaya untuk lihat kalau 58:03 kita enggak bisa Terangkan maka kita 58:05 mesti cari keterangan di balik yang 58:07 rasional yaitu yang irasional irasional 58:10 itu kalau anda baca kamus itu lawannya 58:13 adalah 58:16 jenius Nah sekarang kita Saya mau 58:22 dengar tadi Ingatkan kasus eh 58:25 monorel itu yang batal dibatalkan oleh 58:29 apa dibatalkan oleh sikap akademis dan 58:33 kegigihan etis untuk mengatakan tidak 58:36 dan itu yang kita tahu menimbulkan 58:37 kemarahan eh Eh pak jika waktu itu tuh 58:41 tapi ada Sri Mulyani yang mau bilang 58:43 enggak sekarang problemnya sama hitungan 58:46 ekonominya enggak masuk Sri Mulyani diam 58:49 jadi juga disulap oleh Dukun itu kena 58:52 sihir Dukun itu kan di situ yang kita 58:55 maksud public Policy tanpa basis social 58:59 Policy gu begini kacaunya 59:02 tuh dulu kita andalkan Sri mulani 59:05 sebagai standar etik dari seorang 59:07 birokrat 59:09 itu siapa dulu yang diusir sama 59:13 dprarno berkali-kali diusir DPR karena 59:16 dianggapududahudahudah ngacau nih 59:20 orang 59:22 sehinggari harus ambil alih beban itu 59:24 Sri Mulyani berkali-kali mewakili 59:27 pemerintah karena DPR enggak mau ngomong 59:29 dengan Rini Sumarno Sri Mulyani datang 59:31 ke DPR untuk dicaci maki itu dia pasang 59:33 badan di situ tu sekarang dengan hal 59:35 yang sama S mulani diam jadi yang saya 59:38 persoalkan adalah etika pejabat publik 59:41 yang diam terhadap hal-hal yang enggak 59:43 masuk akal itu sama dengan diamnya Sri 59:45 mulani melihat korupsi di depan mata dia 59:47 diamnya Sri mulani 59:49 melihat seorang anak pejabat 59:51 mempermainkan harga saham itu melalui 59:54 insider informasi itu jadi standar etik 59:57 apa yang ada pada istana hari ini 1:00:01 sehingga gagal untuk membaca problem 1:00:03 keadilan dan kemakmuran yang bakal 1:00:06 digerus oleh dua 1:00:09 Eh dua lintah ini lintah di di ibuota 1:00:13 baru dan lintah di di e kereta cepa kan 1:00:17 itu sebetulnya yang harus jadi 1:00:18 pembicaraan publik Bu kalkulasi ekonomi 1:00:20 segala macam oke itu kita kita lihat 1:00:22 karena itu bisa dibantah tuh tapi ini 1:00:24 ada hitungan macam-macam masih masuk 1:00:26 akal bukan soal masuk akalnya tapi 1:00:28 posisi kita posisi ee seorang yang kita 1:00:32 percaya bisa menghasilkan standar etik 1:00:34 yaitu Sri mulani itu yang kita 1:00:36 pertanyakan hari ini lain Kalau Sri 1:00:39 mulani itu enggak belajar ekonomi lain 1:00:40 Kalau Sri mulani itu bukan berasal dari 1:00:43 wilayah yang paham tentang e Sri mulani 1:00:47 jadi koordinator Menteri Lingkungan 1:00:48 Hidup sedunia tuh eh Green financial 1:00:51 economy itu masa dia enggak ngerti bahwa 1:00:53 itu arti nya akan ada kerusakan ekologi 1:00:57 yang luar biasa 1:00:59 itu Sri mulani paham 1:01:02 bahwa per kilomer itu enggak ada gunanya 1:01:06 karena 1:01:07 tadi orang bisa atasi dengan substitusi 1:01:11 kereta cepat atau kalau dibilang 1:01:13 teknologi tinggi ya itu kalau kita mau 1:01:15 bayar 40 tahun 10 tahun ke depan itu 1:01:17 juga engak ada gunanya teknologi itu 1:01:19 orang bisa Pak pakai apa sekarang 1:01:21 namanya Drone helikopter pribadi itu 1:01:24 lebih 1:01:24 murah itu teknologi yang sebetulnya 1:01:27 sedang merosot dihitung dari kecepatan 1:01:30 penemuan teknologi setiap 8 jam kita 1:01:32 nemukan teknologi baru jadi kira-kira 1:01:35 itu soalnya jadi saya mau mempersoalkan 1:01:38 Mengapa orang semacam slyani itu Diam 1:01:41 artinya dia udah dibius oleh ambisi yang 1:01:44 sama Itu di situ konyolnya eh Ibu Sri 1:01:48 mani ada buku judulnya eh 1:01:54 onom 1:01:56 does Ministry of economy 1:01:59 does ilmu ekonomi enggak pernah 1:02:02 berbohong tetapi menteri-menteri bidang 1:02:04 ekonomi berbohong terus gu itu 1:02:06 paradoksnya di situ tuh jadi kita 1:02:08 mulihkan bangsa ini dalam upaya untuk 1:02:11 melihat paling enggak kita mau lihat di 1:02:13 mana rasionalitas menteri-menteri 1:02:15 ekonomi yang ditrain di dalam metodologi 1:02:18 melihat kekacauan koordinasi di dalam 1:02:20 soal 1:02:22 eh apa namanya nih e 1:02:25 tukar tambah politik tukar tambah oligar 1:02:28 dalam kasus kereta cepat ini sekali lagi 1:02:31 bagian ini yang sebetulnya ingin kita 1:02:33 hidupkan yaitu kita mendiskusikan 1:02:36 ekonomi tapi sekaligus dengan latar 1:02:38 belakang value tadi dan itu yang enggak 1:02:40 bisa ditutup-tutupi dan kita tahu bahwa 1:02:43 Sri mlyani sekarang 1:02:44 Eh jadi petugas dari petugas boneka dari 1:02:48 si boneka kira-kira begitu 1:02:51 Makasih terima kasihururi ini ada ya 1:02:54 sedikit saya menarik nih 1:02:56 ee dari segi tata negara kita ini agak 1:03:00 sedikit lucu ketika beberapa Joko itu 1:03:03 memberikan beberapa kepemimpinan untuk 1:03:06 proyek-proyek infrastruktur Danau segala 1:03:09 macam gitu ya eh Kemarin penanganan 1:03:12 covid ini ke Pak luhud binsar Panjaitan 1:03:16 gitu 1:03:17 eh seakan-akan kita tu tidak punya 1:03:19 sistem dan semuanya diserahkan ke 1:03:22 paluhud bagaimana oki melihat tata 1:03:26 negara kita di buah kepimpinan Pak 1:03:28 Jokowi ini diserahkan Pak masih ada 1:03:31 masuk akalnya tuh pak adalah menteri 1:03:33 investasi Jadi ada rasionalinnya tuh 1:03:36 walaupun kacau sejarah eh kalkulasi 1:03:39 ekonomi tapi yang lebih gila itu 1:03:42 kebijakan lain yang yang lebih 1:03:44 sisticated yaitu Brin diserahkan kepada 1:03:47 Ibu Mega yang M ngurus dari nuklir 1:03:50 sampai ruang angkasa kan begitu kan Ibu 1:03:52 Mega ditugaskan untuk memikir 1:03:54 perkembangan teknologi nuklir sampai e 1:03:57 teknologi ruang angkasa jadi bayangkan 1:04:02 misalnya sistem kita itu dikendalikan 1:04:05 oleh seseorang yang enggak punya 1:04:07 kemampuan berpikir konseptual 1:04:09 gitu Jadi ini intinya tuh jadi kadangka 1:04:14 kita mau anggap bahwa kemarin 1:04:17 sayaobrol 1:04:20 denganenial di Jakarta ada ada yang di 1:04:22 Amerika ada di di Australia itu mereka 1:04:25 Bingung lihat Indonesia itu mereka 1:04:27 bilang bahwa omck panggil saya Om itu 1:04:30 bagaimana kita memprediksi perubahan 1:04:32 politik 2024 kalau yang kita lihat 1:04:35 adalah kedunguan-kedunguan dia pakai 1:04:37 istilah saya B Presiden Jokowi ternyata 1:04:40 dungu juga ya Om kenapa ya karena dia 1:04:44 gak bisa Terangkan apa dasarnya kereta 1:04:47 cepat itu hanya panjang 50 m 50 km di 1:04:51 mana-mana orang ingin hemat 1:04:54 waktu itu secara signifikan menghemat 1:04:58 waktu 20 menit itu enggak ada gunanya 1:05:01 kalau sekedar 20 menit yang dihemat 1:05:03 Jakarta Bandung dan mereka bikin 1:05:05 kalkulasi bahwa Iya bisa sebetulnya 1:05:07 Jakarta Bandung pulang investasinya 1:05:10 kalau harga 1:05:12 tiketnya 20 juta sekali jalan dan mesti 1:05:16 dip paksa orang Jakarta pergi belanja ke 1:05:19 ke Bandung itu baru balik tu modalnya 1:05:21 itu n hal-hal begini disorot oleh 1:05:23 milenial Dan menganggap bahwa ya memang 1:05:25 Indonesia dituntun 1:05:28 oleh apa namanya This is the country of 1:05:33 opportuniortun jadi soal-soal beginian 1:05:35 itu yang harusnya kita pamerkan pada 1:05:39 milenial supaya nanti dia punya 1:05:42 perlengkapan untuk memilih siapa yang 1:05:44 harus memimpin Indonesia di 2024 hal-hal 1:05:47 semacam ini sudah 1:05:48 selesai setiap hari kita bahas kita 1:05:51 cepat tapi yang kita lupa adalah ada 1:05:54 seang pemimpin yang pikirannya tidak 1:05:55 cepat dan karena itu dia Tertinggal oleh 1:05:57 olok-olok dunia walaupun disebut 1:06:01 jius terima 1:06:03 kasihi Sekarang kita ke Bang Faisal 1:06:06 Basri Bang Faisal Basri anggaran negara 1:06:10 kita ini seakan dibuang-buang tidak 1:06:13 banyak sekali tidak tepat sasaran untuk 1:06:15 kebutuhan yang sekarang gitu ya 1:06:17 dengan kita sedang dihadapi masalah 1:06:20 ekonomi sulitnya hidup masyarakat dan 1:06:23 pandemi covid ee seandainya Bung Faisal 1:06:27 Basri punya kuasa kebijakan ekonomi 1:06:29 Harusnya apa yang kebijakan ekonomi yang 1:06:32 paling harus diprioritaskan saat ini 1:06:33 dibanding kereta cepat 1:06:35 Ee saya jawabnya tidak langsung ya pada 1:06:38 saat yang sama ada 9 juta orang lebih 1:06:43 dihapus dari 1:06:46 ee haknya untuk Memperoleh jaminan 1:06:50 kesehatan 1:06:52 nasional Coba bayangkan tuh ya 1:06:55 ya Jadi mereka harus bayar 1:06:59 iuran yang pasti itu adalah orang-orang 1:07:02 yang tidak berkelebihan ya bukan apa 1:07:07 pelanggannya kereta cepat begitu Jadi 1:07:10 ironis sekali jadi silpa digunakan tadi 1:07:15 e Mas Bima sampaikan ya Silva Rencananya 1:07:19 akan digunakan untuk apa ee menutup 1:07:23 kekurang pembiayaan kereta cepat pada 1:07:26 waktu bersamaan 1:07:28 ee ee ada 9 juta orang 1:07:32 JKN Jaminan Kesehatan Nasional Ya itu 1:07:36 kan ada 1:07:37 190-an juta orang yang dibayari oleh 1:07:40 pemerintah yurannya Nah sekarang disisir 1:07:43 R9 juta jadi yang marginal-marginal ini 1:07:46 yang diisir itulah yang menurut saya ini 1:07:50 kan kita ee teman-teman ee 1:07:54 bikin petisi ya Eh kita dukunglah 1:07:57 petisinya kan ironis Ya ini untuk yang 1:08:02 bersifat fundamental seperti itu kok ini 1:08:06 9 juta loh banyak 9 juta orang itu ya 1:08:10 Katakanlah dia tidak miskin tidak rem 1:08:14 E tapi dia gak bisa bayar iuran ratusan 1:08:18 ribu per bulan itu ya untuk untuk 1:08:21 jaminan kesehatan nasional sehingga 1:08:24 semakin jauh kita dari universal healthc 1:08:27 itu jadi semua orang berhak Ya untuk 1:08:30 dapat 1:08:31 eh sebagaimana tuntutan undang-undang 1:08:33 dasar ini semua orang berhak mendapat 1:08:36 pelayanan kesehatan yang 1:08:39 layak nah jadi kepantasan nah eh Mas 1:08:44 Mardani eh sampaikan tadi itu kepatutan 1:08:48 moral ya jadi belajar Adam Smith itu 1:08:52 jangan teori pasar a baca dulu sebelum 1:08:56 Of Nation itu teori moral 1:08:58 sentimen ya harus ditakar dulu Apakah 1:09:03 tindakan kita menjunjung tinggi rasa 1:09:06 keadilan harus ditakar dulu Apakah 1:09:09 tindakan kita memenuhi 1:09:11 e nilai-nilai kepatutan harus ditakar 1:09:15 dulu Apakah tindakan kita tidak 1:09:18 merugikan atau merugikan orang 1:09:22 lainitui kalau kita lihat ya jadi 1:09:26 eh investasi sudah jadi berhala 1:09:30 eh Apun diberikan untuk investasi pada 1:09:34 saat yang sama Coba anda bayangkan kalau 1:09:37 saya punya tambang 1:09:39 batubara saya cuci-cuci dikit gitu 1:09:42 kasarnya begitu ya cuci-cuci Dikit saya 1:09:44 sudah bayar royaltinya nol jadi nak 1:09:47 bayar 1:09:48 royalti 1:09:50 padahal pada saat yang sama batuara ini 1:09:53 sedang meroket harganya di atas 200 do 1:09:58 ya Coba anda bayangkan negara tidak 1:10:01 berminat untuk mengambil hak rakyat Bumi 1:10:05 Air Kayan alam dikuasai oleh negara buat 1:10:06 sebesar-besarnya kemakmuran rakyat bukan 1:10:09 kemakmuran 1:10:10 Adaro bukan kemakmuran Bakri bukan 1:10:14 kemakmuran Sinar emas bukan kemakmuran 1:10:16 ee tobah Sejahtera tobah apalah banyak 1:10:20 perusahaannya kan Nah jadi Coba 1:10:22 bayangkan ya Jadi seluruh windfall dari 1:10:25 batubara itu dinikmati oleh 1:10:29 pengusahanya tidak dikenakan pajak 1:10:32 ekspor tapi kalau sawit kan ada sawit 1:10:35 rakyat ya Ah itu dikenakan pajak 1:10:38 ekspor smelter enggak ada pajak ekspor 1:10:40 juga jadi ini loh menurut saya udah 1:10:45 e waktu e Mas WS Rendra itu 1:10:50 eh masih hidup ya eh salah satu 1:10:53 inisiator gerakan kepatutan nasional 1:10:57 gitu kita bikin acara di Jogja waktu itu 1:11:00 dengan si Sultan karena kita melihatnya 1:11:02 sudah banyak lagi yang tidak patut waktu 1:11:04 itu sekarang makin banyak lagi jadi ee 1:11:08 persoalannya adalah apa ya tidak ada 1:11:11 yang melanggar aturan barangkali hukum 1:11:14 positif gitu ya tapi itu dia tadi ee 1:11:17 tema yang di di diangkat ini udah 1:11:21 melanggar rasa kepatutan dulu kita tidak 1:11:24 ngapa-ngapain dulu kita tidak ngerritik 1:11:27 ya atau tidak besar kritiknya karena Ya 1:11:30 silakan bisnisubisnis gitu ya walaupun 1:11:33 semuanya BUMN yang terlibat dan kalau 1:11:36 yang namanya 1:11:39 BUMN melakukan pinjaman itu peminjam gak 1:11:43 mau kasih kalau tidak dijamin oleh 1:11:45 pemerintah seperti yang kasus monorel 1:11:48 itu ya itu harus ada jaminan pemerintah 1:11:52 bumn-nya kan kan belum Pengalaman apa 1:11:55 segala macam untuk ini 1:11:58 itu jadi rasa 1:12:00 keadilan Jadi kalau begini terus ya 1:12:04 Ee saya bisa pahami kalau rakyat marah 1:12:08 rakyat marah dan ya jangan sampai 1:12:12 kemarahan rakyat itu ee menyebar gitu 1:12:16 Karena rasa keadilannya 1:12:20 terusik Bang Faisal ee saya melihat 1:12:24 beberapa ekonom ini ada yang 1:12:28 eh apa mengeluarkan konsep ekonomi 1:12:32 kebijakan kebijakan ekonomi itu yang 1:12:35 lebih mengarah kepada market ya market 1:12:42 eh tidak melihat dari sisi keadilan 1:12:46 secara konsep ekonomi Bagaimana 1:12:48 sebenarnya nih yang benarnya Kang karena 1:12:51 ee beberapa yang EE teori pasar bebas 1:12:55 segala macam itu yang penting semua 1:12:56 kompetisi Siapa yang mampu ee menguasai 1:13:00 pasar Ya udah dengan sendirinya gitu nah 1:13:03 tapi kalau di yang berlaku di Indonesia 1:13:05 itu bukan market mereka Enggak sanggup 1:13:07 bersaing di pasar 1:13:10 orang-orang kaya di Indonesia itu 1:13:11 orang-orang terkaya itu itu usahanya 1:13:14 enggak ada yang 1:13:16 bersaing bukan karena kehebatannya 1:13:19 bersaing Oh yang dijual batu bara 1:13:21 tinggal keruk jual tu barangnya dapat 1:13:24 dari mana Dari penguasa lisensi jadi 1:13:27 bisnis lisensi namanya bisnis kroni 1:13:30 sektor kroni kalau dulu ada perjudian 1:13:33 kan enggak bisa bikin judi kalau tidak 1:13:36 diizinkan negara kan perjudian tambang 1:13:40 senjata Anda bisa bikin bisnis senjata 1:13:43 ya gak bisa orang-orang tertentu saja 1:13:46 Iya jadi enggak ada pasar di Indonesia 1:13:49 ini oh g ada pasarnya BBM enggak disah 1:13:53 kan ke pasar kan semua harganya 1:13:55 ditentukan pemerintah gula ditentukan 1:13:58 pemerintah makanya semakin banyak 1:14:00 intervensi pemerintah semakin kacau 1:14:04 ekonomi ini Iya kan 1:14:07 H siap Makasih yang bisa diekspor oleh 1:14:11 Indonesia adalah produk-produk komoditas 1:14:15 Apakah Indonesia mengekspor manufaktur 1:14:17 banyak ya gak kan gak bisa bersaing 1:14:20 tidak biasa 1:14:22 bersaing Nah sekarang produk-produk 1:14:24 keluar dilarang masuk gitu kan Iya 1:14:27 produk-produk kelar dilarang masuk apa 1:14:29 apa-apa dilarang dilarang kan Pak luhud 1:14:32 juga kan jadi koordinator cinta produk 1:14:35 Indonesia ya Oh itu nanti artinya apa 1:14:38 pokoknya produk Indonesia ini jangan 1:14:41 disaingi sama produk impor dilaranglah 1:14:43 impor nah 1:14:45 begundal-begundal pengusaha Begundal itu 1:14:48 enak bersaing di Indonesia enggak gak 1:14:51 ada pesaingnya dari luar kan Iya 1:14:53 monopoli semua I kan jadi jauh kita dari 1:14:57 pasar 1:14:59 Oke Mereka takut dengan mekanisme pasar 1:15:02 itu 1:15:04 H sehingga eh berlinung dalam 1:15:08 kebijakan-kebijakan pemerintah ya ST eh 1:15:11 state capture corruption jadi korupsi 1:15:15 yang di fasilitasi oleh negara yang pada 1:15:18 akhirnya menimbulkan praktik-praktik 1:15:22 kronism dan melahirkan oligarki 1:15:27 itu govern by the view Nah itu 1:15:31 dia ini dapat nih ilmunya sekarang nih 1:15:35 dari Bang faal Makasih Bang Faisal 1:15:38 Sekarang kita ke mas Bim bas Bima eh 1:15:42 eh 1:15:44 secara ilmiah akademis objektif menurut 1:15:49 basima Apakah proyek kereta cepat ini 1:15:51 harusnya dihentikan atau atau masih 1:15:53 layak untuk dilanjutkan dan ditanggung 1:15:55 dan ditanggung oleh negara Ya ini 1:15:59 sekarang serba tanggung ya Kalau 1:16:00 cancelation harusnya waktu di awal Nah 1:16:03 sekarang ini eh mau di mau dikemanain 1:16:06 gitu kan Kalau jadi stranded aset atau 1:16:09 aset-aset yang memang harus diop 1:16:11 misalkan dibongkar gitu ya itu kan 1:16:13 enggak enggak segampang itu juga 1:16:15 cancellation proyject itu berarti kan 1:16:17 juga ada sangkos gitu Jadi ada material 1:16:22 yang enggak kepakai gu ada material yang 1:16:24 sudah hilang dianggap hilang tetap aja 1:16:26 utangnya tetap kita harus bayar yang 1:16:28 tenor 40 tahun itu enggak mungkin 1:16:30 kemudian hilang juga tetap kita harus 1:16:32 tanggung jawab bayar pinjaman itu nah 1:16:35 sekarang kalau sudah terlanjur seperti 1:16:36 ini gitu ya ini ya ini saya juga bingung 1:16:40 sama kayak Pak Faisal gitu karena kalau 1:16:44 konsepnya nanti subsidi silang ya 1:16:46 contohnya gini ini proyek Memang agak 1:16:50 berat tapi nanti ada kota-kota baru itu 1:16:53 mungkin Wal ini mau dibikin Resort mau 1:16:56 dibikin e ada pusat apa industri baru 1:16:59 dan segala macam hasil surplusnya itu 1:17:02 digunakan untuk mensubsidi penumpang 1:17:05 kereta api cepat itu pun juga gak mudah 1:17:07 saya Ka tapi kalau ada juga pemikiran Ya 1:17:11 udah dijual aja kayak diestasi jalan tol 1:17:16 pertanyaannya ada gak investor yang mau 1:17:18 beli ini kan pertanyaan yang jadi kayak 1:17:20 ayam dengan telur G ada berpikiran ya 1:17:24 gak apaapa nanti dijual aja 1:17:27 diestasi problemnya pemerintah justru 1:17:29 masuk sekarang ini akhirnya APBN masuk 1:17:33 ya berarti kan karena gak ada investor 1:17:35 lain yang tertarik ini kan salah satu 1:17:38 yang akhirnya mengunci 1:17:39 juga jadi kalau saya bilang ya mungkin 1:17:43 ya udah terlanjur begini gitu kan 1:17:46 e apa misalnya ya harus didorong tuh 1:17:49 pembangunan di sekitar wilayah stasiun 1:17:52 kereta cepat 1:17:53 dan itu digunakan untuk jadi subsidi 1:17:55 silang tapi itu juga solusi yang memang 1:17:59 sangat berat gitu harapannya sih jangan 1:18:01 samp at termin karayeknya sudah 1:18:05 terlanjur berjalan Kalau gak salah kan 1:18:07 mau dikebut 202ah mau beroperasi yaah 1:18:11 ini yang harus dipikirkan Ya gimana nih 1:18:14 Man dari sisi resiko 1:18:17 pembiaya 1:18:21 APBN 1:18:23 akhirnya pemerintah menanggung nanti ada 1:18:27 perpajakan yang aneh-aneh tahun depan 1:18:28 aja tarif ppnnya sudahah naik tuh per 1:18:31 April jadi 1:18:32 11% nanti ada ada ada 1:18:34 kebijakan-kebijakan pajakah khawatir 1:18:37 pajak karbon misalnya harusnya kenakan 1:18:40 dulu kan ke industri-industri ekstraktif 1:18:42 tapi belum ada roadmap yang jelas bisa 1:18:44 jadi nanti kenanya ke manaa gitu kan ke 1:18:48 masyarakat dan lain-lain uangnya bukan 1:18:50 digunakan untuk ee pembangunan 1:18:52 lingkungan hidup tapi mensubsidi kereta 1:18:54 cepat Nah itu bisa jadi terjadi nah itu 1:18:56 yang mungkin kita harus antisipasi ke 1:18:58 depannya ini ee Gimana caranya mereduksi 1:19:01 resiko dan juga mau enggak mau E mencari 1:19:05 solusi agar proyek ini kalau disubsidi 1:19:07 negara jangan menggunakan beban baru 1:19:09 kepada masyarakat apalagi sampai geser 1:19:12 subsidi kayak JKN itu PBI yang alasannya 1:19:16 datanya Mau dirubah nih karena transisi 1:19:19 data Jadi yang R juta itu bukan di Kik 1:19:22 ya ya bukan ditendang dari sistem JKN 1:19:25 tapi mau ditransisi data itu kan alasan 1:19:27 aja alasan-alasan pemerintah gitu tapi 1:19:30 Intinya kalau sampai akhirnya 1:19:33 mengorbankan 1:19:34 subsidi atau kemudian juga mengorbankan 1:19:37 perlindungan sosial padahal sekarang 1:19:39 dalam tahap pemulihan yang belum merata 1:19:42 kelas menengah bawah masih tunggu 1:19:43 panggilan kerja nah ini nanti akan 1:19:46 menimbulkan juga rasa ketidakadilan tadi 1:19:49 gitu injusti-nya inequality-nya sangat 1:19:52 rasa 1:19:53 kok yang orang kaya disubsidi tiket 1:19:56 kereta cepatnya sementara yang bawah 1:19:59 harus menanggung dengan pencabutan 1:20:01 banyak sekali social safet itu yang kita 1:20:05 gak ingin 1:20:08 terjadiitu Terima 1:20:10 kasih jadi dilemtis juga 1:20:13 ya ujung-ujungnya Sangat memberatkan 1:20:16 keuangan negara dan bisa jadi hutang 1:20:19 makembeng 1:20:21 jugahjung-ujungnyautang tahun depan aja 1:20:23 sudah 400 triliun lebih bayar bunganya 1:20:26 aja loh 1:20:28 ya nanti ditambah top up itu juga 1:20:31 lumayan tuh dari kereta cepat kalau mau 1:20:33 masukin lagi 1:20:35 I Baik terima kasih Mas kita ke Bung 1:20:39 lagii e dengan beratnya keuangan negara 1:20:43 dan tidak berdampak langsung kepada 1:20:46 kemakmuran 1:20:48 rakyatyek cepat ini sangat berorientasi 1:20:51 kepada 1:20:53 untuk memenuhi kebutuhan beberapa 1:20:56 pengembang 1:20:57 proyeknya dari sisi asas keadilan dan 1:21:01 cita-cita undang-undang dasar untuk agar 1:21:03 keuangan negara itu untuk 1:21:04 sebesarbesarnya kemakmuran rakyat di 1:21:06 sini tidak tercapai 1:21:09 nah Bagaimana 1:21:12 harusnya para wakil rakyat menyikapi ini 1:21:16 dan 1:21:17 juga intelektual ya agar sudah sangat 1:21:20 banyak 1:21:21 sekali kebijakan yang aneh ya oleh 1:21:25 pemerintah tetapi eh sepertinya k 1:21:28 adamayam saja negara kita ini membiarkan 1:21:32 segala 1:21:33 kesalahan berlangsung 1:21:35 gitu selalu ada ujian akhir itu dan kita 1:21:40 harus ambil konsekuensi itu Saya kurang 1:21:42 setuju dengan atau tidak setuju dengan e 1:21:45 keragu-raguan saudara Bima tadi bahwa ya 1:21:48 iniah tanggung maka kita mesti 1:21:50 aturemikian rupa supayaak bebani lagi 1:21:53 itu artinya kita bikin analisis Untuk 1:21:55 membatalkan sendiri premis kita bahwa 1:21:57 ini kacau kan kita bisa coba saya uji ya 1:22:02 Jalan pikirannya ini ada sangkos itu ke 1:22:05 mana sangkos ini kita 1:22:07 bebankan dibebankan pada 9 juta anak 1:22:11 yang lagi stunting 1:22:14 Sekarang dia yang akan hadapi itu tuh 1:22:18 tetapi kita juga bisa ambil cara yang 1:22:20 betul-betul radikal 1:22:23 yaitu end game pemerintah Ini harus 1:22:25 selesai sebelum 1:22:26 2024 supaya kita ada alasan untuk 1:22:29 mengalihkan sang ini sebagai biayatik 1:22:33 bur sehingga kita bisa denganinaak 1:22:37 kitaakemuisa bilang begitu Itu yang 1:22:39 dilak O mahtir jadi kita runtun di dalam 1:22:44 menguji publicy kalauak Nanti orang akan 1:22:47 Bil 1:22:49 men 1:22:51 iniususkan Tapi nanti jangan terlalu 1:22:54 banyak ambil kesjakteran sosial tuh itu 1:22:56 yang akan dipinter-pinter di sidang 1:22:58 kabinet tuh jadi sebaiknya sekali kita 1:23:01 pakai fondasi moral kita teruskan 1:23:04 fondasi itu tu sekali kita baca theory 1:23:07 of moral sentimen udah kita pastikan 1:23:10 bahwa Adam Smith tidak menginginkan 1:23:12 keuntungan oligarki bahkan judul bukunya 1:23:14 ada Of Nation itu bukan oligar nah itu 1:23:18 soal jadi saya mengerti bahwa kita cemas 1:23:21 seolah-olah nanti kalau enggak selesai 1:23:23 bimana bebannya kalau diterusin enggak 1:23:25 bisa tu lalu kita ragu-ragu enggak boleh 1:23:28 ada keragu-raguan pada bagian buruk dari 1:23:30 rezim ini itu kita harus ambil risiko 1:23:33 itu yaitu end game supaya Pemilu 2024 1:23:37 tidak lagi dijadikan peternakan oligarki 1:23:40 untuk membenarkan seluruh kekacauan yang 1:23:43 dibuat oleh Presiden Jokowi jadi sekali 1:23:46 lagi demi itu saya ingin agar supaya 1:23:48 kita dituntun oleh public eics yang 1:23:51 maksimal jangan tanggung alamualaikum 1:23:53 warahmatullahi 1:23:56 wabarakatuh Baik terima kasih Bung 1:24:00 atas pandangan 1:24:02 endame demikian Eh tiba kita di akhir 1:24:06 acara sahabat-sahabat sekalian e tema 1:24:10 malam ini sangat menarik banyak ilmu 1:24:12 yang kita dapatkan dari Bang Faisal Bung 1:24:15 ya masim 1:24:17 Pak Iin karena beliau adaara yang tidak 1:24:21 bisa digal kan dia mau ke Bandung itu 1:24:24 naik kereta 1:24:27 cepat Iya iya jadi titip salam tidak 1:24:31 bisa memberikan closing idea satu 1:24:33 closing statement sehingga closing 1:24:36 statement kita nanti 1:24:38 eh untuk awal kepada Bang Faisal Basri 1:24:42 dipersilakan untuk memberikan closing 1:24:44 statement atau closing ideas istilah di 1:24:46 ilt ini 1:24:48 bang 1:24:49 eh pertama yang ingin eh saya 1:24:54 sampaikan adalah usut 1:25:00 tuntas potensi 1:25:02 korupsinya ya 1:25:04 ee e periksa Rini 1:25:08 Sumarno yang menjadi duta besar 1:25:12 ee khusus jadi Pak Jokowi itu mengangkat 1:25:17 ee 1:25:18 menteri-menteri tugas khusus jadi 1:25:22 sudirma Said dulu Menteri yang bertugas 1:25:25 untuk Timur Tengah ada yang untuk Korea 1:25:27 dan eh buini China jadi Pak Jokowi yang 1:25:33 Nah ada deal-deal apa sehingga Rini 1:25:37 Sumarno itu yang tidak ada kompetensinya 1:25:40 ngurusi transportasi kok jadi 1:25:43 seolah-olah penentu gitu 1:25:45 ya E ungkap tuntas ya Nah kalau ungkap 1:25:49 tuntas terbukti ada korupsinya karena 1:25:53 potensi korupsi Rini Sumarno cukup 1:25:55 banyak saya ada lagi dia memaksa bulok 1:25:59 untuk mengambil alih perusahaan bobrok 1:26:01 swasta jadi bulok beli perusahaan bobrok 1:26:04 namanya eh Kamajaya perusahan si 1:26:07 Kamajaya Gendis madu manis itu juga 1:26:09 disuruh oleh eh Rini jadi 1:26:14 eh banyak sekali ya potensinya supaya 1:26:18 kita jelas tahu gitu Oh kalau korupsi ee 1:26:22 ya Siapa saja yang terlibat Siapa saja 1:26:24 yang menerima uang eh terus eh kita 1:26:29 tuntaskan jadi Once and for all kemudian 1:26:34 kedua bisa dimodify barangkali tapi 1:26:37 harus cepat ya Jadi kalau nunggu tahun 1:26:40 depan ya udah jadi apa yang mau 1:26:43 di di batalkan lagi gitu nah bisa 1:26:47 dimodify yang saya katakan tadi 1:26:50 alternatifnya sebagian bisa dipakai 1:26:52 untuk Jakarta Surabaya kan ee bagus di 1:26:56 Jakarta Surabaya itu ee 1:26:59 ee permukaannya datar Jadi enggak usah 1:27:02 bikin 13 tanol segala macam begitu jadi 1:27:06 lebih mudah dan bisa saja kalau di 1:27:08 Jepang itu kereta cepatnya itu elevated 1:27:12 di atas rel yang ada Jadi tidak usah 1:27:14 pembebasan tanah lagi tuh ya di di rel 1:27:17 di atas rel kereta yang ada macam-macam 1:27:19 deh gitu ya yang kita bisa ee elab 1:27:22 jadi ee untuk mengurangi kerugian nah 1:27:29 kemudian ya Menurut saya Eh Pak Jokowi 1:27:33 eh berubahlah ya eh semua keputusannya 1:27:37 ini udah udah banyak sekali ya tadi saya 1:27:40 katakan masela gak ada e kejelasannya 1:27:43 kereta cepat juga jangan dia ngimpi 1:27:46 semalam Terus besoknya dia perintahkan 1:27:48 menterinya untuk untuk melaksanakan ya 1:27:52 semua harus dilandasi oleh EE proses 1:27:55 perencanaan yang baik dan desain 1:27:58 kebijakan publik yang bisa dipertanggung 1:28:00 jawabkan kalau tidak Maaf Pak Jokowi Eh 1:28:04 kalau Pak Jokowi gini terus Semakin lama 1:28:07 Bapak menjadi presiden semakin banyak 1:28:10 pererusakan yang terjadi dan semakin 1:28:11 sulit untuk di 1:28:13 eh selesaikan gitu ongkosnya terlalu 1:28:16 mahal untuk mempertahankan Pak Jokowi 1:28:18 Kalau Pak Jokowi enggak mau berubah 1:28:20 kasih ya 1:28:22 Terima 1:28:23 kasih Luar 1:28:27 biasa ini salah 1:28:31 satu yanging 1:28:34 ber yang 1:28:41 [Musik] 1:28:51 adakil okah Tapi ini kalau buat kita sih 1:28:54 jadi lesson Le aja L jadi kalaupun ini 1:28:56 jadi terakhir yang e bobrok atau proyek 1:29:00 yang memang bermasalah kita harus 1:29:02 pelajari karena jangan sampai kereta 1:29:05 cepat satu hal tapi tadi dari data data 1:29:09 itu laporan itu mengungkap banyak sekali 1:29:11 proyek-proyek yang bermasalah jadi 1:29:13 jangan sampai ini adalah puncak gunung S 1:29:16 Jadi mungkin seri-seri berikutnya bisa 1:29:18 dibedah satu persatu proyek dalam 1:29:21 kerangka inisiatif atau jalur sutra 1:29:23 China yang ternyata punya dampak negatif 1:29:26 secara lingkungan resiko 1:29:30 APBN dan juga secara pemanfaatan ekonomi 1:29:33 jangka panjang itu aja sih 1:29:37 makasihokasiama 1:29:40 Bang makasih bang ya terima 1:29:44 [Musik] 1:29:46 kasih Oke kalauitu saya naik lagi 1:29:49 provokasinya 1:29:50 ya tadi betul tadi orang mau mau bongkar 1:29:54 ini bagaimana mulainya tuh ide Fasi tadi 1:29:58 betul 1:29:59 Eh R Sumarno harus diusut tapi nanti ada 1:30:03 konsekuensinya tuh siapa yang mau jadi 1:30:05 saksi 1:30:06 Eh pada Rini Sumarno saya usulkan Ibu 1:30:10 Mega karena Ibu Mega l yang paling 1:30:12 banyak tahu tentang kelakuan Rini 1:30:15 Sumarno kan itu logikanya begitu Jadi 1:30:17 siap-siap R Sumarno diinvestigasi dan 1:30:20 saksi utama adalah ibu Mega Presiden 1:30:23 Megawati pada waktu itu tuh nah 1:30:25 sebaliknya kalau terjadi end game yang 1:30:28 akan di periksa bukan R Sumarno tetapi 1:30:31 Presiden Jokowi saksinya adalah R 1:30:34 Sumarno 1:30:35 begitua melihat kasusnya itu kira-kira 1:30:37 itu intinya itu kenapa karena semua ini 1:30:41 berlangsung di dalam teori besar black 1:30:44 market of Justice itu black market of 1:30:47 power jadi ada pasar gelap kekuasaan di 1:30:50 balik kasus-kasus besar semacam ini 1:30:52 kira-kira itu intinya itu Terima kasih 1:30:54 baik ee terima kasih Bung Roki 1:30:57 sahabat-sahabat sekalian ee luar biasa 1:31:00 acara Indonesia stok pada malam ini 1:31:03 paparan data pandangan dan closing 1:31:06 statement dari para narasumber dan EE di 1:31:10 periode kedua pemerintahan Pak Jokowi 1:31:12 ini kita seakan-akan ee dari hari ke 1:31:15 hari menyaksikan berita baru 1:31:18 kebijakan-kebijakan yang mengusi akal 1:31:20 sehat dan EE mencederai hati nurani kita 1:31:23 gitu ya rasa keadilan rakyat dan 1:31:26 mudah-mudahan tadi saya ingin mengutip 1:31:29 kembali pernyataan Bang Faisal Basri 1:31:32 kita harapkan Pak Jokowi bisa sadar mau 1:31:36 mengdebankan akal sehat hati nurani yang 1:31:39 paling penting adalah agar bangsa ini 1:31:42 bisa terselamatkan ya tidak perlu harus 1:31:44 mengejar e monumen-monumen yang tidak 1:31:48 berkaitan langsung dengan kesejahteraan 1:31:50 rakyat dan ee rasa keadilan rakyat 1:31:53 Terima kasih sampai ketemu pada acara 1:31:55 indival ST pada pekan depan 1:31:58 asalamualaikum warahmatullahi 1:31:59 wabarakatuh 1:32:03 Waalaikumsalam itu kesimpulan tuh 1:32:05 seolah-olah 1:32:20 bijak