Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa ba'du. Rbana zidna ilman
- nafi'an warzuqna fahman taman. Amin ya
- rabbal alamin. Dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi, Radio Silaturahim dan
- Rasil Visual untuk Islam yang satu.
- Bagaimana kabarnya Iwan Wan Akhwat di
- sore hari ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat dan semoga selalu dalam
- lindungan Allah subhanahu wa taala. Amin
- ya rabbal alamin.
- Baik, Wawat. Senang sekali jumpa lagi
- bersama kami dalam program tausiah sore
- dan bersama Ustaz Amin Nuroni. Dan
- alhamdulillah Ustaz Amin Roni telah
- hadir bersama kami di studio. Mari kita
- sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat Ustaz ya?
- Alhamdulillah sehat. Masyaallah.
- Alhamdulillah. Dan ifanwat kita ee kali
- ini edisi hari Rabu 8 Agustus 2018 atau
- bertepatan dengan 26 Zulkaidah 1439
- Hijriah. Dan tausiah sore kali ini
- membahas ayatul ahkam dengan tema
- mencari kebenaran berita. Dan bagi
- wanahwat yang di rumah sedang menyimak
- kami melalui radio atau melalui YouTube
- di channel Rasil TV dapat membuka surah
- Al-Hujurat ayat ke-6 sampai 10.
- Bagi wanawat ingin menyimaknya langsung
- bisa membuka Qurannya surat Al-Hujurat
- ayat 6 hingga 10. Ayatul ahkam tema
- mencari kebenaran berita. Kepada ustaz
- kami persilakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofiliya wal mursalin.
- Waa alihi wa ashabihi waman tabiahum
- bisanin ila yaumiddin. Amma ba'd.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat pendengar
- Rasil dan pemirsa Rasil TV yang
- berbahagia. Alhamdulillah
- sore hari ini karena izin Allah semata
- kita dipertemukan meskipun lewat udara
- dalam acara silaturahim kajian sore.
- Mudah-mudahan pertemuan kita sore hari
- ini dengan mengetengahkan ayat-ayat
- Allah untuk kita baca, untuk kita
- tafakuru, untuk kita tadabburi, untuk
- kita telaah.
- Mudah-mudahan Allah turunkan rahmat ke
- tengah-tengah kita dan Allah datangkan
- bala tentaranya malaikat untuk selalu
- mendoakan kita bersama. Amin. Allahum
- amin.
- Pada kesempatan sore hari ini kajian
- tentang ayatul ahkam kita akan bedah
- kaitannya tentang bagaimana mencari,
- bagaimana membuktikan kebenaran tentang
- berita.
- Dan
- sengaja tidak hanya satu ayat yang kita
- baca pada sore hari ini bisa dibuka dari
- ayat yang ke-6 sampai dengan ayat yang
- ke-10.
- Dan ayat-ayat ini semakin kita baca,
- semakin kita dalami, semakin kita
- renungkan,
- dan semakin kita telaah
- tentang penafsirannya dari para ulama
- dan pendapat para ulama berkaitan
- tentang ayat ini. Masyaallah, memberikan
- inspirasi yang begitu banyak pada diri
- kita insyaallah. Apalagi
- di sini kaitannya tentang mencari
- kebenaran berita.
- disangkutpautkan tentang kehidupan
- muslimin yang bersaudara
- dan kemudian dihadapkan pada dinamika
- hidup muslimin yang boleh jadi dalam
- perjalanan sejarah mereka mengalami
- perbedaan, perselisihan, pertikaian dan
- percerai dan peperangan bahkan
- masyaallah.
- Namun boleh jadi segala bentuk
- dinamika kaum muslimin yang telah kita
- bisa baca dalam sejarah hingga hari ini
- dan kemungkinan juga akan terus kita
- pantau dan kita lihat, kita perhatikan
- tentang sejarah muslim pada masa yang
- akan datang,
- ayat-ayat, firman-firman Allah itu akan
- menjadi inspirasi, akan menjadi solusi.
- akan menjadi pelajaran
- sekaligus dia menjadi guiden bagi kita
- untuk meniti perjalanan hidup ini agar
- kita selamat dunia dan akhirat agar
- kehidupan kaum muslimin bahagia hidup
- dalam kebersamaan, hidup dalam
- ketentraman baik di dunia maupun di
- akhirat. Hal-hal yang ditimbulkan dari
- hawa nafsu, dari bisikan setan yang bisa
- memicu permusuhan, pertikaian. Ternyata
- Allah berikan solusinya melalui
- ayat-ayatnya yang turun kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi surah Al-Hujurat ayat yang ke-6,
- ayat yang keet7, ayat yang ke-8, ayat
- yang ke-9 dan 10 ini rangkaian ayat
- dengan munasabah yang begitu indah.
- Satu titik permasalahan dikaitkan dengan
- permasalahan berikutnya dan ini akan
- menjadi solusi yang baik untuk kita.
- Apalagi
- para ulama menyebutkan bahwa surah
- al-Hujurat yang terdiri dari 18 ayat
- dengan jumlah lembaran tidak banyak
- hanya sekitar 2 halaman setengah.
- Itu kurang lebih atau bahkan hampir tiga
- halaman. Ini semuanya bicara tentang
- masalah akhlak, bicara tentang masalah
- adab. Inilah yang menarik untuk kita
- bedah kembali, kita kaji kembali, kita
- buka kembali, kita tadaburi kembali
- untuk bisa melahirkan mutiara-mutiara
- ilmu di balik ayat-ayat yang sering kita
- dengar dan sering kita baca.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhalladzina
- amanu in jaakum
- fasiqu binabin fatabayyanu an tusibu
- quam bijahalah
- an tusibu quaumam bijahalatin
- fatusbihu ala maa fa'altum nadimin
- wa'lamu
- anna fikum rasulallahi lau yutiukum
- hababaikum
- imana waahu fi qulubikum waaraha
- ilaikumulfra
- wal fusuq wal isyan
- ulaika humur rasyiduna fadlam minallahi
- wa nikmah wallahu alimun hakim
- wain thatani minal
- ukhra faqatilati
- tabhi hatta tafi ila amrillah fain faat
- faaslihu bainahuma billi wa aqsitu
- innallaha yuhibbul muqsitin
- innamal mukminuna ikhwatun faaslihu
- Sqallahulim.
- Pendengar Rasil dan pemirsa Rasil TV
- yang berbahagia. Itulah ayat-ayat yang
- akan kita tadaburi pada sore hari ini
- dengan tema yaitu mencari kebenaran
- berita.
- Saya tertarik dengan bagaimana
- cara penafsiran yang dikemukakan oleh
- Departemen Agama dalam tafsirnya.
- termasuk juga oleh Imam almaraghi dalam
- tafsirnya
- atau dalam beberapa tafsir yang lain. di
- mana tafsir-tafsir yang disebutkan tadi
- dalam memberikan penjelasan ayat itu
- diawali dengan ada beberapa kata yang
- mungkin menarik dan juga perlu didalami
- yang dimunculkan
- sebelum kemudian dikaitkan dengan atau
- munasabah dengan ayat sebelum dan
- sesudahnya
- dan juga bagaimana
- diberikan pemahaman secara ijmali,
- secara global. Kemudian ditampilkan juga
- asbabun nujul dan kemudian baru
- disyarahkan, ditafsirkan secara luas.
- Masyaallah. Ini banyak metode-metode
- tafsir yang muncul belakangan. Para
- ulama telah menyusunnya begitu indah
- yang semuanya itu menjadi khazanah ilmu
- pengetahuan bagi kita.
- Semakin banyak referensi yang kita baca,
- kemudian kita renungkan dan kita ambil
- intisari dari banyak pemahaman yang
- dikemukakan oleh para ulama itu akan
- menjadi lebih sempurna dalam kita
- memahami ayat-ayat Allah.
- Maka pada surah al-Hujurat ayat yang ke
- yang ke-6 sampai dengan ke-10 ini
- pertama ya di sana dimunculkan kalimat
- al-fasik.
- Apa itu fasik? Yang sering kita
- terjemahkan fasikun orang yang fasik.
- Fasikin
- bentuk jamak dari kata fasik yaitu dalam
- artian jamak mudakar salim yang
- menunjukkan orang banyak, orang-orang
- fasik.
- diterjemahkan di sini adalah wal kharij
- an hududiddin
- dikategorikan
- dia sebagai orang yang fasik adalah
- orang yang keluar dari syariat Islam
- an hududiddin dari batas-batas agama
- kalau seseorang
- sudah keluar sudah melakukan banyak
- pelanggaran, sudah melampaui ee hudud,
- yang telah Allah tetapkan,
- maka dia adalah orang yang disebut
- fasik.
- Bisa dia artinya meninggalkan syariat
- Islam secara keseluruhan atau
- sebagiannya. Itu juga dikatakan adalah
- orang-orang yang fasik.
- Hal ini kalau dilihat secara bahasa
- orang Arab disebutkan di sini fasaqatbu
- idza kharaja minal qusrah.
- Artinya
- keluar ee keluar mekar merekah itu
- namanya kurma. Apabila dia ee apa
- terbuka
- atau keluar bijinya. Minal qusrah
- kharaja minal qusrah.
- Ya, itu di menggunakan kalimat kharaja.
- Di sini fasaqaratbu id kharaja. Jadi
- orang fasik itu dikatakan fasik secara
- bahasa asalnya itu karena ia keluar dari
- ketentuan syariat Islam baik keseluruhan
- maupun sebagian.
- Nah, itu yang kalimat pertama yang
- dimunculkan. Jadi, ketika kita nanti
- baca ya ayyuhalladzina amanu in jaakum
- fasikum binaba. Itu artinya fasik.
- Apabila datang, hai orang-orang yang
- beriman, apabila datang kepada kalian
- fasikun, orang yang fasik, artinya orang
- yang keluar, telah banyak keluar dari
- syariat baik sebagian ataupun
- keseluruhannya.
- Binaba
- dalam bahasa Arab ada nabaun itu bmakna
- khabar.
- Namun disebutkan oleh Imam Arrahib
- Al-Asfahani
- bahwa tidak setiap tidak setiap khabar
- itu naba. Tapi kalau naba itu sudah
- otomatis dia khabar. Mas Panji nih ya
- kalau di kajian dalam bahasa. Jadi kalau
- khabar itu ya berita besar, berita kecil
- bisa dikatakan itu khabar. Tapi belum
- tentu khabar itu pada mencapai pada
- tingkatan naba.
- Tapi kalau naba itu memang berita yang
- besar
- ditandai dengan memberikan dampak yang
- yang besar. Maka kalau kita baca seperti
- dalam surat Annaba ya, amma yatasaalunin
- nabailim.
- Atau ketika burung hudhud datang
- menghadap Sulaiman, dia bawa berita
- dengan binaba yakin dengan berita yang
- sangat meyakinkan
- itu annaba. Maka Imam Arrah menyebutkan,
- wala yuqolu lil khabar nabaun illa idza
- kana d faidah azimah wabihi yahsilu ilm
- a khabatizon.
- Jadi belum dikatakan bahwa naba hingga
- ia memiliki manfaat yang besar yang
- dilasi dengan ilmu dan dugaan keyakinan
- yang meyakinkan
- itu baru disebut dengan naba.
- Nah, jadi kalau berita itu besar, dampak
- manfaatnya itu besar dan juga diiringi
- dengan ilmu dan dugaan yang sangat
- meyakinkan itu baru namanya naba. Nah,
- jadi makanya pada ayat ini tidak hanya
- sembarangan naba, nanti bisa terlihat
- pada
- bisa terlihat pada asbabun nuzulnya.
- Nah, maka pada ayat ini Allah Subhanahu
- wa taala menjelaskan apabila datang
- seorang fasik yang membawa berita, nah
- naba tadi berita yang besar. Sehingga
- kalau kita lihat bagaimana asbabun
- nuzul, tanda atau bukti tentang naba ini
- ditampilkanlah oleh beberapa tafsir
- tentang riwayat.
- an ibni abbas anal ayah nuzilat fil
- walid bin uqbah bin abi muidwa
- ayat ini berkaitan tentang peristiwa
- sahabat walid bin uqbah bin abi muid
- waana qod baahu rasul rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam ila bani
- mustoliq liudqah
- ketika
- walid bin uqbah
- bin abi muid ini diutus oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ke kabilah
- Bani Mustaliq yang ditugaskan untuk
- mengambil zakat. Falamma atahumul khabar
- farahu bihi wahaju yastaqbilunah.
- Ketika Bani Mustaliq mendengar bahwa
- akan ada utusan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang akan mengambil ee
- zakat mereka. Bergembiralah mereka
- sehingga mereka keluar dari rumah untuk
- menyambut utusan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Siapa tadi utusannya?
- Walid bin Ukba. Falamma huddisa
- bidzalikal walid hasaba annahum ja
- likitalih.
- Ternyata kegembiraan bani mustik keluar
- dari rumah mereka karena bahagia
- dipahami diduga berbeda. Diphami berbeda
- oleh walid. Hasaba annahum jau
- likitalih. Justru yang muncul dugaan
- yang apa yang membuat dia takut. Dia
- pikir bahwa Bani Mustaliq ini tidak
- senang dengan kedatangannya
- yang ia yang mereka siap untuk
- membunuhnya. Farajaaqbla ayadrukuhu
- wa akbar Rasulullah wasallam. Maka Walid
- balik arah kembali ke Madinah
- tanpa menemui mereka dan kemudian
- menceritakan kepada Rasulullah sahu al
- wasallam annahum manauz zakah dengan
- berita bahwa Bani Mustaliq menolak untuk
- diambil zakatnya.
- Rasul wasam khotban maka kemudian
- Rasulullah sahu al wasallam marah
- wainama
- hua yahdisu nafsahu ayahzuhum
- atahul waf faqalu ya rasulallah innaisna
- anna rasulakaun minisf
- nah hingga kemudian
- bani mustaliq ini e apaainama hua
- yahdisu nafsahu ayahzuhum
- Nah, hingga kemudian diklarifikasi bahwa
- eh Uqbah bin Uqbah bin ee Uqbah Alwalid
- bin Uqbah ini diduga e dia apa? Dia
- kembali di tengah perjalanan. Wa inna
- khina annahu innama rodahu.
- Bahwa sesungguhnya kami kata bani mustik
- itu eh wa inna khinaahu inamaahu
- naubillahiumitabiqina
- inakumba.
- Kemudian ketika kami ceritakan bahwa
- utusannya itu kembali di tengah
- perjalanan, kami kata Bani Mustaliq itu
- khasina khawatir.
- Khawatir dengan apa yang ditangkap oleh
- utusannya itu. Boleh jadi berita yang
- tidak sama yang ternyata memang benar
- bahwa Uqbah bin Walid bin Uqbah ini
- menduga bahwa mereka ditolak.
- Dan tentu akan menimbulkan kemarahan
- Rasulullah.
- Wa inna naud naubillahi min gabihi. Dan
- kami kemudian segera kata Bani Mustali
- itu menemui Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ee supaya tidak ada kemarahan
- dari Allah, kemurkaan dari Allah dan
- dari Rasul. Faanjalahu adrahum. Kemudian
- Allah turunkan untuk alasan mereka fil
- kitab dalam kitab dalam Alquran. Ya
- ayyuhalladzina amanu in jaakum fasqu
- binaba. Masyaallah. Jadi Utbah bin Walid
- ini membawa berita
- karena dugaan di mana Bani Mustaliq itu
- menolak untuk diambil zakatnya. Padahal
- mereka mau menyambut utusan Rasul. Tapi
- justru utusannya ini disambut takut dan
- ber dan berpemikiran beda. Sehingga
- khawatir juga Bani Mustaliq kalaulah
- berita yang dibawa oleh utusannya ini
- berbeda dengan apa yang ingin mereka
- lakukan sehingga mereka menemui
- Rasulullah sahu alaihi wasallam sehingga
- menjadi jelas beritanya bahwa ee berita
- yang disampaikan Rasul hingga kemudian
- Rasul mengutus pasukan ke sana itu
- ternyata berawal dari berita yang tidak
- benar dan ini sangat berbahaya.
- Masyaallah sangat berbahaya. Nah, ini
- diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi
- Hatim Wattabrani wa Ibnu Mardawih.
- Waqala Ibnu Katsir, w min ahsani marwiya
- fi sababin nuzulil ayah. Ibnu Katsir
- menyebutkan bahwa ini adalah asbabun
- nuzul atau riwayat tentang asbabun nuzul
- ayat ini yang terbaik menurut Ibnu Ibnu
- Katsir. Walaupun ada banyak
- perbincangan, ada beberapa perbincangan
- di kalangan para ulama yang berkaitan
- tentang kredibilitas para sahabat. Apa
- iya? sekelas sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam Walid bin
- Uqbah dia membawa berita atau dia
- termasuk dalam kategori orang yang
- fasik. Jadi ini contoh. Jadi naba itu
- adalah berita berita yang besar
- manfaatnya juga besar dampaknya. Nah itu
- naba. Karena dikatakan itu naba kalau
- memang itu adalah mengandung ilmu,
- mengandung faedah dan berdasar atas
- fakta dan keyakinan yang kuat. Itulah
- naba. Nah, binabain fatabayyanu.
- Nah, di kalimat fatabayyanu artinya
- tasabut. Tidak hanya sekedar apa?
- Mencari, mentabayyun, menjelaskan, tapi
- juga artinya juga me
- mencari keterangan ee mencari
- legalitasnya tentang berita itu,
- mengidentifikasi, meneliti sehingga
- jelas beritanya. kevalidan beritanya itu
- jelas. Nah, maka tabayyun perintah di
- sini tabayyun a tasabut ya. Jadi tidak
- hanya ee mengidentifikasi
- sekaligus juga meneliti untuk
- membuktikan tentang
- apa? Validitas satu berita. Nah, ini
- sudah menjadi standar dalam Islam gitu
- ya. Jadi berita itu ternyata tabayun.
- Harus tabayun. Tabayun itu apa maknanya?
- Tasabut. Pertama tadi apa?
- Mengidentifikasi. ini berita ini benar
- atau tidak? Benar atau tidak? Kemudian
- diteliti dari mana sumbernya. Nah,
- kemudian nah dari data-data yang ada
- baru nampak tentang valid atau tidak
- berita itu. Layak tidak. Masyaallah
- sampai begitu. Jadi kaitannya tentang
- ini luar biasa. Kemudian
- ee ayat yang berikutnya eh ayat ee
- kalimat yang berikutnya adalah nadimin.
- Apa itu nadimin? Di sini disebutkan
- nadim ya kan ee artinya mutakhamm
- laziman mutamanina annahu lam yaqo. Jadi
- nadimin itu artinya bisa menjadi
- penyesalan. Jadi kalau kita sembarangan
- dalam artian men-share apa menyampaikan
- berita yang belum valid. Nah itu bisa
- menjadi satu penyesalan ya. Apalagi
- penyesalan ini berkait tentang nasib dan
- keburukan orang lain. Masyaallah. Jadi
- dikatakan nadimin itu kalau
- menggelisahkan.
- Sehingga ketika menggelisahkan bagi
- penshare yaemberi pembawa berita ini dia
- berkeinginan betul untuk tidak terjadi.
- Itu itu namanya nadim. Jadi ya Allah
- mudah-mudahan tidak terjadi,
- mudah-mudahan tidak terjadi begitu kan.
- Karena sudah ter apa? Terssiarnya satu
- beri berita. Nah, jadi faasbahu nadimin.
- Jadi berita yang sembarangan disampaikan
- tidak melalui tadi identifikasi
- penelitian sehingga tidak jelas
- validitasnya itu bisa menjadi
- penyesalan. Penyesalan nadimin. Nah,
- maka disebut di sini nadimin artinya ya
- tadi itu apa? ee berita yang
- menyesakkan dan berkepanjangan
- itu. Jadi berhara kalau nadimin itu apa
- ya? Gusar gitu loh. Jadi nadim itu
- gusar. Marah marahnya itu karena dia
- ceroboh gitu. Nadim marah karena dia
- ceroboh marahnya sehingga timbul
- perasaan mudah-mudahan tidak terjadi.
- Lam yaqo disebutkan di sini ya kan.
- Sehingga laannahu lam yaqo. Dia berharap
- supaya itu tidak terjadi, tidak
- menyebar, tidak mengenal. Masyaallah,
- itu nadimi. Nah, ini jadi satu etika.
- Betapa besarnya kaitan tentang ee apa?
- Tentang pengaruh berita yang dibawa oleh
- orang-orang yang fasik. Nah, kemudian
- lanjut kepada wa'lamu annafikum
- rasulallah. Ini nanti kita akan lebih
- indah betul ketika kita sambungkan
- antara ayat satu dengan ayat yang lain.
- Namun sekarang masih berkaitan tentang
- makna ayat. La anittum. Nah, di situ
- kan.
- Artinyaumasahum
- di situ disebutkanum
- juh.
- Jadi kalau kalau lanitum itu artinya e
- terjatuh pada penyesalan, kepada
- kehancuran, kepada kecelakaan. Laanitum,
- kepada kesulitan, kepada kerusakan. Nah,
- jadi kalaulah kita mendesak untuk kepada
- Rasulullah, artinya bagaimana kita
- diajarkan oleh Allah berakhlak atau
- menempatkan, menguatkan, menghormati,
- takzim terhadap keberadaan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang beliau
- keberadaannya bisa menjadi solusi,
- menjadi klarifikasi dari berita-berita
- yang tidak yang tidak benar. Bagaimana
- dalam pandangan Islam? Bagaimana
- solusinya? Bagaimana Allah memberikan
- petunjuknya. Jadi begitu. Masyaallah.
- Jadi betapa indahnya di masa Rasulullah
- itu tentang walamu anna fikum rasulallah
- lautiukum f amri laittum. Ya kan? Jadi
- kalau kemudian mendesak kepada
- Rasulullah e tentang hal-hal yang
- diinginkan oleh banyak orang laittum itu
- akan menyulitkan juga. Kemudian akan
- menimbulkan kerusakan. Wal juhdi wal
- halaq. dan juga akan menimbulkan
- kehancuran, kebinasaan. Nah, itu dari
- beberapa ayat. Kemudian pada ayat yang
- ke yang berikutnya ada thaifah. Nah, ini
- kaitannya juga ini ayat yang berikutnya
- yang ke9 adalah kenapa bicara pada ayat
- ini justru kemungkinan kalau terjadi
- thaifah. Maka di sini thaifatun jamaatun
- aqalla minal firqah bidalil falaula
- nafar min kulli firqah. Nah, dalam
- Al-Qur'an kelompok ini ada istilah
- thaifah, ada istilah jemah, ada istilah
- apalagi nanti fiah gitu ya. Tapi thaifah
- ini jamaatun aqhalu minal firqah,
- kumpulan manusia yang lebih sedikit dari
- kategori firqah itu thaifah. Di sini
- tentu ada landasannya. Dalilnya adalah
- surah e At-Taubah ayat yang ke-12 kalau
- tidak salah.
- Nah, di sini kalau terjadi thaifah, ada
- sekelompok muslimin ya, kelompok kecil
- di kalangan muslim iktatalu yang mereka
- saling berselisih mereka saling ya
- mereka saling ber apa? berselisih,
- bertanaju, berperang. Faaslihu. Nah, di
- sini ada kewajiban muslimin untuk mereka
- mengislahkan. Jadi kewajiban untuk
- mengislahkan antara kaum muslimin. Coba
- hebat betul nih urutannya. Pertama
- bicara tentang berita kemudian bicara
- tentang bagaimana memposisikan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian bagaimana jika terjadi ya
- kisruh thaifah-tifah yang ada dalam
- jemaah kaum muslimin begitu. Masyaallah.
- Ini kan luar biasa. Di sini sebat
- thaifatun yatafaqofi. Baru kemudian ayat
- yang ke-10 ini juga menarik. Innamal
- mukminuna ikhwatun. Ya kan ikhwah yang
- menjadi jamak dari akhun yang mestinya
- kalau muslim mukmin itu kan bersaudara.
- Ee Mas Panji mukmin, saya mukmin
- bersaudara. Mestinya persaudaraan yang
- bukan nasab dalam bahasa Arab itu
- menggunakan kata ikhwan bukan ikhwah
- kan. Ikhwan. Nah, karena kalau jamak
- dari akhun yang menunjukkan nasab
- sebenarnya Mas Panji adik saya berarti
- jamaknya adalah ikhwah gitu ya. Tapi
- kemudian Al-Qur'an menggunakan innamal
- mukminun. Sesungguhnya orang-orang yang
- beriman mereka bukan satu keturunan,
- satu nasab. Ikhwah. Nah, Allah berikan
- gambaran kaikhwatin seperti saudara kan
- kandung. Masyaallah. Ini kan memberikan
- makna yang luar biasa. Nah, ya kan
- ikhwah maka disebut wal ikhwan fisodqah.
- Sementara jamak kata akhun dalam bentuk
- ikhwan itu mestinya dalam sedah. Sodq
- artinya sahabat. Nah, kalau dalam nasab
- mestinya sih ikhwah. Tapi sekarang
- begitu bicara tentang masalah muslim,
- semua mukmin, semua bersaudara. Tidak
- tidak terpengaruh apakah ada hubungan
- nasab atau ti tidak. Namun Allah
- menggunakan bentuk ikhwahnya di sini
- justru ikhwah yang mestinya saudara
- sekandung. Maka dalam beberapa literasi
- ya ini menjadi kalimat yang indah.
- Seakan-akan Allah menyebutkan innamal
- mukminina kaikhwah. Innamal mukminuna
- kaikhwah. Sesungguhnya orang-orang yang
- beriman itu mereka laksana satu saudara
- senasa sekandung itu. Waqilatul ikhwatu
- fiddin kal ikhwah. Maka Allah jadikan
- ikhwah dalam agama. Jadi kata-kata
- ukhwah persaudara yang mestinya satu
- kandung tapi ini bukan itu ikhwah kal
- ikhwah fin nasab seperti saudara nasab.
- Waanal islam abul lahum. Karena Islam
- itu seakan-akan sebagai bapak mereka dan
- mereka saudara ber mereka adalah muslim.
- Itu adalah semua ee saudara kandung
- dalam islam. Maka disebutkan wanal islam
- abul lahum. Islam itu menjadi bapak
- mereka. Jadi kalau bapaknya itu adalah
- Islam, maka semua yang memeluk Islam
- mereka seperti saudara satu nasab. Nah,
- inilah ayat yang bicara tentang ee
- innamal mukminuna ikhwatun. Nah, ini
- beberapa kata yang kita angkat dari
- penafsiran ee surah Al-Hujurat ayat 6
- dan sampai ayat yang ke-10. Ada kata
- fasik, ada kata naba, ada kata laanitum,
- ada kata apa? Thaifah, ada kata ikhwah.
- ini ee hal metode-metode menarik yang
- bisa kita lihat dalam penafsiran Depak
- juga penafsiran Imam Almarokhi untuk
- menambah pendalaman kita terhadap
- ayat-ayat yang akan kita kaji. Nah,
- kalau secara global coba lihat ya
- ayyuhalladzina amanu. Nah, kan seruan
- itu kalau dalam tafsir Assuud itu
- disebutkan ya kan dalam tafsir Assuud
- kalimat ya ayyuhalladzina amanu itu
- menunjukkan apa? sesuatu hal yang
- penting setelah panggilan itu ada pesan
- yang besar, larangan yang besar atau ada
- perintah yang sangat penting dan serius.
- Jadi orang-orang yang beriman itu diajak
- oleh Allah ya ayyuhalladzina amanu
- seakan-akan diseru orang-orang yang
- beriman dengan panggilan seruan yang
- indah itu. Kemudian di sana akan muncul
- nih setelah panggilan ya ayyuhalladzina
- amanu di sana ada hal yang penting, ada
- hal yang serius yang boleh jadi itu ber
- apa? bernuansa perintah ataupun larang
- larangan. Itu kalau ya ayyuhalladzina
- amanu. Yang kedua disebut kalimat ya
- ayyuhalladzina amanu agar kita itu
- tergugah bahwa kita perlu harus
- mempertahankan identitas keimanan kita.
- Begitu. Jadi ketika dipanggil ya
- ayyuhalladzina amanu ada hal yang
- penting di sana. Yang kedua, agar kita
- bersikap dengan identitas yang melekat
- pada diri kita. Itu orang yang beriman.
- Artinya apa? Identitas sebagai orang
- yang beriman ketika mendengar ayat ya
- ayyuhalladzina amanu apalagi arahan dari
- Allah baik berutap perintah maupun
- larangan samna wahanna. Nah itu sudah
- masyaallah itu sudah otomatis gitu kalau
- orang-orang yang beriman diseru ini
- panggilan biasanya sering ditafsirkan
- dengan panggilan yang sangat panggilan
- indah yang menghibur kaum muslimin. Ya
- ayyuhalladzina amanu ya Allah. Nah, jadi
- kalimat beriman
- kemudian memiliki keimanan, kemudian
- membenarkan kitab Allah, kemudian
- mengimani Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Itu yang melekat ya kan. Jadi
- kita dipanggil, "Hai orang-orang yang
- beriman, Anda nih orang yang beriman.
- Anda orang yang memiliki keimanan. Anda
- orang yang membenarkan kitab Allah.
- Karena yang akan dibacakan oleh Rasul
- itu adalah pesan dari Allah Subhanahu wa
- taala gitu. Jadi indah sekali kalau kita
- jabarkan dalam bahasa Indonesia arti ya
- ayyuhalladzina amanu ya kan di sana
- makanya banyak sekali Mas Panji tentang
- ayat-ayat yang bicara tentang Rasulullah
- ya seperti halnya kalau kita baca surat
- Annajm ini surah Alhujurat nanti surah
- Annajm begitu kenapa ser diulang-ulang
- ya kan ya kan wajmi id maa shohibukum w
- yantiquil hawa inua
- gitu kan dalam surat Annajm dan
- seterusnya lagi
- wqan
- untuk menetapkan nih rasul itu sebagai
- pribadi manusia pilihan Allah tidaklah
- yang dia ucapkan kecuali wahyu Allah
- sampai begitu penekanannya agar apa
- orang beriman itu gitu ya orang beriman
- itu memiliki sikap yang jelas oh ini
- wahyu Allah, maka harus kita kedepankan
- gitu loh kira-kira. Oh, ini wahyu Allah
- kita ke depan ini rasul utusan Allah.
- Dia tidak sembarang bicara, dia tidak
- akan mengatakan sesuatu atas dasar hawa
- hawa nafsunya. Begitu. Masyaallah. Ini
- kan sekarang lagi ya ayyuhalladzina
- amanu in jaakum fasikun binaba.
- banyaknya berita yang berita itu bisa
- saja menggelisahkan, bisa saja apalagi
- menghancurkan, bisa saja meresahkan,
- bisa saja menimbulkan mengakibatkan
- muslimin saling bertikai. Kan begitu
- kira-kira ketidakjelasan.
- Nah, dengan kalimat ya ayyuhalladzina
- amanu diikuti waamu anna fikum
- rasulallah gitu kan. Loh, solusinya di
- mana? Ada rasul. Rasul itu membawa wahyu
- Allah. Rasul itu membawa solusi tentang
- kehidupan dari Allah. Nah, jadi kan
- menarik kalau di di apa dimunasabahkan
- dengan ayat berikutnya. Tapi tidak pure
- bicara tentang etika bagaimana
- memberikan berita, menanggapi berita,
- meng-share berita. Tidak sebatas itu.
- Tapi ayat ini berkelanjutan. Wamu anna
- fikum rasulallah. Ini kan seakan-akan
- berkata kepada rasul dan para sahabat
- ayat ini loh. Hai orang-orang yang
- beriman, hai orang-orang yang percaya
- kepada Allah dan Rasul. Hai orang-orang
- yang membenarkan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Hai orang-orang yang mengakui
- apa yang dikatakan Rasul adalah wahyu.
- Ya kan? Nah sebaiknya untuk hal-hal yang
- sifatnya berita, permasalahan,
- kembalikan solusinya kepada Rasul. Waamu
- anna fikum rasulallah. Tempatkan
- Rasulullah. Subhanallah. Ini kan luar
- biasa. Nah, itu kira-kira begitu kan ya.
- Apalagi dalam Al-Qur'an. Kenapa
- diulang-ulang Rasul itu maksum,
- terpelihara? Terpelihara dari berbuat
- dosa. Terpelihara artinya dari salah.
- Kalaupun salah, Allah langsung menegur
- beliau. Gitu kan. Nah, tidak berkata
- berdasarkan wama yantiqu anil hawa.
- tidak berkata berdasarkan dengan hawa
- nafsu kecuali apa yang beliau sampaikan
- adalah wahyu dari Allah. Kemudian Rasul
- itu ada nubuwah. Nubah itu apa?
- Berita-berita baik yang berdekatan
- kejadiannya saat Rasul bicara ataupun
- mungkin jauh di masa yang akan datang.
- Itu kan jadi kita disebutkan walamu
- annafikum Rasulullah. Ketahuilah
- ketahuilah olehmu anna fikum. Di
- tengah-tengah kita itu ada rasul.
- Artinya rasulah yang membawa kebenaran.
- Kalau itu kebenarannya berupa wahyu,
- itulah yang ada dalam Al-Qur'an atau
- mungkin nubuwah Rasulullah. Sehingga
- kita akan dapati dalam hadis-hadis ya
- kan. Nah, bagaimana kok bisa berita ini
- membuat gaduh, bisa berita ini
- mencarut-marutkan, mencerai-beraikan
- muslimin. Mungkin kita tidak menempatkan
- Rasul. Artinya tidak menempatkan wahyu
- Allah, tidak menempatkan nubuwah dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- untuk menghadapi berbagai manja
- problema. Yang problema ini bisa membuat
- bingung, bisa membuat galau. Bagaimana
- kita harus bersikap nih ya kan?
- Bagaimana kita harus bersikap? Apalagi
- sering didengar di sini ada nasi
- tahun-tahun politik mau ke mana
- tempatkan wna fikum Rasulullah. Coba
- bagaimana Rasulullah memberikan solusi,
- bagaimana Al-Qur'an memberikan solusi,
- bagaimana nubuwah Nabi bicara tentang
- masa yang akan datang ya. Bagaimana
- dialog Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dengan Hudzaifah bin Yaman
- tentang Islam baik di masanya maupun
- sesudah sampai dengan masa yang akan
- datang. Sampai diceritakan panjang lebar
- betapa tajamnya pemikiran Hudzaifah bin
- Yaman yang bertanya kepada Rasulullah
- tentang keburukan, tentang Islam,
- tentang terus sampai pada akhir zaman.
- Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau
- begini, sampai bagaimana kalau nanti
- muslimin mereka saling semuanya menyeru,
- mengajak kepada pintu-pintu neraka
- jahanam. Nah, ini kan nubuwah, artinya
- menempatkan Rasul. Kalau wahyu yang
- disampaikan oleh Rasul itu jelas,
- Al-Qur'an tidak pernah berubah. Itulah
- wahyu Allah yang terpelihara. Tapi juga
- ada hadis-hadis Rasulullah tentang
- nubuwah. Bagaimana Rasul menceritakan
- tentang umat ini. Kemudian problematika
- umat di masa yang akan datang hingga
- kepada solusi-solusi yang ditanyakan
- oleh Hudzaifah bin Yaman terhadap umat
- itu sendiri. Subhanallah. Ini termasuk
- nubu walamu anna fikum rasulallah. Jadi
- kalau kalau semuanya ya ayyuhalladzina
- amanu in jaakum ada kalimat berikutnyaah
- kan. Faasbahuimin
- walamu anna fikum rasulallah la yutiukum
- fiir minal amri laittum. Sampai begitu.
- Kalau kita tidak menempatkan solusi
- permasalahan muslimin ini kepada
- Al-Qur'an atau kepada sabda Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam atau dengan
- lubah Rasulullah sahu alaihi wasallam ya
- mungkin laanitum akan menimbulkan tadi
- apa? Lainitum tadi penyesalan,
- kerusakan, kehancuran, ya kan? Karena
- mana yang menjadi penengah, mana yang
- apa? Masyaallah itu baru dar dari satu
- sisi. Kalau kita baca lagi hadis
- Rasulullah yang sahih Bukhari Muslim
- menyebutkan kanat bani israil
- tasusuhumul anbiya. Artinya kalangan
- Bani Israil selalu dipimpin oleh para
- nabi yang Allah utus di tengah-tengah
- mereka hingga kemudian Rasul diutus.
- Fainnahu labi ba'di. Dan tidak ada lagi
- nabi sesudahku. fayakunuluhfa akan ada
- nanti pemimpin-pemimpin umat Islam, para
- khalifah fayaksurun yang jumlahnya tuh
- banyak gitu kan. Loh, ini boleh jadi nih
- solusi bagaimana menghadapi setiap
- problematika permasalahan yang terjadi
- Rasul sudah tidak ada. Tapi Rasul
- mengisyaratkan dalam hadisnya fayaksurun
- akan ada pemimpin-pemimpin umat Islam
- yang bisa meredakan, yang bisa
- memberikan solusi, yang bisa mengambil
- jalan tengah tentang tadi. Apakah ini
- berita yang valid? Apakah ini berita
- yang membahayakan, apa ini berita yang
- menggalaukan dan seterusnya. Luar biasa.
- Waamu anna fikum rasulallah.
- Ternyata luar biasa kalau kita. Nah,
- apalagi kemudian dikaitkan tuh tempatkan
- nih Rasulullah. Rasul itu manusia
- pilihan Allah. Rasul itu maksum. Rasul
- itu punya nubuwah. Rasul itu tidak akan
- menyampaikan sesuatu kecuali yang
- diwahyukan kepadanya. Masyaallah, luar
- biasa. Rasul itu menuntun manusia untuk
- kepada cahaya. Apa itu cahaya? ilmu.
- Artinya dalam kegalapan, dalam
- kegalauan, dalam ketidakpastian
- tentang sesuatu itu. Nah, hadirlah Islam
- memberikan cahaya solusi dalam
- perjalanan sampai kemudian anna fikum
- rasul lautiukum firi minal amri laitum
- wakinallah hababaikumul iman. Nah, coba
- sampai Allah memberikan kepada
- orang-orang yang beriman tadi dengan
- petunjuknya, dengan wahyunya, dengan
- arahan dari Allah dan Rasul-Nya,
- kemudian mereka dalam setiap waktu bisa
- mencintai apa-apa yang dilahirkan dari
- keimanan. Masyaallah. Hababa ilaikumul
- iman waahu fiubihum fi qulubihim.
- Kemudian iman itu melahirkan amal-amal
- yang saleh. Samna wa samna wathna. Di
- sinilah kita akan baca sebuah hadis
- kalau ini sering dikaji. La yukminu
- ahadukum. Ternyata di sini kuncinya la
- yminu ahadukum hatta yakuna hawahu taba.
- Belum dikatakan sempurna iman seseorang
- ketika hawa nafsunya itu belum tunduk.
- Ini loh solusinya dari Allah dan Rasul.
- Samna wathna. Dalam permasalahan
- muslimin yang kompleks ini loh
- petunjuknya dari samina wathna. Sehingga
- apa? Allah jadikan keimanan itu indah
- pada dirinya meskipun, nah boleh jadi
- bertentangan dengan hawa nafsunya,
- bertentangan dengan kepentingannya,
- bertentangan dengan ke apa kelompoknya,
- bertentangan dengan hawa nafsunya, gitu
- kan. Taba lima jubih. Masyaallah. Jadi
- Allah jadikan indah. Jadi yang
- menjadikan
- indah pada diri seseorang terhadap
- keimanannya kemudian membentuk seatu
- amal ketakwaan kepada Tuhan itu Allah
- ya. Bagaimanapun juga manusia kalau
- disuruh salat ya karena ini bertentangan
- dengan hawa nafsu tidak enak. Akan lebih
- enak dengan hal-hal yang sifatnya yang
- sifatnya hawa nafsu, kesenangan gitu
- kan. Tapi kenapa orang bisa dalam
- hatinya merasakan salat itu indah,
- membaca Al-Qur'an itu indah. Kemudian
- apaagi? Salat malam itu indah,
- silaturahim itu indah, berbagi itu
- indah, sodqah itu indah, berbuat manfaat
- bagi orang lain itu indah. Siapa yang
- menanamkan keindahan itu dalam dirinya?
- Tidak lain adalah Allah Subhanahu wa
- taala. Masyaallah, luar biasa pada
- ayatnya. Wayana lahum e apa? Wahababa
- ilaikumul iman waanahu fi qulubikum
- waqha ilaikumul kufro wal fusuqo wal
- isyan.
- Hingga sampai kepada jika apa yang Allah
- tunjukkan dalam Al-Qur'an kemudian
- Rasulullah sabdakan sebagai solusi dari
- permasalahan itu kemudian gitu ya
- kemudian dia harus ikut kemudian dia
- harus tolak kemudian harus tinggalkan
- padahal itu sesuai nafsu itu adalah
- karunia darah ini secara hawa nafsu
- keinginan saya tapi ternyata tidak
- sejalan dengan agama padahal saya
- beruntung dengan saya tinggalkan. Nah,
- begitu kira-kira loh. Mestinya kalau ini
- saya lakukan, masyaallah ini secara
- duniawinya saya akan menjadi orang yang
- hebat. Tapi ternyata ini dampaknya
- kepada kerusakan, kepada perpecahan.
- Saya tinggalkan rujuk kepada Al-Qur'an
- dan sunah. Wah, luar biasa. Yaitu kan.
- Jadi ayat pertama tentang berita.
- Kemudian bagaimana memposisikan Rasul
- akhlak kita sebagai orang beriman. Allah
- la tuqaddimu baina yadillah. Kemudian
- laf aswatum menempatkan rasul. Nah, baru
- kemudian coba ayat yang berikutnya yang
- kees9. Waalinau
- coba jika terjadi kegaduhan, jika
- terjadi selang silang sengketa di
- kalangan kaum muslimin kan tapi thaifah
- kecil. Nah, maka kewajiban muslim saat
- itu adalah apa yang ter yang terhebat?
- Kewajiban muslim mengislahkan mereka.
- menemukan, mengarahkan kepada titik temu
- sebenarnya permasalahan mana yang
- masyaallah baru kemudian diarahkan
- kepada islah berbaik. Masyaallah islah
- luar biasa. Inilah problem yang harus di
- yang harus kita hadapi sebagaimana
- sebagaimana kita saksikan dalam
- kehidupan kita. Kalau ada muslim satu
- dengan yang lain saling bertikai, justru
- dicari di mana titik temunya. Titik
- temunya kemudian berakhir dengan islah.
- Masyaallah.
- Wa thatani minal mukminin. Itu kan ini
- baru apa? Baru tafsir secara global gitu
- ya. Jadi jika kita dapati pertikaian
- permusuhan masyaallah masyaallah kita
- diberkewajiban untuk mencurahkan umat
- Islam nih. Kenapa ini muslimin kok jadi
- terpecah begini? Kita curahkan perhatian
- kita. Bukan curahkan untuk mempertajam
- permasalahan. Justru kita curahkan apa?
- di mana titik temunya agar masalah ini
- tidak menjadi perpecahan lebih luas dan
- kerusakan lebih luas. Nah, masyaallah.
- Kemudian ajak baru kemudian ajak untuk
- berhukum kepada hukum Allah. Maka
- disebutkan dalam ayat itu, masyaallah
- wafatani minal mukminalumaqillah.
- Kalau sudah ditemukan titik temunya,
- Anda nih cara pandangnya salah. Kita
- titik temunya ini supaya kita utuh
- persaudaraan kita, kesatuan kita utuh
- sebagai seorang orang muslim diajak
- kembali kepada hukum Allah. Namun ketika
- sudah jelas titik terangnya mana yang
- salah, bukan kemudian menetapkan tanpa
- mengetahui ini salah, ini benar. Ya, ini
- kan yang repot. Jadi beritanya tidak
- jelas gitu ya. bola liar yang ke sana
- kemari menimbulkan keresahan. Kemudian
- kita berpihak tanpa mengetahui titik
- temunya mana yang benar. Masyaallah.
- Bagaimana kita akan mengajak kepada
- hukum ya kan? Bagaimana kita mengajak
- kep kembali kepada Al-Qur'an dan sunah
- kalau kita belum tahu solusinya ini
- permasalahannya apa yang diributkan
- masalah apa? Masalah agamaakah atau
- masalah duniaah. Sehingga ketika jelas
- masalahnya ini loh solusinya dalam
- Al-Qur'an. Kita ajak orang-orang yang
- berselisih tadi kembali kepada hukum
- Allah dan Rasul. Masyaallah. Jadi, dua
- thaifah, dua golongan, dua kelompok yang
- masing-masing nih loh Anda sebenarnya
- yang sedang Anda rebutkan masalah dan
- seterusnya dan seterusnya luruskan. Nah,
- kepada siapa tadi? Kembalikan kepada
- Allah dan walamu anna fikum rasulallah
- la yutiukum f minal amri laittum.
- sehingga permasalahan-permasalahan
- dalam kehidupan ini ya kembalinya kepada
- Al-Qur'an dan sunah. Masyaallah luar
- biasa. Ajak dia berhukum kepada hukum
- Allah sampai pada kembali kepada ajaran.
- Nah, makanya disebutkan di situ, fain
- faat faaslihu bainahuma biladli waqsitu.
- Innallaha yuhibbul muksitin.
- Subhanallah. Nih. Baru kemudian
- di antara kewajiban muslimin adalah
- memang mendamaikan.
- Kenapa? Nah, dikembalikan kepada pokok
- tadi. Innamal mukminuna ikhwatun. Kenapa
- kewajiban kita mendamaikan? Karena
- hakikatnya kita semua ini bersaudara
- mukmin itu. Nah, jadi kewajiban kita
- justru dalam kondisi terpecah belah itu
- bagaimana mempersaudarakan,
- mengislahkan.
- Innamal mukmin faaslihu ba akwaikum.
- Nah, itulah tugas kita. Jadi, kalau kita
- justru saat muslimin bingung dalam
- perpecahan, kita justru berpikir inilah
- kewajiban kita untuk mengislahkan
- mereka. Kewajiban muslim adalah untuk
- mendamaikan perseteruan di antara
- saudaranya. Masyaallah. Innamal mukmin
- faaslihu baina ahwaikum wattaqulaha
- laallakum turhamun. Karena masing-masing
- kita semua mengharapkan rahmat dari
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi para
- pendengar Rasil dan pemirsa Rasil TV
- yang dimuliakan oleh Allah. Baru
- beberapa kata yang indah untuk kita
- munculkan pada empat ayat ini. Surat
- Al-Hujrat ayat 6, 7, 8, 9, dan 10.
- Kemudian baru makna tafsir secara glo
- global. belum kita telusuri tentang
- bagaimana hukum-hukum yang ada di
- dalamnya. Itu baru pada tafsir secara
- global. Jadi, kalimat yang indah dari
- Allah Subhanahu wa taala untuk kita
- jadikan sebagai solusi terutama dalam
- menghadapi berbagai macam berita
- bagaimana mensikapinya. Dan ternyata
- berita itu harus berhati-hati dalam
- mensikapinya karena berkaitan erat
- tentang kedamaian, ketentraman, nasib
- dan kemakmuran masyarakat yang terkait
- dalam kehidupan itu sendiri. Maka betapa
- indah semua solusi yang Allah terangkan
- pada ayat ini. Pertama, secara akidah,
- secara adab, secara akhlak, kita tetap
- harus menjunjung. Yang menjadi sumber
- solusi bagi umat Islam dalam menghadapi
- masalah adalah dikembalikan kepada Allah
- dan Rasul, mengedepankan hukum Allah dan
- menempatkan posisi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam untuk menjadi sumber
- solusi dari permasalahan. Nah, ternyata
- kalau itu sudah tegak, masyaallah
- permasalahan kecil ataupun permasalahan
- besar yang dihadapi oleh kaum muslimin
- jika semangatnya adalah semangat
- bersaudara, jika semangatnya adalah
- semangat islah, jika jika semangatnya
- adalah semangat rahmat, insyaallah akan
- ada solusinya muslimin ada dalam satu
- kesatuan. Kenapa? Karena hakikatnya
- innamal mukminuna ikhwah. Kalian orang
- beriman ke ikhwah seperti saudara
- kandung begitu ya. Subhanallah yang
- tentunya diikat oleh iman kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik ee ikhwan akhwat, untuk tausiah
- sore kali ini kita membahas ayat ahkam
- mencari kebenaran berita surat
- Al-Hujurat ayat 6 hingga 10. Nanti ada
- penjelasan lanjutan Ustaz ya.
- Iya.
- Baik. dan Ikhwan Ah. Kita mengundang ee
- Ikhwan Ahwat untuk bergabung dalam acara
- ini. Dapat melalui
- pertanyaan-pertanyaannya dan dikirim ke
- nomor 081199720.
- Itu nomor yang bisa Iwan Ahwat
- mengirimkan pertanyaannya ee melalui
- WhatsApp ataupun SMS. Dan bagian yang
- ingin berinteraksi langsung dengan kami
- di studio dapat meli nara hubung kami di
- 0218451512.
- Sebelum kita membahas pertanyaan dan
- melanjutkan penjelasan Ustaz, mari kita
- jedah dengan nasyid berikut ini.
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Baik Wan Akhwat, terima
- kasih masih bersama kami dalam tausiah
- sore bersama Ustaz Amin Nuroni dengan
- kajian ayatul ahkam. E sore hari ini
- kita membahas surat Al-Hujurat ayat 6
- hingga 10 yaitu dengan tema bahasan
- mencari kebenaran berita. Baik, sebelum
- Ustaz memasuki penjelasannya,
- melanjutkan penjelasannya yang
- sebelumnya di sesi pertama tadi, kita
- selingi dengan pertanyaan Ustaz ya.
- I boleh.
- Baik, dari Bu Liza di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, di zaman sekarang banyak sekali
- berita hoaks yang terkadang membuat kita
- bingung
- mana yang benar dan mana yang salah.
- Bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam
- hal ini? Ya.
- Berdosakah jika kita diam atau cuek saja
- melihat berita yang belum jelas
- kebenarannya
- ataukah kita berusaha cari tahu mohon
- pencerahannya. Tapi sebelum kita bahas
- pertanyaan Bulija di Bekasi ini ada
- telepon yang masuk.
- Kita angkat dulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bisa menjauh sedikit, Pak, dari radionya
- atau volume radionya dikecilkan agar
- tidak feedback.
- Baik.
- Halo.
- Halo. Iya. Dari nama, Pak dan asal ee
- Tahir sedang di jalan nih.
- Halo.
- Iya. Muhammad Tahir dari Jawa ya?
- Di jalan. Di jalan?
- Oh, di jalan.
- Baik.
- Radionya bisa dikecil?
- Halo.
- Volume radionya bisa dikecilkan.
- Ee saya ingin kepada Pak Ustaz Amin
- Noroni.
- Iya. Baik.
- Ee bagai berakhir beberapa hari terakhir
- ini kita melihat
- ee ukhuwah islamiah kayaknya belum
- begitu kuat. kita saksikan
- bagaimana kekuasaan masih lebih tinggi
- daripada ukhuwah islamiah.
- He.
- Apa yang dapat, bagaimana kita
- menyikapinya, Pak Ustaz?
- Iya.
- Amin Nurani. Terima kasih.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana ni?
- Iya, ini senada dengan pertanyaan tadi
- ya melalui SMS.
- Maka kita baca hari ini nanti bisa juga
- ditelaah lagi surah al-Hujurat ayat 6
- sampai 10. Ini memang terkait antara
- satu ayat dengan ayat yang sesudahnya.
- Maka termasuk ayat ini menjadi pegangan
- kita bagaimana mensikapi banyaknya
- hadirnya berita-berita yang boleh jadi
- itu valid tapi boleh jadi juga khoak
- gitu ya. Maka tadi disebutkan
- in jaakum fasikum binabain fatabayyanu.
- Maka dalam tafsirnya di sini disebutkan
- ya ayyuhal mukminun wahai orang-orang
- yang beriman
- in jaakumul fasik.
- Apabila datang kepada kalian orang yang
- fasik artinya orang yang banyak keluar
- orang yang tidak jelas ya artinya
- artinya orang yang keluar dari ketentuan
- syariat. biayyi nabain dengan berita apa
- saja. Nah, biay nabain nih yang pertama
- e solusinya
- fatawaqofu fih.
- Kita berhenti dulu artinya kita cerna
- dulu ini berita ini kira-kira realistis
- apa tidak. Kenapa berita ini kan berat
- kan ya [tertawa] untuk kita menganalisa
- semua berita kan berat. Benar enggak
- ini? Jangan-jangan ini provokatif jangan
- ini. Tapi memang fatawak artinya tawakuf
- dulu.
- Jangan segera diyakini, jangan segera
- dibenarkan apalagi dishare gitu kan. Itu
- sudah perintahnya. Kemudian watabu
- bayanal amri. Setelah kita berhenti,
- kita lihat, kita berpikir ya. Kemudian
- thaabu, kita mencari penjelasan tadi
- klarifikasi
- watabu fi bayanul amri. Kemudian
- wangkisful hakih baru nanti akan
- terbuka, tersingkap hakikat berita ini
- benar apa tidak. Nah, berat kan?
- Masyaallah. Tapi itu akan lebih baik
- kita lakukan. Kenapa? Karena tadi
- disebutkan di sini wamidu ala kita
- jangan berpegang dengan berita itu
- secara langsung. Langsung 100% percaya.
- Nah, jangan. Apalagi kita tidak peduli.
- Disebutkan di sini
- yubahq.
- Sampai begitu. Jadi orang-orang yang
- tidak peduli ini berita benar apa dak,
- berita benar apa dak, dia seperti orang
- yang tidak peduli tentang keben tentang
- kebohongan. Bohong enggak bohong dia
- terima saja. Nah, jadi itu apanya?
- Tuntunannya. Nah, kenapa kita lakukan
- semacam itu? Nah, ayat menyebutkan
- karena boleh khawatir apa yang kita
- yakini dari berita ini apalagi kita
- share dari berita ini akan menimpakan
- kepada orang lain ada berupa apa tadi?
- Gangguan,
- sakit, kezaliman, aniaya. Tuh. Jadi kita
- juga ada apa? Kenapa tidak kita share,
- tidak gampangan kita percaya. Karena
- khawatir ini menyangkut tentang
- kribidetas orang. Coba ada berita yang
- bicara tentang aib orang lain. Kita
- percaya. Coba sebelum kita tabayun sudah
- terpikirkan oleh kita menjelaskan bahwa
- oh dia orang yang tidak baik. Padahal
- belum kita klarifikasi, belum kita
- validkan berita itu benar atau tidak. Ya
- kan cekrecknya belum ada. Nah, justru
- yang diantisipasi jauh adalah
- asobatum
- antum jahilunahum.
- Akan berdampak kepada keburukan terhadap
- orang lain yang kita tidak kenal sama
- sekali tentang keadaan dia. Benar atau
- tidak beritanya? Tuh. Jadi di sini
- secara teknis
- penjabaran dari in jaakum fasikum
- binabain fatabayanu. Kenapa harus kita
- tabayyun? Kenapa kita harus klarifikasi?
- Karena khawatir berita yang kita yakini
- ternyata itu salah. Terlanjur kita
- opinikan orang yang baik justru tidak
- baik. Karena berita yang tidak kita
- klarifikasi
- itu kalau hanya sekedar pencitraan.
- Kalau kemudian itu beritanya adalah
- isinya fitnah, coba bayangkan ya kan itu
- akan menjadi apa? dosa. Nah, makanya
- disebutkan di sini pada akhir ayatnya,
- fatusbihu ala ma fa'altum nadimin. Untuk
- tidak kita nanti menyesal kalau kita
- gampang mempercayai, gampang meng-share,
- kemudian gampang menjatuhkan. Nah, ini
- masyaallah ini termasuk penyakit
- penyakit dunia informasi atau generasi
- milenial itu kan begitu ya kan gurunya
- banyak gitu ya Allah informasinya
- banyak. Kalau dulu kan guru itu ya orang
- tua. Yang kedua guru di sekolah. Nah
- sekarang kan gurunya tambah satu lagi
- Google gitu kan atau [tertawa] mungkin
- WhatsApp atau mungkin berita ya kan.
- Kelemahannya. Masyaallah. Terkadang kita
- dengan ilmu yang begitu banyak dari
- informasi yang beragam menjadikan kita
- ini mudah untuk menjustice orang lain.
- Ini yang kelemahannya. Tanpa kita mau
- taba tabayun. Maka dari pertanyaan Bapak
- dan kemudian SMS dari Ikhwan tadi yang
- sudah dibaca inilah disebutkan orang
- yang beriman ketika menghadapi berita
- fatawaqfu. Yang pertama tawakuf dia
- diam. Renungkan. Kalau memang ini tidak
- berarti, tidak bermanfaat untuk kita,
- sudah ya cukup untuk kita baca, kita
- buang. Begitu saudara sudah aman ya kan.
- Tapi kalau hal yang baik, nah di situ
- perlu atau hal yang sifatnya
- membahayakan, watabu bayanal amri. Kita
- cari tentang dari mana sumber berita
- ini. Wkisafuliqah.
- Sehingga
- tersingkap hakikat berita ini benar atau
- ti tidak. Itu dituntunkan begitu dalam
- syariat. Nah, juga tidak diperkenankan
- kita tak tamidu hanya berpegang kepada
- berita itu secara 100% membabi buta kita
- membenarkan. Kita enggak peduli apakah
- itu dusta, apakah itu tidak dusta atau
- bohong atau fitnah. Orang yang tidak
- peduli terhadap kefasikan itu artinya
- kita menutupi kebohong kebohongan. Nah,
- itu tidak dibenarkan. Kenapa kita
- lakukan bersusah payah berkaitan tentang
- masalah berita tadi? Khasiatan karena
- kita khawatir dari kesalahan yang dari
- apa yang kita lakukan ternyata
- menimbulkan kesalahan bagi kita pada
- orang lain. Itu yang dikhawatirkan.
- Jadi dan itu menjadi renggangnya
- ukhuwah. Ustaz
- rendangnya ukhuwah dan seterusnya dan
- seterusnya.
- Tadi yang jadi pertanyaan semakin
- renggang nih ukhuwah.
- Iya. Jadi sikap pertama Al-Qur'an jelas
- artinya terima tapi jangan diyakini 100%
- baru kalau mau dilanjutkan cari.
- validnya, klarifikasinya hingga kemudian
- tersingkap mana yang benar yang tidak.
- Nah, akibat karena ketidak ee
- ketidakpatuhan kita mengikuti Al-Qur'an
- syariat dalam mensikafi berita ini, ya
- bisa saja nanti timbul justru kemudian
- ee persaudaraan menjadi renggang tanpa
- permasalahan yang jelas gitu kan. Saling
- menuduh tanpa klarifikasi, apalagi
- menjustice. Masyaallah kan luar biasa.
- Subhanallah. Apalagi berita itu bisa
- orang yang baik jadi tidak baik karena
- pencitraan. Ya kan? Orang yang mestinya
- tidak baik malah justru kelihatannya
- baik karena memang pencitraan. Nah, kan
- kalau kita kemudian menjustis-menjustis
- kalau yang kaitannya hal yang baik
- mungkin tidak. Tapi kalau kaitannya
- tentang hal-hal yang sifatnya mengandung
- unsur fitnah itu akan menjadikan prahara
- yang besar dalam kehidupan. Makanya
- indah surah Al-Hujurat ayat 6, ayat 7,
- ayat 8, 9, dan 10. Ternyata itu adalah
- paket bagaimana kita membangun kehidupan
- bersama yang penuh dengan kedamaian dan
- persaudaraan. Allahuam.
- Demikian untuk jawaban dari pertanyaan
- Bapak yang tadi yang sedang di jalan ya.
- Semoga
- ee sampai ke tujuannya dengan selamat
- dan jawaban itu juga termasuk untuk
- pertanyaan dari Bu Liza di Bekasi ya.
- I
- semoga terjawab pertanyaannya.
- Iya.
- Baik, Ustaz. Kita melanjutkan
- penjelasannya Ustaz ya.
- I.
- Baik.
- Iya. Pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan oleh
- Allah. tadi salah satu yang kita akan
- bahas tentang pendalaman tentang ayat
- itu tadi itulah tafsir yang disampaikan
- oleh Imam Almarhi berkaitan tentang ya
- ayyuhalladina amanu in jaakum fasikum
- binabain fatabayuibu
- kemudianum
- rasulallahu
- anikum rasulullahim
- tuh jelas di sini artinya kalimatum
- rasulullah
- Ai, ketahuilah bahwa di antara kalian
- ada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Faazimu maka agungkan dia.
- Wakiru, bantu dia. Watadibu eh muliakan
- dia. Wqadu liamrihi. Pegang apa yang
- menjadi arahannya. Fainnahu aamu
- bimihum. Karena dia beliau Allah berikan
- lebih mengetahui tentang kemaslahatan
- bagi kamu. Wasq alikum minkum kama q
- anabiyu a bil mukminin min anfusihim.
- Sebagaimana firman Allah, nabi itu lebih
- ee mulia, lebih utama bagi orang-orang
- yang beriman terhadap diri mereka
- sendiri. Nah, di sini menjadikan
- tambahan penjelasan. Eh, Imam Almarahi
- menyebutkan waamu anikum Rasulullah.
- Ternyata berita-berita yang kemungkinan
- bisa menjadikan ee hal yang resah
- seperti tadi dalam asbabun nuzulnya. Oh,
- hadirnya Rasul. Nah, kalau bahasa kita
- loh itu Rasul tuh. Jadi sehingga ketika
- peristiwa itu turunlah ayat ini menjadi
- ilmu bagi para sahabat, menjadi nasihat
- bagi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam gitu kan. Dan sekaligus ya kita
- tempatkan tuh. Jadi ini peristiwanya di
- masa Rasul. Permasalahannya,
- problematikanya terjadi di masa di
- kalangan para sahabat Rasul. Sehingga
- berita yang salah bisa menimbulkan apa?
- persepsi yang salah, solusi yang salah.
- Coba bayangkan jika berita yang
- disampaikan oleh Walid siapa tadi? Walid
- bin Uqbah tadi kemudian sudah disikapi
- oleh Rasulullah kirim pasukan serang itu
- Bani Mustaliq dari berita yang tadi
- tidak valid. Coba bayangkan, jadi Walid
- bin Walid bin Mughirah ini Walid bin
- Uqbah ini datang diperintahkan oleh
- Rasul. Kemudian Bani Mustaliq ini
- mendengar ada utusan Rasul begitu
- bergembira mereka keluar untuk
- menyambut. Dipersepsikan beda. Waduh
- saya mau dibunuh. Coba bayangkan kembali
- dia menghadap Rasulullah. Ya Rasulullah
- ternyata Bani Mustaliq tidak senang
- untuk saya ambil zakatnya sehingga
- mereka berkeinginan mau membunuhmu. Ah
- kira-kira apa persepsinya? Waduh ini
- pembangkangan. Tuh kan pembangkangan.
- serang dia. Coba bayangkan kalau
- kemudian tidak segera Bani Mustaliq itu
- mendatangi Rasulullah menyampaikan
- kenapa utusannya tidak sampai, ada
- berita apa itu bisa menjadi masalah.
- Masyaallah bisa jadi perang ya. Ini kan
- di masa Rasul ini. Masyaallah. Nah,
- karena Rasul di situ waamu anna fikum
- Rasulullah Allah utus untuk ya tadi
- segala asbabun nuzulnya itu mengandung
- hikmah ya mengandung hikmah sehingga
- peristiwa itu mendatangkan ilmu bagi
- para sahabatnya saat itu juga menjadi
- teguran bagi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dan tentu kita umat
- Islam bisa mengambil hikmah yang besar
- dari peristiwa ini. Ketika peristiwa itu
- jelas, clear permasalahannya, turunlah
- ya ayyuhalladina amanu inakum fasikum
- binabauhalatus
- faumamikum
- rasulallahukum
- minal amri laittum tuh subhanallah
- sangat jelas apa munasabahnya antara
- ayat yang keenam dengan ayat yang yang
- ketujuh masyaallah ya maka begitu jelas
- dalam tafsirnya ini artinya Rasulullah
- ditempatkan sesuai dengan kemuliaan
- beliau. Artinya ee untuk diagungkan,
- untuk dimuliakan, untuk diikuti aturan
- apa perintahnya, diikuti sunahnya
- sebagai pedoman dalam kehidupan
- bermasyarakat di masa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Loh, berarti
- hadirnya Rasul itu sangat penting. Iya.
- sebagai ya pemimpin umat untuk
- menciptakan untuk mengarahkan kepada
- kehidupan dalam kesatuan dalam membangun
- persaudaraan begitu kan. Kemudian
- hadirnya pemimpin untuk nah tadi
- mengklarifikasi tentang berita kemudian
- mengarahkan satu apa satu kebenaran itu
- sangat penting ternyata. Subhanallah.
- Jadi kalau kita lihat dalam ayat-ayat
- yang berkaitan tentang kehidupan, betapa
- ayat-ayat itu bicara tentang pentingnya
- umatan wa wahidah ni loh muslimin ya.
- Jangan sampai nanti berita hoak atau
- mungkin opini yang tidak benar itu
- menjadikan muslim carut-marut antara
- satu dengan yang lain. Masyaallah.
- Ayolah kita kembali kepada Al-Qur'an
- nih. Tempatkan Allah Rasul. Nah, makanya
- tadi dalam surah al-Hujurat ini coba
- lima ayat yang diawali dengan ya
- ayyuhalladzina amanu kaitannya tentang
- akhlak semua. Pertama la tuqaddimu baina
- yadaillah wa rasulah. Tempatkan
- Al-Qur'an jangan mendahului. Nah, gitu
- kan artinya ya mbok yao kita pintar ya
- jangan merasa pintar carilah solusinya
- dari Al-Qur'an dan sunah gitu kan. La
- tarfau aswatakum fauqtin nabi. Yang
- kedua akhlak terhadap Rasulullah. Ya
- ayyuhalladina la tarfa. Nah artinya apa
- tuh? mengagungkan, memuliakan,
- menempatkan beliau sebagai manusia yang
- paling mulia. Baru kemudian yang ketiga,
- inakum fasikum binaba. Ya kan supaya
- keteraturan, persaudaraan, ukhuwah ini
- terpelihara. Jangan mudah untuk
- meyakini, membenarkan berita yang belum
- jelas datangnya dari mana. Apalagi
- meng-share karena kita khawatir kita
- bisa melakukan fitnah, kita bisa
- melakukan dosa yang itu menyakiti orang
- lain tanpa kita sadari. Fatusbihu ala ma
- fa'altum nadimin. Masyaallah. Baru
- kemudian ayat berikutnya.
- Baik, Ustaz.
- I
- tadi ee mengenai hoa ya,
- Hoaks. Jika itu berita benar, Ustaz.
- Heeh.
- Namun isinya adalah tentang negatif
- seseorang
- atau kelompok lain.
- Kemudian di-share.
- Nah, ini bagaimana, Ustaz? Berita
- beritanya benar. Beritanya benar
- kontennya negatif nih. Ya kan di-share
- malah untuk apa di bukan
- menyebarkan hal ini tuh seperti apa.
- Nah, iya betul. Nah, ini nanti kaitannya
- masih dalam surat Alhujurat ini nanti
- pada kalimat ya ayyuhalladzina amanu
- yang keempat la yasharumu minumin. Ya
- kan kalau berita ini kaitannya memang
- benar isi beritanya tapi berita ini
- mengandung apa? Bisa saja hujatan, bisa
- saja hinaan, bisa saja membuka aib orang
- lain ya kan. Nah, ayatnya jelas. La
- yashar qum minqumin. Janganlah menghina.
- Ya kan kalimatnya jangan menghina itu
- kalau dengan ucapan bisa dengan berita
- ternyata menghinakan ya kan masyaallah
- apalagi nanti pada ya ayyuhalladzina
- amanu yang kelima dalam surat alhujrat
- ijtanibu minadon inna ba'on is w
- tajassasu boleh jadi kita nanti malah
- masuk dalam kategori yang gibbah ya kan
- kenapa ketika ditanya oleh sahabat ayul
- hibbah apa itu hibbah ya Rasulullah jadi
- membicarakan sesuatu satu yang itu ada
- pada orang lain yang itu ada padanya.
- Itulah gibah. Nah, kan begitu kata
- Rasulullah. Apa itu gibah? Hibah itu
- artinya membicarakan kejelekan orang
- lain yang itu memang benar ya dan itu
- faktanya ada. Itulah yang disebut dengan
- gi gibah. Tapi kalau membicarakan
- kejelekan orang lain yang tidak ada
- faktanya itu namanya dus dusta. Oh itu
- ya ayyuhalladina aman
- wajum.
- Bagaimana Islam mengajarkan kalau itu
- beritanya betul tapi isinya adalah
- sesuatu yang mengandung aib orang lain.
- Haram bagi seorang muslim untuk membuka
- aib orang lain. Ya kan? Masyaallah jelas
- sekali.
- Kemudian Ustaz untuk mencari kebenaran
- berita. Heeh.
- Tapi kalau kita mencari menggali
- kebenaran berita ini,
- He.
- Nanti malah menjadi apa? Kita menggali
- sesuatu informasi yang di luar dari
- batasan ya, Ustaz ya. Ada privasi di
- sana
- atau mungkin tadi jatuhnya kegibaan nih,
- Ustaz.
- Lantas batasan-batasan apa
- kita untuk mencari berita ini benar atau
- tidaknya?
- Iya. Dalam ayat yang kita baca tadi
- indah sekali itu kalau kita dalami ayat
- yang ketujuh.
- Wa ulaika humur rosidun fadlam minallahi
- wikmah wallahu alimun hakim. Di sana ada
- arrasyid. Apa itu arrasyid? Orang yang
- diberi petunjuk kepada kebaikan dan
- untuk melakukannya.
- Ya kan? Masyaallah rasyid. Ternyata
- kalau apa orang-orang yang beriman itu
- tidak hanya sekedar ee tentang berita
- itu bermanfaat atau tidak. Dia akan
- lebih banyak. Maka ada nanti ada sebuah
- hadis kalau dalam kitab Arbain itu
- disebutkan orang yang dikatakan mukmin
- itu adalah kalau meninggalkan sesuatu
- yang tidak bermanfaat. Kira-kira muncul
- berita ini apa manfaatnya bagi saya?
- Apalagi harus menjadikan saya meneliti,
- mendalami, mengorek. Apa kepentingan
- bagi saya kalau kira-kira berita itu
- tidak memberikan manfaat sama sekali?
- Untuk apa kita berkepentingan itu
- kemudian meng-share lagi kepada orang?
- Untuk apa? Ya kan? Orang beriman itu
- orang yang meninggalkan sesuatu yang
- tidak bermanfaat. Nah, di sini rasyidun,
- orang yang diberi oleh Allah petunjuk.
- Orang yang beriman akan lebih memilih
- sesuatu yang bermanfaat. Apalagi itu
- adalah amal yang dicintai oleh Allah dan
- Rasul. Dia lebih disibukkan. Maka pada
- kalimat berikutnya itu hababa ilaikumul
- iman wahu fiil qulubikum waqikumulfan.
- Nah, yang demikian itu fadlam minallah,
- karunia dari Allah. Tidak semua orang
- dapat dari itu, ya kan? Tidak semua
- orang diberi oleh Allah ee karunia
- semacam itu. Tidak. Makanya kita harus
- mensikapi dari awal, gitu kan. Bahwa
- berita itu harus kita hati-hati karena
- itu bisa menjatuhkan kita kepada
- perbuatan dosa karena menimbulkan
- kezaliman bagi orang. Itu yang pertama
- ya kan. Yang kedua lebih dikedepankan
- kita arrasyidun mengutamakan petunjuk
- untuk mengamalkannya dibanding kita
- bersibuk diri dengan hal-hal yang tidak
- bermanfaat. Sebenarnya indah sekali
- dalam Al-Qur'an ini. Sallallahu alaihi
- wasallam.
- Baik, Ustaz. Kita dalam pembahasan kali
- ini sudah mencapai di penghujung acara
- ini.
- Penghujung acara ya.
- Iya. [tertawa]
- Iya.
- Untuk kesimpulannya, Ustaz, tema kali
- ini mencari kebenaran berita.
- Iya.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim dan pemirsa Rasil TV yang
- berbahagia. Alhamdulillah ee pada
- pembahasan kita yang ini insyaallah kita
- akan lanjutkan pada pertemuan yang akan
- datang ada beberapa kesimpulan. Pertama
- adalah ya petunjuk Al-Qur'an mengajarkan
- kepada kita untuk mencari kebenaran dari
- suatu berita. Jadi itu adalah suatu
- keharusan ya mencari kebenaran kalau
- memang berita itu kita butuhkan mencari
- kebenaran dari suatu beri berita itu
- satu hal yang harus kita lakukan. Yang
- kedua apa ya keniscayaan untuk meneliti
- berita agar tidak terjadi kezaliman. Ya
- kan? Kenapa kita dituntut untuk ee
- meneliti suatu berita? Karena dari
- berita itu akan berdampak ya. Akan
- berdampak bagi kita. yang kita takutkan
- adalah jika kita termasuk orang-orang
- yang menzalimi saudara kita karena kita
- ceroboh dalam hal masalah berita ini.
- Itu yang kedua. Yang ketiga, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu sebagai
- rujukan sesungguhnya bagi berbagai macam
- persoalan, permasalahan yang terjadi di
- kalangan umat. Rasul itu dalam artian
- beliau sebagai pembawa wahyu Allah.
- Artinya Al-Qur'an itulah solusi. Rasul
- juga sebagai panutan dan dengan
- nubuahnya memberikan berita-berita yang
- kaitannya tentang solusi kehidupan
- permasalahan yang terjadi. Nah, itu juga
- harus menjadi kita rujukan Al-Qur'an dan
- hadis Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Itu yang ketiga. Yang keempat,
- kita wajib ee mendamaikan
- saudara-saudara kita atau mengajak
- kepada kebersamaan, membangun ukhuwah.
- meninggalkan perselisihan karena itu
- adalah sesuatu yang menjadi tuntutan
- dalam kehidupan kita, tuntutan bagi
- kita. Yang kelima adalah batas.
- Batas dari tadi disebutkan sebelum
- dijelaskan sih sebenarnya batas tentang
- bagaimana orang-orang yang boleh kita
- musuhi. Itu dalam istilah Al-Qur'an
- bukhat. Tadi kita belum bahas. Karena
- yang akan datang insyaallah kita akan
- bahas bukhat. Apa itu pengertian bukhat?
- bagaimana ee solusi menghadapi
- orang-orang yang buat artinya yang
- melanggar dan tidak mau diajak kembali
- kepada Al-Qur'an dan sunah. Yang
- terakhir, ternyata kita di atas semuanya
- persaudaraan ukhwah antar sama muslim
- adalah karunia yang besar dari Allah
- yang harus kita syukuri karena itu
- berdiri di atas akidah dan keimanan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Bagaimanapun permasalahan persaudaraan
- tentang sesama muslim adalah sesuatu
- yang prinsip dalam kehidupan kita.
- Wasamakumul muslimin innamal mukminuna
- ikhwatun. Dan upaya mengerahkan untuk
- terciptanya islah perdamaian itu adalah
- suatu kewajiban bagi seorang muslim.
- Karena kita secara tidak langsung
- disaudarakan oleh Allah menjadi saudara
- kandung layaknya. Karena kita dalam
- Islam di atas akidah yang benar.
- Wallahuam. Mudah-mudahan kajian kita
- sore hari ini menjadikan kita lebih
- dewasa, lebih jernih dalam memandang dan
- kita memohon kepada Allah mudah-mudahan
- persaudaraan muslimin khususnya di
- Indonesia akan terus tetap terpelihara
- sehingga kita ke depan menjadi muslim
- yang jaya. Wallahuam.
- Demikian akhwat tausiah sore kali ini
- bersama Ustaz Amin Roni membahas ee tema
- bahasan mencari kebenaran berita yang
- kami kutip terakhir ialah kita harus
- menjadi duta kedamaian
- ya Ustaz untuk menjalin memperat ukhuwah
- islamiah dan tentunya adalah Islam yang
- satu. Baik kawan akhwat. Demikian e
- tausiah sore kali ini. Saya Panji Ahmad
- beserta K yang bertugas ada Aniza, ada
- Yusuf Subangkit dan e Fajar ya. Mohon
- undur diri dan semoga Ustaz selalu dalam
- keadaan sehat.
- Amin. Amin.
- Agar kita bisa melanjutkan ya Ustaz ya
- kajian kita di minggu ee di Ahad
- depannya
- insyaallah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta wubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- H
- [musik]